P. 1
Khutbah Jumat Taqwa Kepada Allah.

Khutbah Jumat Taqwa Kepada Allah.

|Views: 110|Likes:
Published by Mikel Alonso

More info:

Published by: Mikel Alonso on Oct 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

1 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t .

c o m



TAQWA KEPADA ALLAH

ُُٓشِفِ غَ زِغََّو ُُُِْٔعَ زِغَّ َو ُُٓذََِحَ ّ ِّٔيِى ُذََِحْ ىَا , بَِْىبََِعَؤ ِدبَئَُّعَو بَِْغُفِ َّؤ ِسوُ شُش ِِِ ٍ ِِٔث ُرىُعَ َّو , ُّٔيىا ِذِهََ َِِ ٍ
َُٔى ّوِ ضٍُ َلَف , َُٔى ٌَِدبَٕ َلَف ْوِ يِضَُ ِ َِ ٍَ و ,
َُٔى َلَِِشَش َ ل َُٓذِحَو ُّٔيىا ّلِإ ََٔىِإ َل َُْؤ ُذَهِشَؤَو , ُُٔىىُعَسَو ُُٓذِجَع اّذََّحُ ٍ َُّؤ ُذَهِشَؤَو ,
َيَعَو ٍذََّحُ ٍ ًَيَع ِكِسبَثَو ٌَُِٕاَشِثِإ ِهآ ًَيَع َذُِّيَص بَََم ٍذََّحُ ٍ ِهآ ًَيَعَو ٍذََّحُ ٍ ًَيَع ّوَ ص ٌُّهّيىا ِهآ ً
ُ ٍ ْذُِجَ ٍ ْذََُِح َلِّّإ َيََِىبَعْ ىا ٍِف ٌَُِٕاَشِثِإ ِهآ ًَيَع َذْمَسبَث بَََم ٍذََّح
( ُِقَس ِ ٌُنَُِيَع َُبَم َّٔيىا ُِّإ ًَبَحِسَإْىاَو ِِٔث َ ُىُ ىَءبَ غَر ٌِ زّىا َّٔيىا اىُقّ را اىٍَُْآ ََِِ زّىا بَهََّؤ بََ بّج )
( اىٍَُْآ ََِِ زّىا بَهََّؤ بََ َُىُ َِيِغٍُ ٌُِزَِّؤَو بّىِإ ُِّ رىُ ََر بَىَو ِِٔربَقُ ر ّ قَ ح َّٔيىا اىُقّ را )
( ُر ٌُِنَى ِشِفِ غَ ََو ٌُِنَىبََِعَؤ ٌُِنَى ِحِيِصَُ اّذَِذَع بًىِىَق اىُىىُقَو َّٔيىا اىُقّ را اىٍَُْآ ََِِ زّىا بَهََّؤ بََ ِِنٍََ و ٌُِنَثىُ ّ
َف َُٔىىُعَسَو َّٔيىا ِعِطُ َ بَُِّظَ ع اّصِىَف َصبَف ِذَق )
َو بَهُربَثَذِحُ ٍ ِسىُ ٍُ إْىا ّشَشَو ٍذََّحُ ٍ يَذُٕ يَذُهْىا ُشَُِخَو ِّٔيىا ُةبَزِم ِثَِذَحْ ىا َشَُِخ ُِّئَف ُذِعَ ث بٍَّ ؤ ٍخَعِذِث وُ م
ٌخَىبَيَض
Jama‟ah shalat Jum‟at yang kami hormati,

Sesungguhnya kenikmatan Allah kepada kita sangat banyak. Oleh karena itu, kita wajib
bersyukur dengan sebenar-benarnya atas semua kenikmatan itu. Yaitu bersyukur dengan hati,
lisan dan anggota badan.

Bersyukur dengan dengan hati, yaitu dengan mengakui bahwa kenikmatan itu datang
dari Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Bersyukur dengan lisan, yaitu dengan memuji Allah dan
menyebut-nyebut kenikmatan tersebut, jika tidak dikhawatirkan hasad. Dan bersyukur
dengan anggota badan, yaitu menggunakan anggota badan kita ini untuk taat kepada-Nya,
dengan bertakwa kepada-Nya secara sebenar-benarnya. Takwa ini merupakan perintah Allah
kepada seluruh manusia. Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman,

َو بَهَجِوَص بَهٍِِْ َقَ يَخَو ٍحَذِحاَو ٍظْفَ ّ ِِّ ٍ ٌُنَقَ يَخ ٌِزّىا ٌُُنّثَس اىُقّ را ُطبّْىا بَهََّؤبََ ًلبنَجِس بنََُهٍِِْ ّثَث
بّجُِقَس ِ ٌُنَُِيَع َُبَم َلا ُِّإ ًَبَحِسَلْاَو ِِٔث َ ُىُ ىَءأَغَر ٌِ زّىا َلا اىُقّ راَو ًءأَغَِّو اّيِثَم
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari yang
satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah
memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada
2 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m

Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain, dan
(peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi
kamu. (Q.s. an Nisaa`: 1).

Keutamaan takwa sangat sering kita dengar, antara lain firman Allah,

بّجَشِخَ ٍ ُّٔى وَ عِ جَ َ َ لا ِقّ زََ ٍََِ و
Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
(Q.s. ath Thalaq: 2).

Juga firman-Nya,
اّشِغَُ ِ ِٓشٍَِ ؤ ِِِ ٍ ُّٔى وَ عِ جَ َ َ لا ِقّ زََ ٍََِ و

Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya
kemudahan dalam urusannya. (Q.s. ath Thalaq: 4).

Dan firman-Nya,

اّشِجَؤ َُٔى ٌِِظِ عُ ََو ِِٔربَئَُّع ُ َِْٔع ِشّفَ نَُ َ لا ِقّ زََ ٍََِ و

Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menutupi kesalahan-
kesalahannya, dan akan melipatgandakan pahala baginya. (Q.s. ath Thalaq: 5).

Kita berharap, semoga Allah membersihkan jiwa kita dan memberikan ketakwaan pada
hati kita, yang ketakwaan itu muncul pada lisan dan perbuatan kita semua.


KHUTBAH KEDUA

َيََِىبَعْ ىا ّةَس ِّٔيِى ُذََِحْ ىَا , َِِ ُِحِ ىبّصىا ٍِّىَو ُّٔيىا ّلِإ ََٔىِإ َل َُْؤ ُذَهِشَؤَو , ٌَُربنَخ اّذنّ ََحُ ٍ َُّؤ ُذَهِشَؤَو
َِِ ُِيَعِشَُْىاَو ِءبَ ُِجَِّإْىا , ًَيَع َذُِّيَص بَََم ٍذََّحُ ٍ ِهآ ًَيَعَو ٍذََّحُ ٍ ًَيَع ّوَ ص ٌُّهّيىا ِكِسبنَثَو ٌَُِٕاَشِثِإ ِهآ
ْذُِجَ ٍ ْذََُِح َلِّّإ َيََِىبَعْ ىا ٍِف ٌَُِٕاَشِثِإ ِهآ ًَيَع َذْمَسبَث بَََم ٍذََّحُ ٍ ِهآ ًَيَعَو ٍذََّحُ ٍ ًَيَع
ُذِعَ ث بٍَّ ؤ :
Jama‟ah Jum‟at yang berbahagia,

Kami telah menyampaikan sebagian di antara keutamaan-keutamaan takwa, tidakkah
kita ingin meraihnya? Kalau kita ingin meraihnya, maka kita harus mengetahui, apakah takwa
itu, dan bagaimana jalan menempuhnya.

Takwa, secara bahasa artinya melindungi diri. Yaitu seseorang melakukan sesuatu untuk
melindingi dirinya dari perkara yang dia takuti dan dia khawatirkan.

3 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m

Adapun takwa hamba kepada Rabb-nya adalah, hamba itu melindungi dirinya dari
kemurkaan dan siksa Allah. Yakni dengan cara beribadah, yaitu melaksanakan ketaatan
kepada-Nya dan menjauhi kemaksiatan kepada-Nya.

Thalq bin Habib rahimahullah berkata,

ىَوْقّتلَا : ِلا َهِم ٍرِوُو يَ لَع ِلا ِةَعاَطِب َلَمِعَت ْنَأ , ِلا َةَمِحَ ر ِوُجِ زَت , ِلا َهِم ٍرِوُو يَ لَع ِلا َةَيِصِعَم َكُزِتَت ْنَأَو ,
ِلا َباَذَع ُفاَخَت

Taqwa adalah, engkau mengamalkan ketaatan kepada Allah, di atas cahaya dari Allah,
engkau mengharapkan rahmat Allah. Engkau meninggalkan kemaksiatan kepada Allah, di
atas cahaya dari Allah, engkau takut siksa Allah. (Majmu‟atul Fatawa Ibnu Taimiyah, 4/105).

Perkataan Thalq bin Habib ini menjelaskan hakikat takwa. Bahwa di dalam takwa harus
ada amal, iman, serta ikhlas; yang ketiga hal tersebut membutuhkan ilmu.

Pertama, tentang amal.

Amal adalah perbuatan. Yaitu dengan melaksanakan ketaatan dan menjauhi
kemaksiatan. Amal akan diterima, jika mengikuti syariat Nabi Muhammad shallallahu „alaihi
wa sallam. Dan sudah pasti, seseorang tidak dapat mengetahui syariat Islam, kecuali dengan
ilmu.

Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Pondasi takwa adalah, seorang hamba
mengetahui apa yang (harus) dijaga, kemudian dia menjaga diri (darinya)”. (Jami‟ul Ulum
wal Hikam, 1/402).

Barangsiapa meninggalkan amal, maka dia akan menyesal. Allah berfirman,

ِىَزَم بَهِثاَزَع ِِّ ٍ ٌُهَِْع ُفّفَ خُ َ َلَو اىُرىُ َََُف ٌِِهَُِيَع ًَضْقُ َ َل ٌََّْهَج ُسبَّ ٌُِهَى اوُشَفَ م ََِِ زّىاَو ٌِضِجَ ّ َل
ٍسىُ فَ م ّوُ م { 63 } َؤ ُوَ َِعَ ّ بُّْم ٌِزّىا َشَُِغ بّحِ ىبَص ْوَ َِعَ ّ بَِْجِشِخَؤ أَّْثَس بَهُِف َُىُ خِشَطِ صََ ٌَُِٕو ٌِنَ ىَو
ٍيِصّّ ٍِِ َيَِِىبّظيِى بَََف اىُقوُزَف ُشَِزّْىا ٌُُمَءأَجَو َشّمَزَر ٍَِ ُِِٔف ُشّمَزَزََبٍّ ٌُمِشََّعُ ّ { 63 }

Dan orang-orang kafir, bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga
mereka mati, dan tidak (pula) diringankan dari mereka adzabnya. Demikianlah Kami
membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya
Rabb kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal shalih berlainan
dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam
masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang
kepada kamu pemberi peringatan, maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-
orang yang zhalim seorang penolongpun. (Q.s. Fathir: 36, 37).

Kedua, tentang iman.

4 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m

Imam Ibnul Qayyim rahimahulalh menyatakan, “(Perkataan Thalq bin Habib) „di atas
cahaya dari Allah’, (sebagai) isyarat kepada iman, yang merupakan sumber amalan, dan yang
menjadi pendorongnya”. (Tuhfatul Ahbab, hlm. 10-11).

Seseorang yang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, jika tanpa
landasan iman, maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah. Dia berfirman,

َح ًءأٍَ ُُبَئَِّظىا ُُٔجَغِحَ َ ٍخَعُِ قِ ث ٍةاَشَغَم ٌُِهُىبََِعَؤ اوُشَفَ م ََِِ زّ ىاَو بًئُِنَش ُِٓذنِ جَ َ ٌَِى َُٓءأَج اَرِإ ًّز
ِةبَغِحْ ىا ُعَِشَع ُ لاَو َُٔثبَغِح ُٓبّفَىَف َُٓذِْع َلا َذَجَوَو

Dan orang-orang yang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang
datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu, dia
tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah
memberikan kepadanya perhitungan amal-amalnya dengan cukup, dan Allah sangat cepat
perhitunganNya. (Q.s. an Nuur: 39).

Sebagaimana syarat amal adalah ilmu, maka demikian juga untuk mengetahui iman, juga
diperlukan ilmu.

Ketiga, tentang ikhlas.

Perkataan Thalq bin Habib “mengharapkan rahmat Allah” ketika mengamalkan
ketaatan, dan “takut siksa Allah” ketika meninggalkan kemaksiatan, merupakan isyarat
terhadap ikhlas.

Kita mengetahui, bahwa amalan yang tidak ikhlas, juga akan ditolak oleh Allah.

ًَْْغَؤ بََّؤ ّوَ جَو ّضَع ُّٔيىا َهبَق َهبَق ٌَّيَعَو َُِِٔيَع ُّٔيىا ًّيَص ِّٔيىا َهىُعَس َُّؤ َحَشََِشُٕ ٍِثَؤ َِِ ع َمَشنّشىا ِءب
َكَشِشَؤ ٌِزّيِى َىَُٕو ٌءٌِشَث ُ ٍِِْٔ بََّإَف ٌِشَُِغ ُِِٔف َكَشِشَؤ بًيَََع ٍِى َوِ ََع َِِ ََف ِكِشّشىا َِِ ع

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, “Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman,
„Aku dipersekutukan, padahal (Aku) tidak membutuhkan persekutuan. Barangsiapa beramal
dengan amalan untuk-Ku, dia menyekutukan selain Aku di dalam amalan itu, maka Aku
berlepas diri darinya, dan amalan itu untuk yang telah dia sekutukan.‟” (H.r. Ibnu Majah, no.
4202 dan lainnya. Dishahihkan oleh al Albani di dalam Shahih Targhib wat Tarhib, no. 31).

Jama‟ah Jum‟at yang berbahagia,

Demikianlah sedikit khutbah yang kami sampaikan. Semoga dapat mendorong kita
untuk giat menuntut ilmu agama, kemudian istiqamah mengamalkannya. Dan semoga kita
selalu bertakwa kepada Allah Ta‟ala sampai kita menghadap-Nya dalam keadaan Islam.

َيَعَو ٍذََّحُ ٍ ًَيَع ِكِسبَثَو ٌَُِٕاَشِثِإ ِهآ ًَيَع َذُِّيَص بَََم ٍذََّحُ ٍ ِهآ ًَيَعَو ٍذََّحُ ٍ ًَيَع ّوَ ص ٌُّ هّيىا ِهآ ً
َعْ ىا ٍِف ٌَُِٕاَشِثِإ ِهآ ًَيَع َذْمَسبَث بَََم ٍذََّحُ ٍ ْذُِجَ ٍ ْذََُِح َلِّّإ َيََِىب
5 | D i s a l i n d a r i w w w . k h o t b a h j u m a t . c o m

ُةبَّٕىْىا َذَّؤ َلِّّإ ًخََِحَس َ لُّذّى ِِ ٍ بََْى ِتََٕو بََْزََِذَٕ ْرِإ َذِعَ ث بََْثىُ يُق ْغِضُر َ ل بَّْثَس
بَََم اّشِصِإ أََُِْيَع ْوِ َِحَ ر َ لَو بَّْثَس بَّْإَطِ خَؤ ِوَؤ أَُِْغّّ ُِ إ أَّْزِخاَؤُر َ ل بَّْثَس بَِْيِجَق ِِ ٍ ََِِ زّىا ًَيَع َُٔزْيَََح
َِّشُصّبَف بََّلِىٍَ َذَّؤ أَََِْحِساَو بََْى ِشِفْ غاَو بَّْع ُفِعاَو ِِٔث بََْى َخَقبَط َل بٍَ بَْْيََّحُ ر َلَو بَّْثَس ًِِ ىنَقْ ىا ًَيَع ب
ََِِ شِفبَنْىا , َيََِىبَعْ ىا ّةَس ِ ّٔيِى ُذََِحْ ىاَو


Penyusun: Ustadz Muslim al-Atsari (Pengasuh Website www.UstadzMuslim.com dan
Anggota Sidang Redaksi Majalah As-Sunnah)
Dipublikasikan dalam bentuk ebook oleh www.KhotbahJumat.com dengan penyuntingan
bahasa oleh redaksi KhotbahJumat.com.
Artikel www.KhotbahJumat.com
Lihat website lainnya di www.yufid.com Developed by:
Yufid Network:
iPhone and iPad Ready
Lihat aplikasi lainnya di www.yufid.org Developed by:
Aplikasi Yufid:
Lihat aplikasi lainnya di www.yufid.org Developed by:
Aplikasi Yufid:
Dapatkan kisah-kisah nyata penggugah jiwa. Di
KisahMusli.!o" Anda akan endapatkan:
Kisah para nabi" sahabat" orang-orang shalih" para
ulaa. Kehidupan ereka adalah kisah indah" hingga
tinta pun tidak !ukup untuk enggoreskan seuanya.
Dongeng-dongeng asa sila yang tidak ada asal-
usulnya #Kisah $ak %yata&" sebagai upaya pelurusan
sejarah.
Kisah uat terdahulu" asa kini" dan kisah asa depan
yang berisi hikah dan pelajaran.
'a!a juga kisah uallaf yang direngkuh hidayah (sla.
)euanya adalah kisah-kisah penggugah jiwa yang
sangat layak untuk diba!a.
$elah tersedia aplikasi
Kisah Musli untuk i*hone

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->