Pengaruh Uang dalam Perekonomian

Kondisi perekonomian sering mengkaitkan uang beredar dengan pertumbuhan ekonomi, kenaikan harga (inflasi), suku bunga. Banyak yang beranggapan bahwa jumlah uang beredar yang terlalu banyak akan mendorong keiatan ekonomi berkembang dengan pesat. Bila keadaan ini berlangsung terus, hal ini dianggap berbahaya karena harga barang-barang akan meningkat tajam. Sebaliknya bilamana uang beredar sedikit maka kegiatan ekonomi menjadi terhambat. Demikian pula bila uang beredar terlalu banyak maka suku bunga akan cenderung turun, atau sebaliknya. Yang menjadi masalah di sini apakah pendapat di atas sesuai dengan faktanya?, Apakah uang beredar berperan dan berkaitan erat dengan kegiatan perekonomian? Di Indonesia?. Bagaimana faktanya yang terjadi?. 1. Uang dan Kegiatan Ekonomi

Peranan dan keterkaitan yang erat antara uang dengan kegiatan suatu perekonomian dapat dianggap sebagai suatu hal yang bersifat alami karena semua kegiatan perekonomian modern, misalnya produksi, investasi, dan konsumsi, selalu melibatkan uang. Bahkan dalam perkembangannya uang tidak hanya digunakan untuk mempermudah transaksi perdagangan di pasar barang namun uang itu sendiri juga menjadi suatu komoditas yang dapat diperdagangkan di pasar uang. Dengan kondisi tersebut, sangatlah sulit dibayangkan apabila tidak ada benda yang namanya uang. Bagaimana melihat peran uang?. Salah satu caranya adalah dengan memahami bagaimana aliran atau arus perputaran barang dan uang terjadi dalam suatu perekonomian. Perlu diketahui bahwa perkembangan kegiatan suatu perekonomian pada dasarnya dapat dilihat dari dua sector yang saling berkaitan, yaitu sector riil (barang dan jasa) dan sector moneter (uang). Sector riil dan sector moneter tidak hanya berkaitan erat, kedua sector tersebut seperti dua sisi mata uang yang sisi yang satu tidak dapat dipisahkan dengan sisi yang lain. Misalnya: pembeli memiliki uang tetapi tidak memiliki barang, sementara penjual memiliki barang tapi tidak memiliki uang. Dengan demikian, apabila transaksi tersebut dilakukan maka nilai transaksi jual beli barang dan jasa barus sama dengan nilai uang uang diserah terimakan. Dalam ilmu ekonomi moneter, hubungan tersebut dijelaskan melalui teori kuanititas uang. Secara sederhana aliran atau arus perputaran barang dan uang terjadi dalam suatu

perekonomian dapat dijelaskan sebagai berikut. Sesuai Dengan fungsi uang seperti telah diuraikan dalam bab terdahulu dalam kehidupan sehari – hari masyarakat membutuhkan uang untuk memperlancar kegiatan ekonominya baik berupa kegiatan produksi, investasi maupun konsumsi. Sebagaimana diketahui, dalam setiap kegiatan ekonomi selalu terdapat dua macam aliran, yaitu aliran barang dan aliran uang atau dana. Sebagai contoh, dalam suatu kegiatan produksi, untuk menghasilkan suatu produk, perusahaan membutuhkan input, misalnya berupa bahan baku dan tenaga kerja. Dalam proses tersebut perusahaan akan membeli bahan baku dan menyewa tenaga (keahlian) dari masyarakat sehingga akan terjadi aliran barang dan jasa berupa bahan baku dan tenaga kerja dari masyarakat. Pada saat yang sama juga terjadi aliran uang dari perusahaan untuk pembayaran bahan baku yang di beli. tersebut. Aliran uang keluar tersebut bagi perusahaan akan menjadi pos biaya, sementara bagi masyarakat, aliran uang masuk tersebut merupakan pos pendapatan. Sementara itu, setelah perusahaan menghasilkan suatu produk dan menjualnya ke masyarakat akan terjadi aliran uang keluar dari

Dalam ilmu ekonomi moneter. Idealnya. Untuk menganggulangi keadaan ini. uang giral. pada saat uang beredaar berkembang pesat suku bunga mengalami penurunan. apabila jumlah uang yang disediakan melebihi jumlah uang yang diminta maka akan terjadi kelebihan penyediaan uang yang pada akhirnya dapat mengakibatkan penurunan harga uang atau suku bunga. bankbank umum menaikan suku bunga secara drastic untuk menarik dana dari masyarakat. motif orang yang beragam dalam memegang uang tersebut merupakan landasan Teori Permintaan Uang (Demand for Money Theory). Dari hubungan di atas dapat dipahami bahwa perubahan suku bunga dapat terjadi sebagai akibat adanya perubahan jumlah uang beredar yang mencerminkan interaksi antara sisi permintaan dan sisi penawaran. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebagai contoh: ketika terjadi krisis ekonomi mencapai puncaknya pada tahun 1998 terjadi kelangkaan dana pada perbankan dalam jumlah besar sebagai akibat penarikan dana oleh masyarakat. Sementara itu. Sesuai dengan hukum permintaan pasar. Jumlah uang beredar yang tercipta. salah satu teori yang menjelaskan keterkaitan antara suku bunga dengan permintaan/penyediaan dana (uang) adalah Teori Dana yang dapat Dipinjamkan (the Loanable Fund Theory). bank umum. hubungan yang terjadi adalah sebaliknya. . Perlu dijelaskan bahwa suku bunga yang dimaksud adalah suku bunga keseimbangan pasar. Mekanisme. mendorong pemerintah (Bank Indonesia) untuk menyuntik dana ke pasar dalam jumlah yang sangat besar. 2. Dalam ilmu ekonomi moneter. yaitu untuk berjaga-jaga atau bahkan untuk melakukan kegiatan yang sifatnya spekulatif. maupun uang kuasi. Sebagai contoh pada periode 1999-2000. baik uang kartal. saat krisis melanda perekonomian Indonesia. masyarakat membutuhkan uang. kepercayaan masyakarat terhadap rupiah semakin melemah. permintaan masyarakat akan uang sulit diperhitungkan mengingat kebutuhan masyarakat akan uang tersebut tidak hanya dilandasi oleh motif untuk melakukan transaksi saja namun juga motif lainnya.” Dalam ilmu ekonomi moneter. Karena semakin memburuknya kondisi perekonomian. yang menyebabkan peningkatan jumlah uang beredar secara drastis. untuk membiayai semua kegiatan ekonominya. Ditambah dengan melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. atau tersedia harus seimbang jumlah uang yang dibutuhkan atau diminta oleh masyarakat sehingga tidak terdapat kelebihan atau kekurangan jumlah uang yang beredar. yaitu suku bunga yang mencerminkan kesesuaian antara suku bunga bunga simpanan (sisi penawaran uang) dan suku bunga pinjaman (sisi permintaan uang). Uang dan Suku Bunga Di atas telah diuraikan secara singkat mekanisme penciptaan uang. bahwa penciptaan uang beredar pada dasarnya ditentukan atau dipengaruhi oleh otoritas moneter.masyarakat dan sebaliknya terjadi aliran uang masuk yang merupakan pendapatan perusahan. dan masyarakat. Dalam praktik. Sebaliknya. Berdasarkan contoh tersebut. dapat disimpulkan bahwa dalam suatu perekonomian aliran uang akan sebanding dengan aliran barang dan jasa. dari sisi pennintaan. yang serupa juga terjadi pada kegiatan investasi dan kegiatan ekonomi lainnya. apabila jumlah uang yang diminta melebihi jumlah yang disediakan maka akan dapat mengakibatkan kenaikan harga uang atau suku bunga. Bagaimana hubungan antara uang dan suku bunga yang terjadi pada perekonomian Indonesia? Dalam hal ini. yaitu perkambangan uang beredar yang pesat disertai dengan suku bunga yang juga tinggi. jumlah uang yang tercipta. motif masyakarat yang beragam dalam memegang uang tersebut merupakan landasan Teori Permintaan Uang (Demand for Money Theory). tersebut merupakan jumlah uang yang ditinjau dari penyediaannya atau sisi penawaran.

Bagaimana apabila tidak ? apabila permintaan aggregat tidak sama dengan penawaran aggregat maka diperlukan penyesuaian kegiatan ekonomi agar terjadi kesesuaian (keseimbangan). Sehingga.3. menurut Hubbard. Dalam hal ini. Penurunan suku bunga tersebut akan menurunkan biaya pendanaan kegiatan investasi. Keterkaitan antara uang dan kegiatan ekonomi paling tidak terjadi dalam jangka pendek. seperti produksi. yang tercermin pada perkembangan permintaan agregat (agregate demand) masyarakat akan semua barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian. Glenn (2000) terdapat keragaman pandangan mengenai pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi. Kegiatan produksi untuk menghasilkan barang dan jasa tersebut tentunya harus didukung oleh kapasitas ekonomi. kondisi ini dikenal dengan penyediaan atau penawaran agregat (aggregate supply). seperti yang telah disinggung pada awal subbab ini. tenaga kerja. Dalam ilmu ekonomi makro. Pengaruh tidak langsung uang dapat dijelaskan melalui pengaruhnya terhadap perkembangan suku bunga seperti telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Hal ini berate bahwa kecenderungan kenaikan harga umum secara terus-menerus (inflasi) dapat terjadi apabila . Dalam hal ini. yang pada akhirnya dapat mengakibatkan perubahan harga barang dan jasa. dan teknologi. permintaan aggregat harus sama dengan penawaran aggregat. seperti bahan baku. Berbeda dengan permintaan aggregat yang ndapat berubah dalam jangka pendek. peningkatan permintaan aggregat yang melebihi penawaran aggregat akan mendorong kenaikan harga barng dan jasa. R. sementara kegiatan ekonorni relatif kecil untuk dibiayai? Pertanyaan tersebut pada dasarnya mengarah pada pemahaman bahwa terdapat keterkaitan yang erat antara uang dan kegiatan ekonomi di sektor riil. Dalam kaitan ini. Idealnya. yang selanjutnya mendorong kegiatan investasi dan kegiatan ekonomi pada umumnya. Yaitu suatu kondisi yang mencerminkan ketersediaan sumber daya yang mencukupi. Pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi di sektor riil pada dasarnya dapat bersifat langsung atau tidak langsung. dan konsumsi. dapat disimpulkan bahwa perubahan jumlah uang beredar dapat mempengaruhi perkembangan harga. Salah satu implikasi Teori Kuantitas Klasik yang terpenting ialah bahwa dalam jangka pendek tingkat harga umum berubah secara proporsional dengan perubahan uang yang diedarkan oleh pemerintah. disepkati bahea dalam jangka panjang uang tidak mempengaruhi tingkat output riil (neutrality of money). Uang dan Kegiatan Ekonomi Sektor Riil Sebagaimana telah dijelaskan di atas. investasi. Dalam jangka panjang. Keterkaitan uang dengan kedua variabel tersebut pada dasarnya menunjukan peranan uang dalam mempengaruhi perkembangan kegiatan ekonomi secara keseluruhan. apa yang tejadi apabila jumlah uang yang tersedia melimpah. mengingat perubahan jumlah uang beredar dapat mempengaruhi perkembangan permintaan agregat. namun hanya mempengaruhi tingkat output nominal dan harga. Umumnya. apabila terjadi penambahan jumlah uang beredar (misalnya sebagai akibat kebijakan bank sentral) maka suku bunga akan cenderung turun. apa yang terjadi apabila jumlah uang yang tersedia sangat terbatas sehingga tidak dapat membiayai kegiatan ekonomi tersebut sepenuhnya? Atau sebaliknya. perubahan penawaran aggregat lebih terkait Dengan struktur dan perkembangan suatu perekonomian. Uang dan Harga Di muka telah dibahas secara berturut – turut keterkaitan uang dengan suku bunga dan keterkaitan uang dengan kegiatan ekonomi sektor riil. masyarakat pada umumya membutuhkan uang atau dana untuk membiayai kegiatan ekonominya di sektor riil. 4. penawaran aggregat relatif lebih sulit untuk berubah dalam jangka pendek. Lalu.

yangs elanjutnya berakibat melonjaknya inflasi beberapa saat kemudian. Dapat dinyatakan secara sederhana bahwa “jumlah uang beredar bertambah. Dalam kasus lain. tariff dasar listrik. Akibat berlebihannya persediaan uang dalam perekonomian berdampak pada kenaikan harga-harga secara tajam. ataupun prosuksi bahan makanan dalam negeri kurang memadai. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori Strukturalis yang menyatakan bahwa inflasi dalam jangka waktu panjang lebih disebabkan oleh adanya kekakuan (ketidak elastisan) struktur perekonomian di negara berkembang. Ditambah lagi kenaikan harga makanan sebagai akibat banjir yang melan da di mana-mana. merupakan fenomena moneter atau fenomena structural? Tentu tidak mudah menjawabnya pertanyaan ini. Dengan demikian kedua fenomena yang terjadi merupakan kasus di perekonomian di Indonesia. namun demikian dapat pula dikatakan berdasarkan ke tiga contoh di atas bahwa inflasi di Indonesia merupakan fenomena structural.ketika itu terjadi kelangkaan dana di perbankan sebagai akibat penarikan dana oleh masysrakat yang sanyat besar. inflasi yang tinggi dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama walaupun perkembangan jumlah uang beredar relative rendah. c) Pelonjakan harga-harga barang secara langsung sesaat setelah Pemerintah mengumumkan beberapa kebijakan. ditambah dengan kurang matangnya manajemen pengendalian uang beredar. Bagaimana dengan inflasi di Indonesia. Diperberat lagi dengan semakin melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap rupiah. tingkat inflasi (yang biasanya diukur dengan menggunakan perubahan harga barang konsumsi) pada saat itu sangat tinggi. pertumbuhan uang beredar mereda. pencetakan uang merupakan kebijakan yang lumrah dilakukan oleh pemerintah. yang mengakibatkan tersendatnya pasokan kebutuhan bahan pokok ke daerah tertentu. dan keadaan ini berlangsung setia tahun. harga barang-barang naik”. Dengan kondisi ekonomi-politik ketika itu. Dalam kasus ini. tarif angkutan. inflasi juga kembali melemah. bahkan mencaapai 600%. Berdasarakan beberapa contoh di atas. Hal ini disebabkan oleh kebijakan pencetakan uang yang berlebihan pada masa itu. seperti kenaikan harga bahan baker minyak (BBM). Untuk mengatasi masalah tersebut. Demikian pula selanjutnya. secara tidak langsung dapat disimpulkan bahwa inflasi di Indonesia merupakan fenomena moneter. Mengapa harga barang-barang dapat melonjak demikian tinggi?. Mungkin lebih mudah jika bertanya: sejauh mana fenomena-fenomena tersebut terjadi di Indonesia? Walaupun sulit untuk memilih kedua fenomena tersebut. b) Krisis ekonomi yang puncaknya terjadi pada tahun 1998 yang lalu.penambahan jumlah uang beredar melebihi kebutuhan yang sebenarnya. Pendapat tersebut menempatkan inflasi sebagai fenomena structural. terutama pada struktur penerimaan ekspor dan produksi bahan makanan dalam negeri. . Pemerintah (Bank Indonesia) menyuntik dana ke pasar dalam jumlah yang sangat besar dalam beberapa waktu. Kebijakan lain yang ditempuh adalah menaikkan gaji pegawai negeri siplin (PNS) dan upah minimum regional (UMR) juga turut berpengaruh terhadap kenaikan harga barang-barang di masyarakat. Dengan demikian tekanan inflasi akan muncul apabila pertumbuhan sector ekspor sangat lamban dibandingkan dengan sector-sektor lainnya. jawaban atas pertanyaan tersebut dapat diarahkan pada suatu kesimpulan dengan mencermati beberapa contoh sebagai berikut: a) Situasi ekonomi pada pertengahan decade 1960-an. mengingat inflasi sangat dipengaruhi oleh perkembangan uang beredar maka inflasi dikenal sebagai fenomena moneter.

Sebagaimana perkembangan permintaan uang. perilaku permintaan uang masyarakat tergantung pada beberapa motif yang beragam. Pengendalian jumlah uang beredar tersebut juga mempunyai peranan yang sangat strategis dalam kerangka kebijakan ekonomi makro. pengendalian jumlah uang beredar yang optimal sangatlah sulit dilakukan. yaitu stabilitas nilai rupiah. Untuk itu. otoritas moneter akan dapat mempengaruhi nilai uang sedemikian rupa sehingga perkembangannya akan mampu mendorong perekonomian kea rah yang diinginkan sesuai dengan sasaran akhir yang ditetapkan. Pengendalian jumlah uang beredar dianggap cukup relevan. Berkaitan dengan hal di atas bagaimana halnya dengan pengendalian jumlah uang beredar di Indonesia?. Pengendalian Jumlah Uang Beredar Pengendalian jumlah uang beredar pada dasarnya merupakan salah satu bagian dari kerangka kebijakan moneter yang dilaksanakan oleh otoritas moneter. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. terutama bila dikaitkan dengan arah baru penerapan kebijakan moneter di Indonesia yang menekankan pada pencapaian sasaran tunggal. apabila diambil kebijakan kontraksi moneter untuk meredam laju inflasi tersebut. Adapun yang dimaksud dengan pengendalian di sini adalah upaya otoritas moneter baik untuk menambah jumlah uang beredar (kebijakan ekspansi moneter) maupun mmengurangi jumlah uang yang beredar (kebijakan konstraksi moneter). perilaku angka pelipat ganda uang juga cenderung tidak stabil sehingga sulit untuk diprediksi. Namun. seperti suku bunga. Hal ini disebabkan oleh keterkaitan yang erat antara uang dengan variable-variabel ekonomi lainnya.5. Bank Indonesia melakukan kebi~jakan ekspansi moneter untuk mendorong kegiatan ekonomi yang seclang lesu. terdapat tiga faktor yang menyebabkan sulitnya pengendalian jumlah uang beradar tersebut. Dalam hal ini. yaitu kestabilan nilai rupiah (harga). perilaku tersebut cenderung tidak stabil sehingga sulit untuk diprediksi dan dikendalikan. bahwa sesuai dengan UU No. rangka pengendalian Jumlah uang beredar di masa mendatang diperkirakan akan semakin berat dan kompleks. Sejalan dengan pesatnya perkembangan dan inovasi sektor keuangan dan keterbukaan perekonomian Indonesia dalarn beberapa tahun terakhir. Bank Indonesia senantiasa berupaya untuk menjajagi dan mengkaji beberapa kemungkinan penerapan kerangka kerja kebijakan moneter lain yang lebih optimal dalam rangka pencapaian sasaran akhir kebijakan moneter. pengendalian jumlah uang beredar pada umumnya ditujukan untuk menjaga kestabilan nilai uang dan mendorong kegiatan ekonomi. perkembangan kegiatan ekonomi diperkirakan akan terhambat. Faktor ketiga adalah sulitnya memprediksi perilaku angka pelipat ganda uang. Faktor kedua adalah sulitnya memprediksi dan mengendalikan permintaan uang masyarakat. . Paling tidak. antara lain mengendalikan jumlah uang beredar. Tindakan ini biasanya mempunyai dampak pada meningkatnya inflasi. Sebaliknya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Misalnya. dan harga. seperti inflasi yang rendah dan atau pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Kesulitan dan tantangan yang dihadapi Bank Indonesia dalam. bahwa Bank Indonesia merupakan otoritas moneter yang mempunyai tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Dengan mengendalikan jumlah uang beredar tersebut. sesuai dengan tujuan kebijakan moneter. output. seperti suku bunga. dalam praktiknya. Faktor pertama adalah adanya unsur-unsur yang bersifat kontradiktif pada pencapaian sasaran kebijakan.

yaitu: 1. unit of account (satuan penghitungan) dan standard of defferred payment (pembakuan pembayaran tangguh). 3. 2. Kelancaran dari sistem pertukaran uang ini meningkatkan standar hidup masyarakat. Dalam sistem perekonomian kapitalis. sehingga setiap orang puas pada pekerjaannya yang sudah sesuai untuk menghasilkan penghasilan dalam bentuk uang.) Arti penting uang dalam pertukaran Pendapatan masyarakat dalam bentuk uang berupa upah. store of value (penyimpan kekayan).) Arti penting uang pada masyarakat Masyarakat umumnya menggunakan uang untuk membeli barang dan jasa. untuk memungkinkan perdagangan dilaksanakan semurah mungkin sehingga dapat mencapai tingkat spesialisasi optimum dengan disertai peningkatan produktifitas. uang juga dapat diperjualbelikan dengan kelebihan baik on the spot maupun secara tangguh. Ini adalah fungsi utama uang. Iswardono (1999: 16-17) mengemukakan bahwa pada dasarnya uang mempunyai tiga arti penting dalam perekonomian. maka uang juga dapat disewakan (leasing). Menurut sistem kapitalis. maka fungsinya hanyalah sebagai medium of exchange. gaji dan sebagainya memudahkan pemenuhan keinginan dengan menukarkan uang tersebut dengan barang-barang dan jasa. Fungsi Uang dalam Ekonomi Dalam system perekonomian manapun. Mata uang manapun niscaya akan berfungsi seperti ini.Arti Penting Uang dalam Perekonomian Uang mempunyai satu tujuan fundamental dalam sistem perekonomian yaitu memudahkan pertukaran barang dan jasa. antara sistem kapitalis dengan sistem Islam. dengan cara pandang demikian. Ia bukan suatu komoditas yang bisa dijualbelikan dengan kelebihan baik secara on the spot maupun bukan. Dari fungsi utama ini. Lebih jauh. fungsi utama uang adalah sebagai alat tukar (medium of exchange). Dalam Islam. sebagaimana dicerminkan dengan meningkatnya produksi sehingga merangsang aliran-aliran barang-barang dari produsen ke konsumen yang selanjutnya untuk pertukaran dengan uang. diturunkan fungsi-fungsi yang lain seperti uang sebagai standard of value (pembakuan nilai). apapun yang berfungsi sebagai uang.) Arti penting uang dalam produksi Keuntungan dalam bentuk uang pada investasi kapital yang diterima produsen dari hasil penjualan produksi diperoleh dengan mudah maka dapat memperlancar proses produksi sehingga menguntungkan masyarakat karena adanya aliran barang-barang dan jasa di pasar yang semakin meningkat. Namun ada satu hal yang sangat berbeda dalam memandang uang. dimana hal ini menjamin kesediaan masyarakat dalam menukarkan uangnya dengan barang dan jasa. . uang tidak hanya sebagai alat tukar yang sah (legal tender) melainkan juga sebagai komoditas.

.25079:.3..3 5..3 -071:38 805079 3  .7.:0 502-.2 50704342.30..3 2:/.32.7.5.3 /.3-.5:3..7.5.7/41.3 .3 .83 ./.2574/:8 0:39:3.32.3-..:./.8  8.2 202.9: 9::.3/02..../.3.7.30 . 3..3-071:3880-.3.9: .3    7950393:.33...3 2. :. 8947041.  :39: 202:33..3 0..3 /.:. 43 90 8549 2.3:. 207.3 -. :5.2.9 202507.3 .7.3/.3 802:7..3 9.7 88902 5079:.3 502-.3.2 88902 50704342.2 .:.3 -.7...3 5039:3.38:/...99:.33.5..2  ... 0.9/. / 5.73.:5:3-:.3 :.3/.. /.9 203.31:38 1:38.7.9 /507:.1:383...3 .3..5:3 38.7./..35:.35.3 2025:3.9  80-.:.3 50203:.3 2.3 2...7.7.3:.7.7 .3 .3-.7.2039 502-.3.3.7.3 .7.8. /.80-.3../.3  /.7/434   20302:.7.3-8.3:  .3 :.7.3 /03...3/.2.7.9.85..-0.3     ..7.80-..3/.903/07 20.9 .7.7..3 /.59././03./.7 /:5 2..547..0723.7 .8.:0 50325.3/03.80-.2.:. 8.3/. 202:/.3 80-.3/.8.3 /.2 88902 50704342.7.23080/.-0.3   :38&.9 /..7.3805079 :.8  :.7.3 507/. 203:39:3.8 .3 .3 /.99:.300-.3/.. 93...3 5079:.3.. /.3 :39: 202-0 -.380.3/.7.3 2. 2.  .7.3 -.8.. -:.2..8.3 2033..8. 574/:8 803. 803. .8.7574/:8030438:203.9.8  :.8 /03.7950393/.3 /9072.3  .9:424/9.9 :2:23.3.79!0393&.7.808:.5:3 1:38:9.3 .5.3 /8079.3.  /2.3 :.9 .:.30 3.2039.: /03.2203:..71:38:9.3 89.2 -039: :..2 -039: :.5.9:   7950393:.1:38:9.9.3/.:39:5079:.3.3 3 2033. /.3 !03/.3 :.9    7950393:.2!0704342.3/.8.8./:./. 2:33 803.3. 88902 ...3 -.8.7. .39. /...59..7.59..8. . 809.3.3 :.3 /9:7:3.3802..9 8508.38.3 8.3 :3941.9..3 ..3: 0-. 8. /.9: 202:/.3/03.3 1:3/.3 574/:8 /50740 /03.:5:3 80.89. 574/:803 /.424/9.439085492.38.80.33.7 574808 574/:8 803.7 20/:241 0.32025:3.5007. 203:3.8..39/.7.8.3/...:39:203.8 03:7:9 88902 ./.3 -..8.3 ..3..3 574/:919.59.3 203:.8.5.3 /. .3:93..5...3 /03.9. .4:39 8.28890250704342.3 033.8 503:.3 -.3:.703.2.3 80-.80-.38:.8.3 /.20/:2410.7.3 2.3 /03.3 -07:5.3 -. 3 203.3 -. 9.2 -039::. ..3.3..3 90780-:9 /03.3 89.9 -07-0/. 5033.3.8./.9/80.7/ 41 /0110770/ 5.5.32033. /.8..5..3 &.3 00-.:.3/.3 88902 8.3:.24342 .9:.93.2:3 .2 8.8 4592:2 /03.3503.  0.089.7.