P. 1
Ppt Termodinamika 2

Ppt Termodinamika 2

|Views: 967|Likes:
Published by Rini Susanti

More info:

Published by: Rini Susanti on Oct 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2013

pdf

text

original

KULIAH -XIII TERMODINAMIKA TEKNIK I TKM 203 (4 SKS) TKM 203 (4 SKS) SEMESTER III DEPARTEMEN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TAHUN 2006 MHZ

P-V MHZ P-V MHZ diagram untuk zat murni 2 diagram untuk zat murni 2 .

Tinjau sistem yang berada dalam kesetimbangan (grs AB) sebagai berikut: MHZ . Uap dikompresikan isothermal sampai pada titik A-A (titik A pada p-V diagram zat murni). Kompresi dilakukan terus sehingga sistem berubah menjadi fase cair (proses kompr esi isobar-isotermal).Suatu sistem keadaan mula mula uap yang berada dalam sIlinder yang pistonya dapat dapat bergerak bebas tanpa gesekan (lihat gambar dibawah ini). sampai pada titik B.

Volume jenis rata-rata dari sistem adalah : m .v V ff gg v = = m m + m fg catatan : Bagian fase uap dari sistem . masing fase adalah : .V g gg . v + m .vg . Volume total adalah (V) = Vg + Vf V = mf.mf = massa cair dalam silinder mg = massa uap dalam silinder m = massa total dari sistem (gabungan uap dan cair) jadi : m = mf + mg dan.vf + mg.vf Vff ff V= m . vf = volume jenis cairan vg = volume jenis uap maka volume sebenarnya dari masing = mf.

moisture (y) MHZ .kwalitas uap (x) Bagian fase cair dari sistem .

=+ .=+ Maka diperoleh : dibuktikan pada gambar (p-V diagram zat murni) fgfgvvvvmmx== fggfvvvvmmy== 1yx.=+ MHZ 5 p g (p g ) ABCAyABCBx = = 1yx.=+ MHZ 5 p g (p g ) ABCAyABCBx = = 1yx.Maka diperoleh : dibuktikan pada gambar (p-V diagram zat murni) fgfgvvvvmmx== fggfvvvvmmy== 1yx.

dm + v . adalah : dW = p. Maka : dV = v . Perubahan energi dalam sistem adalah : dU = ( ug -uf ) dmfg . dm gf fg . mengakibatkan volume bertambah sebesar dV.dV dW= p(vg vf)dmfg . panas yang diserap adalah : dQ = dU + pdV MHZ . Bila proses isothermal dan isobar. maka sistem melakukan kerja luar. maka kerja yang dilakukan. Persamaan menjadi : dV =( v v ) . karena vg dan vf konstan. Menurut hukum termodinamika I. Jika massa ditansfer dari phase cair ke phase uap maka : dm = dm dm fg gf .Bila sistem diberi panas.dm f fgg . sehingga titik C aka n bergerak tekanan.

dQ = ( u u ) dm + p ( v v ) dm gffg gffg Q =[(ug uf ) + p (vg vf )]( m fg ) Dimana : Q q = m fg q = (u u) + p( v v) .

MHZ . fg Laten heat : perubahan fasa gas dengan entalphi uap atau panas yang dibutuhkan u ntuk merubah fase suatu zat.gf gf atau : q = u fg + pfg = hg hf = h fg . laten heat (=l) q = h .

l = l + l fg g f 23 13 12 23 Dari persamaan di atas dapat diturunkan hubungan: h = h + xh xf fg v = v + xv xf fg .Ada 3 macam laten heat yaitu : = laten heat of fusion (peleburan) l12 = laten heat of vaporization (penguapan) l23 = laten heat of sublimation (sublimasi) l13 h = h h = l .

MHZ .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->