MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN SOFTSKILL DAN MULTIPLE INTELEGENCE OLEH: WIDYA WATI DOSEN PEMBIMBING: Prof.

FESTIYED, MS KONSENTRASI PENDIDIKAN FISIKA PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2010

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Softskill dan Multiple Intelegence yang dibimbing oleh ibu Prof. M. Penulis juga menyadari bahwa makalah yang penulis tulis ini masih banyak kekurangan. Penulis menuliskannya dengan mengambil dari beberapa sumber baik dari buku maupun dari internet dan membuat gagasan dari beberapa sumber yang ada tersebut. Penulis berterima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian makalah ini. Hingga tersusun makalah yang sampai dihadapan pembaca pada saat ini. Karena itu sangat diharapkan bagi pembaca untuk menyampaikan saran atau kritik yang membangun demi tercapainya makalah yang lebih baik. Dr Festiyed. Makalah yang ditulis penulis ini berbicara mengenai Softskill dan Multiple Intelegence . .Si.

............................................................................................................................... Macam-macam Kecerdasan Majemuk .......................... 5 1....................... 5 2.................. 7 3................... 25 DAFTAR PUSTAKA ..1 BAB II SOFT SKILL DAN MULTIPLE INTELIGENCE ........................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................... Manfaat Soft Skill .................................... 19 BAB III PENUTUP ................................................... EQ......................................... iii BAB I PENDAHULUAN ........................... ii DAFTAR ISI .....................................................................................5 A...................................................................................................................... 11 1....................25 Kesimpulan ...................................................................................................................... Soft Skill ........................... Multiple Intelegence ................................................................................ Dari kecerdasan tunggal ke kecerdasan majemuk (IQ...............26 ......................................................... 11 2.......................................... Pengertian Soft Skill .......................................................................... Soft Skill dalam Pembelajaran ...................................... dan SQ) ................... 8 B.....................

Dan tidak semua lulusan memiliki insting untuk berwira usaha.BAB I PENDAHULUAN Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. Penelitian ini mengungkapkan. tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Namun tidak semua lulusan mampu memilih langkah pasti yang akan diambil. Tidak semua lulusan berasal dari keluarga yang mampu secara finansial. Sekolah seakan-akan tidak bertanggung jawab atas nasib siswanya pasca kelulusan. pendidikan soft skill tentu menjadi kebutuhan urgen dalam dunia pendidikan. Pendidik seharusnya memberikan muatan-muatan pendidikan soft skill pada proses pembelajarannya. Lalu siapa yang harus melakukannya? Pentingnya penerapan pendidikan soft skill idealnya bukan saja hanya untuk anak didik saja. Dalam dunia pendidikan. dan dapat pula kuliah kehidupan dengan terjun langsung di dunia usaha/industri dan di masyarakat. menimba ilmu agama di pesantren. Ranah kognitif berorientasi pada penguasaan ilmu . Adalah suatu realita bahwa pendidikan di Indonesia lebih memberikan porsi yang lebih besar untuk muatan hard skill. Namun untuk mengubah kurikulum juga bukan hal yang mudah. ada tiga ranah yang harus dikuasai oleh peserta didik yakni ranah kognitif. namun sepanjang pengetahuan penulis hanya sedikit yang dapat berjalan dengan efektif. bahkan bisa dikatakan lebih berorientasi pada pembelajaran hard skill saja. Perhelatan Ujian Nasional baru saja selesai. apalagi di tahun sekarang harga kursi di perguruan tinggi selangit. dan psikomotorik. Dunia pendidikanpun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja. sementara bekerja sebagai buruh tidak semua lulusan memiliki nyali untuk menjalaninya. Pembelajaran di kelas hanya berorientasi bagaimana meluluskan siswa. Siswa yang lulus bersuka cita merayakan keberhasilannya. Memang ada beberapa sekolah yang membuka BKK (Bursa Kerja Khusus). Jika berkaca pada realita di atas. kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill. Euforia kelulusan hanya sesaat setelah pengumuman kelulusan. afektif. kalau mengingat bahwa sebenarnya penentu kesuksesan seseorang itu lebih disebabkan oleh unsur soft skillnya. tetapi juga bagi pendidik. episode berikutnya adalah kegamangan menjalani aktifitas kehidupan. Fenomena ini memberi gambaran bahwa pendidikan kita tidak menyiapkan alternatif pilihan pasca kelulusan siswa. Tidak semua lulusan mampu secara intelektual mengambil program studi di perguruan tinggi yang diidam-idamkan. tidak semua pendidik mampu memahami dan menerapkannya. sementara siswa yang tidak lulus tidak sedikit yang kecewa dan terpuruk meskipun diberi kesempatan mengikuti Ujian Nasional ulangan. Lalu seberapa besar semestinya muatan soft skill dalam kurikulum pendidikan?. Kelulusan adalah gerbang menuju episode pendidikan berikutnya. Sayangnya. Bagi yang lulus SMA dapat memilih alternatif untuk kuliah di PT.

dimana hard skills merupakan representasi dari potensi IQ seseorang terkait dengan persyaratan teknis pekerjaan dan beberapa kegiatan lainnya (Djoko Hari Nugroho. keharusan penguasaan berbagai keterampilan (dalam ujian praktik berbagai mata pelajaran) merupakan bukti bahwa sistem pendidikan kita lebih menekankan kemampuan teknik yang bersifat hard skills. juara kelas. sedangkan soft skills domainnya adalah learning to be and learning to life together. lebih bersifat psikologis sehingga abstrak. kekurangmampuan bekerja sama dan cenderung egois. kebiasaan pribadi. Soft skills berada diluar ranah teknis dan akademik. Penguasaan hard skills yang lebih dominan ini bukanlah kesalahan guru semata. Domain hard skills adalah learning to know and learning to do. moralitas. Idealnya pembelajaran menemukan keseimbangan antara hard skills dengan soft skills sehingga peserta didik menjadi pribadi yang cerdas. pendidikan kita justru mengejar kecerdasan intelektual yang sejatinya hanya berperan 20% dalam menentukan keberhasilan seseorang. sedangkan ranah psikomotorik berkaitan dengan keterampilan yang sifatnya prosedural dan cenderung mekanis. spirit. Konsep soft skills merupakan istilah sosiologis yang merepresentasikan pengembangan dari kecerdasan emosional seorang yang merupakan kumpulan karakter kepribadian. Unsur soft skills harus dicari dalam materi pelajaran yang diajarkan. termasuk di dalamnya bagaiamana mempraktikkan soft skills tersebut di kelas. Kemudian secara eksplisit harus ditulis dalam RPP. Penelitian di Harvard University membuktikan bahwa soft skills menyumbang 80% atas kesuksesan seseorang. Ada sisi yang selama ini kurang diperhatikan yakni soft skills. Mengingat pentingnya soft skills dalam membekali siswa menggapai prestasi hidup maka sudah selayaknya soft skills dalam pembelajaran dikedepankan. Gejala ini tampak pada out put pendidikan yang memiliki kemampuan intelektual tinggi. . namun terbuka dan dinamis. Lalu apa yang kurang dengan pembelajaran di sekolah?. Lalu bagaimana guru meng-includekan soft skills dalam pembelajaran?. pintar. Adanya Ujian Nasional yang memforsir tenaga dan fikiran guru dan siswa. ranah afektif berkaitan dengan attitude. pinter. Meskipun soft skills hanya pelengkap bagi hard skills namun sangat berperan dalam kesuksesan seseorang. Guru harus menata ulang RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Sayangnya sumbangan yang besar atas kesuksesan seseorang ini sering terlupakan. Dalam realitas pembelajaran usaha untuk menyeimbangkan ketiga ranah tersebut memang selalu diupayakan. kepekaan sosial. namun pada kenyataannya yang dominan adalah ranah kognitif dan psikomotorik. namun miskin kemampuan membangun relasi. komunikasi. dan karakter. Pribadi yang terbuka dan dinamis itu penting karena pribadi yang demikian cenderung adaptif dan mampu berdialektika dengan perkembangan dan perubahan zaman. bahasa. Akibatnya adalah peserta didik kaya akan kemampuan yang sifatnya hard skills namun miskin soft skills.pengetahuan dan teknologi. 2009). keramahan. serta cenderung menjadi pribadi yang tertutup. Soft skills melengkapi hard skills. dan optimism yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain. namun sudah sistemik sehingga membelenggu kreatifitas guru dalam penanaman soft skills ke peserta didik.

Namun. developing others. Fakta menunjukkan bahwa yang membawa atau mempertahankan orang di dalam sebuah kesuksesan di lapangan kerja yaitu 80% ditentukan oleh mind set yang dimilikinya dan 20% ditentukan oleh technical skills. soft skills hanya diberikan rata-rata 10% saja dalam kurikulumnya. komunikasi. synergy) Soft skills adalah ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri). cooperation. trust. proactivity. berkata. Pengembangan soft skill memiliki 3 hal penting. atribut ini dapat berubah jika yang bersangkutan mau merubahnya dengan cara berlatih membiasakan diri dengan hal-hal yang baru. yaitu: Pertama. Intrapersonal skill mencakup : self awareness (self confident. 2008) merupakan tingkah laku personal dan interpersonal yang dapat mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia (melalui pelatihan. trait & preference. dipengaruhi oleh kebiasaan berfikir. team work. worthiness. empathy dan social skill (leadership. Hanya dengan kerja keras. kebiasaan pribadi. Keterampilan lunak ini merupakan modal dasar peserta didik untuk berkembang secara maksimal sesuai pribadi masing-masing. keramahan. kenyataan di perguruan tinggi atau sistem pendidikan kita saat ini. emotional awareness) dan self skill ( improvement. Pengertian Soft Skill Soft skill adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang “EQ” (Emotional Intelligence Quotient). yang merupakan persyaratan teknis pekerjaan dan banyak kegiatan lainnya. dan optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain.influence. pengambilan keputusan lainnya. Sedangkan interpersonal skill mencakup social awareness (political awareness. motivasi. Soft Skill 1. Untuk memaksimalkan suatau kerja tentu butuh upaya kerja keras dari diri sendiri maupun lingkungan. rahmat sosial. perilaku. Atribut soft skills ini dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda. hard work (kerja keras). kumpulan karakter kepribadian. pengembangan kerja sama tim. Namun. conflict management. kebiasaan. maka rasio kebutuhan soft skills dan hard skills di dunia kerja/usaha berbanding terbalik dengan pengembangannya di perguruan tinggi. Soft Skill atau keterampilan lunak menurut Berthhall (Diknas. baik dari perbincangan informal maupun hasil penelusuran atau kajian formal. self control. communication. Secara garis besar soft skill bisa digolongkan ke dalam dua kategori : intrapersonal dan interpersonal skill. leveraging diversity. Atribut soft skills. Soft melengkapi keterampilan keterampilan keras (bagian dari seseorang IQ). karakter dan sikap. . orang akan mampu mengubah garis hidupnya sendiri. Apabila dicermati dari kenyataan yang ada. bertindak dan bersikap. dengan demikian meliputi nilai yang dianut. bahasa. inisiatif. service orientation.BAB II SOFT SKILL DAN MULTIPLE INTELIGENCE A. conscience). time/source management. self assessment.

Pola pelatihan outbond yang sekarang marak diselenggarakan merupakan pola peniruan karakter ini 2. petunjuk dan sopan. Manfaat Soft Skill Manfaat Soft Skill dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: Berpartisipasi dalam tim Mengajar orang lain Memberikan layanan Memimpin sebuah tim Bernegosiasi Menyatukan sebuah tim di tengah-tengah perbedaan budaya Motivasi Pengambilan keputusan menggunakan keterampilan Menggunakan kemampuan memecahkan masalah Amati bentuk etiket Berhubungan dengan orang lain Menjaga berarti percakapan (basa-basi) Menjaga percakapan bermakna (diskusi / perdebatan) Menetralkan argumen dengan waktu. percaya diri dan berinisiatif. Menjaga kepercayaan diri seorang peserta didik untuk memaksimalkan potensi peserta didi harus sinergis dengan kerja kerasnya. peserta didik akan memiliki daya tahan dan semangat hidup bekerja keras. kemandirian Cirri peserta didik mandiri adalah responsive. Renponsif berarti peserta didik tanggap terhadap persoalan diri dan lingkungan. Peserta didik dengan tantangan ke depan yang lebih berat tentu harus mempersiapkan diri sedini mungkin mellaui pelatihan melakukan kerja praktik sendiri maupun kelompok. Kedua. bahasa singkat Berpura-pura minat dan berbicara dengan cerdas tentang topik apapun . kerja sama tim Keberhasilan adalah buah dari kebersamaan. terarah dan didukung pengalaman belajar. Ketiga. Sebagaicontoh bagaimana peserta didik tanggap terhadap krisis global warming dengan kampanye hijaukan sekolahku dan gerakan bersepeda tanpa motor.Melalui pendidikan yang terencana. Etos kerja keras perlu dikenakan sejak dini di sekolah melalui berbagai kegiatan intra ataupun ekstrakurikuler di sekolah. Keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok adalah pola klasik yang masih relevan untuk menampilkan karakter ini.

kemampuan berkomunikasi. Kecerdasan Interpersonal (interpersonal Intelligence) adalah kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan. dan komitmen. Menurut Saillah (2007). Kepekaan akan ekspresi wajah. intensi. yang mengendalikan dirinya dengan konsisten dan memiliki rasa empati (tepo seliro). dan dunia kerja. inisiatif dan berani. alumni. Soft skill yang diberikan kepada para siswa dapat diintegrasikan dengan materi pembelajaran. Tentu saja pengidentifikasian tersebut bukan sesuatu yang “hitam-putih”. perlu dilakukan perencanaan yang melibatkan para guru. motivasi. siswa. Kemampuan berefleksi dan keseimbangan diri. Soft Skill dalam Pembelajaran Guru sebagai salah satu komponen dalam system pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa. Untuk mengembangkan soft skill dengan pembelajaran. tetapi lebih merupakan kesepakatan. Manusia utuh yang memiliki kemantapan emosional dan intelektual. 10 Setiap orang termasuk peserta didik sudah memiliki soft kills walaupun berbeda-beda. bahwa ada 2 kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan mengembangkan kepribadian yaitu : 1.3. Soft skills ini dapat dikembangkan menjadi lebih baik atau bernilai (diterapkan dalam kehidupan seharihari) melalui proses pembelajaran. Pada ranah ini siswa harus menumbuhkan rasa percaya diri sehingga menjadi manusia yang mampu mengenal dirinya sendiri yakni manusia yang berkepribadian yang mantap dan mandiri. suara dan gerak tubuh orang lain (isyarat). 2. Pendidikan soft skills tidak seharusnya melalui satu mata pelajaran khusus. Menurut Howard Gardner dalam bukunya yang bejudul Multiple Inteligences 9 (1993). . memiliki peranan penting dalam menentukan arah dan tujuan dari suatu proses pembelajaran. watak. Salah satunya adalah pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). kesadaran diri tinggi. materi soft skill yang perlu dikembangkan kepada para siswa. dan kemampuan untuk menjali relasi dan komunikasi dengan berbagai orang lain. maka pengisian akan berlangung objektif dan cermat. Kecerdasan Intrapersonal (intrapersonal intelligence) adalah kemampuan memahami diri dan bertindak adaptif berdasarkan pengetahuan tentang diri. melainkan dintegrasikan melalui mata pelajaran yang sudah ada atau dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kemampuan yang dikembangkan tidak hanya ranah kognitif dan psikomotorik semata yang ditandai dengan penguasaan materi pelajaran dan ketrampilan . Dengan cara itu setiap guru mengetahui komponen soft skill apa yang harus dikembangkan ketika mengajar. tidak lain adalah penanaman sikap jujur. untuk mengidentifikasi pengembangan soft skill yang relevan. yang mengenal dirinya. melainkan juga ranah kepribadian siswa. Dengan asumsi semua guru memahami betul “isi” pembelajaran yang dibina dan “memahami” konsep soft skill beserta komponen-komponennya. dan temperamen orang lain.

Dalam pandangan psikologi. Multiple Intelegence 1. CTL dilaksanakan melalui beberapa pendekatan pengajaran. kita mengetahui bahwa jutaan tahun yang lalu di muka bumi ini pernah hidup makhluk yang dinamakan Dinosaurus yaitu sejenis hewan yang secara fisik jauh lebih besar dan kuat dibandingkan dengan manusia. Mandiri 9. Mendorong siswa belajar dari sesama teman dan belajar bersama. Pengajaran autentik 3. aplikatif. Dari ketujuh komponen tersebut. Dari kecerdasan tunggal ke kecerdasan majemuk (IQ. mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dengan melibatkan komponen utama pembelajaran. dan SQ) Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Allah SWT kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Berdasarkan temuan dalam bidang antropologi. konstruktivisme. Dengan kecerdasannya. manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks. Perlunya proses pembelajaran dilakukan dalam berbagi konteks seperti rumah. pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang berlandaskan pada dunia kehidupan nyata. Menggunakan penilaian autentik Melalui pendekatan dan strategi diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual dapat mengembangkan soft skills siswa. Soft skills yang akan muncul dalam diri siswa sebagi akibat dari implementasi pembelajaran kontekstual meliputi: 1. masyarakat dan tempat kerja 3. menemukan. Mengontrol dan mengarahkan pembelajaran. Oleh karena itu untuk 12 mempertahankan keberlangsungan hidupnya lebih banyak dilakukan secara instingtif (naluriah). Memimpin 11. Motivasi 4. kepunahan mereka salah satunya disebabkan oleh faktor keterbatasan kecerdasan yang dimilikinya. Yaitu. Berargumentasi logis 10. refleksi dan penilaian yang sebenarnya. bertanya. Bekerja sama. sudah . Mengembangkan diri B. Memecahkan masalah 7. berpikir tingkat tinggi. Menekankan pentingnya pemecahan masalah/problem 2. Pengajaran berbasis Inquiri 4. masyarakat belajar. Berpikir kritis 2. Boleh jadi. Namun saat ini mereka telah punah dan kita hanya dapat mengenali mereka dari fosil-fosilnya yang disimpan di musiummusium tertentu. penilaian komprehensif.Pembelajaran kontekstual (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa. Belajar berbasis kerja 6. Selain itu. Belajar kooperatif 11 Pendekatan pengajaran dapat di implementasikan melalui strategi pembelajaran kontekstual yang meliputi: 1. sesungguhnya hewan pun diberikan kecerdasan namun dalam kapasitas yang sangat terbatas. dan pembentukan manusia yang memiliki akal sehat. secara langsung maupun tidak langsung. pemodelan. 8. agar siswa dapat belajar mandiri 4. berbasis masalah nyata. Belajar berbasis masalah 2. Berkomunikasi 5. antara lain: 1. Belajar berbasis proyek/tugas terstruktur 5. Sebuah Kelas dikatakan menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual apabila menerapakan ketujuh komponen tersebut dalam proses pembelajaran. 6. Bermuara pada keragaman konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda 5. Kemauan belajar 3. aktivitas siswa. Kreatif 6. Dalam hal ini. EQ. Belajar berbasis layanan 7. melalui proses berfikir dan belajar secara terus menerus.

(2) keseluruhan pengetahuan yang diperoleh. merentang mulai dari kemampuan dengan kategori Ideot sampai dengan Genius (Weschler dalam Nana Syaodih. yang dihitung berdasarkan perbandingan antara tingkat kemampuan mental (mental age) dengan tingkat usia (chronological age). Dari kajian ini. Adalah Daniel Goleman (1999). Lantas. namun berkat kecerdasan yang dimilikinya hingga saat ini manusia ternyata masih dapat mempertahankan kelangsungan dan peradaban hidupnya.sepantasnya manusia bersyukur. Lewis Terman dari Universitas Stanford berusaha membakukan tes IQ yang dikembangkan oleh Binet dengan mempertimbangkan norma-norma populasi sehingga selanjutnya dikenal sebagai tes Stanford-Binet. Kemudian. terutama apabila dihubungkan dengan tingkat kesuksesan atau prestasi hidup seseorang. salah seorang yang mempopulerkan jenis kecerdasan manusia lainnya yang dianggap sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi terhadap prestasi seseorang. kemampuan memotivasi diri sendiri 14 dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. pendidik. Istilah IQ mula-mula diperkenalkan oleh Alfred Binet. Woolfolk (1975) mengemukan bahwa menurut teori lama. apa sesungguhnya kecerdasan itu ? Sebenarnya hingga saat ini para ahli pun tampaknya masih mengalami kesulitan untuk mencari rumusan yang komprehensif tentang kecerdasan. Goleman mengemukakan bahwa kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. kecerdasan meliputi tiga pengertian. Dalam hal ini. atau Thurstone (1938) dengan teori “Primary Mental Abilities”-nya. meski secara fisik tidak begitu besar dan kuat. dan (3) kemampuan untuk beradaptasi dengan dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. semula kajian tentang kecerdasan hanya sebatas kemampuan individu yang bertautan dengan aspek kognitif atau biasa disebut Kecerdasan Intelektual yang bersifat tunggal. yang kemudian kita mengenalnya dengan sebutan Emotional Quotient (EQ). Memang. Penggunaan konsep Quotient dalam EQ belum begitu jelas perumusannya. Berbeda dengan IQ. yakni Kecerdasan Emosional. menghasilkan pengelompokkan kecerdasan manusia yang dinyatakan dalam bentuk Inteligent Quotient (IQ). Selama bertahun-tahun IQ telah diyakini menjadi ukuran standar kecerdasan. ahli psikologi dari Perancis pada awal abad ke-20. 2005). namun sejalan dengan tantangan dan suasana kehidupan modern yang serba kompleks. sebagaimana yang dikembangkan oleh Charles 13 Spearman (1904) dengan teori “Two Factor”-nya. Sementara itu. C. . ukuran standar IQ ini memicu perdebatan sengit dan sekaligus menggairahkan di kalangan akademisi. pengertian Quotient disana sangat jelas menunjuk kepada hasil bagi antara usia mental (mental age) yang dihasilkan melalui pengukuran psikologis yang ketat dengan usia kalender (chronological age). yaitu : (1) kemampuan untuk belajar. praktisi bisnis dan bahkan publik awam. Chaplin (1975) memberikan pengertian kecerdasan sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif. Anita E. Penggunaan istilah EQ ini tidaklah sepenuhnya tepat dan terkesan sterotype (latah) mengikuti popularitas IQ yang lebih dulu dikenal orang.P.

pada saat-saat tertentu. yang di dalamnya terkandung nilai-nilai : (1) nilai . Brightman (1956) menjelaskan bahwa penghayatan keagamaan tidak hanya sampai kepada pengakuan atas kebaradaan-Nya. Penghayatan seperti itu menurut Zakiah Darajat (1970) disebut sebagai pengalaman keagamaan (religious experience). bahwa makna atau logo hidup harus dicari oleh manusia. Oleh karena itu. motivasi. Berangkat dari 15 pandangan bahwa sehebat apapun manusia dengan kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosionalnya.Terlepas dari “kesalahkaprahan” penggunaan istilah tersebut. yang sudah secara built-in merupakan pusat spiritual (spiritual centre). merupakan faktor-faktor yang amat penting bagi pencapaian kesuksesan seseorang. manusia akan tunduk dan berupaya untuk mematuhinya dengan penuh kesadaran dan disertai penyerahan diri dalam bentuk ritual tertentu. Ramachandran pada tahun 1997 menemukan adanya God Spot dalam otak manusia. secara simbolik maupun dalam bentuk nyata kehidupan sehari-hari (Abin Syamsuddin Makmun. namun juga mengakui-Nya sebagai sumber nilai-nilai luhur yang abadi yang mengatur tata kehidupan alam semesta raya ini. ada satu hal yang perlu digarisbawahi dari para “penggagas beserta pengikut kelompok kecerdasan emosional”. Kajian tentang God Spot inilah pada gilirannya 16 melahirkan konsep Kecerdasan Spiritual. Kecerdasan intelelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) dipandang masih berdimensi horisontal-materialistik belaka (manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial) dan belum menyentuh persoalan inti kehidupan yang menyangkut fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan (dimensi vertikal-spiritual). Temuan ilmiah yang digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall. Suatu jaringan yang secara literal mengikat pengalaman kita secara bersama untuk hidup lebih bermakna. Berbeda dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cenderung bersifat permanen.S. yang terletak diantara jaringan syaraf dan otak. serta aspek – aspek emosional lainnya. kognitif. 2003). kecakapan emosional (EQ) justru lebih mungkin untuk dipelajari dan dimodifikasi kapan saja dan oleh siapa saja yang berkeinginan untuk meraih sukses atau prestasi hidup. Dikemukakannya. Dengan istilah yang salah kaprahnya disebut Spiritual Quotient (SQ) Jauh sebelum istilah Kecerdasan Spiritual atau SQ dipopulerkan. baik secara individual maupun kolektif. pada tahun 1938 Frankl telah mengembangkan pemikiran tentang upaya pemaknaan hidup. 2001). melalui pertimbangan fungsi afektif. dan konatifnya manusia akan meyakini dan menerima tanpa keraguan bahwa di luar dirinya ada sesuatu kekuatan yang maha Agung yang melebihi apa pun. dan riset yang dilakukan oleh Michael Persinger pada tahun 1990-an. bahwasanya potensi individu dalam aspek-aspek “non-intelektual” yang berkaitan dengan sikap. Pada God Spot inilah sebenarnya terdapat fitrah manusia yang terdalam (Ari Ginanjar. serta riset yang dikembangkan oleh V. Begitu juga hasil riset yang dilakukan oleh Wolf Singer menunjukkan adanya proses syaraf dalam otak manusia yang terkonsentrasi pada usaha yang mempersatukan dan memberi makna dalam pengalaman hidup kita. yakni suatu kemampuan manusia yang berkenaan dengan usaha memberikan penghayatan bagaimana agar hidup ini lebih bermakna. sosiabilitas. Pekembangan berikutnya dalam usaha untuk menguak rahasia kecerdasan manusia adalah berkaitan dengan fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan. termasuk dirinya.

Untuk menunjang kebebasan rohani itu dituntut tanggung jawab terhadap Tuhan. (2) nilai pengalaman dan (3) nilai sikap. serta menciptakan alat-alat teknologi lainnya yang super canggih. seperti Flu Burung (Avian Influenza). yaitu suatu usaha untuk membangun ketangguhan sosial (Ari Ginanjar. Berkembangnya pemikiran tentang kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) menjadikan rumusan dan makna tentang kecerdasan semakin lebih luas. yakni suatu usaha untuk menjernihkan kembali pemikiran menuju God Spot (fitrah). usaha untuk melakukan aliansi atau sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya untuk mewujudkan tanggung jawab sosial individu. Penyakit-penyakit ragawi yang sebelumnya tidak dikenal. 2005). dan Self Controlling. kembali kepada hati dan fikiran yang bersifat merdeka dan bebas dari belenggu. Berkat kecerdasan intelektualnya. memang manusia telah mampu menjelajah ke Bulan dan luar angkasa lainnya. Dari pemikiran Ary Ginanjar Agustian melahirkan satu model pelatihan ESQ yang telah memiliki hak patent tersendiri. yang bisa diukur dengan tes menggunakan pensil dan kertas”. 2002) . mulai bermunculan. dan lingkungan yang penuh persaingan dan konflik. (3) Mission Statement. AIDs serta jenis-jenis penyakit mematikan lainnya. keserakahan. Menjadi manusia adalah kesadaran dan tanggung jawab (Sofyan S. yaitu usaha untuk menghasilkan ketangguhan pribadi (personal strength) dengan merujuk pada Rukun Islam. Abdullah Gymnastiar atau dikenal AA Gym. Nicholl. serta sesuai dengan hati nurani dengan merujuk pada Rukun Iman. Makna hidup yang diperoleh manusia akan menjadikan dirinya menjadi seorang yang memiliki kebebasan rohani yakni suatu kebebasan manusia dari godaan nafsu. 2001). da‟i kondang dari Pesantren Daarut Tauhiid – Bandung dengan Manajemen Qalbu-nya dan Ary Ginanjar. yang kemudian dikenal dengan istilah Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) (Colin Rose dan Malcolm J.H. ada dua orang yang berjasa besar dalam mengembangkan dan mempopulerkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yaitu K. (4) Strategic Collaboration. Kecerdasan tidak lagi ditafsirkan secara tunggal dalam batasan intelektual saja.. Dalam buku tersebut secara meyakinkan menawarkan penglihatan dan cara pandang alternatif terhadap kecerdasan manusia. Menurut Gardner bahwa “salah besar bila kita mengasumsikan bahwa IQ adalah suatu entitas tunggal yang tetap. menciptakan teknologi informasi dan transportasi yang menjadikan dunia terasa lebih dekat dan semakin transparan. Di Indonesia. Bahkan. menciptakan bom nuklir. Character Building. Namun bersamaan itu pula kerusakan yang menuju 18 kehancuran total sudah mulai nampak. dan (5) Total Action. Lapisan ozon yang semakin menipis telah menyebabkan terjadinya pemanasan global. tatanan sosial-ekonomi menjadi kacau balau karena sikap dan perilaku manusia yang mengabaikan kejujuran dan amanah (perilaku koruptif dan perilaku manipulatif). Hasil pemikiran cerdasnya dituangkan dalam buku Frames of Mind. banjir dan kekeringan pun terjadi di mana-mana Gunung-gunung menggeliat dan memuntahkan awan dan lahar panasnya. . diri dan manusia lainnya.kreatif. (2) Mental 17 Building. yaitu usaha untuk menciptakan format berfikir dan emosi berdasarkan kesadaran diri (self awareness). Lingkungan alam merasa terusik dan tidak bersahabat lagi. pengusaha muda yang banyak bergerak dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Emotional Spritual Quotient (ESQ)-nya. Konsep pelatihan ESQ ala Ary Ginanjar Agustian menekankan tentang : (1) Zero Mind Process. Willis.

Sebagai pendidik (calon pendidik). dan learning to live together (EQ). bener. matematis-logis. tur pinter 2. menurut Gardner (1983) dalam bukunya Frame of Mind: The Theory of Multiple intelegences. 1. salah satu tugas besar kita dalam hidup ini adalah berusaha mengembangkan segenap potensi (fitrah) kemanusian yang kita miliki. serta berusaha untuk memperbaiki kualitas diri-pribadi secara terus-menerus. apakah memang pada akhirnya kita pun harus bernasib sama seperti Dinosaurus ? Dengan tidak bermaksud mempertentangkan mana yang paling penting. sehingga pada gilirannya dapat dihasilkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang cageur. ada delapan jenis kecerdasan yang dimiliki setiap individu yaitu linguistik. bageur. interpersonal. (d) membaca di waktu senggang. tampaknya hanya akan menghasilkan kerusakan dan kehancuran bagi kehidupan dirinya maupun umat manusia. bener tur pinter. Kecerdasan Linguistik. “raksasa-raksasa teknologi” tersebut telah bersiap-siap untuk menerkam dan menghabisi manusia itu sendiri. kecerdasan emosional atau kecerdasan spiritual. spasial. tempat. learning to be (SQ). learning to know (IQ). Karena itu Amstrong (2002) menyebutkan. tugas kemanusiaan kita adalah berusaha membelajarkan para peserta didik untuk dapat mengembangkan segenap potensi (fitrah) kemanusian yang dimilikinya. intrapersonal. musikal. (b) suka mengarang kisah khayal atau menceritakan lelucon. setiap individu mengakses informasi yang akan masuk ke dalam dirinya. Namun dibalik itu. Melalui delapan jenis kecerdasan ini. kinestetik-jasmani. Itulah agaknya pilihan yang bijak bagi kita sebagai pribadi maupun sebagai pendidik (calon pendidik)! Sebagai pribadi. umumnya memiliki ciri antara lain (a) suka menulis kreatif. yaitu cageur. hingga pada akhirnya dapat diperoleh aktualisasi diri dan prestasi hidup yang sesungguhnya (real achievement). tanggal atau hal-hal kecil. dan dengan kecerdasan spiritualnya (SQ) 19 orang menjadi bener. Dengan meminjam filosofi klasik masyarakat Jawa Barat. kecerdasan 20 tersebut merupakan modalitas untuk melejitkan kemampuan setiap siswa dan menjadikan mereka sebagai sang juara. Macam-macam Kecerdasan Majemuk Konsep Multiple Intelegensi (MI). (f) suka . dengan kecerdasan emosional (EQ) orang menjadi bageur. dalam mewujudkan diri sebagai pendidik yang profesional dan bermakna. menyenangkan (Joyful Learning) (EQ) dan menantang atau problematis (problematical Learning) (IQ). (e) mengeja kata dengan tepat dan mudah. melalui upaya belajar (learning to do. dan naturalis. Dengan demikian. Kecerdasan intelektual yang tidak diiringi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya. karena pada dasarnya setiap anak cerdas. bageur. ada baiknya kita mengambil pilihan eklektik dari ketiga pilihan tersebut. perlu kita kenali atau pahami ciri-ciri yang dimiliki seseorang.Manusia telah berhasil menciptakan “raksasa-raksasa teknologi” yang dapat memberikan manfaat bagi kepentingan hidup manusia itu sendiri. apakah kecerdasan intelektual. Sebelum menerapkan MI sebagai suatu strategi dalam pengembangan potensi seseorang. (c) sangat hafal nama. melalui pendekatan dan proses pembelajaran yang bermakna (Meaningful Learning) (SQ). maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa dengan kecerdasan intelektualnya (IQ) orang menjadi cageur dan pinter.

(d) berperan sebagai penengah ketika terjadi konflik antartemannya. . (h) suka membongkar berbagai benda kemudian menyusunnya lagi. menjahit. (i) menonjol dalam mata pelajaran seni. (e) berempati besar terhadap perasaan atau penderitaan orang lain. menulis dan berkomunikasi). misalnya mengapa hujan turun?. 5. gulat atau kegiatan fisik lainnya. (b) mudah membaca peta atau diagram. (d) bernyanyi atau bersenandung untuk diri sendiri atau orang lain. (b) suka mengajukan pertanyaan yang sifatnya analisis. cirinya antara lain: (a) menghitung problem aritmatika dengan cepat di luar kepala. 4.mengisi teka-teki silang. (d) suka merancang eksperimen untuk membuktikan sesuatu. (b) suka bersosialisasi di sekolah atau di lingkungan tempat tinggalnya. (f) menikmati dengan cara mendengarkan. (e) mudah mengikuti irama musik. (g) bereaksi secara fisik terhadap jawaban masalah yang dihadapinya. (c) ahli dalam permainan catur. Kecerdasan Spasial dicirikan antara lain: (a) memberikan gambaran visual yang jelas ketika menjelaskan sesuatu. memahat. 6. halma dsb. (g) berprestasi bagus dalam mata pelajaran musik. (c) perlu menyentuh sesuatu yang sedang dipelajarinya. memiliki ciri: (a) banyak bergerak ketika duduk atau mendengarkan sesuatu. (e) menghabiskan waktu dengan permainan logika seperti teka-teki. kebiasaan atau prilaku orang lain. seperti teka-teki atau sejenisnya. (b) aktif dalam kegiatan fisik seperti berenang. (f) pandai menirukan gerakan. (b) mudah mengingat melodi suatu lagu. (g) mencoret-coret di atas kertas atau buku tugas sekolah. (d) senang melihat film. Kecerdasan Musikal memiliki ciri antara lain: (a) suka memainkan alat musik di rumah atau di sekolah. (h) lebih 21 memahamai informasi lewat gambar daripada kata-kata atau uraian. hiking atau skateboard. lari. (f) sangat 22 menikmati pekerjaan mengajari orang lain. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani. (c) menggambar sosok orang atau benda persis aslinya. (f) mempunyai suara bagus untuk bernyanyi. (d) mampu menjelaskan masalah secara logis. atau karya seni lainnya. (c) lebih bisa belajar dengan iringan musik. (i) berprestasi dalam mata pelajaran olahraga dan yang bersifat kompetitif. (d) menikmati kegiatan melompat. Kecerdasan Matematika-Logis. slide. (f) suka melamun dan berfantasi. foto. 2. bersepeda. 3. berprestasi dalam Matematika dan IPA. (e) memperlihatkan keterampilan dalam bidang kerajinan tangan seperti mengukir. (c) banyak terlibat dalam kegiatan kelompok di luar jam sekolah. (g) unggul dalam mata pelajaran bahasa (membaca. Kecerdasan Interpersonal memiliki ciri antara lain: (a) mempunyai banyak teman. (e) sangat menikmati kegiatan visual. (g) berbakat menjadi pemimpin dan berperestasi dalam mata pelajaran ilmu sosial.

setiap kecerdasan dalam upaya mengelola informasi bekerja secara spasial dalam sistem otak manusia. Kecerdasan ini selalu mendapat tempat (unggul) dalam lingkungan belajar di kelas dan tes-tes gaya lama. Tetapi pada saat mengeluarkannya. 8. (f) berprestasi dalam mata pelajaran IPA. 9 Kecerdasan Ganda yang Dimiliki Anak 1. (d) banyak belajar dari kesalahan masa lalu. MATHEMATICAL/LOGICAL (CerdasLogika-Mateamatik/Logic Smart) . dari apa yang kita katakan (70%) dan dari apa yang kita katakan dan lakukan (90%). VERBAL/LINGUISTIC (Cerdas Kata/Word Smart) Anak belajar lewat kata-kata yang terucap atau tertulis. bagi orangtua maupun guru. (b) sangat menikmati berjalan-jalan di alam terbuka. Kemampuan untuk melihat „sesuatu‟ di dalam kepalanya itu mampu membuat dirinya pandai memecahkan masalah atau berkreasi. 23 Soal manfaat lingkungan untuk membantu proses belajar ini. (c) suka berkebun atau dekat dengan taman dan memelihara binatang. sudah diteliti lho oleh beberapa orang peneliti kegiatan belajar. Biologi. keluar dari paradigma tradisional. Mark Reardon. Konsep Multiple Intelligences juga mengajarkan kepada anak bahwa mereka bisa belajar apapun yang mereka ingin ketahui. 3. (d) menghabiskan waktu di dekat akuarium atau sistem kehidupan alam. 2. yang dibutuhkan hanya kreatifitas dan kepekaan untuk mengasah kemampuan anak. dari apa yang kita lihat dan dengar (50%). (f) banyak terlibat dalam hobi atau proyek yang dikerjakan sendiri.7. ke delapan jenis kecerdasan itu bekerjasama untuk menghasilkan informasi sesuai yang dibutuhkan. Mereka menjelaskan bahwa kita sebenarnya mendapat pengetahuan dari apa yang kita baca (10%). Ada Vernon A. memiliki ciri antara lain: (a) suka dan akrab pada berbagai hewan peliharaan. (b) bekerja atau belajar dengan baik seorang diri. Kecerdasan Intrapersonal memiliki ciri antara lain: (a) memperlihatkan sikap independen dan kemauan kuat. (c) memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sementara. dari apa yang kita dengar (20%). Mereka lebih berpikir secara konsep (holistik) untuk memahami sesuatu. dan lingkungan hidup. (e) suka membawa pulang serangga. dari apa yang kita lihat (30%). Baik Mam & Pap maupun guru juga harus mau berpikir terbuka. daun bunga atau benda alam lainnya. Keunikan yang dikemukakan Gardner adalah. (e) berpikir fokus dan terarah pada pencapaian tujuan. VISUAL/SPATIAL (Cerdas Gambar/Picture Smart) Anak belajar secara visual dan mengumpulkan ide-ide. Kecerdasan Naturalis. Magnesen tahun 1983 dan sekelompok peneliti seperti Bobbi DePorter. Apapun yang ingin diktehauinya itu dapat ditemui di dalam kehidupan nyata yang dapat mereka alami sendiri. dan Sarah tahun 2000.

25 BAB III PENUTUP Kesimpulan . Kecerdasan ini lebih senang berada di lingkungan dimana ia bisa memahamisesuatu lewat pengalaman nyata. Kecerdasan ini mengutamakan kolaborasi dan kerjasama dengan orang lain. BODILY/KINESTHETIC (Cerdas Tubuh/Body Smart) Anak belajar melalui interaksi dengan satu lingkungan tertentu. Termasuk. ritmik. NATURALIST (Cerdas Alam/Nature Smart) Anak senang belajar dengan cara pengklasifikasian. dan urutan. 6. dan tentunya musik. INTRAPERSONAL (Cerdas Diri/Self Smart) Anak belajar melalui perasaan. INTERPERSONAL (Cerdas Bergaul/People Smart) Anak belajar lewat interaksi dengan orang lain. Bukan hanya menyenangi sesuatu yang natural. “Mengapa kita di sini?” “Untuk apa kita di sini?” “Bagaimana posisiku dalam keluarga.Anak senang belajar melalui cara argumentasi dan penyelesaian masalah. Kecerdasan ini selalu mencari koneksi-koneksi antar dunia dengan kebutuhan untuk belajar. 5. 4. MUSICAL/RHYTHMIC (Cerdas Musik/Music Smart) Anak senang dengan pola-pola. nilai-nilai dan sikap. 7. EXISTENTIAL (Cerdas Makna/Existence Smart) Anak belajar sesuatu dengan melihat „gambaran besar‟. bukan hanya pola belajar auditori tapi juga mempelajari sesuatu lewat indetifikasi menggunakan panca indera. sekolah dan kawan-kawan?”. tapi juga senang menyenangi hal-hal yang rumit. Kecerdasan ini juga pas ditampilkan di dalam kelas. 9. Kecerdasan ini tak sepenuhnya bisa dianggap sebagai cerminan dari anak yang 24 terlihat „sangat aktif‟. pengkategorian. 8.

ac.php?74978-Teori-kecerdasan-majemuk-howard-gardnerdan-pengembangannya-pada-metode-pembelajaran http://Science%20for%20all%20%E2%80%A6!!!%20%C2%BB%20Soft%20Skills%20dalam%2 0Proses%20Pembelajaran.um.ac. kinestetik-jasmani. pengambilan keputusan lainnya Multiple intelligence ada delapan jenis kecerdasan yang dimiliki setiap individu yaitu linguistik. 2010.um.id/showthread. Seminar nasional: Padang http://community. inisiatif. interpersonal. matematis-logis.php?75180-Memahami-Konsep-Multiple-Intelligences http://community.id/showthread.Soft Skill adalah tingkah laku personal dan interpersonal yang dapat mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia (melalui pelatihan. dan naturalis 26 DAFTAR PUSTAKA Festiyed. musikal. intrapersonal. Pengembangan Soft Skill untuk Meningkatkan Kompetensi Kepribadian. pengembangan kerja sama tim.htm . spasial.

9 503.9.3.3.8..3:8.75.503...8.07:8.3-8. /9./8047.//2.3$:2-07 .58.25.3802.5 ..3503:5078.7:9%.3848.75027.73... 5.3 /..3 0.39.8 . /.2:3-078.9:3.907:/3 /.3507.943:8.3  3.3.:/03..3207::5.38579:.3.3  8843 $9.:2.9073.3. 0.3.3 ..37/.30248-07/..9::8.3/.3503.:7.7 ..  .33.9:0-0-.8/.. 03:7:9..-47.07/.9.2..8.08. 88079.:39:203.:39:203073.35:3907.:...9::8.9/.5/. 43/.3 9./.33.3.9.9.2  $97.8..59.3202545:07.23. 03.37:2:8.3.:8307/03.380-0:23.3. -.3 2.3:309.187.9.. 2.3.9:  -/:.3-423:7 8079.373.7-003:   039...3..9039907803/7 4380550.3207::5.3.380.3 3:3.39034431472...3203:: 0.320.0  43#480/. 202.7!08.30.30.3..3:3.".25:2030.3:.943 .97.39.9.3 2.3024843..3431  &39:203:3.-./.39039.3/73.:/03.3:8..32035890.07/.39:/9:39:99.350302-..3848.38:..3/.347.3$ 8     3/4308.7.32.9/.8.3/.397.3/7 801.8.:..38579:.5027.2030-./9:.4     07.8:.3.-907.:47:591/.3:./.07/...8...0:.39039.8.2-.088.35:.3:8.3-0-.07/...3.8./.3:.3.:-./03...2.220302-.-: 3.50.339009:.3.3.38.30-:.2.3/. 3:3.20.3.3202:39.07/. 0-/0.59..3.339009:.703088 8079.8.9::8.8.3.8.7.-072:3.3  %49.808:...9-0717/.9.-078. :/3./2.3-.05.8.3.3/03.3.9/.9./.3-0781..324943.3.373.89.3 09.3.:39:202-.7.3.91  ..308.3203../::7 /03.:39:203.:3:3 :3:32030.907./.7. 203.3.-0707.385479.3203.3/.30.3.9 90344..3.:39:20.3$01439743.3.3/.3./././ 507843.07/.:.389.83./:./3.3. 04342203.3/03.8:/.90.5%:.38:507..3443..3 203.33..7 -.85027.5 ..07/.8.8.3203::4/$549 197.3:8.302-.038 038503.3802.3/:3/03.9207/0.38:.#::38.39/.3:8.8.3079..3/. 8.331:03.07/.7.907:8/.9:0399.8/.":49039 $" 3.32..83.7    0702-.3./..31472.  .#::32.3 203.3507.42 .-08.203./.. 2:.7.3.3:3. 4.3$". .3$".2-/..2:.-.7 503:8.9202.3:8.-.91907..3 203.897039 /03.59.208413/ ./.33. 507...5027.9.91  3.9 .39703.33.3-.3   0743/!74.9:24/050.3949.3.8.5.8.89:3.3907.9:8:.3.7.8..8.0203".32020-0-.3848.7..:/ .. $"  203.07/.32.90.39:5:. " /./03.33:3.38./..3909.7.32030.70..390.3/.- $41.9039.203.3024843.8.2207.317.33.30::7.8.8 0..9::8.302:/.3  805079::7:3 .3/.8.203././03.30-0-.3.39/.02: :95039003. 02-.:2.7.3 .3-07.9/.93:7.3/.3.-08.3:3.3.  ..3.47./03.902039 .7./.3.502.3 0073.374.397../:5.374.74/./.3802.2-::90780-:980.3/.9. 73.3:8..2.9. ...2:/..3.3/507402.3 /7/.3.-848.357-...703.2-:: 7.7:89.8.202 .:39:20::/.3/.7:89.$579:..3/:3.34-./.385.3.3.07/.3908203:3.. 2 /.3:8.7/307-.30.7/.35038/. !03.3.././:/.90.8:28.59.3/.18: 0807././.

.3.  1 8:.9:.8.331:0.8:.  / 202-..73.3:8.9.203.. 397.3.8/:5./:203.8.733  $"  20303.43503// /.9:.079..-07:8.7.2 20.3:8.9:803/7 0.07/.//:39: /.8.3574808502-0..8:0/.5.3:8.5549038 197./.9:  7.82./..7 0.39.3203..3..709.3.3 507:9.3 8003..3808:3:3.20..3 0..703.3.-07:8..7:8-073.9.3..5.7.920302-.5549038 197..3203. 203. 8:...8./80.39/.2.9  .3..0..:7..-.5.8-8.7..503//.8.050393..38003.507843.5.5..33 809.30380.3024843.3-.:5:3 :2.8...3 41:0../.203:870.07/.390780-:9 03.0/:5.9.3.3-072.:.30.:5.30./.3549038808047./2. 8:.5.9.3/.3809.9.07/.3.3 2:8. .0.9./.8..5:3.70825:..90.8-08.3.3905.9.9.8/7/. 80-.307:8.0. 02.38579:.3:8.0:7/.79..7339434 " 0. 308909 .3/.3:8.3.3.43  ./-0307 9:.32..03..91  .20302-.3 /2808047.3203.3/780-.43503//  $0-.202.3  90780-:9207:5.3-072.:574-02.7. :39:202507-..7..73394-0 $" /.8203..703..0:7 -..8/7 57-.3 39009:. 503// ./0. " 47.35.7./ 8.8:39:2009. 7.733  " 803.7 .324/.3. .3203.8../.3/02.3.32023.0:7 /.-072.7.5..3/23..57-.90/.07/.7.220::/.5 8.35.9203.:5:380-.3-..2/73.8.30:.3 0.53/.3/73.9. .802.73.-.3...:/0.2/:53.3/03.3.5.0940907 " 8079./.3 ..-82.8.:203..8.07/.5.3   0.30380.5.9/.3.31./.33.2/.98 48 85.07/.5../.3.9.39.8.59.3 7./.:0.357410843.8 0.07/.39/. /.1.32.588. 9025. /.3./.9:803.357089.3. 02..07/.30.8.  9.7.3 009/.5. 8.9:897...3:8..3 .07/.3/:52.8./...809.5.3 3./03.7.30.82.73394/4  0. $"  47.8. 03.3/.3:.5.39..0:7 -03079:753907 2.8./.80831472..8.3.3/2809.3 .9:803/7 .8.8.0:7 -0307 9:753907  .-078.9:9:..9.92./03.8.8.3 39009:.2.3203. 9:.07/.733  " /. 20.3.. " 47.9.9202-07.250302-..9 /50740.2-5.353907 /03.2:3/-.73.7.33:89 :2:23.3.8.9:289743   2030-:9.7./..5.2.902.3.5:39:20307.9 9. 805079348.7/307  /.3024843.0:7 -..9:7.8.-0.339009:.::5.9.8.80-.907:8 20307:8 3.-07:8.90344 .202.32070.: 503/0.3 2..20413/%0 %04741:950390003.8.9./-.3/4308./.38...8.07/.3  0 2030..3.9.3:8.07/.3.3:8.8./.88:2-07/.38579:..39.53/.07/. 7.8 $0-0:220307.2-::3.3:.35.2.503// . 0. .508079.8:/2025079039.32:/.-07.02: 43805:9503900038  203:7:9...8. 3907507843.3. 70.9..302.380-.57-.8./.9 -.350393 .2. 0./..: .07/..30.214841.9: 3:89 2.9..:7:8 03.98 574-02.3024843./:. .8.0.30.73394.3-..9/..90344  90780-:990.3203.3203..38579:.02039  $0-.8.2 2.7...3.202-0.08 .25.5.07/../73/03.25:.

3 .3   -07-. 202-07.3 ....3..803.07/. -.  0 202507.2  .8.9.3/:3:39:/7803/7..347.: 8.809.22./.3/.9: /03.3 .7.3 0-.9...3...-8.39025...:8/.. 80507990..22./..: -03/..9.7..202.3808:.3.7.3!   0.4709/.80.7.20.7.509.9-08.-.  0 -07025.202-43.  .7..31472.82.7.30..7 .7.9./.39.8 /.39:7:3  .:47.792.-0.380-.9.9:  0 203..3-0742:3.93.9.3 .: 203/03.8.3   :3:/..8    203.:-::9:.5.  .381.39./.33.3 -078050/.705..2.3203.39.8:..3.9:.-.22./.8..2033.3$5..3/.3203:8:33.7848447. 50.:.8.318.7/.3/50.3803   0.3808:.8.50.7. .880..5.  .. 0--8. 90 -0757089.8-..3.50.9 202.33.8.92:8/7:2.. 90.3.3.7..22..3.3.9.9.3-0781..9..:/ 804.2037:.73.9.3-.9.202.9  1 5....8/804.3. 908. 2:8  1 2025:3.  / -07507. 8:.. -07848.912 8/0 1494 .2:/.90.9.9.8804.05.2..320.7.8.9/03. 507:203039:808:.:8:39:-073.32:8  /  -073.39.9 2032././03.9:  .8079.380/.2804..  1 8:.-.18907.32:848./.3.7..3 2:8   0.9203.34. 50.....318805079-0703.9.7907.30907.9.09.907.3.207.2-/.:800383.3.993.7. / 2.3.7. 203:8/.373..07/.307..8   0. 3.9.3308909 ./431 .35072.902..3   -070.3.9   2032.203..:/3:3.3.20. 203.9.::7.2:3/..3. 202-.80.7./8..8/.8.9.3:8.   -0757089.9.32.3.07/. 50.3.8. 2030.. 2039:3574-02.3.3 202.2-.3.3  1 8.8.8:.   0-   202.7-07-.9.07/.3/.90.83.  .3805079203:7 203.3 .8.39.3  0 2:/.7.8/.9..7902. 2025:3.80507990.9.9:7 ./:/:.902.:0.3 20425.95007.3 07.    8:.9.3  1 2032.-0707...9. .:-07803.7.9:  ..3.3. 48  / 8:.203/03.3.:47.2..3   -0757089.9:.8. -.33.9.2-.2.3.07/.53.9.9/:.7 :. 48 .  / 2032.9.202-.22.  0 8.9.8:.3.2-.:503/079.02:/.8:.203.7.73.:  .-03/.50303.7.3  .39.3   203434/.94250991   0./.35079.907-.9..3.9.203890..3.8:.308507203:39:202-:9.3-071.:.:57.09.9.3.39.88 28.25:2030.20.9 .3.:/.50788..34.7.33907507843.747.3-07507089.3.202.7.3.9204/8:.32.3 04254/:. :.  / 803.9.7.9/.7/03.3808:.7/  .9..3 .8.90-4.91/.7.4709 .25.2:/./502253/..203:97.9.75.25072.3.8..902.8.5507.

9   /.8...3.:  0 -075714:8/..28890249.202.3.5.2070.7.8/.2.:/0./843.5.7.33:3.39::.47.8.7..9..92030:..-.9.305.7.32070.9. /.9.3.3. .7.3.3/7  .3 ..7.  0/0..919./909440-0-07.33.. 8:.7   /..3807. 47.3397.-007.50.3/.2030.3.8./.2803/7 $02039..7.9://0.7.3:8.203/.507.-0.8.2.39.950309.3  / 203.3:39:203.:.32.3/07.3/.. 0.3  ..02.9.:-0757907-:.24-.9 /03.39.. %09.7#0../2.:39:203.5.   /.5.:5:3:7::.39:-007..3-..9.7.8.8808:..3 02..50...3. -.30380.7.8.9  ..22.5.39.:3-:3.3.3-.3 .80.8.20304.9/.-8.:3 070.3.7.3 9..203.7.7/03.:3.3    0.7. 2027..-070-:3.3.2..07/.7.8-007.08:..9:7.-8.5:.9.3! 44 /..2..7   /.5.2 0/:5..8.3/.3 /-:9:.7/.:.33.3..70./.7./03.3/..5.8 202. 8:.92070.5:3 .3050.9..3 .-0.2907-:...8.202-.07/.8..3800425450309 8050794--0!47907..5..3 /-:9:..97.3.7/43 /.07/.7.5.708.2 !.39:574808-0.:-0.39.-5.5 2.8.3803/7   0.3/:5   0:3.3503090.2.:5:3:7: .3:.-..3907.75./.3.-3.73.8.3/.55.393  / -.92032.-07-.7.5.9..85..7..8.3/02:.73 8:/.507843.9.3.3.9-07.93:3.:-03/./.5.38.7/..  '$&.323.32020..  .'07343 . 503.907-.7..3/.7.9/.3 50.3.39:..9.7 /.3/.39..:.3$.5..5.9..:5740./7 ...331472./.: 5.3   /.39.3-0.8/..07/../.7/307.8. 202507..53/0503/03/...3/.  1  -0757089.9. 31472.3  1 -.39..3:39:202-. 809.3309.25:.:3/.3.31.33..9..5.39.:88902 0/:5.2.0.7.308039.5:3.333/90../.:..3/03..9:/.7.3  43805:95039003. 80-03.2:5.9/902://.2  0 8:.07/.7:2. 0:..7:82.8047.9..  $4.

2-.7.8.$!% 07/.

2020.7.3:39:20.43805 489 :39:202..9: 02..3..3/.3203:25:.9/73.!.780..8:.:-0770.5.32.9 808:....2808:..0--075780.79   3.9: //.-0.25:.25:202-:.9.205..8   '#.7./.8..9: 2..9:70$2.3/0 /0 070.

9.&$% 07/.8.

.3380.8/.7/0.-0.   %%.5.2..3907:.9.3-0.9.23:3.70..79   3.. .:203/.99025.9.9 :3: /.9...:9079:8 0.3908 908.8.07/.5..47/$2.

  07/.9. .2.90.84.

$2.4.79  .

7..33:.8.25.720...:.8.8    .3-0.. 0.5.8 /9.20.3503008.32.07/.7:2039. 3...3//.803.8/.

8%:-:.$%% 07/.

3-07.3.   &$.33.9:0.3.9503../.8.7.9.39079039: 0.9..8.3.-8.91 0./..8/03.80503:3. 202.07/.580-.:3907.9 8.3..3 907.79   3.3/./3:3.330-803.0723.2.9:3:3..4/$2.07/.38.2808:.720.. -8.339.3/2..-0.

#% 07/.8:8.

3/03..3.3.3/07.-0.87.354.:8.:/9479.2:8 %072.79   3.   %#!#$  07/.35.93/091. 792 /.20250.$2.9:0.7808:.803.5:.54.7 .3.8203:3...8: -:. 54.39039:3..

:507..:.720.-0.5   %#!#$  07/.79   3./.38. 3..$01$2.807.3 3.8.

3   %&#$% 07/.3 0.34.33203:9.2.8.347.-47.8/.-0.70..2.8/03.!0450$2.07/.2.3 07.3.8.347..3.8.93907.79   3./03.

3 503.503.3:7:9.9047.3808:.320303.5:..3 :.3. 20303.3.3.33.7/03..3.3.3-0. 9.79   3..81. .8.803.803.9:7..3 /.9:.37:29   $%% 07/.8.7.9:70$2.

33 80.2-.3 .:203.3.8.320.3:39:-0.20:..5.3.9.3 . 804...7/:3.5488:/.74308 4308.9./.39..5..0$2.3-08.2.9:/03..3 0.-0./83  &39:.7  03./03.7.8903.79   3.7.9 .30-:9:.07/. /83  ..7  !&%&! 0825:.7808:.

307.2-.3 202.8./.:507843.3 995. 308909 .33.305:9:8.920302-.7 3.30380.902.3./:.342509038057-.3.07/.8. 20. 397.5.8.!./.9:7. :95039003.507843.93.3307./.8  %#!&$% 0890/   !0302-.3 50302-..3$419$:39:033./0.91  503..:50. 3907507843.3.3 $023.$419$.3/.92 38.82.3.53/..3:8.3.82.5.9.3/2809.3/./.98 48 85. /.843.9:3:89  2../.2.3 2:8.33907507843.33.2.0.9.

.

422:39 :2 ... /.

/ 55 02.2 43805 :950 39003.08 995.84970..

.

422:39 :2 ... /.

3 2./ 55 %047 0.7/ .3 50302-.8.3 995.7/307 /.7.3..02: 4./.07/.84970. 5. 2094/0 502-0.33.

.

    $419 $8 /.3 92 ...03.0 147 .7.2 !74808 !02-0.$.