P. 1
MAKALAH PEDAGOGI

MAKALAH PEDAGOGI

|Views: 87|Likes:
Published by zetplane

More info:

Published by: zetplane on Oct 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN SOFTSKILL DAN MULTIPLE INTELEGENCE OLEH: WIDYA WATI DOSEN PEMBIMBING: Prof.

FESTIYED, MS KONSENTRASI PENDIDIKAN FISIKA PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2010

Penulis juga menyadari bahwa makalah yang penulis tulis ini masih banyak kekurangan. Hingga tersusun makalah yang sampai dihadapan pembaca pada saat ini. Dr Festiyed. M. Karena itu sangat diharapkan bagi pembaca untuk menyampaikan saran atau kritik yang membangun demi tercapainya makalah yang lebih baik. sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Softskill dan Multiple Intelegence yang dibimbing oleh ibu Prof. Penulis menuliskannya dengan mengambil dari beberapa sumber baik dari buku maupun dari internet dan membuat gagasan dari beberapa sumber yang ada tersebut. Makalah yang ditulis penulis ini berbicara mengenai Softskill dan Multiple Intelegence . Penulis berterima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian makalah ini. .KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.Si.

................ 8 B............................................................................25 Kesimpulan ........... 11 1................. dan SQ) ................................................................. 11 2........................................... EQ.................. Soft Skill .................................................. 5 2........................ 7 3........................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .............5 A. ii DAFTAR ISI ...................... Pengertian Soft Skill .............. iii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................................................................ Dari kecerdasan tunggal ke kecerdasan majemuk (IQ...... Soft Skill dalam Pembelajaran ............................................................ Multiple Intelegence ...................... Macam-macam Kecerdasan Majemuk .......................................................1 BAB II SOFT SKILL DAN MULTIPLE INTELIGENCE .......................................................................................... Manfaat Soft Skill ....................................................... 5 1.................................................................................... 19 BAB III PENUTUP ................................... 25 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................................................................26 .........................................................

Memang ada beberapa sekolah yang membuka BKK (Bursa Kerja Khusus). Lalu siapa yang harus melakukannya? Pentingnya penerapan pendidikan soft skill idealnya bukan saja hanya untuk anak didik saja. tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). apalagi di tahun sekarang harga kursi di perguruan tinggi selangit. dan dapat pula kuliah kehidupan dengan terjun langsung di dunia usaha/industri dan di masyarakat.BAB I PENDAHULUAN Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill. dan psikomotorik. menimba ilmu agama di pesantren. Jika berkaca pada realita di atas. Dunia pendidikanpun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja. Ranah kognitif berorientasi pada penguasaan ilmu . sementara bekerja sebagai buruh tidak semua lulusan memiliki nyali untuk menjalaninya. Tidak semua lulusan mampu secara intelektual mengambil program studi di perguruan tinggi yang diidam-idamkan. namun sepanjang pengetahuan penulis hanya sedikit yang dapat berjalan dengan efektif. episode berikutnya adalah kegamangan menjalani aktifitas kehidupan. ada tiga ranah yang harus dikuasai oleh peserta didik yakni ranah kognitif. bahkan bisa dikatakan lebih berorientasi pada pembelajaran hard skill saja. Namun untuk mengubah kurikulum juga bukan hal yang mudah. Tidak semua lulusan berasal dari keluarga yang mampu secara finansial. tidak semua pendidik mampu memahami dan menerapkannya. Pendidik seharusnya memberikan muatan-muatan pendidikan soft skill pada proses pembelajarannya. pendidikan soft skill tentu menjadi kebutuhan urgen dalam dunia pendidikan. Euforia kelulusan hanya sesaat setelah pengumuman kelulusan. Lalu seberapa besar semestinya muatan soft skill dalam kurikulum pendidikan?. kalau mengingat bahwa sebenarnya penentu kesuksesan seseorang itu lebih disebabkan oleh unsur soft skillnya. Sayangnya. tetapi juga bagi pendidik. Pembelajaran di kelas hanya berorientasi bagaimana meluluskan siswa. Dalam dunia pendidikan. Penelitian ini mengungkapkan. Adalah suatu realita bahwa pendidikan di Indonesia lebih memberikan porsi yang lebih besar untuk muatan hard skill. afektif. sementara siswa yang tidak lulus tidak sedikit yang kecewa dan terpuruk meskipun diberi kesempatan mengikuti Ujian Nasional ulangan. Siswa yang lulus bersuka cita merayakan keberhasilannya. Fenomena ini memberi gambaran bahwa pendidikan kita tidak menyiapkan alternatif pilihan pasca kelulusan siswa. Sekolah seakan-akan tidak bertanggung jawab atas nasib siswanya pasca kelulusan. Dan tidak semua lulusan memiliki insting untuk berwira usaha. Bagi yang lulus SMA dapat memilih alternatif untuk kuliah di PT. Namun tidak semua lulusan mampu memilih langkah pasti yang akan diambil. Kelulusan adalah gerbang menuju episode pendidikan berikutnya. Perhelatan Ujian Nasional baru saja selesai.

lebih bersifat psikologis sehingga abstrak. namun sudah sistemik sehingga membelenggu kreatifitas guru dalam penanaman soft skills ke peserta didik. ranah afektif berkaitan dengan attitude. 2009). Adanya Ujian Nasional yang memforsir tenaga dan fikiran guru dan siswa. sedangkan soft skills domainnya adalah learning to be and learning to life together. pendidikan kita justru mengejar kecerdasan intelektual yang sejatinya hanya berperan 20% dalam menentukan keberhasilan seseorang. Penelitian di Harvard University membuktikan bahwa soft skills menyumbang 80% atas kesuksesan seseorang. Dalam realitas pembelajaran usaha untuk menyeimbangkan ketiga ranah tersebut memang selalu diupayakan. Domain hard skills adalah learning to know and learning to do. Mengingat pentingnya soft skills dalam membekali siswa menggapai prestasi hidup maka sudah selayaknya soft skills dalam pembelajaran dikedepankan. Soft skills berada diluar ranah teknis dan akademik. Soft skills melengkapi hard skills. Sayangnya sumbangan yang besar atas kesuksesan seseorang ini sering terlupakan. komunikasi. keharusan penguasaan berbagai keterampilan (dalam ujian praktik berbagai mata pelajaran) merupakan bukti bahwa sistem pendidikan kita lebih menekankan kemampuan teknik yang bersifat hard skills. juara kelas. namun pada kenyataannya yang dominan adalah ranah kognitif dan psikomotorik.pengetahuan dan teknologi. Penguasaan hard skills yang lebih dominan ini bukanlah kesalahan guru semata. Lalu bagaimana guru meng-includekan soft skills dalam pembelajaran?. dan optimism yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain. termasuk di dalamnya bagaiamana mempraktikkan soft skills tersebut di kelas. keramahan. Lalu apa yang kurang dengan pembelajaran di sekolah?. kebiasaan pribadi. kekurangmampuan bekerja sama dan cenderung egois. sedangkan ranah psikomotorik berkaitan dengan keterampilan yang sifatnya prosedural dan cenderung mekanis. Meskipun soft skills hanya pelengkap bagi hard skills namun sangat berperan dalam kesuksesan seseorang. dan karakter. namun miskin kemampuan membangun relasi. Ada sisi yang selama ini kurang diperhatikan yakni soft skills. Konsep soft skills merupakan istilah sosiologis yang merepresentasikan pengembangan dari kecerdasan emosional seorang yang merupakan kumpulan karakter kepribadian. bahasa. serta cenderung menjadi pribadi yang tertutup. Kemudian secara eksplisit harus ditulis dalam RPP. moralitas. namun terbuka dan dinamis. pintar. Guru harus menata ulang RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Idealnya pembelajaran menemukan keseimbangan antara hard skills dengan soft skills sehingga peserta didik menjadi pribadi yang cerdas. pinter. Unsur soft skills harus dicari dalam materi pelajaran yang diajarkan. . Gejala ini tampak pada out put pendidikan yang memiliki kemampuan intelektual tinggi. kepekaan sosial. Pribadi yang terbuka dan dinamis itu penting karena pribadi yang demikian cenderung adaptif dan mampu berdialektika dengan perkembangan dan perubahan zaman. spirit. dimana hard skills merupakan representasi dari potensi IQ seseorang terkait dengan persyaratan teknis pekerjaan dan beberapa kegiatan lainnya (Djoko Hari Nugroho. Akibatnya adalah peserta didik kaya akan kemampuan yang sifatnya hard skills namun miskin soft skills.

emotional awareness) dan self skill ( improvement. cooperation. developing others. atribut ini dapat berubah jika yang bersangkutan mau merubahnya dengan cara berlatih membiasakan diri dengan hal-hal yang baru. communication. synergy) Soft skills adalah ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri). service orientation. Apabila dicermati dari kenyataan yang ada. hard work (kerja keras). kebiasaan pribadi. self control. Pengembangan soft skill memiliki 3 hal penting. dengan demikian meliputi nilai yang dianut. Fakta menunjukkan bahwa yang membawa atau mempertahankan orang di dalam sebuah kesuksesan di lapangan kerja yaitu 80% ditentukan oleh mind set yang dimilikinya dan 20% ditentukan oleh technical skills. Namun. 2008) merupakan tingkah laku personal dan interpersonal yang dapat mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia (melalui pelatihan. soft skills hanya diberikan rata-rata 10% saja dalam kurikulumnya. proactivity. time/source management. Namun. kumpulan karakter kepribadian. . keramahan. perilaku. motivasi. komunikasi. Atribut soft skills ini dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda. kebiasaan. rahmat sosial. dan optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain. pengembangan kerja sama tim. yang merupakan persyaratan teknis pekerjaan dan banyak kegiatan lainnya. conflict management. trust. Intrapersonal skill mencakup : self awareness (self confident. Soft Skill atau keterampilan lunak menurut Berthhall (Diknas. bertindak dan bersikap.BAB II SOFT SKILL DAN MULTIPLE INTELIGENCE A. baik dari perbincangan informal maupun hasil penelusuran atau kajian formal. self assessment. kenyataan di perguruan tinggi atau sistem pendidikan kita saat ini. Secara garis besar soft skill bisa digolongkan ke dalam dua kategori : intrapersonal dan interpersonal skill. bahasa. worthiness. trait & preference. Sedangkan interpersonal skill mencakup social awareness (political awareness. Atribut soft skills. Hanya dengan kerja keras. karakter dan sikap.influence. orang akan mampu mengubah garis hidupnya sendiri. conscience). empathy dan social skill (leadership. Pengertian Soft Skill Soft skill adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang “EQ” (Emotional Intelligence Quotient). Keterampilan lunak ini merupakan modal dasar peserta didik untuk berkembang secara maksimal sesuai pribadi masing-masing. pengambilan keputusan lainnya. dipengaruhi oleh kebiasaan berfikir. team work. Soft melengkapi keterampilan keterampilan keras (bagian dari seseorang IQ). inisiatif. yaitu: Pertama. Soft Skill 1. berkata. Untuk memaksimalkan suatau kerja tentu butuh upaya kerja keras dari diri sendiri maupun lingkungan. maka rasio kebutuhan soft skills dan hard skills di dunia kerja/usaha berbanding terbalik dengan pengembangannya di perguruan tinggi. leveraging diversity.

Renponsif berarti peserta didik tanggap terhadap persoalan diri dan lingkungan.Melalui pendidikan yang terencana. Kedua. kerja sama tim Keberhasilan adalah buah dari kebersamaan. percaya diri dan berinisiatif. Keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok adalah pola klasik yang masih relevan untuk menampilkan karakter ini. Manfaat Soft Skill Manfaat Soft Skill dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: Berpartisipasi dalam tim Mengajar orang lain Memberikan layanan Memimpin sebuah tim Bernegosiasi Menyatukan sebuah tim di tengah-tengah perbedaan budaya Motivasi Pengambilan keputusan menggunakan keterampilan Menggunakan kemampuan memecahkan masalah Amati bentuk etiket Berhubungan dengan orang lain Menjaga berarti percakapan (basa-basi) Menjaga percakapan bermakna (diskusi / perdebatan) Menetralkan argumen dengan waktu. Sebagaicontoh bagaimana peserta didik tanggap terhadap krisis global warming dengan kampanye hijaukan sekolahku dan gerakan bersepeda tanpa motor. bahasa singkat Berpura-pura minat dan berbicara dengan cerdas tentang topik apapun . Etos kerja keras perlu dikenakan sejak dini di sekolah melalui berbagai kegiatan intra ataupun ekstrakurikuler di sekolah. Ketiga. Peserta didik dengan tantangan ke depan yang lebih berat tentu harus mempersiapkan diri sedini mungkin mellaui pelatihan melakukan kerja praktik sendiri maupun kelompok. kemandirian Cirri peserta didik mandiri adalah responsive. petunjuk dan sopan. peserta didik akan memiliki daya tahan dan semangat hidup bekerja keras. Menjaga kepercayaan diri seorang peserta didik untuk memaksimalkan potensi peserta didi harus sinergis dengan kerja kerasnya. Pola pelatihan outbond yang sekarang marak diselenggarakan merupakan pola peniruan karakter ini 2. terarah dan didukung pengalaman belajar.

dan dunia kerja. Pendidikan soft skills tidak seharusnya melalui satu mata pelajaran khusus. Soft skill yang diberikan kepada para siswa dapat diintegrasikan dengan materi pembelajaran. watak. perlu dilakukan perencanaan yang melibatkan para guru. Kemampuan yang dikembangkan tidak hanya ranah kognitif dan psikomotorik semata yang ditandai dengan penguasaan materi pelajaran dan ketrampilan . Kecerdasan Interpersonal (interpersonal Intelligence) adalah kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan. Dengan asumsi semua guru memahami betul “isi” pembelajaran yang dibina dan “memahami” konsep soft skill beserta komponen-komponennya. melainkan juga ranah kepribadian siswa. melainkan dintegrasikan melalui mata pelajaran yang sudah ada atau dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa. dan komitmen. suara dan gerak tubuh orang lain (isyarat). alumni. dan kemampuan untuk menjali relasi dan komunikasi dengan berbagai orang lain. motivasi. materi soft skill yang perlu dikembangkan kepada para siswa. 2. Soft skills ini dapat dikembangkan menjadi lebih baik atau bernilai (diterapkan dalam kehidupan seharihari) melalui proses pembelajaran. siswa. kesadaran diri tinggi. Kepekaan akan ekspresi wajah. tetapi lebih merupakan kesepakatan. yang mengenal dirinya. Pada ranah ini siswa harus menumbuhkan rasa percaya diri sehingga menjadi manusia yang mampu mengenal dirinya sendiri yakni manusia yang berkepribadian yang mantap dan mandiri. Salah satunya adalah pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). untuk mengidentifikasi pengembangan soft skill yang relevan. 10 Setiap orang termasuk peserta didik sudah memiliki soft kills walaupun berbeda-beda. .3. kemampuan berkomunikasi. bahwa ada 2 kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan mengembangkan kepribadian yaitu : 1. maka pengisian akan berlangung objektif dan cermat. Kemampuan berefleksi dan keseimbangan diri. Dengan cara itu setiap guru mengetahui komponen soft skill apa yang harus dikembangkan ketika mengajar. dan temperamen orang lain. memiliki peranan penting dalam menentukan arah dan tujuan dari suatu proses pembelajaran. Manusia utuh yang memiliki kemantapan emosional dan intelektual. Kecerdasan Intrapersonal (intrapersonal intelligence) adalah kemampuan memahami diri dan bertindak adaptif berdasarkan pengetahuan tentang diri. Untuk mengembangkan soft skill dengan pembelajaran. Tentu saja pengidentifikasian tersebut bukan sesuatu yang “hitam-putih”. yang mengendalikan dirinya dengan konsisten dan memiliki rasa empati (tepo seliro). Menurut Howard Gardner dalam bukunya yang bejudul Multiple Inteligences 9 (1993). tidak lain adalah penanaman sikap jujur. intensi. inisiatif dan berani. Soft Skill dalam Pembelajaran Guru sebagai salah satu komponen dalam system pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa. Menurut Saillah (2007).

Dari ketujuh komponen tersebut. Menekankan pentingnya pemecahan masalah/problem 2. EQ. 6. Selain itu. Belajar berbasis layanan 7. Dari kecerdasan tunggal ke kecerdasan majemuk (IQ. mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dengan melibatkan komponen utama pembelajaran. masyarakat belajar. masyarakat dan tempat kerja 3. Pengajaran berbasis Inquiri 4. dan pembentukan manusia yang memiliki akal sehat. agar siswa dapat belajar mandiri 4. bertanya. konstruktivisme. Kreatif 6. Mengontrol dan mengarahkan pembelajaran. kita mengetahui bahwa jutaan tahun yang lalu di muka bumi ini pernah hidup makhluk yang dinamakan Dinosaurus yaitu sejenis hewan yang secara fisik jauh lebih besar dan kuat dibandingkan dengan manusia. Memimpin 11. aplikatif. Berpikir kritis 2. secara langsung maupun tidak langsung. Namun saat ini mereka telah punah dan kita hanya dapat mengenali mereka dari fosil-fosilnya yang disimpan di musiummusium tertentu. kepunahan mereka salah satunya disebabkan oleh faktor keterbatasan kecerdasan yang dimilikinya. Kemauan belajar 3. sesungguhnya hewan pun diberikan kecerdasan namun dalam kapasitas yang sangat terbatas. pemodelan. Perlunya proses pembelajaran dilakukan dalam berbagi konteks seperti rumah. melalui proses berfikir dan belajar secara terus menerus. Mengembangkan diri B. berpikir tingkat tinggi. Berdasarkan temuan dalam bidang antropologi. berbasis masalah nyata. antara lain: 1. menemukan. dan SQ) Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Allah SWT kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dalam pandangan psikologi. Belajar berbasis masalah 2. Multiple Intelegence 1. refleksi dan penilaian yang sebenarnya. manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks. Pengajaran autentik 3. Yaitu. Bekerja sama. Berargumentasi logis 10.Pembelajaran kontekstual (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa. aktivitas siswa. Motivasi 4. Boleh jadi. Menggunakan penilaian autentik Melalui pendekatan dan strategi diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual dapat mengembangkan soft skills siswa. Belajar berbasis proyek/tugas terstruktur 5. Belajar berbasis kerja 6. Berkomunikasi 5. Mandiri 9. Bermuara pada keragaman konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda 5. 8. Memecahkan masalah 7. sudah . Belajar kooperatif 11 Pendekatan pengajaran dapat di implementasikan melalui strategi pembelajaran kontekstual yang meliputi: 1. Sebuah Kelas dikatakan menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual apabila menerapakan ketujuh komponen tersebut dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu untuk 12 mempertahankan keberlangsungan hidupnya lebih banyak dilakukan secara instingtif (naluriah). Soft skills yang akan muncul dalam diri siswa sebagi akibat dari implementasi pembelajaran kontekstual meliputi: 1. Mendorong siswa belajar dari sesama teman dan belajar bersama. pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang berlandaskan pada dunia kehidupan nyata. penilaian komprehensif. Dengan kecerdasannya. Dalam hal ini. CTL dilaksanakan melalui beberapa pendekatan pengajaran.

terutama apabila dihubungkan dengan tingkat kesuksesan atau prestasi hidup seseorang. namun sejalan dengan tantangan dan suasana kehidupan modern yang serba kompleks. sebagaimana yang dikembangkan oleh Charles 13 Spearman (1904) dengan teori “Two Factor”-nya. Adalah Daniel Goleman (1999). pengertian Quotient disana sangat jelas menunjuk kepada hasil bagi antara usia mental (mental age) yang dihasilkan melalui pengukuran psikologis yang ketat dengan usia kalender (chronological age). kecerdasan meliputi tiga pengertian. Woolfolk (1975) mengemukan bahwa menurut teori lama. kemampuan memotivasi diri sendiri 14 dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. yakni Kecerdasan Emosional. Lewis Terman dari Universitas Stanford berusaha membakukan tes IQ yang dikembangkan oleh Binet dengan mempertimbangkan norma-norma populasi sehingga selanjutnya dikenal sebagai tes Stanford-Binet. Dari kajian ini. atau Thurstone (1938) dengan teori “Primary Mental Abilities”-nya. Dalam hal ini. Sementara itu.P. Selama bertahun-tahun IQ telah diyakini menjadi ukuran standar kecerdasan. Penggunaan konsep Quotient dalam EQ belum begitu jelas perumusannya. namun berkat kecerdasan yang dimilikinya hingga saat ini manusia ternyata masih dapat mempertahankan kelangsungan dan peradaban hidupnya. meski secara fisik tidak begitu besar dan kuat. Chaplin (1975) memberikan pengertian kecerdasan sebagai kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif. Memang. C. (2) keseluruhan pengetahuan yang diperoleh. yaitu : (1) kemampuan untuk belajar. yang kemudian kita mengenalnya dengan sebutan Emotional Quotient (EQ). salah seorang yang mempopulerkan jenis kecerdasan manusia lainnya yang dianggap sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi terhadap prestasi seseorang. apa sesungguhnya kecerdasan itu ? Sebenarnya hingga saat ini para ahli pun tampaknya masih mengalami kesulitan untuk mencari rumusan yang komprehensif tentang kecerdasan. ukuran standar IQ ini memicu perdebatan sengit dan sekaligus menggairahkan di kalangan akademisi. menghasilkan pengelompokkan kecerdasan manusia yang dinyatakan dalam bentuk Inteligent Quotient (IQ).sepantasnya manusia bersyukur. Penggunaan istilah EQ ini tidaklah sepenuhnya tepat dan terkesan sterotype (latah) mengikuti popularitas IQ yang lebih dulu dikenal orang. merentang mulai dari kemampuan dengan kategori Ideot sampai dengan Genius (Weschler dalam Nana Syaodih. Anita E. pendidik. Berbeda dengan IQ. Goleman mengemukakan bahwa kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain. yang dihitung berdasarkan perbandingan antara tingkat kemampuan mental (mental age) dengan tingkat usia (chronological age). Lantas. ahli psikologi dari Perancis pada awal abad ke-20. semula kajian tentang kecerdasan hanya sebatas kemampuan individu yang bertautan dengan aspek kognitif atau biasa disebut Kecerdasan Intelektual yang bersifat tunggal. Kemudian. 2005). praktisi bisnis dan bahkan publik awam. . Istilah IQ mula-mula diperkenalkan oleh Alfred Binet. dan (3) kemampuan untuk beradaptasi dengan dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya.

2003).Terlepas dari “kesalahkaprahan” penggunaan istilah tersebut. Begitu juga hasil riset yang dilakukan oleh Wolf Singer menunjukkan adanya proses syaraf dalam otak manusia yang terkonsentrasi pada usaha yang mempersatukan dan memberi makna dalam pengalaman hidup kita. merupakan faktor-faktor yang amat penting bagi pencapaian kesuksesan seseorang. Berbeda dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cenderung bersifat permanen. 2001). Temuan ilmiah yang digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall. kecakapan emosional (EQ) justru lebih mungkin untuk dipelajari dan dimodifikasi kapan saja dan oleh siapa saja yang berkeinginan untuk meraih sukses atau prestasi hidup. kognitif. Suatu jaringan yang secara literal mengikat pengalaman kita secara bersama untuk hidup lebih bermakna. baik secara individual maupun kolektif. termasuk dirinya. dan konatifnya manusia akan meyakini dan menerima tanpa keraguan bahwa di luar dirinya ada sesuatu kekuatan yang maha Agung yang melebihi apa pun. secara simbolik maupun dalam bentuk nyata kehidupan sehari-hari (Abin Syamsuddin Makmun. pada saat-saat tertentu. manusia akan tunduk dan berupaya untuk mematuhinya dengan penuh kesadaran dan disertai penyerahan diri dalam bentuk ritual tertentu. serta riset yang dikembangkan oleh V. Penghayatan seperti itu menurut Zakiah Darajat (1970) disebut sebagai pengalaman keagamaan (religious experience). Kecerdasan intelelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) dipandang masih berdimensi horisontal-materialistik belaka (manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial) dan belum menyentuh persoalan inti kehidupan yang menyangkut fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan (dimensi vertikal-spiritual). Brightman (1956) menjelaskan bahwa penghayatan keagamaan tidak hanya sampai kepada pengakuan atas kebaradaan-Nya.S. sosiabilitas. Kajian tentang God Spot inilah pada gilirannya 16 melahirkan konsep Kecerdasan Spiritual. bahwa makna atau logo hidup harus dicari oleh manusia. yang di dalamnya terkandung nilai-nilai : (1) nilai . melalui pertimbangan fungsi afektif. pada tahun 1938 Frankl telah mengembangkan pemikiran tentang upaya pemaknaan hidup. namun juga mengakui-Nya sebagai sumber nilai-nilai luhur yang abadi yang mengatur tata kehidupan alam semesta raya ini. ada satu hal yang perlu digarisbawahi dari para “penggagas beserta pengikut kelompok kecerdasan emosional”. motivasi. yakni suatu kemampuan manusia yang berkenaan dengan usaha memberikan penghayatan bagaimana agar hidup ini lebih bermakna. Pekembangan berikutnya dalam usaha untuk menguak rahasia kecerdasan manusia adalah berkaitan dengan fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan. dan riset yang dilakukan oleh Michael Persinger pada tahun 1990-an. yang terletak diantara jaringan syaraf dan otak. Oleh karena itu. Ramachandran pada tahun 1997 menemukan adanya God Spot dalam otak manusia. Pada God Spot inilah sebenarnya terdapat fitrah manusia yang terdalam (Ari Ginanjar. bahwasanya potensi individu dalam aspek-aspek “non-intelektual” yang berkaitan dengan sikap. yang sudah secara built-in merupakan pusat spiritual (spiritual centre). Dikemukakannya. Berangkat dari 15 pandangan bahwa sehebat apapun manusia dengan kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosionalnya. Dengan istilah yang salah kaprahnya disebut Spiritual Quotient (SQ) Jauh sebelum istilah Kecerdasan Spiritual atau SQ dipopulerkan. serta aspek – aspek emosional lainnya.

da‟i kondang dari Pesantren Daarut Tauhiid – Bandung dengan Manajemen Qalbu-nya dan Ary Ginanjar. memang manusia telah mampu menjelajah ke Bulan dan luar angkasa lainnya. Di Indonesia. yaitu usaha untuk menghasilkan ketangguhan pribadi (personal strength) dengan merujuk pada Rukun Islam. tatanan sosial-ekonomi menjadi kacau balau karena sikap dan perilaku manusia yang mengabaikan kejujuran dan amanah (perilaku koruptif dan perilaku manipulatif). dan Self Controlling. usaha untuk melakukan aliansi atau sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya untuk mewujudkan tanggung jawab sosial individu. seperti Flu Burung (Avian Influenza). yang kemudian dikenal dengan istilah Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) (Colin Rose dan Malcolm J. Berkat kecerdasan intelektualnya. Penyakit-penyakit ragawi yang sebelumnya tidak dikenal. Kecerdasan tidak lagi ditafsirkan secara tunggal dalam batasan intelektual saja. (4) Strategic Collaboration. dan (5) Total Action. mulai bermunculan.. Menjadi manusia adalah kesadaran dan tanggung jawab (Sofyan S. kembali kepada hati dan fikiran yang bersifat merdeka dan bebas dari belenggu. Hasil pemikiran cerdasnya dituangkan dalam buku Frames of Mind. yakni suatu usaha untuk menjernihkan kembali pemikiran menuju God Spot (fitrah). Dari pemikiran Ary Ginanjar Agustian melahirkan satu model pelatihan ESQ yang telah memiliki hak patent tersendiri. . pengusaha muda yang banyak bergerak dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Emotional Spritual Quotient (ESQ)-nya. Willis. Lingkungan alam merasa terusik dan tidak bersahabat lagi. Dalam buku tersebut secara meyakinkan menawarkan penglihatan dan cara pandang alternatif terhadap kecerdasan manusia. yaitu suatu usaha untuk membangun ketangguhan sosial (Ari Ginanjar. Konsep pelatihan ESQ ala Ary Ginanjar Agustian menekankan tentang : (1) Zero Mind Process. keserakahan. Makna hidup yang diperoleh manusia akan menjadikan dirinya menjadi seorang yang memiliki kebebasan rohani yakni suatu kebebasan manusia dari godaan nafsu. serta menciptakan alat-alat teknologi lainnya yang super canggih.kreatif. Nicholl. AIDs serta jenis-jenis penyakit mematikan lainnya. Menurut Gardner bahwa “salah besar bila kita mengasumsikan bahwa IQ adalah suatu entitas tunggal yang tetap. banjir dan kekeringan pun terjadi di mana-mana Gunung-gunung menggeliat dan memuntahkan awan dan lahar panasnya. (2) Mental 17 Building. yaitu usaha untuk menciptakan format berfikir dan emosi berdasarkan kesadaran diri (self awareness). Bahkan. Character Building. 2002) . diri dan manusia lainnya. 2001). Abdullah Gymnastiar atau dikenal AA Gym. Lapisan ozon yang semakin menipis telah menyebabkan terjadinya pemanasan global. yang bisa diukur dengan tes menggunakan pensil dan kertas”. serta sesuai dengan hati nurani dengan merujuk pada Rukun Iman. Berkembangnya pemikiran tentang kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) menjadikan rumusan dan makna tentang kecerdasan semakin lebih luas. (2) nilai pengalaman dan (3) nilai sikap. dan lingkungan yang penuh persaingan dan konflik. menciptakan teknologi informasi dan transportasi yang menjadikan dunia terasa lebih dekat dan semakin transparan. Namun bersamaan itu pula kerusakan yang menuju 18 kehancuran total sudah mulai nampak.H. Untuk menunjang kebebasan rohani itu dituntut tanggung jawab terhadap Tuhan. 2005). ada dua orang yang berjasa besar dalam mengembangkan dan mempopulerkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yaitu K. (3) Mission Statement. menciptakan bom nuklir.

kecerdasan emosional atau kecerdasan spiritual. Macam-macam Kecerdasan Majemuk Konsep Multiple Intelegensi (MI). sehingga pada gilirannya dapat dihasilkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang cageur. kinestetik-jasmani. (b) suka mengarang kisah khayal atau menceritakan lelucon. interpersonal. umumnya memiliki ciri antara lain (a) suka menulis kreatif. tur pinter 2.Manusia telah berhasil menciptakan “raksasa-raksasa teknologi” yang dapat memberikan manfaat bagi kepentingan hidup manusia itu sendiri. tanggal atau hal-hal kecil. karena pada dasarnya setiap anak cerdas. apakah memang pada akhirnya kita pun harus bernasib sama seperti Dinosaurus ? Dengan tidak bermaksud mempertentangkan mana yang paling penting. apakah kecerdasan intelektual. “raksasa-raksasa teknologi” tersebut telah bersiap-siap untuk menerkam dan menghabisi manusia itu sendiri. learning to know (IQ). (d) membaca di waktu senggang. dalam mewujudkan diri sebagai pendidik yang profesional dan bermakna. tempat. musikal. ada baiknya kita mengambil pilihan eklektik dari ketiga pilihan tersebut. melalui upaya belajar (learning to do. ada delapan jenis kecerdasan yang dimiliki setiap individu yaitu linguistik. perlu kita kenali atau pahami ciri-ciri yang dimiliki seseorang. serta berusaha untuk memperbaiki kualitas diri-pribadi secara terus-menerus. melalui pendekatan dan proses pembelajaran yang bermakna (Meaningful Learning) (SQ). yaitu cageur. hingga pada akhirnya dapat diperoleh aktualisasi diri dan prestasi hidup yang sesungguhnya (real achievement). maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa dengan kecerdasan intelektualnya (IQ) orang menjadi cageur dan pinter. menyenangkan (Joyful Learning) (EQ) dan menantang atau problematis (problematical Learning) (IQ). (e) mengeja kata dengan tepat dan mudah. dan learning to live together (EQ). salah satu tugas besar kita dalam hidup ini adalah berusaha mengembangkan segenap potensi (fitrah) kemanusian yang kita miliki. bener. matematis-logis. (f) suka . Dengan demikian. Kecerdasan Linguistik. 1. spasial. Melalui delapan jenis kecerdasan ini. Dengan meminjam filosofi klasik masyarakat Jawa Barat. intrapersonal. Kecerdasan intelektual yang tidak diiringi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya. Karena itu Amstrong (2002) menyebutkan. dengan kecerdasan emosional (EQ) orang menjadi bageur. dan naturalis. tampaknya hanya akan menghasilkan kerusakan dan kehancuran bagi kehidupan dirinya maupun umat manusia. Sebelum menerapkan MI sebagai suatu strategi dalam pengembangan potensi seseorang. Namun dibalik itu. bageur. menurut Gardner (1983) dalam bukunya Frame of Mind: The Theory of Multiple intelegences. Sebagai pendidik (calon pendidik). tugas kemanusiaan kita adalah berusaha membelajarkan para peserta didik untuk dapat mengembangkan segenap potensi (fitrah) kemanusian yang dimilikinya. kecerdasan 20 tersebut merupakan modalitas untuk melejitkan kemampuan setiap siswa dan menjadikan mereka sebagai sang juara. learning to be (SQ). (c) sangat hafal nama. bageur. dan dengan kecerdasan spiritualnya (SQ) 19 orang menjadi bener. bener tur pinter. Itulah agaknya pilihan yang bijak bagi kita sebagai pribadi maupun sebagai pendidik (calon pendidik)! Sebagai pribadi. setiap individu mengakses informasi yang akan masuk ke dalam dirinya.

(b) suka bersosialisasi di sekolah atau di lingkungan tempat tinggalnya. (d) bernyanyi atau bersenandung untuk diri sendiri atau orang lain. seperti teka-teki atau sejenisnya. (c) lebih bisa belajar dengan iringan musik. memiliki ciri: (a) banyak bergerak ketika duduk atau mendengarkan sesuatu. bersepeda.mengisi teka-teki silang. memahat. berprestasi dalam Matematika dan IPA. (c) menggambar sosok orang atau benda persis aslinya. (i) menonjol dalam mata pelajaran seni. Kecerdasan Spasial dicirikan antara lain: (a) memberikan gambaran visual yang jelas ketika menjelaskan sesuatu. (f) mempunyai suara bagus untuk bernyanyi. (e) memperlihatkan keterampilan dalam bidang kerajinan tangan seperti mengukir. Kecerdasan Matematika-Logis. misalnya mengapa hujan turun?. 6. lari. (d) mampu menjelaskan masalah secara logis. (d) menikmati kegiatan melompat. 3. (c) ahli dalam permainan catur. (e) mudah mengikuti irama musik. gulat atau kegiatan fisik lainnya. (h) lebih 21 memahamai informasi lewat gambar daripada kata-kata atau uraian. menjahit. (f) menikmati dengan cara mendengarkan. (b) suka mengajukan pertanyaan yang sifatnya analisis. Kecerdasan Interpersonal memiliki ciri antara lain: (a) mempunyai banyak teman. (g) mencoret-coret di atas kertas atau buku tugas sekolah. (d) suka merancang eksperimen untuk membuktikan sesuatu. (c) banyak terlibat dalam kegiatan kelompok di luar jam sekolah. halma dsb. (g) unggul dalam mata pelajaran bahasa (membaca. slide. hiking atau skateboard. (d) berperan sebagai penengah ketika terjadi konflik antartemannya. (g) bereaksi secara fisik terhadap jawaban masalah yang dihadapinya. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani. 5. (f) sangat 22 menikmati pekerjaan mengajari orang lain. 2. (c) perlu menyentuh sesuatu yang sedang dipelajarinya. menulis dan berkomunikasi). Kecerdasan Musikal memiliki ciri antara lain: (a) suka memainkan alat musik di rumah atau di sekolah. (b) mudah mengingat melodi suatu lagu. (f) pandai menirukan gerakan. (f) suka melamun dan berfantasi. (g) berbakat menjadi pemimpin dan berperestasi dalam mata pelajaran ilmu sosial. (i) berprestasi dalam mata pelajaran olahraga dan yang bersifat kompetitif. 4. kebiasaan atau prilaku orang lain. cirinya antara lain: (a) menghitung problem aritmatika dengan cepat di luar kepala. . (h) suka membongkar berbagai benda kemudian menyusunnya lagi. foto. (e) menghabiskan waktu dengan permainan logika seperti teka-teki. (e) berempati besar terhadap perasaan atau penderitaan orang lain. (e) sangat menikmati kegiatan visual. (b) mudah membaca peta atau diagram. (g) berprestasi bagus dalam mata pelajaran musik. (b) aktif dalam kegiatan fisik seperti berenang. (d) senang melihat film. atau karya seni lainnya.

Ada Vernon A. (d) banyak belajar dari kesalahan masa lalu. Konsep Multiple Intelligences juga mengajarkan kepada anak bahwa mereka bisa belajar apapun yang mereka ingin ketahui. Kecerdasan ini selalu mendapat tempat (unggul) dalam lingkungan belajar di kelas dan tes-tes gaya lama. Keunikan yang dikemukakan Gardner adalah. dari apa yang kita lihat dan dengar (50%). (f) berprestasi dalam mata pelajaran IPA. Kemampuan untuk melihat „sesuatu‟ di dalam kepalanya itu mampu membuat dirinya pandai memecahkan masalah atau berkreasi. Mereka menjelaskan bahwa kita sebenarnya mendapat pengetahuan dari apa yang kita baca (10%). memiliki ciri antara lain: (a) suka dan akrab pada berbagai hewan peliharaan. 2. dari apa yang kita katakan (70%) dan dari apa yang kita katakan dan lakukan (90%). daun bunga atau benda alam lainnya. MATHEMATICAL/LOGICAL (CerdasLogika-Mateamatik/Logic Smart) . Kecerdasan Intrapersonal memiliki ciri antara lain: (a) memperlihatkan sikap independen dan kemauan kuat. Kecerdasan Naturalis. Sementara. Mark Reardon. (e) berpikir fokus dan terarah pada pencapaian tujuan. dan lingkungan hidup. 23 Soal manfaat lingkungan untuk membantu proses belajar ini. dari apa yang kita lihat (30%). (d) menghabiskan waktu di dekat akuarium atau sistem kehidupan alam. (c) memiliki rasa percaya diri yang tinggi. keluar dari paradigma tradisional. VISUAL/SPATIAL (Cerdas Gambar/Picture Smart) Anak belajar secara visual dan mengumpulkan ide-ide. 9 Kecerdasan Ganda yang Dimiliki Anak 1. (f) banyak terlibat dalam hobi atau proyek yang dikerjakan sendiri. dan Sarah tahun 2000. Baik Mam & Pap maupun guru juga harus mau berpikir terbuka. (b) bekerja atau belajar dengan baik seorang diri. yang dibutuhkan hanya kreatifitas dan kepekaan untuk mengasah kemampuan anak. (e) suka membawa pulang serangga. Apapun yang ingin diktehauinya itu dapat ditemui di dalam kehidupan nyata yang dapat mereka alami sendiri. (b) sangat menikmati berjalan-jalan di alam terbuka. bagi orangtua maupun guru.7. VERBAL/LINGUISTIC (Cerdas Kata/Word Smart) Anak belajar lewat kata-kata yang terucap atau tertulis. 8. (c) suka berkebun atau dekat dengan taman dan memelihara binatang. Tetapi pada saat mengeluarkannya. dari apa yang kita dengar (20%). setiap kecerdasan dalam upaya mengelola informasi bekerja secara spasial dalam sistem otak manusia. Mereka lebih berpikir secara konsep (holistik) untuk memahami sesuatu. 3. Magnesen tahun 1983 dan sekelompok peneliti seperti Bobbi DePorter. sudah diteliti lho oleh beberapa orang peneliti kegiatan belajar. ke delapan jenis kecerdasan itu bekerjasama untuk menghasilkan informasi sesuai yang dibutuhkan. Biologi.

INTRAPERSONAL (Cerdas Diri/Self Smart) Anak belajar melalui perasaan. “Mengapa kita di sini?” “Untuk apa kita di sini?” “Bagaimana posisiku dalam keluarga. Kecerdasan ini lebih senang berada di lingkungan dimana ia bisa memahamisesuatu lewat pengalaman nyata. 9. Kecerdasan ini juga pas ditampilkan di dalam kelas. INTERPERSONAL (Cerdas Bergaul/People Smart) Anak belajar lewat interaksi dengan orang lain. 25 BAB III PENUTUP Kesimpulan . 6. Kecerdasan ini mengutamakan kolaborasi dan kerjasama dengan orang lain. sekolah dan kawan-kawan?”. ritmik. dan tentunya musik. NATURALIST (Cerdas Alam/Nature Smart) Anak senang belajar dengan cara pengklasifikasian. 5. nilai-nilai dan sikap. pengkategorian. Termasuk. 4. 7. 8. Bukan hanya menyenangi sesuatu yang natural. dan urutan. EXISTENTIAL (Cerdas Makna/Existence Smart) Anak belajar sesuatu dengan melihat „gambaran besar‟. MUSICAL/RHYTHMIC (Cerdas Musik/Music Smart) Anak senang dengan pola-pola.Anak senang belajar melalui cara argumentasi dan penyelesaian masalah. Kecerdasan ini selalu mencari koneksi-koneksi antar dunia dengan kebutuhan untuk belajar. Kecerdasan ini tak sepenuhnya bisa dianggap sebagai cerminan dari anak yang 24 terlihat „sangat aktif‟. bukan hanya pola belajar auditori tapi juga mempelajari sesuatu lewat indetifikasi menggunakan panca indera. BODILY/KINESTHETIC (Cerdas Tubuh/Body Smart) Anak belajar melalui interaksi dengan satu lingkungan tertentu. tapi juga senang menyenangi hal-hal yang rumit.

php?74978-Teori-kecerdasan-majemuk-howard-gardnerdan-pengembangannya-pada-metode-pembelajaran http://Science%20for%20all%20%E2%80%A6!!!%20%C2%BB%20Soft%20Skills%20dalam%2 0Proses%20Pembelajaran.id/showthread. pengembangan kerja sama tim.ac. spasial.ac. musikal.php?75180-Memahami-Konsep-Multiple-Intelligences http://community. interpersonal. pengambilan keputusan lainnya Multiple intelligence ada delapan jenis kecerdasan yang dimiliki setiap individu yaitu linguistik. 2010. Pengembangan Soft Skill untuk Meningkatkan Kompetensi Kepribadian.Soft Skill adalah tingkah laku personal dan interpersonal yang dapat mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia (melalui pelatihan. dan naturalis 26 DAFTAR PUSTAKA Festiyed.id/showthread.um. intrapersonal. Seminar nasional: Padang http://community. inisiatif.um. kinestetik-jasmani. matematis-logis.htm .

038 038503.30::7.5.8.89:3.... 203.9.380-0:23./:/.08.3909..9:8:.3503:5078..373.3-0781.:39:203073.83.-08.30..5027.38:.:-. $"  203.-848.3908203:3.3/. " /...25.38579:..3203:: 0.-: 3.3.8 0.8.18: 0807.339009:..3..//2.2-..38:.374.3203::4/$549 197.374.3.59. 4.907:8/.38:507.39034431472./:5.2-:: 7.357-..05.0:...8:/.35:3907.9.3/:3/03.3/03./.203.9:  -/:..2  $97.3  3.8. 5.3 2....#::38.3/.907.5/.90.2.3:8.3.3 2.3848.7.9.$579:.8.3.3. !03.3207::5.3.47.3.:2.31472..8.-0707..3-...3.38.8..3.3:3./.8.9-0717/./::7 /03./.389..3443.3/. 2 /.. 8.2./.7.7./.3./3.32035890.9::8.397.3079.3:8..3:. 0-/0..3.9:0-0-.07/.37/.35038/.3..9.2-/..3.3431  &39:203:3.2:.385479.3/.02: :95039003.9.8.2.8:../03.9/.32.3.3 0.7 503:8..9202.7. 2:.088.9207/0..7.-072:3.3/.07/./.3$ 8     3/4308.3 3:3.75.3:3.3./.3.2:/.3-./03.347.:39:203.203. 3:3.20..3.3/7 801.8..2030-.3:309..07/.8.90..85027.187.9.9::8.74/.3.3.39039. .32030.8...-47.397..7-003:   039.703.8.3024843.3-0-..0  43#480/.:7.07:8.3 203./8047./:.3203.3.3.:2.3.:/03.302:/.9:0399.93:7.37:2:8.902039 .703088 8079.30.9.- $41.3.2..8/.07/.9::8.3848.3$"./.:39:20::/.3/:3.7.3203.3.07/.33..3 /7/.#::32../.7/307-.3-8.324943./.8.39.907:/3 /.897039 /03.3202:39..3. -.3  %49.7.30248-07/.38.8 ..3/..5 .7 .. 43/.33..3/.-08.32.3-423:7 8079.9/.3/03.39:5:.3802.73./.3...58.3:. /9.8.2:3-078.9073.39:/9:39:99.502.3507.3 203.".8.3.07/.39.3 0073.3/.9::8.33:3.7. 73. .91  .9:3.59./03.9.320..3:8.3507.":49039 $" 3.:39:202-.90.3./.203.7/.7:89..380.07/...8.9 503.3$01439743.943:8.50.3024843. 88079.3:8. 507.3/.34-./.  .3-07.2207..39/.9/..3.3202545:07..3.8.3:8.33.33.7.3907.7:9%.38579:. 02-.3/.3:8.59. 03.3  805079::7:3 .:39:203./ 507843.3:8. 04342203.3./9:.9.3/./..208413/ ...808:.07/.  .-.3802.75027. 03:7:9.3949.:..331:03.:8307/03./.390.9 90344.8.-.0203".8.385.5 .373. 2.70./.3503.8.-907./03..3/.9.3.3 09.3.30-0-..3.32. 0.3/73..32020-0-.3.3 .30-:.3  8843 $9.:.:3:3 :3:32030.59.7:89.9039907803/7 4380550.-078.30.7.3/507402.3/..5%:.35:.3 .89./.39/.3$:2-07 .3848.308. :/3..3..-.3.42 .3:3.:/ .3   0743/!74.5027.302-.  .9039.07/.91907.3.2-::90780-:980.9/.7!08.503.220302-.3802.33.:39:20.:.3 9.3:.9 .39703.8.8/.3.3.3.39039.8.9:24/050.:47:591/.3207::5.3 203.:/03.91  3.943 .317.97.23.8:28..3.4     07.3 /.07/.7    0702-..202 . /.25:2030..339009:./2./.3.30.350302-.3.3.8..3$".83.7 -. 202.8.33../.3:8.7.9.

/.3/03.73.324/. 3907507843./03.3  0 2030..3/.32..3.3...3/.0.-0.-.9 /50740.3 507:9.73.-078.3203..39./0..3.07/./. 9025.  / 202-. 03.3574808502-0.25.9.9/.7..39./.733  " /.9:7.3549038808047.357089.79.9..9..9:  7.0.3.8.31.8.3.9  .220::/.7.2/. .5. 8.507843..:.3203..3:...07/.2.30:.0:7 -.0:7 -.3..90/.02: 43805:9503900038  203:7:9..8.5.5.5549038 197.7.88:2-07/.:574-02.5..30380./. 0.3024843.0.214841..3.7.5.90344  90780-:990.9 -.588.3 39009:.38579:.35.9.3./ 8.8.38579:.:5:380-.9./-. 20.3 0.:7..8.3.3.08 .8/:5.5.-82./..203...202.3.9:803/7 0.57-.0940907 " 8079. 397.3   0.8.57-.2/:53.2.050393. 9:.07/. $"  47.709.3203.1.902.202.8..-07:8./.7.9:.8.8.. 308909 ..2-5.8.3./..38579:.03. 7.7/307  /..3 .0:7 -0307 9:753907  .2.70825:...98 48 85.3  90780-:9207:5.8..07/.920302-.80831472. .9/.7..3 8003.733  $"  20303.32.  1 8:.3. .::5.3/23..: .3. /...3/2809.: 503/0.3:8.82.2.503// .9.202-0..3.-..8.3:8.3:8.7339434 " 0.38.33 809..0.7.307:8./.3203.8:.7.802.59.5.9.8.3.8.8..3:.30..32070.3/02.8...0/:5...07/.73.30380.82.//:39: /.3/4308.3-./2.25:.32:/.98 574-02.3905.:203.30..07/.3 2..5:39:20307.3./03.8 0. 8:.20302-.8-08.5.8:0/.7.3/73.357410843.8.0:7 -03079:753907 2.9:897.2 2.38003.././...-07:8..3809..9.43  ..3 41:0.../.32023.39/.7.3 2:8.07/. .2-::3.3. 7.3:8.9.3 0.5.2 20.3.0:7 /..3.8.7./.302.3203..07/.9203.73394/4  0..8. 8:.80-. /..:0.9.:5.33. 0.3..30.9:.-07.3:8..35.:5:3 :2.9:803.30.8:39:2009.2/73.-07:8.3 39009:.53/./:203.3203.3 3.907:8 20307:8 3.3 .508079.380-.5.703.8.07/.39.8 $0-0:220307.5.9:289743   2030-:9. 02.90.73394-0 $" /.3024843.07/.9.3-.. 805079348.9..07/./.02039  $0-.3.07/.././80.503//.809.43503// /.8/7 57-.703.3024843.7:8-073.3.8.3:8.3 .8.7.90344 .53/.5.2.8.353907 /03.8.250302-.079.30.. 80-.5549038 197.9.203:870.2:3/-.39.3-072. " 47.07/../.8./-0307 9:.339009:.:/0.0:7/.5:3.5../.3808:3:3.3 /2808047..390780-:9 03.3203..3. .3:8.7 0.20. 503// .8. " 47. 02.8203./:.92.9.33:89 :2:23.07/.7 .3/:52.8.:7:8 03.8...  9. 70.3-072.30.73394.9202-07./.3 7.3.39/.9:803/7 .3.5.3/780-.35.3:8.9..91  .20413/%0 %04741:950390003./73/03.9. 203.3/.3 009/.3..8:/2025079039.9 9..3-.9: 3:89 2./.5.8-8.8/7/.43503//  $0-...733  " 803.3..7.5 8.07/.8.8.9:9:.9.331:0.350393 .5. :39:202507-.8.-072.

9.:/.7.3 2:8   0. 48 .3805079203:7 203.9.9 .3/.8   0.  / 2032.5.347.39.:8:39:-073...9.::7.22.50303.3.88 28.9.22.2. 50.: -03/.9 202.381.80..9.2:3/.  / 803.9:.02:/.3.3   -07-.9.7...09.:/3:3.7 .7902...3203.-.  .2..94250991   0.  .20.7./.9/.8..3 07.7..9   2032.-0.3.9:7 .3.2804.91/..202-43.7..2.9.9. 908.32.25072..7.3 . -07848.73..34.82.:47.3  0 2:/.8.9.2037:.9/03.31472.:47.2-. -.902.3-071.39025.32:848. 2039:3574-02.9.3...  .-03/.3-.33.902..9/:.9..9.30.20.3803   0.:-::9:.3.9-08.9.3808:.3.8:. 48  / 8:. / 2.3   203434/./.9: /03..9:  .3..7/. -./431 .509.3.07/.3  1 2032.2-/.3 04254/:.3.80507990. 80507990.202.202.3/.3   -0757089..   -0757089.3203:8:33.-0707.912 8/0 1494 ..8..3-0742:3.8.3..2-.22.50788.7.7 :.35072.3 .3.7.8/804.8:.3.9.33.: 8.33907507843.8    203.3.9.18907.705.05.7.9.8 /.307.  0 202507. 203.9..318805079-0703.8.202. 2025:3.9.7.33..:  ..9.7/03. 203:8/.9:  0 203.2../.8/.3 .  1 8:.3308909 .25. 90.3.7.  0 8.880.-.93.3-0781.39.3 -078050/.3/50.8.2  .07/..3  1 8.7./8.90-4. 507:203039:808:..3$5.4709 .9:  . 50.8.3 202.. 0--8.9.8804.:-07803.83..3.7907..5507.7848447..3..203890. .9.9.3/:3:39:/7803/7.203:97.    8:.3.8./502253/.747.3   :3:/.3:8...3..3/.8:. :..3./.:/ 804.92:8/7:2.8079.07/.7.907.  / -07507.39:7:3  .9203.   0-   202..22.380-.3.-. . 3.3  .9 2032.3.8:.8.8.39. 2:8  1 2025:3.95007.9..22.9.7-07-.39.7..8.39.8.9..9.207..9:..318.3./.2033.5.7./.32:8  /  -073.9.3.:.3.2:/..25:2030.3.90.9  1 5.4709/.203.3.3.3808:.7.3.320.:0.3.-8.07/.../:/:...73..9204/8:.9.9.7..8-.34.7/  . 2030.:8/./03.35079.203/03.50.9. 202-07.75.907-.3.809.3.8/.8.30907.:57. 50.7.8.53.39.90.3 0-. 8:.9.7.7./.3 . 90 -0757089.803.9.32.792.: 203/03.  .3 20425.3 .202-.3!   0.7..7..3   -070.373.:.20.3 ..07/.9.3808:. 202-.80.902..2:/.8:.3-07507089.39.203..380/..993.3.8.50.2-.:503/079./.308507203:39:202-:9.9..09..7.  0 -07025.:800383..

. 8:..7.5.3/02:..507843.7.  ..39.8.38.9.3...92070.5:3 .33.85.3.3/..:.39.:.9..07/.7...5.02./.8/.323.:3/.'07343 .3 /-:9:.39.32020.3.3:39:202-.7./909440-0-07.5.9.25:.8808:.3  1 -.8./.. /.8.3 .3397../.: 5..:-0757907-:.33.3-..3 .5.8. -.92032.3907..3-0./03.202-.5:.9.  '$&.2..5:3.9.31..305.75.9://0..7.8.3.7..08:.3/.9.9/902://.39:.7. 202507..7.:/0.-8.32.7.2070.7.7/03..3.3.5 2...7.-007.9:/.3.   /.3.9   /.331472./. %09.:-03/.5.9-07..9/.950309.39.3/.:88902 0/:5.8..9.07/..:3-:3.9/.919.3! 44 /./2.5.333/90.507.7.:-0.3 9.  0/0.3-.3$.3807..50. 47. 31472..3.3/:5   0:3..9  .:5:3:7::..33:3.3.8-007.0.-5.. 80-03.53/0503/03/.3 02...73 8:/.7/43 /..:.8.5.-0.-8. 0:..7/.3309..3..3:8. 8:.07/. 809.2.47..7.8.:39:203.  1  -0757089.202.2030. 0.8.7.3 .30380.7.33.203..39:-007.3.5.9.7.3800425450309 8050794--0!47907..3050.3:39:203.:5740.2803/7 $02039.2.-0.8.:.9.3  43805:95039003.39..3/03. .20304.7 /.:3./...73.80.2.97.50.28890249.2  0 8:..07/./7 .5.5.3/.32070.5.308039.7   /.8.7#0.3/07..:5:3:7: .3.3   /.5.7...-.8.. 2027...24-....39.39./.-3.2../843..70.39.2:5.3/.3503090.8 202.7/.9.3/.3/.203/.7/307.3/7  .9 /03.7.9.22.  $4.-07-.8.3    0...2907-:..7:2..3.708.5.2 0/:5.3  .3 50.9..907-.93:3.8047.7.3.2 !.3  / 203.-070-:3. 503..7./.9.7   /.3/.07/.55..39:574808-0.9.9.3803/7   0.7.-.2.393  / -.3:..39::.9:7.92030:.5.:3 070.:  0 -075714:8/.7:82.7.3.8/.8..3.3 /-:9:.

8.7.2-.$!% 07/.

3:39:20..79   3..3203:25:.!.8   '#.9: 02...9:70$2.3/.9/73.32.9 808:.205.9: //.780.:-0770.7.3.25:202-:..9.8:.43805 489 :39:202.0--075780.25:.8..3/0 /0 070./.-0...2020.9: 2..7.2808:.5...

8.&$% 07/.9.

3908 908.:9079:8 0.:203/.7/0..23:3.9 :3: /.2..79   3.8.9.3-0.07/.5.99025..3907:.9.47/$2.   %%.-0.5..9. ..70...9.3380.8/.

84. .  07/.9.2.90.

79  .$2.4.

.25.07/.7.. 0.33:. 3.7:2039.3//.8 /9.32.:..5.3-0..720.8..803..8    .8.8/.3503008.20.

8%:-:.$%% 07/.

339.3 907..3-07.7.-0.3.07/.8..9.3.. 202..9:0. -8./.580-.3/2.0723.3.-8..9:3:3.80503:3..3.330-803.720.2.   &$.33.07/./3:3.4/$2.8/03.3/.91 0.79   3.9.9503.39079039: 0.8.38.9 8../.:3907.2808:.

#% 07/.8:8.

354..79   3.39039:3.7 .3.3.803.-0.3/07.$2. 792 /..2:8 %072.7808:.9:0.54.93/091.. 54.35.:8.5:.3/03.87.20250.3.:/9479.8203:3.8: -:.   %#!#$  07/..

807.-0.79   3.:507.:./.8.38..$01$2.3 3.5   %#!#$  07/. 3.720..

8.3 0.3 07.33203:9.79   3.70.347.2.8/03.!0450$2..07/.347.3.-47.3   %&#$% 07/.2.8/.2.3.8./03.8..-0.34.93907.

9:7. .3. 20303.. 9.7/03.81.8.3.803..3 503..3.9047.5:.9:.9:70$2.3.3-0.3:7:9.37:29   $%% 07/.79   3.3 /.3808:.3.8.320303.7.503.33.3 :.803..

.. /83  ./03.-0.7  03.5./.3 .9 .9./83  &39:.7  !&%&! 0825:.9:/03.20:.3.7..33 80.5488:/.07/.3:39:-0.3 0.8.9.2-.3 . 804..79   3.30-:9:.7.7/:3..5.2.3.0$2..3-08.74308 4308.:203..320.8903.7808:.39.

7 3./.9:3:89  2.307.3.3/. 397.9.9:7.91  503.8./0.!.93.3.3 995.843.3$419$:39:033.3 2:8./:..3:8./.342509038057-.507843.3. 3907507843.:50.30380..902.5.92 38. 20.3 202.07/.9.5.0.33.3/.:507843. /.305:9:8.3./.920302-.33.$419$.82./.3307.2.. 308909 .3 50302-.8./.33907507843.3/2809.. :95039003.2-.3 $023.98 48 85.8.3.53/.2.82.8  %#!&$% 0890/   !0302-.

.

.422:39 :2 .. /.

2 43805 :950 39003.84970./ 55 02..08 995.

.

/...422:39 :2 .

/.84970.02: 4./ 55 %047 0.3 2. 2094/0 502-0.3.7.3 50302-. 5.7/307 /.3 995.7/ .8.33..07/.

.

    $419 $8 /.0 147 .3 92 .03.7..$.2 !74808 !02-0..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->