P. 1
MAKALAH TAFSIR ((Tafsir Surah Al-Baqarah (Ayat 21), Surah Ar-Ruum (Ayat 30), Surah Al-Luqman (Ayat 23-24))

MAKALAH TAFSIR ((Tafsir Surah Al-Baqarah (Ayat 21), Surah Ar-Ruum (Ayat 30), Surah Al-Luqman (Ayat 23-24))

|Views: 1,456|Likes:
Published by Tanzil Al Khair

More info:

Published by: Tanzil Al Khair on Oct 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

1

A. SURAH AL-BAQARAH (AYAT 21)

Og¬³Ò^4C +EE4¯- W-Ò÷³+:;N-
Nª7¯+4O Og~-.- ¯ª7¯·³ÞU··
4ׯg~-.-4Ò }g` ¯ª7¯)U¯:·~ ¯ª7¯+UE¬·¯
4pO¬³+-·> ^g¯÷
21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu, agar kamu bertakwa,

Hal diatas merupakan seruan kepada semua manusia ialah untuk beribadah
kepada tuhan yang telah menciptakan mereka dan orang-orang yang sebelum mereka.
Tuhan yang sendirian dalam menciptakan, karena itu wajiblah ia ditunggalkan dalam
beribadah. Dan, ibadah itu memiliki tujuan yang harus mereka capai dan mereka
wujudkan, yaitu “agar kamu bertaqwa….”
agar kamu memiliki potret manusia pilihan di antara potret-potret manusia, potret
orang-orang yang ahli ibadah dan bertaqwa kepada Allah, yang menunaikan hak
rububiyah Sang Maha Pencipta. Maka, mereka hanya beribadah kepada mereka dari bumi
dan dari langit, yang tiada tandingan dan tiada sekutu begi-Nya,
„Dialah yang menciptakan bumi sebagai hamparan bagimu…”
Suatu ungkapan yang menunjukkan pemberian aneka warna kemudahan dalam
kehidupan manusia di muka bumi ini, dan menunjukkan bahwa bumi disediakan bagi
mereka untuk menjadi tempat tinggal yang menyenangkan dan tempat berlindung yang
melindungi bagaikan hamparan. Manusia lupa kepada hamparan yang telah dibentangkan
Allah untuk mereka sepanjang kebutuhan mereka. Mereka lupa terhadap kesesuaian yang
telah dijadikan Allah pada bumi ini untuk ditundukkan-Nya pula buat mereka sarana-
sarana kesenangan dan kenikmatan. Kalau tidak ada kesesuaian (keserasian), maka tidak
mungkin mereka dapat hisup di bintang dengan mendapat kemudahan dan ketenangan
seperti ini. Kalau tidak ada satu unsur saja dari unsur-unsur kehidupan di bintang ini
niscaya tidaklah manusia dapat hisup di lingkungan yang tidak menjamin mereka untuk
hidup itu. Seandainya ada salah satu saja dari unsur udara yang kurang dari kadar yang
2

ditentukan, niscaya sangat sulit bagi manusia untuk menarik napas. Kecuali, seandainya
mereka ditakdirkan dapat hisup dengan tiadanya salah satu unsur udara itu.


B. SURAH AR-RUM (AYAT 30)

¯¦g~Ò·· ElE_;_4Ò ÷ׯg]-g¯
L¼OgLEO _ =ª4O;Cg· *.- /´®-¯-
4O·C·· "EEL¯- Og¯OÞU4× _ ºº ºCg³¯l·>
÷-·UECg¯ *.- _ ¬Cg¯·O ·-¯g].-
O¦j´1·³^¯- ·;´¯·¯4Ò 4O·4-±Ò¡
+EEL¯- ºº 4pO÷©ÞU;¬4C ^@´÷
30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah
Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah
Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168],

[1168] fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai
naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka
hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh
lingkungan.

Pada ayat diatas, Al-qur’an selesai berbicara tentang perkara mereka yang
mengikuti hawa nafsu mereka yang bergejolak itu. Kemudian berbicara kepada rasulullah
agar beliau berpegang teguh dengan agama Allah yang konstan dan yang bersandar kepada
fitrah Allah yang telah Allah gariskan bagi manusia. Dan ia adalah akidah yang satu dan
kostan. Juga tak ada perpecahan jalan bersamanya seperti terpecahnya kaum musyrikin
dalam kelompok-kelompok dan golongan, bersama hawa nafsu dan dorongan diri.
Pengarahan ini untuk menghadapkan wajah kepada agama yang larus yang datang
pada waktunya dan pada tempatnya, setelah perjalanan-perjalanan tadi dalam dhamir
semesta dan panoramanya, serta dalam kedalaman diri dan fitrahnya telah siap untuk
menerimanya, sebagaimana hati yang menyimpang telah kehilangan seluruh hujjah dan
dalilnya. Sehingga, ia berdiam diri dalam keadaan kehabisan bekal dan senjata. Dan, ini
3

adalah kuasa kekuatan yang ditampilkan oleh Al-Quran. Kekuasaan yang tak dapat
dilawan oleh hati dan tak dapat ditolak oleh jiwa.
“maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah....”
Menghadaplah kepada-Nya dengan lurus. Agama ini adalah penjaga dari hawa
nafsu yang terpecah-pecah yang tak berdiri di atas kebenaran, dan tak mendasarkan diri
kepada ilmu pengetahuan. Tapi, semata mengikuti syahwat dan dorongan diri tanpa
batasan dan tanpa petunjuk. Hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus, dengan
memalingkannya dari semua yang selain-Nya, dan lurus pada larangannya, tidak kepada
selainnya,
“..(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah
itu....”
Dengan ini, Al-Quran mengaitkan antara fitrah jiwa manusia denga tabiat agama
ini. Keduanya berasal dari Allah. Keduanya sesuai dengan namus wujud. Dan keduanya
selaras dengan yang lain dalam tabiat dan arahnya. Allah yang menciptakan hati manusia
itulah yang menurunkan agama ini kepadanya. Untuk mengaturnya, menggerakkannya,
dan mengobati sakitnya serta meluruskannya dari penyimpangan. Dia Mahatahu tentang
makhluk yang Dia ciptakan dan Dia Maha Lembut dan Maha Mengetahui. Fitrah itu
sesuatu yang konstan, demikian pula agama Allah itu konstan,
“.. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.....”
Maka, jika jiwa manusia itu menyimpang dari fitrahnya, tak ada yang dapat
mengembalikannya kecuali agama ini yang selaras dengan fitrahnya itu. Fitrah manusia
dan fitrah wujud.
“ ....(Itulah) agama yang lurus. Tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui...”
(ar-Ruum : 30)
Sehingga, mereka mengikuti hawa nafsu mereka tanpa bekal ilmu pengetahuan
dan sesat dari jalan yang lurus.
Maka, pengarahan untuk menghadapkan wajah kepada agama yang lurus,
meskipun hal itu ditunjukkan kepada Rasulullah, namun yang dimaksud adalah seluruh
kaum beriman. Oleh karena itu, pengarahan ini terus berlangsung kepada mereka sambil
menjelaskan detail makna menghadapkan wajah kepada agama yang lurus.

4





C. SURAH AL-LUQMAN (AYAT 23-24)

}4`4Ò 4OE¼E ºE·· ¬C^+O^4·© ¼+ÞNO^¼7
_ 4L^O·¯)³ ¯ª÷_N¬´_¯O4`
ª÷_N©)Ol4[NL·· E©) W-EO¬Ug·E× _
Ep)³ -.- l®7)U4× gª-EO)
jOÒ÷³O¯- ^g@÷ ¯ª÷_N¬gÞE©+^
1EO)U·~ ·ª¬¦ ¯ª¬-OO·C;_4^ _OÞ¯)³
·±-EO4N l^1)UEN ^gj÷
23. Dan barangsiapa kafir Maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya
kepada Kami-lah mereka kembali, lalu kami beritakan kepada mereka apa yang Telah
mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala isi hati.
24. Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, Kemudian kami paksa mereka
(masuk) ke dalam siksa yang keras.

Ayat di atas menerangkan tentang suatu perkara yang disertai dengan pengaruh
yang diambil dari hubungan manusia dengan langit dan bumi serta apa yang ada di
dalamnya dari kenikmatan yang telah ditundukkan oleh manusia. Namun, mereka malah
tidak bersyukur kepadanya.
Perkara ini dimulai dari ayat ke 20, yang dalam suasana pengaruh yang seperti itu,
tampak sekali bahwa berdebat tentang Allah adalah perkara yang sangat mungkar dan
diingkari oleh fitrah serta dibuang jauh-jauh oleh hati yang lurus, setelah itu diikuti dengan
pengingkaran sikap kekufuran dan kejumudan.
Dan ini adalah sikap yang bodoh dan layak dihapuskan. Oleh karena itu
dipaparkanlah perkara balasan di akhirat yang berhubungan erat dengan perkara iman dan
kekufuran. Dan, ia mngisyaratkan tentang ilmu Allah yang Maha Luas dan terperinci.
5

“Barang siapa kafir, maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya
kepada kamilah mereka kembali, lalu kami beritahukan kepada mereka apa yang telah
mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala isi hati.” (Luqman: 23)
Kemudian diikuti pula dengan pemaparan tentang ancaman yang sangat
menakutkan,
“Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian kami paksa mereka
(masuk ke dalam siksa yang keras.” (Luqman: 24)

DAFTAR ISI

I. PENDAHULUAN
II. DAFTAR ISI
III. SURAH AL-BAQARAH (AYAT 21)………………………..1
IV. SURAH AR-RUUM (AYAT 30) …………………............... 2
V. SURAH AL-LUQMAN (AYAT 23-24)…………… …….…. 4
VI. DAFTAR PUSTAKA

6

DAFTAR PUSTAKA

1. QUTHB, Sayyid. Tafsir fi Zhilalil Quran dibawah naungan Al-Quran jilid 1 dan 9
Jakarta : Gema Insani Press, cet. 1. 2004

7

PENDAHULUAN





Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat kesehatan
dan nikmat keimanan, semoga kita semua mendapat hidayah dari-Nya di Akhirat kelak.
Shalawat beserta kita curah ke baginda Nabi Muhammad SAW. Yang telah
menerangi dunia ini menjadi terang-benderang dengan budi pekertinya, perjuangannya,
untuk menjauhkan umat manusia dari kegelapan/kejahiliyahan.
Sebelumnya penyusun ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah
menyampaikan ilmu pengetahuan kepada kami, sehingga kami dapat mengembangkan
ilmu yang telah diberikan kepada kami selaku mahasiswa.
Adapun isi makalah ini membahas tentang “Tafsir surah Al-baqarah (ayat 21),
surah Ar-Ruum (ayat 30), surah al-Luqman (ayat 23-24)” yang ini semua tidak akan
terlaksana tanpa adanya bantuan dari teman-teman mahasiswa sekalian. Dan kami selaku
penyusun sangat mengharap kritikan dan saran apabila terdapat kesalahan dan kekurangan
dalam ketikan ataupun hal-hal lainnya. Hanya kepada Allah lah kami mohon ampun.
Sekian dan terima kasih.
Tanggal 12 Desember 2008

TIM PENYUSUN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->