P. 1
Sejarah Dan Latar Belakang Sosial Budaya

Sejarah Dan Latar Belakang Sosial Budaya

|Views: 2,582|Likes:

More info:

Published by: Anshari Aditiya Adiyat on Oct 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

pdf

text

original

Sejarah dan latar belakang sosial budaya

Definisi Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
[1]
Budaya terbentuk dari banyak
unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas,
pakaian, bangunan, dan karya seni.
[1]
Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian
tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya
diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang
yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari.
[1]

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas.
Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini
tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
[2]

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang
dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-
nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas
keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam
berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan
alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan
pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang
dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa
bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk
mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang
lain.
Pengertian kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan
Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam
masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah
untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke
generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai
sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan
lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas
suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di
dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya,
rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah
sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan
yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu
bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia
sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata,
misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-
lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
Unsur-Unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur
kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
o alat-alat teknologi
o sistem ekonomi
o keluarga
o kekuasaan politik
2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
o sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota
masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
o organisasi ekonomi
o alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan
(keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
o organisasi kekuatan (politik)
Wujud dan komponen
Wujud
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan
artefak.
- Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide,
gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak;
tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala
atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan
gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu
berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat
tersebut.
- Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia
dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem
sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan
kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang
berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari,
dan dapat diamati dan didokumentasikan.
- Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan,
dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang
dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga
wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud
kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain.
Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada
tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Komponen
Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut
ahli atropologi Cateora, yaitu :
- Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret.
Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari
suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya.
Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang,
stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
- Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi
ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
- Lembaga social
Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek
berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk
dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social
masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita
tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan.
Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier
- Sistem kepercayaan
Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau
keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada
dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan,
bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai
dengan cara bagaimana berkomunikasi.
- Estetika
Berhubungan dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama dan
tari –tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia
setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami
dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan
efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu
bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah – buahan, sebagai
symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang
mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.
- Bahasa
Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah,
bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu
komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa
memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa
tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar
komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari
orang lain.
Hubungan Antara Unsur-Unsur Kebudayaan
Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain:
Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)


Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara
segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia
mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau
dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian
paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan
dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:
- alat-alat produktif
- senjata
- wadah
- alat-alat menyalakan api
- makanan
- pakaian
- tempat berlindung dan perumahan
- alat-alat transportasi
Sistem mata pencaharian
Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah
mata pencaharian tradisional saja, di antaranya:
- Berburu dan meramu
- Beternak
- Bercocok tanam di ladang
- Menangkap ikan
Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. Meyer
Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan
untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan.
Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki
hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak,
menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya.
Dalam kajian sosiologi-antropologi, ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang
jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal, klan, fatri, dan paroh
masyarakat. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti
keluarga inti, keluarga luas, keluarga bilateral, dan keluarga unilateral.
Sementara itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat,
baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai
sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang
selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-
tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
Bahasa
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling
berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat),
dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang
lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata
krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk
masyarakat.
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus.
Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat
untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus
adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra),
mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Kesenian


Karya seni dari peradaban Mesir kuno.
Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia
akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang
mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang
sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.
Sistem Kepercayaan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama
Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan
mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan
adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan manusia
sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun
hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan
kepada penguasa alam semesta.
Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Agama
(bahasa Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa Latin religare, yang berarti
"menambatkan"), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat
manusia. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama)
mendefinisikan Agama sebagai berikut:
... sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk
beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan
sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.
[3]

Agama biasanya memiliki suatu prinsip, seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5
rukun Islam" dalam agama Islam. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem
pemerintahan, seperti misalnya dalam sistem teokrasi. Agama juga memengaruhi kesenian.
[sunting] Agama Samawi
Tiga agama besar, Yahudi, Kristen dan Islam, sering dikelompokkan sebagai agama
Samawi
[4]
atau agama Abrahamik.
[5]
Ketiga agama tersebut memiliki sejumlah tradisi yang
sama namun juga perbedaan-perbedaan yang mendasar dalam inti ajarannya. Ketiganya telah
memberikan pengaruh yang besar dalam kebudayaan manusia di berbagai belahan dunia.
Yahudi adalah salah satu agama, yang jika tidak disebut sebagai yang pertama, adalah agama
monotheistik dan salah satu agama tertua yang masih ada sampai sekarang. Terdapat nilai-
nilai dan sejarah umat Yahudi yang juga direferensikan dalam agama Abrahamik lainnya,
seperti Kristen dan Islam. Saat ini umat Yahudi berjumlah lebih dari 13 juta jiwa.
[6]

Kristen (Protestan dan Katolik) adalah agama yang banyak mengubah wajah kebudayaan
Eropa dalam 1.700 tahun terakhir. Pemikiran para filsuf modern pun banyak terpengaruh oleh
para filsuf Kristen semacam St. Thomas Aquinas dan Erasmus. Saat ini diperkirakan terdapat
antara 1,5 s.d. 2,1 milyar pemeluk agama Kristen di seluruh dunia.
[7]

Islam memiliki nilai-nilai dan norma agama yang banyak memengaruhi kebudayaan Timur
Tengah dan Afrika Utara, dan sebagian wilayah Asia Tenggara. Saat ini terdapat lebih dari
1,5 milyar pemeluk agama Islam di dunia.
[8]

[sunting] Agama dan filsafat dari Timur


Agni, dewa api agama Hindu
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama dari timur dan Filosofi Timur
Agama dan filosofi seringkali saling terkait satu sama lain pada kebudayaan Asia. Agama dan
filosofi di Asia kebanyakan berasal dari India dan China, dan menyebar di sepanjang benua
Asia melalui difusi kebudayaan dan migrasi.
Hinduisme adalah sumber dari Buddhisme, cabang Mahāyāna yang menyebar di sepanjang
utara dan timur India sampai Tibet, China, Mongolia, Jepang dan Korea dan China selatan
sampai Vietnam. Theravāda Buddhisme menyebar di sekitar Asia Tenggara, termasuk Sri
Lanka, bagian barat laut China, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Thailand.
Agama Hindu dari India, mengajarkan pentingnya elemen nonmateri sementara sebuah
pemikiran India lainnya, Carvaka, menekankan untuk mencari kenikmatan di dunia.
Konghucu dan Taoisme, dua filosofi yang berasal dari Cina, memengaruhi baik religi, seni,
politik, maupun tradisi filosofi di seluruh Asia.
Pada abad ke-20, di kedua negara berpenduduk paling padat se-Asia, dua aliran filosofi
politik tercipta. Mahatma Gandhi memberikan pengertian baru tentang Ahimsa, inti dari
kepercayaan Hindu maupun Jaina, dan memberikan definisi baru tentang konsep
antikekerasan dan antiperang. Pada periode yang sama, filosofi komunisme Mao Zedong
menjadi sistem kepercayaan sekuler yang sangat kuat di China.
Agama tradisional
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama tradisional
Agama tradisional, atau kadang-kadang disebut sebagai "agama nenek moyang", dianut oleh
sebagian suku pedalaman di Asia, Afrika, dan Amerika. Pengaruh bereka cukup besar;
mungkin bisa dianggap telah menyerap kedalam kebudayaan atau bahkan menjadi agama
negara, seperti misalnya agama Shinto.
Seperti kebanyakan agama lainnya, agama tradisional menjawab kebutuhan rohani manusia
akan ketentraman hati di saat bermasalah, tertimpa musibah, tertimpa musibah dan
menyediakan ritual yang ditujukan untuk kebahagiaan manusia itu sendiri.
"American Dream"
American Dream, atau "mimpi orang Amerika" dalam bahasa Indonesia, adalah sebuah
kepercayaan, yang dipercayai oleh banyak orang di Amerika Serikat. Mereka percaya,
melalui kerja keras, pengorbanan, dan kebulatan tekad, tanpa memedulikan status sosial,
seseorang dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
[9]

Gagasan ini berakar dari sebuah keyakinan bahwa Amerika Serikat adalah sebuah "kota di
atas bukit" (atau city upon a hill"), "cahaya untuk negara-negara" ("a light unto the
nations"),
[10]
yang memiliki nilai dan kekayaan yang telah ada sejak kedatangan para
penjelajah Eropa sampai generasi berikutnya.
Pernikahan
Agama sering kali mempengaruhi pernikahan dan perilaku seksual. Kebanyakan gereja
Kristen memberikan pemberkatan kepada pasangan yang menikah; gereja biasanya
memasukkan acara pengucapan janji pernikahan di hadapan tamu, sebagai bukti bahwa
komunitas tersebut menerima pernikahan mereka. Umat Kristen juga melihat hubungan
antara Yesus Kristus dengan gerejanya.
Gereja Katolik Roma mempercayai bahwa sebuah perceraian adalah salah, dan orang yang
bercerai tidak dapat dinikahkan kembali di gereja. Sementara Agama Islam memandang
pernikahan sebagai suatu kewajiban. Islam menganjurkan untuk tidak melakukan perceraian,
namun memperbolehkannya.
Sistem ilmu dan pengetahuan
Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda,
sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia.
Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, dan berpikir menurut
logika, atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error).
Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi:
- pengetahuan tentang alam
- pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya
- pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku
sesama manusia
- pengetahuan tentang ruang dan waktu
Perubahan sosial budaya
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perubahan sosial budaya


Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan
kebudayaan asing.
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya
dalam suatu masyarakat.
Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap
masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu
ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia
sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial:
1. tekanan kerja dalam masyarakat
2. keefektifan komunikasi
3. perubahan lingkungan alam.
[11]

Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat,
penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es
berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi
baru lainnya dalam kebudayaan.
Penetrasi kebudayaan
Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan
ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:
Penetrasi damai (penetration pasifique)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh
kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia
[rujukan?]
. Penerimaan kedua macam
kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah
budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak
mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.
Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau
Sintesis.
Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa
menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang
merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi
adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan
Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah
kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.
Penetrasi kekerasan (penetration violante)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya,
masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan
kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan
dalam masyarakat
[rujukan?]
.
Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350
tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem
pemerintahan Indonesia.
Cara pandang terhadap kebudayaan
Kebudayaan sebagai peradaban
Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan di Eropa pada
abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya
ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya.
Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai "peradaban" sebagai lawan kata dari "alam".
Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan;
salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.


Artefak tentang "kebudayaan tingkat tinggi" (High Culture) oleh Edgar Degas.
Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang "elit"
seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik,
sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui,
dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas.
Sebagai contoh, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang
"berkelas", elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik
yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang
sudah "berkebudayaan".
Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan
lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur
norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki
kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang "berkebudayaan" disebut sebagai orang yang
"tidak berkebudayaan"; bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain." Orang yang "tidak
berkebudayaan" dikatakan lebih "alam," dan para pengamat seringkali mempertahankan
elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran "manusia
alami" (human nature)
Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara
berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan dan tidak
berkebudayaan- dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai
perkembangan yang merusak dan "tidak alami" yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat
dasar manusia.
Dalam hal ini, musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap
mengekspresikan "jalan hidup yang alami" (natural way of life), dan musik klasik sebagai
suatu kemunduran dan kemerosotan.
Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan
dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa
kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan "kebudayaan elit" adalah sama -
masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan.
Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture)
atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh
banyak orang.
Kebudayaan sebagai "sudut pandang umum"
Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap
gerakan nasionalisme - seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman,
dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria -
mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam "sudut pandang umum".
Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan
kekhasan masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu,
gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara "berkebudayaan" dengan "tidak
berkebudayaan" atau kebudayaan "primitif."
Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi
yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia
tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.
Pada tahun 50-an, subkebudayaan - kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari
kebudayaan induknya - mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad
ini pula, terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan - perbedaan dan bakat dalam konteks
pekerja organisasi atau tempat bekerja.
Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi
Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk
dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran
bersama dalam suatu masyarakat, atau biasa disebut dengan tribalisme.
Kebudayaan di antara masyarakat
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur),
yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan
kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal,
di antaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan,
pandangan politik dan gender,
Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan
kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung
pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa
banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan
komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.
- Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan
sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.
- Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di
Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan
kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam
masyarakat asli.
- Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan
asli tanpa campur tangan pemerintah.
- Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok
minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara
damai dengan kebudayaan induk.
Kebudayaan menurut wilayah
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kebudayaan menurut wilayah
Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, hubungan dan saling keterkaitan
kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Selain kemajuan teknologi dan
informasi, hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, migrasi, dan agama.
Afrika
Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa, seperti
kebudayaan Sub-Sahara. Sementara itu, wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh
kebudayaan Arab dan Islam.


Orang Hopi yang sedang menenun dengan alat tradisional di Amerika Serikat.
Amerika
Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika; orang-orang
dari Afrika (terutama di Amerika Serikat), dan para imigran Eropa terutama Spanyol, Inggris,
Perancis, Portugis, Jerman, dan Belanda.
Asia
Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain, meskipun begitu, beberapa
dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain,
seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang, Korea, dan
Vietnam.
Dalam bidang agama, agama Budha dan Taoisme banyak memengaruhi kebudayaan di Asia
Timur. Selain kedua Agama tersebut, norma dan nilai Agama Islam juga turut memengaruhi
kebudayaan terutama di wilayah Asia Selatan dan tenggara.
Australia
Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan Eropa dan Amerika.
Kebudayaan Eropa dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan
lingkungan benua Australia, serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua
Australia, Aborigin.
Eropa
Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah
dijajahnya. Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan "kebudayaan barat". Kebudayaan
ini telah diserap oleh banyak kebudayaan, hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna
bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. Selain dipengaruhi oleh
kebudayaan negara yang pernah dijajah, kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan
Yunani kuno, Romawi kuno, dan agama Kristen, meskipun kepercayaan akan agama banyak
mengalami kemunduran beberapa tahun ini.
Timur Tengah dan Afrika Utara
Kebudayaan didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanyakan sangat
dipengaruhi oleh nilai dan norma agama Islam, meskipun tidak hanya agama Islam yang
berkembang di daerah ini.




















zaman hindu- budha


























Zaman islam
Pengertian Kaligrafi
1. Pengertian Kaligrafi
Kata Kaligrafi ini berasal dari bahasa Yunani yang disederhanakan dalam bahasa Inggris
yaitu Calligraphy yang berasal dari dua suku kata bahasa Yunani yaitu Kallos dan Graph
yang berarti beauty (indah) dan grapeny: to write (menulis), jadi dapat diartikan dengan
tulisan indah, atau seni tulisan indah. Dalam bahasa Arab kaligrafi, kaligrafi ini biasa disebut
dengan khath, (الخط، ج خطوط) . Merupakan bentuk masdar dari bahasa Arab yaitu ( – طخ ي–
ئي ش لا طخ aynlasim ,(sirag uata nasilut) رطس لا uata ةب ت ك لا aynitra gnay (طخ اطخ
artinyaبقلم أو غيره كتبه (ia menulis atau memberi garis dengan pena atau dengan yang
lain)
Manja Mohd Ludin dan Ahmad Suhaimi J. Mohd Nor mengungkapkan pengertian kaligrafi
itu suatu coretan atau tulisan yang membawa maksud tulisan yang indah, dalam arti kata
tulisan tersebut mempunyai kehalusan dan kesenian. Dengna demikian dapat dikatakan suatu
tulisan yang ditulis dengan indah atau suatu kepandaian menulis elok dan boleh juga
dikatakan seni tulisan indah. Dalam mengungkapkan pengertian kaligrafi ini bermacam-
macam ungkapan yang dikemukakan oleh para tokoh dan pencintanya. Ungkapan tersebut
sesuai dengan pengalaman yang dirasakan oleh kaligrafer itu sendiri, sehingga masing-
masing kaligrafer itu memiliki corak tersendiri dalam memaknai kaligrafi tersebut. Syeikh
Syam al-Din al-Afghani menyatakan:
Kaligrafi adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, letak-
letaknya dan tata cara merangkainya menjadi sebuah tulisan yang tersusun di atas garis dan
bagaimana cara menulisnya dan menentukan mana yang tidak perlu ditulis, mengubah ejaan
yang perlu digubah dan menentukan cara bagaimana menggubahnya.
Ada lagi Yaqut al-Musta‟shimi (seorang kaligrafer kenamaan pada masa Usman)
mengungkapkan bahwa kaligrafi itu sebagai seni arsitektur rohani yang terwujud melalui
pengolahan keadaan. Sedangkan Ubaidillah Ibn Abbas mengistilahkan kaligrafi ini dengan
“lisan al-Yadd” atau lidahnya tangan.
Selain itu ada pula yang menyatakan bahwa kaligrafi merupakan apa-apa yang ditulis ahli
dengan sentuhan kesenian. Kaligrafi melahirkan suatu ilmu tersendiri tentang tata cara
menulis, meneliti tentang tanda-tanda bahasa yang bisa dikomunikasikan, yang dibuat secara
propesional dan harmonis yang dapat dilihat secara kasat mata dan diakui sebagaimana
susunan yang dihasilkan lewat kerja kesenian. Di samping itu ada juga yang mengungkapkan
bahwa kaligrafi itu sebagai suatu kepandaian untuk mengatur gerakan ujung jari dengan
memanfaatkan pena atau kalam dengan metode atau tata cara tertentu.
Muhammad Thahir ibn „Abd al-Qadir al-Kurdi dalam karyanya Tarikh al-Khat al-„Arabi wa
Adabihi, pernah mengumpulkan sekitar tujuh macam pengertian kaligrafi atau khath, dan
kemudian menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kaligrafi adalah suatu kepandaian
untuk mengatur gerakan ujung jari dengan memanfaatkan pena dalam tata cara tertentu.
Adapun yang dimaksud dengan pena di sini adalah pusat gerakan-gerakan ujung jari,
sementara tata cara tertentu menunjukkan pada semua jenis kaidah penulisan.
Meskipun bermacam-macam pengertian yang dikemukakan oleh para ahli, namun pada
dasarnya tujuan ungkapan tersebut mengarah kepada arti tulisan yang indah. Dapat juga
dikatakan suatu tulisan yang dirangkai dengan nilai estetika yang bersumber pada pikiran
atau ide dan diwujudkan melalui benda materi (alat tulis) yang diikat oleh aturan dan tata cara
tertentu. Jadi seni kaligrafi itu sebuah kepandaian menulis tulisan indah dengan mengikuti
metode-metode tertentu untuk mempelajarinya.
Pemakaian istilah kaligrafi ini sering juga disebut orang kepada dua istilah. Ada yang
menyebut dengan kaligrafi Arab dan ada juga yang menyebutnya dengan kaligrafi Islam.
Mengenai istilah kaligrafi Arab ini Ahmad Munawir mengemukakan bahwa pada kata khath
itu diberikan kata sifat العربي sehingga menjadi العربي الخط, artinya tulisan Arab. Orang
yang menggeluti dan makin dalam menulis tulisan Arab disebut الخطاط (penulis halus).
Memang apabila dilihat dari asalnya kaligrafi ini berasal dari Arab, dan tulisan yang
digunakan itu bahasa Arab. Namun tulisan Arab itu berkembangnya setelah Islam datang
pada bangsa Arab. Perbedaan pemakaian istilah ini terjadi karena tingkat pemahaman
seseorang terhadap kaligrafi itu berbeda juga. Orang yang memakai istilah kaligrafi Arab
mengatakan huruf-huruf yang digoreskan lewat pena terdiri dari huruf-huruf Arab. Sementara
yang mengatakan istilah kaligrafi Islam mengatakan bahwa sekalipun tulisan yang ditulis
tersebut terdiri dari huruf-huruf Arab perkembangannya yang sangat pesat adalah setelah
Islam datang.
Kedua istilah tersebut sama benarnya, sebab apabila ditinjau dari sejarah, seni kaligrafi itu
memang lahir dari ide “menggambar” atau apa lukisan yang dipahat atau dicoretkan dalam
benda-benda tertentu, seperti daun-daun, kulit kayu, tanah dan batu. Akar dari tulisan Arab
itu dari Mesir (Kan‟an Semit atau Turnesia), dari tulisan Hierogrhaph. Lalu tulisan tersebut
terpecah menjadi khath Feniqi (Funisia), dengan cabang-cabang (Arami): Nabati di Hirah
atau Hurun dan Sataranjih-Suryani di Irak dan Musnad: Safawi, Samudi, Lihyani, (Utara
Jazirah Arabia) dan Humeri; selatannya. Sedangkan Kamil al-Baba mengatakan bahwa
pendapat yang paling dipercaya kaligrafi Arab itu diadopsi dari tulisan suku Nabati, ras Arab
yang menempatkan wilayah Utara jazirah Arabia, di negeri Yordan dengan ibu kota Puetra.
Hal ini berdasarkan bukti-bukti nyata arkeologi (Dinas Purbakala) yang pernah mengadakan
penelitian tentang pertumbuhan tulisan. Dalam perkembangan tulisan ini, tulisan musnad
yang disebar luaskan oleh suku Maniyah (Minneni) di Yaman yang berpindah ke Arabia
Utara. Kemudian dari Musnad ini lalu pindah ke Nabati sampai kedatangan Islam. Untung
orang Nabatea meninggalkan sejumlah inskripsi yang tersebar di daerah yang mewakili tahap
peralihan yang maju menuju perkembangan huruf Arab.
2. Perkembangan Kaligrafi
Proses menuju kesempurnaan perkembangan kaligrafi Arab sebelum Islam menuju
kesempurnaan pada abad ke-3 M, diperkirakan seabad sebelum kedatangan Islam orang Hijaz
sudah ada yang mengenal tulisan. Hal ini terjadi karena ada hubungan dagang mereka dengan
Arabia Utara dengan Arabia Selatan yang sudah mengenal huruf seperti suku Hunain di
Yaman. Mereka ini melakukan perjalanan sambil belajar tulis baca di Syria begitu juga yang
lainnya di Ambar Irak. Menurut catatan sejarah di Hijaz hanya ada beberapa orang yang
pandai tulis baca yang terdiri dari orang Quraish dan orang Madinah khususnya orang
Yahudi.
Kemudian pada abad ke-7 M, terjadi sedikit perkembangan penulisan di kalangan masyarakat
Jazirah Arabia. Tulisan sederhana (belum sempurna) telah ada, seperti yang dibuktikan oleh
temuan arkeologis (prasasti pada batu, pilar dan seterusnya) di Jazirah Arab. Selain itu sisa-
sisa paleorafis (tulisan pada material seperti papyrus dan kertas kulit) dapat juga sebagai
tanda untuk membuktikan bahwa orang Arab pada zaman itu sudah mempunyai pengetahuan
menulis.
Keterlambatan perkembangan ini karena bangsa Arab ini dikenal sebagai masyarakat yang
suka berpindah-pindah (nomaden). Mereka tidak terbiasa menulis peristiwa. Jadi sangatlah
sulit untuk mencari data tertulis atau prasasti yang membuktikan peta perjalanan sejarah
sebuah kemajuan di Jazirah Arab. Mereka dikenal sebagai bangsa yang kuat daya hafalnya.
Jadi tidak diperlukan tulisan untuk menyampaikannya, karena menurut pandangan mereka
orang yang menulis itu adalah orang yang mempunyai hafalan yang kurang kuat.
Yang menjadi kebanggaan bagi bangsa Arab pada waktu itu adalah syair. Syair merupakan
penalaran paling berharga dalam mengungkapkan makna-makna perasaan hati dan gejolak
pikiran. Hal ini karena kehidupan mereka terbiasa di alam bebas, padang pasir yang
membentang luas dan terbiasa di alam bebas, padang pasir yang membentang luas dan
terbebas dari pengaruh budaya asing, yang menjadikan mereka leluasa dan terlatih untuk
menghayalkan apa saja yang mereka alami dalam kehidupan. Kemudian syair-syair tersebut
mereka hafal agar mudah disampaikan kapan saja dikehendakinya.
Kebanggaan mereka terhadap syair memang luar biasa. Mereka akan merasa lebih bangga
apabila salah seorang dari anggota keluarga atau kebilahnya ada seorang penyair dibanding
mempunyai seorang panglima perang. Apabila syair atau pantun itu mendapat nilai paling
bagus, maka syair tersebut langsung ditempelkan di dinding ka‟bah, sebagai tanda suatu
penghormatan yang luar biasa. Menurut literatur Arab, hanya pernah ada tujuh jenis syair
pujaan yang disebut al-Mu‟allaqat (gantungan) sebagai hasil karya seni sastra maha paling
indah dan paling sempurna yang mempunyai nama terhormat, karena ditulis dengan tinta
emas. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan tulis menulis itu sudah ada, tetapi masih
sangat langka, kecuali saat-saat dibutuhkan.
Itulah sebabnya pada bangsa Arab sebelum Islam datang seni kaligrafi itu berkembang,
perjalanannya agak tersendat, lebih dari seribu tahun tidak melahirkan keanekaan, karena
mereka tidak membudayakan menulis. Apabila ada syair yang pantas untuk dibanggakan
maka barulah orang Arab tersebut menulisnya dan menggantungkannya pada dinding
Ka‟bah. Memang pada saat itu juga tidak disebutkan mereka menggunakan jenis khath apa
dalam menulis tersebut. Tetapi dapatlah dipastikan bahwa kaligrafi Islam tersebut berasal dari
tulisan Arab karena tulisannya menggunakan tulisan Arab. Dan tulisan-tulisan yang
berkembang di daerah Arab sebelum Islam datang dapatlah dikategorikan sebagai kaligrafi
Arab.
Setelah Islam datang tulisan Arab ini mulai berkembang, karena mereka juga dianjurkan
menulis dan membaca. Mereka sudah mulai menulis tentang ayat-ayat al-Qur‟an dan Hadits.
Apalagi yang mereka tulis itu adalah wahyu allah. Setiap ayat yang telah diturunkan Allah
dan mereka terima dari Rasulullah lalu mereka tulis agar lebih mudah mengingatnya. Mereka
yang menulis ini biasa sudah ada ditunjuk oleh Zaid bin Tsabit. Bukan itu saja yang
menunjang mereke untuk menulis, ternyata ayat yang pertama kali diturunkan itu adalah ayat
mengenai perintah untuk membaca dan menulis, sebagaimana yang tertulis dalam surat al-
Alaq ayat 1-5
_· {¢=v,t #-!v°e u/ve7¢ /e--(O #-°.t&( Be( #-}MET,~, {¢=v,t
.· ©t=v,~ c· #-{u..tH© µuu/7¢ #-°.t&( |t=+O, #-!v°e _·
/e--9.)o=vO e· t\|>oA| 9oO( Bt- #-}MET,~, |t=+O,
Bacalah dengan nama Tuhan mu yang menciptakan
Menciptakan manusia dari segumpal darah
Bacalah… !
Dan Tuhan mu Maha Pemurah
Yang mengajarkan manusia menulis dengan kalam
Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya
Dari ayat tersebut sangat jelas bahwa membaca dan menulis itu memang dianjurkan.
Semenjak turunnya al-Quran merupakan perkembangan awal kaligrafi ini dimulai. Keperluan
untuk merekam al-Quran memaksa mereka untuk memperbaharui tulisan mereka dan
memperindahnya sehingga ia pantas menjadi wahyu Allah. Kemudian ayat tersebut
disebarkan oleh Rasulullah secara lisan dan kemudian dihafal oleh para hafiz untuk dapat
dibaca dalam hati. Tetapi setelah Nabi wafat tahun 633 M, sejumlah hafiz tersebut banyak
yang gugur dalam peperangan.
Umar bin Khattab memperingatkan hal tersebut kepada Abu Bakar sebagai khalifah pada
masa itu . Pada waktu itu Abu Bakar masih ragu, sebab hal ini belum pernah dilakukan pada
masa Rasul. Setelah didesak oleh Umar karena banyak pula terdapat perbedaan dialek bacaan
tentang ayat al-Quran ini, lalu Abu Bakar membentuk sebuah panitia dalam penulisan ini
yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit yang merupakan juru tulis Nabi sebelum Nabi wafat.
Zaid bin Tsabit menyusun dan mengumpulkan wahyu ke dalam bentuk mushaf. Penyusunan
ini baru terlaksana setelah masa kekhalifahan Usman bin Affan pada tahun 651 M.
Penyusunan yang disucikan ini kemudian disalin ke dalam empat atau lima dalam bentuk
edisi yang serupa, kemudian dikirim ke wilayah-wilayah Islam yang penting untuk digunakan
sebagai naskah yang penting sebagai kitab buku. Dari sanalah dimulai semua salinan al-
Quran dibuat, mula-mula dalam tulisan Mekah dan Madinah, yang merupakan ragam
setempat tulisan Jazm, kemudian dalam tulisan Kufah dan selanjutnya dalam sebagian besar
ragam tulisan Arab yang berkembang di negeri-negeri muslim.
Selain dari adanya kaitan dengan al-Quran, perkembangan seni kaligrafi ini berkembang
dengan pesat juga disebabkan oleh beberapa factor lainnya, sehingga dapat merata di seluruh
dunia Islam diantaranya:
1. Karena pengaruh ekspansi kekuasaan Islam, setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Islam
telah meluas sampai keluar jazirah Arab. Dengan penyebaran tersebut terjadilah urbanisasi
besar-besaran ke wilayah baru dan pertemuan budaya antara Islam dan wilayah taklukan serta
adanya proses Arabisasi pada wilayah tersebut.
2. Adanya penamaan nama-nama raja dan kaum elit social. Dalam catatan sejarah bahwa
gaya tulisan Tumar (lembaran halus daun pohon Tumar), diciptakan atas perintah langsung
dari khalifah Muawiyah (40H/661M-60H/680M). Tulisan ini kemudian menjadi tulisan resmi
pada pemerintahan Daulah Muawiyyah.
Ketika pemerintahan Muawiyah kaligrafi ini mulai berkembang, orang terpicu untuk
mempelajari tulisan Arab karena adanya system Arabisasi yang diterapkan oleh pemerintahan
Bani Umayyah. Bahasa Arab itu diberlakukan bukan saja khusus untuk bangsa Arab, tetapi
pada setiap orang Islam meskipun dia bukan orang Arab diharuskan menggunakan bahasa
Arab. Dengan adanya sistem arabisasi menjadikan bentuk tulisan Arab semakin berkembang,
sehingga muncul bermacam-macam model tulisan Arab yang baru.
Setelah masa pemerintahan Abbasiyah penulisan kaligrafi ini sudah mulai membudaya.
Apalagi pada masa pemerintahan al-Makmum yang sangat menyukai kaligrafi. Pada masa ini
juga sudah dimulai penterjemahan buku-buku asing ke dalam bahasa Arab. Akhirnya
penulisan Arab semakin berkembang, sehingga pada masa ini lahirlah berbagai tokoh
kaligrafi yang dikenal.
. Ahli kaligrafi yang terbesar pada zaman Mamluk ini adalah Muhammad Ibnu al-Walid,
yang meninggalkan salinan al-Quran yang unik dalam tulisan sulus yang telah disalin ulang
pada tahun 1304 M. Untuk seorang pejabat tinggi Baybar, yang kemudian menjadi Sultan
Baybar (1308-09). Hal tersebut membuktikan bahwa kemampuan dalam seni kaligrafi dapat
menambah prestasi seseorang untuk mendapatkan jabatan.
Ilham Khoiri mengatakan bahwa ada semacam motivasi normatif al-Qur‟an yang mendorong
kemajuan perkembangan seni kaligrafi ini. Hal ini dapat dibagi kepada empat wujud yaitu
adanya perintah untuk belajar menulis al-Quran sebagai al-Kitab dan pengertiannya sebagai
maqru, tambahan lagi adanya perintah untuk menuntut ilmu serta larangan menyembah atau
memuja patung dan berhala. Tambahan lagi ada hadits nabi yang menyatakan bahwa menulis
ayat al-Quran dengan indah itu akan mendapat pahala. Sebagaimana yang dinyatakan oleh:
عوس ه ًأ ،ىاي ف س ي با ي ب وروع ههأ يع ،ىاي ف س ي با ي ب ا دب ع ي ب لل و لا دب ع يع نصاع و بأ يع
(يهرد لا هاور) ز بات ك لا ب نل ع لا اودي ق :لوق ي باطخ لا ي ب روع
Abu Ashim telah mengabarkan kepada kami dan kemudian dia mengabarkan kepadaku, dari
Abdul Malik bin Abdullah bin Abu Sofyan. Dari ibunya Amru bin Abu Sofyan.
Sesungguhnya dia mendengar dari Umar bin Khatab bahwasanya Rasulullah bersabda:
Kukuhkanlah ilmu itu dengan tulisan.
Factor tersebut yang menjadi pemicu para kuttab untuk menulis al-Quran dengan indah.
Secara tidak langsung mereka yang menulis ayat al-Quran dengan indah berarti mereka turut
serta mengagungkan al-Quran dan memeliharanya dengan baik. Apabila al-Quran ditulis
dengan baik dan indah menjadikan orang senang untuk membacanya. Akhirnya dengan
demikian keindahan tulisan tersebut menjadikan suatu motivasi untuk selalu membaca al-
Quran, bagi orang yang selalu membaca al-Quran akan mendapat pahala di sisi Allah.
Sumbangan terbesar dari kaligrafi Islam ini adalah Syaikh Hamdullah al-Masi (w. 1502),
yang dipandang sebagai pendekar kaligrafi terbesar sepanjang dinasti Usmaniyah. Dia
mengajarkan kaligrafi kepada sultan Usmaniyah Bayazid II (1481-1520). Sultan tersebut
sangat menghormatinya dan membayarnya mahal untuk setiap tinta yang mengalir, sementara
syaikh menulis kalimat-kalimatnya. Begitu besarnya perhatian pemerintah terhadap kaligrafi,
sehingga setiap kaligrafer itu senantiasa diberi imbalan yang besar atas setiap karyanya.
Kaligrafernya tidak saja terdapat dari kalangan laki-laki saja, wanita pun sudah ada yang
menggeluti dalam bidang seni kaligrafi ini. Padsyah-Khatun salah seorang kaligrafer wanita
yang berasal dari Iran berkiprah di Jerman selama empat tahun sebelum kewafatannya tahun
1296 M menguasai kaligrafi. Dia seorang kaligrafer yang mahir menulis kaligrafi yang
dikembangkan oleh Yaqut, telah melakukan penyalinan al-Quran. Seni kaligrafi yang
berkembang setelah Islam datang ini dapat dikatakan dengan kaligrafi Islam. Karena tulisan
yang sering disebut oleh bangsa Arab itu ayat al-Quran. Model-model tulisan Arab yang
digunakan pun makin berkembang.
Perkembangan kaligrafi Arab ini tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya peradaban Arab dan
munculnya peradaban Islam. Azzahawy mengemukakan bahwa perkembangan kaligrafi itu
kepada dua bentuk:
1. Khat yang kaku, yaitu berasal dari bangsa Ibrani. Khat ini digunakan untuk menulis catatan
resmi dan surat kabar.
2. Khat yang mulai lentur atau elastic apabila dibandingkan dengan khat sebelumnya, yaitu
rangkaian huruf yang berkaitan satu sama lain, seperti khat naskhi. Khat ini dipakai dalam
kegiatan sehari-hari dalam bentuk berlobang, bulat dan terbuka.
Kepandaian seni kaligrafi ini tidak banyak dipraktekkan oleh orang-orang yang sezaman
dengan Nabi, meskipun sebagian sahabat dan keluarganya sudah ada yang pandai membaca
dan menulis. Hal ini karena pada waktu Nabi sendiri tidak pernah mempelajari kepandaian
ini. Sedangkan kecendrungan orang pada masa itu pada syair dan prosa dengan menggunakan
budaya hafalan. Jadi pada masa itu seni sastra sangat berkembang dan semakin mendapat
perhatian dan sering dijadikan kompetisi.
Kemudian setelah Nabi wafat, barulah mereka merasakan kebutuhan untuk menulis. Karena
pada masa ini sudah banyak di antara sahabat nabi yang hafal al-Quran dalam peperangan.
Lalu Umar bin Khattab mengusulkan agar al-Quran itu dibukukan, karena kuatir al-Quran itu
akan hilang secara perlahan. Setelah pada masa Usman barulah berhasil al-Quran itu
dibukukan. Menurut catatan sejarah jenis khath yang pertama kali digunakan adalah khath
khufi. Dalam bukunya Athlasul Khat wa al-Kutub, Habibullah Fadzoili (1993)
mengemukakan tentang gembaran perkembangan kaligrafi Arab Perkembangan tersebut
terbagi kepada tujuh periode
a. Periode pertumbuhan. Pada masa ini gaya kufi muncul pertama kali dengan tidak ada
menggunakan tanda baca pada huruf tersebut. Kemudian pada abad ke-7 H, lahir pemikiran
untuk menggunakan tanda baca oleh seorang ahli bahasa Abu Aswad Ad-Duali yang
kemudian dilanjutkan oleh muridnya sehingga mencapai tahapan kesempurnaan. Pada abad
ke-8 H, gaya kufi ini mencapai keelokan sehingga bertahan selama tiga ratus tahun. Bahkan
pada abad ke-11 , gaya kufi ini telah memperoleh banyak monumental.
b. Periode pertumbuhan dan perindahan yang dimulai sejak akhir kekhalifahan Bani Umayah
sampai pertengahan kekuasaan Abbasiyah di Bagdad. Pada masa ini muncul modifikasi dan
pembentukan gaya-gaya lain. Selain gaya kufi pada masa ini merupakan tahapan
pertumbuhan dan perindahan. Dan pada masa ini ditemukan enam rumusan pokok (al-aqlam
as-Sittah), yaitu Tsulus, Naskhi, Muhaqqaq, Raihani, Riq‟i dan Tauqi‟. Selain itu pada
periode ini terdapat pula sekitar dua puluh empat gaya khat yang berkembang, bahkan
mencapai dua puluh enam gaya khath.
c. Periode penyempurnaan dan perumusan kaidah penulisan huruf oleh Abu Ali Muhammad
bin Muqlaq, (w.329H/940) dan saudaranya, Abu Abdullah Hasan bin Muqlaq dengan metode
al-Khath al-Mansub (ukuran standar dan bentuk kaligrafi). Pada masa ini Ibn Muqlaq sangat
besar jasanya dalam membangun gaya Naskhi dan Tsulus. Di samping itu ia juga
memodifikasi sekitar empat belas gaya kaligrafi serta menemukan du belas kaidah untuk
pegangan seluruh aliran.
d. Periode pengembangan dari rumusan Ibnu Muqlaq ini oleh Ibn al-Bawwab (w.1022 M),
yang berhasil menemukan gaya yang lebih gemulai al-Mansub al-Faiq (pertautan yang
indah), yaitu suatu gaya kaligrafi dari gabungan khath Naskhi dan Muhaqqaq. Dia juga
menambahkan hiasan pada tiga belas gaya kaligrafi yang menjadi eksperimennya.
e. Periode pengolahan khath dan pemikiran tentang metode hiasan baru dengan penyesuaian
pena bamboo, yaitu pemotongan miring pada pena tersebut oleh sang kiblatul kuttab,
Jamaluddin Yaqut al-Musta‟shimi (w. 698 H/1298 M). Di samping itu beliau juga mengolah
gaya al-Aqlam as-Sittah yang masyhur pada periode kedua dengan sentuhan kehalusan penuh
estetika serta mengembalikan hokum-hukum Ibnu Muqlaq dan Ibn al-Bawwab. Yakut ini
berhasil mengembangkan gaya baru dalam tulisan Tsulus. Pada masa ini para kaligrafer lain
juga antusias menciptakan gaya-gaya kaligrafi ini sehingga dalam periode ini mampu
menghasilkan gaya kaligrafi sampai ratusan gaya.
f. Periode perkembangan pada masa dinasti Mamluk di Mesir dan Dinasti Safawi di Persia.
Pada periode ini muncul tiga gaya baru yaitu ta‟liq (farisi) yang disempurnakan oleh
kaligrafer Mir Ali (w.1916), dan gaya Sikhatseh (berbentuk terpecah-pecah) oleh khattah
Darwisi Abdul Majid. Pada masa ini juga muncul kaligrafer kenamaan di Mesir yang
bernama Thab-thab.
Ragam model gaya kaligrafi yang berkembang pada periode perkembangan ini tidak berhenti
sampai di situ saja, bahkan pada masa berikutnya bermunculan para kaligrafer yang tidak
kalah hebatnya dan mampu menggores tulisan yang halus dan sarat dengan nilai seni dan
keindahan. Demikian juga di Baghdad ditemukan tiga kaligrafer besar yaitu Musthafa Raqim,
Syeikh Musa „Azmi (lebih dikenal dengan Hamid al-Amidi).
Bentuk model khath yang berkembang tersebut diciptakan oleh tokoh-tokoh kaligrafer itu
sendiri. Namun peletakan gaya kaligrafi ini tidak seluruhnya dapat diketahui dengan jelas.
Contohnya kaligrafi gaya khufi merupakan gaya kaligrafi yang tertua dan tidak diketahui
dengan jelas siapa peletak dan pencipta dari model khath ini. Sedangkan khath Naskhi lahir
jelas diketahui siapa peletak pertama dari gaya khath ini adalah Ibn Muqlah , karena
kelahiran khath ini sudah tampak sebelum kelahiran Ibn Muqlah, dan beliau juga yang
mendewasakan jenis model dari khath ini. Demikian juga halnya khath Diwany pencipta
pertamanya Ibnu Munif di Turki (860 H). Gaya Riq‟ah diciptakan al-Mutasyar Mumtaz Bek
di Turki (1280 H).
Pada awal pertumbuhannya kaligrafi itu tumbuh dan beragam bersifat kursif (lentur dan
ornamental) dan sering pula dipadu dengan ornament floral. Model kaligrafi kursif yang
tumbuh pada masa itu Tsulus, Naskhi, Muhaqqaq, Riqa‟, Raihani dan Tauqi‟. Keenam gaya
inilah yang dikenal dengan al-Aqlam as-Sittah, atau Sihs Qalam (Persia), atau The Six Hands
Styles (Inggris) . Keenam gaya kaligrafi ini mengalami seleksi alam. Di antara jenis gaya
kaligrafi tersebut mulai beransur-ansur hilang. Gaya Riq‟ah dan Tauqi‟ sudah mulai beransur
surut dari peredaran, karena luruh dan gayanya berkarakter mirip Tsulus, sementara jenis
khath yang lain tetap eksis dan berkembang semakin sempurna. Perkembangan ini mencapai
titik kulminasi pada masa pemerintahan Daulah Usmani (sekitar abad ke-16) dan dinasti
Safawi di Iran juga dalam periode yang sama.
Pada periode tersebut di Turki juga berkembang jenis gaya kaligrafi Syikatsah, Syikatsah-
Amiz, Diwani, Diwani Jali, Riq‟ah dan Ijazah. Sementara Farisi (ta‟liq) berkembang di Iran.
Dari seluruh model tulisan kaligrafi ini, baik dari al-Aqlam as-Sittah maupun yang
munculnya belakangan namun yang masih sering dipakai sampai sekarang yakni gaya sulus,
naskhi, farisi, diwani, diwani jail, riq‟ah, ijazah (raihani) serta model kufi. Perkembangan
model-model ini dapat juga dilihat dari perkembangan sejarah. Ilham Khoiri
mengelompokkan kepada dua yaitu perkembangan seni kaligrafi sebelum al-Quran turun dan
setelah al-Quran diturunkan. Namun yang paling pesat perkembangn model kaligrafi itu
adalah setelah al-Quran diturunkan. Karena pada masa ini banyak terdapat seniman, ahli
kaligrafi dan peminat dan pencinta kaligrafi yang berasal dari kabilah-kabilah. Hal ini
dikarenakan terdapatnya keindahan pada seni kaligrafi yang dapat mengokohkan peradaban
yang dibutuhkan. Perkembangan seni kaligrafi tersebut ada yang bersifat hiasan dan ada juga
yang bersifat kaidah. Kaligrafi yang pertama digunakan sebagai hiasan tersebut adalah khath
khufi, seperti yang terdapat pada arsitektur bangunan. Sedangkan yang bersifat kaidah itu
seperti Sulus, Riq‟ah, dan Naskhi.
B.Makam
c.makam
Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan
Bali.
UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003
menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah
warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and
Intangible Heritage of Humanity). Sebenarnya, pertunjukan boneka tak hanya ada di
Indonesia. Banyak negara memiliki pertunjukkan boneka. Namun, pertunjukkan bayangan
boneka (Wayang) di Indonesia memiliki gaya tutur dan keunikkan tersendiri, yang
merupakan mahakarya asli dari Indonesia. Dan untuk itulah UNESCO memasukannya ke
dalam Daftar Warisan Dunia pada tahun 2003.
Tak ada bukti yang menunjukkan wayang telah ada sebelum agama Hindu menyebar di Asia
Selatan. Diperkirakan seni pertunjukkan dibawa masuk oleh pedagang India. Namun
demikian, kejeniusan local, kebudayaan yang ada sebelum masuknya Hindu menyatu dengan
perkembangan seni pertunjukkan yang masuk memberi warna tersendiri pada seni
pertunjukkan di Indonesia. Sampai saat ini, catatan awal yang bisa didapat tentang
pertunjukkan wayang berasal dari Prasasti Balitung di Abad ke 4 yang berbunyi “si Galigi
mawayang”
Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia dan menyesuaikan kebudayaan yang sudah ada,
seni pertunjukkan ini menjadi media efektif menyebarkan agama Hindu, dimana
pertunjukkan wayang menggunakan cerita Ramayana dan Mahabharata.
Demikian juga saat masuknya Islam, ketika pertunjukkan yang menampilkan “Tuhan” atau
“Dewa” dalam wujud manusia dilarang, munculah boneka wayang yang terbuat dari kulit
sapi, dimana saat pertunjukkan yang ditonton hanyalah bayangannya saja, yang sekarang kita
kenal sebagai wayang kulit.
Untuk menyebarkan Islam, berkembang juga wayang Sadat yang memperkenalkan nilai-nilai
Islam.
Pun ketika misionaris Katolik, Pastor Timotheus L. Wignyosubroto SJ pada tahun 1960
dalam misinya menyebarkan agama Katolik mengembangkan Wayang Wahyu, yang sumber
cerita berasal dari Alkitab.
d.batik
Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada
dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk
mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal
sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan
teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik
Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya
yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya
Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak
2 Oktober, 2009.
[1]

Sejarah teknik batik


Tekstil batik dari Niya (Cekungan Tarim), Tiongkok


Detail ukiran kain yang dikenakan Prajnaparamita, arca yang berasal dari Jawa Timur abad
ke-13. Ukiran pola kembang-kembang yang rumit ini mirip dengan pola batik tradisional
Jawa kini.
Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah
salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal
semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi
malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok
semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di
Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan
Wolof di Senegal.
[2]
. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit,
dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan
ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang
Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.
[3]

Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah
tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari
India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7.
[2]
Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog
Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari
daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut
bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna
membuat batik.
[4]

G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di
Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan
menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada
masa sekitar itu.
[4]
Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh
Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian
menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola
batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola
batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad
ke-13 atau bahkan lebih awal.
Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang
Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan
140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak
mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya
kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar
sehingga membuat sang Sultan kecewa.
[5]
Oleh beberapa penafsir,
who?
serasah itu ditafsirkan
sebagai batik.
Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java
(London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di
Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van
Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke
Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa
keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik
Indonesia memukau publik dan seniman.
[2]

Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik
jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang
diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis.
Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik
bersama mereka.
[sunting] Budaya batik


Pahlawan wanita R.A. Kartini dan suaminya memakai rok batik. Batik motif parang yang
dipakai Kartini adalah pola untuk para bangsawan
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya
Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau
menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di
masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya
"Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa
pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti
yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan
membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala
suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat
menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya
dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.


Batik Cirebon bermotif mahluk laut
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada.
Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu
itu memakai batik pada Konferensi PBB.


Batik dipakai untuk membungkus seluruh tubuh oleh penari Tari Bedhoyo Ketawang di
keraton jawa.
[sunting] Corak batik
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik
memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh
kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para
pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah
dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa
juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya
tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung
atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik
tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat,
karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.
[sunting] Cara pembuatan
Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang
dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester,
rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan
menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif
berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis
dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-
warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau
gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam
bahan kimia untuk melarutkan lilin. Dangeng_club
[sunting] Jenis batik


Pembuatan batik cap
[sunting] Menurut teknik
- Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan
tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
- Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk
dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini
membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
- Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain
putih.

Bab 3 pengaruh india dan cina
Arsitektur
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa


Pantheon, Roma
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas,
arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari
level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke
level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga
merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
Daftar isi
[sembunyikan]
- 1 Ruang lingkup dan keinginan
- 2 Teori dan praktik
- 3 Sejarah
- 4 Kesimpulan
- 5 Lihat pula
- 6 Pranala luar
[sunting] Ruang lingkup dan keinginan
Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis
paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memilik
Keindahan / Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas);
arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut,
dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur
harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula
bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun
psikologis.
Arsitektur adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni,
teknologi, humaniora, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Mengutip Vitruvius,
"Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses
belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni". Ia pun
menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dsb.
Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme,
empirisisme, fenomenologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah
beberapa arahan dari filsafat yang memengaruhi arsitektur.
[sunting] Teori dan praktik
Pentingnya teori untuk menjadi rujukan praktik tidak boleh terlalu ditekankan, meskipun
banyak arsitek mengabaikan teori sama sekali. Vitruvius berujar: "Praktik dan teori adalah
akar arsitektur. Praktik adalah perenungan yang berkelanjutan terhadap pelaksanaan sebuah
proyek atau pengerjaannya dengan tangan, dalam proses konversi bahan bangunan dengan
cara yang terbaik. Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi
bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. Seorang
arsitek yang berpraktik tanpa dasar teori tidak dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai
bentuk-bentuk yang dia pilih. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktik hanya
berpegang kepada "bayangan" dan bukannya substansi. Seorang arsitek yang berpegang pada
teori dan praktik, ia memiliki senjata ganda. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil
rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan". Ini semua tidak lepas dari
konsep pemikiran dasar bahwa kekuatan utama pada setiap Arsitek secara ideal terletak
dalam kekuatan idea.
[sunting] Sejarah
Untuk lebih jelas lihat artikel utama: Sejarah arsitektur
Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang
kondusif, keamanan, dsb), dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi).
Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia
menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktik-praktik,
arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba,
improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu
bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi. Arsitektur Vernakular
lahir dari pendekatan yang demikian dan hingga kini masih dilakukan di banyak bagian
dunia.
Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Kemudian timbullah surplus
produksi, sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. Kompleksitas
bangunan dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti
jalan dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit,
dan sarana rekreasi pun bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di
dalam masyarakat. Gaya-gaya arsitektur berkembang, dan karya tulis mengenai arsitektur
mulai bermunculan. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk
diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Contoh kanon ini antara lain
adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius, atau Vaastu Shastra dari India purba. Di periode
Klasik dan Abad Pertengahan Eropa, bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek
individual, tetapi asosiasi profesi (guild) dibentuk oleh para artisan / ahli keterampilan
bangunan untuk mengorganisasi proyek.
Pada masa Pencerahan, humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting
daripada agama, dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Pembangunan ditugaskan
kepada arsitek-arsitek individual - Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci - dan
kultus individu pun dimulai. Namun pada saat itu, tidak ada pembagian tugas yang jelas
antara seniman, arsitek, maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan.
Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur
di dalamnya masih bersifat umum.
Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu (misalnya
engineering), dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, seorang arsitek
menggeser fokusnya dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika. Kemudian
bermunculanlah "arsitek priyayi" yang biasanya berurusan dengan bouwheer (klien)kaya dan
berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis.
Pada abad ke-19, Ecole des Beaux Arts di Prancis melatih calon-calon arsitek menciptakan
sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa menekankan konteksnya.
Sementara itu, Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum, sehingga estetika
menjadi ukuran yang dapat dicapai bahkan oleh kelas menengah. Dulunya produk-produk
berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal, menjadi terjangkau
melalui produksi massal. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan
kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi.
Ketidakpuasan terhadap situasi sedemikian pada awal abad ke-20 melahirkan pemikiran-
pemikiran yang mendasari Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk
1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik
merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. Setelah itu, sekolah Bauhaus
(dibentuk di Jerman tahun 1919) menolak masa lalu sejarah dan memilih melihat arsitektur
sebagai sintesa seni, ketrampilan, dan teknologi.
Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktikkan, ia adalah sebuah pergerakan garda depan
dengan dasar moral, filosofis, dan estetis. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan
menoleh kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Arsitek lantas menjadi figur penting dan
dijuluki sebagai "master". Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi
masal karena kesederhanaannya dan faktor ekonomi.
Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada
tahun 1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan, keburukan, keseragaman,
serta dampak-dampak psikologisnya. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-
Modern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat
visual, meski dengan mengorbankan kedalamannya. Robert Venturi berpendapat bahwa
"gubuk berhias / decorated shed" (bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara
fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan) adalah lebih baik daripada sebuah "bebek /
duck" (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi satu). Pendapat Venturi ini
menjadi dasar pendekatan Arsitektur Post-Modern.
Sebagian arsitek lain (dan juga non-arsitek) menjawab dengan menunjukkan apa yang
mereka pikir sebagai akar masalahnya. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan
filosofis atau estetis pribadi oleh perorangan, melainkan arsitektur haruslah
mempertimbangkan kebutuhan manusia sehari-hari dan menggunakan teknologi untuk
mencapai lingkungan yang dapat ditempati. Design Methodology Movement yang
melibatkan orang-orang seperti Chris Jones atau Christopher Alexander mulai mencari proses
yang lebih inklusif dalam perancangan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Peneilitian
mendalam dalam berbagai bidang seperti perilaku, lingkungan, dan humaniora dilakukan
untuk menjadi dasar proses perancangan.
Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan,arsitektur menjadi lebih multi-
disiplin daripada sebelumnya. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional
dalam pengerjaannya. Inilah keadaan profesi arsitek sekarang ini. Namun demikian, arsitek
individu masih disukai dan dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol
budaya. Contohnya, sebuah museum senirupa menjadi lahan eksperimentasi gaya
dekonstruktivis sekarang ini, namun esok hari mungkin sesuatu yang lain.
[sunting] Kesimpulan
bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Namun, kebanyakan bangunan
masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara
berkembang, atau melalui standar produksi di negara-negara maju. Arsitek tetaplah tersisih
dalam produksi bangunan. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan
yang rumit, atau bangunan yang memiliki makna budaya / politis yang penting. Dan inilah
yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur. Peran arsitek, meski senantiasa
berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada
dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat
dijuluki sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu.
b.barang khiasan
c.tekstil
Tekstil adalah material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang. Tekstil dibentuk dengan
cara penyulaman, penjahitan, pengikatan, dan cara pressing. Istilah tekstil dalam
pemakaiannya sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun ada sedikit
perbedaan antara dua istilah ini, tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang
terbuat dari tenunan benang, sedangkan kain merupakan hasil jadinya, yang sudah bisa
digunakan.



Bab 5masa penjajah bangsa eropa
a. seni tekstil
b.prabotan
c.khias dekoraktif

















Bab.6 seni rupa barat
a.seni rupa prasejarah
b.seni rupa purba
Kesenian Mesir Kuno

Daerah sekitar aliran sungai Nil merupakan daerah pertanian yang subur yang dapat
memberikan kemakmuran kepada rakyatnya, sehingga Mesir dapat mengembangkan
kebudayaanya dengan baik. Sejak dahulu mereka sudah mengenal ilmu pengetahuan,
kesenian dan sudah mengenal jenis tulisan yang disebut Hirogli
Bangsa Mesir mempunyai kepercayaan dengan berbagai kultus (pemujaan), yaitu kultus
kematian, kultus Raja dan kultus Dewa, merekapun termasuk penganut Polytheisme (banyak
Dewa), seperti Dewa Amon, Dewa Osiris, Dewa Hours, Dewa Isis, Dewi Hather dan
sebaginya, dan dari kegiatan – kegiatan kepercayaan itulah muncul seni Mesir yang bersifat
sacral, penuh magis dan misteri, mulai dari pembuatan mumi, seni lukis, seni patung sampai
pada bangunan – bangunan yang monumental dan raksasa. Terutama seni bangunan dan seni
patung dibuat dari batu kapur dan batu granit. Sehingga peninggalan – peninggalannya masih
dapat kita lihat sampai sekarang

a. Seni Bangunan (bangunan makan dan kuil) Mesir kuno
Bangunan makam yang disebut pyramid didirikan dari susunan batu kapur berbentuk limas
segi empat yang didalamnya terdapat gang – gang / lorong menuju ke kamar Raja (Mummi
Firaon), kamar premaisuri dan kamar harta. Salah satu Pyramid yang terkenal yaitu pyramid
Khufu di Ghizah yang dianggap sebagi keajaiban dunia
Bangunan kuil di Mesir ada dua jenis, yaitu;
- Kuil lapangan, contohnya Kuil Amon Re di Karnak
- Kuil Korokan (kuil yang dipahatkan pada bukit karang), contohnya kuil Ramses II di Abu
Simbel

b. Seni Patung Mesir Kuno
Berdasarkan sikap tubuhnya, patung Mesir dibedakan menjadi:
- Patung Kourus, yaitu patung Dewa/Raja, memakai tutup kepala berdiri tegap, tangan kanan
dikepalkan disamping dan kaki kirinya dilangkahkan kedepan
- Patung kore, yaitu patung Dewi/ratu yang ciri – cirinya sama dengan kourus hanya kaki
kirinya tidak melangkah dan berpakain lengkap. patung dalam bentuk lain disebut Sphynx,
yaitu patung berkepala Raja berbadan singa

c. Seni relief / Lukis Mesir Kuno
Ditemukan pada lembaran papyrus, peti mati dan dinding. Kesan yang ditampilkan bersifat
dekoratifilustratif dan simbolis. Sedangkan cara menggambar objeknya yaitu:
- Bersifat ideoplastis, mengungkapkan apa yang dipikirkan dan bukan yang dilihat
sebenarnya
- Menggunakan prespektif batin, artinya menggambarkan besar kecilnya objek bukan
ditentukan oleh jarak pandangan melainkan berdasarkan martabat orang yang digambarkan.
Misalnya gambar seorang Raja lebih besar dari pada rakyatnya

d. Seni Musik dan Seni ari Mesir Kuno
Sesuai dengan perkembangan kebudayaan merekapun pada saat itu sudah mengenal seni Tari
dan musik. Hal ini berdasarkan pahatn mereka (relief) pada dinding bangunan. Diantaranya
terdapat adegan yang sedang memainkan suling dan harva serta adegan Tari Tarian ritual
sesuai dengan kepercayaan mereka pada saat itu

seni rupa permulaan





Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lainlain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Unsur-Unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut: 1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu: o alat-alat teknologi o sistem ekonomi o keluarga o kekuasaan politik 2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi: o sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya o organisasi ekonomi o alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama) o organisasi kekuatan (politik)

Wujud dan komponen
Wujud
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

Gagasan (Wujud ideal) Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu

berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

Aktivitas (tindakan) Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan. Artefak (karya) Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

Komponen
Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli atropologi Cateora, yaitu :

Kebudayaan material Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci. Kebudayaan nonmaterial Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional. Lembaga social Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier Sistem kepercayaan Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi. Estetika Berhubungan dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama dan

Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah. Bahasa memiliki sidat unik dan komplek. serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat. Bahasa Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi. dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan. Hubungan Antara Unsur-Unsur Kebudayaan Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain: Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi) Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. yaitu:        alat-alat produktif senjata wadah alat-alat menyalakan api makanan pakaian tempat berlindung dan perumahan . Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik). bahasa untuk setiap walayah. tari –tarian. setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah – buahan. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian. agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. memakai.

manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuantujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi. baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum. Bahasa Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti. yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. menantu. fatri. . adik. nenek dan seterusnya. organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat. di antaranya:     Berburu dan meramu Beternak Bercocok tanam di ladang Menangkap ikan Sistem kekerabatan dan organisasi sosial Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. tata krama masyarakat. cucu. lisan. ibu. anak. alat-alat transportasi Sistem mata pencaharian Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja. ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal. paman. manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat. ataupun gerakan (bahasa isyarat). kakak. Melalui bahasa. kakek. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. keluarga luas. dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi. tingkah laku. Sementara itu. keluarga bilateral. klan. dan keluarga unilateral. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari. Dalam kajian sosiologi-antropologi. berkomunikasi. bibi. dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. baik lewat tulisan. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama. dan paroh masyarakat. dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. mempelajari naskah-naskah kuno. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah. mewujudkan seni (sastra).

Agama juga memengaruhi kesenian. Sistem Kepercayaan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama Ada kalanya pengetahuan. dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas... Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi. seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam. Sehubungan dengan itu. Agama (bahasa Inggris: Religion. muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini. yang berarti "menambatkan"). Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut: . dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati. seperti misalnya dalam sistem teokrasi. sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah. Yahudi. Secara bersamaan. Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan. yang berasar dari bahasa Latin religare. manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta.[5] Ketiga agama tersebut memiliki sejumlah tradisi yang . Kristen dan Islam. yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. pemahaman. manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks. baik secara individual maupun hidup bermasyarakat. sering dikelompokkan sebagai agama Samawi[4] atau agama Abrahamik. [sunting] Agama Samawi Tiga agama besar. Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia.[3] Agama biasanya memiliki suatu prinsip.Kesenian Karya seni dari peradaban Mesir kuno.

Hinduisme adalah sumber dari Buddhisme. menekankan untuk mencari kenikmatan di dunia. dua aliran filosofi politik tercipta. seni.sama namun juga perbedaan-perbedaan yang mendasar dalam inti ajarannya. Agama dan filosofi di Asia kebanyakan berasal dari India dan China. 2.5 milyar pemeluk agama Islam di dunia.[6] Kristen (Protestan dan Katolik) adalah agama yang banyak mengubah wajah kebudayaan Eropa dalam 1. Saat ini umat Yahudi berjumlah lebih dari 13 juta jiwa.5 s. maupun tradisi filosofi di seluruh Asia. Mongolia. di kedua negara berpenduduk paling padat se-Asia. Pada abad ke-20. Kamboja.[8] [sunting] Agama dan filsafat dari Timur Agni. Myanmar.1 milyar pemeluk agama Kristen di seluruh dunia. Saat ini diperkirakan terdapat antara 1. Pemikiran para filsuf modern pun banyak terpengaruh oleh para filsuf Kristen semacam St. politik. mengajarkan pentingnya elemen nonmateri sementara sebuah pemikiran India lainnya. Mahatma Gandhi memberikan pengertian baru tentang Ahimsa. Ketiganya telah memberikan pengaruh yang besar dalam kebudayaan manusia di berbagai belahan dunia. Terdapat nilainilai dan sejarah umat Yahudi yang juga direferensikan dalam agama Abrahamik lainnya. inti dari kepercayaan Hindu maupun Jaina. bagian barat laut China. Saat ini terdapat lebih dari 1. cabang Mahāyāna yang menyebar di sepanjang utara dan timur India sampai Tibet. Thomas Aquinas dan Erasmus. dan memberikan definisi baru tentang konsep . termasuk Sri Lanka. Carvaka. memengaruhi baik religi. China. dua filosofi yang berasal dari Cina. Jepang dan Korea dan China selatan sampai Vietnam. Konghucu dan Taoisme. dan menyebar di sepanjang benua Asia melalui difusi kebudayaan dan migrasi.[7] Islam memiliki nilai-nilai dan norma agama yang banyak memengaruhi kebudayaan Timur Tengah dan Afrika Utara. Yahudi adalah salah satu agama. yang jika tidak disebut sebagai yang pertama. Laos. dan Thailand. dan sebagian wilayah Asia Tenggara. adalah agama monotheistik dan salah satu agama tertua yang masih ada sampai sekarang.700 tahun terakhir.d. Agama Hindu dari India. Theravāda Buddhisme menyebar di sekitar Asia Tenggara. dewa api agama Hindu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama dari timur dan Filosofi Timur Agama dan filosofi seringkali saling terkait satu sama lain pada kebudayaan Asia. seperti Kristen dan Islam.

Seperti kebanyakan agama lainnya. "cahaya untuk negara-negara" ("a light unto the nations").antikekerasan dan antiperang. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. Gereja Katolik Roma mempercayai bahwa sebuah perceraian adalah salah. gereja biasanya memasukkan acara pengucapan janji pernikahan di hadapan tamu. yang dipercayai oleh banyak orang di Amerika Serikat. mungkin bisa dianggap telah menyerap kedalam kebudayaan atau bahkan menjadi agama negara. intuisi. Pengaruh bereka cukup besar. "American Dream" American Dream. keadaan. seseorang dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Pada periode yang sama. Mereka percaya. tanpa memedulikan status sosial. atau kadang-kadang disebut sebagai "agama nenek moyang". seperti misalnya agama Shinto. dan berpikir menurut logika. Sementara Agama Islam memandang pernikahan sebagai suatu kewajiban. [9] Gagasan ini berakar dari sebuah keyakinan bahwa Amerika Serikat adalah sebuah "kota di atas bukit" (atau city upon a hill"). Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi: . dianut oleh sebagian suku pedalaman di Asia. adalah sebuah kepercayaan. melalui kerja keras. tertimpa musibah. tertimpa musibah dan menyediakan ritual yang ditujukan untuk kebahagiaan manusia itu sendiri. dan kebulatan tekad. dan orang yang bercerai tidak dapat dinikahkan kembali di gereja. dan harapan-harapan. atau "mimpi orang Amerika" dalam bahasa Indonesia. pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda. atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error). Pernikahan Agama sering kali mempengaruhi pernikahan dan perilaku seksual. agama tradisional menjawab kebutuhan rohani manusia akan ketentraman hati di saat bermasalah. pengorbanan. sifat. sebagai bukti bahwa komunitas tersebut menerima pernikahan mereka. wahyu. Islam menganjurkan untuk tidak melakukan perceraian. Kebanyakan gereja Kristen memberikan pemberkatan kepada pasangan yang menikah. Umat Kristen juga melihat hubungan antara Yesus Kristus dengan gerejanya.[10] yang memiliki nilai dan kekayaan yang telah ada sejak kedatangan para penjelajah Eropa sampai generasi berikutnya. namun memperbolehkannya. dan Amerika. filosofi komunisme Mao Zedong menjadi sistem kepercayaan sekuler yang sangat kuat di China. Sistem ilmu dan pengetahuan Secara sederhana. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. Agama tradisional Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama tradisional Agama tradisional. Afrika.

Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. keefektifan komunikasi 3. berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Penetrasi kebudayaan Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. perubahan lingkungan alam. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara: Penetrasi damai (penetration pasifique) . Sebagai contoh. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. dan kontak dengan kebudayaan lain. dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan. pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia pengetahuan tentang ruang dan waktu Perubahan sosial budaya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perubahan sosial budaya Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. tekanan kerja dalam masyarakat 2. Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial: 1. penemuan baru.[11] Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat.    pengetahuan tentang alam pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya pengetahuan tentang tubuh manusia.

Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Menurut cara pikir ini. kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia. kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Contohnya. Misalnya. Artefak tentang "kebudayaan tingkat tinggi" (High Culture) oleh Edgar Degas. Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi. Contohnya. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik. masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia[rujukan?].Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat[rujukan?]. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli. Cara pandang terhadap kebudayaan Kebudayaan sebagai peradaban Saat ini. Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai "peradaban" sebagai lawan kata dari "alam". Asimilasi. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Penetrasi kekerasan (penetration violante) Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. atau Sintesis. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya. . Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya.

dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam "sudut pandang umum". tetapi perbandingan itu -berkebudayaan dan tidak berkebudayaan. elit. yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang. fine art. bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain. maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah "berkebudayaan". budaya tidak dapat diperbandingkan. musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan "jalan hidup yang alami" (natural way of life).seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman." dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran "manusia alami" (human nature) Sejak abad ke-18.Pada prakteknya. Kebudayaan sebagai "sudut pandang umum" Selama Era Romantis. seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang "berkebudayaan" disebut sebagai orang yang "tidak berkebudayaan". dari aktivitas-aktivitas di atas. Meskipun begitu. dan mengambil bagian. gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara "berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau kebudayaan "primitif. Dalam hal ini. Menurut cara pandang ini. beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan." . Sebagai contoh. khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme . kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang "elit" seperti misalnya memakai baju yang berkelas. sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui. Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur. Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis. Karenanya. jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang "berkelas". atau mendengarkan musik klasik. dan bercita rasa seni. dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan. sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman. para cendekiawan di Jerman." Orang yang "tidak berkebudayaan" dikatakan lebih "alam. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan "kebudayaan elit" adalah sama masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan.dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan "tidak alami" yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masing-masing.

di antaranya karena perbedaan umur. ras. Dalam Leitkultur.  Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. subkebudayaan . tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli. Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. aesthetik. mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama.    Kebudayaan menurut wilayah Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kebudayaan menurut wilayah . Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat. Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah. yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. pandangan politik dan gender. etnisitas. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas. keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya. kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri. pekerjaan. dan tipe pemerintahan yang berkuasa. Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman.perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja. watak dari penduduk asli. kelas. dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.Pada akhir abad ke-19. agama. Pada abad ini pula.kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya . seberapa banyak imigran yang datang. atau biasa disebut dengan tribalisme. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal. Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk. Bertolak dari teori evolusi. para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Pada tahun 50-an. terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan . Kebudayaan di antara masyarakat Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur).

Orang Hopi yang sedang menenun dengan alat tradisional di Amerika Serikat. Portugis. hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi. hubungan dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua Australia. orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat). Sementara itu.Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi. wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam. Selain kedua Agama tersebut. Eropa . Dalam bidang agama. Perancis. dan agama. Amerika Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika. seperti kebudayaan Sub-Sahara. migrasi. Korea. Kebudayaan Eropa dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan lingkungan benua Australia. Aborigin. Inggris. agama Budha dan Taoisme banyak memengaruhi kebudayaan di Asia Timur. Asia Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain. Australia Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan Eropa dan Amerika. seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang. dan para imigran Eropa terutama Spanyol. meskipun begitu. norma dan nilai Agama Islam juga turut memengaruhi kebudayaan terutama di wilayah Asia Selatan dan tenggara. Selain kemajuan teknologi dan informasi. Afrika Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa. dan Belanda. Jerman. dan Vietnam. beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain.

meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di daerah ini. hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. . Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang pernah dijajah.Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah dijajahnya. dan agama Kristen. Romawi kuno. meskipun kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa tahun ini. Timur Tengah dan Afrika Utara Kebudayaan didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanyakan sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma agama Islam. kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani kuno. Kebudayaan ini telah diserap oleh banyak kebudayaan. Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan "kebudayaan barat".

zaman hindu.budha .

Selain itu ada pula yang menyatakan bahwa kaligrafi merupakan apa-apa yang ditulis ahli dengan sentuhan kesenian. letakletaknya dan tata cara merangkainya menjadi sebuah tulisan yang tersusun di atas garis dan bagaimana cara menulisnya dan menentukan mana yang tidak perlu ditulis. Ungkapan tersebut sesuai dengan pengalaman yang dirasakan oleh kaligrafer itu sendiri. Meskipun bermacam-macam pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. dan kemudian menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kaligrafi adalah suatu kepandaian untuk mengatur gerakan ujung jari dengan memanfaatkan pena dalam tata cara tertentu. dalam arti kata tulisan tersebut mempunyai kehalusan dan kesenian. Dengna demikian dapat dikatakan suatu tulisan yang ditulis dengan indah atau suatu kepandaian menulis elok dan boleh juga dikatakan seni tulisan indah. mengubah ejaan yang perlu digubah dan menentukan cara bagaimana menggubahnya. Kaligrafi melahirkan suatu ilmu tersendiri tentang tata cara menulis. sehingga masingmasing kaligrafer itu memiliki corak tersendiri dalam memaknai kaligrafi tersebut. jadi dapat diartikan dengan tulisan indah. sementara tata cara tertentu menunjukkan pada semua jenis kaidah penulisan. Sedangkan Ubaidillah Ibn Abbas mengistilahkan kaligrafi ini dengan “lisan al-Yadd” atau lidahnya tangan. yang dibuat secara propesional dan harmonis yang dapat dilihat secara kasat mata dan diakui sebagaimana susunan yang dihasilkan lewat kerja kesenian. pernah mengumpulkan sekitar tujuh macam pengertian kaligrafi atau khath. Adapun yang dimaksud dengan pena di sini adalah pusat gerakan-gerakan ujung jari.Zaman islam Pengertian Kaligrafi 1. Jadi seni kaligrafi itu sebuah kepandaian menulis tulisan indah dengan mengikuti metode-metode tertentu untuk mempelajarinya. namun pada dasarnya tujuan ungkapan tersebut mengarah kepada arti tulisan yang indah. kaligrafi ini biasa disebut dengan khath. Di samping itu ada juga yang mengungkapkan bahwa kaligrafi itu sebagai suatu kepandaian untuk mengatur gerakan ujung jari dengan memanfaatkan pena atau kalam dengan metode atau tata cara tertentu. (‫ . )طوطخ ج ،طخلا‬Merupakan bentuk masdar dari bahasa Arab yaitu ( – ‫–ي خط‬ ‫ خط ال ش يئ‬aynlasim . Dalam mengungkapkan pengertian kaligrafi ini bermacammacam ungkapan yang dikemukakan oleh para tokoh dan pencintanya. Mohd Nor mengungkapkan pengertian kaligrafi itu suatu coretan atau tulisan yang membawa maksud tulisan yang indah. atau seni tulisan indah. Muhammad Thahir ibn „Abd al-Qadir al-Kurdi dalam karyanya Tarikh al-Khat al-„Arabi wa Adabihi. .(sirag uata nasilut) ‫ ال سطر‬uata ‫ ال ك ت بة‬aynitra gnay (‫خطا خط‬ artinya‫( هبتك هريغ وأ ملقب‬ia menulis atau memberi garis dengan pena atau dengan yang lain) Manja Mohd Ludin dan Ahmad Suhaimi J. Syeikh Syam al-Din al-Afghani menyatakan: Kaligrafi adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal. Ada lagi Yaqut al-Musta‟shimi (seorang kaligrafer kenamaan pada masa Usman) mengungkapkan bahwa kaligrafi itu sebagai seni arsitektur rohani yang terwujud melalui pengolahan keadaan. Dapat juga dikatakan suatu tulisan yang dirangkai dengan nilai estetika yang bersumber pada pikiran atau ide dan diwujudkan melalui benda materi (alat tulis) yang diikat oleh aturan dan tata cara tertentu. meneliti tentang tanda-tanda bahasa yang bisa dikomunikasikan. Dalam bahasa Arab kaligrafi. Pengertian Kaligrafi Kata Kaligrafi ini berasal dari bahasa Yunani yang disederhanakan dalam bahasa Inggris yaitu Calligraphy yang berasal dari dua suku kata bahasa Yunani yaitu Kallos dan Graph yang berarti beauty (indah) dan grapeny: to write (menulis).

ras Arab yang menempatkan wilayah Utara jazirah Arabia. Lalu tulisan tersebut terpecah menjadi khath Feniqi (Funisia). Mereka ini melakukan perjalanan sambil belajar tulis baca di Syria begitu juga yang lainnya di Ambar Irak. seperti yang dibuktikan oleh temuan arkeologis (prasasti pada batu. Menurut catatan sejarah di Hijaz hanya ada beberapa orang yang pandai tulis baca yang terdiri dari orang Quraish dan orang Madinah khususnya orang Yahudi. Mengenai istilah kaligrafi Arab ini Ahmad Munawir mengemukakan bahwa pada kata khath itu diberikan kata sifat ‫ يبرعلا‬sehingga menjadi ‫ . di negeri Yordan dengan ibu kota Puetra. dengan cabang-cabang (Arami): Nabati di Hirah atau Hurun dan Sataranjih-Suryani di Irak dan Musnad: Safawi. sebab apabila ditinjau dari sejarah. Mereka tidak terbiasa menulis peristiwa. selatannya. Keterlambatan perkembangan ini karena bangsa Arab ini dikenal sebagai masyarakat yang suka berpindah-pindah (nomaden). Untung orang Nabatea meninggalkan sejumlah inskripsi yang tersebar di daerah yang mewakili tahap peralihan yang maju menuju perkembangan huruf Arab. Kemudian dari Musnad ini lalu pindah ke Nabati sampai kedatangan Islam.Pemakaian istilah kaligrafi ini sering juga disebut orang kepada dua istilah. Sedangkan Kamil al-Baba mengatakan bahwa pendapat yang paling dipercaya kaligrafi Arab itu diadopsi dari tulisan suku Nabati. (Utara Jazirah Arabia) dan Humeri. Orang yang menggeluti dan makin dalam menulis tulisan Arab disebut ‫( طاطخلا‬penulis halus). tulisan musnad yang disebar luaskan oleh suku Maniyah (Minneni) di Yaman yang berpindah ke Arabia Utara. Orang yang memakai istilah kaligrafi Arab mengatakan huruf-huruf yang digoreskan lewat pena terdiri dari huruf-huruf Arab. karena menurut pandangan mereka orang yang menulis itu adalah orang yang mempunyai hafalan yang kurang kuat. Kemudian pada abad ke-7 M.طخلا يبرعلا‬artinya tulisan Arab. Hal ini berdasarkan bukti-bukti nyata arkeologi (Dinas Purbakala) yang pernah mengadakan penelitian tentang pertumbuhan tulisan. diperkirakan seabad sebelum kedatangan Islam orang Hijaz sudah ada yang mengenal tulisan. Jadi sangatlah sulit untuk mencari data tertulis atau prasasti yang membuktikan peta perjalanan sejarah sebuah kemajuan di Jazirah Arab. Akar dari tulisan Arab itu dari Mesir (Kan‟an Semit atau Turnesia). Kedua istilah tersebut sama benarnya. dari tulisan Hierogrhaph. seni kaligrafi itu memang lahir dari ide “menggambar” atau apa lukisan yang dipahat atau dicoretkan dalam benda-benda tertentu. Ada yang menyebut dengan kaligrafi Arab dan ada juga yang menyebutnya dengan kaligrafi Islam. Memang apabila dilihat dari asalnya kaligrafi ini berasal dari Arab. dan tulisan yang digunakan itu bahasa Arab. Mereka dikenal sebagai bangsa yang kuat daya hafalnya. Selain itu sisasisa paleorafis (tulisan pada material seperti papyrus dan kertas kulit) dapat juga sebagai tanda untuk membuktikan bahwa orang Arab pada zaman itu sudah mempunyai pengetahuan menulis. tanah dan batu. Hal ini terjadi karena ada hubungan dagang mereka dengan Arabia Utara dengan Arabia Selatan yang sudah mengenal huruf seperti suku Hunain di Yaman. Jadi tidak diperlukan tulisan untuk menyampaikannya. kulit kayu. seperti daun-daun. 2. pilar dan seterusnya) di Jazirah Arab. Sementara yang mengatakan istilah kaligrafi Islam mengatakan bahwa sekalipun tulisan yang ditulis tersebut terdiri dari huruf-huruf Arab perkembangannya yang sangat pesat adalah setelah Islam datang. Lihyani. terjadi sedikit perkembangan penulisan di kalangan masyarakat Jazirah Arabia. Perkembangan Kaligrafi Proses menuju kesempurnaan perkembangan kaligrafi Arab sebelum Islam menuju kesempurnaan pada abad ke-3 M. Samudi. Namun tulisan Arab itu berkembangnya setelah Islam datang pada bangsa Arab. Perbedaan pemakaian istilah ini terjadi karena tingkat pemahaman seseorang terhadap kaligrafi itu berbeda juga. Dalam perkembangan tulisan ini. . Tulisan sederhana (belum sempurna) telah ada.

Hal ini karena kehidupan mereka terbiasa di alam bebas. perjalanannya agak tersendat. Tetapi setelah Nabi wafat tahun 633 M. Bukan itu saja yang menunjang mereke untuk menulis. Mereka sudah mulai menulis tentang ayat-ayat al-Qur‟an dan Hadits. Syair merupakan penalaran paling berharga dalam mengungkapkan makna-makna perasaan hati dan gejolak pikiran. ternyata ayat yang pertama kali diturunkan itu adalah ayat mengenai perintah untuk membaca dan menulis. padang pasir yang membentang luas dan terbebas dari pengaruh budaya asing. Mereka yang menulis ini biasa sudah ada ditunjuk oleh Zaid bin Tsabit. sebagai tanda suatu penghormatan yang luar biasa. Kebanggaan mereka terhadap syair memang luar biasa. Itulah sebabnya pada bangsa Arab sebelum Islam datang seni kaligrafi itu berkembang. Apalagi yang mereka tulis itu adalah wahyu allah. Keperluan untuk merekam al-Quran memaksa mereka untuk memperbaharui tulisan mereka dan memperindahnya sehingga ia pantas menjadi wahyu Allah. karena mereka juga dianjurkan menulis dan membaca. sebagaimana yang tertulis dalam surat alAlaq ayat 1-5                          Bacalah dengan nama Tuhan mu yang menciptakan Menciptakan manusia dari segumpal darah Bacalah… ! Dan Tuhan mu Maha Pemurah Yang mengajarkan manusia menulis dengan kalam Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya Dari ayat tersebut sangat jelas bahwa membaca dan menulis itu memang dianjurkan. Kemudian syair-syair tersebut mereka hafal agar mudah disampaikan kapan saja dikehendakinya. Apabila ada syair yang pantas untuk dibanggakan maka barulah orang Arab tersebut menulisnya dan menggantungkannya pada dinding Ka‟bah. . karena mereka tidak membudayakan menulis. Semenjak turunnya al-Quran merupakan perkembangan awal kaligrafi ini dimulai. Mereka akan merasa lebih bangga apabila salah seorang dari anggota keluarga atau kebilahnya ada seorang penyair dibanding mempunyai seorang panglima perang. tetapi masih sangat langka. lebih dari seribu tahun tidak melahirkan keanekaan. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan tulis menulis itu sudah ada. maka syair tersebut langsung ditempelkan di dinding ka‟bah. yang menjadikan mereka leluasa dan terlatih untuk menghayalkan apa saja yang mereka alami dalam kehidupan. Menurut literatur Arab. Setelah Islam datang tulisan Arab ini mulai berkembang. padang pasir yang membentang luas dan terbiasa di alam bebas. Apabila syair atau pantun itu mendapat nilai paling bagus.Yang menjadi kebanggaan bagi bangsa Arab pada waktu itu adalah syair. Memang pada saat itu juga tidak disebutkan mereka menggunakan jenis khath apa dalam menulis tersebut. Tetapi dapatlah dipastikan bahwa kaligrafi Islam tersebut berasal dari tulisan Arab karena tulisannya menggunakan tulisan Arab. sejumlah hafiz tersebut banyak yang gugur dalam peperangan. hanya pernah ada tujuh jenis syair pujaan yang disebut al-Mu‟allaqat (gantungan) sebagai hasil karya seni sastra maha paling indah dan paling sempurna yang mempunyai nama terhormat. karena ditulis dengan tinta emas. Setiap ayat yang telah diturunkan Allah dan mereka terima dari Rasulullah lalu mereka tulis agar lebih mudah mengingatnya. kecuali saat-saat dibutuhkan. Kemudian ayat tersebut disebarkan oleh Rasulullah secara lisan dan kemudian dihafal oleh para hafiz untuk dapat dibaca dalam hati. Dan tulisan-tulisan yang berkembang di daerah Arab sebelum Islam datang dapatlah dikategorikan sebagai kaligrafi Arab.

Pada masa ini juga sudah dimulai penterjemahan buku-buku asing ke dalam bahasa Arab. Ilham Khoiri mengatakan bahwa ada semacam motivasi normatif al-Qur‟an yang mendorong kemajuan perkembangan seni kaligrafi ini. Akhirnya penulisan Arab semakin berkembang. Dari sanalah dimulai semua salinan alQuran dibuat. Tulisan ini kemudian menjadi tulisan resmi pada pemerintahan Daulah Muawiyyah. lalu Abu Bakar membentuk sebuah panitia dalam penulisan ini yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit yang merupakan juru tulis Nabi sebelum Nabi wafat. Selain dari adanya kaitan dengan al-Quran. Penyusunan yang disucikan ini kemudian disalin ke dalam empat atau lima dalam bentuk edisi yang serupa. sehingga dapat merata di seluruh dunia Islam diantaranya: 1. Islam telah meluas sampai keluar jazirah Arab. Apalagi pada masa pemerintahan al-Makmum yang sangat menyukai kaligrafi. diciptakan atas perintah langsung dari khalifah Muawiyah (40H/661M-60H/680M). setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Bahasa Arab itu diberlakukan bukan saja khusus untuk bangsa Arab. Adanya penamaan nama-nama raja dan kaum elit social. tambahan lagi adanya perintah untuk menuntut ilmu serta larangan menyembah atau memuja patung dan berhala. . Untuk seorang pejabat tinggi Baybar. 2. Dengan adanya sistem arabisasi menjadikan bentuk tulisan Arab semakin berkembang. Ahli kaligrafi yang terbesar pada zaman Mamluk ini adalah Muhammad Ibnu al-Walid. mula-mula dalam tulisan Mekah dan Madinah. kemudian dikirim ke wilayah-wilayah Islam yang penting untuk digunakan sebagai naskah yang penting sebagai kitab buku. Zaid bin Tsabit menyusun dan mengumpulkan wahyu ke dalam bentuk mushaf. Dengan penyebaran tersebut terjadilah urbanisasi besar-besaran ke wilayah baru dan pertemuan budaya antara Islam dan wilayah taklukan serta adanya proses Arabisasi pada wilayah tersebut. Dalam catatan sejarah bahwa gaya tulisan Tumar (lembaran halus daun pohon Tumar). Ketika pemerintahan Muawiyah kaligrafi ini mulai berkembang. tetapi pada setiap orang Islam meskipun dia bukan orang Arab diharuskan menggunakan bahasa Arab. Karena pengaruh ekspansi kekuasaan Islam. Tambahan lagi ada hadits nabi yang menyatakan bahwa menulis ayat al-Quran dengan indah itu akan mendapat pahala. orang terpicu untuk mempelajari tulisan Arab karena adanya system Arabisasi yang diterapkan oleh pemerintahan Bani Umayyah. Penyusunan ini baru terlaksana setelah masa kekhalifahan Usman bin Affan pada tahun 651 M. yang kemudian menjadi Sultan Baybar (1308-09). kemudian dalam tulisan Kufah dan selanjutnya dalam sebagian besar ragam tulisan Arab yang berkembang di negeri-negeri muslim. yang meninggalkan salinan al-Quran yang unik dalam tulisan sulus yang telah disalin ulang pada tahun 1304 M. Pada waktu itu Abu Bakar masih ragu. .Umar bin Khattab memperingatkan hal tersebut kepada Abu Bakar sebagai khalifah pada masa itu . Sebagaimana yang dinyatakan oleh: ‫عي أب و عا صن عي ع بد ال و لل ب ي ع بد هللا ب ي اب ي س ف ياى، عي أهه عورو ب ي اب ي س ف ياى، أً ه سوع‬ (‫عور ب ي ال خطاب ي قول: ق يدوا ال ع لن ب ال ك تاب ز )رواه ال درهي‬ Abu Ashim telah mengabarkan kepada kami dan kemudian dia mengabarkan kepadaku. perkembangan seni kaligrafi ini berkembang dengan pesat juga disebabkan oleh beberapa factor lainnya. Setelah masa pemerintahan Abbasiyah penulisan kaligrafi ini sudah mulai membudaya. sehingga pada masa ini lahirlah berbagai tokoh kaligrafi yang dikenal. Hal tersebut membuktikan bahwa kemampuan dalam seni kaligrafi dapat menambah prestasi seseorang untuk mendapatkan jabatan. dari Abdul Malik bin Abdullah bin Abu Sofyan. sebab hal ini belum pernah dilakukan pada masa Rasul. Dari ibunya Amru bin Abu Sofyan. Setelah didesak oleh Umar karena banyak pula terdapat perbedaan dialek bacaan tentang ayat al-Quran ini. Hal ini dapat dibagi kepada empat wujud yaitu adanya perintah untuk belajar menulis al-Quran sebagai al-Kitab dan pengertiannya sebagai maqru. yang merupakan ragam setempat tulisan Jazm. sehingga muncul bermacam-macam model tulisan Arab yang baru.

Perkembangan kaligrafi Arab ini tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya peradaban Arab dan munculnya peradaban Islam. 2. Seni kaligrafi yang berkembang setelah Islam datang ini dapat dikatakan dengan kaligrafi Islam. yaitu berasal dari bangsa Ibrani. Factor tersebut yang menjadi pemicu para kuttab untuk menulis al-Quran dengan indah. sementara syaikh menulis kalimat-kalimatnya. 1502). Kaligrafernya tidak saja terdapat dari kalangan laki-laki saja. Azzahawy mengemukakan bahwa perkembangan kaligrafi itu kepada dua bentuk: 1. Lalu Umar bin Khattab mengusulkan agar al-Quran itu dibukukan. gaya kufi ini mencapai keelokan sehingga bertahan selama tiga ratus tahun. Pada abad ke-8 H. Menurut catatan sejarah jenis khath yang pertama kali digunakan adalah khath khufi. Setelah pada masa Usman barulah berhasil al-Quran itu dibukukan. Khat ini digunakan untuk menulis catatan resmi dan surat kabar. Sedangkan kecendrungan orang pada masa itu pada syair dan prosa dengan menggunakan budaya hafalan. Habibullah Fadzoili (1993) mengemukakan tentang gembaran perkembangan kaligrafi Arab Perkembangan tersebut terbagi kepada tujuh periode a. Dia mengajarkan kaligrafi kepada sultan Usmaniyah Bayazid II (1481-1520). Sumbangan terbesar dari kaligrafi Islam ini adalah Syaikh Hamdullah al-Masi (w. Padsyah-Khatun salah seorang kaligrafer wanita yang berasal dari Iran berkiprah di Jerman selama empat tahun sebelum kewafatannya tahun 1296 M menguasai kaligrafi. Model-model tulisan Arab yang digunakan pun makin berkembang. Karena pada masa ini sudah banyak di antara sahabat nabi yang hafal al-Quran dalam peperangan. bulat dan terbuka. Pada masa ini gaya kufi muncul pertama kali dengan tidak ada menggunakan tanda baca pada huruf tersebut. meskipun sebagian sahabat dan keluarganya sudah ada yang pandai membaca dan menulis. Hal ini karena pada waktu Nabi sendiri tidak pernah mempelajari kepandaian ini. Khat yang mulai lentur atau elastic apabila dibandingkan dengan khat sebelumnya. Dia seorang kaligrafer yang mahir menulis kaligrafi yang dikembangkan oleh Yaqut. Begitu besarnya perhatian pemerintah terhadap kaligrafi. lahir pemikiran untuk menggunakan tanda baca oleh seorang ahli bahasa Abu Aswad Ad-Duali yang kemudian dilanjutkan oleh muridnya sehingga mencapai tahapan kesempurnaan. yang dipandang sebagai pendekar kaligrafi terbesar sepanjang dinasti Usmaniyah. wanita pun sudah ada yang menggeluti dalam bidang seni kaligrafi ini. Bahkan .Sesungguhnya dia mendengar dari Umar bin Khatab bahwasanya Rasulullah bersabda: Kukuhkanlah ilmu itu dengan tulisan. Apabila al-Quran ditulis dengan baik dan indah menjadikan orang senang untuk membacanya. Akhirnya dengan demikian keindahan tulisan tersebut menjadikan suatu motivasi untuk selalu membaca alQuran. Secara tidak langsung mereka yang menulis ayat al-Quran dengan indah berarti mereka turut serta mengagungkan al-Quran dan memeliharanya dengan baik. Jadi pada masa itu seni sastra sangat berkembang dan semakin mendapat perhatian dan sering dijadikan kompetisi. bagi orang yang selalu membaca al-Quran akan mendapat pahala di sisi Allah. Periode pertumbuhan. Sultan tersebut sangat menghormatinya dan membayarnya mahal untuk setiap tinta yang mengalir. sehingga setiap kaligrafer itu senantiasa diberi imbalan yang besar atas setiap karyanya. Karena tulisan yang sering disebut oleh bangsa Arab itu ayat al-Quran. Khat ini dipakai dalam kegiatan sehari-hari dalam bentuk berlobang. Kemudian pada abad ke-7 H. Kemudian setelah Nabi wafat. yaitu rangkaian huruf yang berkaitan satu sama lain. Kepandaian seni kaligrafi ini tidak banyak dipraktekkan oleh orang-orang yang sezaman dengan Nabi. Dalam bukunya Athlasul Khat wa al-Kutub. karena kuatir al-Quran itu akan hilang secara perlahan. seperti khat naskhi. Khat yang kaku. barulah mereka merasakan kebutuhan untuk menulis. telah melakukan penyalinan al-Quran.

Demikian juga di Baghdad ditemukan tiga kaligrafer besar yaitu Musthafa Raqim. Namun peletakan gaya kaligrafi ini tidak seluruhnya dapat diketahui dengan jelas. Yakut ini berhasil mengembangkan gaya baru dalam tulisan Tsulus. Periode pengolahan khath dan pemikiran tentang metode hiasan baru dengan penyesuaian pena bamboo. Pada masa ini muncul modifikasi dan pembentukan gaya-gaya lain. Jamaluddin Yaqut al-Musta‟shimi (w. f. bahkan mencapai dua puluh enam gaya khath. Selain itu pada periode ini terdapat pula sekitar dua puluh empat gaya khat yang berkembang. Pada masa ini para kaligrafer lain juga antusias menciptakan gaya-gaya kaligrafi ini sehingga dalam periode ini mampu menghasilkan gaya kaligrafi sampai ratusan gaya. Pada periode ini muncul tiga gaya baru yaitu ta‟liq (farisi) yang disempurnakan oleh kaligrafer Mir Ali (w. gaya kufi ini telah memperoleh banyak monumental. Di samping itu ia juga memodifikasi sekitar empat belas gaya kaligrafi serta menemukan du belas kaidah untuk pegangan seluruh aliran. Pada masa ini juga muncul kaligrafer kenamaan di Mesir yang bernama Thab-thab. Ragam model gaya kaligrafi yang berkembang pada periode perkembangan ini tidak berhenti sampai di situ saja. Muhaqqaq. yaitu Tsulus. Abu Abdullah Hasan bin Muqlaq dengan metode al-Khath al-Mansub (ukuran standar dan bentuk kaligrafi). Sedangkan khath Naskhi lahir jelas diketahui siapa peletak pertama dari gaya khath ini adalah Ibn Muqlah . Model kaligrafi kursif yang tumbuh pada masa itu Tsulus. Dan pada masa ini ditemukan enam rumusan pokok (al-aqlam as-Sittah). Riqa‟. Periode penyempurnaan dan perumusan kaidah penulisan huruf oleh Abu Ali Muhammad bin Muqlaq. Riq‟i dan Tauqi‟. Syeikh Musa „Azmi (lebih dikenal dengan Hamid al-Amidi). Demikian juga halnya khath Diwany pencipta pertamanya Ibnu Munif di Turki (860 H).329H/940) dan saudaranya. Naskhi. karena kelahiran khath ini sudah tampak sebelum kelahiran Ibn Muqlah. dan beliau juga yang mendewasakan jenis model dari khath ini. yang berhasil menemukan gaya yang lebih gemulai al-Mansub al-Faiq (pertautan yang indah). yaitu pemotongan miring pada pena tersebut oleh sang kiblatul kuttab. Di samping itu beliau juga mengolah gaya al-Aqlam as-Sittah yang masyhur pada periode kedua dengan sentuhan kehalusan penuh estetika serta mengembalikan hokum-hukum Ibnu Muqlaq dan Ibn al-Bawwab. Periode pengembangan dari rumusan Ibnu Muqlaq ini oleh Ibn al-Bawwab (w. Naskhi. Contohnya kaligrafi gaya khufi merupakan gaya kaligrafi yang tertua dan tidak diketahui dengan jelas siapa peletak dan pencipta dari model khath ini. yaitu suatu gaya kaligrafi dari gabungan khath Naskhi dan Muhaqqaq. Selain gaya kufi pada masa ini merupakan tahapan pertumbuhan dan perindahan. atau The Six Hands Styles (Inggris) . Pada masa ini Ibn Muqlaq sangat besar jasanya dalam membangun gaya Naskhi dan Tsulus. atau Sihs Qalam (Persia). d. Di antara jenis gaya . Periode pertumbuhan dan perindahan yang dimulai sejak akhir kekhalifahan Bani Umayah sampai pertengahan kekuasaan Abbasiyah di Bagdad. e. Raihani dan Tauqi‟. Dia juga menambahkan hiasan pada tiga belas gaya kaligrafi yang menjadi eksperimennya. b. Muhaqqaq. dan gaya Sikhatseh (berbentuk terpecah-pecah) oleh khattah Darwisi Abdul Majid. (w. Keenam gaya kaligrafi ini mengalami seleksi alam. Keenam gaya inilah yang dikenal dengan al-Aqlam as-Sittah. 698 H/1298 M). bahkan pada masa berikutnya bermunculan para kaligrafer yang tidak kalah hebatnya dan mampu menggores tulisan yang halus dan sarat dengan nilai seni dan keindahan. Raihani. Periode perkembangan pada masa dinasti Mamluk di Mesir dan Dinasti Safawi di Persia. Pada awal pertumbuhannya kaligrafi itu tumbuh dan beragam bersifat kursif (lentur dan ornamental) dan sering pula dipadu dengan ornament floral.1022 M). c. Gaya Riq‟ah diciptakan al-Mutasyar Mumtaz Bek di Turki (1280 H). Bentuk model khath yang berkembang tersebut diciptakan oleh tokoh-tokoh kaligrafer itu sendiri.pada abad ke-11 .1916).

Namun demikian. B. Tak ada bukti yang menunjukkan wayang telah ada sebelum agama Hindu menyebar di Asia Selatan. kejeniusan local. . farisi. naskhi. seperti yang terdapat pada arsitektur bangunan. baik dari al-Aqlam as-Sittah maupun yang munculnya belakangan namun yang masih sering dipakai sampai sekarang yakni gaya sulus. kebudayaan yang ada sebelum masuknya Hindu menyatu dengan perkembangan seni pertunjukkan yang masuk memberi warna tersendiri pada seni pertunjukkan di Indonesia. Perkembangan ini mencapai titik kulminasi pada masa pemerintahan Daulah Usmani (sekitar abad ke-16) dan dinasti Safawi di Iran juga dalam periode yang sama. Karena pada masa ini banyak terdapat seniman. karena luruh dan gayanya berkarakter mirip Tsulus. Banyak negara memiliki pertunjukkan boneka. UNESCO. diwani. yang merupakan mahakarya asli dari Indonesia. Ilham Khoiri mengelompokkan kepada dua yaitu perkembangan seni kaligrafi sebelum al-Quran turun dan setelah al-Quran diturunkan. Hal ini dikarenakan terdapatnya keindahan pada seni kaligrafi yang dapat mengokohkan peradaban yang dibutuhkan. lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB. Riq‟ah. Dan untuk itulah UNESCO memasukannya ke dalam Daftar Warisan Dunia pada tahun 2003. ahli kaligrafi dan peminat dan pencinta kaligrafi yang berasal dari kabilah-kabilah. Kaligrafi yang pertama digunakan sebagai hiasan tersebut adalah khath khufi. Diperkirakan seni pertunjukkan dibawa masuk oleh pedagang India. seni pertunjukkan ini menjadi media efektif menyebarkan agama Hindu. Dari seluruh model tulisan kaligrafi ini. Sedangkan yang bersifat kaidah itu seperti Sulus. pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia. Pada periode tersebut di Turki juga berkembang jenis gaya kaligrafi Syikatsah.Makam c. dan Naskhi. ijazah (raihani) serta model kufi.kaligrafi tersebut mulai beransur-ansur hilang. riq‟ah. pertunjukkan bayangan boneka (Wayang) di Indonesia memiliki gaya tutur dan keunikkan tersendiri. Namun.makam Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. catatan awal yang bisa didapat tentang pertunjukkan wayang berasal dari Prasasti Balitung di Abad ke 4 yang berbunyi “si Galigi mawayang” Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia dan menyesuaikan kebudayaan yang sudah ada. Sebenarnya. Sampai saat ini. Perkembangan model-model ini dapat juga dilihat dari perkembangan sejarah. diwani jail. Sementara Farisi (ta‟liq) berkembang di Iran. Namun yang paling pesat perkembangn model kaligrafi itu adalah setelah al-Quran diturunkan. dimana pertunjukkan wayang menggunakan cerita Ramayana dan Mahabharata. sementara jenis khath yang lain tetap eksis dan berkembang semakin sempurna. pertunjukan boneka tak hanya ada di Indonesia. Gaya Riq‟ah dan Tauqi‟ sudah mulai beransur surut dari peredaran. Riq‟ah dan Ijazah. SyikatsahAmiz. Perkembangan seni kaligrafi tersebut ada yang bersifat hiasan dan ada juga yang bersifat kaidah. sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Diwani Jali. Diwani.

Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut. munculah boneka wayang yang terbuat dari kulit sapi. Untuk menyebarkan Islam. Pun ketika misionaris Katolik. termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan.[1] Sejarah teknik batik Tekstil batik dari Niya (Cekungan Tarim). oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober. d. Batik Indonesia. sebagai keseluruhan teknik. berkembang juga wayang Sadat yang memperkenalkan nilai-nilai Islam. yang sumber cerita berasal dari Alkitab. Wignyosubroto SJ pada tahun 1960 dalam misinya menyebarkan agama Katolik mengembangkan Wayang Wahyu. yang sekarang kita kenal sebagai wayang kulit. 2009. Tiongkok Detail ukiran kain yang dikenakan Prajnaparamita. Pastor Timotheus L.Demikian juga saat masuknya Islam. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Ukiran pola kembang-kembang yang rumit ini mirip dengan pola batik tradisional Jawa kini. ketika pertunjukkan yang menampilkan “Tuhan” atau “Dewa” dalam wujud manusia dilarang. dimana saat pertunjukkan yang ditonton hanyalah bayangannya saja. .batik Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. serta pengembangan motif dan budaya yang terkait. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. teknologi. arca yang berasal dari Jawa Timur abad ke-13. Dalam literatur internasional.

teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria. sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.P. Di Asia. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an. batik jenis baru muncul. Di Indonesia.[5] Oleh beberapa penafsir. dan Papua. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7.A. dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London.P.[4] Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita.who? serasah itu ditafsirkan sebagai batik.[4] G.A. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal. teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17. J. 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit. dikenal sebagai batik cap dan batik cetak. yang memperkenalkan teknik otomatisasi. Flores. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri.Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal. kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900. . dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting. sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Jawa Timur. Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya.[3] Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa. G. Dalam literatur Eropa. Halmahera. Brandes (arkeolog Belanda) dan F. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka. [2]Di sisi lain.[2] Semenjak industrialisasi dan globalisasi. batik Indonesia memukau publik dan seniman. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu.[2].L. Di Afrika. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa. arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. dia membuat sendiri kain-kain itu. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya.

. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Batik motif parang yang dipakai Kartini adalah pola untuk para bangsawan Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Kartini dan suaminya memakai rok batik.[sunting] Budaya batik Pahlawan wanita R.A. Bahkan sampai saat ini. dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki. yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung". Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian. sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini. beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta. sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini.

dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh .Batik Cirebon bermotif mahluk laut Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas. yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB. [sunting] Corak batik Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Batik dipakai untuk membungkus seluruh tubuh oleh penari Tari Bedhoyo Ketawang di keraton jawa. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto. Awalnya.

Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya. para penjajah. Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing. atau kuas untuk motif berukuran besar. [sunting] Cara pembuatan Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda). rayon dan bahan sintetis lainnya. .kalangan tertentu. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik. Setelah beberapa kali proses pewarnaan. sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. biasanya dimulai dari warnawarna muda. dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat. yang juga memopulerkan corak phoenix. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa. Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera. seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya. termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. poliester. Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus. Dangeng_club [sunting] Jenis batik Pembuatan batik cap [sunting] Menurut teknik    Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar. kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

Kekuatan (Firmitas). Roma Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Daftar isi [sembunyikan]       1 Ruang lingkup dan keinginan 2 Teori dan praktik 3 Sejarah 4 Kesimpulan 5 Lihat pula 6 Pranala luar [sunting] Ruang lingkup dan keinginan Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang). perancangan perkotaan. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Pantheon. arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan. . Dalam artian yang lebih luas. mulai dari level makro yaitu perencanaan kota. desain perabot dan desain produk. arsitektur lansekap.Bab 3 pengaruh india dan cina Arsitektur Dari Wikipedia bahasa Indonesia. dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas). hingga ke level mikro yaitu desain bangunan. bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika (Venustas).

Rasionalisme. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. . post-strukturalisme. dan psikologis. empirisisme. Vitruvius berujar: "Praktik dan teori adalah akar arsitektur. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian dan hingga kini masih dilakukan di banyak bagian dunia. dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang memengaruhi arsitektur. fenomenologi strukturalisme. arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi. sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik. Praktik adalah perenungan yang berkelanjutan terhadap pelaksanaan sebuah proyek atau pengerjaannya dengan tangan. dan sebagainya. Mengutip Vitruvius. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba. seni. sejarah. "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya. Seorang arsitek yang berpegang pada teori dan praktik. Arsitektur adalah bidang multi-dispilin. Kompleksitas bangunan dan tipologinya pun meningkat. Seorang arsitek yang berpraktik tanpa dasar teori tidak dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai bentuk-bentuk yang dia pilih. sains. dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Tipologi bangunan baru seperti sekolah. Namun. rumah sakit. arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Ini semua tidak lepas dari konsep pemikiran dasar bahwa kekuatan utama pada setiap Arsitek secara ideal terletak dalam kekuatan idea. keamanan.arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut. dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktik hanya berpegang kepada "bayangan" dan bukannya substansi. humaniora. dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni". ia memiliki senjata ganda. [sunting] Sejarah Untuk lebih jelas lihat artikel utama: Sejarah arsitektur Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif. astronomi. Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting. ia semata-mata melanjutkan tradisi. Dalam definisi modern. dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). teknologi. estetika. dsb). atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan". Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. [sunting] Teori dan praktik Pentingnya teori untuk menjadi rujukan praktik tidak boleh terlalu ditekankan. filsafat. dalam proses konversi bahan bangunan dengan cara yang terbaik. dsb. Kemudian timbullah surplus produksi. termasuk di dalamnya adalah matematika. politik. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktik-praktik. meskipun banyak arsitek mengabaikan teori sama sekali. improvisasi.

maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena kesederhanaannya dan faktor ekonomi.dan sarana rekreasi pun bermunculan.Michaelangelo. Dulunya produk-produk berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal. menjadi terjangkau melalui produksi massal. Robert Venturi berpendapat bahwa "gubuk berhias / decorated shed" (bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara . dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Arsitek lantas menjadi figur penting dan dijuluki sebagai "master". tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman. atau Vaastu Shastra dari India purba. Pada abad ke-19. antara lain karena kekurangan makna. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. Setelah itu. sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menolak masa lalu sejarah dan memilih melihat arsitektur sebagai sintesa seni. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan menoleh kepada fungsi yang melahirkan bentuk. meski dengan mengorbankan kedalamannya. Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. Brunelleschi. Leonardo da Vinci . dan estetis. Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktikkan. ketrampilan. serta dampak-dampak psikologisnya. Ecole des Beaux Arts di Prancis melatih calon-calon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa menekankan konteksnya. tetapi asosiasi profesi (guild) dibentuk oleh para artisan / ahli keterampilan bangunan untuk mengorganisasi proyek. dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi. keseragaman. filosofis. seorang arsitek menggeser fokusnya dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika. dan teknologi. arsitek. Pada masa Pencerahan. keburukan. ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengan dasar moral. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur PostModern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual. Ketidakpuasan terhadap situasi sedemikian pada awal abad ke-20 melahirkan pemikiranpemikiran yang mendasari Arsitektur Modern. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi. sehingga estetika menjadi ukuran yang dapat dicapai bahkan oleh kelas menengah.dan kultus individu pun dimulai. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius. masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun 1960-an. Sementara itu. Namun pada saat itu. Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu (misalnya engineering). antara lain. dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Gaya-gaya arsitektur berkembang. seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum. Kemudian bermunculanlah "arsitek priyayi" yang biasanya berurusan dengan bouwheer (klien)kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis. Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa. humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada agama. bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek individual. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual . kemandulan. Pada tahap ini. Namun. Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum.

arsitektur menjadi lebih multidisiplin daripada sebelumnya. penjahitan. Pendapat Venturi ini menjadi dasar pendekatan Arsitektur Post-Modern.fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan) adalah lebih baik daripada sebuah "bebek / duck" (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi satu). Namun. [sunting] Kesimpulan bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam pengerjaannya. sedangkan kain merupakan hasil jadinya. Inilah keadaan profesi arsitek sekarang ini. Namun ada sedikit perbedaan antara dua istilah ini. dan cara pressing. Contohnya. atau melalui standar produksi di negara-negara maju. . tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Peran arsitek. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit. dan humaniora dilakukan untuk menjadi dasar proses perancangan. yang sudah bisa digunakan. Tekstil dibentuk dengan cara penyulaman.barang khiasan c. b. pengikatan. sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan filosofis atau estetis pribadi oleh perorangan. tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur. untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. melainkan arsitektur haruslah mempertimbangkan kebutuhan manusia sehari-hari dan menggunakan teknologi untuk mencapai lingkungan yang dapat ditempati. atau bangunan yang memiliki makna budaya / politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur. kebanyakan bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara berkembang. sebuah museum senirupa menjadi lahan eksperimentasi gaya dekonstruktivis sekarang ini. Namun demikian. Istilah tekstil dalam pemakaiannya sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. namun esok hari mungkin sesuatu yang lain. meski senantiasa berubah. Peneilitian mendalam dalam berbagai bidang seperti perilaku. Design Methodology Movement yang melibatkan orang-orang seperti Chris Jones atau Christopher Alexander mulai mencari proses yang lebih inklusif dalam perancangan.tekstil Tekstil adalah material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang. lingkungan. Sebagian arsitek lain (dan juga non-arsitek) menjawab dengan menunjukkan apa yang mereka pikir sebagai akar masalahnya. Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan. arsitek individu masih disukai dan dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol budaya. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksi bangunan. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek.

khias dekoraktif . seni tekstil b.Bab 5masa penjajah bangsa eropa a.prabotan c.

memakai tutup kepala berdiri tegap.Patung kore. Dewi Hather dan sebaginya. penuh magis dan misteri.6 seni rupa barat a. Sehingga peninggalan – peninggalannya masih dapat kita lihat sampai sekarang a. seni patung sampai pada bangunan – bangunan yang monumental dan raksasa. Seni Bangunan (bangunan makan dan kuil) Mesir kuno Bangunan makam yang disebut pyramid didirikan dari susunan batu kapur berbentuk limas segi empat yang didalamnya terdapat gang – gang / lorong menuju ke kamar Raja (Mummi Firaon). seni lukis. Dewa Isis. sehingga Mesir dapat mengembangkan kebudayaanya dengan baik. patung Mesir dibedakan menjadi: .Bab. yaitu patung Dewa/Raja. patung dalam bentuk lain disebut Sphynx.Bersifat ideoplastis. Salah satu Pyramid yang terkenal yaitu pyramid Khufu di Ghizah yang dianggap sebagi keajaiban dunia Bangunan kuil di Mesir ada dua jenis. Kesan yang ditampilkan bersifat dekoratifilustratif dan simbolis. Seni relief / Lukis Mesir Kuno Ditemukan pada lembaran papyrus. mengungkapkan apa yang dipikirkan dan bukan yang dilihat sebenarnya .Patung Kourus. Terutama seni bangunan dan seni patung dibuat dari batu kapur dan batu granit. Sejak dahulu mereka sudah mengenal ilmu pengetahuan. Dewa Hours. yaitu patung berkepala Raja berbadan singa c.seni rupa purba Kesenian Mesir Kuno Daerah sekitar aliran sungai Nil merupakan daerah pertanian yang subur yang dapat memberikan kemakmuran kepada rakyatnya. yaitu kultus kematian. mulai dari pembuatan mumi. artinya menggambarkan besar kecilnya objek bukan ditentukan oleh jarak pandangan melainkan berdasarkan martabat orang yang digambarkan. seperti Dewa Amon.Kuil lapangan. . Seni Patung Mesir Kuno Berdasarkan sikap tubuhnya. contohnya kuil Ramses II di Abu Simbel b. Seni Musik dan Seni ari Mesir Kuno . Sedangkan cara menggambar objeknya yaitu: .seni rupa prasejarah b. yaitu.Kuil Korokan (kuil yang dipahatkan pada bukit karang). Misalnya gambar seorang Raja lebih besar dari pada rakyatnya d. kamar premaisuri dan kamar harta. Dewa Osiris. contohnya Kuil Amon Re di Karnak . kesenian dan sudah mengenal jenis tulisan yang disebut Hirogli Bangsa Mesir mempunyai kepercayaan dengan berbagai kultus (pemujaan). peti mati dan dinding. yaitu patung Dewi/ratu yang ciri – cirinya sama dengan kourus hanya kaki kirinya tidak melangkah dan berpakain lengkap. merekapun termasuk penganut Polytheisme (banyak Dewa). kultus Raja dan kultus Dewa. dan dari kegiatan – kegiatan kepercayaan itulah muncul seni Mesir yang bersifat sacral.Menggunakan prespektif batin. tangan kanan dikepalkan disamping dan kaki kirinya dilangkahkan kedepan .

Hal ini berdasarkan pahatn mereka (relief) pada dinding bangunan. Diantaranya terdapat adegan yang sedang memainkan suling dan harva serta adegan Tari Tarian ritual sesuai dengan kepercayaan mereka pada saat itu seni rupa permulaan .Sesuai dengan perkembangan kebudayaan merekapun pada saat itu sudah mengenal seni Tari dan musik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->