P. 1
ENZIM

ENZIM

|Views: 101|Likes:
Published by Faisal Islami

More info:

Published by: Faisal Islami on Oct 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2015

pdf

text

original

TUGAS BIOKIMIA

“ Enzim Pencernaan Pada Manusia Beserta Fungsinya “

Disusun oleh : FAISAL ISLAMI 26020110130085

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011

I.

Pendahuluan Pengertian Enzim menurut Mayrback (1952) dari jerman, enzim adalah

senyawa protein yang dapat mengatalisi reaksi-reaksi kimia dalam sel dan jaringan makhluk hidup. Enzim pencernaan adalah sejenis protein yang berfungsi mempercepat atau memperlambat proses pencernaan dalam tubuh manusia. Suatu reaksi yang melibatkan enzim, pada awalnya akan membentuk suatu sari pati, yang selanjutnya akan diubag menjadi jenis molekul lain yang berbeda. Sebagai zat, enzim merupakan biomolekul berupa protein yang memiliki fungsi sebagai katalis atau senyawa yang dapat mempercepat terjadinya proses reaksi tanpa dirinya sendiri habis karena proses reaksi. Dalam prosesnya tersebut, enzim membutuhkan sebuah energi bernama energi aktivasi yang lebih rendah ( www.anneahira.com/enzim-pencernaan-manusia.htm - Amerika Serikat ). Terdapat beragam enzim pencernaan yang terlibat dalam proses pencernaan yang terlibat dalam proses pencernaan makanan dalam tubuh manusia. Enzim pencernaan terdapat pada mulut, lambung, hingga usus, yang berfungsi membantu proses pencernaan. Sistem pencernaan pada makhluk hidup termasuk manusia tidak akan berfungsi jika tidak memiliki enzim-enzim yang mempermudah mengisolasi, fungsi dan kerja organ-organ nutrisi dari pencernaan makanan untuk yang memecah, masuk (

menyerap

www.anneahira.com/enzim-pencernaan-manusia.htm - Amerika Serikat ). Enzim pencernaan manusia mempunyai sifat-sifat enzim pada umumnya. Diantaranya berfungsi mempercepat reaksi ( katalisator ), baik reaksi pemecahan ( katabolisme ) maupun reaksi penyusun ( anabolisme ). Enzim merupakan bagian dari protein sehingga sifat-sifat protein juga tetap melekat erat pada enzim, seperti akan rusak ( mengalami denaturasi ) ketika suhu sekitarnya sangat tinggi. Selain itu enzim juga bekerja satu arah serta spesifik untuk zat tertentu saja ( http://id.shvoong.com/exact-sciences/2001126-pengertian-dan-sifat-enzim/ ).

II.

Enzim Pada Mulut Manusia Didalam mulut manusia makanan dicerna secara mekanis dan secara

kimiawi. Pada proses pencernaan makanan secara mekanis yang digunakan adalah gigi yaitu dengan mengunyah makanan sampai hancur. Sedangkan secara kimiawi yang digunakan adalah enzim yang terdapat pada kelenjar sativa. Kelenjar saliva mengeluarkan air liur yang mengandung enzim ptialin atau amilase, berguna untuk mengubah amilum menjadi maltosa. Pencernaan yang dibantu oleh enzim disebut pencernaan kimiawi. Di dalam rongga mulut, lidah menempatkan makanan di antara gigi sehingga mudah dikunyah dan bercampur dengan air liur. Makanan ini kemudian dibentuk menjadi lembek dan bulat yang disebut bolus. Kemudian bolus dengan bantuan lidah, didorong menuju faring. Pada faring dan esofagus tidak ada proses pencernaan makanan secara kimiawi sehingga tidak ada enzim yang bekerja didalamnya.

III.

Enzim Pada Lambung Manusia Pada saat makanan sudah sampai lambung mulai ada enzim yang bekerja

lagi untuk membanntu proses pencernaan. Enzim yang bekerja pada lambung adalah enzim peptin dan renin. Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi peptone. Renin berfungsi untuk menggumpalkan protein susu. Setelah melalui pencernaan kimiawi di dalam lambung, bolus menjadi bahan kekuningan yang disebut kimus (bubur usus). Kimus akan masuk sedikit demi sedikit ke dalam usus halus. Selain enzim pepsin dan renin, lambung juga memproduksi enzim lipase lambung yang akan mencerna trigliserida dengan bantuan lipase ludah.

IV.

Enzim Pada Usus Manusia

Usus halus memiliki tiga bagian yaitu, usus dua belas jari (duodenum), usus tengah (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Suatu lubang pada dinding duodenum menghubungkan usus 12 jari dengan saluran getah pancreas dan

saluran empedu. Pankreas menghasilkan enzim tripsin, amilase, dan lipase yang disalurkan menuju duodenum. Tripsin berfungsi merombak protein menjadi asam amino. Amilase mengubah amilum menjadi maltosa. Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Getah empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung dalam kantung empedu. Getah empedu disalurkan ke duodenum. Getah empedu berfungsi untuk menguraikan lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Setelah itu terjadi pencernaan terakhir di jejenum sebelum akhirnya masuk ke usus penyerapan untuk menyerap sari-sari makanan. Kemudian sisa makanan masuk kedalam usus besar. Di dalam usus besar kadar air pada sisa makanan diatur sebelum akhirnya menuju rektum dan dikeluarkan melaui anus.

Sumber

http://id.shvoong.com/exact-sciences/2001126-pengertian-dan-sifatenzim/, diakses Selasa 07 Juni 2011, pukul 20.00. Soni, N, K dan Soni, Vandana. 1952. Fundamentals Of Botany. Tata Mc Graw – Hill. New Delhi. www.anneahira.com/enzim-pencernaan-manusia.htm - Amerika Serikat, diakses Selasa 07 Juni 2011, pukul 20.05.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->