Topik Utama_________________________________________________________ 17

SRATEGI PEMBERDAYAAN MASYRAKAT MADANI
Oleh : M. Mawardi J.*) ABSTRAK Mewujudkan masyarakat madani merupakan suatu upaya mengangkat harkat dan martabat manusia pada posisi yang sebenarnya. Banyak tantangan yang harus dihadapi terutama dalam memberdayakan potensi yang ada pada diri manusia itu. Terutama, pada akhir-akhir ini ada indikasi negara sedang dihadapkan pada situasi krisis. Situasi ini terjadi karena melunturnya kohesivitas faksi-faksielite dan krisis keuangan, yang tampaknya makin parah. Dalam situasi krisis ini, negara dipaksa untuk memberikan ruang gerak yang makin besa pada kelompok-kelompok kritis masyarakat. Bukan saja karena adanya desakan internal dan eksternal, tetapi juga semakin tumbuhnya kesadaranakan arti pentingnya strategi pemberdayaan yang tepat bagi perluasan kekuatan masyarakat madani. Kata Kunci : Pemberdayaan, Demokrasi, Masyarakat

PENDAHULUAN Semua orang mendambakan kehidupan yang aman, damai dan sejahtera sebagaimana yang dicita-citakan masyarakat Indonesia, yaitu adil dan makmur bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk mencapainya berbagai sistem kenegaraan muncul, seperti demokrasi. Cita-cita suatu masyarakat tidak mungkin dicapai tanpa mengoptimalkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini terlaksana apabila semua bidang pembangunan bergerak secara terpadu yang menjadikan manusia sebagai subjek. Pengembangan masyarakat sebagai sebuah kajian keilmuan dapat

*)Dosen / Sekretaris Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah IAIN Raden Intan Bandar Lampung, Alumni S2 IPB Bogor
Volume 4, Nomor 1, Juni 2008

toleransi. Dan keadilan baru bisa ditegakkan apabila setiap tindakan didasarkan pada hukum. Mewujudkan masyarakat madani banyak tantangan yang harus dilalui. keswadayaan. Dalam mendefinisikan terma masyarakat madani ini sangat tergantung pada kondisi sosio-kultural suatu bangsa. Bagi Aristoteles. kerelaan menolong satu sama lain. MAWARDI J menyentuh keberadaan manusia yang berperadaban. disini akan dikemukakan beberapa definisi masyarakat dari berbagai pakar di berbagai negara yang menganalisa dan mengkaji fenomena masyarakat madani ini(Tim ICCE. 1998 : 12). yakni suatu masyarakat yang dipimpin dan tunduk pada hukum. Penguasa. Sebenarnya masyarakat madani secara substansial sudah ada sejak zaman Aristoteles. asalkan semua potensi sumber daya manusia mendapat kesempatan berkembang dan dikembangkan. tidak terlepas dari kondisi politik negara yang berlangsung selama ini. Indikator dalam menentukan kemakmuran suatu bangsa sangat tergantung pada situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakatnya. Pemerintah atau penguasa belum banyak memberi kesempatan bagi semua lapisan masyarakat mengembangkan potensinya secara maksimal. karena bagaimanapun konsep masyarakat madani merupakan bangunan terma yang lahir dari sejarah pergulatan bangsa Eropa Barat. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam .18 M. Sejak Indonesia merdeka. Sebagai titik tolak. Munculnya istilah masyarakat madani pada era reformasi ini. Untuk itu perlu adanya strategi peningkatan peran dan fungsi masyarakat dalam mengangkat martabat manusia menuju masyarakat madani itu sendiri. 2003): Komunitas. PENGERTIAN MASYARAKAT MADANI Masyarakat madani atau civil society secara umum bisa diartikan sebagai suatu masyarakat atau institusi sosial yang memiliki ciri-ciri antara lain : kemandirian. Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia mencuatkan suatu kemakmuran yang didambakan yaitu terwujudnya masyarakat madani. masyarakat belum merasakan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. dan menjunjung tinggi norma dan etika yang disepakati secara bersama-sama(Din Syamsudin. Bangsa Indonesia belum terlambat mewujudkan masyarakat madani. siapapun bisa memimpin negara secara bergiliran dengan syarat ia bisa berbuat adil. Pengembangan masyarakat merupakan sebuah proses yang dapat merubah watak. rakyat dan siapapun harus taat dan patuh pada hukum yang telah dibuat secara bersama-sama. sikap dan prilaku masyarakat ke arah pembangunan yang dicita-citakan. Jadi hukum merupakan ikatan moral yang bisa membimbing manusia agar senantiasa berbuat adil.

Hal tersebut dapat dilihat dari perbedaan penekanan dalam mensyaratkan idealisme masyarakat madani. masyarakat madani merupakan sebuah kerangka hukum yang melindungi dan menjamin hak-hak dasar individu. adanya lembaga-lembaga yang mandiri yang dapat menyalurkan aspirasi dan kepentingan publik. 2. Lebih tegasnya terdapat ruang hidup dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan integritas sistem nilai yang harus ada dalam masyarakat madani. Menurut Zbigniew Rau. yang merupakan satuan-satuan dasar dari reproduksi dan masyarakat politik yang mampu melakukan kegiatan politik dalam ruang publik. suatu ruang pablik yang mampu mengartikulasikan isu-isu politik. Juni 2008 . Menurut Han Sung-joo. pasar dan pluralisme. bahwa yang dimaksud dengan masyarakat madani adalah sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri dihadapan penguasa dan negara. Menurut Kim Sunhyuk. Ruang ini timbul di antara hubungan-hubungan yang merupakan hasil komitmen keluarga dan hubungan-hubungan yang menyangkut kewajiban mereka terhadap negara. yang secara bersama-sama mengakui norma-norma dan budaya yang menjadi identitas dan solidaritas yang terbentuk serta pada akhirnya akan terdapat kelompok inti dalamnya. Nomor 1. Volume 4. gerakan warga negara yang mampu mengendalikan diri dan independen. Dari berbagai batasan di atas. memiliki ruang publik dalam mengemukakan pendapat. yang mengandalkan ruang dimana individu dan perkumpulan tempat mereka bergabung. guna menyatakan kepedulian mereka dan memajukan kepentingan-kepentingan mereka menurut prinsip-prinsip pluralisme dan pengelolaan yang mandiri. Menurut Rahardjo (1996) masyarakat madani identik dengan citacita Islam membangun ummah. Masyarakat madani adalah suatu ruang (realm) partisipasi masyarakat melalui perkumpulan-perkumpulan sukarela (voluntary association) melalui organisai-organisasi massa. perkumpulan sukarela yang terbebas dari negara. 3. yakni individualisme. bersaing satu sama lain guna mencapai nilai-nilai yang mereka yakini. masyarakat madani merupakan suatu masyarakat yang berkembang dari sejarah. masyarakat madani adalah suatu satuan yang terdiri dari kelompok-kelompok yang secara mandiri menghimpun dirinya dan gerakan-gerakan dalam masyarakat yang secara relatif otonom dari negara.STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI 19 1. jelas merupakan suatu analisa dari kajian kontekstual terhadap performa yang diinginkan dalam mewujudkan masyarakat madani. Akan tetapi secara global dari ketiga batasan di atas dapat ditarik benang emas.

memperlakukan semua warga negara sebagai pemegang hak kebebasan yang sama (Ramlan Surbakti. Komunitas. dengan pemberdayaan dan penguatan daya kontrol masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang pada akhirnya nanti terwujud kekuatan masyarakat sipil yang mampu merealisasikan dan mampu menegakkan konsep hidup yang demokratis dan menghargai hak-hak asasi manusia. masyarakat yang adil. Karena itu. Masyarakat madani berkeinginan membangun hubungan yang konsultatif bukan konfrontatif antara warga negara dan negara. masyarakat madani menjadi alternatif pemecahan. Masyarakat madani jika dipahami secara sepintas merupakan format kehidupan sosial yang mengedepankan semangat demokratis dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Masyarakat madani juga tidak hanya bersikap dan berperilaku sebagai citizen yang memiliki hak dan kewajiban. Dalam masyarakat madani. jaringan produktif dan solidaritas kemanusiaan yang bersifat non-govermental untuk mencapai kebaikan bersama.20 M. warga negara bekerjasama membangun ikatan sosial. terbuka dan demokratis dengan landasan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum manakala mereka tidak berbuat ke arah perbaikan yang dikehendakinya. Sepertinya menurut pendapat tersebut. Kualitas manusia bertaqwa secara essensial adalah manusia yang memelihara hubungan dengan Allah SWT (habl min Allah) dan hubungannya dengan sesama manusia (habl min al-nas). melainkan juga harus menghormati equal right. hak berserikat merupakan prinsip dalam kehidupan bermasyarakat. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam . 1995). Masyarakat madani dipercaya sebagai alternatif paling tepat bagi demokratisasi. Disinilah kemudian. Allah SWT. Akhlakul karimah dapat terwujud manakala masing-masing individu dan kelompok masyarakat terjadi saling membelajarkan atau berperan sebagai pembawa kearah kebenaran yang digariskan oleh Allah. Tidak hanya itu. Sementara itu secara filosofis Yusuf (1998) memandang masyarakat madani membangun kehidupan masyarakat beradab yang ditegakkan di atas akhlakul karimah. Kelompok-kelompok masyarakat tercipta tiada lain untuk terjadi integrasi dalam membangun manyarakat yang berperadaban. masyarakat madani kemudia juga dipakai sebagai cara pandang untuk memahami universalitas fenomena demokrasi di berbagai negara. MAWARDI J Masyarakat madani dan negara bergantung mana yang dianggap primer dan mana yang sekunder. tekanan sentral masyarakat madani adalah terletak pada independensinya terhadap negara. terutama di negara yang demokrasinya mengalami ganjalan akibat kuatnya hegemoni negara.

dan merupakan satu kesatuan yang terintegral dan menjadi dasar serta nilai bagi masyarakat. maka akan memungkinkan terjadinya pembungkaman kebebasan warga negara dalam menyalurkan aspirasinya yang berkenaan dengan kepentingan umum oleh penguasa yang tiranik dan otoriter. Demokratis. Juni 2008 . merupakan sikap yang dikembangankan dalam masyarakat madani untuk menunjukan sikap saling menghargai dan menghoramti aktivitas yang dilakukan oleh orang lain. maka untuk mengembangkan dan mewujudkan masyarakat madani dalam sebuah tatanan masyarakat. Bahkan pluralisme adalah suatu keharusan bagi keselamatan umat manusia antara lain melalui mekanisme pengawasan dan pengimbangan. Keadilan Sosial. 4. Nomor 1. PROGRAM REKONSTRUKSI MASYARAKAT MADANI Aksi yang dapat dilakukan untuk rekonstruksi pengembangan masyarakat madani di Indonesia dalam rangka menjadikan sebagai salah satu landasan bagi proses demokratisasi. adalah pertalian sejati kebhenikaan dalam ikatan-ikatan keadaban. merupakan suatu entitas yang menjadi penegak yang menjadi penegak wacana masyarakat madani. Dalam konteks demokratisasi di Indonesia. dimaksudkan adanya keseimbangan dan pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Free Public Sphere. maka free publik sphere menjadi salah satu bagian yang harus diperhatikan. Pluralisme. Toleran. 2.STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI 21 KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI Karakteristik ini yang merupakan prasyarat untuk merealisasikan wacana masyarakat madani tidak bisa dipisahkan satu sama lain. program rekonstruksi pengembangan masyarakat madani Volume 4. 3. Karena dengan menafikan adanya ruang publik yang bebas dalam tatanan masyarakat madani. Adapun karakteristiknya. 5. adanya ruang publik yang bebas sebagai sarana dalam mengemukan pendapat. termasuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. menurut Arendt dan Habermas. dimana dalam menjalani kehidupan. Sebagai sebuah prasyarat. warga negara memiliki kebebasan penuh untuk menjalankan aktivitas kesehariannya. antara lain : 1. Aksi tersebut tentunya disesuaikan dengan kondisi dan keperluan kongkrit serta kemampuan yang dimiliki oleh para pelaksana. Pada ruang publik yang bebaslah individu dalam posisinya yang setara mapu melakukan transaksitransaksi wacana dan praksis politik tanpa mengalami distorsi dan kekhawatiran.

khususnya negara. masyarakat madani di Indonesia. Sembari membuat pemetahan tersebut maka bisa dilakukan juga penciptakan program-program aksi yang ditujukan bukan saja untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian aktor-aktor tersebut. dan bahkan sebagaian cenderung memperlemahnya. maka tidak bisa lain kecuali harus mengikis sikap-sikap kecenderungan di atas. tetapi di pihak LSM di Indonesia di kontrol oleh negara. Gagasan dasar tersebut adalah politik kewarganegaraan aktif yang berorientasi pasa pemenuhan hakhak azasi manusia. termasuk strategi penciptaan linkege antara elemen-elemen masyarakat madani tersebut. Di satu pihak LSM merupakan organisasi sosial yang muncul dari bawah dan berada di luar lingkup negara. baik secara kualitatif dan kuantitatif. salah satu program aksi yang diperlukan adalah mensosialisasikan dan memperkokoh gagasan dasar yang dapat diterima semua pihak dalam rangka pengembangan sistem politik demokratis. Untuk menuju kearah itu. maka kendati Komunitas. Jika proses demokratisasi dilakukan melalui jalan pengembangan masyarakat. Akibatnya. Sayang sekali.22 M. kaum prodemokrasi di Indonesia juga mudah sekali untuk terpancing oleh perkembangan-perkembangan sesaat sehingga terkesan tidak memiliki endurance yang tinggi serta hanya bersifat hangat-hangat tahi ayam. Selanjutnya. kelompok pro-demokrasi di Indonesia tampaknya kurang atau belum untuk melakukan perjuangan sendiri-sendiri dengan landasan pemahaman dan visi demokrasi yang mereka yakini. Selain itu. misalnya dengan mempetakan secara jelas dan kritis kelompok-kelompok strategis dalam masyarakat madani yang dapat diandalkan sebagai aktor-aktor utama di dalamnya. Pertanyaan yang sama dapat diajukan kepada berbagai ormas yang sebenarnya mempunyai potensi pengembangan masyarakat tetapi masih mengalami berbagai kendala untuk berkembang. tetapi juga merumuskan platform bersama sangat penting untuk diciptakan dan disosialisasikan kepada masyarakat sebelum ia dapat dipergunakan. MAWARDI J dapat dimulai. sifat perjuangan demokratisasi di Indonesia menjadi bersifat sporadis dan tidak terorganisasi dan karenanya mudah untuk dimanipulasi oleh kekuatankekuatan yang menentangnya. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam . Seterusnya akan bisa dilakukan proses pengembangan baik dari dalam maupun dari luar. Dalam hal ini bisa dilakukan penelitian mengenai elemen-elemen kelas menengah yang memiliki potensi dan yang masih menghadapi kendala-kendala struktural maupun kultural untuk tampil sebagai aktor masyarakat madani. sejauh mana LSM-LSM di Indonesia mampu melakukan refleksi diri sehingga ia tidak menjadi bagian dari aparat hegemoni negara. Dengan pemetaaan seperti itu akan menjadi jelas kekuatan dan kelemahan. Dengan adanya landasan itu.

kita lemah di dalam mewujudkan landasan tersebut bahkan cenderung untuk menginterpretasikannya secara keliru. kita perlu memulainya dari pemahaman akan kekuatan dan kelemahan struktur yang mendasari proses pembangunan dan modernisasi. Pada saat yang sama. sejak dini para pendiri bangsa kita. Nomor 1. Dengan adanya landasan kewarganegaraan aktif dan hak-hak azasi tersebut. baik pada tataran struktural maupun kultural. maka yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana kita mempetakan secara gamblang elemen-elemen mana yang harus ditunjang. Komponen struktural termasuk terbentuknya negara yang berdaulat. telah menekankan arti penting kemandirian pribadi sehingga perlu adanya perlindungan terhadap hak-hak dasar mereka. Komponen tersebut adalah pengakuan terhadap HAM dan perlindungan atasnya. Kembali pada persoalan pengembangan masyarakat madani di negara kita. Keberadaan sebuah masyarakat madani di dalam masyarakat modern tentu tidak lepas dari hadirnya komponen-komponen struktural dan kultural yang inheren di dalamnya. berkembangannya ekonomi pasar. adanya tingkat kepercayaan publik yang tinggi terhadap pranata-pranata sosial dan politik. tumbuh berkembangnya kelas menengah. Pengakuan atas pentingnya hak-hak dasar secara eksplisit telah termaktub dalam konstitusi.STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI 23 masyarakat madani di negeri ini bersifat pluralistik dan heterogen. serta kuatnya komitmen terhadap kemandirian pribadi dan kelompok. akan tetapi memiliki sebuah ikatan dan orientasi perjuangan yang sama. Persoalan ini sangat layak untuk dijawab dan dikaji terus menerus sehingga akan menghasilkan semakin banyak alternatif yang dapat dipilih. Sayangnya. Dengan pemetaan yang tepat maka diharapkan dapat dibuat strategi yang relevan serta produktif. kita sejatinya telah memiliki landasan cukup kuat. Pemberdayaan atas elemen kultural berarti melakukan Volume 4. tersedianya ruang-ruang publik bebas. Salah satu persoalan yang senantiasa muncul dalam wacana dan kiprah pengembangan masyarakat madani. Dalam pemberdayaan elemen struktural. dan keberadaan organisai-organisasi kepentingan dalam masyarakat. masyarakat madani akan berkembang dan menjadi dan menjadi kuat apabila komponen-komponen kultural yang melandasinya juga kuat. Juni 2008 . Karena itu. Begitu pula dengan berbagai ajaran agama-agama yang dipeluk oleh bangsa Indonesia dan tradisi-tradisi yang dipraktekkan dalam hal toleransi dan penghormatan terhadap kemajemukan. khususnya hak bicara dan berorganisasi. Pada tataran kultural. sikap toleran antar-individu dan kelompok dalam masyarakat. adalah bagaimana mengembangkan strategi yang paling tepat.

terutama pada golongan menengah yang semakin luas. 2. Untuk keperluan itu. Strategi ini berpandangan bahwa untuk membangun demokrasi tidak usah menunggu rampungnya tahap pembangunan ekonomi. menurut Dawam (1999) ada tiga strategi yang salah satunya dapat digunakan sebagai strategi dalam memberdayakan masyarakat madani di Indonesia. Ketiga model strategi pemberdayaan masyarakat madani tersebut dipertegas oleh Hikam bahwa di era transisi ini harus dipikirkan prioritasprioritas pemberdayaan dengan cara memahami target-target group yang paling strategis serta penciptaan pendekatan-pendekatan yang tepat di dalam proses tersebut. LSM. Komunitas. MAWARDI J penemuan kembali (recovery) dan penafsiran ulang (reinterpretation) terhadap khazanah nilai-nilai dan tradisi milik kita serta melakukan pengambilan khazanah kultural dari luar yang relevan dengan keperluan kita. Jika kerangka kelembagaan ini diciptakan. Strategi ini muncul akibat kekecewaan terhadap realisasi dari strategi pertama dan kedua. mutlak adanya. Adapun strategi pemberdayaan masyarakat madani di Indonesia. Saat ini yang diperlukan adalah stabilitas politik sebagai landasan pembangunan. STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI Satu hal yang pasti adalah pemberdayaan masyarakat madani adalah sebuah keniscayaan apabila bangsa Indonesia ini ingin bertahan dan sekaligus menjadi bangsa yang demokratis. Strategi ini berpandangan bahwa sistem demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat.24 M. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam . dan karena itu menjadi sumber instabilitas politik. Dengan begitu strategi ini lebih mengutamakan pendidikan dan penyadaran politik. maka keterlibatan kaum cendikia. Dengan demikian persatuan dan kesatuan bangsa lebih diutamakan dari pada demokrasi. Strategi yang memilih membangun masyarakat madani sebagai basis yang kuat kearah demokratisasi. ormas dan keagamaan dan mahasiswa. Strategi yang lebih mengutamakan reformasi sistem politik demokrasi. Strategi yang lebih mementingkan integrasi nasional dan politik. karena pembangunan—lebih terbuka terhadap perekonomian global – membutuhkan resiko politik yang minim. Bagi penganut paham ini pelaksanaan demokrasi liberal hanya akan menimbulkan konflik. 3. Sejak awal dan secara bersama-sama diperlukan proses demokratisasi yang pada essensinya adalah memperkuat partisipasi politik. maka akan dengan sendirinya timbul masyarakat madani yang mampu mengontrol negara. antara lain : 1.

Nomor 1. Para profesional muda ini. 2. Hal ini terbukti antara lain dengan munculnya kelompok solidaritas profesional muda yang mendukung gerakan reformasi.STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI 25 Lebih tegasnya sebagaimana tertera dalam strategi menurut Hikam(1999) dibawah ini: 1. Pada tahap ini diupayakan penelitian atau pengkajian yang mendalam baik secara umum maupun khusus terhadap potensi-potensi yang ada dalam masyarakat untuk menumbuh-kembangkan masyarakat madani. Pemetaan atau identifikasi permasalahan dasar menyangkut perkembangan masyarakat madani. Justeru dalam tahapan ini sekaligus diusahakan untuk menghidupkan dan mengaktifkan keswadayaan masyarakat yang selama ini terbungkam. menurut pengamatan akan menjadi tulang punggung utama kelas menengah baru yang memiliki kepedulian besar terhadap kemandirian dan pemberdayan. Misalnya bagaimana menggerakkan komunitas pesantren di wilayah-wilayah pedesaan agar mereka ikut memperkuat basis ekonomi dan sosial lapisan bawah. seperti organisasi-organisasi sosial keagamaan dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Pengembangan kelompok ini sangat penting artinya karena merekalah yang biasanya Volume 4. Mereka menuntut transparansi dan kemandirian dalam dunia bisnis di samping menunjukkan kepedulian terhadap nasib rakyat jelata di lapisan bawah. tahapan kedua ini diarahkan kepada penumbuhan kembali jika entrepreneur yang sejati sehingga akan muncul sebuah kelas menengah yang mandiri dan tangguh. Potensi demikian sudah cukup besar dengan semakin bertambah banyaknya generasi muda yang berpendidikan tinggi dan berpengalaman dalam bisnis yang berlingkup global. Kajian dan penelitian semacam ini sangat penting agar kita dapat dengan segera melakkan proses recovery dan penataan kembali setelah munculnya kesempatan karena jatuhnya rezim otoriter. Menggerakkan potensi-poensi yang telah ditemukan tersebut sesuai dengan bidang-bidang atau garapan masing-masing. Pada tingkat kelas menengah. Hal yang sama berlaku juga bagi organisasi kemasyarakatan yang telah berjasa menjadi saluran aspirasi masyarakat selama ini. jelas harus terjadi reorientasi dalam model pembangunan sehingga proses penggerakan sumber daya di lapisan bawah tidak lagi berupa eksploitasi karena pola top-down. Juni 2008 . khususnya kelompok-kelompok strategis di dalamnya harus mendapat prioritas. Dalam tahapan ini. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan parsipatoris karena. Umpamanya pemetaan terhadap segmen-segmen kelas menengah yang diangap dapat menjadi basis bagi tumbuhnya masyarakat madani berikut organisasi di dalamnya.

maka kehidupan publik akan senantiasa mengalami penyegaran dan masyarakat pun memiliki ruang untuk mengutarakan aspirasinya. dan juga tidak bisa diciptakan tanpa kekuasaan negara. Demokrasi bukanlah musuh bebuyutan ataupun teman kental kekuasaan negara.26 M. Tentu saja. political society juga dapat melakukan rekruitmen politik dari kelompok-kelompok dalam masarakat madani sehingga kualitas para politisi dan elite politik akan sangat tinggi. Pada saat yang sama. baik bagi penyebaran gagasan-gagasan dan informasi tertentu maupun sebagai bagian dari bisnis. Masyarakat madani yang seperti ini dapat menjadi sumber input bagi masyarakat politik. dan sebagainya dalam pengambilan setiap keputusan publik. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam . Melalui aktivitas-aktivitas mereka. Demokrasi menghendaki pemerintah untuk memerintah masyarakat sipil secara tidak berlebihan ataupun terlalu sedikit. Dalam kaitan ini. di samping sebagai alat kontrol terhadap kekuasaan negara. Media massa yang tidak terkontrol secara ketat dan selalu dalam ancaman pemberangusan oleh negara merupakan instrumen bagi proses pengembangan masyarakat madani. 3. Dalam upaya pengembangan jangka panjang adalah mengupayakan agar seluruh elemen masyarakat madani memiliki kapasitas kemandirian yang tinggi sehingga secara bersamaan dapat mempertahankan kehidupan demokrasi. Hubungan antara masyarakat madani dan political society. tatanan yang lebih demokratis tidak bisa dibangun melalui kekuasaan negara. MAWARDI J berada di garis depan dalam membela nasib kaum tertindas. Media massa yang tidak terkontrol sama sekali justeru akan memiliki kemampuan agenda setting yang sangat kuat sehinga bisa mendistorsi kehidupan politik. Sebab disana dimungkinkan penyaluran aspirasi dan pembentukan opini mengenai permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan-kepentingan publik. Dengan tumbuhnya media massa yang memiliki kebebasan cukup luas. media massa juga memerlukan pengawasan dari publik sehingga ia tidak menjadi alat manipulasi kepentingan si pemilik. agaknya kita perlu merenungkan kesimpulan John Keane dalam Democracy and Civil Society(1988) dikutip oleh Azyumardi Azra 8 . Sementara itu. bahwa . Kelompok inilah yang menyuarakan aspirasi masyarakat tertindas baik secara langsung kepada pemerintah ataupun kepada publik secara keseluruhan. Pihak lain yang penting untuk dilibatkan pada tahapan ini adalah media massa yang berperan sebagai wilayah publik bebas yang menjadi tempat transaksi wacana publik. birokrasi. seperti orsospol. permasalahan sosial seperti kemiskinan. dengan demikian adalah simbiosis mutualisme dan satu sama lain saling Komunitas. misalnya.

kendati dengan ornamen-ornamen berbeda. dalam Seri Dialog kebudayaan Volume 4.M. Demokratisasi. Sayangnya. 1999. Remaja Rosdakarya. Juni 2008 . Islam.:LP3ES.. DAFTAR RUJUKAN Azra Azyumardi. 1999. lebih halus. ke. bukan mengambil jalan konfrontasi langsung yang tidak mustahil akan mengorbankan aktor-aktor masyarakat madani itu sendiri.cet. gambaran masyarakat berdaya yang diidamkan sangat menentukan dalam perencanaan strategis dan operasionalnya. 2000. Jika format tersebut hanya mengulangi yang lama. Menuju Masyarakat Madani (Gagasan. Masyarakat Madani: Agama .1996. karena situasi ini mengadaikan telah terjadinya kesinambungan antara negara dan rakyat. dan Pemberdayaan Civil Society. dan individu-individu independen yang concered dan committed pada demokratisasi dan masyarakat madani—seyogyanya mengambil strategi yang lebih stabil. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Hikam Muhammad. Kelas Menengah dan Perubahan Sosial. Etika Agama dalam membangun Masyarakat Madani. Jakarta Rahardjo. Penerbit Erlangga. Proses pengembangan masyarakat madani akan tergantung kesuksesannya kepada sejauhmana format politik pasca reformasi dibuat.. Oleh sebab itu. Tentu saja diperlukan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan hubungan semacam ini. Agama dan Masyarakat Madani. Nomor 1. Din Syamsuddin. Bandung. fakta. PENUTUP Banyak faktor yang turut menentukan dalam pemberdayaan masyarakat madani.1. …………………. Dawam.STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI 27 memperkuat bukan menegaskan. maka pengembangan masyarakat madani juga hanya berupa angan-angan belaka. 1996. kelompok. Kemungkinan terjadinya pemulihan dan konsolidasu rezim lama masih cukup besar menyusul menguatnya pemerintah transisi. 1999. Jakarta. dan Tantangan). seluruh sektor masyarakat—terutama gerakan. justeru prospek inilah yang tampaknya sedang si atas angin. AS.

Azas-azas Teologi dan filosofis Masyarakat Madani. Yusuf. Tim ICCE UIN Jakarta.1998. Y. 2001. Bogor. Pustaka Wirausaha Muda Bogor.28 Penyuluhan Pembangunan PPS-IPB. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam . Masyarakat Madani. Demokrasi. Padang : 28-29 November 1998 Komunitas. 2003. Makalah Seminar Pembanguan Akhlak Bangsa dalam Reformasi Menuju Masyarakat Madani. Proseding Seminar “Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani.