askep aritmia / distritmia

1. PENGERTIAN Beberapa tipe malfungsi jantung yang paling mengganggu tidak terjadi sebagai akibat dari otot jantung yang abnormal tetapi karena irama jantung yang abnormal. Sebagai contoh, kadangkadang denyut atrium tidak terkoordinasi dengan denyut dari ventrikel, sehingga atrium tidak lagi berfungsi sebagai pendahulu bagi ventrikel. Aritmia adalah kelainan elektrofisiologi jantung dan terutama kelainan system konduksi jantung. Aritmia adalah gangguan pembentukan dan/atau penghantaran impuls. Terminology dan pemakaian istilah untuk aritmia sangat bervariasi dan jauh dari keseragaman di antara para ahli. Beberapa sifat system konduksi jantung dan istilah-istilah yang penting untuk pemahaman aritmia :

· Periode refrakter

Dari awal depolarisasi hingga awal repolarisasi sel-sel miokard tidak dapat menjawab stimulus baru yang kuat sekalipun. Periode ini disebut periode refrakter mutlak. Fase selanjutnya hingga hamper akhir repolarisasi, sel-sel miokard dapat menjawab stimulus yang lebih kuat. Fase ini disebut fase refrakter relative.

· Blok

Yang dimaksud dengan blok ialah perlambatan atau penghentian penghantaran impuls. · Pemacu ektopik atau focus ektopik Ialah suatu pemacu atau focus di luar sinus. Kompleks QRS yang dipacu dari sinus disebut kompleks sinus. Kompleks QRS yang dipacu dari focus ektopik disebut kompleks ektopik, yang bias kompleks atrial, kompleks penghubung –AV atau kompleks ventricular.

· Konduksi tersembunyi

Hal ini terutama berhubungan dengan simpul AV yaitu suatu impuls yang melaluinya tak berhasil menembusnya hingga ujung yang lain, tetapi perubahan-[erubahan akibat konduksi ini tetap terjadi, yaitu terutama mengenai periode refrakter.

· Konduksi aberan.

Konduksi aberan ialah konduksi yang menyimpang dari jalur normal. Hal ini disebabkan terutama karena perbedaan periode refrakter berbagai bagian jalur konduksi. Konduksi aberan bias terjadi di atria maupun ventrikel, tetapi yang terpenting ialah konduksi ventricular aberan, yang ditandai dengan kompleks QRS yang melebar dan konfigurasi yang berbeda. Konduksi atrial aberan diandai dengan P yang melebar dan konfigurasi yang berbeda.

· Re-entri.

Re-entri ialah suatu keadaan dimana suatu impulas yang sudah keluar dari suatu jalur konduksi, melalui suatu jalan lingkar masuk kembali ke jalur semula. Dengan demikian bagian miokard yang bersangkutan mengalami depolarisasi berulang.

· Mekanisme lolos.

Suatu kompleks lolos ialah kompleks ektopik yang timbul karena terlambatnya impuls yang datang dari arah atas. Kompleks lolos paling sering timbul di daerah penghubung AV dan ventrikel, jarang di atria. Jelas bahwa mekanisme lolos ialah suatu mekanisme penyelamatan system konduksi jantung agar jantung tetap berdenyut meskipun ada gangguan datangnya impuls dari atas. 2. KLASIFIKASI Pada umumnya aritmia dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu : 1) Gangguan pembentukan impuls. a. Gangguan pembentukan impuls di sinus
• • • •

· Takikardia sinus · Bradikardia sinus · Aritmia sinus · Henti sinus

b. Gangguan pembentukan impuls di atria (aritmia atrial).
• • • • •

· Ekstrasistol atrial · Takiakardia atrial · Gelepar atrial · Fibrilasi atrial · Pemacu kelana atrial

c. Pembentukan impuls di penghubung AV (aritmia penghubung).
• • •

· Ekstrasistole penghubung AV · Takikardia penghubung AV · Irama lolos penghubung AV

d. Pembentukan impuls di ventricular (Aritmia ventricular).
• • • • • •

· Ekstrasistole ventricular. · Takikardia ventricular. · Gelepar ventricular. · Fibrilasi ventricular. · Henti ventricular. · Irama lolos ventricular.

intoksikasi digitalis. misalnya iskemia miokard. · Gangguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat. · Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis system konduksi jantung). v Blok pada tempat-tempat yang berbeda sewktu menghantarkan impuls melalui jantung. Bradikardi sinus juga dijumpai pada olahragawan berat. orang yang sangat kesakitan. Beberapa kondisi atau penyakit yang dapata menyebabkan aritmia adalah : • • • • • • • • • • • · Peradangan jantung. infark miokard. alkalosis). 4. · Gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme arteri koroner). dan obat-obat anti aritmia lainnya. reserpin. Blok sino atrial b. hipokalemia). v Pembentukan yang spontan dari impuls abnormal pada hamper semua bagian jantung. misalnya demam reumatik. peningkatan tekanan intrakanial. PENYEBAB Penyebab dari aritmia jantung biasanya satu atau gabungan dari kelainan berikut ini dalam sistem irama-konduksi jantung : • • • • • v Irama abnormal dari pacu jantung. TANDA/GEJALA DISRITMIA NODUS SINUS • Bradikardia sinus Bradikardi sinus bisa terjadi karena stimulasi vagal. · Gangguan endokrin (hipertiroidisme. 3. v Jalur hantaran impuls yang abnormal melalui jantung. quinidin. atau orang yang mendapat pengobatan (propanolol. · Karena obat (intoksikasi) antara lain oleh digitalis.2) Gangguan penghantaran impuls. v Pergeseran pacu jantung dari nodus sinus ke bagian lain dari jantung. Blok intraventrikular. · Gangguan metabolic (asidosis. · Gangguan irama jantung karena karmiopati atau tumor jantung. · Gangguan irama jantung akibat gagal jantung. • • • a. . peradangan miokard (miokarditis karena infeksi). Blok atrio-ventrikular c. · Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia. · Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang mempengaruhi kerja dan irama jantung. atau infark miokard (MI). hipotiroidisme).

yang dilakukan pada salah satu sisi leher. Obat pilihan untuk menangani bradikardia adalah atropine. sehingga dapat membantu menyingkirkan disritmia lainnya. kecemasan. Propranolol dapat dipakai untuk menurunkan frekwensi jantung secara cepat. Pola EKG takikardia sinus adalah sebagai berikut : • • • • • · Frekuensi : 100 sampai 180 denyut permenit. dan setelah kerusakan bedah nodus SA. • Takikardia sinus Takiakrdia sinus (denyut jantung cepat) dapat disebabkan oleh demam. · Kompleks QRS : Biasanya mempunyai durasi normal. . Bila penurunan frekuensi jantung diakibatkan oleh stimulasi vagal (stimulasi saraf vagul) seperti jongkok saat buang air besar atau buang air kecil. atau disritmia ektopik. dapat tenggelam dalam gelombang T yang mendahuluinya. pada keadaan hipoendokrin (miksedema. Begitu frekuensi jantung meningkat. Atropine akan menghambat stimulasi vagal. sehingga menimbulkan sinkop (pingsan). kecuali frekuensinya. pada hipotermia. sehingga memungkinkan untuk terjadinya frekuensi normal. · Irama : Reguler. sehingga memperlambat frekwensi. panhipopituitarisme). syok. keadaan hipermetabolisme. maka digitalis harus dihentikan. gagal jantung kongestif. mengakibatkan penurunan curah jantung dan kemudian timbul gejala sinkop dan tekanan darah rendah. pasien dapat mengalami edema paru akut. kehilangan darah akut. mungkin efektif memperlambat frekuensi untuk sementara. · Hantaran : Biasanya normal. interval PR normal. · Gelombang P : Mendahului setiap kompleks QRS. interval PR normal · Kompleks QRS: biasanya normal · Hantaran: biasanya normal · Irama: reguler Semua karakteristik bradikardi sinus sama dengan irama sinus normal. pada anoreksia nervosa. anemia. nyeri. Semua aspek takikardia sinus sama dengan irama sinus normal kecuali frekeunsinya. latihan. Penanganan takikardia sinus biasanya diarahkan untuk menghilangkan penyebabknya. Tekanan sinus karotis. Bila frekwensi tetap tinggi dan jantung tidak mampu mengkompensasi dengan menurunkan pengisian ventrikel. Bila frekuensi jantung yang lambat mengakibatkan perubahan hemodinamika yang bermakna. Berikut adalah karakteristik disritmia • • • • • · Frekuensi: 40 sampai 60 denyut per menit · Gelombang P: mendahului setiap kompleks QRS. maka penatalaksanaan ditujukan untuk meningkatkan frekuensi jantung. penyakit adison. simpatomimetika atau pengobatan parasimpatolitik. penatalaksanaan harus diusahakan untuk mencegah stimulasi vagal lebih lanjut. maka waktu pengisian diastolic menurun. Bila pasien mengalami intoksikasi digitalis. angina.metildopa). Propranolol menyekat efek serat adrenergic.

Bila PAC jarang terjadi. Kontraksi atrium premature sering terlihat pada jantung normal. nikotin. Berkurangnya denyut nadi (perbedaan antara frekwensi denyut nadi dan denyut apeksi) bisa terjadi. Gelombang P akan terjadi lebih awal dalam siklus dan baisanya tidak akan mempunyai jeda kompensasi yang lengkap. interval PR memendek (Kurang dari 0. menyimpang atai tidak ada. dapat mengakibatkan disritmia serius seperti fibrilasi atrium. • Takikardia Atrium Paroksimal Adalah takikardia atrium yang ditandai dengan awitan mendadak dan penghentian mendadak. . alcohol. · Gelombang P : Ektopik dan mengalami distorsi dibanding gelombang P normal. · Hantaran : Biasanya normal. pengobatan simpatomimetik atau alcohol. tidak diperlukan penatalaksanaan. Karakteristik : • • • • • · Frekwensi : 60 sampai 100 denyut per menit. Karakteristik : • • · Frekwensi : 150 sampai 250 denyut per menit. · Miokardium teregang seperti pada gagal jantung kongestif · Stress atau kecemasan · Hipokalemia · Cedera · Infark · Keadaaan hipermetabolik. Curah jantung akan menurun dan dapat terjadi gagal jantung. Takikardia atrium paroksimal biasanya tidak berhubungan dengan penyakit jantung organic. · Kompleks QRS : Bisa normal. Frekwensi yang sangat tinggi dapat menyebabkan angina akibat penurunan pengisian arteri koroner. kecuali bila terjadi PAC. · Gelombang P : Biasanya mempunyai konfigurasi yang berbeda dengan gelombang P yang berasal dari nodus SA. dapat ditemukan pada awal gelombang T. Bila terjadi PAC sering (lebih dari 6 per menit) atau terjadi selama repolarisasi atrium. · Irama : Reguler. Sekali lagi. kafein.DISRITMIA ATRIUM • Kontraksi premature atrium Penyebab : • • • • • • • · Iritabilitas otot atrium karena kafein. Pasien biasanya mengatakan berdebar-debar. Dapat dicetuskan oleh emosi. pengobatan ditujukan untuk mengatasi penyebabnya. tembakau. 12 detik). kelelahan.

Morfin dapat memperlambat frekwensi tanpa penatalaksanaan lebih lanjut.penggunaan digitalis bersama dengan quinidin biasanya bisa merubah disritmia ini menjadi irama sinus.• • • · Kompleks QR : Biasanya normal. sehingga kompleks QRS tak terpengaruh. Sediaan digitalis aktivitas singkat dapat digunakan. melainkan diganti oleh pola gigi gergaji yang dihasilkan oleh focus di atrium yang melepaskan impuls dengan cepat. Bila terapi medis tidak berhasil. atau penyekat kalsium verapamil dapat digunakan. 3:1 atua kombinasinya). tergantung jenis penyekatnya (misalnya 2:1. Karakteristik : • • • • • · Frekwensi : frekwensi atrium antara 250 sampai 400 kali denyut per menit. yang mencegah penghantaran beberapa impuls. tetapi dapat mengalami distorsi apabila terjadi penyimpangan hantaran. • Fluter atrium Terjadi bila ada titik focus di atrium yang menangkap irama jantung dan membuat impuls antara 250 sampai 400 kali permenit. Terapi medis lain yang berguna adalah penyekat kanal kalsium dan penyekat beta adrenergic. Inilah tanda penting dari disritmia tipe ini. Quinidin juga dapat diberikan untuk menekan tempat atrium ektopik. Penanganan diarahkan untuk menghilangkan penyebab dan menurunkan frekwensi jantung. fluter atrium sering berespons terhadap kardioversi listrik. • Fibrilasi atrium . Penghantaran impuls melalui jantung sebenarnya masih normal. akan memperlambat atau menghentikan serangan dan biasanya lebih efektif setelah pemberian digitalis atau vasopresor. · Hantaran : Biasanya normal. karena hantaran 1:1 impuls atrium yang dilepaskan 250 – 400 kali permenit akan mengakibatkan fibrilasi ventrikel. suatu disritmia yang mengancam nyawa. yang dapat menekan frekwensi jantung. · Gelombang P : Tidak ada. Karakter penting pada disritmia ini adalah terjadinya penyekat tetapi terhadap nodus AV. Quinidin mungkin efektif. Penggunaan vasopresor mempunyai efek refleks pada sinus karotis dengan meningkatkan tekanan darah dan sehingga memperlambat frekwensi jantung. Propranolol dapat dicoba bila digitalis tidak berhasil. · Irama : Reguler atau ireguler. · Irama : Reguler. Gelombang ini disebut sebagai gelombang F. · Kompleks QRS : Konfigurasinya normal dan waktu hantarannya juga normal. Kardioversion mungkin diperlukan bila pasien tak dapat mentoleransi meningkatnya frekwensi jantung. sehingga memperlambat frekwensinya. Tekanan sinus karotis yang dilakukan pada satu sisi. Obat ini akan menguatkan penyekat nodus AV. Pasien biasanya tidak merasakan adanya PAT. · Gelombang T : Ada namun bisa tertutup oleh gelombang flutter. Penanganan yang sesuai sampai saat ini untuk flutter atriuma dalah sediaan digitalis.

Fase hantaran gelombang T ini dikatakan sebagai fase yang peka. Ireguleritas irama diakibatkan oleh perbedaan hantaran pada nodus AV. interval PR tidak dapat diukur. Ditandai oleh respons ventrikuler ireguler. preparat digitalis digunakan untuk memperlambat frekwensi jantung dan antidisritmia seperti quinidin digunakan untuk menekan disritmia tersebut. Penanganan diarahkan untuk mengurangi iritabilitas atrium dan mengurangi frekwensi respons ventrikel. DISRITMIA VENTRIKEL • Kontraksi Prematur Ventrikel Kontraksi ventrikel premature (PVC) terjadi akibat peningkatan otomatisasi sel otot ventrikel. Obat pilihan untuk menangani fibrilasi atrium sama dengan yang digunakan pada penatalaksanaan PAT. hipokalemia. dinamakan gelombang fibrilasi atau gelombang F. Namun. demam. asidosis. penyakit katup jantung. gagal jantung kongestif. atau penyakit jantung congenital. PVC bisa disebabkan oleh toksisitas digitalis. hipoksia. Gelombang T memeprlihatkan periode di mana jantung lebih berespons terhadap setiap denyut adan tereksitasi secara disritmik. · Kompleks QRS : Biasanya normal . maka impuls yang dihantarkan menyebabkan ventrikel berespon ireguler. tampak indulasi yang iereguler. · Terjadi berpasangan atau triplet · Terjadi pada fase hantaran yang peka. PVC bisa menjadi precursor serius terjadinya takikardia ventrikel dan fibrilasi ventrikel bila : • • • • · Jumlahnya meningkat lebih dari 6 per menit · Multi focus atau berasal dari berbagai area di jantung. atau peningkatan sirkulasi katekolamin. latihan. tirotoksikosis. demikian perhatian terletak pada kenyataan bahwa kontraksi premature ini dapat menyebabkan disritmia ventrikel yang lebih serius. Pada pasien dengan miokard infark akut. · Gelombang P : tidak terdapat gelombang P yang jelas. karena nodus AV tidak berespon terhadap frekwensi atrium yang cepat. respons ventrikuler biasanya 120 sampai 200 denyut per menit. Pasien dengan fibrilasi atrium kronik.Fibrilasi atrium (kontraksi otot atrium yang tidak terorganisasi dan tidak terkoordinasi) biasanya berhubungan dengan penyakit jantung aterosklerotik. · Irama : ireguler dan biasanya cepat. cor pulmonale. · Hantaran : Biasanya normal melalui ventrikel. Karakteristik : . Biasanya pasien merasa berdebar-debar teapi tidak ada keluhan lain. perlu diberikan terapi antikoagulan untuk mencegah tromboemboli yang dapat terbentuk di atrium. kecuali bila terkontrol. PVC jarang terjadi dan tidak serius. Karakteristik : • • • • • · Frekwensi : frekwensi atrium antara 350 sampai 600 denyut permenit.

quadrigemini. atau mungkin memiliki berbagai bentuk konfigurasi bila terjadi dari multi focus di ventrikel.• • • • • · Frekwensi : 60 sampai 100 denyut per menit. Irama ventrikuler yang dipercepat dan takikardia ventrikel mempunyai karakteristik sebagai berikut : • · Frekwensi : 150 sampai 200 denyut per menit. • Takikardia Ventrikel Disritmia ini disebabkan oleh peningkatan iritabilitas miokard. penyakit artei koroner. sehingga penyebab ini harus disingkirkan atau diobati bila ada. tetapi biasanya kurang dari 90 denyut per menit. dapat tersembunyi dalam kompleks QRS. · Kompleks QRS : Biasanya lebar dan aneh. tiap denyut keempat. 10 detik. Bila terjadi denyut ektopik pada setiap denyut ketiga maka disebut trigemini. atau quinidin mungkin efektif untuk terapi jangka panjang. seperti PVC. dikoreksi. Untuk mengurangi iritabilitas ventrikel. · Hantaran : Denyut sinus dihantarkan dari nodus sinus secara normal. Istilah bigemini mengacu pada kondisi dimana setiap denyut adalah prematur. . Mungkin berasal dari satu focus yang sama dalam ventrikel. · Gelombang P : Tidak akan muncul karena impuls berasal dari ventrikel. Obat yang biasanya dipakai pada penatalaksanaan akut adalah lidokain. prokainamid. berdurasi lebih dari 0. • Bigemini Ventrikel Bigemini ventrikel biasanya diakibatkan oleh intoksikasi digitalis. · Irama : Ireguler. Pasien biasanya sadar akan adanya irama cepat ini dan sangat cemas. namun PVC yang mulai berselang seling pada ventrikel akan mengakibatkan hantaran retrograde ke jaringan penyambung dan atrium. · Kompleks QRS : Setiap denyut adalah PVC dengan kompleks QRS yang lebar dan aneh dan terdapat jeda kompensasi lengkap. Bigemini ventrikel akibat intoksikasi digitalis diobati dengan fenitoin (dilantin). · Irama : Ireguler bila terjadi denyut premature. · Hantaran : Terkadang retrograde melalui jaringan penyambung dan atrium. Takikardia ventrikel sangat berbahaya dan harus dianggap sebagai keadaan gawat darurat. Obat anti disritmia dapat dipergunakan untuk pengoabtan segera atau jangka panjang. harus ditentukan penyebabnya dan bila mungkin. MI akut. dan CHF. Penanganan bigemini ventrikel adalah sama dengan PVC karena penyebab yang sering mendasari adalah intoksikasi digitalis. Karakteristik : • • • • • · Frekwensi : Dapat terjadi pada frekwensi jantung berapapun. Penyakit ini biasanya berhubungan dengan penyakit arteri koroner dan terjadi sebelum fibrilasi ventrikel. · Gelombang P : Seperti yang diterangkan pada PVC.

• Fibrilasi Ventrikel Fibrilasi ventrikel adalah denyutan ventrikel yang cepat dan tak efektif. Denyut ventrikel dapat bergabung dengan QRS normal. Kardioversi perlu dilakukan bila terdapat tanda-tanda penurunan curah jantung. Karakteristik : • • • · Frekwensi : Bervariasi. Hal ini biasanya terlihat pad apasien dengan infark miokard dinding inferior jantung. Penanganan segera adalah melalui defibrilasi. · Hantaran : Berasal dari ventrikel. Penyebab iritabilitas miokard harus dicari dan dikoreksi segera. ABNORMALITAS HANTARAN • Penyekat AV Derajat Satu Penyekat AV derajat satu biasanya berhubungan dengan penyakit jantung organic atau mungkin disebabkan oleh efek digitalis. · Irama : Biasanya regular. biasanya 60 sampai 100 denyut per menit. biasanya normal. Ventrikel hanya memiliki gerakan yang bergetar.lebar dan anerh. dengan gelombang T terbalik. · Kompleks QRS : CEpat. menghasilkan denyut gabungan. Karateristik : • • • • • • · Frekwensi : Cepat. · Hantaran : Banyak focus di ventrikel yang melepaskan impuls pada saat yang sama mengakibatkan hantaran tidak terjadi. · Gelombang P : Mendahului setiap kompleks QRS. Obat antidisritmia dapat digunakan. Polanya sangat ireguler dan dapat dibedakan dengan disritmia tipe lainnya. Pada disritmia ini denyut jatung tidak terdengar dan tidak teraba. tak terkoordinasi dan tak efektif. Terapi yang akan diberikan dtentukan oleh dapat atau tidaknya pasien bertoleransi terhadap irama yang cepat ini.• • • • · Gelombang P : Biasanya tenggelam dalam kompleks QRS. . Karena tidak ada koordinasi antivitas jantung. maka dapat terjadi henti jantung dan kematian bila fibrilasi ventrikel tidak segera dikoreksi. tetapi dapat juga terjadi takiakrdia ventrikel ireguler. tidak slealu mempunyai pola yang sesuai dengan QRS. Kontraksi ventrikel tidak berhubungan dengan kontraksi atrium. Interval PR berdurasi lebih besar dari 0. bila terlihat. 20 detik. tanpa pola yang khusus. · Kompleks QRS : Mengikuti setiap gelombang P. undulasi iregulertanpa pola yang khas (multifokal). dan tidak ada respirasi. · Gelombang P : Tidak terlihat. tidak terjadi kontraksi ventrikel. dengan kemungkinan hantaran retrograde ke jaringan penyambung dan atrium. · Kompleks QRS : Mempunyai konfigurasi yang sama dengan PVC. · Irama : Sangat ireguler dan tidak terkordinasi.

Maka setiap irama yang lolos dari daerah penyambung atau ventrikel akan mengambil alih pacemaker. frekwensi ventrikel 40 sampai 60 denyut per menit bila irama yang lolos berasal dari daerah penyambung. Bila terjadi irama ireguler. biasanya di setiap tempat antara jaringan penyambung dan jaringan purkinje. namun tidak ada hubungan dengan kompleks QRS. · Gelombang P : Gelombang P yang berasal dari nodus SA terlihat regular sepanjang irama. Maka pasien harus dipantau ketat untuk setiap tahap lanjut penyekat jantung. tiga atau empat gelombang untuk setiap kompleks QRS. paru dan kulit. Karakteristik : • • • • · Frekwensi : 30 sampai 55 denyut per menit. jantung. mengakibatkan penurunan perfusi ke organ vital. ginjal. Mereka disekat secara lengkap. · Hantaran : Satu atau dua impuls tidak dihantarkan ke ventrikel. Frekwensi atrium dapat lebih cepat dua . hal ini dapat diebabkan oleh kenyataan adanya penyekat yang bervariasi antara 2:1 sampai 3:1 atau kombinasi lainnya. · Irama : Biasanya regular. maka kompleks QRS mempunyai konfigurasi supraventrikuler yang normal. infark miokard atau intoksikasi digitalis. Karakteristik : • • • • · Asal : Impuls berasal dari nodus SA. • Penyekat AV Derajat Dua Penyekat AV derajat dua juga disebabkan oleh penyakit jantung organic. intoksikasi digitalis dan MI. menghasilkan interval PR yang panjang. 20 sampai 40 denyut permenit bila irama yang lolos berasal dari ventrikel. Bentuk penyekat ini menghasilkan penurunan frekwensi jantung dan biasanya penurunan curah jantung. tetapi tidak berhubungan . frekwensi jantung berkurang drastic. • Penyekat AV Derajat Tiga Penyekat AV derajat tiga (penyekat jantung lengkap) juga berhubungan dengan penyakit jantung organic. Disritmia ini penting karena dapat mengakibatkan hambatan jantung yang lebih serius. seprti otak. Hantaran ventrikel biasanya normal. · Irama : Biasanya lambat dan regular.• • · Hantaran : Hantaran menjadi lambat. Interval PR yang dihantarkan biasanya berdurasi normal. tiga atau empat kali disbanding frekwensi ventrikel. · Kompleks QRS : Biasanya normal. · Gelombang P : Terdapat dua. · Frekwensi : frekwensi atrium 60 sampai 100 denyut per menit. · Kompleks QRS : Bila lolosnya irama berasal dari daerah penyambung . tetapi tidak dihantarkan ke serat purkinje. Merupakan tanda bahaya. Intoksikasi digitalis harus ditangani dan seitap pengoabtan dengan fungsi depresi aktivitas miokard harus ditunda. Penanganan diarahkan untuk meningkatkan frekwensi jantung guna mempertahankan curah jantung normal.

Untuk menurunkan stimulasi vagal. · Kompleks QRS : Tidak ada. Namun mereka disekat dan tidak dihantarkan ke ventrikel. kompleks QRS berdurasi 0. PROSEDUR DIAGNOSTIK · EKG : Menunjukkan pola cedera iskemik dan gangguan konduksi. Natrium bikarbonat diberikan secara intravena.• • • dengan gelombang P. · Tes stress latihan : Dapat dilakukan untuk mendemonstrasikan latihan yang menyebabkan disritmia. Mungkin perlu dipasang pace maker permanent bila penyekat bersifat menetap. · Irama : Biasanya lambat tetapi regular. tetapi tidak dapat dihantarkan ke nodus AV dan ventrikel. Bila irama yang lolos berasal dari ventrikel. berikan atropine secara intravena. · Foto dada : Dapat menunjukkan pembesaran bayangan jantung sehubungan dengan disfungsi ventrikel atau katup. Kompleks QRS tersebut mempunyai konfigurasi seperti kompleks QRS pada PVC. · Monitor Holter : gambaran EKG (24 jam) mungkin diperlukan untuk menentukan dimana disritmia disebabkan oleh gejala khusus bila pasien aktif (di rumah/kerja). KOMPLIKASI 6. Juga dapat digunakan untuk mengevaluasi fungsi pacu jantung/efek obat antidisritmia. Menyatakan tipe/sumber disritmia dan efek ketidakseimbangan elektrolit dan oabt jantung. · Gelombang P : Mungkin ada. . Resusitasi jantung paru (CPR) perlu dilakukan agar pasien tetap hidup. denyut nadi dan pernapasan. Penanganan diarahkan untuk meningkatkan perfusi ke organ vital. kompleks QRS terjadi secara regular. • Asistole Ventrikel Pada asistole ventrikel tidak akan terjadi kompleks QRS. 5. transvena atau eksternal. Efinefrin (intrakardiak) harus diberikan secara berulang dengan interval setiap lima menit. 10 detik lebih lama dan baisanya lebar dan landai. hanya melalui atrium. Tanpa penatalaksanaan segera. Tidak ada denyut jantung. · Hantaran : Kemungkinan. Diperlukan pemasangan pacemaker secara intratoraks. asistole ventrikel sangat fatal. · Hantaran : Nodus SA melepaskan impuls dan gelombang P dapat dilihat. · Irama : Tidak ada. Karakteristik : • • • • • · Frekwensi : tidak ada. · Skan pencitraan miokardia : Dapat menunjukkan area iskemik/kerusakan miokard yang dapat mempengaruhi konduksi normal atau mengganggu gerakan dinding dan kemampuan pompa. Irama yang lolos dari ventrikel bersifat ektopik dengan konfigurasi yang menyimpang. Irama yang lolos dari daerah penyambung biasnaya dihantarkan secara normal ke ventrikel. Penggunaan pace maker temporer sangat dianjurkan.

sehingga memungkinkan nodus sinus memperoleh kembali fungsinya sebagai pacemaker. TERAPI PACEMAKER . · Pemeriksaan Tiroid : Peningkatan atau penurunan kadar tiroid serum dapat menyebabkan /meningkatnya disritmia. Defibrilasi akan mendepolarisasi secara lengkap semua sel miokard sekaligus. · laju Sedimentasi : Peninggian dapat menunjukkan proses inflamasi akut/aktif. Biasanya terbatas penatalaksanaan fibrilasi ventrikel apabila tidak ada irama jantung yang terorganisasi. adanya obat jalanan atau dugaan interaksi obat. quinidin dan lain-lain. Terapi sangat tergantung pada jenis aritmia. biasanya merupakan prosedur elektif. meskipun jarang. juga dapat dilakukan. maka tak ada yang lebih baik daripada menyembuhkan atau memperbaiki penyebabnya secara spesifik. (2) menurunkan frekuensi denyut jantung (rate control). dapat diterapi dengan beberapa hal di bawah ini. disediakan berbagai terapi mekanis tambahan. Evaluasi terhadap efektivitas obat dapat dikerjkan melalui pemeriksaan EKG (pemeriksaan listrik jantung). 7. DEFIBRILASI Defibrilasi adalah kardioversi asinkronis yang digunakan pada keadaan gawat darurat. Jika kausa aritmia berhasil dideteksi. · GDA/Nadi Oksimetri : Hipoksemia dapat menyebabkan/mengeksaserbasi disritmia.· Elektrolit : Peningkatan atau penurunan kalium. defibrilasi dan pacemaker. KARDIOVERSI Kardioversi mencakup pemakaian arus listrik untuk menghentikan disritmia yang memiliki kompleks QRS. Pada situasi dimana obat saja tidak memcukupi. Pemilihan obat harus dilakukan dengan hati-hati karena mereka pun memiliki efek samping. Penatalaksanaan bedah. OBAT-OBATAN Obat-obatan. Beberapa di antaranya justru menyebabkan aritimia bertambah parah. Terapi yang paling sering adalah kardioversi elektif. Disritmia umumnya ditangani dengan terapi medis. contoh digitalis. Aritmia sendiri. Pasien dalam keadaan sadar dan diminta persetujuannya. Ada beberapa jenis obat yang tersedia untuk mengendalikan aritmia. Sebagian lagi dapat diterapi dengan obat-obatan. dan (3) mencegah terbentuknya bekuan darah. MANAJEMEN MEDIK Pada prinsipnya tujuan terapi aritmia adalah (1) mengembalikan irama jantung yang normal (rhythm control). · Pemeriksaan obat : Dapat menyatakan toksisitas jantung. kalsium dan magnesium dapat menyebabkan disritmia. contoh endokarditis sebagai faktor pencetus untuk disritmia. DEFIBRILATOR KARDIOVERTER IMPLANTABEL Adalah suatu alat untuk mendeteksi dan mengakhiri episode takiakrdia ventrikel yang mengancam jiwa atau pada pasien yang mempunyai risiko tinggi mengalami fibrilasi ventrikel. Sebagian gangguan ini tidak perlu diterapi.

pulsus altenan (denyut kuat teratur/denyut . Batas irisan kemudian dijahit kembali. Gelombang suara frekwensi tinggi kemudian disalurkan melalui kateter tersebut. Pacemaker biasanya digunakan bila pasien mengalami gangguan hantaran atau loncatan gangguan hantaran yang mengakibatkan kegagalan curah jantung. contoh denyut kuat. untuk menghancurkan jaringan disritmik. PENGKAJIAN DATA DASAR AKTIVITAS /ISTIRAHAT Gejala : 1) Kelemahan. SIRKULASI Gejala : 3) Riwatar IM sebelumnya/akut 90%-95% mengalami disritmia). GJK. kardiomiopati. Tanda : 2) Perubahan frekwensi jantung/TD dengan aktivitas/olahraga. Isolasi endokardial dilakukan dengan membuat irisan ke dalam endokardium. PEMBEDAHAN HANTARAN JANTUNG Takikardian atrium dan ventrikel yang tidak berespons terhadap pengobatan dan tidak sesuai untuk cetusan anti takikardia dapat ditangani dengan metode selain obat dan pacemaker. memisahkannya dari area endokardium tempat dimana terjadi disritmia. penyakit katup jantung. Tanda : 4) Perubahan TD. Pada reseksi endokardial. Pada ablasi listrik sebuah kateter dimasukkan pada atau dekat sumber disritmia dan satu sampai lima syok sebesar 100 sampai 300 joule diberikan melalui kateter langsung ke endokardium dan jaringan sekitarnya. reseksi endokardial. sehingga menghilangkan sumber disritmia. 5) Nadi : mungkin tidak teratur. Daerah yang membeku akan menjadi jaringan parut kecil dan sumber disritmia dapat dihilangkan. Krioablasi dilakukan dengan meletakkkan alat khusus. yang didinginkan sampai suhu -60ºC (76ºF). hipertensi. Alat ini memulai dan memeprtahankan frekwensi jantung kerika pacemaker alamiah jantung tak mampu lagi memenuhi fungsinya. Ablasi frekwensi radio dilakukan dengan memasang kateter khusus pada atau dekat asal disritmia. Kerusakan jaringan yang ditimbulkan lebih spesifik yaitu hanya pada jaringan disritmik saja disertai trauma kecil pada jaringan sekitarnya dan bukan trauma luas seperti pada krioablasi atau ablasi listrik.Pacemaker adalah alat listrik yang mampu menghasilkan stimulus listrik berulang ke otot jantung untuk mengontrol frekwensi jantung. ASUHAN KEPERAWATAN 1. contoh hipertensi atau hipotensi selama periode disritmia. Tidak perlu dilakukan rekonstruksi atau perbaikan. Jaringan jantung menjadi terbakar dan menjadi parut. Metode tersebut mencakup isolasi endokardial. pada endokardium di tempat asal disritmia selama 2 menit. sumber disritmia diidentifikasi dan daerah endokardium tersebut dikelupas. kelelahan umum dan karena kerja. krioablasi. ablasi listrik dan ablasi frekwensi radio. Irisan dan jaringan parut yang ditimbulkan akan mencegah disritmia mempengaruhi seluruh jantung.

halusinasi. Tanda : · Perilaku distraksi. Tanda : · Perubahan berat badan. perubahan pola bicara/kesadaran. · Tidak toleran terhadap makanan (karena adanya obat). 9) Edema : dependen. anoreksia. menangis. 10) Haluaran urine : menurun bila curah jantung menurun berat. contoh gelisah. contoh disorientasi. letargi. syok). takut. marah. 6) Deficit nadi (perbedaan antara nadi apical dan nadi radial). · Stressor sehubungan dengan masalah medik. koma. Tanda : · Cemas. contoh menyerang. denyut menurun. bradikardia berat). · Edema · Perubahan pada kelembaban kulit/turgor. DVJ (pada adanya gagal jantung). berdenyut. 7) Bunyi jantung : irama tak teratur. · Perubahan pupil (kesamaan dan reaksi terhadap sinar). bingung.lemah). dimana dapat atau tidak bias hilang oleh obat anti angina. perasaan terancam. · Mual/muntah. PERNAPASAN Gejala : . 8) Kulit : warna dan kelembaban berubah. · Pernapasan krekels. INTEGRITAS EGO Gejala : · Perasaan gugup (disertai takiaritmia). gelisah. NEURO SENSORI Gejala : · Pusing. sakit kepala. nadi bigeminal (denyut kuat tak teratur/denyut lemah). · Perubahan perilaku. contoh pucat. umum. kehilangan memori. bunyi ekstra. NYERI/KETIDAKNYAMANAN Gejala : · Nyeri dada. Tanda : · Status mental/sensori berubah. · Perubahan berat badan. MAKANAN/CAIRAN Gejala : · Hilang nafsu makan. berkeringat (gagal jantung. menolak. · Kehilangan refleks tendon dalam dengan disritmia yang mengancam hidup (takikardia ventrikel . sianosis. ringan sampai berat. pingsan.

· Batuk (dengan /tanpa produksi sputum). v Penurunan kontraktilitas miokardia. DIAGNOSA DAN INTERVENSI KEPERAWATAN 1) RISIKO TINGGI TERHADAP PENURUNAN CURAH JANTUNG. · Adanya kegagalan untuk memeprbaiki. · Riwayat atau penggunaan tembakau berulang. 2. · Napas pendek. mengi) mungkin ada menunjukkan komplikasi pernapasan. v Berpartisipasi dalam aktivitas yang menurunkan kerja miokardia. anti koagulan (coumadin) atau obat lain yang dijual bebas.· Penyakit paru kronis. eritema. edema (trombosis superficial). · Kemerahan kulit (reaksi obat). · Inflamasi. penyakit jantung. nadi teraba sama. · Kehilangan tonus otot/kekuatan. v Menunjukkan penurunan frekwensi/tak adanya disritmia. Kemungkinan dibuktikan oleh : v Tidak dapat diterapkan .2 hari. · Bunyi napas : bunyi tambahan (krekels. status mental biasa. Faktor risiko meliputi : v Gangguan konduksi elektrikal. · Penggunaan/tak menggunakan obat yang disresepkan. PENYULUHAN Gejala : · Faktor risiko keluarga contoh. Rencana pemulangan : · Perubahan penggunaan obat. contoh disritmia berulang/tak dapat sembuh yang mengancam hidup. haluaran urine adekuat. Tanda : · Perubahan kecepatan/kedalaman pernapasan selama episode disritmia. contoh sirup batuk dan analgesik berisi ASA. Hasil yang diharapkan/kriteria evaluasi : v Mempertahankan /meningkatkan curah jantung adekuat yang dibuktikan oleh TD/nadi dalam rentang normal. stroke. contoh obat jantung (digitalis). adanya tanda-tanda dan gejala-gejala membuat diagnosa actual. KEAMANAN Tanda : · Demam. INTERVENSI RASIONAL . Pertimbangan : · DRG menunjukkan rerata lama di rawat : 3. ronki. seperti pada gagal jantung kiri (edema paru) atau fenomena tromboembolitik pulmonal.

Catat adanya pulsus alternan. bimbingan imajinasi. Kelompok III. dan faktor penghilang/pemberat. contoh atropine sulfat. Siapkan untuk/Bantu penanaman otomatik kardioversi atau defibrilator (AICD) bila diindikasikan 2) KURANG PENGETAHUAN TENTANG PENYEBAB/KONDISI PENGOBATAN. Kalium. Kelompok II. contoh enkainid. menangis. isoproterenol. glkosid jantung . Berikan obat sesuai indikasi. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi. Kaji alasan untuk membatasi aktivitas selama fase akut. perubahan pada warna kulit/suhu. amplitude (penuh/kuat) dan simetris. meksiletine. napas lambat/dalam. Auskultasi bunyi jantung. esmolol. Pantau tanda vital dan kaji keadekuatan curah jantung/perfusi jaringan.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Raba nadi (radial. dorsalis pedis) catat frekwensi. Catat petunjuk nyeri non-verbal. v Tidak mengenal sumber informasi. Laporkan variasi penting pada TD/frekwensi nadi. flekainid. nadi bigeminal atau defisit nadi. contoh elektrolit. pernapasan. Takikardia Bradikardia Disritmia atrial Disritmia ventrikel Blok jantung Berikan lingkungan tenang. asebutolol. contoh disopiramid (norpace). Demonstrasikan /dorong penggunaan perilaku pengaturan stress. propafenon. Kolaborasi Pantau pemeriksaan laboratorium. perubahan TD/frekwensi jantung. Bantu pemasangan/mempertahankan fungsi pacu jantung. keteraturan. fenitoin. nadolol. quinidin (quinagulate). catat frekwensi. carotid. catat lokasi. Catat adanya denyut jantung ekstra. femoral. kesamaan. Kadar obat. contoh verapamil. penurunan nadi. Masukan/pertahankan masukan IV Siapkan untuk prosedur diagnostic invasive/bedah sesuai indikasi. lamanya. Dapat dihubungkan dengan : v Kurang informasi/salah pengertian kondisi medis/kebutuhan terapi. Siapkan /lakukan resusitasi jantung paru sesuai indikasi. Kelompok Ic. contoh wajah mengkerut. nifedipin. Siapkan untuk/Bantu kardioversi elektif. irama. dan haluaran urine selama episode disritmia. aminodaron. Antidisritmia : Kelompok Ia. contoh bretilium toslat. Lain-lain. contoh tehnik relaksasi . Selidiki laporan nyeri dada. diltiazem. digitalis. contoh propranolol. tokainidin. intensitas. Kelompok Ib contoh lidokain. Tentukan tipe disritmia dan catat irama (bila pantau jantung /telemetri tersedia). Kelompok IV. . prokainamid (pronestly). tingkat kesadaran/sensori.

efek samping yang diharapkan atau kemungkinan reaksi merugikan. INTERVENSI RASIONAL • • • • • • • • • • Kaji ulang fungsi jantung normal/konduksi elektrikal. . v Melakukan dengan benar prosedur yang perlu dan menjelaskan alas an tindakan. Memberikan informasi dalam bentuk tulisan bagi pasien/orang terdekat untuk dibawa pulang. vertigo. Kaji ulang prosedur untuk menghilangkan PAT contoh pijatan karotis/sinus maneuver. Jelaskan/tekankan masalah disritmia khusus dan tindakan terapeutik pada pasien/orang terdekat. v Gagal memperbaiki program sebelumnya. Anjurkan pasien melakukan pengukuran nadi dengan tepat. dispnea. interaksi dengan obat lain/obat yang dijual bebas atau substansi (alcohol. Anjurkan /catat pendidikan tentang obat. Kemungkinan dibuktikan oleh : v Pertanyaan v Pernyataan salah konsepsi. sesuai dengan apa dan kapan melaporkan ke dokter. menghindari latihan berlebihan. perubahan mental lanjut. Dorong pengembangan latihan rutin. Termasuk mengapa obat diperlukan (tindakan yang dibutuhkan). apa yang dilakukan bila dosis terlupakan (informasi dosis dan penggunaan). Identifikasi efek merugikan/komplikasi disritmia khusus. Emergency Cardiovascular Care Program. program pengobatan dan fungsi pacu jantung (bila menggunakan). contoh pusing. Kaji ulang kewaspadaan keamanan. edema dependen. Identifikasi tanda/gejala yang memerlukan aktivitas cepat.v Kurang mengingat. contoh kalium dan kafein. Advanced Cardiac Life Support. v Menyatakan tindakan yang diperlukan dan kemungkinan efek samping merugikan dari obat. American Heart Association. nyeri dada. Valsalva bila perlu. tembakau). Hasil yang diharapkan/kriteria evaluasi : v Menyatakan pemahaman tentang kondisi. contoh kelemahan. DAFTAR PUSTAKA 1. Dorong pencatatan nadi harian sebelum minum obat/latihan. 1997-1999. bagaimana dan kapan minum obat. Identifikasi situasi yang memerlukan intervensi medis cepat. silau. v Menghubungkan dengan benar prosedur tanda gagal pacu jantung. Kaji ulang kebutuhan diet individu/pembatasan. v Terjadi komplikasi yang dapat dicegah. tehnik untuk mengevaluasi/mempertahankan pacu jantung atau fungsi AICD dan gejala yang memerlukan intervensi medis.

2002.id/BaliPostcetak/2004/3/7/ink1.balipost. Irama yang didapat pada permulaan henti jantung umumnya adalah ventrikel fibrilasi (VF) 2. Defibrilator diklasifikasikan menurut 2 tipe bentuk gelombangnya yaitu monophasic dan biphasic. Defibrilator monophasic adalah tipe defibrilator yang pertama kali diperkenalkan. Pengobatan yang paling efektif untuk ventrikel fibrilasi adalah defibrilasi. Indikasi 1.asp?exam_id=16&directory=ekg 7.com/kesehatan/news/0305/07/112208. 1996. Jakarta. makin kurang kemungkinan keberhasilannya.htm 6. defibrilator biphasic adalah defibrilator yang digunakan pada defibrilator manual yang banyak dipasarkan saat ini. DEFIBRILASI Defibrilasi adalah pengobatan yang menggunakan aliran listrik dalam waktu yang singkat secara asinkron. Defibrilator Defibrilator adalah alat yang dapat memberikan shock listrik dan dapat menyebabkan depolarisasi sementara dari jantung yang denyutnya tidak teratur. Jakarta. VT tanpa nadi 3. EGC. http://www. Guyton & Hall. EGC. Edisi 20.H.com/course_frame. 2006. Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. William. Edisi ketiga. Energi . http://www. EGC.ce5. Price & Wilson. Volume I.rnceus. 4.kompas. Ventrikel fibrilasi cenderung untuk berubah menjadi asistol dalam waktu beberapa menit. Edisi 6. Enerji dialirkan melalui suatu elektrode yang disebut paddle. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. M. 1997.co. Prof. Jeli Jeli digunakan untuk mengurangi tahanan dada dan membantu menghantarkan aliran listrik ke jantung. 2003. http://www. sehingga memungkinkan timbulnya kembali aktifitas listrik jantung yang terkoordinir. http://www. 3. Jakarta. Makin lambat defibrilasi dilakukan. Smeltzer Bare.com/ekg101.rnceus. 8. jilid I. 11. VT polymorphyc yang tidak stabil Defibrilasi harus dilakukan sedini mungkin dengan alasan : 1. edisi 8 .com/course_frame. Terapi Listrik (Defibrilasi) A. Ganong F. Balai Penerbit FKUI. Patofisiologi. 3. jeli dioleskan pada kedua paddle. Buku Ajar keperawatan Medikal Bedah Brunner & Studdarth. 2. Dr.htm 5. VF 2. Noer Sjaifoellah. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 9. Jakarta. Cetakan I.asp?exam_id=16&directory=ekg 4.html 10.2. Alat yang dipergunakan 1. Jakarta. EGC. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. http://www.

ada pula yang memberi tanda dengan bunyi bahkan ada juga yang memberi tanda dengan nyala lampu. berikan enerji tersebut dengan cara menekan kedua tombol discharge pada kedua paddle. Menangkap sinyal listrik jantung dan mengirimkan sinyal tersebut ke komputer. 2. Menganalisa irama jantung seorang korban yang mengalami henti jantung. beri aba-aba dengan suara keras dan jelas agar tidak ada lagi anggota tim yang masih ada kontak dengan pasien atau korban. Tidak bernafas 3. tunggu sampai enerji terisi penuh.tanda sirkulasi lain Elektroda adhesif ditempatkan pada dada korban dan disambungkan ke mesin AED. Letakkan paddle dengan posisi paddle apex diletakkan pada apeks jantung dan paddle sternum diletakkan pada garis sternal kanan di bawah klavikula. 2.Untuk VF dan VT tanpa nadi. pastikan enerji sesuai dengan yang diset. termasuk juga yang mengoperatorkan defibrilator. energi awal 360 joule dengan menggunakan monophasic deflbrilator. paddle elektroda mempunyai 2 fungsi yaitu : 1. 4. Kaji ulang layar monitor defibrillator. ada yang memberi tanda dengan menunjukkan angka joule yang diset. 5. . dapat diulang tiap 2 menit dengan energi yang sama. pastikan irama masih VF/VT tanda nadi. Nyalakan deflbrilator 2. Tidak berespon 2. dan pastikan modus yang dipakai adalah asinkron. untuk mengetahui enerji sudah penuh. jika menggunakan biphasic deflbrilator energi yang diperlukan berkisar antara 120 . Pastikan paddle menempel dengan baik pada dada pasien (beban tekanan pada paddle kira-kira 10 kg). 6. Mengenal irama yang dapat dilakukan tindakan defibrilasi ( shock) 3. Isi (Charge) enerji. jika semua benar. Automated External Defibrilator (AED) AED adalah sebuah defibrilator yang bekerja secara komputer yang dapat : 1. Paddle diberi jeli secukupnya. Jika enerji sudah penuh. jika tidak berubah lakukan RJP untuk selanjutnya lakukan survey kedua. jika berubah cek nadi untuk menentukan perlu tidaknya dilakukan RJP. Prosedur defibrilasi 1. 8. Nadi tidak teraba atau tanda . sebagai contoh: "Enerji siap " "Saya siap " "Tim lain siap" 7. Tentukan enerji yang diperlukan dengan cara memutar atau menggeser tombol enerji 3. banyak macamnya tergantung dari defibrilator yang dipakai. Kaji ulang di layar monitor defibrilator apakah irama berubah atau tetap sama scperti sebelum dilakukan defibrilasi. Memberikan petunjuk pada operator ( dengan memperdengarkan suara atau dengan indikator cahaya) AED digunakan jika korban mengalami henti jantung : 1.200 joule. Memberikan shock melalui elektroda jika terdapat indikasi.

200 joule. Supra Ventrikel Takikardi 3. Indikasi 1. . apabila tidak berhasil enerji dapat dinaikan menjadi 100 joule. Troli emergensi. Untuk VT monomorphic dan Atrial Fibrilasi. Jeli 3. oleh sebab itu jika diperlukan tindakan kardioversi. hanya pada saat menekan tombol discharge kedua tombol tersebut harus ditekan agak lama. maka pasien perlu diberikan obat sedasi dengan atau tanpa analgetik. Obat-obat analgetik dan sedatif 5. KARDIOVERSI Kardioversi adalah pengobatan yang menggunakan aliran listrik dalam waktu singkat secara sinkron. Atrial Fibrilasi Alat yang dipergunakan 1. Elektrode EKG Energi Enerji awal untuk SVT dan Atrial Flutter adalah 50 joule. Pasien dengan takikardi walaupun mungkin keadaannya tidak stabil akan tetapi kadang pasiennya masih sadar. Ventrikel Takikardi 2. 300 joule dan 360 joule. Sedangkan untuk VT polymorphic besarnya energi dan modus yang dipakai sama dengan yang digunakan pada tindakan defibrilasi Prosedur Prosedur tindakan kardioversi sama dengan tindakan deflbrilasi. Atrial flutter 4. Defibrilator yang mempunyai modus sinkron 2. jika deflbrilator tidak dapat menangkap gelombang QRS enerji tidak akan keluar. enerji awal adalah 100 jule dan dapat dinaikan sampai 360 joule. karena modul yang dipakai adalah modul sinkron dimana pada modul ini energi akan dikeluarkan (diberikan ) beberapa milidetik setelah defibrilator tersebut menangkap gelombang QRS. terutama alat bantu napas 4.B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful