Lampiran Keputusan Kepala Bapemas Provinsi Jawa Timur Nomor : 77 Tahun 2010 Tanggal : 01 Maret 2010 BUKU VI STANDAR

PELAYANAN PUBLIK PROGRAM PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2010 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagai upaya memperkuat otonomi desa antara lain adalah memberikan peluang kepada pemerintah desa untuk mendapatkan pendapatan, salah satu sumber pendapatan desa yang dapat diusahakan oleh pemerintah desa adalah dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yaitu suatu lembaga/badan perekonomian desa yang berbadan hukum dibentuk dan dimiliki oleh pemerintah desa, dikelola secara ekonomis mandiri dan profesional dengan modal seluruhnya atau sebagian besar milik pemerintah desa yang dipisahkan. Selain itu potensi dan aset desa yang sebenarnya sangat besar, namun belum didayagunakan secara optimal sehingga kurang memberi layanan kearah peningkatan ekonomi masyarakat secara nyata maupun menopang kebutuhan pemerintahan desa terutama untuk peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang selama ini kebanyakan mengandalkan dari bengkok/tanah kas desa. Dasar pemikiran tersebut sesuai dengan Undang Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Undang Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, Peraturan Presiden RI Nomor 13 Tahun 2009 tentang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. 1.2. Maksud dan Tujuan Program pengembangan BUMDes dimaksudkan untuk mewadahi lembaga ekonomi desa yang bersumber dari program pemerintah atau sumber lain yang dikelola oleh masyarakat menjadi unit usaha milik BUMDes dan juga sebagai sarana pintu masuk (intry 1

point) program–program Pemerintah/non Pemerintah, sedangkan tujuan : a. Memajukan dan mengembangkan kegiatan perekonomian desa. b. Memperkuat kinerja lembaga ekonomi yang telah ada di desa. c. Pengumpulan modal usaha dari berbagai sumber. d. Memberikan pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat. e. Memperoleh keuntungan untuk memperkuat Pendapatan Asli Desa. f. Meningkatkan pengelolaan aset desa yang ada sesuai dengan kebutuhan masyarakat. g. Menjadikan BUMDes sebagai tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan perekonomian desa. JENIS PELAYANAN 2.1. Jenis Pelayanan Jenis pelayanan/produk pelayanan pemberdayaan masyarakat berupa Program Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu jenis pelayanan di Bidang Pengembangan Perekonomian Masyarakat, meliputi: a. Bantuan dana untuk Biaya Operasional Pelaksanaan (BOP) Kabupaten. b. Bantuan dana Kegiatan Pengembangan BUMDes melalui Dana Hibah. c. Pelatihan Pengelola Program Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). d. Pendampingan Program Pengembangan Usaha BUMDes. 2.2. Ruang Lingkup Pelayanan Ruang lingkup Pelayanan Pengembangan BUMDes meliputi: Pembentukan/Pendirian BUMDes 1) Rapat Persiapan pendirian BUMDes. 2) Identifikasi Lembaga Ekonomi Desa (LED). 3) Analisis Penggabungan Lembaga Ekonomi Desa (LED). 4) Rapat Penyepakatan Penggabungan Lembaga Ekonomi Desa (LED). 5) Musyawarah Pendiri BUMDes. Pengembangan dan Pemberdayaan BUMDes 1) Peningkatan kapasitas kelembagaan BUMDes. 2) Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). 3) Pengembangan Pemberdayaan Usaha BUMDes.

2

3. 4. bahwa pengelolaan BUMDes dapat dipastikan diketahui oleh masyarakat luas. 2.3. bahwa pengelolaan BUMDes dilakukan secara baik dan benar dengan berpegang pada prinsip kehati-hatian dan dikelola oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan semangat kewirausahaan. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108. 2. Keswadayaan. 3 . Peraturan Presiden RI Nomor 13 Tahun 2009 tentang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. melestarikan dan mengembangkan usaha kegiatan. memelihara. Berkelanjutan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548). sistem dan prosedur yang ada. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Akuntabel. agar semua warga memiliki peluang luas dalam melaksanakan fungsi pengawasan. 72 Tahun 2005 tentang Desa. Transparan. 2. bahwa pengembangan BUMDes didukung oleh partisipasi masyarakat dan otonomi lokal dengan mendayagunakan potensi dan kemampuan sumber daya lokal. bahwa pengelolaan BUMDes mampu menumbuhkan peran serta masyarakat untuk memanfaatkan. 4. 5. bahwa pengelolaan BUMDes dilakukan secara baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah lembaga ekonomi dan peraturan yang berlaku sehingga dapat dipertanggung jawabkan. DASAR HUKUM PELAYANAN 1.undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.Pendampingan Pendampingan dilaksanakan untuk memfasilitasi pengelolaan program sehingga dapat berjalan secara optimal sesuai dengan mekanisme. 3. Peraturan Pemerintah No. Undang . Prinsip Dasar Landasan gerak operasional BUMDes berlandaskan atas prinsipprinsip sebagai berikut: 1. Profesional.

Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Timur Nomor : 188/410/KPTS/013/2009 tentang Pedoman Kerja dan Pelaksanaan Tugas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. PERSYARATAN PELAYANAN 4. 4. Lokasi BUMDes adalah Desa di Jawa Timur yang mempunyai kelembagaan BUMDes atau UPK kategori sehat (ex Program Gerdu-Taskin Prov. c. Persyaratan Lokasi a. Sasaran kegiatan pengembangan unit simpan pinjam (USP) diprioritaskan bagi Rumah Tangga Miskin dan Mendekati Miskin. Jatim). 8. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur tanggal 31 Desember 2009 Nomor: 914/62/042/2010. Sasaran kegiatan pengembangan Unit Usaha (sektor riil) diprioritaskan untuk membuka peluang kerja bagi Rumah Tangga Miskin. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. d. b. Bantuan Keuangan dan Belanja Tidak Terduga Provinsi Jawa Timur. Bantuan Sosial. 9. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Belanja Subsidi. 10. Hibah. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menenga Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 -2014.2. 7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2010.5. Lembaga dimaksud telah berpengalaman dalam pendampingan program pemberdayaan masyarakat minimal 5 tahun terakhir dalam bentuk kerjasama dengan 4 . Persyaratan Pendamping Lembaga pendampingan BUMDes berasal dari Perguruan Tinggi (PT) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Sasaran utama BUMDes adalah penguatan dan pengembangan usaha ekonomi produktif yang berkaitan dengan pembukaan peluang kerja baru di desa dan peningkatan pedapatan APBDes.1. Bagi Hasil. 6.

dilengkapi dengan: (i) Proposal/RAB. 4. mempunyai alat-alat kelengkapan kantor yang memadai (Telpon. Telah berdiri sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun (Akte Notaris). Persyaratan pencairan dana kegiatan (dana hibah) BUMDes : Persyaratan pengajuan pencairan dana hibah BUMDes dilakukan dengan syarat membuat Surat Permohonan Pencairan Dana kepada Gubernur Jawa Timur diketahui Kepala Desa dan Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten. (iv) Surat Pernyataan Tanggung Jawab 5 . Persyaratan pencairan dana Biaya Operasional Pelaksanaan (BOP) Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten: Persyaratan pengajuan Bantuan Keuangan BOP Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten meliputi: a) surat permohonan pencairan bantuan keuangan ditandatangani oleh Bupati. c. mempunyai staf operasional kantor sekurang-kurangnya 5 orang yang bekerja secara penuh dan digaji oleh lembaga (bukan relawan). Faximail. b) Kwitansi rangkap 3 asli lembar pertama bermaterai cukup.3.pemerintah atau lembaga internasional yang dibuktikan dengan copy Surat Perjanjian Kerja (SPK). (c) mempunyai integritas moral yang baik (pernyataan integritas) dan (d) diutamakan berdomisili di daerah pendampingan. d. (b) mempunyai pengalaman pendampingan pemberdayaan masyarakat minimal 1 tahun secara penuh. Komputer. Pimpinan lembaga berpendidikan sekurang-kurangnya S1. (iii) NPHD. b. e. mempunyai pengalaman melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat sekurang-kurangnya 8 tahun secara terus menerus dan mempunyai track record baik. mempunyai NPWP dan rekening Bank atas nama lembaga. b. mempunyai kantor sendiri yang terpisah dengan kegiatan keluarga (bukti kepemilikian atau sewa). Persyaratan Pencairan Dana a. Memiliki tenaga ahli pada bidang pemberdayaan masyarakat dari berbagai disiplin ilmu yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan pendampingan. Sanggup menyediakan Tenaga Pendamping Masyarakat dengan kualifikasi : (a) Minimal D3 dan diutamakan dari jurusan ekonomi/akuntansi. dll). (ii) Legalitas Pengurus BUMDes.

Kelompok usaha ekonomi produktif yang berkembang. (iii) menjajaki komitmen dan kesiapan masing-masing LED untuk berperan sebagai motor penggerak maupun berpartisipasi dalam pendirian BUMDes. (ii) menilai kondisi kesehatan dan perkembangan usaha masing-masing LED. Rapat Koordinasi dilaksanakan oleh Bapemas Provinsi yang difasilitasi oleh Tim Pendamping Provinsi yang diikuti oleh seluruh Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten lokasi program. POKJA BUMDes bertugas: (i) mengindentifikasi lembaga ekonomi desa yang memiliki kesiapan untuk pendirian/penguatan kelembagaan BUMDes. PROSEDUR PELAYANAN BUMDes Prosedur pelayanan pengelola Program Pengembangan BUMDes tahun 2010 meliputi : 2. (iv) 6 . Pemerintah Desa mengambil inisiastif untuk menyelenggarakan sosialisasi dengan mengundang antara lain seperti: pengurus lembaga ekonomi desa. Agenda Sosialisasi Desa: (i) Penjelasan Pembentukan dan Pengembangan BUMDes. 3. Adapun ruang lingkup kegiatannya meliputi: (i) mengidentifikasi lembaga ekonomi/usaha desa yang berasal dari berbagai program. Sosialisasi Desa Sosialisasi Desa dimaksudkan sebagai media informasi program pengembangan BUMDes kepada masyarakat desa. Karang Taruna) dan tokoh-tokoh lain yang dianggap penting untuk dapat membantu pengembangan BUMDes di desa. (v) kwitansi. Rapat Koordinasi Provinsi Rapat Koordinasi dilaksanakan demi mewujudkan koordinasi dan membangun komitmen bersama untuk melaksanakan program pengembangan BUMDes. (iv) mendokumentasikan dan menindaklanjuti penetapan pendirian BUMDes. Organisasi kemasyarakatan (LKMD. 4. (vi) fotocopy KTP Ketua dan Bendahara BUMDes dan (vii) fotocopy rekening Bank Jatim. (ii) mempersiapkan rencana pendirian/penguatan BUMDes. (iii) memaparkan konsep pendirian/penguatan BUMDes pada Rapat Pembentukan BUMDes. (ii) Membangun Komitmen Bersama.Mutlak/Pakta Integritas. Identifikasi Lembaga Ekonomi Desa Identifikasi Lembaga Ekonomi Desa (LED) dilaksanakan oleh POKJA BUMDes difasilitasi oleh TPM. dan (iii) Pembentukan POKJA BUMDes. PKK.

(iii) 1 (satu) orang dari Bapemas Kabupaten dan (iv) 1 (satu) orang TPM. (vii) Kelompok-kelompok usaha ekonomi produktif yang berkembang. Bagian Administrasi Keuangan dan seluruh Kepala Unit Usaha. Penataan Kelembagaan BUMDes Penataan kelembagaan BUMDes dimaksudkan sebagai upaya mengoptimalkan peran kelembagaan dalam melaksanakan fungsi koordinasi dan sinkronisasi yang ditujukan untuk peningkatan kinerja usaha. (ii) 2 (dua) orang pengelola BUMDes. 6. Agenda penataan kelembagaan adalah: (i) Penataan Struktur Organisasi dan Pembagian Tugasnya. (iv) PKK. 7 . Musyawarah Pembentukan BUMDes Setelah disepakati perlunya dibentuk BUMDes dan Pokja telah melakukan persiapan. (ii) Pembahasan AD-ART dan Legalitas BUMDes. Rapat POKJA BUMDes Rapat POKJA BUMDes bertujuan untuk membahas dan merumuskan pola pendirian dan pengembangan BUMDes berdasarkan hasil identifikasi LED yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan langkah: (i) membahas kondisi kesehatan dan perkembangan usaha LED dan menentukan LED yang potensial untuk dikembangkan sebagai BUMDes. Peserta Orientasi terdiri dari: (i) 1 (satu) orang Kepala Desa.membahas dan merumuskan pola pendirian dan pengembangan BUMDes. (ix) Pengusaha desa dan tokoh-tokoh lain yang dianggap penting untuk dapat membantu pengembangan BUMDes di desa. PKK. 8. (v) RTRW. Karang Taruna. Musyawarah ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa dan diikuti sejumlah peserta yang terdiri: (i) Pemerintah desa. Penataan kelembagaan BUMDes dilaksanakan oleh pemilik saham bersama dengan manajer. 7. 5. (vi) seluruh perwakilan pengurus lembaga-lembaga ekonomi desa. (ii) BPD. (ii) membahas komitmen dan kesediaan masingmasing LED untuk menjadi motor penggerak atau bergabung dalam pendirian BUMDes. maka Pemerintah Desa segera melakukan Musyawarah pembentukan BUMDes. (iii) LKMD. (viii) Organisasi kemasyarakatan meliputi LKMD. (iii) Penyiapan Administrasi Organisasi dan Keuangan BUMDes. Orientasi Pengelola BUMDes Orientasi pengelola BUMDes dilaksanakan oleh Bapemas Provinsi Jawa Timur.

dan difasilitasi TPM. 11. 8 . Pencairan Dana a. diberi Lembar Persetujuan. Rapat Kerja Pengurus BUMDes Rapat Kerja Pengurus BUMDes merupakan forum perumusan rencana kerja BUMDes yang sebagian akan diusulkan untuk didanai dari program Pengembangan BUMDes. Penulisan Proposal Penulisan Proposal/Rincian Anggaran Biaya (RAB) Kegiatan Pengembangan BUMDes perlu memperhatikan ketentuan sebagaiberikut: 1) Proposal BUMDes berisi rencana kegiatan yang diambil dari rencana kegiatan tahunan BUMDes yang ditetapkan untuk didanai melalui Program Pengembangan BUMDes. disetujui Kepala Desa. 3) Setelah halaman judul (cover) Proposal. memberitahukan kepada Pemerintah Kabupaten dengan surat Gubernur tentang alokasi bantuan keuangan dengan peruntukannya. Pencairan Dana BOP Biaya Operasional (BOP) Kabupaten yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur di alokasikan melalui bantuan keuangan kepada Pemerintah Kabupaten. 2) Penulisan Proposal dilakukan oleh pengelola BUMDes. Camat dan Bapemas Kabupaten. ditujukan kepada Gubernur Jawa Timur. Pakta Integritas.9. yang ditandatangani oleh Pengelola BUMDes. Hasil Keputusan Rapat Kerja pengurus dituangkan dalam Berita Acara. fotocopy KTP dan fotocopy Rekening Bank Jatim yang telah dilegalisasi selanjutnya diserahkan kepada Bapemas Kabupaten untuk diverifikasi. Mekanisme pencairan dana BOP tahapan : Kabupaten dilakukan dengan 1) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. dan diketahui oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Surat ini ditandatangani oleh pengelola BUMDes dan diketahui oleh Kepala Desa. kwitansi. 10. 4) Proposal diberi Surat Pengajuan Permohonan Pencairan Dana. 5) Proposal dilengkapi dengan dokumen pencairan dana berupa NPHD.

5) Persyaratan/kelengkapan pengajuan bantuan keuangan BOP Kabupaten meliputi: a) Surat Permohonan Pencairan Bantuan Keuangan ditandatangani oleh Bupati. b. 4) Membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOP Bapemas Kabupaten kepada Bupati sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.4 tandatangan asli stempel basah tanpa materai. b) kwitansi rangkap 4 (empat). atau melalui Peraturan Bupati tentang Perubahan Penjabaran APBD (apabila tanpa menunggu PAPBD). menyusun program/kegiatan sesuai Pedoman Pelaksanaan Pengembangan BUMDes yang diformulasikan ke dalam Rencana Kerja Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan selanjutnya di tampung dalam Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2010. Pencairan Dana Kegiatan Dana Kegiatan Pengembangan BUMDes disalurkan langsung ke rekening BUMDes melalui Bank Jatim. dilengkapi dengan: (i) Proposal. lembar 1 tandatangan asli bermaterai cukup dan stempel basah. (iii) Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak/Pakta Integritas. lembar 2. 3) SKPD yang membidangi. segera digandakan rangkap 5 dengan rincian 3 berkas dikirim ke Provinsi. 2)Bapemas Kabupaten setelah melakukan verifikasi proposal masing-masing UPK dan kelengkapan berkas pencairan dinyatakan sudah benar dan lengkap. (iv) kwitansi. (v) fotocopy KTP Ketua dan Bendahara BUMDes dan (vi) fotocopy rekening Bank Jatim.2) Masing-masing Kabupaten dengan dasar surat Gubernur Jawa Timur melakukan perubahan peraturan Bupati tentang perubahan penjabaran APBD Kabupaten Tahun Anggaran 2010.3. (ii) NPHD. 6) Nilai bantuan keuangan BOP Kabupaten ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. 3) Bapemas Kabupaten segera memproses pengajuan pencairan dana kegiatan masing-masing BUMDes dengan 9 . Pengajuan pencairan dana melalui tahapan sebagai berikut : 1)BUMDes mengajukan Surat Permohonan Pencairan Dana kepada Gubernur Jawa Timur melalui Kabupaten. 1 berkas untuk Kabupaten dan 1 berkas untuk arsip BUMDes.

dan TPM perlu melakukan pemantauan dan pengendalian penyaluran dana oleh BUMDes. Papan Nama. Buku Notulen Rapat. lemari. peralatan kantor (komputer. Peningkatan Legalitas BUMDes. Buku Tamu. Dokumen permohonan pencairan dana disampaikan kepada Gubernur melalui Bapemas Provinsi. 6) Pengembangan Jaringan Kerjasama. khususnya kegiatan pemerintahan desa. Stempel. pengadaan kertas Kop. Ruangan ini harus dilengkapi dengan sarana prasarana kantor meliputi: mebeler (meja. Papan Struktur. rak). Kegiatan ini meliputi: Pembenahan Struktur Organisasi dan Pengurus BUMDes. Penyempurnaan/Penyusunan AD-ART BUMDes. Pelaksanaan Kegiatan pada aspek kelembagaan dimaksudkan untuk menguatkan kelembagaan BUMDes. Realisasi dana kegiatan yang bersumber dari APBD Provinsi selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah penerimaan dana di rekening UPK Bapemas Kabupaten. Juga melengkapi dengan sarana seperti: brankas. kwitansi. Untuk menjalankan operasionalnya BUMDes harus memiliki sekretariat atau ruangan khusus yang terpisah dari aktivitas lain. Buku Rekening Bank. 5) Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Administrasi Organisasi Dan Keuangan BUMDes. seperti misalnya kepemilikan kantor/ruangan atau sekretariat beserta kelengkapannya. kursi. stempel). membuatkan surat pengantar pengajuan pencairan dana kepada Gubernur yang ditandatangani oleh Bupati. Pengadaan Sarana Prasarana BUMDes Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh BUMDes akan membantu kelancaran pelayanan yang diberikan unit-unit Usaha BUMDes. 1) 2) 3) 4) b. Penguatan Kelembagaan Pelaksanaan Kegiatan a. Peningkatan Kapasitas Manajemen Organisasi Dan Usaha BUMDes. Bapemas Provinsi melakukan verifikasi dokumen pencairan dana BOP Kabupaten dan Dana Kegiatan masing-masing BUMDes/UPK. Sedangkan 10 .4) 5) 6) 7) 8) 12. Dokumen pencairan dana yang telah dinyatakan lengkap dan benar selanjutnya dibuatkan surat pengantar pengajuan pencairan dana ke Gubernur melalui Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa Timur. Papan Informasi. kalkulator. mesin ketik.

(ii) Laporan Keuangan. berbagai masalah yang dihadapi dan upaya-upaya yang telah dilaksanakan untuk mengatasi masalah/kendala tersebut serta rekomendasi perbaikannya. buku kas masuk. Dapat juga pengalokasian dana untuk pengembangan usaha ini meliput kedua usaha tersebut secara proporsional. untuk mengetahui perkembangan proses pelaksanaan program mulai tahap persiapan. RUPS Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban BUMDes dilaksanakan dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham atau Rapat Anggota BUMDes.Administrasi Keuangan antara lain buku mutasi kas harian. pengelola Kabupaten. pelaksanaan sampai pada tahap pertanggungjawaban dan pelestarian. Pengendalian Pelayanan a. Pelaporan Pelaporan BUMDes didasarkan pada prinsip-prinsip manajemen. sampai pengelola Provinsi secara berkala. Pelaporan BUMDes Hasil RUPS selanjutnya disusun menjadi bahan laporan yang kemudian disampaikan kepada Badan/Dinas/Kantor yang menangani Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten dan Bapemas Provinsi. 13. Penggunaan dana penguatan usaha harus diikuti dengan perencanaan usaha (bussiness plan) yang matang seperti analisa usaha. dan mendasarkan pada penguatan usaha yang benar-benar potensial untuk mendorong pengembangan usaha. buku kas keluar. maupun pengadministrasiannya. 11 . rekapitulasi kas harian. Untuk Pelaporan Kegiatan setidaknya harus memuat mengenai kemajuan pelaksanaan kegiatan usaha BUMDes. c. 14. Pembahasan dan pelaksanaan usaha BUMDes harus dilaksanakan secara terbuka. Penguatan Usaha BUMDes Pengembangan usaha BUMDes dapat dialokasikan untuk memperkuat usaha yang ada pada unitnya. yaitu baik usaha pada bidang keuangan maupun usaha sektor riil. terutama Pembagian Deviden. Laporan dilakukan secara berjenjang oleh pengelola Desa. neraca percobaan dan laporan keuangan. perencanaan. pengelolaan usaha. Pertanggungjawaban BUMDes meliputi (i) Kegiatan Perkembangan Usaha. jurnal memorial. 15.

(ii) pengelolaan dana BUMDEs berjalan tepat sasaran. g. 12 . Tahap Persiapan Pada tahap persiapan ini diawali dengan pelaksanaan kegiatankegiatan sebagai berikut: a. tepat waktu dan tepat pemanfaatan. Pengawasan Masyarakat di Desa dapat melakukan pengawasan secara langsung dan tidak langsung untuk memastikan : (i) seluruh proses pelaksanaan kegiatan di Desa berjalan sesuai dengan aturan main serta ketentuan yang telah disepakati bersama. Pengawasan kepada pengelola program secara fungsional juga dilakukan oleh aparat pengawasan pemerintah c. Musyawarah pembentukan BUMDes memerlukan waktu pelaksanaan 1 (satu) hari. Kegiatan Monev dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat Desa sendiri. melakukan penilaian sekaligus menyusun tindakan perbaikan. Rapat Koordinasi Provinsi memerlukan waktu pelaksanaan 2 (dua) hari. c. Identifikasi Lembaga Ekonomi Desa memerlukan waktu pelaksanaan 3 (tiga) hari. memerlukan waktu pelaksanaan 1 (satu) hari. maupun dilaksanakan oleh Pengelola di Kabupaten dan Provinsi. f. Sosialisasi BUMDes Tingkat desa memerlukan waktu pelaksanaan 1 (satu) hari. Pemprosesan Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang lokasi dan alokasi BUMDes melalui Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur memerlukan waktu pelaksanaan 2 (dua) minggu. WAKTU PENYELESAIAN PELAYANAN Waktu penyelesaian pelayanan BUMDes meliputi 3 (tiga) tahap yaitu: 16. h. Penyusunan Standar Pelayanan Publik dan Standar Operasional Prosedur BUMDes memerlukan waktu pelaksanaan 2 (dua) minggu. Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) dilaksanakan guna memantau perkembangan program. b. e. Identifikasi pada calon lokasi BUMDEs memerlukan waktu pelaksanaan 2 (dua) minggu.b. d. rapat Pokja BUMDes untuk menjelaskan BUMDes pada masyarakat lokasi program.

Musyawarah Pertanggungjawaban memerlukan waktu pelaksanaan 1 (satu) hari. 17. Proses pelayanan pinjaman memerlukan waktu pelaksanaan 3 (tiga) hari. m. e. KOMPETENSI PENGELOLA PROGRAM Kompetensi Organisasi Pengelola Program 13 . Penataan kelembagaan BUMDes memerlukan waktu pelaksanaan 1 (satu) hari. Verifikasi Proposal dan kelengkapan pencairan dana oleh Badan/Dinas/Kantor yang menangani Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten memerlukan waktu pelaksanaan 6 (enam) hari. Tahap Pelaksanaan a. Perbaikan proposal dan kelengkapan pencairan dana memerlukan waktu pelaksanaan 6 (enam) hari.i. Pelaksanaan kegiatan BUMDes memerlukan waktu pelaksanaan 3 (tiga) bulan. II. Rapat Kerja pengurus BUMDes memerlukan waktu pelaksanaan 1 (satu) hari l.Tahap Pengendalian / Pengawasan Pada tahap ini dilaksanakan dalam bentuk monitoring dan evaluasi (monev) pada lokasi program memerlukan waktu pelaksanaan 1 (satu) bulan. n. b. c. BESARNYA TARIF/BIAYA Dalam pelaksanaan pelayanan BUMDes tidak dipungut tarif/biaya apapun. Proses pencairan dana di Provinsi memerlukan waktu pelaksanaan 6 (enam) hari. Penyusunan Laporan Kegiatan dan Realisasi Penggunaan Dana memerlukan waktu pelaksanaan 6 (enam) hari. h. Penulisan Proposal kegiatan memerlukan waktu pelaksanaan 1 (satu) minggu. g. Rapat Pelaksanaan memerlukan waktu pelaksanaan 1 (satu) hari. d. j. k. f. Kegiatan Persiapan memerlukan waktu pelaksanaan 2 (dua) hari. Orientasi pengelola BUMDes memerlukan waktu pelaksanaan 4 (empat) hari. Pemetaan unit usaha memerlukan waktu pelaksanaan 1 (satu) minggu. 18.

2) Melakukan sosialisasi. 7) Melaporkan hasil pelaksanaan Pengembangan BUMDes kepada Gubernur. Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Provinsi Bapemas Provinsi adalah pelaksana kegiatan Pengembangan BUMDes di Provinsi. Pengelola BUMDes. 5) Melakukan kerjasama dengan pihak ketiga dalam rangka pendampingan BUMDes. dan stakeholders lainnya sesuai dengan kebutuhan. 6) Melakukan monitoring dan evaluasi program. 14 Organisasi . Tim Pendamping Provinsi Tugas dan tanggung jawab Tim Pendamping Provinsi adalah : 1) Membantu Bapemas Provinsi dalam memfasilitasi pelaksanaan tahap-tahap kegiatan pengembangan BUMDes sesuai kebutuhan. orientasi dan rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi. 4) Melakukan koordinasi dan bantuan teknis dalam rangka pendampingan BUMDes sesuai kebutuhan. Pengelola Kabupaten Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten adalah pelaksana kegiatan Pengembangan BUMDes di Kabupaten. Adapun Tugas dan Tanggungjawabnya adalah: 1) 2) Menyusun Standar Pelayanan Publik (SPP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Program Pengembangan BUMDes. 3) Melakukan sosialisasi. 4) Melakukan verifikasi proposal dan dokumen kelengkapannya. 6) Menyusun laporan berkala dan laporan akhir kegiatan pendampingan BUMDes. orientasi dan rapat koordinasi dalam rangka pengelolaan dan pengembangan BUMDes. 3. 5) Melaksanakan monitoring pendampingan.1. Adapun Tugas dan Tanggungjawabnya adalah: 1) Melakukan identifikasi calon pengembangan BUMDes. 2) Melakukan rekrutmen dan pelatihan Tenaga Pendamping BUMDes. 3) Menugaskan Tenaga Pendamping BUMDes ke masingmasing lokasi program. Dinas/Instansi terkait Kabupaten. Pemerintahan Desa. 2. Mengidentifikasi calon lokasi program.

c. 15 .3) Melakukan bimbingan. terdiri dari unsur Pemerintahan Desa dan Pihak-pihak lain yang memiliki saham. 4. Badan Permusyawaratan Desa peningkatan status legalitas kelembagaan bagi 1) Mendorong BUMDes. Pemerintah Desa Pemerintah Desa dalam mengembangkan BUMDes mempunyai tugas dan tanggungjawab: 1) Membina dan mengembangkan BUMDes agar tumbuh dan berkembang menjadi lembaga dan atau badan usaha yang bermanfaat bagi masyarakat desa. 3) Memupuk kerjasama yang baik antara BUMDes dengan lembaga perekonomian lainnya. monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengembangan BUMDes. Organisasi a. Pengurus lembaga ekonomi desa lainnya maupun tenaga profesional. 4) Mengkoordinasikan pelaksanaan Pendampingan Pengembangan BUMDes. 5) Melaporkan hasil pelaksanaan Pengembangan BUMDes kepada kepada Bupati. b. Sedangkan Pengelola merupakan badan pelaksana operasional. 4) Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja BUMDes. Pengelola/Pengurus BUMDes bermanfaat terhadap kinerja Pengurus BUMDes terdiri dari: Pemilik Saham dan Pengelola. terdiri dari Pengurus UPKu. 1) Pemilik Saham Pemilik Saham bertugas : • Merumuskan kebijakan pokok pengembangan BUMDes. • Mengangkat dan memberhentikan Pengelola melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 2) Mengusahakan agar tetap terciptanya pelayanan yang adil dan proposional sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 3) Melakukan pengawasan dan evaluasi BUMDes. Pengelola Desa 2) Mendorong pengelolaan BUMDes agar peningkatan kesejahteraan warga desa. Pemilik Saham merupakan badan yang mewakili pendiri BUMDes.

Dalam hal ini Pemilik Saham berwenang menyelenggarakan RUPS Luar Biasa untuk meminta pertanggungjawaban Pengelola. Memberikan pertanggungjawaban terhadap pengelolaan BUMDes kepada Pemilik Saham. b. Mendukung pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat desa melalui usaha BUMDes. 2) Manajer Manajer dipilih berdasarkan persyaratan antara lain: • Memiliki kemampuan dan atau pengalaman dalam pengelolaan usaha. cakap. • Meminta penjelasan dari Pengelola mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan usaha BUMDes. • Memberikan teguran dan sanksi terhadap segala bentuk potensi penyimpangan pengelolaan usaha BUMDes oleh Pengelola. g.• Melakukan pengawasan dan memberikan nasehat kepada Pengelola dalam pengelolaan BUMDes. • Diprioritaskan dari warga setempat yang telah berdomisili sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun. Menggali dan memanfaatkan potensi ekonomi desa untuk meningkatkan pendapatan asli desa. • Memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah berprestasi dan berkontribusi nyata dalam memajukan BUMDes. Tugas Manajer: a. e. d. Membuat laporan perkembangan usaha dan keuangan secara berkala maupun pada tutup buku. • Memberikan nasehat dalam rangka menjaga kelangsungan usaha dan citra BUMDes. Mengelola dan mengembangkan usaha BUMDes. 16 . c. dan memiliki perhatian dalam perkembangan perekonomian desa. f. Memupuk kerjasama/kemitraan usaha dengan berbagai pihak atas dasar saling menguntungkan. • Berkepribadian jujur. • Berpendidikan minimal SLTA. Kewenangan • Meminta laporan perkembangan pengelolaan usaha dan keuangan dari Pengelola. Menyusun rencana kegiatan pengelolaan usaha BUMDes dengan mengacu pada kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemilik Saham.

g. Menyusun pelaporan kegiatan fasilitasi secara berkala. Melaporkan dengan segera apabila terjadi penyimpangan pengelolaan atau penyalahgunaan dana program. Mendokumentasikan dan menyebarluaskan the best practices hasil pendampingan. e. b.Biaya operasional (BOP) Sektap untuk menunjang setiap kegiatan.3) Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) TPM adalah tenaga yang mendampingi BUMDes dalam melaksanakan kegiatan BUMDes di Desa. peralatan Alat Tulis Kantor (ATK). faximile dan kendaraan operasional. Bagi Bapemas Provinsi: a. Bagi Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten: a. Memantau pencairan. f. d. rapat koordinasi. III. Tugas dan tanggung jawab TPM : a. k. h. Komputer. Memberikan bimbingan administrasi organisasi dan keuangan BUMDes. c. verifikasi proposal maupun pelatihan bagi Pengelola program. faximile dan kendaraan operasional. Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan BUMDes. peralatan Alat Tulis Kantor (ATK). Memfasilitasi pelaksanaan sosialisasi BUMDes di Desa. l. penyaluran dan realisasi penggunaan dana program di Desa. Melakukan koordinasi dengan Badan/Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten dan Provinsi berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. Kantor sebagai sekretariat yang dilengkapi dengan meja kursi. 17 . Kantor sebagai sekretariat yang dilengkapi dengan meja kursi. i. c. SARANA DAN PRASARANA PELAYANAN Untuk melaksanakan BUMDes dibutuhkan sarana/ prasarana : 1. Memfasilitasi pertanggungjawaban dan pelestarian program. Komputer. Hotel sebagai tempat untuk pelaksanaan sosialisasi. b. Memfasilitasi BUMDes dalam kegiatan perencanaan. j. Memfasilitasi penyusunan laporan BUMDes. Memberikan bimbingan usaha BUMDes. 2.

Ruangan sebagai tempat untuk pelaksanaan rapat koordinasi dan sosialisasi program tingkat Kabupaten. BOP Sektap untuk menunjang setiap kegiatan. Bila pengelola di 18 4.com 3.b. diselesaikan oleh BUMDes dan Kepala Desa. Pengaduan berkaitan dengan adanya penyimpangan prinsip dan prosedur. Bapemas Provinsi dengan alamat Jl. maka pengelola program di Desa perlu memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat berkaitan dengan perkembangan pelaksanaan kegiatan melalui : a. permasalahan yang muncul di tingkat desa. Dalam rangka memberikan ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam pengawasan pelaksanaan Program. Buku Standar Operasional Prosedur BUMDes. (031) 8292591. Badan/Dinas/Kantor setempat. c. 3.Kantor sekretariat yang disediakan oleh Pemerintah Desa beserta kelengkapannya terdiri dari: meja kursi. Pengaduan Masyarakat dapat dialamatkan a. Forum-forum pertemuan yang dilakukan di desa merupakan sarana efektif dalam penyampaian laporan dan evaluasi kegiatan. 2. Untuk menumbuhkan proses pengawasan publik agar dapat berjalan dengan baik. dibuka Pos Pengaduan Masyarakat untuk menampung pengaduan dari masyarakat secara langsung. 8273699. Yani 152 C Surabaya Telp/Fax. . Pengaduan berkaitan dengan adanya tindakan intervensi yang mengarah negatif dan merugikan kepentingan masyarakat maupun kepentingan program. b. Email: ppkm. c. Prinsip Penanganan permasalahan antara lain : a. PELAYANAN INFORMASI DAN PENANGGANAN PENGADUAN MASALAH 1. Jenis-Jenis Pengaduan meliputi : a. Ruang kerja Pengurus BUMDes. ATK. b. Bagi BUMDes : a. Papan Informasi yang berisi : 1) Nama Program 2) Jenis Kegiatan yang dilaksanakan desa 3) Jumlah anggaran untuk melaksanakan kegiatan b. A. penyalahgunaan atau penyelewengan dana. c. Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten b. Berjenjang. Pengaduan berkaitan dengan penyimpangan.jatim@gmail. lemari file. IV.

pengaduan yang muncul harus selalu diuji kebenarannya melalui mekanisme uji silang. Namun apabila permasalahannya berkaitan dengan penyimpangan dana. tingkat desa tidak berhasil menangani. identitas pelapor dijamin kerahasiaannya. subyek. [i] hasil uji silang. [i] Kepastian permasalahan yang menyangkut. 2) Investigasi lapang. 2) Identitas pengirim atau pengadu.b. [ii] mendapatkan informasi tambahan. maka penanganannya harus pada tingkatan prosedur saja. 3) Penyelesaian masalah. penanganan masalah sesuai dengan jenis dan cakupan kasusnya. e. b. Proporsional. [iii] rekomendasi penanganan. Tindak turun tangan (Investigasi) 1) Klarifikasi masalah di lapangan. Tindakan yang dilakukan bukan berdasarkan pemihakan salah satu pihak. lokasi. 2) Analisis dilakukan untuk menggambarkan. 5. Registrasi Yakni pencatatan yang berkaitan dengan : 1) Tanggal Pengaduan. d. Rahasia. sehingga diketahui perkembangan penyelesaian kasusnya. 3) Isi Pengaduan. d. melainkan pemihakan pada prosedur yang seharusnya. Obyektif. maka masalah atau kasus yang ditangani diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku. data kuantitatif dsb. Jika kasus berkaitan dengan prosedur. sejauh mungkin masyarakat diberitahu dan dilibatkan dalam proses penanganan pengaduan terhadap masalah yang ada. maka dilaporkan ke jenjang yang lebih tinggi. sehingga tindakan yang dilakukan sesuai dengan data yang sebenarnya. c. Transparan dan Partisipatif. dengan pendekatan kunjungan lapangan atau investigasi 19 . Pemantauan dan investigasi Lanjutan Pemantauan dimaksudkan sebagau kendali penanganan pengaduan. [ii] risalah permasalahan hasil uji silang. Uji silang dan Analisis 1) Uji silang digunakan untuk mendapatkan. Tahapan Penanganan pengaduan meliputi : a. c. Pada prinsipnya penyelesaian masalah sedapat mungkin dilakukan dengan mengedepankan musyawarah. 4) Jika ada unsur tindak pidana maka difasilitasi melalui jalur hukum.

pelaksanaan dan pembiayaan program-program penanggulangan kemiskinan. meliputi :  Jika kesalahan menyangkut penyimpangan prosedur termasuk adanya intervensi yang merugikan kepentingan masyarakat atau kepentingan program. maka prosedur yang disimpangkan atau kegiatan yang dilakukan berdasarkan intervensi negatif tersebut telah dikembalikan sesuai dengan aturan yang seharusnya. maka dinyatakan selesai jika prosesnya sudah pada pihak pengadilan. 2) Ada bukti-bukti pendukung dan saksi-saksi terhadap upaya penanganan pengaduan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 6.  Terhadap masalah yang penangananya sudah sampai pada wilayah hukum.  Jika ada penyimpangan dana.apabila permasalahannya tidak permasalahannya semakin luas. PENUTUP Standar Pelayanan Publik BUMDes Tahun 2010 ini disusun sebagai landasan dan arah bagi implementasi pengelolaan program.  Kegiatan yang terbengkalai dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yang telah disepakati. V. Pemerintah Kabupaten bilamana perlu dapat menyusun kebijakan-kebijakan lokal sebagai jabaran Standar Pelayanan Publik ini dengan mengakomodasi keragaman karakteristik dan konteks permasalahan masing-masing Kabupaten. 20 . maka dana yang disimpangkan telah dikembalikan kepada pihak yang berhak dan digunakan kembali sesuai peruntukannya. kunjung selesai atau Status Masalah Masalah dinyatakan selesai bila : 1) Ada langkah-langkah nyata/kongkrit terhadap penanganan masalah. Untuk mewujudkan keterpaduan pengelolaan Untuk mewujudkan keterpaduan pengelolaan program penanggulangan kemiskinan di daerah perlu dilakukan sinkronisasi dan integrasi perencanaan.

19531229 198002 1 002 21 . akan dijabarkan lebih lanjut dalam Standar Operasional Prosedur BUMDes yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SPP ini. M.Hal-hal yang belum diatur dalam Standar Pelayanan Publik ini.Si Pembina Utama Muda NIP. KEPALA BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PROVINSI JAWA TIMUR TOTOK SOEWARTO. SH.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful