Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM

BAB I PENGUKURAN
 Besar suatu besaran fisik (misalnya panjang, waktu, gaya, dan energi) dinyatakan sebagai suatu bilangan yang diikuti dengan suatu satuan.  Satuan-satuan pokok Sistem Intemasional (SI) adalah meter (m), sekon (s), kilogram (kg), kelvin (K), ampere (A), mole (mol), dan kandela (cd). Setiap besaran fisik dapat dinyatakan dalam satuan-satuan pokok ini.  Satuan-satuan dalam persamaan diperlukan seperti besaran aljabar lainnya.  Faktor konversi, yang selalu sama dengan 1, memberikan suatu metode yang praktis untuk mengubah satuan yang satu ke yang lain.  Bilangan yang sangat kecil dan sangat besar paling mudah ditulis dengan bilangan antara 1 dan 10 dikalikan dengan bilangan berpangkat dari 10. Cara penulisan ini disebut dengan notasi ilmiah. Jika mengalikan dua bilangan, maka eksponennya ditambahkan jika membagi, eksponennya dikurangkan. Jika suatu bilangan yang mengandung eksponen dipangkatkan lagi oleh suatu eksponen, maka eksponen-eksponennya dikalikan.  Jumlah angka signifikan dalam hasil pengalian atau pembagian tidak lebih besar dari jumlah angka signifikan terkecil dan faktor-faktornya. Hasil penjumlahan atau pengurangan dua bilangan tidak akan mempunyai angka signifikan di luar tempat desimal terakhir di mana kedua bilangan asalnya mempunyai angka signifikan.  Suatu bilangan yang dibulatkan ke pangkat terdekat dari bilangan pokok 10 disebut orde magnitudo. Orde magnitudo suatu besaran seringkali dapat diperkirakan dengan menggunakan asumsi yang masuk akal dan dengan perhitungan sederhana.

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM

BAB 2 GERAKAN SATU DIMENSI
 Kecepatan rata-rata adalah rasio perpindahan Δx terhadap selang waktu Δt :
v rata −rata = ∆x ∆t

 Kecepatan sesaat v adalah limit rasio ini jika selang waktu mendekati nol. Ini adalah turunan x terhadap t :
v = lim
∆t →0

∆x dx = ∆t dt

Kecepatan sesaat ditampilkan secara grafik sebagai kemiringan kurva x terhadap t. Dalam satu dimensi, baik kecepatan rata-rata maupun kecepatan sesaat dapat bernilai positif maupun negative. Besarnya kecepatan sesaat dinamakan kelajuan.  Percepatan rata-rata adalah rasio perubahan kecepatan Δv terhadap selang waktu Δt :
a rata −rata = ∆v ∆t

Percepatan sesaat adalah limit rasio ini jika selang waktu mendekati nol. Percepatan sesaat adalah turunan v terhadap t, yang merupakan turunan kedua x terhadap t :
a= dv d 2 x = 2 dt dt

Percepatan sesaat ditampilkan secara grafik sebagai kemriringan kurva v terhadap t.  Dalam kasus istimewa percepatan konstan, berlaku rumus sebagai berikut :

v = vo + at x = v rata− ratat =
2 2 1 2

( vo + v ) t

x = x − xo = vo t + 1 at 2 2 v = v0 + 2a konstan adalah gerakan sebuah benda di Contoh sederhana gerakan dengan percepatan ∆ x
dekat permukaan bumi yang jatuh bebas karena pengaruh gravitasi. Dalam hal ini, percepatan benda berarah ke bawah dan mempunyai besar g = 9,81 m/s2 = 32,2 ft/s2.  Perpindahan ditampilkan secara grafik sebagai luas di bawah kurva v versus t. luas ini adalah integral v terhadap waktu dari saat awal t1 sampai saat akhir t2dan ditulis

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM

∆x = lim

∆xi →0

∑v ∆t
i i

i

= ∫ vdt
t1

t2

Dengan cara sama, perubahan kecepatan selama beebrapa waktu ditampilkan secara grafik sebagai luas di bawah kurva a versus t.

Vektor percepatan sesaat diberikan oleh    ∆v dv a = lim = ∆t →0 ∆ t dt Sebuah partikel dipercepat jika vektor kecepatannya berubah besar atau arahnya. tangensial pada kurva yang dilewati partikel. dan percepatan adalah besaran vektor. dan arahnya menunjuk ke arah gerakan. dan komponen y nya adalah jumlah komponen y masing-masing vektor. di mana −Badalah vektor dengan dengan besar yang sama dengan B tetapi dalam arah yang berlawanan.  Vektor dpaat dijumlahkan secara grafik dengan menempatkan ekor salah satu vektor pada kepala vektor yang laindan dengan menggambar vektor resultan dari ekor vektor pertama ke kepala vektor kedua. kecepatan. r berubah sebesar ∆ .   Vektor posisi r menunjuk dari titik asal sembarang ke posisi partikel. Vektor kecepatan sesaat diberikan oleh    ∆r dr v = lim = ∆t →0 ∆ t dt   Vektor percepatan adalah laju perubahan vektor kecepatan. Vektor kecepatan vadalah laju perubahan vektor posisi. atau keduanya. Besarnya adalah kelajuan. seperti perpindahan.  Vektor dapat dijumlahkan secara analitis dengan terlebih dahulu mencari komponen vektor-vektor yang diberikan oleh Ax = A cos θ Ay = A sin θ    Dengan θ adalah sudut antara Adan sumbu x. Dalam selang    r waktu Δt.  Jika sebuah partikel bergerak dengan kecepatan v pA relative terhadap system koordiant  .Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 3 GERAKAN DALAM DUA DAN TIGA DIMENSI  Besaran yang mempunyai besar dan arah. Mengurangkan sebuah vektor dengan vektor B sama dengan menjumlahkan vektor dengan − B . komponen x vektor resultan adalah jumlah komponen x masing-masing vektor.

gerakan horizontal dan vertical adalah saling bebas.  Bila sebuah benda bergerak dlam sebuah lingkaran dengan kelajuan konstan. didapatkan dengan mula-mula mencari waktu total proyektil berada di udara dan kemudian mengalikan waktu ini dengan komponen kecepatan horizontal yang bernilai konstan. Gerak horizontal mempunyai kecepatan konstan yang bernilai sama dengan komponen horizontal kecepatan awal : v x = v 0 x = v0 cos θ ∆x = v0 x t Gerakan vertical sama dengan gerakan satu dimensi dengan percepatan konstan akibat gravitasi g dan berarah ke bawah : v y = v0 y − gt ∆y = v0 y t − 1 gt 2 2 voy = v0 sin θ Jarak total yang ditempuh oleh proyektil. Besar percepatan sentripetal adalah a= v2 r Dengan v adalah kelajuan dan r adalah jari-jari lingkaran. . dan mengarah ke pusat lingkaran. jangkaun dihubungkan dengan sudut lemparan θ oleh persamaan R= 2 v0 sin 2θ g Dan bernilai maksimum pada θ = 45o. dinamakan jangkauan R. Untuk kasus istimewa dimana ketinggian awal da akhir adalah sama.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM vA A. benda dipercepat karena kecepatannya berubah arah. Percepatan ini dinamakan percepatan sentripetal. yang selanjutnya koordinat A bergerak relative terhadap koordinat B dengan kecepatan B  maka kecepatan partikel relative terhadap B adalah    v pB = v pA +v AB  Pada gerak proyektil.

percepatan sebuah benda berbanding terbalik dengan massanya dan sbanding dengan gaya neto yang bekerja padanya :   Fnet a= m Atau   Fneto = ma Hukum 3. Dengan demikian rasio massa benda-benda itu sama dengan kebalikan .Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 4 HUKUM I NEWTON  Hubungan fundamental pada mekanika klasik tercakup dalam hokum Newton tentang gerak : Hukum 1. Sebuah kerangka acuan yang diikatkan ke bumi hampir berperilaku sebagai kerangka acuan inersia. gaya yang sama besar dan berlawanan arah dikerjakan oleh benda B pada benda A. atau gaya luar neto. Sebuah kerangka acuan yang dipercepat relative terhadap kerangka inersia bukan kerangka acuan inersia. Gaya 1 newton (N) adalah gaya yang menghasilkan percepatan 1 m/s 2 pada benda standar dengan mass 1 kilogram (kg).  Sebuah kerangka acuan dimana hukum-hukum Newton berlaku dinamakan kerangka acuan inersia. Jika benda A. Hukum 2.  Gaya didefinisikan dengan percepatan yang dihasilkannya pada sebuah benda tertentu. sebuah benda terus berada pada keadaan awalnya yang diam atau bergerak dengan kecepatan konstan kecuali benda itu dipengaruhi oleh gaya yang tak seimbang. Gaya-gaya selalu terjadi berpasangan. Setiap kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan konstan relative terhadap kerangka acuan inersia merupakan kerangka acuan inersia juga.  Massa adalah sifat intrinsic dari sebuah benda yang menyatakan resistensinya terhadap percepatan. mengerjakan sebuah gaya pada benda B. Massa sebuah benda dapat dibandingkan dengan massa benda lain dengan menggunakan gaya yang sama pada masing-masing benda dan dengan mengukur percepatannya.

Isolasi benda (partikel) yang dinyatakan dan gambarlah diagram benda bebas. Gaya gravitasi Gaya elaktromagnetik Gaya nuklir kuat (juga dinamakan gaya hadronik) Gaya nuklir lemah Gaya sehari-hari yang kiat amati di antara benda-benda makroskopis.  Berat w sebuah benda adalah gaya tarikan gravitasi antara benda danbumi. karena g bergantung pada lokasi. yang menunjukkan tiap gaya eksternal yang bekerja pada benda. Periksa hasil Anda untuk melihat apakah hasil tersebut masuk akal.  Semua gaya yang diamati di alam dapat dijelaskan lewat empat interaksi dasar : 1. Berat bergantung pada lokasi benda. Pilihlah system koordinat yang mudah untuk tiap benda. 4.  Metode pemecahan persoalan umum untuk memecahkan soal dengan menggunakan hukum-hukum Newton mencakup langkah-langkah berikut ini : 1. . 3. seperti gaya kontak penopang dan gesekan dan gaya kontak yang dikerjakan oleh pegas dan tali.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM rasio percepatan benda-benda itu yang dihasilkan oleh gaya yang sama : m1 a 2 = m2 a1 Massa sebuah benda tidak tergantung pada lokasi benda. 4. yang juga sama dengan percepatan gravitasi jatuh bebas :   w = mg   Berat benda sifat intrinsic benda. disebabkan oleh gaya-gaya molekuler yang muncul dari gaya elektromagnetik dasar. Gambarlah diagram benda terpisah untuk tiap benda yang dinyatakan. dan terapkan hukum kedua Newton dalam bentuk komponen. Gambarlah diagram dengan rapi 2. 3. 2. Gaya ini sebanding dengan massa m benda itu dan medan gravitasi g. Periksalah jawaban Anda jika variable-variabel diberi nilai-nilai ekstrim.

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM

BAB 5 HUKUM II NEWTON
 Bila dua benda dalam keadaan bersentuhan, maka keduanya dapat saling mengerjakan gaya gesekan. Gaya-gaya gesekan itu sejajar dengan permukaan benda-benda di titik persentuhan. Jika permukaan-permukaan itu relative diam yang satu terhadap yang lain, gaya gesekannya adalah gesekan static, yang dapat berubah nilainya dari 0 sampai nilai maksimumnya μkFn , dengan Fn adalah gaya kontak normal dan μk adalah koefisien gesekan kinetic. Koefisien gesekan kinetic s3edikit lebih kecil dibandingkan koefisien gesekan statisc.  Jika sebuah benda bergerak dalam fluida seperti udara atau air, benda mengalami gaya hambat yang melawan gerakannya. Gaya hambat bertambah dengan bertambahnya kelajuan. Jika benda dijatuhkan dari keadaan diam, kelajuannya bertambah sampai gaya hambat sama dengan gaya gravitasi, setelah itu benda bergerak dengan kelajuan konstan yang dinamakan kelajuan terminal. Kelajuan terminal bergantung bentuk benda dan medium yang dilewatinya.  Dalam menrapkan hukum Newton pada soal-soal dengan dua benda atau lebih, diagram benda bebas harus digambarkan untuk tiap benda. Fneto = ma harus diterapkan pada tiap benda secara terpisah.
 

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM

BAB 6 KERJA DAN ENERGI
 Usaha yang dilakukan oleh gaya konstan adalah hasil kali komponen gaya dalam arah gerakan dan perpindahan titik tangkap gaya tersebut : W=F cos θ Δx = Fx Δx  Usaha yang dilakukan gaya yang berubah-ubah, sama dengan luas daerah di bawah kurva gaya terhadap jarak :
W = ∫ Fxdx = luas daerah di bawah kurva Fx terhadap x
x1 x2

 Energi kinetik adalah energi yang dihubungkan dengan gerakan sebuah benda dan dihubungkan dengan massa dan kelajuannya lewat :  Usaha total yang dilakukan pada sebuah partikel sama dengan perubahan energi kinetik partikel. Ini disebut teorema usaha energi :

K = 1 m v2 2

Wto ta l = ∆ K = 1 m v2f − 1 m vi2 2 2
 Satuan SI kerja dan energi adalah joule (J) : 1 J = 1 N.m  Perkalian titik atau perkalian scalar dua vektor didefinisikan oleh
  A . B = A co φ B s

dengan Ø adalah sudut antara vektor-vektor tersebut. Bila dinyatakan dalam komponen vektor, perkalian titik adalah
  A . B = Ax B x + Ay B y + Az B z

  Usaha yang dilakukan pada sebuah partikel oleh gaya Funtuk perpindahan dsyang kecil

dituliskan sebagai

  d W =F . ds

dan usaha yang dilakukan pada partikel yang bergerak dari titik 1 ke titik 2 adalah
S2   W = ∫ F . ds S1

 Sebuah gaya disebut konservatif jika usaha total yang dilakukannya pada sebuah partikel nol ketika partikel bergerak sepanjang lintasan tertutup, yang mengembalikan partikel ke

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM

posisi awalnya. Usaha yang dilakukan oleh gaya konservatif pada sebuah partikel tak bergantung pada bagaimana partikel itu bergerak dari satu titik ke titik lain.  Energi potensial sebuah system adalah energi yang berhubungan konfigurasi system. Perubahan ennergi potensial system didefinisikan sebagai negative usaha yang dulakukan oleh gaya knservatif yang bekerja pada system :
  d U =− . ds F
S2   ∆ =U 2 − 1= − = −∫ F . ds U U W S1

Usaha yang dilakukan pada sebuah sistemoleh gaya konservatif sama dengan berkurangnya energi potensial system. Nilai absolut energi potensial tidak penting. Hanya perubahan energi potensial yang penting.  Energi potensial gravitasi sebuah benda bermassa m pada ketinggian y di atas suatu titik acuan adalah :
U = mgy

Energi potensial pegas dengan konstanta gaya k ketika pegas diregangkan atau dikompresi sejauh x dari titik keseimbangan diberikan oleh :  Dalam satu dimensi, sebuah gaya konservatif sama dengan negative turunan fungsi energi potensial yang terkait :
Fx = − dU dx

U = 1 k x2 2

Pada nilai minimum kurva energi potensial sebagai fungsi perpindahan, gaya sama dengan nol dan system ada dalam keseimbangan stabil. Pada maksimum, gaya sama dengan nol dan system ada dalam kesetimbangan tak stabil. Sebuah gaya konservatif selalu cenderung mempercepat partikel ke arah posisi dengan energi potensial lebih rendah.  Jika hanya gaya konservatif yang melakukan usaha pada sebuah benda, jumlah energi kinetic dan energi potensial benda tetap konstan : Ini adalah hukum kekekalan energi mekanik.

E = K + U = 12 m v2 + U = k o n s ta n

Energi suatu system dapat diubah lewat berbagai cara seperti emisi atau absorpsi radiasi. yang sama dengan 3.6 megajoule. Kekekalan energi mekanik dan teorema usaha-energi umum dapat digunakan sebagai pilihan selain hukum Newton untuk memecahkan soal-soal mekanika yang membutuhkan penentuan kelajuan partikel sebagai fungsi posisinya. .  Energi total suatu system dapat mencakup energi jenis lain seperti energi panas atau energi kimia internal. Suatu satuan energi yang biasa diguakan adalah kilowatt – jam. Kenaikan atau penurunan energi system dapat selalu dijelaskan lewat munculnya atau hilangnya suatu jenis energi di suatu tempat. yang sama dengan satu joule per sekon. suatu hasil eksperimen yang dikenal sebagai hukum kekekalan energi : Ein − E out = ∆E sis  Daya adalah laju alih energi dari satu system ke system lain. daya masukan gaya itu adlaah : P=   dW =F . usaha yang dikerjakan pada system.v dt  Satuan SI untuk daya adalah watt (W). selain energi mekanik.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Usaha yang dilakukan oleh gaya tak konservatif yang bekerja pada sebuah partikel sama dengan perubahan energi mekanik total system : Wnc = ∆(U + K ) = ∆E Ini adalah teorema usaha-energi umum. atau panas yang dipindahkan. Jika sebuah gaya F bekerja  pada suatu partikel yang bergerak dengan kecepatan v .

Kebanyakan kerapatan zat padat dan zat cair hampir tak bergantung pada temperatur dan tekanan. Sebuah benda tenggelam atau terapung dalam suatu fluida tergantung pada apakah kerapatannya lebih besar atau lebih kecil dibandingkan kerapatan fluida.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 7 MEKANIKA ZAT PADAT DAN FLUIDA  Kerapatan suatu zat adalah rasio massa terhadap volumenya : Kerapatan = Massa volume m ρ= V Berat jenis suatu zat adalah rasio kerapatannya terhadap kerapatan air.  Tegangan tarik adalah gaya per satuan luas yang bekerja pada sebuah benda : Tegangan = F A Regangan adalah perubahan fraksional pada panjang benda : Regangan = ∆L L Modulus Young adalah rasio tegangan terhadap regangan : Y = tegangan regangan = F/A ∆L / L Modulus geser adalah rasio tegangan geser terhadap regangan geser : MS = F /A tegangan geser = x regangan geser ∆X / L Rasio (negatif) tekanan terhadap perubahan fraksional volume sebuah benda dinamakan modulus limbak : B =− P ∆V / V lnversi rasio ini adalah kompresibilitas k. sedangkan kerapatan gas sangat tergantung pada temperatur dan tekanan ini.4 lb/ft3. Kerapatan berat adalah kerapatan kali g. Kerapatan berat air adalah 62. .

seringkali digunakan. pound per inci persegi.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Tekanan fluida adalah gaya per satuan luas yang dikerjakan oleh fluida : P= F A Satuan SI tekanan adalah Pascal (Pa). seperti air. bar. Gaya-gaya molekuler ini juga bertanggung jawab untuk kenaikan cairan dalam pipa yang halus. laju aliran volume adalah sama di seluruh fluida.7 1 lb/in2 Tekanan gauge adalah perbedaan antara tekanan absolut dan tekanan atmosfer. nonviskos tanpa turbulensi di mana energi mekanik . yaitu hasil gaya-gaya molekuler dipermukaan fluida.  Prinsip Pascal menyatakan bahwa tekanan yang bekerja pada cairan tertutup diteruskan tanpa berkurang ke tiap titik dalam fluida dan ke dinding wadah.9 ftH2O = 14. seperti atmosfer. tekanan bertambah secara linear dengan kedalaman : P=Po +ρgh Dalam gas seperti udara. Iv = vA = konstan lni dinamakan persamaan kontinuitas.  Dalam cairan. atau millimeter air raksa.9 inHg = 33. Satuan-satuan ini dihubungkan oleh : 1 atm = 101.3245 kPa = 760 mmHg = 760 torr = 29.  Benda-benda dapat ditopang di permukaannya oleh fluida yang kurang rapat karena tegangan pemukaan.  Untuk aliran fluida inkompresibel keadaan tunak.  Prinsip Archimedes menyatakan bahwa sebuah benda yang seluruhnya atau sebagian tercelup dalam fluida diapungkan ke atas oleh gaya yang sama dengan berat fluida yang dipindahkan. tekanan berkurang secara eksponensial dengan ketinggian. torr.  Persamaan Bernoulli P+ρgv+½ pv2 = konstan berlaku untuk aliran keadaan tunak. yang adalah Newton per meter persegi : 1 Pa = 1 N/rn2 Banyak satuan tekanan lain. yang dikenal sebagai kapilaritas.

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM kekal. yang selanjutnya berbanding terbalik dengan jari-jari pipa pangkat empat : ∆P = I v R = 8ηL Iv πr 4 Ini adalah hukum Poiseuille. dapat digunakan untuk menjelaskan secara kualitatif daya angkat pada sayap pesawat terbang dan kurva jejak baseball. . turunnya tekanan sebanding dengan laju aliran volume dan dengan resistansi. Untuk keadaan di mana kita dapat mengabaikan perubahan ketinggian.  Dalam aliran viskos lewat suatu pipa. kita mempunyai hasil yang penting yang bila kelajuan fluida bertambah. Hasil ini dikenal sebagai efek Venturi. tekanan turun.

percepatan sebanding lurus dengan simpangan dan arahnya berlawanan. Kecepatan partikel diberikan oleh persamaan v = .Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 8 OSILASI  Pada gerak harmonik sederhana. yang berhubungan dengan frekuensi f melalui persamaan : f = ω 2π  Periode osilasi merupakan kebalikan frekuensi : T = 1 f Periode dan frekuensi dalam gerak harmonik sederhana tak bergantung pada amplitudo. periode diberikan oleh persamaan : T = 2π m k Periode gerak bandul sederhana dengan panjang L adalah : T = 2π L g  Fungsi posisi x untuk gerak harmonik sederhana dengan amplitudo A dan frekuensi sudut ω diberikan oleh persamaan : x = A cos(ωt+ δ) dengan δ adalah konstanta fase. Jika x adalah simpangan. percepatannya adalah : a x = −ω2 x dengan ω adalah frekuensi sudut osilasi.ω A sin (ωt + δ)  BiIa sebuah partikel bergerak melingkar dengan kelajuan konstan. yang bergantung pada pemilihan waktu t = 0. . maka komponen x dan y dari posisinya akan berubah sesuai gerak harmonik sederhana. Untuk gerak benda bermassa m pada pegas dengan konstanta gaya k.

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Energi total dalam gerak harmonik sederhana berbanding lurus dengan kuadrat amplitudo. Faktor Q merupakan ukuran ketajaman resonansi. energi total diberikan oleh persamaan Eto ta l= 1 k A2 2 Energi potensial dan energi kinetik untuk massa yang berosilasi pada sebuah pegas diberikan oleh persamaan : U = E total cos2 (ωt + δ) Dan K = E total sin2 (ωt + δ) Nilai rata-rata masing-masing energi potensial atau energi kinetik adalah setengah energi total.  Dalam osilasi system yang nyata. maka system akan berosilasi dengan amplitudo besar. gerak teredam terjadi karena gaya gesekan atau gaya-gaya lain yang mendisipasi energi. peredaman diukur dengan factor Q Q = 2π E ∆ E Dengan E adalah energi total dan ΔE adalah kehilangan energi perperiode.  Bila suatu system teredam sedikit digerakan oleh suatu gaya eksternal yang berubah secara sinusoidal terhadap waktu. system tidak berosilasi namun hanya kembali ke posisi kesetimbangan jika diganggu. Rasio frekuensi resonansi terhadap ω lebar kurva resonansi sama dengan factor Q o = f o Q= : ∆ω ∆f . system berosilasi sesuai dengan frekuensi paksa dan amplitudo yang bergantung pada frekuensi gaya paksa. Jika frekuensi gaya paksa sama dengan atau mendekati frekuensi alami system. Jika redaman lebih besar daripada suatu nilai kritis. Untuk osilator teredam sedikit. Peristiwa ini disebut resonansi. Untuk massa pada pegas yang memiliki konstanta gaya k. Sistem dengan redaman kecil sehingga factor Q-nya tinggi menghasilkan suatu kurva resonansi berpuncak tajam. Gerak system teredam sedikit hampir berupa harmonik sederhana dengan amplitudo yang berkurang secara eksponensial terhadap waktu.

seperti gelombang bunyi. Jarak antara puncak-puncak gelombang yang berurutan adalah panjang gelombang λ. segmen tali berosilasi dengan gerak harmonik sederhana dalam arah tegak lurus arah gelombang. k adalah bilangan gelombang.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 9 GELOMBANG PADA TALl  Gerak gelombang merupakan penjalaran suatu gangguan di dalam medium.  Pada gerak harmonik. arah gangguan tegak lurus terhadap arah penjalaran. Pada gelombang longitudinal. yang dihubungkan dengan panjang gelombang oleh k= 2π λ dengan ω adalah frekuensi sudut. t) untuk gelombang harmonik y(x. seperti gelombang pada tali. gelombang-gelombang akan saling bertumpang tindih. gangguan berubah secara sinusoidal terhadap waktu dan ruang. arah gangguannya adalah sepanjang arah penjalaran. yang dihubungkan dengan frekuensi oleh ω = 2πf .t) = A sin(kx—ωt) dengan A adalah amplitudo. Laju gelombang tak bergantung gerak sumber gelombang. Laju gelombang pada tali dihubungkan dengan tegangan F dalam tali dan massa per satuan panjangnya μ oleh v= F µ  Bila dua gelombang atau lebih bertemu pada tempat yang sama.  Laju gelombang bergantung pada rapat massa dan sifat-sifat elastik medium. Fungsi gelombang y(x. gangguan-gangguan akan berjumlah secara aljabar. Pada gelombang transversal. Baik energi maupun momentum dibawa oleh gelombang. Prinsip superposisi berlaku untuk gelombang-gelombang pada tali jika simpangan transversal tidak terlalu besar. Pada gelombang harmonik pada tali.

. ada sebuah simpul pada salah satu ujungnya dan perut pada ujung lain. Jika gelombang berbeda fase sebesar π atau bilangan bulat ganjil kali π . Gelombang-gelombang yang diperkenankan akan membentuk suatu deret harmonik.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM Laju gelombang harmonik sama dengan frekuensi kali panjang gelombang v = fλ = ω k  Daya yang ditransmisikan oleh gelombang harmonik berbanding lurus dengan kuadrat amplitudo gelombang dan diberikan oleh  Superposisi gelombang harmonik disebut interferensi. amplitudo saling mengurangi dan interferensi berlangsung secara destruktif....3.  Bila gelombang terbatas dalam ruang.3. Dalam hal ini syarat gelombang berdiri adalah L=n λn 4 n = 1. Dalam hal ini syarat gelombang berdiri adalah L=n P= 1µ 2 2 2 Av ω λn 2 n = 1... . dengan frekuensi yang diberikan oleh f n = nf 1 n = 1.. yang disebut frekuensi nada dasar.. syarat gelombang berdiri dapat ditemukan dengan menggambarkan gelombang pada tali dengan simpul pada tiap ujung.2... Fungsi gelombang untuk gelombang berdiri ini berbentuk y n (x.t) = A n cos ωnt sin knx dengan kn = 2π / λn dan ωn = 2πfn Jika tali memiliki satu ujung tetap dan satu ujung bebas. Hasilnya adalah bahwa suatu bilangan bulat kali setengah panjang gelombang harus sama dengan panjang gelombang tali.3. Untuk tali yang terikat pada kedua ujungnya. dengan f1 = v/2L sebagai frekuensi terendah.. amplitudo gelombang saling menjumlah dan interferensi berlangsung secara konstruktif. Jika gelombang sefase atau berbeda fase sebesar suatu bilangan bulat kali 2π. gelombang berdiri akan terjadi..5.2..

Frekuensinya diberikan oleh f n = nf 1 n =1. dengan f1 = v/4L  Secara umum. ... system yang bergetar. tidak bergetar dalam satu modus harmonik tunggal tapi merupakan suatu campuran harmonikharmonik yang diperkenankan.3.  Fungsi gelombang untuk gelombang pada tali mengikuti persamaan gelombang.5. yang menghubungkan turunan-turunan fungsi gelombang terhadap ruang dengan turunan terhadap waktu : ∂2 y 1 ∂2 y = 2 ∂x 2 v ∂t 2 Persamaan gelombang diturunkan dari hukum kedua Newton yang diterapkan pada suatu segmen tali yang bergetar..Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM Hanya harmonik ganjil yang muncul.. seperti tali yang terikat pada kedua ujungnya.

4 untuk udara. ρ adalah kerapatan medium. Intensitas gelombang bola dari sumber titik berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari sumber.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 10 BUNYI  Gelombang bunyi adalah gelombang longitudinal perapatan dan perenggangan.Telinga manusia sensitive terhadap gelombang bunyi dalam rentang frekuensi kira-kira 20 Hz hingga 20 kHz. Dalam zat padat. Dalam fluida.K adalah konstanta gas universal.  Intensitas gelombang adalah gaya dibagi luas. Dalam gelombang bunyi harmonik. Laju bunyi dalam gas dihubungkan dengan temperatur mutlak oleh persamaan v= γRT M Temperatur mutlak T dihubungkan dengan temperatur Celcius tc melalui persamaan T = t c + 273 dan R = 8.314J/mol. M adalah massa molar (massa per mole). I= Prata −rata 4πr 2 . amplitudo tekanan Po dihubungkan dengan amplitudo simpangan so oleh persamaan Po = ρωvso dengan ω adalah frekuensi sudut. dan v adalah laju gelombang. dan γ adalah konstanta yang bergantung pada jenis gas dan mempunyai nilai 1. laju bunyi dihubungkan dengan modulus Young Y dan kerapatan ρ oleh persamaan v= Y ρ  Gelombang bunyi dapat dipandang baik sebagai gelombang simpangan maupun sebagai gelombang tekanan. gelombang bunyi bergerak dengan kecepatan v= B ρ dengan B adalah modulus limbak (bulk) dan ρ adalah rapat kesetimbangan fluida.

. Gelombang-gelombang dari sumber tidak koheren mempunyai beda fase yang berubahubah secara acak sepanjang waktu. Untuk pipa yang kedua ujungnya terbuka atau tertutup. sehingga interferensi pada suatu titik tertentu berubah-ubah bolak-balik dari konstruktif ke destruktif dan tidak ada pola interferensi yang teramati.2. syarat gelombang berdiri dapat diperoleh dengan memasukkan gelombang-gelombang ke dalam pipa dengan simpul pada masing-masing ujung (kedua ujungnya tertutup) atau perut pada masing-masing ujung (kedua ujungnya terbuka). maka akan terjadi gelombang berdiri. Biasanya. Beda lintasan Δx menimbulkan beda fase δ yang diberikan oleh persamaan δ = 2π ∆x λ  Layangan merupakan akibat interferensi dua gelombang yang mempunyai sedikit perbedaan frekuensi. penyebab beda fase antara dua gelombang adalah perbedaan panjang lintasan yang dilalui oleh gelombang. Sebuah kelipatan bilangan bulat dari setengah panjang gelombang harus tepat sesuai dengan panjang pipa.  Dua sumber yang sefase atau mempunyai beda fase konstan bersifat koheren. Dengan demikian. yang merupakan nilai pendekatan ambang pendengaran.. syarat gelombang berdiri adalah n λn =L 2 n = 1.3.. ambang pendengaran adalah 0 dB dan ambang sakit adalah 120 dB. Tingkat intensitas bunyi β dalam decibel (dB) dihubungkan ke intensitas I oleh persamaan β = 10 log I I0 dengan Io = 10-12 W/m2. seperti dalam suatu pipa organa.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Tingkat intensitas bunyi diukur pada skala logaritmik.. Pada skala ini. Frekuensi layangan sama dengan beda frekuensi kedua gelombang f layangan = Δf  Bila gelombang bunyi terkungkung dalam ruang. Interferensi dapat diamati hanya untuk gelombang-gelombang dari sumber-sumber koheren. Frekuensi yang diperkenankan adalah .

 Gelombang dapat direfleksikan (dipantulkan). Syarat gelombang berdiri dalam kasus ini adalah n= λn =L 4 n = 1. … dengan f1 = v/2L adalah frekuensi nada dasar. Refraksi adalah perubahan arah gelombang yang terjadi bila laju n = 1. laju gelombang tidak bergantung pada frekuensi ataupun panjang gelombang. ada simpul pada satu ujung dan perut pada ujung lain. Rentang frekuensi Δω dihubungkan dengan lebar waktu Δt oleh persamaan ΔωΔt ~ 1 Dengan cara yang sama. Haya harmonik ganjil yang muncul. suatu rentang frekuensi yang lebar diperlukan. disebut kecepatan grup.3.5.. Sintesis harmonik merupakan konstruksi suatu nada dengan menjumlahkan campuran harmonik yang tepat. dan pulsa berubah bentuk ketika bergerak. dan pulsa bergerak tanpa berubah bentuk. kecepatan pulsa. Jika satu ujung pipa tertutup dan ujung lain terbuka.3. Jika durasi pulsa kecil. rentang bilangan gelombang Δk dihubungkan dengan lebar ruang Δx oleh persamaan Δk Δx ~ 1  Dalam medium nondispersif..  Pulsa gelombang dapat dinyatakan dengan suatu distribusi kontinyu gelombanggelombang harmonik.5. yang merupakan kecepatan rata-rata komponenkomponen harmonik pulsa. Analisis suatu nada tertentu dalam komposisi harmoniknya disebut analisis harmonik. laju gelombang bergantung pada panjang gelombang dan frekuensi. tidak sama dengan kecepatan fase. direfraksikan (dibiaskan). Dalam medium dispersif.. Dalam medium dispersif. 3. dan didifraksikan. Frekuensi yang diperkenankan adalah Fn = nf1 dengan f1 =v/4L  Bunyi dengan kualitas nada berbeda mengandung campuran harmonik yang berbeda.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM fn=nf1 n = 1..… . 2.

gelombang hanya dapat digunakan untuk menentukan lokasi sebuah benda dalam orde panjang gelombang atau lebih. tidak peduli apakah sumber ataupun penerima yang bergerak. Difraksi adalah pembelokan gelombang di sekitar suatu penghalang atau pinggir suatu contoh. Bila penghalang atau celah cukup besar dibandingkan dengan panjang gelombang.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM gelombang berubah karena medium berubah. Karena difraksi. difraksi dapat diabaikan dan gelombang menjalar dalam garis lurus seperti berkas partikel.  Ketika sumber bunyi dan penerima bergerak relatif. Frekuensi yang teramati f1 dihubungkan dengan frekuensi sumber f0 oleh persamaan f1 = 1 ± ur / v f0 1 ± us / v Bila laju relatif sumber atau penerima u jauh lebih kecil daripada laju gelombang v. dan besarnya diberikan oleh ∆f u =± f0 v . lain dan berkurang jika bergerak saling menjauhi. Difraksi terjadi kapan saja bila muka gelombang terbatasi. Ini dikenal sebagai aproksimasi berkas (sinar). Ini dikenal sebagai efek Doppler. pergeseran Doppler hampir sama. frekuensi yang teramati akan bertambah jika keduanya bergerak saling mendekat.

Temperatur gas ideal T didefinisikan oleh T = 273 . yang merupakan rasio fraksi perubahan volume terhadap perubahan temperatur. titik es adalah 32 0 F dan titik uap 212 0F. Dalam skala Celsius. Dalam skala Fahrenheit. Skala temperatur absolut atau Kelvin sama dengan skala gas ideal dalam rentang temperatur yang memungkinkan penggunaan termometer gas. adalah tiga kali koefisien muai linear : β= ∆V / V = 3α ∆T . seperti titik es dan titik uap air.15 K  Koefisien muai linear adalah rasio fraksi perubahan panjang terhadap perubahan temperature : α= ∆L / L ∆T Koefisien muai volume.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 11 TEMPERATUR  Suatu skala temperatur dapat dibentuk dengan memilih suatu sifat termometrik dan mendefinisikan bahwa temperatur itu berubah secara linear dengan sifat itu dengan menggunakan dua titik tetap.16 K P P3 t C = 59 ( t F − 3 20 ) dengan P adalah tekanan gas dalam termometer ketika termometer ada dalam kesetimbangan termal dengan system yang temperaturnya akan diukur. titik es didefinisikan senilai 0 0C dan titik uap 100 0C. Termometer gas mempunyai sifat bahwa semuanya sesuai satu sama lain dalam pengukuran temperatur berapa pun selama kerapatan gas dalam termometer sangat rendah. Temperatur pada skala Fahrenheit dan Celcius dihubungkan oleh  Termometer yang berbeda tidak selalu sesuai satu sama lain pada pengukuran temperatur kecuali pada titik yang tetap. Temperatur absolut dihubungkan dengan temperatur Celcius oleh T=tc+273. dan P3 adalah tekanan ketika termometer dicelupkan dalam bak air-es-uap pada titik tripelnya.

381x10-23 J/K Bentuk hukum gas ideal yang berguna untuk memecahkan soal yang melibatkan sejumlah gas yang tetap adalah P2V2 PV = 1 1 T2 T1  Temperatur absolut T adalah ukuran energi molekuler rata-rata. yang dihubungkan dengan bilangan Avogadro NA dan konstanta Boltzmann k oleh R = kNA Bilangan Avogadro adalah NA = 6. energi kinetik translasi rata-rata molekul adalah Energi kinetik translasi total n mol gas yang mengandung N molekul diberikan oleh Kelajuan rms molekul gas dihubungkan dengan temperatur absolut oleh v rms = K r a ta− r a ta = 12 m v2 ( ) r a ta r a ta − = 32 k T K = N 12 m v2 (v ) 2 ( ) r a ta r a t a − = = 32 N k T= 32 n R T 3kT = m 3RT M rata −rata dengan m adalah massa molekul dan M adalah massa molar. Untuk gas ideal.022 x 1023 molekul/mol dan konstanta Boltzmann adalah k = 1.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Pada kerapatan rendah. semua gas memenuhi hukum gas ideal : PV=nRT dengan R=8.  Persamaan keadaan van der Waals menggambarkan perilaku gas nyata untuk rentang temperatur dan tekanan yang lebar :  an 2 P + 2  V   (V − bn ) = nRT   Persamaan ini ikut memperhitungkan pula ruang yang ditempati molekul dan gas itu .314 J/mol.K adalah konstanta universal gas.

 Kelembaban relatif adalah rasio tekanan parsial uap air di udara terhadap tekanan uap pada temperatur tertentu.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM sendiri dan tarikan antar molekul. cair dan padat suatu zat bisa terdapat secara serentak. fase cair suatu bahan tidak mungkin ada. .  Tekanan uap adalah tekanan dengan fase cair dan fase gas suatu bahan berada dalam kesetimbangan pada suatu temperatur tertentu.  Titik tripel adalah temperatur dan tekanan tertentu dengan fase gas. Cairan mendidih pada temperatur itu. ketika tekanan eksternal sama dengan tekanan uap. Pada temperatur dan tekanan di bawah titik tripel.

K.  Panas yang dibutuhkan untuk mencairkan suatu zat adalah hasil kali massa zat itu dan panas laten peleburan Lf : Q=mLf Panas yang dibutuhkan untuk menguapkan cairan adalah hasil kali massa cairan dan panas laten penguapan Lv : Q = mLv Pencairan dan penguapan terjadi pada temperatur konstan. Persamaan ini dapat ditulis ∆T=IR dengan R adalah resistansi termis: R= ∆x kA .5 kJ/kg dan Lv=2257 kJ/kg. Kapasitas panas suatu zat adalah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur zat dengan satu derajat. Panas yang dibutuhkan untuk mencairkan 1 g es atau untuk menguapkan 1 g air adalah besar dibandingkan dengan panas yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur 1 g air sebanyak satu derajat.184 joule. Panas jenis adalah kapasitas panas per satuan massa.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 12 PANAS DAN HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA  Panas adalah energi yang ditransfer dari satu benda ke benda lain karena beda temperatur. yang pada mulanya didefinisikan sebagai panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur satu gram air dengan satu derajat Celcius.  Laju konduksi energi termis diberikan oleh I= ∆Q ∆T = kA ∆T ∆x dengan 1 adalah arus termis dan k adalah koefisien konduktivitas termis. konveksi.184 kJ/kg. dan radiasi. Panas jenis air adalah 4. sekarang didefinisikan sebagai 4. Kalori.  Ketiga mekanisme transfer energi termis adatah konduksi. Lf=333. Untuk air.

dan menyerap semua radiasi yang datang padanya. ..6703x10-8 W/m2. resistansi seri Resistansi termis ekivalen untuk resistansi termis yang dihubungkan secara paralel dibenkan oleh : 1 1 1 = + + ..Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM Resistansi termis untuk satuan luasan bahan lempengan dinamakan factor R yaitu Rf : R f = RA = ∆x k Resistansi termis ekivalen dari deretan resistansi terrnis yang dihubungkan secara seri sama dengan jumlah masing-masing resistansi : Rek =R1 +R2 + . Bahan-bahan yang merupakan absorber panas yang baik adalah radiator panas yang baik. Sebuah benda hitam mempunyai emisivitas 1. Benda ini merupakan radiator yang sempuma. jika beda temperatur antara benda dan sekitarnya adalah kecil.  Untuk semua mekanisme transfer panas. Daya termis neto yang diradiasi oleh sebuah benda pada temperatur T dalam suatu Iingkungan pada temperatur T0 diberikan oleh Pneto = eσA(T 4 − To4 ) Spektrum energi elektromagnetik yang diradiasikan oleh benda hitam mempunyai maksimum pada panjang gelombang λmaks. yang berubah secara terbalik dengan temperatur absolut benda : λmaks = 2..898 mm .K T Ini dikenal sebagai hukum pergeseran Wien.K4 adalah konstanta Stefan.....  Resistansi paralel Rek R1 R2  Laju radiasi termis satu benda diberikan oleh P=eσAT4 dengan σ = 5. Hasil ini dikenal sebagai hukum pendinginan Newton. dan e adalah emisivitas. yang bervariasi antara 0 dan 1 tergantung pada komposisi permukaan benda.. maka laju pendinginan sebuah benda hampir sebanding dengan beda temperatur.

dan temperatur. volume. usaha yang dilakukan oleh gas adalah Wadiabatic = −C v ∆T = P V1 − P2V2 1 γ −1 . Untuk ekspansi isotermis gas ideal. dan adiabatic jika tidak ada panas yang ditransfer. Untuk ekspansi gas ideal secara adiabatic kuasi static. dan volume dihubungkan oleh PV γ = konstan dengan γ adalah rasio kapasitas panas pada tekanan konstan terhadap kapasitas panas pada volume konstan : γ= Cp Cv  Bila sebuah system berekspansi secara kuasi static. isotermis jika temperatur tetap konstan. usaha yang dilakukan oleh gas adalah Wisotermis = nRT 1n V2 V1 Untuk ekspansi adiabatic gas ideal.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Hukum pertama termodinamika adalah pernyataan kekekalan energi. tekanan.  Energi internal gas ideal hanya tergantung pada temperatur absolut T  Proses kuasi static adatah proses yang terjadi secara Iambat agar system berubah lewat serangkaian keadaan setimbang. seperti halnya tekanan. usaha yang dilakukan oleh system diberikan oleh W = ∫P dV Usaha yang dilakukan oleh gas dapat dinyatakan secara grafis sebagai luasan di bawah kurva P versus V. Usaha ini dapat dihitung jika P diketahui sebagai fungsi V untuk ekspansi tersebut. Pernyataan ini mengatakan bahwa panas neto yang ditabahkan pada suatu system sama dengan perubahan energi internal system ditambah usaha yang dilakukan oleh system : Q = ∆U + W Energi internal system adalah sifat keadaan system. Sebuah proses adalah isobaric jika tekanan tetap konstan. tetapi tidak demikian halnya dengan panas dan usaha.

yang dikaitkan dengan rotasi terhadap sumbu-sumbu yang tegak lurus dengan garis yang menghubungkan atom-atom itu. yang dikaitkan dengan energi kinetik translasi dalam tiga dimensi. Kapasitas panas pada volume konstan untuk gas monoatomik adalah Cv = 3 nR 2 gas monoatomik Untuk gas diatomik. tiga dikaitkan dengan energi kinetik vibrasi dan tiga dengan energi potensial vibrasi.  Kapasitas panas molar kebanyakan padatan adalah 3R. maka terdapat energi rata-rata sebesar dikaitkan dengan tiap derajat kebebasan. . Hasil ini dapat dimengerti dengan menerapkan teorema ekipartisi pada model padatan di mana tiap atom dalam padatan dapat bervibrasi dalam tiga dimensi. sebagai hasil yang dikenal sebagai hukum Dulong — Petit. besamya adalah Cv = 5 nR gas diatomik 2 1 kT per molekul atau 2 1 RT per mole yang 2  Teorema ekipartisi menyatakan bahwa bila sebuah system ada dalam keadaan setimbang. dan karena itu mempunyai enam derajat kebebasan total. Gas monoatomik mempunyai tiga derajat kebebasan.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Kapasitas panas pada volume konstan dihubungkan dengan perubahan energi internal oleh Cv = dU dT Untuk gas ideal. sehingga mengambil jumlah panas yang lebih banyak untuk mencapai perubahan temperatur yang sama. Gas diatomic mempunyai dua derajat kebebasan tambahan. kapasitas panas pada tekanan konstan lebih besar daripada kapasitas panas pada volume konstan dengan jumlah nR : C p = C v + nR Kapasitas panas pada tekanan konstan lebih besar karena gas yang dipanaskan pada tekanan konstan berekspansi dan melakukan usaha.

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 13 MEDAN LISTRIK  Ada dua jenis muatan listrik yang diberi nama positif dan negatif. tetapi hanya berpindah tempat. Muatan dari elektron adalah .99x109 N. Hasil ini dikenal sebagai Hukum Coulomb :  kq q ˆ F12 = 12 2 r12 r12 di mana k adalah tetapan Coulomb yang mempunyai harga k = 8. Benda menjadi bermuatan akibat adanya perpindahan muatan dari satu benda ke benda lainnya. Muatan listrik selalu merupakan kelipatan bulat dari satuan muatan dasar e. Muatan bersifat kekal.e dan proton + e. Besamya gaya berbanding lurus dengan hasil kali muatan-muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.m2 /C2  Medan listrik di suatu titik akibat suatu sistem muatan didefinisikan sebagai gaya yang dilakukan oleh muatan-muatan tersebut pada suatu muatan uji positif qo dibagi dengan qo :   F E= qo  ri  Medan listrik pada titik P akibat suatu muatan titik qi pada titik  kq ˆ E = 2i r10 ri 0 adalah : ˆ di mana rio adalah jarak dari muatan qi ke titik P dan rio adalah vektor satuan yang mengarah dari qi ke P. Medan listrik akibat beberapa muatan merupakan jumlah vektor dari medan akibat masing-masing  muatan : kq ˆ E = ∑ E = ∑ 2i rio rio i . Gaya akan tolakmenolak jika muatan-muatan mempunyai tanda yang sama dan akan tarik menarik jika mempunyai tanda yang tidak sama. Muatan tidak diciptakan maupun dimusnahkan pada proses pemberian muatan.  Gaya yang dilakukan oleh satu muatan kepada muatan lainnya bekerja sepanjang garis yang menghubungkan muatan-muatan. biasanya dalam bentuk elektron.

 Di dalam suatu medan listrik homogen. Molekul-molekul nonpolar tidak mempunyai momen dipol permanen.  Molekul polar. seperti H20. Energi potensial dari suatu dipol di dalam medan listrik diberikan oleh   U = −p ⋅ E Di mana energi potensial diambil nol pada saat dipol tegak lurus medan listrik.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Medan listrik dapat digambarkan dengan garis-garis medan listrik yang bermula dari muatan positif dan berakhir pada muatan negatif. mempunyai momen dipol permanen sebab pusat positif dan pusat negatifnya tidak berimpit.  Dipol listrik adalah suatu sistem yang terdiri dari dua muatan yang sama besar berlawanan tanda dan dipisahkan oleh jarak yang kecil. tetapi mereka dapat memperoleh momen dipol induksi dengan adanya medan listrik. Kuat medan listrik ditunjukkan dengan kerapatan dari garis-garis medan tersebut. . Momen dipol arah dari muatan negatif ke muatan positif :  p adalah suatu vektor yang mempunyai harga sama dengan muatan dikali dengan jarak dan mempunyai   p =qL Medan listrik yang letaknya jauh dari suatu dipol berbanding lurus dengan momen dipol dan berkurang dengan pangkat tiga dari jaraknya. tetapi ada suatu torka yang diberikan oleh τ = p ×E    yang cenderung untuk mengarahkan momen dipol pada arah medan. Mereka berperilaku seperti dipol sederhana di dalam suatu medan listrik. gaya total pada suatu dipol adalah nol. Di dalam medan listrik yang tidak homogen. akan ada gaya total pada dipol.

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 14 POTENSIAL LISTRIK  Beda potensial Vb — Va didefinisikan sebagai negatif dan kerja per satuan muatan yang dilakukan oleh medan listrik ketika muatan uji bergerak dari titik a ke b. potensial akibat muatan titik adalah V = kq r . Ketika potensial dipilih menjadi nol pada jarak takhingga.  b  ∆ =Vb −Va = −∫ E . dl V a Untuk perpindahan tak hingga ditulis menjadi   d =− . kita dapat menganggap potensial nol di semua titik yang kita inginkan. Elektron volt dihubungkan dengan joule oleh 1 eV = 1. satuan untuk medan listrik dapat dinyatakan I N/C = 1 V/m  Satuan energi yang sesuai pada fisika atom dan nuklir adalah electron volt (eV). dl V E Karena hanya beda potensial listrik sajalah yang dipandang penting. di mana energi potensial partikel muatan e di suatu titik potensialnya 1 volt. Potensial pada suatu titik adalah energi potensial muatan dibagi dengan muatan : V = U qo Satuan potensial dan beda patensial adalah volt (V) : 1 V + 1 J/C Dalam hubungan satuan ini.6 x 10-19 J  Potensial pada jarak r dari muatan q di pusat diberikan oleh V = kq +Vo r di mana V0 adalah potensial pada jarak takhingga dari muatan.

Sehingga  E =− V ∇  Untuk distribusi muatan simetri bola. Medan listrik E adalah negatif gradien potensia V.  Medan listrik mengarah ke arah pengurangan terbesar dari potensial. Dalam notasi vektor. potensial diberikan oleh kq V =∑ i rio i di mana jumlah diambil untuk semua muatan dan rio adalah jarak dari muatan ke i ke titik P di mana potensial dicari. Komponen Edalam arah perpindahan dl dihubungkan terhadap potensial akibat E1 = − dV dl   Vektor yang menunjuk dalam arah perubahan fungsi potensial terbesar dan mempunyai jumlah sama dengan turunan fungsi terhadap jarak dalam arah tersebut gradien fungsi. dan medan listrik dihubungkan dengan potensial akibat  dV ˆ E =− V =− ∇ r dr Dalam koordinat rectangular. potensial hanya berubah terhadap r . gradien ditulis ∆V.  Energi potensial elektrostatik system muatan titik adalah kerja yang dibutuhkan untuk membawa muatan-muatan dari jarak takhingga ke posisi terakhir.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM Untuk system muatan titik.  Untuk distribusi muatan kontinu. potensial didapatkan dengan integrasi pada distribusi muatan : V =∫ kdq r Pernyataan ini digunakan hanya jika distribusi muatan kontinu dalam volume berhingga sehingga potensial dapat dipilih nol pada jarak takhingga. medan listrik dihubungkan dengan potensial akibat   ∂V ˆ ∂V ˆ ∂V ˆ  E = − V = − ∇  ∂x i + ∂y j + ∂z k     .

densitas muatan permukaan σ paling besar pada ujung di mana jari-jari lengkungannya terkecil. yang terjadi di udara pada kuat medan listrik Emaks = 3 x 106 V/m = 3 MV/m. dan udara menjadi konduktor — fenomena yang disebut kerusakan dielektrik.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Pada konduktor bentuk sembarang. Hasil pelepasan melalui udara penghantar disebut pelepasan busur. . Kuat medan listrik di mana kerusakan dielektrik terjadi pada suatu material disebut kuat dielektrik material tersebut.  Jumlah muatan yang diletakkan pada konduktor dibatasi oleh kenyataan bahwa molekul udara menjadi terionisasi dalam medan listrik tinggi.

 Suatu bahan nonkonduktor dinamakan dielektrik. Jika medan tanpa dielektrik adalah E0 maka dengan dielektrik medannya adalah E= di mana Eo κ tejadinya kenaikan kapasitansi sebesar factor κ : C = κC o κ adalah konstanta dielektriknya.  Kapasitansi suatu kapasitor keping-paralel berbanding lurus dengan luas keping dan berbanding terbalik terhadap jarak pemisah : C= εo A s Kapasitansi sebuah kapasitor silindris dinyatakan oleh C= 2π ε L o In ( b / a ) di mana L adalah panjang kapasitor dan a dan b masing-masing adalah jari-jari dalam dan luar konduktor. yang berdekatan namun terpisah satu sama lain. Kapasitansi adalah rasio antara besar muatan Q pada masing-masing konduktor dengan beda potensial V di antara konduktor-konduktor tersebut : C= Q V Kapasitansi bergantung semata-mata pada susunan geometris konduktor dan bukan pada muatan atau beda potensialnya. Apabila dietektrik disisipkan di antara keping-keping kapasitor.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB I5 KAPASITANSI  Kapasitor adalah piranti untuk menyimpan muatan dan energi. Penurunan medan listrik ini menyebabkan . yang membawa muatan yang sama besar namun berlawanan. molekul-molekul di dalam dielektrik ini akan terpolarisasi dan medan listrik di dalamnya akan melemah. Ia terdiri dari dua konduktor.

....  Energi elektrostatik yang tersimpan di dalam suatu kapasitor bermuatan Q . dan dielektrik menaikkan tegangan yang kemudian dapat diterapkan pada kapasitor sebelum kerusakan dielektrik terjadi. C eq C1 C 2 C3 kapasitor seri . Permitivitas didefinisikan sebagai ε =κ ε o ε dari sebuah dielektrik Dielektrik juga menyediakan perangkat fisik untuk memisahkan keping-keping suatu kapasitor.. Energi per volume satuan di dalam medan listrik E dinyatakan oleh η= energi = 1 εE 2 2 volume  Apabila dua buah kapasitor atau lebih dihubungkan secara paralel.. dan kapasitansi C adalah U =1 2 Q2 1 = 2 QV = 1 CV 2 C 2 Energi ini dianggap tersimpan di dalam medan listrik di antara keping-keping kapasitor..Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM di mana Co adalah kapasitansi tanpa dielektrik. kapasitansi ekivalen kombinasinya adalah jumlah kapasitansi tunggal : Ceq =C1+ C2 + C3 + ... kapasitor paralel Apabila dua buah kapasitor atau lebih dihubungkan secara seri. beda potensial V1 .. kebalikan kapasitansi ekivalen diperoleh dengan menjumlahkan kebalikan muatan-muatan kapasitor tunggalnya : 1 1 1 1 = + + + .

Dalam material ohmik. arus listrik merupakan hasil aliran lambat elektron-elektron bermuatan negatif yang dipercepat oleh medan listrik dalam kawat dan kemudian segera bertumbukan dengan atom-atom konduktor. Berdasarkan konvensi. resistansi tidak bergantung pada arus. beda potensial. kecepatan drift elektron-elektron dalam kawat memiliki orde 0. σ= 1 ρ  Daya yang diberikan ke suatu segmen rangkaian sama dengan hasil kali arus dan tegangan jatuh pada segmen : P=IV Alat yang memberikan energi ke suatu rangkaian disebut sumber ggl. Untuk semua material. dan resistansi dihubungkan oleh V=IR  Resistansi suatu kawat sebanding dengan panjangnya dan berbanding terbalik dengan luas penampang lintangnya : R =ρ L A di mana ρ adalah resistivitas material. arus.01 mm/s  Resistansi suatu segmen kawat didefinisikan sebagai perbandingan antara tegangan jatuh pada segmen dan arus. Dalam kawat penghantar. Kebalikan dan resistivitas disebut konduktivitas. yang meliputi banyak material. suatu hasil eksperimen yang dikenal sebagai hukum Ohm. Biasanya. Daya yang diberikan oleh sumber ggl adalah hasil kali dari arus : P =ε I Daya yang didisipasikan dalam resistor diberikan oleh : P = IV = I 2 R = V2 R .Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 16 ARUS LISTRIK  Arus listrik adalah laju aliran muatan yang melalui suatu luasan penampang melintang. yang bergantung pada temperatur. arahnya dianggap sama dengan arah aliran muatan positif.

. Req R1 R2 R3 Resistor disusun paralel .  Resistansi ekivalen sekumpulan resistor yang diseri sama dengan penjumlahan resistansiresistansinya : Req =R1 +R2 +R3 + ... Baterai real dapat dianggap sebagai sebuah baterai yang disusun secara seri dengan sebuah resistansi kecil yang disebut resistansi internalnya.. resistor disusun seri Untuk sekumpulan resistor yang disusun paralel.....Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM Sebuah baterai ideal adalah sumben ggl yang menjaga beda potensial tetap konstan pada terminal-terminalnya dan tidak bergantung arus. kebalikan reistansi ekivalen sama dengan penjumlahan dari kebalikan resistansi masing-masing : 1 1 1 1 = + + + .

dan diagram rangkaian yang lebih sederhana dapat digambarkan. Pada suatu sambungan dalam rangkaian di mana arus dapat terbagi.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 17 RANGKAIAN ARUS SEARAH  Hukum-hukum Kirchhoff adalah 1. Dalam rangkaian yang berisi n simpal dalam. 4. titik-titik dapat dihubungkan dengan sebuah kawat.  Metode-metode umum untuk menganalisa rangkaian multisimpal dapat diringkas sebagai berikut : 1. Pecahkan persamaan untuk memperoleh nilai yang tidak diketahui. Tambahkan tanda-tanda plus dan minus untuk menandakan sisi-sisi potensial yang lebih tinggi dan lebih rendah dari setiap sumber ggl. resistor atau kapasitor.  Rangkaian-rangkaian kompleks atau jaringan-jaringan resistor dapat disederhanakan dengan mengingat simetri mereka. Periksa hasilnya dengan memberikan potensial nol di suatu titik dalam rangkaian dan gunakan nilai arus yang diperoleh untuk menentukan potensial-potensial pada titik-titik lainnya dalam rangkaian. penjumlahan dalam rangkaian di mana arus dapat terbagi. Ketika suatu simpal rangkaian tertutup dilewati. dan namakan arus-arus tersebut dalam suatu diagram rangkaian. penjumlahan arus yang menuju ke percabangan harus sama dengan arus yang keluar dari percabangan. Gantikan kombinasi-kombinasi resistor yang disusun seri atau paralel dengan resistansi ekivalennya.  Ketika kapasitor melepas muatan melalui sebuah resistor. 6. penjumlahan aljabar dari perubahan potensial harus sama dengan nol. Pilihlah arah arus dalam setiap cabang rangkaian. 5. 2. Gunakan aturan percabangan untuk setiap sambungan di mana arus terbagi. muatan pada kapasitor dan arus . gunakan aturan simpal terhadap suatu n simpal. 2. 3. Jika potensial dari dua titik sama.

Ia berisi galvanometer plus sebuah resistor paralel yang disebut resistor shunt.37 kali nilai awalnya. Untuk mengukur arus melalui suatu resistor. voltmeter ditempatkan paralel dengan resistor. menurun secara eksponensial terhadap waktu. ammeter disisipkan secara seri dengan resistor. dan sebuah resistor. Ia berisi sebuah galvanometer. Ohmmeter adalah suatu alat untuk mengukur resistansi. Voltmeter memiliki resistansi sangat besar sehingga ia berefek kecil pada tegangan jatuh yang akan diukur.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM akan berkurang secara eksponensial terhadap waktu. τ = RC . Voltmeter mengukur beda potensial. muatan pada . Ia berisi sebuah galvanometer ditambah resistor. Ketika kapasitor dimuati melalui sebuah resistor. sebuah sumber ggl. Konstanta waktu τ = RC adalah waktu yang dibutuhkan keduanya untuk berkurang menjadi e-1: 0. laju pemuatan. Ammeter adalah suatu alat untuk mengukur arus. Setelah waktu kapasitor telah mencapai 63 persen dari muatan akhirnya.  Galvanometer adalah suatu alat yang mendeteksi arus yang kecil yang melewatinya dan memberikan defleksi skala yang sebanding dengan arus. yang sama dengan arus. Ammeter memiliki resistansi yang sangat kecil sehingga ia memiliki efek yang kecil terhadap arus yang diukur.

Karena arus listrik terdiri atas muatan yang bergerak. Periode. seluruh medan magnetik itu diabaikan oleh muatan yang   v dalam medan magnetik B . yang disebut frekuensi siklotron. yang disebut periode siklotron. diberikan oleh f = 1 qB = T 2πm  Pemilih kecepatan menghasilkan medan listrik dan magnetik silang sedemikian rupa . Gaya ini diuraikan dengan mengatakan bahwa satu muatan bergerak atau arus menciptakan medan magnetik yang selanjutnya mengerahkan gaya pada muatan bergerak atau arus lain.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 18 MEDAN MAGNETIK  Muatan bergerak berinteraksi satu sama lain melalui gaya magnetik. arus listrik itu juga mengerahkan gaya magnetik satu sama lain. Akhirnya. Satuan yang lazim digunakan ialah gauss (G). muatan itu  Apabila muatan q bergerak dengan kecepatan bergerak. diberikan oleh T = 2π m qB Frekuensi. yang dihubungkan dengan tesla oleh 1 T = 104 G  Partikel yang bermassa m dan muatan q yang bergerak dengan kecepatan v dalam bidang yang tegak lurus terhadap medan magnetik bergerak dalam orbit lingkaran dengan jarijari r diberikan oleh r= mv qB  Periode dan frekuensi gerak melingkar ini tidak bergantung pada jari-jari orbitnya atau kecepatan partikelnya. mengalami gaya    F =qv ×B Gaya pada elemen arus diberikan oleh    dF = I dl ×B Satuan SI medan magnetik ialah tesla (T).

 Magnet batang juga mengalami momen-gaya dalam medan magnetik. I merupakan ˆ arus.       Dinyatakan dalam besar kekuatan kutub. Apabila suatu dipol magnetik berada dalam medan magnetik. Gaya total pada simpal arus dalam suatu medan magnetik seragam ialah nol.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM sehingga gaya listrik dan gaya magnetik seimbang untuk partikel yang kecepatannya diberikan oleh v = E / B  Perbandingan massa-terhadap-muatan suatu ion yang kecepatannya diketahui dapat ditentukan dengan mengukur jari-jari lintasan melingkar yang diambil oleh ion tersebut dalam medan magnetik yang diketahui dalam suatu spektrometer massa. momen magnetik magnet batang ialah m = q m l Dengan  . Kutub magnetik utara memiliki kekuatan kutub positif dan kutub selatan memiliki kekuatan kutub negatif. dipol itu mengalami momen-gaya (torsi) yang diberikan oleh τ = m ×B    yang cenderung menyebariskan momen magnetik simpal arus dengan medan-luar. A merupakan luas penampang simpal. dan n merupakan vektor satuan yang tegak lurus terhadap bidang simpal dalam arah yang diberikan oleh kaidah tangan kanan. Kekuatan kutub magnet batang qm dapat didefinisikan dengan menulis gaya yang dikerahkan pada kutub sebagai F = q m B .  Simpal arus dalam medan magnetik seragam berperlaku sebagai dipol magnetik dengan momen magnetik m yang diberikan oleh   m = NIA ˆ n dengan N merupakan jumlah lilitan. Momen-gaya yang diukur secara percobaan dapat digunakan untuk menentukan momen magnetik magnet batang dari τ = m × B .

Pada jarak yang sangat jauh dari simpal tersebut. yang menyiratkan bahwa momentum linear dari system duamuatan tidaklah kekal. m / A = 4π ×10 −7 N / A 2  Medan magnetic dB pada jarak r dari elemen arus    µ Id l ×r ˆ 0 dB = 2 4π r  I dl adalah yang dikenal sebagai hukum Biot-Savart. yang memiliki besaran µ0 = 4π ×10 −7 T . medannya berupa medan dipol :   µ 0 2m B= 4π x 3 dengan m merupakan momen dipol simpal yang besarannya adalah perkalian antara arus  . apabila momentum berhubungan dengan t.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 19 SUMBER MEDAN MAGNETIK  Medan magnetic yang dihasilkan oleh muatan titik q yang bergerak dengan kecepatan vdi suatu titik sejarak r diberikan oleh   µ qv × r ˆ B= 0 2 4π r  ˆ dengan r merupakan vektor satuan yang mengarah dari muatan tersebut ke titik medan 0 dan µ merupakan konstanta. medan elektromagnetik disertakan. Medan magnetiknya tegak lurus terhadap ˆ elemen arus maupun terhadap vektor r dan elemen arus ke titik medan tersebut.  Medan magnetic pada sumbu simpal arus diberikan oleh  µ 0 2π R 2 I ˆ B= 3 i 2 2 2 4π x + R ( ) ˆ dengan i merupakan vektor satuan di sepanjang sumbu simpal tersebut. Akan tetapi.  Gaya magnetic antara dua muatan yang bergerak tidak mengikuti hukum ketiga Newton tentang aksi dan reaksi. disebut permeabilitas ruang bebas. maka momentum linear total system dua-muatan ditambah medan tersebut akan kekal.

yang menyalurkan arus ialah µ I B = 0 ( sin θ1 + sin θ2 ) 4π R dengan R merupakan jarak tegak lurus terhadap kawat dan θ1 dan θ2 merupakan sudut yang diperpanjang ke bawah di titik medan hingga ujung-ujung kawat.  Medan magnetic di dalam toroid yang digulung rapat diberikan oleh B= dengan r merupakan jarak dari pusat toroid.  Ampere didefinisikan sedemikian rupa sehingga dua kawat panjang yang sejajar yang masing-masing menyalurkan arus sebesar 1 A dan dipisahkan sejarak 1 m akan mengerahkan gaya yang tepat sama dengan 2 x 1 0-7 N/m antara satu sama lainnya. Hukum Ampere dapat . medan magnetic akan seragam dan memiliki besaran B = µ0 nI dengan n merupakan jumlah lilitan per panjang satuan solenoid. atau titik medannya sangat dekat dengan kawat tersebut.  Di dalam suatu solenoid dan jauh dari ujungnya.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM dan luasan simpal sedangkan arahnya adalah tegak lurus terhadap simpal yang diberikan oleh kaidah tangan-kanan. maka medan magnetiknya mendekati B=  µ0 2 I 4π R  Arah B ialah sedemikian rupa sehingga garis-garis B melingkari kawatnya mengikuti arah jari-jari tangan kanan jika ibu jari menjadi penunjuk ke arah arus. Jika kawatnya sangat panjang. dl = µ0 I C C1 di sem barang kurva tertutup Hukum Ampere hanya berlaku jika arusnya kontinu.  Hukum Ampere menghubungkan integral komponen tangensial medan magnetic di sekeliling kurva tertutup dengan arus total Ic yang melintasi luasan yang dibatasi oleh kurva : µ0 NI 2πr ∫  C   B .  Medan magnetic dari suatu segmen kawat lurus.

dan solenoid panjang. yang digulung rapat.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM digunakan untuk menjabarkan pernyataan dalam medan magnetic untuk keadaan dengan tingkat kesimetrisan yang tinggi. lurus yang menyalurkan arus. . seperti kawat panjang. toroid yang digulung rapat.

 akan membangkitkan suatu ggl bolak-balik yang diberikan oleh : dengan εmaks = NBAω merupakan nilai maksimum ggl. dL = − C Ggl induksi dan arus induksi berada dalam arah sedemikian rupa sehingga melawan perubahan yang menimbulkannya.  Ggl yang diinduksi dalam kawat atau bidang konduktor dengan panjang l   bergerak dengan kecepatan v tegak lurus terhadap medan magnetic B disebut ggl gerak.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 20 INDUKSI MAGNETIK Untuk medan magnetic yang konstan dalam ruang. akan ada ggl yang   dφm dt diinduksi pada rangkaian yang diberikan oleh hukum Faraday ε = ∫ E .  Fluks magnetic yang melalui suatu rangkaian dihubungkan dengan arusnya di dalam rangkaian oleh . Besarnya ialah : dφ m = Blv dt ε =  Arus sirkulasi yang terbentuk dalam sebatang logam akibat fluks magnetic yang Suatu kumparan yang berputar dengan frekuensi sudut ω dalam medan magnetic ε = ε maks sin (ωt + δ ) berubah disebut arus pusar. lni dikenal sebagai hukum Lenz.m2  Apabila fluks magnetic yang melalui suatu rangkaian berubah. fluks magnetic yang melalui kumparan ialah φ = ∫ N n dA B m Satuan SI untuk fluks magnetic ialah weber : I Wb=1T. Umumnya. untuk kumparan dengan N lilitan. fluks magnetic yang melalui  kumparan adalah perkalian komponen medan magnetic yang tegak lurus terhadap bidang kumparan dengan luas kumparannya.

fluks tambahan yang melalui solenoida pertama ialah φm = MI 2 dengan M merupakan induktansi bersama. yang bergantung pada susunan geometric rangkaian tersebut.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM ¢m = LI dengan L merupakan induktansi diri dari rangkaiannya. Satuan SI untuk induktansi ialah henry (H) : 1 H = 1 Wb/A = 1 T.  Apabila arus dalam inductor berubah. ggl induksi dalam inductor diberikan oleh dφ m dI = −L dt dt ε =− .m2/A induktansi diri solenoida yang digulung rapat dengan panjang dan luas penampang A dan n lilitan per panjang satuan diberikan oleh L= φm = µ 0 n 2 Al I Jika terdapat rangkaian lain di dekatnya yang menyalurkan arus I2 . yang tergantung pada susunan geometerik kedua rangkaian.

reaktansi induktif dan kapasitif yang memiliki satuan ohm.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 2I RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK  Nilai akar rata-rata kuadrat (rms-root-mean-square) arus bolak-balik. Tegangan pada kapasitor terlambat terhadap arus sebesar 900. . Irms .Arus rms atau maksimum merupakan reaktansi induktif induktomya. Seperti halnya tahanan. Daya rata-rata yang didisipasikan dalam kapasitor sama dengan nol. Daya rata-rata yang didisipasikan dalam inductor sama dengan nol. didefinisikan sebagai I rms = (I ) 2 rat Nilai ini dihubungkan dengan arus maksimum oleh I rms = I maks 2 Daya rata-rata yang didisipasikan dalam tahanan yang menyalurkan arus sinusoidal ialah Pr a t = 12 ε r m s I m a k s= ε r m s I m a k s= I r2m sR  Tegangan pada inductor mendahului arus sebesar 90 dihubungkan dengan tegangan rms atau maksimum oleh : I= a ta u XL = ω L VL XL 0 . Arus rms atau maksimum dihubungkan dengan tegangan rms atau maksimum oleh I = VC XC Dengan XC = 1 ωC merupakan reaktansi kapasitif.

osilasi diredam karena energi didisipasikan dalam tahanan tersebut. kapasitor. vektor dua-dimensi yang disebut fasor. dan inductor dalam rangkaian ac dapat diuraikan secara grafik dengan menyajikan tegangan dengan memutar. Fasor Vt menyajikan tegangan pada konduktor yang mendahului arus sebesar 900 . Komponen x masing-masing fasor sama dengan besaran arus atau beda tegangan yang bersesuaian pada sembarang waktu. muatan dan tegangan pada kapasitornya berosilasi dengan frekuensi sudut ω0 = 1 LC    Arus dalam inductor berosilasi dengan frekuensi yang sama. Jika rangkaian ini juga memiliki tahanan. Fasor ini berputar dalam arah yang berlawanan dengan arah gerak jarum jam dengan frekuensi sudut ω yang sama dengan frekuensi sudut arusnya. Fasor I menyajikan arus. tetapi berbeda fase dengan muatannya sebesar 900.  Arus dalam rangkaian LCR seri yang digerakkan oleh pembangkit tegangan ac I = ( ε maks / Z ) cos( ωt − δ ) diberikan oleh dengan impedansi Z sama dengan Z = R2 + ( X L − X C ) 2 dan sudut fase δ diperoleh dari tan δ = XL − XC R Masukan daya rata-rata ke dalam rangkaian bergantung pada frekuensi dan diberikan oleh Prat = ε rms I rms cos δ . Fasor V g menyajikan tegangan pada tahanan yang sefase dengan arusnya.  Jika kapasitor diisi melalui inductor. Energi berosilasi antara energi listrik dalam kapasitor dan energi magnetic dalam induktornya.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Hubungan fase diantara tegangan pada tahanan. Fasor VC menyajikan tegangan pada kapasitor dan terlambat terhadap arus sebesar 900 .

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM di sini cos δ disebut factor daya. Daya rata-rata ini maksimum pada frekuensi resonansi. factor daya sama dengan 1. . yang diberikan oleh f0 = 1 2π LC Pada frekuensi resonansi. dan impedansi Z sama dengan tahanan R.  Ketajaman resonansi diuraikan oleh factor Q . yang didefinisikan oleh Q= ω0 L R Apabila resonansi cukup sempit. sudut fase δ sama dengan nol. factor Q dapat dihampiri oleh Q= ω0 f = 0 ∆ω ∆f f dengan ∆ merupakan lebar kurva resonansi. reaktansi induktif dan kapasitif sama.

dl = µ0 I + µ0 ε 0 ∫C dt ∫E S n dA Hukum Ampere yang dimodifikasi  Persamaan Maxwell menyiratkan bahwa vektor medan-listrik dan medan magnetic dalam ruang bebas menuruti persamaan gelombang yang berbentuk   ∂2 E 1 ∂2 E = 2 ∂x 2 c ∂t 2 Dengan c= 1 µ0 ε 0 merupakan kecepatan gelombang.  Dalam gelombang elektromagnetik. yang 1 ∫E S n dA = ε0 Qdalam Hukum Gauss Hukum Gauss untuk magnetisme (kutub magnetic yang terisolasi tidak pernah ada) ∫B S n d =0 A ∫ C   d E .Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 22 PERSAMAAN MAXWELL DAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK Hukum Ampere diperluas agar berlaku untuk arus tak kontinu jika arus konduksi  1 digantikan oleh I + I d . dengan Id disebut arus perpindahan Maxwell : Id = ε0 dφ e dt  berupa Hukum kelistrikan dan magnetisme dirangkum oleh persamaan Maxwell. dl = − dt ∫B S n dA Hukum Faraday   d B . vektor medan listrik dan magnetic keduanya . Kenyataan bahwa kecepatan ini sama dengan kecepatan cahaya telah menyebabkan Maxwell memperkirakan dengan benar bahwa cahaya merupakan suatu gelombang elektromagnetik.

Berbagai jenis gelombang elektromagnetik hanya berbeda pada panjang gelombang dan frekuensi. yang disebut tekanan radiasi gelombang dimaksud : Pr = 1 c Jika gelombang datang secara normal pada suatu permukaan dan seluruhnya diserap. menguraikan pemindahan energi magnetic : µ0  Gelombang elektromagnetik membawa momentum yang sama dengan 1/c U c dikalikan dengan energi yang dibawa oleh gelombang tersebut : p= Intensitas gelombang elektromagnetik dibagi dengan c merupakan momentum yang dibawa oleh gelombang tersebut per satuan waktu per satuan luas. sinar gama. tekanan yang dikerahkan menjadi dua kali tekanan radiasi. dan yang lain. yang dihubungkan dengan panjang gelombang secara biasa : f = c λ  Gelombang elektromagnetik dihasilkan apabila muatan listrik berpercepatan. yang disebut vektor Poynting. . Kerapatan energi E 0 B 0 E rms B rms  = S av µ0 c µ0 c    E ×B S= rata-rata gelombang elektromagnetik ialah η rst = 1 2  dengan S .  Gelombang elektromagnetik mencakup cahaya. gelombang tersebut mengerahkan tekanan yang sama dengan tekanan radiasinya. gelombang mikro. gelombang radio.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM saling tegak lurus dan tegak lurus terhadap arah perambatan. Jika gelombang itu datang secara normal dan dipantulkan. Besarannya dihubungkan oleh E = cB  Gelombang elektromagnetik membawa energi dan momentum. sinar x.

Tegak lurus terhadap antena dan jauh dari antena tersebut. .Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM Muatan yang berosilasi dalam antenna dipol-listrik meradiasikan gelombang elektromagnetik dengan intensitas yang maksimum dalam arah tegak lurus terhadap antena dan nol di sepanjang sumbu antena. medan listrik gelombang elektromagnetiknya sejajar dengan antena.

Sudut pantul sama dengan sudut datang : θ r = θ1 Sudut bias bergantung pada sudut datang dan indeks bias dari kedua medium serta diberikan oleh hukum Snellius terhadap pembiasan : n1 sin θ1 = n 2 sin θ 2 di mana indeks bias sebuah medium n adalah perbandingan laju cahaya dalam ruang hampa c terhadap laju cahaya di dalam medium v : n= c v  Jika cahaya berjalan dalam sebuah medium dengan indeks bias n1 dan datang pada bidang batas dari medium kedua dengan indeks bias yang lebih kecil n2 <n1 . seberkas cahaya putih yang masuk pada sebuah prisma pembias didispersikan menjadi warna-warna komponennya. maka cahaya tersebut terpantulkan secara total jika sudut datangnya lebih besar dari sudut kritis 0 . Jika 10 adalah intensitas cahaya di antara kedua pemolarisasi tersebut. bergantung pada panjang gelombang cahayanya. Fenomena ini dikenal sebagai dispersi. maka intensitas yang ditransmisikan oleh pemolarisasi kedua akan berkurang dengan factor cos2 θ. begitu juga indeks bias medium tersebut. Akibat dispersi. sebagian energi cahaya ditransmisikan dan sebagian lagi dipantulkan. maka intensitas yang ditransmisikan oleh . Hasil ini dikenal sebagai hukum Malus. yang diberikan oleh sin θ c = n2 n1  Laju cahaya di dalam sebuah cermin medium.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB23 CAHAYA Saat cahaya masuk pada sebuah permukaan yang memisahkan dua medium di  mana laju cahaya berbeda.  Saat dua pemolarisasi memiliki sumbu-sumbu transmisi dengan membentuk sudut θ. Begitu juga pemantul dan pembias cahaya matahari oleh tetes-tetes air hujan yang menghasilkan pelangi.

(2) Hamburan. . (3) Pemantulan dan (4) Pembiasan ganda (Birefringence).Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM pemolarisasi kedua adalah : I = I 0 cos 2 θ  Ada empat fenomena yang menghasilkan cahaya yang terpolarisasi dan cahaya yang tidak terpolarisasi yaitu (1) Penyerapan.

Jika s' negatif. Untuk lensa. Bayangan tersebut dihubungkan dengan jarak obyek s 1 1 1 + = s s′ f di mana f adalah panjang focus. panjang fokusnya sama dengan setengah jari-jari kelengkungannya. .  Untuk sebuah cermin datar. dan bayangannya nyata. Untuk cermin. atau pusat kelengkungan terletak pada sisi nyata dari elemennya. Untuk sebuah lensa tipis di udara. Jika s' positif. yang menjadi jarak bayangannya jika s = ∞ . Perbesaran negatif berarti bahwa bayangannya terbalik.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 24 OPTIKA GEOMETRIS Sebuah bayangan yang terbentuk dari sebuah cermin melengkung atau dari  oleh : sebuah lensa berada pada jarak s'.s'. bayangan. s' = -s . yang berarti bahwa berkas-berkas cahaya benar-benar menyebar dari titik bayangan. Bayanganbayangan nyata dapat dilihat pada sebuah layar pantau kaca kasar atau film fotografis yang diletakkan pada titik bayangan. bayangannya maya. bayangannya nyata.  Perbesaran lateral bayangan diberikan oleh rumus m= y ′ − s′ = y s di mana y adalah ukuran obyek dan y' adalah ukuran bayangan. r1. yang berarti tidak ada cahaya yang benar-benar menyebar dari titik bayangan. sisi nyata adalah sisi datang bagi obyek dan sisi transmisi bagi bayangan dan pusat kelengkungan.r. panjang fokusnya dihubungkan dengan indeks bias n dan jari-jari kelengkungan dua sisinya r1 dan r2 oleh : 1 1 1 = ( n − 1) −  r  f  1 r2  Pada persamaan ini s. r dan f .nya tak hingga. dan r2 dianggap positif jika obyeknya. sisi nyatanya adalah sisi datang. Untuk sebuah cermin. tegak dan berukuran sama dengan obyeknya.

sinar focus. Cahaya sejajar yang datang pada sebuah lensa positif difokuskan pada titik focus kedua. Cahaya sejajar yang datang pada sebuah lensa negatif memancar seolah-olah berasal dari titik focus kedua. dan sinar pusat. Untuk cermin-cermin melengkung. dan sinar pusat. sejajar sumbu utama. sinar sejajar. melalui pusat lensa. melalui titik focus kedua.  Kekuatan lensa sama dengan kebalikan panjang fokusnya. yang berada pada sisi datang lensa. ada tiga sinar utama. Titik dari mana sinar-sinar ini menyebar atau kehilangan menyebar adalah titik bayangan. yang berada pada sisi transmisi lensa tersebut. melalui titik focus. Sebuah lensa negatif atau lensa menyebar adalah lensa yang bagian tepinya lebih tebal daripada bagian tengahnya. ada empat sinar utama : sinar sejajar. Jika panjang focus 1 dioptri f dalam meter. menuju verteks cermin. Untuk lensa. kekuatan lensa adalah dioptri (D) : P= 1 D =1 m −1  Jarak bayangan s' untuk pembiasan pada sebuah permukaan sferis [melengkung] tunggal dengan jari-jari r dihubungkan dengan jarak obyek s dan jari-jari kelengkungan permukaan r oleh n1 n 2 n 2 − n1 + = s s′ r di mana n1 adalah indeks bias medium pada sisi datang permukaan dan n2 adalah indeks bias medium pada sisi transmisinya.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Bayangan dapat ditentukan letaknya melalui sebuah diagram sinar yang memakai dua sinar-sinar utama. sinar focus. sejajar sumbu utama. sinar radial.  Sebuah lensa positif atau lensa pengumpul adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal dari bagian tepinya. Perbesaran yang disebabkan oleh pembiasan pada permukaan tunggal adalah : m=− n1 s ′ n2 s . melalui pusat kelengkungan cermin.

Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 25 INTERFERENSI DAN DIFRAKSI Dua sinar cahaya berinterferensi saling menguatkan jika perbedaan fase keduanya  nol atau kelipatan bilangan bulat 3600.. lnterferensi akan saling melemahkan jika perbedaan fasenya 1800 atau kelipatan bilangan ganjil 1800.1.  lnterferometer Michelson menggunakan interferensi untuk mengukur jarak yang kecil seperti panjang gelombang cahaya. Perbedaan fase antara kedua sinar diakibatkan oleh perbedaan lintasan sebesar dua kali tebal film ditambah sembarang perubahan fase akibat pemantulan salah satu atau kedua sinar. Perbedaan lintasan ∆r menyebabkan perbedaan fase δ yang diberikan oleh δ= ∆r ∆r 2π = 360 0 λ λ Perbedaan fase 180 ditimbulkan apabila gelombang cahaya dipantulkan dari batas antara dua medium yang padanya kecepatan gelombang lebih besar daripada medium asalnya. m = 0. yang menghasilkan intensitas minimum.  lnterferensi sinar cahaya yang dipantulkan dari bagian atas dan bagian bawah permukaan film tipis menghasilkan pita atau rumbai berwama yang aljim diamati pada film sabun atau film minyak.2.2. Apabila perbedaan lintasan merupakan kelipatan bilangan ganjil λ/2.. (m a k s im a ) ( m in im) a . interferensi akan minimum. d s inθ = ( m + 12 ) λ d s inθ = mλ m = 0.1. Apabila perbedaan lintasan merupakan kelipatan bilangan bulat panjang gelombang interferensi akan saling menguatkan dan intensitasnya maksimum. Sumber perbedaan fase yang lazim ialah perbedaan lintasan.. seperti batas antara udara dan kaca....  Perbedaan lintasan pada sudut θ pada layar yang jauh dari dua celah sempit yang terpisah sejarak d ialah d sin θ. atau untuk mengukur perbedaan kecil dalam indeks refraksi seperti indeks refraksi udara dan vakum.

 Difraksi terjadi apabila sebagian muka gelombang dibatasi oleh rintangan atau lubang-bukaan...Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM Jika intensitas akibat setiap celah secara sendiri-sendiri I0 . dan terdapat N – 2 maksima sekunder di antara setiap pasangan maksima prinsipal. Kecuali untuk pola Fraunhofer celah sempit dan panjang..  Apabila cahaya datang pada celah tunggal yang lebamya a. Titik-titik nol lainnya pada pola difraksi celah-tunggal terjadi pada sudut yang diberikan oleh sin θ = m λ a m = 1. Pola Fraunhofer diamati pada jarak yang sangat jauh dari rintangan atau lubang-bukaan sehingga sinar-sinar yang mencapai sembarang titik hampir sejajar.2. pola intensitas pada layar yang jauh menunjukkan maksimum difraksi tengah yang luas yang mengecil menjadi nol pada suatu sudut θ yang diberikan oleh a sin θ = λ Lebar maksimum tengah berbanding terbalik dengan lebar celah.  Pola difraksi-interferensi Fraunhofer dua celah sama dengan pola interferensi . Apabila terdapat banyak celah yang berjarak sama. intensitas pada titik-titik interferensi yang saling menguatkan ialah 4I0 dan intensitas pada titik-titik interferensi yang saling melemahkan sama dengan nol. pola difraksi biasanya sulit dianalisis.3. Untuk N celah. maksima interferensi prinsipal terjadi pada titik yang sama dengan maksima untuk dua celah. atau pola itu dapat diamati dengan menggunakan lensa untuk memfokuskan sinar-sinar sejajar pada layar pandang yang ditempatkan pada bidang focus lensa tersebut. intensitas maksima prinsipai ialah N2I0 . Pola Fresnel diamati di titik yang dekat dengan sumbernya. tetapi maksima ini intensitasnya jauh lebih besar dan lebih sempit. Pada setiap sisi maksimum tengah terdapat maksima sekunder dengan intensitas yang jauh lebih lemah. Difraksi cahaya sering sulit diamati karena panjang gelombang demikian kecilnya atau karena intensitas cahaya tidak cukup. intensitas cahaya di sembarang titik dalam ruangan dapat dihitung dengan menggunakan prinsip Huygens dengan mengambil setiap titik pada mukagelombang menjadi titik sumber dan dengan menghitung pola interferensi yang terjadi.

. Jika tumpang-tindihnya terlalu besar kedua sumber tidak dapat terurai sebagai dua sumber terpisah.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM untuk dua celah sempit yang dimodulasi oleh pola difraksi celah-tunggal.  Kisi difraksi yang terdiri atas sejumlah garis atau celah yang rapat dan berjarak sama digunakan untuk mengukur panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh suatu sumber.  Apabila cahaya dari dua sumber-titik yang berdekatan lewat melalui suatu lubangbukaan.1. kedua sumber disebut sebagai persis teruraikan oleh criteria Rayleigh untuk revolusi.22 λ D dengan D merupakan diameter lubang-bukaannya. pemisahan sudut kritis dua sumber untuk pemisahan dengan criteria Rayleigh ialah αc = 1. Apabila maksimum difraksi tengah satu sumber jatuh pada minimum difraksi sumber lain. Kekuatan penguraian kisi ialah R= λ = mN ∆λ dengan N merupakan jumlah celah kisi yang diterangi dan m merupakan bilangan ordenya.. dengan m merupakan bilangan ordenya.2. pola difraksi sumbernya dapat bertumpang-tindih.. Kedudukan maksima interferensi dari kisi berada pada sudut yang diberikan oleh d sin θ = mλ m = 0. Untuk lubang melingkar..

626 ×10 −34 J . yang sama dengan energi kinetik maksimum electron eV. Panjang gelombang minimum datam spectrum bremsstrahlung λm bersesuaian dengan energi maksimum foton yang dipancarkan. Spektrum sinar-x terdiri atas sederetan garis tajam yang disebut spectrum karakteristik yang ditimpakan pada spectrum bremsstrahlung yang kontinu. dan h merupakan konstanta Planck. yang menandakan bahwa sinar-x merupakan gelombang elektromagnetik dan bahwa atom-atom dalam kristal tersusun dalam jajaran teratur. . yang dalam hamburan itu foton bertumbukan dengan electron bebas dan muncul dengan energi yang berkurang dan dengan panjang gelombang yang lebih panjang.s Besaran hc sering muncul dalam perhitungan dan memiliki nilai hc= 1240 eV. yang juga hampir sama dengan jarak-pisah atom dalam suatu kristal. yang memiliki h = 6. dan hamburan Compton.USUL MEKANIKA KUANTUM Energi dalam radiasi elektromagnetik bukanlah hal yang kontinu tetapi datang hc  dalam bentuk kuanta dengan energi yang diberikan oleh E = hf = λ dengan f merupakan frekuensi. Maksima difraksi diamati apabila sinar-x berpencar dari kristal. yang dalam efek tersebut foton diserap oleh atom dengan pemancaran electron. dengan V merupakan tegangan tabung sinar-x. Panjang gelombang minimum diberikan oleh λm = hc eV  Panjang gelombang sinar-x biasanya berada dalam orde nanometer.nm Ciri kuantum cahaya dipertunjukkan dalam efek fotolistrik.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM BAB 26 ASAL . λ merupakan panjang gelombang.s = 4.  Sinar-x dipancarkan apabila electron diperlambat dengan menabrakkannya pada sasaran dalam tabung sinar-x.136 ×10 −15 eV .

. Frekuensi foton ini diberikan oleh f = Ei − E f h dengan Ei dan Ef merupakan energi awal dan akhir atomnya. Bohr mengusulkan postulat berikut . Postulat 2 : Atom meradiasikan foton apabila electron melakukan peralihan dari suatu orbit stasioner ke orbit lainnya.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Untuk menjabarkan rumus Balmer pada spectrum atom hydrogen. Postulat 1 : Elektron dalam atom hydrogen hanya dapat bergerak dalam orbit melingkar yang tak meradiasi yang disebut keadaan stasioner. Postulat 3 : Jari-jari (dan energi) orbit keadaan stationer ditentukan dengan fisika klasik beserta keadaan kuantum yang momentum sudut electron harus sama dengan bilangan bulat dikalikan dengan konstanta Planck dibagi dengan 2π.6 eV 2 Jari-jari orbit stationer diberikan oleh a 2 r=n = n2 0 2 Z mkZe 2 Dengan a0 = 2 = 0.05 x 10-34 J.detik Postulat ini menghasilkan tingkat energi yang diizinkan dalam atom hydrogen yang diberikan oleh En = − E0 k 2e4m Z 2 = −Z 2 2 2 2 2 n n dengan n suatu bilangan bulat dan E0 = k 2e2m = 13. mvr = nh = n rπ dengan h = h/2π = 1.059 nm mke 2 merupakan jari-jari pertama Bohr.

 Teori matematis sifat gelombang materi dikenal sebagai teori kuantum. Dengan persamaan ini. . electron diuraikan oleh fungsi gelombang yang mematuhi persamaan gelombang. Kuantisasi energi dari keadaan gelombang berdiri digunakan untuk electron dalam berbagai system. Thomson. Teori kuantum merupakan dasar untuk pemahaman kita atas ciri fisis dunia modern. yang mengukur difraksi dan interferensi electron. keadaan kuantum Bohr dapat dipahami sebagai keadaan gelombang berdiri. yang E h dan λ = h P mempostulatkan persamaan f = untuk frekuensi dan panjang gelombang electron. Sifat gelombang electron pertama kali diamati secara percobaan oleh Davisson dan Germer dan kemudian oleh G. Dalam teori ini.Bahan Ajar Fisika Dasar Fakultas Kehutanan UGM  Ciri gelombang electron pertama kali disarankan oleh de Broglie.P.