P. 1
Ulir Segitga

Ulir Segitga

|Views: 743|Likes:
Published by mardianto_anakgaul

More info:

Published by: mardianto_anakgaul on Oct 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2012

pdf

text

original

PROSES PEMBUATAN

:

Setiap akan bekerja pada mesin, dianjurkan untuk tidak mencoba sebelum menguasai pengoperashnnya. Tanyakan pada Instruktur atau pelajari terlebih dahulu buku petunjuknya.

Jenis mesin yang dilengkapi dengan Wir pembawa eretan dapat digunakan untuk membuat ulir.

Pada tingkat keterampilan ini Saudara harus sudah menguasai keterampilan dasar membubut

Pahat ulir luar segitiga jenis 'Ifanger' dilengkapi dengan pemegang khusus.

Jenis lainnya terbuat dari bahan dengan bentuk penampang segiempat clan dibentuk sesuai dengan arah pemotongannya.

Bahan pahat ulir luar bentuk lainnya berpenampang bulat clan dilengkapi dengan pemegang (holder). Bentuk pahat disesuaikan dengan arah pemotongan.

Pahat ulir dalarn segitiga jenis 'Ifanger', bentuk serta ukurannya distandarkan.

Pahat Or dalam jenis lainnya dibuaat dari bahan berpenampang bulat clan dHengkapi dengan pemegang (holder).

Pahat ulir luar segitiga digunakan untuk membuat alur ulir segitiga bagian diameter luar (baut). Ukuran disesuaikan dengan kecilnya baut yang akan dibuat. besar

Pahat ulir dalam segitiga digunakan untuk membuat alur ulir segitiga bagian diameter dalam (mur). Ukuran disesuaikan dengan besar kecilnya mur yang akan dibuat.

Sudut-sudut alat potong. 2 standar sudut alur ulir segitiga, luar maupun dalam adalah: 1. Metrik 600 2. Whitworth 550

Sudut buang alat potong mempengaruhi bentuk tatal yang dihasilkan. Sudut buang negatif, beram menuju benda kerja. Sudut buang positif, beram menjauhi benda kerja.

Pahat ulir luar maupun dalam pengasahannya menggunakan mesin khusus.

Penjepitan pahat ulir luar segitiga jenis 'Ifanger'diatur setinggi senter dan dimiringkan sesuai dengan kemiringan profil ulir = 30.

• Kemudian diatur setinggi senter. • Ketegaklurusan posisi pahat terhadap sumbu benda kerja diatur dengan menggunakan alat bantu mal ulir.

Ketegaklurusan posisi pahat terhadap sumbu benda kerja diatur dengan menggunakan alat bantu mal ulir.

Untuk jenis pahat ulir luar segitiga yang terbuat dari bahan berpenampang bulat, pada prinsip pengaturannya sama dengan jenis 'Ifanger'.

Bahan pahat ulir luar segitiga berpenampang segiempat, sudut kemiringannya dibentuk dari hasil penggerindaan. Sedangkan ketegaklurusannya diatur dengan alat bantu mal ulir.

Pemasangan pahat ulir dalam segitiga dijepit sependek mungkin agar tidak lentur pada proses pemotongan

Diameter bakal ulir segitiga, untuk ulir luar: d = nom - 10% kisar. Untuk ulir dalam, diameter lubang : d = nom - kisar
d d

Kedalaman pemakanan maksimal pahat Ulir segitga. Untuk ulir luar: h = 0,62 kisar untuk ulir dalam : h = 0,54 kisar

Proses pembentukan alur ulir luar segitiga, pertama-tama dilakukan pemotongan awal untuk memeriksa kisar yang terbentuk dari pengaturan pasangan roda gigi dan tuas-tuas pengatur pada proses penguliran.

Metoda pemotongan ulir luar segitiga dapat dibagi menjadi tiga : 1. Metoda pemotongan tegak lurus, digunakan untuk membubut bahan benda kerja rapuh seperti kuningan, besi tuang.

2. Metoda pemotongan dengan memiringkan eretan atas setengah dari sudut profil ulir. Digunakan untuk menghasilkan kisar ulir yang besar. Pahat ulir berbentuk setengah atau satu sudut profil ulir.

3. Metoda pemotongan zig-zag,
digunakan untuk memotong bahan benda kerja liat dan ukuran kisar sedang. Gesekan pemotongan zig-zag dihasilkan dari perpaduan gerakan eretan atas dan eretan melintang sehingga ujung sisi potong pahat bergantian memotong benda kerja.

Pada metoda pemotongan zig-zag, proses pemotongan akhir dilakukan dengan posisi pahat diatur netral (tegak lurus) terhadap posisi awal pemotongan. Ini berfungsi untuk menghabiskan alur tengah ujung profil dari tonjolan akibat proses zig-zag.

Kecepatan putar mesin pada proses pembuatan ulir: • n = (i3 - i2) dari putaran normal • tergantung keahlian operator

Menentukan pasangan roda gigi yang akan dpasang pada proses pembualan ulir: Lw
=

Z1 . Z3

Ls

Z2 - Z4

Lw Kisar benda kerja Ls Kisar ulir poros transfer Z1.23 = Jum. gigi roda gigi penggerak Z2.24 = Jumlah gigi roda gigi yang . digerakkan

Ulir luar diperiksa dengan "pemeriksa ulir luar" (Ring Thread Gauge). Hasil pemotongan yang baik alat pemeriksa masuk dengan ringan dan longgar.

Ulir dalam diperiksa dengan "Pemeriksa ulir dalam" (Plug Thread Gauge). Hasil yang baik pemeriksa masuk dengan ringan dan tidak longgar. Bagian yang bertanda merah tidak boleh masuk. Apabila masuk ulir tersebut terlalu besar ukurannya

Apabila ulir dibutuhkan teliti ukurannya biasa digunakan "Micro meter pengukur ulir

Atau diperiksa dengan alat proyeksi bentuk.

SOAL LATIHAN
Lingkari huruf a, b, c atau d untuk satu jawaban yang benar diantara 4 kemungkinan jawaban yang tersedia! 1 . Diameter bakal ulir luar dibuat lebih kecil dari diameter nominalnya, ini bertujuan untuk : a. Membentuk profil ulir dengan baik b. Membentuk kelonggaran dengan pasangannya c. Memuclahkan pemotongan d. Memuclahkan pembuatan ulir 2. Pernasangan pahat Or segitiga yang ticlak tegak lurus terhadap sumbu benda kerja akan berakibat : a. Pahat akan cepat aus b. Hasil pemotongan kasar c. Penyimpangan bentuk ulir d. Benda kerja terlepas dari pencekaman 3. Sebuah ulir M 20 x 1.5, yang dimaksud adalah: a. 0 nominal = 20 mm dan kisarnya = 1,5 mm b. 0 nominal = 19,85 mm dan kisarnya = 1,5 mm c. 0 nominal = 18,5 mm dan kisarnya 1,5 mm d. 0 terbesar = 20 mm dan 0 terkecil 1,5 mm 4. Diameter bakal ulir dalam untuk ulir diatas adalah a. 21,5 mm b. 1,26 mm c. 18,85 mm d. 1,93 mm 5. Kedalaman pemotongannya: a. 0,93 mm b. 1,26 mm c. 0,81 mm d. 1,93 mm

6. Bila proses transportir mesin = 6 mm, maka susunan roda giginya adalah a. Z1 = 20; Z2 = 30; D = 40; Z4 = 60 b. Z1 = 20; Z2 = 50; D = 60; Z4 = 64 c. Z1 = 60; Z2 = 50; Z3 = 40; Z4 = 30 d. Z1 = 20; Z2 = 40; Z3 = 30; Z4 = 60 7. Perbedaan penunjukan ukuran untuk ulir metrik dan inchi adalah : a. Ulir metrik ditunjukkan diameter nominal dan kisanya. b. Ulir inchi ditunjukkan diameter nominal dan kisanya. c. Ulir metrik ditunjukkan diameter nominal dan jumlahnya. d. a, b dan c tidak ada yang benar. 8. Sudut profil ulir segitiga yang benar adalah : a. Ulir metrik 550 dan inchi 600. b. Ulir metrik 600 dan metrik 550. c. Ulir Inchi 450 dan metrik 600. d. Ulir inchi 550 dan metrik 450. 9. Sudut buang pahat ulir metrik yang sudah diasah 600 adalah : a. 3 0 b. 0 0 c. 7 0 d. 5 10. Bila sudut profil ulir = 40, maka pengasahan pahatnya adalah a. β = 7 ; α = 1 0 0 b. β = 1 ; α = 7 0 0 C. β = 0 ; α = 1 0 0 d. β = 1 ; α = 0 11. Apabila poros transportir mesin metrik dan akan membuat ulir inchi, maka roda gigi 127 harus dipasang, karena: a. Roda gigi 127 adalah roda yang terbesar. b. Roda gigi 127 adalah sebagai pengubah satuan metrik ke inchi. c. Roda gigi 127 adalah roda perantara. d. Roda gigi 127 adalah merupakan kelipatan 25,4.
0 0 0

12. Roda gigi 127 dipasang pada penggerak berarti a. Merubah satuan metrik ke inchi. b. Merubah satuan inchi ke metrik. c. Tidak ada perubahan/satuannya tetap. d. a, b dan c salah. 13. Alat pemeriksa ulir luar disebut: a. Mincrometer ulir b. Plug Thread Gauge c. Ring Thread Gauge d. Proyeksi bentuk 14. Ulir dalarn diperiksa dengan: a. Micrometer b. Plug Thread Gauge c. Ring Thread Gauge d. Proyeksi bentuk 15. Ulir yang dikehendaki ukuran yang presisi diukur dengan a. Micrometer ulir b. Plug Thread Gauge c. Ring Thread Gauge d. Jangka Sorong

LATIHAN 1 Pernotongan Ulir Segitiga Luar Bahan : St. 37 Ø 32 x 72

- Periksa bahan - St37 Ø 32 x 72

- Jangka sorong

- Cekam benda kerja dengan cekam 3 rahang. - Bubut salah satu permukaan clan senter bor.

- Pahat tepi rata - Senter bor Ø 2,5 mm

Se

- Balik benda kerja - Bubut permukaan yang lain sampai panjang 70 mm - Senter bor

- Pasang benda kerja diantara dua senter. - Senter putar

- Lathe dog

- Bubut Ø 24f6 x 40

- Meicrometer luar 0 - 25 mm

- Bubut bakal ulir M20 x 1,5 sebesar 19,85 mm x 30 mm

- Bubut alur Ø 16,5 sebesar 5 mrm

- Pahat alur

- Chanter bagian Lyung Ø24f6 dan Ø 19,85

- Pahat chanter

- Pasang pahat ulir dan atur posisinya setinggi senter dan tegak lurus sumbu benda kerja.

- Pahat ulir - Mal pahat ulir

- Setel pasangan roda gigi untuk kisar 1,5.

- Atur putaran mesin ... rpm - Sentuhnya pahat pada benda kerja - Lakukan pemotongan dengan kedalaman 0,05 mm

- Periksa hasilnya dengan "Thread caliper''. - Setelah benar lakukan pemotongan sampai kedalaman

- Thread caliper

0,62 x 1,5
= 0,93 mm.

- Periksa hasilnya dengan pengukur ulir luar.

- Pengukur ulir luar

- Balik benda kerja dan cekam dengan collet. - Bubut Ø 246 x 10

- Collet Ø 20

- Chamfer semua bagian yang tejam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->