Pengertian Tasawuf: Dalam mengajukan teori tentang pengertian tasawuf, baik secara bahasa maupun secara istilah, para

ahli ternyata berbeda pendapat. Secara bahasa, pengertian tasawuf dapat di lihat menjad beberapa macam pengertian, seperti di bawah ini: Pertama, tasawuf berasal dari istilah yang di konotasikan dengan “ahlul suffah”, yang berarti sekelompok orang di masa Rasulullah yang hidupnya banyak berdiam di serambi-serambi mesjid, dan mereka mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT. Kedua, ada yang mengatakan tasawuf berasal dari kata “shafa”. Kata shafa ini berarti sebagai nama-nama orang yang “bersih” atau “suci”. Ketiga, ada yang mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata “shaf”. Makna shaf artinya orang-orang yang juikashalat selalu berada di shaf paling depan. Keempat, ada yang mengatakan istilah tasawuf di nisbahkan kepada orang-orang bani shufah. Kelima, ada yang menagatakan berasal dari kata “saufi”, yang artinya kebijaksanaan. Keenam, ada yang mengatakan tasawuf berasal dari kata “shaufanah”, yaitu sebangsa buah-buahan kecil berbulu banyak yang tumbuh di padang pasir di tanah Arab serta pakaiannya berbulu-bulu seperti buah itu pula, dalam kesederhanaannya. Adapun pengertian tasawuf berdasarkan istilah, telah banyak di rumuskan oleh ahli, yang satu sama lain berbeda sesuai dengan pemikirannya masing-masing. Di antara pendapat ahli itu adalah sebagai berikut:

An-Nur: 35). Hindu/Budha: mujahadah. 2. manusia selalu dalam pandangan Allah dimana saja (QS. Yunani: Unsur filsafat tentang masalah ketuhanan. Ketika di Tanya tentang tasawuf Ia mengatakan : “Memasuki segala budi (akhlak) yang bersifat luhur dan keluar dari budi pekerti yang rendah”. Ali Ibn Abi Talib. menyembunyikan diri setelah terkenal . perpindahan roh dari satu badan ke badan yang lain. Menurut Abu Hamzah. Unsur Islam: Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk: mencintai Tuhan (QS. Umar Ibn Khattab. Tuhan memberi cahaya kepada HambaNya (QS. bermegah-megahan setelah ia hina. bertaubah dan mensucikan diri (QS> At-Tahrim: 8). Unsur Non Islam: a. merendahkan diri setelah bermegah-megah . b. Nasrani: Cara kependetaan dalam hal latihan jiwa dan ibadah. Usman Ibn Affan. Ia mengatakan cirri dari ahli tasawuf adalah berfakir setelah ia kaya. Abu Zar Al-Ghiffari. sabar dalam bertaqarrub kepada Allah (QS. Hasan Basri. dan tersohor setelah ia bersembunyi. . 2. dan tanda sufi palsu adalah kaya setelah ia fakir. Sumber Ajaran Tasawuf: 1. c. dll. Ali Imran: 3) Hadis Nabi seperti tentang rahasia penciptaan alam adalah agar manusia mengenal penciptanya. Al-Baqarah: 110). Al-Maidah: 54). Menurut Al-Jurairi. Praktek para sahabat seperti Abu Bakar Ash-shiddiq.1.

sehingga dalam prakteknya tasawuf mementingkan akhlak. salat sunnah dan sebagainya. . yaitu orang-orang yang menyediakan dirinya untuk beribadah kepada Allah. Dia mendirikan Takya.  Tasawuf muncul sebagai respon terhadap praktek kehidupan para raja yang penuh dengan kemewahan. Tasawuf menjadi pengajian yang dipimpin oleh guru sufi. Tokohnya Hasan Basri. Benih-benih tasawuf ditemukan pada perilaku dan sifat Nabi. semacam padepokan sufi yang pertama. Sejarah Perkembangan Tasawuf     Masa Rasulullah belum ada istilah tasawuf. dan pembinaan moral. hidup sederhana. Akhlak dalam pelaksanaannya mengatur hubungan horizontal antara sesame manusia. Akhlak menjadi dasar dari pelaksanaan tasawuf.Hubungan Akhlak dengan Tasawuf: Akhlak dan Tasawuf saling berkaitan. seorang Zahid dari Syria (w. sedangkan tasawuf mengatur jalinan komunikasi vertical antara manusia dengan Tuhannya.  Istilah tasawuf muncul pada abad ke 2 H. Masa Tabi’in: ada istilah Nussak. 780 M). yang mendasarkan tasawuf hanya pada alQur’an dan hadis dan bertujuan asketisme. yang benarbenar mempraktekkan tasawuf dengan memunculkan konsep khauf dan raja’. tadarus alQur’an. Abad ke 5 H: muncul Al-Ghazali. pelurusan jiwa. Kehidupan para sahabat juga mencerminkan kehidupan sebagai sufi seperti sikap zuhud dan qana’ah. seperti ketika berkhalwat di gua hira. zuhud. Para sufi memperbanyak zikir. Kata sufi pertama kali digunakan oleh Abu Hasyim.   Abad ke 3 H: muncul tasawuf yang menonjolkan pemikiran eksklusif (tasawuf falsafi) seperti Al-Hallaj dengan konsep hulul.

 Sejak abad ke 6 H muncul perpaduan antara tasawuf akhlaki dengan falsafi dengan tokoh seperti: Suhrawardi Al-Maqtul dan Ibn Arabi. 570 H). 651 M). . dan Sayid Abdul Qadir Jaelani (w. Abd ke 6 H berkembang tarekat-tarekat untuk melatih dan mendidik para murid seperti yang dilakukan oleh Sayid Ahmad Rifa’I (w.

3944805079$:7. 2:7/ 805079 .3    O $0.3-37. ./ 2./-/:".        /.1 /03.70.O -/ 0   -0702-.3 9.3 40 $.9 9./ 0   2:3./ #1.-     .7.9 /.9 :39: 20.39. /03.7. 9.: 5075./7.:..69:/.70.7/ .3 /.3 .8.8.3 1.:1 ./:.-.3 $..0.3 203// 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful