P. 1
kajian perencanaan partisipatif

kajian perencanaan partisipatif

|Views: 1,041|Likes:
Published by FikryKarim

More info:

Published by: FikryKarim on Oct 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

BADAN PERENCANAAN DAERAH
KOTA DEPOK

Tahun 2007

BAPEDA KOTA DEPOK

i

Kajian Perencanaan Partisipatif

Perbagai peluang pengembangan kota-kota di Indonesia, termasuk di
Kota Depok, menghendaki inovasi dan pendekatan-pendekatan baru
untuk menghasilkan gagasan-gagasan kreatif. Bagaimana pun berbagai
perubahan dimulai dari gagasan / ide. Karena itu, gagasan tentang
partisipasi warga untuk menciptakan kondisi kota yang lebih baik,
seperti yang diprakarsai oleh “Imagine Chicago”, atau gagasan Charles
Landry (2002) tentang Kota Kreatif (The Creative City), mungkin harus
mulai didiskusikan secara meluas dan pengembangan gagasannya
dikelola secara lebih serius.

Konsep inti dibalik gagasan-gagasan itu adalah bahwa masa depan suatu
kota merupakan masa depan bersama seluruh warga kota. Kenyamanan,
kebanggaan, produktivitas, dan daya saing suatu kota merupakan produk
bersama warga kotanya. Karena itu perlu ditumbuhkan milieu kreatif
yang memungkinkan setiap individu warga kota, termasuk organisasi-
organisasi yang ada, untuk dapat memberikan gagasan kreatif dan
kontribusi terbaiknya bagi penciptaan kota yang diinginkan bersama.

Dari perspektif itu, maka perencanaan partisipatif harus dilihat tidak
semata-mata sebagai pelaksanaan suatu prosedur perencanaan yang
melibatkan masyarakat semata, seperti yang dilakukan selama ini, tapi
harus dimulai dengan proses imajinatif yang melibatkan sebanyak
mungkin warga kota untuk merumuskan bersama tentang kota seperti
apa yang diinginkan bersama di masa depan. Semakin detil kondisi yang
diinginkan, dan semakin banyak warga kota yang memahami tentang
kondisi detil kota yang diinginkan itu, maka akan semakin memudahkan
bagi semua pihak untuk merealisasikannya.

Depok, Desember 2007

BAPEDA KOTA DEPOK

ii

Kajian Perencanaan Partisipatif

BAPEDA KOTA DEPOK

ii

Kajian Perencanaan Partisipatif

Hal

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………

i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………

ii
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………………… iv
DAFTAR TABEL…………………………………………………………………………

v

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang………………………………………..………

1

1.2. Tujuan………………………………………………………..……

7

1.3. Metodelogi kajian……………………………………………

7

1.4. Sistematika Penulisan Kajian…………………………

8

BAB II TINJUAN PUSTAKA

2.1. Konsep Pembangunan……………………………………

10

2.2. Konsep Perencanaan………………………………………

16

2.3. Partisipasi Masyarakat……………………………………

22
2.4. Perencanaan Partisipatif…………………………………51
2.5. Modal Sosial…………………….………………………………55
2.6. Konsep Biaya Transaksi…………………………………

57

2.7. Forum Warga……….…………………………………………

60
2.8. Pendekatan Apreciative Inquiri………………………65

BAB III KEBIJAKAN DAERAH

3.1. Visi Pembangunan Daerah…………………………… 72
3.2. Misi Pembangunan Daerah…………………………… 75
3.3. Kebijakan Umum…………………………………………… 75

BAB IV LANDASAN KONSTITUSIONAL, YURIDIS DAN
KEBIJAKAN PERENCANAAN PARTISIPATIF

4.1. UUD 1945……………………………………………………… 82
4.2. UU NO. 25/2004…………………………………………… 85
4.3. SE Bersama Bappenas dan Mendagri……………

90
4.4. Srt Mendagri No. 414.2/2435/SJ (2005) ………92
4.5. Kep. Walikota Depok No. 02/2004…………………94

BAPEDA KOTA DEPOK

iii

Kajian Perencanaan Partisipatif

BAB V

KAJIAN EVALUATIF PERENCANAAN
PARTISIPATIF

5.1. Tolok ukur peraturan perundangan dan
juknis (petunjuk teknis) …………..……………………97
5.2. Tolok ukur berdasarkan tipologi partisipasi… 98
5.3. Tolok ukur pengembangan modal sosial……… 98
5.4. Tinjauan evaluatif……………………………………………99
5.5. Pembahasan……………………………………………………107

BAB VI SKENARIO PENGUATAN PERENCANAAN
PARTISIPATIF

6.1. Tanpa perubahan berarti (status quo) …………116
6.2. Memenuhi aturan/pedoman yg ada………………118
6.3. Memenuhi aturan + kemitraan……..………………120
6.3. Kemitraan + pendekatan apresiatif……………… 122

BAB VII REKOMENDASI SKENARIO

7.1. Musrenbang RW dan Kelompok-kelompok
Masyarakat………………………………………………………124
7.2. Musrenbang Kelurahan……………………………………125
7.3. Musrenbang Kecamatan…………………………………126
7.4. Forum SKPD……………………………………………………126
7.5. Musrenbang Kota……………………………………………127

BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN

8.1. Kesimpulan………………………………………………………128
8.2. Saran………………………………………………………………131

DAFTAR PUSTAKA

BAPEDA KOTA DEPOK

iv

Kajian Perencanaan Partisipatif

Hal

Gambar 1.
Tangga Partisipasi menurut Arnstein…………………………………………

4

Gambar 2.
Alur Kajian Perencanaan Partisipatif di Kota Depok…………………

8

Gambar 3.
Roda Partisipasi oleh Davidson…………………………………………………

44

BAPEDA KOTA DEPOK

v

Kajian Perencanaan Partisipatif

Hal

Tabel 1.
Tiga model pendekatan pemberdayaan masyarakat……………….

16

Tabel 2.
Istilah-istilah didalam proses perencanaan berdasarkan
proses perencanaan yang dikandungnya…………………………………

17

Tabel 3.
Tangga pemberdayaan warga, Burns………………………………………

34

Tabel 4.
Tipologi partisipasi, Pretty…………………………………………………………

40

Tabel 5.
Tingkatan partisipasi, Mayer…………………………………………………….

41

Tabel 6.
Tahapan partisipasi, Wates………………………………………………..………

42

Tabel 7.
Tipologi partisipasi, Parkers dan Panelli………………………….…………

43

Tabel 8.
Tipologi roda partisipasi, Davidson……………………………………………

45

Tabel 9.
Tangga partisipasi masyarakat, Bonger & Specht…………….………

46

Tabel 10.
Perbedaan pendekatan problem solving dan KPA……………..…….

69

Tabel 11.
Hak-hak warga Negara berdasarkan UUD 1945……………….………

82

BAPEDA KOTA DEPOK

vi

Kajian Perencanaan Partisipatif

Tabel 12.
Kewajiban warga Negara berdasarkan UUD 1945………………….…

84

Tabel 13.
Tugas, tanggung jawab dan kewajiban Negara/pemerintah……

85

Tabel 14.
Tinjauan evaluatif proses perencanaan di kota Depok…………….

99

BAPEDA KOTA DEPOK

1

Kajian Perencanaan Partisipatif

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->