BAB I PENDAHULUAN 1.1.

LATAR BELAKANG Sebelum kita mengetahui latar belakang pembahasan Impuls dan Momentum Linear maka terlebih dahulu kita pahami apa yang dimaksud dengan Impuls dan Momentum Linear. Impuls adalah besaran vektor yang arahya sejajar dengan arah gaya dan Menyebabkan perubahan momentum dan Momentum Linear adalah momentum yang dimiliki benda-benda yang bergerak pada lintasan lurus Pernahkah menyaksikan tabrakan antara dua kendaraan di jalan. apa yang terjadi ketika dua kendaraan bertabrakan. kondisi mobil atau sepeda motor mungkin hancur berantakan. Kalau kita tinjau dari ilmu fisika, fatal atau tidaknya tabrakan antara kedua kendaraan ditentukan oleh momentum kendaraan tersebut. Dalam ilmu fisika terdapat dua jenis momentum yakni momentum linear dan momentum sudut. Kadang-kadang momentum linear disingkat momentum. 1.2. TOPIK BAHASAN Penjelasan di atas merupakan contoh dari kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan Impuls dan momentum linear, dengan Hukum Newton II yang diturunkan menjadi impuls dan momentum linear, tumbukanyang akan dijelaskan dalam makalah ini serta pembahasan yang bersangkutan dengan penjelasan Impuls dan momentum. 1.3. TUJUAN Peningkatan kualitas pendidikan adalah suatu tugas dan tanggung jawab semua pihak yang dilakukan. Terutama dalam pengembangan pelajaran di sektor pendidikan Untuk itu penyusun menulis makalah ini untuk menjelaskan dari Impuls dan Momentum Linear yang tidak mudah untuk di fahami oleh setiap individu.

1

PENGERTIAN IMPULS DAN MOMENTUM LINEAR Impuls • Hasil kali gaya dengan selang waktu singkat bekerjanya gaya terhadap bendayang menyebabkan perubahan momentum. Momentum • Ukuran kesukaran untuk memberhentiikan suatu benda yang sedang bergerak. Dirimu jangan bingung ketika membaca buku pelajaran fisika yang hanya menulis “momentum”. Momentum suatu benda didefinisikan sebagai hasil kali massa benda dengan kecepatan gerak benda tersebut p = m . Momentum linear merupakan momentum yang dimiliki benda-benda yang bergerak pada lintasan lurus. Momentum Disebabkan adanya impuls serta Besar dan arahnya = besar dan arah impuls Dalam ilmu fisika terdapat dua jenis momentum yakni momentum linear dan momentum sudut. Tetapi yang kita maksudkan sebenarnya adalah “kecepatan linear”. Seperti pada gerak lurus. Kadang-kadang momentum linear disingkat momentum.BAB II IMPULS DAN MOMENTUM LINEAR 2. sedangkan momentum sudut dimiliki benda-benda yang bergerak pada lintasan melingkar.v0 2 . Makin sukar memberhentikannya.v atau P = m.1. kita seringkali hanya menyebut kecepatan linear dengan “kecepatan”.v1– m. Yang dimaksudkan buku itu adalah momentum linear. makin besar momentumnya.

gaya F pada partikel dianggap tetap dengan arah sejajar gerak partikel jadi Jika kecepatan (v) partikel pada t =0 adalah Vo maka kecepatan pada waktu t adalah V = Vo + at ( V = Vo + at ) m Vm = Vo.Apabila pada t1 kecepatan v1 dan pada t2 kecepatan adalah v2 maka : F (T1 − T2) = m.v2– m. Jadi walaupun seorang berbadan gendut. Dari persamaan di atas. m adalah massa benda dan v adalah kecepatan benda. maka arah momentum adalah timur.t m.at Vm = Vo. maka satuan momentum adalah kg m/s. tampak bahwa momentum (p) berbanding lurus dengan massa (m) dan kecepatan (v). Misalnya sebuah mobil bergerak ke timur. maka momentum benda tersebut juga bertambah besar. Momentum merupakan besaran vektor. maka semakin besar juga momentum sebuah benda. Semakin besar kecepatan benda. momentum orang tersebut = 0 apabila dia diam alias tidak bergerak. Bagaimana dengan satuan momentum ? karena p = mv. Jadi momentum suatu benda selalu dihubungkan dengan massa dan kecepatan benda tersebut. tapi kalau mobilnya bergerak ke selatan maka arah momentum adalah selatan. jadi selain mempunyai besar alias nilai. Perlu anda ingat bahwa momentum adalah hasil kali antara massa dan kecepatan.v1 P adalah lambang momentum. Terus arah momentum bagaimana-kah ? arah momentum sama dengan arah kecepatan. Sedangkan T adalah aksi gaya. Jika Partikel dengan massa m bergerak sepanjang garis lurus. kita tidak bisa meninjau momentum suatu benda hanya berdasarkan massa atau kecepatannya saja.Vo = F. di mana satuan m = kg dan satuan v = m/s.m + F. Besar momentum p = mv. semakin besar massa sebuah benda.V – m. Demikian juga.t 3 . m + M. momentum juga mempunyai arah.

apa hubungan antara hukum II Newton dengan momentum ? yang benar. bukan hubungan antara Hukum II Newton 4 . maka: I=F t = ∆p Fr= I /t =p/∆t “ Impuls dari sebuah gaya sama dengan perubahan momentum partikel “. Nah. kita telah belajar bahwa jika ada gaya total yang bekerja pada benda maka benda tersebut akan mengalami percepatan.v – m. HUBUNGAN MOMENTUM DENGAN HUKUM II NEWTON Pada pokok bahasan Hukum II Newton. misalnya bola yang dihantam tongkat pemukul.Perubahan momentum linear = m. impuls dapat dicari dengan menghitung luas daerah di bawah kurva F(t) (yang diarsir).Vo Impuls gaya = F. Dari hukum ke-2 Newton diperoleh F = dp/dt ∫ F dt = ∫ dp I = F dt = p = Impuls Jika dilihat dengan grafik. 2. Tampak bahwa gaya impulsif tersebut tidak konstan. tongkat bersentuhan dengan bola hanya dalam waktu yang sangat singkat. sedangkan pada waktu tersebut tongkat memberikan gaya yang sangat besar pada bola. yaitu dari harga rata-ratanya. sebaiknya segera meluncur ke TKP dan pelajari dulu. Fr . di mana arah percepatan benda sama dengan arah gaya total. Gaya yang cukup besar dan terjadi dalam waktu yang relatif singkat ini disebut gaya impulsif.t Dalam suatu tumbukan.2. Bila dibuat pendekatan bahwa gaya tersebut konstan. Jika dirimu masih bingung dengan Hukum II warisan Newton.

Ketika mobil masih diam. Misalnya ketika sebuah mobil bergerak di jalan dengan kecepatan tertentu. momentum mobil = 0. Kalau P besar itu lambang daya. bukan momentum. pada saat mobil mulai bergerak dengan kecepatan tertentu. Ini adalah hukum II Newton dalam bentuk momentum. p dicetak tebal karena momentum adalah besaran vektor. Ketika kecepatan mobil berkurang (v makin kecil). Dari persamaan ini. Newton pada mulanya menyatakan hukum II newton dalam bentuk momentum. Secara matematis. Sekarang pahami penjelasan berikut ini. kita bisa menurunkan persamaan Hukum II Newton “yang sebenarnya” untuk kasus massa benda konstan alias tetap. Nah. mobil tersebut memiliki momentum. versi momentum dari Hukum II Newton dapat dinyatakan dengan persamaan : ∑F= ∆p∆t ∑F= gaya total yang bekerja pada benda ∆p = perubahan momentum ∆t = selang waktu perubahan momentum Catatan = lambang momentum adalah p kecil.Sekarang kita tulis kembali persamaan di atas : 5 . bukan P besar. Demikian juga sebaliknya. laju perubahan momentum suatu benda sama dengan gaya total yang bekerja pada benda tersebut. momentum mobil juga berkurang. untuk mengurangi kecepatan mobil pasti dibutuhkan gaya (dalam hal ini gaya gesekan antara kampas dan ban ketika mobil direm). Jadi kita bias mengatakan bahwa perubahan momentum mobil disebabkan oleh gaya total. Hanya Hukum II Newton yang menyebut hasil kali mv sebagai “kuantitas gerak”. mobil tersebut memiliki momentum. sebuah mobil yang sedang diam akan bergerak jika ada gaya total yang bekerja pada mobil tersebut (dalam hal ini gaya dorong yang dihasilkan oleh mesin).dengan momentum tetapi hubungan antara gaya total dengan momentum. Dengan kata lain.

Di atas sebagai Hukum II Newton “yang sebenarnya”. 2. Ini yang membuat tangan terasa lebih sakit ketika dipukul sangat cepat (waktu kontak antara jari pemukul dan tangan yang dipukul sangat singkat). kita tidak bisa menggunakan Hukum II Newton “yang sebenarnya” (F = ma). tapi tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan Hukum II Newton versi momentum.∑F= ∆p∆t Jika Vo = kecepatan awal. Terus apa bedanya penggunaan hukum II Newton “yang sebenarnya” dengan hukum II Newton versi momentum ? Hukum II Newton versi momentum di atas lebih bersifat umum. yang sudah kita pelajari pada pokok bahasan Hukum II Newton. maka persamaan di atas akan menjadi : ∑F= mvt-mv∆t₀ ∑F= m(vt-v)∆t₀ ∑F= ∆v∆t ∑F= ma ini adalah persamaan Hukum II Newton untuk kasus massa benda tetap. Kita hanya bisa menggunakan Hukum II Newton versi momentum. Contohnya roket yang meluncur ke ruang angkasa. Setelah turun secara drastis menjadi nol kembali. gaya meningkat dari nol pada saat terjadi kontak dan menjadi nilai yang sangat besar dalam waktu yang sangat singkat. Vt = kecepatan akhir. Massa roket akan berkurang ketika bahan bakarnya berkurang atau habis.3HUBUNGAN MOMENTUM LINEAR DAN IMPULS Ketika terjadi tumbukan. kita bisa menggunakan Hukum II Newton “yang sebenarnya”. sedangkan Hukum II Newton “yang sebenarnya” hanya bisa digunakan untuk kasus massa benda tetap. Ketika kita meninjau benda yang massa-nya tidak tetap alias berubah. Jadi ketika menganalisis hubungan antara gaya dan gerak benda. di mana massa benda konstan.Hukum II Newton versi momentum yang telah kita turunkan di atas menyatakan bahwa laju perubahan momentum suatu benda sama 6 .

partikel 1 oleh partikel 2 dan F21 pada partikel 2 oleh partikel 1. Dalam setiap selang waktu. 2. perubahan vector momentum. Dua buah partikel saling bertumbukan. Ketika mobil dan sepeda motor bertabrakan alias bertumbukan. apa yang terjadi jika mobil bergerak sangat kencang (v sangat besar) ? Kita bisa mengatakan bahwa makin besar momentum yang dimiliki oleh sebuah benda. Pada saat bertumbukan kedua partikel saling memberikan gaya (aksi-reaksi). bagaimana akibat yang ditimbulkan dari tabrakan antara dua sepeda motor dan tabrakan antara sepeda motor dengan mobil ? anggap saja kendaraan tersebut bergerak dengan laju sama. Besar gaya yang bekerja pada benda yang bertumbukan dinyatakan dengan persamaan :Ingat bahwa impuls diartikan sebagai gaya yang bekerja pada benda dalam waktu yang sangat singkat.4 HUBUNGAN MOMENTUM LINEAR DAN TUMBUKAN Sekarang coba dirimu bandingkan.dengan gaya total yang bekerja pada benda tersebut. Misalnya ketika ronaldinho menendang bola sepak. Perubahan momentum pada partikel 1 : p12= ∫ F12 dt = Fr12 t F12 pada 7 . maka pasti sepeda motor yang terpental. Bisa anda bayangkan.5 KEKALAN MOMENTUM LINEAR Oleh karena masing-masing benda memberi gaya pada benda lainnya maka momentum masing-masing benda berubah. momentum mobil tersebut lebih besar dibandingkan dengan momentum sepeda motor. semakin besar efek yang timbulkan ketika benda tersebut bertumbukkan. 2. Tentu saja tabrakan antara sepeda motor dan mobil lebih fatal akibatnya dibandingkan dengan tabrakan antara dua sepeda motor. Konsep impuls membantu kita ketika meninjau gaya-gaya yang bekerja pada benda dalam selang waktu yang sangat singkat. Kalo ga percaya silahkan buktikan Massa mobil jauh lebih besar dari massa sepeda motor. atau ketika tanganmu dipukul dengan cepat. sehingga ketika mobil bergerak.

maka tumbukan tidak mengubah momentum total sistem”.6 HUKUM KEKALAN MOMENTUM LINEAR Pada pokok bahasan Momentum dan Impuls . gaya gesek) sangat kecil dibandingkan dengan gaya impulsif. kita telah berkenalan dengan konsep momentum serta pengaruh momentum benda pada peristiwa tumbukan. sehingga gaya eksternal tersebut dapat diabaikan.F12 maka Fr21 = . Ingat ya. partikel yang satu besarnya sama dan arahnya berlawanan dengan perubahanvector momentum partikel yang lain. Catatan : selama tumbukan gaya eksternal (gaya grvitasi. ternyata momentum total sebelum tumbukan = momentum total setelah tumbukan.Perubahan momentum pada partikel : ∆p2= ∫ F21 dt = Fr21 ∆t Karena F21= .Fr12 oleh karena itu p1 = . momentum merupakan hasil kali antara massa benda dengan kecepatan gerak benda tersebut. Pada kesempatan ini kita akan meninjau momentum benda ketika dua buah benda saling bertumbukan. 2. 8 . Kita tidak bisa meninjau momentum suatu benda hanya berdasarkan massa atau kecepatannya saja. Hal ini berlaku apabila tidak ada gaya luar alias gaya eksternal total yang bekerja pada benda yang bertumbukan.∆p2 Momentum total sistem : P = p1+ p2 dan perubahan momentum total sistem : ∆P= p1 + ∆p2 = 0 “Jika tidak ada gaya eksternal yang bekerja. Jadi momentum suatu benda selalu dihubungkan dengan massa dan kecepatan benda. Hukum Kekekalan Momentum Tidak peduli berapapun massa dan kecepatan benda yang saling bertumbukan.

m1v’1 = momentum benda 1 setelah tumbukan.Jadi analisis kita hanya terbatas pada dua benda yang bertumbukan. Yang kita tinjau ini 9 . m2v2 = momentum benda 2 sebelum tumbukan. v2 = kecepatan benda 2 sebelum tumbukan. kita dapat menurunkan persamaanHukum Kekekalan Momentum dari persamaan hukum II Newton. m2v’2 = momentum benda 2 setelah tumbukan Perlu anda ketahui bahwa Hukum Kekekalan Momentum ditemukan melalui percobaan pada pertengahan abad ke-17. Walaupun demikian. Jika dua benda yang bertumbukan diilustrasikan dengan gambar di atas. m2 = massa benda 2. v1 = kecepatan benda 1 sebelum tumbukan. v’2 = kecepatan benda 2 setelah tumbukan Jika dinyatakan dalam momentum. maka secara matematis.hukum kekekalan momentum dinyatakan dengan persamaan :Momentum sebelum tumbukan = momentum setelah tumbukan m1v1 + m2v2 = m1v’1 + m2v’2 Keterangan : m1 = massa benda 1. v’= kecepatan benda 1 setelah tumbukan. tanpa ada pengaruh dari gaya luar Sekarang perhatikan gambar di bawah ini. sebelum eyang Newton merumuskan hukumnya tentang gerak (mengenai Hukum II Newton versi momentum telah saya jelaskan pada pokok bahasan Momentum. maka : m1v1 = momentum benda 1 sebelum tumbukan. Tumbukan dan Impuls).

seperti yang dilustrasikan pada gambar di atas.khusus untuk kasus tumbukan satu dimensi. BAB III TUMBUKAN 10 .

mobil dengan mobil maupun antara sepeda motor dengan mobil. permainan billiard tidak akan pernah ada. Banyak kecelakaan yang terjadi di jalan raya sebagiannya disebabkan karena tabrakan (tumbukan) antara dua kendaraan. Ketika bola sepak ditendang David Beckham.3. Demikian juga dengan kereta api atau kendaraan lainnya. kita telah meninjau hubungan antara momentum benda dengan peristiwa tumbukan. Sebab disini sebagian energi mungkin diubah menjadi panas akibat tumbukan atau terjadi perubahan bentuk : Macam tumbukan yaitu : • • • • Tumbukan elastis sempurna. yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik dan kedua benda setelah tumbukan melekat dan bergerak bersama-sama. baik antara sepeda motor dengan sepeda motor. Pada kesempatan ini kita akan mempelajari 11 . Tumbukan tidak elastis . pada saat itu juga terjadi tumbukan antara bola sepak dengan kaki Abang Beckham. Dalam kehidupan sehari-hari. Koefisien restitusi e = 1 Tumbukan elastis sebagian. Hukum Kekekalan Momentum yang telah diulas sebelumnya juga selalu ditinjau ketika dua benda saling bertumbukan. Demikian juga dengan permainan kelereng kesukaanmu ketika masih kecil. Koefisien restitusi e = 0. Hidup kita tidak terlepas dari adanya tumbukan. kita biasa menyaksikan benda-benda saling bertumbukan.1. Masih banyak contoh lainnya yang dapat anda temui dalam kehidupan sehari-hari. PENGERTIAN TUMBUKAN Tumbukan adalah pertemuan dua benda yang relatif bergerak. misalnya panas. Ayo dipikirkan… Pada pembahasan mengenai momentum dan impuls. yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik sebab ada sebagian energi yang diubah dalam bentuk lain. Pada setiap jenis tumbukan berlaku hukum kekekalan momentum tetapi tidak selalu berlaku hukum kekekalan energi mekanik. Tampa tumbukan. yaitu tumbukan yang tak mengalami perubahan energi. Koefisien restitusi 0 < e < 1.

TUMBUKAN LENTING SEMPURNA Tumbukan lenting sempurna tu maksudnya bagaimanakah ? Dua benda dikatakan melakukanTumbukan lenting sempurna jika Momentum dan Energi Kinetik kedua benda sebelumtumbukan = momentum dan energi kinetik setelah tumbukan. Karena memiliki massa dan kecepatan.peristiwa tumbukan secara lebih mendalam dan mencoba melihat hukum-hukum fisika apa saja yang berlaku ketika benda-benda saling bertumbukan. Hukum kekekalan momentum ditinjau dari energi kinetik: Dua benda. pada tumbukanlenting sempurna berlaku Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik.2. Benda 1 bergerak dengan kecepatanv1 dan benda 2 bergerak dengan kecepatan v2. Kedua benda itu bertumbukan dan terpantul dalamarah yang berlawanan.Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik berlaku pada peristiwatumbukan lenting sempurna karena total massa dan kecepatan kedua benda sama. Sesuai dengan kesepakatan. Tidak ada Energi Kinetik yang hilang selama proses tumbukan. maka kedua benda 12 . kita bisa mengatakan bahwa pada peritiwa Tumbukan Lenting Sempurna berlaku Hukum Kekekalan Energi Kinetik. Dengan kata lain. Dengan demikian. baik sebelummaupun setelah tumbukan. arah ke kanan bertanda positif dan arahke kiri bertanda negatif. Hukum Kekekalan Energi Kinetik berlaku pada Tumbukan lentingsempurna karena selama tumbukan tidak ada energi yang hilang. 3. Benda-benda yang mengalami Tumbukan Lenting Sempurna tidak menghasilkan bunyi. Perhatikan bahwa kecepatan merupakan besaran vektor sehinggadipengaruhi juga oleh arah.panas atau bentuk energi lain ketika terjadi tumbukan. benda 1 dan benda 2 bergerak saling mendekat.

1/2m₂v'₂² Keterangan : 12m₁v₁² = EK benda 1 sebelum tumbukan 12m₂v₂²= EK benda 2 sebelum tumbukan 12m₁v'₁²= EK benda 1 setelah tumbukan 12m₂v'₂²= EK benda 2 setelah tumbukan Kita telah menurunkan 2 persamaan untuk Tumbukan Lenting Sempurna. baik sebelum tumbukan maupun setelah tumbukan. Total Momentum dan Energi Kinetikkedua benda sama. m1v’1 = momentum benda 1 setelah tumbukan m2v2 = momentum benda 2 sebelum tumbukan. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut : 1/2m₁v₁²-1/2m₂v₂²= 1/2m₁v'₁².memiliki momentum (p = mv) dan energi kinetik (EK = ½ mv2). Secara matematis. m2v’2 = momentum benda 2 setelah tumbukan Pada Tumbukan Lenting Sempurna berlaku juga Hukum Kekekalan Energi Kinetik. m1v1 = momentum benda 1 sebelum tumbukan. Hukum Kekekalan Momentum dirumuskan sebagai berikut : m v + m v = m v' +m v' →Persamaan 1 Keterangan : m1 = massa benda 1. yakni persamaan Hukum Kekekalan Momentum dan Persamaan Hukum 13 . v’2 = kecepatan benda 2 setelah tumbukan Jika dinyatakan dalam momentum. m2 = massa benda 2 v1 = kecepatan benda sebelum tumbukan dan v2 = kecepatan benda 2 Sebelum tumbukan v’1 = kecepatan benda Setelah tumbukan.

laju kedua benda sebelum dan setelah tumbukan sama besar tetapi berlawanan arah. Persamaan ini diturunkan dari dua persamaan di atas. Dalam kondisi setelah tumbukan kedua benda menempel dan bergerak bersama-sama. bahwa apabila hanya diketahui massa dan kecepatan awal. Sedangkan bila tenaga kinetiknya tidak kekal tumbukannya tidak elastik. tumbukannya bersifat elstik. maka kecepatansetelah tumbukan bisa kita tentukan menggunakan suatu persamaan lain.1/2m₂v₂² Ini merupakan salah satu persamaan penting dalam Tumbukan Lenting sempurna. berapapun massa benda tersebut. tumbukannya tidak elastik sempurna.Kekekalan Energi Kinetik. Bila tenaga kinetiknya kekal. Ada suatu halyang menarik. 3. selain persamaan Kekekalan Momentum dan persamaan Kekekalan Energi Kinetik. 14 .3TUMBUKAN SATU DIMENSI Tumbukan biasanya dibedakan dari kekal-tidaknya tenaga kinetik selama proses. Persamaan 3 menyatakan bahwa pada Tumbukan Lenting Sempurna. m₁ v₁+m₂v₂=m₁v'₁+m₂v'₂ m₁ v₁-m₂v₂=m₁v'₁-m₂v'₂ m₁v₁-v'₁=m₂(v'₂-v₂)→ Persamaan a Kita tulis kembali persamaan Hukum Kekekalan Energi Kinetik : 1/2m₁v₁²-1/2m₂v₂²= 1/2m₁v'₁².

v’2 e : koefisien elastisitas. e = 1 untuk tumbukan elastis 0 < e < 1 untuk tumbukan tidak elastis e = 0untuk tumbukan tidak elastis sempurna BAB IV PENUTUP 15 . berkurang/bertambahnya tenaga mekanik ini berubah/berasal dari tenaga potensial deformasi (perubahan bentuk).v2 v’1.v’1 Tumbukan tidak elastik Dari kekekalan momentum : m1v1+ m2v2= m1v’1+ m2v’2 Kekekalan tenaga mekanik tidak berlaku.Tumbukan elastik Dari kekekalan momentum : m₁ v₁+m₂v₂=m₁v'₁+m₂v'₂ Dari kekekalan tenaga kinetik : 1/2m₁v₁²+1/2m₁v'₁²=1/2m₂v₂²+ 1/2m₂v'₂² Dan diperoleh : v1 – v2 = v’2 . Dari persamaan ketiga tumbukan elastis dapat dimodifikasi menjadi : v1.

DAFTAR RUJUKAN Giancoli. Fisika Jilid I (terjemahan). dll. Pada tumbukan lenting sempurna energi kinetik benda tidak ber kurang atau berubah menjadi energi lain. pada tumbukan tak lenting energi kinetik benda sebagian berubah menjadi energi lain seperti energi bunyi. Jakarta : Penerbit Erlangga. Apabila dua buah benda bertemu dengan kecepatan relatif maka benda tersebut akan bertumbukan dan tumbukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu lenting sempurna dan tak lenting. impuls didefinisikan sebagai hasil kali gaya dengan selang waktu kerja gayanya. energi panas. Douglas C. Hukum kekekalan momentum suatu benda dapat diturunkan dari persamaan hukum kekekalan energi mekanik suatu benda tersebut.2001. 16 .Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa momentum didefinisikan sebagai hasil perkalian antara massa dengan kecepatannya.

Fisika untuk Sains dan Teknik–Jilid I (terjemahan). P. 17 .A. Jakarta : Penebit Erlangga. 1991. Jakarta : Penerbit Erlangga.1998. Fisika Jilid I (Terjemahan). Tipler.Halliday dan Resnick.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful