LUKA

LUKA (Vulnus,Wound)
PENDAHULUAN Luka sepertinya tidak asing lagi dalam kehidupan kita sehari-hari, setiap orang dipastikan telah pernah mengalaminya. Luka ini bisa saja terjadi dimana-mana, bisa didalam rumah maupun diluar seperti dijalan raya, kebun dan sebagainya.luka biasanya disebabkan oleh trauma tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, gigitan hewan dan lain sebagainya.

DEFINISI Kehilangan kontuinitas kulit atau mukosa yang disebabkan oleh trauma, kimia, listrik, radiasi, dan bisa juga disertai dengan kerusakan jaringan lunak dan tulang.

SINONIM Nama lain luka dalam bahasa latin adalah Vulnus sedangkan dalam bahasa Inggris adalah Wound.

ETIOLOGI Biasanya disebabkan oleh : • • • • • Trauma benda tajam atau tumpul Perubahan suhu Zat kimia Sengatan listrik Gigitan hewan

KKS SMF Bedah RSPM 2004

1

disebabkan oleh tertususuk paku atau benda yang runcing. dasar dinding tidak rata dasar dalam KKS SMF Bedah RSPM 2004 2 . Biasanya luka dangkal dan sedikit berdarah  Vulnus scisum/incised wound (luka sayat) Terjadinya sayatan pada kulit bahkan bisa menembus otot. biasanya disebabkan oleh benda tajam seperti pisau.  Vulnus Sclopectum (luka tembak) Biasanya luka ini mempunyai ciri :  dalam  Luka keluar : besar. pada luka ini kuman tetanus gampang masuk. Luka masuk : kecil.LUKA MACAM-MACAM LUKA  Excoriasi (luka lecet) Terjadi kerusakan sebahagian tebal kulit biasanya disebabkan oleh tergores benda tajam atau tumpul. kecelakaan. Biasanya lukanya bersifat bersih. dasar sukar dilihat. Dan pinggir luka compang camping.  Vulnus punctum (luka tusuk) Adalah luka kecil dengan dasar yang sukar dilihat. dinding tidak rata. dasar kecil. pinggir compang camping.  Vulnus Laceratum (luka robek) Biasanya disebabkan oleh trauma tumpul. dasar kotor/tidak teratur dan terjadi hematom/edem disekitar luka tersebut. dinding luka sukar dilihat. tergores aspal. kaca dan lain sebagainya. pinggir rata. lukanya kecil.

Bisa timbul kontraktur (bekas luka mengkerut karena jaringan parut)  Luka memar (kontusio) PERAWATAN LUKA 1. Pembersihan luka atau toilet luka Tindakan bedah secara aseptis dan antiseptic terhadap suatu luka dalam rangka pengobatan luka Tindakan Aseptis adalah : tindakan untuk mencapai keadaan suci hama dengan cara mekanik dan fisik : misalnya dengan mencuci tangan dengan memakai sterilisator Antiseptic adalah : mensucihamakan dengan memakai obat-obatan. Luka ini harus segera di cek apakah kena otot. dll). memakai sabun atau antiseptic (yodium. pembuluh darah dan tulang  Luka dengan skin loss (kehilangan jaringan kulit) Luka ini setelah dibersihkan harus ditutup karena kalau dibiarkan terbuka akan lama penyembuhannya. dan kalau disertai dengan patah tulang atau robek tendon. Anggota yamg luka dicuci dengan air mengalir. tendon. alcohol 70%. Penutupan luka 0. Tindakan. dapat terjadi infeksi dan sembuhnya lama.9%) KKS SMF Bedah RSPM 2004 3 . yang punya rambut dicukur. lalu dicuci (bilas dengan NacCl 2. syaraf.LUKA luka ini sebenarnya bersih tapi sering dianggap kotor karena banyaknya jaringan yang rusak yang nantinya akan menjadi benda asing.

Fase inflamasi atau “lag Phase” berlangsung sampai hari kelima. KKS SMF Bedah RSPM 2004 4 . 4. mengatur tonus dinding pembuluh darah dan kemotaksis terhadap terhadap leukosit.Kasa . Akibat luka akan terjadi perdarahan. bahan kimia tertentu dan asam amino tertentu yang mempengaruhi pembekuan darah. Ikut keluar trombosit dan sel-sel radang. tromboxan.LUKA Sebelumnya persiapkan alat-alat seperti: . 1.Sarung tangan steril Tindakan : Anestesi local 1-2% secara infiltratif Debridement kalau perlu : potong 1 mm pinggir luka dan jaringan debris (mati) Jahit sesuai lapis demi lapis Sub cutis : pakai plain (benang diserap) Cutis : pakai silk (benang yang tak diserap) Tutup dengan kasa steril 3. Trombosit mengeluarkan prostaglandin. Beri ATS Beri Antibiotik FASE-FASE PENYEMBUHAN LUKA Proses yang terjadi secara alami bila terjadi luka dibagi dalam 3 fase.Bahan katun .Benang jahitan .

prolin dan hidroksriprolin. Epitel sel basal ditepi luka lepas dari dasarnya dan pindah menutupi dasar luka. dengan demikian luka mengkerut atau mengecil.LUKA Terjadi vasokonstriksi dan proses penghentian perdarahan. serat-serat kolagen. terjadi eksudasi cairan edema. Pada fase ini luka di isi oleh sel radang . fibroblas. Fibroblas menghasilkan mukopolisakarida dan serat kolagen yang terdiri dari asam-asam amino glisin. Proses migrasi epitel hanya berjalan ke permukaan yang rata atau lebih rendah. sakit. belum ada kekuatan pertautan luka sehingga disebut fase Lag (tertinggal) 2. diatur. rubor. Serat-serat baru dibentuk. mengkerut yang tidak diperlukan dihancurkan. limfosit dan monosit menghancurkan dan memakan (fagositosis) kotoran dan kuman. Mukopolisakarida mengatur deposisi serat-serat kolagen yang akan mempertautkan tepi luka. tempatnya di isi oleh hasil mitosis sel lain. disebut jaringan granulasi. Pertautan luka pada fase ini hanya oleh fibrin. Sel radang keluar dari pembuluh darah secara diapedesis dan menuju daerah luka secara kemotaksis. Sel mast mengeluarkan serotonin dan histamin yang meninggikan permeabilitas kapiler. kapilerkapiler baru: membentuk jaringan kemerahan dengan permukaan tak rata. Leukosit. Dengan demikian timbul tanda-tanda radang : dolor. KKS SMF Bedah RSPM 2004 5 . tak dapat naik. Fase Proliferasi atau fase fibroflasi Berlangsung dari hari keenam sampai 3 minggu. kemerahan dan kalor:hangat karena pembuluh darah melebar.

kelainan perdarahan ( hemangioma. Penyebab endogen terpenting adalah gangguan koagulasi yang disebut koagulopati dan gangguan sistim imun. sebab hemostasis merupakan titik tolak dan dasar fase inflamasi. baik selluler maupun humoral terganggu maka pembersihan kontaminan dan jaringan mati serta penahanan infeksi tidak berjalan baik. diabetes mellitus. Semua gangguan pembekuan darah akan memperlambat penyembuhan luka. lemas. Sistim imunjuga dapat dipengaruhi oleh gizi kurang akibat kelaparan. KKS SMF Bedah RSPM 2004 6 . Gangguan sistim imun akan menghambat dan mengubah reaksi tubuh terhadap luka. mineral. malabsorbsi juga. atau fibrosis. penyakit menahun berat seperti tuberculosis. Dikatakan berakhir bila tanda-tanda radang sudah hilang. keganasan tahap lanjut. morbus rainod. Parut dan sekitarnya berwarna pucat. tipis. kematian jaringan. Fase remodeling atau fase resorbsi. Dapat berlangsung berbulan-bulan. 3. morbus burger. Gangguan sistim imun dapat terjadi pada infeksi virus terutama HIV.LUKA Pembentukkan jaringan granulasi berhenti setelah seluruh permukaan luka tertutup epitel dan mulailah proses pen”dewasaan”penyembuhan luka (pengaturan kembali). GANGGUAN PENYEMBUHAN LUKA Penyembuhan luka dapat terganggu oleh adanya penyebab dari dalam tubuh sendiri (endogen) atau oleh penyebab dari luar tubuh (eksogen). Disini proses kontraksi parut kelihatan dominan. Bila sistim daya tahan tubuh. fistel arteriovena). dan kontaminasi. hipoksia setempat seperti ditemukan pada arteriosclerosis.tak ada rasa sakit maupun gatal. juga kekurangan asam amino essensial.

KKS SMF Bedah RSPM 2004 7 . obat penekan reaksi imun. serta jaringan mati seperti sekuester dan nekrosis sangat menghambat penyembuhan luka. hematom. misalnya setelah tranflantasi organ dan kortikosteroid juga akan mempengaruhi penyembuhan luka. sesudah itu di buat luka baru. BENTUK PENYEMBUHAN LUKA  Penyembuhan primer luka yang bersih  Penyembuhan sekunder : penyembuhan pada luka kotor. Lakukan anamnesis lengkap dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Bila ulkus atau luka tidak kunjung sembuh. harus dilakukan pemeriksaan kembali dengan memperhatikan fase penyembuhan luka untuk menentukan sebabnya gangguan. radiology. biakan dan kalau perlu lakukan histologik/patologik atau pemeriksaan serologik. Sering pada luka terinfeksi dan luka baker.  Penyembuhan tertier : (delayed primary closure) : yaitu luka yang : sembuh tanpa infeksi dan sikatrik. benda asing. Penyebab eksogen meliputi penyinaran ionisasi yang akan mengganggu mitosis dan merusak sel dengan akibat dini maupun lanjut. Selain itu fungsi sistim imun ditekan oleh keadaan umum yang kurang baik pada usia lanjut maupun pada penyakit-penyakit tertentu misalnya penyakit cushing atau penyakit Addison.LUKA maupun vitamin sert gangguan dalam metabolisme makanan misalnya pada penyakit hati. Biasanya disertai jaringan sikatrik. Pengaruh setempat seperti infeksi. Biasanya dibiarkan saja dahulu sampai penyembuhan I. Pemberian sitostatik. kemudian dijahit dan diharapkan terjadi penyembuhan primer.

Penyembuhan perprimer pada tulang terjadi bila dilakukan reposisi dengan baik dan fiksasi sangat ketat misalnya dengan plat dan sekrup. Terdapat tanda-tanda radang akut seperti tumor. kalor. funtio lesa. menjadi calus dan menyatukan fragmen tulang. fibroblast menjadi osteobalas menghasilkan osteoid yang mengurungnya sehingga ia berubah menjadi osteosit. axon tak dapat tumbuh lurus ke distal tetapi menggumpal membentuk neuroma. Proses ini pada tulang hanya terjadi bila dilakukan istirahat total . Infeksi . Axon berusaha menemukan sarung myelin bagian distal dan merambta ke distal. immobilisasi dari fragmen. Callus yang berlebihan di resorbsi lagi sehingga tulang kembali menjadi normal. KOMPLIKASI LUKA 1. Fase-fase infeksi pada luka: a. terjadi kematian axon pada bagian distal: degenerasi waller. rubor. yaitu serangan kuman pathogen pada tubuh yang menimbulkan kelainan.LUKA Penyembuhan tulang Sebetulnya prosesnya identik dengan penyembuhan luka. KKS SMF Bedah RSPM 2004 8 . Infiltrat  terjadi infiltrasi sel darah putih pada tempat yang dimasuki oleh kuman penyebab infeksi tersebut. Sel saraf di medulla spinalis akan membentuk axon kembali dengan kecepatan kurang lebih 1 mm/hari. Bila gagal menemukan selubung yang masih baik. Penyembuhan saraf perifer Bila saraf perifer putus. dolor.

Selain karena infeksi juga bisa disebabkan oleh kelainan pembuluh darah. karena penyembuhan luka yang lama. Seroma yaitu pengumpulan cairan serosa dibawah luka. trauma. Hematoma yaitu penumpukkan bekuan darah dalam jaringan. Abses  pengumpulan nanah dalam ruangan yang sebelunnya tidak ada. KKS SMF Bedah RSPM 2004 9 . biasanya disebabkan oleh benang jahit yang tidak diserap. tapi pada keadaan ini menetap. Keloid yaitu scar yang cenderung makin membesar. Gangren  yaitu kematian sebagian atau/ seluruh organ. Bisa sebagai perangsang terjadinya infeksi. Biasanya ditandai dengan bengkak. Dehissensi yaitu luka yang menganga karena jaringan tidak menyambung 6. Biasanya sering pada kulit hitam. 5. Fistula pada luka karena luka menimbulkan air terus. tidak dijumpai tandatanda radang. Penyebab proses hemostatik yang tidak baik. Fistula  yaitu adanya saluran yang menghubungkan 2 rongga. biasanya scar menghilang dalam 6 bulan. 3.LUKA b. karena yang dijahit kulit atasnya saja. biasanya dijumpai 5 tanda radang ditambah fluktuasi (+). 2. Parut hipertropi (hipertropic scar). fluktuasi (+). c. 4. 7.

glorianet. http://www. Luka. Jakarta. hal 415-417 2.htm 5. 211-215.html KKS SMF Bedah RSPM 2004 10 . Penyembuhan Luka dalam R sularto. Staf Pengajar FK UNAIR. 4. Edisi revis. Balai Penerbit FKUI. trauma.nlm.1994 . http://www. bencana alam dalam R Sjamsu Hidajat.gov/medlineplus/luka/article/000284. R Sjamsu Hidajat. Penerbit Buku Kedokteran EGC. syok. 3. rumah sakit umum sutomo. Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Bedah.org/berita/b4416. Jakarta 71-155.nih. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah.LUKA DAFTAR PUSTAKA 1. Bisono.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful