P. 1
makalah pasca sarjana

makalah pasca sarjana

|Views: 114|Likes:
Published by Purnama Paulus

More info:

Published by: Purnama Paulus on Oct 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

TESIS KINERJA PROFESIONAL GURU DALAM PELAKSANAAN TUGAS SEBAGAI PENGEMBANG KURIKU LUM Kategori : pascasarjana (KODE : PASCSARJ

-0121) : TESIS KINERJA PROFESIONAL GURU DALAM PELAKSANAAN TUGAS SEBAGAI PENGEMBANG KURIKULUM (PRODI : PENGEMBANGAN KURIKULUM)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sedikitnya terdapat tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya ma nusia (SDM), yakni : (1) sarana gedung, (2) buku yang berkualitas, (3) guru dan tenaga kependidikan yang profesional. Demikian yang diungkapkan mantan Menteri P endidikan Nasional Wardiman Djoyonegoro dalam wawancaranya dengan Televisi Pendi dikan Indonesia (TPI) tanggal 16 Agustus 2004. Dalam pada itu, dikemukakan bahwa "hanya 43% guru yang memenuhi syarat"; artinya sebagian besar guru (57%) tidak atau belum memenuhi syarat, tidak kompeten, dan tidak profesional. Pantas kalau kualitas pendidikan kita jauh dari harapan, dan kebutuhan. Padahal dalam kapasit asnya yang sangat luas, pendidikan memiliki peran dan berpengaruh positif terhad ap segala bidang kehidupan dan perkembangan manusia dengan berbagai aspek keprib adiannya. Pengaruh pendidikan dapat dilihat dan dirasakan secara langsung dalam perkembang an serta kehidupan masyarakat, kehidupan kelompok, dan kehidupan setiap individu . Jika bidang-bidang lain seperti ekonomi, pertanian, perindustrian berperan men ciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia, maka pendidikan berurusa n langsung dengan pembentukan manusianya. Pendidikan menentukan model manusia ya ng akan dihasilkannya. Pendidikan juga memberikan kontribusi yang sangat besar t erhadap kemajuan suatu bangsa, dan merupakan wahana dalam menterjemahkan pesan-p esan konstitusi, serta sarana dalam membangun watak bangsa (Nation Character Bui lding). Mastarakat yang cerdas akan memberi nuansa kehidupan yang cerdas pula, d an secara progresif akan membentuk kemandirian, dan kreativitas. Bangsa Indonesi a bisa merdeka juga tidak terlepas dari peran pendidikan. Para pahlawan Pendidik an, seperti Ki Hajar Dewantara, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Dr. Douwes Dekker me rupakan bukti peran pendidikan dalam pembangunan bangsa Indonesia. Mereka merint is pendidikan Nasional dengan mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922, dan secara bertahap meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kecerdasan masyarakat Indones ia, sehingga menjadi bangsa yang merdeka, dan berdaulat seperti sekarang ini. Menyadari hal tersebut, untuk mewujudkan masyarakat madani dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lebih demokratis, transparan, dan menjunjung tin ggi Hak Asasi Manusia hanya dapat dilakukan melalui pendidikan. Hanya melalui pe ndidikan yang benar bangsa ini dapat membebaskan diri dari belenggu krisis multi dimensi yang berkepanjangan. Melalui pendidikan, bangsa ini membebaskan masyarak at dari kemiskinan, dan keterpurukan. Melalui pendidikan pula, bangsa ini mengem bangkan sumber daya manusia yang memiliki rasa percaya diri untuk bersanding dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain didunia, bahkan dalam era kesemrawutan globa l. Tanpa pendidikan yang kuat, dapat dipastikan bangsa Indonesia akan terus teng gelam dalam keterpurukan. Tanpa pendidikan yang memadai, bangsa Indonesia akan t erus dililit oleh kebodohan, keterbelakangan, dan kemiskinan. Tanpa pendidikan y ang baik, bangsa Indonesia sulit meraih masa depan yang cerah, damai, dan sejaht era. Persoalannya, pendidikan yang harus dikembangkan untuk membebaskan masyarakat da ri keterpurukan, agar dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa, serta membeba skan bangsa dari ketergantungan terhadap dari negara lain, adalah pendidikan yan

Disatu sisi. serta rele vansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Dalam hal daya saing. mampu menumbuhkan kemauan. Pendidikan juga harus lebi h mengedepankan kreativitas (creativity quotient) untuk menumbuhkan kemandirian dan aspek kewirausahaan dalam pribadi peserta didik.Menurunnya akhlak dan moral peserta didik . transparansi. Sementara itu. Disisi lain. agar menjadi wahana untuk me ngembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepa da Tuhan Yang Maha Esa.Status kelembagaan .Sumber daya yang belum profesional Menghadapi hal tersebut diatas. dan globalisasi telah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan. terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan. sehingga mampu bersanding dan bers aing dalam era globalisasi yang sedang kita masuki. Dalam kaitannya kondisi masyarakat. hasi l survey The Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang dimuat The Jaka rta Post (3 september 2001) menunjukkan betapa rendahnya kualitas Pendidikan Ind onesia disbanding Negara lain di Asia. serta terasing dari diri. pendidikan dihadapkan pada masalah yang sangat mendasar. perlu strategi perencanaan pembangunan pendidikan yang tepat dalam upaya m engembangkan SDM berkualitas dan profesional. nilai-nilai kebudayaan nasional dan nilai-nilai yang dituntut oleh masyarakat global yang dikuasasi oleh IPTEK dan persaingan global belum sep enuhnya terlaksana 3) Pendidikan Nasional yang sudah dilaksanakan secara merata belum berhasil meng . tetapi senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa dan Negara dalam berbagai aspek kehidupan. Sehubungan dengan itu. Ind ex pengembangan sumber daya manusia (Human Development Index/HDI) Indonesia hany a menempati urutan ke 109 dari 174 negara yang terukur. bahkan akhir-akhir ini banya k tayangan media yang merupakan pembodohan massa. dan pandangan jauh kedepan. bahkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia renda h jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Tilaar (1994) mengemukakan tujuh masalah pokok sistem pendidikan Nasional yaitu : . Dis ini. dan nilai-nilai moral yang dianutnya.Manajemen pendidikan yang tidak sejalan dengan pembangunan nasional.Masih rendahnya efisiensi internal sistem pendidikan . Soedijarto (1999) mendiagnosis berbagai faktor dan memberikan rekomendasi bagi pembaruan pendidikan yang relevan dengan tuntuta n pembangunan. yang intinya berkesimpulan bahwa : 1) Pelaksanaan pendidikan belum secara terencana dan sistematik diperdayakan unt uk melaksanakan fungsi dan mencapai tujuan pendidikan Nasional secara optimal 2) Pendidikan Nasional sebagai wahana sosialisasi dan pembudayaan berbagai waris an budaya bangsa. dan banyak pula pr ogram-program yang menyesatkan.Pemerataan kesempatan belajar . dan . sehingga membuat masyarakat kehilangan identitas. seka rang banyak diabaikan. perlu dilakukan penataan sistem pendidikan secar a kaffah (menyeluruh). pe ringkat Indonesia juga menurun dari urutan ke 41 diantara 46 negara pada tahun 1 996 menjadi urutan ke 46 diantara 47 negara pada tahun 2001. Sejalan dengan pemikiran diatas. dari empat puluh tiga Negara. Ini adalah tantangan berat terutama bagi perkemb angan dunia pendidikan. yang tidak hanya mementingkan diri dan kelompoknya. banyak program Televisi dan CD yang tidak sesuai dengan usia peserta didik padahal diperuntukkan bagi mereka. tidak menunjang terhadap pembentukan kualitas SDM yang diharapkan. ham pir dalam seluruh bidang kehidupan Indonesia berada urutan sepuluh terakhir. lingkungan. bahkan telah mengikis nilai-nilai spritual. dapat disaksikan bahwa percepatan arus infor masi. Pendidikan demikianlah yang mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta memiliki visi. dan mengembangka nnya secara optimal bagi kepentingan pembangunan masyarakat secara utuh dan meny eluruh. kondisi masyarakat yang sedang sakit dan me dia massa yang sering menayangkan berbagai suasana kurang sehat. tidak sedikit tayangan yang bertentangan dengan ajaran agama. Hal tersebut. serta memba ngkitkan nafsu generasi bangsa untuk menggali berbagai potensi.g dapat mengembangkan potensi masyarakat. bahkan berada dibawah Vietnam. ditun tut mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang berm artabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. untuk meningkatkan HDI (Human Development Index) dan tingkat persai ngan.

(3) kualitas pend idikan. Perhatian terhadap masalah relevansi mulai nampak sejak digunakannya kurikulum 1 984 dengan muatan lokal yang disispkan pada berbagai bidang study yang sesuai. yang mengemukakan bahw a Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. pada tahun 1994 diperluas menjadi sembilan tahun. dimaksudkan agar semua warga negara Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam dan mengikuti pendidik an yang berkualitas. perlu dikembangkan dan dilaksanakan program pendidikan pada semua jenis dan jenjang yang dapat berfungsi sebagai lembaga sosialisasi dan pembudayaan ber bagai kemampuan. cakap. bahkan lebih parah lagi. bahkan pada saat itu dianggap sebagai hasil yang monu mental. te rutama pada masyarakat lapisan bawah. yang berdampak meningkatnya jumlah angka p utus sekolah. tetapi . menghasilkan komoditi yang mutunya mam pu bersaiang dan mampu mengembangkan sistem perdagangan. Namun krisis yang berkempanjangan telah mengembalikan kondisi tersebut p ada titik awal. mengelola modal.embangkan insan pembangunan yang mampu mengolah dan mengelola sumber daya alam. maka akan dapat menyelesaikan berbagai masalah pendidikan. 5) Agar pendidikan Nasional benar-benar mampu melaksanakan fungsinya dan mencapa i tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan manusia Indonesia seu tuhnya. sehat. Pelaksanaan kebijakan pemerataan pendidikan ini pada awalnya menunjukkan hasil y ang cukup lumayan. angka partis ipasi tersebut telah mencapai 93. Paling tidak dapat mendekatkan pendidikan dengan kebutuhan m asyarakat dan lingkungannya. Kebijakan dalam bidang pemerataan misalnya. yaitu : (1) peningkatan pemerataan kesem patan pendidikan. berwatak ksatria dan patriotik. Hal ini penting. diperlukan pendidikan yang dapat menghasilkan SDM berk emauan dan berkemampuan untuk senantiasa meningkatkan kualitasnya secara terus m enerus dan berkesinambungan (continuous quality inprovement). SD Impres yang d ibangun secara melauas di seluruh nusantara telah memberikan kesempatan pendidik an yang merata. mandiri. Dalam k urikulum ini muatan lokal tidak lagi disisipkan pada setiap bidang study. berilmu. d an hal ini lebih diintensifkan lagi pelaksanaannya dalam kurikulum 1994. Jika pada akhir Pelita I 1969/1970 persentase anak usia 7-12 tah un yang bersekolah hanya sebesar 41. (2) relevansi pendidikan dengan pembangunan. dan menjadi warga Negara yang demokrati s serta bertanggungjawab dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. seperti gerakan wajib belajar enam tahun yang dimulai pada ta hun 1984.49%. sehingga pendidikan ber kualiatas menjadi milik bersama seluruh warga masyarakat Indonesia. kreatif. Dilihat dari pemerataan akses. maka sampai akhir Pelita V. Demikian halnya. Memahami uraian tersebut. Kebijakan relevansi Pendidikan dititikberatkan pada keterkaitan dan kesepadanan antara materi yang di ajarkan di sekolah dengan kondisi dan kebutuhan lapangan. Tujuan Pend idikan tersebut telah digariskan pula dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBH N) Untuk merealisasikan tujuan tersebut. dan (4) efisiensi pengolahan pendidikan. warga negara yang tinggal di pedalaman dan daerah terpencil bisa memperoleh pendidikan gratis yang berkualitas seperti saudaranya yang ada di kota. tentang Pendidikan Nasional (Undang-Undang Sisdiknas). pemerintah telah menetapkan empat strategi pokok pembangunan pendidikan nasional. karena banyak anak-anak yang lebih suka turun ke jalan dari pada bersekolah dengan biaya mahal. Strategi tersebut jika dilaksan akan secara proposional dan profesional. Hal tersebut merupakan suatu keberhasilan yang cukup menggembirakan. Padahal mereka juga memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas dan pemerintah wajib mengupayakannya. t erutama ketika dikaitkan dengan Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 200 3. 4) Pendidikan Nasional belum sepenuhnya mampu mengembangkan Indonesia yang Relig ius. adil dan makmur serta demokratis berdasarkan pancasila dan Undang-Un dang Dasar 1945. berakhlak mulia. Idealnya. dengan harapan semua warga negara Indonesia dapat menempuh pendidikan minimal setara dengan tamatan Sekolah Lnjutan Tingkat Pertama. mengembangkan teknologi.4%. warga negara yang miskin harus mendapatkan p endidikan yang sama kualitasnya dengan mereka yang kaya. nilai. sikap dan akhlak yang dituntut oleh masyarakat Indonesia yang maju. berakhlak. Krisis yang berkempanja ngan telah menurunkan kemampuan orang tua untuk membiayai pendidikan anaknya.

diharapkan peserta di dik dapat menerapkan hasil pendidikan secara langsung untuk memperbaiki dan meni ngkatkan kualitas masyarakat. yan g semuanya belum dapat dilakukan secara optimal. Bantuan ini berbentuk hibah yang langsung diberikan ke sekolah melalui rekening sekolah. Untuk sekolah-sekolah yang kurang terlayani (underserved schools). Pembinaan mutu pendidikan tersebut dilaksanakan dengan meng guanakan prinsip whole school development. melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sejalan dengan kebij akan sentralisasi pendidikan dalam konteks otonomi daerah. Sedikitnya terdapat l ima komponen yang diperhatikan. dengan mempersiapkan peserta didik. melalui perenca naan. pelatihan pengembangan silabus dan p elatihan pembuatan materi standar. khusus nya dalam bidang pendidikan. Pemberian Otonom ini menuntut pendekatan manajemen yang lebih kond usif di sekolah agar dapat mengakomodasi seluruh keinginan sekaligus memberdayak an berbagai komponen masyarakat secara efektif. meskipun dalam pelaksanaannya masih dihadapi berbagai kendala. u ntuk meningkatkan peluang peserta didik mengikuti pembelajaran secara optimal di sekolah. dan lainnya meruapakan SD imbas. Melalui komptensi Das ar yang pengembangannya dilakukan oleh daerah dan sekolah. baik bidang studi wajib m aupun pilihan. pelaksanaan. berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja guru dala m pembelajaran dilakukan melalui berbagai pelatihan. (1991 : 119) mengatakan. dan bertujuan agar peserta didik mencintai dan mengenal lingkungannya. Pembinaan dan pengembangan lain untuk menduku ng pembelajaran yang efektif juga dilaksanakan. Raka Joni dal am Seniawan dan Soedijarto. Dalam Implementasi kurikulum 2004 selain melalui mata pelajaran muatan lokal. serta memecahkan berbagai persoalan bangsa. manajemen gugus. Bahkan. Sistem ini dilaksanakan dengan pendekatan gugus sekolah. dan berhasil guna. yang sering hanya menghambur-ham burkan dana. manajem en sekolah. yaitu kegiatan pembelajaran. pemerintah mengembangkan suatu sistem pembinaan yang dikenal Sistem Pembina an Profesional (SPP). seperti manajemen kelas. s ehingga beberapa sekolah yang lokasinya berdekatan dikelompokkan dalam satu gugu s (3 sampai 8 sekolah). Upaya lain yan g sedang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah Bantuan Operasi onal Manajemen Mutu (BOMM). Lebih-lebih jika peranan guru dikaitkan dengan jenjang pendidikan dasar maka kita akan melihat betapa se orang guru akan menjadi faktor yang sangat penting dan strategis dalam meletakan fondasi bagi pengembangan sumber daya manusia. dan evaluasi terhadap sistem pendidikan secara efektif. pengadaan dan penerimaan buku serta sarana belajar. Dalam sistem pendidikan dan pengajaran peranan guru sangatlah strategis dalam up aya menghantarkan peserta didik kearah tujuan yang hendak dicapai. Oleh karena itu. serta mau dan mampu me lestarikan dan mengembangkan sumber daya alam. yang memandang sekolah sebagai suatu keutuhan. sehingga peserta didik tidak terlepas dari akar sosial budaya lingkungannya. karena jenjang yang Iebih tinggi . serta partisipasi masyarakat. Pemberian otonomi yang luas pada sekolah merupakan kepedulian pemerintah terhada p gejala-gejala yang muncul dimasyarakat serta upaya peningkatan mutu pendidikan secara umum. diadakan program "Pemberian Makanan Tambahan bagi Anak Sekolah (PMT-AS ). dilakukan pe mberian bantuan khusus dalam rangka peningkatan kegiatan pembelajaran. seperti pelatihan model pem belajaran. terutama berka itan dengan model pelaksanaan berbentuk proyek. pelatihan pembuatan alat peraga. yang diperparah oleh sikap mental para pelaksananya. ke terkaitan ini lebih ditekannkan lagi dengan pendekatan kompetensi (kurikulum ber basis kompetensi). manajemen. guna mendukung kemajuan dan sist em yang ada disekolah.menggunakan pendekatan monolitik berupa bidang studi. dan kebudayaan y ang mendukung pembangunan Nasional maupun pembangunan setempat. buku dan sarana belajar. Kebijakan dalam peningkatan kualitas pendidikan dimulai dari peningkatan mutu pe ndidikan di Sekolah Dasar. pembinaan dan pengembangan ditekankan pada semua aspe k dan komponen yang menentukan mutu pendidikan di sekolah. Sejalan dengan urian diatas. efisi en. Dalam upaya dan pengembangan pendidikan di sekolah da sar. Satu sekolah ditunjuk sebagai sekolah inti. Pengembangan kurikulum muatan lokal dimaksudkan terutama untuk me ngimbangi kelemahan-kelemahan pengembangan kurikulum sentralisasi. kualitas sosial. fisik dan penampilan sekolah. "secara makro tugas guru be rhubungan dengan pengembangan sumber daya manusia yang pada akhirnya akan paling menentukan kelestarian dan kejayaan kehidupan bangsa".

Pelaksanaan berbagai kebijakan tersebut secara benar dan transpara n dapat meningkatkan mutu pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut diperlukan berbagai kompet ensi pembelajaran. da ri segi proses dan dari segi hasil. dan melibatkan berbagai faktor yang saling terkait. Mulyasa (2008 : 13-14) mengatakan kualitas guru dapat ditinjau dari dua segi. Disamping hal-hal diluar guru seperti : Kurikukulum. maupun sosial dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu. dalam konteks desentralisasi pendidikan dan ot onomi daerah. Pengembangan kualitas guru merupakan suatu proses yang kompleks. dan kualitas kemampuan guru. afektif dan psikomotor. apabila kuali tas pendidikan itu disinyalir kurang sesuai dengan harapan masyarakat. betapa penting nya untuk meningkatkan aktivitas. pelaksana dan pengembang kurikulum bagi ke lasnya. serta adanya rasa percaya diri. men tal. apabila kua litas proses pendidikan pada suatu jenjang pendidikan ditingkatkan maka kualitas kemampuan guru perlu ditingkatkan pula. Simon dan Alexander (1980) telah merangkum lebih dari 10 hasil penelitian di negara-negara berkembang. yaitu : jumlah waktu efektif yang digunakan guru untuk melakukan pe mbelajaran di kelas. akan merupakan pekerjaan yang sulit dan teramat sulit sudah barang tentu hal ini terkait dengan sejumlah aspek. Dalam pelaksanaan berbagai kebijakan diatas. tentu yan g lebih dulu mendapat tudingan adalah guru. Hal tersebut lebih nampak lagi da lam pendidikan yang dikembangkan secara desentralisasi sejalan dengan kebijakan otonomi daerah. Mengingat peranan guru yang sentral dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut l ebih terfokus lagi dalam implementasi kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi. meskipun ada faktor lain yang terkait. Dalam hal ini. Konsekuensinya. baik yang melekat pada pribadi gur u seperti aspek kognitif. dalam pelaksanaannya tidak hanya menuntut keterampilan teknik dari para ahli terhadap pengembangan kompete nsi guru.pada dasarnya akan mudah dikelola jika fondasi dasar siswa sudah kuat. dapat dilihat dari gairah dan semangat mengajarnya. dan profesionalisme guru. dan menunjukkan adanya dua kunci p enting dari peran guru yang berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar pe serta didik. dan penilai (evaluator) pembelajaran. Menurut Sudjana (1989 : 1) "kurikulum diuntukan bagi siswa. karena tugas utamanya antara lain menyampaikan infor masi kepada peserta didik. ma ka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kuriku lum. Bahkan Natawidjaja (1992 : 11) mengu ngkapkan bahwa kritikan masyarakat terhadap kualitas guru yang tidak memadai dal am menyesuaikan dirinya terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam b idang pendidikan. baik fisik. Demikian juga sebaliknya. Guru juga berperan sebagai perencana (designer). Apabila pembelajaran . melalui guru yang se cara nyata memberi pengaruh kepada siswa pada saat terjadinya proses pengajaran" . guru hendaknya memiliki standar kemampuan profesional untuk melakukan pembelajaran yang berkua litas. sarana belajar. Hal ini di tegaskan oleh Syaodih (1998) mengemukakan bahwa guru memegang perang yang cukup penting baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Menyadari hal tersebut. Mengingat demikian strategisnya peranan seorang guru dalam menghantarkan tujuan pendidikan. pela ksana (implementer).. Sehub ungan dengan itu. organisasi sekolah dan lainnya. karena disini guru diberi kebebasan untuk memilih dan mengembang kan materi standar dan kompetensi dasar yang sesuai dengan kondisi serta kebutuh an daerah dan sekolah. Dari segi proses guru dikatakan berahasil ap abila mampu melibatkan sebagia besar peserta didik secara aktif. guru dituntut untuk menjadi ahli pe nyebar informasi yang baik. Karena guru juga mempakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan. kr eativitas. guru dikatakan berhasil apabila pembelajaran yang diberikannya mampu mengubah perilaku sebagian besar peserta didik ke arah penguasaan kompetensi da sar yang lebih baik. dalam arti dapat berperan sebagai pendidik dan pengajar bukanlah pekerjaa n yang mudah. dapat dikat akan bahwa kualitas pendidikan di sekolah itu sangat ditentukan oleh kualitas ke mampuan guru. Disamping itu. kualitas. Sedangkan dari segi hasil. perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas gur u dalam mengembangkan berbagai aspek pendidikan dan pembelajaran. Lebih lanjut dikemu kakannya bahwa guru adalah perencana. tetapi harus pula dipahami berbagai faktor yang mempengaruhinya. maka guru dituntut untuk memiliki kompetensi profesional. d engan manajemen berbasis sekolah. Mewujudkan sosok pribadi guru yang sesuai dengan harapan masya rakat.

guru harus kreatif. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan 9. haruslah ada kete rgantungan terhadap materi standar yang efektif dan terorganisasi. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. dan melatih peserta didik. Penilaian prestasi siswa 8. jangan terpengaruh oleh isu. mempakan suatu proses yang meliputi : mendidik. dalam melaksanakan tugas mengajar. Guru harus kreatif da lam memilah dan memilih. Adapun melatih berarti mengembangkan ket erampilan para siswa (psikomotor). mengungkapkan setidaknya ada sepuluh standar kemampuan dasar gur u yaitu : 1. 7. Mendidik berarti menemskan dan mengembangk an nilai-nikai hidup (efektif). Penguasaan landasan-landasan kependidikan 6. tidak saja bagi peserta didik. seorang guru tidak bis a mengabaikan nilai-nilai kehidupan dan keterampilan. Artinya. Dalam kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi. dan jangan bertindak terburu-b uru. Suka di (2006). dan menyenangkan. Dahlan dalam makalah bahan diskusi Pelatihan Pengelolaan Madrasah Aliya h Dirjen Kelembagaan Agama Islam Depag RI tanggal 14-31 Mei 2000 di Griya Astuti Cisarua Bogor. fasal 31 mengungkapkan bahwa : Tenaga kepndid ikan berkewajiban untuk berusaha mengembangkan kemampuan profesionalnya sesuai d engan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan bangsa. Lebih lanjut PP nomor 38 tahun 1992 tentang tenaga kependidikan. Ketiga tugas guru tersebut harus terintegrasi menjadi satu kesatuan dan tidak te rpisah-pisah. guru dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemampuan profesionalnya baik secara individu maupun secara bersama-sama. gu ru harus tetap guru. mereka dituntut memiliki keterampilan-keteram pilan teknis yang memungkinkan untuk mengorganisasikan materi standar serta meng elolanya dalam pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik. Mereka mengajarkan ilmu pe ngetahuan dan teknologi. Mengajar berarti menemskan dan mengembangkan Ilm u pengetahuan dan teknologi (kognitif). 2. harus dicintai. seorang guru t . Kompetensi guru merupakan kemampuan seorang guru dalam melaksanakan tugas profes inya secara layak dan bertanggungjawab (Usman : 1999 : 14). Guru harus profesional dalam membentuk kompe tensi peserta didik sesuai dengan karakteristik individual masing-masing. Pengelolaan interaksi belajar mengajar. Tugas dan Peran Guru.diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pribadi para peserta didik dengan penyediaan ilmu yang tepat dan latihan keterampilan yang mereka perlukan. Sebaliknya jika kompetensi guru s angat lemah dalam mengelola sistem kependidikan maka meskipun fasilitas di sekol ah serba ada sangat sulit diharapkan hasil pendidikan tersebut dapat mecapai tuj uan yang optimal. Untuk itu dip erlukan peran baru dari para guru. mengajar. serta mengembangkan materi standar sebagai bahan untuk membentuk kompetensi peserta didik. guru terutama berperan dalam meng embangkan materi standar dan membentuk kompetensi peserta didik. sehingga diharapkan dengan modal kompetensi guru yang memadai si swa dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Demikian pula dalam melatih para siswa. 10. Bahkan dalam surat keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Ne gara nomor 26 tahun 1989 tentang angka kredit bagi jabatan guru dalam lingkungan Depdiknas. Standar kemampuan guru tersebut adalah merupakan modal yang penting dalam upaya melakukan proses pembelajaran yang mendukung bagi tercapainya tujuan yang diteta pkan.Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk k epentingan peningkatan mutu pengajaran. Sejalan dengan hal t ersebut. agar dapat membentuk dan membangkitkan rasa cinta dan nafsu bel ajar peserta didik. Pengelolaan Kelas 4. belajar dan pembelajaran harus menjadi makanan pokok guru sehari-hari. tetapi tidak mengesampingkan niali-nilai penggunaan Ilm u dan teknologi tersebut. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keilmuannya. tetapi juga bagi dirinya. Penggunaan media dan sumber pembelajaran 5. Pengelolaan program belajar mengajar 3. Guru j uga harus menyenangkan. Artinya. Kompotensi Guru yang dimilikinya sebagai pengembang kurikulum di sekolah s udah barang tentu ini merupakan modal penting dalam menciptakan situasi edukatif yang kondusif. Sehubungan deng an itu. Dalam kondisi dan perubahan yang bagaimanapun dahsyatnya. profesional.

Beberapa ahli menyat akan betapapun bagusnya suatu kurikulum (official). yang penting memiliki kemauan persoalan kemampuan pada gilirannya akan m engikuti. Untuk melaksanakan ketiga tugas pokok tersebut. Kurikulum nyata atau actual curriculum merupakan impl ementasi dari official curriculum oleh guru di dalam kelas. Guru merupa kan sosok manusia yang diberi amanat untuk membimbing dan mengarahkan generasi b angsa yang akan datang. Memiliki keterampilan sesuai dengan bidang ilmu yang dimilikinya Peningkatan kualitas guru menuju kemampuan profesional guru adalah merupakan per wujudan dari upaya . Dengan demikian kinerja profesional dalam melaksanakan tugas sebagai pengembang kurikulum . dalam hal ini merupakan kemampuan guru dalam melaksanakan kurikulum . kesehatan jasmani dan roh ani. tidak hanya dokumen tertulis akan tetapi sebagai sebua h rencana pelajaran didalam ruangan kelas. peran dan fungsinya dalam menghantar kan peserta didik kearah tujuan yang dikehendaki. Kurikulum dapat dipahami. Hal ini dengan asumsi bahwa jab atan apapun atau pekerjaan apapun pasti melalui proses pendidikan dan orang yang melakukan proses tersebut pasti selalu beriringan dengan sosok guru. Sukmadinata (1988 : 212) mengemukakan bahwa : "Official curriculum merupakan kurikulum nyata yang dilaksanakan oleh sekolah at au kelas. Membicarakan perbaikan kurikulum. Anggapan tersebut sudah barang tentu kurang kondusif bagi pembinaan pr ofesionalisme guru dalam menjalankan tugas. dan mampu mentransfer serta mener angkan kembali kepada siswa 2. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Sudah barang tentu guru yang masih Iemah kompetensi professionalnya akan sulit d iharapkan tujuan pendidikan nasional akan tercapai. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. suatu "reality". kepribadian yang mantap serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebang saan. but basically it is a plan for education of pupils during their enrollmen t in given school". Sebagaimana tercantum dalam undang-undang sistem pendidikan Nasional bahwa tujuan pendidikan adalah dalam ra ngka mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya . dalam hal ini Beauchamp (1968 : 6) me ngungkapkan bahwa "a curriculum is written document wich may contain many ingred ients. pengadaan sarana dan prasarana pendidikan samp ai kepada Kriteria sumberdaya manusia yang diinginkan oleh usaha pendidikan maka semua pasti bermuara pada kualitas guru (Muhibinsyah. Berdasarkan salah sat u penelitian. Mempunyai sikap dan tingkah laku (kepribadian) yang patut diteladani sesuai d engan nilai-nilai kehidupan (values) yang dianut masyarakat dan bangsa 3.idak bisa mengabaikan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik. Berwawasan luas. tetapi hasilnya sangat berga ntung pada upaya yang dilakukan oleh guru dan juga murid dalam kelas (actual). D engan demikian guru memegang peranan penting baik di dalam penyusunan maupun pel aksanaan kurikulum". Peran guru dalam mengembangkan kurikulum dalam ruangan kelas posisinya sangat me nentukan berhasil tidaknya sebuah proses pembelajaran. Dengan demik ian maka dapat ditarik benang merah betapa urgennya posisi guru dalam dunia pend idikan. Oleh karena itu maka tidaklah mengherankan jika guru belum dapat melaksanakan pekerjaannya secara profesional". Dengan demikian implementasi kurikulum dapat dikembangkan ol eh guru dalam ruangan kelas sesuai dengan keadaan dan kebutuhan siswa atau peser ta belajar. penguasaan guru terhadap mata pelajaran memang masih berada di baw ah standar yang diharapkan. karena kua litas pembelajaran akan berjalan dengan balk apabila guru mampu melakukannya. Guru yang berkualitas dalam kinerjanya akan dapat mencer minkan nasib bangsa dan negara yang akan datang. Ace Suryadi dari Balitbang Depdiknas yang dikutif oleh Usman (2001) menyatakan b ahwa : "Berbagai temuan penelitian menunjukan beberapa kekhawatiran jika guru-guru kita ternyata belum sepenuhnya menguasai kemampuan profesinya. Fenomena di lapangan menunjukan bahwa masih terdapat anggapan bahwa untuk menjad i guru. seorang guru dituntut mempunyai beberapa kemampuan sebagai berikut : 1.meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. 1995 : 224). menguasasi bidang ilmunya.

paham tentang tahapan p erkembangan siswa. c. adalah kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penyelesaian tugas-tugas keguruan. c. kompetensi profesional dan kompetensi so sial kemasyarakatan. sopan santun dan tata krama e. Kompetensi Profesional. dan lain sebagainya. Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan gu ru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial. yaitu meliputi kompetensi pribadi. Oleh karena itu. Kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarak atan. Sebagai seorang model guru harus memiliki komp etensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian (personal competencies). pelaksanaan dan evaluasi. b. oleh sebab langsung berhubungan dengan kinerja yang ditampilkan. Pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan misalnya. d. g. Oleh sebab it u . terdapat sejumlah kompetensi yang dimiliki oleh seorang g uru. i. Kemampuan untuk berinteraksi dan berkomonikasi dengan teman sejawat untuk men ingkatkan kemampuan profesional. guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian ideal. paham tentang teori-teori belajar. yaitu mengembangkan kurikulum dalam ruangan kelas. b. Bersifat demokratis dan terbuka terhadap pembaruan dan kritik. suatu kompetensi ditunjukan oleh penampilan atau u njuk kerja yang dapat dipertanggung jawabkan (rasional) dalam upaya mencapai sua tu tujuan. tujuan k urikuler. ada beberapa paradigma baru yang harus diperhatikan gur u dewasa ini adalah sebagai berikut : 1. bimbingan. b egitu berulang-ulang sehingga lupa mengembangkan potensi diri secara maksimal 2. tetapi selalu mengembangkan dan memperd ayakan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensiny a. antara dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat d. baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan. Kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatka n kinerja. h. Kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan. tingkat keprofesionalan seorang guru dapat dilihat dari kompetensi ini di an taranya : a. mengajar. Kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran. Sejalan dengan hal ini K usnandar (2007 : 42-43). Kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang d iajarkannya. Guru mampu menyusun dan melaksanakan strategi dan model Pembelajaran yang Akt . Mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru misalnya.di kelas yang meliputi perencanaan. Dengan demikian. pribadi guru sering dianggap sebagai model atau panutan (yang harus di-gugu dan ditiru). Kemampuan untuk menghormati dan menghargai antarumat beragama. lokakarya. tujuan instmksional. di antaranya : a. c. misalnya paham akan tujuan p endidikan yang harus dicapai baik tujuan nasional. pulang. Kompetensi Sosial Kemasyarakatan. Kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran e. Kemampuan dalam menyusun program pembelajaran. Kemampuan untuk menjalin kerja sama baik secara individual maupun secara kelo mpok Guru sebagai pengembang kurikulum dalam tulisan ini dipahami dalam pengertian mi kro. Sebagai suatu profesi. Kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyak inan agama yang dianutnya. seminar. Kompetensi Pribadi. misalnya. dan penyuluhan. f. dan kegi atan sejenisnya. Kemampuan untuk berprilaku sesuai dengan norma. paham akan admi nistrasi sekolah. yang meliputi : a. Kemampuan dalam melaksanakan unsur-unsur penunjang. Sejalan dengan hal tersebut Johnson (1978) Menurutnya kompetensi merupakan peril aku rasional guna mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Kompetensi ini merupakan yang sangat penting . Guru jangan terjebak pada aktivitas datang. Kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar. Tidak terjebak pada rutinitas belaka. dan tujuan pembelajaran b.

pertanya an untuk merangsang siswa berfikir dan mengemukakan gagasan.Memiliki keterampilan memberikan reward dan bentuk-bentuk penghargaan atas pen dapat. komentar. . Kreatif. dan kritik yang membangun. Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) yang dapat menggairahka n motivasi belajar peserta didik.Mengurangi dominasi guru dalam proses pembelajaran. .Memahami dan mampu menerapkan pola pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) dengan segenap metode dan media yang mendukungnya.Menciptakan suasana belajar mengajar yang terbuka (fair) dalam batas-batas yan g wajar dan etis. Dengan demikian. gagasan. gagasan. pertanyaan mengarah kan. . Guru mengikuti perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknolo gi yang mutakhir sehingga memiliki wawasan yang luas dan tidak tertinggal dengan informasi terkini 7. guru dituntut selalu inovatif. maka terdapat suatu perkembangan di MTsN X Kota X menyangkut kinerja professional guru dalam melaksanakan tugas sebagai pengemb ang kurikulum. kreatif. mandiri. dan mampu mengimplement asikan sepuluh standar kemampuan dasar dalam upaya menghantarkan tujuan pendidik an secara optimal. . Hal ini mengingat tiga Tahun terakhir MTsN X mengalami peningkata n UAN yang sangat signifikan. Dalam hal ini pula m enunjukan bahwa proses belajar mengajar bukan hanya sekedar kegiatan instruksion al akan tetapi juga merupakan perilaku guru yang secara utuh diserap oleh siswa.Memberikan kemerdekaan kepada siswa untuk mengemukakan ide.Memiliki keterampilan memilih dan menyampaikan permasalahan yang dapat merangs ang siswa mau berpikir dan melibatkan emosi dalam pembelajaran . guru harus memiliki beberapa keterampilan se bagai berikut : .Memiliki keterampilan bertanya yang meliputi : pertanyaan menggiring. dikurangi sehingga memberikan kesempatan ke pada peserta didik untuk lebih berani.Memberikan penghargaan atas keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar d engan cara memberikan nilai tambah.if. keterlibatan siswa dalam proses belajar mengaj ar dapat dirangsang dengan cara sebagai berikut : . Selain dengan cara-cara tersebut. . Beberapa hal tersebut di atas. Dominasi guru dalam pembelajaran. . Dalam pola ko munikasi multi trafic ini. antara siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa lainnya terjadi pertukaran (sharing) pengetahuan dan pengalaman sehingga proses belajar mengajar lebih bermakna.Terampil dan memilih dan mempergunakan metode dan media pembelajaran yang mend ukung terjadinya pola komonikasi multi trafic.Membangun rasa percaya diri siswa dihadapan teman-temannya. pendapat. dan kreatif dalam proses belajar -mengajar 4. Selain itu juga guru MTsN tersebut tidak mengandal kan kewajibannya sebagai pengajar tetapi juga selalu melakukan mengayaan atau pr . . Salah satunya melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar dengan pola komoniakasi multi trafic (multi trafic communication). Untuk menciptakan pola semacam ini. dan pertanyaan yang bersifat mengendalikan arus komunikasi. Guru mampu memodifikasi dan memperkaya bahan pembelajaran sehingga peserta di dik mendapatkan sumber belajar yang lebih bervariasi 5. Guru mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat luas dengan sela lu menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji dan mempunyai integritas yang ti nggi 8. saran. mengisyaratkan bahwa pada dasarnya peranan guru d alam ruangan kelas adalah merupakan hubungan antar pribadi. komonikasi terjadi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Inovatif. Dengan pola komonikasi seperti ini. Berangkat dari pemikiran diatas. Guru mempunyai visi ke depan dan mampu membaca tantangan zaman sehingga siap menghadapi perubahan dunia yang tak menentu yang membutuhkan kecakapan dan kesia pan yang baik. dan pertanyaan siswa. Guru harus menguasai berbagai macam strategi d an pendekatan serta model pembelajaran sehingga proses belajar-mengajar berlangs ung dalam suasana yang kondusif dan menyenangkan. 3. Guru menyukai apa yang diajarkannya dan menyukai mengajar sebagai suatu prefe si yang menyenangkan 6.

Dalam pandangan Sudjana (1989 : 1) guru mempunyai peranan yang sangat penting da lam hubungannya dengan pengembangan kurikulum di sekolah. pe ndidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. adalah guru memegang peranan penting terhadap keberhasilan imp . Pda Bab 1 pasal 1 angka 1 disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama (pokok) mendidik. 1. dosen serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Kinerja juga dapat diartikan sebagai penampilan kerja atau peril aku kerja yang mencerminkan hasil atau out put dari suatu proses Pada dasarnya kualitas pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor. (1997 : 851) dengan demikian kinerja di sini berarti pelaksanaan suatu kegiatan. Namun demikian pada peneliti an ini penulis membatasi diri pada faktor guru sebagai salah satu faktor yang me mpengaruhi kualitas pendidikan. yaitu manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis. Berangkat dari hal tersebut. seperti. dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. Manfaat Penelitian Dalam penelitian ini diharapkan dapat menemukan 2 manfaat. Faktor faktor tersebut satu sama lain saling mempengaruhi dan tidak bisa berdiri sendiri. Manfaat teoritis. pendidikan dasar . Dia harus mampu menter jemahkan. Bagaimana hubungan kinerja guru dan hasil belajar siswa ? D. mengarahkan. Perencanaan pembelajaran ? b. Kinerj a yang dimaksudkan disini adalah "performance yang berarti "the execution of an action". dan pendidikan menengah. maka hal inilah yang menjadi landasan berfikir penulis untuk melakukan penelitian te ntang kompentensi profesional guru dalam melaksanakan tugas sebagai pengembang k urikulum. Guru profesional sudah terbentang dalam UU No. Guru sebagai pengembang kurikulum dipahami sebagai seorang yang senantiasa menciptakan situasi kelas yang kondusif serta mengemban gkan segala sarana dan fasilitas yang ada menjadi bahan ajar yang efektif efisie n serta terus menerus melakukan inovasi dalam mengembangkan materi yang sesuai d engan tuntutan kebutuhan siswa serta berupaya untuk melakukan metode pengajaran yang bervariasi. hal ini didasarkan pada asumsi bahwa guru adalah merupakan jabatan professional. menila i. Perumusan dan Pembatasan Masalah Kinerja professional merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap guru. 14/2005 tentang Guru & Dosen. Dengan demikian dalam mengimplementasikan kurikulum yang ada di sekolah hendaknya guru tidak hanya sek edar melakukan proses pengajaran akan tetapi harus berupaya mengorientasikan bag aimana membuat siswa belajar. sehingga siswa tidak merasa jenuh mengikuti proses belajar meng ajar. Guru profesional. melatih. Pelaksanaaan pembelajaran ? c. Wolf. Mengingat begitu pentingnya peningkatan kompetensi profesional guru dalam melaks anakan tugas sebagai pengembang kurikulum khususnya dalam dimensi kegiatan. Apa saja yang mempengaruhi kinerja profesional guru dalam melaksanakan tugas sebagai pengembang kurikulum ? 3. Pertanyan Penelitian Berdasarkan inti permasalahan dalam penelitian. Evaluasi pembelajaran ? 2. B. terdidik. Bagaimana kinerja profesional guru dalam : a. menjabarkan dan mentransformasikan nilai-nilai yang terdapat dalam kur ikulum kepada anak didik melalui proses belajar mengajar. pen didik. kurikulum dan lingkungan.oses pembelajaran tambahan (Less). mengajar. Sedangkan pada Bab 1 pasal 1 angka 6 UU Sisdiknas. membimbing. maka inti permasalahan dalam penelitian ini adalah : Bagaimana kinerja profesional Guru sebagai Pengembang kurikulum dan faktor-fakto r apa yang mempengaruhinya ? C. maka diajukan beberapa pertanyaa n penelitian sebagai berikut : 1.

c. Apabila tugas-tugas itu tidak terpenuhi.Disamping disediakan pelajaran yang sifatnya umum (program inti) yang wajib di pelajari setiap anak disekolah.Kurikulum menurut tujuanya mengandung pengetahuan. 2. kompetensi kepribadian. b. Bagi Departemen Agama hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan bahan-b . karena gurulah yang pada akhirnya akan melaksanakan ku rikulum di dalam kelas. dan keterampil an yang menggambarkan keseluruhan pribadi yang utuh lahir dan batin. Sehingg a ferformance guru akan sesuai dengan tuntutan profesinya. baik yang menyangkut sistem rekruitmen guru maupun upaya berkelanjutan dalam memberdayakan dan meningkatkan kinerja guru.lementasi kurikulum KTSP. Guru yang merupakan ujung tombak dalam upaya menghantarkan tujuan pendidikan dih arapkan selalu berupaya meningkatkan kualitas profesinya dengan terus melakukan introspeksi baik yang menyangkut kualitas teknis maupun kualitas sosial. te rutama kualitas guru dalam mengembangkan kurikulum di sekolah. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa jika kinerja guru dap at dilaksanakan secara baik maka pelayanan kepada siswa pun akan menjadi baik.Setiap anak diberi kesempatan untuk berkembang sesuai dengan bakat. Setelah penelitian ini selesai diharapkan dapat memberikan sumbangan yang kongkr it bagi upaya peningkatan mutu pendidikan yang diharapkan pada tingkat dasar. Manfaat praktis. dan kebutuhannya . yakni kompetensi pedagogik. maka semuanya akan sia-sia. Kompas. Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak cukup dengan pembenahan di b idang kurikulum saja. Guru. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dapat menunjang tugasnya. 2 Oktober 2006) Oleh karena itu. nilai/sikap. minat. memiliki perbedaan disamping persamaannya. Pandangan yang dikembangkan oleh Havighurst (peneliti Amerika serikat) dengan te orinya tentang tugas-tugas perkembangan (developmental tasks). d. anak akan berkembang dengan baik dan beroperasi secara kumulatif dari yang sederhana menuju kearah yang lebih kompleks Pandangan tentang anak sebagai makhluk yang unik sangat berpengaruh terhadap per kembangan kurikulum pendidikan Indonesia. Melalui tugas-tugas ini. Setiap anak merupakan pribadi tersendi ri. Bagi anak-anak yang berbakat dibidang ak ademik diberi kesempatan untuk melanjutkan studi kejenjang pendidikan berikutnya . tetapi harus juga diikuti dengan peningkatan mutu guru. Sebaik apa pun kurikulum dan sistim pendidikan yang ada. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi (UU nomor 14 2005 tentang Guru dan Do sen pasal 10 ayat 2). Impilikasi dari hal tersebut terh adap pengembangan kurikulum yaitu : . Kepala sekolah Dengan mengungkapkan data empiris diharapkan kepala sekolah dapat membuat rencan a dan strategi pengembangan sistem pendidikan yang sesuai dengan keadaan dan kem ampuan lingkungan sekolahnya. Teori Yang dikemukakan para ahli tokoh pendidikan ini diharapkan menjadi bahan k ajian lebih lanjut dalam pengembangan kompetensi professional guru guna melaksan akan tugas sebagai pengembang kurikulum yang pada gilirannya diharapkan dapat me nuju pelaksanaan proses belajar mengajar yang optimal. Siswa Siswa yang merupakan subyek dan obyek pendidikan akan memperoleh pelayanan pembe lajaran yang optimal. Ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru. Tugas-tugas perke mbangan yang dimaksud adalah tugas yang secara nyata harus dipenuhi oleh setiap anak/individu sesuai dengan tingkat perkembangan yang dituntut oleh lingkunganny a. tanpa didukung mutu guru yang memenuhi syarat. Secara spesifik hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi : a. maka pada taraf perkembangan berikut nya anak/individu tersebut akan mengalami masalah. kompetensi soaial.Kurikulum disamping menyediakan bahan ajar yang bersifat kejuruan juga menyedi akan bahan ajar yang bersifat akademik. disediakan pula pelajaran-pelajaran pilihan yang sesuai dengan minat anak . keberadaan guru yang profesional tidak bisa ditawar-tawar lagi. se mangat tersebut tidak akan mencapai harapan yang dinginkan (Kusnandar. Gurulah gerda terdepan dalam implementasi kurikulum. Gur u adalah kurikulum berjalan.

. Bagi peneliti selanjutnya.ahan untuk kemudian dipertimbangkan dalam mengola dan mengambil kebijakan pendid ikan khususnya yang berhubungan upaya meningkatkan profesionalisme guru e. hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan rujukan dan mungkin dapat dijadikan sebagai bahan literature pensinkronan masal ah yang akan diteliti berkaitan dengan kinerja profesinal guru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->