P. 1
Pengambilan Keputusan

Pengambilan Keputusan

4.58

|Views: 10,199|Likes:
Published by pecelele
mempertimbangkan manfaat dari pada mudharatnya lebih perlu dari pada mempertimbangkan untung dan rugi, besar atau kecill persen untuk saya... utamakan kepentingan publik
mempertimbangkan manfaat dari pada mudharatnya lebih perlu dari pada mempertimbangkan untung dan rugi, besar atau kecill persen untuk saya... utamakan kepentingan publik

More info:

Published by: pecelele on Oct 17, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2013

pdf

text

original

Pengambilan Keputusan SECARA ILMIAH

JONI RASMANTO, SKM, MKES

Pembuatan Keputusan
• Definisi Pembuatan Keputusan – Adalah suatu proses di mana serangkaian kegiatan dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu. • 3 Pendekatan dalam Pembuatan Keputusan 1. Pendekatan Konvensional 2. Pendekatan Sistematis 3. Pendekatan berdasarkan Ilmu Pengetahuan (ilmiah)

Pendekatan Konvensional
• Pendekatan konvensional disebut juga sebagai pendekatan tradisional atau pendekatan untunguntungan. Yang dimaksud dengan pendekatan ini adalah bahwa pembuat keputusan dalam membuat keputusan terhadap suatu persoalan mendasarkan diri kepada tindakan-tindakan yang diambilnya di zaman lampau, jadi selalu mendasarkan dirinya atas tradisi. • Di sini, pengalaman pembuat keputusan memegang peranan penting. Pendekatan ini yang paling banyak digunakan, akan tetapi tingkat efektivitas paling kecil.

Pendekatan Sistematis
• Pendekatan sistematis dapat dikatakan sebagai pendekatan antara pendekatan tradisional dengan pendekatan ilmiah. Di sini, pembuat keputusan, dalam membuat suatu keputusan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, bukan saja mendasarkan diri pada pengalamannya, tetapi juga pada pengalaman orang lain yang menghadapi masalah serupa. Apa yang dipergunakan oleh orang lain dengan berhasil baik, dipedomani dan dipraktekkan.

Pendekatan Ilmu Pengetahuan atau Ilmiah
• Pendekatan ilmiah dalam pembuatan keputusan ini tidak hanya semata-mata menerima suatu cara oleh karena cara itu di waktu yang lampau telah dipakai dengan hasil baik, melainkan menetapkan dengan seksama persoalan-persoalan yang dihadapi, membuat suatu patokan sebagai pegangan untuk bekerja, mengumpulkan bahan-bahan untuk mencapai cara pemecahan sementara, dan memeriksa kembali cara pemecahan tersebut. Dengan demikian, pembuatan keputusan berdasarkan ilmu pengetahuan (ilmiah) itu adalah suatu cara yang berupa pemeriksaan dan analisis yang logis, yang membawa kepada suatu rencana yang efektif.

Langkah-langkah Dalam Pembuatan Keputusan Dengan Pendekatan Ilmiah
1. Get the facts (cari fakta) 2. Analize the facts (analisis fakta yang diperoleh) 3. Consider the objectives in the light of the availability facts, and (tentukan tujuan berdasarkan fakta yang tersedia) 4. Decide (buat keputusan) (Spriegel dan Lansburgh dalam bukunya “Industrial Management”) Jadi, pembuatan keputusan secara ilmiah harus menetapkan langkah-langkah, sebelum membuat keputusan, yaitu mengumpulkan data, menganalisis data, mempertimbangkan tujuan dengan hubungan dari data yang sudah terkumpul, kemudian menetapkan apa yang menjadi putusan

2 Hakekat Pembuatan Keputusan Secara Ilmiah
1. A great mental revolution, revolusi mental yang maha besar, karena menyangkut mental pembuat keputusan dan pihak yang merasakan dampak dari keputusan. 2. Penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba pada setiap pembuatan keputusan atas persoalan yang dihadapi.

3 Kondisi dalam Pembuatan Keputusan
1.Kondisi KEPASTIAN (Certainty)
– Para pembuat keputusan mengetahui apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang, karena tersedia informasi yang akurat, terpercaya, dan dapat diukur sebagai dasar keputusan. Dalam kasus ini, situasi di waktu mendatang adalah dapat diperkirakan dengan pasti.

2. Kondisi RESIKO (Risk)
– Para pembuat keputusan mengetahui besarnya probabilitas setiap kemungkinan hasil, tetapi informasi lengkap tidak tersedia.

3. Kondisi KETIDAKPASTIAN (Uncertainty)
– Para pembuat keputusan tidak mengetahui besarnya probabilitas atau bahkan tidak mengetahui kemungkinan hasil-hasil. Kondisi ketidakpastian pada umumnya menyangkut keputusan-keputusan kritis danpaling menarik.

• Pembuatan keputusan dalam kondisi ketidakpastian dapat dilakukan lebih tepat dengan menggunakan metodametoda kuantitatif (yang ilmiah) untuk mengantisipasi dan memperkirakannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->