P. 1
Pewarnaan bakteri

Pewarnaan bakteri

|Views: 186|Likes:

More info:

Published by: Lailly Sibembem Simon on Oct 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2015

pdf

text

original

TEKNIK PEWARNAAN BAKTERI I. TUJUAN Mempelajari teknik pewarnaan untuk pewarnaan mikroorganisme. II. PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit, kerena selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. Selain itu bakteri yang hidup akan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri tersebut disuspensikan. Sedangkan, untuk mengatasi hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bakteri, sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. Oleh karena itu teknik pewarnaan sel bakteri ini merupakan salah satu cara yang paling utama dalam penelitianpenelitian mikrobiologi. Prinsip dasar dari pewarnaan ini adalah adanya ikatan ion antara komponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang disebut kromogen. Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler maupun pada pewarna. Berdasarkan adanya muatan ini maka dapat dibedakan pewarna asam dan pewarna basa. Teknik pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu, bakteri gram negatif ditandai dengan pewarnaan merah sedangkan yang positif berwarna ungu (Levine, 2000). Berdasarkan pewarnaan bakteri tadi yaitu gram positif dan gram negative, kedua kelompok bakteri tersebut memiliki sifat khas yang tersendiri baik dalam hal bentuk, komponen dinding sel, hingga kenampakan dalam suatu pewarnaan. Pemarnaan bakteri sendiri digunakan agar mempermudah dalam mempelajari suatu mikroba. Pewarnaan sendiri ada berbagai macam cara dan berbagai macam tujuan dengan dilakukannya suatu pewarnaan. Pewarnaan yang paling mudah dilakukan adalah pewarnaan gram, dan jika berhasil maka akan terlihat perbedaannya secara nyata. Namun ada beberapa tahapan yang merupakan tahap krusial pewarnaan, jika terjadi suatu kesalahan maka hasilnya sangat fatal. Pada percobaan ini dilakukan agar setiap mahasiswa terampil dalam melakukan pewarnaan pada bakteri, dapat melihat perbedaan hasil secara nyata, serta mampu menganalisis fenomena yang terjadi dari setiap tahapan pewarnaan.

B. Dasar Teori Metode pengecatan pertama kali ditemukan oleh Christian Gram pada tahun 1884. Dengan metode ini, bakteri dikelompokkan menjadi 2, yaitu: Bakteri gram positif dan bakteri gram negative yang didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pengecatan gram tidak bisa dilakukan pada

flagellum. Escherichia coli termasuk dalam famili Enterobacteraceae yang termasuk gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif. pilus. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) Meliputi kapsul. aureus merupakan pathogen seperti bisul. yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut dilingkungan sampai kondisi menjadi baik (Gupte. Bakteri juga dapat dibedakan melalui teknik pewarnaan gram. membrane plasma. Khusus pada spiral hanya dibagi 2 yaitu: setengah melengkung dan tidak melengkung (Dwijoseputro. dan tripobasil. Staphylococcus adalah bakteri gram-positif yang berbentuk bola. Teknik pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu. E. 1991). Peranan yang menguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah diair. Struktur bakteri terbagi menjadi 2. ribosom. . Struktur dasar (dimiliki oleh hamper semua jenis bakteri) Meliputi dinding sel. Bakteri memiliki beberapa bentuk yaitu basil (tongkat). biasanya S. Bakteri gram negative ditandai dengan pewarnaan ungu. dan granula penyimpanan. vakuola gas dan endospora (Assani. Bakteri yang berbentuk basil pembagiannya yaitu: basil tunggal.1983). Bakteri ini ada yang berkoloni dan berbentuk seperti buah anggur. Pada tahun 1884. coli merupakan pathogen berbahaya yang menyebabkan penyakit diare dan sindrom diare lanjutan serta hemolitik uremic (hus). dapat tumbuh pada suhu berkisar 15 sampai 45 derajat dan lingkungan NaCl pada konsentrasi tinggi hingga 15% dan menghasilkan enzim koagulase. Selain itu. 1994). Mycoplasma sp. yaitu membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri pathogen. sytesdan furunculosis beberapa infeksi (radang paru-paru. saluran kencing osteomyelitis dan endocarditis serta menyebabkan keracunan makanan yaitu dengan melepaskan enterotoxins menjadi makanan sehingga menjadi toksik dengan melepaskan superantigens kedalam aliran darah (Cappaccino. kokus. Sedangkan pada kokus dibagi monokokus (satu buah bakteri berbentuk bulat). 2. dan spirilum. radang urat darah. 1990). diplococus. sampai staphylococcus (bentuknya mirip buah anggur). yaitu: 1. sitoplasma. coli hidup dalam jumlah besar dalam usus manusia. catalase-oxidase-positif dan negative. Akan tetapi pada strain baru dari E. Rosenbach menjelaskan ada 2 jenis warna staphylococci yaitu: Staphylococus aureus yang berwarna kuning dan Staphylococcus albus yang berwarna putih. (Sutedjo. diplobasil.mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti. Beberapa karakteristik yang dimiliki Staphylococcus aureus diantaranya: hemolytic pada darah agar.1994). Endospore adalah organisme yang dibentuk dalam kondisi stress karena kurang nutrisi. DNA. radang kelenjar dada. meningitis. fimbria. kromosom. indicator pada level pencemaran air serta mendeteksi pathogen pada feses manusia yang disebabkan oleh Salmonella thypi.

Hal ini bertujuan untuk memberikan warna pada bakteri pada akhirnya dapat diidentifikasi dengan mudah. Fiksasi panas dilakukan saat olesan sudah benar-benar kering. Teknik pewarnaan ada bermacam-macam cara. yaitu: gram positif berwarna ungu dan gram negative berwarna merah. Fiksasi yang dilakukan pada medium padat berbeda denga fiksasi pada medium cair. apabila belum kering sel-sel organisme akan bersangkutan seperti direbus. Pewarnaan Sederhana Menggunakan satu jenis zat warna. perlu dilakukan fiksasi mikroorganisme dan penyiapan olesan. Beberapa cara pengecatan. Adanya gram positif dan gram negative disebabkan oleh perbedaan bandingan dinding sel bakteri.1995). 1993). Endospora adalah organisme yang dibentuk dalam kondisi stress karena kurang nutrisi. Kandungan senyawa peptidoglikan pada dinding sel gram positif lebih tebal dibandingkan pada dinding gram negatif. Pewarnaan Spora Dengan metode Dorner. Cara fiksasi medium cair yaitu meletakkan suspensi mikroorganisme pada kaca objek yang telah dilingkari. Pewarnaan gram menghasilkan 2 kelompok besar bakteri.sedangkan yang positif berwarna merah. kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarnaan sederhana. 3. 2. sebelum diberi suspensi diberi air steril dulu. yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut dilingkungan sampai kondisi menjadi baik (Jaweta. membiarkan olesan kering lalu diletakkan di atas api bunsen. Sebelum melakukan pewarnaan. digunakan nigrosin dan menghasilkan spora berwarna merah dan sporangium tak berwarna. 1986). sitoplasma bersifat basofil. Untuk medium padat. lalu kelanjutannya sama dengan fiksasi pada medium cair. lalu menyebarkan hingga rata. yaitu:  Pengecatan negative  Pengecatan sederhana  Pengecatan gram  Pengecatan ziehl Nielsen  Pengecatan kapsul  Pengecatan spora  Pengecatan flagella (Ratna. Adapun beberapa teknik pewarnaan antara lain: 1. pewarna tandingan metilene blue Loffler. tetapi pada praktikum kali ini hanya dilakukan pewarnaan gram dan pewarnaan spora. selain itu. Teknik pewarnaan gram haruslah sesuai prosedur karena dapat mengakibatkan kesalahan identifikasi data apakah gram positif atau gram negatif sehingga diperlukan adanya pratikum ini dilakukan agar mengetahui jalannya mekanisme pewarnaan gram. (Hadioetomo. Pewarnaan Tahan Asam Mengunakan pewarnaan karbolfuksin dengan pemanasan. ada endospora yang bisa diwarnai. zat warna bersifat alkali (komponen kromatoforiknya positif). .

Gram positif adalah organisme yang dapat menahan kompleks pewarna primer ungu kristal iodium sampai akhir prosedur. Pewarnaan sederhana merupakan teknik pewarnaan yang paling banyak digunakan. 2001). yaitu gram positif dan gram negatif. berwarna merah muda. Gram negatif adalah organisme yang kehilangan kompleks pewarna ungu kristal iodium pada waktu pembilasan dengan alcohol dan terwarnai pewarna tandingan safranin. Pewarnaan basa yang biasa digunakan untuk pewarnaan sederhana ialah methylene blue. Pewarnaan Gram Merupakan pewarnaan diferensial. menggunakan nigrosin. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarnaan – pewarnaan sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka dengan basa). Sifat. Digunakan lebih dari satu pewarna. Jika ada. III. Pelaksanaan fiksasi b. bakteri spesies gran negative akan berwarna merah muda. Bakteri gram – positif antraks batang ungu) pada contoh cairan serebrospina. menyusut oleh perlakuan alkohol karena dehidrasi sehingga dinding sel menutup sedag gram negatif mengandung lemak tinggi yang dapat larut dalam aseton atau alkohol. Pewarnaan gram termasuk dalam differensial. disebut sederhana karena hanya menggunakan satu jenis zat warna untuk mewarnai organisme tersebut. jumlah pemucat (Pelczar. 2005). 6. konsentrasi. Konsentrasi dan umur reagen d. karena mampu membedakan dua jenis bakteri besar. Pewarnaan Negatif Pewarnaan ini tidak mengalami pemanasan atau perlakuan keras. Faktor yang menimbulkan keragaman dalam reaksi gram antara lain: a. Pewarnaan ini paling banyak digunakan utuk mencirikan bakteri. sehingga berwarna ungu. sel-sel lain adalah sel darah putih (Suriawiria. Pewarnaan Kapsula Pewarnaan tidak bisa dilakukan dengan prosedur biasa karena kapsula bersifat ionic. 5. Hal ini dikarenakan dinding sel gram positif lebih tebal. pewarnaan yang menampilkan perbedaan antar sel-sel mikroba dan bagian-bagiannya. Kerapatan sel c.1994).4.kristal violet dan arbon fuehsin. METODE A. Sejarah biakan e. Zatzat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkolin. Alat dan Bahan . (Team Mikrobiologi. Dengan pewarnaan sederhana dapat mengetahui bentuk dan rangkaian sel bakteri (Hadioetomo. 1993).

kemudian dibilas dengan menggunakan penyemprot yang berisi aquadest 5. b. karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal . Sampel dipanaskan di atas bunsen atau dihisap kelebihan cairan menggunakan tissu 9. a. kemudian difiksasi. Gelas benda diambil. Didiamkan 60 detik. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel hasil percobaan No. f. Terakhir ditetesi dengan safranin 1 tetes menggunakan pipet tetes. hingga tetesan yogurt menjadi kering 4. g. Alat a. 2. Langkah tersebut juga diulangi pada sample suspensi X III. Didiamkan selama 60 detik. Bunsen 2. Mikroskop b. Sampel A B Warna akhir Merah muda Ungu muda Jenis bakteri Gram negative Gram positif Nama bakteri Escherichia coli Bacillus cereus Pewarnaan Gram adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi.1. d. Didiamkan 45 detik. Selanjutnya ditetesi dengan 1 tetes iodine menggunakan pipet tetes. Didiamkan 45 detik. Gelas benda tersebut kemudian ditetesi dengan kristal violet. 1 tetes. Bahan Bakteri sampel A Bakteri sampel B Kristal violet Iodin Alkohol 96% Safranin Aquades 1 tetes 1 tetes 1 tetes 1 tetes 1 tetes 1 tetes secukupnya B. Ditetesi dengan alkohol 96% sebanyak 1 tetes menggunakan pipet tetes. kemudian dibilas dengan menggunakan penyemprot yang berisi aquadest 6. 1. kemudian dilewatkan pada api Bunsen 2. Cara Kerja 1. yakni di lewatka pada nyala api. kemudian dibilas dengan menggunakan penyemprot yang berisi aquadest 8. sebanyak 1 tetes 3. e. Yogurt diambil dengan memakai pipet tetes. c. Diletakkan pada gelas benda. kemudian dibilas dengan menggunakan penyemprot yang berisi aquadest 7. Diamati dibawah mikroskop 10.

1993). b. Namun. Setelah proses tersebut gelas benda . Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membran sel selapis. walaupun sebenarnya yang diwarnai adalah bakteri gram negative. dapat dilakukan secara pemanasan atau dengan aplikasi bahan kimia seperti sabun. tidak terkena api hanya dilewatkan saja hingga kering. iodin. Larutan terakhir yaitu safranin yang berwarna merah sebagai cat penutup untuk mewarnai kembali sel-sel yang sudah kehilangan warna utamanya dan dilakukan selama 45 detik agar bakteri yang telah luntur dapat terwarnai (Hadioetomo. d. fenol. Pemberian cat lawan yaitu cat warna safranin. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif. Prosedur pewarnaan gram awalnya adalah tahap pemberian sample kemudian setelah sample diteteskan difiksasi.identifikasi. Pemberian cat warna utama (cairan kristal violet) berwarna ungu. Iodin sebagai cat mordan untuk mengintensifkan cat utama dan dilakukan selama 30 detik agar pengikatan warna oleh bakteri menjadi lebih kuat. Fiksasi. formalin. Penetesan masing-masing larutan pewarnaan gram (kristal violet. b. Pengintesifan cat utama dengan penambahan larutan mordan JKJ. yaitu penetesan kristal violet pada sampel. didiamkan 1 menit dahulu agar cat terikat kuat. dilakukan selama 30 detik supaya cat dapat luntur secara sempurna dan tidak ada yang tersisa. agar tidak terjadi penumpukan. Karena jika terlalu lama bakteri akan cenderung menjadi gram positif. atau lebih dari 1 zat warna. Namun. c. dan safranin) tersebut memiliki fungsi diantaranya penetesan kristal violet berfungsi sebagai cat utama yang akan diikat oleh peptidoglikan bakteri dan dilakukan selama 30 detik supaya cat dapat melekat sempurna pada dinding bakteri. dimana pembarian kristal violet ini bertujuan sebagai cat utama yang nantinya akan diikat oleh peptidoglikan bakteri dan pada saat penetesan ini tidak langsung dibilas dengan aquades setelah penetesan. Langkah-langkah utama dalam teknik pewarnaan antara lain: a. Kemudian ditetesi dengan memakai Iodin yang mana pemberian iodine ini bertujuan untuk mengintensikan cat utama atau mempertegas dan dalam proses ini di tunggu 1 menit sebelum dibilas. tidak boleh terlalu lama atau terlalu sebentar. Aplikasi zat warna tunggal. Pewarnaan gram pada praktikum ini dilakukan dalam 4 tahap yaitu: a. Pencucian (dekolarisasi) dengan larutan alkohol asam. c. Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. alkohol 95%. Sedangkan baktri gram negatif mempunyai dinding sel tipis yang berada di antara dua lapis membran sel. setelah itu baru kemudian di bilas dengan aquades. Alkohol 96% untuk melunturkan cat utama. Tahapan kedua yakni sudah masuk tahap awal pewarnaan. Pembuatan olesan bakteri. olesan bakteri tidak boleh terlalu tebal atau tipis.

Karena jika terlalu lama akan cenderung menjadi gram negative. Tahap pewarnaan berikutnya adalah penetesan dengan memakai alcohol 95% dimana fungsinya adalah untuk melunturkan cat utama. sedangkan penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alcohol memungkinkan hilang dari sel. dan tidak boleh terlalu lama atau terlalu sebentar. Pada tahap ini dilakukan selama 1 menit. Tahap terakhir adalah pewarnaan dengan safranin yakni untuk mewarnai kembali sel-sel yang sudah kehiklangan cat warna utama. Kompleks zat iodin terperangkap antara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif. Perbedaan dasar antara bakteri gram positif dan negatif adalah pada komponen dinding selnya. meskipun yang diuji gram positif. Bakteri gram positif memiliki membran tunggal yang dilapisi . Kemudian didiamkan 45 detik agar cat meresap. Sedangkan koloni bakteri B merupakan bakteri Bacillus cereus dengan hasil percobaan menunjukan warna ungu muda yang menandakan bahwa bakteri merupakan gram positif. Setelah itu. Dari hasil percobaan diketahui bahwa koloni bakteri A merupakan bakteri Escherichia Coli dengan hasil percobaan menunjukan warna merah muda yang menandakan bahwa bakteri merupakan gram negatif. Hasil pawarnaan dapat diamati langsung dibawah mikroskop.dibersihkan dengan aquades. dibilas memakai aquades dan kemudian dikeringkan.

Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting untuk membantu determinasi suatu bakteri.  Resistensi terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat  Peka terhadap streptomisin  Toksin yang dibentuk Endotoksin Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu :  Struktur dinding selnya tebal.  Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet. Beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatife.  Lebih resisten terhadap gangguan fisik. berlapis tunggal atau monolayer.  Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%).  Bersifat lebih rentan terhadap penisilin. Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu:  Struktur dinding selnya tipis.  Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). sebelah dalam dengan jumlah sedikit ± 10% dari berat kering.  Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal.  Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. berlapis tiga atau multilayer.  Kurang rentan terhadap senyawa penisilin.peptidohlikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negative lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm). sekitar 10 – 15 mm. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan.  Tidak resisten terhadap gangguan fisik. peptidoglikan terdapat didalam  lapisan kaku.  Resistensi terhadap alkali (1% KOH) larut  Tidak peka terhadap streptomisin  Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Bacteria Filum : Firmicutes Kelas : Bacili Ordo : Bacillales Famili : Bacillaceae Genus : Bacillus Spesies : Bacillus cereus Bacillus cereus . Mengandung asam tekoat. sekitar 15-80 nm. tidak mengandung asam tekoat.  Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.

coli merupakan patogen berbahaya yang menyebabkan penyakit diare. coli hidup dalam jumlah besar di dalam usus manusia. sindrom diare lanjutan. infeksi saluran urin. Ini adalah penyebab dari "Sindrom Nasi Goreng. Faktor virulensi meliputi cereolysin dan fosfolipase C. hemolitik uremic (hus). muntaber. dan seperti anggota lain dari genus Bacillus dapat menghasilkan endospora pelindung. B. dan neonatal meningitis. Akan tetapi pada strain baru dari E. Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Bacteria Filum : Proteobacteria Kelas : Gammaproteobacteria Ordo : Enterobacteriales Famili : Enterobacteriaceae Genus : Escherichia Spesies : Escehricia coli Eschericia coli Hasil pengamatan mikroskop E. Beberapa strain yang berbahaya bagi manusia dan menyebabkan penyakit bawaan makanan. berbentuk batang." karena bakteri adalah klasik dikontrak dari piring nasi goreng yang telah duduk pada suhu kamar selama berjam-jam (seperti pada prasmanan). Peranan yang mengguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah di air. infeksi usus. Gram-positif. indikator pada level pencemaran air serta mendeteksi patogen pada feses manusia . bakteri hemolitik beta. cereus bakteri aerob.Hasil pengamatan mikroskop Bacillus cereus adalah. yaitu membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri patogen. coli termasuk dalam famili Enterobacteraceae yang termasuk bakteri gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif. E. sedangkan jenis lain dapat bermanfaat sebagai probiotik untuk hewan. endemik tanah-tinggal.

Teknik pembuatan sediaan apusan (preparat) dapat dilakukan dengan mensuspensikan biakan bakteri denagn aquades. Larutan pengikat warna dasar (larutan iodin) c. Bakteri di klasifikasi atas dua golongan. Disamping itu. Pewarna dasar (kristal violet) b. Bakteri yang termasuk kelompok khusus 5. kemudian difiksasi 2. Bakteri berbentuk lengkung d. coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika dan biasa digunakan sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan karena bakteri ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan mudah dalam penanganannya. dan safranin 3. Fungsi pewarnaan larutan yaitu: a. Sebagai penutup warna utama (safranin) . Pewarnaan struktur sel bakteri dilakukan dengan menggunakan larutan kristal violet. iodine. Larutan pencuci warna dasar (alkohol 96%) d. IV. Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu pengecatan sederhana. yakni bakteri grampositif dan bakteri gram-negatif.yang disebabkan oleh Salmonella typhi. 6. Terbagi atas: a. alcohol 96%. E. pengecatan negatif. Langkah-langkah urutan pewarnaan harus diperhatikan. KESIMPULAN 1. pengecatan diferensial dan pengecatan struktural. Bakteri berbentuk batang c. Bakteri berbentuk kokus (bulat) b. Bakteri yang termasuk gram positif adalah Lactobacillus casei dan bakteri gram negative adalah Escherichia coli 4.

Jambatan Gupta. & Natalie.Mikrobiologi untuk Profesi Kesehatan. New York: Addison-Wesley Publishing company Dwijoseputro. 1993. Michael. Mikrobiologi Kedokteran. . 1983. G. 1993. Dasar-Dasar Mikrobiologi.Mikrobiologi dasar. D. Jakarta: PT.DAFTAR PUSTAKA Assani. S.Microbiology a Laboratory manual. 1990.1986.Jakarta: Bina Rupa Aksara Hadioetomo.N. Ratna Sri. Jakarta: Fakultas Kedokteran UI Cappucino. E. S. 1994. Yogyakarta: UGM Press Jaweta. Dasar-dasar mikrobiologi. J. S. Jakarta: UI Press Surakarta. 1994. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Jakarta: EGC Pelczar. 19 Oktober 2011 Mengetahui Asisten Pembimbing Praktikan Zulfiyah Santosa Pradana Putra S.

LAMPIRAN .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->