BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik (Ramlan, 1987:19). Kata Morfologi berasal dari kata morphologie. Kata morphologie berasal dari bahasa Yunani morphe yang digabungkan dengan logos. Morphe berarti bentuk dan dan logos berarti ilmu. Bunyi [o] yang terdapat diantara morphe dan logos ialah bunyi yang biasa muncul diantara dua kata yang digabungkan. Jadi, berdasarkan makna unsur-unsur pembentukannya itu, kata morfologi berarti ilmu tentang bentuk. Dalam kaitannya dengan kebahasaan, yang dipelajari dalam morfologi ialah bentuk kata. Selain itu, perubahan bentuk kata dan makna (arti) yang muncul serta perubahan kelas kata yang disebabkan perubahan bentuk kata itu, juga menjadi objek pembicaraan dalam morfologi. Dengan kata lain, secara struktural objek pembicaraan dalam morfologi adalah morfem pada tingkat terendah dan kata pada tingkat tertinggi.Itulah sebabnya, dikatakan bahwa morfologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kata (struktur kata) serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap makna (arti) dan kelas kata. Dalam mempelajari Morfologi, nantinya kita akan menemui banyak sekali istilahistilah yang bertalian ilmu Morfologi, seperti morfem, morf, alomorf dan deretan morfologik. Tanpa didasari dengan pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep tersebut bukan tidak mungkin jika nantinya kita akan mengalami kesulitan dalam memahami Morfologi. Oleh karena itu, sebelum melangkah ke seluk beluk pembentukan kata yang menjadi sasaran utama dalam morfologi, ada baiknya jika kita terlebih dahulu memahami konsep-konsep dasar yang bertalian dengan morfologi tersebut. Untuk itu penulis merasa perlu untuk membahas konsep-konsep dasar dalam morfologi seperti morfem, morf, alomorf dan deretan morfologik dalam makalah ini untuk memberikan pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep dasar tersebut. Dengan harapan nantinya dapat membantu pembaca lebih memahami Morfologi. 1

Kajian Morfologi (Morfem, Morf, Alomorf dan Deretan Morfologik)

Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengn morfem. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan morf. Apakah yang dimaksud dengan deretan morfologik? 1.2 Rumusan Masalah Setelah pemaparan latar belakang di atas. Apakah yang dimaksud dengan morfem? 2.1. maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut. Apakah yang dimaksud dengan alomorf? 4. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan alomorf. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan deretan morfologik. Morf. BAB II PEMBAHASAN Kajian Morfologi (Morfem. Alomorf dan Deretan Morfologik) 2 .3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas. 1. 4. 2. 3. Apakah yang dimaksud dengan morf? 3. adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa morfem adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. 2. 1983 : 26). 2008:13-15). Sedangkan menurut Zaenal Arifin dalam bukunya Morfologi Bentuk dan Makna mengatakan bahwa morfem adalah satuan bahasa terkecil yang mengandung makna. menurut beliau morfem merupakan satuan gramatik paling kecil yang tidak mempunyai satuan lain selain unsurnya (Ramlan. Dua bentuk yang sama atau lebih memiliki makna yang sama merupakan sebuah morfem. Misalnya kata bisa pada kedua kalimat berikut adalah dua buah morfem yang berbeda. • Adik bisa mengerjakan ulangan dengan baik. Morf. Apakah yang dimaksud dengan morfem ? Abdul Chaer dalam bukunya yang berjudul Morfologi Bahasa Indonesia mengatakan bahwa morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang memiliki makna (2008:7). Sebagai contoh bentuk tulis adalah sebuah morfem karena tidak dapat dibagi menjadi bentuk-bentuk terkecil lainnya serta mengandung makna atau arti leksis.juga merupakan sebuah morfem.2. Dua bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua morfem yang berbeda. Hal serupa juga dikemukakan Ramlan. Bloch dan Trager dalam Kushartanti (2001:120) mengatakan bahwa morfem yaitu semua bentuk baik bebas maupun terikat yang tidak dapat dibagi ke dalam bentuk terkecil yang mengandung arti. karena merupakan bentuk terkecil bahasa Indonesia. Kajian Morfologi (Morfem. Ayah menanam bunga melati di taman Bibit bunga melati itu dibeli ayah di Bandung 2.1 Identifikasi Morfem Untuk mengenal morfem secara jeli dalam bahasa Indonesia. diperlukan petunjuk sebagai pegangan. Alomorf dan Deretan Morfologik) 3 . tetapi mempunyai makna gramatikal. Umpamanya kata bunga pada ketiga kalimat berikut adalah sebuah morfem yang sama. yakni sebagai berikut: 1. walau tidak mempunyai makna leksikal.1. Ada enam prinsip yang saling melengkapi untuk memudahkan pengenalan morfem ( Abdul Chaer.1 Morfem Morfem merupakan satuan bahasa paling kecil yang yang menjadi sasaran kajian morfologi. Bentuk meN. • • • Ibu membeli seikat bunga mawar untuk kakek.

kalimat) apabila maknanya berbeda secara polisemi. tua renta. • • Ayah sulit membaca jika tidak menggunakan kaca mata. Kaki meja itu terbuat dari batu pualam. • • Kaki Adi terantuk batu. 4. Alomorf dan Deretan Morfologik) 4 . Kajian Morfologi (Morfem. dan bel pada kata-kata berikut adalah morfem yang sama. merupakan dua morfem yang berbeda. tetapi memiliki makna yang sama. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar apabila memiliki makna yang sama merupakan morfem yang sama.• Ayah terkena bisa ular. Misalnya bentuk tulis pada kata-kata berikut adalah sebuah morfem yang sama. bentuk yang hanya muncul dengan pasangan satu-satunya adalah juga sebuah morfem. merupakan morfem yang sama. Sejak terkena penyakit rabun senja ibu sukar melihat. Umpamanya. • • • • menulis tertulis penulis ditulis 7. Umpamanya bentuk hitam legam. asal perbedaan bentuk itu dapat dijelaskan secara fonologis. 6. • • • bekerja berujar belajar 5. Umpamanya bentuk-bentuk seperti be. kata sukar dan sulit pada kedua kalimat berikut adalah dua morfem yang berbeda. kuning langsat. Morf. 3. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar (klausa. Dua buah bentuk yang berbeda. ber. Bentuk-bentuk yang mirip (berbeda sedikit)tetapi maknanya sama adalah sebuah morfem yang sama.

tidak dapat muncul dalam pertuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi. b. maknanya dan sebagainya. keutuhannya. Morfem Bebas Morfem bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncut dalam pertuturan.2. Morf. a. bentuk-bentuk seperti renta (yang hanya muncul dalam tua renta). Ketiga. Morfem Terikat Morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan.1. Berdasarkan kebebasannya untuk dapat digunakan langsung dalam petuturan morfem dapat dibedakan menjadi morfem bebas dan morfem terikat. Berkenaan dengan morfem terikat ini dalam bahasa Indonesia ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. Antara lain berdasarkan kebebasannya. dan baur juga termasuk morfem terikat. Bentuk-bentuk seperti ini lazim disebut bentuk prakategorial. sehubungan dengan istilah prakategorial di atas. Alomorf dan Deretan Morfologik) 5 . Kedua.2 Jenis Morfem Morfem dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria. Semua afiks dalam bahasa Indonesia adalah morfem terikat. menurut konsep Verhaar (1978) bentuk-bentuk seperti baca. sehingga baru bisa muncul dalam pertuturan . henti. karena hanya bisa muncul dalam pasangan tertentu. tulis. Misalnya. dan bagus. makan. Lalu. karena bentuk-bentuk tersebut baru merupakan ”pangkal” kata. gaul. dan bugar (yang hanya muncul dalam segar bugar) juga termasuk morfem terikat. bentuk-bentuk seperti juang. Secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. meskipun bukan afiks. Yaitu: Pertama. bentuk pulang.sesudah mengalami proses morfologi. rumah. Kajian Morfologi (Morfem. kerontang (yang hanya muncul dalam kering kerontang). dan tendang juga termasuk bentuk prakategorial. karena bentuk-bentuk tersebut. maka bentuk-bentuk tersebut disebut juga morfem unik.

(henti}. Sedangkan morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah. -nya. ada catatan yang perlu diperhatikan. merupakan bentuk terikat. hlamun. untuk bahasa Indonesia. yaitu: Pertama. semua afiks yang disebut konfiks seperti {ke-/-an}. yaitu {satu } dan satu morfem terbagi. Morf. dan atau secara morfologis termasuk morfem bebas. yaitu {per-/-an}. Berdasarkan keutuhan bentuknya dibedakan adanya morfem utuh dan terbagi. karena disisipi morfem lain. yaitu {buat} dan satu morfem terbagi. {kursi}. bentuk-bentuk yang termasuk preposisi dan konjungsi. Kelima. seperti {meja}. 3. morfem dapat dibedakan menjadi dua yaitu morfem segmental dan suprasegmental.Keempat. {kecil}. Kajian Morfologi (Morfem. seperti -lah. infiks {-el-} pada kata pelatuk. dan bermusuhan saling memusuhi. dan { pe-/-an } adalah termasuk morfem terbagi. secara fonologis tidak mendapat tekanan. tetapi dapat dipisahkan. tetapi secara sintaksis . Misalnya. Sehubungan dengan morfem terbagi ini. Sedangkan enlditika adalah klitika yang berposisi di belakang kata yang ditekati. dan {juang}. yang disebut klitika merupakan morfem yang agak sukar ditentukan statusnya. dan {pensil}. Umpamanya pada kata Indonesia kesatuan terdapat satu morfem utuh. afiks {-er} pada kata gerigi. yakni afiks yang disisipkan di tengah morfem dasar. biasanya hanya satu silabel. seperti dari. dan infiks {-em-} pa a kata gemetar. Pembedaan morfem utuh dan morfem terbagi berdasarkan bentuk formal yang dimiliki morfem tersebut: apakah merupakan satu kesatuan yang utuh atau merupakan dua bagian yang terpisah atau terbagi. 2. Proklitika adalah klitika yang berposisi di muka kata yang diikuti. Berdasarkan jenis fonem yang membentuknya. (taut). Semua morfem dasar bebas termasuk morfem utuh. { ber-/-an } (per-/an}. Umpamanya. Kedua dalam bahasa Indonesia ada afiks yang disebut infiks. seperti {ter-}. tetapi bisa juga bukan konfiks. Begitu juga dengan sebagian morfem terikat. seperti pada beraturan dan berpakaian. klitika -lah dalam bahasa Indonesia. apakah terikat atau bebas. bentuk {ber-/-an} bisa merupakan konfiks. Klitika adalah bentuk-bentuk singkat. kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat pada bentuk lain. {ber-}. seperti ku dan kau pada konstruksi kubawa dan kuambil. yakni { ke-/-an } kata perbuatan terdiri dari satu morfem utuh. dan kalau. dan –ku. Alomorf dan Deretan Morfologik) 6 . pada.

Sedangkan . Jadi. seperti tekanan. . dan sebagainya. morfem tak bermakna leksikal tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya sendiri. Yang biasa dimaksud dengan morfem tak bermakna leksikal ini adalah morfem-morfem afiks. Oleh karena itu. Morfem-morfem §eperti { juang } { henti } dan {gaul} yang oleh Verhaar disebut bentuk prakategorial. Sebaliknya. {lari} dan {merah} adalah morfem bermakna leksikal. perlu dicatat bentuk dasar yang termasuk dalam kategori preposisi dan konjungsi tidak pernah mengalami proses afiksasi. seperti morfem {lihat}. tetapi secara gramatikal morfem. 6. seperti {ber-}. Secara semantik. 5. Misalnya. Alomorf dan Deretan Morfologik) 7 . Berdasakan ciri semantiknya morfem dapat dibedakan menjadi morfem leksikal dan morfem gramatikal. Morfem ini baru mempunyai makna dalam gabungannya dengan morfem lain dalam suatu proses morfologi.a. mempunyai makna atau tidak ? Kalau dikatakan mempunyai makna jelas morfem-morfem tersebut tidak dapat berdiri sendiri sebagai bentuk yang otonom di dalam pertuturan. dan (ber}. Ada satu bentuk morfem lagi yang perlu dibicarakan atau dipersoalkan mempunyai makna leksikal atau tidak. yaitu morfem-morfem yang di datam gramatika berkategori sebagai preposisi dan konjungsi. Morfem tanwujud ini tidak ada dalam bahasa Indonesia. {lah}. Dalam dikotomi morfem bermakna leksikal dan tak bermakna leksikal ini. Morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental.dan . semua morfem yang berwujud bunyi adalah morfem segmental. . tanpa perlu berproses dulu dengan morfem lain. yang tidak dapat menjadi dasar . dalam bahasa Indonesia. Kalau dikatakan tidak bermakna jelas morfem-morfem itu bukan afiks. seperti morfem . morfemmorfem itu mempunyai makna. untuk bahasa Indonesia timbul masalah. durasi. Kajian Morfologi (Morfem. . Morfem dasar adlaah morfem yang dapat menjadi dasar dalam suatu proses morfologi. tetapi ada dalam bahasa Inggris. 4. {sikat}. morfem tersebut tidak mempunyai kebebasan dan otonomi. {pergi}. Berdasarkan kemungkinan menjadi dasar dalam pembentukan kata dapat dibedakan menjadi morfem dasar dan morfem afiks. melainkan hanya sebgai pembentuk disebut morfem afiks. dengan sendirinya sudah dapat digunakan secara bebas. tetapi yang tanwujud kehadirannya tidak nyata. Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem segmental. {me-}. namun. Yang dimaksud dengan morfem bermakna leksikal adalah morfemmorfem yang secara inheren telah memiliki makna pada dirinya sendiri. dan mempunyai kedudukan yang otonom di dalam pertuturan. Yang dimaksud dengan morfem wujud adalah morfem yang nyata ada. Berdasarkan kehadirannya secara konkret dapat dibedakan menjadi morfem wujud dan morfem tanwujud. morfem-morfem seperti {kuda}. morfem-morfem seperti ini. Morf. b. nada. dan {ter-}. Misalnya morfem .

Contoh lain. Satuansatuan itu masing-masing disebut dengan morf. kebebasannya dalam pertuturan juga terbatas. penulis. Namun. alomorf adalah bentuk realisasi morfem yang bersifat nyata/ada. meng-. dan me-. Kushartanti (2001:150) mengatakan penamaan yang berbeda itu dimaksudkan untuk menunjukkan perbedaan tingkat analisisnya.pada kata berjalan. yang tidak atau belum dibicarakan dalam hubungan keanggotaam terhadap suatu morfem.2 Morf Di samping istilah morfem dan alomorf ada pula istilah morf. Alomorf dan Deretan Morfologik) 8 . mendatang. Jika wujud itu sekarang dilihat sebagai anggota sebuah morfem. yang semuanya merupakan alomorf dari morfem meN-. Jika wujud itu ( yakni satuan kecil yang bermakna) tidak dikaitkan dengan morfem tertentu wujud itu bernama morf. menyuruh. Dengan melihat deretan bentuk itu saja. Satuan me. Jadi.Morfem-morfem yang termasuk preposisi dan konjungsi jetas bukan afiks dan jelas memiiiki makna. Morf adalah satuan bentuk terkecil yang sudah mempunyai arti. morf bel. meny-. yang ada dalam petuturan adalah alomorf.pada kata belajar. ada juga morfem yang direalisasikan dalam beberapa bentuk alomorf. Misalnya. dan bel-.3 Alomorf Morfem sebenarnya merupakan barang abstrak karena ada dalam konsep. Pada umumnya sebuah morfem hanya memiliki sebuah alomorf. Dalam bahasa Indonesia kita jumpai kata seperti tulis. yaitu tulis. / d i/ merupakan satuan terkecil yang bermakna. Namun.yang mempunyai struktur fonologik mem-. / meN /. misalnya pada membawa. yang tidak lain adalah realisasi dari morfem itu. maka wujud itu menjadi alomorf morfem tersebut. menggali. Dengan demikian kita dapat menetapkan bahwa / tulis/.seperti terdapat pada menulis. ditulis. yang terdiri dari morf ber. Umpamanya morfem {me} tulis direalisasikan dalam bentuk prefiks me. dan me-. meskipun tidak seketat kebebasan morfem afiks. kita dapat mengetahui bahwa ada bagian bentuk yang dapat kita pisahkan dengan mudah. dan melerai. morfem {me-} memiliki enam bentuk alomorf seperti yang nampak pada bagan. morfem ber-. Dari penjelasan di atas tampak bahwa sebenarnya morf dan alomorf adalah dua nama bagi wujud yang sama. 2. ketiganya merupakan alomorf morfem ber-. Sedangkan yang konkret. meny-. Morf ber-. Morfem Alomorf Contoh Pada Kata Kajian Morfologi (Morfem. Bentuk-bentuk mem-. masing-masing disebut dengan morf./pe/. dan sebagainya. meng-. morf bepada kata bekerja. Karena itu morf-morf kita tuliskan secara fonemis. men-. Morf. be-. men-. Pada hakikatnya morf adalah deretan fonem. 2. menulis.

meng mem me men meny me menge menguras. berjauhan. Sedangkan yang dimaksud dengan morf adalah wujud kongkret dari alomorf itu sendiri. membantu meniru. Maksudnya. menghitung membuat. Morf. menyatu melihat. mengarang. dapat disimpulkan adanya morfem jauh. Di samping kejauhan. terjauh. dijauhkan. bergantung kepada jenis fonem awal sebuah satuan yang dilekati oleh morfem tersebut. Perubahan /n/ itu harus homogen. deretan morfologiknya sebagai berikut: kejauhan menjauhkan dijauhkan terjauh berjauhan menjauhi dijauhi Jauh Dari perbandingan kata-kata yang terdapat dalam deretan morfologik di atas. melirik. memuja. Alomorf dan Deretan Morfologik) 9 . menyuci. sebagai unsur yang terdapat pada tiap-tiap anggota deretan Kajian Morfologi (Morfem. Jadi. 2. Untuk mengetahui apakah kata itu terdiri dari satu morfem atau beberapa morfem. haruslah kata itu diperbandingkan dengan kata-kata lain dalam deretan morfologik.4 Deretan Morfologik Yang dimaksud dengan deretan morfologik ialah suatu deretan atau suatu daftar yang memuat kata-kata yang berhubungan dalam bentuk dan artinya. meralat Meneskor. Misalnya kita dapati kata kejauhan. fonem /m/ dan /b/ sama-sama bunyi bilabial. menidurkan menyiram. mengecat Keraf dalam Kushartanti (2005) mengatakan bahwa variasi itu disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang dimasukinya. dijauhi. Sebagai contoh /n/ akan menjadi /m/ apabila dilekatkan pada bentuk dasar yang diawali fonem /b/. terdapat menjauhkan. menjauhi.

selamat. kelola. terjauh terdiri dari morfem ter – dan jauh. jauh dan – i. Banyak kata yang kelihatannya terdiri atas dua morfem atau lebih tetapi setelah diteliti benar-benar. Misalnya segala. dan masih banyak lagi. dan jika terlantar dibandingkan dengan lantaran. dapat dipastika bahwa kata terlantar hanya terdiri atas satu morfem. dijauhkan terdiri morfem-morfem di – jauh. perempuan. pertalian bentuk arti tidak ada. hingga dapat dipastikan bahwa kata kejauhan terdiri dari morfem jauh dan morfem ke – an. menterlantarkan. menjauhi terdiri dari morfem-morfem meN -. Deretan morfologik amat berguna dalam penentuan morfem-morfem. pengaruh. dan kata dijauhi terdiri dari morfem-morfem di -. jembatan. Benar memang dalam peristiwa bahasa dijumpai kata lantaran. dan – kan. diterlantarkan. dan kata lantaran dipandang sebagai kata lain. yang secara deskriptif tidak dapat diletakkan dalam satu deretan morfologik dengan kata-kata terlantar. kedua kata itu tidak dapat diletakkan dalam satu deretan morfologik. Kata itu haruslah dibandingkan dengan kata-kata lain yang berhubungan dalam bentuk dan artinya dalam deretan morfologik : terlantar menterlantarkan diterlantarkan keterlantaran terlantar Dari deretan morfologik di atas. jawatan. apakah terdiri dari satu morfem atau dua morfem. berjauhan terdiri dari morfem jauh dan ber – an. kedua kata itu hanya memiliki pertalian bentuk. perangai. pada hakikatnya secara deskriptif hanya terdiri atas satu morfem saja. kata terlantar hanya terdiri atas satu morfem. terlentang. Kajian Morfologi (Morfem. Morf. dan – i. dan keterlantaran. dan berarti juga tidak dapat diperbandingkan. Kesimpulannya. pura-pura. dapat diketahui dari deretan morfologik. Kata terlantar misalnya. petua.morfologik. alun-alun. seperti. menjauhkan terdiri dari morfem-morfem meN – jauh dan – kan. jauh. Alomorf dan Deretan Morfologik) 10 . Maka sesuai dengan apa yang dimaksud deretan morfologik. niscaya dapat ditentukan adanya morfem lantar : terlantar lantaran lantar tetapi secara deskriptif.

Alomorf dan Deretan Morfologik) 11 . dapat ditarik kesimpulan bahwa 1. 2. Morfem adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. Kajian Morfologi (Morfem. Alomorf adalah bentuk realisasi morfem yang bersifat nyata/ada. Morf. yang tidak atau belum dibicarakan dalam hubungan keanggotaan terhadap suatu morfem. dan deretan morfologik dengan baik. 3.2 Saran Melalui makalah ini diharapkan agar mahasiswa mampu memahami konsepkonsep dasar Morfologi seperti morfem. 4. Konsep-konsep tersebut perlu dipahami agar dapat mempermudah mahasiswa dalam memahami proses pembentukan kata nantinya. Deretan Morfologi adalah suatu deretan atau suatu daftar yang memuat kata-kata yang berhubungan dalam bentuk dan artinya. 3. morf.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil diskusi yang kelompok kami lakkan.BAB III SIMPULAN 3. alomorf. Morf adalah satuan bentuk terkecil yang sudah mempunyai arti.

Yogyakarta:CV.2008.:PT.2007. Morf. Makna. dan Fungsi). Zaenal dan Junaiyah.Gramedia Pustaka Utama Ramlan.2007. Karyono Kajian Morfologi (Morfem.Langkah Awal Memahami Lnguistik.Morfologi (Bentuk.Cetakan 12.Jakarta: Rineka Cipta Kushartanti. M. Jakarta: PT. Alomorf dan Deretan Morfologik) 12 . Grasindo Chaer.Jakarta: Rineka Cipta -------. Morfologi Bahasa Indonesia.1987. Morfologi Suatau Tinjauan Deskriptif.Jakarta. Linguistik Umum.2005. Abdul.DAFTAR PUSTAKA Arifin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful