BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik (Ramlan, 1987:19). Kata Morfologi berasal dari kata morphologie. Kata morphologie berasal dari bahasa Yunani morphe yang digabungkan dengan logos. Morphe berarti bentuk dan dan logos berarti ilmu. Bunyi [o] yang terdapat diantara morphe dan logos ialah bunyi yang biasa muncul diantara dua kata yang digabungkan. Jadi, berdasarkan makna unsur-unsur pembentukannya itu, kata morfologi berarti ilmu tentang bentuk. Dalam kaitannya dengan kebahasaan, yang dipelajari dalam morfologi ialah bentuk kata. Selain itu, perubahan bentuk kata dan makna (arti) yang muncul serta perubahan kelas kata yang disebabkan perubahan bentuk kata itu, juga menjadi objek pembicaraan dalam morfologi. Dengan kata lain, secara struktural objek pembicaraan dalam morfologi adalah morfem pada tingkat terendah dan kata pada tingkat tertinggi.Itulah sebabnya, dikatakan bahwa morfologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kata (struktur kata) serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap makna (arti) dan kelas kata. Dalam mempelajari Morfologi, nantinya kita akan menemui banyak sekali istilahistilah yang bertalian ilmu Morfologi, seperti morfem, morf, alomorf dan deretan morfologik. Tanpa didasari dengan pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep tersebut bukan tidak mungkin jika nantinya kita akan mengalami kesulitan dalam memahami Morfologi. Oleh karena itu, sebelum melangkah ke seluk beluk pembentukan kata yang menjadi sasaran utama dalam morfologi, ada baiknya jika kita terlebih dahulu memahami konsep-konsep dasar yang bertalian dengan morfologi tersebut. Untuk itu penulis merasa perlu untuk membahas konsep-konsep dasar dalam morfologi seperti morfem, morf, alomorf dan deretan morfologik dalam makalah ini untuk memberikan pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep dasar tersebut. Dengan harapan nantinya dapat membantu pembaca lebih memahami Morfologi. 1

Kajian Morfologi (Morfem, Morf, Alomorf dan Deretan Morfologik)

3. BAB II PEMBAHASAN Kajian Morfologi (Morfem. Alomorf dan Deretan Morfologik) 2 . Apakah yang dimaksud dengan deretan morfologik? 1. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan deretan morfologik. Apakah yang dimaksud dengan alomorf? 4.3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan alomorf. maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut. Morf. 4. adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.1. 2. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengn morfem. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan morf. Apakah yang dimaksud dengan morfem? 2. 1.2 Rumusan Masalah Setelah pemaparan latar belakang di atas. Apakah yang dimaksud dengan morf? 3.

1. Kajian Morfologi (Morfem. Dua bentuk yang sama atau lebih memiliki makna yang sama merupakan sebuah morfem. Ada enam prinsip yang saling melengkapi untuk memudahkan pengenalan morfem ( Abdul Chaer. Bloch dan Trager dalam Kushartanti (2001:120) mengatakan bahwa morfem yaitu semua bentuk baik bebas maupun terikat yang tidak dapat dibagi ke dalam bentuk terkecil yang mengandung arti. Ayah menanam bunga melati di taman Bibit bunga melati itu dibeli ayah di Bandung 2. walau tidak mempunyai makna leksikal. Dua bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua morfem yang berbeda. Sebagai contoh bentuk tulis adalah sebuah morfem karena tidak dapat dibagi menjadi bentuk-bentuk terkecil lainnya serta mengandung makna atau arti leksis. karena merupakan bentuk terkecil bahasa Indonesia.1 Morfem Morfem merupakan satuan bahasa paling kecil yang yang menjadi sasaran kajian morfologi. Alomorf dan Deretan Morfologik) 3 . Misalnya kata bisa pada kedua kalimat berikut adalah dua buah morfem yang berbeda. • Adik bisa mengerjakan ulangan dengan baik. Morf.juga merupakan sebuah morfem. 2008:13-15). • • • Ibu membeli seikat bunga mawar untuk kakek.1 Identifikasi Morfem Untuk mengenal morfem secara jeli dalam bahasa Indonesia. tetapi mempunyai makna gramatikal. Bentuk meN. Apakah yang dimaksud dengan morfem ? Abdul Chaer dalam bukunya yang berjudul Morfologi Bahasa Indonesia mengatakan bahwa morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang memiliki makna (2008:7). yakni sebagai berikut: 1. Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa morfem adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. 2. Umpamanya kata bunga pada ketiga kalimat berikut adalah sebuah morfem yang sama. menurut beliau morfem merupakan satuan gramatik paling kecil yang tidak mempunyai satuan lain selain unsurnya (Ramlan. Hal serupa juga dikemukakan Ramlan.2. Sedangkan menurut Zaenal Arifin dalam bukunya Morfologi Bentuk dan Makna mengatakan bahwa morfem adalah satuan bahasa terkecil yang mengandung makna. diperlukan petunjuk sebagai pegangan. 1983 : 26).

Bentuk-bentuk yang mirip (berbeda sedikit)tetapi maknanya sama adalah sebuah morfem yang sama.• Ayah terkena bisa ular. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar (klausa. Umpamanya bentuk hitam legam. 4. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar apabila memiliki makna yang sama merupakan morfem yang sama. • • • • menulis tertulis penulis ditulis 7. 3. Dua buah bentuk yang berbeda. tetapi memiliki makna yang sama. bentuk yang hanya muncul dengan pasangan satu-satunya adalah juga sebuah morfem. merupakan dua morfem yang berbeda. • • Kaki Adi terantuk batu. Kaki meja itu terbuat dari batu pualam. kata sukar dan sulit pada kedua kalimat berikut adalah dua morfem yang berbeda. kalimat) apabila maknanya berbeda secara polisemi. Misalnya bentuk tulis pada kata-kata berikut adalah sebuah morfem yang sama. • • Ayah sulit membaca jika tidak menggunakan kaca mata. Morf. dan bel pada kata-kata berikut adalah morfem yang sama. merupakan morfem yang sama. Sejak terkena penyakit rabun senja ibu sukar melihat. • • • bekerja berujar belajar 5. asal perbedaan bentuk itu dapat dijelaskan secara fonologis. ber. 6. Umpamanya bentuk-bentuk seperti be. kuning langsat. Kajian Morfologi (Morfem. Alomorf dan Deretan Morfologik) 4 . Umpamanya. tua renta.

menurut konsep Verhaar (1978) bentuk-bentuk seperti baca. Berkenaan dengan morfem terikat ini dalam bahasa Indonesia ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. karena bentuk-bentuk tersebut. Ketiga. Alomorf dan Deretan Morfologik) 5 . Kajian Morfologi (Morfem. gaul. keutuhannya. dan bagus. dan bugar (yang hanya muncul dalam segar bugar) juga termasuk morfem terikat.2 Jenis Morfem Morfem dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria. Morf. tidak dapat muncul dalam pertuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi. bentuk-bentuk seperti renta (yang hanya muncul dalam tua renta). Yaitu: Pertama. tulis.sesudah mengalami proses morfologi. Semua afiks dalam bahasa Indonesia adalah morfem terikat. maknanya dan sebagainya. makan. dan baur juga termasuk morfem terikat. dan tendang juga termasuk bentuk prakategorial. Kedua. bentuk pulang.2. Berdasarkan kebebasannya untuk dapat digunakan langsung dalam petuturan morfem dapat dibedakan menjadi morfem bebas dan morfem terikat. Misalnya. bentuk-bentuk seperti juang. rumah. meskipun bukan afiks. maka bentuk-bentuk tersebut disebut juga morfem unik. sehingga baru bisa muncul dalam pertuturan . kerontang (yang hanya muncul dalam kering kerontang). Antara lain berdasarkan kebebasannya. Lalu. henti. karena hanya bisa muncul dalam pasangan tertentu. Morfem Terikat Morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. Bentuk-bentuk seperti ini lazim disebut bentuk prakategorial. sehubungan dengan istilah prakategorial di atas.1. Morfem Bebas Morfem bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncut dalam pertuturan. Secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. a. b. karena bentuk-bentuk tersebut baru merupakan ”pangkal” kata.

yakni afiks yang disisipkan di tengah morfem dasar. klitika -lah dalam bahasa Indonesia. seperti dari. biasanya hanya satu silabel. dan { pe-/-an } adalah termasuk morfem terbagi. Alomorf dan Deretan Morfologik) 6 . Sedangkan enlditika adalah klitika yang berposisi di belakang kata yang ditekati. Semua morfem dasar bebas termasuk morfem utuh. apakah terikat atau bebas. -nya. Sedangkan morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah. dan –ku. yaitu {buat} dan satu morfem terbagi. 2. morfem dapat dibedakan menjadi dua yaitu morfem segmental dan suprasegmental. Klitika adalah bentuk-bentuk singkat. Pembedaan morfem utuh dan morfem terbagi berdasarkan bentuk formal yang dimiliki morfem tersebut: apakah merupakan satu kesatuan yang utuh atau merupakan dua bagian yang terpisah atau terbagi. Sehubungan dengan morfem terbagi ini. secara fonologis tidak mendapat tekanan.Keempat. {kursi}. untuk bahasa Indonesia. tetapi dapat dipisahkan. semua afiks yang disebut konfiks seperti {ke-/-an}. tetapi bisa juga bukan konfiks. { ber-/-an } (per-/an}. Morf. dan atau secara morfologis termasuk morfem bebas. hlamun. pada. seperti {meja}. kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat pada bentuk lain. karena disisipi morfem lain. Proklitika adalah klitika yang berposisi di muka kata yang diikuti. Kelima. dan bermusuhan saling memusuhi. seperti {ter-}. yaitu: Pertama. merupakan bentuk terikat. bentuk {ber-/-an} bisa merupakan konfiks. afiks {-er} pada kata gerigi. Misalnya. seperti pada beraturan dan berpakaian. ada catatan yang perlu diperhatikan. 3. Umpamanya. Berdasarkan keutuhan bentuknya dibedakan adanya morfem utuh dan terbagi. (henti}. bentuk-bentuk yang termasuk preposisi dan konjungsi. infiks {-el-} pada kata pelatuk. yaitu {satu } dan satu morfem terbagi. dan infiks {-em-} pa a kata gemetar. dan {juang}. yakni { ke-/-an } kata perbuatan terdiri dari satu morfem utuh. seperti -lah. Kajian Morfologi (Morfem. dan kalau. Umpamanya pada kata Indonesia kesatuan terdapat satu morfem utuh. dan {pensil}. Berdasarkan jenis fonem yang membentuknya. yaitu {per-/-an}. {ber-}. tetapi secara sintaksis . {kecil}. Begitu juga dengan sebagian morfem terikat. seperti ku dan kau pada konstruksi kubawa dan kuambil. (taut). Kedua dalam bahasa Indonesia ada afiks yang disebut infiks. yang disebut klitika merupakan morfem yang agak sukar ditentukan statusnya.

a. . Morfem-morfem §eperti { juang } { henti } dan {gaul} yang oleh Verhaar disebut bentuk prakategorial. untuk bahasa Indonesia timbul masalah. Morfem dasar adlaah morfem yang dapat menjadi dasar dalam suatu proses morfologi. Yang biasa dimaksud dengan morfem tak bermakna leksikal ini adalah morfem-morfem afiks. seperti tekanan. Misalnya. Sedangkan . Yang dimaksud dengan morfem bermakna leksikal adalah morfemmorfem yang secara inheren telah memiliki makna pada dirinya sendiri. Oleh karena itu. Yang dimaksud dengan morfem wujud adalah morfem yang nyata ada. 6. Jadi. Secara semantik. 4. dan mempunyai kedudukan yang otonom di dalam pertuturan. dan (ber}. yang tidak dapat menjadi dasar . dan sebagainya. dalam bahasa Indonesia. Morfem tanwujud ini tidak ada dalam bahasa Indonesia. morfem tersebut tidak mempunyai kebebasan dan otonomi. nada. {sikat}. . perlu dicatat bentuk dasar yang termasuk dalam kategori preposisi dan konjungsi tidak pernah mengalami proses afiksasi. Ada satu bentuk morfem lagi yang perlu dibicarakan atau dipersoalkan mempunyai makna leksikal atau tidak. tanpa perlu berproses dulu dengan morfem lain. {me-}. . tetapi yang tanwujud kehadirannya tidak nyata. semua morfem yang berwujud bunyi adalah morfem segmental. {lah}. b. morfem-morfem seperti {kuda}. yaitu morfem-morfem yang di datam gramatika berkategori sebagai preposisi dan konjungsi. dengan sendirinya sudah dapat digunakan secara bebas. Berdasarkan kemungkinan menjadi dasar dalam pembentukan kata dapat dibedakan menjadi morfem dasar dan morfem afiks.dan . mempunyai makna atau tidak ? Kalau dikatakan mempunyai makna jelas morfem-morfem tersebut tidak dapat berdiri sendiri sebagai bentuk yang otonom di dalam pertuturan. Morf. Morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental. morfemmorfem itu mempunyai makna. dan {ter-}. morfem tak bermakna leksikal tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya sendiri. Berdasakan ciri semantiknya morfem dapat dibedakan menjadi morfem leksikal dan morfem gramatikal. seperti {ber-}. seperti morfem . 5. seperti morfem {lihat}. Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem segmental. {lari} dan {merah} adalah morfem bermakna leksikal. durasi. Kajian Morfologi (Morfem. Sebaliknya. tetapi ada dalam bahasa Inggris. Alomorf dan Deretan Morfologik) 7 . Misalnya morfem . Kalau dikatakan tidak bermakna jelas morfem-morfem itu bukan afiks. Dalam dikotomi morfem bermakna leksikal dan tak bermakna leksikal ini. morfem-morfem seperti ini. namun. Berdasarkan kehadirannya secara konkret dapat dibedakan menjadi morfem wujud dan morfem tanwujud. {pergi}. tetapi secara gramatikal morfem. melainkan hanya sebgai pembentuk disebut morfem afiks. Morfem ini baru mempunyai makna dalam gabungannya dengan morfem lain dalam suatu proses morfologi.

Morf. Alomorf dan Deretan Morfologik) 8 . menyuruh. mendatang. Karena itu morf-morf kita tuliskan secara fonemis. yang terdiri dari morf ber. yang tidak atau belum dibicarakan dalam hubungan keanggotaam terhadap suatu morfem.seperti terdapat pada menulis. dan bel-. Pada umumnya sebuah morfem hanya memiliki sebuah alomorf. Jika wujud itu sekarang dilihat sebagai anggota sebuah morfem.3 Alomorf Morfem sebenarnya merupakan barang abstrak karena ada dalam konsep. Sedangkan yang konkret. masing-masing disebut dengan morf. Dari penjelasan di atas tampak bahwa sebenarnya morf dan alomorf adalah dua nama bagi wujud yang sama. meny-. Satuan me. Pada hakikatnya morf adalah deretan fonem. maka wujud itu menjadi alomorf morfem tersebut. 2. Kushartanti (2001:150) mengatakan penamaan yang berbeda itu dimaksudkan untuk menunjukkan perbedaan tingkat analisisnya. morfem ber-. Morf ber-. meng-. yaitu tulis. / d i/ merupakan satuan terkecil yang bermakna. menggali. alomorf adalah bentuk realisasi morfem yang bersifat nyata/ada. dan me-. Satuansatuan itu masing-masing disebut dengan morf. Contoh lain. meny-. dan me-. kita dapat mengetahui bahwa ada bagian bentuk yang dapat kita pisahkan dengan mudah. ditulis./pe/. be-. Bentuk-bentuk mem-. 2. Jika wujud itu ( yakni satuan kecil yang bermakna) tidak dikaitkan dengan morfem tertentu wujud itu bernama morf. morf bepada kata bekerja. meng-. ada juga morfem yang direalisasikan dalam beberapa bentuk alomorf. morfem {me-} memiliki enam bentuk alomorf seperti yang nampak pada bagan. yang ada dalam petuturan adalah alomorf. Morf adalah satuan bentuk terkecil yang sudah mempunyai arti. misalnya pada membawa.2 Morf Di samping istilah morfem dan alomorf ada pula istilah morf. meskipun tidak seketat kebebasan morfem afiks. men-. / meN /. ketiganya merupakan alomorf morfem ber-. Misalnya. Jadi. dan melerai. penulis. morf bel.yang mempunyai struktur fonologik mem-. Namun. Namun. yang tidak lain adalah realisasi dari morfem itu. menulis. kebebasannya dalam pertuturan juga terbatas.Morfem-morfem yang termasuk preposisi dan konjungsi jetas bukan afiks dan jelas memiiiki makna. Umpamanya morfem {me} tulis direalisasikan dalam bentuk prefiks me. dan sebagainya. Dalam bahasa Indonesia kita jumpai kata seperti tulis.pada kata belajar.pada kata berjalan. yang semuanya merupakan alomorf dari morfem meN-. Morfem Alomorf Contoh Pada Kata Kajian Morfologi (Morfem. Dengan melihat deretan bentuk itu saja. Dengan demikian kita dapat menetapkan bahwa / tulis/. men-.

deretan morfologiknya sebagai berikut: kejauhan menjauhkan dijauhkan terjauh berjauhan menjauhi dijauhi Jauh Dari perbandingan kata-kata yang terdapat dalam deretan morfologik di atas.meng mem me men meny me menge menguras. memuja. Jadi. berjauhan. menyuci. membantu meniru. dapat disimpulkan adanya morfem jauh. Sedangkan yang dimaksud dengan morf adalah wujud kongkret dari alomorf itu sendiri. haruslah kata itu diperbandingkan dengan kata-kata lain dalam deretan morfologik. melirik. terdapat menjauhkan. Sebagai contoh /n/ akan menjadi /m/ apabila dilekatkan pada bentuk dasar yang diawali fonem /b/. terjauh. bergantung kepada jenis fonem awal sebuah satuan yang dilekati oleh morfem tersebut. fonem /m/ dan /b/ sama-sama bunyi bilabial. sebagai unsur yang terdapat pada tiap-tiap anggota deretan Kajian Morfologi (Morfem. Maksudnya. mengarang. Misalnya kita dapati kata kejauhan. Perubahan /n/ itu harus homogen. menyatu melihat. Alomorf dan Deretan Morfologik) 9 . menjauhi. dijauhi. Morf. menghitung membuat. meralat Meneskor. menidurkan menyiram. mengecat Keraf dalam Kushartanti (2005) mengatakan bahwa variasi itu disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang dimasukinya. dijauhkan. Untuk mengetahui apakah kata itu terdiri dari satu morfem atau beberapa morfem.4 Deretan Morfologik Yang dimaksud dengan deretan morfologik ialah suatu deretan atau suatu daftar yang memuat kata-kata yang berhubungan dalam bentuk dan artinya. 2. Di samping kejauhan.

dan jika terlantar dibandingkan dengan lantaran. alun-alun. Alomorf dan Deretan Morfologik) 10 . diterlantarkan. apakah terdiri dari satu morfem atau dua morfem. jauh. seperti. berjauhan terdiri dari morfem jauh dan ber – an. Maka sesuai dengan apa yang dimaksud deretan morfologik. dan – i. dan berarti juga tidak dapat diperbandingkan. pura-pura. dan kata dijauhi terdiri dari morfem-morfem di -. petua. terlentang. jauh dan – i. yang secara deskriptif tidak dapat diletakkan dalam satu deretan morfologik dengan kata-kata terlantar. Deretan morfologik amat berguna dalam penentuan morfem-morfem. Misalnya segala. Kajian Morfologi (Morfem. Benar memang dalam peristiwa bahasa dijumpai kata lantaran. dan kata lantaran dipandang sebagai kata lain. niscaya dapat ditentukan adanya morfem lantar : terlantar lantaran lantar tetapi secara deskriptif. Kata terlantar misalnya. dan masih banyak lagi. Kata itu haruslah dibandingkan dengan kata-kata lain yang berhubungan dalam bentuk dan artinya dalam deretan morfologik : terlantar menterlantarkan diterlantarkan keterlantaran terlantar Dari deretan morfologik di atas. menjauhkan terdiri dari morfem-morfem meN – jauh dan – kan. pengaruh. kedua kata itu hanya memiliki pertalian bentuk. Morf. menterlantarkan. terjauh terdiri dari morfem ter – dan jauh. kedua kata itu tidak dapat diletakkan dalam satu deretan morfologik. perempuan. perangai. dan keterlantaran. hingga dapat dipastikan bahwa kata kejauhan terdiri dari morfem jauh dan morfem ke – an. kelola. dapat diketahui dari deretan morfologik. pertalian bentuk arti tidak ada. pada hakikatnya secara deskriptif hanya terdiri atas satu morfem saja.morfologik. dapat dipastika bahwa kata terlantar hanya terdiri atas satu morfem. Kesimpulannya. jawatan. menjauhi terdiri dari morfem-morfem meN -. dan – kan. Banyak kata yang kelihatannya terdiri atas dua morfem atau lebih tetapi setelah diteliti benar-benar. kata terlantar hanya terdiri atas satu morfem. jembatan. dijauhkan terdiri morfem-morfem di – jauh. selamat.

1 Kesimpulan Berdasarkan hasil diskusi yang kelompok kami lakkan. yang tidak atau belum dibicarakan dalam hubungan keanggotaan terhadap suatu morfem. 4.BAB III SIMPULAN 3. Konsep-konsep tersebut perlu dipahami agar dapat mempermudah mahasiswa dalam memahami proses pembentukan kata nantinya. Deretan Morfologi adalah suatu deretan atau suatu daftar yang memuat kata-kata yang berhubungan dalam bentuk dan artinya. Kajian Morfologi (Morfem.2 Saran Melalui makalah ini diharapkan agar mahasiswa mampu memahami konsepkonsep dasar Morfologi seperti morfem. 3. Morf adalah satuan bentuk terkecil yang sudah mempunyai arti. Alomorf dan Deretan Morfologik) 11 . dan deretan morfologik dengan baik. 2. morf. Morfem adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. alomorf. 3. Alomorf adalah bentuk realisasi morfem yang bersifat nyata/ada. Morf. dapat ditarik kesimpulan bahwa 1.

Grasindo Chaer. Karyono Kajian Morfologi (Morfem.2005.2007. Morfologi Suatau Tinjauan Deskriptif.2007. dan Fungsi).Yogyakarta:CV.Jakarta: Rineka Cipta Kushartanti.Cetakan 12.Gramedia Pustaka Utama Ramlan. Abdul. Alomorf dan Deretan Morfologik) 12 .Jakarta. Morfologi Bahasa Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Arifin.:PT.Langkah Awal Memahami Lnguistik. Makna. M. Zaenal dan Junaiyah.2008. Jakarta: PT.Morfologi (Bentuk.1987. Morf.Jakarta: Rineka Cipta -------. Linguistik Umum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful