MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

FILSAFAT PANCASILA
O L E H KELOMPOK 2 : JENOPA PARDOSI (409121042) JUNISA (409121047) JUNIWATI GULTOM (409121045) LAMROBASA MAULAE (409121050)

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2011
KATA PENGANTAR

1

................... Sebagai manusia biasa yang banyak kekuranganya...................................... Untuk itu. 11 Mei 2011 Kelompok 2 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas Ramat dan Hidayah-Nya Tugas membuat makalah saya dapat selesai mungkin........ tepat pada waktunya dengan sebaik Medan.. Bapak Dosen memberikan tugas ini kepada kami.............. Tugas makalah di susun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang telah diberikan beberapa waktu yang lalu.. kami mohon maaf apabila ada kesalahan yang ada pada makalah ini dan juga kami memohon kritik yang membangun agar tugas makalah ini semakin baik lagi kedepannya......... sepantasnya saya berterima kasih kepada Kedua Orang Tua kami yang telah membesarkan dan menyekolahkan kami hingga ke perguruan tinggi....2 2 ............ Tugas ini dapat tersusun dengan baik karena bantuan dari banyak pihak...............

................................................................................. Kesimpulan .7 3........... PENGERTIAN FILSAFAT....8 6...............................................4 I........................................6 2...................................................................................................................... Tujuan Pembahasan.........................................8 5........................................................................14 DAFTAR PUSTAKA................. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia......................................................................................................3 BAB I PENDAHULUAN I..........7 4.....................................................Nilai Setiap Sila Pancasila.........1.5 B.......................................................................................................................................................................................................................................... Kesatuan Sila-Sila Pancasila.............2............ Latar Belakang Masalah........ Pancasila sebagai Nilai Dasar Fundamental bagi Bangsa dan Negara RI...................4 BAB II ISI A........................................................................14 b.......................................... Fungsi Filsafat Pancasila................10 7.............................................................6 1................................................... Kesatuan Sila-Sila Pancasila sebagai Suatu Sistem Filsafat......................... PANCASILA..............................................................12 BAB III PENUTUP a....DAFTAR ISI .............................................. Kritik dan Saran ................................................................................................................15 BAB I PENDAHULUAN 3 ........................ Pengertian Pancasila sebagai Sistem Filsafat .................. Makna Nilai...................................

(3)Spekulatif. maupun untuk memahami diri kita sendiri. Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara BAB II ISI 4 . mencintai dan shophia berarti kebijaksanaan. sedangkan berfilsafah ialah berfikir secara mendalam atau radikal atau dengan sungguh – sungguh sampai keakar-akarnya terhadap suatu kebenaran atau dengan kata lain berfilsafat mengandung arti mencari kebenaran atas sesuatu. Dalam arti praktis filsafat mengandung arti alam berfikir / alam pikiran. Memahami pancasila sebagai system filsafat 3. yaitu : (1) Menyeluruh. Memahami pengertian filsafat 2. b. Sifat mendasar artinya bahwa untuk dapat menganalisa tiap sudut persoalan tertentu perlu di analisis secara mendalam. yaitu : philos / philein berarti suka.a. Kegiatan kefilsafatan adalah merenung. Karakteristik berfikir filsafat memiliki tiga sifat pokok. Memahami pancasila sebagai nilai dasar fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia 4. kepandaian ilmu. Sifat menyeluruh mengandung arti. Sedangkan sifat spekulatif maksudnya bukan menganalisis suatu persoalan dengan untung-untungan tetapi harus memiliki dasar-dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. yang semula berasal dari bahasa Yunani yaitu “Philosphia” yang terdiri dari 2 kata. berilmu. juga bukan berpikir secara kebetulan yang bersifat untunguntungan. Filsafat merupakan pemikiran secara sistematis. tetapi selalu melihat persoalan dari setiap sudut yang ada. Jadi philosophia berarti cinta kepada kebijaksanaan atau cinta kepada ilmu filsafat dalam bahasa Belanda yaitu wijsbegeerte berarti keinginan untuk ilmu Lwijs : pandai. Begerte : keinginan. Latar Belakang Masalah Secara Etimologi filsafat merupakan bentuk kata falsafat. Perenunngan kefilsafatan ialah percobaan untuk menyusun suatu system pengetahuan yang rasional. cinta. hikmah. Tetapi merenung bukanlah melamun. yang memadai untuk memahami tempat kita hidup. Tujuan Pembahasan 1. bahwa cara berpikir filsafat tidaklah sempit. (2) Mendasar dan.

system atau pandangan tertentu.A. Kata philosophia merupakan kata majemuk yang terususun dari kata philos atau philein yang berarti kekasih. Filsafat sebagai suatu proses mencakup pengertian : ` Filsafat yang diartikan sebagai bentuk suatu aktifitas berfilsafat. hikmat. Pengertian filsafat yang mencakup arti filsafat sebagai jenis pangetahuan. Filsafat adalah suatu bidang ilmu yang senantiasa ada dan menyertai kehidupan manusia. ilmu. teori. PENGERTIAN FILSAFAT Istilah ‘filsafat’ secara etimologis merupakan padanan kata falsafah (Arab) dan philosophy (Inggris) yang berasal dari bahasa Yunani φ ι λ ο σ ο φ ι α (philosophia). Objek Filsafat 5 . Keseluruhan arti filsafat yang meliputi berbagai masalah dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu: 1. 2. b. sahabat. Dalam konteks ilmu pengetahuan pengertian fisafat sanngat sederhana dan mudah dipahami. dalam proses pemecahan suatu permasalahan dengan menggunakan suatu cara dan metode tertentu yang sesuai dengan objek permasalahannya. Dalam pengertian ini filsafat merupakan suatu system penngetahuan yang bersifat dinamis. konsep dari pada filsuf pda zaman dahulu. mencintai dan kata sophia yang berarti kebijaksanaan. Filsafat sebagai jenis problema yang dihadapi oleh manusia sebagai hasil dari aktifitas berfilsafat dan pada umumnya proses pemecahan persoalan filsafat ini diselesaikan dengan kegiatan berfilsafat (dalam pengertian filsafat sebagai proses yang dinamis). yang merupakan hasil dari proses berfilsafat dan yang mempunyai cirri-ciri tertentu. pengetahuan. mencintai hikmat atau mencintai pengetahuan. Filsafat sebagai produk mencakup pengertian : a. Dengan demikian philosophia secara harafiah berarti mencintai kebijaksanaan. kearifan.

Pemikiran dasar yang terkandung dalam Pancasila. fungsi sendirisendiri namun demikian secara keseluruhan adalah suatu kesatuan yang sistematis dengan tujuan (bersama) suatu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. antara sila-sila Pancasila itu saling berkaitan. ide-ide. pandangan hidup dan lain sebagainya. Pra ahli menerangkan bahwa objek filsafat itu dibedakan atas : a. Objek material filsafat yaitu objek pembahasan filsafat yang mencakup segala sesuatu baik yang bersifat material kongkrit seperti manusia. Objek formal ialah sudut pandang yang membedakan watak fisafat dengan ilmu pengetahuan. maupun sesuatu yang bersifat abstrak spiritual seperti nilai-nilai.Fisafat dapat dipahami dengan meneliti objeknya. Pengertian system adalah suatu kesatua bagian-bagian yang saling berhubungan. alam. saling berhubungan bahkan saling mengkualifikasi. Pengertian Pancasila sebagai Sistem Filsafat Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan suatu system filsafat. binatang dan lain-lain. Objek formal filsafat yaitu menyelidiki segala sesuatu itu guna mengerti hakikatnya sedalamdalamnya. dengan sesama. Pada hakikatnya setiap sila Pancasila merupakan suatu asas sendiri-sendiri. PANCASILA 1. B. dengan masyarakat bangsa yang nilai-nilai itu dimiliki oleh bangsa Indonesia. Artinya. Sila-sila Pancasila yang merupakan sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan organis. benda. dengan diri sendiri. Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri c. saling bekerjasama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh. moral. 6 . Suatu kesatuan bagian–bagian b. Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks. Lazimnya system memiliki cirri-ciri sebagai berikut : a. ideology. Saling berhubungan dan saling ketergntunngan d. yaitu pemikiran tentang manusia yang berhubungan dengan Tuhan. Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan bersama (tujuan system) e. b.

dengan masyarakat bangsa dan negaranya.Pancasila sebagai suatu system juga dapat dipahami dari pemikiran dasar yang terkandung dalam Pancasila. idealisme. Pancasila sebagai dasar Negara falsafatah Negara ditegaskan dalam pembukaan UndangUndang Dasar 1945. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. ketiga dan keempat. sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. kedua. dengan sesame manusia. yang tiap-tiap sila harus mengandung keempat sila yang lain. Tiap sila tidak boleh terlepas dari sila yang lain. keempat dan kelima. Pemikiran seperti ini merupakan pola piker bangsa Indonesia. nasinalisme. 3. yaitu : 1) Ketuhanan Yang Maha Esa 2) Kemanusiaan yang adil dan beradab 7 . 2.dan sebagainya. Kesatuan Sila-Sila Pancasila sebagai Suatu Sistem Filsafat Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia tercantum dalam pembukaan UndangUndang Dasar 1945 pada alinea keempat. di mana sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua. kedua dan ketiga. sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. Dengan demikian pancasila merupakan suatu system dalam pengertian kefilsafatan sebagaimana system filsafat lainnya antara lain materialism. dengan dirinya sendiri. Sila -sila Pancasila yang saling mengisi dan saling mengkualifikasi Hal ini dimaksudkan bahwa setiap sila terkandung nilai ke empat sila lainnya dengan kata lain dalam setiap sila Pancasila senantiasa dikualififikasi keempat sila lainnya. Kesatuan Sila-Sila Pancasila a. Pancasila merupakan suatu lima dasar yang tunggal. b. yaitu pemikiran tentang manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. merupakan suatu kesatuan yang utuh secara sistematis. sila kedua didasari sila pertama dan mendasari serta menjiwai sila ketiga. serta mendasari dan menjiwai sila kelma. Susunan Pancasila yang Bersifat Hirarkhis dan Berbentuk Piramidal Sifat hirarkis dan bentuk piramidal itu tampak dalam susunan Pancasila. tiap sila tidak boleh bertentangan dengan sila yang lain.

Oleh karena itu dasar epistemologis Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan konsep dasarnya tentang hakekat manusia. Jadi. Nilai-nilai Pancasila oleh bangsa Indonesia diyakini sebagai filsafat (pandangan hidup) yang paling baik. kedua tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. benar. • Dasar Ontologis Sila-Sila Pancasila Dasar ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia yang memiliki hakekat mutlak monoprulalis. liberalism dan sebagainya. berbangsa dan bernegaradan melekat pada kelangsungan hidup bangsa Indonesia. misalnya materialism.Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat tergantunng pada titik tolak dan sudut pandangnya masing-masing dalam menentukan pengertian nilai dan hirarkinya. • Dasar Aksiologis Sila-Sila Pancasila Sila-sila Pancasila sebagai suatu system filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar aksiologisnya. adil dan bijaksana dalam memedomani kehidupan bermasyarakat. Pancasila sebagai Nilai Dasar Fundamental bagi Bangsa dan Negara RI Pancasila merupakan nilai dasar fundamental bagi bangsa dan negara RI karena pancasila bersifat kekal dan abadi. dasar epistemologis. yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. dan dasar aksiologis sendiri yang berbeda dengan sitem fisafat yang lainnya. oleh karena itu hakekat dasar ini juga disebut dasar antropologis. Terdapat tiga permasalahan mendasar dalam epistemologi. ketiga tentag watak pengetahuan manusia. • Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila Dasar epistemologis Pancasila pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. 4. 8 .3) Persatuan Indonesia 4) Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan 5) Keadialan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Secara filosofis Pancasila sebagai suatu kesatuan system filsafat memiliki dasar ontologis. yaitu : pertama tentang sumber pengetahuan manusia.

Maka secara etimologis ideology adalah berbicara tentang gagasan atau ilmu yang mempelajari tentang gagasan. Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan. Dalam beberapa kamus atau referensi. 2.berfilsafat fundamental.Dr. 5. 9 . ahli Ilmu Politik UI Ideologi adalah rangkaian (kumpulan) nilai yang disepakati bersama untuk menjadi landasan atau pedoman dalam mencapai tujuan atau kesejahteraan bersama. diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban. berbangsa dan bernegara. dapat terlihat bahwa defenisi Ideologi ada beberapa macam. Defenisi yang dikemukakan oleh Prof. doktrin. mewujudkan suatu asas kerohanian. pegangan hidup yang dipelihara diamalkan dilestarikan kepada generasi berikutnya. Maswadi Rauf. 2. pandanagn dunia. Defenisi Ideologi menurut BP-7 Pusat (kini telah dilikuidasi) Ideology adalah ajaran. alinea IV yang telah ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. teori yang diyakini kebenarannya yang di susun secara sistematis dan diberi petunjuk pelaksanaan dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam masyarakat. Oleh karena itu. pedoman hidup. Ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu eidos dan logos. pandangan hidup. Gagasan yang dimaksud disini adalah gagasan yang murni ada dan menjadi landasan atau pedoman dalam kehidupan masyarakat yang ada atau berdomisili dalam wilayah Negara di mana mereka berada. dapat disimpulkan bahwa Pancasila adalah kumpulan nilai/norma yang meliputi sila-sila Pancasila sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Ciri-ciri ideologi adalah sebagai berikut : 1. diantaranya yaitu : 1. Pengertian Ideologi Secara etimologis. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nilai-nilai Pancasila merupakan nilai dasar fundamental bagi bangsa dan Negara Republik Indonesia. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia a. Berdasarkan defenisi Ideologi Pancasila di atas. Eidos berarti gagsan dan logos berarti berbicara (ilmu).

ideologi Pancasila dapat mengikuti peerkembangan yang terjadi pada Negara lain yang memiliki ideologi yang berbeda dengan pancasila dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Makna Nilai. yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata. ditegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. sasaran serta lembaga pelaksanaanya. Nilai dan jiwa religious (nilai ketuhanan) b.b. Nilai praktis. yaitu hakekat kelima sila Pancasila. kebijakan strategi. serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. c. Hal ini disebabkan karena ideologi Pancasila memiliki nilai-nilai yang meliputi : a. Nilai instrumental. Berdasarkan Tap. Nilai dan jiwa persatuan d. Artinya. dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat.Nilai Setiap Sila Pancasila Nilai-nilai yang di kandung pancasila dapat di bagi menjadi lima sesuai dengan jumlah silanya yaitu : a. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. yang merupakan arahan. berbangsa dan bernegara. b. 6. c. Nilai dan jiwa kemanusiaan c. Nilai dan jiwa kerakyatan e. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4. Pancasila sebagai Ideologi terbuka Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan ideologi yang lain. Nilai dasar. MPR No. Nilai dan jiwa yang berkeadilan social • Arti dan Makna Sila Ketuhanan yang Maha Esa 10 .

c. Menjamin berkembang dan tumbuh suburnya kehidupan beragama. Bertoleransi dalam beragama. artinya mengusahakan putusan bersama secara bulat. • Arti dan Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab a. Hakikat sila ini adalah demokrasi. Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa. Nasionalisme. e. Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan. keturunan dan perbedaan warna kulit. b. Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya. f. b. Mengandung arti pengakuan adanya kuasa prima (sebab pertama) yaitu Tuhan yang Maha Esa b. • Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia a. d. c. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat. baru sesudah itu diadakan tindakan bersama.a. Permusyawaratan. c. Menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan. d. • Arti dan Makna Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia a. Tidak memaksa warga negara untuk beragama. Negara memberi fasilitator bagi tumbuh kembangnya agama dan iman warga negara dan mediator ketika terjadi konflik agama. Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk Tuhan b. 11 . Menggalang persatuan dan kesatuan Indonesia. c. Dalam melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama. Cinta bangsa dan tanah air. dalam hal ini toleransi ditekankan dalam beribadah menurut agamanya masing-masing. e. Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah. • Arti dan Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan a.

susunan perekonomian dan dasar-dasar pengembangan ilmu pengetahuan. perlu dikaji ilmu-ilmu yang berhubungan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara yang diikat oleh filsafat. b. kita menemukan pengembangan ilmu yang didasarkan pada tujuan pengembangan liberalism. sistem politik. Semua tadi harus dapat dijelaskan oleh filsafat Pancasila. Saling memberi arah dan dasar kepada sila yang lainnya. Fungsi Filsafat Pancasila Untuk mengetahui fungsi filsafat Pancasila. Kelimanya merupakan kesatuan utuh. Ternyata segala aspek berkaitan erat dengan kehidupan dan kelangsungan hidup negara. yaitu dalam susunan politik. c. di dunia Barat yang liberal. Fungsi filsafat akan terlihat jelas. 12 . Seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensi masing-masing. c. yang satu sila dengan sila lainnya saling berkait. dan tidak terbagi dan tidak terpisahkan. 7.b. tujuan negara. Oleh karena itu. Memberikan jawaban atas pertanyaan fundamental dalam kehidupan bernegara. Dasar negara kita ada lima dasar. a. Oleh karena itu. Berusaha menempatkan dan menjadikan perangkat dan berbagai ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kehidupan bernegara. Melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai dengan bidangnya. fungsi Pancasila sebagai filsafat harus memberikan jawaban mendasar tentang hakikat kehidupan bernegara. ide negara. kalau di negara itu sudah berjalan teratur. Pancasila sebagai dasar negara mampu menjawab pertanyaan tentang “hakikat negara”. bentuk negara. Contohnya. Mencari kebenaran tentang hakikat negara.

Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan suatu system filsafat.BAB III PENUTUP a. berfilsafat fundamental. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nilai-nilai Pancasila merupakan nilai dasar fundamental bagi bangsa dan Negara Republik Indonesia. Kritik dan Saran 13 . mencintai dan kata sophia yang berarti kebijaksanaan. hikmat. pengetahuan. Nilai-nilai Pancasila oleh bangsa Indonesia diyakini sebagai filsafat (pandangan hidup) yang paling baik. mencintai hikmat atau mencintai pengetahuan. Kata philosophia merupakan kata majemuk yang terususun dari kata philos atau philein yang berarti kekasih. sahabat. Filsafat adalah suatu bidang ilmu yang senantiasa ada dan menyertai kehidupan manusia. kearifan. Kesimpulan Istilah ‘filsafat’ secara etimologis merupakan padanan kata falsafah (Arab) dan philosophy (Inggris) yang berasal dari bahasa Yunani φ ι λ ο σ ο φ ι α (philosophia). b. berbangsa dan bernegaradan melekat pada kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Jadi. Pancasila merupakan nilai dasar fundamental bagi bangsa dan negara RI karena pancasila bersifat kekal dan abadi. Dengan demikian philosophia secara harafiah berarti mencintai kebijaksanaan. benar. Dalam konteks ilmu pengetahuan pengertian fisafat sanngat sederhana dan mudah dipahami. adil dan bijaksana dalam memedomani kehidupan bermasyarakat.

Etika Berwarga Negara Jilid 2.blogspot. Jakarta : Salemba Empat http://makalah-pendidikan.com/2011/sistem-dan-fungsi-filsafat-sebagai-pancasila/ http://khazanna032. Dengan pandangan hidup filsafat pancasila kita tegak sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia dan berusah membuktikan kepada dunia luar akan kesaktian filsafat hidup kita.com/2007/09/apengertian-filsafat.wordpress.Dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan. 2006.wordpress. Maka dari itu. ekonomi. pendidikan.bigforumpro.html http://lets-belajar. kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan.com/2009/07/16/makna-sila-sila-pancasila/ewarganegaraan » Sistem Dan Fungsi Filsafat Sebagai Pancasila http://bocahlapindo.dkk. Bahan Ajar Pendidikan Kewarganegaraan.blogspot. DAFTAR PUSTAKA Tim Dosen.html 14 .com/t32-pancasila-sebagai-ideologi http://uzey.com/2010/03/19/pancasila-sebagai-dasar-negara-republik-indonesia/ http://cybercounselingstain. Medan : Universitas Negeri Medan Srijanti. 2011. Jadikanlah filsafat pancasila sebagai penentuan terhadap penentuan hidup dan pegangan fundamental dalam memecahkan masalah politik. Semoga dengan penulisan makalah ini dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai modal dalam mempelajari filsafat pancasila.com/2009/09/pancasila-sebagai-sumber-nilai. sosial dan budaya yang terjadi dalam masyarakat yang setiap saat berubah dan berkembang dalam konteks akselerasi dan medernisasi.

15 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful