UNIT KONTROL

Oleh Cipta Wahyudi

Operasi Mikro
Fungsi Komputer -> Eksekusi Program Siklus Fetch/execute Masing2 Siklus memiliki beberapa Step
ִLihat kembali pipelining

disebut “Operasi mikro” Setiap langkah -> langkah sederhana/kecil Operasi fungsional/atomik dari CPU

Elemen-elemen eksekusi Program

Fetch/Pengambilan .4 Registers Memory Address Register (MAR) ִdihubungkan pada bus alamat ִuntuk menspesifikasi alamat di dalam memori untuk operasi baca atau simpan Memory Buffer Register (MBR) ִdihubungkan pada bus data ִberisi nilai yang akan “disimpan” atau “dibaca dari” memori Program Counter (PC) ִuntuk menampung alamat instruksi berikutnya yang akan diambil Instruction Register (IR) ִuntuk menampung instruksi terakhir yang diambil .

6. Data (instruksi) dipindahkan dari MBR ke IR. 2. 3.Siklus Pengambilan/Fetch 1. 8. 5. 7. Data di bus data dikirim ke MBR. MBR sekarang bebas untuk fetch berikutnya. Alamat instruksi berikutnya dimuatkan ke PC. . 4. Pindahkan alamat ke MAR pada bus alamat. Hasil (data dari memori) diletakkan ke bus data. PC menambah 1 nilainya. Kontrol unit menspesifikasi perintah READ.

.

(memory) t3: PC <.(MBR) (tx = time unit/clock cycle) atau t1: MAR <.(PC) +1 IR <.(PC) +1 t3: IR <.(PC) t2: MBR <.Siklus Fetch (symbolik) t1: MAR <.(MBR) .(memory) PC <.(PC) t2: MBR <.

(memory) & IR <.(PC) harus mendahului MBR <.(MBR) tidak boleh terjadi dalam satu satua waktu yang sama Juga: PC <.Aturan pengelompokan Siklus Rangkaian kejadian yang benar harus dipenuhi ִMAR <.(PC) +1 penambahan ִmenggunakan ALU ִMelibatkan tambahan operasi mikro .(memory) Terjadinya konflik harus dihindari ִTidak diperbolehkan membaca & menulis ke register yang sama dalam waktu yang sama ִMBR <.

(IRaddress) .Field alamat instruksi MBR <.Siklus Tak Langsung MAR <.(MBRaddress) MBR berisi alamat Status IR sekarang sama spt Alamat langsung .(memory) IRaddress <.

Alamat-rutin t3: memory <.(MBR) Contoh paling sederhana ִKemungkinan ada penambahan micro-ops utk pengambilan alamat ִLangkah akhir adalah menyimpan MBR. nilai PC yg lama ke memory .Siklus interrupt t1: MBR <.Alamat-simpan PC <.(PC) t2: MAR <.

X – menambahkan isi lokasi X ke Register 1 .Siklus Eksekusi (ADD) Berbeda utk masing2 instruksi ADD R1.(memory) t3: R1 <. menaruh hasil di Register R1 t1: MAR <.R1 + (MBR) Catatan tidak ada overlap dlm operasi mikro .(IRaddress) t2: MBR <.

(memory) MBR <.(PC) + 1 .(MBR) if (MBR) == 0 then PC <.increment and skip if zero ִt1: ִt2: ִt3: ִt4: ִ MAR <.Siklus Eksekusi(ISZ) ISZ X .(MBR) + 1 memory <.(IRaddress) MBR <.

(IRaddress) memory <.Branch and save address ִt1: ִt2: ִt3: MAR <.(PC) + 1 .(IRaddress) MBR <.(MBR) PC <.(PC) PC <.Siklus Eksekusi (BSA) BSA X .

Siklus Instruksi Siklus Instruksi – operasi mikro elementer Instruction Cycle Code : ִ00 ִ01 ִ10 ִ11 : : : : Fetch Indirect Execute Interupt Gambaran sederhana urutan dari keempat siklus tsb : .

.

Kontrol CPU Definisi persyaratan fungsional ini merupakan dasar untuk perencanaan dan implementasi unit kontrol. Menentukan elemen dasar CPU. . Menentukan fungsi – fungsi yang harus dilakukan unit kontrol. Proses tiga langkah di bawah ini akan mampu memberikan karakterisasi unit kontrol : 1. Menjelaskan operasi mikro yang akan dilakukan CPU. 2. 3.

Kontrol CPU… 1. Elemen Dasar Fungsional CPU ִ ִ ִ ִ ִ ALU Register Jalur Data Internal Jalur Data Eksternal Unit Kontrol 2. Eksekusi program -> Siklus Instruksi -> Operasi-operasi ִ Operasi-operasi mikro -> eksekusi setiap instruksi dalam set instruksi .

Eksekusi (execution) unit kontrol menyebabkan setiap opeasi mikro dilakukan. .Fungsi Unit Kontrol Eksplisit Pengurutan (sequencing) unit kontrol bertugas mengontrol sejumlah operasi mikro dalam urutan yang benar.

Sinyal Kontrol Memiliki input untuk menentukan status sistem Memiliki output untuk mengontrol tingkah laku sistem Secara internal memiliki logika—logika pengontrolan untuk membentuk fungsi pengurutan dan fungsi eksekusi Dipandang sebagai suatu sistem dengan input dan output .

Flag : flag – flag ini diperlukan unit kontrol untuk mengetahui status CPU. . termasuk juga unit kontrol. Register Instruksi (instruction register) : opcode instruksi saat itu digunakan untuk menentukan operasi mikro yang akan dilakukan selama siklus eksekusi. Control signal to Control Bus : memberi jalur ke unit kontrol untuk sinyal – sinyal seperti sinyal interrupt dan acknowledgment.Input Unit Kontrol Pewaktu (clock) : berfungsi untuk sinkronisasi operasi antar komponen – komponen komputer.

yaitu ִsinyal – sinyal yang menyebabkan perpindahan data antar register ִsinyal – sinyal yang dapat mengaktifkan fungsi ALU yang spesifik.Output Unit Kontrol Sinyal kontrol di dalam CPU (control signals within CPU) : Output ini terdiri dua macam sinyal. yaitu ִsinyal kontrol bagi memori dan ִsinyal kontrol bagi modul – modul I/O. . Sinyal kontrol bagi bus kontrol (control signals to control bus) : sinyal ini juga terdiri atas 2 sinyal.

Contoh Pengurutan Sinyal Kontrol – Fetch (Pengambilan) MAR <.(memory) ִmembuka “gate” antara MAR dan bus alamat ִMemory membaca sinyal kontrol ִmembuka “gates” antara bus data dan MBR .(PC) ִUnit Kontrol mengaktifkan sinyal untuk membuka “gate” antara PC dan MAR MBR <.

Organisasi Internal CPU biasanya bus internal tunggal “Gate” mengontrol perpindahan data masuk dan keluar dari bus Sinyal kontrol mengatur perpindahan data dari dan menuju bus sistem eksternal Diperlukan register sementara untuk operasi dari ALU .

Implementasi Unit Kontrol 1. Implementasi hardwired. Implementasi microprogrammed . 2.

. Input unit kontrol meliputi sinyal sinyal register instruksi. yang merupakan sinyal – sinyal kontrol ke sistem komputer. Sinyal – sinyal logika inputnya akan didekodekan menjadi sekumpulan sinyal – sinyal logika output. flag. Sinyal – sinyal input tersebut sebagai masukan bagi unit kontrol dalam mengetahui status komputer Selanjutnya didekodekan menghasilkan sinyal keluaran untuk mengendalikan sistem kerja komputer. dan sinyal bus kontrol. pewaktu.Implementasi Hardwired (1) Intinya unit kontrol merupakan rangkaian kombinatorial.

Pulsa waktu ini digunakan untuk mengukur durasi setiap operasi mikro yang dijalankan CPU. Opcode yang berbeda dalam instruksi akan menghasilkan sinyal kontrol yang berbeda pula. Pewaktu unit kontrol mengeluarkan rangkaian pulsa yang periodik. intinya digunakan untuk sinkronisasi kerja masing – masing bagian .Implementasi Hardwired (2) Setiap instruksi memiliki opcode yang berbeda – beda. Decoder dengan n buah input biner akan menghasilkan 2n output biner.

Masalah dalam Merancang Implementasi Hardwired Memiliki kompleksitas dalam pengurutan dan operasi mikronya. Sulit didesain dan dilakukan pengetesan. Tidak fleksibel Sulit untuk menambah instruksi baru. .

. Teknik ini dapat menjawab kesulitan – kesulitan yang ditemui dalam implementasi hardwired.Implementasi Microprogramed Unit kontrol memerlukan sebuah memori untuk menyimpan program kontrolnya Implementasi yang paling reliabel saat ini Fungsi – fungsi pengontrolan dilakukan berdasarkan program kontrol yang tersimpan pada unit kontrol Fungsi – fungsi pengontrolan tidak berdasarkan dekode dari input unit kontrol lagi.

siklus tak langsung. Tabel pemikroprogramman dan rangkaian rangkaian yang bersangkutan dari komputer saat ini jauh lebih kompleks.Kesimpulan (1) Sebuah sub instruksi yaitu (pengambilan. Akan tetapi gagasan utamanya tetap sama . Kebanyakan komputer dewasa ini telah dirancang dengan menggunakan kendali yang dimikroprogram sebagai pengganti system kendali perangkat keras. dan interupt) pada saat dijalankan harus dibagi lagi menjadi instruksi yang lebih kecil.

Teknik implementasi unit kontrol dapat digolongkan menjadi dua yaitu: Implementasi hardwired dan Implementasi microprogrammed .Kesimpulan (2) Mikroinstruksi disimpan didalam sebuah ROM kendali dan diakses dengan memberikan alamat mikroinstruksi yang dinginkan. Fungsi dasar dari Unit Control adalah Pengurutan dan pengeksekusian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful