P. 1
Keliling Dan Luas Bangun Datar

Keliling Dan Luas Bangun Datar

|Views: 1,006|Likes:
Published by Dea Ardianti

More info:

Published by: Dea Ardianti on Oct 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2015

pdf

text

original

Keliling dan Luas Bangun Datar

Segala sesuatu di muka bumi ini memunyai bentuk dan ukuran. Di dalam matematika, benda yang memunyai ukuran dapat dilakukan perhitungan terhadap benda tersebut. Ilmu yang mempelajari pengukuran disebut geometri. Geometri berasal dari kata geo = earth (bumi) dan metria = measure (ukuran). Geometri merupakan salah satu cabang dari ilmu matematika selain ilmu bilangan. Ilmu geometri dapat kita jumpai pada kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh pada mesin mobil atau motor. Sistem pengereman tromol pada mobil maupun motor menggunakan kampas yang berpenampang segi empat melengkung dan mengikuti kontur sepatu kampas dan tromol rem. Pada permasalahan ini ilmu ukur geometri digunakan untuk menghitung luas permukaan kampas. Secara signifikan semakin luas bidang pengereman maka kemampuan mengerem akan semakin besar. Lebih lanjut mengenai luas dan keliling bangun datar akan kita pelajari pada uraian berikut.
Sumber: www.abltechnology.com

Kampas rem

Uraian Materi
A. Macam-Macam Bangun Datar Beraturan
1. Segitiga
a. Macam-Macam Segitiga 1) Segitiga siku-siku 3) Segitiga sama kaki

Perlu Tahu

2)

Segitiga sama sisi

4)

Segitiga sebarang

Sumber: www.wikipedia.org

Piramida Besar Khufu

Piramida-piramida bangsa Mesir Kuno yang dibangun 4000 tahun yang lalu masih merupakan contoh yang paling kuat dari struktur bangunan yang menggunakan bentuk-bentuk segitiga.

b.

Sifat-Sifat pada Segitiga 1) Jumlah seluruh sudut di dalam bangun segitiga adalah 180°
β°

α ° + β ° + γ ° = 180°
α° γ°

Matematika XI SMK/MAK

95

Aplikasi
Sebuah tarali ventilasi rumah sakit berbentuk seperti gambar di samping. Tentukan besar sudut α!
128°

Penyelesaian: Segitiga pada tarali dapat digambarkan sebagai berikut.
C 128°

α

Δ BCD merupakan segitiga siku-siku di titik D. Dengan menggunakan aturan sudut pada segitiga siku-siku diperoleh:

α
A D B

∠ B + ∠ C + ∠ D = 180°
⎛ ⎞ ⇔α + ⎜ 2 + 128° ⎟ + 90°= 180° ⎝ ⎠ ⇔ α + 64° + 90° = 180° α + 154° = 26° ⇔ Jadi, besar sudut α adalah 26°.
1

2)

Teorema Pythagoras
A

Untuk segitiga siku-siku berlaku Teorema Pythagoras, yaitu: ”Kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat sisi siku-sikunya”, atau
c

b

a2 + b2 = c2
C a B

Contoh: Pada segitiga siku-siku berikut panjang AC = 4 cm dan CB = 8 cm. Tentukan panjang AB! Penyelesaian:
A

AB =
b c

AC 2 + CB 2 (4)2 + (8)2
16 + 64
80

= =

C

a

B

=

= 4 5 Jadi, panjang AB adalah 4 5 cm.

3)

Segitiga Istimewa a) Segitiga Siku-Siku Sama Kaki Pada segitiga siku-siku sama kaki jika sisi sikunya adalah x satuan maka sisi miringnya adalah x 2 satuan. Perhitungan berdasarkan Teorema Pythagoras sebagai berikut.

96

Geometri Dimensi Dua

c2 = a2 + b2 ⇔ c = ⇔ c = ⇔ c = b) a 2 + b2 x2 + x2 A x x 2 2x 2 C x B ⇔ c = x 2 Segitiga Siku-Siku A Tidak Sama Kaki 60° Diberikan sebuah sex gitiga siku-siku yang memunyai besar dua 1 sudut selain sudut x 2 siku-siku adalah 30° 30° dan 60°. Memiliki dua sumbu simetri. C Keliling = a + b + c = jumlah semua sisi-sisinya b t c a Luas B = = 1 2 × alas × tinggi S ⋅ (S − a ) ⋅ (S − b ) ⋅ (S − c ) A dengan S = a +b +c 2 2. Setiap sisi yang berhadapan memunyai panjang yang sama. c. a. c. dan tingginya t. Titik S membagi dua diagonal menjadi dua bagian yang sama. b. c) Keliling dan Luas Segitiga Diberikan bangun segitiga sebarang ABC dengan panjang sisi-sisinya adalah a. Jika panjang C B sisi miring x satuan 1 x 3 2 maka sisi siku-siku di depan sudut 30° yaitu AC besarnya sama dengan setengah sisi miringnya ⎜ x ⎟ . d. dan simetri putar tingkat dua. D C P yaitu AB = DC dan BC = AC . yaitu titik S. Rumus keliling dan luas persegi panjang diberikan sebagai berikut. Memiliki empat buah sudut sikusiku. Persegi Panjang Bangun datar persegi panjang memunyai sifat-sifat sebagai berikut. A B Memiliki dua buah diagonal yang berpotongan di satu titik. Keliling = 2 × (p + l) Luas = p × l l = lebar dan p = panjang Matematika XI SMK/MAK 97 . yaitu AS = SC dan BS = SD. Rumus luas dan keliling segitiga diberikan sebagai berikut. Untuk sisi siku-siku di depan sudut 2 60° BC besarnya adalah 1 2 ⎛1 ⎝ ⎞ ⎠ x 3. b. dua simetri lipat. e.

Diagonalnya membagi persegi menjadi dua segitiga siku-siku sama kaki yang kongruen. Sifat-sifat pada bangun datar belah ketupat antara lain sebagai berikut. Persegi disebut juga belah ketupat siku-siku. Belah ketupat disusun dari dua buah segitiga yang kongruen dan alasnya berimpit. Persegi memunyai empat buah sumbu simetri. Diagonal-diagonal pada persegi sama panjang dan saling membagi dua sama panjang. Rumus keliling dan luas jajaran genjang adalah: Keliling = 2 × (a + b) Luas = a×t a = alas dan t = tinggi C 5. dan sama panjang. Mempunyai simetri putar tingkat dua. e. yaitu b. c. a. b. Sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar. c.3. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. yaitu AP = PC dan BP = PD. A D s B C O A e. B Tidak memiliki simetri lipat dan sumbu simetri. B Rumus keliling dan luas persegi adalah: Keliling = 4 × s Luas = s × s = s2 s = sisi 4. Jajaran Genjang Jajaran genjang adalah bangun datar yang memunyai empat buah sisi yang saling berhadapan. dan simetri putar tingkat empat. yaitu AB = BC = CD = DA. d. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. yaitu ∠ABC = ∠ADC. AB = DC A b D t B A a C D dan AD = BC. ∠BAD = ∠BCD serta dua simetri lipat dan simetri putar tingkat dua. Persegi D C s Persegi adalah bangun persegi panjang yang keempat sisinya sama panjang. Sisi-sisi pada persegi memunyai panjang b. Belah Ketupat A s a b B C D s Belah ketupat adalah bangun jajar genjang yang memunyai sisi-sisi yang sama panjang. empat simetri lipat. Diagonal pada persegi membagi sudutsudutnya menjadi dua bagian sama besar. Bangun jajaran genjang memunyai sifat-sifat antara lain sebagai berikut. Memiliki sisi-sisi sama panjang. yaitu ∠A = ∠C dan ∠B = ∠D. 98 Geometri Dimensi Dua . Mempunyai dua diagonal yang berpotongan di satu titik (titik p) dan saling membagi dua sama panjang. yaitu AB = BC = CD = DA . yang sama. sejajar. Sifat-sifat bangun datar persegi sebagai berikut. a. p d. a.

c. Dua pasang sisinya sama panjang. serta sudutsudutnya tidak ada yang siku-siku. Memiliki satu pasang sudut yang sama besar. Memiliki satu pasang sisi sejajar. Rumus keliling dan luas belah ketupat adalah: Keliling= Luas = 4×s 1 2 ×a×b B dengan a dan b adalah panjang diagonaldiagonalnya. 6. Layang-Layang Bangun layang-layang adalah bangun belah ketupat yang memunyai dua pasang sisi yang sama panjang. Tidak memiliki tingkat simetri putar. Sisi sejajar yang terpanjang dari trapesium disebut alas. Secara umum trapesium terdiri atas tiga macam. A Bangun layang-layang memunyai a sifat-sifat sebagai berikut. AB (sisi terpanjang) dari trapesium A B disebut alas. a. Salah satu diagonal membagi sudut menjadi dua bagian yang sama dan tegak lurus dengan diagonal yang lain. Memiliki satu buah sumbu simetri dan satu buah simetri lipat. b. yaitu: a. Matematika XI SMK/MAK 99 . Mempunyai dua buah sumbu simetri. d. Trapesium Sebarang Trapesium sebarang adalah bangun segi empat yang sepasang sisinya sejajar dan kedua kakinya tidak sama panjang. Bangun layang-layang mempunyai dua pasang sisi yang sama panjang. yaitu ∠ABC = ∠ ADC. Sisi-sisi yang tidak sejajar disebut kaki trapesium. A C Memiliki dua buah diagonal yang saling tegak lurus dan saling membagi dua sama panjang. b. Diagonal-diagonalnya saling berpotongan dan tegak lurus. Rumus keliling dan luas layang-layang adalah: Keliling = Luas = 2 (a + b) 1 2 ×p×q q = BD p = AC 7. e. serta sudutsudutnya tidak ada yang siku-siku. c. Trapesium Trapesium adalah bangun segi empat yang memunyai tepat dua buah sisi sejajar. a. D C Sifat-sifatnya antara lain AB // CD dan AD // BC yang disebut kaki trapesium. Sifat-sifat pada bangun trapesium sebagai berikut. d.D c. D d1 d2 b C yaitu AB = AD dan BC = CD B b. Trapesium Sama Kaki Trapesium sama kaki adalah bangun segi empat yang sepasang sisinya sejajar dan kedua kakinya sama panjang.

100 Geometri Dimensi Dua . 3) Sudut pada satu lingkaran penuh sebesar 360°. AA' = B'B ⎯ 3) AB // CD A A' B' B 4) atau ∠A = ∠B 5) ∠DAB = ∠CBA Trapesium sama kaki memunyai 1 simetri lipat. 1) Lingkaran hanya memiliki satu sisi. Sifatnya antara lain: 1) AB // DC A 2) ∠DAB = ∠ADC = 90° Rumus keliling dan luas trapesium adalah: Keliling = 2 × (AB + CD) + t Luas = 1 2 B × (AB + CD) × t 8. Trapesium Siku-Siku Trapesium siku-siku adalah bangun segi D C empat yang sepasang sisinya sejajar dan salah satu sudutnya siku-siku. dinotasikan r. Sumbu simetri trapesium ini adalah garis vertikal yang memotong tengah-tengah trapesium. 2×π×r π×d π × r2 1 4 ×π× d2 dengan π ≈ 3.D C Sifat-sifatnya antara lain: 1) 2) AD = BC c. Sifat dan Rumus Lingkaran r P d P = pusat lingkaran r = jari-jari lingkaran d = diameter lingkaran Sifat-sifat bangun datar lingkaran sebagai berikut. 2) Memiliki simetri lipat dan simetri putar yang banyaknya tak hingga. Jarak titik-titik pada lingkaran terhadap pusat lingkaran besarnya sama dan disebut jari-jari (radius). sedangkan jarak kedua titik pada lingkaran yang melalui titik pusat disebut diameter dan dinotasikan d. Tali busur yang tidak melalui titik pusat A panjangnya selalu lebih kecil dari diameter. Keistimewaan tersebut sebagai berikut. Lingkaran Lingkaran adalah sebuah kurva tertutup yang memunyai banyak keistimewaan. 1) Tali Busur C Perhatikan gambar di samping.14 atau π ≈ 22 7 Unsur-Unsur dalam Lingkaran Bangun datar lingkaran memunyai keistimewaan dibanding bangun datar yang lain. B Garis yang menghubungkan dua titik D pada lingkaran disebut tali busur. Tali busur yang melewati titik pusat lingkaran P (titik P) disebut garis tengah atau diameter. Rumus keliling dan luas lingkaran adalah: Keliling = = Luas = = b. a.

⇔ ∩ AB = 14.67 Jadi. diperoleh diameternya 28 cm. Keliling lingkaran = π × d = 22 7 × 28 = 88 Jadi. tentukan ukuran dari unsurunsur lingkaran berikut! a. P 60° A B Apabila jari-jari lingkaran 14 cm. keliling lingkaran 88 cm. B a) Garis lengkung AB dengan sudut pusat ∠ merupakan busur kecil. Untuk menghitung panjang busur AB digunakan perbandingan juring APB dengan satu lingkaran penuh yang memunyai sudut 360°.2) Tembereng Perhatikan gambar di samping. α b) Garis lengkung AB dengan sudut P pusat α (sudut refleks) merupakan busur besar. Daerah yang dibatasi oleh jari-jari dan busur besar disebut juring besar. Ekuivalen dengan pengerjaan soal pada poin a maka luas juring APB akan dibandingkan dengan luas satu lingkaran penuh. P adalah pusat lingkaran. Diketahui jari-jari lingkaran 14 cm. Daerah yang dibatasi oleh garis lengkung sepanjang tali busur disebut tembereng (daerah berarsir). ∠ APB ∠ Lingkaran = ∩ AB 88 ∩ AB 88 ∩ AB Keliling lingkaran ⇔ ⇔ 60° 360° 1 6 = = b. luas lingkaran adalah 616 cm2. Q L d) e) f) Contoh: Perhatikan lingkaran di bawah.67 cm. A c) Daerah yang dibatasi oleh jari-jari dan busur kecil disebut juring kecil. ∩ AB b. Luas juring APB Penyelesaian: a. Luas lingkaran = π × r × r = 22 7 × 14 × 14 = 616 Jadi. Matematika XI SMK/MAK 101 . Garis yang ditarik dari titik P dan tegak lurus tali busur disebut apotema (PQ). panjang busur AB adalah 14.

5 × 10. Tentukan luas tutup pengaman gerinda tersebut. Luas lingkaran kecil = π × r1 × r1 = 22 7 ×7×7 = 154 Jadi.5 = 346.5 cm2. panjang juring APB adalah 102. Luas lingkaran besar = π × r2 × r2 Larsir = 22 7 × 10. Terlebih dahulu dihitung luas juring APB.67 Jadi. luas lingkaran kecil 154 cm2. 102 Geometri Dimensi Dua . 135° Penyelesaian: Luas tutup pengaman gerinda merupakan luas daerah yang diarsir.5 Jadi. Selanjutnya dihitung luas daerah ABCD. Aplikasi Sebuah tutup pengaman gerinda diberikan seperti pada gambar yang diarsir.67 cm. luas lingkaran besar adalah 346.5 cm.∠ APB ∠ Lingkaran = = = Luas juring APB Luas lingkaran Luas juring APB 616 Luas juring APB 616 616 6 ⇔ ⇔ 60° 360° 1 6 ⇔ Luas juring APB = ⇔ Luas juring APB = 102. Diketahui jari-jari lingkaran kecil (r1) adalah 7 cm dan jari-jari lingkaran besar (r2) adalah 10. Cara menghitung luasnya sebagai berikut. B P A D 135° C = luas lingkaran besar – luas lingkaran kecil – luas daerah ABCD = luas lingkaran besar – luas lingkaran kecil – (luas juring ABP – luas juring DPC) Tiap-tiap unsur dihitung terlebih dahulu.

luas tutup pengaman gerinda tersebut adalah 120.19 = 346.∠ APB ∠ lingkaran = = = luas juring APB luas lingkaran besar luas juring APB 346. B Q P 60° T P R S A Matematika XI SMK/MAK 103 .31 cm2.75 Jadi. Dengan demikian dapat dihitung luas daerah yang diarsir.5 – 154 – (129.5 × 3 8 ⇔ ⇔ 135° 360° 3 8 ⇔ Luas juring APB = = 129.5 luas juring APB 346. luas juring DPC adalah 57. 3) Sudut-Sudut dalam Lingkaran Sudut yang dibentuk oleh dua buah jari-jari dengan titik sudut berupa titik di pusat lingkaran disebut sudut pusat.94 cm2. Tentukan besar sudut AQB! Penyelesaian: ∠APB = 2 × ∠AQB ⇔ 60° = 2 × ∠AQB ⇔ ∠AQB = 60 : 2 ⇔ ∠AQB = 30 Jadi. luas juring APB adalah 129. Hubungan antarsudut pusat dan sudut keliling sebagai berikut.5 – 154 – 72.31 Jadi. 75) = 346. besar sudut AQB adalah 30°. ∠ DPC ∠ lingkaran 135° 360° 3 8 = luas lingkaran kecil = = luas juring DPC 154 luas juring DPC 154 154 × 3 8 luas juring DPC ⇔ ⇔ ⇔ Luas juring DPC = ⇔ Luas juring DPC = 57.75 cm2. Larsir = Luas lingkaran besar – luas lingkaran kecil – (luas juring APB – luas juring DPC) = 346. Pada lingkaran di samping yang disebut sudut pusat adalah ∠RPS dan sudut keliling adalah ∠RTS.5 – 154 – 72.5 346.94 Jadi.19 = 120. Selanjutnya dihitung luas juring DPC sebagai berikut. Sudut pusat = 2 × sudut keliling Contoh: Pada gambar di samping diketahui ∠APB = 60°.94 – 57. Sudut yang dibentuk oleh dua buah tali busur dengan titik sudut yang terletak pada lingkaran disebut sudut keliling.

sin 30° = ⇔ CP = TP CP C TP sin 30 = 10 1 2 = 20 Panjang CP dapat digunakan untuk mencari CD yaitu: CD = CD + (AP – S) = 20 + (20 – 3) = 20 + 17 = 37 Perhatikan ΔCDE Dengan menggunakan panjang AC dan rumus perbandingan trigonometri. Dengan menggunakan rumus perbandingan trigonometri maka panjang CP dapat dicari sebagai berikut.72 Jadi. Bangun Lingkaran Terkait dengan Segitiga 1) Lingkaran dalam Segitiga Perhatikan gambar di bawah.36) = 42. Tentukan lebar penampang x! Penyelesaian: Diketahui ∠ ACB = 60°.Catatan: Perhatikan gambar di samping! Sudut-sudut yang menghadap tali busur yang sama memunyai besar sudut yang sama pula. A Q B ⎛1 ⎞ 104 Geometri Dimensi Dua . C Sebuah lingkaran dengan titik pusat P berada di dalam bangun datar segitiga ABC. panjang ED dapat dicari sebagai berikut. c. tan 30° = ED CD ED = CD × tan 30° = 37 ⎜ 3 3 ⎟ ⎝ ⎠ = 21. Pada gambar di samping diperoleh ∠ACB = ∠ADB = ∠AEB. Kesamaan diperoleh karena ketiga sudut menghadap tali busur yang sama yaitu tali busur AB. Besar ∠CAB dan ∠CBA R R tiap-tiap dibagi oleh sebuah garis P sehingga menjadi dua buah sudut yang sama besar.72 cm. panjang x adalah 42.36 Panjang ED dapat digunakan untuk mencari panjang x yaitu: x = 2ED = 2 (21. D E C A B Aplikasi x E A s D P B F T 60° Diketahui panjang AD = 10 cm dan panjang s = 3 cm. diperoleh ∠ ACP = 30° ΔCPT merupakan segitiga siku-siku di titik T.

PQ = PR = PS = r Perhatikan bahwa ΔABC tersusun atas tiga buah segitiga yaitu ΔAPB. dari titik P ditarik garis yang tegak lurus dengan ketiga sisi pada ΔABC. dan S. S • ∠CAB = ∠CSB (menghadap tali busur yang sama) • ∠CRA = ∠CBS = 90° Karena dua buah segitiga tersebut memiliki dua unsur yang sama maka ΔABC sebangun dengan ΔCBS. (*) Karena luas ΔABC = CR = Luas ΔABC 1 2 × CR × AB. ΔBPC. Luas segitiga dapat kita tentukan rumusnya dengan cara sebagai berikut. Luas ΔAPB Luas ΔBPC = = 1 2 1 2 1 × AB × PQ = × BC × PR = 1 2 1 2 1 × AB × r × BC × r Luas ΔAPC = × AC × PS = × AC × r 2 2 –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ Luas ΔABC = ⎜ × AB × r ⎟ + ⎜ × BC × r ⎟ + ⎜ × AC × r ⎟ ⎝2 1 ⎠ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = r (AB + BC + AC) 2 Dengan demikian panjang jari-jari lingkaran dalam segitiga dirumuskan dengan: r = Luas ΔABC 1 2 = 2 Luas ΔABC ( AB + BC + AC ) ( AB + BC + AC ) C 2) Lingkaran Luar Segitiga Perhatikan gambar di samping! Garis CR adalah garis tinggi segitiga ABC. dan ΔAPC. masing-masing di titik Q. Dengan demikian diperoleh persamaan berikut. Dari titik C ditarik garis lurus yang •P melalui titik pusat lingkaran yang membentuk garis CS. . diperoleh: AB Nilai CR disubstitusikan ke (*) diperoleh: CS = AC × CB × AB 2 luas ΔABC Karena CS = diameter lingkaran = 2r maka: 2r = CS ⇔ 2r = ⇔ 4r = r = AB × BC × CA 2 × luas ΔABC AB × BC × CA luas ΔABC AB × BC × CA 4 luas ΔABC Matematika XI SMK/MAK 105 .Akan diperoleh tiga buah garis yang berpotongan di titik P. AC : CS = CR : CB ⇔ CR = AC × CB CS dan CS = 1 2 AC × CB CR . Perhatikan bahwa A B R ΔCBS merupakan segitiga siku-siku di B. . Diperoleh hubungan sebagai berikut. R. Dengan demikian diperoleh hubungan sebagai berikut. . Selanjutnya.

y2. Berikut diberikan beberapa metode untuk menghitung luas permukaan benda yang tidak beraturan. A A Langkah 1: Bangun ABCD kita bagi menjadi enam buah partisi yang tiap-tiap panjangnya 1 cm. rumus mencari luas bangun tak beraturan dengan aturan trapesoida adalah: L= ⎜ ⎛ y1 + y5 ⎞ + y2 + y3 + y4 ⎟ 2 ⎝ ⎠ A t E t F t G t B apabila partisi sebanyak 4. Apabila hendak dihitung luasnya tentu akan mengalami kesulitan apabila menggunakan rumus luas bangun datar yang telah diberikan. 1. Taksiran Luas Daerah Bidang Tak Beraturan Di dalam kehidupan sehari-hari. GH. Selanjutnya. Aturan Trapesoida C Diberikan bangun datar tak beraturan ABCD seperti pada gambar di samping. Langkah-langkah menghitung luas bangun tak beraturan dengan metode trapesoida. . dan BC. Langkah 1: A B Sisi AB dibagi menjadi n partisi (bagian) yang sama panjang. jenis permukaan benda yang kita temui tidak semuanya beraturan. Akan kita tentukan D cara menghitung luasnya. FI. Kemudian nyatakan tiaptiap ordinat dengan y1. yn + 1 Langkah 2: L = LAEJD + LEFIJ + LFGHI+ LGBCH = ⎜ ⎛ y1 + y2 ⎞ ⎛ y + y3 ⎞ ⎛ y + y4 ⎞ ⎛ y + y5 ⎞ ×t⎟ + ⎜ 2 ×t⎟ + ⎜ 3 ×t⎟ + ⎜ 4 ×t⎟ 2 2 2 2 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ C I H ⎛ y + y2 + y2 + y 3 + y3 + y4 + y4 + y5 ⎞ = t⎜ 1 ⎟ 2 ⎝ ⎠ ⎛ y + 2y2 + 2y3 + 2y4 + y5 ⎞ = t⎜ 1 ⎟ 2 ⎝ ⎠ ⎛ = t⎜ ⎝ ⎛ = t⎜ ⎝ y1 + y5 2y2 2y3 2y4 ⎞ + + + ⎟ 2 2 2 2 ⎠ y1 + y5 ⎞ + y2 + y3 + y4 ⎟ 2 ⎠ D J y1 y2 y3 y4 y5 Jadi.B. . tentukan tinggi tiap-tiap partisi (ordinat) yaitu AD. EJ. ada kalanya bentuk permukaan benda berupa bidang datar yang tak beraturan. . Akan tetapi. Tinggi tiap-tiap partisi yaitu: y 1 = AD = 2 cm y 2 = EN = 2 1 cm 2 106 Geometri Dimensi Dua . . C Contoh: Tentukan luas bangun tak beraturan di samping dengan menggunakan D aturan trapesoida! 1 3 cm Penyelesaian: 2 Luas bangun tak beraturan ABCD 2 cm akan kita hitung luasnya dengan cara 6 cm sebagai berikut. Misalnya AB dibagi menjadi empat partisi yang sama panjang yaitu t cm.

Selanjutnya. Tentukan luas bentangan silinder yang terpotong! S T U D V R Q P O N C A E F G H I J K L M B Matematika XI SMK/MAK 107 .y 3 = FM = 3 cm y 4 = GL = 2 y 5 = HK = 3 1 2 1 2 J K M N D L C cm cm y 6 = IJ = 4 cm y 7 = BC = 3 1 2 cm 1 2 cm 2 cm Langkah 2 2 Dengan demikian dapat dihitung luas bangun ABCD. 4 1 Aplikasi Pada cerobong pembuangan asap mesin pengering padi apabila hanya diambil penampang silinder tanpa tutup dan alas yang terpotong bagian bawah maka diperoleh gambar seperti di samping. A E 3 cm 2 cm 3 cm 2 2 1 1 4 cm 3 1 cm 2 F 1 cm G 1 cm H 1 cm I 1 cm B 1 cm 1 cm ⎛ y1 + y7 + y2 + y3 + y4 + y5 + y6 ⎞ L =t⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 1 ⎛ ⎞ ⎜2+32 ⎟ 1 1 1 + 3 + 2 + 3 + 4⎟ = 1⎜ 2 + 22 2 2 ⎜ ⎟ ⎝ ⎠ = 2 + 15 = 18 4 1 4 3 1 2 Jadi. apabila silinder terpotong tersebut dibuka dan dibentangkan pada bidang datar. luas bangun tak beraturan ABCD ialah 18 cm2. akan tampak penampang baru seperti yang digambarkan pada gambar di bawah ini.

6 cm2. tinggi tiap-tiap partisi dihitung sebagai berikut.5 cm y 6 = IR = 4.6 + 3 + 3.5 cm y 3 = FU = 3 cm y 9 = LO = 3 cm y 10 = MN = 2.5 + 4 + 4. y 7 = JQ = 4 cm y 1 = AD = 2.5 cm y 2 = EV = 2.6 Jadi. Selanjutnya.Penyelesaian: Langkah 1: Penampang potongan silinder dibagi menjadi 10 partisi dengan AE = EF = . Selanjutnya.1 + 4 + 3.6 cm y 8 = KP = 3. = MB = t = 2 cm. Langkah 2: Rumus mencari luas bangun tak beraturan sebagai berikut.5 + 2. . 2.5 cm y 5 = HS = 4 cm y 11 = BC = 2.6 ⎞ ⎟ 2 (2. luas penampang tabung tanpa tutup dan alas yang terpotong adalah 65. Langkah 1: Bangun tak beraturan ABCD dibagi menjadi n buah partisi sama panjang dengan ketentuan bahwa n harus bilangan genap.6 cm y 4 = GT = 3.5 2 + 2.8) = 65. L= t ⎡y1 + 3 ⎣ yn + 1 ⎤ + 4 E + 2R ⎦ y 1 = ordinat pertama y1 + n = ordinat terakhir E = jumlah ordinat bernomor genap R = jumlah ordinat bernomor ganjil J L M N D K C y1 y2 y3 y4 y5 y6 y7 A E F G H I B t 108 Geometri Dimensi Dua t t t t t . Langkah-langkah menghitung luas bangun tak beraturan dengan menggunakan metode Simpson.1 cm Langkah 2: L = = = y +y t ⎛ 1 11 + y2 + y3 + y4 + y5 + y6 + y7 + y8 + y9 + y10 ⎞ ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ ⎠ 2⎛ ⎜ ⎝ 2.5 + 30. Aturan Simpson Menghitung luas daerah tak beraturan dengan menggunakan aturan Simpson diberikan dengan cara sebagai berikut.3 ) = 2 (32. ditentukan panjang tiap-tiap partisi. .5 + 3 + 2.

Tentukan luas penampang tersebut! 3 cm 3 cm 8 cm ▲ ▲ Matematika XI SMK/MAK 109 .6 + 3 + 3. akan tampak sebuah penampang seperti pada gambar di bawah. y 1 = 2.5 2 (2.9 cm y 2 = 2.6 cm B Bangun ABCD dibagi menajdi 10 partisi (n = 10.8 + 25) = 0.6 (2.2 cm 2.3 cm y 6 = 2.9 cm 3.6 + 3 + 3 + 3.6 cm y 10 = 3. luas bangun tak beraturan ABCD ialah 18. n bilangan genap) dengan panjang tiap-tiap partisi (t) adalah 0.3 cm 2.2 (5. Apabila silinder tersebut dibentangkan.2 (91) = 18.5 cm y 4 = 2.9 cm y 3 = 2.Contoh: Tentukan luas bangun ABCD pada contoh aturan Trapesoida dengan menggunakan aturan Simpson! Penyelesaian: C D 2.2 + 3.2 cm y 5 = 3 cm y 9 = 3.9 + 2.6 + 3.7 + 60.3 Jadi.6 cm 2.5 + 2.5 + 4 + 4.9 cm 3 cm 2.6 cm.5 cm Luas bidang ABCD dihitung dengan menggunakan aturan Simpson yaitu: L = = = t ⎡(y1 + y11 ) + 4E 3 ⎣ t + 2R ⎤ ⎦ + y4 + y6 + y8 + y10 ) + 2 (y3 + y5 + y7 + y9 )⎤ ⎦ ⎡(y1 + y11 ) + 4 (y2 3⎣ 0.3 + 2.5 + 3 + 2.6 ⎞ ⎟ = 0.5 cm 3.9 cm 3.5 cm A 0.6 cm y 7 = 3 cm y 11 = 3. Panjang tiap-tiap ordinat diberikan sebagai berikut.3 cm2.9 cm y 8 = 3.9)⎤ ⎦ ⎠ ⎛ = 2⎜ ⎝ + 2. Aplikasi Sebuah perangkat peralatan pertanian memunyai bentuk sambungan berupa silinder terpotong miring.6 cm 3 cm 3.1 + 4 + 3.5 + 3.5) + 4 3 ⎣ ⎡ 2.9)) + 2 ( 2.

53 cm2. Aturan Mid-Ordinat Cara menghitung luas bidang tak beraturan dengan menggunakan aturan mid-ordinat sebagai berikut.7 cm 3 cm Dari gambar diperoleh bahwa penampang ABCD dibagi menjadi delapan partisi (n = 8. L = = = = = t ⎡(y1 3 ⎣ t ⎡(y1 3 ⎣ 1 + y 9 ) + 4 E + 2R ⎤ ⎦ + y9 ) + 4 (y2 + y4 + y6 + y8 ) + 2 (y3 + y5 + y7 )⎤ ⎦ ⎤ (3 + 3) + 4 (1. + yn + 1 ) 110 Geometri Dimensi Dua .6 + 7) (34. Selanjutnya.Penyelesaian: Penampang sambungan dapat digambarkan sebagai berikut. .5 cm 1. Langkah 1: L C F J Bidang ABCD dibagi menjadi n H D buah partisi yang sama panjang yaitu t.7cm y 5 = 0.5 + 1. 3.5 cm y 1 = 3 cm y 2 = 1. L = t (y1 + y2 + . panjang tiaptiap ordinat dihitung dengan cara sebagai berikut.5 cm 1 cm 0.5)⎦ 3⎣ ⎡ 3 1 3 1 (6 + 21.6) = 11. . y1 = y5 = y4 = AD + EF 2 KL + BC 2 IJ + KL 2 y3 = y2 = GH + IJ 2 EF + GH 2 y1 y2 y3 y4 y5 dan seterusnya. Langkah 2: Luas bidang tak beraturan ABCD dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut. luas penampang silinder terpotong tersebut adalah 11.7 + 1 + 1 + 1.53 Jadi.7) + 2 (1.7 cm 1.5 cm 1 cm 1. 3 cm 1.5 + 0. n bilangan genap) dan panjang t = 1 cm dengan panjang tiap-tiap ordinat adalah: y 4 = 1 cm y 7 = 1.5 cm y 8 = 1.5 cm y 6 = 1 cm y 9 = 3 cm Dengan demikian dapat dihitung nilai L sebagai berikut.7 cm y 3 = 1.

5 2 = 2.5 2 5. luas bangun ABCD adalah 18.5 2 = 3.75 = 2.5 2 7.5 + 3 2 = = 4.5 2 = = 7. Apabila sambungan tersebut dipisahkan diperoleh salah satu bentuk silinder lingkaran lurus seperti pada gambar (b).75 = 2.25 Jadi.5 2 5.75 + 3 + 3.Contoh: Tentukan luas bidang ABCD pada contoh aturan trapesoida dengan menggunakan aturan mid-ordinat! Penyelesaian: Langkah 1: Bangun ABCD telah dibagi menjadi 6 partisi dengan panjang tiap-tiap partisi 1 cm (t = 1 cm).5 2 = = 3.5 2 2. 4 cm 16 cm (a) (b) (c) Matematika XI SMK/MAK 111 . Selanjutnya panjang tiap-tiap ordinat dihitung dengan cara sebagai berikut.75 Langkah 2: Luas bidang ABCD apabila dihitung dengan aturan mid-ordinat sebagai berikut. L = 1 (2.375 + 3. Aplikasi Sebuah pipa sambungan pada saluran AC tampak pada gambar (a).75) = 18.75 = 2.25 A E 1 cm 1 cm F 1 cm G 1 cm H 1 cm I 1 cm B = 2.75 = 3.5 + 4 2 4 + 3. y1 = y2 = y3 = y4 = y5 = y6 = AD + EN 2 EN + FM 2 EN + FM 2 GL + HK 2 HK + IJ 2 IJ + BC 2 J K M N D 2 cm 2 1 cm 2 1 1 cm 3 cm 2 2 C L 3 cm 2 4 cm 3 1 cm 2 = = 2 + 2.5 2 = 2.25.5 + 3 2 = = 5.75 + 2.25 + 2.5 + 3. Apabila silinder tersebut dipotong secara miring dan kemudian dibentangkan diperoleh penampang berbentuk melintang sebagai berikut.

1 = 4.1 = 4.2 2 = 8.2 cm 4 cm C 8 cm t = 2 cm 2 cm 2 cm 2 cm 2 cm 2 cm 2 cm 2 cm Dari gambar di atas dapat kita tentukan panjang tiap-tiap ordinatnya sebagai berikut.1 + 7. y1 = y2 = y3 = y4 = 4 + 2.1) = 2(418) = 89.5 + 7.2 cm 5.2 2 = 12.2 cm 4.1 + 4.2 + 4 2 = 9.1 Luas bangun ABCD dapat kita tentukan sebagai berikut.5 = 6.7 + 6.2 + 7 2 7+8 2 = 9. 4 2 = 15 2 = 7.2 2 = 4.2 2 = 12.6 cm2.2 + 4. 112 Geometri Dimensi Dua .2 2 = 6.1 5.2 + 5. 4 2 7 + 5.2 2 = 4.5 + 6.6 Jadi.2 2 5.7 4.7 + 4.Tentukan luas penampang melintang dari silinder yang dipotong secara miring tersebut! Penyelesaian: D 4 cm A 16 cm B 4 cm 4.1 + 4. luas bangun ABCD adalah 89.7 y5 = y6 = y7 = y8 = 8+7 2 = 15 2 = 7.5 = 8.2 cm 7 cm 8 cm 7 cm 5.2 2 4. L = t (y1+ y2+ y3+ y4+ y5+ y6+ y7+ y8) = 2(4.

552 cm2 4. . . Sebuah jarum berputar 7. .01 detik 2. 144 cm 84 cm 120 cm 216 cm Luas daerah yang diarsir pada gambar di atas adalah . 126 cm2 b. a. 2. . . D 9 cm 15 cm C A E F B Diketahui trapesium ABCD dengan ukuran seperti pada gambar di atas. a. b. Panjang maksimum tiap segitiga sama sisi yang dapat masuk ke dalam lingkaran dengan diameter 28 cm adalah . 4 115 1 2 57 3 cm2 cm2 44 cm2 2 61 1 cm2 5. 1. e. . 14 3 cm 14 6 cm cm 14 124 Geometri Dimensi Dua . . . Pilihlah jawaban yang tepat! 1.95 detik d. 7 3 cm (28 − 7 3) cm 21 cm d. 2. a. 108 cm2 d. c. 252 cm2 c. 10. a. e. . . 16. 21. . 2. Pada gambar di samping O adalah pusat lingkaran dan panjang OP = 7 cm. . a.00 detik e. Jika ∠POQ = 135° dan π = 16 1 cm2 2 22 7 P maka luas juring lingkaran O Q POQ adalah . b. 18. d. 21. . Jika AE = 4 cm maka luas daerah trapesium ABCD adalah .512 cm2 3. c. 2. .024 cm2 c.422 cm2 e.828 cm2 d. Waktu yang diperlukan oleh jarum tersebut untuk menempuh waktu selama 90°30' adalah.336 cm2 b.11 detik b.11 detik c. 540 cm2 e. .Evaluasi Kompetensi A.5 putaran/menit.

700 d.386 cm2 e. 1. . 1. a.350 8. 16 cm2 c. . 10. Luas daerah yang diarsir pada gambar di samping adalah . .4 cm 14 cm 14 cm 5 cm 30 cm Bagian atap rumah mempunyai bentuk dan ukuran seperti pada gambar di atas. 5.800 b. a.8 cm Matematika XI SMK/MAK 125 . Sebuah kuas rol yang memiliki ukuran seperti pada gambar di samping berputar sebanyak 15 kali. 3. Luas tembok yang telah dicat adalah . . 462 cm2 30 cm 9. Jika tiap 1 m2 atap memerlukan 20 genting maka banyaknya genting yang diperlukan adalah . 29. . . 2.620 cm2 d.8 cm2 7. a.860 cm2 c.600 cm2 b. 4. 2. 138. genting. . .400 e.6.5 cm2 b. 13. 28 cm2 e.000 c. 24. 2.5 cm2 d.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->