Standar Deviasi

Dalam Penelitian saya, ada kesulitan dalam penyelesaian analisis data yaitu menggunakan ANAVA atau ANOVA (Analisis Varians atau Analise of Variance) juga mengenai perhitungan datanya untuk mencari Kesimpulan atau Hipotesis tentang Standar Deviasi dan Varians. Setelah saya cari-cari menggunakan Search Engine dengan kata "Standar Deviasi dan Varians" saya kumpulkan hasil search Standar Deviasi dan Varians sehingga dapat saya simpulkan data menghitung Standar Deviasi dan Varians, dan Skor Deviasi dari sebuah hasil data yaitu sebagai berikut :

Standar Deviasi dan Varians Salah satu teknik statistik yg digunakan untuk menjelaskan homogenitas kelompok. Varians merupakan jumlah kuadrat semua deviasi nilai-nilai individual thd rata-rata kelompok. Sedangkan akar dari varians disebut dengan standar deviasi atau simpangan baku.

Standar Deviasi dan Varians Simpangan baku merupakan variasi sebaran data. Semakin kecil nilai sebarannya berarti variasi nilai data makin sama Jika sebarannya bernilai 0, maka nilai semua datanya adalah sama. Semakin besar nilai sebarannya berarti data semakin bervariasi. Contoh varians Simpangan = Nilai ke n – total X simpangan 1 = 60 – 71 = -11 Daftar nilai mahasiswa

No

Nilai (Xi)

Simpangan (deviasi) Xi – X

Simpangan Kuadrat

2450 Sekian dari saya tentang Perhitungan Skor Deviasi dari Standar Deviasi dan Varians. (Radit MT) Dalam ilmu statistik standar deviasi digunakan untuk membandingkan penyebaran atau penyimpangan data dua kelompok atau lebih. .2450 Berarti data kelompok nilai mahasiswa memiliki tingkat simpangan baku 6.87.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 60 70 65 80 70 65 75 80 70 75 -11 -1 -6 9 -1 -6 4 9 -1 4 121 1 36 81 1 36 16 81 1 16 710:10 = 71 0 390 Selanjutnya dapat dihitung varians. standar deviasi pertumbuhan ekonomi Negara Singapura adalah 0. Dari hasil penghitungan tersebut dapat diketahui dan dianalisis mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang memiliki standar deviasi lebih besar dibanding 3 Negara ASEAN lainnya. Salam Sukses. hal ini mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih fluktuatif dan ketidakmenentuan dibandingkan 3 negara laiinya. Malaysia sebesar 0. Semoga contoh Cara Menghitung Standar Deviasi dan Varians diatas dapat membantu bagi pembaca yang ingin Mengetahui Pengertian dari Standar Deviasi dan Varians. dan Thailand sebesar 1. dan jika standar deviasinya besar hal tersebut menunjukkan penyebaran yang besar dari nilai rata-rata hitungnya. Salah satu penerapan standar deviasi ini misalnya dalam bidang ekonomi.03. Indonesia sebesar 1.01. misalnya mengukur pertumbungan ekonomi negara-negara ASEAN. yaitu rata-rata dari total simpangan kuadrat Simpangan kuadrat = 390 Varians = 390/10 = 39 Standard deviasi = akar varians Standard deviasi = √390 = 6. Standar deviasi dapat digunakan untuk menghitung perbandingan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir misalnya. Apabila standar deviasi suatu data tersebut kecil maka hal tersebut menunjukkan data-data tersebut berkumpul disekitar rata-rata hitungnya.55.

Dalam formulasi Excel standard deviasi dirumuskan dengan “STDEV. Hitunglah standar deviasi sample dan populasinya dengan menggunakan rumus baku dan formulasi Excel.2 2010 4.3+5. STDEVPA”. bila data yang dianalisis adalah data sample serta tidak dikelompokkan.4+5.8.4.3.8 Rumus baku Untuk data sample Langkah 1.3 2009 5. Sebagai contoh perhatikan soal sebagai berikut : Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia (dinyatakan dalam persentase) dalam kurun waktu 2007 sampai dengan 2010 adalah sebagai berikut : 4.8 : 4 = 4. Cari dulu nilai rata-ratanya X = ΣX : n = 4.STDEVP.2 dan 4. Cari standar deviasi sample .4 2008 5. STDEVA.2+4. 5. 5.925 Langkah 2. Jawab : Laju Pertumbuhan Tahun Ekonomi Indonesia % 2007 4.Rumus standar deviasi dituliskan sebagai berikut : bila data yang dianalisis adalah data populasi serta tidak dikelompokkan. bila data yang dianalisis adalah data sample serta dikelompokkan. bila data yang dianalisis adalah data populasi serta dikelompokkan.

925 Langkah 2. Buat tabel seperti diatas Langkah 2.[number4])” untuk data sample. Perhatikan bagan dibawah ini : .….[number4])” untuk data populasi.[number2].….Untuk data populasi Langkah 1. Masukan formulasi “=STDEV(number1. Cari dulu nilai rata-ratanya X= 4.[number2]. Cari standar deviasi populasi Sekarang dengan menggunakan formulasi Excel Langkah 1. dan “=STDEVP(number1.