DISUSUN OLEH

:

AHMADUN, SH, M.Si.
FAKULTAS LMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
-1-

PENGERTIAN DAN UNSUR ADMINISTRTASI 1. Pengertian Administrasi Rangkaian kegiatan perbuatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu dapat dicakup dengan satu istilah yaitu administrasi yang dalam bahasa Inggris disebut administration. Perkataan administrasi berasal dari bahasa latin administrare, suatu kata kerja yang berarti melayani, membantu, menunjang, atau memenuhi. Dari perkataan ini terjadi kata benda administratio dan kata sifat administratifus. Untuk Indonesia sudahlah tepat dan baik memakai istilah administrasi. Rangkaian kegiatan yang digolongkan sebagai administrasi mencakup Dilakukan oleh sekelompok orang (2 orang atau lebih) Berlangsung dalam suatu kerjasama Dimaksudakan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Ketiga faktor inilah yang merupakan tanda pengenal atau ciri khas dari administrasi yang apabila faktor-faktor tersebut disingkat adalah sekelompok orang, kerjasama, dan tujuan tertentu. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa kerjasama adalah rangkaian perbuatan yang dilakukan bersama-samasecara teratur oleh lebih serang yang menimbulkan akibat yang sebenarnya tidak akan terjadi apabila dilakukan oleh masing-masing seoraqng diri. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas maka dapat disusun batasan adminstrasi sebagai berikut: Adminstrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaaqn pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerjasama mencapai tujuan tertentu. 2. Unsur Administrasi Unsur umum yang terdapat dalam rangkaian kegiatan penataan yang dinamakan administrasi ada 8 macam yang merupakan sub konsep administrasi, yaitu: 1. Organisasi 2. Manajemen 3. Komunikasi 4. Informasi 5. Personalia 6. Finansia 7. Materia 8. Relasi Publik Masing-masing konsep bersifat statis, sedangkan dalam kenyataan ditempat kerja yang didalamnya sedang berlangsung rangkaian kegiatan penataan akan tampak adanya unsur umum sebagai suatu proses yang bersifat dinamis sebanyak 8 macam juga. Unsur administrasi yang bersifat lebih luas yaitu organisasi, manajemen, komunikasi, informasi. Sedangkan personalia, finansia, materia, relasi publik lebih sempit. Ada 8 macam unsur umum sebagai suatu proses yang bersifat dinamis tersebut ialah: 1. Tatakeragaan -2-

2.

Tatapimpinan

3. Tatahubungan 4. Tataketerangan 5. Tatakepegawaian 6. Tatakeuangan 7. Tataperbekalan 8. Tatahumas 3. Pertautan Unsur Administrasi Administrasi adalah rangkaian kegiatan penataan yang dinamis, karena itu semua unsur seringkali langsung secara bersamaan. Juga urut-urutan pelaksanaan dan pentingnya sesuatu unsur dapat berubah-ubah. Bergantung pula pada orang-orang dan corak kerjasama, peranan yang dititik beratkan dari sesuatu unsur dapat berbeda-beda dalam suatu kerjasama tertentu. Jadi pertautan setiap delapan unsur ini saling pertautan secara erat. Apabila rangkaian ini berputar artinya rangkaian kegiatan penataan itu sedang berlangsung, maka kedelapan unsur itu merupakan kesatuan yang tidak mungkin dipisah-pisahkan dan sukar dibedabedakan dengan tegas. ILMU ADMINISTRASI DAN KEDUDUKANYA DALAM DUNIA ILMU 1. Pengertian Ilmu Administrasi Terkumpulnya sekelompok pengetahuan teratur yang mengandung sistem, asas, prosedur, teknik, dan pedeoman kerjasama itu. Pengetahuan teratur yang berasaskan administrasi ini disebut Ilmu administrasi Sarjana Luther Gulick memberi ketegasan mengenai ilmu administrasi sebagai berikut ilmu administrasi adalah sistem pengetahuan, dengan pengetahuan tersebut manusia dapat mengerti hubungan-hubungan, meramalkan akibat-akibat, dan mempengaruhi hasil-hasil pada sesuatu keadaan dimana orangorang secara teratur kerjasama muntuk tujuan bersama. Ilmu administrasi adalah bagian dari ilmu sosial. Ilmu sosial dalam kuantitatif jarang diterima, karena ilmu administrasi tidak mempunyai hukum-hukum eksakta maka ditolak sebagai ilmu. Maka dari itu ilmu sosial membuat seperti A = 4 B = 3 C = 2 D = 1 Jadi sama seperti ilmu-ilmu eksakta bisa dimegerti atau dipahami banyak orang. Maka kuntitatif dirubah menjadi kualitatif. Mosher memberi pendapat bahwa pengetahuan tentang administrasi merupakan bidang yang berhak mendapat pengakuan tersendiri karena mempunyai kegunaan, cara-cara penelahaan ilmiah, titik tinjauan, dan kebulatan yang cukup. Penjelasan dari beberapa pendapat para ahli tersebut membuktikan administrasi adalah sebagai berikut:

-3-

Penelahaan terhadap administrasi mengenal cara-cara yang secara ilmiah dapat dipertanggung jawabkan. Pengetahuan pada dasarnya yang paling sederhana berarti sesuatu yang diketahui. Pokok soal saja tidak memadai untuk menjelaskan selengkapnya pengertia ilmu, apalagi untuk membahas perbedaan antara ilmu-ilmu khusus yang satu dengan yang lainnya. Lebih lanjut ilmu bercirikan empiris, sistematis, objektif, dan analistis. Dibawah ini dicantumkan majalahmajalah kejuruan dari seluruh dunia yang membahas administrasi, yang khusus hanya memuat karangan-karangan tentang administrasi atau namanya memakai istilah administrasi. (a) Amerika Serikat 1. Administrative Science Quarterly 2. Public Administration Review (b) Argentina Revista de administration publica (c) Australia Publik administrarion (d) Belanda Bestuurswetenschappen (e) Belgia International Review of Administrative Sciences (f) India Indian Journal of Public Administration (g) Inggris 1. Journal of African Administration 2. Public Administration (h) Irlandia Administration (i) Jugoslavia Nova Administracija (j) Perancis Revue Administrative (k) Philipina Philippine Journal of Public Administration (l) Selandia Baru New Zealand Journal of Pub;ic Administration (m) Spanyol Revista de Administracion Publica (n) Sri Lanka Journal of Public Administration (o) Turki Idare Dergisi (Revue d,administration) 2. Pertautan dengan Ilmu-Ilmu Lain Suatu ilmu sosial adalah sekelompok pengetahuan dan pemikiran mengenai urusan-urusan yang dibedakan dengan batang kayu, batu, binatang, dan benda-benda fisik. Menurut Seligman, ilmu-ilmu yang benar-benar tergolong sebagai ilmu sosial ada 7 macam, yaitu ilmu politik, ilmu ekonomi, ilmu sejarah, ilmu hukum. Antropologi, ilmu tentang kejahatan, dan sosiologi. Karena ilmu administrasi juga berkenaan dengan kegiatan-kegiatan manusia dalam hidup berkelompok, maka ilmu ini juga tergolong sebagai ilmu sosial. Karerna itu adalah mengherankan bahwa Seligman dalam ensiklopedianya sampai cetakan ke-12 tahun 1957 belum mencantumkan ilmu administrasi sebagai salah satu cabang -4-

tersendiri dalam ilmu sosial. Ilmu administrasi sebagai cabang ilmu sosial yang kedudukanya setaraf dengan cabang-cabang ilmu sosial lainya telah dikembangkan sejak beberapa puluh tahun yang lampau. Sasaran ilmu administrasi sangat luas. Kerjasama sekelompok menusia dapat mempunyai ciri-ciri yang bermacam-macam. Segenap metode ilmiah yang dikenal dalam ilmu-ilmu sosial dapat dipergunakan untuk ilmu administrsi sesuai dengan kebutuhannya pada sesuatu waktu. Metodemetode ini antaras lain ialah metode pengamatan, metode statistik, metode perbandingan, metode perbandingan, metode pemeriksaan, dan metode kasus. PERINCIAN ILMU ADMINISTRASI 1. Cabang-cabang Ilmu Administrasi Ilmu administrasi merupakan suatu ilmu yang luas. Penalaahan terhadpa unsur organisasi menghasilkan ilmu organisasi sebagai salah satu cabang dari ilmu administrasi. Perincian lebih lanjut mengenai isi tiap-tiap cabang pokok itu dan pertumbuhannya lebih lanjut dalam cabang ilmu yang lebih khusus. A. Ilmu organisasi Ini merupakan kelompok pengetahuan yang mempelajari isi bentuk-bentuk perserikatan atau rangka kerjasama manusia. Ilmu organisasi telah berkembang kelompok pengetahuan yang luas. Ilmu ini mulai membagi dirinya kedalam kelompok-kelompok pengetahuan yang lebih khusus.. pertama ialah birokrasi. Hubungan kerja kemanusiaan adalah suatu ilmu diciptakan dari cabang-cabang ilmu yang terdiri atas psikologi sosial dan antropologi sosial. B. Ilmu manajemen Manajemen ialah ilmu yang mengatur atau menggerakan orang-orang dalam organisasi mereka bisa bekerjasama. Suatu fungsi manajemen lain yang juga berkembang pesat sebagai kelompok pengetahuan sendiri ialah kepemimpinan. Pengetahuan tentang penyempurnaan manajemen terdiri atas dua bagian walaupun kedua bagian itu sukar dipisahkan secara tajam. Tuntunan akan organisasi dan manajemen yang lebih baik timbul dari keadaan bertambah benyaknya pengeluaran-pengeluaran dan pembatasan-pembatasan anggaran belanja. C. Ilmu Komunikasi Administrasi Pengetahuan tentang komunikasi administrasi membahas segenap rangkaian kegiatan penataan penyampaian warta dari seseorang kepada pihak lain dalam kerjasama mencapai tujuan tertentu. Pada akhir-akhir ini beberapa sarjana telah pula terjun kedalam teori-teori tentang komunikasi administrasi. Sekelompok pengetahuan baru telah muncul dengan nama cybernetics. Ini memperkenalakan metode-metode komunikasi dan pengendalian. D. Ilmu Administrasi Keterangan Isi kelompok pengetahuan administrasi keterangan dapatlah diperinci dalam hal-hal yang antara lain menyangkut: Pekerjaan membuat tulisan dalam bentuk -5-

surat, laporan, atau warkat lainnya. Pekerjaan reproduksi warkat dengan mesin tik, stensil atau alat mekanis lainnya. Pekerjaan mencatat tulisan cepat atau dikenal dengan nama stenografi. Pekerjaan perhitungan angka-angka atau penyusunan iktisar mengenai sesuatu hal sehingga sederhana dan jelas Pekerjaan penerimaan, dan pengiriman warkat Pekerjaan pelayanan tamu dan pemberian keterangan Penetapan pedoman baku sebagai alat penilaian dan pengendalian pekerjaan yang berkaitan dengan keterangan. Ilmu administrasi keterangan mempunyai tujuan yaitu untuk keperluan membuat keputusan maka dapat pula dipandang sebagai cabang dari ilmu manajemen. E. Ilmu Administrasi Kepegawaian Beberapa yang dibahas dalam cabang ilmu ini adalah: Sistemsistem kepegawaian Proses penerimaan pegawai Analisis pekerjaan Sistem penggolongan jabatan dan kepangkatan Sistem penggajian Sistem penilaian kecakapan pegawai Sistem kenaikan pangkat dan pemindahan jabatan Disiplin dan hukuman jabatan Pengembangan kecakapan pegawai Sistem pemberhentian pegawai Sistem pensiun atau jaminan hari tua. F. Ilmu Administrasi Keuangan Ilmu ini membahas segenap rangkaian kegiatan penataan penyusunan anggaran, penentuan sumber biaya, cara pemakaian bembukuan, dan pertanggung jawaban atas bembiayaan atas kerjasama kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu segi lain dari administrasi keuangan ialah pencatatan segenap penerimaan dan pengeluaran biaya dalam kerjasama itu. Penelaahan terhadap segi ini menumbuhkan sekelompok pengetahuan yang cukup luas dan penting dengan nama pembukuan. G. Ilmu Administrasi Perbekalan Beberapa pokok yang perlu dipersoalkan dalam ilmu administrasi perbekalan ialah: Penelitian dan penentuan kebutuhan perbekalan kerja Pembakuan dan perincian keja-kerja Proses pembelian barang Pencatatan dan pengurusan harta benda Teknik penyimpanan dan perawatan barang Orosedur penyingkiran benda yang tak diperlukan lagi Pengurusan dan pemeliharaan gedung Penyusunan tata ruang kantor Dalam hal ini pengetahuan ini mempergunakan hasil-hasil dari ilmu-ilmu kealaman. H. Ilmu Hubungan Masyarakat Perincian isi kelompok pengetahuan ini antara lain : Organisasi dan bidang kerja hubungan masyarakat Asas-asas pekerjaan hubungan masyarakat Alat-alat hubungan masyarakat Proses kegiatan hubungan masyarakat Analisis pendapat umum Teknik propaganda Hal-hal mengenai penyiaran warkat Ketiga pokok yang terakhir ini dapat dianggap telah berkembang menjadi cabang-cabang pengetahuan yang lebih khusus dalam ilmu hubungan masyarakat. Perincian ilmi ini secara demikian dinamakan pembagian berdasarkan ragam teknis. 2. Jenis-jenis Ilmu Administrasi Dipandang dari sudut lingkaran sussana dan tujuan usaha kerjasama, dapatlah diadakan pembagian dan perincian macam lain terhadapilmu administrasi, -6-

yaitu pembagian menurut jenis subsantif. Untuk Indonesia mempunyai tiga jenis lingkungan sesuai dengan lingkungan itu maka digolongkan atas: 1. Ilmu Administrasi Negara 2. Ilmu Administrasi Lingkungan 3. Ilmu Administrasi Sosial Tiap-tiap kelompok pengetahuan administrasi ini mencakup berbagai cabang pengetahuan administrasi khusus yang mengenai sesuatu tujuan atau program kerja tertentu dari kerjasama manusia. Jumlah dan macam khusus yang tergolong dalam ilmu administrasi negara, ilmu administrasi perusahaan, atau ilmu administrasi sosial bergantung pada tujuan atau program kerja dari kerjasama yang berlangsung dalam masing-masing lingkungan suasana itu. Cabang-cabang ilmu administrasi tidaklah merupakanlah kelompok-kelompok pengetahuan tertutup yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan satu sama lain saling berhubungan erat dan batas-batasnya kadangkadang kurang tegas. ETIKA ADMINISTRTASI PEMERINTAH Etika administrasi ialah sejenis pengetahuan yang dapat disebut filsafat administrasi dan secara lebih terbaas lingkupny lazim dinamakan etika. Etika sebagai salah satu cabang dalam lingkungan studi filsafat adalah bidang pengetahuan tentang moraslitas menusia, yaitu asas-asas baik dan buruk yag bertalian dengan kelakuan orang. Menurut kelaziman bahasa Inggris istilah ethics (etika) dan morality (moralitas) merupakan perkataan sepadan yang sama penngertiannya. Istilah etics berasal dari perkataan Yunani dan morality dari perkataan latin yang berdararkan asl mula katanya mempunyai kadar arti myang sama. Prof. Dennis Thomson menegaskan bahwa etika administrasi meliputi penerapan asas-asas moral pada kelakuan para pejabat dalam organisasi-organisasi. Menurut Prof. John Rohr skandal Watergate di Amerika Serikat telah berhasil meningkatkan etika menjadi suatu industri yang tunbuh luas, artinya menjadi sebuah bidang kegiatan yang melahirkan banyak pembicaraan, perbincangan, dan penulisan. Sebagai bidang etika administrasi pemerintah untuk sebagian termasuk dalam lingkungan filsafat. Sebuah panitia etika jabatan mempunyai empat asas penting yang beriku untuk diterapkan uleh para administrator pemerintahan: 1. Persamaan (Equality) Suatu mutu pelayanan yang konsisten harus diberikan kepada pihak tanpa memandang ikatan politik maupun kedudukan. 2. Kepantasan (Equity) Didalam suatu kelompok terentu dan untuk suatu situasi tertentu pula diberikan perlakuan yang sama. Tetapi, terhadpa suatu golongan lain dan keadaan yang berlainan mungkin perlu diberikan perlakuan yang tidak sama. -7semua

3. Kesetiaan (Loyality) Perlu dikembangkanya suatu kesadaran mengenai kesetiaan seorang pejabat kepada konstitusi, pemerintah, hukum, dan kepada pihak-pihak atasan, bawahan atau kolega yang seringkali menimbulkan persoalan besar. 4. Pertanggung jawaban (Responbility) Setiap pejabat pemerintah harus siap untuk memikul pertanggung jawaban mengenai apasaja yang dilakukannya. Ia tidak boleh terjebak pada alasan hanya menjalankan pemerintah. Dengan dikembangkanya etika administrasi pemerintah, ditetapakan asas-asas moral dari kelakuan pejabat, dirumuskan kose etika untuk jabatan, dan diberikan garis-garis pedoman pelaksanaan dapatlah diharapkan tercapainya aparatur pemerintah dan administrasi pemerintahan yang berwibawa, bersih, dan sungguh-sungguh mengabdi kepada kepentingan bangsa maupun kesejahteraan rakyat.

Pengantar Ilmu Administrasi
Perbedaan Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Administrasi Niaga Perkembangan Administrasi Negara sebagai ilmu. 1. Arti dan definisi Administrasi Negara. 2. Arti Administrasi Niaga. 3. Perbedaan arti laba (untung) dalam pengertian ekonomi dan laba (untung) dalam pengertian Niaga. 4. Perbedaan antara Administrasi Negara dan Administrasi Niaga (swasta). Administrasi Negara dan Administrasi Pembangunan Administrasi Pembangunan timbul karena adanya tuntutan dan kebutuhan bagi negara-negara yang sedang berkembang, yang berusaha mengatasi masalah-masalah keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan, dan sebagainya. Hal ini disebabkan oleh prinsip-prinsip dan teori-teori dari Administrasi Negara yang tradisional, yang dikembangkan di negara-negara Barat, terutama di negara Amerika Serikat dirasakan tidak sesuai lagi negara-negara yang sedang berkembang. Oleh karena itu Administrasi Pembangunan adalah Administrasi Negara yang berorientasi terhadap pembangunan. Di samping itu Administrasi Pembangunan juga masih mendasarkan diri atas prinsip-prinsip dan analisis Administrasi Negara. Beberapa pendapat dan definisi Administrasi Pembangunan telah dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai bahan perbandingan dan untuk memperluas wawasan. Selanjutnya dikemukakan perbedaan antara Administrasi Negara dan Administrasi Pembangunan untuk lebih memperjelas batas-batas dan ruang lingkupnya

-8-

Pengelompokan Ilmu Administrasi Pengelompokan Ilmu Administrasi terdiri atas (a) pengelompokan yang bersifat administrasi umum, (b) pengelompokan di bidang pembangunan, (c) pengelompokan yang bersifat sektoral, dan (d) pengelompokan atas dasar Pelayanan administratif (administrative services). Pengelompokan yang terakhir yaitu pelayanan administratif dilakukan oleh satuan kerja yang disebut dengan Kantor (Perkantoran) atau Manajemen Kantor (Perkantoran). Administrasi Perkantoran bertugas membantu pelaksanaan tugas pokok/tujuan Organisasi/Badan Usaha. Administrasi Kantor/Perkantoran biasanya disebut “Sekretariat” atau “Tata Usaha” yang bertugas melakukan pelayanan administratif, berupa urusan: Kerumahtanggaan, Ketatausahaan, Kepegawaian, Keuangan, dan sebagainya yang bersifat pelayanan intern (internal services). PERKEMBANGAN ADMINISTRASI SEBAGAI ILMU Pengalaman dan Penelitian Hennry Fayol dalam Mengembangkan lmu Administrasi 1. Upaya yang dilakukan oleh Henry Fayol dalam usaha menyelamatkan industri pertambangan yang mengalami kemunduran. 2. Alasan diperlukan latihan dan teori Administrasi, serta upaya yang dilakukan oleh Henry Fayol untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 3. Alasan diperlukan pengajaran Administrasi yang bersitat umum, menurut Henry Fayol. 4. Alasan Henry Fayol menganjurkan latihan Administrasi bagi jabatan pimpinan. 5. Upaya yang dianjurkan oleh Henry Fayol untuk mengembangkan teori administrasi. Hasil Penelitian Henry Fayol 1. Ada 6 kegiatan dari suatu badan usaha, dimana administrasi merupakan bagian dari kegiatan itu 2. Adanya unsur-unsur administrasi, sebagai pedoman kegiatan dari suatu badan usaha 3. Fayol menerapkan 14 prinsip-prinsip umum dari Administrasi 4. Teori Administrasi yang lain, misalnya: 1. One head for one body 2. Many brains to help

-9-

3. Unity of comnand and unity of direction , 5. Teori komunikasi yang diperkenalkan oleh Fayol yang disebut Jalan Pintas” (the gangplank) Pengalaman dan Penelitian F.W Taylor dalam Mengembangkan Ilmu Administrasi Manajemen Pengalaman dan Penelitian F.W. Taylor untuk meningkatkan produktivitas kerja para Pekerja di Perusahaan Besi Baja Midvale dan Bethlehem. Berdasarkan atas prestasi kerjanya selama ia bekerja di Perusahaan Besi Baja Midvale, selama 6 tahun ia telah dipromosikan dari pekerja biasa, Kepala Pekerja, Pengawas Pekerja, Kepala Montir, Kepala Perencana sampai ia menduduki jabatan tinggi sebagai ahli-ahli Teknik/Insinyur di Perusahaan Midvale tersebut. Oleh karena keberhasilannya, ia diminta untuk memperbaiki Perusahaan Besi Baja Bethlehem yang sedang mengalami kemunduran. Berdasarkan atas ketekunannya ia dapat berhasil menyelamatkan Perusahaan ini dari suatu kebangkrutan.

PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI DI INDONESIA Ilmu Administrasi pada Waktu Pemerintahan Hindia Belanda dan Pengaruh Administrasi Militer: 1. Penggunaan istilah administrasi di bidang pemerintahan pada pemerintahan Hindia Belanda. 2. Pembagian wilayah administrasi. 3. Lembaga-lembaga pemerintah Hindia Belanda. 4. Susunan organisasi pemerintah Hindia Belanda. 5. Daerah-daerah Otonom. 6. Istilah administrasi di bidang hukum dan di bidang perekonomian. 7. Pengaruh Administrasi Militair pada waktu Perang Dunia II. Perkembangan Administrasi sesudah Kemerdekaan Praktik-praktik administrasi yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda, baik di bidang Pemerintahan, Hukum dan Perekonomian. Namun praktik-praktik administrasi tersebut, dimonopoli oleh orang-orang Belanda. Sehingga ilmu Administrasi kenyataannya menjadi milik bangsa penjajah. Orang-orang Indonesia hanya sekedar sebagai pelaksana saja. Mereka pada umumnya hanya memiliki pangkat sebagai Mandor/Krani, Juru Tulis (Klerk), sehingga mereka hanya mengenal arti administrasi dalam arti sempit.

- 10 -

Pengaruh keberhasilan Administrasi Militer pada Perang Dunia II, menyebabkan bangsa-bangsa di dunia banyak mempelajari ilmu administrasi. Menyadari atas kekurangannya di bidang administrasi, pemerintah Indonesia mendatangkan Misi Ahli dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Akhirnya Misi Ahli memberikan rekomendasinya, yaitu: Perlunya “Pendidikan dan Latihan Administrasi di Indonesia” (Training for Administration in Indonesia) HUBUNGAN DAN KAITAN ANTARA ADMINISTRASI, ORGANISASI DAN MANAJEMEN Persamaan dan Perbedaan antara Adiministrasi dan Manajemen 1. Pendapat yang menyatakan bahwa administrasi sama dengan manajemen. Seperti pendapat yang dikemukakan oleh PBB bahwa kedua istilah itu dipakai secara sinonim, di mana administrasi banyak dipergunakan di bidang administrasi Negara, sedangkan manajemen banyak dipergunakan di bidang administrasi Niaga (swasta) dan Administrasi Niaga (negara). 2. Pendapat yang menyatakan bahwa administrasi berbeda dengan manajemen. Hal ini terutama di bidang administrasi Negara, administrasi Pemerintah yang dilakukan oleh Presiden dan para Menteri sebagai penentu kebijaksanaan dalam rangka mencapai tujuan negara. Sedangkan yang wajib melaksanaan kebijaksanaan tersebut ialah manajemen. Manajer bertanggung jawab untuk melaksanakannya ke arah tercapainya tujuan tersebut. Hubungan dan Kaitan antara Administrasi, Organisasi dan Manajemen 1. Pendapat tentang administrasi yang terdiri atas organisasi dan manajemen. 2. Berdasarkan pendapat tersebut, administrasi mempunyai arti yang lebih luas daripada manajemen. 3. Administrasi sesuai dengan prosesnya ialah menentukan tujuan dan kebijaksanaan, sedangkan organisasi sebagai wadah untuk mencapai tujuan. 4. Untuk merealisasikan tercapainya tujuan diperlukan manajemen. 5. Sesuai dengan tingkat-tingkatnya, maka kemampuan manajemen (managerial skill) meliputi kemampuan konsepsional, kemampuan melakukan hubungan dengan manusia yang lain (human skill), dan kemampuan teknis (tecnical skill). 6. Arti, definisi, ciri-ciri dan prinsip-prinsip organisasi, perbedaan sentralisasi dengan desentralisasi organisasi, dan organisasi formal dengan organisasi informal.

- 11 -

7. Arti, definisi, dan proses atau fungsi manajemen, menurut: W.H. Newman, Luther Gulick, G. R. Terry, H. Koontz & O’Donnell, dan John F. Mee. TEORI DAN PROSES PERENCANAAN Arti, Definisi, Unsur-unsur dan Tipe-tipe Perencanaan 1. Perencanaan yang merupakan sifat utama dari fungsi manajemen, dimaksudkan bahwa sebelum fungsi-fungsi manajemen yang lain dilaksanakan, maka perencanaan harus dirumuskan terlebih dahulu, mendahului fungsi pengorganisasian, penyusunan tenaga kerja, pembinaan kerja dan pengawasan. 2. Arti, definisi dan unsur-unsur perencanaan. Perencanaan berarti suatu usaha untuk melihat ke depan dengan melakukan perkiraan (forecasting) apa yang dilakukan, bagaimana dan siapa yang akan melakukan untuk kegiatan-kegiatan yang akan datang. 1. Beberapa definisi, ada yang mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proses, suatu fungsi atau suatu keputusan. 2. Sedangkan unsur-unsur perencanaan adalah suatu sistimatika berpikir dalam perencanaan mulai awal sampai akhir. 3. Tipe-tipe perencanaan yang bersifat umum, antara lain menentukan tujuan/sasaran, strategi, kebijaksanaan, anggaran dan sebagainya. 3. Tipe-tipe perencanaan administrasi/manajemen, meliputi: Sasaran, rencana tunggal dan rencana induk. Sasaran terdiri atas: Tujuan, anggaran dan batas waktunya, pelaksanaan, dan standar pengeluaran. Rencana tunggal terdiri atas: Program umum, proyek, penugasan kepada pegawai, sedangkan Rencana induk, terdiri atas: kebijaksanaan, struktur organisasi, dan standar prosedur. 4. Hierarki dari perencanaan. 1. Manajemen Tingkat Atas: menentukan sasaran, kebijaksanaan, dan rencana jangka panjang. 2. Manajemen Tingkat Menengah: melengkapi sasaran, penjabaran kebijaksanaan, program dan target. a. Manajemen Tingkat Bawah: menentukan sasaran jangka pendek, melengkapi kebijaksanaan, proyek dan jadwal. - 12 -

Proses Perencanaan dan Rintangannya 1. Langkah-langkah dari perencanaan menurut A.M. Williams yang terdiri atas 5 (lima) langkah, yaitu: menetapkan dengan jelas maksud/tujuan, menentukan alternatif, mengatur sumbersumber yang diperlukan, menentukan organisasi, metode dan prosedur dan terakhir adalah menetapkan rencana. 2. H. Koontz & O’Donnell, menentukan langkah-langkah tersebut adalah 7 (tujuh) langkah, yaitu: menentukan tujuan, menyusun premis, menentukan tindakan alternatif, menilai tindakan alternatif, melihat langkah-langkah tindakan, merumuskan rencana dan memperhitungkan rencana melalui anggaran. 3. Teknik-teknik perencanaan yaitu suatu metode perencanaan yang berkaitan dengan prosedur, bagaimana perencana melakukan tugasnya yang meliputi: menentukan masalahnya, berusaha mendapatkan fakta-fakta yang penting/dibutuhkan, analisis sumber informasi, pilihlah tindakan alternatif, pertimbangkan alternatif itu dan ambilah keputusan. 4. Rintangan/halangan perencanaan yang efektif, meliputi: jangka waktu, kemampuan mental, rintangan/halangan administratif, halangan kejiwaan dan pertimbangan unsur kejiwaan. 5. Terakhir ialah karakteristik dari perencanaan yang efektif. Peramalan dan Teknik-teknik Peramalan 1. Peramalan merupakan unsur penting dalam menyusun rencana. 2. Berbagai data dalam peramalan, meliputi: modal, hasil, biaya produksi, penjualan, nilai penjualan dan faktor-faktor lain. 3. Peramalan juga sebagai usaha untuk membantu mempersatukan dan mengkoordinasikan rencana organisasi. 4. Peramalan hanya dapat berhasil apabila ditunjang dengan data/informasi yang memadai. 5. Premis-premis ekonomi dalam peralaman ekonomi, meliputi: pekerjaan, produktivitas, pendapatan nasional dan produk nasional bruto. 6. Perkiraan prosedur dalam membuat peramalan, terdiri atas: 2 (dua) macam, yaitu: Dari atas ke bawah (downword) dan dari bawah ke atas (up-word). 7. Salah satu pendekatan dalam peramalan ekonomi, ialah Tabel Input dengan Output. 8. Berbagai data dan informasi dalam peramalan ekonomi, ialah: penerbitan data-data perusahaan, neraca perbankan, penerbitan dari asosiasi profesi lainnya. 9. Teknik-teknik peramalan terdiri atas: - 13 -

1. strategi kejadian; 2. strategi pertumbuhan; 3. strategi ekonomi. 10. Data berasal dari datum, adalah tunggal (singular) artinya: fakta yang sebenarnya. Data ialah jamak (plural).

TEORI DAN PROSES PENGORGANISASIAN SERTA PENYUSUNAN TENAGA KERJA (PERSONIL) Proses Pengorganisasian 1. Arti pengorganisasian, struktur organisasi, peran struktur organisasi dan organisasi sebagai usaha kerja sama. 2. Landasan kegiatan kerja sama untuk mencapai tujuan, yaitu: prinsip kesatuan tujuan dan prinsip efesiensi. 3. Beda departemen dan departementasi, departemen ialah satu kesatuan kerja (unit) sedangkan departementasi ialah pengelompokkan kegiatan dan karyawan ke dalam satu kesatuan kerja. 4. Macam-macam departementasi, departementasi atas dasar proses, fungsi, produk, langganan, dan teritorial.

Bentuk dan Tipe Organisasi 1. Pengorganisasian bagi organisasi lini atau garis. Dalam organisasi lini atau garis ini hanya dikenal 2 (dua) unsur, yaitu: unsur Pimpinan dan unsur Pelaksana. 2. Pengorganisasian bagi organisasi lini dan staf. Dalam organisasi ini dikenal 3 (tiga) unsur, yaitu: unsur Pimpinan, unsur Pembantu Pimpinan (staf), dan unsur Pelaksana (lini atau garis). 3. Pengorganisasian bagi organisasi fungsi. organisasi fungsi, ialah suatu organisasi yang disusun atas dasar kegiatan dari setiap fungsi, dimana fungsi yang satu dengan yang lain saling ketergantungan. 4. Pengorganisasian bagi organisasi Panitia. Organisasi Panitia dimaksudkan untuk memecahkan berbagai kendala atau hambatan yang tidak dapat dipecahkan oleh beberapa orang atau banyak orang. 5. Di samping itu terdapat Tipe Organisasi, yang terdiri dari 3 macam tipe yaitu: Piramid Mendatar (Flat), Piramid Kerucut (Tall) dan Tipe Piramid Terbalik. - 14 -

Proses Penyusunan Tenaga Kerja/Personil 1. Arti penyusunan tenaga kerja atau personil, dan apakah yang menjadi syarat utama dalam penyusunan tenaga tersebut. 2. Proses atau siklus (circles) penyusunan tenaga kerja atau personil, mulai dari perencanaan sumber daya manusia, pengerahan sumber tenaga kerja, pemilihan tenaga kerja, pengenalan dan orientasi, pelatihan dan pengembangan, penilaian pelaksanaan pekerjaan, kenaikan pangkat, pemindahan dan pemutusan hubungan kerja. 3. Maksud dan tujuan perencanaan sumber daya manusia. 4. Maksud dan tujuan pengerahan sumber tenaga kerja. 5. Maksud dan tujuan pemilihan tenaga kerja. 6. Maksud dan tujuan pengenalan dan orientasi calon pegawai. 7. Maksud dan tujuan Pelatihan dan Pengembangan tenaga kerja/personil. 8. Maksud dan tujuan Penilaian pelaksanaan kerja. 9. Maksud dan tujuan kenaikan pangkat. 10. Maksud dan tujuan pemindahan dan pemutusan hubungan kerja. TEORI, KONSEP DAN FUNGSI KEPEMIMPINAN SERTA MOTIVASI Arti, Konsep dan Teori Kepemimpinan 1. Arti kepemimpinan, dimana kepemimpinan adalah inti dari manajemen. kepemimpinan adalah orang yang menggambarkan kehendak yang sesungguhnya dari pada kelompok. 2. Koontz & O’Donnell, menggambarkan teori-teori kepemimpinan, yang terdiri atas “Leaders are born” pemimpin karena keturunan, “Leaders are not born, but made”, (Teori Kejiwaan), Pemimpin timbul karena lingkungannya (Situation Theory). 3. Di samping memberikan definisi tentang kepemimpinan, juga diutarakan tentang teori-tori kepemimpinan, menurut Ruslan Abdulgani, Max Weber, John D. Millet, dan Ordway Tead. Syarat-syarat, Macam-macam Kepemimpinan, Fungsi dan Tipe Kepemimpinan 1. Syarat-syarat, sifat-sifat, asas-asas dan prinsip-prinsip kepemimpinan yang berlaku dilingkungan militer.

- 15 -

2. Berbagai macam kepemimpinan, terutama dibedakan antara: Kepemimpinan Administratif dan Kepemimpinan Manajemen, Kepemimpinan Birokrasi, Kepemimpinan Organisasi dengan Kepemimpinan Pribadi, dan Kepemimpinan Formal dan Informal. 3. Selanjutnya dijelaskan tentang: fungsi-fungsi kepemimpinan, yang terdiri atas 7 (tujuh) fungsi. 4. Kemudian diterangkan lebih lanjut tentang tipe-tipe kepemimpinan, menurut Alvin Brown dan S.P. Siagian.

Teori dan Konsep Motivasi dalam Manajemen 1. Arti motivasi dan motivasi sebagai reaksi berantai, yaitu antara “Kebutuhan” (Need), “Keinginan” (Want), dan “Kepuasan” (Satisfaction). 2. Teori dan konsep motivasi menurut Douglas Mc. Gregor, yang disebut dengan Teori X dan Teori Y. 3. Teori dan konsep motivasi menurut Abraham Maslow, yang disebut dengan teori “Hirarkhi Kebutuhan”. 4. Teori dan konsep motivasi menurut Herzberg, yang disebut dengan Teori Dua Faktor. 5. Teori dan konsep motivasi bagi pemimpin yang dikemukakan oleh Arch Patton. TEORI DAN PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN Arti, Ciri-ciri, Tipe dan Jenis-jenis Keputusan 1. Analisis masalah dalam pengambilan keputusan. 2. Rasionalitas dalam pengambilan keputusan. 3. Definisi keputusan dan bentuk-bentuk dari keputusan. 4. Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. 5. Ciri-ciri dari keputusan, yaitu: Proses keputusan, konsep ikatan, penilaian dan perilaku dengan maksud/tujuan tertentu. 6. Tipe-tipe keputusan, yaitu: keputusan kelompok, keputusan pribadi, dan keputusan dasar. 7. Jenis-jenis keputusan, yaitu: keputusan yang terprogram, keputusan yang tidak terprogram, dan keputusan atas dasar kepastian (certainty), risiko (risk) dan tidak berketentuan (uncertainty). Proses dan Teknik Pengambilan Keputusan 1. Berbagai urutan dalam proses pengambilan keputusan.

- 16 -

2. Jenis keputusan yang perlu dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan yaitu keputusan yang tidak terprogram. 3. Syarat utama dalam pengambilan keputusan yaitu suatu masalah. 4. Pedoman dalam proses pengambilan keputusan ialah tujuan dan sasaran organisasi. 5. Alternatif yang dievaluasi ialah hasilnya berdasarkan atas 3 (tiga) kondisi, yaitu: Kepastian (certainty), risiko (risk) dan uncertainty (tidak berketentuan). 6. Terdapat beberapa perilaku individual dalam proses pengambilan keputusan, yaitu: Nilai, Kepribadian, Kecenderungan mengambil risiko, dan kemungkinan ketidakcocokan. 7. Pengambilan keputusan kelompok, dan perbedaan keputusan individual dan kelompok. 8. Teknik-teknik dalam pengambilan keputusan, yaitu: sumbang saran (brainstorming), TEORI DAN TEKNIK HUBUNGAN ANTAR MANUSIA DAN MASYARAKAT

Arti, Definisi, Pendekatan dan Komponen Hubungan Antarmanusia Hubungan antarmanusia (human relation), merupakan suatu ilmu yang mempelajari kegiatan, sikap dan saling hubungan antara orang-orang di dalam pekerjaan. Dengan kata lain hubungan antar manusia ialah hubungan antarpribadi orang. Hal ini menyangkut individu dan kelompok termasuk perilakunya. Oleh karena itu mempelajari hubungan antar manusia, juga mempelajari illmu jiwa sosial, sosiologi dan antropologi. Di samping itu perilaku pribadi dan kelompok dipengaruhi oleh sistem sosial dan sistem teknologi di mana orang-orang itu bekerja. Adapun tujuan mempelajari hubungan antarmanusia agar organisasi dapat meningkatkan produktivitas kerja, yang dipengaruhi oleh unsur-unsur individu, kelompok dan lingkungannya. Arti, Maksud, Tujuan Perkembangan dan Manfaat Hubungan Masyarakat mencoba memenuhi pertanggungjawaban masyarakat, menjamin pengakuan masyarakat dan bila perlu kesetujuannya untuk mencapai hasil yang diharapkan. Adapun tujuan dari hubungan masyarakat ialah untuk memberikan kepuasan terhadap semua pihak yang berkepentingan, yaitu masyarakat umum, para karyawan, dan para pimpinan organisasi itu sendiri. Unsur utama hubungan masyarakat ialah : 1) Memberikan informasi kepada masyarakat, 2) Meyakinkan masyarakat secara langsung untuk mengubah sikap dan tindakannya , 3) Usaha untuk memadukan sikap dan tindakan dari suatu institusi/organisasi dengan masyarakat dan masyarakat dengan institusi/organisasi. Di samping itu hubungan masyarakat juga dapat dilakukan melalui moral karyawan, kelompok yang berkepentingan dan media konvensional .

- 17 -

Media hubungan masyarakat ialah dengan melalui teknik-teknik khusus seperti: iklan (advertensi ), penerbitan di surat-surat kabar, radio, televisi. Sedangkan media yang utama ialah para karyawan dan kelompok, kelompok yang berkepentingan atau langganan. KOMUNIKAS1 DAN KOORDINASI Arti, definisi dan proses komunikasi. 1. Unsur-unsur komunikasi tradisional ialah: (1) komunikator, (2) pesan, (3) jalur

(medium/media), (4) penerima dan (5) umpan-balik (feedback). 2. Sedangkan unsur-unsur komunikasi yang modern, terdiri atas: (1) komunikator, (2) membuat sandi (encoder), (3) jalur (medium/media), (4) mengurai sandi (decoder), (5) penerima (receiver), (6) umpan balik (feedback) dan (7) kegaduhan (noice). 3. Prinsip-prinsip komunikasi terdiri atas: Prinsip kejelasan, prinsip integritas, prinsip penggunaan strategi organisasi informal, dan pelaksanaannya. 4. Selanjutnya diterangkan perbedaan antara komunikasi secara lisan, bukan lisan, dan tertulis. 5. Sedangkan komunikasi di dalam organisasi meliputi: komunikasi ke bawah, ke atas, melintang/horizontal dan diagonal.

Arti, Jenis-jenis, dan Pendekatan Koordinasi Arti, definisi dan ciri-ciri koordinasi 1. Hakikat koordinasi, atau mengapa koordinasi itu timbul 2. Fungsi koordinasi meliputi berbagai fungsi manajemen 3. Pendekatan sistem dalam rangka koordinasi yaitu pendekatan antar disiplin, multi fungsi dan lintas sektoral 4. Jenis-jenis koordinasi, yaitu: koordinasi vertikal, horizontal dan diagonal 5. Masalah-masalah dan usaha pemecahan koordinasi. TEORI, PROSES, DAN FUNGSI PENGAWASAN Pengertian, Maksud dan Tujuan, serta Berbagai Macam Pengawasan

- 18 -

Pengertian, arti, definisi, maksud dan tujuan pengawasan. 1. Ada dua macam prasyarat dalam sistem pengawasan, yang harus dipenuhi yaitu: rencana dan struktur organisasi. 2. Pengawasan intern, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh aparatur pengawasan dari dalam organisasi itu sendiri, dan pengawasan ekstern, yang dilakukan oleh aparatur pengawasan dari luar organisasi. 3. Pengawasan preventif,yaitu pengawasan sebelum rencana itu dilaksanakan. Sedangkan pengawasan represif ialah pengawasan yang dilakukan setelah rencana itu dilaksanakan. 4. Pengawasan melekat yaitu pengawasan yang dilakukan oleh atasan langsung, sedangkan pengawasan fungsional ialah pengawasan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah yang bertugas di bidang pengawasan. 5. Pengawasan legislatif ialah pengawasan yang dilakukan oleh para anggota DPR dan DPRD terhadap kegiatan-kegiatan dari pejabat-pejabat pemerintah dalam melaksanakan tugasnya. Sedangkan pengawasan masyarakat ialah pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah, melalui media: surat kabar, majalah, radio, TV, seminar, LBH, dan lain-lain, Landasan, Metode, dan Syarat-syarat Pengawasan 1. Landasan dari proses pengawasan terdiri atas: menentukan standar, menilai pelaksanaan yang disesuaikan dengan standar, dan memperbaiki penyimpangan atas dasar standar. 2. Metode pengawasan meliputi: pengawasan langsung dan tidak langsung, pengawasan formal dan informal, pengawasan teknis dan administratif. 3. Syarat-syarat pengawasan meliputi: 1. berkaitan dengan rencana dan jabatan seseorang, 2. berkaitan dengan individu manajer dan kepribadiannya, 3. harus dapat menunjukkan pengecualian dan objektif, 4. harus fleksibel, 5. harus hemat, dan 6. harus mengarah pada tindakan perbaikan. Prinsip-prinsip, Tipe dari Standar dan Pengawasan Tradisional 1. Prinsip-prinsip pengawasan, terdiri atas: berorientasi pada tujuan, objektif; atas dasar kebenaran prosedur dan manfaatnya; daya guna dan hasil guna pekerjaan, standar yang - 19 -

objektif, terus menerus, dan memberikan timbal balik bagi perbaikan perencanaan dan kebijaksanaan 2. Pengawasan harus berdasarkan atas standar, yang meliputi: standar fisik, biaya, modal, pendapatan, program, sasaran, dan standar yang tidak dapat terlihat. 3. Pengawasan tradisional: Rencana Anggaran, dijelaskan tentang: konsep dan tujuan anggaran serta tipe anggaran, yang meliputi: anggaran pendapatan dan pengeluaran, anggaran waktu, ruang, material dan produksi, anggaran pengeluaran modal, pembayaran tunai, dan neraca pembayaran. Manajemen Sumber Daya Manusia Bag 2 Pengantar Ilmu Administrasi Negara Sebab suatu masalah selalu kompleks, namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. Dan, saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan, departemen, dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi, alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Di sini, hanya menyoroti salah satunya, yaitu ilmu pengetahuan, sistem ilmu pengetahuan. Pokok bahasan itu demikian penting, yang dapat diketahui dalam pembicaraan apa pun, selalu dikatakan dan ditekankan dalam berbagai forum atau kesempatan membahas apa pun bahwa untuk mengelola apa pun agar baik dan obyektif harus berdasar pada sebuah sistem, sistem ilmu pengetahuan. Baik untuk usaha khusus bidang pertanian, manufaktur, teknik, keuangan, pemasaran, pelayanan, komputerisasi, penelitian, sumber daya manusia dan kreativitas, atau lebih luas bidang hukum, ekonomi, politik, budaya, pertahanan, keamanan dan pendidikan. Kemudian, apa definisi sesungguhnya sebuah sistem, sistem ilmu pengetahuan itu? Menjawabnya mau tidak mau menelusur arti ilmu pengetahuan itu sendiri. Ilmu pengetahuan atau science berasal dari kata Latin scientia berarti pengetahuan, berasal dari kata kerja scire artinya mempelajari atau mengetahui (to learn, to know). Sampai abad XVII, kata science diartikan sebagai apa saja yang harus dipelajari oleh seseorang misalnya menjahit atau menunggang kuda. Kemudian, setelah abad XVII, pengertian diperhalus mengacu pada segenap pengetahuan yang teratur (systematic knowledge). Kemudian dari pengertian science sebagai segenap pengetahuan yang teratur lahir cakupan sebagai ilmu eksakta atau alami (natural science) (The Liang Gie, 2001), sedang (ilmu) pengetahuan sosial paradigma lama krisis karena belum memenuhi syarat ilmiah sebuah ilmu pengetahuan. Dan, bukti nyata masalah, ini kutipan beberapa buku pegangan belajar dan mengajar universitas besar (yang malah dicetak berulang-ulang): - 20 -

Contoh, “umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Menemukan hukum-hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. Kalau definisi yang tersebut di atas dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya tidak atau belum memenuhi syarat, oleh karena sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu” (Miriam Budiarjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, 1982:4, PT Gramedia, cetakan VII, Jakarta). Juga, “diskusi secara tertulis dalam bidang manajemen, baru dimulai tahun 1900. Sebelumnya, hampir dapat dikatakan belum ada kupasan-kupasan secara tertulis dibidang manajemen. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai bidang ilmu pengetahuan, merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih muda. Keadaan demikian ini menyebabkan masih ada orang yang segan mengakuinya sebagai ilmu pengetahuan” (M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen, 2005:19, Gajah Mada University Press, cetakan kedelapan belas, Yogyakarta). Kemudian, “ilmu pengetahuan memiliki beberapa tahap perkembangannya yaitu tahap klasifikasi, lalu tahap komparasi dan kemudian tahap kuantifikasi. Tahap Kuantifikasi, yaitu tahap di mana ilmu pengetahuan tersebut dalam tahap memperhitungkan kematangannya. Dalam tahap ini sudah dapat diukur keberadaannya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Hanya saja ilmu-ilmu sosial umumnya terbelakang relatif dan sulit diukur dibanding dengan ilmu-ilmu eksakta, karena sampai saat ini baru sosiologi yang mengukuhkan keberadaannya ada tahap ini” (Inu Kencana Syafiie, Pengantar Ilmu Pemerintahan, 2005:18-19, PT Refika Aditama, cetakan ketiga, Bandung). Lebih jauh, Sondang P. Siagian dalam Filsafat Administrasi (1990:23-25, cetakan ke-21, Jakarta), sangat jelas menggambarkan fenomena ini dalam tahap perkembangan (pertama sampai empat) ilmu administrasi dan manajemen, yang disempurnakan dengan (r)evolusi paradigma TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority, TQZ Administration and Management Scientific System of Science (2000): Pertama, TQO Tahap Survival (1886-1930). Lahirnya ilmu administrasi dan manajemen karena tahun itu lahir gerakan manajemen ilmiah. Para ahli menspesialisasikan diri bidang ini berjuang diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan. Kedua, TQC Tahap Consolidation (1930-1945). Tahap ini dilakukan penyempurnaan prinsip sehingga kebenarannya tidak terbantah. Gelar sarjana bidang ini diberikan lembaga pendidikan tinggi. Ketiga, TQS Tahap Human Relation (1945-1959). Tahap ini dirumuskan prinsip yang teruji kebenarannya, perhatian beralih pada faktor manusia serta hubungan formal dan informal di tingkat organisasi. Keempat, TQI Tahap Behavioral (1959-2000). Tahap ini peran tingkah-laku - 21 -

manusia mencapai tujuan menentukan dan penelitian dipusatkan dalam hal kerja. Kemudian, Sondang P. Siagian menduga, tahap ini berakhir dan ilmu administrasi dan manajemen akan memasuki tahap matematika, didasarkan gejala penemuan alat modern komputer dalam pengolahan data. (Yang ternyata benar dan saya penuhi, meski penekanan pada sistem ilmiah ilmu pengetahuan, bukan komputer). Kelima, TQT Tahap Scientific System (2000-Sekarang). Tahap setelah tercapai ilmu sosial (tercakup pula administrasi dan manajemen) secara sistem ilmiah dengan ditetapkan kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukumnya, (sehingga ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan eksakta). (Contoh, dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru milenium III, saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna, Q(uality) atau Kualitas dan D(ay) atau Hari Kerja - sistem ZQD, padanan m(eter), k(ilogram) dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta - sistem mks. Paradigma (ilmu) pengetahuan sosial lama hanya ada skala Rensis A Likert, itu pun tanpa satuan). (Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. Paradigma baru, TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu). Bandingkan, fenomena serupa juga terjadi saat (ilmu) pengetahuan eksakta krisis paradigma. Lihat keluhan Nicolas Copernicus dalam The Copernican Revolution (1957:138), Albert Einstein dalam Albert Einstein: Philosopher-Scientist (1949:45), atau Wolfgang Pauli dalam A Memorial Volume to Wolfgang Pauli (1960:22, 25-26). Inilah salah satu akar masalah krisis Indonesia (juga seluruh manusia untuk memahami kehidupan dan semesta). Paradigma lama (ilmu) pengetahuan sosial mengalami krisis (matinya ilmu administrasi dan manajemen). Artiya, adalah tidak mungkin seseorang dan organisasi (termasuk perusahaan, departemen, dan sebuah negara) pun mampu memahami, mengatasi, dan menjelaskan sebuah fenomena krisis usaha apa pun tanpa kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum, mendukung sistem-(ilmu pengetahuan)nya. PEKERJAAN dengan tangan telanjang maupun dengan nalar, jika dibiarkan tanpa alat bantu, membuat manusia tidak bisa berbuat banyak (Francis Bacon)

- 22 -

KLASIFIKASI ILMU ADMINISTRASI KLASIFIKASI adalah : Merupakan upaya menggolong-golongkan atau mengelompokkan sesuatu hal atau bidang-bidang tertentu menurut kesamaan sifat dan macamnya, sehingga kelompok atau golongan yang satu besifat lain dengan kelompok yang lain atau mencerminkan perbedaan segi materi maupun ruang lingkup pengkajian dan pendekatannya. Menurut Prof Dr. Mr. Prajudi Atmosudirjo Ilmu Administrasi ditinjau dari segi-segi : sifat pengkajian dan tujuan materi yang dibahas serta bidang spesialisasinya adalah sebagai berikut : A. Ditinjau dari sifat pengkajian dan tujuan : 1. Ilmu Filosofi Administrasi 2. Ilmu Administrasi Teoritika 3. Ilmu Administrasi Praktika B. Ditinjau dari segi materi yang dibahas : 1. Ilmu organisasi 2. Ilmu Top Management 3. Ilmu Informasi dan Komunikasi 4. Ilmu Manajgement C. Ditinjau dari spesialisasinya : 1. Ilmu Administrasi Negara 2. Ilmu Administrasi Niaga 3. Ilmu Administrasi Internasional 4. Ilmu Administrasi Sosial 5. Ilmu Akuntansi 6. Ilmu Administrasi Khusus Ditinjau dari materi kajian dan keberadaan dari Administrasi, maka Klasifikasi Ilmu Administrasi adalah sebagai berikut : 1. Ilmu Administrasi Niaga terdiri atas : a. Ilmu Administrasi Negara Nasional b. Ilmu Administrasi Negara Internasional 2. Ilmu Administrasi Swasta (Pravas) a. Ilmu Administrasi Niaga b. Ilmu Administrasi Sosial ADMINISTRASI NIAGA & NEGARA ADMINISTRASI NIAGA adalah : Keseluruhan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan atas bidangbidang perniagaan/perusahaan untuk mencapai tujuan berupa profit dan kemjuan usaha yang dikehendaki.

- 23 -

Ditinjau dari segi fungsional perniagaan/perusahaan, administrasi niahga adalah : Keseluruhan proses kegiatan administrasi/manajemen di bidang-bidang produksi, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, distribusi, perkantoran dsb. ADMINISTRASI NEGARA adalah : Keseluruhan proses kegiatan administrasi (perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan) terhadap seluruh sektor-sektor kenegaraan untuk mencapai tujuan negara, yakni terwujudnya kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang merata dan berkesinambungan. PERBEDAAN ANTARA ADMINISTRASI NIAGA DAN ADMINISTRASI NEGARA 1. Faktor Tujuan a. Administrasi Niaga, bertujuan untuk mengusahakan keabadian kelangsungan hidup organisasi, melalui akumulasi modal, penambahasn investasi dan keuntungan yang lebih wajar. b. Administrasi Negara, bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran seluruh rakyat / negara. 2. Faktor Motif a. Administrasi Niaga, motif operasinya adalah keuntungan wajar, artinya berhasil memuaskan kebutuhan pelanggan. b. Administrasi Negara, dalam pelaksanaannya bermotif memberi pelayanankepada warga negar secara efisien, efektif dan ekonomis. 3. Sifat Pelayanan a. Administrasi Niaga, dalam memberikan pelayanan sering membedakan servis yang diberikan karena motif mencari keuntungan. b. Administrasi Negara, aparaturnya berkewajiban melayani warga negara denagn perlakuan sama, karena dihadapan hukum setiap warga negara berkedudukan sama. 4. Wilayah Yuridis a. Administrasi Niaga, kegiatan organisasi yang tidak mempunyai kekuasaan, keuasaan itu terletak pada besarnya modal, keterampilan teknis dan manajerial yang dimiliki dan penguasaannya di bidang teknis. b. Administrasi Negara, memperoleh kekuasannya dari rakyat, rakyat merupakan sumber kekuasaan atau kedaulatan negara yang sifatnya dapat memaksa untuk diterima dan ditaati. 5. Cara Bekerja a. Administrasi Niaga, dihadapkan pada suasana kompetitif, approachnya adalah program, dan inovatif demi untuk menenangkan persaingan baik domestik, regional atau internasional. b. Administrasi Negara, lamban atau lebih lamban dibandingkan admnistrasi niaga, sebab approachnya adalah legalitas, khususnya dalam hal sangat banyak keputusannya mempengaruhi kehidupan wagra negara, sehingga diperlukan cara kerja cermat, hati-hati dn tidak merugikan warganya. ADMINISTRASI, ORGANISASI DAN MANAJEMEN ADMINISTRASI adalah : - 24 -

Keseluruhan proses kegiatan hubungan dan kerjasama secara teratur dan rasional yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. ORGANISASI adalah : Struktur kelembagaan kelompok atau himpunan orang-orang yang saling berhubungan dan bekerja sama yang berperan sebagai wadah bagi proses administrasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. MANAJEMEN adalah : Keseluruhan proses operasional pelaksanaan pencapaian tujuan melalui kepemimpinan manajer dan bantuan para pelaksana/petugas. Manajemen juga sebagai inti dari pada administrasi dalam rangka pencapai tujuan yang telah ditentukan melalui proses POAC secara teratur dan rasional. Administrasi Niaga ditinjau dari segi operasi manajerial adalah : Keseluruhan proses administrasi niaga secara teratur dan rasional melalui proses operasional manajemen yang mencakup manajemen puncak (Top Management), manajemen menengah (Middle Management), dan manajemen bawah (lower Maangement). Contoh : - Operasional Manajemen Pemasaran - Operasional Manajemen Modal/Keuangan - Operasional Manajemen Operasi/Produksi - Operasional Manajemen SDM Manajemen Pemasaran adalah : Keseluruhan proses kegiatan secara teratur dan rasional untuk merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi bidang pemasaran guna mencapai tujuan berupa keuntungan atau laba yang optimal. Manajemen Keuangan adalah : Keseluruhan proses kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan bidang keuangan secara teratur dan rasional untuk meningkatkan efisiensi yang optimal dan mencapai fungsi yang dibutuhkan. Manajemen Operasi/Produksi adalah : Keseluruhan proses pelaksanaan operasional kebijakan administrator atau top management, dimana dalam proses tersebut para manajer memimpin dan menggerakkan para tenaga kerja teknis dalam bidang usaha khusus, termasuk dalam bidang keuangan, produksi pemasaran. Manajemen Sumber Daya Manusia adalah : Perpaduan antara ilmu dan seni mengatur/mengurus/membina hubungan dan peranan tenaga kerja (sumber daya manusia) guna mencapai efektivitas dan efisiensi dalam upaya mewujudkan tujuan perusahaan, tujuan karyawan (SDM) dan tujuan masyarakat. LEVEL-LEVEL MANAGEMENT Level-level management yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan adalah sebagai berikut : 1. Top Management; manajemen tingkat/level atas yang diperankan oleh Top Management (biasanya : Direktur), yang harus memiliki keahlian memimpin (+ 80%) dan kehlian tehnis operasional (+ 20%).

- 25 -

2.

Middle Management; manajemen tingkat menengah, yang dipimpin oleh Kepala Divisi/Bidang dan harus memiliki keahlian memimpin dan tehnis manajerial (+ 50% dan 50%) 3. Lower Management; manajemen tingkat bawah, yakni kegiatan operasional manajemen yang langsung terkait dengan proses kerja di lapangan dan biasanya dipimpin oleh para mandor, supervisi atau kepala unit kerja yang harus memiliki kehlian memimpin (+ 20%) dan keterampilan tehnis operasional kerja (+ 80%) Bagan Level Management : Top Management Middle Management Lower Management

AKTIFITAS-AKTIFITAS BISNIS Aktifitas-aktifitas yang dilakukan dalam bisnis adalah keseluruhan proses yang teratur dan kontinyu melalui administrasi (organisasi, tata usaha dan manajemen) dalam upaya pengadaan barang-barang, jasa-jasa, dan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan masyarakat untuk dijual dan disewagunakan dalam rangka mencapai laba atau profit. Aktifitas-Aktifitas bisnis meliputi aktifitas perpaduan daripada : a) Aktifitas administratif melalui pengembangan organisasi, tata usaha dan manajemen. b) Aktifitas dagang yaitui tukar menukar kebutuhan dan kepuasan. c) Aktifitas komerisal yaitu mencari untung bersama.

- 26 -

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful