P. 1
UT PKP

UT PKP

|Views: 337|Likes:
Published by Rochadi Adi

More info:

Published by: Rochadi Adi on Oct 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar

sangat penting dan berarti, karena pembelajaran ini membentuk kepribadian anak sehingga diharapkan anak didik dapat lebih menghargai bangsa dan negara Republik Indonesia. Selain itu pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mempunyai peran yang amat penting dalam menggariskan komitmen untuk melakukan proses pembangunan karakter bangsa, dan bertujuan mengembangkan potensi individu siswa sehingga memiliki wawasan positif dan ketrampilan kewarganegaraan yang memadai dan memungkinkan untuk berpartisipasi secara cerdas dan bertanggungjawab dalam berbagai dimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia. Namun selama ini penulis melihat tingkat penguasaan siswa terhadap materi PKn sangat rendah. Hal ini dapat penulis lihat dari hasil nilai yang diperoleh siswa pada waktu siswa mengerjakan soal pada saat akhir pembelajaran yang telah penulis laksanakan. Dari pembelajaran PKn materi ”Mengambil Keputusan Bersama” banyak siswa yang kesulitan dalam menjawab soal-soal yang diberikan guru. Dari 24 siswa kelas V (lima), yang mendapat nilai > 70 hanya 1 orang atau 4,1 % dari keseluruhan jumlah siswa. Sementara itu KKM untuk mata pelajaran PKn di SDN 005 Seri Kuala Lobam ditetapkan 75.1 Rendahnya penguasaan materi pembelajaran PKn materi ”Mengambil Keputusan Bersama” ini diduga karena kurang tepatnya metode dan alat peraga yang ditetapkan guru. Dalam pembelajaran yang dilaksanakan guru belum memanfaatkan metode dan alat peraga yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap mata pelajaran PKn materi ”Mengambil Keputusan Bersama”, maka dilaksanakan perbaikan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan diharapkan melalui PTK ini mampu meningkatkan keberhasilan dalam pembelajaran tersebut, sehingga membantu siswa dalam mencapai ketuntasan dalam materi yang diberikan. Disamping itu perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Pemantapan
8

Kemampuan Profesional (PKP) dengan kode mata kuliah PDGK 4501 pada program S1 PGSD. Laporan ini disusun berdasarkan catatan yang saat merencanakan kegiatan perbaikan serta selama pelaksanaan perbaikan, observasi dan perbaikan pembelajaran yang dilakukan dua siklus PTK untuk pembelajaran PKn. Dalam laporan ini memuat pendahuluan, kajian pustaka, pelaksanaan perbaikan, hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran. 1. Identifikasi Masalah Berdasarkan hal tersebut peneliti meminta bantuan supervisor dan teman sejawat untuk mengidentifikasi masalah dari pembelajaran yang telah peneliti laksanakan. Dari hasil diskusi dengan supervisor dan teman sejawat terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran, yaitu : a. Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). b. Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru. c. Siswa tidak mampu menyelesaikan soal yang diberikan guru. Berdasarkan hal tersebut diatas penulis sebagai guru berkewajiban untuk mencari penyelesaian masalah sedini mungkin agar hasil belajar yang diperoleh siswa lebih meningkat. 2. Analisis Masalah Berdasarkan uraian masalah yang telah peneliti kemukakan diatas dan melalui diskusi dengan supervisor dapat ditentukan beberapa faktor penyebab siswa kurang memahami materi PKn yang telah diajarkan adalah sebagai berikut : a. Guru kurang variatif dalam menggunakan metode pembelajaran. b. Guru tidak menggunakan alat peraga. c. Kurangnya latihan-latihan yang diberikan oleh guru. d. Kurangnya perhatian siswa terhadap materi yang disajikan.

8

B. Rumusan Masalah Berdasarkan paparan pada latar belakang tersebut, rumusan

masalah penelitian ini adalah, ”Apakah upaya penyajian materi mengambil keputusan bersama pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan melalui strategi penggunaan metode ceramah bervariatif dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa kelas V di SDN. 005 Seri Kuala Lobam tahun pembelajaran 2011/2012 ?” C. Tujuan Perbaikan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dengan tujuan

untuk menerapkan suatu model perbaikan pembelajaran, agar hasil belajar siswa dapat meningkat sesuai dengan hasil yang diharapkan. Dan secara rinci bertujuan : a. Untuk meningkatkan ketuntasan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SDN 005 Seri Kuala Lobam pada kelas V( lima ) khususnya materi ”Mengambil Keputusan Bersama”. b. Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diajar dengan menggunakan metode ceramah bervariatif. c. Untuk memperbaiki cara mengajar guru. d. Manfaat Perbaikan Manfaat penelitian perbaikan pembelajaran ini sangat besar sekali keuntungan bagi guru, sekolah, dan pendidikan secara umum, agar masalah siswa dan kejadian di dalam kelas dapat diatasi dengan baik dan tidak dilepaskan begitu saja. Manfaatnya adalah sebagai berikut : a. Bagi guru Manfaat bagi guru adalah kesalahan dalam pembelajaran yang telah dilakukan dapat cepat diatasi dan pada akhirnya guru dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Guru yang dapat memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya akan dapat berkembang secara profesional dan lebih percaya diri. b. Bagi Siswa Manfaat bagi siswa, mereka akan lebih kritis dan akan mendapat prestasi belajar yang memuaskan sesuai dengan kompetensi dasar yang ditetapkan, serta mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan. c. Bagi sekolah

8

Manfaat bagi sekolah adalah sekolah akan dapat berkembang pesat dengan adanya guru yang mempunyai inovasi-inovasi untuk mengatasi masalah pembelajaran yang dikelolanya.

8

BAB II KAJIAN PUSTAKA Tidak semua hasil belajar yang diharapkan guru sesuai dengan keinginan. Guru harus memandang hasil belajar terhadap siswa adalah mengevaluasi dirinya dalam melaksanakan tugas mengelola pembelajaran. Kegagalan siswa merupakan tanggungjawab guru untuk memperbaiki dan bukan sebaliknya tanpa rasa sesal atau prihatin bahkan cenderung melimpahkan kesalahan kepada siswa, maka dari itu guru perlu belajar memecahkan masalah tersebut melalui penelitian tindakan kelas (Hopkins,1993). Agar guru menjadi profesional maka perlu melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Belajar itu merupakan proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap atau mengenai sikap nilai-nilai, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studi. Ahli pendidikan modern merumuskan perbuatan belajar lebih luas dibanding pendapat tradisional yang hanya menekankan pada sejumlah pengetahuan. Dikatakan oleh kelompok modern tentang belajar adalah : suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Tingkah yang baru itu misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, timbullah pengertian baru, timbul dan berkembangnya sifat-sifat sosial, susila dan emosional. (A. Ahmadi, 1991: 14-15). Selanjutnya dalam kamus paedagogik dikatakan bahwa belajar adalah berusaha memiliki pengetahuan dan kecapakan. Seseorang telah mempelajari sesuatu terbukti dengan perbuatannya. Ia baru dapat melakukan sesuatu hanya dari hasil proses belajar sebelumnya. Tetapi harus diingat juga bahwa belajar mempunyai hubungan yang erat dengan masa peka, yaitu suatu masa dimana suatu fungsi mau dengan pesat untuk dikembangkan. Dari beberapa definisi diatas dapatlah diambil kesimpulan bahwa belajar adalah proses perubahan di dalam diri manusia, maka tidaklah dapat dikatakan bahwa padanya telah berlangsung proses belajar, apabila setelah belajar tidak terjadi adanya perubahan yang berencana dan bertujuan dalam diri tersebut. Kita belajar dengan suatu tujuan yang lebih dahulu diterapkan. Sejak awal perkembangan ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia, banyak dibahas mengenai bagaimana mencapai hasil belajar efektif. Para pakar di
8

bidang pendidikan dan psikologi mencoba mengidentifikasikan factor-faktror yang memepengaruhi hasil belajar tersebut. Dengan diketahuinya factor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar, para pelaksana maupun pelaku kegiatan belajar dapat memberikan intervensi positif untuk meningkatkan hasil belajar yang akan diperoleh. Secara garis besar factor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat dibedakan atas dua jenis yang bersumber dari dalam manusia yang belajar (internal) dan faktor yang bersumber dari luar diri manusia yang belajar (eksternal). (Suharsimi Arikunto, 1980 : 20-26). Lebih lanjut dijelaskan oleh Suharsimi Arikunto bahwa : 1. Faktor yang bersumber dari dalam diri manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua, yakni faktor biologis dan psikologis. Yang dapat dikategorikan sebagai faktor biologis antara lain usia, kematangan, sedangkan yang dapat dikategorikan sebagai faktor psikologis adalah kelelahan, suasana hati, motivasi, minat dan kebiasaan belajar. 2. Faktor yang bersumber dari diri manusia yang belajar dapat diklasifikasikan menjadi dua pula yaitu faktor manusia ( human ) dan faktor non manusia seperti alam, benda, hewan dan lingkungan fisik. Ada hal lain yang merupakan gabungan dari faktor internal sekaligus faktor eksternal. Misalnya saja ” kelelahan ”. Perasaan lelah jasmani biasanya mempengaruhi rohani, demikian juga sebaliknya. Dengan pembatasan lingkup belajar yang terjadi serta berlangsung di sekolah, maka faktor-faktor internal yang ada pada diri siswa dapat diidentifikasikan dengan lebih tepat karena sudah diketahui cirri-ciri perkembangan anak pada usia tertentu. Untuk factor-faktor eksternal pun sudah dapat diidentifikasikan karena lingkungan sekolah sudah didesain menurut aturan yang telah ditentukan. Disamping faktor-faktor tersebut diatas ada subyek yang sangat bertanggung jawab menentukan kualitas pembelajaran. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa berasal dari dalam diri siswa sendiri dan dari luar dirinya. Guru dipandang dari segi siswa, merupakan faktor khusus dan perlu mendapatkan sorotan khusus pula. Waktu mengetahui hasil belajar atau prestasi belajar siswa diperlukan informasi yang didukung oleh data yang obyektif dan memadai tentang indikatorindikator perubahan perilaku dan pribadi peserta didik. Dengan demikian teranglah sejauh mana kecermatan evaluasi atas taraf keberhasilan proses belajar mengajar itu akan banyak tergantung pada tingkat ketepatan, kepercayaan,
8

keobyektifan, dan kepresentatifan informasi yang didukung oleh data yang diperoleh. Evaluasi merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar karena dengan evaluasi dapat ditentukan tingkat prestasi ( keberhasilan ) suatu program, sekaligus juga diukur hasil-hasil yang dicapai oleh suatu program. Dengan evaluasi itulah dapat diketahui hasil belajar mengajar seperti : a. Hasil belajar secara komperhensif yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. b.Tindakan selanjutnya dimana segi-segi yang sudah dapat dicapai lebih ditingkatkan lagi dan segi yang dapat merugikan sebanyak mungkin dihindari. c. Menentukan angka kemajuan atau hasil belajar. d. Mengenal latar belakang murid yang mengalami kesulitan belajar. Dalam mengevaluasi tujuan yang hendak dicapai perlu diperhatikan aspekaspek sebagai berikut : a. Hasil belajar yang merupakan pengetahuan dan pengertian b. Hasil belajar dalam bentuk sikap dan kelakuan c. Hasil belajar dalam bentuk kemampuan untuk diamalkan d. Hasil belajar dalam bentuk keterampilan serta yang dilaksanakan dalam kegiatan sehari-har e. Dengan penjelasan singkat diatas yang dimaksud dengan hasil belajar yang pengertiannya disamakan dengan prestasi belajar dalam penelitian ini adalah suatu hasil dari perbuatan yang telah dicapai di sekolah yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. f. Hasil tersebut dapat diamati lewat indeks prestasi yang diperoleh siswa pada buku laporan hasil pendidikan (raport). Kompetensi guru dalam mengajar berkaitan dengan penentuan dan penerapan suatu metode atau kombinasi dari berbagai metode pembelajaran. Dalam penelitian ini penulis menerapkan metode ceramah bervariatif guna mengatasi permasalahan hasil belajar siswa yang rendah. Menurut Sudjana ( 2002 ) metode ceramah adalah penyampaian materi secara lisan. Metode ini senantiasa akan berhasil dengan baik jika disiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya. Adapun langkah-langkah yang digunakan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan kesimpulan.

8

Metode ceramah bervariatif adalah suatu cara penyampaian informasi atau materi pelajaran melalui penuturan secara lisan yang penggunaannya divariasikan dengan metode lain, seperti demonstrasi, tanya jawab, dan tugas (Usman , 2001).

8

III. PELAKSANAAN PERBAIKAN A. Subjek Penelitian Pelaksanaan perbaikan pemBelajaran dilaksanakan di : Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Siklus I dilaksanakan Waktu Siklus II dilaksanakan Waktu : Sekolah Dasar Negeri 005 Seri Kuala Lobam : Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn) dan IPA : V / Lima : Tanggal 15 Oktober 2011 : 07.30 – 08.40 WIB : Tanggal 22 Oktober 2011 : 07.30 – 08.40 WIB

Jumlah siswa yang dijadikan obyek penelitian adalah 35 anak yang terdiri dari 19 orang anak laki-laki dan 16 orang anak perempuan. Karakteristik siswa kelas V (lima) dimana peneliti melakukan penelitian memiliki tingkat kemampuan yang bervariasi, tingkat prestasi yang berbeda serta latar belakang ekonomi dan pendidikan yang berbeda. B. Deskripsi Persiklus Prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilakukan dengan kolaborasi dengan teman sejawat untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam pembelajaran. Kemudian mendiskusikan cara pemecahan masalah yang terjadi dalam pembelajaran PKn dan IPA. Hasil diskusi dengan teman sejawat diperoleh bahwa perlu dilakukan perbaikan pembelajaran sesuai dengan jadwal dan langkah – langkah yang sesuai dengan penelitian tindakan kelas. Dengan demikian perlu disusun kegiatan siklus I dan siklus II yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Gambar 1. Siklus I perbaikan pembelajaran PKn dan IPA pada siswa kelas V SDN 005 Seri Kuala Lobam. Adapun prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran PKn dan IPA pada siswa kelas V SDN 005 Seri Kuala Lobam ditunjukan pada diagram dibawah ini : Kegiatan Pelaksanaan Siklus I Mata Pelajaran : PKn dan IPA
8

Konsep:Membandingkan tingkat penguasaan siswa terhadapmateri yang dipersiapkan Bagaimana dengan cara menggunakan metodeceramah penguasaan bervariatif.Fokus: materi meningkatkan siswaterhadap

pembelajaran PKn ?

Tabel 1. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran PKn pada Siswa kelas V SDN019 Pasir belengkong NoKegiatanPelaksanaan1.Rencana Tindakan • Menyusun RPP • Menyiapkan materi • Menyiapkan alat peraga • Menyusun pertanyaan2.Pelaksanaan Tindakan • Melaksanakan pengajarandengan menggunakan alat peraga • Mengamati proses pembelajaran • Mengadakan evaluasi3Observasi • Melakukan observasi terhadap pembelajaran4Refleksi • Melakukan refleksi terhadap pembelajaran • Melakukan refleksi terhadaphasil belajar siswaKegiatan Pelaksanaan Siklus IIMata Pelajaran : PKN.

Konsep:Membandingkan

tingkat

penguasaan

siswa

terhadapmateri

yang

dipersiapkan dengan menggunakan metodeceramah bervariatif.Fokus: Bagaimana
8

cara meningkatkan penguasaan siswaterhadap materi pembelajaran PKn ?Tabel 2. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran PKn pada Siswa kelas V SDN019 Pasir belengkong pada siklus II NoKegiatanPelaksanaan1.Rencana Tindakan • Menyusun RPP didasarkan padasiklus I • Menyiapkan materi • Menyiapkan alat peraga yangsesuai dengan materi pelajaran • Menyusun pertanyaan • Menyiapkan tes2.Pelaksanaan Tindakan • Melaksanakan pengajarandengan menggunakan alat peragasecara optimal • Mengamati proses pembelajarandengan metode ceramah bervariatif • Mengadakan evaluasi3Observasi • Melakukan observasi terhadaP

8

peneliti laksanakan.

Dari hasil diskusi dengan supervisor dan

teman

sejawatterungkap beberapa masalah yang terjadi ddalam pembelajaran, yaitu :a.Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi PendidikanKewarganegaraan (PKn). b.Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru.c.Siswa tidak mampu menyelesaikan soal yang diberikan guru.Berdasarkan hal tersebut diatas penulis sebagai guru berkewajiban untuk mencari penyelesaian masalah sedini mungkinagar hasil belajar yang diperoleh siswa lebih meningkat. 2. Analisis Masalah Berdasarkan uraian masalah yang telah peneliti kemukakan diatasdan melalui diskusi dengan supervisor dapat ditentukan beberapa faktor penyebab siswa
8

kurang memahami ,ateri PKn yang telah diajarkan adalahsebagai berikut :a.Guru kurang variatif metode dalam menggunakan metode pembelajaran. b.Guru tidak menggunakan alat peraga.c.Kurangnya latihan-latihan yang diberikan oleh guru.d.Kurangnya perhatian siswa terhadap materi yang disajikan. b.Rumusan Masalah Berdasarkan paparan pada latar belakang tersebut, rumusan masalah penelitian ini adalah, ”Apakah upaya penyajian materi mengambil keputusan3 bersama pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat melalui

strategi penggunaan

metode

ceramah

bervariatif

meningkatkan

ketuntasan belajar siswa kelas V di SDN 019 Pasir Belengkong tahun pembelajaran2009/2010 ?” c. Tujuan Perbaikan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini dilakukan dengan tujuan untuk menerapkan suatu model perbaikan pembelajaran, agar hasil belajar siswadapat meningkat sesuai dengan hasil yang diharapkan. Dan secara rinci bertujuan :a.Untuk meningkatkan ketuntasan pembelajaran Pendidikankewarganegaraan ( PKn ) di SDN 019 Pasir Belengkong pada kelas V( lima ) khususnya materi ” Mengambil Keputusan Bersama ”. b.Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diajar denganmenggunakan metode ceramah bervariatif c.Untuk memperbaiki cara mengajar guru.d. Manfaat Perbaikan Manfaat penelitian perbaikan pembelajaran ini sangat besar sekalikeuntungan bagi guru, sekolah, dan pendidikan secara umum, agar masalahsiswa dan kejadian di dalam kelas dapat diatasi dengan baik dan tidak dilepaskan begitu saja.Manfaatnya adalah sebagai berikut :a.Bagi guru4 Manfaat bagi guru adalah kesalahan dalam pembelajaran yang telahdilakukan dapat cepat diatasi dan pada akhirnya guru dapatmeningkatkan prestasi belajar siswa. Guru yang dapat memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya akan dapat berkembang secara profesional dan lebih percaya diri. b.Bagi SiswaManfaat bagi siswa, mereka akan lebih kritis dan akan mendapat prestasi belajar yang memuaskan sesuai dengan kompetensi dasar yangditetapkan, serta mendapatkan pengalaman belajar yangmenyenangkan.c.Bagi sekolahManfaat bagi sekolah adalah sekolah akan dapat berkembang pesar dengan adanya guru yang

8

mempunyai inovasi – inovasi untuk mengatasi masalah pembelajaran yang dikelolanya.5 BAB IIKAJIAN PUSTAKATidak semua hasil belajar yang diharapkan guru sesuai dengan keinginan. Guruharus memandang hasil belajar terhadap siswa adalah mengevaluasi dirinya dalammelaksanakan tugas mengelola pembelajaran. Kegagalan siswa merupakantanggung jawab guru untuk memperbaiki dan bukan sebaliknya tanpa rasa sesalatau prihatin bahkan cenderung melimpahkan kesalahan kepada siswa, maka dariitu guru perlu belajar memecahkan masalah tersebut melalui penelitian tindakankelas ( Hopkins,1993 ) agar guru menjadi profesional maka perlu melakukanPenelitian Tindakan Kelas.Belajar itu merupakan proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap atau mengenai sikap nilai – nilai, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidangstudi.Ahli pendidikan modern merumuskan perbuatan belajar lebih luas dibanding pendapat tradisional yang hanya menekankan pada sejumlah pengetahuan.Dikatakan oleh kelompok modern tentang belajar adalah : suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara – cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Tingkah yang baruitu misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, timbullah pengertian baru, timbul dan berkembangnya sifat – sifat sosial, susila dan emosional. ( A. Ahmadi, 1991 : 14 – 15 ).6 Selanjutnya dalam kamus paedagogik dikatakan bahwa belajar adalah berusahamemiliki pengetahuan dan kecapakan. Seseorang telah mempelajari sesuatuterbukti dengan perbuatannya. Ia baru dapat melakukan sesuatu hanya dari hasil proses belajar sebelumnya. Tetapi harus diingat juga bahwa belajar mempunyaihubungan yang erat dengan masa peka, yaitu suatu masa dimana suatu fungsi maudengan pesat untuk dikembangkan.Dari beberapa definisi diatas dapatlah diambil kesimpulan bahwa relajar adalah proses perubahan di dalam diri manusia, maka tidaklah dapat dikatakan bahwa padanya telah berlangsung proses belajar, apabila setelah belajar tidak terjadiadanya perubahan yang berencana dan bertujuan dalam diri tersebut. Kita belajar dengan suatu tujuan yang lebih dahulu diterapkan.Sejak awal perkembangan ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia, banyak dibahas mengenai bagaimana mencapai hasil belajar efektif. Para pakar di bidang pendidikan dan psikologi mencoba mengidentifikasikan faktor – faktror
8

yangmemepengaruhi hasil belajar tersebut. Dengan diketahuinya faktor – faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar, para pelaksana maupun pelaku kegiatan belajar dapat memberikan intervensi positif untuk meningkatkan hasil belajar yang akan diperoleh.Secara garis besar faktor – faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapatdibedakan atas dua jenis yang bersumber dari dalam manusia yang belajar ( internal ) dan faktor yang bersumber dari luar diri manusia yang belajar ( eksternal ). ( Suharsimi Arikunto, 1980 : 20-26 )Lebih lanjut dijelaskan oleh Suharsimi Arikunto bahwa :7 1.Faktor yang bersumber dari dalam diri manusia dapat diklasifikasikanmenjadi dua, yakni faktor biologis dan psikologis. Yang dapatdikategorikan sebagai faktor biologis antara lain usia, kematangan,sedangkan yang dapat dikategorikan sebagai faktor psikologis adalahkelelahan, suasana hati, motivasi , minat dan kebiasaan belajar.2.Faktor yang bersumber dari diri manusia yang belajar dapatdiklasifikasikan menjadi dua pula yaitu faktor manusia ( human ) danfaktor non manusia seperti alam benda, hewan dan lingkungan fisik.Ada hal lain yang merupakan gabungan dari faktro internal sekaligus faktor eksternal. Misalnya saja ” kelelahan ”. Perasaan lelah jasmani biasanyamempengaruhi rohani, demikian juga sebaliknya. Dengan pembatasanlingkup belajar yang terjadi serta berlangsung di sekolah, maka faktor – faktor internal yang ada pada diri siswa dapat diidentifikasikan dengan lebihtepat karena sudah diketahui ciri – ciri perkembangan anak pada usiatertentu. Untuk faktor – faktor eksternal pun sudah dapat diidentifikasikankarena lingkungan sekolah sudah didesain menurut aturan yang telahditentukan.Disamping faktor – faktor tersebut diatas ada subyek yang sangat bertanggung jawab menentukan kualitas pembelajaran. Faktor – faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa berasal dari dalam diri siswasendiri dan dari luar dirinya. Guru dipandang dari segi siswa, merupakanfaktor khusus dan perlu mendapatkan sorotan khusus pula.8 Waktu mengetahui hasil belajar atau prestasi relajar siswa diperlukaninformasi yang didukung oleh data yang obyektif dan memadai tentangindikator – indikator perubahan perilaku dan pribadi peserta didik. Dengandemikian teranglah sejauh mana kecermatan evaluasi atas taraf keberhasilan proses belajar mengajar itu akan banyak tergantung pada tingkat ketepatan,kepercayaan, keobyektifan, dan kepresentatifan informasi yang didukungoleh data yang diperoleh.Evaluasi merupakan bagian penting dalam proses belajar mengajar karenadengan evaluasi
8

dapat ditentukan tingkat prestasi ( keberhasilan ) suatu program, sekaligus juga diukur hasil- hasil yang dicapai oleh suatu program.Dengan evaluasi itulah dapat diketahui hasil belajar mengajar seperti :a.Hasil belajar secara komperhensif yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. b.Tindakan selanjutnya dimana segi – segi yang sudah dapat dicapai lebihditingkatkan lagi dan segi yang dapat merugikan sebanyak mungkindihindari.c.Menentukan angka kemajuan atau hasil belajar.d.Mengenal latar belakang murid yang mengalami kesulitan belajar.Dalam mengevaluasi tujuan yang hendak dicapai perlu diperhatikan aspek – aspek sebagai berikut :a.Hasil belajar yang merupakan pengetahuan dan pengertian b.Hasil belajar dalam bentuk sikap dan kelakuan9 c.Hasil belajar dalam bentuk kemampuan untuk diamalkand.Hasil belajar dalam bentuk keterampilan serta yang dilaksanakan dalamkegiatan sehari hari.e.Dengan penjelasan singkat diatas yang dimaksud dengan hasil belajar yang pengertiannya disamakan dengan prestasi belajar dalam penelitian ini adalahsuatu hasil dari perbuatan yang telah dicapai di sekolah yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.f.Hasil tersebut dapat diamati lewat indeks prestasi yang diperoleh siswa pada buku laporan hasil pendidikan ( raport ).Kompetensi guru dalam mengajar berkitan dengan penentuan dan penerapansuatu metode atau kombinasi dari berbagai metode pembelajaran. Dalam penelitian ini penulis menerapkan metode ceramah bervariatif guna mengatasi permasalahan hasil belajar siswa yang rendah.Menurut Sudjana ( 2002 ) metode ceramah adalah penyampaian materi secaralisan. Metode ini senantiasa akan berhasil dengan baik jika disiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media serta memperhatikan batas – bataskemungkinan penggunaannya. Adapun langkah – langkah yang digunakan yaitu persiapan , pelaksanaa, dan kesimpulan.Metode ceramah bervariatif adalah suatu cara penyampaian informasi ataumateri pelajaran melalui penuturan secara lisan yang penggunaannya divariasikan dengan metode lain, seperti demonstrasi, tanya jawab, dan tugas( Usman , 2001 ).10 BAB IIIPELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARANA.Subjek

PenelitianPelaksanaan perbaikan pemelajaran dilaksanakan di : Nama Sekolah: Sekolah Dasar Negeri 019 Pasir BelengkongMata Pelajaran: Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn)Kelas: V / LimaSiklus I dilaksanakan: Tanggal 19 April 2009Waktu : 07.30 – 08.40 WitaSiklus II dilaksanakan: Tanggal 28 April 2009Waktu: 07.30 – 08.40 WitaJumlah siswa yang dijadikan obyek penelitian
8

adalah 24 anak yang terdiri dari 9orang anak perempuan 15 orang anak laki – laki. Karakteristik siswa kelas Vdimana peneliti melakukan penelitian memiliki tingkat kemampuan yang bervariasi, tingkat prestasi yang berbeda serta latar belakang ekonomi dan pendidikan yang berbeda.B.Deskripsi PersiklusProsedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilakukan dengan kolaborasidengan teman sejawat untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam pembelajaran. Kemudian mendiskusikan cara pemecahan masalah yang terjadidalam pembelajaran PKn.11 Hasil diskusi dengan teman sejawat diperoleh bahwa perlu dilakukan perbaikan pembelajaran sesuai dengan jadwal dan langkah – langkah yang sesuai dengan penelitian tindakan kelas. Dengan demikian perlu disusun kegiatan siklus I dansiklus II yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Gambar 1. Siklus I perbaikan pembelajaran PKn pada siswa kelas V SDN 019Pasir Belengkong.Adapun prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran PKn pada siwa kelas VSDN 019 Pasir Belengkong ditunjukan pada diagram dibawah ini :Kegiatan Pelaksanaan Siklus IMata Pelajaran : PKnKonsep:Membandingkan tingkat penguasaan siswa terhadapmateri yang dipersiapkan dengan menggunakan metodeceramah bervariatif.Fokus: Bagaimana cara meningkatkan penguasaan siswaterhadap materi pembelajaran PKn ?12 Tabel 1. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran PKn pada Siswa kelas V SDN019 Pasir belengkong NoKegiatanPelaksanaan1.Rencana Tindakan • Menyusun RPP • Menyiapkan materi • Menyiapkan alat peraga • Menyusun pertanyaan2.Pelaksanaan Tindakan • Melaksanakan pengajarandengan menggunakan alat peraga • Mengamati proses pembelajaran •
8

Mengadakan evaluasi3Observasi • Melakukan observasi terhadap pembelajaran4Refleksi • Melakukan refleksi terhadap pembelajaran • Melakukan refleksi terhadaphasil belajar siswaKegiatan Pelaksanaan Siklus IIMata Pelajaran : PKn13

Konsep:Membandingkan

tingkat

penguasaan

siswa

terhadapmateri

yang

dipersiapkan dengan menggunakan metodeceramah bervariatif.Fokus: Bagaimana cara meningkatkan penguasaan siswaterhadap materi pembelajaran PKn ?Tabel 2. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran PKn pada Siswa kelas V SDN019 Pasir belengkong pada siklus II NoKegiatanPelaksanaan1.Rencana Tindakan • Menyusun RPP didasarkan padasiklus I
8

• Menyiapkan materi • Menyiapkan alat peraga yangsesuai dengan materi pelajaran • Menyusun pertanyaan • Menyiapkan tes2.Pelaksanaan Tindakan • Melaksanakan pengajarandengan menggunakan alat peragasecara optimal • Mengamati proses pembelajarandengan metode ceramah bervariatif • Mengadakan evaluasi3Observasi • Melakukan observasi terhadap14

8

pembelajaran sesuai dengankesepakatan4Refleksi • Melakukan refleksi terhadap pembelajaran • Melakukan refleksi terhadaphasil belajar siswaTabel 3. Tahap kegiatan perbaikan pembelajaran PKn pada siswa kelas V SDN019 Pasir Belengkong pada siklus I NoTahapKegiatanTujuanHasil 20102RencanaTindakanMenyusun materi,alat peraga,membuat alat yang dicapaiWaktu1AwalMengidentifikasi April materi April rencana masalahKewajibanmemperbaiki pembelajaranSelasa,20 rencana perbaikanMenyiapkan tes dantugasRabu,21 pelajaransesuai

alat peraga tes dan pedomanobservasiGuru dapatmembuat RP,menyediakn 20103.PelaksanaanTindakanMelaksanakan denganmenggunakan peragayang
8

disediakanPembelajaran berjalan

sesuaidengan tahapanKamis,22 April 20104.ObservasiMengobservasikankegiatan pembelajaranHasil observasidapat diperolehKamis,22 April 201015

8

8

yang berhubungan dengankegiatan guru diantaranya : • Penggunaan waktuyang efektif • Melaksanakan pembelajaran sesuaidengan RP
8

• Penggunaan alat peragadalam pembelajarandengan bantuanteman sejawat5.RefleksiMengawasi semua aktifitasdan mencatat hasil pengamatan yang berhubungan denganaktifitas siswaHasil refleksi ada pada lembar refleksi observasisiklus IIKamis,22 April 2010Tabel 4. Tahap kegiatan perbaikan pembelajaran PKn pada siswa kelas V SDN019 Pasir Belengkong pada siklus II NoTahapKegiatanTujuanHasil masalahdari yang dicapaiWaktu1AwalMengidentifikasi siklus April pelaksanaan pembelajaran

IKewajibanmemperbaiki pembelajaranSelasa,27 RP,Guru dapatmembuat RP,menyediakanRabu,28 April 201016

20102RencanaTindakanMenyusun rencana pelaksanaan siklustentang : Menyusun

8

8

Menyiapkan alat peragamenyusun pertanyaan dantesmateri, alat peraga,membuat tes dan pedoman mungkin observasi3.PelaksanaanTindakanMelaksanakan denganmenggunakan sesuaidengan
8

pelajaranseefektif

alat

peragadan

metode April

yang bervariatif Pembelajaran berjalan

rencanaKamis,29

20104.ObservasiMengobservasikankegiatan dengankegiatan guru diantaranya : • Penggunaan waktuyang efektif • Pelaksanaan pembelajaran sesuaidengan RP •

pembelajaranyang

berhubungan

Penggunaan alat peragadalam pembelajaran,keaktifan siswaHasil observasidapat diperolehdengan bantuanteman sejawat danhasilnya terlampir pada lembar observasiKamis,29 April 20105.RefleksiMengawasi semua aktifitasdan mencatat hasil pengamatan yang berhubungan denganaktifitas siswaHasil refleksi ada pada lembar refleksi IKamis,29 April 201017

8

8

BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA.Deskripsi Per SiklusPada bab ini penulis akan membahas tentang hasil penelitian sesuai dengan pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang telah penulis lakukan sebanyak duasiklus dengan rentang waktu yang berbeda guna menghasilkan nilai dankeberhasilan dalam pembelajaran.Perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran sebelum perbaikan dansesudah perbaikan dengan dua siklus ini penulis tampilkan dalam bentuk tabeldan grafik disertai dengan penjelasan yang kongkrit di bawah ini :Tabel 5. Hasil belajar siswa pada perbaikan pembelajaran PKn pada siswa kelasV SDN 019 Pasir Belengkong NoUrut No PerbaikanSiklus IndukNama ISiklus SiswaHasilsebelumPerbaikanSetelah

II12345679391123925846973984986TamriadiM.DahlanJeri.DAbdul.K Henra.AF irman.N.SAmien.R 506060503070406010080707070709010010090909010018

891011121314151617181920212223249879881079111511692739919949961129 1132116311651174117812191220JumadiAwan.ADanu.SM.RizkyAhmad.R Ratih .P.DAsti.A.ADian NovaLestariYosi.SFriska.R RoidahSolehaJumranaEriek.K SharyantoYasir.W607 060604050607090404030705040404070607080806080706060609080805060609 080909090801008080808010010080708080Jumlah127016902110Rata siswa kelas V
8

– Pasir

rata52,970,487,9Tabel 6. Rekapitulasi hasil relajar siswa mata pelajaran PKn SDN019

Belengkong NoNilaiSiswaSebelumPerbaikanJumlah NilaiSiswa padaSiklus IJumlah NilaiSiswa padaSiklus IIJumlah Nilai19

8

8

123456789101020304050607080901000027464010006028020036028009000000 18761100005048049048090100000000198600000070720720600Jumlah2412702 41690242110Rata – rata52,970,487,9Diagram Batang : Rekapitulasi hasil relajar

8

siswa

mata

pelajaran

PKn

siswakelas

V

SDN

019

Pasir

BelengkongB.Pembahasan Dari Setiap Siklus20

8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->