Tips menghindari hasil foto yang buram dan tidak tajam Pernahkan anda mendapatkan hasil foto seperti

di bawah ini?

1.

2.

3.

Hasil foto di atas umum dialami oleh semua fotografer, bahkan yang berpengalaman sekalipun apabila tidak cukup berhati-hati. Foto 1 menunjukkan kamera bergoyang selama proses pemotretan (disebut efek Camera Shake) yang menyebabkan gambar menjadi kabur dan tidak tajam. Hal ini biasanya disebabkan oleh: Posisi memegang kamera yang tidak mantap. Selama proses pemotretan kita seharusnya memegang kamera dengan mantap dengan posisi salahsatu tangan untuk mensupport berat kamera, dan proses penekanan tombol shutter sebaiknya dilakukan dengan lembut tanpa menggoyangkan kamera.

Kita dapat berlatih di depan kaca untuk melihat, melatih, dan menyempurnakan teknik dan posisi memegang kamera ini. Lihat apakah selama proses pemotretan/menekan tombol shutter menyebabkan kamera menjadi bergoyang. Kecepatan/speed shutter yang terlalu rendah. Umumnya, kita harus menggunakan speed shutter paling tidak 1/focal length untuk menghindari efek camera shake (misalnya 1/60s untuk lensa 50mm, 1/125s untuk lensa 100mm, dst.). Hal ini juga akan sangat dipengaruhi oleh kestabilan dan kemantapan tangan dalam memegang kamera, sehingga beberapa fotografer mengambil patokan 1/60s (atau 1/125s) sebagai speed terendah yang dapat digunakan untuk pengambilan foto tanpa tripod. Kamera dengan fasilitas auto umumnya mempunyai sistem peringatan dini apabila speed yang terpasang kemungkinan menimbulkan efek camera shake ini. 1

hubungi beberapa toko kamera melalui telepon. tipe dan merek yang diinginkan sesuai dalam rentang budget yang tersedia. Yakinkan selalu bahwa bagian belakang dan depan lensa (atau filter yang digunakan) selalu terjaga kebersihannya baik sebelum maupun setelah pemotretan. atau anda menginginkan 2 . Pemilihan tipe dan merek adalah sangat bersifat personal/pribadi sehingga anda sebaiknya mencoba sendiri semua segi pemilihan yang penting untuk anda (spesifikasi. Lensa adalah bagian kamera yang akan membentuk dan menentukan kualitas hasil foto. adalah merupakan kebiasaan yang baik untuk membaca buku panduan/ manual kamera untuk mengetahui sistem fokus kamera berikut cara kerjanya sebelum melakukan pemotretan.Foto 2 menunjukkan bahwa obyek tidak terfokus dengan baik. Tips membeli kamera atau lensa baru dan bekas Banyak fotografer lebih suka membeli kamera atau lensa dalam keadaan baru. Selain harga yang lebih murah. Bila budget yang tersedia mencukupi. akan didapatkan hasil ketajaman maksimum karena kamera berada dalam kestabilan optimum selama proses pemotretan. Kodak dan Canon web site memberikan banyak tips berguna lainnya dalam fotografi. Karena sistem fokus yang berbeda untuk setiap tipe kamera. Ini adalah suatu hal yang wajar. sehingga (menurut pendapat saya) lebih penting dari body kamera yang digunakan. terutama di luar ruangan. karena kita akan mendapatkan model terbaru. Foto 3 menunjukkan lensa yang kotor. ada beberapa alasan untuk membeli kamera atau lensa dalam keadaan bekas. Tetapi membeli dalam keadaan bekas pakai/secondhand patut pula dipertimbangkan. Dapatkan lensa terbaik sesuai budget anda. Gunakan lens hood (tudung lensa) untuk pemotretan. kondisi peralatan yang prima. Tips membeli kamera atau lensa baru: 1. Untuk mendapatkan gambaran rentang harga. Selain tips di atas. dan umumnya mendapatkan masa garansi. Penggunaan lens hood akan meminimalkan pantulan cahaya dalam lensa/flare yang tidak diinginkan. Untuk mendapatkan informasi mengenai kualitas lensa. Gunakan selalu tripod apabila memungkinkan. ergonomi. 3. Dengan menggunakan tripod. 2. dan membuat kontras dan saturasi warna menjadi optimum. maka membeli kamera atau lensa dalam keadaan baru mungkin adalah pilihan terbaik. Tips mendapatkan hasil foto optimum Bila anda sudah cukup puas dengan karya foto anda. Kunjungi toko kamera dan coba beberapa tipe kamera pilihan anda. diantaranya: anda menginginkan kamera atau lensa dengan spesifikasi tertentu tetapi terlalu mahal untuk membeli dalam keadaan baru. Tentukan fasilitas kamera yang diperlukan. 2. mungkin tips di bawah ini dapat membuatnya menjadi lebih bagus lagi: 1. kontrol. kemudahan pemakaian). untuk merasakan kamera yang akan anda beli. lihat di PhotoZone atau Photodo web site.

mintalah masa garansi (1 atau 3 bulan) dari penjual. Hindari kamera dengan cacat luar ataupun cacat dalam yang nyata. tetapi adanya cacat/benda asing di viewfinder harus dihindari. 5. 3 . Lihat bagian dalam lensa ke sumber cahaya (misalnya lampu). tetapi cukup kuat untuk mendengar dan mendeteksi bila ada elemen gelas di dalam lensa yang tidak terpasang dengan baik atau bahkan terlepas. 8. Lihat dari viewfinder kamera dan pastikan gambar dan viewfinder display (bila ada) terlihat jelas. 2. Cek apakah kamera me-load. retak. Pastikan tidak terdapat distorsi atau kerusakan mount karena benturan. Goyangkan lensa. Seluruh blade shutter harus dalam keadaan rata dan tanpa goresan. Bila mungkin. apakah berjalan dengan baik dan akurat. 9. sedikit jamur (kemungkinan besar) dapat dibersihkan atau diservis. Buka bagian belakang kamera. 7. untuk meyakinkan tidak terdapat kerusakan kontak pin yang disebabkan oleh baterai bocor. Sedikit partikel debu atau kotoran umum didapati pada kamera bekas. 3. Periksa keadaan umum lensa. Juga periksa kondisi focusing screen (di bagian atas kaca) apakah dalam kondisi baik dan bebas goresan. Tips membeli lensa bekas: 1. Hindari lensa dengan elemen depan/belakang yang tergores. dan cek apakah seluruh fungsi dan tombol kontrol atau dial kamera berjalan dengan semestinya. Cek juga kondisi rail film dan pressure-plate. Berikut ini adalah panduan untuk membeli kamera atau lensa dalam keadaan bekas (khususnya kamera auto fokus): Tips membeli kamera bekas: 1. 6. 2. dan seluruh pin atau gear/lever pada mount dalam keadaan baik. Sebaiknya hindari lensa dengan jamur yang banyak dan tebal. Coba fungsi autofokus dengan sebuah lensa untuk tes. dan hindari lensa dengan cacat yang nyata. 10. dan tekan tombol shutter untuk melihat dan memastikan shutter dapat terbuka dalam keadaan penuh. Bukalah kompartemen baterai.backup kamera (untuk digunakan dengan lensa atau film jenis lainnya). Lepaskan lensa dan lihat bagian dalam kamera dari arah depan. Periksa keadaan umum kamera. dari yang tercepat sampai terlambat. Cobalah mengganti mode eksposure untuk memastikan setiap mode terdisplay dengan baik. Sedikit debu merupakan hal yang umum. Set kamera pada speed lambat. 5. Pasang lensa pada kamera (sebaiknya milik anda) dan yakinkan seluruh fungsi kamera dan lensa berjalan dengan semestinya. 4. dan rewind film dengan semestinya. Mintalah bantuan petugas/penjual untuk memasang tes film di dalam body. Nyalakan kontrol kamera. 3. 12. Anda seharusnya akan dapat mendengar adanya perbedaan waktu sesuai dengan pengesetan speed shutter pada proses pemotretan. dan lihat keadaan shutter. Periksa bagian depan dan belakang lensa dengan seksama. Cek kondisi dan fungsi LCD panel. yang harus dalam keadaan bebas dari goresan. Lihat keadaan mount lensa pada body. Tidak terlalu keras. atau pecah kecil/gumpil. yang akan memberikan gambaran bagaimana pemilik sebelumnya merawat dan menggunakan kamera tersebut. atau mempunyai partikel asing di dalamnya. Cek kondisi kaca/mirror apakah tidak terdapat goresan atau retakan dan apakah kaca membuka/menutup kembali dengan semestinya dalam setiap proses pemotretan. Cek shutter pada berbagai speed/kecepatan. 11. 4. wind.

Bila lensa tipe zoom. Yakinkan manual fokus ring berfungsi dengan baik. Supaya berfungsi optimum. kamera dan lensa disimpan dalam ruang boks penyimpan kedap udara selama tidak digunakan. Silika gel ini berfungsi menyerap partikel air dari udara. Periksa fungsi autofokus pada lensa.45 menit dalam panas rendah) untuk membuang partikel air di dalamnya dan menjadi biru kembali. ditambah silika gel. lakukan tes dengan memasang sebuah filter pada lensa tersebut. tanpa suara atau sendatan pada mode manual fokus. Bila boks kedap udara tidak tersedia. periksa apakah mekanisme zoom lensa berjalan dengan halus dan lancar. sebagai alternatif pengganti dapat digunakan kotak yang diusahakan agar temperatur di dalamnya lebih hangat 2 . Periksa manual fokus ring pada lensa. silika gel yang telah menjadi merah harus dipanaskan secara teratur dalam oven (sekitar 30 .6. Buka bagian belakang kamera. Idealnya. dan yakinkan tidak terdapat kerusakan atau kemacetan. set dalam mode Bulb. dan berubah menjadi merah setelah terpakai. 8. terlalu keras. Lakukan tes ini pada seluruh rentang aperture lensa. dan menjaga agar udara tetap kering. 11.5 derajat dibanding udara sekitar. 10. 4 . Periksalah filter thread pada bagian depan lensa. apakah berjalan dengan semestinya dan akurat. Bila ragu-ragu. 7. Temperatur harus dijaga agar tidak terlalu panas. Boks penyimpan kedap udara + silika gel akan mengurangi kelembaban udara. Bila mungkin. mintalah masa garansi dari penjual. karena dapat mempengaruhi mekanisme pelumas shutter kamera atau aperture lensa. 9. Hindari lensa dengan mekanisme zoom yang tersendat-sendat. Dapat digunakan bola lampu dengan daya 5 atau 15 watt tergantung besarnya kotak penyimpanan. Periksa apakah aperture dalam lensa menutup sesuai pengesetan dalam pemotretan. atau terlalu kendor. Umumnya berwarna biru dalam keadaan kering. Tips menyimpan kamera atau lensa. dan tekan tombol shutter. mencegah tumbuhnya jamur pada lensa.

com.This document was created with Win2PDF available at http://www. The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.daneprairie. .