KIMIA BAHAN BERBAHAYA

KLASIFIKASI DAN SISTEM LABELING BAHAN KIMIA BERBAHAYA
Riswiyanto S., Departemen Kimia FMIPA-UI

Daftar Pustaka
Eugene Meyer,” Chemistry of Hazardous Materials”, Prentice Hall, New Jersey, U.S.A. 1977. L.Bretherick,. Hazards in The Chemistry Laboratory, London, The Royal Society of Chemistry, April, 1981. J.F. Newman, “Handling Toxic Chemicals Environmental Consideration”, Brecknell, 1993. Lloyd N. Ferguson, “Cancer and Chemical” Caloifornia, Los Angeles, 1975. Ernest Hodgson .,Patricia E. Levi., “A Text Book of Modern Toxicology”., Elsevier, New York, London, Amsterdam, 1987. Norman V. Steere, PE. “ Hand Book of Laboratory Safety”. Minneapolis, 1983. Esber I. Shaheen, “Technology of Environmental Pollution Control” PennWell Publishing Company., Tulsa, Oklahoma, U.S.A. 1992. Laboratory Waste Management (a guide book)., Written by ACS Task Force onLaboratory Waste Management., Washington, DC 1994.

KLASIFIKASI
Kelas 1. Jenis bahan-bahan berbahaya Bahan-bahan mudah meledak (“Explosive Material”) Klas A, B, dan C * Klas A. Bahan yang mudah meledak dengan sedikit goncangan atau terkena percikan api. * Klas B. Bahan kimia yang cepat terbakar dibandingkan peledakannya. * Klas C. Bahan kimia yang mudah meledak dengan jumlah tetentu. Gas-gas yang dimanfatkan yang mudah menyala dan tidak mudah menyala (Flammable & Non Flammable Gases). Cairan yang mudah menyala (Flammable Liquid). Padatan mudah menyala (Flammable Solid), terbakar spontan dan reaktif terhadap air. Zat-zat mengoksidasi termasuk peroksida organik. Zat-zat beracun klas A dan B, iritasi dan penyebab rasa sakit. Bahan-bahan radioaktif. Bahan-bahan korosif (Asam, basa, cairan dan padatan yang bersifat korosif). Jenis lain yang termasuk berbahaya.

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

kebakaran. Tidak hati-hati Sembarangan Ceroboh Teledor dlsb. Kurang pengertian dapat menyebabkan. dll. Akibatnya. . tumpah (bocor). adalah bahan Kimia yang bersifat berbahaya.DEFINISI Kimia Bahan Berbahaya atau disebut juga sebagai Bahan Kimia Berbahaya. keracunan. Untuk itu bahan-bahan ini perlu penanganan khusus dan tidak boleh sembarangan seperti bahan lainnya. ledakan.

LABELING .

NFPA SISTIM 704M .

Label Intan NFPA (NFPA Diamond) .

Rating Pada Sistem Label HMIS .

.

.

.

Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi 5 Faktor penting yang mempengaruhi kecepatan Reaksi: Sifat Bahan Kimia (Nature of the Material) Konsentrasi (Reactant Concentration) Suhu (Temperature) Katalis (Action of Catalysts) Luas Permukaan (Surface Area) .

lanjutan Sifat Bahan Kimia (Nature of the Material) Maksudnya selain sifat-sifat Kimia. . dan komposisi. Misal. Keadaan Gas Keadaan Cair Padat Reaksi sangat cepat Reaksi lebih lambat reaksi sangat lambat. keadaan fisik keberadaannya juga sangat berpengaruh. Fosfor putih Kayu Air menyala dengan spontan di udara memerlukan api tidak terbakar Pada umumnya keadaan fisik bahan sangat berpengaruh terhadap kecepatan reaksi. sifat Fisika.

Contoh . dibanding dengan kayu gelondongan. .lanjutan Luas Permukaan (Surface Area) Umumnya reaksi akan menjadi lebih cepat terjadi pada suatu zat yang mempunyai Luas permukaan besar. Serbuk kayu akan lebih mudah tersulut rokok. Cairan mudah terbakar akan lebih cepat di dalam wadah yang mengahsilkan permukaan luas.

Bagian-Bagian Dalam MSDS Informasi yang terdapat dalam MSDS adalah. Informasi Perusahaan Kandungan Berbahaya Data Fisik Data Bahaya Api dan Ledakan Data Bahaya Kesehatan Reaktivitas Prosedur kebocor atau tumpahan Informasi Pencegahan Khusus Petunjuk Khusus .

1 % harus dicantumkan. Bagian II. serta struktur Kimia. maka nama bahan kimia berbahaya dengan kadar 1 % atau lebih besar harus dicantumkan. Identitas harus sama dengan identitas yang ada dalam label pada kemasan bahan. Identitas Bahan (Chemical Identity) Nama umum dan nama lain. Jika bahan campuran belum di uji secara keseluruhan. Nama bahan bersifat Karsinogenik (mengakibatkan Kanker) dan kadarnya lebih besar dari 0. maka nama kandungan dan komposisi bahan yang menyebabkan bahaya harus dicantum-kan. Kandungan Bahaya (Hazardous Ingredients) Untuk campuran bahan berbahaya yang telah di uji sebagai satu campuran yang berbahaya. .MSDS Bagian I.

maka harus dicantumkan. kerapatan. Karakteristik tersebut antara lain . tekanan uap. Karakteristik ini sangat penting untuk mendisain alat yang aman pada tempat kerja. Karakteristik Fisik dan Kimia (Physical dan Chemicals Character) Karakteristik Fisik dan Kimia yang terkandung dalam bahan tersebut harus dicantumkan.1 % untuk Karsinogen). kelarutan. jika melebihi “Permisible Exposure Limit (PEL = Batas Paparan yang di-izin-kan) dan “Threshold Limit Value” (TLV = Nilai Ambang Batas) atau standarstandar lainnya.Lanjutan Semua komponen yang menghasilkan bahaya Fisik harus dicantumkan. Bagian III. Semua bahan yang kadarnya dibawah 1 % (0. warna dan bau. titik beku. titik didih. berat jenis. penguapan. .

Dicantumkan pula cara pengelolaan limbahnya atau sesuai peraturan daerahnya. Informasi ini menjelaskan penggunaan pelindung mata. lab.Lanjutan Bagian VII.jas. dan alat pencegahan. dan pelindung wajah dalam penanganan bahan berbahaya. alat pernafasan. . Kontrol (Control Measures) Pada bagian ini terdiri dari kontrol tehnik. Petunjuk Pengelolaan dan Penggunaan Secara Aman (Precaution for Safe. sarung tangan. Bagian VIII. Handling and Use) Rekomendasi dari Institusi Kesehatan mengenai peringatan dan prosedur dalam perbaikan alat serta saat pembersihan jika terjadi tumpahan. prosedur penanganan secara aman.

lanjutan .

Bahan-Bahan Kimia Yang Tidak Boleh Saling Bercampur Menimbulkan panas Menimbulkanr reaksi yang sangat hebat Menghasilkan gas beracun / asap beracun Menghasilkan gas yang mudah menyala Menimbulkan ledakan atau api Menghasilkan gas-gas beracun karena terjadi ledakan atau terbakar .

Bahan Tidak Boleh Bercampur Kelompok I Kelompok I A Basa Kelompok II Kelompok II A Asbestos Berilium Pestisida Kelompok II B Pelarut yang mudah menyala Bahan-bahan petroleum Minyak dan lemak Kelompok IB Asam Akibat yang ditimbulkan : mengeluarkan panas. tetapi keduanya akan menghasilkan bahan-bahan beracun bila terkena api. reaksi yang hebat. Akibat yang ditimbulkan : kelompok A dan B bukan . bahan-bahan yang incompatible.

magnesium.Peroksida anorganik .Kalsium karbida . benzoil klorida.magnesium. menghasilkan gas hidrogen yang mudah menyala Kelompok IV Kelompok IV A Air Kelompok IV B Asam-asam pekat & basa pekat .Flourin. . pospor triklorida. Asetil klorida. potasium . organo-metalik .Tionil klorida.Metal hidrida.Sodium potasium litium. mudah menyala. Akibat yang ditimbulkan : Kebakaran. Diboran Alkil almunium.Lanjutan Kelompok III Kelompok III A Sodium.Kalsium oksida Almunium klorida. kalsiumZink almunium Kelompok III B Asam-asam pekat Basa-basa pekat Akibat yang ditimbulkan : Kebakaran atau meledak. beracun atau gas-gas yang bersifat korosif. litium Berilium. peledakan atau panas.Kalsium.

Zink Akibat yang ditimbulkan : Kebakaran.Kalsium. litium. Kelompok V Kelompok V B Asam-asam pekat .lanjutan Kelompok V A Akohol .potasium. peledakan atau menimbulkan reaksi yang hebat. magnesium. Aldehid-aldehid. Sulfida Kelompok VI B Asam-asam Akibat yang ditimbulkan : menghasilkan gas racun hidrogen sianida dan gas hidrogen sulfida . berilium. Hidrokarbon terhalogenasi Hidrokarbon ternitrasi Hidrokarbon tak jenuh.. Kelompok VI Kelompok VIA Sianida.alkohol .Almunium. Basa-basa pekat Sodium.

Sodium.Asam kromat. potasium Persulfat. Permanganat. nitrit.lanjutan Kelompok VII Kelompok VII A Asam nitrat. perklorat Asam perklorit Klorit. .petroleum Hypoklorit . Oksidator-oksidator kuat lainnya litium. asam organik lainnya florin Organik. peledakan atau menimbulkan reaksi yang hebat. anorganik pestisida Asam anorganik kuat. aldehid & Keton cairan mudah menyala Kayu. Kelompok VII B Asam asetat.Klorin . Almunium . kertas. minyak. katun dan bahan lain yg mudah terbakar Akibat yang ditimbulkan : Kebakaran. Klorat. lemak.Magnesium kalsium .Alkohol.

sodium . Pospor putih Bubuk dari magnesium. .lanjutan Kelompok VIII Kelompok VIII A Air Kelompok VIII B Litium hidrida. almunim. peledakan atau menimbulkan reaksi yang hebat. titanium. Akibat yang ditimbulkan : Kebakaran. zink . sodium hidrida.Litium .Trimetil aluminium.

Pertimbangan dan usaha untuk menggerakkan otot sangat berat Collaps dengan cepat.Potensi Bahaya Delapan Unsur Persen Oksigen Di Udara 20 % atau lebih 12 – 15 10 – 14 Gejala-Gejala Normal Koordinasi otot untuk digerakkan hilang Masih sadar. namun perlakuan yg cepat dapat mencegah akibat yang fatal Kematian dalam waktu 6 sampai 8 menit 6–8 Di bawah 6 .

LH dan LOX sebagai bahan bakar roket. LOX (LOX + Mg sebagai detonator ). Klor dan Brom Flor merupakan oksidator kuat dan beracun.lanjutan cryogenik : Cairan yang disimpan di bawah temperatur -180oC. menghasilkan gas yang sangat berbahaya. Flor. Bereaksi dengan air. Contoh. 5 F2 + 5 H2O 8 HF + O2 + H2O2 + OF2 C3H8 + 10 F2 3 CF4 + 8 HF .

Brom Industri-industri yang banyak memakai bahan klor : zat warna. timbale dan nikel tidak dapat bereaksi dengan brom. tembaga. Menurut DOT brom merupakan bahan yang corrosive. pelarut pembersih.Klor.Brom dapat melarutkan logam dan non-logam. insektisida. phosphor. bubuk pemutih. plastik dan bahan-bahan pemadam. bahan peledak. Bereaksi spontan dengan aluminum. arsen dan antimon demikian pula emas kecuali platina . .

Batubara.Gas tdk dpt dikondensasi (H2. metanol dan aseton pyroligneuos) 3.Batubara dipirolisis akan menghasilkan Coke Kayu dipirolisis 1.CO) 2. graphit dan intan. Mineral. Gas dapat dikondensasikan(asetat. Pyrolisis: Proses dekomposisi panas tanpa adanya udara.Karbon Karbon mempunyai dua bentuk alotropi . dan beberapa bentuk amorphous. charcoal. Charcoal . coke dan karbon black.CH4.

Pospor KClO3.kaca halus S.P4S3 paraf in panas oksigen P4S3 + PbO2 f riksi bahan bakar Gambar Korek Api Strike-anywhere .PbO2.Sb2S3.glue panas cardboard paraf in Wax KClO3 Sb2S3 paraf in Phodspor merah dan serbuk kaca oksigen phospor merah + KClO3 + f riksi bahan bakar Gambar Korek Api Savety-matches P4S3. perekat Kay u paraf in wax PbO2 S.

yaitu 1 bagian dalam 100. Beberapa senyawa merkaptan mempunyai intensitas bau yang dapat dideteksi dalam konsentrasi yang sangat rendah. . Vulkanisasi karet alam (poliprena).Sulfur Senyawa organic yang mengandung sulfur disebut merkaptan .000 000. namun jika ditambahkan sulfur pada pemanasan sifat buruk dari karet ini akan hilang. asam sulfat dan obat sulfa seperti sulfanilamide. Selain itu sulfur banyak dipakai untuk membuat pupuk buatan. Proses ini ditemukan pertama kali oleh Goodyear pada tahuna 1839 dan dikenal sebagai vulcanization. Bila karet alam dipanaskan akan menjadi lengket. Bau yang keluar dari bahan bakar gas adalah merkaptan. insectisida.

hidrogen.API DAN PEMADAMNYA. Klasifikasi api Klas A : Api yang berasal dari benda-benda selulosa atau benda yang sisa pembakarannya berupa arang (textile. grease. dan sebagainya. Klas B : Api yang berasal dari cairan yang mudah terbakar (flammable liquid) dan gas yang mudah terbakar (flammable gas) seperti : gasolin. kayu. Pemadam yang tepat dan yang cukup efektip adalah air. metana. kertas dan sebagainya). minyak tanah/kerosin. Pemadam yang tepat adalah CO2 dan busa (foam) .

Lanjutan Klas C : Api yang berasal dari hubungan pendek. Zirkonium dan Natrium. Magnesium. Pemadam yang digunakan biasanya mengandung graphit (bubuk karbon). pemadam yang tepat adalah CO-2 Klas D : Api yang terjadi dari logamlogam reaktif terhadap air dan karbon dioksida seperti : Titanium. .

1% volume di udara. Misalnya : LEL xylen adalah 1. Konsentrasi maksimum gas atau uap diudara dimana benda tersebut tidak terbakar jika didekatkan pada sumber api disebut “Upper Explosive Limit”. Lower dan Upper Explosive biasanya ditunjukan dalam prosen volume uap diudara.lanjutan Konsentrasi minimum gas atau uap di udara dimana benda tersebut tidak terbakar jika didekatkan pada sumberapi disebut “Lower Explosive Limit”. UEL xylen adalah 7.0% volume di udara. .

Kalau temperatur fire poin dinaikan lagi sehingga uap bertambah banyak.lanjutan Temperatur minimum suatu zat cair dimana uap diatas cairan dengan segera dapat terbakar disebut Flash point (titik nyala). disebut Fire point (titik api). Peristiwa ini disebut juga Auto Ignition. FLASH POINT FIRE POINT AUTO IGNITION . Umumnya titik api lebih besar 30 – 50 derajat Celsius dari pada titik nyala. Jika temperatur dinaikan di atas titik nyala sehingga menghasilkan uap yang cukup sehingga zat cair terbakar terus. maka zat tersebut akan terbakar dengan sendirinya terus menerus sampai habis.

Klas III : Cairan dengan flash point sama dengan atau diatas 140 oF tetapi dibawah 200 oF. Klas II : Cairan dengan flash point sama dengan atau diatas 100 oF tetapi dibawah 140 oF . Contoh : n-pentan. Cairan dalam kategori ini biasanya disebut Combustible. Contoh : kerosin dan minyak kamper. naptalen. Klas I-C : Cairan dengan flash point diatas 73 oF dan dibawah 100 oF. Contoh : fenol. . gasolin dan aseton. Contoh : Bensen. Contoh terpentin dan n-butil asetat. Klas I-B : Cairan dengan Flash point sama dengan atau dibawah 73 oF dan titik didih diatas 100 oF.NFPA Cairan Menyala Berdasarkan Flash Point Klas I-A : Cairan dengan Flash point dibawah 73 oF dan titik didih dibawah 100 oF.

“BLEVE” terjadi akibat adanya cairan yang mengalami pemanasan diatas titik didihnya. kemungkinan terjadinya BLEVE = “Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion” (arti se-derhananya = Ledakan larutan mendidih yang menghasilkan pengembangan uap) cukup besar.jari + 300 meter. Beberapa “BLEVE” dapat menghasilkan bola api dengan jari. biasa dilakukan dengan menempatkan gas pada truk tangki baik gandeng atau tidak gandeng. Gas dalam tangki biasanya mempunyai tekanan lebih besar dpd tekanan atmosfer dan jika terkena api maka tangki tersebut akan meledak. . Apabila gas tersebut mudah terbakar.Storage dan Transportasi Gas Transportasi Gas dalam jumlah besar.

Blave .

Api bahan bakar radikal oksigen panas oksigen Bahan Bakar Panas Fire tetrahedron Fire Triangle .

Padatan yang mudah sekali terbakar . Merupakan zat yang dapat bereaksi sendiri. karena tidak stabil terhadap panas dan terdekomposisi menghasilkan panas (walaupun tanpa oksigen dari udara).Flammable Solid Padatan yang mudah terbakar didefinisikan sebagai padatan yang memenuhi salah satu syarat dibawah ini : Merupakan bahan peledak basah.

Halon 1. 5.Klas A B Bahan pemadam yang cocok 1. Pasir 3. 3.Garam mineral 4.Grafit D . 2. CO2 Halon Busa Kimia Busa Mekanik Pasir C 1. CO2 2. Air 1. Tepung Kering 2. 4.

Bahan yang dapat menimbulkan panas dengan sendirinya (self-heating material) adalah suatu bahan yang apabila kontak dengan udara dan tanpa diberikan energi akan menghasilkan panas dengan sendirinya. Pospor dalam air .Flammable Solid Pembakaran spontan harus mengikuti salah satu syarat : Bahan yang bereaksi dengan air dan menimbulkan panas serta api (pyrophoric material) adalah suatu cairan atau padatan (banyak atau sedikit jumlahnya) yang dalam 5 (lima) menit berada di udara bebas tanpa disulut api dapat terbakar (menimbulkan api) dengan sendirinya.

Halon 2402 (C2F4Br2) . (b). Halon 104 (CCI4).Halon (Halogen Hidrokarbon) - Digit 1 menyatakan jumlah atom C Digit Digit Digit Digit 2 3 4 5 menyatakan menyatakan menyatakan menyatakan jumlah jumlah jumlah jumlah atom atom atom atom F CI Br I (a). Halon 1301 (CF3Br) (e). Halon 1011 (CH2CIBr) (c). Halon 1001 (CH3Br) (d).

Pemadam Api .

6 NaHCO3 + 6CO2 Pemadam api Foam + Al2 (SO4)3 3Na2SO +2Al(OH)3 . NaHCO3 + CO2 + H2SO4 Na2SO4 + 2H2O Pemadam api Acid harus diisi kembali setiap periode. Pemadam api soda acid 2.reaksi Reaksi : 1. NaHCO3 2 NaHCO3 Na2CO3 + CO2 + H2O Reaksi 2.

api nyala api oksigen bahan bakar radiasi panas proses pyrolisis tekstil fiber oksigen Gambar Nyala Api Dari Bahan Teksril .

BAHAN-BAHAN PELEDAK Bahan peledak : Adalah suatu senyawaan atau. H 2C HC H2C Brisance ONO 2 ONO 2 ONO 2 12 CO2 + N2 + O2 + 10 H2O + Panas Secara kimia peledakan dapat dibagi menjadi 2 jenis. Senyawa campuran oksidasi reduksi Suatu peledakan biasanya terjadi jika senyawa-senyawa yang bersifat obsidasi bergabung dengan senyawa-senyawa yang reduksi . Senyawa-senyawa yang mempunyai sifat internal -oksidasi reduksi 2. CO2 . campuran yang dapat dengan tiba-tiba mengalami transformasi (perubahan) yang cepat. Gas-gas tersebut dapat CO. dan dengan spotan melepaskan panas serta gas. Uap air dan oksigen. 1. N2.

misalnya memecah batu-batuan untuk pembuatan jalan. Goncangan gelombang ini berkaitan dengan Kekuat-an (tenaga) Ledakan yang disebut dengan “Brisance” “Brisance” adalah suatu faktor terpenting dalam memilih peledak untuk tujuan tertentu. Biasanya Peledak Kimia (chemical explosives) adalah merupakan suatu campuran zat. yang terdiri dari. pemicu ledakan bubuk peledak/mesiu (gunpowder) beberapa zat penghambur (blasting). .Bahan peledak Gas yang mudah dan cepat mengembang dapat menimbulkan suara yang menggelegar dan goncangan gelombang (shock waves) yang cukup besar.

.Bahan peledak …… Bahan peledak dapat juga diklasifikasikan berdasarkan fungsi denotasi dalam amunisi: 1. Propelan : Bahan yang tidak berasap. propelan berisi dalam jumlah yang cukup besar energinya dipergunakan untuk mendorong proyektil. dapat merusak dalam kondisi tertentu dalam amunisi.) . 3. Igniter : Bahan yang mudah menyala tetapi tidak segera meledak dalam amunisi igneter biasanya adalah black gun powder (C + S + KNO3. biasanya primer adalah campuran KCLO3 dan bahan yang mudah terbakar 2. Primer : Bahan yang dapat terbakar dengan adanya pukulan.

6.Bahan peledak …. Detonator : Bahan yang segera meledak jika kena sasaran. 5. 4. Bursting charge : Bahan yang dapat meledak disertai pengrusakkan daerah yang terkena. Booster : Bahan yang segera meledak dari pengaruh detonator dan diteruskan ke bursting charge. ..

Proses peledakan 1. bergantung dari besarnya gelombang getar yang ditimbulkan.Bahan Peledak……. Deflagrasi Deflagrasi “ adalah suatu proses yang mendorong terjadinya penyebaran reaksi keseluruhan massa bahan. Kecepatan rambatan perubahan bervariasi antara 0. Thermol explosive Proses dimana pertama kali ada sejumlah panas yang diberikan. tetapi suhu benda akan naik secara terus-menerus namun tidak ada panas yang dilepanskan ke sekelilingnya. Detonasi Proses detonasi dalam suatu ledakan. sampai pada suatu saat menimbulkan (anto ingnition) nyala dengan sendirinya yang terjadi ditengah massa benda. sehingga akan menyebabkan panas dengan sendirinya (Self Heating). 3. reaksi yang terjadi pada suatu tempat akan segera menyebar keseluh massa bahan dengan jalan perambatan panas dari lapisan ke lapisan massa bahan tersebut. peristiwa ini disebut thermal eksplosion . kemudian pemberian panas dihentikan.02 mm/det hingga 400 m/det. sehingga terjadi reaksi eksoterm. atau dengan perkataan lain suatu proses yang mendorong terjadinya penyebaran pemecahan keseluruh massa benda 2.

Senyawa ester nitrat 1.tri nitro benzene .nitro benzene .Klorat dan perklorat ( amoniumnitrat dll) .Nitro metana .High explosive A.Senyawa Nitro alifatik 2. Ester nitrat dari gliserol 2. -mononitro gliserin -eritritol tetra nitrat . Esternitrat dari tetra hidroksi alk. Garam-Garam nitrat.tri nitro metana . Senyawa nitro amin (metil nitro amin dll) D.dinitro metana .di dan tri nitro gliserin -penta eritritol tetra nitrat (PETN) C.dinitro benzene .tetra nitro metana -nitro toluene B. Senyawa nitro aromatic . Senyawa-senyawa nitro 1.

Kecepatan rambat ledakan (VOD = Detonation). Stabilitas 2.Sifat-Sifat Bahan Peledak Militer/ Komersial 1. Kekuatan a. Density (massa jenis) 5. Bulk Strengh b. Sensitivitas 6. Ketahanan terhadap air Velocity of . RWS (Relative Weigh Strengh) a RWS = X b 100 % a = Jarak pendulum bahan peledak b = jarak pendulum standard a dan b diukur dalam berat yang sama 3. 4.

Geodin 5. 3.Bahan Peledak Konvensional (Homemade Bomb) Parameter Sifat-Sifat Bahan Peledak 1. ANFO 4. VOD Water resistence Fumes Density Consistency . 5.Contoh bahan peledak komersial 1. 6. RWS 2. Ammonium Nitrate 2. 4. Bahan peledak gelatin (Blasting Gelatin) 3.

Contoh Homemade Bomb .

Bahan peledak Beberapa Jenis Peledak Ammunition Black Powder Bombs Charges Fireworks Flares Flash Powder Fuse Fuze (Ammo) Igniters Mines Powder cake Smokeless Powder Primer Projectiles Propellants Rocket Motors Signals Sounding Devices Torpedoes Warheads .

Mempunyai tingkat kesetabilan yang besar 5. Mempunyai kekuatan yang maksimum/unit volume 2. Mempunyai sensitivitas yang bergantung kebutuhan Contoh: NO 2 NO 2 N O2NOH 2C C O2NOH 2C CH 2ONO 2 O2N N NO 2 CH3 NO 2 CH 2ONO 2 N O2N N NO 2 PETN Tetryl RDX . Mempunyai berat yang minimum/unit powder 3. Mempunyai kecepatan detonasi yang tinggi 4.Sifat-Sifat Bahan Peledak Militer 1.

Pengantar Toksikologi

TOKSIKOLOGI LOGAM BERAT (TIMBAL, ARSEN, MERKURI)

Logam berat ialah benda padat atau cair yang mempunyai berat 5 gram atau lebih untuk setiap cm3, sedangkan logam yang beratnya kurang dari 5g adalah logam ringan. Dalam tubuh makhluk hidup logam berat termasuk dalam mineral “trace” atau mineral yang jumlahnya sangat sedikit. Beberapa mineral trace adalah esensiil karena digunakan untuk aktivitas kerja system enzim misalnya seng (Zn), tembaga (Cu), besi (Fe) dan beberapa unsur lainnya seperti kobalt (Co), mangaan (Mn) dan beberapa lainnya. Beberapa logam bersifat non-esensiil dan bersifat toksik terhadap makhluk hidup misalnya : merkuri (Hg), kadmium (Cd) dan timbal (Pb).

Pb ( Timah Hitam )
Plumbum (Pb), lebih dikenal dengan nama timbal atau timah hitam Timbal adalah logam toksik yang bersifat kumulatif Logam ini termasuk kedalam kelompok logamlogam golongan IV–A pada tabel Periodik unsur Mempunyai nomor atom (NA) 82 Berat (BA) 207,2 Berwarna kelabu kebiruan dan lunak Titik leleh 327C dan titik didih 1.620c. Pada suhu 550-600c pb menguap dan membentuk oksigen dalam udara membentuk timbal oksida. Bentuk oksidasi yang paling umum adalah timbal (ii). Walaupun bersifat lunak dan lentur, pb sangat rapuh dan mengkerut pada pendinginan, Sulit larut dalam air dingin, air panas dan air asam Dapat larut dalam asam nitrit, asam asetat dan asam sulfat pekat (palar, 1994).

Sumber di Alam
Kulit Bumi, Asap Kendaraan, Cat

Proses masuknya timbal kedalam tubuh manusia:
Pernafasan Pencernaan (makanan dan minuman)
Sistem haemopoietik : Pb menghambat system pembentukan hemoglobin sehingga menyebabkan anemia. Sistem saraf pusat dan tepi: dapat menyebabkan gangguan ensepfalopati dan gejala gangguan system saraf perifer. Ginjal: dapat menyebabkan aminoasiduria, fosfaturia, glukosuria, nefropati, fibrosis dan atrofi glomerular. Sistem gastro-intestinal: menyebabkan kolik dan kosnstipasi Sistem kardiovaskuler: menyebabkan peningkatan permiabilitas pembuluh darah Sistem reproduksi : dapat menyebabkan kematian janin waktu melahirkan pada wanita dan hipospermi dan teratospermia pada pria. Sistem endokrin: mengakibatkan gangguan fungsi tiroid dan fungsi adrenal.

Dampak Keracunan jangka panjang dan tidak dapat pulih diperparah oleh paparan timbal berulang-ulang dan akumulasi di dalam tubuh Ekresi Timbal Ekskresi feses Pengelupasan kulit epidermal Ekskresi melalui ginjal .

Arsen Berbahaya bagi lingkungan . sangat beracun bagi organisme akuatik. Dapat mengakibatkan kerusakan jangka panjang. Senyawa Arsen terdapat dalam dua jenis yaitu : Sebagai sanyawa Organik Senyawa Anorgabik Di alam arsen berikatan dengan Oksigen. Sulfur dan Klor. Arsen masuk kedalam tubuh melalui: •Makanan •Air •Udara .

Sumber Kontaminasi Arsen Kedalam Tubuh Manusia Air Tanah Limbah Pabrk(Baterai. Peleburan bijibesi) Areal Pertanian(Pestisida) Zat pembasmi Serangga (Rumah tangga) Domestik .

4. Kontak langsung dengan kulit. Antara 300 – 30000 ppb dalam air atau makanan • Iritasi perut dan pencernaan (Muntah dan diare) • Turunnya produksi sel darah merah dan putih.Waktu Paruh • Seluruh tubuh (Senyawa arsen anorgank). waktu paruh 4hari Efek Arsen Terhadap Kesehatan 1. waktu paruh 1-5 hari • Seluruh tubuh (Senyawa arsen organk).Kerusakan pembuluh darah. Lebih dari 100 mikrogram/M3 udara yg dihirup menyebabkan iritasi tenggorokan dan paru-paru. Kematian (diatas 60000 ppb dalam makanan atau ari) 2. efek kesemutan pada tangan dan kaki. 3. detak jantung tdk normal. memerah dan membengkak. .

Kerusakan sistim pernapasan. koma bahkan dapat mengalami kematian Efek Kronis: Tumor hati. Pingsan. muntah dan daire.Gejala Akut dan Kronis Efek Akut: Iritasi perut. hati. saluran pernapassan. paru-paru. kerusakan organ ginjal. kulit dan kerusakan darah. . denyut jantung cepat.

Sifat-Sifat Umum Merkuri Berbentuk CAir Mudah menguap Dapat bertransformasi menjadi senyawa lain Dalam tubuh bersifat akumlatif Keracunan akut timbul dari inhalasi uap merkuri atau debu. ingesti maupun kontak langsung dgn konsentrasi tinggi Keracunan Koronis Timbul dari akumulasi Merkuri dalam tubuh .

ingesti dan kontak kulit dan banyak jaringan tubuh terutama otak dan Ginjal.Absorpsi. Merkuri terikat dalam sulfhidril dan mempengaruhi sejumlah sistim sel. . feses dan keringat. Merkuri dalam dieleminasi lewat urine. metabolisme dan Ekskresi Jalan utama absorpsi merkuri yaitu lewat inhalasi.

Pengobatan Keracunan melalui ingesti diberikan larutan 5 – 10 % sodium formaldehid sulfoxylate Keracunan melalui inhalasi dapat diberikan Dimercaprol sesegera mungkin Penicillamin juga efektif diberikan pada keracunan akut .

tidak boleh retak Pemeriksaan kesehatan berkala .Pencegahan Mensubstitusi merkuri dengan bahan lain yang kurang berbahaya Pada tambang-tambang tempat bijih merkuri harus ada ventilasi dan para pekerjanya memakai masker Di pabrik-pabrik lantai harus rata. licin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful