Strategi Manajemen Dalam Islam

Dalam prinsip ajaran Islam segala sesuatu tak boleh dilakukan secara asal-asalan melainkan harus dilakukan secara rapi, benar, tertib dan teratur dan proses-proses juga harus diikuti dgn tertib. Dalam sebuah riwayat Rasulullah saw bersabda : “Sesungguh Allah sangat mencintati orang yg jika melakukan sesuatu pekerjaan dilakukan secara Itqan (tepat terarah jelas dan tuntas)”. (HR Thabrani), Setiap organisasi harus memiliki aktivitas-aktivitas pekerjaan tertentu dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Salah satu aktivitas tersebut adalah manajemen. Secara sederhana, Manajemen merupakan suatu proses tindakan atau seni perencanaan, mengatur, pengarahan dan pengawasan yang dinamis yang menggerakan organisasi mencapai tujuannya. Secara umum, ada empat fungsi manajemen yang sering orang menyebutnya “POAC”, yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Dua fungsi yang pertama dikategorikan sebagai kegiatan mental sedangkan dua berikutnya dikategorikan sebagai kegiatan fisik. Suatu manajemen bisa dikatakan berhasil jika keempat fungsi di atas bisa dijalankan dengan baik. Kelemahan pada salah satu fungsi manajemen akan mempengaruhi manajemen secara keseluruhan dan mengakibatkan tidak tercapainya proses yang efektif dan efisien Organisasi harus memiliki strategi dalam mencapai visi yang telah disepakati bersama. Perencanaan dalam menjalankan sebuah organisasi adalah hal yang harus dilakukan agar tidak adanya ketimpangan atau distorsi ketika dalam perjalanan mencapai visi yang dibangun tersebut. Pada awalnya strategi merupakan sebuah kata yang digunakan pada militer ketika sedang berperang, akan tetapi dengan berkembangnya zaman, maka istilah strategi ini sudah masuk ke dalam setiap aspek kehidupan, baik itu ekonomi, pendidikan maupun olahraga. Strategi adalah turunan dari bahasa Yunani yaitu Strat gos yang artinya adalah komandan perang dalam jaman tersebut, adapun pada pengertiannya saat ini strategi adalah rencana jangka panjang dengan diikuti tindakan – tindakan yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu yang umumnya adalah ”kemenangan”. Saat ini ada sebuah pencampuradukkan kata antara strategi dengan taktik. Dalam hal pengertian, taktik bukanlah sebuah strategi, namun taktik ada di dalam strategi. Taktik ini memiliki ruang lingkup yang lebih kecil dengan waktu yang lebih singkat. “Luck is a matter of preparation meeting opportunity ??? Keberuntungan adalah sesuatu dimana persiapan bertemu dengan kesempatan (Oprah Winfrey)” Apabila kita menggunakan rumus POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) maka strategi merupakan unsur dalam Planning (Perencanaan) yang ada di dalam tahap pertama, sehingga apabila unsur ini tidak dipenuhi, maka tidak akan terpenuhi pula unsur-unsur dalam tahapan selanjutnya.

Yaitu harus SMART yaitu Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Baik dalam bentuk supervisi. antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi. Jadi bukan anggan-angan.O. ringan sama dijinjing. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. . Mingguan. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi.A. tanggung jawab. O Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Berat sama dipikul. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. fungsi dan peran. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis. Baik dalam tahap perencanaan. Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya. keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi. kondisi dan perkembangan zaman. C Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. pelaksanaan maupun pengorganisasian. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. pengawasan.C dalam Manajemen P Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi. Tapi tetap ada tantangan. Biasanya juga semakin besar penghasilannya. misi. Achievable artinya dapat dicapai. tanggung jawab dan wewenangnya. aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras. bulanan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas. Time artinya ada batas waktu yang jelas. inspeksi hingga audit. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masingmasing. triwulan. semesteran atau tahunan.Jangan kita berbicara tanpa akal dan jangan bekerja tanpa perencanaan karena hasilnya akan kecil dan lebih jauhnya berantakkan Pemahaman P. misi dan program kerja organisasi. wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. A Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas. kerja cerdas dan kerjasama. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi.

stategi fungsional manajemen dan strategi isu. keseluruhannya disebut master strategy yaitu : a. maka kita dapat menentukan alternative strategi yang melihat dari peluang serta ancaman dari lingkungan sekitar. dan fokus. Strategi ini biasa disebut dengan Grand Strategy karena akan berakibat sangat fatal ketika kita salah dalam menjawab misi dari sebuah organisasi baik dari kata-kata maupun kebijakan yang diterapkan dalam organisasi.Schendel dan Charles Hofer (1985) menjelaskan adanya empat tingkatan strategi. Strengh (kekuatan). Business Strategy Strategi ini adalah bagaimana organisasi dapat merebut pasaran di tengah masyarakat seperti. adapun dalam penentuannya akan menemukan beberapa alternative – alternative strategi yang disesuaikan dengan visi dan misi organisasi kita.” Menurut potter. ada tiga landasan strategi yang dapat membantu organisasi memiliki keunggulan kompetitif. diferensiasi. . sedangkan opportunity (peluang) dan Threat (ancaman) adalah faktor eksternal yang ada di lingkungan. Di mana ada penekanan kepada masyarakat bahwa organisasi berusaha sungguh – sungguh dan yang terbaik untuk melayani dan memenuhi kebutuhan serta tuntutan masyarakat. Enterprise Strategy Strategi ini berkaitan dengan bagaimana respon masyarakat terhadap organisasi ini. c. Corporate Strategy Yaitu sebuah strategi untuk menjalankan misi yang telah kita siapkan dalam organisasi tersebut sesuai dengan bidang yang telah menjadi bagiannya. merupakan faktor internal dari organisasi kita. ”Kenali kekurangan diri sendiri agar tidak sombong dan ketahui kelebihan diri sendiri agar tidak rendah diri. Weakness. Functional Strategy Yaitu strategi untuk menunjang strategi yang lain. Rektorat. organisasi lain dan mahasiswa sehingga dapat menguntungkan dalam mengembangkan organisasi ke tingkat yang lebih baik. adapun dalam fungsional strategi ini terdapat tiga strategi di dalamnya yaitu : strategi fungsional ekonomi. Adapun yang biasa digunakan untuk membuat strategi adalah dengan menggunakan Analisis SWOT (Strengh. (kelemahan). Threat). Dekanat. b. d. Weakness. Opportunity. Ketika kita sudah mengetahui apa yang kita miliki dan kelemahan kita. sponsor. yaitu keunggulan biaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful