Standar primer .

Umumnya suatu larutan standar ditera dngcara titrasi, dimana larutan tersebut direaksikan dengan sebobottertentu standar primer .Standar primer harus memiliki karakteristik : 1. Dapat diperoleh dng mudah dalam bentuk murni atau dalamkadar yg diketahui pasti dng harga wajar. Ketidak murnian zattsb tidak boleh lebih dari 0,02 %2.Zat tersebut harus stabil, mudah dikerjakan, tidak terlaluhigroskopik, tidak menyusut selama ditimbang (tidakmenguap) .Biasanya garam hidrat tidak dipakai sebagai standard primer.3.Diinginkan standar primer memiliki bobot ekivalen yg wajar(relatif) tinggi, agar galat penimbangan dapat minimal.Untuk titrasi asam basa, biasanya disiapkan larutan asam danlarutan basa kira-kira dng konsentrasi yg diinginkan, dan kmddilakukan standardisasi salah satunya dengan suatu standarprimer. 30 Larutan yang sudah distandarkan tersebut dapat diperlakukansebagai standar sekunder untuk menetapkan normalitas larutanlainnya. Namun untuk maksud analisis yang memerlukanketepatan tinggi, lebih baik larutan asam dan basa distandarkansecara terpisah dengan standar primer. ∗ Standar primer untuk larutan basa yang digunakan secaraluas : kalium-hidrogen-ftalat KHC 8 H 4 O 4 (disingkat KHP); asamsulfamat HSO 3 NH 2 ; kalium-hidrogen-iodat KH(IO 3 ) 2 . ∗ Standar primer untuk larutan asam yang umum adalah : Na-karbonat Na 2 CO 3 ; dan tris(hidroksi metil)-amino metana(CH 2 OH) 3 CNH 2 (dikenal sebagai TRIS atau THAM).Larutan NaOH dan KOH yang sudah disimpan jangandigunakan sebagai standar sekunder, karena keduanya kurangstabil, dapat bereaksi dengan CO 2 atmosfir menjadi NaHCO 3 dan KHCO 3

Tabel Standar Primer untuk Reagensia Redoks L a r u t a n y n g S t a n d a r R e a k s i distandarkan primer 31 KmnO 4 As 2 O 3 5H 3 AsO 3 +2 MnO 4 − +6H + → 2 Mn 2+ +5H 3 As 3 O 3 +3 H 2 OKmnO 4 Na 2 C 2 O 4 5C 2 O 42+ 2 MnO 4 − + 16 H ..

+ → 2 Mn 2+ + 10 CO 2 +8 H 2 OKmnO 4 Fe 5 Fe 2+ + MnO 4+ 8H + → 5Fe 3+ + Mn 2+ + 4H 2 OCe(SO 4 ) 2 Fe Fe 2+ + Cr 2 O 72+ 14 H + → Fe 3+ + Ce 3+ K 2 Cr 2 O 7 Fe 6 .

NaCl atau KCl murni sebagai standar primer untuk larutanAgNO 3 :Ag + + Cl .Fe 2+ + Cr 2 O 72+14 H + → 6 Fe 3+ +2 Cr 3+ + 7 H 2 OI 2 As 2 O 3 HAsO 2 +I 2 +2H 2 O  H 3 AsO 4 +2I +2H + ∗ Standar primer untuk pengendapan digunakan garam murni .

s e l a n j u t n y a kelebihan asam dititrasi dengan larutan alkali standar . d i c u c i . unsurini diubah menjadi NH 3 kemudian didestilasi dan ditampungd a l a m l a r u t a n a s a m s t a n d a r y a n g volumenya diketahui( m i l i g r e k a s a m h a r u s > m i l i g r e k N H 3 ) . N o r m a l i t a s l a r u t a n k e d u a h a r u s d i k e t a h u i .e n d a p a n A g C l d i s a r i n g .Contoh 2 : Dalam metoda Volhard untuk analisa klorida.AgCl ∗ Untuk reaksi pembentukan komplex. larutanyang mengandung klorida ditambah larutan standar AgNO 3 dengan volume terukur (miligrek Ag harus > miligrek Cl). d a n k e l e b i h a n A g d a l a m filtrat dititrasi dng larutan standar KCNS . j u g a hubungannya/reaksinya dengan titran (larutan I). garam CaCO 3 digunakansebagai standar primer untuk larutan etilen-diamina-tetra-asetat (EDTA) : 32 Ca 2+ +Y 4CaY 2( Y lambang untuk EDTA) Titrasi Balik Seringkali titran (lartn I) ditambahkan secara b e r l e b i h a n melewati titik akhir dan kemudian ‘dititrasi balik’ dengan lartnk e d u a .Contoh 1 : Dalam metoda Kjeldahl untuk analisa N-total.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful