Laporan Praktikum Fisika Dasar Jurusan D3 Teknik Sipil Infrastruktur 2008 Kelompok I14 BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang

1

Bab I Pendahuluan

Dalam jenjang perguruan tinggi, seorang mahasiswa diharapkan tidak hanya mengikuti perkuliahan dengan baik, namun lebih dari itu juga dituntut untuk mendalami dan menguasai disiplin ilmu yang dipelajarinya sehingga nantinya akan menghasilkan sarjana-sarjana yang berkualitas dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata dan bermanfaat bagi masyarakat. Disiplin ilmu teknik merupakan disiplin ilmu yang eksak dan banyak menerapkan ilmu-ilmu murni yang diterapkan kepada masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga ilmu-ilmu yang berhubungan dengan bidangbidang keteknikan mutlak untuk dikuasai mahasiswa teknik, tidak hanya dari segi teori juga dari segi prakteknya. Apalagi dalam menghadapi era globalisasi saat ini, serta pasar bebas yang akan segera kita masuki, lebih menuntut penguasaan dan penerapannya dalam menghadapi masalah-masalah yang kompleks. Ternyata dalam aplikasi ilmu tersebut, tgas yang diberikan kepada mahasiswa tidak akan dikuasai sempurna tanpa adanya praktek-praktek yang merupakan salah satu sarana yang baik untuk menguasai ilmu sekaligus mempraktekannya. Demikian juga dengan praktikum Fisika Dasar I ini. Fisika dalam bidang teknik khususnya Teknik Sipil merupakan hal yang sangat penting dan benar-benar harus dikuasai secara teori dan praktek. Dengan latar belakang itulah, maka kami mahasiswa teknik sipil semester I diberi tugas praktikum mata kuliah Fisika Dasar yang dilaksanakan di Laboratorium Pusat

c. 3. Pesawat Atwood Tujuan khusus praktikum ini adalah : a. 1. Memberikan latihan praktis menggunakan alat-alat laboratorium. Mempelajari penggunaan alat-alat ukur dasar. Pengukuran Dasar Tujuan khusus praktikum ini adalah : a. Mengembangkan daya nalar mahasiswa untuk menganalisa data dan membuktikan kebenaran ilmiah.3 Jenis Praktikum Adapun jenis praktikum yang kami lakukan adalah : 1.Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Jurusan D3 Teknik Sipil Infrastruktur 2008 Kelompok I14 4.dibawah bimbingan dosen dan team asisten pembantu dosen.2 Tujuan 1. 5. Menentukan panas jenis gelas dengan menggunakan kalorimeter b. Menguji dan membandingkan teori-teori dengan praktek di Laboratorium. b. Menentukan kapasitas panas calorimeter 3. 1. Mempelajari penggunaan hokum II Newton Bab I Pendahuluan . 2. Memperdalam wawasan pengetahuan tentang mata kuliah Fisika Dasar I. Menghitung besaran lain berdasarkan yang terukur langsung. Kalorimeter Tujuan khusus praktikum ini adalah : a. Menunjang pemahaman materi kuliah yang disampaikan dosen. 2. Menuliskan dengan benar bilangan-bilangan berarti hasil pengukuran atau perhitungan.

Terampil dalam menggunakan alat-alat laboratorium.Mempelajari penggunaan hokum-hukum newton Mempelajari gerak beraturan dan berubah beraturan Menentukan momen inersia roda/katrol BAB II ALAT DAN BAHAN 1. Melakukan pengujian ilmiah di Laboratorium. c. Menerangkan konsep-konsep ilmiah dalam bidang fisika yang telah diuji dengan percobaan di laboratorium. 5. b. d. Modulus Young Tujuan khusus dari praktikum ini adalah menentukan modulus young suatu bahan Setelah dilaksanakan praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat : 1. Mempelajari gerak lurus beraturan dan berubah beraturan c. Menggunakan konsep dan rumus itu untuk memecahhkan masalahmasalah keteknikan. e. 3. Memahami konsep dan rumus fisika.b. Menentukan momen inersia roda atau katrol 4. Tiang bersekala Dua beban dengan tali Beban tambahan (2 buah) Katrol Penjepit Penyangkut beban . BAB I PENADAHULUAN  TUJUAN PERCOBAAN . f. 4. 2. Pesawat Atwood Lengkap a.

Bila gaya bekerja pada benda maka benda mengalami percepatan dan sebaliknya bila benda mengalami percepatan tentu ada gaya penyebabnya. namun berlawanan arah ´. menunjukan bahwa pengamatan ini tepat benar untuk benda-benda jatuh tanpa adanya hambatan dari gesekan udara. Selain itu Hukum Newton I menyatakan bahwa. dalam sederetan eksperimen yang dimungkinkan oleh pompa vakum barunya. Arah percepatan benda sama dengan arah gaya yang bekerja pada benda. Galileo mengetahui bahwa ada pengaruh hambatan udara pada gerak jatuh. maka sistem dalam keadaan setimbang ´. 2. Hukum ini dikenal dengan Hukum Aksi Reaksi. 3.a m Hukum Newton II memberikan pengertian bahwa : 1. menimbulkan gaya lain yang sama besarnya dengan gaya tadi.2. masih cukup sesuai dengan hasil pengukuran dan pengamatannya dibandingkan dengan yang dipercayai orangpada saat itu (tetapi tidak diuji dengan eksperimen) yaitu kesimpulan Aristoteles yang menyatakan bahwa. Tiga puluh tahun kemudian. Ia menyimpulkan dari pengamatan-pengamatan yang dia lakukan bahwa benda-benda berat jatuh dengan cara yang sama dengan benda-benda ringan. Besarnya percepatan berbanding lurus dengan gayanya. ∑F . Gaya reaksi ini dilakukan benda pertama pada benda yang menyebabkan gaya.´J ika resultan gaya yang bekerja pada suatu sistem sama dengan nol. Jangka sorong 3.´ Benda yang beratnya sepuluh kali benda lain akan sampai ke tanah sepersepuluh waktu dari waktu benda yang lebih ringan´. maka benda tersebut mengalami percepatan ke arah yang sama dengan gaya´.0 Hukum Newton II berbunyi :´ Bila gaya resultan F yang bekerja pada suatu benda dengan massa m tidak sama dengan nol. Hukum Newton III :S etiap gaya yang diadakan pada suatu benda. Percepatan a berbanding lurus dengan gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda. Stop watch  DASAR TEORI Galileo melakukan pengamatan mengenai benda-benda jatuh bebas. Robert Boyle. Tetapi pernyataannya walaupun mengabaikan hambatan udara. Faksi = -Freaksi . a = F atau F = m.

maka gerak melingkar ini berlaku persamaan-persamaan gerak yang ekivalen dengan persamaan. makin besar gaya gesekan udara yang bekerja pada benda tersebut. Gaya ini tentu saja akan memperlambat gerak jatuh benda. Di bumi percepatan gravitasi bernilai kira-kira 9. kita dapat mengamati gerak penerjun payung. sehingga gerak jatuh bebas termasuk dalam gerak lurus berubah beraturan. penerjun akan mencapai kecepatan akhir kira -kira 50 m/s ketika sampai di tanah. I~ m I~ r2 Untuk katrol dengan beban maka berlaku persamaan : a = (m+m1) ± m2 . untuk mempermudah dalam soal sering dibulatkan menjadi 10 m/s2. Perhatikan karena dalam gerak jatuh bebas. Gerak Jatuh Bebas adalah gerak suatu benda dijatuhkan dari suatu ketinggian tanpa kecepatan awal dan selama geraknya mengalami percepatan tetap yaitu percepatan gravitasi. Gaya hambatan udara yang bekerja pada penerjun tidak begitu besar. Percepatan yang tetap ini disebabkan oleh medan gravitasi bumi yang disebut percepatan gravitasi (g). luas permukaan menjadi cukup besar.g m + m1 + m2 + I/ r2 dengan : a = percepatan gerak m = massa beban I = momen inersia katrol r = jari-jari katrol g = percepatan gravitasi Udara akan memberikan hambatan udara atau gesekan udara terhadap benda yang jatuh.80 m/s2. sehingga gaya hambatan udara yang bekerja papa penerjun cukup basar untuk memperlambat kelajua n terjun. Berdasarkan hasil demonstrasi ini dapatlah ditarik kesimpulan sementara bahwa jika hambatan udara dapat diabaikan maka setiap benda yang jatuh akan mendapatkan percepatan tetap yang sama tanpa bergantung pada bentuk dan massa benda. Kecepatan itu kira-kira sama dengan kecepatan mobil balap yang melaju sangat cepat. benda selalu . di dalam laboratorium biasanya dilakukan percobaan menjatuhkan dua benda yang massa dan bentuknya sangat berbeda di dala m ruang vakum. penerjun akan tewas ketika sampai di tanah.Untuk percepatan yang konstan maka berlaku persamaan Gerak yang disebut Gerak Lurus Berubah Beraturan. setiap benda jatuh akan mendapat percepatan tetap yang sama tanpa bergantung pada benda dan massa benda. Bila sebuah benda berputar melalui porosnya. Dalam hal ini besaran fisis momen inersia (I) yang ekivalen dengan besaran fisis massa (m) pada gerak linier.persamaan gerak linier. Dengan mengembangkan parasutnya. Untuk lebih memahami secara kualitatif tentang hambatan udara pada gerak jatuh. Momen inersia suatu benda terhadap poros tertentu harganya sebanding dengan massa benda tersebut dan sebanding dengan kuadrat dan ukuran atau jarak benda pangkat dua terhadap poros. dan jika parasutnya terus tidak tidak terbuka. Besarnya gaya gesekan udara yang akan gerak jatuh benda berbanding lurus dengan luas permukaan benda. Sehubungan dengan hal di atas. Penerjun mula -mula terjun dari pesawat tanpa membuka parasutnya. Sebagai akibatnya. Untuk membuktikan pernyataan diatas bahwa jika hambatan udara dihilangkan. Makin besar luas permukaan benda.

Persamaan-persamaan yang digunakan dalam gerak jatuh bebas adalah : v o = 0 dan a = g keterangan : a 1 . Sehingga jarak tempuh silinder a1 dan a2 setelah beban tersangkut. maka percepatan tetap sehingga berlaku persamaan gerak lurus berubah beraturan : x t = ½ at 2 dimana: t = waktu tempuh a = percepatan sistem x t = jarak setelah t detik Setelah beban mb ditahan oleh pengangkut beban. dapat dinyatakan sebagai berikut : xt = v. Dalam keadaan ini resultan gaya yang bekerja pada sistem sama dengan nol (sesuai dengan hukum Newton I ). Apabila torsi bekerja padabenda yang momen inersianya I. maka geraknya dapat dianalisa sebagai berikut : .t Gerak Rotasi Bila sebuah benda mengalami gerak rotasi melalui porosnya. maka sistem akan bergerak dengan percepatan tetap. Besarnya percepatan a berbanding lurus dengan gayanya. ternyata pada gerak ini akan berlaku persamaan gerak yang ekuivalen dengan persamaan gerak linier.bergerak ke bawah maka unutk mempermudah perhitungan.α Persamaan Gerak untuk Katrol Bila suatu benda hanya dapat berputar pada porosnya yang diam. kita tetapkan arah ke bawah sebagai arah positif. a 2 : silinder beban a3 : beban b : katrol yang dapat bergerak bebas c : tali penggantung d : penyangkut beban e : penghenti silinder f : tiang penggantung g : penjepit silinder Jika pada sistem pesawat dilepaskan penjepitnya. silinder a1 dan a2 tetap melanjutkan gerakannya dengan kecepatan konstan. Untuk gaya yang konstan. maka dalam benda ditimbulkan percepatan sudut yaitu : T = I.

N ∑F = 0 r -T 1 ± m + T 2 + N = 0 -T 1 + T 2 = 0 -T 1 = T 2 mg T1 T2 Bila beban diputar dan katrol pun dapat berputar pula maka geraknya dapat .

r = Iα m1 m 2 T2 T2 Percepatannya adalah: m + m1 + m2 + I/ r2 a = (m+m 1) ± m 2 .m3.r + T2. Timbangan beban m1.(usahakan m1=m2) 2.dianalisis sebagai berikut : T1 T1 m ∑π= Iα T1.m2. g BAB III METODE PERCOBAAN  Gerak lurus beraturan 1. Letakan beban m1 pada penjepit P .

Lakukan hal yang sama untuk kedua beban yang lain dengan berat yang berbeda. 3. Aturlah kembali seperti percobaan gerak lurus beraturan 2. 5. 6. maka m2 dan m3 akan melakukan gerak lurus berubah braturan antara A dan B. Ketika beban mulai turun perlahan hitung stopwatch pertama untuk GLBB. Pasang beban pertama dan siap menggerakannya. 4. catatlah waktu yang diperlukan untuk gerak ini. Siapkan tiang berskala. Beban m1 pada pejepit P 4. Catatlah kedudukan A dan B (secara table) 3. Catatan : Seama serangkaian pengamatan berlangsung jangan mengubah kedudukan jarak antara A dan B. 6. 7. Ketika beban mulai masuk ke penjepit pertama hitung stopwatch untuk GLB . m2 dan m3 akan dipercepat antara AB dan selanjutnya bergerak beraturan antara BC setelah tambahan beban tersangkut di B. Gerak lurus berubah beraturan IV CARA KERJA 1.  : 1. 2. 5. Atur tinggi penjepit sesuai dengan perintah. Bila penjepit P di lepas. 4. Ulangilah percobaan di atas engan mengubah kedudukan meja C (ingat tinggi beban m2) 7. Catat kedudukan penyangkut beban B dan meja C (secara table) 5. catat waktu yang diperlukan gerak antara BC. Bila beban M1 dilepas.3. . Matikan stopwatch keduanyaketika beban terhenti di penjepit ketiga. Ulangilah percobaan di atas dangan mengubah-ubah kedudukan B catatlah selalu jarak AB dan waktu yang diperlukan. Ulangi percobaan di atas dengan menggunakan beban m3 yang lain. Ulangilah percobaan diatas dengan mengubah beban M3.

220.43 14.83 6.408.3 2M bandul = 119.3 gram R katrol = 6.6 24.BAB V Data Pengamatan Dan Perhitungan keadaan ruangan sebelum percobaan sesudah percobaan P(cm)Hg 75.1 25 2.76 1. T = 1.37 19.74 0. .45 T(s) 1.462.19 g = 980 cm/s² V(cm/s) 7.43 v(cm/s)  Diketahui : (s) 25 cm.21 0.3 2 4 15 2.6 25 2. V = s/t = 15/1.59 1.74 22.908.43 66.59. M(g) S(cm) T(s) 1 2 15 3.08 0.8 25 4.75 V(cm/s) 09.43 33.47 23.9 14.87 9.48 3.904 1.96 I(cm) 26.9 29.33 GLBB <gerak lurus berubah beraturan> No.53 71.72 14.16 11.5 T(°C) 29 29 C(%) 77 77 GLB <gerak lurus beraturan> No M(g) 1 2 2 3 4 6 S(cm) 15 25 15 25 15 25 α(cm/s) 2.11 0.875.11 268.59 = 9.814.9 GERAK LURUS BERATURAN  LEMPENG 2gr  Diketahui : (s) 15 cm.5 75.8 3 6 15 2.27 4.65 10.

T = 4. a = 2*s/t`2 = 2*25/4.3 + 2) }6. V = s/t = 25/1.6 (cm/gr`2)  LEMPENG 4gr.11 = 22. {7259.27 cm/s`2 V = a*t = 0.16 cm/s I = {m*g/a – (2M + m) } R`2 {2*980/0. a = 2*s/t`2 = 2*15/2.21 = 71. T = 0.3} = 268.6 = 11.3.65 cm/s I = {m*g/a – (2M + m) } R`2.8`2 = 30/14.74 = 14.44 = 2.6`2 = 30/6.3`2 = 50/18.814.904 cm/s I ={m*g /a – (2M + m) }R`2 {2*980/2.19`2.  Diketahui : (s) 15 cm.74.75.27*4.gr`2)  Diketahui : (s) 25 cm.11(cm.37 v(cm/s) LEMPENG 4gr Diketahui : (s) 15 cm. T = 2.      T = 1.43v(cm/s) Diketahui : (s) 25 cm.76 V = s/t = 15/0.8 = 7. T = 0.48 cm/s`2 V = a*t = 4. a = 2*s/t`2 = 2*15/3.76 = 19. V = s/t = 15/0.27 – (2*119.75 = 33.8.21.11.6 * 38.6.3 = 1. T = 1. Diketahui : (s) 15 cm.33v(cm/s) GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN  LEMPENG 2gr.7 * 38. V = s/t = 25/1.76 = 4.3+2) } 6.49 = 0.08 cm/s`2 V = a*t = 2.3} {701. V = s/t = 25/0.3} =26.53v(cm/s) LEMPENG 6gr. T = 3.6 *38.74 v(cm/s) Diketahui : (s) 25 cm.3 – 240.875.2 – 240.  Diketahui : (s) 15 cm.08 – (2*119. T = 0.19`2 {942.08 * 3. .48 * 2.

8`2 = 50/7.    {4*980/4.3 + 6) } 6. T = 2.3 + 4) } 6.3} = 14. a = 2*s/t`2 = 2*25/2.45 cm/s`2 V = s*t = 9.19`2. berat 2 gr dalam 15 cm di ukur dengan kecepatan stopwatch menghasilkan (t) 1.48 – (2*119.1 = 30/4.19`2.8 – 244.167.78 * 2.3 = 21. {6*980/9.735 cm/s I = {m*g/a – (2M + m) } R`2 . {622. {4*980/6.87 – ( 2*119.19`2.4 – (2*119.6 * 38. {855.5 – 242.3 + 6) } 6.84 = 6. a = 2*s/t`2 = 2*25/2. {875 – 242.1.6 * 38.78 cm/s`2 V = s*t = 6.8.1 = 14.6 * 38.45 (2*119.43 cm/s I = {m*g/a – ( 2M + m) } R`2 {6*980/6. jadi nilai V tidak konstan.3.3} = 14.2 – 244.3} = 24220.9 (cm/gr`2) Diketahui : (s) 25 cm.9 (cm/gr`2) PEMBAHASAN  GERAK LURUS BERATURAN Kenapa V tidak konstan? Jawab: Dari hasil penelitian praktek.4 cm/s`2 V = a*t = 6.29 = 9.92 cm/s I = {m*g/a – (2M + m) } R`2.24 .17 (cm/gr`2) LEMPENG 6gr.3 + 4) } 6.9 (cm/gr`2) Diketahui : (s) 25 cm.6 * 38.45 * 2.41 = 6. {612. .462.8 =17.4 * 2.3} = 23.408.  GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN Kenapa nilai I negative? Jawab: Sesuai perhitungan rumus nilai I terbukti negative karena nilai a kecil.19`2. T = 2. T = 2.3`2 = 50/5. Diketahui : (s) 15 cm. a = 2*s/t`2 = 2*15/2.

8 15 : 0.             3.0 = 3. karena dalam percobaan ini tetap berlaku hubungan antara kecepetan dan momen inersianya.. Tentukan besaran kecepatan gerak berubah beraturan tersebut secara hitungan dan grafik? 4. Tentukan besar kecepatan gerak beraturan tersebut secara hitungan dan grafik? 2.7 25 : 2. Apakah gerak tersebut benar-benar beraturan mengingat ketelitian alat? 3... jawab.8 = 8.5 15 : 0.Perbandingan baik pada jarak20 cm dan 30 cm pada GLB dan GLBB adalah semakin berat tambahan (beban lempengan ) yang di gunakan pada bandul akan semakin cepat penurunan dan .5 = 50 2. V = S : t 15 : 3. 1.2 = 20.6 = 11.. dari hasil ini apakah Hukun Newton benar-benar berlaku? 5.bandingkanlah harga kecepatan yang didapat dengan menggunakan beban tambahan yang berbeda 6.5 = 30 25 : 0.TUGAS AKHIR 1.24 25 : 2.6 = 19.2 = 10. 5.3 25 : 4..3 4. karena percepatan benda tersebut tidak beraturan sehingga tidak terlalu teliti.8 15 : 1.7 15 : 0.2 = 2.83 m/det.4 = 37. tidak.0 = 15 25 : 1. V = S : t 15 : 1.. tentukan momen inersia katrol bila diambil percepatan gravitasi setempat = 9.7 = 35. Ya.5 25 : 0.

100.133 – 208.Karena nilai untuk momen inersia tidak boleh negatif ( .0 =3.83 = ( 5.4 R : 6.. Faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan benda dalam menempuh pesawat Atwood itu disebakan oleh factor internal dan factor eksternal yang sangat biasa terjadi dalam melakukan percobaan yang butuh ketelitian.) BAB VI KESIMPULAN Dari percobaan pesawat Atwood ini.8 ) 36 = 197.66 .4+4) )6² = 3.009 Ini tidak boleh .Kecepatan ( V ) yang diperoleh akan semAkin besar. dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut : 1). 6. . 2).83 m/cm² m:2 s : 20 cm V : 100. Pesawat Atwood merupakan alat yang dapat dijadikan sebagai aplikasi atau sebagai alat yang dapat membantu dalam membuktikan Hukum-hukum Newton ataupun gejalagejala lainnya.83 1 = ( m. Setiap benda mempunyai perbedaan dalam menempuh jalur dari pesawat Atwood iniyang disebabkan oleh factor-faktor tertentu.menghasilkan t yang lebih kecil sehingga semakin t kecil. 3).36 = 71166.g-(V2+m)R² =(2.983-(2.Dengan : g : 9.

TUJUAN PERCOBAAN Menentukan koefisien muai panjang dari suatu logam 1. DASAR TEORI Padaumumnya ukuran suatu benda akan berubah apabila suhunya berubah.ac.tetapi pertambahan panjangnya berbeda. MENENTUKAN KOEFISIEN MUAI PANJANG DARI SUATU LOGAM 1.Penerbit Bina Cipta.blog. Hal ini mengakibatkan terjadinya pemuaian (ekspensi) pada seluruh padatan tersebut.DAFTAR PUSTAKA Inspirasi “google’’. Perubahan panjang akibat perubahan suhu dapat dirumuskan sebagai berikut : ΔL = ɣ .Penerbit Erlangga. untuk penambahan temperatur yang kecil. perubahan ukuran panjang akibat perubahan suhu adalah sangatlah nyata.denagn kata lain ukuran panjang bertambahnya ukuran panjang suatu benda karena menerima kalor. Jika suatu benda padat dipanaskan maka benda tersebut akan memuai kesegala arah.ketika tiga batang logam yang berbeda jenis (tembaga. (http://aryanto. .uns. II. (Lo). ΔT ɣ = ΔT/ Lo . Pada benda-benda berbentuk batang. 1/ ΔT (Saras dan Zamasky.FISIKA edisi ketiga jilid 1.keadaan temperatur akan mengakibatkan terjadinya penambahan jarak rata-rata atom bahan.almunium. Perubahan pada dimensi linier disebut sebagai muai linier.1981) Koefisien muai panajang suatu benda adalah perbandingan antara pertambahan panjang terhadap panjang awal benda persatuan kenaikan suhu . Lo. sedangkan penambahan ukuran luas penampang dapat diabaikan karenena kecilnya. jika penambahan temperatur ΔT adalah penambahan panjang ΔT.id/2009/09/12/pemuaian-panjang/) Peristiwa yang mengikuti penambahan temperatur pada bahan adalah perubahan ukuran dan keadaanya. maka pertambahan panjang pada tempertur (lt) akan sebanding dengan perubahan temperatur dengan panjang muai.besi) dan sama panjang walaupun panjang dari ketiga logam sama dengan mengalami kenaikan suhu yang sama. I. Sears & zemansky. Halliday Resnick.Fisika Universitas 1 edisi kedua..alat untuk membandingkan muai panjang dari berbagai logam adalah maschen brock.

T3=270C.Tiga batang logam . T2=270C. karena pertambahan kecil maka diamati perubahan posisi tuas sekala pada penggaris.1978) III. Tabel jenis logam Besi Mula-mula suhu : T1=270C. T3=270C. apabila perubahan sejauh N cm maka pertambahan panjang batang uji adalah N/M cm.(haliday resniek.Alat muai logam .Almunium . Posisi tuas sekala : 2 cm No 1 2 Suhu T10C Suhu T20C 98 98 98 98 Suhu T30C 98 98 Suhu T40C 98 98 Posisi tuas awal 2cm 2cm Posisi tuas akhir 3 cm 2. T4=270C. Posisi tuas sekala : 2 cm No 1 2 Suhu T10C Suhu T20C Suhu T30C Suhu T40C Posisi tuas awal 98 98 98 98 98 98 98 98 2 cm 2 cm Posisi tuas akhir 4.Tembaga . catat posisi ujung atas tuas sekala pada penggaris. Tabel jenis logam Tembaga Mula-mula suhu : T1=270C.Bejana uap .Besi . CARA KERJA Memasukkan batang logam kedalam selubung pemanas Memanaskan tuas sekala pada ujung logam dengan posisi seperti gambar. T4=270C. maka perubahan panjang logam uji akan menggeser ujung bawah tuas sekala. DAFTAR PERCOBAAN 1. Menghubungkan tabung pemanas dengan bejana uap Setelah air mendidih Mengalirkan uap ketabung pemanas Mengamati suhu termometer pada selubung pemanas dan perubahan posisi tuas sekalapada penggaris Pada saat termometer 1 konstan mencatat suhu termometer Pada saat termometer 2 konstan mencatat mencatat suhu termometer Pada saat termometer 3 konstan mencatat mencatat suhu termometer Pada saat termometer 4 konstan mencatat mencatat suhu termometer Mendinginkan selubung dengan mengalirkan air Ulangi percobaan dengan jenis yang berbeda.Termometer .Tuas skala . tiap logam 2x percobaan Mengukur perbandingan tuas V.2 cm 4 cm 1. T3=270C. .Kompor . IV. Tabel jenis logam Almunium Mula-mula suhu : T1=270C. T2=270C.Pendingin Apabila perbandingan L2/L1 adalah M. ALAT DAN BAHAN ALAT BAHAN .Selubung pemanas batang .8 cm 1. T2=270C. T4=270C.

A.08 cm Lt’ = (200 + 0. .08) = 200.11) = 200.Posisi tuas sekala : 2 cm No 1 2 Suhu T1 98 98 Suhu T2 98 98 Suhu T3 98 98 Suhu T4 98 98 Posisi tuas awal 2cm 2cm Posisi tuas akhir 3. PEMBAHSAN Setiap zat padat yang dipanaskan akan memuai dan pemuaian yang terjadi pada zat padat adalah pemuaian panjang.6 cm 2. LOGAM TEMBAGA Panjang mula almunium (Lt) = 200 cm Suhu mula-mula (t) = 0C = 27oC Suhu akhir (t’) = oC = 98 OC Pertambahan panjang = = 0. kemudian setelah dialiri uap panas terjadi penambahan panjang 0. dan tembaga. meskipun pada pemuaian pada zat padat ada nilai lebar dan tebal itu pun sangat kecil sehingga lebar dan dan tebal dianggap tidak ada. PERHITUNGAN Menentuka koefisien muai panjang α = = Perbandingan = = 10. dengan pertambahan panjang logam lamunium dapat menentukan muainya sebesar 5.8 cm Panjang mula-mula: Almunium : 200 cm Tembaga : 200 cm Besi : 200 cm VI. Pemuaian panjang utamanya pada zat padat. C.41×10-5/OC 1.08 cm Jadi α = = = = 5. LOGAM ALMUNIUM Panjang mula almunium (Lt) = 200 cm Suhu mula-mula (t) = 0C = 27oC Suhu akhir (t’) = oC = 98 OC Pertambahan panjang = = 0. B.08 cm sehingga panjang muainya berubah menjadi 200.20 cm Jadi α = = = = 1. koefisien muai panjang dan besar perubahan suhu.63×10-6/OC 1.11 cm Lt’ = (200 + 0. melainkan pemuaian panjang.08 cm.11 cm Jadi α = = = = 7.20) = 200. Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh beberpa faktor yaitu panjang awal benda.9 1. LOGAM BESI Panjang mula almunium (Lt) = 200 cm Suhu mula-mula (t) = 0C = 27oC Suhu akhir (t’) = oC = 98 OC Pertambahan panjang = = 0.75×10-6/OC VII.20 cm Lt’ =(200 + 0. Pada pada praktikum kali ini membahas tentang pemuaian panjang pada almunium. Contoh benda yang hanya mengalami pemuaian panjang saja adalah kawat kecil yang panjang sekali. Koefisien muai panjang suatu benda sendiri di pengaruhi oleh jenis benda atau jenis bahan. Pada percobaan tembaga panjang awal tembaga adalah 200 cm.63×10-6/OC. yang terjadi bukan pemuain volume. besi.

logam dapat memuai karena adanya peubahan suhu yang tinggi . 1981.ac.11 cm yang awalnya logam besi memiliki panjang 200 cm. diketahui panjang awal almunium sebelum memuai yaitu 200 cm setalah dialiri uap panas panjangnya bertambah sebesar 0. itu dikarnakan almunium memiliki titik lebur yang rendah dibanding dengan logam besi dan tembaga .html http://aryanto.id/2009/09/12/pemuaian-panjang/ Massachu.Selanjutnya pada percobaan besi diperoleh pertambahan panjang sebesar 0.uns. DAFTAR PUSTAKA http://ketutalitfisika.Dari percobaan yang telah dilakukan diketahui bahwa antara logam besi.75×10-6/OC VIII.11 cm dan koefisien muai besi 7. KESIMPULAN .blogspot.11 cm dan koefisienya menjadi 7.41×10-5/OC IX.setelah melakukan percobaan yang telah dilakukan diperoleh * pada percobaan besi dioperoleh pertambahan panjang sebesar 0.20 sehingga panjang muainya mejadi 200. .blog.Bertambahnya ukuran panjang suatu benda karena menerima kalor .75×10-6/OC Dan pada percobaan almunium. almunium dan tembaga yang mempunyai pertambahan panjang yang lebih besar adalah almunium. karena dialiri uap panas logam besi memuai dan panjangnya bertambah menjadi 200.20 cm dan muai 1.20 cm dan diperoleh muai sebesar 7.75×10-6/OC * pada percobaan tembaga diperoleh pertambahan panjang sebesar 0.com/2009/11/laporan-laboratorium-fisika-desainalat.63×10-6/OC * Sedangkan percobaan pada pada almunium diperoleh pertambahn panjang 0.08 cm dan koefisien muai sebesar 5.

3  ! ..   ' .507.2      % S       07.4-.3 80-0:2507.9.:7:8-07.37:.4-.2.3!079:3.9..2.!03.2        %8          ' .3 0..3 808:/.3 4         $ .3.9:7.3./.

-07.2  %8                          .3 4   $ .:7:8-07:-.9:7.8              07.

.2.

8             ' .2.

2 #.8                .2                      -.974   .2.3/: 7.

: 8 .8          #&#&$#%&#   !7 O09.2  %   '8.

9.

  .2. .

2  .8  O09.: 8 .

%   '8.

9.

.  .2.

8  !7 O09.2  %  '8.: 8 .

9.

 .2. .

: 8 .8  O09.2  %   '8.

9.

.2.  .

: 8 .2  %   '8.8  !7  O09.

9.

.  .2.

2  %   '8.8  O09.: 8 .

9.

 .2. .

2  %   . 8.8       #&#&$#&#%&#  !7  O09.: 8 .

9+ .

 + .

2.  .

8+ '.2. 9     .

8 2 .

   2 <#+   ..

       < +      <     <    .2  %   .: 8 .2 7+  O09. 8.

9+ .

 + .

  .2.

8+ '. 9    .2.

8 2 .

   2 <#+   ..

      < +       <    .2.

 8.7+  !7  O09.: 8 .2  %   .

9+ .

 + .

  .2.

9    .2.8+ '.

8 2 .

.   2 <#+  .

  .

2.       < +      <   .

7+  O09. 8.: 8 .2  %   .

9+ .

 + .

2.  .

2. 9    .8+ '.

8 2 .

   2 <#+    ..

       < +       <    .2.

7+  !7  O09.2  %   . 8.: 8 .

9+ .

  .

2.  .

8+ '8 9    .2.

8 2 .

.   2 <#+   .

2.       < +       <     .

 8.: 8 .2  %   .7+  O09.

9+ .

 + .

  .2.

2.8+ '8 9    .

8 2 .

.   2 <#+    .

2.      < +       <    .

9.- $08:..907-:930..9.357.703.    ./3.7+     !$  #&#&$#%&# 03.38945.37:2:83.'9/.3   #&#&$#&#%&# 03.203.0.850309.9..30.4389.'9/..3.2.9.- .3 9   .0 .4389.3 .8.5079:3.0.97/.90 -07.05.3.5.2/::7/03.3 0.5.7.

70.3.30.83. ..3 -07-0/.9 /03..390780-:980.05.2-.::30943-03.3/.3 9.9  %039:.37.307.3.5.-07:-..3 -0-.390780-:980.1  5.9:3.05.7.9:7.9.37.7.3 .5..-07.3 //.-07.8809025.9.9.7.37.9.7.7 -03.7-07.7-07.3 203:3.3/3.07..307.9:3.9:7.32033.1  /.:  -.3-08.  9039:..7.3-08.9:7..05.90780-:9-03.3242033078. 0.2-507.9 2.90909.7 -03.               %&$#   %039:.974-..3/.9.3 .05../.

 5.7.703.3   .:909      '$9 O   O   O   O   O   O     .7.  /.3/.05.3 3 909.  .507.3.3 .3  .3 -0-.90780-:99/.2 5.-   '$9 O  O   O   O   O   O     9/./.9:7....3 .3802.3/:3.35.../..3 .703. .  .: :-:3. /.2 /.3 -. 802.9503:7:3.3-03/. 0.3 -07.3 /.05.5 -07.0509.3242033078..-.2 507.9 9.3/:.   !07-.3.9/./.907././09  . .39.2-.3803.3/3.302503.4-.-07.9.

803. 0..390.3 '  .3  2.802.3 8023-08.8.3 0-0.3/50740.203.39.7   03.05.9.

91                    ' $!&  .380-.3/.947089073.2  2 8 ..947 1.9202-.3.3401.9479079039:   ...:5:30.9/...-..3.380-. 0.5.3::2 ::20943.9./.:..2 20.3/.2203025:508.9944/ 3.7508.9944/207:5....3508.9/..3.-07:9    !08.3507.:39:242033078.3/..3/80-.9/...9-.:80-..2 '  #    2  ' 2 #                          39/.-.703...3507-0/.4-.38.2202-:9.3       .2-0825:.2025:3..4-.3401.3-:9:0909..9.-4030.8./.5-03/.94739073.907..//.3.5.31..947.9944/3 /./.5..507-0/.9944/ 9:/80-.3-03/.-40 .   $09...9..2203025:..9 ...5.33.39:/..:7/.947 1.8.32030-.7507.

5.5.-.$0/809.!0307-93.. -07-039:-.380-.70303./.-07:-.3.8::3.    %& $&!#$&%&     %&&!#  03039:..9/7:2:8.38::..9 507:-.38::/.   $0.:2:23.25..9507:-.8503.2-.3.3-07:-.3...3 503.5.8 440   ..#083.9:4.-. 80/.35.3.3.78:.9/.3.78 02./.2    $#% # !.  59.38 8.35..9.34018032:.3. !07:-.9:-03/.-.-03/./. -03/...9.0.&3..3.8.3 507:-.3::7.0789.3:. !.-.            %#!&$%  3857.3.3/.5.::7.38:.9.3./.3::7.3.3/.80/80/:.-07:9   4 % %./!0307-97.

4 .

38:: .9:-03/.38::.:5:3 5...2.-03/./.3.3. .5.3/3.-03/.9.35.39.% $..3 5.3.../. 909..3.4.3-07-0/.::7.3.2-..38./03.203.2:3:2 -08 /.8:.709..-07-0/.8.080.3/3.3.28.3/.. 09.3.9.90780-:9 .203072.703.7.8   4018032:.9:-03/.. .8.2-.32..2.5.5079.3-079.3.2.9.35.3.8/..038 902-.2..303.-.2. /03.03 -74.9/5.3.3.2.5 5.3.9:-03/.3.7...5..38:./.7-07-.47 .3::7.2-.3202:.3.34.2.5.4..3907.7.33.38:.3/.3./.5078.35.38...55079.507-.9:.  995.32:.9:39:202-.3203..3.

.

7.394 -4 :38 ... /.

 .

.

.

502:.3 5..3.3.

.2:./.307 ../. 7.3902507.  4  .5079.3203.3902507.35.35...9:7%./.80:7:5..-.3  .3902507.././.503.7.9:7/03.9.9:7.-.9.3 80-.3902507../3.2-.2-..3 085038 5.9:75.502:.3 % :39:503.3507:-.9:7..507:-..3/3/03.3::7.-.390780-:9 !07:-.3203:9503.503.9.3907. 2.35.. 0./././.2-..3203.9.2-.3.3..3902507.3907...32:.30.7.9025079:7 9 .3..  !0789...3.3 0./.3. /2038307/80-:980-.3/.35.942-.2-...503../3.35.2-..9.3.

3.2 !03/33 5..9.3/3.88.4.34.-.5 %.-.8-.:.92:. %02-.507-. $0:-:3502...2 08 %:.3 2:3:2 42547 %072420907 0.70830    % % ./.3.3.9.

/./....507:-.30. 9:.3..2:.703. .35.32030807::3-.5.22..3.34..2-.3-..9507:-..-.../.9./.354889:. 2..5079..880.503..78 .2.5.:...380.3:. 507:-.35.2-.880..5079.2.

/.3-07-0/.2 .2 4 $::%  $::%        $::%    $::%    !4889:.95488::3.2507.2   %..9.35488805079.5.-00384.8.3:.4-.2  ' ## 02.98::90724209075.7  .990724209074389.8./..39:.8.20/.-:3502.22:3:2 :.3.3507:-.../.7 .9203.8::%  %  %  %   !4889:.8 .3203../. 9..9.39.3/3..2   %.509.5.-00384.3-0..880.7.503.2%02-.3.880. 2:..-:3502.2 .2/03.8 .8.80:-:3502.9.:.98::9072420907 !.8.2-..9.2 !4889:.208 :.503.990724209074389.9203.8 ' %#!#    %..8/03.34.7  .3203. :.8 03.8::%  %  %  %   !4889:.54. !4889:.3/03.3-.3.9.3.89:./.990724209074389..9.2  .8:...3..3203.98::9072420907 !.9.98::9072420907 03/33..2 .78  03:-:3.9..3203.880...8::%  %  %  %   . 2:.3203.380:-:3/03.280:-:3502.880.990724209074389.4-.2 4 $::% $::%  $::%  $::%  !4889:.5.-00384./..3 03::7507-.3...3507..9203..98::9072420907 !.8/.8 02./.::34.7.39:...7203// 03..3038.5$090./.2.8.3.2 .78 !.354889:. 2:.9.880..7 &.8.           .9.

2 !4889:.3.2  .8 ..2 08 . .3.4018032:.5..2 ' !#%& 03039:.2 %02-. 2:. . 2:3:2 ..8 ..3.!4889:.880.2 4 $::%     $::%   $::% $::%     !4889:.32:.2 !.7  .2 .

3. 9  4 $::.3  .35.3.3      && !.2 .2:3:2 9  . 2:..7 9 4  !079.2 9        .2 $::2:./.3/3.32:.2-.. !07-.

   .

32:. 2:.2 .3.2 9       .35..2-.. 9  4 $::.3./.7 9 4  !079.      % !.2 $::2:.2:3:2 9  .3 .

   .

./.2 .7 9 4  !079.2 $::2:.3.      $ !.2:3:2 9  .3 .3.2 9       .35.2-. 9  4 $::. 2:.32:..

   .

57.9:-03/.9:5:38.3./.5.3202-.89039.3.7/.80-08.2-.3.38:.59/.3 2085:35.5.35.90.7   .3907./..35./..9:2.95.9.203../.3. ./.3.3 8:: 4018032:.95.4-.2 /03./-:.3.3.8 907.9:5.:038-.3/.203.. 4018032:.502:.3.35.-03/..35../.2:3:2 -08 /.9.7:.3.3/5.  ' !$ $09.3.3 ....3./.3..3/..-07:-./.5..9.0-./.3.2:3:2/...2 502:..3 4394-03/.3.9.0-..95.3...2...3202:./.390-. 803.3.9 ./.507.8../503.2.3-08..3.95.35./.3./.3502:..55..2-. 502:./ ././.3 5079./.35.3..35.. !02:.390-..3..803/7/503. !02:.947./.380.38:.3.5.32:.3.32:.3.  !..35.9:-03/.34.2803. /503.35.3.7/.90...3902-.5./....5.3.3502:.3.3.5.3  !.3.3 907.1.7507:-.3...3902-.3:9.7:40038-03/.3502:.35.3.2 02:/./../5./.3502:.7:40-0-075.9203039:.4:20 20.38090.5.38.35.902-.

  .

$0.3:93.703.3.3.5.3-08/507405079.3401803.507.3 .35.3.35.3.2/.4..2-08202:. 203.380-08.2-./ .55.4-./.2-.-079./.203.3..2.2 -082025.33./../   .7:.7 .84.2 .3.

/  ..7   .2-.55.80-08.3.35.9: .:5.507.32:.80-08..3.7  803..3.20.2809.5.3.3.2/./. /.33.3..2:3:2 /09.-079.  .7:.3 /507402:.3.85.4-..2:3:280-0:2202:.

2-08 ..2-.. .35.34018032:.:.34.2:3:2 202990-:7.3.3.3.:-.30--08...3507.39.9202:.3902-.32025:3.2/.5.3.3.203072.35.:.7 .4-.2/..38::..390.5079.3902-./.380-08.47 4.2-.3.4-.2:3:2 9:/.2:3:2/.3/09.3703/.393 ./.  ' $!& 079.3.4.. 8090.9:-03/.7.4-.73.703.50:-./.2-.7507.....3/3/03.:.703.3-08/4507405079./../.507.3.3/50740 5.20.2-08/..390.::7.-08    .38:..7../-.3..35..

2-..4-./.507..7 .  5..3902-.34018032:./507405079.380-08.80-08.2/.3.7    .35.

32:..2-.3.5.2/.3  ..    .3507.35.  $0/./.35./.4-.3.2:3:2/507405079.

  %#!&$% 995.

.

-48549 .09:9.918.42.

 .

.

3 . /08.-47.947:2 18..547.9 92 995..3 .

.

394 -4 :38 ..7. /..

 .

.

.

3.3..502:.3 5.

.:    .88. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful