P. 1
Makalah Pengantar Ilmu Fiqh

Makalah Pengantar Ilmu Fiqh

|Views: 2,701|Likes:
Published by Awal Success

More info:

Published by: Awal Success on Oct 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

MAKALAH PENGANTAR ILMU FIQH

TENTANG

PEMBENTUKAN MADZHAB-MADZHAB FIQH

OLEH NAMA

: KELOMPOK 4 : -----------------• MUHAMMAD AWALUDIN • FAIZIN • AHMAD JUPRI SAMSURI • ALAN PURWANSYAH : AS – A : I ( SATU )

JURUSAN SEMSTER

--------------------------------------------------------------------------------------------------------

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) MATARAM

2010
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Swt, yang telah melimpahkan rahmat taufik dan hidayahnya kepada kita semua. Dan tak lupa pula salawat serta salam kami haturkan kepangkuan baginda nabi besar Muhammad Saw, karena berkat perjuangan dan usaha beliau kita semua dapat menikmati islam dengan sebaik-baiknya agama. Syukur alhamdulillah makalah ini bisa selesai tepat pada waktunya. Didalam makalah ini kami akan membahas tentang “Pembentukan Madzhab-Madzhab Fiqh”. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Dosen Mata Kuliah Pengantar Ilmu Fiqh ( M. Noor, M.HI ) yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada kami untuk membuat makalah ini. Dengan rendah hati, kami ingin menyampaikan beribu maaf apabila terjadi kesalahan dan kekeliruan pada penulisan makalah ini. Kami juga mohon kritik dan sarannya dalam penyempurnaan makalah ini, karena kami masih dalam tahap belajar. Akhirul kalam jazakumullahu khairon ,wassalam.

Mataram, 28 Oktober 2010

Penyusun

1 Pengertian madzhab a.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Factor – factor yang menimbulkan madzhab 2.1 Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA .1 1.2 Latar Belakang Tujuan BAB II PEMBAHASAN 2.3 Macam – macam madzhab Dasar – dasar madzhab BAB III PENUTUP 3. Titik tolak atau sejarah pembentukan madzhab b.2 2.

Karena itulah. dan bahkan secara amat dominan. atau lebih tepatnya actual working bagi karakterisitik perkembangan Islam itu sendiri. terutama dalam masyarakat-masyarakat agama yang sedang mengalami modernisasi. Hal tersebut merupakan persoalan yang tidak pernah usai di manapun dan kapanpun. tetapi dengan sendirinya menawarkan kemungkinan baru bagi perkembangan Islam berikutnya. latar belakang munculnya madzhab 3. 1.mewarnai dan memberi corak bagi perkembangan Islam dari masa ke masa. Paling tidak. macam – macam madzhab dalam fiqh . Kehadiran fiqih ternyata mengiringi pasang-surut perkembangan Islam.terutama fiqih abad pertengahan -.2 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar kita khususnya para mahasiswa dapat memahami dan mengerti tentang : 1.BAB I PENDAHULUAN 1. kajian-kajian mendalam tentang masalah kesejahteraan fiqih tidak semata-mata bernilai historis. karena pertumbuhan dan perkembangan fiqih menunjukkan pada suatu dinamika pemikiran keagamaan itu sendiri. evolusi historikal dari perkembangan fiqih secara sungguh-sungguh telah menyediakan frame work bagi pemikiran Islam. Di lain pihak.1 Latar Belakang Belakangan ini penelitian tentang sejarah fiqih Islam mulai dirasakan penting. pengertian mazhab. 2. fiqih -.

bahwa ketika agama Islam telah tersebar meluas ke berbagai penjuru. Di dalam sejarah dijelaskan 1 2 www.BAB II PEMBAHSAN 2. Generasi ketiga ini dikenal dengan Tabi’it Tabi’in. sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak.1 Pengertian Madzhab Mazhab adalah istilah dari bahasa Arab. banyak sahabat Nabi yang telah pindah tempat dan berpencar-pencar ke negara yang baru.wikipedia. Dengan demikian. Setelah berakhirnya masa sahabat yang dilanjutkan dengan masa Tabi’in. Sejalan dengan pendapat di atas.org Pengantar ilmu fiqh . Perbedaan para sahabat disebabkan karena ra’yu. dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah. a. kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya. Sementara Jalaluddin Rahmat melihat penyebab ikhtilaf dari sudut pandang yang berbeda. yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian. Ia berpendapat bahwa salah satu sebab utama ikhtilaf di antara para sahabat adalah prosedur penetapan hukum untuk masalah-masalah baru yang tidak terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Qasim Abdul Aziz Khomis menjelaskan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan ikhtilaf(perbedaan pendapat) di kalangan sahabat ada tiga yakni : 2 1. muncullah generasi Tabi’it Tabi’in. Perbedaan para sahabat dalam memahami nash-nash al-Qur’an 2. Ijtihad para Sahabat dan Tabi’in dijadikan suri tauladan oleh generasi penerusnya yang tersebar di berbagai daerah wilayah dan kekuasaan Islam pada waktu itu. Titik Tolak atau Sejarah Pembentukan Madzhab Sebagaimana diketahui. Menurut para ulama dan ahli agama Islam. Perbedaan para sahabat disebabkan perbedaan riwayat 3. bagian-bagiannya. 1Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati. kesempatan untuk bertukar pikiran atau bermusyawarah memecahkan sesuatu masalah sulit dilaksanakan.

dan itu pun masih dalam rangkaian mewujudkan revolusi aqidah untuk mengubah sistem kepercayaan masyarakat jahiliyah menuju penghambaan kepada Allah SWT semata. Periode tahrir. Periode awal ini juga dapat dibagi menjadi periode Makkah dan periode Madinah.W. dan yang terakhir adalah periode kemunduran fiqih . (11 H.).A. ayat-ayat tentang . Pada periode Makkah. Periode risalah.bahwa masa ini dimulai ketika memasuki abad kedua hijriah. Periode awal pertumbuhan fiqih. tetapi hanya delapan atau sembilan mazhab saja yang dapat diketahui dengan jelas dasar-dasar dan metode fiqhiyah yang mereka pergunakan. Dari sini pula kita dapat merumuskan apa sebab-sebab munculnya mazhab pada periode ini.W lebih banyak tertuju pada masalah aqidah. takhrij dan tarjih dalam mazhab fiqih. Yaitu Periode risalah. tabiin hingga munculnya mazhab-mazhab fiqih pada periode ini. Periode keemasan.).)./632 M. Muhammad Khudari Beik (ahli fiqh dari Mesir) membagi periodisasi fiqh menjadi enam periode. Imam Sufyan bin Uyainah (wafat 198 H. Periode ini dimulai sejak kerasulan Muhammad S.W.W. Imam Abu Hanifah al-Nu’man bin Tsabit bin Zuthi (wafat 150 H. 1.). Maliki.A. Namun mazhab-mazhab muncul pada periode ini tidak terbatas pada empat mazhab – Mazhab Hanafi.A. Imam Auza’ie Abu Amr Abdur Rahman bin Amru bin Muhammad (wafat 157 H.A. Pada periode ini kekuasaan penentuan hukum sepenuhnya berada di tangan Rasulullah S. Sumber hukum ketika itu adalah Al-Qur'an dan sunnah Nabi S. sampai wafatnya Nabi S. risalah Nabi S. Periode khulafaurrasyidun.A.W.).) . Imam Muhammad bin Idris al Syafi’ie (wafat 204 H.).).). Syafi’ie dan Hambali – seperti yang ada sekarang. Imam Sufyan bin Said bin Masruq al-Tsauri (wafat 160 H. Thaha Jabir Fayyadh al-‘Ulwani berkesimpulan bahwa saat itu muncul sekitar tiga belas mazhab yang semuanya berafiliasi sebagai mazhab yang “Ahlu Sunnah”. Ayat hukum yang turun pada periode ini tidak banyak jumlahnya.). dan Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal (wafat 241 H. Dr. Imam Malik bin Anas al-Anshari (Wafat 179 H. Para imam mazhab-mazhab itu adalah : Imam Abu Sa’id bin Yasar al-Bashir (wafat 110 H. Imam Laits bin Sa’d (wafat 157 H. di mana pemerintahan Islam dipegang oleh Daulah Abbasiyyah. Dari mata rantai sejarah ini jelas terlihat bahwa pemikiran fiqih dari zaman sahabat. Pada periode Madinah.

/644 M. Pada masa ini. 3. Ijtihad ini dilakukan ketika persoalan yang akan ditentukan hukumnya tidak dijumpai secara jelas dalam nash. sehingga perhatian para penguasa Abbasiyah terhadap berbagai bidang ilmu sangat besar. 4. Periode ini dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad S.-656 H. Masa ini dimulai pada pertengahan abad ke-1 sampai awal abad ke-2 H. Pada masa ini seluruh persoalan hukum diturunkan Allah SWT.W sampai Mu'awiyah bin Abu Sufyan memegang tampuk pemerintahan Islam pada tahun 41 H.W./750 M.) yang naik ke panggung pemerintahan menggantikan Dinasti Umayyah memiliki tradisi keilmuan yang kuat. Seperti periode sebelumnya. periode ini termasuk dalam periode Kemajuan Islam Pertama.)./661 M.A.A. disamping Al-Qur'an dan sunnah Nabi S. Perkembangan pemikiran ini tidak saja dalam bidang ilmu agama.). ciri khas yang menonjol pada periode ini adalah semangat ijtihad yang tinggi dikalangan ulama. Periode ini dimulai dari awal abad ke-2 sampai pada pertengahan abad ke-4 H. Periode ketiga ini merupakan titik awal pertumbuhan fiqh sebagai salah satu disiplin ilmu dalam Islam. sehingga berbagai pemikiran tentang ilmu pengetahuan berkembang. sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat daerah tersebut. baik yang menyangkut masalah ibadah maupun muamalah. Dinasti Abbasiyah (132 H. 33 H. tetapi juga dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan umum lainnya. 2. Para penguasa awal Dinasti Abbasiyah sangat mendorong fuqaha untuk melakukan ijtihad dalam mencari formulasi fiqh guna menghadapi persoalan sosial yang semakin kompleks..hukum turun secara bertahap./1258 M. Sumber fiqh pada periode ini. ijtihad sudah merupakan upaya yang luas dalam memecahkan berbagai persoalan hukum yang muncul di tengah masyarakat. Perhatian para penguasa Abbasiyah terhadap fiqh misalnya dapat dilihat ketika Khalifah Harun ar-Rasyid ./634 M. Periode keemasan. munculnya berbagai fatwa dan ijtihad hukum yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain. juga ditandai dengan munculnya berbagai ijtihad para sahabat. Periode awal pertumbuahn fiqh. Dalam periode sejarah peradaban Islam. Dengan bertebarannya para sahabat ke berbagai daerah semenjak masa al-Khulafaur Rasyidun (terutama sejak Usman bin Affan menduduki jabatan Khalifah. khususnya setelah Umar bin al-Khattab menjadi khalifah (13 H. Periode al-Khulafaur Rasyidun.

o Dorongan para penguasa kepada para hakim (qadi) untuk menyelesaikan perkara di pengadilan dengan merujuk pada salah satu mazhab fiqh yang disetujui khalifah saja. Ulama fiqh lebih banyak berpegang pada hasil ijtihad yang telah dilakukan oleh imam mazhab mereka masing-masing. Yang dimaksudkan dengan tahrir. dan tarjih Periode ini dimulai dari pertengahan abad ke-4 sampai pertengahan abad ke-7 H. . Akibat dari tidak adanya ulama fiqh yang berani melakukan ijtihad secara mandiri. Periode tahrir. Diantara kitab fiqh yang paling awal disusun pada periode ini adalah al-Muwaththa' oleh Imam Malik. paling tidak ada tiga faktor yang mendorong munculnya pernyataan tersebut. 5. Sekalipun ada ulama fiqh yang berijtihad. dan Zahir ar-Riwayah dan an-Nawadir oleh Imam asy-Syaibani. Kitab usul fiqh pertama yang muncul pada periode ini adalah arRisalah oleh Imam asy-Syafi'i. Artinya ulama fiqh tersebut hanya berstatus sebagai mujtahid fi al-mazhab (mujtahid yang melakukan ijtihad berdasarkan prinsip yang ada dalam mazhabnya). muncullah sikap at-ta'assub al-mazhabi (sikap fanatik buta terhadap satu mazhab) sehingga setiap ulama berusaha untuk mempertahankan mazhab imamnya. Periode ini ditandai dengan melemahnya semangat ijtihad dikalangan ulama fiqh. al-Amin dan al-Ma'mun. dan al-maslahah al-mursalah. Menurutnya. maka ijtihadnya tidak terlepas dari prinsip mazhab yang mereka anut. seperti teori kias. dan tarjih adalah upaya yang dilakukan ulama masingmasing mazhab dalam mengomentari.(memerintah 786-809) meminta Imam Malik untuk mengajar kedua anaknya. al-Umm oleh Imam asy-Syafi'i. Periode keemasan ini juga ditandai dengan dimulainya penyusunan kitab fiqh dan usul fiqh. takhrij. takhrij. o Munculnya sikap at-taassub al-mazhabi yang berakibat pada sikap kejumudan (kebekuan berpikir) dan taqlid (mengikuti pendapat imam tanpa analisis) di kalangan murid imam mazhab. Mustafa Ahmad az-Zarqa mengatakan bahwa dalam periode ini untuk pertama kali muncul pernyataan bahwa pintu ijtihad telah tertutup. sehingga mujtahid mustaqill (mujtahid mandiri) tidak ada lagi. memperjelas dan mengulas pendapat para imam mereka. Teori usul fiqh dalam masing-masing mazhab pun bermunculan. istihsan.

6. Muncul ketentuan dikalangan ulama fiqh bahwa ketetapan pihak penguasa dalam masalah ijtihad wajib dihormati dan diterapkan. Contohnya. Periode kemunduran fiqh.o Munculnya gerakan pembukuan pendapat masing-masing mazhab yang memudahkan orang untuk memilih pendapat mazhabnya dan menjadikan buku itu sebagai rujukan bagi masing-masing mazhab. Sekalipun ketetapan ini lemah. baik dalam menetapkan hukum Islam dan penerapannya maupun menentukan pilihan terhadap pendapat tertentu. o Muncul beberapa produk fiqh sesuai dengan keinginan penguasa Turki Usmani. fungsi ulil amri (penguasa) dalam menetapkan hukum (fiqh) mulai diakui. tanpa menguraikan tujuan ilmiah dari kerja hasyiah dan takrir tersebut.'Adliyyah (Hukum Perdata Kerajaan Turki Usmani) pada 26 Sya'ban l293. namun karena sesuai dengan tuntutan kemaslahatan zaman. atau paling . dan lebih jauh muncul pula pernyataan haram melakukan talfiq. Dari sini muncul sikap taqlid pada mazhab tertentu yang diyakini sebagai yang benar. Masa ini dimulai pada pertengahan abad ke-7 H. o Munculnya upaya pembukuan terhadap berbagai fatwa. sampai munculnya Majalah al-Ahkam al. ulama fiqh lebih banyak memberikan penjelasan terhadap kandungan kitab fiqh yang telah disusun dalam mazhab masing-masing. Pada masa ini. seperti diberlakukannya istilah at-Taqaddum (kedaluwarsa) di pengadilan. Penjelasan yang dibuat bisa berbentuk mukhtasar (ringkasan) dari buku-buku yang muktabar (terpandang) dalam mazhab atau hasyiah dan takrir (memperluas dan mempertegas pengertian lafal yang di kandung buku mazhab). Perkembangan fiqh pada periode ini merupakan lanjutan dari perkembangan fiqh yang semakin menurun pada periode sebelumnya. Meskipun pada dasarnya bentuk transaksi itu dibolehkan syara'. pihak penguasa melarang berlakunya suatu bentuk transaksi. tetapi atas dasar pertimbangan kemaslahatan tertentu maka transaksi tersebut dilarang. Disamping itu. Periode ini dalam sejarah perkembangan fiqh dikenal juga dengan periode taqlid secara membabi buta. sehinga aktivitas ijtihad terhenti. sehingga banyak bermunculan buku yang memuat fatwa ulama yang berstatus sebagai pemberi fatwa resmi (mufti) dalam berbagai mazhab. Mustafa Ahmad az-Zarqa menyatakan bahwa ada tiga ciri perkembangan fiqh yang menonjol pada periode ini.

pada masa Rasulullah s. wafat barulah timbul perselisihan dalam kalangan umat islam di bidang ushul dan bidang furu’. Golongan sahabat ini merupakan mereka yang ememahami.w. Ada dua golongan sahabat yang melakukan usaha pemebntukan madzhab : 1. Akan tetapi. Di akhir periode ini muncul gerakan kodifikasi hukum (fiqh) Islam sebagai mazhab resmi pemerintah. Sesudah Rasulullah s. baik dalam bidang pokok agama maupun dalam bidang cabang – cabang agama.w. Sedang dibidang amaliyah. tidaklah terjadi perselisihan. seperti Majalah al-Ahkam al-'Adliyyah yang merupakan kodifikasi hukum perdata yang berlaku di seluruh Kerajaan Turki Usmani berdasarkan fiqh Mazhab Hanafi.a. hidup. Faktor – factor yang menimbulkan madzhab 3 . b. Golongan para sahabat ini merupakan mereka yang membatasi diri dalam petunjuk lafaz saja dan mereka hanya menyebut makna yang lahir saja (jelas adanya). Fatwa ini dikemukakan oleh Maula Abi as-Su 'ud (qadi Istanbul pada masa kepemimpinan Sultan Sulaiman al-Qanuni [1520-1566] dan Salim [1566-1574] dan selanjutnya menjabat mufti Kerajaan Turki Usmani).a.tidak untuk melaksanakan transaksi tersebut diperlukan pendapat dari pihak pemerintah. Oleh karena itu. Golongan para sahabat yang tidak berani memberi fatwa – fatwa terhadap kejadian – kejadian yang baru. 2. dan berani memberi fatwa baru tanpa ragu.a. Perselisihan yang terjadi dikalangan sahabat ialah mengenai pendapat bahwa : “apakah Nabi benar – benar meninggal atau hanya diangkat Allah saja” 3. perselisihan para sahabat ialah dalam hal pemerintahan yaitu mengenai khlifah dan sekitar kaum yang murtad.Semasa Rasulullah s.w. Misalnya. Golongan para sahabat yang berani membahas dan menganalisa. beliau merupakan madrasah utama umat islam dalam mempelajari segla urusan agama dan yang berhubungan dengan urusan agama dan dunia. khilaf. seseorang yang berutang tidak dibolehkan mewakafkan hartanya yang berjumlah sama dengan utangnya tersebut. mendalami di jiwa syari’at. Hal ini ditandai dengan prakarsa pihak pemerintah Turki Usmani. perselisihan – perselisihan yang timbul itu merupakan titik tolak bagi lahirnya berbagai madzhab dikemudian hari. karena hal itu merupakan indikator atas sikapnya yang tidak mau melunasi utang tersebut.

mereka berbaur dengan budaya. Qadi. Pada masa tabi’in. ijtihad sudah mempola dua bentuk yaitu yang lebih banyak menggunakan ra’yu yang ditampilkan “Madrasah Kufah”. 3. 2. serta tradisi bangsa tersebut. Akibat jauhnya Negara-negara yang ditaklukkan dari pemerintahan Islam. dll. Irak. membuat para Gubernur. mencakup wilayah-wilayah di semenanjung Arab. Syam. Jalan yang ditempuh seorang mujtahid dengan menggunakan ilmu ushul dan metode tertentu untuk menghasilkan suatau pendapat tentang hukum. dan para Ulama harus melakukan ijtihad guna memberikan jawaban terhadap problem dan masalah-masalah baru yang dihadapi. Mesir. terinci. Pada masa ini para mujtahid lebih menyempurnakan lagi karya ijtihadnya antara lain dengan cara meletakkan dasar dan prinsip-prinsip pokok dalam berijtihad yang kemudian disebut “ushul”. Masing-masing madrasah menghasilkan para mujtahid kenamaan. Pergaulan bangsa Muslimin dengan bangsa yang ditaklukkannya.Secara umum penyebab muncul adanya madzhab adalah disebabkan oleh tiga factor yang sangat menentukan bagi perkembangan hukum Islam sesudah wafatnya Rasulullah yaitu: 1.2 Macam – macam madzhab . Karena antar para mujtahid itu dalam berijtihad menggunakan ilmu ushul dan metode yang berbeda. Meluasnya daerah kekuasaan Islam. kemudian disebut ‘mazhab’ dan tokoh mujtahidnya dinamai ‘imam mazhab’. dan yang lebih banyak menggunakan hadis atau sunnah yang ditampilkan “Madrasah Madinah”. setiap mujtahid dapat menyusun pendapatnya secara sistematis. dan operasional yag kemudian disebut “fiqh”. Langkah dan metode yang mereka tempuh dalam berijtihad melahirkan kaidah-kaidah umum yang dijadikan pedoman oleh generasi berkutnya dalam mengembangkan pendapat pendahulunya. 2. Persia. maka hasil yang mereka capai juga tidak terlalu sama. Mujtahid yang mengembangkan rumusan ilmu ushul dan metode tersendiri disebut “mujtahid mandiri”. adat-istiadat. mereka langsung merujuk pada dalil syara’ dan menghasilkan temuan orisinil. Dalam berijtihad. Dengan cara ini.

Metode ushul yang digunakan Abu Hanifah banyak bersandar pada ra’yun. Imam Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab fiqh berdasarkan kelompok-kelompok yang berawal dari kesucian (taharah).). sehingga Al-Manshur melakukan pembunuhan itu. Hingga terciptalah Madzhab beliau atau yang sering kita kenal dengan Madzhab Hanafi. memberi keterangan palsu pada Al-Manshur. Abu Dawud. diriwayatkan bahwa khalifah Al-Manshur memberi minuman beracun kepada imam Abu Hanifah dan dia pun meninggal sebagai syahid. Para ahli sejarah bersepakat beliau meninggal pada bulan rajab tahun 150 H dalam usia 70 tahun. ‘abid. Imam Hanafi (Tahun 80 – 150 H. sebagaimana yang disampaikan dalam Kitab Al-Baar Adz-Dzahabi berkata.Mazhab Maliki .). khusyu’ dan tawadhu’. Kemudian ia bersandar pada qiyas. mengudang reaksi kalangan ulama . yang kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya seperti Malik bin Anas. Latar belakang kematiannya karena ada beberapa penyebar fitnah yang tidak suka pada Abu Hanifah. Imam Syafi'i. Bukhari. dan ada sebuah riwayat shahih mengatakan bahwa ketika merasa kematiannya dekat.Mazhab Hanafi Imam Abu Hanifah adalah seorang imam yang terkemuka dalam bidang qiyas dan istihsan. b. Muslim dan lainnya . Abu Hanifah bersujud hingga beliau meninggal dalam keadaan bersujud . zuhud. Imam Maliki (Tahun 93 – 179 H. Beliau mempergunakan qiyas dan istihsan apabila tidak memeperolah nash dalam kitabullah. Begitu pula halnya dengan istihsan yang ia jadikan sebagai sandaran pemikiran mazhabnya. sunnaturrasul atau Idjma’. Semua literatur yang mengungkapkan kehidupan Abu Hanifah menyebutkan bahwa Abu Hanifah adalah seorang ‘alim yang mengamalkan ilmunya. Nama beliau yang sebenarnya adalah Imam Abu Hanifah al-Nu’man bin Sabit bin Zauti lahir pada tahun 80 H. Semoga Allah memberikan rahmat kepadanya.a. taqiy. Pada akhir hayatnya Abu Hanifah diracuni. shalat dan seterusnya. yang ternyata banyak menimbulkan protes di kalangan para ulama yang tingkat pemikirannya belum sejajar dengan Abu Hanifah. di kota Kuffah pada masa Dinasti Umayyah . setelah pada Kitabullah dan As Sunnah. wara’.

khususnya ilmu hadits dan fiqih. Ia lahir pada tahun 93 H. Karya-karya Imam Malik begitu banyak. sesudah itu beliau berpegang kepada As-sunnah. Pada umur sekitar tujuh tahun Imam Syafi’i sudah menghafal Al-Qur’an. Sejak muda ia sudah menghafal AlQur’an dan sudah nampak minatnya dalam ilmu pengetahuan. Sebagian besar riwayat menyebutkan bahwa Imam Syafi’i lahir di daerah Ghazza. ia menunjukan kepada 70 ahli fiqh Madinah . Dalam sumber lain menyebutkan bahwa nama lengkap beliau adalah Malik bin Anas bin Malik bin Abu ‘Amir bin ‘Amr bin Al Harits bin Ghaiman bin Khutsail bin ‘Amr bin Al Harits Al Himyari Al Ashbahi Al Madani . pada kakeknya. Dalam hal ini Imam malik tidak memberi kepada qiyas kedudukan yang diberikan oleh abu Hanifah.)-mazhab Syafi’i Ia bernama Abu Abdullah. Selain pengembaraan intelektual dan keilmuan yang sedemikian rupa . Imam Syafi’i (Tahun 150 – 204 H. yang merupakan kakek dari kakek Nabi . fiqih Imam Syafi’i juga merupakan refleksinya. dan dalam penyusunannya ia menghabiskan waktu 40 tahun. Abdi Manaf ayahnya meninggal ketika ia masih kecil. Ia dipandang ahli dalam berbagai cabang ilmu. di antaranya yang paling populer adalah Al Muwatta’ yang berarti ‘kemudahan’ atau ‘kesederhanaan’. Syam (Palestina) dari keturunan Quraisy dan Nasabnya bertemu dengan Nabi Muhammad saw. selain itu ia juga banyak menghafal hadits-hadits Nabi. dengan julukan Abu Abdillah. Malik bin Anas lahir di Madinah pada tahun 93 H. kehidupan sosial masyarakat dan keadaan zamannya amat mempengaruhi Imam Syafi’i dalam membentuk pemikiran dan mazhab fiqihnya. sesudah itu barulah ijma’ dan qiyas. Dalam madzhabnya Imam Malik mendahulukan kitabullah. Ia menyusun kitab Al Muwaththa'. selama waktu itu. c. Dengan kata lain. Pada usia dua tahun ia dibawa oleh ibunya untuk pindah ke Makkah . Muhammad ibnu Idris bin Abbas bin Usman bin Syafi’i bin Saaib bin ‘Abiid bin Abdu Yazid bin Hasim bin Muthalib bin Abdu Manaf. Keistimewaan Al-Muwatta’ adalah bahwa Imam Malik merinci berbagai persoalan kaidah-kaidah fiqhiyah yang di ambil dari hadits-hadits dan atsar. .Nama lengkapnya adalah Malik bin Anas Abi Amir al Ashbahi.

Pemikiran-pemikiran baru Imam Syafi’i di antaranya di muat dalam bukunya Al-Umm. dikurangi dan ditambah sesuai dengan perkembangan baru di Mesir . Karakteristik pemikiran Syafi’i tahapan kedua ini lebih bersifat pengembangan atau pengetrapan pemikirannya yang global terhadap masalah-masalah furu’iyah. Imam Hambali ( Tahun 164 – 241 H. Lalu beliau mulai konsentrasi belajar ilmu hadits di awal umur 15 tahun itu pula. ia kemudian diasuh oleh ibunya. d. Ia terlahir di Baghdad Irak pada tahun 164 H/780 M . Ayahnya meninggal dunia ketika Ahmad masih kecil. beliau juga mahir baca-tulis dengan sempurna hingga dikenal sebagai orang yang terindah tulisannya. Kedatangan Imam Syafi’i ke Baghdad pada masa pemerintahan khalifah Al-Amin itu melibatkan Syafi’i dalam perdebatan sengit dengan para ahli fiqih rasional Irak. ia pindah ke Mesir hingga wafat pada tahun 204 H. Pada tahun 195 H. Bukunya Ar-Risalah yang ditulis ketika di Makkah direvisi ulang. mazhab qadim Imam Syafi’i dibangun di Irak pada tahun 195 H. Kemudian pada tahun 199 H. . Ilmu yang pertama kali dikuasai adalah Al Qur’an hingga beliau hafal pada usia 15 tahun. Beliau telah mempelajari Hadits sejak kecil dan untuk mempelajari Hadits ini beliau pernah pindah atau merantau ke Syam (Syiria).Sejarah hidupnya menunjukkan bahwa ia amat dipengaruhi oleh masyarakat sekitar terbukti dengan munculnya dua kecendrungan dalam mazhab Syafi’i yang dikenal dengan qaul qadim (mazhab lama) dan qaul jadid (mazhab baru).)-Madzhab Hambali Nama lengkap imam besar ini adalah Ahmad bin Hambal bin Hilal bin Usd bin Idris bin Abdullah bin Hayyan ibn Abdullah bin Anas bin Auf bin Qasit bin Mazin bin Syaiban. Tahuntahun terakhirnya di Mesir ia gunakan sebagian besar untuk menulis dan merevisi buku-buku yang pernah ditulisnya. Menurut para ahli sejarah fiqih. ia kembali ke Baghdad dan berdiam di sana selama tiga tahun. Sedangkan mazhab jadid adalah pendapat selama berdiam di Mesir yang dalam banyak hal mengoreksi pendapat-pendapat sebelumnya. Pluralisme pemikiran yang ada di Irak adalah faktor utama yang menyebabkan kematangan pemikiran Syafi’i.

Imam Ahmad. Ibnu Majah. Muslim. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Hanafi Abu Hanifah memang belum menetapkan dasar-dasar pijakan dalam berijtihad secara terperinci.3 Dasar – Dasar Fiqh Empat Madzhab a. Imam Asy-Syafi’i. saya merujuk pada Sunnah Nabi. Abdullah bin Imam Ahmad bin Hambal. Kufah. Abu Daud. beliau Rahimahullah menghembuskan nafas terakhirnya di pagi hari Jum’at bertepatan dengan tanggal dua belas Rabi’ul Awwal 241 H pada umur 77 tahun. Waki’ bin Jarrah. jumlahnya lebih dari dua ratus delapan puluh yang tersebar di berbagai negeri. Baghdad. Abbad bin Abbad Al-Ataky. yang paling menonjol adalah: Imam Bukhari. seperti di Makkah. Apabila masalahnya sampai pada Ibrahim. Yaman dan negeri lainnya. Umari bin Abdillah bin Khalid. Putranya. Sya’bi. dan apabila saya tidak menemukan jawaban hukum dalam Kitabullah maupun Sunnah Nabi saw.Imam Ahmad bin Hambal berguru kepada banyak ulama. 2. Husyaim bin Basyir bin Qasim bin Dinar As-Sulami. Shalih bin Imam Ahmad bin Hambal. Imam Asy-Syafi’i. Umumnya ahli hadits pernah belajar kepada imam Ahmad bin Hambal. Hasan Ibnu Sirin. Setelah sakit sembilan hari. Ismail bin Ulayyah. Keponakannya. Nasai. maka saya berhak pula untuk berijtihad sebagaimana mereka berijtihad. Bashrah. Ibrahim bin Ma’qil. Abdurrazaq. Hambal bin Ishaq. Tirmidzi. “Saya kembalikan segala persoalan pada Kitabullah. dan belajar kepadanya juga ulama yang pernah menjadi gurunya. Sufyan bin ‘Uyainah.” . dan tidak beralih pada fatwa selain mereka. Atha’ dan Said bin Musayyib (semuanya adalah tabi’ien). Di antara mereka adalah: Ismail bin Ja’far. Jenazah beliau dihadiri delapan ratus ribu pelayat lelaki dan enam puluh ribu pelayat perempuan. maka saya akan mengambil pendapat para sahabat Nabi. Putranya.sehingga madzhab Hambali pun ada. tetapi kaidah-kaidah umum (ushul kulliyah) yang menjadi dasar bangunan pemikiran fiqhiyah tercermin dalam pernyataannya berikut.

Tidak ada riwayat sahih yang menyebutkan bahwa Abu Hanifah mendahulukan rasio daripada Al-Qur’an dan Sunnah. illat dan lain sebagainya. Artinya jika nash Al-Qur’an dan Sunnah secara jelas-jelas menunjukkan pada suatu hukum. seorang ulama ahli hadits Makkah. membenarkan bahwa dalam masalah hukum seseorang yang berhubungan dengan istrinya sebelum tawaf ziarah. Tetapi bila nash tadi menunjukkan secara tidak langsung atau hanya memberikan kaidah-kaidah dasar berupa tujuan-tujuan moral. hikmah dan tujuan-tujuan moral dan bentuk kemaslahatan yang dipahaminya . akan tetap itu tidak berarti ia telah mengabaikan nash-nash Al-Qur’an dan Sunnahatau meninggalkan ketentuan hadits dan atsar. Abu Hanifah mengambil pendapat Ibnu Abbas. ‘urf (adat-kebiasaan). teori kemaslahatan dan lainnya. ia menolak untuk melakukan ijtihad.Dari sini kita ketahui bahwa dasar-dasar istidlal yang digunakan Abu Hanifah adalah AlQur’an. Bahkan jika ia menemukan pendapat atau qaul (pernyataan) sahabat yang benar. Abu Hanifah sering menafsirkan suatu nash dan membatasi konteks aplikasinya dalam kerangka illat. maka pengambilan hukum disebut “melalui qiyas”. Semua imam sepakat tentang keharusan merujuk pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Muhammad bin Hasan seperti dikutip Abu Zahrah. . Perbedaan lebih tajam lagi adalah bahwa Abu Hanifah banyak menggunakan teoriteori tadi dan sangat ketat dalam penerimaan hadits ahad. dan menolak pendapat Ibrahim yang dikenal banyak mewariskan pemikiran fiqih rasional kepadanya. pemikiran fiqih Abu Hanifah tidak berdiri sendiri tetapi berakar kuat pada pendahulu-pendahulunya di Irak dan juga para ahli hadits di Hijaz. Sunnah dan Ijtihad dalam pengertian luas. Tidak seperti imam yang lain. mencari tujuan-tujuan moral dan kemaslahatan yang menjadi sasaran utama disyariatkannya suatu hukum. Dengan kata lain. Termasuk dalam hal ini adalah penggunaan teori qiyas. istihsan. maka hukum itu disebut “diambil dari AlQur’an dan As-Sunnah”. Perlu ditambahkan bahwa betapapun Abu Hanifah terkenal dengan mazhab rasionalis yang menyelami di balik arti dan illat suatu hukum serta sering mempergunakan qiyas. Yang membedakan dasar-dasar pemikiran Abu Hanifah dengan imam-imam yang lain sebenarnya terletak pada kebenarannya menyelami suatu hukum.

Sedangkan teori-teori istidlal seperti qiyas. Ijma’. qaul sahabat. muridmurid Imam Malik dan generasi yang muncul sesudah itu menyimpulkan dasar-dasar fiqhiyah Imam Malik kemudian menuliskannya. istishab. . yaitu Al-Qur’an. Bahkan Syatibi. c. Pemahaman integral Al-Qur’an dan Sunnah ini merupakan karakteristik menarik dari pemikiran fiqih Syafi’ie. istihsan. Al-Qurafidalam bukunya Tanqih Al-Ushul. mengkhususkan yang umum dan bahkan membuat hukum tersendiri yang tidak ada di dalam Al-Qur’an. Menurut Syaafi’ie. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Maliki Seperti halnya Imam Hanafi. seorang ahli hukum mazhab Maliki. mafhumul muwafaqah. Hipotesa menarik lainnya dalam pemikiran metodologi Syafi’ie adalah pernyataannya. Dari beberapa isyarat yang ada dalam fatwa-fatwanya dan bukunya Al-Muwattha’. yaitu : Nash literatur Al-Qur’an. sadd al dara-i’. istihsan. dan ra’yi (rasio) . tambih alal ‘illah (pencarian kuasa hukum). menyebutkan dasar-dasar mazhab maliki sebagai berikut : Al-Qur’an. fuqaha Malikiyah merumuskan dasar-dasar mazhab Maliki. Imam Malik sebenarnya belum menuliskan dasar-dasar fiqhiyah yang menjadi pijakan dalam berijtihad. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Syafi’i Bagi Imam Syafi’i Al-Qur’an dan Sunnah berada dalam satu tingkat. Sebagian fuqaha Malikiyah menyebutkan bahwa dasar-dasar mazhab Maliki ada dua puluh macam. perbuatan orang-orang Madinah. maslahah mursalah dan syar’u man qablana.” Untuk membuktikan hipotesanya itu. mura’at al khilaf. Syafi’ie menyebut empat cara Al-Qur’an dalam menerangkan suatu hukum. ijma’. ‘urf. maslahah mursalah. tetapi pemuka-pemuka mazhab ini. “Setiap persoalan yang muncul akan ditemukan ketentuan hukumnnya di dalam Al-Qur’an. menjelaskan dan menafsirkan sesuatu yang tidak jelas di dalam Al-Qur’an. istishab. ijma’ qiyas. demikian juga dalam sunnah. sadd ad-dara’i. qiyas. Sunnah. dan bahkan merupakan satu kesatuan sumber syari’at Islam. istihsan dan istihsab. mafhumul mukhalafah. Sunnah.b. dalam banyak hal. kedudukan Sunnah. dan lain-lain hanyalah merupakan suatu metode merumuskan dan menyimpulkan hukum-hukum dari sumber utamanya tadi. menyederhanakan dasar-dasar mazhab Maliki itu ke dalam empat hal. qaul sahabat. tradisi orang-orang Madinah. merinci yang global.

(3) apabila terjadi perbedaan. Ketiga. (6) istihsan. Dasar-dasar Fiqih Mazhab Hambali Sikapnya yang tegas dan fundamentalis tercermin pemikiran-pemikiran fikihnya. Misalnya. zakat. demikian pula zakat. Para ulama Hanabilah berkesimpulan bahwa fatwa-fatwa Imam Ahmad bin Hambal dan pemikiran-pemikiran fiqihnya dibangun atas sepuluh dasar. (2) fatwa-fatwa sahabat. Kedua. (8) istishab. (10) maslahah mursalah. Bentuk penjelasan Al-Qur’an untuk masalah seperti ini dengan mewajibkan taat kepada perintah Nabi dan menjauhi larangannya. Al-Qur’an menerangkan suatu hukum dengan nash-nash hukum yang jelas. yaitu lima dasar ushuliyah dan lima dasar lainnya sebagai pengembangan. suatu hukum yang disebut secara global dalam Al-Qur’an dan dirinci dalam Sunnah Nabi. dan apabila tidak jelas. (4) hadits-hadits mursal dan dhaif. yaitu dengan membolehkan ijtihad (bahkan mewajibkan) sesuai dengan kapasitas pemahaman terhadap maqashid al-Syari’ah (tujuan-tujuan umum syariat). atau nash-nash yang mengharamkan zina. Keempat. Imam Ahmad memilih yang paling dekat dengan al-Qur’an dan Sunnah. (7) sadd aldara-i’. Nabi Muhammad saw juga sering menentukan suatu hukum yang tidak ada nash hukumnya di dalam Al-Qur’an. Penjelasan Al-Qur’an dalam masalah yang seperti ini. apa dan berapa kadar yang harus dikeluarkan. jumlah rakaat dalam shalat. yang terdiri dari nash Al-Qur’an. misalnya dengan qiyas atau penalaran analogis. (5) qiyas. Allah juga mewajibkan kepada hamba-Nya untuk berijtihad terhadap berbagai persoalan yang tidak ada ketentuan nashnya dalam Al-Qur’an dan Hadits.Pertama. dia hanya menceritakan ikhtilaf itu dan tidak menentukan sikapnya secara khusus. d. makan bangkai. minum khamar. puasa. . terlihat bahwa Imam Ahmad bin Hambal mempersempit penggunaan rasio sampai pada batas tertentu. Dasar-dasar mazhab Hambali aitu adalah : (1) Nushus. Semua itu disebut secara global dalam Al-Qur’an dal Nabi-lah yang menerangkan secara terinci. Sunnah dan nash ijma’. Dari dasar-dasar dan metode-metode pengambilan hukumnya ini. darah dan yang lainnya. dan haji. Ia lebih mendahulukan penggunaan qiyas. (9) ibthal al ja’l. waktu pelaksanaannya. seperti nash-nash yang mewajibkan shalat.

Ketentuan hukum dalam kitab-kitab fiqh itulah yang diikuti para pengikutnya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan jadi rujukan para hakim dalam menyelesaikan perkara. malah ulama-ulama masa lampau itu telah melewati peristiwa-peristiwa yang terjadi. kemudian meluas sesuai dengan makin berlipat gandanya “Peristiwa Baru” yang bermunculan.BAB III PENUTUP 3. Ringkasnya. . disusun secara sitematis sehingga mengasilkan kitab-kitab fiqh mazhab. pebedaan pendapat atau timbulnya mazhab itu telah ada dimasa sahabat. Kitabkitab fiqh peninggalan imam mazhab ini merupakan salah satu faktor utama bagi kelangsungan dan perkembangan pemikiran mazhab tersebut hingga sekarang. sehingga mereka telah sukses dalam menciptakan rumusan fiqh andaian. terus berkembang hingga masa tabi’in.1 Kesimpulan Hasil ijtihad para imam mazhab itu setelah melalui penyempurnan di tangan muridmuridnya. Mereka telah berhasil memberikan beragam jawaban terhadap masalah-masalah baru tersebut.

Mulya • empat-mazhab-fiqih. Prof. 1968.V.blogspot. Mahmud.com/2009/12/latar- .T. Fiqh Tujuh Ash-Shiddieqy. M. 2000.com/2010/11/sejarah- http://himawarief. M. 1953. SEJARAH DAN PENGANTAR ILMU FIQH.html Syalthut.blogspot. Jakarta : C. Prof. Prof. Yogyakarta: Untuk Kalangan Sendiri • Madzhab . Pengantar http://muhamadqbl. Dr.T. Hasbi.html • belakang. Bandung : Pustaka Setia • Ilmu Fiqh. Hasbi.DAFTAR PUSTAKA • Ash-Shiddieqy.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->