268_Unit_1 sos

Unit

1

PENGERTIAN DAN PENDEKATAN SOSIOLOGI PENDIDIKAN
EDDY TUKIDJAN

Pendahuluan

U

nit I (satu) ini akan mengajak Anda mengkaji tentang pengertian sosiologi pendidikan, pendidikan dan persepektif budaya. Materi unit ini akan membawa Anda untuk memperluas wawasan, pemahaman, sebagai landasan untuk berinteraksi dengan teman sejawat, dosen, birokrasi sekolah, keluarga dan masyarakat dalam kegiatan sehari-hari baik di sekolah maupun masyarakat. Setelah mempelajari materi unit ini, Anda diharapkan dapat: 1. Menjelaskan pengertian sosiologi pendidikan. 2. Menjelaskan pendekatan sosiologi pendidikan. 3. Menjelaskan faktor-faktor pendekatan individual 4. Mendeskripsikan faktor biologis pada tingkah laku manusia. 5. Mendeskripsikan faktor psikologis pada tingkah laku manusia. 6. Mendeskripsikan pendekatan sosial. 7. Mendeskripsikan 4 proses pendekatan sosial. 8. Mendeskripsikan pendekatan interaksi. 9. Mendeskripsikan 3 jenis interaksi dengan lingkungan. 10. Menjelaskan pengertian kebudayaan menurut beberapa ahli. 11. Menjelaskan pendidikan merupakan bagian integral dari kebudayaan. 12. Mendeskripsikan pendidikan di sekolah dapat menjadi pusat kebudayaan apabila memenuhi 4 ciri khusus. 13. Menjelaskan pendidikan (sekolah) merupakan sarana untuk pembudayaan. 14. Mendeskripsikan peranan sekolah dalam hal kebudayaan.

Sosiologi Pendidikan

1- 1

Materi ini diberikan pada semester awal merupakan bahan yang harus dikuasai untuk dilanjutkan pada unit-unit berikutnya. Agar kajian berikutnya tidak mengalami kesulitan, maka Anda diharapkan dapat menguasai dan memahami materi ini secara tuntas. Agar dapat menguasai tujuan pembelajaran di atas, Anda diharapkan mengikuti langkah-langkah yang ada dalam materi unit ini, disiplin yang tinggi, baik dalam waktu belajar maupun dalam mengikuti semua petunjuk akan sangat menentukan keberhasilan Anda. Tidak ada yang sukar dalam materi ini, agar dapat memperjelas dan memperdalam pemahaman, maka Anda dapat mengkaji bahanbahan dari media lain antara lain seperti website. Anda pasti berhasil. Selamat belajar.

1 - 2 Unit 1

Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi dalam Gunawan (2000:3) sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial 7 dan proses sosial. pahami secara tuntas. baik formal maupun material. pendekatan sosiologi pendidikan merupakan materi yang harus dikuasai terlebih dahulu. Jadi sosiologi dapat ditafsirkan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana manusia itu berhubungan satu dengan yang lain dalam kelompoknya dan bagaimana susunan unit-unit masyarakat atau sosial di suatu wilayah serta kaitannya satu dengan yang lain. termasuk perubahan-perubahan sosial. Menurut H.3 .P. Secara etimologi sosiologi pendidikan terdiri Sosiologi Pendidikan 1. agar Anda dapat mengkaji dan memahami materi berikutnya secara baik. P Uraian A. Materi belajar yang pertama ini mencakup: Pengertian Sosiologi Pendidikan Pendekatan Sosiologi Pendidikan Bacalah dan kaji dengan cermat bahan cetak ini. Fairchild dalam Ahmadi (2000:1) Sosiologi Pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. yakni hubungan antar manusia dengan manusia. diantaranya sebagai berikut: Sosiologi pendidikan berasal dari kata sosiologi dan pendidikan. 2000:145). manusia dengan kelompok. kerjakan soal latihan dan soal tes formatif serta bacalah umpan balik dan tindak lanjut. baik statis maupun dinamis. Pengertian Sosiologi Pendidikan Apakah sosiologi pendidikan itu? Untuk menjawab pertanyaan ini ada beberapa hal yang perlu dicermati. kelompok dengan kelompok. sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya (Pidarta.Subunit 1 Pengertian Dan Pendekatan Sosiologi Pendidikan engertian sosiologi pendidikan. Menurut Mayor Polak dalam Gunawan (2000:3) disebutkan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan.

Masalah yang timbul 1 . Menurut Wuraji dalam Pidarta (2000:146) sosiologi pendidikan adalah ilmu yang membahas sosiologi yang terdapat pada pendidikan. progresif. Perubahan yang cepat menimbulkan adanya cultural lag (ketinggalan kebudayaan akibat adanya hambatan-hambatan). pendidik dengan pegawai. anak didik dengan pegawai. 2005:2) Mengapa dalam pendidikan terdapat aspek-aspek sosiologis sebab situasi pendidikan adalah situasi hubungan dan pergaulan sosial. Kaitan antara sosiologi pendidikan dengan sosiologi.sosiologi dan pendidikan. Menurut Charles A. ilmu pendidikan dan kelompok ilmu sosial dapat terlihat jelas dalam gambar di bawah ini. yang berarti aspek-aspek sosiologi dikaitkan dengan masalah-masalah pendidikan. Cultural lag ini merupakan paham sesuatu yang menimbulkan masalah-masalah sosial di masyarakat. pendidik dan anak didik. Dari uraian tersebut di atas maka dapat ditafsirkan bahwa sosiologi pendidikan adalah aspek-aspek sosiologi yang diterapkan pada masalah-masalah pendidikan yang fundamental. Hubungan dan pergaulan sosial yang ada dalam pendidikan (sekolah) antara lain terjadi antara pendidik dengan pendidik.4 Unit 1 . anak didik dengan anak didik. Ellwood dalam Ahmadi (2000:7) Sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari/menuju untuk melahirkan maksud hubungan-hubungan antara semua pokok-pokok masalah antara proses pendidikan dan proses sosial. Bahwa masyarakat mengalami perubahan sangat cepat. Sosiologi Sosiologi Pendidikan Ilmu Pendidikan Gambar 1 Sosiologi Pendidikan dalam kelompok ilmu-ilmu sosial (Dirujuk dari Ravik Karsidi. pegawai dengan pegawai. Mengapa guru dan calon guru perlu memahami hal-hal yang berkaitan dengan sosiologi? Hal ini disebabkan antara lain: 1.

kemampuan pembawaannya.tidak dapat diatasi oleh lembaga-lembaga pendidikan. hubungan manusia dalam keluarga. serta diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan. Sosiologi pendidikan dikuliahkan pertama kali oleh Henry Awazalo tahun 1910 di Teaher College. pemilik. Groves dan lain-lain meneruskan jalan pikiran tersebut di atas dan menekankan pentingnya nilai sosial pendidikan. guru. selanjutnya pada tahun 1920. orang tua.5 . baik kebebasan yang dinikmati anak dalam mengeluarkan pendapatnya dan mengembangkan kreatifitasnya ataupun pengekangan dan keterbatasan yang dialami dan pengembanga kepribadiannya. Sejak tahun 1940 dalam Review of Educational research dimuat artikel-artikel yang mempunyai hubungan dengan sosiologi pendidikan. Anak memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya menyangkut bakat. E. Universitas Columbia. kepala Dinas sangsi menteri). Sejak tahun 1928 terbitlah The Jurnal of educational Sociology di bawah pimpinan E. Petrus. George Payne. Kebebasan guru juga dibatasi oleh atasannya (kepala sekolah. F. maka harus berkelakuan menurut harapan masyarakatnya. interaksi antara murid dengan murid serta lingkungan sosialnya baik yang dihadapi di dalam maupun di luar sekolah. dibatasi. Pada tahun 1916 di Universitas New York dan Columbia didirikan jurusan sosiologi pendidikan. karena dipengaruhi lingkungan sosial yang berlainan. Himpunan untuk studi sosiologi pendidikan dibentuk pada konggres himpunan sosiologi Amerika pada tahun 1923. sekolah dan masyarakat. Pada tahun 1967 sosiologi pendidikan diberikan pertama kali di IKIP Negeri Yogyakarta jurusan Didaktik kurikulum. Majalah social education mulai terbit tahun 1936. Clow David Inedden. Bagaimana perkembangan sosiologi pendidikan? Untuk menjawab permasalahan ini kita kaji bersama hal-hal sebagai berikut. informatory dan pemimpin. Untuk itu sudah sewajarnya bila seorang guru harus berusaha menganalisis pendidikan dari segi sosiologi. C. Guru selain sebagai administrator.ain menyangkut usaha murid.C. Kepribadian guru dapat mempengaruhi suasana kelas/sekolah. C. 2. Perkembangan sosiologi pendidikan di mulai oleh Jhon Dewey yang menerbitkan buku “School and society” tahun 1899. R. Robbius.L. Untuk itu para ahli sosiologi diharapkan dapat mengembangkan pemikirannya untuk ikut memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. Sosiologi Pendidikan 1. Keberhasilan pendidikan di sekolah dipengaruhi berbagai faktor antara . R. keseluruhannya dipengaruhi. Ross Finney.

B. bakat dan sebagainya. 1 . perasaannya. bagaimana mentalita kelompok. yang harus kita akui sebagai kekuatan potensial. Hal ini dipertegas sesuai pendapat Ahmadi (2000:36) yang menyatakan bahwa: “Faktor-faktor hereditair. mentalitasnya dan seterusnya. Pada bagian ini yaitu individu dibahas tentang faktor biologis pada tingkah laku manusia dan faktor psikologis pada tingkah laku manusia. Pendekatan Sosiologi Pendidikan Pendekatan sosiologi pendidikan menggunakan beberapa pendekatan yaitu pendekatan individu. Faktor psikologis pada tingkah laku manusia Unsur kejiwaan atau psikologis dapat mempengaruhi tingkah laku manusia. kekuatan yang latent. pendekatan sosial dan pendekatan interaksi. orang yang jaringan otaknya tumbuh secara baik karena protein. bahwa ras Arya dari Jerman sebagai ras yang super. b. sedangkan faktor ekstern mencakup faktor-faktor lingkungan fisik dan lingkungan sosial (Ahmadi. tetapi dipengaruhi faktor milieu fisik dan kultural pada masyarakat. Bangsa kulit berwarna belum maju karena berkaitan dengan kebebasan. 2000:27). hubungan sosial yang luas dan keagamaan. melebihi ras-ras yang lain. dapat ditemukan antara lain: Penyelewengan nasionalisme yang ekstrim seperti yang dianut Hitler. maka perkembangan Intelegensinya juga baik. jaringan otak dan saraf-sarafnya berasal dari protein. Pendekatan individu Individu merupakan bagian dari kelompok atau masyarakat dengan kata lain bahwa individu merupakan pembentuk kelompok. Individu dipengaruhi oleh faktor intern meliputi faktor-faktor biologis dan psikologis. 1.6 Unit 1 . Ras kulit putih menganggap bahwa ras kulit hitam memiliki intelegensi yang rendah. kemauannya. maka akhirnya dapat dimengerti bagaimana kelompok. Faktor biologis pada tingkah laku manusia Menyangkut keadaan biologis manusia dapat mempengaruhi tingkah laku manusia. Tetapi dalam penyelidikan-penyelidikan membuktikan bahwa tinggi rendahnya Intelegensi tidak tergantung pada asal ras. Apabila kita dapat memahami tingkah laku individu satu persatu bagaimana cara berpikirnya. a. Hal yang lain misalnya menyangkut makanan yang berkaitan dengan protein. misalnya pembawaan. perbuatannya. kemajuan kebudayaan. fasilitas ekonomi.

Tetapi anak tidak meniru orang lain yang gemar minumminuman keras. faktor-faktor lingkungan sekitar mengijinkan. Proses sosial dimulai dari interaksi sosial. Meniru guru yang berpakaian rapi merupakan imitasi terhadap hal yang positif. 2) sugesti. Kalau anak ikut-ikutan minum-minuman keras terhadap temannya maka itu merupakan imitasi yang negatif. Sedangkan interaksi dan proses sosial didasari oleh fakta-fakta sebagai berikut: 1) imitasi. Timbulnya simpati karena berdasarkan penilaian perasaan. misalnya antara anak dengan ibu di rumah. antara individu dengan masyarakat dan sebaliknya. Di masyarakat terjadi individu berhubungan dengan individu dan juga menyesuaikan diri dengan lingkungan. Identifikasi adalah keinginan untuk menggunakan dirinya kepada orang lain yang dianggap memiliki keistimewaan atau kelebihan. Dari pendapat tersebut dapat memperjelas bahwa aktualitas seseorang yang berwujud tingkah laku dipengaruhi adanya unsur kejiwaan berupa hereditas dan juga faktor lingkungan (milieu). yaitu suatu hubungan sosial antara individu dengan individu. memberi kesempatan dan fasilitas yang mencukupi adanya”. 2000:149). Sugesti adalah jika anak menerima atau tertarik pada pandangan atau sikap orang lain.kekuatan-kekuatan potensial mana baru dapat diaktuilkan. 2. Pendekatan Interaksi Dalam proses sosial terdapat interaksi sosial. Sosiologi Pendidikan 1. 2. misalnya anak meniru gurunya yang berpakaian rapi. Simpati yaitu tertariknya orang satu terhadap orang lain. anak dengan guru di sekolah. 2) komunikasi (Pidarta. anak dengan anak. Interaksi sosial dapat terjadi apabila memenuhi syarat: 1) kontak sosial. Kontak antara individu dengan kelompok atau sebaliknya. 3. 2000:147). Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk yaitu: 1. ini dilakukan tanpa adanya kritik atau pertimbangan yang rasional. Imitasi adalah peniruan. simpati (Pidarta. Pendekatan Sosial Pendekatan sosial menekankan pada masyarakat dan pengaruh geografi. contohnya antara anak dengan kelompok remaja masjid atau gereja.7 . baru dapat dimanifestasikan kalau faktor-faktor milieu. Kontak antar individu. 3) identifikasi.

Kontak antar kelompok. perbuatannya. Adapun alat-alat komunikasi antara lain : melalui pembicaraan. Faktor ekstern mencakup faktor-faktor lingkungan fisik dan lingkungan sosial. kita kerjakan latihan berikut ini: Latihan 1. 1 . melalui alat-alat misalnya melalui media cetak dan elektronik. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia itu berhubungan satu dengan yang lain dalam kelompoknya dan bagaimana susunan unit-unit masyarakat atau sosial di suatu wilayah serta kaitannya satu dengan yang lain. Tentu Anda telah menguasai uraian di atas. Pendekatan sosiologi pendidikan yaitu pendekatan individu. perasaannya.8 Unit 1 . faktor intern meliputi faktor biologis dan psikologis. Untuk mengetahui pemahaman Anda. 3. Sampai di sini Anda telah mempelajari dan menyelesaikan kegiatan belajar sub unit I (satu). Jelaskan mengapa unsur individu penting dalam pendekatan sosiologi pendidikan! Rambu-rambu jawaban latihan 1. melalui mimik dengan lambang-lambang misalnya mengacungkan ibu jari. Rangkuman Sosiologi pendidikan adalah ilmu yang membahas sosiologi yang terdapat pada pendidikan. kemauannya. mentalitasnya maka akhirnya dapat dimengerti bagaimana kelompok. Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran dan perasaan seseorang kepada orang lain atau sekelompok orang. 2.3. satu persatu bagaimana cara berpikirnya. Jelaskan apa yang dimaksud sosiologi! 2. Sebab situasi pendidikan adalah situasi berhubungan dan pergaulan sosial. contohnya antara kelompok orang tua murid dengan guru-guru. apabila dapat memahami tingkah laku individu. bagaimana mentalita kelompok. Jelaskan mengapa dalam pendidikan terdapat aspek-aspek sosiologis! 3. Sebab individu merupakan bagian dari kelompok atau masyarakat. pendekatan sosial dan pendekatan interaksi individu dipengaruhi faktor intern dan ekstern. dapat disebut juga aspek-aspek sosiologi yang diterapkan pada masalah-masalah pendidikan yang fundamental.

Pendekatan individu meliputi beberapa faktor yaitu …. identifikasi Sosiologi Pendidikan 1. A. bakat D. ras kulit hitam C. kultural 5. Dalam bidang pendidikan terdapat aspek-aspek sosiologi disebabkan ….Tes Formatif I Kerjakan soal-soal berikut dengan cara memilih abjad di depan pilihan yang paling tepat untuk melengkapi pernyataan atau menjawab pertanyaan. A. kultural C. Faktor-faktor yang termasuk hereditair adalah…. kecuali…. faktor lingkungan D. Charles A. faktor intern B. imitasi B. H. faktor intern dan ekstern 4.P. Abu Ahmadi C. A. rasa sosial 6. bidang pendidikan mempunyai andil peningkatan sumber daya manusia D. Pendapat yang menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya merupakan pendapat dari…. 1. faktor ekstern C. Berkaitan dengan faktor biologis. Fairchild B. bidang pendidikan berhubungan dengan masa depan C.9 . milieu B. Bidang pendidikan menyangkut hubungan dan pergaulan sosial 3. milieu dan kultural D. Made Pidarta D. ras kulit putih B. A. A. Ellwood 2. A. Intelegensi di pengaruhi oleh …. H. bidang pendidikan berkaitan dengan masalah fakta B. Interaksi sosial dan proses sosial menurut Pidarta didasari hal-hal berikut.

10 Unit 1 . A. emosi C. partisipasi D. Proses penyampaian pikiran dan perasaan dari seseorang kepada orang lain disebut…. kontak antar individu 1 . imitasi D. A. komunikasi C. identifikasi D. interaksi 9. penuh kebajikan. A. identifikasi C. proses sosial B. partisipasi B.C. berkata benar. Apabila guru berpakaian rapi. kontak antar kelompok C. kontak B. maka murid-muridnya meniru disebut…. Hubungan antara kelompok guru-guru dengan orang tua murid disebut…. Jika anak tertarik menerima pandangan sikap orang lain disebut…. sugesti 7. adaptasi 8. kontak antar individu dengan kelompok D. sosialisasi D. sugesti B. berwibawa. partisipasi 10. A.

Anda sebaiknya dapat membaca ulang rangkuman. Untuk mempermudah mengingat kembali materi yang telah dipelajari.89 % = baik 70 % . sebelum melanjutkan ke kegiatan belajar 2 (sub unit 2). Sosiologi Pendidikan 1- 11 . berarti Anda sudah berhasil dan dapat meneruskan ke kegiatan belajar 2 (sub unit 2). mengerjakan soal latihan dan mengerjakan tes formatif dari setiap kegiatan belajar. Jikalau keberhasilan Anda kurang dari 80 %. kemudian hitung keberhasilan Anda dengan menggunakan rumus.79 % = cukup < 70 % = kurang Tingkat penguasaan materi : Apabila tingkat keberhasilan Anda telah mencapai 80 % atau lebih.100 % = baik sekali 80 % . Apabila Anda ingin mengetahui hasil tes formatif carilah kunci tes formatif pada bagian akhir modul ini dan mencocokkan jawaban Anda. Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar x 100 % Jumlah soal Arti penguasaan yang Anda capai : 90 % . Sesuai tujuan pembelajaran sub unit I (satu) mudah-mudahan Anda dapat memahami dan menerapkan teori-teori tersebut dalam kegiatan sehari-hari. bacalah kembali kegiatan belajar 1 (sub unit 1).Selamat Anda telah berhasil menyelesaikan kegiatan sub unit I (satu).

hukum. mengerjakan. Anda diharapkan dapat: 1. rasa. 4 ciri khusus agar pendidikan menjadi pusat kebudayaan 4. Tylor dalam Ahmadi (2004:172) kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan. moral. sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta . colere (bahasa latin) yang berarti mengolah. Kebudayaan juga berasal dari buddhayah (bahasa sansekerta). Mendiskripsikan peranan sekolah dalam hal kebudayaan Uraian A. Pengertian Kebudayaan Apakah kebudayaan itu? Untuk menjawab pertanyaan ini kita kaji uraian berikut ini. Pengertian kebudayaan 2. yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang 1 . kesenian.Subunit 2 Pendidikan Dan Perspektif Budaya Bagian modul ini membahas tentang 1. Peranan sekolah dalam hal kebudayaan Setelah mempelajari materi ini. Sedangkan pendapat yang lain menyatakan budaya adalah sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk = budi daya. Pendidikan merupakan bagian integral dari kebudayaan 3.B. Mendiskripsikan 4 ciri khusus agar pendidikan menjadi pusat kebudayaan 4. Lebih lanjut kehidupan dapat diartikan hasil usaha untuk mencukupi semua kebutuhan hidupnya (Ahmadi 2004:58). Pendidikan di sekolah merupakan sarana untuk pembudayaan 5. Menjelaskan pendidikan merupakan bagian integral dari kebudayaan 3. kepercayaan. Menjelaskan pendidikan di sekolah merupakan sarana untuk pembudayaan. Menurut E. Menjelaskan pengertian kebudayaan menurut berbagai ahli 2. karsa. menyuburkan dan mengembangkan. rasa dan karsa. 5.12 Unit 1 . yang berarti daya dari budi yang berupa cipta. Kebudayaan berasal dari kata cultuur (bahasa Belanda) Culture (bahasa Inggris).

agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat. Demikian juga menurut UU nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia dijelaskan bahwa pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif.2).9). Dari beberapa pendapat tersebut kebudayaan dapat ditafsirkan sebagai hasil cipta rasa dan karya manusia yang dijunjung tinggi. nilai-nilai dan norma-norma baru yang sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat (Wardani. Menurut uraian di atas dapat ditafsirkan bahwa dengan pendidikan kebudayaan dapat diwariskan dan dengan pendidikan kebudayaan dapat diperbarui sesuai dengan kemajuan dan tuntutan masyarakat.didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Selain kebudayaan yang ada. Pendidikan Merupakan Bagian Integral Dari Kebudayaan Berkaitan dengan pendidikan bahwa kebudayaan sebagai suatu pola dan hasil tingkah laku yang dipelajari oleh semua anggota masyarakat tertentu. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi dalam Ahmadi (2004:173) kebudayaan sebagai semua hasil karya. ditransmisikan melalui pendidikan tetapi juga ada perubahan-perubahan sesuai dengan kondisi baru. Menurut UU Nomor 4 tahun 1950 juncto nomor 12 tahun 1954 tentang Dasar-Dasar Pendidikan dan pengajaran di sekolah pada bab III pasal 4 dari pendidikan dan pengajaran adalah asas-asas yang termaktub dalam Pancasila dan UUD negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan kebangsaan Indonesia.5). artinya mencakup segala caracaracara atau pola-pola berpikir. B. Dari definisi tersebut. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya. Pendidikan itu merupakan bagian integral dari kebudayaan (Wardani. 1999:4. 1999:4. Sosiologi Pendidikan 1- 13 . rasa cipta masyarakat. sehingga terbentuklah pola tingkah laku baru. 1999:4. Lebih lanjut secara jelas disebutkan bahwa pendidikan itu merupakan bagian dari kebudayaan (Wardani. merasakan dan bertindak. Sebagai suatu hasil kebudayaan juga ditransmisikan dari generasi tua kepada generasi muda.

(4) dapat membentuk manusia seutuhnya (Parsono dkk. Metode dan materi pengajaran disesuaikan kemampuan siswa. Semua tujuan harus dirumuskan secara jelas.14 Unit 1 . Metode pengajaran harus bervariasi. 1990:4. Ciri Khusus Agar Pendidikan Menjadi Pusat Kebudayaan Ciri khusus agar pendidikan menjadi pusat kebudayaan adalah : (1) dapat meningkatkan mutu. Tujuan. materi pelajaran yang berbentuk pengetahuan. c. Menciptakan Masyarakat Belajar Pendidikan hendaknya dapat menciptakan siswa agar ada upaya untuk selalu ingin tahu dan juga agar tercipta keinginan belajar sepanjang hayat. menyimpulkan. dapat menemukan sesuatu sendiri. 3. berpikir ilmiah. 4.Dari uraian di atas dapat diketahui dengan jelas bahwa pendidikan nasional Indonesia berkaitan erat dengan kebudayaan Indonesia sebab pendidikan nasional Indonesia berakar pada kebudayaan Indonesia. maka sekolah dapat menjadi pusat kebudayaan. dapat meningkatkan siswa untuk berdiskusi. Fasilitas dan perlengkapan yang memadai sehingga dapat mendukung terjadinya proses belajar mengajar yang optimal. tepat dan berdasarkan kompetensi. Peningkatan mutu pendidikan Agar peningkatan mutu pendidikan dapat tercapai secara optimal maka perlu diperhatikan antara lain : a. berbuat sesuatu dan mengerjakan sesuatu. Kemampuan yang telah dimiliki siswa (entry behavior) diperhatikan. tujuan kurikulum. isi materi pelajaran harus disusun sedemikian rupa untuk menemukan sesuatu. Tujuan pendidikan harus dirumuskan secara jelas baik tujuan institusional. sikap dan ketrampilan hendaknya sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan kompetensi. Sekolah dapat menjadi teladan dari masyarakat Jika sekolah dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya. berlatih. tujuan institusional maupun tujuan instruksional. e.16) 1. (3) dapat menjadi teladan masyarakat sekitarnya. Membentuk manusia Indonesia seutuhnya 1 . 2. Materi pelajaran. belajar bekerja sama. C. (2) dapat menciptakan masyarakat belajar. d. b. Organisasi materi harus dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk menganalisis.

Peranan Sekolah Sebagai Pembaru Kebudayaan Selain peranan sekolah sebagai pemelihara dan pewaris nilai-nilai budaya. Pendidikan Merupakan Sarana Untuk Pembudayaan Melalui pendidikan merupakan sarana untuk membudayakan anak. Artinya sekolah memiliki kewajiban untuk mensosialisasikan nilai-nilai atau norma-norma yang ada di masyarakat kepada anak didik dengan berbagai perubahan-perubahan sebagai hasil perbaikan dari kekurangan yang ada. (4) kepribadian yang mantap dan mandiri. 3. Dari uraian tersebut di atas dimaksudkan melalui pendidikan di sekolah. juga sebagai pembaru (inovatif). pendidikan dalam rumah tangga maupun pendidikan di luar sekolah dapat dipakai sebagai sarana untuk pembentukan kebudayaan. Lebih lanjut hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan hubungan transformatif. E. yaitu hasil cipta. Budaya yang sudah tidak sesuai dengan keinginan atau kehendak masyarakat dihilangkan. D.Menurut UU No. sedangkan budaya yang tidak perlu seperti egosentris (mementingkan diri sendiri) lambat laun harus dikurangi. 2 tahun 1989 bab II pasal 4 ciri-ciri seutuhnya adalah : (1) manusia yang beriman. nilai-nilai. 1990:4. sedangkan yang Sosiologi Pendidikan 1- 15 . (5) serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Parsono dkk. Peranan Sekolah Sebagai Pewaris Kebudayaan seperti telah dibahas terdahulu. karsa dan karya manusia berupa norma-norma.7). 2. (2) memiliki pengetahuan dan ketrampilan. (3) memiliki kesehatan jasmani dan rohani. karsa dan karya manusia yang memiliki nilai dan dijunjung tinggi tidak dengan sendirinya dimiliki oleh anak didik tanpa diajarkan (ditransmisikan) kepada anak atau dipelajari oleh anak tersebut. kepercayaan dan tingkah laku yang dipelajari dan dimiliki semua anggota masyarakat tertentu dan dijunjung tinggi. Peranan Sekolah Dalam Hal Kebudayaan 1. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa pendidikan merupakan sarana untuk pembudayaan. Peranan Sekolah Sebagai Pemelihara Nilai-nilai budaya yang tinggi dan pantas untuk dilestarikan. 1996/1997:40). Hasil cipta. Dalam arti positif pendidikan dapat dipandang sebagai kegiatan inovasi (Sunaryo dan Nyoman Dantes. Hal ini tercermin dari fungsi sekolah adalah mentransformasikan nilai budaya dari satu generasi ke generasi lainnya. maka sekolah perlu memelihara.

untuk mengetahui pemahaman Anda kita kerjakan latihan berikut ini. 2.16 Unit 1 .sesuai dengan kehendak masyarakat dijaga dan dikembangkan. materi pelajaran harus sesuai dengan tujuan pendidikan. Jelaskan jenis budaya yang bagaimana yang perlu dilestarikan! 3. Latihan 1. RANGKUMAN Kebudayaan berasal dari kata cultuur (bahasa Belanda). Pendidikan merupakan bagian integral dari kebudayaan. Yang dilestarikan adalah budaya yang masih diinginkan dari masyarakat. sehingga timbul budaya-budaya baru di kemudian hari. Jelaskan hal-hal apakah yang perlu diperhatikan dalam hal peningkatan mutu pendidikan! Rambu-Rambu Jawaban Latihan 1. menciptakan masyarakat belajar. 1 . Jelaskan pengertian dari budaya menurut Ahmadi ! 2. colere (Latin) yang berarti mengolah. rasa dan karsa. 3. Budaya adalah daya dan budi pekerti yang berupa cipta. Ciri khusus agar pendidikan menjadi pusat kebudayaan adalah peningkatan mutu pendidikan. culture (bahasa Inggris). Harus diperhatikan adanya tujuan pendidikan harus dirumuskan secara jelas. metode harus bervariasi dan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. menyuburkan dan mengembangkan. Sampai di sini Anda telah mempelajari dan menyelesaikan kegiatan belajar sub unit 2 (dua) tentu Anda telah menguasai uraian di atas. sekolah sebagai teladan bagi masyarakatnya dan sekolah membentuk manusia Indonesia seutuhnya. mengerjakan.

pendidikan pramuka C. A.. 1. Selo Soemardjan B. metode penyampaian bervariasi 6. dibentuk B.Tes Formatif 2 Kerjakan soal-soal berikut ini dengan cara memilih abjad di depan pilihan yang paling tepat untuk melengkapi pernyataan atau menjawab pertanyaan. pendidikan pada keluarga 5.. dimiliki C. dipaksakan C. Kebudayaan sebagai semua hasil karya. rasa dan cipta masyarakat merupakan pendapat dari…. diperbaharui B. membentuk manusia Indonesia seutuhnya B. Inggris C. kecuali…. Kebudayaan berasal dari kata culture yaitu berasal dari bahasa…. A. Melalui pendidikan maka kebudayaan dapat. E. Sansekerta 2. Peranan guru di sekolah dalam kebudayaan. A. Pengertian dari pembudayaan berarti kebudayaan dapat …. transmisikan Sosiologi Pendidikan 1- 17 . dirumuskan 4.B. A. sosialisasikan B. Membentuk keinginan untuk belajar sepanjang hayat dapat dibentuk melalui…. kecuali…. A. kecuali…. A. menciptakan masyarakat belajar C. dibuat 7. Soelaeman Soemardi C. diambil D. Pembentukan kebudayaan dapat dilaksanakan. Belanda B. pendidikan di sekolah B. Taylor 3. diwariskan D. teman sejawat D. Latin D. A. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi D. sekolah sebagai teladan D.

Bahwa pendidikan itu merupakan bagian integral dari kebudayaan adalah pendapat dari …. vertikal D. membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Agar pendidikan menjadi pusat kebudayaan apabila memenuhi kriteria. peningkatan mutu pendidikan B.C. I.G. horizontal C.A.K Wardani B. 1 . menciptakan masyarakat belajar C. E. Dalam hal pembentukan kebudayaan guru dan murid mempunyai hubungan yang…. pewarisan D.B. H. perekrutan 8. Taylor C. Selo Soemardjan D.18 Unit 1 . A. A. pendidikannya mahal D. sederajat B. Abu Ahmadi 10. A. kecuali…. timbal balik 9.

Selamat Anda telah berhasil menyelesaikan kegiatan sub unit 2 (dua) sesuai tujuan pembelajaran sub unit 2 (dua).89 % = baik 70 % . Anda sebaiknya dapat membaca ulang rangkuman. Kemudian hitung keberhasilan Anda dengan menggunakan rumus : Rumus: Jumlah jawaban Anda yang benar Tingkat penguasaan materi : x 100 % Jumlah soal Arti penguasaan yang Anda capai : 90 % . bacalah kembali kegiatan belajar 2 (dua). Jikalau keberhasilan Anda kurang dari 80 %.100 % = baik sekali 80 % . mudah-mudahan Anda dapat memahami dan menerapkan teori-teori tersebut dalam kegiatan sehari-hari. Untuk mempermudah mengingat kembali materi yang telah dipelajari. mengerjakan soal latihan dan mengerjakan tes formatif dari setiap kegiatan belajar. Sosiologi Pendidikan 1- 19 . sebelum melanjutkan ke modul selanjutnya. berarti Anda telah berhasil dan dapat meneruskan ke modul berikutnya.79 % = cukup < 70 % = kurang Apabila tingkat keberhasilan Anda telah mencapai 80 % atau lebih. Apabila Anda ingin mengetahui hasil tes formatif cari kunci tes formatif pada bagian akhir modul ini dan memecahkan jawaban Anda.

5. 2. 2. 7. 4. 7. 3.Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif I 1. C D D C C C A B B B Tes formatif 2 1. 5. 6. 10. 9. B C D C B A D C A C 1 . 9. 10. 3. 6. 8. 8.20 Unit 1 . 4.

Glosarium Biologis Karsa : : sifat jasmaniah seseorang kehendak Sosiologi Pendidikan 1- 21 .

2006. Landasan Kependidikan. 1999. Wardani. Jakarta : Rineka Cipta. Dasar-Dasar Pendidikan Sekolah Dasar. Ravik Karsidi. Sosiologi Suatu Pengantar. Dasar-Dasar Kependidikan. 2007. Jakarta: Universitas Terbuka. 2000.22 Unit 1 .Daftar Pustaka H. Jakarta : Depdikbud. Mohammad Ansyar. 1989. Sunaryo Kartadimata. Redja Mudyahardjo. Jakarta : Depdikbud UT. Sosiologi Pendidikan. Jakarta : Depdikbud UT. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Landasan-Landasan Pendidikan Sekolah Dasar. I. Jakarta: Dirjen Dikti.G. Jakarta : PT. H. 2004. 1996/1997.K. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud. Aswandi Bahar. 1992. Jakarta : Dirjen Dikti. Raja Grasindo Persada. Dasar-Dasar Kependidikan.A. 1990. 1989. Abu Ahmadi. Landasan Kependidikan. Sutan Zanti Arbi dan Syakmiar Syahrun. 1 . Dasar-Dasar Kependidikan. Parsono dkk. Made Pidarta. Jakarta : Rineka Cipta. 1991/1992. Solo : Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UNS dan UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press) Soerjono Soekanto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful