P. 1
Kegiatan Rapat PPKI Tanggal 18 Agustus 1945

Kegiatan Rapat PPKI Tanggal 18 Agustus 1945

|Views: 9,121|Likes:
Published by Saras Mega

More info:

Published by: Saras Mega on Oct 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

Kegiatan Rapat PPKI Tanggal 18 Agustus 1945 Secara garis besarnya, kegiatan rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945

dibagi ke dalam dua tahap, yaitu: Tahap Sebelum Rapat PPKI Pada tahap ini diadakan rapat kecil yang terdiri dari Drs. Mohammad Hatta, Ki Bagus Hadikusumo. Wahid Hasyim. Mr. Kasman Singadimejo, dan Teuku Moh. Hasan. Mereka mengadakan rapat pendahuluan dan menghasilkan kesepakatan mengubah kalimat "Ketuhanan, dengan I:ewaj iban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" menjadi "Ketuhanan Yang Mahaesa". Dengan perubahan tersebut, maka seluruh hukum Undang-undang Dasar dapat diterima oleh daerahdaerah Indonesia yang tidak beragama Islam, misalnya daerahdaerah vang diduduki Kaigun. Menurut Drs. Muh. Hatta, adanya perubahan itu memberikan tanda bahwa para pemimpin bangsa pada waktu itu lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Rapat Utanta PPKI Rapat ini dipimpin oleh In Soekarno dan Muh. Hatta. Dalam rapat ini diputuskan tiga keputusan penting, yakni: 1) Menetapkan dan merigesahkan UUD 1945 setelah mengalami perubahan di sana-sini. Dalam UUD tercantum dasar negara. Dengan demikian PPKI pun telah menetapkan dasar negara RI yang baru diproklamasikan sehari sebelumnya; 2) Memilih dan mengangkat Ir. Soekarno dan Drs. Muh. Hatta, masing-masing sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia; 3) Wembentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi membantu presiden dan wakil presiden sebelum lembaga-lembaga negara yang diharapkan UUD 1945 terbentuk secara resmi. Khusus mengenai penetapan UUD 1945, bahan yang digunakan ialah bahan hasil sidang BPUPKI tanggal 10 s.d. 16 Juli 1945. Sedangkan untuk Pembukaannya diambil dari Piagam Jakarta dengan beberapa perubahan. Usulan-usulan yang masuk kepada Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dikemukakan Muh. Hatta sebagai berikut: a. Menghilangkan Rencana Pernyataan Indonesia Merdeka serta Rencana Pembukaan yang telah disetujui Badan Penyelidik tanggal 15 Agustus 1945 dan menggantinya dengan usul Rencana Pembukaan Hukum Dasar yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan tanggal 22 Juni 1945 dengan beberapa perubahan. Perubahan yang dimaksud diantaranya "Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" diganti dengan "Ketuhanan Yang Mahaesa". Dengan perubahan ini, maka seluruh hukum Undang-undang dasar dapat diterima oleh daerahdaerahIndonesia yang tidak beragama Islam. Perubahan ini telah mendapat persPtujuan dari berbagai golongan dan akan menyatukan seluruh bangsa. Dengan adanya perubahan pada Pembukaan, maka ada perubahan dalam Rencana Undangundang Dasar, yaitu:

Setelah dilakukan amandemen terhadap UUD hasil sidang BPUPKI tanggal 16 Juli 1945. Perjuangan melalui kedua lembaga ini lebih bersifat teknis mempersiapkan pembentukan negara. dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya" diubah menjadi "Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Mahaesa" (Pasal 29 ayat 1). Artikel ini sedapat mungkin menghindari polemik dan kontroversi tersebut. Sekarang. 2) Negara berdasar atas Ketuhanan. c. b. • Aturan Peralihan Pasal I sampai dengan IV. • Aturan Tambahan angka 1 dan 2. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara jo Ketetapan MPR No. I/MPR/2003 tentang Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 1960 sampai dengan Tahun 2002. Hal ini dikarenakan begitu banyak polemik serta kontroversi yang akut dan berkepanjangan baik mengenai siapa pengusul pertama sampai dengan pencetus istilah Pancasila. Namun dibalik itu terdapat sejarah panjang perumusan sila-sila Pancasila dalam perjalanan ketata negaraan Indonesia. Dalam pasal-pasal UUD 1945 terdapat pula beberapa perubahan. UUD hasil putusan sidang PPKI tannggal 18 Agustus 1945 dikenal dengan nama ULTD 1945. Penempatan rumusan yang lebih awal tidak mengurangi kedudukan rumusan yang lebih akhir. yaitu: • Bab XVI pasal 37 tentang Perubahan Undang-undang Dasar. Selain itu Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah “Perjanjian Luhur” bangsa Indonesia. . Menambahkan kepada Rencana Undang-undang Dasar tanggal 16 Juli 1945 dan tambahan itu disahkan. maka disahkanlah UUD Republik Indonesia. Dernikianlah perjuangan pergerakan nasional bangsaIndonesia melaiui BPUPKi dan PPKI. Oleh karena itu artikel ini lebih bersifat suatu "perbandingan" (bukan "pertandingan") antara rumusan satu dengan yang lain yang terdapat dalam dokumen-dokumen yang berbeda. Hal ini kembali ditegaskan dalam Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. Sejarah ini begitu sensitif dan salah-salah bisa mengancam keutuhan Negara Indonesia. Rumusan-rumusan Pancasila Pancasila sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final.1) "Presiden iaiah orang Indonesia asli yang beragama Islam" diubah menjadi "Presiden ialah orang Indonesia as] i" (Pasal 6 ayat 1).

5. Hasil BPUPKI. Yamin. yaitu: 1. Sukarno. 3. dan Versi populer yang berkembang di masyarakat. Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. beberapa anggota BPUPKI juga menyampaikan usul dasar negara. Pada sesi pertama persidangan BPUPKI yang dilaksanakan pada 29 Mei – 1 Juni 1945 beberapa anggota BPUPKI diminta untuk menyampaikan usulan mengenai bahan-bahan konstitusi dan rancangan “blue print” Negara Republik Indonesia yang akan didirikan. Peri Kebangsaan Peri Kemanusiaan Peri ke-Tuhanan Peri Kerakyatan Kesejahteraan Rakyat Rumusan Tertulis Selain usulan lisan Muh Yamin tercatat menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan dasar negara. 3. Rumusan I: Moh. Selain Muh Yamin. Rumusan Pancasila yang satu dengan rumusan yang lain ada yang berbeda namun ada pula yang sama. 5. Hasil PPKI. Ir. Konstitusi RIS. Rumusan Pidato Baik dalam kerangka uraian pidato maupun dalam presentasi lisan Muh Yamin mengemukakan lima calon dasar negara yaitu: 1. Mr. Rumusan II: Soekarno. 2. Secara berturut turut akan dikemukakan rumusan dari Muh Yamin. UUD Sementara. 4. 2. Versi Berbeda. Piagam Jakarta. Usul Sukarno . UUD 1945 (Dekrit Presiden 5 Juli1959). Ketuhanan Yang Maha Esa Kebangsaan Persatuan Indonesia Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan [sic!] keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia [sic!] 4. Mohammad Yamin menyampaikan usul dasar negara dihadapan sidang pleno BPUPKI baik dalam pidato maupun secara tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI.Dari kronik sejarah setidaknya ada beberapa rumusan Pancasila yang telah atau pernah muncul. Usulan tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI oleh Muh Yamin berbeda dengan rumusan kata-kata dan sistematikanya dengan yang dipresentasikan secara lisan. diantaranya adalah Ir SukarnoUsul ini disampaikan pada 1 Juni 1945 yang kemudian dikenal sebagai hari lahir Pancasila.

Selama reses antara 2 Juni – 9 Juli 1945. Dokumen ini pula yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter) oleh Mr. 3. Persetujuan di antara dua golongan yang dilakukan oleh Panitia Sembilan tercantum dalam sebuah dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar”. dan satu prinsip. Dalam menentukan hubungan negara dan agama anggota BPUPKI terbelah antara golongan Islam yang menghendaki bentuk teokrasi Islam dengan golongan Kebangsaan yang menghendaki bentuk negara sekuler dimana negara sama sekali tidak diperbolehkan bergerak di bidang agama. Gotong-Royong [sic!] Rumusan III: Piagam Jakarta Usulan-usulan blue print Negara Indonesia telah dikemukakan anggota-anggota BPUPKI pada sesi pertama yang berakhir tanggal 1 Juni 1945. Rapat tersebut memutuskan membentuk suatu panitia kecil berbeda (kemudian dikenal dengan sebutan "Panitia Sembilan") yang bertugas untuk menyelaraskan mengenai hubungan Negara dan Agama.-atau demokrasi [sic!] Kesejahteraan sosial ke-Tuhanan yang maha esa [sic!] 2. tiga prinsip.sebenarnya tidak hanya satu melainkan tiga buah usulan calon dasar negara yaitu lima prinsip. Kebangsaan Indonesia Internasionalisme. 2. Muh Yamin. 5. Rumusan Trisila 1. Adapun rumusan rancangan dasar negara terdapat di akhir paragraf keempat dari dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum . delapan orang anggota BPUPKI ditunjuk sebagai panitia kecil yang bertugas untuk menampung dan menyelaraskan usul-usul anggota BPUPKI yang telah masuk. Sukarno pula-lah yang mengemukakan dan menggunakan istilah “Pancasila” (secara harfiah berarti lima dasar) pada rumusannya ini atas saran seorang ahli bahasa (Muhammad Yamin) yang duduk di sebelah Sukarno. dan Ekasila Rumusan Pancasila 1. 3. Oleh karena itu rumusan Sukarno di atas disebut dengan Pancasila. Socio-nationalisme [sic!] Socio-demokratie [sic!] ke-Tuhanan [sic!] Rumusan Ekasila 1.-atau peri-kemanusiaan [sic!] Mufakat. 4. Pada 22 Juni 1945 panitia kecil tersebut mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI dalam rapat informal. Trisila.

Rumusan ini merupakan rumusan pertama sebagai hasil kesepakatan para "Pendiri Bangsa". “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan. [A. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya 2. 3.Dasar” (paragraf 1-3 berisi rancangan pernyataan kemerdekaan/proklamasi/declaration of independence). [A] dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.] serta [B] dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Alternatif pembacaan Alternatif pembacaan rumusan kalimat rancangan dasar negara pada Piagam Jakarta dimaksudkan untuk memperjelas persetujuan kedua golongan dalam BPUPKI sebagaimana terekam dalam dokumen itu dengan menjadikan anak kalimat terakhir dalam paragraf keempat tersebut menjadi sub-sub anak kalimat. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. persatuan Indonesia. Serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Rumusan populer Versi populer rumusan rancangan Pancasila menurut Piagam Jakarta yang beredar di masyarakat adalah: 1. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Rumusan kalimat “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya . dan [A. 4.3] kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan[.1] kemanusiaan yang adil dan beradab. menurut dasar[:] [A.2] persatuan Indonesia.

” ]Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Rumusan IV: BPUPKI Pada sesi kedua persidangan BPUPKI yang berlangsung pada 10-17 Juli 1945. persatuan Indonesia. 3. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya 2. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat-kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. 4. 3. Rumusan yang diterima oleh rapat pleno BPUPKI tanggal 14 Juli 1945 hanya sedikit berbeda dengan rumusan Piagam Jakarta yaitu dengan menghilangkan kata “serta” dalam sub anak kalimat terakhir. Dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Rumusan V: PPKI Menyerahnya Kekaisaran Jepang yang mendadak dan diikuti dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diumumkan sendiri oleh Bangsa Indonesia (lebih awal dari kesepakatan semula .2. 4. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Rumusan rancangan dasar negara hasil sidang BPUPKI. dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” (baca Piagam Jakarta) dibahas kembali secara resmi dalam rapat pleno tanggal 10 dan 14 Juli 1945. jarang dikenal oleh masyarakat luas Rumusan kalimat “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan. dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dokumen “Rancangan Pembukaan Hukum Dasar” tersebut dipecah dan diperluas menjadi dua buah dokumen berbeda yaitu Declaration of Independence (berasal dari paragraf 1-3 yang diperluas menjadi 12 paragraf) dan Pembukaan (berasal dari paragraf 4 tanpa perluasan sedikitpun). yang merupakan rumusan resmi pertama. dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5.

UUD inilah yang nantinya dikenal dengan UUD 1945. dan Kalimantan). Rumusan dasar negara yang terdapat dalam paragraf keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar ini merupakan rumusan resmi kedua dan nantinya akan dipakai oleh bangsa Indonesia hingga kini. A. ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Mr.dengan Tentara Angkatan Darat XVI Jepang) menimbulkan situasi darurat yang harus segera diselesaikan. Setelah diadakan konsultasi mendalam akhirnya mereka menyetujui penggantian rumusan “Ketuhanan. wakil-wakil dari Indonesia daerah Kaigun (Papua. keberatan dengan usul penghapusan itu. Nusa Tenggara. Mr. ''sic!'' Kemanusiaan yang adil dan beradab. Untuk menjaga integrasi bangsa yang baru diproklamasikan. 3. wakil golongan Islam. Rumusan kalimat “… dengan berdasar kepada: ke-Tuhanan Yang Maha Esa. diantaranya Teuku Moh Hasan. diantaranya A. Persatuan Indonesia Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maramis. Kasman Singodimedjo. kemanusiaan yang adil dan beradab. Akhirnya pada akhir 1949 Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta (RI . dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dengan rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sebuah “emergency exit” yang hanya bersifat sementara dan demi keutuhan Indonesia.” Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. Sukarno segera menghubungi Hatta dan berdua menemui wakil-wakil golongan Islam.. 4. menemui Sukarno menyatakan keberatan dengan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” untuk ikut disahkan menjadi bagian dasar negara. Maluku. Sulawesi. Rumusan VI: Konstitusi RIS Pendudukan wilayah Indonesia oleh NICA menjadikan wilayah Republik Indonesi semakin kecil dan terdesak. dan Ki Bagus Hadikusumo. persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pagi harinya tanggal 18 Agustus 1945 usul penghilangan rumusan “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dikemukakan dalam rapat pleno PPKI. Semula. Selain itu dalam rapat pleno terdapat usulan untuk menghilangkan frasa “menurut dasar” dari Ki Bagus Hadikusumo. 2. Sore hari tanggal 17 Agustus 1945.

kebangsaan. kebangsaan. Perubahan tersebut dilakukan dengan menerbitkan UU RIS No 7 Tahun 1950 tentang Perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat menjadi UndangUndang Dasar Sementara (LN RIS Tahun 1950 No 56. Walaupun UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 tetap berlaku bagi RI Yogyakarta. TLN RIS No 37) yang disahkan tanggal 15 Agustus 1950. perikemanusiaan. kerakyatan dan keadilan sosial. berdasar pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa. ke-Tuhanan Yang Maha Esa. sebagai kuasa dari NIT dan NST. Rumusan kalimat “…. NIT. …” . kerakyatan dan keadilan sosial. Pada Mei 1950 hanya ada tiga negara bagian yang tetap eksis yaitu RI Yogyakarta.Yogyakarta) terpaksa menerima bentuk negara federal yang disodorkan pemerintah kolonial Belanda dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) dan hanya menjadi sebuah negara bagian saja. Dalam Konstitusi RIS rumusan dasar negara terdapat dalam Mukaddimah (pembukaan) paragraf ketiga. 2. Rumusan kalimat “…. kerakyatan dan keadilan sosial Rumusan VII: UUD Sementara Segera setelah RIS berdiri. menyetujui pembentukan negara kesatuan dan mengadakan perubahan Konstitusi RIS menjadi UUD Sementara. dan NSTSetelah melalui beberapa pertemuan yang intensif RI Yogyakarta dan RIS. negara itu mulai menempuh jalan kehancuran. Hanya dalam hitungan bulan negara bagian RIS membubarkan diri dan bergabung dengan negara bagian RI Yogyakarta.” Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. berdasar pengakuan ke-Tuhanan Yang Maha Esa. perikemanusiaan. perikemanusiaan. kebangsaan. 4. Konstitusi RIS disetujui pada Desember 1949oleh enam belas negara bagian dan satuan kenegaraan yang tergabung dalam RIS. 5. namun RIS sendiri mempunyai sebuah Konstitusi Federal (Konstitusi RIS) sebagai hasil permufakatan seluruh negara bagian dari RIS. 3. Rumusan dasar negara kesatuan ini terdapat dalam paragraf keempat dari Mukaddimah (pembukaan) UUD Sementara Tahun 1950.

4. Untuk itulah pada 5 Juli 1959 Presiden Indonesia saat itu.Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. 3. Tap MPR No III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan. Persatuan Indonesia. kerakyatan dan keadilan sosial Rumusan VIII: UUD 1945 Kegagalan Konstituante untuk menyusun sebuah UUD yang akan menggantikan UUD Sementara yang disahkan 15 Agustus 1950 menimbulkan bahaya bagi keutuhan negara. perikemanusiaan. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. 2. Dengan pemberlakuan kembali UUD 1945 maka rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD kembali menjadi rumusan resmi yang digunakan. . Kemanusiaan yang adil dan beradab. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. kebangsaan. 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Rumusan kalimat “… dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa. dalam berbagai produk ketetapannya. ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Ketuhanan Yang Maha Esa. Rumusan ini pula yang diterima oleh MPR. 5. Tap MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. dan 2. mengambil langkah mengeluarkan Dekrit Kepala Negara yang salah satu isinya menetapkan berlakunya kembali UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 menjadi UUD Negara Indonesia menggantikan UUD Sementara.” Rumusan dengan penomoran (utuh) 1. Sukarno. yang pernah menjadi lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat antara tahun 1960-2004. diantaranya: 1.

]Rumusan X: Versi Populer Rumusan terakhir yang akan dikemukakan adalah rumusan yang beredar dan diterima secara luas oleh masyarakat. Persatuan Indonesia Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Ketuhanan Yang Maha Esa. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Rumusan ini pula yang terdapat dalam lampiran Tap MPR No II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) Rumusan 1. Rumusan Pancasila versi populer inilah yang dikenal secara umum dan diajarkan secara luas di dunia pendidikan sebagai rumusan dasar negara. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Rumusan IX: Versi Berbeda Selain mengutip secara utuh rumusan dalam UUD 1945. 3.3. . XX/MPRS/1966 tentang Memorandum DPR-GR mengenai Sumber Tertib Hukum Republik Indonesia dan Tata Urutan Peraturan Perundangan Republik Indonesia. Rumusan 1. hanya saja menghilangkan kata “dan” serta frasa “serta dengan mewujudkan suatu” pada sub anak kalimat terakhir. Rumusan ini pada dasarnya sama dengan rumusan dalam UUD 1945. 4. Ketuhanan Yang Maha Esa. 3. Rumusan ini terdapat dalam lampiran Ketetapan MPRS No. 4. 2. 4. Keadilan sosial. 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. MPR pernah membuat rumusan yang agak sedikit berbeda.

Memilih Ir. Ahmad Subardjo . gubernurnya R. Pembagian wilayah. gubernurnya Mr.J. I. gubernurnya Sutarjo Kartohadikusumo b. Mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia yang telah dipersiapkan oleh Dokuritsu Junbi Coosakai (BPUPKI). Departemen Luar Negeri dikepalai Mr. Jawa Tengah. 3. Panji Suroso c.A. G. Jawa Timur. Menetapkan 12 departemen dengan menterinya yang mengepalai departemen dan 4 menteri negara. Latuharhary g. Membentuk Komite Nasional (Daerah). J. terdiri atas 8 provinsi. Pada hari berikutnya. Borneo (Kalimantan). I/MPR/2003 jo Pasal I Aturan Tambahan UUD 1945). 2.S. gubernurnya Mr.A. Berikut ini 12 departemen tersebut. Pangeran Muhammad Noor e. Sam Ratulangi f. Wiranata Kusumah b. gubernurnya Mr.A. Maluku. gubernurnya Dr. Sulawesi. Sunda Kecil (Nusa Tenggara). Sumatra. a. 1. a.S. 3. tanggal 19 Agustus 1945 PPKI melanjutkan sidangnya dan berhasil memutuskan beberapa hal berikut. Gusti Ktut Pudja h. Soekarno sebagai presiden dan Drs. yang kemudian dikenal dengan Undang-Undang Dasar 1945. Departemen Dalam Negeri dikepalai R. Suryo d. Hasil – hasil Sidang PPKI Hasil-Hasil Sidang PPKI Secara Lengkap Berikut ini beberapa keputusan penting dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan secara aklamasi atas usul dari Otto Iskandardinata. Mohammad Hatta sebagai wakil presiden.Epilog “Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara” (Pasal 1 Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 jo Ketetapan MPR No. Jawa Barat. gubernurnya R. Teuku Mohammad Hassan 2. 1. Membentuk sebuah Komite Nasional untuk membantu presiden selama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum terbentuk. gubernurnya Ir.

Supomo d. Amir 3. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945. Dr. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Sekretaris negara. A. Buntaran Martoatmojo g. adalah hukum dasar tertulis (basic law). dan Kebudayaan dikepalai Ki Hajar Dewantara h. Dr. Otto Iskandardinata 4.G. [1] UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Menteri negara M. A. . Sejak tanggal 27 Desember 1949. Juru bicara negara. konstitusipemerintahan negara Republik Indonesia saat ini. Departemen Pekerjaan Umum dikepalai Abikusno Tjokrosuyoso l. Mr.M Sartono Di samping itu diangkat pula beberapa pejabat tinggi negara yaitu: 1. Menteri negara R. Mr. Pendidikan. Departemen Perhubungan dikepalai Abikusno Tjokrosuyoso k. Menteri negara Wachid Hasyim 2. Mr. Departemen Keuangan dikepalai Mr. Departemen Sosial dikepalai Iwa Kusumasumantri i. dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal 22 Juli 1959. Pembentukan Badan Keamanan Rakyat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Departemen Pengajaran. Pembentukan Komite Nasional 2. Soekarjo Wirjopranoto Sidang PPKI yang ketiga tanggal 22 Agustus 1945 memutuskan: 1. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. Amir Syarifudin Sedangkan 4 menteri negara yaitu: 1. Mr. Jaksa Agung. Departemen Pertahanan dikepalai Supriyadi j. Membentuk Partai Nasional Indonesia 3. Menteri negara R. Pringgodigdo 4. di Indonesia berlakuKonstitusi RIS. Gatot Tarunamihardja 3. Departemen Penerangan dikepalai Mr. Departemen Kemakmuran dikepalai Surachman Cokroadisurjo f. Kusumaatmaja 2. Ketua Mahkamah Agung.A Maramis e.c. Departemen Kehakiman dikepalai Prof. Departemen Kesehatan dikepalai Dr.

Pada kurun waktu tahun 1999-2002. Masa Sidang Kedua tanggal 10-17 Juli1945. Dalam Risalah Sidang Tahunan MPR Tahun 2002. 3 pasal Aturan Peralihan. yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Naskah Undang-Undang Dasar 1945 Sebelum dilakukan Perubahan. 65 ayat (16 ayat berasal dari 16 pasal yang hanya terdiri dari 1 ayat dan 49 ayat berasal dari 21 pasal yang terdiri dari 2 ayat atau lebih).17 Agustus 1950 Pada masa ini sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer. Soekarno menyampaikan gagasan tentang "Dasar Negara" yang diberi nama Pancasila.27 Desember 1949 Dalam kurun waktu 1945-1950. UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. 37 pasal. serta Penjelasan. dan 2 ayat Aturan Tambahan). karena MPR dan DPR belum terbentuk. Setelah dilakukan 4 kali perubahan. UUD 1945 memiliki 20 bab. 37 pasal. diterbitkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah. 194 ayat. Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Di Sumatera ada BPUPK untuk Sumatera. Nama Badan ini tanpa kata "Indonesia" karena hanya diperuntukkan untuk tanah Jawa saja. Ir. [sunting]Periode berlakunya UUD 1945 18 Agustus 1945. Tanggal 18 Agustus 1945. Pada tanggal 22 Juni 1945. PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. [sunting]Sejarah [sunting]Sejarah Awal Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk pada tanggal 29 April 1945 adalah badan yang menyusun rancangan UUD 1945. [sunting]Periode berlakunya Konstitusi RIS 1949 27 Desember 1949 . dan 2 pasal Aturan Tambahan. Sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini. sehingga peristiwa ini merupakan perubahan sistem pemerintahan agar dianggap lebih demokratis. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). Pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 Agustus 1945. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945 memutuskan bahwa KNIP diserahi kekuasaan legislatif. UUD 1945 terdiri atas Pembukaan. Batang Tubuh (16 bab. Tanggal 14 November 1945 dibentuk Kabinet Semi-Presidensiel ("Semi-Parlementer") yang pertama. 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Sembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam Jakartayang akan menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. Pada masa sidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 1945. Setelah dihilangkannya anak kalimat "dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya" maka naskah Piagam Jakarta menjadi naskah Pembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). . 4 pasal Aturan Peralihan.

21 Mei 1998 Pada masa Orde Baru (1966-1998). Pada periode ini pula kabinet selalu silih berganti. di antara melalui sejumlah peraturan:  Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945. Pada masa ini. Namun pelaksanaannya ternyata menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945 yang murni. UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat "sakral". maka rakyat Indonesia sadar bahwa UUDS 1950 dengan sistem Demokrasi Liberal tidak cocok. maka pada tanggal 5 Juli 1959. sehingga pada tanggal 5 Juli 1959 mengumumkan dekrit mengenai pembubaran Konstituante dan berlakunya kembali UUD 1945 serta tidak berlakunya UUDS 1950 [sunting]Periode kembalinya ke UUD 1945 5 Juli 1959-1966 Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai politik sehingga gagal menghasilkan UUD baru. Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai undang-undang dasar. Akhirnya Presiden menganggap bahwa keadaan ketatanegaraan Indonesia membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara serta merintangi pembangunan semesta berencana untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya . masing-masing partai lebih memperhatikan kepentingan partai atau golongannya. akibatnya pembangunan tidak berjalan lancar. di antaranya:  Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara   MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup Pemberontakan Partai Komunis Indonesia melalui Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia [sunting]Periode UUD 1945 masa orde baru 11 Maret 1966. terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945. Setelah negara RI dengan UUDS 1950 dan sistem Demokrasi Liberal yang dialami rakyat Indonesia selama hampir 9 tahun.5 Juli 1959 Pada periode UUDS 50 ini diberlakukan sistem Demokrasi Parlementer yang sering disebut Demokrasi Liberal.bentuk pemerintahan dan bentuk negaranya federasi yaitu negara yang didalamnya terdiri dari negara-negara bagian yang masing masing negara bagian memiliki kedaulatan sendiri untuk mengurus urusan dalam negerinya. menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 yang berlaku pada waktu itu. Pada masa Orde Baru. [sunting]Periode UUDS 1950 17 Agustus 1950 . karena tidak sesuai dengan jiwa Pancasila dan UUD 1945.terutama pelanggaran pasal 23 (hutang Konglomerat/private debt dijadikan beban rakyat Indonesia/public debt) dan 33 UUD 1945 yang memberi kekuasaan pada pihak swasta untuk menghancur hutan dan sumberalam kita. Pemerintah menyatakan akan menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen.

Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara. Dalam kurun waktu 1999-2002. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR:     Sidang Umum MPR 1999. Yaitu masa sejak Presiden Soeharto digantikan oleh B. kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat). eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. pembagian kekuasaan. serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi.Habibie sampai dengan lepasnya Provinsi Timor Timur dari NKRI. kedaulatan rakyat. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru. Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945. tanggal 1-9 November 2001 → Perubahan Ketiga UUD 1945 Sidang Tahunan MPR 2002. terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui referendum. serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. kekuasaan yang sangat besar pada Presiden. tanggal 7-18 Agustus 2000 → Perubahan Kedua UUD 1945 Sidang Tahunan MPR 2001. [sunting]Periode 21 Mei 1998. tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). [sunting]Periode UUD 1945 Amandemen Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. adanya pasal-pasal yang terlalu "luwes" (sehingga dapat menimbulkan multitafsir). tanggal 14-21 Oktober 1999 → Perubahan Pertama UUD 1945 Sidang Tahunan MPR 2000.J. yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983.  Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum.19 Oktober 1999 Pada masa ini dikenal masa transisi. tanggal 1-11 Agustus 2002 → Perubahan Keempat UUD 1945 . Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan di antaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. HAM.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->