KOMPOSISI DAN STRUKTUR ATMOSFER BUMI

Atmosfer berasal dari dua kata Yunani yaitu atmos berarti uap dan sphaira berarti bulatan, jadi atmosfer adalah lapisan gas yang menyelubungi bulatan bumi. Atmosfer bumi mempunyai ketebalan sekitar 1000 km yang dibagi menjadi lapisan-lapisan berdasarkan profil temperatur, komposisi atmosfer, sifat radioelektrik dan lain-lain. Karena sebaran panas tidak sama di dalam atmosfer, maka terjadi gejala-gejala cuaca yaitu dari angin lemah sampai sangat kencang di dalam badai atau siklon, dari cuaca cerah, cuaca berawan sampai hujan deras (shower). Kajian tentang deskripsi dan pemahaman fenomena atmosfer disebut Sains Atmosfer yang secara tradisi dibagi menjadi Meteorologi dan Klimatologi. Berbagai pertimbangan yang menyebabkan ilmuwan tertarik mengkaji atmosfer bumi di antaranya adalah:

Atmosfer melindungi penghuni bumi dari radiasi gelombang pendek matahari yang sangat kuat. Jika tak ada atmosfer maka manusia, tumbuhan dan hewan akan menjadi debu berserakan.

Banyak gejala atmosfer yang menarik dan perlu dikaji, misalnya terjadinya awan dan hujan, badai guruh, badai tropis, perubahan iklim dan sebagainya. Atmosfer sebagai bahan alam yang perlu dieksplorasi dan dieksploitasi, misalnya teknologi hujan buatan, memanfaatkan energi angin dan sebagainya. Atmosfer sebagai media transportasi udara yang peka terhadap cuaca. Awan cumulonimbus (cb) merupakan jalan maut bagi dunia penerbangan harus dihindari. Atmosfer sebagai tempat pembuangan zat pencemar diantaranya zat tersebut ada yang beracun dan berbahaya bagi manusia.

Atmosfer tropis mencakup daerah antara 23,5º U (tropis Cancer) dan 23,5º S (tropis Capricorn). Ahli meteorologi sering memakai batas lain untuk mendefiniskan atmosfer tropis dengan memakai sumbu sel tekanan tinggi subtropis yaitu batas sirkulasi atmosfer yang didominasi oleh angin timuran di tropis dan angin baratan di subtropis. Batas dari atmosfer tropis tropis adalah lintang 30º U dan 30º S yang disebut "lintang kuda" (horse latitude). Atmosfer ekuatorial dapat

000 m dan lebih dari 99% terletak di dalam lapisan 35. Udara seperti ini disebut udara alam. Gas lain yang stabil adalah neon. Gas utama dalam udara kering . hewan dan tumbuh-tumbuhan akan mati. manusia. udara kering yang murni di alam tidak pernah ditemui karena 2 alasan. yakni adanya uap air di udara yang jumlahnya berubah-ubah dan selalu ada injeksi zat ke dalam udara. akibatnya tekanan udara berkurang sesuai dengan ketinggian. xenon dan yang kurang stabil termasuk ozon dan radon juga terdapat di atmosfer dalam jumlah yang sangat kecil.000 m dari permukaan bumi. oksigen. argon dan karbondioksida meliputi hampir seratus persen dari volume udara kering. lihat tabel 1. Jadi atmosfer di atas wilayah Indonesia dapat dikatakan sebagai "atmosfer ekuatorial". setengah dari massanya kira-kira terletak dibawah 6. lapisan atmosfer mengandung air dalam ketiga fasanya dan aerosol atmosfer. Selain udara kering. nitrogen. Oleh karena itu.didefinisikan sebagai atmosfer yang dibatasi oleh lintang 10º U dan 10º S. Lapisan atmosfer merupakan campuran dari gas yang tidak tampak dan tidak berwarna. hidrogen. misalnya asap dan partikel debu. metana. Atmosfer menyebabkan hambatan bendabenda yang bergerak melaluinya sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfer akan menjadi hancur sebelum mencapai permukaan bumi. kripton. Massa total atmosfer sekitar 56 x 1014 ton. helium. Empat gas. Atmosfer bertindak sebagai pelindung kehidupan bumi dari radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari. Komposisi Atmosfer Tanpa atmosfer. Atmosfer bersifat dapat dimampatkan (kompresibel) sehingga lapisan atmosfer bawah lebih padat daripada lapisan di atasnya. Tabel 1.

Oksigen (O2) sangat penting bagi kehidupan. namun neon biasanya dipakai dalam iklan dan argon dipakai untuk bola lampu cahaya listrik. Karbondioksida (CO2) dihasilkan dari pembakaran bahan bakar. karena tidak mudah bergabung dengan unsur lain. argon (Ar). Neon (Ne). kemudian dibutuhkan oleh tanaman.Gas atmosfer yang penting dalam proses cuaca adalah uap air (H2O) karena dapat berubah fasa menjadi fasa cair dan padat. Nitrogen tidak langsung bergabung dengan unsur lain. meliputi 78 bagian. karbondioksida (CO2) karena bertindak sebagai gas rumah kaca dan ozon (O3) karena dapat menyerap radiasi ultraviolet matahari berenergi tinggi yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Nitrogen (N2) terdapat di udara dalam jumlah yang paling banyak yaitu. . Oksigen dapat bergabung dengan unsur kimia lain yang dibutuhkan untuk pembakaran. Kenaikan konsentrasi CO2 di dalam atmosfer akan menyebabkan kenaikan suhu permukaan bumi dan menimbulkan pemanasan global. xenon (Xe) dan krypton (Kr) disebut gas mulia. Helium (He) dan hidrogen (H2) sangat jarang di udara kecuali pada paras yang tinggi. Karbon dioksida menyebabkan efek rumah kaca (greenhouse) transparan terhadap radiasi gelombang pendek dan menyerap radiasi gelombang panjang. konsentrasi CO2 terus naik yang antara lain disebabkan kenaikan pemakaian bahan bakar karbon dan hidrokarbon. yaitu untuk mengubah zat makanan menjadi energi hidup. Gas ini adalah yang paling ringan dan sering dipakai untuk mengisi balon meteorologi. tetapi pada hakikatnya unsur ini penting karena bagian dari senyawa organik. Meskipun gas ini kurang penting di atmosfer. Sejak revolusi industri. pernafasan manusia dan hewan.

Meskipun berat molekuler uap air lebih kecil daripada berat molekuler beberapa gas lain. Sekitar 99% didominasi oleh gas nitrogen dan oksigen. dan yang paling banyak jumlahnya di atmosfer adalah nitrogen. Gas ini terdapat terutama pada ketinggian antara 20 dan 30 km di atas permukaan laut (dpl). namun uap air ini berada dalam ketebalan beberapa kilometer atmosfer paling bawah. danau. Gas variabel dengan waktu tinggal dari beberapa hari sampai minggu. Perubahan fase air yang mungkin dapat dilukiskan pada gambar 1. maka unsur-unsur udara dapat diklasifikasikan menjadi 3 golongan: 1. Ozon dapat menyerap radiasi ultra violet yang mempunyai energi besar dan berbahaya bagi tubuh manusia. proporsi gas relatif masih tetap. Gas permanen dengan waktu tinggal sangat lama. 3. Sampai pada ketinggian lebih dari 60 km. Perubahan fasa cair (air) menjadi gas (uap air) disebut penguapan (evaporasi) dan sebaliknya disebut pengembunan (kondensasi). Air dalam atmosfer dapat berada dalam ketiga wujud (fasa). Secara praktis. Proporsi gas atmosfer berubah jika udara ditinjau bersama dengan komposisi uap airnya.35 tahun dan CH4 = 3 tahun. kecuali fasa gas air (uap air). Uap air (H2O) sangat penting dalam proses cuaca atau iklim karena dapat berubah fasa (wujud) menjadi fase cair atau padat melalui kondensasi dan deposisi. kolam. Hal ini dapat dimengerti bila disadari bahwa sumber uap air atmosferik secara langsung adalah lautan yang mencakup 70% luas permukaan bumi dan bahwa suhu udara di dalam troposfer sangat dingin sehingga air tak dapat mempertahankan wujudnya dalam bentuk gas. sungai dan transpirasi tanaman. misalnya waktu tinggal He = 2 juta tahun. Siklusnya berkaitan dengan siklus air (cuaca). Uap air terdapat di atmosfer sebagai hasil penguapan dari laut. Gas semi permanen dengan waktu tinggal beberapa bulan sampai tahun misal: CO2 = 0. Unsur-unsur ini adalah gas aktif secara kimia.Ozon (O3) adalah gas yang paling aktif dan merupakan bentuk lain dari oksigen.misalnya waktu tinggal uap air berorde 10 hari. 2. atmosfer dapat berada pada tempat yang langka uap air (kebasahan) dapat mencapai 4%. Dari waktu tinggal di atmosfer . Perubahan fasa cair menjadi fasa padat (es) disebut pembekuan dan .

Perubahan wujud (fasa) uap air di udara sangat penting dalam menentukan kondisi cuaca. Debu dapat menyerap. mesosfer dan termosfer (Gambar 2). Perubahan fasa air Atmosfer selalu dikotori oleh debu.dan menyebabkan awan. Konsentrasi debu pada umumnya berkurang dengan bertambahnya ketinggian. Partikel debu yang bersifat higroskopis akan bertindak sebagai inti kondensasi. stratosfer. Gambar 1. Bila uap air yaitu bagian dari udara natural (alam) berubah menjadi cair atau padat (partikel air dan es) maka partikelpartikel ini menjadi benda asing dalam atmosfer. hujan. daerah industri dan daerah kering jumlah debu dapat mencapai 5 juta tiap cm3. memantulkan dan menghamburkan radiasi yang datang. debu atmosferik dapat tersapu turun ke permukaan bumi oleh curah hujan. Di pegunungan jumlah debu hanya beberapa ratus partikel tiap cm3. tetapi di kota besar. embun atau batu es (hailstone). asap batu bara atau arang.sebaliknya disebut pencairan. Struktur Vertikal Atmosfer Jika suhu dipakai sebagai dasar pembagian atmosfer. partikel debu dan tetes air. Lapisan troposfer dan stratosfer dipisahkan . tetapi kemudian atmosfer dapat terisi partikel debu kembali. Debu higroskopis yang penting adalah partikel garam. Beberapa jenis dari bahan ini adalah partikel garam. Perubahan fasa es menjadi fasa uap disebut sumblimasi dan sebaliknya disebut deposisi (Gambar 1). salju. Debu ialah istilah yang dipakai untuk benda yang sangat kecil sehingga sebagian tidak nampak kecuali dengan mikroskop. kabut. meskipun debu meteorik dapat dijumpai pada lapisan atmosfer atas. maka diperoleh lapisan troposfer. Atmosfer juga mengandung jenis bahan yang bukan bagian dari komposisi gas. Kabas (smog) singkatan dari kabut dan asap (smoke and fog) adalah kabut tebal yang sering dijumpai di daerah industri yang lembap.

1) dT/dz > 0 suhu naik. Garis titik-titik menunjukkan puncak masing-masing lapisan Perubahan suhu udara di atmosfer secara vertikal (menurut ketinggian) berbeda-beda yang dapat dikelompokkan menjadi tiga hal. Perubahan suhu (dT) terhadap ketinggian (dz) dinyatakan oleh dT/dz. Rincian tiap lapisan atmosfer adalah sebagai berikut : .dipisahkan oleh lapisan tropopause. 3) dT/dz < style="font-style: italic. Hal ini disebut isotermal. Gambar 2. dengan bertambahnya ketinggian. 2) dT/dz = 0 suhu tetap walaupun ketinggian berubah. Lapisan stratosfer dan mesosfer dibatasi oleh lapisan mesopause dan puncak termosfer disebut termopause. Hal ini disebut inversi suhu. Pembagian lapisan atmosfer berdasarkan profil suhu vertikal.">lapse rate.

2 mb dan 1. uap air berubah menjadi titik-titik air pembentuk awan. Gejala cuaca. badai guruh dan lain sebagainya terjadi pada lapisan troposfer. Beberapa ciri khas dari lapisan terbawah atmosfer ini diantaranya adalah : • Terdapat pada ketinggian mulai dari permukaan laut hingga ketinggian 8 km di daerah kutub dan 16 km di ekuator. Radiasi surya menyebabkan pemanasan permukaan bumi yang selanjutnya panas tersebut diserap oleh air untuk berubah menjadi uap. badai. kilat dan guntur. dan sphaira: bulatan atau lapisan) adalah lapisan yang berubah-ubah.23 kg/m 3 . awan. Troposfer Secara harafiah troposfer (tropo: berubah. suhu troposfer berubah dari 15 ºC pada permukaan laut menjadi -60 ºC di puncak atmosfer. sedangkan panas latennya dilepas memasuki atmosfer dan menaikkkan suhunya. misalnya awan. Troposfer sangat sedikit menyerap radiasi matahari. uap maupun es) dan berlangsung evaporasi dan kondensasi. • • Pada lapisan ini suhu udara turun dengan bertambahnya ketinggian (dT/dz <0). konveksi dan panas laten kondensasi atau sublimasi yang dilepaskan ketika uap air berubah wujud menjadi tetes air atau kristal es. • • Kecepatan angin bertambah dengan naiknya ketinggian dan di troposfer ini pemindahan energi berlangsung. Oleh proses evaporasi. sebaliknya permukaan bumi banyak menyerap panas pada troposfer melalui konduksi. Ruang terjadinya sirkulasi dan turbulensi seluruh bahan atmosfer sehingga menjadi satusatunya lapisan yang mengalami pembentukan dan perubahan cuaca seperti: angin. Tekanan dan kerapatan udara di permukaan laut masingmasing adalah 1013. Setelah terjadi pendinginan akhirnya berlangsung proses kondensasi. hujan. • Satu-satunya lapisan atmosfer yang mengandung air (air. energi panas diangkat oleh uap ke lapisan atas yang lebih tinggi berupa panas laten. Pada atmosfer normal. Rata-rata ketinggian puncak troposfer di seluruh dunia adalah 12 km. presipitasi.1.

maka stratosfer lebih tipis di ekuator daripada di kutub. Mesosfer terletak di atas stratopause dari ketinggian 60 . dan sphaira: bulatan) artinya bulatan (lapisan) yang berlapis. Proses pembentukan dan penguraian mencapai kesetimbangan hingga membentuk lapisan ozon. Lapisan ini tidak mengalami turbulensi atau sirkulasi. Stratosfer terletak di atas troposfer pada ketinggian 10 dan 60 km. Mesosfer Mesosfer (meso: tengah. 4. karena pada lapisan stratosfer terdapat juga lapisan ozon (ozonosfer).85 km. Ketinggian itu disebut tropopause. disebabkan ozonosfer yang menyerap radiasi ultra violet berenergi tinggi dari matahari. 3. Puncak mesosfer dibatasi oleh mesopause dengan perubahan suhu terhadap ketinggian mulai bersifat isotermal dan permukaan yang mempunyai temperatur paling rendah di atmosfer. Pada lapisan ini turbulensi udara tidak terjadi. dengan ditandai susut temperatur positif (perubahan suhu terhadap ketinggian (dT/dz) adalah lapse rate) dengan gradien temperatur berorde 0. sekitar -100 ºC.Gejala lapse rate berhenti pada ketinggian 8 km di atas kutub dan sekitar 16 km di atas ekuator. Karena tropopause lebih tinggi di ekuator daripada di kutub. Stratosfer merupakan lapisan atmosfer utama yang mengandung gas ozon. Lapisan ini tidak mengalami turbulensi/sirkulasi udara dan merupakan daerah penguraian O2 menjadi atom O. dan sphaira: bulatan) artinya lapisan gas bagian tengah yang meyelubungi bulatan bumi. Termosfer . Lapisan mesosfer tumpang tindih (overlaps) bersamaan dengan ionosfer bawah. yakni lapisan ketinggian atmosfer dengan dT/dz = 0. Stratosfer Stratosfer (strata: lapisan. Stratosfer ditandai oleh susut temperatur negatif atau kenaikan temperatur terhadap ketinggian (inversi suhu). tropopause mempunyai ketinggian 18 km dengan temperatur sekitar -80 ºC. Pertukaran antara gas troposfer dan stratosfer sangat kecil karena stratosfer adalah lapisan yang stabil/ inversi suhu. Di ekuator.4 ºC per 100 meter. 2. sedangkan di kutub tropopause hanya mencapai ketinggian 6 km dengan temperatur -40 ºC.

Reduksi kadar ozon stratosferik atau penipisan ozonosfer dapat menyebabkan kanker kulit. Gas ini sangat berbahaya bagi kesehatan jika kadar CO melebihi 100 ppm = 0. . Termopause adalah paras transisi ke profil temperatur yang mendekati isotermal atau temperatur konstan. Termosfer dan termopause meluas ke atas sampai berbaur dengan atmosfer matahari ribuan kilometer di atas permukaan bumi dan dalam perluasannya sebagian gas ini terionisasi. Aerosol atmosferik akibat aktivitas manusia maupun dihasilkan secara alamiah mempunyai dampak pendinginan terhadap atmosfer jika partikel ini memantulkan kembali radiasi. Karena semakin ke atas konsentrasi atmosfer makin kecil makin kecil maka perpindahan panas menjadi sulit. atau mempunyai dampak pemanasan jika partikel ini menyerap radiasi matahari. Jika asam belerang terhirup oleh pernafasan maka akan terjadi kerusakan jaringan secara permanen. Di atas ketinggian 100 km pengaruh radiasi ultraviolet dan sinar X makin kuat. menurunkan sistem kekebalan tubuh. meningkatkan penyakit katarak.. Hidrogen fluorida (HF) yang dihasilkan oleh proses industri adalah salah satu bahan kimia yang sangat korosif.01%. Karbonmonoksida (CO) secara kimia adalah gas aktif dan sangat beracun. Bagian atas mesosfer disebut termopause yang meluas dari ketinggian 300 km sampai pada rumbai-rumbai bumi (fringe of the earth) sekitar 1000 km. Belerang dioksida (SO2) dan asam belerang (H2SO4) lebih beracun lagi. Lapisan tempat berlangsungnya proses ionisasi gas N2 dan O2. sehingga lapisan termosfer sering disebut lapisan ionosfer. Termosfer ditandai oleh sifat susut temperatur negatif (sifat perubahan suhu terhadap ketinggian adalah inversi suhu) atau kenaikan temperatur dari -100 ºC sampai ratusan bahkan ribuan derajat. sehingga temperatur konstan. Karbondioksida (CO2) sebagai rumah kaca mempunyai efek pemanasan permukaan bumi. dan sphaira: bulatan) artinya lapisan panas yang menyelubungi bulatan bumi pada ketinggian 85 km sampai 300 km. Gas buang industri hidrogen sulfida (H2S) dalam dosis tinggi sangat mematikan. Lapisan ini berisi molekul dan atom N2. penurunan jumlah plankton di laut dan penurunan hasil pertanian.Termosfer (termo: panas. Dampak aktivitas manusia terhadap atmosfer dan akibatnya pada kesehatan manusia dan lingkungan sangat signifikan. Temperatur termopause adalah konstan terhadap ketinggian tapi bervariasi terhadap aktivitas matahari. O2. N dan O. Kenaikan temperatur disebabkan termosfer menyerap radiasi EUV (extreme ultravilolet).