P. 1
23977749-pembuatan-sabun

23977749-pembuatan-sabun

|Views: 612|Likes:
Published by Farouk Abdillah

More info:

Published by: Farouk Abdillah on Oct 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2014

pdf

text

original

http://www.scribd.

com/doc/23977749/pembuatan-sabun

MAKALAH PEMBUATAN SABUN

Disusun oleh : Nama : Agus Priyono NIM : 0807135272 Kelas :A

Universitas Riau Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia
1

Tahun Ajaran 2008/2009
KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan kasih karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul “Reaksi Saponifikasi Pembuatan Sabun” yang mana ini merupakan bagian dari mata kuliah Pratikum Kimia Organik telah dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih kepada bapak dan ibu dosen yang telah banyak memberi masukan ilmu yang bermanfaat, khususnya kepada Bapak Irdoni.HS dan ibu Nirwana.HZ selaku pembimbing dan juga kepada asisten dosen bang Zaid Isramar Hardian, dan juga saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu serta keluarga yang banyak memberikan dukungan baik moril maupun materil, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini, dan penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan laporan hasil pratikum ini masih jauh dari sifat sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penyusunan makalah ini selanjutnya. Akhirnya semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat kgususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.

Pekanbaru, November 2009

Penulis

2

............... Pendahuluan I...............................................................9 Pembuatan Sabun Dalam Industri ..................2 Saran ........................................8 Reaksi Saponifikasi .........................DAFTAR ISI Kata Pengantar .................... Isi II...........................1 Pengenalan Sabun ....................................................................5 Karakteristik Memilih Bahan baku Sabun ............. II....... II.......... II........4 Bahan Baku Pendukung Pembuatan Sabun ....................................... Sejarah Sabun ....... Penutup III......... II......................................... III. Daftar Pustaka 17 17 5 6 7 10 12 12 13 14 15 1 i ii 3 ....................1............................................................... II..........................1.........................................Kesimpulan .................................... II........... III.............. II..................7 Metoda Metoda Pembuatan Sabun ........ I....2 Macam Macam Sabun ......................................3 Bahan Baku Utama Pembuatan Sabun ....................... II.... Daftar Isi .... II..................6 Sifat Sifat Sabun ..................................................................

batu apung dan abu. dimana adalah metoda membuat sabun. Orang Yunani Kuno mandi untuk alasan estetik dan rupanya tidak menggunakan sabun. terbuat dari lemak dan abu. Musa memberi orang Israel peraturan pemerintah kebersihan pribadi. dokumen kesehatan dar sekitar tahun 1500 SM. Papirus Eber. juga meminyaki tubuh dengan minyak. orang pertama hidup dekat air dan tahu sesuatu apa itu properti kebersihan . Orang Jerman Kuno dan Gaul juga memasukkan dengan memjelajahi sesuatu bernama sabun. juga untuk membersihkan. pasir. 4 . Sabun mendapatkan nama. menggesek minyak dan kotoran dengan peralatan metal yang disebut strigil.BAB I PENDAHULUAN I. Para wanita menemukan bahwa campuran lilin membuat pembersih mereka dengan lebih kurang usaha. Sejak air menjadi bagian yang penting untuk kehidupan. Di waktu yang sama. dari Gunung Sapo. digunakan untuk mewarnai rambut mereka menjadi merah. Dia juga menghubungkan kebersihan untuk kesehatan dan penyucian agama. Catatan memperlihatkan bahwa orang Mesir Kuno mandi biasa. Baju dicuci tanpa sabun di sungai. Persembahan di tabung mengatakan bahwa lemak direbus dengan abu. mereka membersihkan tubuh mereka dengan balok lilin.1. Hujan membersihkan campuran dari lemak hewani mencair. atau lemak dan abu kayu dibawah menjadi lilin di sepanjang Sungai Tiber. Sejarah Sabun Awal Sejarah Sabun Asal dari kebersihan pribadi kembali ke zaman prasejarah. tetapi tidak mengenai kegunaan sabun itu. mendeskripsikan kombinasi minyak hewani dan nabati dengan garam alkali untuk membuat bahan sejenis sabun untuk menyembuhkan penyakit kulit. Mereka juga menggunakan minyak dengan abu.sedikitnya bagaimana membilas lumpur ke tangan mereka. diantara legenda Romawi Kuno. dimana binatang dikorbankan. Benda mirip sabun ditemukan dalam bentuk tabung saat penggalian di Babilonia Kuno adalah fakta tentang pembuatan sabun diketahui pada tahun 2800 SM. Laporan Injil mengusulkan bahwa orang Israel tahu bahwa campuran abu dan produk minyak adalah jenis dari gel rambut. Beberapa bahan terakhir digunakan untuk penggaya rambut. Malahan.

Menurunnya kebersihan pribadi dan berhubungan kondisi kehidupan tanpa sanitasi menambah beratnya wabah besar di Abad Pertengahan. seharusnya mereka siap menyediakan bahan mentah seperti minyak pohon zaitun. Orang Inggris mulai membuat sabun saat abad ke 12. Akhirnya. di perubahan untuk beberapa sabun. Secara berangsur-angsur jenis sabun yang lebih banyak lagi menjadi tersedia untuk mencukur dan mencuci rambut. Ketika pajak dihapuskan. Virginia. terus dengan pewangi. Pembuatan sabun komersial di Amerika kolonial dimulai pada tahun 1608 dengan datangnya beberapa pembuat sabun di kapal kedua dari Inggris untuk mencapai Jamestown. kolam hangat dengan air dari mata air panas adalah perkumpulan populer di Sabtu sore. terdapat dengan air dari saluran air. Mandi harian adalah adat yang biasa di Jepang saat Abad Pertengahan.Ketika peradaban Romawi maju. sabun adalah pajak tertinggi sehingga menjadi barang mewah di beberapa negara. jadi selalu mandi. dibangun sekitar tahun 312 SM. Bisnis sabun sangat baik pada tahun 1622. sabun menjadi tersedia untuk orang biasa. Baik ke abad ke-19. Setelah musim gugur di Roma di 467 Masehi dan hasilnya kebiasaan mandi menurun. Dan. pembuat sabun profesional mulai biasa mengumpulkan pemborosan lemak dari rumah tangga. 5 . Masih sudah di mana tempat di pertengahan dunia dimana kebersihan pribadi tersisa penting di pertengahan dunia. Pertengahan Abad Sejarah Pembuatan Sabun Pembuatan sabun adalah keahlian yang tidak bisa dipungkiri di Eropa di abad ke-17. Itu tidak sampai abad ke-17 bahwa kebersihan dan mandi memulai untuk kembali ke kebiasaan di banyak tempat di Eropa. Spanyol dan Perancis adalah pusat manufaktur pertama sabun. Di abad-ke 2 Masehi. dokter Yunani. Pembuat sabun serikat pekerja terlindungi perdagangan rahasia mereka ditutup. dan khususnya Kematian Hitam di abad ke-14. dan standar kebersihan meningkat. juga mandi dan mencuci. untuk beberapa tahun. Tempat mandi Romawi terkenal pertama. Galen menganjurkan sabun untuk pengobatan dan pembersih. pembuatan sabun pada dasarnya tinggal pekerjaan rumah tangga. Raja James I mengabulkan monopoli kepada pembuat sabun untuk $100. di Islandia. lebih banyak di lakan Eropa pengaruh yang kuat di kesehatan publik berganti-berganti. Minyak nabati dan hewani digunakan dengan arang tanaman. Mandi sangatlah mewah. Italia. dan mandi menjadi populer. Bagaimanapun.000 setahun.

mematenkan proses untuk membuat abu soda. membuat satu pembuatan sabun di pertunbuhan cepat industri Amerika di tahun 1850. Produksi deterjen rumah tangga di Amerika Serikat dimulai di awal tahun 1930-an.Langkah utama terhadap pembuatan sabun komersial skala besar terjadi pada tahun 1791 ketika kimiawan Perancis. dari kimia alam and lemak yang terkait. Di waktu yang sama. kimiawan Perancis lainnya. Nicholas Leblanc. dan menambah kualitas dan kuantitas dari abu soda tersedia untuk manufaktur sabun. deterjen sintetis adalah pembersih non-sabun dan produk pembersih itu adalah menjadi satu atau mengambil bersama dari jenis bahan mentah. gliserin dan asam lemak. Waktu perang berhentinya persediaan lemak dan minyak juga militer membutuhkan untuk 6 . ketika deterjen sintetik pertama berkembang di Jerman di jawaban ke Perang Dunia I berkaitan kekurangan lemak untuk membuat sabun. Diketahui sekarang dengan sederhana deterjen. tidak seperti sabun. Dengan penggunaan tersebar luas ini menjadi perkembangan dari sabun yang lebih lembut untuki mandi dan sabun untuk digunakan di dalam mesin cuci itu sudah tersedia untuk konsumen dengan pergantian abad. atau sodium klorida. abu soda murah. Leblanc memproses hasil kuantitas dari kualitas baik. untuk membuat abu soda. Proses Solvay lebih lanjut dikurangi harga dari mendapat alkali. bersama dengan pembangunan dari kekuatan untuk mengoperasikan pabrik. Ernest Solvay. Penjelajahan sains ini. ketersediaan luas mengubah sabun dari barang mewah ke kebutuhan sehari-hari. Dizaman Modern atau zaman sekarang Bahan kimia dari manufaktur sabun dasarnya tinggal sama sampai tahun 1916. Juga penting kepada kemajuan dari teknologi sabun di pertengahan 1800-an penemuan oleh kimiawan Belgia. Sains dari pembuatan sabun modern lahir 20 tahun kemudian dengan pemjelajahan oleh Michel Eugene Chevreul. tetapi tidak benar-benar membuka sampai akhir Perang Dunia II. di mana juga menggunakan garam meja biasa. Penelitiannya yang tidak bisa dipungkiri dasar untuk lemak dan bahan kimia sabun. tidak akan dikombinasi dengan garam mineral di air untuk membentuk sesuatu yang tidak dapat dipecahkan diketahui itu adalah dadih sabun. Abu soda adalah alkali terdapat dari abu bahwa kombinasi dari lemak ke bentuk sabun. dari proses amonia. Penjelajahan dari deterjen juga diterbangkan oleh kebutuhan untuk alat kebersihan itu. atau sodium karbonat. dari garam biasa.

Surfaktan adalah produk deterjen bahan pembersih dasar. detergen memiliki semua tetapi menggantikan produk dengan dasar sabun untuk mencuci baju. saat pembangun membantu surfaktan untuk bekerja lebih efisien. aktivitas produk baru memiliki lanjutan utntuk fokus ke membangun produk pembersih praktis dan mudah untuk digunakan. Penerobosan di perkembangan dari detergen untuk mencuci baju serba guna digunakan muncul pada tahun 1946. Kini. mencuci piring dan pembersih rumah tangga.alat kebersihan itu akan bekerja di air laut kaya mineral dan di air dingin mempunyai lebih lanjut merangsang meneliti di deterjen. ketika deterjen pembangun (berisi surfaktan/kombinasi pembangun)dikenalkan di Amerika Serikat. membuat mereka cocok untuk mencuci baju dengan tingkat kekotoran berat. penjualan deterjen di negara ini memiliki itu melebihi sabun. Senyawa fosfat digunakan sebagai pembangun di detergen ini sangat meningkat perfomanya. juga menyelamatkan konsumen dan untuk lingkungan. Di tahun 1953. Sejak prestasi di deterjen dan bahan kimia pembangun itu. Deterjen (sendiri atau berkombinasi dengan sabun) adalah juga penemuan di banyak dari penggunaan batangan dan cair untuk pembersih pribadi. 7 . Deterjen pertama digunakan terutama untuk mencuci piring dan mencuci baju bahan lembut.

Zat zat tersebut dapat menimbulkan efek baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Lemak minyak yang digunakan dapat berupa lemak hewani. sabun cuci baik untuk pakaian maupun untuk perkakas rumah tangga. ataupun minyak ikan laut. minyak nabati. Pada saat ini teknologi sabun telah berkembang pesat. dliserin. asam oleat dan asam palmitat. konsumen perlu memperhatikan kualitas sabun dengan teliti sebelum membeli dan menggunakannya. Oleh karena itu. seperti minyak zaitun mengandung ester dari gliserol asam oleat. Sabun berfungsi untuk mengemulsi kotoran kotoran berupa minyak ataupun zat pengotor lainnya.BAB II ISI II. Pengenalan Sabun Sabun merupakan bahan logam alkali dengan rantai asam monocarboxylic yang panjang. Sabun sendiri tidak pernah secara aktual ditemukan. hingga sabun yang digunakan dalam industri. Sabun adalah salah satu senyawa kimia tertua yang pernah dikenal. Larutan alkali yang digunakan dalam pembuatan abun bergantung pada jenis sabun tersebut. Lemak padat mengandung ester dari gliserol dan asam palmitat. Larutan alkali yang biasa yang digunakan pada sabun keras adalah Natrium Hidroksida (NaoH) dan alkali yang biasa digunakn pada sabun lunak adalah Kalium Hidroksida (KOH).1. Lemak dan minyak nabati merupakan dua tipe ester. sedangkan minyak. Sabun dibuat melalui proses saponifikasi lemak minyak dengan larutan alkali membebaskan gliserol. Kandungan zat zat yang terdapat pada sabun juga bervariasi sesuai dengan sifat dan jenis sabun. Lemak merupakan campuran ester yang dibuat dari alcohol dan asam karboksilat seperti asam stearat. namun berasal dari pengembangan campuran antara senyawa alkali dan lemak/minyak.Semua minyak atau lemak pada dasarnya dapat digunakan untuk membuat sabun. 8 . lilin. Pada pembuatan sabun. bahan dasar yang biasa digunakan adalah : C12 – C18 Jika : < C12 > C20 : Iritasi pada kulit : Kurang larut (digunakan sebagai campuran) Sabun murni terdiri dari 95% sabun aktif dan sisanya adalah air. garam dan impurity lainnya. Sabun dengan jenis dan bentuk yang bervariasi dapat diperoleh dengan mudah dipasaran seperti sabun mandi.

yaitu bahan baku dan bahan pendukung. Sabun Bubuk untuk mecuci Sabun bubuk dapat diproduksi melalui dry-mixing. dan lain-lain. sodasah. parfum. Sabun bubuk mengandung bermacam-macam komponen seperti sabun. sodium metaksilat. tetapi mengandung bahan-bahan antiseptic dan bebas dari bakteri adiktif. d. c. b. II. Sabun Chip Pembutan sabun chip tergantung pada tujuan konsumen didalam menggunakan sabun yaitu sebagai sabun cuci atau sabun mandi dengan beberapa pilihan komposisi tertentu. tri-klor carbanilyda. Bahan pendukung dalam pembuatan sabun digunakan untuk menambah kualitas produk sabun. irgassan Dp300 dan sulfur. e. 9 .Bahan pembuatan sabun terdiri dari dua jenis. atau menggiling atau menghancurkan sabun yang berbentuk batangan. sodium sulfat. Untuk meningkatkan kejernihan sabun. Macam Macam Sabun Macam-macam Sabun a. dapat ditambahkan gliserin atau alcohol. natrium karbonat.2. Sabun chip dapat dibuat dengan berbagai cara yaitu melalui pengeringan. baik dari nilai guna maupun dari daya tarik. Sabun Cair Sabun cair dibuat melalui proses saponifikasi dengan menggunakan minyak jarak serta menggunakan alkali (KOH). natrium fosfat. sodium karbonat. Bahan baku dalam pembuatan sabun adalah minyak atau lemak dan senyawa alkali (basa). Bahan dasarnya adalah campuran minyak kelapa dengan asam stearat dengan perbandingan 2:1. Sabun kesehatan Sabun kesehatan pada dasarnya merupakan sabun mandi dengan kadar parfum yang rendah. dan pewarna. Bahan-bahan yang digunakan dalam sabun ini adalah tri-salisil anilida. Bahan pendukung yang umum dipakai dalam proses pembuatan sabun di antaranya natrium klorida. Shaving Cream Shaving Cream disebut juga dengan sabun Kalium.

Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan rangkap sehingga titik lelehnya lebih rendah daripada asam lemak jenuh yang tak memiliki ikatan rangkap. Nonionic sabun kurang mengeluarkan busa dibandingkan dengan ionic sabun. panjang rantai yang kurang dari 12 atom karbon dihindari penggunaanya karena dapat membuat iritasi pada kulit.3. Neutral atau Non Ionic Sabun Nonionic sabun banyak digunakan untuk keprluan pencucian piring. Kebanyakan sabun jenis ini adalah turunan dari ammonia. Komposisi asam asam lemak yang sesuai dalam pembuatan sabun dibatasi panjang rantyai dan tingkat kejenuhan. Karena sabun jenis ini tidak memiliki adanya gugus ion apapun. Terlalu besar bagian asam asam lemak tak jenuh menghasilkan sabun yang mudah teroksidasi bila terkena udara. sabun jenis ini tidak beraksi dengan ion yang terdapat dalam air sadah. Masing masing lemak mengandung sejumlah molekul asam lemak dengan rantai karbon panjang antara C12 (asam laurik) hingga C18 (asam stearat) pada lemak jenuh dan begitu juga dengan lemak tak jenuh. Sifat sifat sabun yang dihasilkan ditentukan oleh jumlah dan komposisi dari komponen asam asam lemak yang digunakan. b. Campuran trigliserida diolah menjadi sabun melalui proses saponifikasi dengan larutan natrium hidroksida membebaskan gliserol. Alasan alas an diatas. Cationic Sabun Sabun yang memiliki kutub positif disebut sebagai kationic detergents. Anionic Sabun Sabun jenis ini adalah merupakan sabun yang memiliki gugus ion negatif. dan daya jual menyebabkan lemak dan minyak yang dibuat menjadi sabun terbatas. Sebagai tambahan selain adalah bahan pencuci yang bersih. factor ekonomis. sebaliknya panjang rantai yang lebih dari 18 atom karbon membentuk sabun yang sukar larut dan sulit menimbulkan busa. III. sehingga sabun yang dihasilkan juga akan lebih lembek dan mudah meleleh pada temperatur tinggi 10 .Berdasarkan ion yang dikandungnya. Pada umumnya. mereka juga mengandung sifat antikuman yang membuat mereka banyak digunakan pada rumah sakit. c. Bahan Baku Utama Pembuatan Sabun Lemak dan minyak yang umum digunakan dalam pembuatan sabun adalah trigliserida dengan tiga buah asam lemak yang tidak beraturan diesterifikasi dengan gliserol. sabun dibedakan atas : a.

Coconut Oil (minyak kelapa). Maka dari itu. c. Tallow dengan titer di bawah 40°C dikenal dengan nama grease. lard harus dihidrogenasi parsial terlebih dahulu untuk mengurangi ketidakjenuhannya. Lard. dan lain-lain.0 %. titer (temperatur solidifikasi dari asam lemak). dan mudah larut).Jenis-jenis Minyak atau Lemak Jumlah minyak atau lemak yang digunakan dalam proses pembuatan sabun harus dibatasi karena berbagai alasan. Minyak kelapa sawit dapat diperoleh dari pemasakan buah kelapa sawit. Jumlah FFA dari tallow berkisar antara 0. Minyak kelapa berwarna kuning pucat dan diperoleh melalui ekstraksi daging buah yang dikeringkan (kopra). mudah berbusa. dan bilangan iodin. seperti : kelayakan ekonomi. 11 . minyak kelapa sawit harus dicampur dengan bahan lainnya. Titer pada tallow umumnya di atas 40°C. spesifikasi produk (sabun tidak mudah teroksidasi. Palm Oil (minyak kelapa sawit). Minyak kelapa merupakan minyak nabati yang sering digunakan dalam industri pembuatan sabun. Beberapa jenis minyak atau lemak yang biasa dipakai dalam proses pembuatan sabun di antaranya : a. kaprilat. Minyak kelapa sawit umumnya digunakan sebagai pengganti tallow. bilangan saponifikasi. kandungan FFA. dan kaprat. Minyak kelapa juga memiliki kandungan asam lemak kaproat. Tallow. Kualitas dari tallow ditentukan dari warna. Jika digunakan sebagai pengganti tallow. Minyak kelapa sawit berwarna jingga kemerahan karena adanya kandungan zat warna karotenoid sehingga jika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun harus dipucatkan terlebih dahulu. Lard merupakan minyak babi yang masih banyak mengandung asam lemak tak jenuh seperti oleat (60 ~ 65%) dan asam lemak jenuh seperti stearat (35 ~ 40%). Oleat dan stearat adalah asam lemak yang paling banyak terdapat dalam tallow. terutama asam laurat. sehingga minyak kelapa tahan terhadap oksidasi yang menimbulkan bau tengik. b. jika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun. Sabun yang dihasilkan dari lard berwarna putih dan mudah berbusa.75-7. Tallow adalah lemak sapi atau domba yang dihasilkan oleh industri pengolahan daging sebagai hasil samping. Sabun yang terbuat dari 100% minyak kelapa sawit akan bersifat keras dan sulit berbusa. Tallow dengan kualitas baik biasanya digunakan dalam pembuatan sabun mandi dan tallow dengan kualitas rendah digunakan dalam pembuatan sabun cuci. Minyak kelapa memiliki kandungan asam lemak jenuh yang tinggi. d.

Palm Oil Stearine (minyak sawit stearin). Bahan Baku Utama : Alkali Jenis alkali yang umum digunakan dalam proses saponifikasi adalah NaOH. Palm Kernel Oil (minyak inti kelapa sawit). Industri pembuat sabun umumnya membuat sabun yang berasal dari campuran minyak dan lemak yang berbeda. KOH banyak digunakan dalam pembuatan sabun cair karena sifatnya yang mudah larut dalam air. 12 . Minyak kelapa sering dicampur dengan tallow karena memiliki sifat yang saling melengkapi. Minyak zaitun dengan kualitas tinggi memiliki warna kekuningan. Marine oil berasal dari mamalia laut (paus) dan ikan laut. Sabun yang dihasilkan sangat mudah larut dalam air. KOH. Campuran minyak dan lemak. Minyak inti sawit memiliki kandungan asam lemak tak jenuh lebih tinggi dan asam lemak rantai pendek lebih rendah daripada minyak kelapa. dan mampu menurunkan kesadahan air. Sabun yang berasal dari minyak zaitun memiliki sifat yang keras tapi lembut bagi kulit. Na2CO3.e. Minyak kelapa memiliki kandungan asam laurat dan miristat yang tinggi dan dapat membuat sabun mudah larut dan berbusa. Kandungan stearat dan dan palmitat yang tinggi dari tallow akan memperkeras struktur sabun. h. Castor Oil (minyak jarak). Minyak zaitun berasal dari ekstraksi buah zaitun. Senyawa tersebut dapat digunakan untuk membuat sabun dari asam lemak. Olive oil (minyak zaitun). Na2CO3 (abu soda/natrium karbonat) merupakan alkali yang murah dan dapat menyabunkan asam lemak. dan ethanolamines. sehingga harus dihidrogenasi parsial terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bahan baku. Kandungan asam lemak terbesar dalam minyak ini adalah stearin. f. NH4OH. Minyak inti sawit memiliki kandungan asam lemak yang mirip dengan minyak kelapa sehingga dapat digunakan sebagai pengganti minyak kelapa. merupakan alkali yang paling banyak digunakan dalam pembuatan sabun keras. j. Minyak ini berasal dari biji pohon jarak dan digunakan untuk membuat sabun transparan. Minyak inti kelapa sawit diperoleh dari biji kelapa sawit. Marine Oil. NaOH. Ethanolamines merupakan golongan senyawa amin alkohol. Marine oil memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang cukup tinggi. tetapi tidak dapat menyabunkan trigliserida (minyak atau lemak). mudah berbusa. i. g. atau yang biasa dikenal dengan soda kaustik dalam industri sabun. Minyak sawit stearin adalah minyak yang dihasilkan dari ekstraksi asam-asam lemak dari minyak sawit dengan pelarut aseton dan heksana.

Sabun yang terbuat dari ethanolamines dan minyak kelapa menunjukkan sifat mudah berbusa tetapi sabun tersebut lebih umum digunakan sebagai sabun industri dan deterjen. NaCl harus bebas dari besi.4.dan parfum 1. II. Fillers inert. sehingga bahan bahan lain yang berfungsi untuk mengikat lemak dan membasahi permukaan dapat berkonsentrasi berlangsung pada lebih fungsi baik utamanya. NaCl. sedangkan sabun akan mengendap. Pewarna. b. Bahan aditif merupakan bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam sabun yang bertujuan untuk mempertinggi kualitas produk sabun sehingga menarik konsumen. Bahan-bahan aditif tersebut antara lain : Builders. Pencampuran alkali yang berbeda sering dilakukan oleh industri sabun dengan tujuan untuk mendapatkan sabun dengan keunggulan tertentu. NaCl merupakan komponen kunci dalam proses pembuatan sabun. Gliserin tidak mengalami pengendapan dalam brine karena kelarutannya yang tinggi. a. Bahan-bahan tersebut adalah NaCl (garam) dan bahan-bahan aditif. kalsium. Bahan Bahan PendukungPembuatan Sabun Bahan baku pendukung digunakan untuk membantu proses penyempurnaan sabun hasil saponifikasi (pegendapan sabun dan pengambilan gliserin) sampai sabun menjadi produk yang siap dipasarkan. natrium karbonat. 13 . NaCl digunakan untuk memisahkan produk sabun dan gliserin. natrium silikat atau zeolit. Kandungan NaCl pada produk akhir sangat kecil karena kandungan NaCl yang terlalu tinggi di dalam sabun dapat memperkeras struktur sabun. natrium sitrat. Anti oksidan. NaCl yang digunakan umumnya berbentuk air garam (brine) atau padatan (kristal). Builder juga membantu dan menciptakan kondisi keasaman yang tepat agar proses pembersihan dapat serta membantu mendispersikan mensuspensikan kotoran yang telah lepas. Yang sering digunakan sebagai builder adalah senyawa senyawa kompleks fosfat. dan magnesium agar diperoleh sabun yang berkualitas. bukan sebagai sabun rumah tangga. Bahan aditif. Builders (Bahan Penguat) Builders digunakan untuk melunakkan air sadah dengan cara mengikat mineral mineral yang terlarut pada air.

9. produsen sabun menggunakan jenis parfum yang ekslusif. 14 . yaitu tetra sodium pyrophosphate dan sodium sitrat. Parfum untuk sabun berbentuk cairan berwarna kekuning kuningan dengan berat jenis 0. Bahan lain yang sering digunakan sebagai bahan pengisi. berbentuk bubuk. Pada umumnya. Keberadaan bahan ini dalam campuran bahan baku sabun semata mata ditinjau dari aspek ekonomis. Pada dasarnya. alpine. Fillers Inert (Bahan Pengisi) Bahan ini berfungsi sebagai pengisi dari seluruh campuran bahan baku. 3. sebagai bahan pengisi sabun digunakan sodium sulfat. dan spring flower. 4. Dalam perhitungan. hijau maupun orange. Ini ditujukan agar memberikan efek yang menarik bagi konsumen untuk mencoba sabun ataupun membeli sabun dengan warna yang menarik. berat parfum dalam gram (g) dapat dikonversikan ke mililiter. Parfum umum mempunyai aroma yang sudah dikenal umum di masyarakat seperti aroma mawar dan aroma kenanga. Pemberian bahan ini berguna untuk memperbanyak atau memperbesar volume. Keberadaaan parfum memegang peranan besar dalam hal keterkaitan konsumen akan produk sabun. yaitu parfum umum dan parfum ekslusif.2. aroma dari parfum tersebut sangat khas dan tidak ada produsen lain yang menggunakannya. Beberapa nama parfum yang digunakan dalam pembuatan sabun diantaranya bouquct deep water. walaupun secara kualitas sabun yang ditawarkan bagus. Pada umumnya. Parfum Parfum termasuk bahan pendukung. Sebagai patokan 1 g parfum = 1. Pewarna Bahan ini berfungsi untuk memberikan warna kepada sabun. tetapi bila salah memberi parfum akan berakibat fatal dalam penjualannya. Artinya. Biasanya warna warna sabun itu terdiri dari warna merah. jenis parfum untuk sabun dapat dibagi ke dalam dua jenis. Artinya. dan mudah larut dalam air. Bahan pengisi ini berwarna putih. Kekhasan parfum ekslusif ini diimbangi dengan harganya yang lebih mahal dari jenis parfum umum. putih.1ml.

• Angka Saponifikasi Angka Saponifikasi adalah angka yang terdapat pada milligram kalim hidroksida yang digunakan dalam proses saponifikasi sempurna pada satu gram minyak. sabun (garam natrium dari asam lemak) digunakan untuk mencuci kotoran yang bersifat polar maupun non polar. Sabun mempunyai sifat membersihkan. Sifat ini disebabkan proses kimia koloid. karena sabun mempunyai gugus polar dan non polar. maka akan menghasilkan buih. 15 . CH3(CH2)16COONa + CaSO4 Na2SO4 + Ca(CH3(CH2)16COO)2 c.II. II. CH3(CH2)16COONa + H2O CH3(CH2)16COOH + OHb. • Bilangan Iod Bilangan iod digunakan untuk menghitung katidakjenuhan minyak atau lemak.5. Karakteristik Memilih Bahan Baku Sabun Ada beberapa karaktersitik yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan dasar sabun antara lain: • Warna Lemak dan minyak yang berwarna terang merupakan minyak yang bagus untuk digunakan sebagai bahan pembuatan sabun. semakin besar angka iod.6. Karena itu larutan sabun dalam air bersifat basa. peristiwa ini tidak akan terjadi pada air sadah. bilangan iod menjadi sangat penting yaitu untuk mengidentifikasi ketahanan sabun pada suhu tertentu. Molekul sabun mempunyai rantai hydrogen CH3(CH2)16 yang bertindak sebagai ekor yang bersifat hidrofobik (tidak suka air) dan larut dalam zat organic sedangkan COONa+ sebagai kepala yang bersifat hidrofilik (suka air) dan larut dalam air. Sifat Sifat Sabun a. Dalam hal ini sabun dapat menghasilkan buih setelah garam-garam Mg atau Ca dalam air mengendap. Angka saponifikasi digunakan untuk menghitung alkali yang dibutuhkan dalam saponifikasi secara sempurna pada lemak atau minyak. Jika larutan sabun dalam air diaduk. Sabun adalah garam alkali dari asam lemak suku tinggi sehingga akan dihidrolisis parsial oleh air. Dalam pencampurannya. maka asam lemak tersebut semakin tidak jenuh.

seperti pasir atau batu apung dalam pembuatan sabun gosok. sabun bubuk. Lapisan air yang mengaundung garam. alkali dan gliserol kemudian dimurnikan dengan air dan diendapkan dengan garam berkali-kali.Non polar : CH3(CH2)16 (larut dalam minyak. Metode Batch Pada proses batch. Endapan sabun gubal yang bercampur dengan garam. yang mana metode metode ini memiliki kelebihan kelebihan dan kekurangannya masing masing. sabun 16 . Untuk menghasilkan sabun itu digunakanlah metode metode. Sabun ini dapat dijual langsung tanpa pengolahan lebih lanjut.7. garam garam ditambahkan untuk mengendapkan sabun. hidrofilik dan juga memisahkan kotoran polar) Proses penghilangan kotoran. Sabun didalam air menghasilkan busa yang akan menurunkan tegangan permukaan sehingga aii kain sehingga kain menjadi bersih. Proses ini disebut emulsifikasi karena antara molekul kotoran dan molekul sabun membentuk suatu emulsi. Akhirnya endapan direbus dengan air secukupnya untuk mendapatkan campuran halus yang lama-kelamaan membentuk lapisan yang homogen dan mengapung. Jika penyabunan telah selesai. Beberapa perlakuan diperlukan untuk mengubah sabun gubal menjadi sabun mandi. hidrofobik dan juga memisahkan kotoran non polar) Polar : COONa+(larut dalam air. Metoda Metoda Pembuatan Sabun Pada proses pembuatan sabun ini digunakan metode metode untuk menghasilkan sabun yang berkualitas dan bagus. gliserol dan kelebihan alkali dikeluarkan dan gliserol diperoleh lagi dari proses penyulingan. Sedangkan bagian kepala molekul sabun didalam air pada saat pembilasan menarik molekul kotoran keluar dari kain sehingga kain menjadi bersih II. Molekul sabun akan mengelilingi kotoran dengan ekornya dan mengikat molekul kotoran. meresap lebih cepat kepermukaan kain. Beberapa bahan pengisi ditambahkan. a. yaitu sebagai sabun industri yang murah. sabun obat. lemak atau minyak dipanaskan dengan alkali (NaOH atau KOH) berlebih dalam sebuah ketel.

Metoda Kontinu Metoda kontinu biasa dilakukan pada zaman sekarang. Air bersifat tidak berwarna. Lemak atau minyak dimasukkan secara kontinu dari salah satu ujung reaktor besar. Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi 17 .15 K (0 °C). Barulah menjelang abad 19 penggunaan sabun meluas.wangi. = sabun dan –fy adalah akhiran yang berarti membuat). Asam lemak dan gliserol yang terbentuk dikeluarkan dari ujung yang berlawanan dengan cara penyulingan. Reaksi Saponifikasi Kata saponifikasi atau saponify berarti membuat sabun (Latin sapon. lemak atau minyak hidrolisis dengan air pada suhu dan tekanan tinggi. Pada abad 16 dan 17 di Eropa sabun hanya digunakan dalam bidang pengobatan. air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H 2O. yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273. III. sabun cuci. Asam-asam ini kemudian dinetralkan dengan alkali untuk menjadi sabun. Reaksi pembuatan sabun adalah sebagai berikut : Seperti yang kita ketahui. dibantu dengan katalis seperti sabun seng. yaitu molekul yang tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Bangsa Romawi kuno mulai membuat sabun sejak 2300 tahun yang lalu dengan memanaskan campuran lemak hewan dengan abu kayu.8. tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar. b. sabun cair dan sabun apung (dengan melarutkan udara di dalamnya).

000713] x 100/ NaOH (%) [SV / 1000] x [MV (NaOH)/ . Pengeringan Sabun Sabun banyak diperoleh setelah penyelesaian saponifikasi (sabun murni) yang umumnya dikeringkan dengan vakum spray dryer. Sabun tersebut kemudian dicuci dengan larutan alkali pencuci dikolam pencuci untuk memisahkan gliserin (sebagai larutan alkali yang digunakan) dari sabun. Reaksi saponifikasi dapat mengkatalisis dengan sendirinya pada kondisi tertentu dimana pembentukan produk sabun mempengaruhi proses emulsi kedua reaktan tadi. III. Campuran saponifikasi disirkulasi kembali dengan autoclave. kedua reaktan tidak mudah bercampur. kemudian dipompakan ke separator statis untuk memisahkan sabun yang tidak tercuci dengan larutan alkali yang digunakan. yangt beroperasi pada temperatur dan tekanan yang sesuai dengan kondisi reaksi. Kandungan air pada sabun dikurangi dari 30-35% pada sabun murni menjadi 8-18% pada sabun butiran atau lempengan. Temperatur campuran tersebut diturunkan pada mixer pendingin. Operasi vakum spray dryer sistem tunggal meliputi pemompaan sabun murni melalui pipa heat exchanger dimana sabun dipanaskan dengan uap yang mengalir pada bagian luar pipa. menyebabkan suatu percepatan pada kecepatan reaksi. Separator sentrifusi memisahkan sisa sisa larutan alkali dari sabun. Jumlah alkali yang dibutuhkan untuk mengubah paduan trigliserida menjadi sabun dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut : Trigliserida + 3NaOH MV(KOH) Dimana SV adalah angka penyabunan dan MV adalah berat molekul Komponen penting pada sistem ini mencakup pompa berpotongan untuk memasukkan kuantitas komponen reaksi yang benar ke dalam reaktor autoclave. Sabun murni (60-63 % TFM) dinetralisasi dan dialirkan ke vakum spray dryer untuk menghasilkan sabun dalam bentuk butiran (78-83 % TFM)yang siap untuk diproses menjadi produk akhir. 18 3RCOONa + Gliserin NaOH = [SV x 0. semuanya dapat digunakan pada berbagai proses pembuatan sabun. dari sistem tunggal hingga multi sistem. 2.kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekulmolekul air. Saponifikasi Lemak Netral Pada proses saponifikasi trigliserida dengan suatu alkali.9. Jenis jenis vakum spray dryer. Pembuatan Sabun dalam Industri 1.

Penyelesaian proses netralisasi ditentukan oleh suatu pengukuran potensial elektrik (mV) alkalinitas. Produk tersebut kemudian dilanjutkan ke tahap pemotongan. yang direaksikan sebagian pada tahap ini.Sabun yang sudah dikeringkan dan didinginkan tersimpan pada dinding ruang vakum dan dipindahkan dengan alat pengerik sehingga jatuh di plodder. Netralisasi Asam Lemak Reaksi asam basa antara asam dengan alkali untuk menghasilkan sabun berlangsung lebih cepat daripada reaksi trigliserida dengan alkali. pengemasan. 4. 19 RCOONa + H2O Jumlah alkali (NaOH) yang dibutuhkan untuk menetralisasi suatu paduan . Proses pembungkusan. Sebuah alat pemotong dengan mata pisau memotong sabun tersebut menjadi potongan potongan terpisah yang dicetak melalui proses penekanan menjadi sabun batangan sesuai dengan ukuran dan bentuk yang diinginkan. parfum. Campuran sabun ini klemudian diteruskan untuk digiling untuk mengubah campuran tersebur menjadi suatu produk yang homogen. dan zat aditif lainnya kedalam mixer(analgamator). Penyempurnaan Sabun Dalam pembuatan produk sabun batangan. RCOOH + NaOH asam lemak dapat dihitung sebagai berikut : NaOH = {berat asam lemak x 40) / MW asam lemak Berat molekul rata rata suatu paduan asam lemak dapat dihitung dengan persamaan : MW asam lemak = 56. dan penyusunan sabun batangan merupakan tahap akhir. sabun butiran dicampurkan dengan zat pewarna.1 x 1000/ AV Dimana AV (angka asam asam lemak paduan) = mg KOH yang dibutuhkan untuk menetralisasi 1 gram asam lemak Operasi sistem ini meliputi pemompaan reaktan melalui pemanasan terlebih dihulu menuju turbodisperser dimana interaksi reaktan reaktan tersebut mengawali pembentukan sabun murni. Sabun tersebut. Sabun murni kemudian dikeringkan dengan vakum spray dryer untuk menghasilkan sabun butiran yang siap untuk diolah menjadi sabun batangan. Dryer dengan mulai memperkenalkan proses pengeringan sabun yang lebih luas dan lebih efisien daripada dryer sistem tunggal. kemudian dialirkan ke mixer dimana sabun tersebut disirkulasi kembali hingga netralisasi selesai. 3. yang mengubah sabun ke bentuk lonjong panjang atau butiran.

4.2 Saran Demikianlah makalah tentang proses pembuatan sabun ini dibuat. Bahan dasar pembuatan sabun secara sederhana adalah dengan memanaskan campuran antara lemak/minyak dengan alkali (basa). dan penyempurnaan sabun III. yang mana salah satu ujungnya sangat suka larut dalam air. 5.BAB III PENUTUP III. pengeringan. dan ujung satunya lagi sangat suka larut dalam minyak Metoda metoda proses pembuatan sabun ini ada duia macam yaitu metoda batch dan metoda kontinu Selain bahan baku sabun minyak/lemak dan alkali. saponifikasi lemak netral. untuk mendukung ataupun untuk memperbaiki makalah ini diperlukan saran saran yang bersifat membangun sehingga nantinya makalah ini menjadi lebih bagus dan sempurna. 3.1 Kesimpulan Kesimpulan yang didapat dari makalah tentang proses pembuatan sabun ini adalah sebagai berikut : 1. Tahap tahap proses pembuatan sabun ada 4 yaitu. netralisasi asam lemak. 2. Sabun memiliki dua ujung. 20 . pada sabun juga ditambahkan pewarna dan parfum agar sabun lebih bersifat ekonomis.

org//sabun-detergen/ www. Pekanbaru: Universitas Riau.hz.hs.DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • http://madja.2009.com/sabun/ Irdoni.wikipedia. Modul Kimia Organik (Praktikum).id/sabun-cair-2/ http://www.org/wiki/sabun www.com/pour-mencair-dan-pembuatan-sabun www.com/2009/07/bahan-pembuatan-sabun/ http://chem-is-try.majarimagazine.putraindonesiamalang. 21 .com/2009/03/cara-membuat-sabun-mandi/ http://majarimagazine.klipingku.com/2007/12/20/primsip-proses-produksi-sabun/ http://www. Nirwana.or.wordpress.4libraries.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->