Dikutip dari: Budiman Pemerhati Sosial Budaya, Padang Padang Ekspres • Kamis, 26/05/2011

Upaya Bela Negara
”Jangan tanya apa yang tanah airmu dapat memberi kepadamu, tetapi tanyakanlah apa yang kamu dapat berikan kepada tanah airmu”.Ungkapan di atas merupakan ucapan almarhum Presiden AS, John F Kennedy yang masih terdengar di museum-museum di Amerika. Hal ini menunjukkan, bahwa keikutsertaan segenap warga negara dalam pembelaan negara merupakan panggilan sejarah yang wajib dilakukan oleh kita semua sebagai generasi penerus bangsa, sebagai pemilik negara, dan sebagai bagian dari negara. Usaha pembelaan negara sangat penting untuk menjamin kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan berbagai ancaman terhadap bangsa. Oleh karena itu setiap warga negara perlu memahami berbagai bentuk usaha pembelaan negara dalam rangka melaksanakan peran serta dalam usaha pembelaan negara. Menurut Pasal 9 Ayat (2) UURI Nomor 3/2002 Tentang Pertahanan Negara, keikutsertaan warga negara dalam usaha pembelaan negara diselenggarakan melalui: a. Pendidikan kewarganegaraan; b. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib; c. Pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara suka rela atau secara wajib; dan d. Pengabdian sesuai dengan profesi. Berdasarkan ketentuan tersebut, siswa yang mengikuti mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dapat dikatakan telah ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Salah satu materi/bahan kajian yang wajib dimuat dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan tinggi adalah Pendidikan Kewarganegaraan (Pasal 37 ayat (1) dan (2) UURI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam penjelasan Pasal 37 Ayat (1) UURI Nomor 3 Tahun 2003 dijelaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Dari uraian di atas, jelaslah bahwa pembentukan rasa kebangsaan dan cinta tanah air peserta didik dapat dibina melalui pendidikan kewarganegaraan. Konsep rasa kebangsaan dan cinta tanah air sangat berkaitan dengan makna upaya bela negara. Kalimat kecintaan kepada negara kesatuan RI merupakan realisasi dari konsep nasionalisme (rasa kebangsaan) dan cinta tanah air (patriotisme). Sedangkan kecintaan kepada tanah air dan kesadaran berbangsa merupakan ciri kesadaran dalam bela negara. Konsep bela negara adalah konsepsi moral yang diimplementasikan dalam sikap, perilaku dan tindakan warga negara yang dilandasi oleh cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan kepada Pancasila sebagai ideologi negara, dan kerelaan berkorban untuk

Sampai tahun 2003. kemampuan. Di samping mahasiswa.000 orang. dan komitmen untuk berpartisipasi dalam usaha pembelaan negara. tetapi juga kewajiban yang harus dipenuhi. memiliki peranan yang sangat penting dalam melaksanakan pembangunan berbagai aspek kehidupan. Gambar 1. seperti yang dilakukan BPK (Barisan Pemuda Kutai) di Kalimantan. Salah satu komponen warga negara yang mendapat pelatihan dasar militer adalah unsur mahasiswa yang tersusun dalam organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa) atau UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Bela Negara. Usaha pembelaan negara berkaitan dengan upaya mempertahankan negara dari ancaman dan ganguan. Misalnya membantu meringankan beban yang tertimpa musibah bencana alam seperti kebakaran. 2.Membantu sesama manusia dapat memperkokoh keutuhan masyarakat. Dikutip dari: http://www.000 orang dan alumni resimen mahasiswa sekitar 62. Siskamling. Rakyat sebagai salah satu unsur mutlak suatu negara. tanah longsor. Siskamling sebagai salah satu upaya bela negara di lingkungan masyarakat.e-dukasi. Tindakan yang Menunjukkan Upaya Bela Negara Apa contoh tindakan warga negara yang dapat dilakukan sebagai upaya bela negara? Dalam kondisi negara aman dan damai upaya bela negara yang dapat dilakukan antara lain: 1. Menanggulangi akibat bencana alam.net/ 1.bangsa dan negara Indonesia.1. Membantu sesama manusia merupakan perbuatan terpuji. gempa bumi dan contoh lainnya. Pembinaan kesadaran bela negara melalui pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membina dan meningkatkan usaha pertahanan negara. . karena bantuan yang diberikan akan menimbulkan simpati dan empati. para pemuda pun dapat melakukan kegiatan latihan dasar bela negara. Setiap warga negara dituntut memiliki kemauan. Untuk itu setiap warga negara memiliki jaminan hukum untuk melaksanakan hak dan kewajibannya yang diberikan negara. Keikutsertaan setiap warga negara dalam usaha pembelaan negara bukan hanya merupakan hak.Dengan kegiatan Siskamling maka keamanan dan ketertiban masyarakat akan tetap terpelihara. dan saling merasakan (tenggang rasa). Oleh karena itu usaha pembelaan negara sangat penting dilakukan oleh setiap warga negara. jumlah resimen mahasiswa sekitar 25. kebanjiran.

3 Th. Pertahanan Sipil (HANSIP) 3. Alasan Negara Wajib Dibela oleh Warganya 1. Setiap warga negara wajib mempertahankan negaranya supaya kelangsungan hidup bangsanya tetap terpelihara. 2002 pasal 9 ayat 2 menyebutkan keikut sertaan warga negara dalam upaya bela negara di antaranya melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Fungsi pertahanan. . Keamanan Rakyat (KAMRA). 2. Pramuka wujud bela negara di lingkungan sekolah disamping belajar sesuai kurikulum sekolah. 2.3. Sebaliknya jika warga negara tidak peduli terhadap persoalan yang dihadapi bangsanya kelangsungan hidup bangsa akan terancam dan cepat atau lambat negara akan bubar. Jika warga negara bersifat aktif dan peduli terhadap kemajuan bangsanya maka kelangsungan hidup bangsa akan tetap terpelihara. Gambar 1. Gangguan manusia lainnya misalnya pencuri atau gangguan terhadap kenyamanan keluarga. Menolong korban bencana alam 3. Pramuka merupakan kegiatan bela negara. Menurut UU No. PMR. Perlawanan Rakyat (WANRA).Gambar 1. Siswa SMP dapat menjaga rumahnya dari gangguan manusia/binatang yang mungkin dapat membahayakan anggota keluarga. Partisipasi dalam Upaya Pembelaan Negara di Lingkungannya Dalam kondisi negara aman dan damai upaya bela negara yang dapat dilakukan antara lain: 1. Kegiatan bela negara dapat dilakukan oleh pelajar di sekolah melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Kegiatan extra kurikuler seperti Paskibra. Belajar dengan Tekun. Melalui organisasi kemasyarakatan yang diatur oleh Udang-undang misalnya. Untuk mempertahankan negara sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku setiap warga negaranya.2.

Fungsi pertahanan yang dilakukan TNI sebagai wujud bela negara 2. Perjuangan penduduk Nusantara untuk mendirikan negara Republik Indonesia yang merdeka berhasil pada tanggal 17 Agustus 1945. Demikian juga setiap warga negara wajib membela negaranya jika negara dalam keadaan bahaya. Artinya setiap warga negara memiliki wewenang menggunakan hak selaku warga negara dalam membela negara. Maka setiap warga negara harus membela dan mempertahankan tegaknya NKRI.3. tetapi hasil perjuangan yang panjang dan banyak mengorbankan harta dan jiwa. . Gambar 3. Oleh karena itu setiap warga negara wajib ikut serta membela negaranya jika negara membutuhkan. Tidak ada hak untuk orang lain atau kelompok lain melarangnya. Perjuangan bangsa sebagai perwujudan pembelaan atas negara dari penjajah 3. Gambar 3.2.Gambar 3. Sejarah Perjuangan bangsa. Misalnya ada ancaman dari dalam maupun dari luar yang berupaya mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).1. Aspek HukumDalam UUD 1945 pasal 27 ayat 3 menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pembuatan UU sebagai landasan hukum tiap warga negara dalam bela negara.Kata Wajib sebagaimana terdapat dalam UUD 1945. Kemerdekaan yang diperoleh bukan sebagai hadiah atau pemberian dari negara lain. mengandung makna bahwa negara dapat memaksa warga negara untuk ikut dalam pembelaan negara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful