B.

Tradisi Sejarah Masyarakat Pada Masa Aksara
Berbeda dengan masyarakat pra-aksara, masyarakat masa aksara mewariskan masa lalunya dalam berbagai bentuk peninggalan yang lebih beragam, baik itu melalui tutur, tulisan maupun benda budaya. 1.Cara Masyarakat Masa Aksara Mewariskan Masa Lalunya Melalui Tutur/Lisan Salah satu cara yang lazim dipakai oleh masyarakat yang memiliki tradisi lisan dalam mewariskan masa lalu mereka adalah melalui dongeng. Dongeng itu sendiri disampaikan dalam beragam bentuk cara, antara lain adalah sebagai berikut: a.Pertunjukan wayang • Wayang beber Merupakan bentuk seni pertunjukan tradisional wayang, dimana wayangnya sendiri dilukis pada gulungan kulit kayu, yang diantaranya menggambarkan ksatria mitis pada jaman dahulu. Dengan media gulungan kulit kayu itulah dalang menggambarkan kisahnya. Adegan-adegan yang tergambar pada gulungan itu diuangkapkan dalam penceritaan yang berkesinambungan. Wayang beber sebagai seni pertunjukan pertama kali didokumentasikan oleh dua orang Cina yang bernama Ma Huan dan Fei Xin yang sedang mengunjungi Jawa pada tahun 1416. pada waktu itu keduanya menyaksikan banyak orang yang berjongkok di depan pencerita sambil mendengarkan apa yang sang pencerita ucapkan. Pada abad ke-19, Raffles menulis hal yang sama dalam bukunya, History of Java. • Wayang kulit Berbeda dengan wayang beber, wayang kulit dalam menggambarkan suatu kisah atau peristiwa dengan menggunakan tokoh-tokoh tertentu yang disimbulkan. Dalang menggelar pertunjukan di depan layar lebar dan menghidupkan wayang-wayangnya dengan menirukan berbagai suara dan bunyi-bunyian. Cerita dalam wayang ini banyak bersumber dari legenda dan kisah lisan sastra tulis dari India dan Jawa sendiri. Miisalnya cerita tentang Baratayuda, Ramayana, cerita Karna gugur dan sebagainya. b. Pertunjukan Mak Yong Mak Yong merupakan seni pertunjukan. Tradisi ini berasal dari Pattani, Thailand bagian Selatan pada abad ke-16. Di Indonesia, tradisi lisan dalam bentuk pertunjukan Mak Yong ini berkembang di daerh pesisir barat Sumatra. Pada awalnya fungsi utama Mak Yong ini adalah sebagai bentuk penghormatan kepada Yang Maha Kuasa. Tetapi dalam perkembangannya lebih sarat akan hiburan. Banyak dimainkan oleh para nelayan dan pedagang. Kisah-kisah dalam Mak Yong banyakmengkisahkan tentang realitas hidup masyarakat jaman dulu. Ceritanya dipertunjukkan dalam bentuk prosa, tanpa naskah. Para pemainnya dapat bebicara tanpa persiapan khusus, bahkan dapat memperpanjang pertunjukan. c. Pertunjukan Didong Didong merupakan bentuk kesenian tradisional orang Gayo di daerah Aceh. Pertunjukan didong sering berbentuk pertandingan antara dua kelompok yang saling berkelakar sambil membuat sajak improvisasi yang disebut syair. Syair-syairnya biasanya berisikan tentang legenda kisah-kisah tertentu dan asal-usul suatu wilayah atau tempat. Pada awalnya Didong diadakan sebagai bagian dari keramaian untuk merayakan perkawinan, hari-hari libur penting, dan upacara tradisional lainnya. Dalam perkembangannya kemudian mengalami pergeseran sebagai cara untuk menghormati dan menghibur tamu. d. Pertunjukan Tanggomo Tanggomo merupakan bentuk puitis sastra lisan yang berasal dari Gorontalo, Sulawesi Utara. Berisikan syair-syair yang didalamnya mengkisahkan tentang hal-hal yang sedang hangat atau peristiwa menarik setempat. Selain menghibur, Tanggomo juga juga memberi banyak informasi berupa peristiwa sejarah, mitos, legenda, kisah keagamaan, dan pendidikan. e. Nyanyian-nyanyian yang berisi kisah-kisah Melalui nyanyian inilah masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman Kalimantan bagian Tengah mewariskan sejarah kehidupan masyarakat masa lalu. Misalnya dalam pertunjukan Takna Lawe.

Cara Masyarakat Masa Aksara Mewariskan Masa Lalunya Melalui Tulisan Salah satu hasil budaya manusia adalah berupa tulisan.2. yaitu antara lontar yang . Sementara itu di Kalimantan Timur juga berkembang sistem kerajaan yang sama. ternak. kulit binatang atau kulit katu adalah berkat dikenalnya aksara Pallawa. Sejak saat itu masyarakat Jawa Kuno seterusnya mencantumkan data kronologi untuk mencatat peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam kehidupannya. Istilah lain dari prasasti adalah inskripsi (bahasa Latin) atau batu tertulis. serta dokumentasi tertulis lainnya melalui media lontar. Prasasti-prasasti pertama itu terdapat di wilayah Jawa bagian Barat dan Kalimantan Timur. lalu hurufnya dihitamkan dengan memakai jelaga. Lontar adalah daun palem tal atau borassus flabellifer yang telah dikeringkan yang banyak digunakan selama berabadabad lamanya sebagai alas tulis di Jawa. Dimulai oleh prasasti yang menggunakan aksara Palllawa dari India. diketahui adanya kerajaan kuno di wilayah Kutai. dan tidak masuk dalam 10 kepandaian asli bangsa Indonesia. pohon. Wilayah kepulauan Indonesia segera memasuki zaman sejarahnya ketika sumber tertulis yang berupa prasasti awal telah dijumpai di wilayah ini. Melalui Prasasti Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama. Tulisan ditoreh di kedua sisi daun dengan menggunakan pisau tajam. penggubahan karya sastra dengan berbagai judul. a. Bali. Tulisan asli yang berkembang pada masyarakat kepulauan Indonesia pada periode klasik Indonesia menurut J. Dengan dikenalnya aksara Pallawa. atau sering juga disebut dengan huruf Pascapallawa. Terbitnya prasasti-prasasti dari kerajaan-karajaan kuna. A. Batak. “. Tradisi tulis di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. dan logam. Karena banyaknya perbuatan baik. daun palem atau daun tal. Di Jawa bagian Barat berkembang kerajaan yang bercorak kebudayaan India pertama kali. Bahkan di masa kemudian aksara Pallava itu kemudian “dinasionalisasikan” oleh berbagai etnis Indonesia. Melalui Lontar Disamping media batu dan logam. Brandes (1887) merupakan hasil dari proses interaksi bangsa Indonesia dengan budaya India. disebut prasasti Canggal yang berangka tahun 652 Saka atau 732 M.. keajaiban dan tanah. dikenal juga media tulis yang disebut lontar yang terbuat dari bambu. Dikenalnya tulisan oleh masyarakat kepulauan Indonesia menurut Brandes merupakan barang baru yang dikenal oleh masyarakat. L. b.biarlah mereka mendengar tentang hadiahnya (raja Mulawarman) yang luar biasa. umumnya adalah batu. prestasi dan berbagai hal yang terjadi di masa lalu yang berguna bagi pengembangan pengetahuan. Bali Kuna. Halaman-halamannya. nenek moyang bangsa Indonesia mampu mendokumentasikan pengalaman dalam kehidupannya. Prasasti yang berangka tahun pertama dijumpai di wilayah Jawa bagian tengah. Adapun tulisan yang pertama kali dikenal adalah tulisan yang menggunakan aksara Pallawa. tiang pengorbanan ini didirikan oleh para pendeta” Walaupun di kedua lokasi tersebut prasasti-prasastinya belum mencantumkan kronologi yang pasti. yaitu Tarumanagara yang salah satu rajanya bernama Purnavarman. dan sistem penghitungan yang dipakai mereka adalah penghitungan tahun Saka dari kebudayaan India. tetapi dapat diduga bahwa kerajaan-kerajaan pertama di bumi Nusantara itu berkembang pada sekitar abad ke-4 M. maka muncullah antara lain aksara Jawa Kuna. berkat peninggalanpeninggalan prasasti Yupa yang masih bertahan hingga kini. Sunda Kuna. Lampung. rajanya yang dikenal dalam prasasti bernama Aswawarmman. yang memberi banyak informasi pada orang-orang yang hidup sekarang tentang peristiwa. sebelum pengaruh India masuk (1887). Disamping batu media penulisan lainnya adalah kayu. dan Bugis. Dengan demikian keberadaan prasasti sebagai salah satu peninggalan sejarah memberi sumbangan penting dalam penelitian kesejarahan. yang kemudian diikuti oleh aksara baru yang telah dikembangkan untuk menulis pada berbagai media yang telah dipersiapakan. Dari Yupa ketiga peninggalan Kerajaan Kutai misalnya kita mendapat informasi tentang kondisi kerajaan masa pemerintahan Mulawarman.. Prasasti itulah yang merupakan bukti awal bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah menghitung tahun.. Lombok. Bahkan di Bali pemanfaatan lontar sebagai alas tulis masih banyak dipakai oleh masyarakat tradisional.

Bambu dibelah menjadi lembaran-lembaran lalu dikeringkan dan dirangkaian seperti daun palem atau dibiarkan dalam bentuk tabung dan teks atau tulisannya ditoreh dengan pisau tajam. Berdasar pada pemikiran tersebut. Artinya melalui media-media tulisan tersebut kita yag hidup sekarang mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang banyak hal yang berkaitan dengan sejarah masa lalu. Tulisan yang berisi bacaan mantra atau sihir dan pengobatan yang dimuat dalam kulit pohon itu kemudian mereka susun dalam satu rangkaian naskah buku lipat yang disebut dengan pustaha. sekitar abad ke-13. tembaga dan perak Emas. Diantara naskah Jawa kuno yang merupakan peninggalan tradisi tulis abad ke-14. Berbagai naskah kuno semakin bekembang pada masyarakat kepulauan Indonesia. Penggunaan bambu sebagai alas tulis banyak ditemukan di Sumatra diantara orangorang Batak. karena tidak terbuat dari endapan encer. Perkembangan terbesar terjadi setelah kedatangan pengaruh agama dan kebudayaan Islam di nusantara. Meskipun dekenal sebagai kertas Jawa. Belanda. Tulisan ditorehan dengan menggunakan tinta atau kuas. Tradisi ini berkembang di hampir semua wilayah kepulauan Indonesia. Dluwang kebanyakan digunakan di Jawa untuk menulis naskah-naskah berbahasa Arab dan Jawa seperti pawukon atau primbon. • Dluwang Merupakan alas tulis halus dengan penampilan seperti kayu dan terbuat dari kulit pohon murbei yang dipukuli. Tradisi menulis dengan media kulit pohon ini di kepulauan Indonesia diantaranya banyak dijumpai di daerah yang sekarang dikenal dengan Batak. maupun media tulis lainnya ditulis dalam bentuk puisi. a. • Bambu Bambu dipakai sebagai alas tulis setelah sebelumnya dioles dan dikeringkan.satu dengan yang lainnya dirangkaikan dengan tali memalui lubang di tengah dengan dua papan kayu sebagai penutup. yang bersifat khusus. Tradisi masyarakat kepulauan Indonesia masa awal sejarah Periode sejarah Indonesia dimulai dengan munculnya prasasti-prasasti pertama di . Karena masyarakat sudah mengenal tulisan. Salah satu contohnya adalah penemuan kipas yang terbuat dari emas masa kebesaran Kerajaan Johor. adalah naskah kuno yang tertulis dalam daun nipah yang sekarang tersimpan di perpustakaan Universitas Leiden. d. Riau. • Daun nipah Hampir sama dengan daun palem tetapi lebih tipis. logam atau lontar masyarakat masa sejarah Indonesia membuat catatan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan mereka dengan menggunakan media kulit kayu atau kulit pohon. Pola tradisi masyarakat senantiasa mengalami perkembangan dan perubahan seiring dengan berkembangnya tingkat kecerdasan manusia. Melalui Kulit Kayu atau Pohon dan Kulit Binatang Disamping menggunakan media batu. maka mereka mewariskan dan menggambarkan tradisi-tradisi sejarah mereka dalam bentuk tulisan. c. perlu dibuat periodisasi berdasarkan pola-pola umum yang berkembang pada masing-masing periode. Jadi tidak menggunakan pisau. Muncul kemudian naskah kuno dalam bentuk primbon yang ditulis dengan menggunakan bahasa Melayu dan Jawi kuno. utamanya adalah Jawa. sebanarnya dluwang bukanlah kertas. tembaga dan perak juga dipakai sebagai alas tulis untuk urusan yang memiliki makna penting. untuk lebih memudahkan pemahaman tentang tradisi masyarakat Indonesia masa sejarah. Bagian kulit yang dipakai adalah kulit pohon bagian dalam. Kulit pohon ini banyak dipakai oleh para peramal Batak untuk menuliskan mantra-mantra tentang sihir atau ramalan dan pengobatan. Lampung dan Rejang. maupun kesusastraan. terutama setelah dikenalnya media kertas. baik itu dalam prasasti. Hampir semua pustaka Jawa kuno baik yang ditulis di lontar. Tradisi Sejarah Masyarakat Masa Aksara Kepulauan Indonesia Tradisi sejarah masyarakat pada masa setelah ditemukannya tulisan diketahui dan disusun berdasarkan peninggalan tertulis dan peninggalan alat-alat penunjang kehidupan masyarakat. 3. Dalam kipas emas tersebut termuat tulisan yang memberikan informasi tentang prasasti Melayu yang menyatakan asal usul sultan dari Bukit Siguntang serta keturunanannya dari Iskandar Agung.Media tulis lain sebagai sumber pewarisan sejarah • Emas.

Plyni menggambarkan hal ini. Kepercayaan pada yang gaib biasanya disimbulkan atau dihubungkan dengan “lumpang batu” (mirip seperti kebudayaan masyarakat prasejarah). mutu barang. Tradisi pembuatan gerabah juga semakin meningkat. Sedangkan yang berkaitan dengan sastra tulis. b. Barang dagangan utama adalah mutiara.Indonesia yang berasal dari akhir abad ke-4 atau awal abad ke-5 M. maupun teknologi yang digunakan. Prasasti Kuti (804 M) berisi upacara pemanggilan terhadap enam jenis roh. Prasasti-prasasti di Jawa biasanya berisikan kutukan terhadap siapa saja yang menggangu keamanan. mencapai Roma tahun 70 Masehi. Tujuannya tidak lain agar rakyat biasa tetap menghormati mereka. keragaman fungsi. disamping perniagaan dan pelayaran. Masyarakat mulai mengenal tradisi pahat (seni pahat) dengan bahan dasar utamanya adalah batu. Sayangnya kebanyakan barang dagangan Indonesia seperti rempah-rempah. gelang dan kalung. bukti linguistik menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah melakukan aktivitas perniagaan yang tidak hanya sebatas antar wilayah kepulauan nusantara saja tetapi sudah meluas ke luar negeri. perunggu. • Tradisi seni dan sastra tulis Tradisi melukis pada dinding-dinding gua sudah jauh ditinggalkan. Perdagangan dengan Cina Perdagangan langsung dengan Cina dimulai antara tahun 250 hingga 400 M. Banyak orang-orang yang membawa kayu manis ke Afrika Timur melewati Samudra Hindia. • Tradisi penggunaan alat-alat penunjang kehidupan Pada masa awal sejarah ini penggunaan alat-alat logam (terutama besi) untuk kegiatan pertanian semakin menonjol. penanaman padi secara . Dengan bertambah banyaknya data selama abad ke-8 dan 9 kita mencatat bahwa masyarakat kepulauan Indonesia terutama yang berada di bagian barat sudah terkait erat dalam suatu jaringan internasional yang luas. Pun sebaliknya duta-duta dari Indonesia mulai mengunjungi Cina. kegiatan ini relatif jarang dilakukan. Sejarawan dari Romawi. tradisi kepercayaan masyarakat kepulauan Indonesia masih bersifat animisme dan dinamisme. Misi-misi dagang Cina sering dikirim ke luar negeri untuk mencari “barang langka dan berharga” untuk persembahan pada raja. baik jumlah. pakaian dan bulu burung mudah hancur. • Tradisi sosial Tradisi sosial masyarakat pada masa ini masih merupakan upaya mempertahankan kebiasaan masyarakat sebelumnya. Laporan Cina (414 M) merupakan bukti pertama bahwa kapal-kapal berlayar langsung dari Indonesia ke Cina. kulit penyu. Sumber berita Yunani dan Cina menyatakan bahwa para pedagang Indonesia adalah pedagang Asia Tenggara yang pertama kali mencapai Madagaskar. secara teknis dimulai pada saat tersebut. Barang dagangan Indonesia seperti cengkih mencapai istana dinasti Han di Cina utara pada sekitar 2000 tahun yang lalu. prasasti di Indonesia mulai memberi cukup banyak keterangan rinci sehingga tradisi-tradisi masyarakat yang berkembang pada masa itu dapat diketahui. yang dihubungkan oleh ikatanikatan keagamaan dan perdagangan. Baru menjelang akhir abad ke-7 dan awal abad ke-8. bangsawan dan orang-orang kaya berupaya mempertahankan stratifikasi sosial yang sudah ada. Tradisi dengan bahasa dan huruf India tersebut baru terbatas pada orang-orang tertentu saja. Dalam perjalanan pulang mereka membawa serta kaca. dupa. duta-duta resmi kerajaan dikirim ke luar negeri. dan perunggu. Perniagaan dengan Cina pun sudah berkembang. Tradisi masyarakat kepulauan Indonesia masa sejarah klasik awal • Tradisi perekonomian Pertanian tetap merupakan tradisi perekonomian utama masyarakat. Topiknya pun terbatas pada pencatatan peristiwa-peristiwa keagamaan serta doa-doa. pakaian. • Tradisi kepercayaan masyarakat Berdasarkan sumber prasasti. Para penguasa. dupa serta minyak wangi yang langka untuk upacara keagamaan seiring dengan makin berkembangnya aliran Budha Mahayana. Dilihat dari jenis tanamannya. Pada masa dinasti Han (206 SM-220 M) misalnya. dengan memanggil roh penunggu gunung dan makluk gaib lain. Sayang sekali selama abad-abad pertama setelah bangsa Indonesia mulai menulis pada batu. Dicontohkan bahwa orang-orang Indonesia bahkan telah sampai ke Madagaskar pada awal milinium pertama Masehi. sehingga sebagian besar situs penting Indonesia selama menjalin hubungan dengan Cina tidak diketahui. Diantara bentuk-bentuk tradisi yang masyarakat kembangkan pada masa sejarah awal Indonesia adalah: • Tradisi perekonomian Disamping pertanian. pada masa ini masyarakat terutama kalangan bangsawan telah mengenal bahasa Sanskerta dan aksara Pallawa (pengaruh India). yang kemungkinan besar adalah untuk memastikan agar hak-hak dagang mereka tetap diakui. Sejarah atau ilmu yang mempelajari catatan tertulis.

sayuran. barang-barang yang mereka bawa ke pasar tidak hanya sebatas pada beras saja. beras Jawa sudah diekspor ke Sumatera dan kemungkinan juga ke bagian lain kepulauan Indonesia. Hingga sekarang tradisi pasar demikian masih banyak dijumpai di desa-desa Jawa. Air bendungan kemudian disalurkan dari bendungan itu ke sawah-sawah yang diberi pematang. Sawah pertama yang menerima air dinamakan pasimpangan. . Ini jelas menunjukkan bahwa aktivitas pertanian (sawah) sudah menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Bukti berupa sumber-sumber sastra Sejarawan sudah meneliti keterangan tentang pertanian yang terdapat dalam naskah klasik. karena raja dianggap sebagai titisan dewa di dunia. buah.intensif sudah diperkenalkan sejak awal periode sejarah klasik Indonesia. Sebagian besar penduduk pedesaan mempunyai hubungan ke “pasar berkala” (pekan) yang berputar berdasarkan daur lima hari sekali buka. Isi terjemahannya adalah bahwa raja Purnawarman memerintahkan penggalian saluran sepanjang 11 km. Disamping adanya sawah irigasi lahan kering juga dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman lainnya seperti sayur dan buah. Aktivitas penggalian saluran air ini kemungkinan dimaksudkan untuk aktivitas pertanian dan pencegahan banjir. Menjelang akhir abad ke-8 masyarakat telah mengenal uang dalam bentuk uang koin atau logam yang terbuat dari emas dan perak dengan ukuran-ukuran tertentu. Kitab Arjunawiwaha dan Sutasoma misalnya memberi pengetahuan rinci tentang tradisi pertanian masyarakat Indonesia masa sejarah klasik awal. ayam dan telur. Kesenjangan sosial dan stratifikasi sosial dalam masyarakat semakin besar dan lebar. Memang dalam karya sastra klasik tersebut belum ditemukan keterangan yang menyebutkan bahwa alat-alat seperti cangkul dan bajak digunakan dalam pengerjaan pertanian. atanam (menanam). Transaksi jual beli atau tukar menukar barang sudah dikenal masyarakat periode sejarah. Bukti-bukti etnografi Perbandingan etnografi memberi kita pengetahuan mengenai kebiasaan penanaman padi pada masa kuno. Dari sawah-sawah ini air kemudian diteruskan ke sawah lain. Peningkatan intensitas perdagangan dalam negeri menuntut adanya mata uang yang mudah dipergunakan. menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Kegiatan yang kemungkinan besar sudah dilakukan oleh petani jaman sejarah klasik awal. Sedang kitab Sutasoma banyak menceritakan tentang aktivitas para petani yang menyiangi padi di ladang-ladang mereka. Tetapi gambaran umum adanya aktivitas pertanian di Indonesia terdapat dalam karya-karya sastra tersebut. Bukti lebih jelas lagi terdapat pada prasasti Longan Tambahan yang ditulis pada masa raja Sri Dharmawangsa Wardhana (1023). Banyak perkakas batu dan logam yang ditemukan dibeberapa tempat diduga digunakan untuk kegiatan cocok tanam khususnya tanaman padi. dilakukan dengan sistem transaksi menggunakan uang (uang emas dan perak) dan barter. Penghitungan waktu tanam yang baik. upacara-upacara ritual masa panen seperti sesaji sampai sekarang masih dipakai oleh masyarakat petani Jawa. yaitu amabaki (membersihkan sawah sebelum dibajak). Untuk mendapat barang yang diinginkan. Berdasar sumber prasasti. Prasasti ini berasal dari masa kerajaan Tarumanegara. Dari sumber prasasti seperti prasasti Tugu (dekat Jakarta) diperoleh keterangan mengenai pengelolaan air di Indonesia. Petani tradisional Jawa misalnya sampai sekarang banyak yang masih menggunakan teknologi dan cara-cara tradisional. pada abad ke-13 atau sebelumnya. • Tradisi sosial Berdirinya kerajaan-kerajaan kuno telah memunculkan tradisi pemujaan rakyat pada raja. Dalam Arjunawiwaha diceritakan bahwa ketika Majapahit diperintah oleh Hayam Wuruk (Rajasanagara) pembangunan bendungan sangat intensifkan. ahani (memanen) dan anutu (menumbuk padi). Sumber berita Cina Menurut catatan sejarah Cina. Di dalamnya disebutkan tentang tahap-tahap dalam penanaman padi. Dalam relief-relief candi (seperti pada relief candi Borobudur) kita mendapat banyak gambaran tentang perkembangan tradisi pertanian masyarakat Indonesia. amaluku (membajak). Spesialisasi atau pengkhususan pekerjaan semakin nyata. Tradisi penjaja keliling juga telah dikenal. Beberapa prasasti lainnya yang berasal dari Jawa Timur menyebut sumbangan-sumbangan raja untuk pembangunan bendungan dan saluran-saluran yang meungkin mempunyai beberapa manfaat penting yang diantaranya adalah sebagai saluran irigasi. tetapi juga kacang-kacangan. amatun (menyiangi).

Para pemahat Jawa misalnya. Contoh relief pada dinding candi Borobudur. Pada masa ini berkembang sastra tulis berupa Kakawin. Pada masa ini epos Mahabharata dan Ramayana dari India telah diterjemahkan dalam bahasa Jawa Kuno. Campur tangan pemerintah kerajaan terhadap urusan irigasi dan angkutan darat semakin menonjol. Teks tertua berisi ajaran Budha yang ditulis di Indonesia yang dikenal dengan Sang Hyang Kamahayanikan ditulis pada periode sejarah klasik awal. Satu hal yang membedakan adalah bahwa tradisi masyarakat mulai mendapat pengaruh budaya Islam. tradisi sejarah masyarakat kepulauan Indonesia tidak mengalami banyak perubahan dari tradisi-tradisi sebelumnya. Pengungkapan tradisi masyarakat kepulauan Indonesia pada periode sejarah klasik akhir diantaranya dapat diketahui dari peninggalanpeninggalan selama periode ini berupa karya sastra.• Tradisi penggunaan alat-alat penunjang kehidupan Tradisi pembuatan alat-alat penunjang aktivitas pertanian makin meningkat. Bahkan kemungkinan besar tradisi pembuatan alat-alat dan benda dari logam ini telah berkembang menjadi mata pancaharian penduduk. Kendati belum meluas pada semua lapisan masyarakat (utamanya masyarakat desa) tradisi penyembahan pada dewa-dewa dalam kepercayaan dua agama itu mulai menggantikan pemujaan mereka pada roh nenek moyang dan benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Tradisi pertanian dan perdagangan mengalami perluasan dan peningkatan. • Tradisi sosial Tradisi birokrasi semakin berkembang. Sementara itu pembuatan perahu sebagai unsur penting penunjang aktivitas pelayaran dan perniagaan juga mengalami kemajuan. mulai menciptakan relief naratif yang membentuk suatu cerita. Buku Bharatayuda ditulis pada masa ini oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. • Tradisi seni dan sastra tulis Tradisi seni pahat semakin berkembang seiring dengan makin meningkatnya jiwa seni dan kepandaian manusia. terutama ketika pendatang Cina mulai menetap di Indonesia dan penerapan mata uang Cina sebagai alat tukar dalam perdagangan semakin dominan. Demikian juga dengan kitab ajaran Budha yang berbahasa Sanskerta juga telah diterjemahkan dan disebarluaskan. Akan tetapi sebagian besar masyarakat di banyak daerah. Tradisi pembuatan gerabah dilakukan dengan menggunakan alat pemutar. Tradisi pengerjaan emas juga semakin modern. Kekuatan-kekuatan itu antara lain kedatangan budaya Islam dan imperialisme Eropa. • Tradisi perekonomian Budaya pertanian dan perdagangan semakin berkembang pesat. d. c. Anasir-anasir budaya Islam terjalin dalam suatu hubungan yang rumit dengan adat atau tradisi yang sudah ada sehingga melahirkan peristiwa-peristiwa penting pada jaman klasik madya ini. • Tradisi penggunaan alat-alat penunjang kehidupan Seiring dengan makin berkembangnya tradisi pembuatan aneka benda dan peralatan dari logam.Tradisi masyarakat kepulauan Indonesia periode sejarah klasik akhir Tradisi sejarah masyarakat periode klasik akhir ditandai oleh munculnya kerajaankerajaan kesatuan besar di Indonesia yang diatur secara tradisional serta munculnya kekuatan-kekuatan baru yang akhirnya mempengaruhi tatanan yang sudah ada sebelumnya. ukiran semakin beragam dan rumit. • Tradisi seni dan sastra tulis Tradisi pahat batu dan perunggu semakin berkembang pada periode ini. Kedudukan kaum cendekiawan semakin penting baik dalam kerajaan maupun dalam kehidupan masyarakat. kebiasaan keagamaan (kepercayaan) sebelumnya yang berupa animisme dan dinamisme masih tetap mereka pertahankan. • Tradisi masyarakat yang berkaitan dengan dimensi kepercayaan Pengaruh Hindu dan Budha pada masa ini mulai menyebar khususnya sepanjang jalur perdagangan (daerah pesisir pantai). Model pahatan. Masalah perpajakan menjadi semakin rumit. • Tradisi masyarakat yang berkaitan dengan dimensi kepercayaan Agama Hindu dan Budha semakin mendapat tempat di masyarakat. Tradisi pembuatan patungpatung batu dan perunggu juga berkembang. Masyarakat juga mulai mengenal pembuatan batu bata. Pengungkapan sastra memungkinkan kita bisa melihat tradisi masyarakat Indonesia jaman sejarah klasik . tempat-tempat pengecoran logam makin banyak bermunculan. Tradisi masyarakat kepulauan Indonesia periode sejarah klasik madya Pada masa klasik madya ini. yang diantarnya dibawa oleh para pedagang muslim dari luar.

Kendati berorientasi mistik. • Tradisi penggunaan alat-alat penunjang kehidupan Tradisi pembuatan alat-alat logam mengalami puncak kemajuan. • Tradisi sosial Diantara mayarakat banyak yang berprofesi sebagai penjual jasa untuk mendapatkan uang. Bentuk-bentuk tradisi dari kehidupan sosial masyarakat sejak masa prasejarah hingga Hindu-Budha sekalipun tetap berkembang. Sedang pada masyarakat pedalaman relatif tetap mempertahankan tradisi religi mereka. tetapi ia tidak bersifat heterodoks (mempertahankan konsep dualisme). • Tradisi seni dan sastra tulis Pada periode ini tradisi pembuatan patung perunggu dan arca batu semakin surut. Tradisi pembuatan keris ini lebih didasarkan pada penilaian magis. Tradisi pembuatan seni kaligrafi menggantikan itu semua. e. Korawasrama dan Nawaruci. Spesialisasi (pengkhususan) pekerjaan sekali lagi semakin menunjukkan kekompleksitasannya. terutama pada masyarakat pedalaman. proses penyebarannya telah memunculkan varian-varian baru yang memasukkan kepercayaan pra-Islam dalam . • Tradisi masyarakat yang berkaitan dengan dimensi kepercayaan Keyakinan terhadap aliran Sivashidanta (dalam agama Hindu) dan Mahayana (dalam agama Budha) semakin kuat di Jawa dan Bali. Penduduk pesisir pantai merupakan campuran majemuk dari berbagai suku dari berbagai wilayah di kepulauan Indonesia dan bangsa-bangsa lain.akhir dari lebih banyak sisi dari pada sebelumnya. Tradisi perdagangan atau perniagaan mengalami perkembangan yang luar biasa pesat baik itu perdagangan antar wilayah dan pulau di Indonesia maupun perdagangan dengan luar negeri terutama dengan India dan kerajaan-kerajaan Asia Tenggara. India. Tradisi sastra tulis juga semakin meluas. Tradisi pasar juga berkembang pada masa Islam. Demikian halnya dengan pembuatan gerabah. Tetapi ini tidak menghilangkan tradisi pembuatan barang-barang logam. Tradisi pembuatan keris dimulai pada periode klasik akhir ini. Karyakarya sastra yang berkembang pada masa ini diantaranya adalah Desawarnana (ditulis oleh Mpu Prapanca). • Tradisi penggunaan alat-alat penunjang kehidupan Masyarakat mulai mengenal jenis senjata api. tetap berlangsung. Heterogenitas ini yang lambat-laun mengikis tradisi pelapisan sosial yang ada dalam masyarakat. Tetapi sifat-sifat tradisi budaya yang terbentuk selama masa sebelumnya tidak segera berubah atau hilang. Sastra Islam yang berisi renungan filosofis mengenai hubungan antara Tuhan dengan manusia semakin berkembang. • Tradisi seni dan sastra tulis Tradisi seni patung sudah lenyap. • Tradisi perekonomian Tradisi pertanian tetap dominan. • Tradisi perekonomian Kendati Portugis mendominasi perdagangan di Malaka. tetapi perdagangan antar wilayah Indonesia dan perdagangan antara pedagang-pedagang nusantara dengan pedagang muslim. karena seni ini dianggap lebih memiliki nilai sosial yang tinggi. atau diekspor dari Eropa. Akan tetapi dalam perkembangan yang terjadi kemudian kedatangan pengaruh Islam mulai mengikis tradisi kepercayaan masyarakat tersebut. • Tradisi masyarakat yang berkaitan dengan dimensi kepercayaan Dominasi tradisi Islam semakin meluas dan berkembang pada semua lapisan masyarakat di Indonesia. Tradisi masyarakat kepulauan Indonesia periode Islam Masuknya Islam pada satu sisi telah membawa sejumlah besar perubahan sosial. Kemungkinan diperkenalkan oleh orang-orang Eropa. sehingga keris dianggap sebagai pusaka hidup yang memiliki nilai sakral. Dalam perkembangannya. Teknik produksi massal mulai dikembangkan. Ajaran agama Islam melarang pembuatan patung. • Tradisi sosial Tradisi urbanisasi tumbuh dan berkembang pada masa ini. Bahkan menurut data sejarah tingkat urbanisasi di Indonesia sama seperti yang terjadi di Eropa. Sebaliknya tradisi terracotta semakin berkembang. Ini terutama terjadi pada masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai.

Hal ini dibuktikan dengan penemuan lukisan-lukisan pada dinding-dinding goa di Sulawesi Selatan. menangkap ikan. Hal ini tampak dari makin kompleksnya bentuk upacaraupacara penghormatan. Corak kepercayaan seperti ini dinamakan dinamisme. Masyarakat terbagi menjadi kelompok-kelompok tertentu sesuai dengan bidang keahliannya. dan lain-lain. antara lain : Tradisi Sejarah a. diantaranya ada yang Masyarakat Indonesia Sebelum Mengenal Tulisan Beberapa unsur-unsur kebudayaan masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan atau sebelum pengaruh Hindu-Budha. Kepercayaan terhadap roh nenek moyang ini terus berkembang pada masa bercocok tanam hingga masa perundagian. yang dianggap unsur-unsur utama alam menyerupai roh. tetap ada aturan umum yang menjamin keharmonisan hubungan masing-masing kelompok. Lukisan itu berbentuk cap tangan merah dengan jari-jari yang direntangkan. Sistem Kepercayaan Sistem kepercayaan dalam masyarakat Indonesia diperkirakan mulai tumbuh pada masa berburu dan mengumpulkan makanan. dan penguburan. Gotong royong dirasakan sebagai kewajiban yang mendasar dalam menjalani kegiatan hidup. misalnya sarkofagus. Sistem Kemasyarakatan Ketika manusia hidup bercocok tanam dan jumlahnya bertambah besar. seperti menebang hutan.Adanya kepercayaan semacam ini antara lain terungkap dengan adanya bangunan megalithikum yang dianggap memiliki kekuatan. Meskipun demikian. Pada masa ini sistem kemasyarakatan menjadi lebih kompleks.selain penghormatan terhadap roh nenek moyang. system kemasyarakatan mulai tumbuh. sesaji. . Sistem kemasyarakatan terus berkembang khususnya pada masa perundagian.kesatuan antara manusia dan Tuhan. Corak kepercayaan ini mengakibatkan adanya kepercayaan yang bercorak animisme. ada juga kepercayaan terhadap kekuatan alam. Lukisan itu diartikan sebagai sumber kekuatan atau symbol jari tidak lengkap yang merupakan tanda berkabung dan penghormatan terhadap roh nenek moyang. Agar aturan ini ditaati. manusia menyadari perlunya aturan-aturan yang perlu disepakati bersama. ditentukan seorang pemimpin yang bertugas menjamin terlaksananya kepentingan bersama.. Demi menjaga hidup bersama yang harmonis. Uniknya tugas yang ditangani membuat masing-masing kelompok memiliki aturan sendiri. menebar benih. b.

sejak awal masehi. Perahu bercadik itu dapat digunakan sebagai sarana transportasi dan sarana dalam perdagangan. Kemampuan berlayar ini selanjutnya menjadi dasar dari kemampuan berdagang. Hubungan masyarakat dalam suatu kelompok sukunya sangat erat. Oleh karena itu. Ilmu Pengetahuan Sebelum pengaruh Hindu-Budha. panen. Pertanian Sistem persawahan mulai dikenal bangsa Indonesia sejak zaman neoltikum. g. Kemampuan Berlayar Kemampuan berlayar sudah dialami cukup lama oleh bangsa Indonesia. Kehidupan gotong royong teraktualisasikan dalam system persawahan ini. Pada masa perundagian. e. yakni sejak manusia menetap secara permanen. bangsa Indonesia sudah mulai berkiprah dalam jalur pelayaran perdagangan internasional. Pola kerjasama dalam hidup bergotong royong dalam suatu kelompok suku sudah terjalin dengan baik. kemampuan bersawah semakin berkembang mengingat sudah adanya spesialisasi pekerjaan dalam masyarakat. f. d. masyarakat Indonesia telah mengenal teknik pengecoran logam. Perkiraan ini sangat logis mengingat proses bersawah yang cukup lama mengharuskan manusia menetap di suatu tempat dengan waktu relatif lama. Masyarakat juga telah mengenal teknik pembuatan perahu bercadik. Teknologi Sejak masa prasejarah. masyarakat Indonesia telah mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi. mereka telah dapat mengetahui secara teratur waktu bercocok tanam. Semangat gotong royong dalam sistem persawahan terlihat dalam tata pengaturan air dan tanggul. Organisasi Sosial Sebagai makhluk sosial. mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau. manusia tidak akan dapat hidup sendiri tanpa kelompok masyarakatnya. atau saat yang tepat untuk berlayar dan menangkap ikan.c. Juga mengenal ilmu astronomi (ilmu perbintangan) sebagai petunjuk arah dalam pelayaran atau sebagai petunjuk waktu dalam bidang pertanian. Kemamapuan berlayar ini terus berkembang di tanah yang baru. itulah sebabnya. . Pembuatan perahu bercadik ini sesuai dengan kondisi alam Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau besar dan kecil yang dihubungkan oleh lautan.

mantra dan sebagainya. mitos. A. selain mewarisi ingatan masa lampau dari generasi sebelumnya. Hubungan perdagangan yang mereka kenal pada saat itu adalah sistem barter. yaitu pertukaran barang dengan barang. seni membuat gamelan. Tradisi lisan sebagai ingatan kolektif sering kali disalin dalam bentuk tulisan. Tradisi lisan merupakan sumber sejarah yang merekam masa lampau. adatistiadat. Masa Pra Aksara Pada masyarakat yang belum mengenal tulisan (illiterate). dongeng dan diwariskan sebagai milik bersama serta sebagai simbol identitas bersama. Waktu senggang itulah yang mereka pergunakan untuk mewujudkan dan menyalurkan jiwa seni mereka seperti seni membuat batik. moral. Pengungkapan tradisi lisan sering kali digunakan secara lugas dalam bentuk pepatah. Tradisi lisan dapat dianggap sebagai sebuah kesaksian sejarah yang sangat berguna bagi penulisan sejarah. legenda atau dongeng melukiskan kondisi fakta mental (mentifact) dari masyarakat pendukungnya. Tradisi lisan juga mengandung kejadian nilai-nilai. Kesenian Masyarakat prasejarah telah mengenal kesenian sebagai hiburan untuk mengisi waktu senggang.h. Setiap generasi biasanya.Tradisi lisan dalam bentuk mitos. . juga mewariskan pengetahuan tersebut kepada generasi berikutnya. seni wayang dan lain-lain. keagamaan. Karya dalam tradisi lisan biasanya dikenal sebagai bagian folklor. cerita-cerita khayal. pewarisan ingatan tentang peristiwa masa lampau dilakukan melalui tradisi lisan dari generasi ke generasi. legenda. Sering kali sebuah tradisi lisan mengisahkan pengalaman masa lampau jauh ke belakang di mulai sejak adanya manusia pertama sampai terciptanya suatu kolektif yang di kenal sebagai masyarakat ataupun suku bangsa. i. nyanyian. Untuk itu. seni wayang biasanya dipertunjukan setelah panen dengan lakon cerita tentang kehidupan alam sekitar mereka. Selanjutnya kalian dapat memahami tradisi masyarakat sebelum mengenal tulisan (pra aksara) hingga mengenal aksara (masa aksara) melalui tulisan berikut ini yang dimulai dari Folklor. Sistem Ekonomi Masyarakat pada setiap daerah tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya. tembang. mereka menjadi hubungan perdagangan dengan daerah-daerah lainnya. Namun. peribahasa.

selanjutnya . b. 1. Prasasti-prasasti ini pada umumnya mempunyai bentuk dan susunan yang hampir serupa. hadiah-hadiah yang disediakan untuk keselamatan. piwulang. suluk.b. daftar orang-orang yang diserahi melaksanakan tugas. Rekaman Tertulis Dalam Tradisi Sejarah Masyarakat Berbagai Daerah di Indonesia. Prasasti tertua yang ditemukan di Nusantara berasal dari abad ke -5 masehi. keduanya masih menggunakan bahasa sansakerta dan huruf pallawa. a. Prasasti dinoyo dari Malang Jawa Timur yang berangka tahun 760 masehi. babad. dan sebagainya. Masa Aksara. bahwa legenda Aji Saka ini memiliki hubungan dengan penggunaan kalender Saka yang digunakan di Jawa sebelum kalender Islam dan kalender Jawa diperkenalkan oleh Sultan Agung pada tahun 1633 M. batas serta ukuran tanah yang dibebaskan. Sedangkan kitab sastra kakawin Ramayana yang merupakan epos tertua menurut Stutterheim baru ditulis akhir abad ke-9 Masehi. Munculnya Tradisi Tulisan di Indonesia Sebuah naskah kuno yang dapat menghubungkan antara tradisi lisan dengan tradisi tulisan adalah tentang asal-usul abjad Jawa yang lebih dikenal dengan Legenda Aji Saka. Prasasti. tarumanegara. Beberapa ahli memiliki kesimpulan yang hampir sama. yaitu :diawali dengan uraian pembebasan tanah disertai dengan angka tahun. dongeng. Prasasti merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh raja atau pejabat tinggi kerajaan. Namun. maka petunjuk ke arah fakta-fakta sejarah itu semakin banyak dan semakin jelas. Terdapat ribuan naskah-naskah hasil karya kesusastraan tradisional yang sampai pada kita sekarang. Cerita-cerita dari berbagai daerah dapat memberi petunjuk ke arah fakta-fakta sejarah dari suatu suku bangsa. primbon. Ada sekitar 3000 prasasti telah ditemukan yang berasal dari zaman Indonesia klasik. tembang. Naskah – naskah yang banyak dikenal dalam tradisi tulis berupa : kakawin. serat. Prasasti merupakan peninggalan tertulis yang dipahatkan pada batu atau logam. Setelah suku bangsa yang bersangkutan mengenal tulisan tradisional dan mempunyai suatu kesusastraan tradisional. Karyakarya itu menurut James Dananjaya dapat digolongkan sebagai folklor yang dapat digunakan sebagai sumber penulisan sejarah.

. . Prasasti berbahasa Sansekerta.Kutukan atau sumpah serapah kepada yang melanggar peraturan. yaitu: 1) Huruf Pallawa.Sambhada (sebab musabab suatu daerah dijadikan daerah sima). yaitu: . Dipakai pada abad ke 10.Angka tahun dan penanggalan.Menyebut nama raja. prasasti-prasasti tersebut biasa ditulis dalam bentuk syair dengan menggunakan kaidah-kaidah dari India. Prasasti-prasasti yupa yang dikeluarkan oleh raja mulawarman di Kutai. Menggunakan tiga jenis huruf. Pada umumnya prasasti berisi tentang : . . Pada abad ke-4 sampai dengan ke-8 prasasti di Nusantara menggunakan huruf pallawa dan bahasa sansakerta. Akan tetapi. Prasasti yang menggunkan bahasa sansekerta. . .Desa perbatasan daerah sima (wanua tpisring) .Tontonan yang diadakan. kalimantan timur.Jalannya upacara. prasasti di Indonesia dapat dibagi sebagai berikut: a.Penghormatan kepada dewa. di Sumatra prasastiprasasti Sriwijaya sudah ditulis dengan bahasa melayu kuno.Para saksi.upacara-upacara yang dilakukan dan akhirnya kutukan-kutukan terhadap mereka yang tidak mentaati apa yang ditetapkan oleh raja. . pendeta. Prasasti berbahasa Jawa Kuno. 3) Huruf Jawa kuno (kawi) b. . Digunakan oleh kerjaan dari abad ke-5 sampai ke-9. . menunjukan proses penghinduan. Berdasarkan bahasa dan tulisan yang dipergunakan. . .Perintah kepada pegawai tinggi. Menggunakan dua jenis huruf. 2) Huruf Pra – Nagari atau huruf Siddham.bentuk huruf atau simbol-simbol yang digunakan dalam huruf Kawi merupakan bentuk khas Jawa. Huruf pallawa di Indonesia berubah menjadi huruf Kawi (Jawa kuno). Prasasti yang menggunakan bahasa Jawa Kuno. dan para saksi.Penetapan daerah sima (daerah bebas pajak).Hadiah yang diberikan dari daerah sima kepada raja.

Hikayat Raja Pasai Melihat isinya kitab ini digolongkan sebagai Babad karena kitab ini .Zaman Majapahit I (abad ke – 14). diantara beberapa Kitab Kuno yang dapat dikatakan sebagai Babad yaitu : . Babad. dengan bahasa Jawa Tengahan. Karya sastra yang isinya beraneka ragam. kesusastraan di bagi menjadi: .Zaman Mataram (abad ke – 9 dan ke – 10). Prasasti yang menggunakan bahasa Bali Kuno. 2) Zaman Islam Kesusastran zaman Islam banyak berkembang di daerah Selat Malaka dan Jawa. Beberapa contoh Kitab Kuno Zaman Islam diantaranya. yaitu : Hikayat. .Zaman Kediri (abad ke – 11 dan ke – 12). seperti : Hikayat Raja Pasai dan Hikayat Silsilah Perak. Namun tulisan-tulisan para pujangga itu tidak terlepas dari pengaruh kekuasaan. 2. Pada hakekatnya Hikayat adalah cerita dongeng belaka. sehingga tulisan itu seringkali tidak netral. . Kerajaan-kerajaan besar di masa lampau memberikan kedudukan yang istimewa kepada para pujangga. Sebagian berkembang di Bali. dengan bahasa jawa kuno. Hasil – hasil kesustraan zaman Indonesia klasik ditulis dalam bentuk gancaran (prosa) dan tembang (syair). Kitab Kuno di Indonesia dapat dibedakan menjadi 2 yaitu Zaman Hindu-Budha dan Zaman Islam 1) Zaman Hindu – Budha. Pada zaman kerajaan Hindu – Budha berkembang di Indonesia. merupakan peninggalan. c. Banyak bersifat supranatural. Kitab Kuno Kitab merupakan sebuah karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan petunjuk untuk menyingkap suatu peristiwa sejarah.1) Huruf Jawa kuno. Prasasti yang menggunakan bahasa Melayu Kuno. 2) Huruf Pra – Nagari (Siddham).Zaman Majapahit II (abad ke – 15 dan ke – 16). d. Prasasti berbahasa Melayu Kuno. Prasasti berbahasa Bali Kuno. .

Historiografi Tradisional 1) Historiografi Tradisional Kuno Historiografi tradisional kuno mempunyai cirri-ciri sebagai berikut a) Merupakan hasil terjemahan kebudayaan Hindu b) Bersifat religiomagis c) Bersifat keraton sentries d) Untuk menaikkan martabat kasta brahmana 2) Historiografi Tradisional Tengah Histiriografi tradisional tengah mempunyai cirri-ciri sebagai berikut. atas perintah dari Raja Abdullah. Hikayat ini disebut juga Daftar Sejarah Cirebon dan Kitab Silsilah Segala Maulana di tanah Jawa.Sejarah Melayu. antara lain sebagai berikut. . Historiografi (penulisan sejarah) Indonesia dibagi dalam tiga jenis. a) Unsur-unsurnya bergaya Islam Jawa (mitologis) b) Bersifat kronologi c) Bersifat etnosentris d) Bersifat feodalistik Historiografi Kolonial Historiografi kolonial mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1) Sudut pandangnya Eropasentris atau Nerlandosentris 2) Isinya tentang kejadian-kejadian di Belanda . Patih Kerajaan Johar. Kitab ini ditulis Bendhara Tun Muhammad.dimaksudkan sebagai sejarah tradisional. Kitab ini merupakan saduran dari Kitab Banten Rante-rante mengisahkan Parawali di Jawa serta keturunan mereka. berbentuk khas Jawa c) Bersifat naratif konsepsional d) Bersifat nonofficial 3) Historiografi Tradisional Baru Historiografi tradisional baru mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.Hikayat Hasanuddin. Perkembangan Penulisan Sejarah di Indonesia. c. a) Peristiwa terjadi di luar keraton b) Bersifat etnosentris. Kitab ini dimaksudkan untuk sejarah. Kitab ini berisi tentang sejarah Kerajaan Pasai dari awal berdiri hingga ditaklukkan Kerajaan Majapahit. .

evolusi kebudayaan lokal di berbagai daerah Indonesia yang menunjukkan pola tradisi masyarakat berlangsung mengikuti jalurnya sendiri. kepercayaan. Pada akhirnya unsur local genius-lah yang sangat menentukan bagi terjadinya perubahan pola tradisi masyarakat dalam berbagai dimensinya (ekonomi. karena melihat pentingnya penyusunan Sejarah Nasional Indonesia. Ciri-ciri historiografi nasional Indonesia menurut Sartono Kartodirdjo antara lain sebagai berikut.3) Tokoh-tokoh sejarahnya merupakan orang-orang Belanda 4) Orang-orang Indonesia hanya dianggap sebagai objek sejarah Historiografi ini pada saat Indonesia berada di bawah pemerintahan colonial sehingga penulisan sejarah digunakan untuk kepentingan penjajah. Tokohtokoh penulis Belanda tentang sejarah Indonesia antara lain J. sosial. a) Memperhatikan berbagai aspek kehidupan masyarakat di Indonesia b) Menggunakan pendekatan dari berbagai ilmu c) Menerapkan sejarah analitis d) Tidak mengabaikan sejarah lokal dalam bentuk aliran kebatinan. Hal tersebut diperjelas oleh Sartono Kartodirdjo tentang metodologi penulisan Sejarah Nasional Indonesia. dan De Graaf. 2) Seminar Sejarah Nasional II Seminar ini juga diselenggarakan di Yogyakarta pada tahun 1970. Stepel. A. Muhammad Yamin dan Soedjatmiko mengemukakan perlu adanya penggantian sudut pandang sejarah. Meinsma. walaupun banyak pengaruh luar masuk ke Indonesia.J. Pompe. dan seterusnya). . pada waktu itu Sartono Kartodirdjo kembali memberikan pendapatnya tentang ciri-ciri historiografi nasional Indonesia. Historiografi Nasional 1) Seminar Sejarah Nasional I Seminar ini diselenggarakan pada tahun 1957 di Yogyakarta. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful