P. 1
Bentuk Dan Sifat Tubuh Coelenterata

Bentuk Dan Sifat Tubuh Coelenterata

|Views: 2,708|Likes:
Published by Elya Agustina

More info:

Published by: Elya Agustina on Oct 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

pdf

text

original

BENTUK DAN SIFAT TUBUH COELENTERATA

KELOMPOK 1 Ahmad Nailur Rahman/1210702001, Ayu Agustini Juhari/1210702007, Deni Raharja/1210702015, Elya Agustina/1210702021, Ervina Rizky A/12010702022, Idariyah Ulfah Nurulhusna/1201702031

Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

ABSTRAK
Coelenterata sering disebut juga Filum Crinnida, filum ini memiliki nemathosit hampir diseluruh tubuhnya yg berfungsi sebagai alat untuk penyengat. Dalam reproduksi Coelenterate mempuyai dua tipe bentuk tubuh yaitu polip (silindris) dan medusa seperti mangkuk. Berdasarkan klasifikasi terbagi menjadi 4 kelas, yaitu: Hydrozoa, Scyphozoa, Anthazoa, dan Cubozoa. Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati bentuk tubuh Hydra dan mengamati bentuk polip dan medusa Aurelia aurita. Sediaan Hydra dan di bawah mikroskop, digambarkan dan disebutkan bagian-bagiannya. Hydra memiliki bentuk tubuh polip, dan bereproduksi secara aseksual yaitu dengan pelepasan tunas dan secara seksual yaitu dengan peleburan sperma dan sel telur. Siklus hidup Aurelia aurita terjadi secara metagenesis yaitu dari bentuk polip hingga ke bentuk medusa. Polip pada Obelia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Hydrant (polip yang bertugas mengambil dan mencerna makanan) dan Gonongium (polip yang bertugas melakukan perkembangan aseksual)

Kata kunci: Coelenterata, polip, medusa, Hydra, Aurelia aurita

Makanan yang masuk ke dalam gastrosol akan dicerna dengan bantuan enzim yang dikeluarkan oleh sel-sel gastrodermis. dan beberapa jenis lainnya. Setiap knidosit mengandung kapsul penyengat yang disebut nematokis (nematosista) (Isharmanto. Mulut berfungsi untuk menelan makanan dan mengeluarkan sisa makanan karena Coelenterata tidak memiliki anus. Coelenterata termasuk hewan diploblastik karena tubuhnya memiliki dua lapisan sel. Simetri tubuhnya radial dan terdapat tentakel disekitar mulutnya yang berfungsi untuk menangkap dan memasukkan makanan ke dalam tubuhnya. 2009). 2011). Sel-sel gastrodermis berbatasan dengan coelenteron atau gastrosol. Tentakel yang dilengkapi sel knidoblas yang mengandung racun sengat disebut Nematokis (ciri khas dari hewan berongga) (Isharmanto. Sebagian besar Coelenterata hidup di laut kecuali Hydra sp. Mulut dikelilingi oleh tentakel. terdiri dari bagian kaki. tubuh. Tentakel berfungsi untuk menangkap mangsa dan memasukan makanan ke dalam mulut. Coelenterata yang berbetuk medusa tidak memiliki bagian kaki. Coelenterata sering juda disebut Crinida. Mempunyai rongga besar di tengah-tengah tubuhnya yang berfungsi seperti usus pada hewan-hewan tingkat tinggi. Polip adalah fase saat hewan melekat pada substrat (tidak dapat berpindah) sedangkan medusa adalah fase saat hewan dapat bergerak bebas (Sa‟adah. karena filum Crinnida memiliki alat untuk penyengat.000 jenis (Sa‟adah. Pada permukaan tentakel terdapat sel-sel yang disebut knidosit (knidosista) atau knidoblas. Rongga itu disebut rongga Gastrovaskuler. Pencernaan di dalam gastrosol disebut sebagai . dan mulut. 2011). Ektoderm berfungsi sebagai pelindung sedang endoderm berfungsi untuk pencernaan. yaitu ektoderm (epidermis) dan endoderm (lapisan dalam atau gastrodermis). Tubuh Coelenterata yang berbentuk polip. Gastrosol adalah pencernaan yang berbentuk kantong.PENDAHULUAN Coelenterata berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata koilos yang berarti rongga enteron atau rongga pernapasan. Jumlah spesies yang sudah diketahui hingga saat ini adalah lebih dari 10. 2009). Kata Crinida berasal dari bahasa Yunani yaitu kride yang berarti menyengat. Coelenterata mempunyai dua fase bentuk tubuh yaitu fase polip dan fase medusa.

Gastrodermis tersusun dari bahan gelatin (Isharmanto. Pembentukan tunas selalu terjadi pada Coelenterata yang berbentuk polip. Pencernaan di dalam sel gastrodermis disebut pencernaan intraseluler. Polip berbentuk seperti tabung atau seperti medusa yang memanjang (Isharmanto. Sistem saraf terdapat pada mesoglea. Coelenterata hidup bebas secara heterotrof dengan memangsa plankton dan hewan kecil di air. 2009). Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (ovum dengan sperma). Contoh Coelenterata berbentuk polip yang membentuk gamet adalah Hydra (Isharmanto. Tunas tumbuh di dekat kaki polip dan akan tetap melekat pada tubuh induknya sehingga membentuk koloni. 2009). . Reproduksi Coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual. Mangsa menempel pada knodosit dan ditangkap oleh tentakel untuk dimasukkan kedalam mulut.Sebagaian besar hidup dilaut secara soliter atau berkoloni.pencernaan ekstraseluler. Ukuran tubuh Coelenterata beraneka ragam. misalnya Cyanea. 2009). sedangkan bentuk medusa dapat bergerak bebas melayang di air (Isharmanto. Mesoglea adalah lapisan bukan sel yang terdapat diantara lapisan epidermis dan gastrodermis. Hasil pencernaan dalam gasrosol akan ditelan oleh selsel gastrodermis untuk kemudian dicerna lebih lanjut dalam vakuola makanan (Isharmanto. 2009). Gamet dihasilakan oleh seluruh Coelenterata bentuk medusa dan beberapa Coelenterata bentuk polip. Ada yang melekat pada bebatuan atau benda lain di dasar perairan dan tidak dapat berpindah untuk bentuk polip. misal Hydra sp. Habitat Coelenterata seluruhnya hidup di air. baik di laut maupun di air tawar. Begitu pula untuk pengambilan oksigen dan pembuangan karbondioksida secara difusi. dan ada yang mencapai diameter 2 m. 2009). Medusa berbentuk seperti lonceng atau payung yang dikelilingi oleh “lengan-lengan” (tentakel). Coelenterata memiliki sistem saraf sederhana yang tersebar berbentuk jala yang berfungsi mengendalikan gerakan dalam merespon rangsangan. Sari makanan kemudian diedarkan ke bagian tubuh lainnya secara difusi. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas. Tubuh Coelenterata simetris radial dengan bentuk berupa medusa atau polip. Ada yang penjangnya beberapa milimeter.

Kelas Scyphorozoa.Menurut Sa‟adah (2011) Filum Coelenterata terbagi menjadi 4 kelas. Contoh spesies dari kelas ini adalah Chironex fleckeri. Kelas Hydrozoa sebagian besar melakukan pergiliran bentuk antara polip dan medusa. dan Kelas Cubozoa. Kelas Anthozoa. kelas Anthozoa. Hydra fusca. 2003). Kelas Cubozoa dapat ditemukan hampir semua perairan tropis di seluruh Indonesia. 2011) Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan. Setiap generasi polip memanfaatkan sisa-sisa kerangka generasi sebelumnya untuk membangun batu dengan bentuk yang khas sesuai spesiesnya. suatu koloni polip yang saling berhubungan pada kasus Obelia lebih mudah ditemukan dibandingkan dengan tahap medusa. Hydra Americana. 2003). Medusa sebagian besar spesies hidup siantara plankton sebagai ubur-ubur. Mereka hanya ditemukan sebagai polip. Physalia pelagica dan Gonionemus. memproteksi garis batas pesisir dari sebuah pulau dan benua dari ombak samudera. Periphylla periphylla dan Cyanea artica. 2003). Sebagian besar hidup di pantai akan melalui tahapan polip kecil selama seklus hidupnya. Anemon laut dan karang termasuk ke dalam kelas Anthozoa (hewan berbunga). Carukia barnesi (Sa‟adah. Hydra adalah salah satu dari beberapa hewan Crinida yang ditemukan hidup di air tawar. banyak manfaat dari filum Coelenterata ini baik itu bagi ekosistem maupun bagi manusia. Hewan karang hidup soliter atau dalam koloni dan mensekresikan kerangka eksternal yang keras dari kalsium karbonat. Kerangka inilah yang disebut karang (Campbell. Tahapan polip. Tentakel terdapat pada empat sudut yang keluar dari struktur mirip pendulum. Contoh spesies kelas Hydrozoa adalah: Hydra viridis. Kelas Scyphozoa. adalah anggota kelas Hydrozoa yang unik karena mereka hanya ditemukan dalam bentuk polip (Campbell. Terumbu karang memiliki fungsi biologi dan fisik yang penting dalam zona pesisir.. Kelas Cubozoa dicirikan dari medusa yang berbentuk kotak (kuboid) sehingga dikenal dengan box jellyfish. terumbu . Contoh spesies Kelas Scyphorozoa: Aurelia aurita. tetapi ubur-ubur yang hidupnya di laut terbuka umumnya tidak melalui tahapan polip sesil (Campbell. diantaranya yaitu: Kelas Hydrozoa. umumnya bertahan lebih lama dalam siklus hidup Kelas Scyphorozoa. Obelia sp. seperti pada siklus Obelia.

Ubur-ubur berpotensi sebagai pengganti material baku dari hasil pertambangan untuk memproduksi MgO yang ramah lingkungan serta secara teknis lebih mudah (Syukur. 2008). serta komunitas lamun. keamanan. 2005). Sebagai hasil dari tingkat produktivitasnya yang tinggi. apakah ada tunas. Diperhatikan tentakel pada Hydra. atau ovarium dan testis.karang juga memberikan kesempatan bagi perkembangan basin sedimen dangkal dan mangrove yang terkait. terumbu karang telah menjadi basis dari penghidupan. Bertempat di Laboratorium Biologi Fakultas Sains dan Teknologi. 20 Oktober 2011. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Manfaat lain dari terumbu karang adalah kemampuannya menciptakan dan memberikan keindahan putih pada pasir pantai tropis sebagai hasil fragmentasi dan transportasi materi-materi kalsium karbonat yang berasal dari rangka terumbu dan organism terumbu lainya (Johannes. Alat yang digunakan yaitu Mikroskop. digambarkan dan disebutkan bagian-bagiannya. dan budaya masyarakat pesisir serta komunitas laut pada wilayah tropis (Craik et al. Objek glass. . Aurelia aurita. di mana bagi masyarakat Cina dan beberapa negara Asia ubur-ubur dimakan. Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati bentuk tubuh Hydra dan mengamati bentuk polip dan medusa Aurelia aurita. 1983). 2008). 1990). Selain itu manfaatnya adalah di bidang bioteknologi serta toxisitas bagi manusia (Syukur. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan yaitu Hydra. Cover glass Tahapan Praktikum Adapun tahapan praktikum sebagai berikut. METODE Praktikum ini dilakukan pada hari Kamis. diamati sediaan Hydra di bawah mikroskop. Ubur-ubur jenis tertentu sangat bermanfaat dan dipercaya memounyai khasiat dalam penyembuhan berbagai penyakit arthritis. hipertensi. Manfaat ubur-ubur bagi manusia antara lain sebagai kuliner. dan nyeri punggung (Notji.

2005). Kemudian embrio ini akan berkembang membentuk kista dengan dinding dari zat tanduk.. Aurelia aurita dan Obelia sp. mesoglea dan rongga gastrovaskuler. Kemudian bila keadaan lingkungan membaik. tumbuhan air) dengan kepingan basal (basal disc). Ukuran tubuh antara 10mm. gunanya untuk melekat pada objek dan untuk bergerak. Tentakel berfungsi sebagai alat untuk menangkap makanan. 2011). dan berpindah tempat (Sa‟adah. Tunas telah memiliki epidermis.30mm. inti kista pecah dan embrio tumbuh menjadi Hydra baru (Suwigyo. Hasil peleburan membentuk zigot yang akan berkembang sampai stadium grastula. Perkembangan Hydra terjadi secara seksual dan aseksual. kira-kira pada bagian samping tengah dinding tubuh Hydra. Perkembangbiakan secara aseksual terjadi melalui pembentukan tunas/ budding. tonjolan ovarium dan testis. Hydra dapat bergerak seperti memanjang. Di bagian sisi tubuhnya seringkali ditemukan tunas. . Kemudian embrio ini akan berkembang sampai stadium grastula. Pada ujung yang berlawanan terdapat mulut yang di kelilingi oleh hypostome dan sekelilingnya terdapat 6-10 buah tentakel. Makanannya berupa tumbuhan kecil dan crustacea rendah. Selanjutnya makanan di cernakan di dalam rongga gastrovaskuler. Berikut ini adalah deskripsi dan klasifikasi dari spesies tersebut: Hydra sp. Tubuh Hydra berbentuk silindris dan menempel pada substrat (batuan.PEMBAHASAN Pada praktikum ini spesimen yang diamati diantaranya adalah Hydra sp. mengapung. Tunas tersebut terus membesar dan akhirnya melepaskan diri dari tubuh induknya untuk menjadi individu baru (Suwigyo. Dikelilingi mulut Hydra terdapat tentakel yang jumlahnya bervariasi tergantung spesies. 2005). memendek. Kista ini dapat berenang bebas dan di tempat yang sesuai akan melekat pada obyek di dasar perairan. Perkembangbiakan secara seksual terjadi melalui peleburan sel telur (dari ovarium) dengan sperma (dari testis). Hydra hidup di air tawar. Bagian tubuh sebelah bawah tertutup membentuk kaki.

(Sumber: http://geochembio. Seperti spesies lain dari ubur-ubur. Aurelia aurita Aurelia aurita merupakan anggota filum Coelenterata. melayang pada badan air. bel lebih tebal ke arah tengah. Juga. klasifikasi Hydra sp.Gambar 1. . adalah sebagai berikut: Kingdom Phylum Class Order Family Genus Species : Animalia : Cnidaria : Hydrozoa S : Anthomedusae : Hydridae : Hydra : Hydra sp. menipis ke arah tepi. Struktur Hydra sp. sehingga terkena arus air laut. Mereka dapat ditemukan di Samudra Atlantik. Hewan ini memiliki lapisan mesoglea yang tebal dan dapat digunakan sebagai sumber nutrisi. Aurelia aurita. kemampuan jelly bulan untuk bergerak dengan sendirinya terbatas. Hewan berkisar dari ukuran 5cm ke 40cm di. kelas Scyphozoa. Arktik dan Pasifik dekat pantai. mungkin jenis yang paling umum dan dikenal luas ubur-ubur. Jeli bulan adalah mudah dikenali oleh ungu atau pink empat bulan sabit gonad berbentuk di bagian bawah dan di pusat bel tembus atau payung.com/biology/organism/Hydra/) Berdasarkan Linnaeus (1758). Mempunyai bentuk seperti mangkuk dan dikenal sebagai Jelly Fish. Hidup di laut secara planktonik.

Siklus Hidup Aurelia aurita (Sumber: Encarta Encylopedia. Gambar 3. Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa (Ario. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri menjadi medusa disebut efira. Setelah menempel. Hewan ini memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. 2008) Klasifikasi Aurelia aurita menutut Linnaeus (1758). kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga tampak seperti tumpukan piring atau strobilasi. Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. sebuah medusa pelagis dan polip bentik (Hamner 1974). 1998).Aurelia aurita memiliki siklus hidup dengan dua tahap. adalah sebagai berikut: Kingdom Phylum Class Order Family Genus Species : Animalia : Cnidaria : Scyphozoa : Semaeostomeae : Ulmaridae : Aurelia : Aurelia aurita . Pembuahan ovum oleh sperma secara internal di dalam tubuh individu betina. Bentuk polip hanya dijumpai pada waktu larva. bentuk tubuh medusa lebih dominan dibandingkan dengan bentuk polip. Hasil pembuahan adalah zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Pada masa hidupnya. Silia dilepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda disebut scifistoma.

Koloni polip bereproduksi secara aseksual. Pertahanan dan menangkap mangsa dibantu oleh selsel penyengat unik yang disebut cnidocytes yang mengandung nematocysts. Obelia mengalami dua bentuk yaitu polip dan medusa. Pada koloni dewasa ada individu Hydrant disebut gastrozooids. Polip pada Obelia dibedakan menjadi 2 yaitu: Hydrant adalah polip yang bertugas mengambil dan mencernakan makanan.Obelia sp. yang dipicu oleh cnidocil tersebut (Solomon. Obelia terbatas pada substrat permukaan. 1999). Sebuah rongga gastrovascular hadir di mana pencernaan dimulai dan kemudian menjadi intraseluler. Obelia memiliki saluran pencernaan lengkap di mana makanan masuk. Diploblastik dengan dua lapisan jaringan yaitu epidermis dan gastrodermis. Hydrant lainnya adalah . Makanan diambil melalui manubrium. dicerna. Mesoglea berada diantara dua lapisan jaringan. 2011). dan dikeluarkan melalui pembukaan yang sama. Empat gonad terletak di struktur tubuh utama. Selama tahap kehidupan. Obelia merupakan jenis Coelenterata yang hidup di air laut dangkal sebagai polip dan hidup secara berkoloni. Dalam siklus hidupnya. Selama tahap polip. Tubuhnya mempunyai rangka luar yang mengandung kitin. Makanan tersebut kemudian didistribusikan melalui sistem kanal. Mereka hydrozoans kolonial laut yang ditemukan dan substrat keras di zona subtidal. Mereka biasanya ditemukan tidak lebih dari 200 meter (660 kaki) dari permukaan air. Polip gonangium tidak dilengkapi oleh tentake (Sa‟adah. sedangkan selama tahap medusa. 2002). yang dapat diperluas ditemukan atau dikontrak. untuk membantu dalam pertumbuhan organisme ini dengan memberi makan. Obelia secara alami ditemukan di bawah air di laut di seluruh dunia. Gonangium yaitu polip yang bertugas melakukan perkembangbiakan aseksual menghasilkan Obelia dalam bentuk medusa. polip ini dilengkapi tentakel. mulut terletak di bagian atas tubuh. Mereka membawa saraf bersih tanpa otak atau ganglia.. atau manubrium. dikelilingi oleh tentakel. yaitu mulut yang terletak di ujung distal dari struktur tubuh utama. polip reproduksi gonozooids memiliki tunas medusa. yang tumbuh di rockpools surut dan pada air yang rendah ekstrim pasang surut musim semi (Gilbertson. yang terdiri dari empat kanal radial dan cincin luar.

yang kemudian menjadi blastula. 2003) Klasifikasi Obelia sp. ia mulai mengembangkan cabang-cabang individu makan lainnya. Planula hidup berenang bebas untuk sementara tapi akhirnya melampirkan sendiri ke beberapa permukaan padat. Penampilan fisik dari velum Medusa jantan dan betina. dan tentakel. Siklus hidup Obelia sp. maka larva bersilia berenang disebut planula . yang bisa dibedakan. Medusa yang bereproduksi secara seksual yaitu dengan melepaskan sperma dan telur yang membuahi untuk membentuk zigot. yang ditutupi oleh perisarc pelindung (Solomon. Gambar 5. (Sumber: Campbell. Siklus Hidup Obelia sp. Sebagai polip tumbuh. dan perkawinan hanya dapat ditentukan dengan mengamati bagian dalam gonad yang baik akan berisi sperma atau telur.khusus untuk pertahanan. mulut. di mana mereka memulai tahap reproduksi hidup mereka. dapat dilihat pada gambar berikut ini. Tubuh utama dari koloni terdiri dari coenosarc. 2002). termasuk gonad mereka. sehingga membentuk generasi baru dari polip aseksual dengan tunas. Generasi berikutnya dari siklus hidup dimulai ketika Medusa yang dilepaskan dari gonozooids ini. memproduksi renang gratis hanya Medusa velum jantan dengan gonad. menurut Peron dan Lesueur (1810) adalah sebagai berikut: Kingdom Phylum : Animalia : Cnidaria .

terumbu karang sanga indah sehingga dapat di jadikan objek wisata.Class Order Family Genus Species : Hydrozoa : Leptomedusae : Campanulariidae : Obelia : Obelia sp. serta komunitas lamun. Ekosistem terumbu karang merupakan tempat hidup beragam jenis hewan dan ganggang. 1990). wilayah perlindungan. perdagangan biota ornamental. terumbu karang juga memberikan kesempatan bagi perkembangan basin sedimen dangkal dan mangrove yang terkait. Keanekaragaman organisme terumbu karang yang paling tinggi terdapat di Asia Tenggara. marikultur. terumbu karang telah menjadi basis dari penghidupan. . 2011). bioteknologi. wisata bahari. Sebagai hasil dari tingkat produktivitasnya yang tinggi. Selain itu. Sebagai perlindungan pantai dan pulau kecil. 2011). Manfaat lain dari terumbu karang adalah kemampuannya menciptakan dan memberikan keindahan putih pada pasir pantai tropis sebagai hasil fragmentasi dan transportasi materimateri kalsium karbonat yang berasal dari rangka terumbu dan organism terumbu lainya (Johannes. penambangan pasir karang. terbatas pada daerah-daerah tertentu. kerajinan suvenir. penelitian dan pendidikan (Soedarma. dan budaya masyarakat pesisir serta komunitas laut pada wilayah tropis (Craik et al. keamanan. Karang dipantai sangat bermanfaat sebagai penahan ombak untuk mencengah pengikisan pantai. memproteksi garis batas pesisir dari sebuah pulau dan benua dari ombak samudera. Ekosistem terumbu karang seringkali terlihat bahwa pergerakan banyak spesies ikan sangat terlokalisasi. Terumbu karang memiliki fungsi biologi dan fisik yang penting dalam zona pesisir. dan terdapat perbedaan yang nyata antara ikan-ikan yang aktif di malam dan siang hari (Soedarma. Manfaat coelenterata bagi ekosistem Coelenterata terutama kelas Anthozoa yaitu koral atau karang merupakan komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang. dari Filipina dan Indonesia hingga Great Barier Reef di Australia. 1983). Dua puluh lima persen ikan yang dikonsumsi manusia juga hidup pada ekosistem ini.

ctenophore dan medusa lainnya. kemudian diolah menjadi bahan kosmetik kecantikan. Ubur-ubur yang telah ditangkap memerlukan proses pengolahan yang panjang sampai pasa tahap siap dikonsumsi. Selain itu uburubur juga menjadi mangsa bagi hewan lain seperti ikan dan penyu. 2008). Ubur-ubur juga memiliki simbiosis dengan beberapa hewan „penumpang‟ khususnya krustasea seperti amfipod dan larva kepiting (Mills & Larson. 2005). . 2008). 2008). Pengurangan populasi kopepoda yang dimakan oleh Aurelia arita dan juga sekaligus pemangsa Harmfull Algae Blooming (Shin. Ubur-ubur jenis tertentu sangat bermanfaat dan dipercaya memounyai khasiat dalam penyembuhan berbagai penyakit arthritis. di mana bagi masyarakat Cina dan beberapa negara Asia ubur-ubur dimakan. Sejumlah jenis hewan bergantung pada ubur-ubur untuk makan dan perlindungan. Di Jepang selain sebagai bahan kosmetik.Secara ekologi ubur-ubur berperan membatasi populasi hewan mangsanya yang umumnya zooplankton lain seperti kopepoda dan larva ikan. dan nyeri punggung (Notji. 2007). bahkan beberapa penyu yang dilindungi di Indonesia seperti penyu lekang. Selain itu manfaatnya adalah di bidang bioteknologi serta toxisitas bagi manusia (Syukur. Hewan ubur-ubur yang banyak di perairan Indonesia dapat dimanfaatkan untuk dibuat tepung ubur-ubur. 2007). penyu belimbing. Bangsa Semaeostomeae dari kelas Scyphozoa jika jumlahnya sedang melimpah memainkan peran penting pada jaring makanan di pantai dengan mengkonsumsi beberapa jenis zooplankton mulai dari kopepoda. Manfaat Coelenterata Bagi Manusia Manfaat ubur-ubur bagi manusia antara lain sebagai kuliner. dan penyu pipih merupakan pemakan ubur-ubur (Sidabalok. hipertensi. ubur-ubur dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Selama pengolahan ubur-ubur basah banyak mengalami pentusutan sehingga hanya akan diperoleh sekitar 4% uburubur kering dan produk ini dikenal dengan nama “ubur-ubur asinan” (Trimaningsih.

dan memiliki alat untuk penyengat. Vol. Karena termasuk filum Crinnida yang berarti penyengat.Tabel hasil perbandingan antara Hydra dan Aurelia aurita pada Tabel 1. untuk melakukan perkembangbiakan aseksual (fase awal kehidupan Aurelia aurita). Faculty of Fisheries and Marine Sciences. Daftar Pustaka Ario. Raden.kolam. Bentuk polip Aurelia aurita hanya terjadi ketika menempel pada substrat. 3(1):1-5 . tonjolan ovarium dan testis. Tubuh Hydra berbentuk polip silindris seperti ular. yang pada umumnya bentuk yang dominan ialah medusa. juga pada air laut Air laut Kesimpulan Coelenterata biasa disebut crinnidra. Hasil Perbandingan Hydra dan Aurelia aurita Ciri-ciri Bentuk tubuh Hydra Hewan yang bentuknya seperti ular Tubuh silindris (polip) Aurelia aurita Bentuk seperti mangkuk/payung Dominan (medusa) Ukuran 1 inci-7 kaki (diameter) Fertilisasi Seksual dan aseksual Metagenesis Habitat Perairan tawar (danau. Tabel 1.. 1998. Di bagian sisi tubuhnya seringkali ditemukan tunas. Dan bentuk medusa ialah seperti mangkuk dengan tunas yang sudah lengkap di buat pada tahap perkembangbiakan aseksual yang sering kita sebut ubur-ubur. menempel pada substrat dengan keping basal dan mempunyai tentakel yang mengelilingi mulut. Journal Marine Sciences Department. Chrisna A Suryono dan Sarjito. Preliminary Study Of The Life Cycle Of Jellyfish Aurelia aurita (L): The Abundance Of Ephyrae.sungai) yang bersih dan dingin.

Jang.J. Thomson Learning Inc. Mitcel. Reece. Coelenterata. and Cubomedusae. Fakultas .Jakarta: Erlangga Craik W.com) (24 Oktober 2011) Johanes R. EP. C. P.ipb. Berkeley. Inc. Scyphozoa: Sycphomedusae.M. Conni Margaretha. W.com/biology/organism/Hydra/ (25 Oktober 2011) Isharmanto. 2002. 2008. dan D. Pidato Pengukuhan. Relationship of mesozooplankton and population variations of jellyfish (Aurelia aurita) in Masan Bay. Kenchington R. with 3 plates.id/) (25 Oktober 2011) Suwignyo. L. editor). Jakarta: LIPI Press . Gilbertson. Syukur.W Martin. and Kelleher G.Jilid 2.G. Muhammad. Korea. ISBN 0-07-237716-X Hamner.453-467. 2008. pp 168-173. The McGraw-Hill Companies. 2005. Son. Coral-reef management.Campbell. Bojonegoro. 2003. Stauromedusae. Notji. Pungsi dan manfaat terumbu karang dan peranan terhadap sistem perikanan (http://web. ISBN 0-534-39175-3 Soedarma. (http://biologigonz. Artikel Ilmiah. 593-595 Mills. Vol 8 (1):22-26 Shin. Japan. Solomon.. 2006. In Light and Smith’s Manual: Intertidal Invertebrates of the Central California Coast. 1999. Vol.E. Biologi. pp. Zoologi Laboratorium Manual. 2007. In: Trofical Marine Pollution. 1975. Lee. University of California Press. 4th International Zooplankton Symposium: Human and climate forcing of zooplankton populations. dkk. & D. Journal Amer Zool. Hiroshima. In: Coral Reefs (edited by Dubinsky) ecosystems of the World. Terjemah Wasmen Manalu. Potensi ubur-ubur sebagai sumber material baku keramik tahan api ”A New Alternative”.H. Growth. Majalah llmiah Populer.J. Sugiarji. hal 248 Sidabalok. degrowth. Dedi. Bogor: Penebar Swadaya. Biologi Edisi Kelima . Tiada kehidupan di bumi tanpa keberadaan plankton. 2007. and irreversible cell differentiation in Aurelia aurita.14: 833-849 http://geochembio.C Jang.ac.E.. Pollution and degradation of coral reef communities. W. Larson. 1974. & R. 2009. M.R Berg. 2011. Carlton. 1990.. K.S. pp.T. Fauna Indonesia: Ubur-ubur di Indonesia.blogspot. L. Fourth Edition (J. A. Pusat Penelitian Biologi – LIPI. Avertebrata jilid I.

Hal.22 No 4. Teknisi Bidang Dinaamika Laut. Mengenal ubur-ubur. Warta Oseanografi. 2008. 1-7 . Pusat Osenografi-LIPI. Vol.Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. (24): 5-12 Trimaningsih.

Tiada kehidupan di bumi tanpa keberadaan plankton.C Jang. & R. Chrisna A Suryono dan Sarjito. P. Coral-reef management. Journal Amer Zool. Jakarta: LIPI Press . 2007. Korea. and irreversible cell differentiation in Aurelia aurita. 1999.. Pollution and degradation of coral reef communities.G. W. Coelenterata.453-467. pp 168-173. Berkeley. pp. 2009. Reece. Gilbertson.H.com) (24 Oktober 2011) Johanes R. Raden. University of California Press. Fauna Indonesia: Ubur-ubur di Indonesia. In: Coral Reefs (edited by Dubinsky) ecosystems of the World. C. Carlton. 1998.blogspot. In: Trofical Marine Pollution. 593-595 Mills. 2007. L. and Cubomedusae.J.M. 2003. Artikel Ilmiah. 2008. Conni Margaretha. In Light and Smith’s Manual: Intertidal Invertebrates of the Central California Coast. editor). Biologi Edisi Kelima . Jang. Pusat Penelitian Biologi – LIPI. Preliminary Study Of The Life Cycle Of Jellyfish Aurelia aurita (L): The Abundance Of Ephyrae. Fourth Edition (J. Majalah llmiah Populer.E. Mitcel.T. K. Stauromedusae. A.J. Faculty of Fisheries and Marine Sciences. Inc. 3(1):1-5 Campbell.Jakarta: Erlangga Craik W. M.S. Vol 8 (1):22-26 Shin. 1974. Zoologi Laboratorium Manual.14: 833-849 http://geochembio. Kenchington R.E. . 2006. & D. Bojonegoro.com/biology/organism/Hydra/ (25 Oktober 2011) Isharmanto. and Kelleher G.Ario.. The McGraw-Hill Companies. Lee. Scyphozoa: Sycphomedusae. hal 248 Sidabalok. with 3 plates. Larson. Terjemah Wasmen Manalu. 1990. Son. pp. (http://biologigonz. Growth. Vol. Journal Marine Sciences Department. degrowth. ISBN 0-07-237716-X Hamner.. 1975. Relationship of mesozooplankton and population variations of jellyfish (Aurelia aurita) in Masan Bay. W.Jilid 2. Notji. Vol.

(24): . 2011. EP. 2005.id/) (25 Oktober 2011) Suwignyo. Pusat Osenografi-LIPI. Dedi.R Berg. Thomson Learning Inc. Sugiarji. Mengenal ubur-ubur.4th International Zooplankton Symposium: Human and climate forcing of zooplankton populations. ISBN 0-534-39175-3 Soedarma.W Martin.ac. 2002. 2008. Teknisi Bidang Dinaamika Laut. Bogor: Penebar Swadaya. Hiroshima. Japan. Hal. dan D. 1-7 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.. Solomon. dkk. Potensi ubur-ubur sebagai sumber material baku keramik tahan api ”A New Alternative”.ipb. Muhammad. Warta Oseanografi.22 No 4. Syukur. L. Vol. Biologi. Pidato Pengukuhan. Pungsi dan manfaat terumbu karang dan peranan terhadap sistem perikanan (http://web. Avertebrata jilid I. 5-12 Trimaningsih. 2008.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->