P. 1
makalah-kesulitan belajar

makalah-kesulitan belajar

|Views: 1,307|Likes:
Published by Julyansyah Zoka

More info:

Published by: Julyansyah Zoka on Oct 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR§ 12/04/2009 Posted by ebekunt in Psikologi§.

Tags: Psikologi Pendidikan§ trackback§ Oleh: Kuntjojo

A. Pendahuluan Keberhasilan dalam melaksanakan suatu tugas merupakan dambaan setiap orang. Berhasil berarti terwujudnya harapan. Hal ini juga menyangkut segi efisiensi, rasa percaya diri, ataupun prestise. Lebih-lebih bila keberhasian tersebut terjadi pada tugas atau aktivitas yang berskala besar. Namun perlu disadari bahwa pada dasarnya setiap tugas atau aktivitas selalu berakhir pada dua kemungkinan : berhasil atau gagal. Belajar merupakan tugas utama siswa, di samping tugas-tugas yang lain. Keberhasilan dalam belajar bukan hanya diharapkan oleh siswa yang bersangkutan, tetapi juga oleh orang tua, guru, dan juga masyarakat. Tentu saja yang diharapkan bukan hanya berhasil, tetapi berhasil secara optimal. Untuk itu diperlukan persyaratan yang memadai, yaitu persyaratan psikologis, biologis, material, dan lingkungan sosial yang kondusif. Bila keberhasilan merupakan dambaan setiap orang, maka kegagalan juga dapat terjadi pada setiap orang. Beberapa wujud ketidak berhasilan siswa dalam belajar yaitu : memperoleh nilai jelek untuk sebagian atau seluruh mata pelajaran, tidak naik kelas, putus sekolah (dropout), dan tidak lulus ujian akhir. Kegagalan dalam belajar sebagaimana contoh di atas berarti rugi waktu, tenaga, dan juga biaya. Dan tidak kalah penting adalah dampak kegagalam belajar pada rasa percaya diri. Kerugian tersebut bukan hanya dirasakan oleh yang bersangkutan tetapi juga oleh keluarga dan lembaga pendidikan. Oleh karena itu upaya mencegah atau setidak tidaknya meminimalkan, dan juga memecahkan kesulitan belajar melalui diagnosis kesulitan belajar siswa merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan.

B. Pengertian dan Gejala-gejala Kesulitan Belajar Ada beberapa pendapat mengenai pengertian kesulitan belajar. Blassic dan Jones, sebagaimana dikutip oleh Warkitri ddk. (1990 : 8.3), menyatakan bahwa kesulitan belajar adalah terdapatnya suatu jarak antara prestasi akademik yang diharapkan dengan prestasi akademik yang diperoleh. Mereka selanjutnya menyatakan bahwa individu yang mengalami kesulitan belajar adalah individu yang normal inteligensinya, tetapi menunjukkan satu atau beberapa kekurangan penting dalam proses belajar, baik persepsi, ingatan, perhatian, ataupun fungsi motoriknya. Sementara itu Siti Mardiyanti dkk. (1994 : 4 – 5) menganggap kesulitan belajar

Hasil belajar yang dicapai sekarang lebih rendah disbanding sebelumnya. Menurut Warkitri dkk. . yaitu yang berasal dari dalam diri yang bersangkutan. misalnya mudah tersinggung. mendapat nilai kurang tidak menyesal. Faktor Internal Yang dimaksud dengan faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa. Kesulitan atau masalah belajar dapat dikenal berdasarkan gejala yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk perilaku. Hambatan tersebut mungkin disadari atau tidak disadari oleh yang bersangkutan. 1. 6. dst.5 – 8. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua. mungkin bersifat psikologis. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar. 3. pulang sebelum waktunya. 7. 5. Faktor kejiwaan. Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar. 4. 1. individu yang mengalami kesulitan belajar menunjukkan gejala sebagai berikut. C. misalnya masa bodoh dengan proses belajar dan pembelajaran. dst. Hasil belajar yang dicapai rendah dibawah rata-rata kelompoknya. antara lain : 1) minat terhadap mata kuliah kurang. Hasil belajar yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. (2002 : 325-326). faktorfaktor yang menyebabkan kesulitan belajar individu dapat berupa faktor internal. 5) sering meremehkan persoalan. sosiologis. misalnya membolos. ataupun fisiologis dalam proses belajarnya. sebagaimana dikutip oleh Abin S. suka menyendiri. 3) rasa percaya diri kurang. yaitu faktor kejiwaan dan faktor kejasmanian. (1990 : 8. adalah faktor yang berasal dari luar diri yang bersangkutan. dan faktor eksternal. Menunjukkan sikap yang kurang wajar. 2) motif belajar rendah. 4) disiplin pribadi rendah. baik secara kognitif. bertindak agresif. dst.sebagai suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai oleh adanya hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. a. maupun psikomotorik. afektif. Menunjukkan perilaku yang menyimpang dari norma.M. Faktor-faktor Penyebab Kesulitan Belajar Menurut Burton.6). 2.

Faktor lingkungan Faktor lingkungan meliputi lingkungan sosial dan lingkungan fisik. 7) integritas kepribadian lemah. 2) Lingkungan sosial kampus yang tidak kondusif. 4) Lokasi kampus yang tidak atau kurang cocok untuk pendidikan. 2) adanya penyakit yang sulit atau tidak dapat disembuhkan. b. 3) Teman-teman bergaul yang tidak baik. D. antara lain : 1) keadaan fisik lemah (mudah terserang penyakit). Menurut Thorndik e dan Hagen (Abin S. 2002 : 307). 3) adanya gangguan pada fungsi indera. 3) Program belajar dan pembelajaran yang tidak tersusun dengan baik. 2. b. 4) kelelahan secara fisik. diagnosis dapat diartikan sebagai : . a. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua : faktor instrumental dan faktor lingkungan. Penyebab kesulitan belajar yang berupa faktor lingkungan antara lain : 1) Disintegrasi atau disharmonisasi keluarga. 4) Fasilitas belajar dan pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Faktor Eksternal Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah faktor yang berada atau berasal dari luar mahasiswa.6) sering mengalami konflik psikis. Pengertian Diagnosis Kesulitan Belajar Diagnosis merupakan istilah yang diadopsi dari bidang medis. Faktor kejasmanian. Diagnosis Kesulitan Belajar Peserta Didik 1. 2) Kurikulum yang terlalu berat bagi mahasiswa.. Faktor instrumental Faktor-faktor instrumental yang dapat menyebabkan kesulitan belajar mahasiswa antara lain : 1) Kemampuan profesional dan kepribadian dosen yang tidak memadai.M.

maka disebut sebagai diagnosis kesulitan belajar. Dari ketiga pengertian di atas. Who are the pupils having trouble ? (Siapa siswayang mengalami gangguan ?) b. Prosedur Diagnosis Kesulitan Belajar Diganosis kesulitan belajar merupakan suatu prosedur dalam memecahkan kesulitan belajar. 2002 : 309). a. melainkan juga mengimplikasikan suatu upaya untuk meramalkan kemungkinan dan menyarankan tindakan pemecahannya. Bila kegiatan diagnosis diarahkan pada masalah yang terjadi pada belajar. secara implisit telah tercakup pula konsep prognosisnya. How can errors be prevented ? (Bagaimana kelemahan-kelemahan itu dapat dicegah ?) Pendapat Roos dan Stanley tersebut dapat dioperasionalisasikan dalam memecahkan masalah atau kesulitan belajar mahasiswa dengan tahapan kegiatan sebagai berikut. b. Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang saksama atas gejala-gejala atau fakta-fakta tentang suatu hal. . Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit (weakness. disease) apa yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang seksama mengenai gejala-gejalanya (symtoms). dan diupayakan jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut.M. 2. Dengan demikian dalam proses diagnosis bukan hanya sekadar mengidentifikasi jenis dan karakteristiknya.. Where are the errors located ? (Di manakah kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilokalisasikan ?) c. Why are the errors occur ? (Mengapa kelemahan-kelemahan itu terjadi ?) d. dapat disimpulkan bahwa di dalam konsep diagnosis. c. tahapan-tahapan diagnosis kesulitan belajar adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut. dicari faktor-faktor yang menyebabkannya. Menurut Rosss dan Stanley (Abin S. Studi yang seksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial. What are remedies are suggested?(Penyembuhan apa saja yang disarankan?) e. serta latar belakang dari suatu kelemahan atau penyakit tertentu.a. Melalui diagnosis kesulitan belajar gejala-gejala yang menunjukkan adanya kesulitan dalam belajar diidentifikasi. Sebagai prosedur maka diagnosis kesulitan belajar terdiri dari langkah-langkah yang tersusun secara sistematis.

prestasi yang dicapai sekarang lebih rendah dari sebelumnya. Dengan sosiometri dapat diketahui individu-individu yang terisolasi dari kelompoknya. Analisis perilaku terhadap mahasiswa yang diduga mengalami kesulitan belajar dilakukan dengan : pertama. prestasi yang dicapai berada di bawah kemampuan sebenarnya. Mengidentifikasi mahasiswa yang diduga mengalami kesulitan belajar Identifikasi mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar dilakukan dengan : 1) Menganalisis prestasi belajar Dari segi prestasi belajar. 4) pada segi-segi proses pembelajaran yang mana kesulitan terjadi. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar Pada tahap ini semua faktor yang diduga sebagai penyebab kesulitan belajar diusahakan untuk dapat diungkap. kedua. dan ketiga. langkah berikutnya adalah menelaah : kesulitan belajar 1) pada mata kuliah apa yang bersangkutan mengalami kesulitan. indeks prestasi (IP) yang bersangkutan lebih rendah dibanding IP rata-rata klasnya. mengingat penyebab kesulitan . individu dapat dinyatakan mengalami kesulitan bila : pertama.a. 3) pada bagian (ruang lingkup) materi yang mana kesulitan terjadi. Melokalisasi letak kesulitan belajar Setelah mahasiswa-mahasiswa yang mengalami diidentifikasi. kedua. Gejala tersebut merupakan salah satu indikator kesulitan belajar. 3) Menganalisis hubungan sosial Intensitas interaksi sosial individu dengan kelompoknya dapat diketahui dengan sosiometri. membandingkan perilaku yang bersangkutan dengan perilaku mahasiswa lainnya yang berasal dari tingkat atau kelas yang sama. c. b. 2) Menganalisis periaku yang berhubungan dengan proses belajar. membandingkan perilaku yang bersangkutan dengan perilaku yang diharapkan oleh lembaga pendidikan. 2) pada aspek tujuan pembelajaran yang mana kesulitan terjadi. Tahap ini oleh para ahli dipandang sebagai tahap yang paling sulit.

yang memerlukan waktu. 1998 : 21). Hadisuparto. 1) Apakah mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar tersebut masih mungkin untuk ditolong ? 2) Teknik apa yang tepat untuk pertolongan tersebut ? 3) Kapan dan di mana proses pemberian bantuan tersebut dilaksanakan ? 4) Siapa saja yang terlibat dalam proses pemberian bantuan tersebut ? 5) Berapa lama waktu yang diperlukan untuk kegiatan tersebut ? e. Pada tahap apa saja yang telah ditetapkan pada tahap kelima dilaksanakan. 4) skala sikap. Penutup Berdasarkan apa yang dipaparkan di atas dapat dinyatakan bahwa diagnosis kesulitan belajarmerupakan memerlukan perencanaan yang matang.Oleh karena itu diagnosis kesulitan belajar siswa hendaknya menjadi bagian dari program kerja lembaga pendidikan. teknik-teknik yang dipilih untuk mengatasi kesulitan belajar dan kedua. 5) tes. teknik-teknik yang dipilih untuk mencegah agar kesulitan belajar tidak terjadi lagi.belajar itu sangat kompleks. 2) wawancara. Memperkirakan alternatif pertolongan Hal-hal yang perlu dipertimbangkan secara matang pada tahap ini adalah sebagai berikut. sehingga hal tidak dapat dipahami secara sempurna. meskipun oleh seorang ahli sekalipun (Koestoer dan A. Pelaksanaan pemberian pertolongan Tahap keenam ini merupakan tahap terakhir dari diagnosis kesulitan belajar mahasiswa. Menetapkan kemungkinan teknik mengatasi kesulitan belajar Tahap ini merupakan kegiatan penyusunan rencana yang meliputi : pertama. dan 6) pemeriksaan secara medis. . 3) kuesioner. Bila hal ini dapat terlaksana dengan baik niscaya kesulitan-kesulitan belajar mahasiswa dapat dicegah dan diatasi. Teknik pengungkapan faktor penyebab kesulita belajar dapat dilakukan dengan : 1) observasi. f. d. dan juga biaya. tenaga. E.

.M. H.(1998) Diagnosis dan Pemecahan Kesulitan Belajar : Jilid 1. Warkitri. Koestoer Partowisastro dan A.Referensi Abin. (1990) Penilaian Pencapaian Hasil Belajar. (2002) Psikologi Pendidikan : Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Hadisuparto. Surakarta : Penerbit UNS. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. S. et al. Siti Mardiyati et al. (1994) Layanan Bimbingan Belajar. Jakarta : Erlangga. Jakarta : Karunika.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->