BAB II KONSEP DASAR

A. Definisi

Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya sendiri dan untuk mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain serta cara individu memandang dirinya secara utuh baik secara fisikal, emosional intelektual , sosial dan spiritual. Konsep diri juga dapat didefinisikan sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri dan kemampuan untuk menilai orang atau benda lain seperti menilai dirinya sendiri. Menurut Hurlock (1978:237), pemahaman atau gambaran seseorang mengenai dirinya dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek fisik dan aspek psikologis. Gambaran fisik diri meliputi penampilan, kesesuaian dengan seks atau jenis kelamin, perilaku, dan gengsi yang diberikan tubuhnya di mata orang lain. Sedangkan gambaran psikis diri atau psikologis terdiri dari konsep individu tentang kemampuan dan ketidakmampuan, harga diri dan bagaimana berhubungan dengan orang lain. Konsep diri dapat berkembang menjadi 2 aspek yaitu positif dan negative. Konsep diri akan berkembang positif jika seseorang dapat memperlakukan dirinya secara positif dalam segi apapun, selalu berfikir positif tentang dirinya sendiri. Misalnya yakin akan kemampuan dirinya sendiri, dengan seseorang itu yakin akan dirinya sendiri maka seseorang akan terlihat optimis dan percaya diri dalam menghadapi segala hal. Sedangkan jika konsep diri dikembangkan dengan sesuatu yang negative akan berdampak negative pula pada diri sendiri. Misalnya, jika seseorang selalu menanamkan rasa rendah diri dan tidak percaya diri maka konsep diri yang muncul pada dirinya adalah selalu malu, merasa dirinya lemah, selalu gagal dan terlihat menarik diri. Jadi konsep diri merupakan persepsi seseorang terhadap dirinya secara menyeluruh.

pikiran dan perasaannya untuk berhubungan dengan diri sendiri dan orang lain. Pandangan yang realistis terhadap dirinya manerima dan mengukur bagian tubuhnya akan lebih rasa aman. Gangguan Konsep diri : Kekacauan yang terjadi pada individu dalam melihat citra tubuh. Ideal diri Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia harus berperilaku berdasarkan standart. Gambaran diri ( Body Image ) berhubungan dengan kepribadian. Jika seseorang yang masih muda sudahmengalami gangguan konsep diri itu menandakan seseorang tersebut mengalami gangguan pada jiwanya. Sikap ini mencakup persepsi dan perasaan tentang ukuran. 1992). Macam-macam konsep diri 1. Cara individu memandang dirinya mempunyai dampak yang penting pada aspek psikologinya. bentuk. B. fungsi penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu yang secara berkesinambungan dimodifikasi dengan pengalaman baru setiap individu (Stuart and Sundeen . sehingga terhindar dari rasa cemas dan meningkatkan harga diri (Keliat. 2.1991). tujuan atau penilaian personal tertentu (Stuart and Sundeen . nilai-nilai yang ingin dicapai. Ideal diri akan mewujudkan cita-cita. Citra diri Gambaran diri atau citra diri adalah sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar. pikiran atau pandangan dirinya sendiri yang negative. . aspirasi. penampilan peran atau identitas personalnya Gangguan konsep diri paling banyak dialami oleh lansia karena pada lansia seseorang sudah mulai kehilangan konsep dirinya. 1991). Dimana individu tidak bisa menguasai dirinya sendiri meliputi ide.Gangguan Konsep Diri Gangguan konsep diri adalah suatu kondisi dimana individu mengalami kondisi pembahasan perasaan.

mencela dan meremehkan apapun dan siapapun. Dapat memahami dan menerima fakta-fakta yang nyata tentang dirinya. 7. . Identitas Identitas adalah kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sendiri sebagai satu kesatuan yang utuh (Stuart and Sudeen. 5. individu selalu mengeluh. 5. 6. 1992 ). 2. Mampu menghargai dirinya sendiri. Ciri-ciri Konsep Diri yang Positif 1. Peka terhadap kritik. Harga diri Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh prilaku memenuhi ideal diri (Stuart and Sundeen. Ciri-ciri Konsep Diri yang Negatif 1. Responsif terhadap pujian.Ideal diri akan mewujudkan cita–cita dan harapan pribadi berdasarkan norma sosial (keluarga budaya) dan kepada siapa ingin dilakukan. Peran Peran adalah sikap dan perilaku nilai serta tujuan yang diharapkan dari seseorang berdasarkan posisinya di masyarakat ( Keliat. 2. 3. Hiperkritis. 4. Mengenal dirinya sendiri dengan baik. Mau memperbaiki diri kearah yang lebih baik. Mampu menerima dan memberikan pujian secara wajar. Cenderung merasa tidak disenangi oleh orang lain. Mempunyai penerimaan diri yang baik. 1991). 1991). Pesimis terhadap kompetisi (dalam kehidupan). 3. Tidak dapat menerima kekurangan dirinya. 4. Mampu menempatkan diri di dalam lingkungan. 5. 4. 3. 6.

3.Menolak penjelasan perubahan tubuh . C. Kreatifitas. penampilan dan berubah. Gangguan konsep diri antara lain 1. Penampilan diri. Pada lansia hal tersebut mulai terjadi perubahan citra tubuh pasti akan terjadi. Dukungan dan kritikan menjadi masukan berharga dalam penilaian individu terhadap dirinya. Makna dan objek yang sering kontak.Tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi/akan terjadi 3. Tanda dan gejala gangguan citra diri : 1.tugas dapat menambah rasa percaya diri. Hubungan keluarga.Gangguan citra diri Gangguan citra diri adalah perubahan persepsi tentang tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukuran bentuk. makan. keterbatasan. fungsi. kreatifitas dan kemampuan dalam menyelesaikan tugas. Usia. Perubahan struktur. 6. Lingkungan. Jenis kelamin. sumber KD perempuan dari keberhasilan dalam menunjukkan citra 7. sama dengan perubahan bentuk tubuh. sikap keluarga sangat berpengaruh terhadap perkembangan konsep diri individu. makna dan objek yang sering kontak dengan tubuh. struktur. sumber KD laki-laki dari keberhasilan pekerjaan. Perubahan fungsi berbagai penyakit yang dapat merubah sistem tubuh Keterbatasan gerak. 5. Perubahan-perubahan tersebut merupakan stressor bagi tiap orang. 4. Menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah 2. 2.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri 1. Reaksi orang lain terhadap dirinya. kegiatan. sedangkan kewanitaannya.

putus hubungan kerja. misalnya saya pasti bisa sembuh pada hal prognosa penyakitnya buruk.Mengungkapkan keputusasaan 7. Gangguan harga diri yang disebut sebagai harga diri rendah dan dapat terjadi secara : 1. misalnya harus operasi. dicerai suami. kecelakaan. dipenjara tiba-tiba ). . 3.Preokupasi dengan bagian tubuh yang hilang 6. Situasional. padahal penyakitnya membatasi gerak dia. yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba. Gangguan Ideal Diri Gangguan ideal diri adalah ideal diri yang terlalu tinggi. Mengungkapkan keinginan yang terlalu tinggi. merasa gagal mencapai keinginan. Tanda dan gejala yang dapat dikaji 1. sukar dicapai dan tidak realistis ideal diri yang samar dan tidak jelas dan cenderung menuntut. setelah sehat saya akan jalan-jalan. perasaan malu karena sesuatu terjadi (korban perkosaan. 2.Persepsi negatif pada tubuh 5. dituduh KKN. Mengungkapkan keputusan akibat penyakitnya.Gangguan Harga Diri Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri. putus sekolah.4. hilang kepercayaan diri. pada lansia sering terjadi gangguan ideal diri karena lansia merasa ideal dirinya sukar dicapai karena keterbatasan yang dialami pada lansia dan selalu menuntut ideal dirinya.Mengungkapkan ketakutan 2. misalnya : saya tidak bisa menggendong cucu saya lagi karena sendi saya sakit.

bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat/sakit/penyakit. Gangguan Peran Gangguan peran adalah berubah atau berhenti fungsi peran yang disebabkan oleh penyakit. Kronik yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama. Privacy yang kurang diperhatikan. berbagai tindakan tanpa persetujuan. putus hubungan kerja. lebih suka sendiri. c. Pada lansia yang mengalami gangguan peran ia merasa gagal karena ditinggal anaknya setelah menikah.Gangguan hubungan sosial. menyalahgunakan/mengejek dan mengkritik diri sendiri. Tanda dan gejala yang dapat dikaji a. pemasangan alat yang tidak sopan (pengukuran pubis. . e. c. misalnya tentang memilih alternatif tindakan. Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakti dan akibat tindakan terhadap penyakit. b. Harapan akan struktur. f. misalnya berbagai pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan. Rasa bersalah terhadap diri sendiri. seperti menarik diri. Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai. Percaya diri kurang. Mencederai diri. Misalnya saya tidak bisa. misalnya pemeriksaan fisik yang sembarangan. Misalnya malu dan sedih karena rambut jadi botak setelah mendapat terapi sinar pada kanker. pemasangan kateter pemeriksaan perincal) b. d. Misalnya ini tidak akan terjadi jika saya segera kerumah sakit. klien sukar mengambil keputusan. 2. Merendahkan martabat. Akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram mungkin klien ingin mengakhiri kehidupan. yaitu sebelum sakit/dirawat klien ini mempunyai cara berpikir yang negatif. proses menua. Perannya sebagai orang tua dianggapnya gagal ia merasa anaknya tidak mau . 4. Klien tidak ingin bertemu dengan orang lain.a. saya tidak mampu saya orang bodoh dan tidak tahu apa-apa. Kejadian sakit dan dirawat akan menambah persepsi negatif terhadap dirinya. putus sekolah.

4. Tanda dan gejala yang dapat di kaji 1. 6. sukar menetapkan keinginan dan tidak mampu mengambil keputusan. Tanda dan gejala yang dapat di kaji 1. 3. 2. Personal Identity Disturbance. 6. Perubahan perkembangan Trauma Ketidaksesuaian Gender Ketidaksesuaian kebudayaan b. hilangnya peran sebagai pekerja.mengurus orangtuanya dan merasa anaknya menjauh darinya. 5. 5. perubahan peran karena penyakit. Mengingkari ketidakmampuan menjalankan peran Ketidakpuasan peran Kegagalan menjalankan peran yang baru 4. d. 3. Penuh dengan keragu-raguan. Tidak ada percaya diri Sukar mengambil keputusan Ketergantungan Masalah dalam hubungan interpersonal Ragu/ tidak yakin terhadap keinginan Projeksi (menyalahkan orang lain). Gangguan Identitas Gangguan identitas adalah kekaburan/ketidakpastian memandang diri sendiri. Faktor resiko penyimpangan konsep diri 1. c. Body Image Disturbance . 2. 2. a. Ketegangan menjalankan peran yang baru Kurang tanggung jawab Apatis/bosan/jenuh dan putus asa 5. Lansia juga dapat mengalami gangguan identitas karena biasanya pada lansia sulit untuk mengambil keputusan sendiri dan ragu dalam mengambil keputusan sehingga biasanya keputusan diserahkan pada anaknya.

Altered Role Peformance a.Perubahan perkembangan 3.Gagal mencpaai tujuan hidup d. Faktor predisposisi 1. Faktor yang mempengaruhi harga diri meliputi perilaku yang objektif dan teramati serta bersifatsubjektif dan dunia dalam pasien sendiri. Dua harapan peran Ketidakmampuan menemukan peran yang diinginkan c. tekanan dari kelompok sebaya. keracuan identitas. Faktor yang mempengaruhi identitas personal meliputi ketidakpercayaan orang tua. b. Faktor yang mempengaruhi peran adalah streotipik peran seks. Self Esteem Dusturbance a. dan deporsonalisasi. 2. Perilaku berhubungan dengan harga diri yang rendah. Gagal dalam kehidupan dengan moral tertentu g. d.Perasaan tidak berdaya f. Kehilangan salah satu fungsi tubuh Kecacatan b. Hubungan interpersonal yang tidak sehat Gagal mencapai perkembangan yang penting Gagal dalam kehidupan dengan moral tertentu c. Perasaan tidak berdaya 4. dan harapan peran kultural. e. .a. 3.Konflik peran D Asuhan Keperawatan gangguan Konsep Diri pada Lansia Pengkajian a. dan perubahan dalam struktur sosial.Kehilangan nilai peran b. c. tuntutan peran kerja.

b. Sumber-sumber koping Setiap orang mempunyai kelebihan personal sebagai sumber koping. Identitas . Ketegangan peran hubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan a. meliputi : 1. 6. Stresor Pencetus 1. ada tiga jenis transisi peran : c. Mekanisme Doping 1. Pertahanan koping jangka panjang Mekanisme pertahanan ego Untuk mengetahui persepsi seseorang tentang dirinya. Hobby dan kerajinan tangan Seni yang ekspresif Kesehatan dan perawan diri Pekerjaan atau posisi Bakat Tertentu Kecerdasan Imajinasi dan creativitas 9. Pertahanan koping dalam jangka pendek 2. b. Transisi peran sehat /sakit c. 3. 8. 7. Hubungan interpersonal d. berikut : maka orang tersebut harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai Pendekatan dan pertanyaan dalam pengkajian sesuai dengan faktor yang dikaji : 1. 4. Transisi peran perkembangan Transisi peran situasi dimana individu mengalaminya sebagai frustasi. 5. 4. 3. Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menyaksikan kejadian mengancam kehidupan 2. Aktifitas olahraga dan aktifitas lain diluar rumah 2.

saat anda tidak merasa dicintai dan tidak dihargai ? Siapakah yang paling penting bagi anda Competence : Apa perasaan anda mengenai kemampuan dalam mengerjakan sesuatu untuk kepentingan hidup anda ? Virtue : Pada tingkatan mana anda merasa nyaman terhadap jalan hidup bila dihubungkan dengan standar moral yang dianut. Perubahan penampilan peran berhubungan dengan harga diri rendah. Apa yang kamu rasakan 4. sesutu sesuai peran anda ? Apakah peran saat ini membuat anda puas Diagnosa Keperawatan 1. Ingin jadi siapakh anda Self esteem Dapatkah anda katakan apa yang membuat anda puas Siapa dan apa yang menjadi harapan anda Apakah harapan itu realistis ? Siginifikan : Apa respon anda. Body Image Dapatkah anda mejnelaskan keadaan tubuh anda kepada saya Apa yang paling anda sukai dari tubuh anda Apakah ada bagian dari tubuh anda. 2. Power : Pada tingkatan mana anda perlu harus mengontrol apa yang terjadi dalam hidup anda. yang ingin anda rubah 3. Gangguan harga diri rendah berhubungan dengan gangguan citra tubuh Role Performance Apa yang anda rasakan mengenai kemampuan anda untuk melakukan segala Rencana Tindakan .Dapatkah anda menjelaskan siapa diri anda pada orang lain : Karakteristik dan kekuatan 2.

Klien dapt menetapkan (merncankan) kegiatan sesuai yang dimilki e. e. waktu) Membina hubungan saling percaya. Tujuan umum: Klien dapat menunjukkan peran sesuai dengan tanggungjawabnya. d. Mengatakana pada klien bertambah satu orang yang berharga dan Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimilki pasien.1. 3. c. a. 1. waktu) 2. Diagnosa keperawatan : perubahan penampilan peran berhubungan dengan harga diri rendah. Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang ada. bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri. Tindakan keperawatan. Klien menilai kemampuan yang dapat digunakan. 4. diderita. Memberi kesempatan unutk mengungkapkan perasaan (apa yang Menyediakan waktu untuk mengungkapakan tentang penyakit yang dilakukan/bicarakan. Dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. c. kemampuan lin yang dimilki oleh klien . f. d. Jika klien tidak mampu mengidntifikasi maka dinali oleh perawat memberi “reinforcement” terhadap aspek poasitif klien. Tujuan khusus: a. . aspek positif (keluarga lingkunngan) dimilki klien. Buat kontrak yng jelas (apa yang dilakukan /bicarakan. 5. Salam terapeutik Perkenalkan diri Jelaskan tujuan interaksi Ciptakan lingkungan yang tenang. Dapat di mulai bagian tubuh yang masih berfungsi dengan baik. b. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat b. Klien melakukan tindakan sesuai dengan kondisi sakit dan kemampuan.

12. Diagnosa keperawatan: gangguan harga diri rendah berhubungan dengan gangguan citra tubuh Meningkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi klien. kegiatan bantuan sebagian. kegiatan yang membutuhkan bantuan total. yang diderita. 2. (fisik. Mendiskusikan pada kemampuan yang dapat dilanjutkan pengguanannya setelah pulang sesuai dengan kondisi pasien. 3. Klien menyebutkan aspek dan kemampuan dirinya Klien berperan serta dalam perawtrn dirinya. Hasil yang diharapkan: . 15. intelektual. Percaya diri klien dengan mentpkan keinnginan atau tujuan yang realistis. 11. 14. merawt klien harga diri rendah. Misalnya: penampilan klien dalam “self care” latihan dan ambulasi serta aspek asuhan terkait denga gangguan fisik yang dialami oleh klien. 13. Setiap bertemu klien. 9. 4. Merencanakan bersama oleh aktifitas yuang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan:kegiatan mandiri. Memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara Membantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat. Memberi kesempatan cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien Memberi kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang Memberi pujian atas keberhasilan klien. 8.6. digunakan selamam sakit. 2. hindari memberi penilain negative. Klien menungkapkan perasaanya terhadap penyakit lakukan (sering klien takut melaukannya) telah direncanakan. 1. Mendiskusikan kemampuan klien kemampuan yang masih dapat Mengutamakan memberikan pujian realistis. system pendukung). 7. 10.

Tujuan khusus: a. c. 4. Mendiskusikan perubahan struktur tubuh dan fungsi tubuh Mengobservasi ekpresi klien pada saat berbicara. keperawtan/pendapatan ksehatan. Memberi pujian terhadap aspek yang positif dan kemampuan yang Mendorong klien untuk merawat diri dan berperan serta dalam asuhan Melibatkan klien dalam kelompok klien dengan masalah gangguan Meningkatkan dukungan keluarga terutama pasangan. 2. jujur dan empati. 5. 3. . f. Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yamng dimilki (tubuh. intelektual. Membina hubungan perawat yang terpeutik Salam terapeutik Komunikasi terbuka. Klien dapat mennigkatkan keterbukaan dan hubungan saling percaya. masih dimilki klien. c. Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimilki. e. 7. b. Klien dapat menyusun cara-cara menyelasaikan masalah yang dihadpi. keluarga) oleh klien diluar perubahan yang terjadi. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien. keperawatan secara bertahap. Klien dapat melakukan tindakn pengembalian intergritas tubuh. dukungan dan konseling. d. citra tubuh. a. Tindakan keperawatan 1. b. Klien mengidentifikasi perubahan citra tubuh. bebntuk atau fungsi tubuh. 8.Tujuan umum: Klien menunjukkan peningkatan harga diri. 6. Klien dapat menerima realita perubahan struktur. d. Beri kesempatan Lakukan kontrak untuk program arahan untuk mengungkapkan perasaan klien terhadap perubahan tubuh.

bentuk dan fungsi tubuh. Seseorang yang mengalami gangguan konsep diri pada usia muda disebabkan karena konsep dirinya yang negatif sehingga menyebabkan seseorang dikatakan gangguan jiwa. merasa sudah tidak dapat mengambil keputusan sendiri sehingga butuh bantuan anaknya.9. Membantu klien melakukan cara yang dipilih Membantu klien mengurangi perubahan citra tubuh. Mendorong klien memilih cara yang sesuai bagi klien. Klien beradaptasi dengan cara yang dipilh dan digunakan. mulai kehilangan identitas dirinya karena mengalami pensiun. pikiran. 10. dari fisik sudah mulai berubah yang awalnya kulitnya mulus kini menjadi keriput. Kurangnya kesadaran akan proses menua akan lebih mamperburuk lansia dengan gangguan konsep diri. Gangguan konsep diri juga dapat terjadi pada lansia karena faktor usia serta proses penuaan yang terjadi. 12. leaflet) sebagai sumber informasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dapak perubahan struktur. kepercayaan dan pendirian yang dapat mempengaruhi hubungan individu dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain. Klien dapat menerapkan perubahan 2. . Pada lansia hampir semua konsep dirinya mengalami gangguan. Mendiskusikan cara-cara (booklet. Klien memiliki beberapa cara mengatsi perubahan yang terjadi. 11. Gangguan konsep diri terjadi karena penanaman konsep diri yang negatif pada individu dan dapat juga dipengaruhi oleh kondisi serta usia seseorang. 13. 3. Merehabilitas bertahap bagi klien Hasil yang harapkan: 1. BAB III KESIMPULAN Gangguan konsep diri merupakan kertidamampuan diri sendiri untuk mengetahui dirinya sendiri mengenai ide.

Sp. MKep.KEPERAWATAN GERONTIK ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN KONSEP DIRI PADA LANSIA Heryanto AN. Kom Di susun Oleh: .

Pembentukan konsep diri sangat dipengaruhi oleh lingkungan. membanding. Mengenal gangguan konsep diri pada lansia . pikiran. Setiap orang akan mendasarkan. Konsep diri juga akan dipelajari melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain termasuk berbagai tekanan yang dialami individu. merepon dan bentuk perlaku sesuai dengan konsep dirinya. kepercayaan serta keyakinan yang diketahui dan dipahami oleh individu tentang dirinya. TUJUAN 1. Hal ini akan membentuk persepsi individu terhadap dirinya sendiri dan penilaian terhadap pengalaman akan situasi tertentu. Hal ini mempengaruhi kemampuan individu dalam membina hubungan dengan orang lain. Konsep diri terbentuk melalui proses yang terjadi sejak lahir kemudian secara bertahap mengalami perubahan seiring dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan individu.Siswo Susetiyarto Sri Purwoko Tutu Dwi Firman J Umarotuzuhro Wa Ode Zuhriastuti Winda Putri Pratama Wahyu Kurnia Rohman G2A 007 082 G2A 007 090 G2A 007 096 G2A 007 097 G2A 007 099 G2A 007 100 G2A 005 004 PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULATAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2010 BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Konsep diri berkaitan erat dengan individu termasuk ide.

gangguan konsep diri dan asuhan keperawatan. Tujuan Penulisan. Memanfaatkan sumber daya di masyarakat. : puskesmas. Memodifikasi lingkungan keluarga dengan lansia 5. SISTEMATIKA PENULISAN Malakah ini memiliki sistematika penulisan sebagai berikut: BAB I Pendahuluan yang terdirindari Latar Belakang. Memutuskan tindakan yang tepat untuk megatasi gangguan konsep diri pada lansia 3. Melakukan tindakan perawatan kesehatan pada anggota yang sakit sesuai kemampuan 4. Selain dengan literatur buku juga menggunakan metode searching internet. posyandu.2. Metode Penulisan dan Sistemaika Penulisan. BAB III Penutup tersiri dari Kesimpulan . BAB II Konsep Dasar terdiri dari definisi. RS dan lain-lain METODE PENULISAN Metode penulisan yang digunakan dalam menyusun makalah ini adalah metode literatur buku yaitu dengan membaca buku-buku tentang gangguan konsep diri pada lansia. macam-cam konsep diri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful