P. 1
Asuransi Syariah

Asuransi Syariah

|Views: 262|Likes:
Published by Eka Daswindar
Sekilas tentang asuransi syariah
Sekilas tentang asuransi syariah

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Eka Daswindar on Oct 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2014

pdf

text

original

Property of : Eka Daswindar A. LANDASAN TENTANG ASURANSI SYARIAH I.

Pengertian Asuransi (Konvensioanl) kata asuransi berasal dari bahasa Belanda, assurantie, yang dalam hukum Belanda disebut Verzekering yang artinya pertanggungan. Dari istilah assurantie kemudian timbul assuradeur bagi penanggung dan geassureerde bagi tertanggung. Defines asuransi sebetulnya bisa diberikan dari berbagai sudut pandang, yaitu sudut pandang ekonomi, hukum, bisnis, sosial, ataupun matematika. Tidak ada satu definsi yang bisa memenuhi masing-masing sudt pandang tersebut. Asuransi merupakan bisnis yang unik, yang didalamnya terdapat kelima aspek tersebut diatas. Secara baku, definisi asuransi di Indonesia telah ditetapkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian. Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, di mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan. Atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. II. Pengertian Asuransi (Syariah) Dalam bahasa Arab asuransi disebut at-ta’min, penanggung disebut mu’ammin, sedangka tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min. At-ta’min diambil dari kata amanna yang memiliki arti memberi perlindungan, ketenangan, rasa aman, dan bebas dari rasa takut. Men-ta’min-kan sesuatu artinya adalah seseorang membayar / menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah disepakati, atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang. Menurut Musthafa Ahmad Zarqa, makna asuransi secara istilah adalah kejadian, pada intinya adalah cara atau metode untuk memelihara menusia dalam menghadapi resiko (ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya, dalam perjalanan 1

1

Property of : Eka Daswindar kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya. Sistem asuransi yang dipahami oleh para ulama hukum (syariah) adalah sebuah sistem ta’awun dan tadhamun yang bertujuan untuk menutupi kerugian peristiwa-peristiwa atau musibah-musibah. Tugas ini dibagikan kepada sekelompok tertanggung, dengan cara memberikan pengganti kepada orang yang tertimpa musibah. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dalam fatwanya tentang pedoman umum asuransi syariah, memberi definisi tentang asuransi syariah (Ta’min, Takaful, Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tlong-menolong diantara sejumlah orang / pihak melalui investasi dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai ajaran syariah. Dari definisi tadi jelas bahwa asuransi syariah bersifat saling melindungi yang disebut dengan ta’awun, yaitu prinsip hidup saling melindungi dan saling menolong atas dasar ukhuwah islamiyah antara sesame anggota peserta Asuransi syariah dalam menghadapi malapetaka (resiko). III. Al-‘Aqilah (Asal Mula Asuransi Syariah) Sebenarnay konsep asuransi dalam Islam bukan hal baru, karena sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW yang disebut dengan Aqilah. Bahkan hal ini sudah menjadi kebiasaan suku Arab sejak zaman dulu bahwa jika ada salah satu anggota suku yang terbunuh oleh anggota dari suku lain, pewaris korban akan dibayar sejumlah uang darah (diyat) sebagai kompensasi oleh saudara terdekat dari pembunuh, yang disebut Aqilah. Aqilah berasal dari kata Asabah yang menunjukkan hubungan ayah dengan pembunuh. Oleh karena itu, ide pokok dari Aqilah adalah suku Arab zaman dulu harus siap untuk melakukan kontribusi finansial atas nama pembunuh untuk membayar pewaris korban. Kesiapan untuk membayar untuk membayar kontribusi keuangan sama dengan premi asuransi, dan kompensasi yang dibayar berdasarkan Al-‘Aqilah mungkin sama dengan nilai pertanggungan dalam praktik asuransi sekarang. Sebagian orang mengira bahwa kata Aqilah berasal dari kata Aql (akal), sehingga ungkapan itu diartikan denda yang dibebankan kepada orang yang berakal (sudah dewasa). Padahal tidak demikian, Aqilah meruapakan istilah tersendiri. Didalam bahasa Arab terdapat 2

2

Property of : Eka Daswindar kata Al-‘Aql (denda) dan Al-‘Aqil (orang yang membayar denda). Dalam beberapa kasus, Islam membebankan denda asuransi kepada orang lain (bukan yang melakukan pelanggaran). Namu didalam Ad-Diyah (uang darah) yang menjadi sebab adalah bukan kesengajaan, maka tidak ada asuransi yang memikul tanggung jawab ini. Karena itu, disyaratkan agar kerusakan tidak itu tidak disebabkan kesengajaan. Dalam masalah Diyat, para ulama sepakat bahwa “Wajib membayar denda terhadap sebagian kerusakan yang disebabkan kekeliruan seperti pembunuhan atau melukai karena kekeliruan atau kelalaian”. IV. At-Takaful (Tolong Menolong) Istilah lain yang sering digunakan untuk asuransi syariah adalah Takaful. Kata Takaful berasal dari takafala-yatakafalu, yang secara etimologis berarti menjamin atau saling menanggung. Kata takaful sebenarnya tidak ada dala Al-Quran, namun ada kata yang seakar dengan kata takaful seperti dalam surat Thahaa ayat 40, terdapat kata Yakfulu yang dapat diartikan menjamin. Menurut Muhammad Syakir Sula (Konsep Asuransi Dalam Islam, 1996), Takaful dalam pengertian muamalah ialah saling memikul resiko di antara sesame orang sehingga antara satu dengan yang lainnya menjadi penanggung atas resiko yang lainnya. Salin pikul resiko ini dilakukan atas dasar saling menolong dalam kebaikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabarru’ (dana ibadah) , sumbangan, derma yang ditujukan untuk menanggung resiko. Tafakul dalam pengertian ini ditegakkan di atas tiga prinsip dasar, yaitu : a. Saling bertanggung jawab Banyak hadist Nabi SAW, seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang mengajarkan bahwa hubungan orang-orang beriman dalam jalinan rasa kasih sayang satu sama lain, ibarat satu badan. Bila satu bagian tubuh sakit, maka seluroh anggota tubuh akan turut merasakan penderitaan. Seperti bunyi hadist berikut ini “Setiap orang diantara kamu adalah pemikul tanggung jawab dan setiap kamu bertanggung jawab terhadap orang-orang di bawah tanggung jawab kamu” (HR. Bukhari dan Muslim). b. Saling bekerja sama dan saling membantu Allah SWT memerintahkan agar dalam kehidupan bermasyarakat ditegakkan nilai tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa sebagaimana firmannya dalam surat Al-Ma’aidah 3

3

Property of : Eka Daswindar ayat 2 yang berbunyi “Tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, janganlah tolongmenolong dalam dosa dan permusuhan”. Dalam hadist Nabi SAW juga mengajarkan bahwa orang yang meringankan kebutuhan hidup saudaranya akan diringankan kebutuhannya oleh Allah, dna Allah akan menolong hamba-Nya selagi dia menolong saudaranya. c. Saling melindungi Hadist Nabi SAW mengajarkan bahwa belum sempurna keimanan seseorang yang hidup tidur dengan nyenyak dengan perut kenyang, sedangkan tetangganya menderita kelaparan. Dasar pijak Tafakul dalam asuransi mewujudkan hubungan manusia yang islami di antara para pesertanya yang sepakat untuk menanggung bersama di antara mereka, atas resiko yang diakibatkan musibah yang diderita oleh peserta sebagai akibat dari kebakaran, kecelakaan, kehilangan, sakit, dan sebagainya. Semangat asuransi Tafakul adalah menekankan kepada kepentingan bersama atas dasar rasa persaudaraan di antara peserta. Persaudaraan disini meliputi dua bentuk, yaitu persaudaraan berdasarkan kesamaan keyakinan (ukhuwah islamiyah) dan persaudaraan atas dasar kesamaan derajat manusia (ukhuwah insaniah). V. Tabarru’ (Hibah / Dana Kebajikan) Tabarru’ berasal dari kata Tabarra’a-yatabarra’u-tabarru’an, artinya sumbangan, hibah, dana kebajikan, atau derma. Orang yang memberi sumbangan disebut mutarrib’ (dermawan). Tabarru’ merupakan pemberian sukarela seseorang kepada lain, tanpa ganti rugi, yang mengakibatkan berpindahnya kepemilikan harta itu dari pemberi kepada orang yang diberi. Ulama mendefinisikan Tabarru’ dengan “akad yang mengakibatkan pemilikan harta, tanpa ganti rugi, yang dilakukan seseorang dalam keadaan hidup kepada orang lain secara sukarela. Niat tabarru’ dalam asuransi syariah adalah alternatif uang sah yang dibenarkan dalam melepaskan diri dari praktik gharrar (ketidakpastian) yang diharamkan oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, Islam sangat menganjurkan seseorang yang mempunyai kelebihan harta untuk menghibahkannya kepada saudara-saudaranya yang memerlukan. Dalam konteks asuransi syariah, Tabarru’ bermaksud memberikan dana kebajikan dengan niat ikhlas untuk tujuan saling membantu di antara sesama peserta takaful (asuransi syariah) apabila ada diantaranya yang mendapat musibah. Dalam akad Tabarru’, pihak yang memberi dengan ikhlas 4

4

Property of : Eka Daswindar memberikan sesuatu tanpa ada keinginan untuk menerima apapun dari orang yang menerima, kecuali kebaikan dari Allah SWT. Akad Tabarru’ adalah semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebaikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial. Peserta memberikan hibah yang digunakan untuk menolong peserta lain yang terkena musibah, sedangkan perusahaan hanya bertindak sebagai pengelola. Ketinggian martabat orang yang membantu saudara-saudaranya yang telah mendapat kesulitan digambarkan dalam Hadist Nabi “Barangsiapa yang memenuhi hajat saudaranya, Allah akan memenuhi hajatnya” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud). Hukum Tabarru’ dibolehkan karena jika barang / sesuatu yang di-tabarru’-kan hilang atau rusak ditangan orang yang diberi derma, maka tidak akan merugikan di penderma. Karena, orang yang menerima pemberian / derma tersebut tidak memberikan pengganti sebagai imbalan derma yang yang diterimanya. Mohd. Fadzli Yusof, CEO Takaful Malaysia, menjelaskan manfaat dan batasan penggunaan dana Tabarru’. Katanya, Tabarru’ bo;eh digunakan siapa saja yang mendapat musibah. Tetapi dalam bisnis takaful, karena melalui akad khusus, maka kemanfaatannya hanya terbatas pada peserta takaful saja. Dengan kata lain, kumpulan dana tabarru’ hanya dapat digunakan untuk kepentingan para peserta takaful saja yang mendapat musibah. Sekiranya dana Tabarru’ tersebut digunakan untuk kepentingan lain, ini berarti melanggar syarat akad. VI. Aqad (Akad) Lafal akad berasal dari lafal Arab AL-‘Aqd yang berarti perikatan, perjanjian, dan pemufakatan. Menurut fikih, akad didefinisikan dengan “pertalian ijab (pernyataan melakukan ikatan) dan qabul (pernyataan penerimaan ikatan) sesuai dengan kehendak syariat yang berpengaruh pada obyek perikatan”. Dalam teori hukum kontrak secara syariah, setiap terjadi transaksi maka akan terjadi salah satu dari tiga hal berikut : Pertama, kontraknya sah ; Kedua, kontraknya fasad ; dan Ketiga, aqadnya batal. Untuk melihat kontrak itu jatuh ke mana, maka perlu diperhatikan instrument mana dari akad yang dipakai dan bagaimana aplikasinya. Apabila ijab dan qabul telah memenuhi syarat-syaratnya, sesuai dengan ketentuan maka terjadilah perikatan antara pihak-pihak yang melakukan ijab dan qabul dan muncullah segala akibat hukum dari akad yang disepakati itu. Misalnya dalam kausu jual beli, akibatnya 5

5

Property of : Eka Daswindar adalah berpindahnya pemilikan barang dari penjual kepada pembeli dan penjual berhak menerima harga barang. Akad dalam Islam dibangun atas dasar mewujudkan keadilan dan menjauhkan penganiayaan. Kejelasan akad dalam praktik muamalah penting dan menjadi prinsip karena akan menentukan sah tidaknya muamalah tersebut secara hukum Islam. Demikian halnya dalam asuransi, akad antara perusahaan dan peserta harus jelas. Pada asuransi konvensional terjadi kerancuan / ketidakjelasan dalam masalah akad. Akad merupakan ijab dan qabul yang biasanya berbentuk perkataan, tulisan, perbuatan, dan isyarat. Dalam buku “Panduan Syarikat Takaful Malaysia” dijelaskan tentang rukun-rukun akad yaitu Aqid (pihak-pihak yang mengadakan akad), Ma’kud’alaihi (sesuatu yang diakadkan atasnya berupa barang atau bayaran), dan Sighah (ijab dan kabul). Berdasarkan hukum Islam untuk membuat polis takaful (asuransi syariah) harus ada obyek pokok yang beresiko, yang mana atas subyek pokok tersebut, dua pihak (pengelola dan peserta) harus menyetujui proposal (ijab) dan persetujuan (qabul) untuk berbagi tanggung jawab dalam menyediakan jaminan materi yang memadai terhadap resiko yang nyata tapi tidak terduga atas subyek pokok. VII. Gharar (Ketidakpastian) Definisi Gharar dalam kitab Qalyubi wa Umairah (Syarikat Takaful Malaysia) adalah apa-apa yang akibatnya tersembunyi dalam pandangan kita dan akibat yang paling mungkin muncul adalah yang paling kita takuti. Pengertian lainnya mengenai Gharar adalah AL-khatar dan Al At-taghrir, yang artinya penampilan yang menimbulkan kerusakan (harta) atau sesuatu yang tampaknya menyenangkan tetepi hakekatnya menimbulkan kebencian. Maka dari itu muncullah istilah “ad-dunya mata’ul ghuruur” artinya dunia itu adalah kesenangan yang menipu. Gharar terjadi apabila, kedua belah pihak (misalnya peserta asuransi, pemegang polis, dan perusahaan) saling tidak mengetahui apa yang akan terjadi, kapan musibah akan menimpa, apakah minggu depan, tahun depan, dan sebagainya. Ini adalah kontrak yang dibuat berasaskan pengandaian semata. Inilah yang disebut Gharar yang dilarang dalam Islam. Kehebatan sistem Islam dalam bisnis sangat menekankan hal ini, agar kedua belah pihak tidak dizalimi dan terzalimi. 6

6

Property of : Eka Daswindar

7

Para ahli fiqih hampir dikatakan sepakat mengenai definisi Gharar, yaitu untunguntungan yang sama kuat antara ada dan tidak ada, atau sesuatu yang mungkin terwujud dan mungkin tidak terwujud, seperti jual beli burung yang masih terbang bebas di udara. Gharar atau ketidakpastian dalam asuransi konvensional ada dua bentuk yaitu bentuk akad yang melandasi serta sumber dana pembayaran klaim dan keabsahan penerimaan uang klaim itu sendiri. VIII. Maisir (Judi / Untung-untungan) Kata Maisir dalam bahasa Arab artinya memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa bekerja, yang biasa disebut juga berjudi. Istilah lain yang digunakan dalam Al-Qur’an adalah kata “azlam” yang berarti praktik perjudian. Judi dalam terminologi agama diartikan sebagai suatu transaksi yang dilakukan oleh dua pihak untuk kepemilikan suatu benda atau jasa yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan cara mengaitkan transaksi tersebut dengan tindakan atau kejahatan tertentu. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abdullah Bin Umar bahwa Rasulullah melarang berjual beli yang disebut Habal-al-habla semacam jual beli yang dipraktikkan pada zaman jahiliyah. Dimana jual beli ini seseorang harus membayar seharga seekor unta betina yang unta tersebut belum lahir tetapi akan segera lahir sesuai jenis kelamin yang duharapkan. Jenis transaksi yang merakyat pada zaman Rasulullah yaitu Muzabanah, adalah tukar menukar buah yang masih segar dengan yang sudah kering dengan cara bahwa jumlah buah yang kering sudah dapat dipastikan jumlahnya sedangkan buah yang segar ditukarkan hanya dapat ditebak karena masih berada dipohon. Dan transaksi yang lain adalah Muhaqalah yaitu penjualan gandum ditukar dengan gandum yang masih ada dalam bulirnya yang jumlahnya masih ditebak-tebak. Akad judi merupakan akad Gharar karena masing-masing pihak yang berjudi dan bertaruh tidak menentukan pada waktu akad, jumlah yang diambil atau jumlah yang ia berikan. Itu bisa ditentukan nanti, tergantung pada suatu peristiwa yang tidak pasti. Yaitu, jika menang, maka ia mengetahui jumlah yang diambil dan jika kalah, maka ia mengathui jumlah yang ia berikan. Unsur Maisir dalam asuransi konvensional terjadi karena di dalamnya terdapat factor Gharar, terutama dalam kasus asuransi jiwa. Apabila pemegang asuransi jiwa meninggal 7

Property of : Eka Daswindar dunia, sebelum akhir periode polis asurasni, namun telah membayar sebagian preminya, maka tertanggung akan menerima sejumlah uang tertentu. Bagaimana cara memperoleh uang dan dari mana asalnya tidak diberitahukan kepada pemegang polis. Hal inilah yang dipandang sebagai al-maisir (oerjudian) dalam asuransi konvensional. Menurut salah satu pakar asuransi Indonesia, Muhaimin Iqbal, mengatakan bahwa unsur maisir (perjudian) sebenarnya juga tidak disetujui dalam teori dasar asuransi (konvensioanl), asuransi dianggap berbeda dengan judi karena kontrak asuransi harus berdasarkan adanya kepentingan keuangan (insurable interest) dan dan atas kepentingan keuangan tersebut hanya dijamin terhadap resiko murni (pure risk), artinya dengan ganti rugi asuransi nasabah. Nasabah hanya akan dipulihkan ke kondisi finansial sesaat sebelum kejadian suatu resiko (principle indemnity), nasabah tidak boleh mendapatkan keuntungan dari terjadinya suatu resiko. Disisi lain judi tidak mengharuskan adanya insurance interest dan resiko yang diperjudikan bersifat spekulatif atau salah satu pihak akan untung dan pihak lain rugi. Dari perbedaan inilah, maka teori dasar asuransi menganggap bahwa asuransi bukanlah judi. IX. Riba (Bunga) Riba secara bahasa bermakna ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba berarti tumbuh dan membesar. Untuk istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil. Namun secara umum riba dapat diartikan pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara batil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam. Imam Nawawi dalam Al- Majmu’ mengatakan bahwa ada dua bentuk perbedaan dalam pengharaman riba. Yang pertama bersumber daru Sunnah bahwa yang dimaksud dengan riba adalah pembayaran tunda atau pemnayaran kemudian. Yang kedua pengharaman riba dalam Al-Qur’an, sesungguhnya telah dikenal pada zaman jahiliyah dengan riba nasi’ah dan mendapat tambahan dalam harta melalui penangguhan dalam pembayaran. Pakar Ekonomi Indonesia M. Syafi’i Antonio secara singkat menjelaskan pengertian beberapa pengerian riba sebagai berikut : a. Riba Qardh yaitu suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berutang (muqtaridh). 8

8

Property of : Eka Daswindar b. Riba Jahiliah yaitu utang dibayar lebih dari pokoknya, karena si peminjam tidak mampu membayar utangnya pada waktu yang ditetapkan. c. Riba Fadhl yaitu pertukaran antar barang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertaruhkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi. d. Riba Nasi’ah yaitu penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba merupakan salah satu dosa dari dosa-dosa besar lainnya yang telah diharamkan dengan keras dalam kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dalam segala bentuk, macam maupun namanya. Pengharaman riba oleh Rasulullah SAW terjadi antara tahun ke-8 dan ke-9 Hijriyah. Dalil dalam sunnah Nabi dapat dilihat dalam sabda Rasulullah “jauhkanlah tujuh perkara yang membinasakan (dosa besar), salah satu diantaranya adalah riba (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)”. Ternyata sejarah asuransi komersial di dunia barat adalah sama dengan sejarah riba. Keduanya terkait sangat erat sehingga sangat sulit, kalau tidak dibilang tidak mungkin, untuk memisahkan dengan sistem yang ada. Sejauh menyangkut asuransi komersial, maka disana akan terjadi riba, yang dalam menentukan keuntungannya menggunakan sistem riba secara bebas dalam segala tingkatan bisnis tersebut, dari perhitunga premi hingga pembayaran ganti rugi kepada peserta asuransi yang mengalami musibah. Asuransi jiwa adalah semacam perjudian, karena tidak ada pembenaran bagi seseorang yang memberikan harga sebagian dari suatu jumlah, untuk berhak mendapat seluruhnya jika ia mati dan mengambil apa yang telah dibayarkannya disertai keuntungan jika ia hidup lebih lama dari masa asuransi, ini tidak lain adalah riba.

9

B. PERBEDAAN ANTARA ASURANSI SYARIAH DAN KONVENSIONAL I. Konsep Konsep asuransi syariah adalah suatu konsep dimana terjadi saling memikul resiko diantara sesame peserta. Sehingga antara saru dengan yang lainnya menjadi penanggung atas resiko yang muncul. Saling pikul resiko ini dilakukan atas dasar saling menolong dalam kebaikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabarru’ atau dana kebajikan 9

Property of : Eka Daswindar (derma) yang ditujukan untuk menanggung resiko. Asuransi syariah yang berdasarkan konsep tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, menjadikan semua peserta dalam suatu keluarga besar untuk saling melindungi dan menanggung resiko keuangan yang terjadi diantara mereka. Sistem asuransi syariah adalah sikap ta’awun yang telah diatur dengan sistem yang sangat rapi, antara sejumlah besar manusia, semuanya telah siap mengantisipasi suatu peristiwa. Jika sebagian mereka mengalami peristiwa tersebut maka semuanya saling menolong dalam menghadapi peristiwa itu dengan sedikit pemberian (derma) yang diberikan oleh setiap individu. Dengan pemberian derma tersebut, mereka dapat menutupi kerugian yang dialami oleh orang yang tertimpa peristiwa tersebut. Sedangkan konsep asuransi konvensional sebagaimana didefinisikan dalam UU tentang Usaha Perasuransian adalah usaha jasa keuangan yang menghimpun dana asyarakat melalui pengumpulan premi asuransi, untuk memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap kenungkinan timbulnya kerugian karena suatu peristiwa yang tidak pasti atau terhadap hidup atau meninggalnya seseorang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perjanjian asuransi menyangkut sesuatu yang tidak pasti terjadi. Dan bila nyata terjadi, tidak langsung menimbulkan kewajiban bagi penanggung untuk memberikan ganti rugi bila syarat-syarat yang diperjanjikan tidak dipenuhi oleh tertanggung. Jadi konsep asuransi konvensional adalah suatu konsep untuk mengurangi resiko indivdsu atau instansi (tertanggung) kepada perusahaan asuransi (penanggung) melalui suatu perjanjian (kontrak). Tertanggung membayar sejumlah uang sebagai tanda perikatan, dan penanggung berjanji membayar ganti rugi sekiranya terjadi suatu peristiwa sebagaimana yang diperjanjikan dalam kontrak asuransi (polis). II. Asal Usul Ad-diyah ‘ala al-‘aqilah merupakan istilah yang cukup terkanal dan dianggap sebagian ulama sebagai cikal bakal konsep asuransi syariah. Al-aqilah berasal dari kebiasaan suku Arab jauh sebelum Islam datang (571 M). Aqilah bahkan tertuang dalam konstitusi pertama di dunia yang dibuat alngsung oleh Rasulullah SAW yang dikenal dengan Konstitusi Madinah (622 M). pengertian al-aqilah sendiri adalah jika salah satu anggota suku terbunuh oleh anggota suku 10

10

Property of : Eka Daswindar lain, maka pewaris korban akan dibayar uang darah (ad-diyat) sebagai kompensasi oleh saudara terdekat dari pembunuh. Sedangakn asal usul dari asuransi konvensional adalah berasal dari kebiasaan masyarakat Babilonai 4000-3000 SM yang dikenal dengan perjanjian Hammurabi yang dikumpulkan oleh Raja Babilonia dalam 282 ketentuan (Code of Hammurabi) pada tahun 2250 SM. Kemudian berkembang menjadi praktik perjanjian Bottomry (Bottomry Contract) sekitar 1600-1000 SM yang dipraktikkandi masyarakat Yunani. Praktik ini selanjutnya berkembang ke Roma, India, Italia, Eropa, dan Amerika dan sejalan dengan perkembangan perdagangan dan industri di Inggris pada tahun 1668 M di Coffe haouse London berdirilah Lloyd of London yang menjadi cikal bakal asuransi konvensional yang tersebar ke berbagai penjuru dunia. III. Sumber Hukum Sumber hukum dari asuransi syariah adalah syariat Islam, sedangkan sumber hukum dalam syariat Islam adalah Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’, Fatwa Sahabat, Qiyas, Isthisan, Urf Tradisi, Mashalil Mursalah. Dalam menentukan prinsip maupun praktik serta operasional dari asuransi syariah yang senantiasa menjadi rujukan adalah syariah Islam. Terdapat 500 ayat dalam Al-Qur’an yang membahas tentang hukum dan beberapa ayat menentukan validitras kontrak asuransi. Kontrak asuransi syariah terdiri dari elemen saling kerja sama, dan juga elemen peringanan musibah, ketentuan keamanan materi, pertolongan untuk menghadapi resiko atau bahaya tak terduga, serta menjamin hidup yang nyaman. Semua elemen perjanjian asuransi ini disetujui oleh Al-Qur’an, karena Al-Qur’an merupakan prinsip pembimbing dalam menyediakan justifikasi yang bersifat instrument untuk aplikasi kontrak bagi manusia supaya mereka sukses dalam dunia dan akhirat. Pada asuransi konvensional sumber hukum didasarkan pada pemikiran manusia dan kebudayaan. Modus operandi dalam asuransi konvensional didasarka atas hukum positif, hukum alami, dan contoh sebelumnya. Kontrak didasarkan atas prinsip umum perjanjian, dan polis asuransi adalah perjanjian secara sepihak. Kontrak asuransi mengikat hanya pada pengasuransi untuk memenuhi klaim yang ditanggung, sedangkan yang diasuransi tidak bisa diminta secara sah untuk melanjutkan pembayaran premi setelah premi pertama dibayar. 11

11

Property of : Eka Daswindar IV. Akad (Perjanjian) Akad yang digunakan dalam asuransi syariah adalah akad tijarah dan atau akad tabarru;. Akad tijarah adalah semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial, misalnya mudharabah, wadiah, wakalah, dan sebagainya. Sedangkan, akad tabarru’ adalah semua bentuk yang dilkakukan dengan tujuan kebaikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial. Akad pada asuransi konvensional adalah akad mu’awadhah, adalah suatu perjanjian dimana pihak yang memebrikan sesuatu kepada pihak lain, berhak menerima penggantian dari pihak yang diberinya. Selain itu juga asuransi konvensional menggunakan akad Idz’aan (penundukan) yaitu perjanjian yang didalamnya terjadi ketidakadilan, karena tidak seimbang dimana pihak yang kuat adalah pihak perusahaan asuransi, sedangkan pihak tertanggung harus memenuhi syarat-syarat yang tidak similikinya. Disamping itu akad asuransi konvensional juga menggunakan akad gharar karena masing-masing dari kedua pihak tidak mengetahui jumlah yang ia akan berikan dan jumlah yang akan ia ambil. Ada juga akad Muzlim, artinya perjanjian yang wajib dilaksanakan oleh kedua pihak, dari pihak tertanggung membayar premi asuransi dan kewajiban penanggung membayar uang asuransi jika terjadi peristiwa yang diasuransikan. V. Pengelolaan Dana Mekanisme pengelolaan dana pada asuransi syariah life Insurance yang mengandung unsure saving (tabungan), dana yang dibayarkan peserta langsung dibagi dalam dua rekening, yaitu rekening peserta dan rekening tabarru’. Kemudian total dana diinvestasikan dan hasilnay dibagi secara proporsional antyara peserta dengan perusahaan berdasarkan skim bagi hasil yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada asuransi kerugian atau produk asuransi jiwa yang tidak mengandung unsure tabungan, terjadi akad mudharabah, kemudian total kontribusi dana yang dibayarkan peserta diinvestasikan dan hasil investasi (surplus operasi) setelah dikurangi beban asuransi terjadi bagi hasil antara peserta dengan pengelola sesuai skim yang telah ditetapkan. Pada asuransi konvensional mekanisme pengelolaan dana tidak ada pemisahan antara dana peserta dengan dana tabarru’, semua bercampur jadi satu dan status dana 12

12

Property of : Eka Daswindar tersebut menjadi dana perusahaan. Perusahaan bebas mengelola dan menginvestasikan ke mana saja tanpa ada pembatasan halal atau haram. Sebagai akibatnya, asuransi konvensional tidak dapat melepaskan diri dari adanya praktik yang diharamkan Allah yaitu gharar, maisir, dan riba. VI. Unsur Premi Unsur premi dalam asuransi syariah terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan atau unsur tabarru’ saja tergantung jenis asuransi yang diinginkan oleh peserta. Unsur tabarru’ pada asuransi jiwa perhitungannya diambil dari table mortalitas (harapan hidup) yang besarnya tergantung usia dan masa perjanjian. Semakin tinggi usia dan semakin panjang masa perjanjian, maka semakin besar pula nilai tabarru’-nya. Sementara itu pada asuransi konvensional unsur premi terdiri dari tabel mortalitas yang berguna untuk mengetahui besarnya klaim kemungkinan timbulnya kerugian yang dikarenakan kematian, serta meramalkan berapa lama batas waktu (umur) rata-rata seseorang bisa hidup. Yang kedua adalah penerimaan bunga, karena untuk penetapan tariff perhitungan bunga pun harus dikalkulasikan didalamnya. Bunga merupakan sebagian dari keuntungan perusahaan, karena itu dalam premi asuransi konvensional bunga ikut dihitung. Yang ketiga adalah biaya-biaya asuransi seperti biaya penutupan asuransi (biaya komisi dan inspkesi, biaya dinas luar, biaya advertising, dan sebagainya), biaya pemeliharaan , dan biaya- biaya lainnya (misalnya biaya inkaso).

13

C. PRODUK-PRODUK ASURANSI SYARIAH I. Produk Asuransi Jiwa (Life Insurance)

a. Produk individu yang ada unsur tabungan (saving) Takaful Dana Investasi Program Tafakul dana investasi adalah suatu bentuk perlindungan untuk perorangan yang mengingnkan dan merencanakan pengumpulan dana dalam mata uang Rupiah dan US

13

Property of : Eka Daswindar Dolar sebagai dana investasi yang diperuntukkan bagi ahli warisnya jika ditakdirkan meninggal lebih awal atau sebagai bekal untuk hari tuanya. Manfaat Takaful dana investasi adalah : Bila peserta mengundurkan diri sebelum perjanjian berakhir, maka peserta akan memperoleh dana rekening yang telah disetor dan bagian keuntungan atas hasil investasi rekening tabungan (mudharabah). Bila peserta ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian, maka ahli warisnya akan memperoleh dana rekening tabungan, bagian keuntungan atas hasil investasi, dan selisih dari manfaat takaful awal (rencana menabung) dengan premi yang sudah dibayar. Bila peserta hidup sampai perjanjian berakhir, maka ahli warisnya akan memperoleh dana rekening tabungan, bagian keuntungan atas hasil investasi, dan bagian keuntungan atas rekening khusus / tabarru’ yang ditentukan oleh asuransi takaful keluarga. Takaful Dana Siswa Program tafakul dana siswa adalah suatu bentuk perlindungan untuk perorangan yang bermaksud menyediakan dana pendidikan, dalam mata uang Rupiah dan US Dolar untuk putra-putrinya sampai sarjana. Manfaat Takaful dana siswa adalah : Bila peserta mengundurkan diri sebelum perjanjian berakhir, maka peserta akan mendapatkan dana rekening tabungan dan bagian keuntungan asat hasil keuntungan tabarru’. Bila peserta ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian, maka ahli warisnya akan memperoleh dana rekening tabungan, bagian keuntungan atas hasil investasi, dan selisih dari manfaat takaful awal (rencana menabung) dengan premi yang sudah dibayar. Bila peserta hidup sampai perjanjian berakhir dan bila anak (sebagai penerima hibah) hidup sampai dengan 4 tahun di perguruan tinggi yang bersangkutan akan mendapatkan dana pendidikan, atau jika meninggal sebelum seluruh dana pendidikannya diterima maka kepada peserta akan mendapatkan semua saldo rekening tabungan dan sebagian keuntungan atas investasi rekening tabungan. Takaful Dana Haji

14

14

Property of : Eka Daswindar Program takaful haji adalah suatu bentuk perlindungan untuk perorangan yang mengingnkan dan merencanakan pengumpulan dana dalam mata uang Rupiah dan US Dolar untuk biaya menjalanjan ibadah haji. Manfaat takaful dana haji adalah : Bila peserta mengundurkan diri sebelum perjanjian berakhir, maka peserta akan mendapatkan dana rekening tabungan dan bagian keuntungan asat hasil keuntungan tabarru’ (mudharabah). Bila peserta ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian, maka ahli warisnya akan memperoleh dana rekening tabungan, bagian keuntungan atas hasil investasi, dan selisih dari manfaat takaful awal (rencana menabung) dengan premi yang sudah dibayar. Bila peserta hidup sampai perjanjian berakhir, maka ahli warisnya akan memperoleh dana rekening tabungan, bagian keuntungan atas hasil investasi, dan bagian keuntungan atas rekening khusus / tabarru’ yang ditentukan oleh asuransi takaful keluarga jika ada. Takaful Dana Jabatan Program takaful jabatan adalah suatu bentuk perlindungan untuk direksi atau pejabat teras suatu perusahaan yang menginginkan dan merencanakan pengumpulan dana dalam mata uang Rupiah atau US Dolar sebagai dana santunan yang diperuntukkan bagi ahli warisnya jika ditakdirkan meninggal lebih awal atau sebagai dan santunan / investasi pada saat tidak aktif lagi di tempat kerja. Manfaat takaful dana jabatan adalah : Bila peserta mengundurkan diri sebelum perjanjian berakhir, maka peserta akan mendapatkan dana rekening tabungan dan bagian keuntungan asat hasil keuntungan tabarru’ (mudharabah). Bila peserta ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian, maka ahli warisnya akan memperoleh dana rekening tabungan, bagian keuntungan atas hasil investasi, dan santunan dana kematian sesuai dengan yang ditentukan. Bila peserta hidup sampai perjanjian berakhir, maka ahli warisnya akan memperoleh dana rekening tabungan, bagian keuntungan atas hasil investasi, dan bagian keuntungan atas rekening khusus / tabarru’ yang ditentukan oleh asuransi takaful keluarga jika ada.

15

15

Property of : Eka Daswindar b. Produk individu yang non saving Takaful Kesehatan Program ini diperuntukkan bagi perorangan yang bermaksud menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi bila peserta sakit dan kecelakaan dalam masa perjanjian. Bila sampai dengan akhir perjanjian tidak ada klaim, jika ada surplus dana maka peserta akan mendapatkan bagi hasil atas surplus dana tersebut. Takaful Kecelakaan Diri Program ini diperuntukkan bagi perorangan yang bermaksud menyediakan santunan untuk ahli waris bila peserta mengalami musibah kematian karena kecelakaan dalam masa perjanjian. Bila sampai dengan akhir perjanjian tidak ada klaim, jika ada surplus dana maka peserta akan mendapatkan bagi hasil atas surplus dana tersebut. Takaful Al-Khairat Program ini diperuntukkan bagi perorangan yang bermaksud menyediakan santunan untuk ahli waris bila peserta mengalami musibah kematian dalam masa perjanjian, berbeda dengan takaful kecelakaan yang sebab kematiannya hanya karena kecelakaan. Bila sampai dengan akhir perjanjian tidak ada klaim, jika ada surplus dana maka peserta akan mendapatkan bagi hasil atas surplus dana tersebut. D. Akuntansi Asuransi Syariah (Takaful) 1. Konsep Akuntansi Asuransi Syariah a. Tafakul hampir sama dengan asuransi konvensional yang memiliki prosedur secara spesfik dan aturan bisnis sendiri yang telah diatur dalam Tafakul Act 1984, demikian juga asuransi konvensional yang telah diatur dalam Insurance Act 1963. b. Karena asuransi syariah juga dikembangkan dengan konsep bisnis, maka untuk memenuhi konsep bisnis yang telah diatur dalam syariah Islam, asuransi syariah dikembangkan sesuia dengan sistem akuntansi yang berbeda dengan akuntansi asuransi konvensional. Dalam penerapan akuntansi asuransi syariah landasan filosofis menurut Syariah Takaful Malaysia adalah Surah Ar Rahman ayat 9, yaitu : “ Dan Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu kurangi timbangan itu” 2. Prinsip akuntansi asuransi konvensional yang sesuai dengan prinsip dan konsep asuransi syariah adalah sebagai berikut : 16

16

Property of : Eka Daswindar a. Premi asuransi yang diterima sebelum tanggal peristiwa diakui dalam laporan keuangan periode berikutnya. b. Technical Reserve Dana cadangan merupakan jumlah yang dihitung dari premi penutupan asuransi yang tidak digunakan selama periode berjalan. c. Membayar Klaim Kecukupan dana cadangan untuk membayar klaim dibentuk selama periode berjalan dibagikan. Hal ini dikarenakan tidak semua jumlah klaim pada saat yang diajukan dipenuhi. Provisi juga dapat dibuat pada saat klaim diajukan setelah tanggal penutupan asuransi syariah untuk klaim kecelakaan atau kerusakan yang terjadi selama kontrak asuransi syariah berjalan. Pengalokasian dana cadangan sangat penting untuk stabilitas posisi keuangan perusahaan asuransi syariah. d. Reasuransi Syariah Asuransi syariah juga menghadapi beberapa kendala dalam memenuhi klaim yang diajukan peserta asuransi. Asuransi syarih yang memiliki tingkat risiko yang tinggi, maka perusahaan asuransi syariah memerlukan reasuransi syariah. Dengan reasuransi syariah ini, perusahaan asuransi syariah melakukan pemecahan resiko, sehingga mengurangi beban kerugian keuangan. Beban asuransi syariah ditentukan untuk menutupi periode asuransi yang sama dengan yang diterima. e. Perkiraan Pendapatan dari Asuransi Syariah Keluarga Kelebihan angsuran dana asuransi syariah keluarga dihitung tiap bulannya dan diakui sebagai dana asuransi syariah pada akhir tahun. Kelebihan angsuran asuransi syariah (takaful) ini dianggap sebagai laba. Perusahaan asuransi syariah menunjuk aktuaris untuk menilai kelebihan dana dan laba lainnya dan dinyatakan untuk dibagikan kepada peserta asuransi syariah yang memenuhi syarat. 3. Konsep Dasar Akuntansi Adapun konsep dasar akuntansi yang digunakan dalam akuntansi syariah meurut asuransi takaful Malaysia, adalah : a. Postulat Akuntansi 1. Going Concern 2. Konsistensi 17

17

Property of : Eka Daswindar 3. Akrual b. Prinsip Akuntansi 1. Prudance (hati-hati) 2. Substance Over Form 3. Materialitas c. Pengakuan Pendapatan dan Beban 1. Pengakuan pendapatan dan beban merujuk pada standar akuntansi yang telah disesuaikan dengan prinsip syariah. 2. Pendapatan diakui dengan cash basis. Pendapatan yang belum terrealisasi ditangguhkan dan diterima pada periode yang akan datang diakui sebagai utang pada laporan keuangan neraca. 3. Beban diakui berdasarkan pada standar akuntansi yang berlaku umum. 4. Kebijakan Penting Akuntansi a. Konsep Dasar Akuntansi Perkiraan-perkiraan akuntansi diakui dengan konsep historical cost yang telah dmodifikasi dan disesuaikan dengan prinsip – prinsip syariah dan tidak bertentangan dengan standar akuntansi umum. b. Dana Asuransi Syariah Keluarga Dana takaful keluarga ditetapkan dalam Takaful Amandement Act 1985 dan termasuk keuntungan yang akan diperoleh peserta asuransi syariah keluarga. Cadangan yang tidak dibagikan untuk takaful umum dan takaful keluarga dihitunga dengan menggunakan metode 1/365 hari c. Surplus Takaful (Asuransi Syariah) Umum Surplus asuransi syariah ditentukan setelah dikurangi reasuransi syariah (takaful), cadangan yang tidak dibagikan dan klaim yang belum dibayar. d. Klaim Provisi merupakan total jumlah taksiran klaim yang berkaitan untuk klaim yang diajukan, tetapi belum dibayar pada tanggal neraca. Setiap perbedaan antara anggaran beban periode berjalan dengan beban pada periode berikutnya ditetapkan atau dipilih waktu penyelesainnya. Cadangan klaim juga diambil dari klaim yang diajukan, tetapi tidak dibayarkan pada tanggal neraca. e. Aktiva Tetap dan Penyusutan Aktiva tetap diakui sejumlah nilai perolehan dikurangi akumulasi pemyusutan. Tanah yang dimiliki tidak disusutkan. Penyusutan aktiva tetap dapat dihitung dengan metode 18

18

Property of : Eka Daswindar garis lurus untuk menghitung biaya aktiva selama taksiran umur manfaat. Tarif dasar tahunan untuk aktiva tetap adalah sebagai berikut : Jenis Aktiva Bangunan Furniture, Peralatan dan Perlengkapan Kendaraan Bermotor f. Pengakuan Pendapatan Pendapatan diakui beradasrkan cash basis. Pendapatan yang tidak terealisasi yang ditangguhkan dan diterima pada periode berikutnya diakui sebagai utang pada neraca. g. Investasi Investasi pada Sertifikat Pemerintahan Malaysia dinyatakan sebesar harga perolehan. Investasi jangka panjang dalam bentuk saham dinyatakan sebesar harga perolehan (nilai investasi setelah dikurangi dengan biaya provisi lainnya) dan untuk investasi jangka pendek dalam bentuk saham dinyatakan dengan metode the lower of cost and market value. h. Zakat Zakat merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh perusahaan (memenuhi prinsip syariah) atas persetujuan Dewan Pengawas Syariah. 5. Metode Akuntansi Asuransi Syariah Operasional asuransi syariah dikenal dalam bentuk bisnis asuransi ada dua dan dikelola dalam tiga jenis pengelolaan, yaitu : 1. Akuntansi Dana Takaful Keluarga Dana takaful (asuransi syariah keluarga) merupakan rekening tersendiri. Yang berkaitan dengan rekening Dana Asuransi Syariah Keluarga : Buku Kas Tagihan Harian Pos Peserta Laporan Retakaful (Reasuransi syariah) Daftar Investasi Daftar Aktiva Tetap Rekonsiliasi Bank 2% 16,7 %– 50 % 25 %

19

a. Pendapatan Terdapat dua jenis pendapatan yang diperoleh dari asuransi takaful keluarga, yaitu : 19

Property of : Eka Daswindar Takaful Installment / Angsuran Takaful Pendapatan diakui berdasarkan cash basis, sehingga installment diakui sebagai pendapatan pada saat diterima dan pada saat effective date. Semua penerimaan pendapatan yang ditangguhakn diakui sebagai utang. Pendapatan dari Investasi Pendapatan dari investasi diakui berdasarkan “cash basis” b. Beban Beban dalam asuransi syariah keluarga terdiri dari : Refund Contribution (pengembalian premi) Retakaful Penyusutan Klaim Kematian Sertifikat Jatuh Tempo Sertifikat Penyerahan Penarikan Sebagian

20

Beban diakui berdasarkan accrual basis c. Laporan Keuangan Laporan keuangan untuk asuransi syariah keluarga disajikan pada laporan keuangan : Neraca Laba Rugi untuk Family Takaful Plans Arus Dana Laba Rugi untuk Group Family Pos Penghasilan

2. Akuntansi Dana Takaful Umum Yang berkaitan dengan akun Takaful Umum adalah sebagai berikut : Buku Kas Tagihan Harian Daftar Retakaful Daftra Investasi Daftar Aktiva Tetap Rekonsiliasi Bank

a. Pendapatan Terdapat dua jenis pendapatan dalam General Takaful Business, yaitu : 20

Property of : Eka Daswindar Premi Takaful Premi asuransi diakui sebagai pendapatan pada saat collection date dan effective date. Pendapatan dari Investasi b. Beban Beban General Takaful : Refund Contribution (pengembalian premi) Retakaful Outwards (pelemparan resiko) Claims admitted and paid (klaim yang disetujui dan dibayar) Levy (pajak / retribusi)

21

c. Laba Laba dari General Takaful Fund diperoleh dari underwriting surplus dan keuntungan investasi dari Dana Takaful. d. Laporan Keuangan Laporan keuangan untuk General Takaful Fund disajikan pada : Neraca Laba Rugi Pos Penghasilan

3. Akuntansi Dana Pemegang Saham Perkiraan akuntansi dana pemilik saham ini terpisah dari dana Takaful (Takaful Fund). Perkiraan dan pemilik saham ini terdiri dari : Buku kas Daftar Dana Pemegang Saham Daftar Aktiva Tetap Skedul Investasi Skedul Pembiayaan Laporan Rekonsiliasi Bank Keuntungan investasi, yaitu keuntungan dari dana takaful keluarga Bagi hasil dari Dana Takaful Keluarga, yaitu keuntungan bagi hasil dari dana takaful keluarga yang diinvestasikan pada bisnis syariah. b. Beban Beban Shareholders Fund terdiri dari : Biaya Pegawai 21

a. Pendapatan Shareholder’s Fund diperoleh dari :

Property of : Eka Daswindar Biaya Pendirian Biaya Administrasi

22

Beban ini diakui sebagai accrual basis c. Laporan untuk pemilik modal disajikan pada laporan keuangan : Neraca Laba Rugi

E. Perbedaan Antara Sistem Akuntansi Asuransi Takaful (syariah) dengan Sistem Akuntansi Asuransi Konvensional. 1. Cash Basis Dalam praktek akuntansi konvensional, premi asuransi diakui sebagi pendapatan, walaupun premi asuransi belum dibayarkan. Termasuk return on investment dan pendapatan lainnya juga diakui sebagai laba. Yang artinya bahwa baik laba yang belum terealisasi maupun yang belum dicatat atau dilaporkan walaupun secara kas belum diterima. Sedangkan dalam praktek akuntansi syariah, angsuran takaful, premi asuransi takaful, dan laba dari investasi benar-benar diakui sebagai pendapatan jika perusahaan asuransi takaful menerimanya secara tunai. 2. Technical Reserve Cadangan teknis merupakan bagian dari premi asuransi yang belum dihasilkan. Dalam sistem akuntansi asuransi syariah, cadangan teknis dihitung dengan menggunakan metode 1/365 hari. Premi akan diakui sebagai pendapatan setelah ditentukan menurut jumlah hari yang sebenarnya selama periode akunatansi dan masa perjanjian kontrak. 3. Beban Retakaful Dalam praktek asuransi konvensiona, beban retakaful selama masa perjanjian diakui sebagai asuransi awal yang dicover. Praktek akuntansi ini sesuai dengan standar yang diterima, yaitu penandingan pendapatan dengan beban yang terjadi pada periode berjalan. Sedangkan pada asuransi syariah, beban retakaful diakui sebagai utang sampai angsuran atau premi takaful dibayar oleh peserta. Akan tetapi beban retakaful ini akan diakui sebagai pendapatan jika seluruh premi dibayar lebih awal oleh peserta. 4. Surplus Takaful Keluarga Hanya laba dari dana investasi takaful keluarga yang dibagikan antara peserta dan perusahaan takaful sesuai dengan perjanjian. Setelah dikurangi bagian keuntungan bagi

22

Property of : Eka Daswindar perusahaan, sisa dari keuntungan merupakan pendapatan bagi peserta takaful yang dikreditkan pada rekening peserta. Dalam asuransi konvensonal surplus dari investasi ditransfer ke pemegang saham sebagai pendapatan, tetapi ditakaful, perusahaan tidak berhak untuk mengakui surplus ini sebagai pendapatan. 5. Surplus dari Takaful Umum Laba dari takaful umum dibagikan berdasarkan rasio pembagian keuntungan yang telah disepakati antara perusahaan dan peserta takaful. Keuntungan dibayarkan jika peserta takaful masih terikat perjanjian / kontrak. Jika kerugian terjadi pada takaful umum, kerugian ditanggunng oleh peserta. Secara jelas perbedaan antara sistem akuntansi asuransi konvensional dengan sistem akuntansi syariah disajikan pada table dibawah ini : No. Akuntansi Asuransi Konvensional 1 pendapatan 2 Beban meskipun selama Akuntansi Asuransi Syariah

23

Premi asuransi diakui sebagai Premi asuransi benar-benar diakui sebagai premi pendapatan jika diterima secara tunai masa Beban retakaful diakui sebagai utang sampai beban retakaful diakui sebagai pendapatan jika premi dibayar lebih awal asuransi belum dibayarkan retakaful perjanjian diakui sebagai asuransi angsuran atau premi takaful dibayarkan. Dan awal yang dicover.

3

Dana asuransi yang terhimpun Dana asuransi takaful yang terhimpun dikelola dikelola untuk kepentingan bisnis dengan konsep Mudharabah perusahaan dengan keuntungan yang dinikmati oleh perusahaan dan pemegang saham

4

Laba

atau

surplus

investasi Laba investasi dari dana takaful keluarga yang terhimpun dibagikan kepada peserta takaful keluarga dan perusahaan tidak berhak mengakui surplus ini sebagai pendapatan

ditransfer ke pemegang saham

5

Keuntungan yang didapatkan oleh Ada pembagian keuntungan / berdasarkan ratio perusahaan asuransi merupakan yang disepakati dalam perjanjian laba perusahaan

23

Property of : Eka Daswindar

24

24

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->