P. 1
Sm4002 Analisis Komparasi Kinerja Keuangan Antara

Sm4002 Analisis Komparasi Kinerja Keuangan Antara

|Views: 38|Likes:
Published by Ayu Agung YuniaRi

More info:

Published by: Ayu Agung YuniaRi on Oct 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2011

pdf

text

original

ANALISIS KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA PT. BANK SYARIAH MANDIRI DAN PT.

BANK RAKYAT INDONESIA Periode 1999-2001

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi Syarat guna memperoleh gelar Sarjana Program Studi Keuangan dan Perbankan Syari’ah pada Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta-SEM Institute

Oleh : Nama NIM : ISNA RAHMAWATI : 30.07.5.3.087

JURUSAN EKONOMI ISLAM STAIN SURAKARTA SEM INSTITUTE YOGYAKARTA
2008

2

ANALISIS KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA P.T BANK SYARIAH MANDIRI DAN P.T BANK RAKYAT INDONESIA Periode 1999-2001

Skripsi

Diajukan untuk memenuhi Syarat guna memperoleh gelar Sarjana

Oleh Isna Rahmawati

Pembimbing Pertama

Pembimbing Kedua

Zeni Ihsan, S.TP.,MM

Sugeng widodo, SE

3

Motto Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap (Q.S Alam Nasyrah : 6-8) Tak ada satupun di dunia ini yang tidak mungkin bila disertai keyakinan, sebagian akan menjadi mungkin terjadi jika berfikir mungkin. Berdo’alah dan percaya. Kemajuan diperoleh bukan dari keberhasilan, Melainkan dari kegagalan demi kegagalan. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. (Q.S Al-Baqarah : 216)

yang tak pernah bosan mendo’akan di setiap gerak anak-anaknya. Dana. Yang selalu memberikan motivasi dan do’a Moga menjadi anak yang saleh dan shalekha. Risa. dan Zikri. dan Ibuku Siti Aminah yang tercinta yang selalu melimpahkan samudera kasih sayang. Adik-adikku tersayang: Amri. Bapakku Iskandar.4 Persembahan Karya Kecil ini kupersembahkan untuk : Persembahan yang tertinggi hanyalah kepada Allah SWT. . Fika. yang telah memberikan kemudahan dan keringanan langkah hingga padaNyalah segalanya bergantung.

. dan memberikan canda tawa disaat suka dan duka. yang selalu membantuku dalam kesusahan.5 Thanks to : Bapak Drs. makasih atas semua bantuannya dan maaf ya selama ini aku sering ngerepotin. Pak Marsono. Temen2ku. dan Ibu. Semoga sukses selalu. K’ juli. Pipit. Ari dan gita.. dan Ilham selaku ”keluargaku” yang kedua di Yogyakarta. Temen-temen Keuangan dan Perbankan Syari”ah . M’Sulis.. Hartini.atas bantuan dan kesabarannya. Makaci to smuanya. dan kasihsayangnya. Keluarga besar di Aceh & Kebumen Bg Ariel. Ryan. Rusman. dll. M’Inti N karyawan STAIN Yogya Terimakasih.. Putri. Makasih atas kebersamaanya. yang selalu membantu. Temen2ku di Pulau Seberang. Terimakasih atas segala kesabaran. Semoga amal baik yang telah mereka lakukan mendapatkan ridho dan balasan dari Allah SWT. M’Rusi. . Mba’ Hana dan Mba’ Krisna. K’lilis. Mba’-mba’ku di Yogya.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis tak luput dari berbagai kesulitan. pengikutnya serta pertolongan beliau hingga keakhir jaman. 2.T BANK RAKYAT INDONESIA PERIODE 1999-2001”. Alhamdulillah. Maka sudah sepantasnyalah apabila pada kesempatan ini penulis mengucapkan rasa terima kasih yang tulus kepada : 1. sahabat. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk melengkapi salah satu syarat dalam memperoleh gelar sarjana pada Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta-SEM Institute Program Studi Keuangan dan Perbankan Syari’ah. Prof. Bapak Ibu dan adik-adikku di rumah yang selalu mendukung dan mendo’akan keberhasilanku. 3. selaku ketua STAIN Surakarta.6 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr. Usman Abu Bakar. keadaan ini semata-mata karena keterbatasan kemampuan yang ada pada diri penulis.A. . keluarga. penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan petunjuk kepada penulis. baik secara langsung maupun tidak langsung. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. Dr.T BANK SYARIAH MANDIRI DAN P. sehingga penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kemajuan kita bersama. untuk itu penulis menyadari bahwa dalam penulisan dan penyajian skripsi ini masih jauh dari sempurna.wb Maha Suci Allah yang telah mentakdirkan kita hidup di dunia. penulis banyak memperoleh bantuan dan dorongan moril maupun bimbingan dari berbagai pihak. M. H. Segala puji bagiNya yang telah mengijinkan kita untuk menghirup segarnya kehidupan bumi. Dalam mewujudkan skripsi ini. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul ”ANALISA KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA P. Allah swt atas rahmat dan hidayah-Nya.

selaku Dosen Pembimbing II. terimakasih atas segala bimbingan serta kesabarannya dari awal sampai akhir penulisan skripsi ini. penulis berharap semoga amal baik yang telah mereka lakukan mendapatkan ridho dan balasan dari Allah SWT.. selaku Ketua Program Studi Keuangan dan Perbankan Syari’ah. 5. Akhirnya. 6.7 4. serta selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semuanya. MM. Semua pihak yang membantu terselesaikannya skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. STP. 8.wb Yogyakarta. Wassalamu’alaikum wr. Zeni Ihsan. Ir. 7. MM selaku Ketua Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta − SEM Institute.. Amin. Ir. Februari 2008 Penulis . dan Dosen Pembimbing I. Ismail Yusanto. Sugeng Widodo. terimakasih atas segala bimbingan dan kesabarannya. SE. Semoga Allah menjadikan skripsi ini sebagai pendorong bagi dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan. Amin. Pimpinan dan Staff Bank Indonesia Cabang Yogyakarta yang telah memberikan izin untuk mengadakan penelitian.

......................12 G...................................................................................................20 ................................................................................................................v KATA PENGANTAR............................................................. Manfaat Penelitian ................................12 F...............................................................................................ii HALAMAN PENGESAHAN UJIAN..............................................xv ABSTRAKSI.................................................................................................................... Sistematika Penulisan ........9 D..................................................... Metode Penelitian ...............................................1 A.... Tujuan Penelitian .....................................8 C...........xiv DAFTAR LAMPIRAN .........vii DAFTAR ISI.................ix DAFTAR TABEL........................................................................................................................................................1 B.....................................................................iv HALAMAN PERSEMBAHAN................................................................................................................................................................................................................10 E..............................................iii HALAMAN MOTTO......................................................8 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ....................xvi BAB I PENDAHULUAN...............................................................i HALAMAN PENGESAHAN ...........................xii DAFTAR GAMBAR...................................... Rumusan Masalah ................................................................................................ Latar Belakang ................................................................... Batasan Masalah ................

.............................................................................43 E.............................. Penggunaan Rasio dalam Analisa Keuangan ........................34 5............................... Gambaran Umum PT....................... Analisis Laporan keuangan ............................... Kinerja Keuangan ............59 3...................... Komponen Laporan Keuangan ...................22 B..............................................................................60 4...........................41 C......................................................................31 3....................39 9. Laporan Keuangan ...22 A...................... Pengertian ................................... Perbankan Konvensional ......................................................... Tujuan Analisis Keuangan ......72 .................................................................................................57 1................... Pihak-pihak Pemakai Laporan Keuangan ..........30 1................................................. Tujuan Laporan Keuangan ..36 7..... Struktur Organisasi ................................................................30 2........................................................................... Perbankan Syari’ah ................................................................................................................ Sejarah ............49 BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN...............55 A.......................... Sifat Laporan Keuangan .................................57 2........................39 8.......9 BAB II LANDASAN TEORI.............................32 4.................42 D.................................... Kinerja Keuangan ................................................................................. Produk-produk ............................................................................................. Visi dan Misi . Metode Analisis .62 5............... Bank Syari’ah Mandiri ..................... Fungsi Laporan Keuangan ....................35 6........... Pengertian Laporan Keuangan ...40 10..................

..................................................................................................76 4..................... Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia..............................................133 B...................................... PT................ Bank Rakyat Indonesia ............................. Saran ...................76 3........................................................................83 1...........................73 2....................................................81 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN .......... Sejarah ...............................................................................................77 5.....................................73 1...............................................98 C.......................... Visi dan Misi ........... Produk-produk .....119 BAB V PENUTUP ..................82 A........................... Struktur Organisasi .......................... Kesimpulan .84 2...................................................... Deskripsi Data .... Kinerja Keuangan ..........................................114 D......................................................... PT.............................. Bank Rakyat Indonesia ...........................................................................................10 B............................ Analisis Rasio Keuangan ....................... Pembahasan ........................................82 B.........136 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ........ .......................133 A................ Gambaran Umum PT...................... Bank Syari’ah Mandiri ........

.............................................................................82 Tabel 4 Data Keuangan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 .…107 Tabel 18 Pertumbuhan Rasio Rentabilitas Bank Rakyat Indonesia ……..........….......99 Tabel 14 Pertumbuhan Rasio Likuiditas Bank Rakyat Indonesia ……………............................83 Tabel 5 Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri .....103 Tabel 16 Pertumbuhan Rasio Solvabilitas Bank Rakyat Indonesia …………......................87 Tabel 7 Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri .................89 Tabel 8 Pertumbuhan Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri ......................110 Tabel 20 Pertumbuhan Rasio Efisiensi Bank Rakyat Indonesia ……….................94 Tabel 11 Rasio Efesiensi Bank Syari’ah Mandiri ........11 DAFTAR TABEL Tabel 1 Perbedaan Antara Bunga dan Bagi Hasil ..........91 Tabel 9 Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri ................84 Tabel 6 Pertumbuhan Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri ...........................................................................................….………...114 .......92 Tabel 10 Pertumbuhan Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri ..…........................95 Tabel 12 Pertumbuhan Rasio Efesiensi Bank Syari’ah Mandiri ..............106 Tabel 17 Rasio Rentabilitas Bank Rakyat Indonesia …………...............54 Tabel 2 Perbandingan Antara Bank Syari’ah dan Bank Konvensional ....………....................…113 Tabel 21 Perbandingan Rasio Likuiditas Antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia ....……..........……109 Tabel 19 Rasio Efisiensi Bank Rakyat Indonesia …………………................................102 Tabel 15 Rasio Solvabilitas Bank Rakyat Indonesia ………………...........97 Tabel 13 Rasio Likuiditas Bank Rakyat Indonesia …………………....56 Tabel 3 Data Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 ...........…............

..............122 Tabel 27 Rekapitulasi Perbandingan Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia ........................125 Tabel 28 Nilai Standar Tingkat Kesehatan Bank Indonesia ................................120 Rekapitulasi Rasio Keuangan Bank Rakyat Indonesia .........................................................................12 Tabel 22 Perbandingan Rasio Solvabilitas Antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia .......130 .............................................116 Tabel 23 Perbandingan Rasio Rentabilitas Antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia .............................117 Tabel 24 Perbandingan Rasio Efisiensi Antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia .....118 Tabel 25 Tabel 26 Rekapitulasi Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri ........................................................................................................

........................61 Gambar 2 Struktur Organisasi Bank Rakyat Indonesia .....................13 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Struktur Organisasi Bank Syari’ah Mandiri ........77 DAFTAR LAMPIRAN .............................

Perhitungan Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Lampiran F. Neraca Bank Rakyat Indonesia Lampiran D. dan mendapatkan bukti empiris tentang perbedaan kinerja keuangan antara PT. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Perhitungan Rasio Keuangan Bank Rakyat Indonesia ABTRAKSI PT. Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999- .14 Lampiran A. Laporan Laba Rugi Bank Syari’ah Mandiri Lampiran C. Neraca Bank Syari’ah Mandiri Lampiran B. Laporan Laba Rugi Bank Rakyat Indonesia Lampiran E. Bank Syari’ah Mandiri sebagai salah satu lembaga perbankan syari’ah yang telah berkontribusi penting terutama bagi pengusaha kecil diharapkan dapat bersaing dengan perbankan konvensional.

solvabilitas. kurang profitabel dan kurang efisien. solvabilitas. Sedangkan Kinerja keuangan PT. Bank Syari’ah Mandiri. profitabel. tetapi cukup solvabel. PT. dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid. dan efisiensi. Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. Penelitian ini merupakan penelitian Deskripsi. Kinerja keuangan PT. solvabilitas. dan efisiensi selama periode 2000-2001 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid. dan efisiensi pada tahun 2000 tergolong sebagai bank umum likuid. unsolvable. tetapi cukup efisien. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis rasio keuangan (financial ratio analysis). dan efisien. rentabilitas. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. Sementara kinerja keuangan PT.15 2001. dan kurang efisien. kinerja keuangan PT. rentabilitas. dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum likuid. rentabilitas. solvabilitas. kurang profitabel. rentabilitas. . kurang solvabel dan profitabel. unsolvable. solvabilitas. rentabilitas. PT. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dari perusahaan yang diperoleh dari Direktori Perbankan Indonesia di Bank Indonesia. Sedangkan pada tahun 2001. dan efisiensi tergolong sebagai bank umum likuid. Bank Rakyat . Kata kunci : Rasio keuangan. profitabel. solvabel. rentabilitas. solvabilitas.Indonesia. yaitu likuiditas. dan efisien. Sementara kinerja keuangan PT. Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas.

kondisi politik dalam negeri yang . meningkatnya konflik-konflik sosio-politik. Perbankan sebagai sebuah lembaga yang berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat pada akhirnya akan memiliki peranan yang strategis untuk mendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Salah satu sarana yang mempunyai peranan strategis dalam kegiatan perekonomian adalah Perbankan. pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional hidup rakyat banyak. Latar Belakang Masalah Peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan program pembangunan. yaitu sebagai suatu wahana yang dapat menghimpun dan menyalurkan masyarakat secara efektif dan efesien. serta tingginya tingkat kearah peningkatan taraf pelanggaran hak asasi manusia. Meningkatkan kualitas hidup antara lain diwujudkan dengan meningkatkan pendapatan melalui berbagai kegiatan perekonomian. Selain itu. Peran strategis tersebut terutama disebabkan oleh fungsi utama perbankan sebagai financial intermediary. Krisis ekonomi dan moneter yang berlangsung pada pertengahan tahun 1997 memberikan dampak nyata pada kehidupan masyarakat.16 BAB I PENDAHULUAN A. Hal ini ditandai dengan terpuruknya sektor-sektor penggerak perekonomian. yakni dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.

aktivitas keuangan dan perbankan merupakan suatu wahana bagi masyarakat untuk membawanya kepada pelaksanaan ajaran Al-Qur’an yaitu prinsip At-Ta’awun (saling membantu dan bekerja sama diantara anggota masyarakat untuk kebaikan) dan prinsip menghindari Al-Iktinaz (menahan dan membiarkan dana menganggur dan tidak digunakan untuk aktivitas atau transaksi yang lebih bermanfaat). sehingga sangat berpengaruh pada likuiditas hampir semua bank di Indonesia. terutama karena kredit macet perusahaan-perusahaan besar.bi.0 %/tahun. 1Masalah lain yang lain yang muncul pada periode pasca-krisis ekonomi dan moneter adalah terpuruknya citra sektor perbankan. Dalam pandangan Islam. serta keamanan internasional pasca-Perang Irak yang cenderung tidak stabil. 1 BI. yang semakin sulit untuk mendapatkan kembali kepercayaan penuh dari masyarakat. . juga berpengaruh pada perkembangan pembangunan di Indonesia.id. Jika pada periode 1996-1998 kinerja sektor perbankan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 29. maka pada tahun 1999 telah terjadi penurunan nilai kredit sebesar 53.go. Hal tersebut sangat berdampak negatif terhadap kinerja perbankan nasional.17 menghangat sebagai persiapan Pemilihan Umum di tahun 2004. Dengan demikian.8 % dari nilai kredit pada tahun sebelumnya. http ://www. diperlukan berbagai terobosan baru di bidang perbankan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian Indonesia.

”Teknik Perhitungan Bagi Hasil dan Profit Margin pada Bank Syari’ah”. ”Perbankan Syari’ah Masa Depan”.. Senayan Abadi Publishing. 3Dalam sistem operasionalnya. Yogyakarta. UII Press. 2004. yakni adanya larangan pengambilan bunga. Hal inilah yang menjadi perbedaan pokok antara perbankan syari’ah dengan perbankan konvensional. 2003. 3 Iman Hilman. selisih antara besarnya bunga yang dikenakan kepada para peminjam dana dengan imbalan bunga yang diberikan kepada nasabah penyimpan merupakan sumber keuntungan terbesar. Muhamad. Salah satu fungsi utama perbankan sebagai lembaga intermediasi adalah menerima simpanan dari nasabah yang kelebihan dana. et al.2 Bank syari’ah yang memiliki filosofi utama kemitraan dan kebersamaan (sharing) dalam profit dan risk diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat terhadap layanan jasa perbankan yang sesuai dengan prinsip syari’ah. 2 . yaitu digunakannya standar moral islami dalam kegiatan usahanya. 1. dimana azas keadilan dan kemanfaatan bagi seluruh umat mampu mendorong terciptanya sinergi yang sangat bermanfaat bagi bank dan nasabahnya. Bagi perbankan konvensional. Selain itu. dan meminjamkan kepada nasabah lain yang membutuhkan dana. Hal. baik bank maupun debiturnya. perbankan syari’ah pada dasarnya memiliki comparative advantage yang tidak dapat tersaingi sistem konvensional. penerapan prinsip bagi hasil sebagai salah satu prinsip pokok dalam kegiatan perbankan syari’ah juga akan menumbuhkan rasa tanggungjawab pada masing-masing pihak.18 Bank syari’ah lahir sebagai salah satu solusi alternatif terhadap persoalan pertentangan antara bunga bank dengan riba. Jakarta.

operasional perbankan syari’ah didasarkan pada Undang-Undang No. Hal. Keberadaan bank-bank syari’ah.045 miliar (74. pertumbuhan kinerja perbankan syari’ah meningkat dari Rp 479 miliar menjadi Rp 4. Dengan sistem perbankan yang berlaku pada periode krisis di atas. 4 Dengan diterapkannya sistem perbankan syari’ah yang berdampingan dengan sistem perbankan konvensional. Gema Insani Press. 2001. Bank Muamalat Indonesia Tbk (PT.10 tahun 1998. Selain itu. 4 . terutama dari segmen masyarakat yang selama ini belum tersentuh oleh sistem perbankan konvensional. dana dari pihak ketiga yang dikelola oleh perbankan syari’ah juga meningkat dari Rp 440 Muhammad Syafi’i Antonio. Setijawan dan Siregar (2003) mengungkapkan bahwa antara tahun 1998 hingga akhir tahun 2002.6 % /tahun). mobilisasi dana masyarakat juga dapat dilakukan secara lebih luas.7 tahun 1992 tentang Perbankan yang kemudian diperbaharui dalam Undang-Undang No. bank syari’ah mendapatkan kesempatan yang sama dengan bank konvensional untuk melakukan kegiatan operasionalnya dalam dunia perbankan.19 Kegiatan operasional perbankan syari’ah di Indonesia dimulai pada tahun 1992 melalui pendirian PT. BMI) atau 4 tahun setelah Pakto 88. merupakan suatu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat beragam. Dengan kekuatan hukum ini. Jakarta. ”Bank Syari’ah dari Teori ke Praktek”. 226. ternyata hanya sistem perbankan syari’ah yang mampu bertahan dalam menghadapi permasalahan biaya pendanaan yang cukup tinggi. Secara hukum. baik yang beroperasi secara stand-alone maupun sebagai unit-unit operasional dari bank-bank konvensional.

Alat yang biasa yang digunakan untuk 5 6 Iman Hilman. Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai sehat tidaknya. Mizan. Bandung. Hal. Hernanto. diantaranya aspek manajemen. sumber daya manusia.. . maka pada akhir tahun 2002 telah terdapat 2 bank umum syari’ah.276 miliar. 1999. atau kemungkinan berkembang tidaknya suatu perbankan. sehingga rata-rata kecepatan penyaluran dana bank syari’ah ke sektor produksi berkisar antara 112-113 %. et al. Op Cit. yaitu Bank Muamalat. 6 Unit Usaha Syari’ah dari bank umum konvensional.20 miliar menjadi Rp 3. ”Panduan Akuntansi Syari’ah”. Widodo. Kinerja keuangan tersebut dapat diketahui dengan menghitung rasio-rasio keuangan sehingga dapat diukur prestasi suatu perbankan.5 Perbankan sebagai salah satu bidang usaha yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan perekonomian suatu negara (Agent of Development) diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. 58. Informasi dari laporan keuangan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi. baik oleh pihak manajemen maupun pihak eksternal. 6 Sukses tidaknya suatu perbankan dipengaruhi oleh banyak aspek. pemasaran. 136. Perkembangan perbankan syari’ah yang dinilai cukup berhasil tersebut juga berdampak positif terhadap perkembangan jumlah perbankan yang menerapkan sistem syari’ah. Hal. Laporan keuangan pada perbankan dapat menunjukkan kinerja yang telah dicapai perbankan pada suatu waktu. serta 83 Bank Perkreditan Rakyat Syari’ah (BPRS). Jika pada tahun 1998 hanya terdapat sebuah bank syari’ah. dan kondisi keuangan yang dimilikinya.

2002. banking ratio. Hal. Faisal. Ekonisia. . ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. rentabilitas. ”Analisa Laporan Keuangan”.7 . dan operating ratio. UMM Press. 81-87. Martono. Liberty. 2003. Yogyakarta. dan gross profit margin (GPM). solvabilitas. Sementara rasio efesiensi usaha dapat diketahui dengan menghitung leverage multipler ratio. Rasio keuangan untuk mengukur solvabilitas bank dapat diketahui dengan menghitung capital adequacy ratio (CAR). ”Manajemen Perbankan”. 9 Munawir. Malang. maka setiap lembaga perbankan harus membuat laporan hasil kinerja keuangan berdasarkan ketentuan-ketentuan 7 8 Abdullah. return on equity (ROE). Analisis rasio ini merupakan teknis analisis untuk mengetahui hubungan antara pos-pos tertentu dalam neraca maupun laporan rugi laba bank secara individual maupun secara bersama-sama. Rasio Rentabilitas dapat diketahui dengan menghitung return on assets (ROA). primary ratio. Aspek likuiditas yang dipakai dalam rasio perbankan dapat diketahui dengan menghitung quick ratio. 2002. dan capital ratio. M. assets utillization ratio (AUR). Hal. analisis rasio juga membantu manajemen dalam memahami apa yang sebenarnya terjadi pada perbankan berdasarkan suatu informasi laporan keuangan baik dengan perbandingan rasio-rasio sekarang dengan yang lalu dan yang akan datang pada internal perbankan maupun perbandingan rasio perbankan dengan perbankan yang lainnya atau dengan rata-rata industri pada saat titik yang sama/perbandingan eksternal. dan loan to asset ratio.21 mengetahui kinerja tersebut adalah dengan menggunakan analisis rasio. dan operasi/efesiensi usaha. Yogyakarta. 57.8 Selain itu.9 Oleh karena kegiatannya menyangkut uang masyarakat dan kepercayaan yang diberikan. yakni rasio likuiditas.

dari laporan hasil kinerja keuangan masing-masing dapat menentukan besarnya pajak serta dapat menilai kinerja suatu bank. apabila kinerja bank tersebut buruk maka pemilik dana tidak akan berminat untuk menitipkan uangnya pada bank tersebut. mengukur tingkat biaya dari berbagai aktivitas. Selain itu. dan Bank indonesia. Direksi. Analisis kinerja keuangan ini penting dilakukan sebagai dasar pengambilan keputusan manajemen lembaga agar tujuan serta sasaran yang diharapkan dapat tercapai Perbedaan mendasar antara sistem konvensional dan syari’ah adalah prinsip operasionalnya berdasarkan bunga dan bagi hasil. Ketiga. Perbedaan sistem ini membawa konsekuensi yang berbeda pula dalam perolehan manfaat secara ekonomi. Pemerintah. Laporan tersebut dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. serta derajat keuntungan yang dapat dicapai. Dewan Komisaris melalui laporan keuangan dapat menilai prestasi kerja direksi. dan menilai kemungkinan hasil-hasil yang akan datang dan keuntungan yang akan diterima. Kinerja yang baik akan sangat berpengaruh pada para pemilik dana untuk menitipkan uangnya pada bank tersebut. serta kebonafitan pengelolaan bank yang bersangkutan. hasil lebih mudah . diantaranya yaitu : pertama.22 dari Bank Indonesia selaku pengawas perbankan di Indonesia. Sebaliknya. laporan hal kinerja keuangan pada periode-periode yang lalu membantu penyusunan rencana-rencana serta kebijakan-kebijakan yang lebih baik dan tepat. Kedua. Dalam sistem konvensional. dapat mempertanggungjawabkan kepercayaan yang diberikan.

maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Rumusan Masalah Berdasarkan pada uraian latarbelakang diatas.23 diperkirakan dan lebih mudah tampak hasilnya. BANK RAKYAT INDONESIA”. Bank syari’ah Mandiri dilihat dari rasio likuiditas. karena sistem bunga menerapkan perhitungan di muka dan tanpa memperhatikan proses pemanfaatan dana. B. Bank Syari’ah Mandiri sebagai bank umum syari’ah pertama yang kegiatan usahanya menjalankan prinsip syari’ah. Bagaimana kinerja keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia sebagai bank yang kegiatan usahanya secara konvensional. Akan tetapi. dan PT. maka penulis ingin melakukan penelitian dengan mengambil judul : ”ANALISA KOMPARASI KINERJA KEUANGAN ANTARA PT. Instrumen yang diterapkan adalah sistem bagi hasil usaha yang diarahkan langsung kepada sektor investasi yang di dalamnya tersirat keadilan berupa pembagian resiko. BANK SYARIAH MANDIRI DAN PT. sistem tingkat bunga tidak digunakan. dan efisiensi selama periode 1999-2001 ? . manfaat ini sebenarnya bersifat semu karena di dalamnya tidak tersirat aspek keadilan berupa pembagian resiko. solvabilitas. Dalam konsep bank syari’ah. Untuk mengetahui keberhasilan PT. rentabilitas.

yakni hanya dengan menghitung quick ratio. Rasio keuangan untuk mengukur solvabilitas P. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan rugi laba sejak periode 19992001. assets utillization ratio (AUR) dan operating ratio dari tahun 1999-2001. Sementara rasio efisiensi usaha hanya dengan menghitung leverage multipler ratio. Rasio rentabilitas dengan menghitung return on asset (ROA). Analisis internal dan eksternal terhadap PT. maka dilakukan analisis internal dan eksternal. Untuk mengetahui pertumbuhan kinerja keuangan PT. banking ratio dan loan to assets ratio. primary ratio dan capital ratio.T Bank Syari’ah Mandiri hanya dengan menghitung capital adequacy ratio (CAR).24 2. dan efisiensi selama periode 1999-2001 ? 3. Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 ? C. . Bagaimana perbandingan kinerja keuangan PT. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio likuiditas. keilmuan.T Bank Syari’ah Mandiri yang terdiri dari rasio likuiditas. dan kemampuan penulis. maka penulis membatasi masalah pada aspek keuangan P. Bagaimana kinerja keuangan PT. Batasan Masalah Mengingat adanya keterbatasan waktu. rentabilitas. return on equity (ROE) dan gross profit margin (GPM). solvabilitas. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Bank Syari’ah Mandiri dilakukan dari tahun 1999-2001. Bank Syari’ah Mandiri.

25

Pemilihan P.T Bank Rakyat Indonesia sebagai pembanding kinerja keuangan P.T Bank Syari’ah Mandiri didasarkan pada alasan karena : (1) P.T Bank Rakyat Indonesia merupakan bank konvensional pertama di Indonesia; dan (2) P.T Bank Rakyat Indonesia tergolong dalam kelompok bank yang sama dengan P.T Bank Syari’ah Mandiri, yaitu sebagai bank umum milik pemerintah.

D.

Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan batasan masalah yang dipaparkan diatas maka tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti, dan mendapatkan bukti empiris tentang perbedaan kinerja keuangan antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dengan melihat dari rasio keuangannya, yakni yang mencakup pada rasio Likuiditas, Solvabilitas, Rentabilitas dan Efisiensi. Tujuan penelitian ini juga dapat dilihat dari pihak yang berkepentingan misalnya sebagai berikut : 1. Pimpinan Bank Analisa laporan keuangan oleh pimpinan bank dipergunakan untuk mengukur apakah bank telah beroperasi secara efektif dan efesien untuk menilai dimana letak kelemahan dan kekuatan suatu bank, yang mana hal ini akan digunakan untuk menyusun rencana kebijaksanaan operasi pada masa yang akan datang. 2. Kreditur

26

Analisa laporan keuangan oleh kreditur akan digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam membayar hutang-hutang jangka panjangnya. Oleh karena itu dalam analisa keuangan akan lebih banyak dikonsentrasikan pada ikhtisar rugi dan laba. 3. Penanam Modal Analisa laporan keuangan oleh penanam modal akan digunakan untuk mengambil keputusan apakah mereka akan menanam modalnya pada bank tersebut, menjual saham yang telah dimiliki atau tetap menahannya. 4. Pemerintah Analisa laporan keuangan oleh pemerintah akan digunakan untuk menetapkan pajak-pajak, statistik dan perkembangan perekonomian. 5. Karyawan Analisa laporan keuangan oleh karyawan akan digunakan untuk meminta pertimbangan kepada pengurus bank tentang kemungkinan kenaikan gaji, bonus dan lain-lainnya. 6. Pembina/Pemeriksa Bank Analisa Laporan keuangan oleh pembina/pemeriksa akan digunakan untuk membuat rencana pemeriksaan dan sebagai dasar untuk mendiskusikan laporan hasil pemeriksaan.

27

E.

Manfaat Penelitian Penulis berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat atau kegunaan bagi semua. Manfaat yang dapat diperoleh antara lain : 1. Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan penulis khususnya mengenai analisis kinerja keuangan dengan menggunakan analisis rasio-rasio keuangan sesuai yang telah diperoleh dibangku kuliah. 2. Bagi JEI-STAIN Surakarta Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menambah literatur serta referensi yang dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi mahasiswa yang akan mengambil permasalahan serupa. 3. Bagi Pihak Lain Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menambah khasanah keilmuan dan referensi yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi yang berkaitan dengan kinerja keuangan bank.

F.

Metodologi Penelitian Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : 1. Waktu Pelaksanaan penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama bulan November 2007 sampai dengan selesai, dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari Perpustakaan Bank Indonesia Cabang Yogyakarta dan internet.

12 4. Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada. yaitu penelitian terhadap fenomena atau populasi tertentu yang diproses peneliti dari subyek berupa individu. Yogyakarta. Hal. 13 Iqbal Hasan. yaitu suatu penelitian yang bersifat membandingkan. kepustakaan. dan sebagainya. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. publikasi pemerintah. penelitian ini tergolong penelitian komparatif. organisasional industri atau perspektif yang lain. 1997. ”Manajemen Perbankan Untuk Akuntansi dan Manajemen”. Hal. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif. laporan keuangan perusahaan. Hal. Jakarta.13 Data ini biasanya diperoleh dari perpustakaan atau dari laporan-laporan penelitian terdahulu. 11. Bank Syari’ah Mandiri dan PT.10 Menurut tingkat eksplanasinya. 3. 2006. BPFE. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Alvabeta. Bank Rakyat Indonesia. 11 Sugiyono. Misalnya data statistik.28 2. Bandung.11 Penelitian ini mengacu pada data berupa angka-angka sehingga dikategorikan dalam penelitian yang bersifat kuantitatif. Bumi Aksara. Objek Penelitian Penelitian dilakukan dengan mengambil objek dari PT. 19) 10 . 2005. Nur dan Bambang Supomo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Publikasi Bank Indrianto. 12 Ibid. 14. Studi ini dimaksudkan untuk menjelaskan karakteristik fenomena atau masalah yang ada. Metode Penelitian Bisnis.

Analisis . analisa laporan keuangan. b. dan sebagainya yang berkaitan dengan penelitian ini. Analisis rasio keuangan berkaitan dengan penilaian kinerja perusahaan/bank. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio keuangan (financial ratio analysis). 6. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Studi Pustaka Studi ini dilakukan untuk memperoleh landasan teori yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. metode yang dimaksud adalah: a. Laporan Perusahaan Pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan melihat dan mencatat data yang bersumber dari Laporan Publikasi Perbankan Indonesia di Bank Indonesia dan internet. majalah-majalah ilmiah maupun tulisan-tulisan lainnya yang berhubungan dengan kinerja keuangan. hasil penelitian.29 Indonesia dan referensi lain dari jurnal. 5. dasar-dasar teoritis ini diperoleh dari literatur-literatur. dan sejarah perkembangan PT. Analisis ini didasarkan pada data yang bersifat kuantitatif yaitu data berupa angka-angka yang terdapat pada laporan keuangan perusahaan. internet. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan metode sesuai dengan data yang diperlukan. Bank Rakyat Indonesia.

”Analisa Laporan Keuangan Untuk Perbankan”. dan Loan to assets ratio. Teguh Pudjo.30 rasio keuangan yang digunakan adalah likuiditas. Menghitung dan menganalisis laporan keuangan perusahaanperusahaan perbankan dengan menggunakan alat rasio keuangan likuiditas. a. 67 − 69. aktiva valuta asing. Hal. dan tabungan. solvabilitas. Formulasi dari masing-masing rasio tersebut adalah14 : Cash Assets 1) Quick Ratio = Total Deposit Cash assets (aset likuid) terdiri dari giro pada Bank Indonesia. dan dana pihak ketiga yang terdiri dari deposito. 14 . pinjaman berjangka. 1992. rentabilitas. Djambatan. Banking ratio. Total Loan 2) Banking Ratio = Total Deposit Muljono. Melakukan analisis rasio likuiditas yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan-perusahaan perbankan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang diukur melalui Quick ratio. Jakarta. rentabilitas. Langkah-langkah analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. solvabilitas. giro pada bank lain. dan efesiensi. dan efesiensi.

dan Capital ratio. Total loan merupakan total kredit yang diberikan bank. dan cadangan (debitur dubius). Melakukan analisis rasio solvabilitas yang bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan-perusahaan perbankan dalam membayar kewajiban jangka panjang yang diukur melalui Capital adequacy ratio (CAR). Equity Capital 2) Primary Ratio = Total Assets . b. sedangkan Securities menunjukkan surat-surat berharga yang dimiliki bank. Formulasi dari masing-masing rasio tersebut adalah sebagai berikut : Equity Capital – Fixed Assets 1) CAR = Total Loan + Securities Equity capital merupakan modal sendiri yang dimiliki bank untuk menjalankan operasionalisasinya. Total Loans 3) Loan to Assets Ratio = Total Assets Jumlah kekayaan total aktiva adalah yang diperoleh bank untuk melakukan aktivitasnya.31 Kredit yang diberikan (total loan) antara lain pinjaman pada Bank Indonesia. Primary ratio.

BPFE. Profit Planning&Control”. dan Gross profit margin. Return on equity (ROE). “Bank Budgeting. Melakukan analisis rentabilitas yang bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan-perusahaan perbankan untuk menghasilkan laba dengan jumlah modal yang dimiliki yang diukur melalui Return on assets (ROA). c. 1996. Laba Tahun Berjalan 2) ROE = Total Equity Muljono. Hal. Yogyakarta.32 Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan modal sendiri / permodalan pada suatu bank untuk menutup penurunan asetnya akibat berbagai kerugian yang tidak dapat dihindarkan. Formulasi dari masingmasing rasio adalah sebagai berikut :15 Laba Tahun Berjalan 1) ROA = Total Assets Rasio ini menunjukkan kemampuan suatu bank didalam mengelola asetnya untuk menghasilkan laba bersih. 433. Equity Capital 3) Capital Ratio = Total Loans Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam menutup kemungkinan kegagalan yang ada dalam pemberian kredit. 15 . Teguh Pudjo.

Melakukan analisis efisiensi dengan menggunakan indikator Leverage multipler ratio. Biaya Operasi + Biaya non Operasi 3) Operating Ratio = Pendapatan Operasi 16 Ibid.33 Rasio ini menunjukkan kemampuan bank yang bersangkutan untuk menghasilkan laba bersih dari penggunaan modal yang ditanamkan pada bank yang bersangkutan. Operating income – Operating expenses 3) Gross Profit Margin = Operating Income Rasio ini menunjukkan kemampuan bank untuk menghasilkan laba dari operasi usahanya yang murni. dan Operating ratio. Operation Income + Non Operating Income 2) AUR = Total Assets Rasio ini untuk mengukur kemampuan manajemen bank didalam mengelola asetnya untuk menghasilkan operating income maupun non operating income. d.. 435. . Hal. Asset utilization ratio. Formulasi dari masing-masing rasio adalah sebagai berikut :16 Total Assets 1) Leverage Multipler Ratio = Total Equity Capital Rasio ini untuk mengukur sampai sejauh mana kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank.

Bank Syari’ah Mandiri dengan PT. Formulasi yang digunakan untuk mengetahui pertumbuhan kinerja bank adalah sebagai berikut : Ratio t – Ratio t-1 Pertumbuhan = Ratio t-1 Keterangan : Ratio t = Rasio tahun sekarang Ratio t-1 = Rasio tahun sebelumnya 3. Bank Rakyat Indonesia pada periode yang sama.34 Rasio ini untuk mengukur rata-rata biaya operasional dan non operasional yang digunakan bank guna memperoleh pendapatan. . Rasio keuangan pada masingmasing bank digunakan sebagai tolak ukur untuk menilai kinerja keuangan kedua bank tersebut. Bank Syariah Mandiri dan PT. 2. Melakukan analisis internal dengan cara membandingkan rasiorasio keuangan PT. Melakukan analisis eksternal dengan cara membandingkan rasio keuangan PT. Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui kinerja keuangan pada masing-masing bank dari tahun ketahun berikutnya sehingga dapat diketahui tendensi perubahan (fluktuasi) atau pertumbuhannya. Bank Rakyat Indonesia dari tahun ketahun secara keseluruhan (time series).

serta kinerja keuangan selama periode 1999-2001. batasan masalah. BAB II : LANDASAN TEORI Bab ini berisi tentang uraian mengenai teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. serta menganalisis dan membahas . serta gambaran umum tentang perbankan konvensional dan perbankan syari’ah. struktur organisasi. BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini akan menganalisis dan membahas rasio keuangan PT. rumusan masalah. tujuan penelitian. Sistematika Penelitian Sistematika penulisan penelitian ini terdiri atas : BAB I : PENDAHULUAN Bab ini mengemukakan tengtang alasan-alasan yang dijadikan sebagai latar belakang pemilihan judul. visi dan misi. manfaat penelitian. yaitu dari segi sejarahnya. Bank Syari’ah Mandiri dan PT.35 G. BAB III : DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN Bab ini akan menggambarkan uraian singkat mengenai PT. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Bank Rakyat Indonesia. metode penelitian dan sistematika penelitian. analisa laporan keuangan. rasio keuangan. produk dan jasa. Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001. yaitu penjelasan tentang kinerja keuangan.

36 perbedaan kinerja keuangan kedua bank tersebut selama periode 1999-2001. Bank Rakyat Indonesia mengenai kinerja keuangannya. dan PT. . Bank Syari’ah Mandiri. BAB V : PENUTUP Bab ini berisikan uraian kesimpulan dan saran yang dapat dijadikan sebagai masukan bagi PT.

17 .18 Kinerja keuangan berguna untuk menilai kondisi keuangan bank. disamping itu informasi tersebut juga berguna dalam perumusan pertimbangan tentang efektifitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya. dan rentabilitas bank yang bersangkutan. 2007. ”Analisis Kinerja Keuangan dan Tingkat kepailitan Perusahaan Perbankan di Indonesia Sebelum dan Sesudah Divestasi”. Fakultas Ilmu Sosial. 19 Fitri Dian Anggraini. Program Studi Manajemen. yang dapat diukur perkembangannya dengan mengadakan analisis terhadap terhadap data-data keuangan yang tercermin dalam laporan keuangan. Yogyakarta. solvabilitas. ”Standar Akuntansi Keuangan”.37 BAB II LANDASAN TEORI A. 12. Informasi fluktuasi kinerja bermanfaat untuk memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada. Yogyakarta. Skripsi Program Sarjana. 18 Ikatan Akuntansi Indonesia. ”Analisa Komparasi Kinerja Keuangan Antara Perbankan Konvensional dan Perbankan Syari’ah”. Jakarta.17 Informasi kinerja perusahaan terutama profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan potensi sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan dimasa depan.19 Sutriyani. Hal. Salemba Empat. Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta-SEM Institute. Universitas Negeri Yogyakarta. Kondisi keuangan bank dapat dicerminkan dari tingkat likuiditas. Skripsi Sarjana. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan adalah gambaran tentang setiap hasil ekonomi yang mampu diraih oleh perusahaan perbankan pada saat periode tertentu melalui aktivitas-aktivitas perusahaan untuk menghasilkan keuntungan secara efesien dan efektif.

21 Kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka pendek penting diketahui karena berkaitan dengan kemampuannya membayar hutang jangka panjang. 2002. 227. 40. Faisal. Hal. Meskipun perusahaan mampu memperoleh laba. ”Manajemen Keuangan”. 2000.38 Ukuran kinerja keuangan bank tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Yogyakarta. namun apabila tidak mampu membayar hutang jangka pendeknya akan mengalami kebangkrutan. Hal. Kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendek dapat diketahui dengan memahami sifat dari masing-masing unsur aktiva lancar. M. ”Analisis Laporan Keuangan” Liberty. ”Dasar-Dasar Manajemen Keuangan”. 21 Sartono.22 Ada tiga rasio yang dapat digunakan untuk memperkirakan kemampuan perusahaan perbankan memenuhi kebutuhan jangka 20 Abdullah.20 Likuiditas sebagai rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban finansial jangka pendek tepat pada waktunya. 22 Munawir. . Perusahaan yang tidak mampu membayar hutang jangka pendek pada umumnya juga tidak mampu membayar hutang jangka panjang. UMM Press. BPFE. Likuiditas Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang jangka pendek maksimal satu tahun dengan sejumlah aktiva lancar yang dimiliki. Slamet. 2002. Hal ini disebabkan hutang jangka pendek perusahaan akan dibayar dengan aktiva lancarnya. Yogyakarta. Agus. Yogyakarta.

1992.39 pendeknya. Teguh Pudjo. Loan to Assets Ratio Loan to assets ratio merupakan kemampuan bank memenuhi permintaan debitur dengan aset yang tersedia. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi pinjaman modal dari pihak lain dengan simpanan-simpanan atau deposito. Quick Ratio Quick Ratio merupakan kemampuan bank mengembangkan dana nasabah dengan menggunakan aktiva lancarnya. Rasio ini diperoleh Muljono. Rasio ini dapat diformulasikan sebagai berikut : Cash Assets Quick Ratio = Total Deposit b. yaitu quick ratio. Hal. 92. ”Analisa Keuangan untuk Perbankan”. Formulasi dari rasio ini adalah : Total Loans Banking Ratio = Total Deposit c. Banking Ratio Banking ratio merupakan kemampuan bank membayar kembali kewajiban kepada nasabah yang telah menanamkan dananya. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi kas dengan total deposito yang terus disimpan pada bank bersangkutan. 23 . Jakarta. banking ratio dan loan to assets ratio. Ketiga ratio tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :23 a. Djambatan.

Sementara perusahaan yang tidak memiliki aktiva yang cukup untuk membayar hutang jangka panjang disebut sebagai perusahaan yang unsolvable. primary ratio (equity to assets ratio) dan capital ratio (equity to loan ratio).25 Oleh sebab itu. 24 25 Martono. 83. ”Bank dan lembaga Keuangan Lainnya”. 2002. Hal.24 Perusahaan dikatakan solvabel apabila memiliki aktiva yang cukup untuk membayar hutang jangka panjang. laba merupakan faktor penting dalam untuk menentukan kemampuan membayar kewajiban jangka panjang. . Solvabilitas perusahaan berhubungan dengan laba yang dilaporkan sebagai hasil dari proses akuntansi dasar waktu (accruals accounting basis). Op Cit. Kemampuan perusahaan perbankan membayar hutang jangka panjang dapat diukur dengan rasio capital adequate ratio (CAR). Solvabilitas Solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang. Yogyakarta. Hal.40 dengan cara membagi kredit dengan jumlah aset yang dimiliki bank. Meskipun laba yang dilaporkan tidak sama dengan kas yang tersedia untuk jangka pendek. 240. Ekonisia. Rasio ini dapat diformulasikan sebagai berikut : Total Loan Loan to Asset Ratio = Total Assets 2. Munawir. namun biaya dan pendapatan merupakan transaksi yang bermuara pada kas.

Rasio ini berbeda dengan CAR. Primary Ratio (Equity to Assets Ratio) Primary ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri/permodalan pada suatu bank untuk menutup penurunan asetnya akibat berbagai kerugian yang tidak dapat dihindarkan. Equity Capital – Fixed Assets CAR = Total loan + Securities b. Capital Adequate Ratio (CAR) Capital adequate ratio (CAR) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan modal menutupi kemungkinan terjadinya kegagalan dalam perkreditan dan perdagangan surat berharga. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi modal sendiri yang telah dikurangi dengan aktiva tetap dengan total kredit yang ditambah dengan surat berharga. Capital Ratio (Equity to Loan Ratio) Capital ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri menutup sejumlah pinjaman nasabah atau pembiayaan oleh bank. Rasio ini diperoleh dengan membandingkan modal sendiri .41 Rasio-rasio tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Perbedaan kedua rasio tersebut terdapat pada adanya kepastian kerugian yang dialami oleh bank. Rasio ini diperoleh dengan membagi modal sendiri dengan total aset bank yang dapat diformulasikan sebagai berikut : Equity Capital Primary Ratio = Total Assets c.

2003. Op Cit. Rasio yang umum digunakan untuk menganalisis rentabilitas perusahaan perbankan adalah return on Asset (ROA). Abdullah. Ketiga rasio tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : a.27 laba perusahaan memberikan gambaran mengenai kompensasi yang dapat diperoleh karyawan.42 dengan total kredit atau pinjaman-pinjaman nasabah dan pembiayaan yang dilakukan oleh bank. 29 Muljono Teguh Pudjo. 208. Rentabilitas Rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan atau laba. AMP-YKPN. 28 Hanafi. Rasio ini diformulasikan sebagai berikut : Ibid. return on equity (ROE) dan gross profit margin (GPM). Hal. ”Analisis Laporan Keuangan”. Hal. 245.26 Kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba merupakan informasi penting bagi berbagai pihak. Hal. Op Cit. Return on asset (ROA) Return on asset merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank memperoleh laba atas pemanfaatan aset yang dimiliki. 28 Kemampuan perusahaan menghasilkan 29 laba mengindikasikan bahwa terdapat aliran kas masuk. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi laba tahun berjalan dengan total aset yang dimiliki. Yogyakarta. Mamduh dan Abdul Halim. 27 26 . 47. Rasio ini dapat diformulasikan sebagai berikut : Equity Capital Capital Ratio = Total loans 3.

Rasio ini diperoleh dengan cara membandingkan hasil pengurangan pendapatan operasi dan biaya operasi dengan biaya operasi. Rasio ini diformulasikan sebagai berikut : Laba Tahun Berjalan ROE = Total Equity c. Gross profit margin (GPM) Gross profit margin merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank menghasilkan laba dari operasional usahanya yang murni. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi laba tahun berjalan dengan total modal. Formulasi dari rasio ini adalah : Pendapatan Operasi – Biaya Operasi Gross Profit Margin = Pendapatan Operasi Selain dari ketiga rasio tersebut. Semakin tinggi ROE maka semakin tinggi pula laba yang diperoleh perusahaan sehingga rentabilitas bank semakin baik.43 Laba Tahun Berjalan ROA = Total Assets b. Rasio efisiensi merupakan rasio untuk mengukur kinerja . kinerja keuangan dalam perbankan juga dapat diketahui dengan melakukan analisis rasio efisiensi usaha. Return on equity (ROE) Return on equity merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank memperoleh laba dan efesiensi secara keseluruhan operasional melalui penggunaan modal sendiri.

Rasio ini diperoleh dengan mambagi hasil penambahan antara pendapatan operasi dan pendapatan non operasi dengan total aset. Formulasi dari rasio ini adalah : Operating Income + Non Operating Income AUR = Total Assets c. Rasio efesiensi usaha dalam perusahaan perbankan dapat diukur dengan menggunakan tiga rasio. yaitu : a. Operating Ratio Operating ratio merupakan rasio untuk mengukur rata-rata biaya operasional dan non operasional yang digunakan bank guna memperoleh pendapatan. Leverage Multipler Ratio Leverage multipler ratio digunakan untuk mengukur kemampuan bank mengelola aktiva yang dikuasainya. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi total aset dengan total modal yang dapat diformulasikan sebagai berikut : Total Assets Leverage Multipler Ratio = Total Equity Capital b.44 manajemen bank dalam menggunakan semua faktor produksinya secara tepat guna dan berhasil guna. Rasio ini diperoleh dengan membagi hasil . Asset Utillization Ratio (AUR) Asset utillization ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan bank memanfaatkan aktiva yang dikuasainya guna memperoleh total pendapatan.

Salemba Empat. laporan rugi laba. Laporan keuangan lengkap biasanya meliputi neraca.45 penambahan antara biaya operasi dan non operasi dengan pendapatan operasi yang diformulasikan sebagai berikut : Biaya Operasi + Biaya Non Operasi Operating Ratio = Pendapatan Operasi B. Hal. Jakarta. Laporan Keuangan 1. Pengertian laporan keuangan Perkembangan yang terjadi dalam bidang perekonomian.30 30 Ikatan Akuntansi Indonesia. Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. 2. Bentuk informasi yang diberikan oleh akuntansi adalah laporan keuangan. ”Standar Akuntansi Keuangan”. . atau laporan arus dana) catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Bank komersial baik bank umum maupun bank perkreditan rakyat yang berdasarkan prinsip syari’ah maupun konvensional diwajibkan memberikan laporan keuangan pada setiap periode tertentu. terutama dalam bidang perbankan menuntut adanya peranan akuntansi yang dapat memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan masyarakat dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi. misalnya sebagai laporan arus kas. laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti.

c. Ekonisia. dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan terdiri atas proses pencatatan dan pelaporan data keuangan dalam suatu periode kepada pihak-pihak yang berkepentingan. 2. Laporan keuangan disusun sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban manajemen terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan kinerja yang telah dicapai oleh bank Tujuan penyusunan laporan keuangan suatu bank secara umum adalah sebagai berikut. Tujuan Laporan Keuangan Pada dasarnya. Memberikankan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam aktiva. 31 Martono. 2002. kewajiban. Memberikan informasi keuangan tentang jumlah aktiva.31 a. baik bagi pihak dalam maupun pihak luar perusahaan/bank tersebut. . b. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Yogyakarta. Hal.46 Dengan memahami pengertian laporan keuangan di atas. dan modal suatu bank. kewajiban. Memberikan informasi tentang hasil usaha yang tercermin dari pendapatan yang diperoleh dan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam periode tertentu. tujuan utama penyajian laporan keuangan suatu bank adalah untuk memberikan gambaran mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam satu periode waktu yang telah berlalu. 62. dan modal bank pada waktu tertentu.

Informasi dalam pengambilan keputusan investasi dan pembiayaan laporan keuangan keuangan bertujuan menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan yang rasional. b. Informasi dalam menilai prospek arus kas. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen bank dalam suatu periode. laporan keuangan setidaknya harus berfungsi sebagai berikut :32 a. 282-283. dan hasil Tim Pengembangan Perbankan Syari’ah IBI. Djambatan. ”Konsep. juga dapat menilai kinerja manajemen bank yang bersangkutan sehingga diharapkan dapat menjaga kepercayaan dan meningkatkan transparansi kondisi keuangan kepada publik. Oleh karena itu. informasi dapat dipahami oleh pelaku bisnis dan ekonomi yang mencermati informasi yang disajikan dengan seksama. dan pihak-pihak lain dalam memperkirakan jumlah. Produk dan Implementasi Operasional Bank Syari’ah”. 32 . Pelaporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi yang dapat menukung investor/pemilik dana.47 d. Jakarta. Hal. 3. dan ketidakpastian dala penerimaan kas dimasa depan atas deviden. kreditur. Fungsi Laporan Keuangan Sebagai bahan informasi yang digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Dengan melihat laporan keuangan maka akan dapat diketahui kondisi keuangan suatu perusahaan/bank. saat. bagi hasil.

Prospek penerimaan kas tersebut sangat tergantung dari kemampuan bank untuk menghasilkan kas guna memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo. Informasi atas sumber daya ekonomi Pelaporan keuntungan bertujuan memberikan informasi tentang sumber daya ekonomi bank (economic resources). pelunasan (redemption). dan peristiwa yang dapat mempengaruhi perubahan sumber daya tersebut. c. . Informasi mengenai kepatuhan bank terhadap prinsip syari’ah. serta kemungkinan terjadinya transaksi. dan jatuh tempo dari surat berharga atau pinjaman.48 dari penjualan. d. kewajiban bank untuk mengalihkan sumber daya tersebut kepada entitas lain atau pemilik saham. Persepsi investor/pemilik dana dan kreditur akan memaksimalkan pengembalian dana yang telah mereka tanamkan an akan melakukan penyesuaian terhadap resiko yang mereka persepsikan atas perusahaan yang bersangkutan. kebutuhan operasional. serta pembayaran deviden. reinvenstasi dalam operasi. Persepsi investor dan kreditur atas kemampuan bank tersebut akan mempengaruhi harga pasar surat berharga yang bersangkutan. serta informasi mengenai pendapatan dan pengeluaran yang tidak sesuai dengan prinsip syari’ah dan bagaimana pendapatan tersebut diperoleh serta penggunaannya.

g. 4. Karenanya. laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi. Hal. yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil. Informasi mengenai pemenuhan fungsi sosial bank. 33 Ibid. serta informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh pemilik dan pemilik rekening invenstasi. mengenvestasikannya pada tingkat keuntungan yang rasional.49 e. dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu. Informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan bank terhadap tanggungjawab amanah dalam mengamankan dana. Laporan keuangan bersifat umum. bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos. Sifat Laporan Keuangan Sifat laporan keuangan antara lain:33 a. c. . laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian. 286-287. b. f. Laporan keuangan bersifat historis. terasuk pengelolaan dan penyaluran zakat. Informasi untuk membantu pihak terkait didalam menentukan zakat bank atau pihak lainnya.

Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. f. Demikian pula. h. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis. dan laporan arus kas. 5. . laporan rugi laba. laporan laba ditahan. Laporan-laporan ini memberikan info tentang sehatnya keuangan keuangan sebuah perusahaan dan tentang perubahan-perubahan yang berarti dalam sumber daya dan kewajibannya dalam suatu format yang berguna bagi para pengambil keputusan. Ada empat laporan keuangan pokok. yakni neraca. dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan. penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilakukan jika hal ini menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan.50 d. Komponen Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan sarana utama dimana dunia usaha mengkomunikasikan posisi keuangan serta hasil-hasil usaha yang telah dicapainya. e. g. Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi daripada bentuk hukumnya (formalitas). Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antarperusahaan.

g. Pihak-pihak Pemakai Laporan keuangan Pihak-pihak yang berkepentingan atau pemakai laporan keuangan mencakup 6 (enam) pihak yaitu : (1). ”Analisa Laporan Keuangan”. Sumber dan penggunaan dana Qardhul hasan. (4). Investor dan Pemegang Saham. Perubahan investasi terikat. Karyawan. Masyarakat. c. 2000.51 Laporan keuangan bank syari’ah tidak jauh berbeda dengan laporan keuangan perusahaan pada umumnya. b. d. . Perubahan arus ekuitas. f. Manajemen 34 Munawir. Liberty. Hal itu karena adanya perbedaan prinsip yakni prinsip Syari’ah yang mana prinsip Syari’ah bersifat komprehensif dan universal. e. Manajemen. Laporan posisi keuangan (neraca). Arus kas. (3). sehingga pembahasannya pun lebih luas. Pihak-pihak yang berkepentingan atau pemakai laporan keuangan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:34 1. Pemerintah. Yogyakarta. Menurut PSAK 59-IAI bahwa laporan keuangan bank syari’ah terdiri atas perangkat-perangkat laporan keuangan yang terdiri atas : a. 7. (5). (2). hanya saja pada bank syari’ah lebih sedikit luas dibanding dengan perusahaan lain. Laba rugi. 6. Sumber dana dan penggunaan dana ZIS. Hal. Supplier. dan (6).

menjual atau menambah sahamnya. earning ratio. . 3. Laporan keuangan bagi pihak-pihak ini dibutuhkan untuk mengetahui kelancaran aktivitas dan profitabilitas perusahaan. tetapi juga waktu yang tepat untuk menjual atau membeli saham pada perusahaan yang bersangkutan. 2. supplier akan mempertimbangkan likuiditas. pada dasarnya keputusan para pemegang saham tidak sebatas pada membeli. Laporan keuangan bagi manajemen digunakan sebagai dasar perencanaan. dan distribusi laba. earning per lembar saham. Supplier Laporan keuangan tidak hanya dibutuhkan oleh pihak internal perusahaan saja.52 Manajemen merupakan pihak internal perusahaan yang berkepentingan sehubungan dengan penggunaan laporan keuangan. pengendalian dan pengambilan keputusan keuangan. Selain itu laporan keuangan bagi manajemen juga digunakan untuk menentukan profitabilitas perusahaan. mempertahankan atau menjual sahamnya. operasi dan investasi. Dalam mengambil keputusan memberikan kredit atau tidak. Selain itu juga digunakan untuk mengambil keputusan untuk mempertahankan. Investor dan Pemegang Saham Pihak lain yang berkepentingan dengan pemakaian laporan keuangan adalah investor dan pemegang saham. tetapi juga pihak eksternal yaitu supplier atau pemberi pinjaman. dan potensi deviden.

d. misal tarif listrik dan telpon. Karyawan Karyawan juga merupakan salah satu pihak yang berkepentingan dalam penggunaan laporan keuangan. Karyawan berkepentingan terhadap kelangsungan usaha dan profitabilitas operasi dimasa mendatang. Hal penting dari laporan . Pemerintah Informasi-informasi dalam laporan keuangan perusahaan dibutuhkan pemerintah untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut : a. pihak ini juga membutuhkan laporan keuangan untuk mengetahui informasi-informasi tersebut. pajak pertambahan nilai dan pajak kekayaan.53 profitabilitas dan jumlah hutang dibanding dengan modal. Memonitor pelaksanaan kontrak-kontrak pemerintah. 4. b. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat menimbulkan berbagai motivasi. 5. oleh sebab itu. Menentukan kepatuhan perusahaan terhadap perundang- undangan yang berlaku. pajak penjualan. c. misalnya penerimaan dari pajak penghasilan. Meningkatkan pendapatan. misalnya penentuan jumlah penggantian dalam kontrak cost-plus basis atau untuk memonitor keuntungan pelaksanaan bisnis pemerintah (BUMN). Menentukan tarif.

Hal. .35 Analisa Laporan Keuangan adalah merupakan suatu proses untuk membantu memecahkan dan sekaligus menjawab masalah-masalah yang 35 Ibid. Pihak ini berkepentingan untuk memonitor kelangsungan operasi perusahaan karena memiliki hubungan jangka panjang. 6. C. Pengertian Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.54 keuangan yang umumnya diperhatikan karyawan adalah mengenai penjualan dan laba perusahaan karena berkaitan dengan penentuan bonus dan pembagian keuntungan. Mengadakan analisa hubungan dari berbagai pos dalam suatu laporan keuangan adalah merupakan dasar untuk dapat menginterpretasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. 64. Masyarakat Umum Masyarakat umum yang berkepentingan dalam penggunaan laporan keuangan yang dimaksudkan adalah pelanggan atau konsumen. Laporan keuangan perusahaan bagi pihak ini merupakan sumber informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan mengenai kelangsungan perusahaan. Analisis Laporan Keuangan 1.

diantaranya sebagai berikut :37 a.55 timbul dalam suatu organisasi. 1. BI. baik organisasi perbankan maupun organisasi yang tidak bertujuan memperoleh laba. yang mana hal ini akan digunakan untuk menyusun rencana kebijaksanaan operasi pada masa yang akan datang. c. Hal. 1996. b. Pimpinan Bank Analisa laporan keuangan oleh pimpinan bank digunakan untuk mengukur apakah bank telah beroperasi secara efektif dan efesien untuk menilai dimana kelemahan dan kekuatan suatu bank. Tujuan Analisis Keuangan Adapun tujuan daripada Analisa laporan keuangan dapat ditinjau dari berbagai pokok/pihak yang berkepentingan atas laporan tersebut. Penanam Modal Analisa laporan keuangan oleh penanam modal akan digunakan untuk mengambil keputusan apakah mereka akan menanamkan modalnya pada bank tersebut. Ibid. 36 37 Bank Indonesia. . Yogyakarta.36 2. Oleh karena itu dalam analisa laporan keuangan akan lebih banyak dikonsenstrasikan pada ikhtisar rugi dan laba bank. Kreditur Analisa laporan keuangan oleh kreditur akan digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam membayar hutang-hutang jangka panjangnya. 2. menjual saham yang telah dimiliki atau tetap menahannya. Hal. ”Analisa Laporan Keuangan Perbankan”.

membandingkan komponen-komponen laporan keuangan tahun yang dianalisa. . bonus. Metode ini dikenal dengan analisa vertikal. yaitu:38 a. Karyawan Analisa laporan keuangan oleh karyawan oleh karyawan akan digunakan untuk meminta pertimbangan kepada pengurus bank tentang kemungkinan kenaikan gaji. Pembina/Pemeriksa Bank Analisa laporan keuangan oleh pembina/pemeriksa akan digunakan untuk membuat rencana pemeriksaan dan sebagai dasar untuk mendiskusikan laporan hasil pemeriksaan. e. f. 5. Op Cit.56 d. Metode Analisis Metode analisa umumnya dibagi kedalam 2 (dua) jenis. Metode ini dikenal dengan analisis horizontal. Hal. Metode lebih mengarah kepada analisa yang lebih mendalam atas fluktuasi data keuangan dalam beberapa tahun. dan perkembangan perekonomian. Pemerintah Analisa laporan keuangan oleh pemerintah akan digunakan untuk menetapkan pajak-pajak. statistik.. 38 Munawir. 3. Menganalisa kegiatan dua atau beberapa tahun operasional bank. b. Analisa hanya dibatasi pada tahun yang diperiksa saja tanpa membandingkan umumnya dengan tahun-tahun analisa sebelumnya. yaitu Metode ini menggunakan rasio. dan lainnya. 2000.

Metode analisis yang digunakan adalah rasio. Rugi/laba (income statement) merupakan laporan operasi perusahaan selama periode tertentu. b. 1993. Andi Offset. Yogyakarta. Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relation ship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain.57 D. Penggunaan Rasio dalam Analisa Keuangan Tujuan Utama penyajian laporan keuangan bank adalah untuk memberikan gambaran mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam satu periode waktu yang telah berlalu (past performance).39 Rasio dapat dihitung berdasarkan laporan keuangan yang telah tersedia. Hal. Oleh karena itu angka-angka yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan/bank perlu diolah melalui metode analisis tertentu sehingga dapat digunakan sebagai alat pengambilan keputusan. Hal. Alwi Syafarudin. dan dengan menggunakan alat analisa berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu bank. Selanjutnya laporan keuangan bank berfungsi pula sebagai alat pertanggungjawaban manajemen baik kepada pemilik maupun otoritas moneter serta instansi-instansi lainnya yang berkepentingan. Neraca (balance sheet) yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu saat. 39 40 Ibid. terdiri dari :40 a. 64. . 108. ”Alat-Alat Analisis Dalam Pembelanjaan Perusahaan”.

. Jakarta. 41Mayoritas bank yang berkembang di Indonesia dewasa ini adalah bank yang berorientasi pada prinsip konvensional. 42 Ibid. RajaGrafindo Persada.58 E. 2005. 2. 4. Bank Dagang Indonesia NV di Banjarmasin tahun 1946. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan. 3. 7. Bank Rakyat indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946. Hal. Bank Negara Indonesia yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 kemudian menjadi BNI 1946. Hal ini tidak terlepas dari sejarah bangsa Indonesia dimana asal mula bank di Indonesia dibawa oleh kolonial Belanda. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946. bank dalam pelaksanaan kegiatan usahanya dapat secara konvensional atau berdasarkan prinsip syari’ah. Hal. Bank ini berasal dari DE ALGEME VOLK CREDIET bank atau Syomin Ginko. Perbankan Konvensional Berdasarkan sistem pembayaran jasanya dalam lalu lintas pembayaran. 9. Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta. PT. 41 Kasmir. 6. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”. 38. 42 Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh Pemerintah Indonesia. 5. 8. Kalimantan CorporationTrading di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Fasifik. 29. kemudian menjadi Bank Amerta. Bank-bank di zaman awal kemerdekaan antara lain : 1. Bank surakarta MAI (Maskapai Adil Makmur) tahun 1945 di Solo.

Yogyakarta.44 Adapun kegiatan-kegiatan perbankan yang ada di Indonesia dewasa ini adalah :45 1. Kredit Perdagangan 43 44 Martono. Simpanan Tabungan (Saving Deposit) c. Simpanan Deposito (Time Deposit) 2. Hal.59 10. Bank Konvensional yaitu bank yang dalam aktivitasnya. 2005. kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949. Hal. Op Cit. Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. maka istilah ini dikenal dengan nama negatif spread. 25. Menghimpun dana dari masyarakat (Funding) dalam bentuk : a. 40. baik penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan berupa bunga atau sejumlah imbalan dalam persentase tertentu dari dana untuk suatu periode tertentu. Simpanan Giro (Demand Deposit) b. 45 Ibid. Ekonisia. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Keuntungan dari selisih bunga di bank dikenal dengan istilah spread based.43 Keuntungan utama dari bisnis perbankan yang berdasarkan prinsip konvensional diperoleh dari selisih bunga simpanan yang diberikan kepada penyimpan dengan bunga pinjaman atau kredit yang disalurkan. Menyalurkan dana ke masyarakat (Lending) dalam bentuk : a. Kredit Investasi b. Kredit Modal Kerja c. Kasmir. 2002. Apabila suatu ank mengalami kerugian dari selisih bunga. dimana suku bunga simpanan lebih besar dari suku bunga kredit. .

Menerima setoran-setoran seperti pembayaran pajak. Kliring (Clearing) d. dan jasa-jasa lainnya. Memberikan jasa-jasa bank lainnya (services) seperti : a. Jual beli surat-surat berharga m.60 3. dan perusahaan pengelola dana (investmen company) p. n. telepon. penjamin (guarantor). perantara perdagangan efek (pialang/broker). wali amanat (trustee). Melayani pembayaran-pembayaran seperti gaji / pensiun / honorarium. air. Transfer (Kiriman Uang) b. listrik. Bank Notes (Valas) g. Bank Draft j. kupon. pedagang efek (dealer). Bank Card f. Di dalam pasar modal perbankan dapat memberikan atau menjadi penjamin emisi (underwriter). deviden. Cek wisata (travelers Cheque) l. dan uang kuliah. Letter of Credit (L/C) k. . Safe Deposit Box e. Inkaso (Collection) c. Referensi Bank i. o. Bank Garansi h. dan bonus/hadiah.

Menghapus pagu kredit sehingga bank-bank nasional dapat memberikan kredit secara lebih leluasa sesuai dengan kemampuannya. Akibatnya. dengan harapan bank dapat berkembang secara wajar. Fakultas Ekonomi.T. dan tidak inovatif. Universitas Janabadra. b. Kronologis perkembangan industri perbankan Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut :46 a. Jurusan Akuntansi. Desty Damayanti. faktor sosial. Era sebelum Juni 1983 Pada era sebelum Deregulasi Juni 1983. Likuiditas dalam jumlah melimpah sehingga bank-bank komersial hanya berfungsi sebagai penyalur kredit Bank Indonesia. kurang profesional. Paket 1 Juni 1983 (Pakjun 83) Deregulasi Pakjun 83 berisikan tiga hal utama. industri perbankan nasional ditandai dengan campur tangan Bank Indonesia dalam pengaturan pagu kredit dan tingkat bunga terhadap bank-bank nasional serta penyediaan kredit. Hal. 1-4. Tbk”. dan faktor politik. 46 . Banyak faktor yang menyebabkan pasang surut industri perbankan Indonesia. pola pengelolaan bank-bank komersional cenderung konvensional. Skripsi Program Sarjana. Bank diberi kebebasan menentukan sendiri suku bunga deposito. kurang memiliki kreativitas. yaitu sebagai berikut: 1. Bank Global Internasional. 2005. maupun suku bunga kredit dalam rangka meningkatkan mobilisasi dana dari dan kepada masyarakat. tabungan.61 Industri perbankan Indonesia telah mengalami pasang surut seiring dengan perjalanan waktu. 2. antara lain : faktor ekonomi. Yogyakarta. “Analisis Kinerja Keuangan Bank Dengan Metode CAMEL : Studi Kasus Pada P.

Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 1996 PP No. menjadi 10 % pada akhir tahun 1997.68/1996 antara lain berisikan tentang unsure yang harus dipenuhi oleh industri perbankan nasional. Paket 28 Oktober 1988 (Pakto 88) Pakto 88 berisi antara lain : 1. 3. Liberalisasi perbankan tersebut menyebabkan bisnis perbankan berkembang dengan pesat dengan persaingan yang semakin keat dan semarak. yakni : 1. . Reserve Requirement (RR) diturunkan menjadi 2 %. c. d. Bank Asing boleh beroperasi dikota selain Jakarta. 4. Deregulasi ini berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap financial market sambil mendorong perbankan kearah kompetisi (persaingan) yang efisien dan sehat. 2. Mengurangi sebanyak mungkin atau meniadakan ketergantungan atau meniadakan kredit likuiditas. dan 12 % pada tahuun 2001. 26/BPPP/1993 tanggal 29 Mei 1993 yang dikenal denegan metode CAMEL. e. Surat Edaran Bank Indonesia tanggal 29 Mei 1993 Bank Indonesia selaku pengawas dan pembimbing bank nasional telah menetapkan ketentuan tentang penilaian tingkat kesehatan bank dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. Kemudahan membuka cabang baru. Kemudahan mendirikan bank baru. Peningkatan rasio kecukupan modal (CAR) minimal 8 % dari ATMR.62 3.

5. 7 bank nasional diambil alih atau Bank Take Over (BTO). Undang-undang No. Undang-undang ini mencakup atas halhal sebagai berikut : 1. . 38 bank nasional ditutup atau Bank Beku Operasi (BBO). Pengumuman Pemerintah tanggal 13 Maret 1999 Pada tanggal 13 Maret 1999.63 2. Peningkatan modal disetor menjadi Rp 50 Milyar bagi bank-bank umum non devisa. yakni : 1. Pembentukan badan khusus sebagai pelaksana program penyehatan perbankan. g. 3. Kemudahan pelaksanaan prinsip syari’ah dalam kegiatan usaha bank. pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). dan Rp 150 Milyar bagi bank devisa. f. Peningkatan GWM dari 3 % menjadi 5 % per April 1997. Perubahan cakupan rahasia bank. 3. 2. 2. 10 tahun 1998 Undang-undang ini merupakan penyempurnaan dan perubahan dari Undang-undang No. Penegasan kemandirian Bank Indonesia dalam pembinaan dan pengawasan perbankan dengan mengalihkan kewenangan seluruh perizinan dibidang perbankan dari semula berada pada Menteri Keuangan. Penyesuaian ketentuan dan kepemilikan bank dengan menghapus diskriminasi peraturan antara bank campuran dan bank umum. dan Bank Indonesia mengumumkan berbagai keputusan dalam rangka penyehatan perbankan nasional. 4. 7 tahun 1992.

Hal. ada beberapa alasan yang menghambat ide ini : 1. 14/1967. siapa yang bersedia menaruh modal dalam ventura seacam itu. F. 47Gagasan untuk mendirikan bank syari’ah di Indonesia sebenarnya sudah muncul sejak pertengahan tahun 1970-an. Jakarta. dan karena itu tidak dikehendaki pemerintah. Operasi bank syari’ah yang menerapkan prinsip bagi hasil belum diatur. 73 bank nasional tidak diikut sertakan dalam program rekapitalisasi. yakni UU No. meskipun masyarakat Indonesia merupakan masyarakat muslim terbesar di dunia. Perbankan Syari’ah kehadiran bank yang berdasarkan syari’ah di Indonesia masih relatif baru. ”Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi”. dan karena itu. 3. yaitu baru pada awal tahun 1990-an. Dawam Raharjo. Lembaga Studi Agama dan Filsafat. 47 . 9 bank nasional diikut sertakan dalam program rekapitalisasi. 405. 1999. Konsep bank syari’ah dari segi politis berkonotasi ideologis. Hal ini dibicarakan pada seminar nasional Hubungan IndonesiaTimur Tengah pada 1974 dan pada tahun 1976 dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Kemasyarakatan (LSIK) dan Yayasan Bhineka Tunggal Ika.64 3. merupakan bagian dari atau berkaitan dengan konsep negara Islam. sementara pendirian bank baru dari Timur Tengah masih Muh. Namun. tidak sejalan dengan UU Pokok Perbankan yang berlaku. 2. Masih dipertanyakan. 4.

4. sebagai berikut:50 1. 50 Tim Pengembangan Perbankan Syari’ah IBI. Yogyakarta. 3. ”Teknik Perhitungan Bagi Hasil dan Profit Margin pada Bank Syari’ah”. ”Konsep. yaitu yang berkaitan dengan lahirnya Peraturan Pemerintah No. 49 Wiroso.Grasindo. Jakarta.48 Sebagai tindak lanjut dari UU No. Manajer Investasi. antara lain pembatasan bank asing yang ingin membuka kantornya di Indonesia. 24. Hal. Penyedia jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran. ”Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syari’ah”. 3.65 dicegah. Djambatan. 48 . bank syari’ah dapat melakukan kegiatan-kegiatan jasa-jasa layanan perbankan sebagaimana lazimnya. 10 tahun 1998. Jakarta. Investor. 72 Tahun 1992 yang direvisi dengan UU No. Hal. Hal. bank syari’ah dapat menginvestasikan dana yang dimilikinya maupun dana nasabah yang dipercayakan kepadanya. 2001. Bank Indonesia sebagai otoritas perbankan juga mengeluarkan beberapa ketentuan yang berkaitan dengan perbankan syari’ah. Keberadaan perbankan syari’ah mulai berkembang pesat setelah adanya Paket Deregulasi. Produk. dan Implementasi Operasional Bank Syari’ah”. UII Press.49 Dengan adanya berbagai ketentuan tersebut. 2004. bank syari’ah dapat mengelola investasi dana nasabah. 10 tahun 1998 tersebut. perbankan syari’ah telah mendapatkan kesempatan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih optimal. 2005. 2. Fungsi dan peran bank syari’ah yang diantaranya tercantum dalam pembukaan standar akuntansi yang dikeluarkan oleh AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution). Muhammad. PT. dan diharapkan dapat memiliki daya saing tinggi dengan sistem perbankan konvensional.

Jakarta. agar tidak terjadi kesenjangan yang amat besar antara pemilik modal dengan pihak yang membutuhkan dana. sebagai ciri yang melekat pada entitas keuangan syari’ah. 3. menuju terciptanya kemandirian usaha. khususnya muamalat yang berhubungan dengan perbankan agar terhindar dari praktek-praktek riba atau jenis-jenis usaha/perdagangan lain yang mengandung unsur gharar (tipuan). mengadministrasikan. Untuk menciptakan suatu keadilan di bidang ekonomi dengan jalan meratakan pendapatan melalui kegiatan investasi. Hal. Mengarahkan kegiatan ekonomi umat untuk ber-muamalat secara Islam. yang pada umumnya merupakan program utama dari negara-negara yang sedang berkembang. 2. Warkum Sumitro. yang diarahkan kepada kegiatan usaha yang produktif. 51 . 18. ”Azaz-Azaz Perbankan Islam dan Lembaga-lembaga Terkait”. PT. mendistribusikan) zakat serta dana-dana sosial lainnya.66 4. Untuk meningkatkan kualitas hidup umat dengan jalan membuka peluang berusaha yang lebih besar terutama kelompok miskin. bank Islam juga memiliki kewajiban untuk mengeluarkan dan mengelola (menghimpun.Grafindo Persada. dimana jenis-jenis usaha tersebut selain dilarang dalam Islam. Pelaksanaan kegiatan sosial. Untuk menanggulangi masalah kemiskinan. juga telah menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan ekonomi rakyat. 4. Bank syari’ah mempunyai beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut:51 1. 1996.

67 Upaya bank syari’ah dalam mengentaskan kemiskinan ini berupa pembinaan nasabah yang lebih menonjol sifat kebersamaan dari siklus usaha yang lengkap seperti program pembinaan produsen. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang meliputi: a. 1999. menghindari persaingan yang tidak sehat antara lembaga keuangan. Salemba Empat. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Bank Syari’ah adalah bank yang dalam aktivitasnya. ”Manajemen Dana Bank Syari’ah”. 54 Sri Susilo.53 Secara umum dapat dikatakan bahwa bank adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan. Yogyakarta. program pembinaan konsumen. Hal. 62. Dengan aktivitas bank syari’ah akan mampu menghindari pemanasan ekonomi di akibatkan adanya inflasi. Hal. 53 52 .52 Bank Islam atau biasa disebut dengan Bank Tanpa Bunga adalah lembaga keuangan/perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadist Nabi SAW. dan dalam menjalankan aktivitasnya bank syari’ah wajib menerapkan prinsip syari’ah yang meliputi :54 1. program pengembangan modal kerja dan program pengembangan usaha bersama. Muhammad. Op Cit. baik penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan atas dasar prinsip syari’ah. Martono. Ekonisia. pembinaan pedagang perantara. Sigit Triandaru. yaitu jual beli dan bagi hasil. b. Tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah dan mudharabah. Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan moneter. 1. Yogyakarta. 2004. 5. Totok Budi Santoso. Giro berdasarkan prinsip syari’ah dan mudharabah.

Melakukan kegiatan penyertaan modal berdasarkan prinsip musyarakah dan/atau mudharabah pada bank atau perusahaan lain yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syari’ah. Pembiayaan bagi hasil berdasarkan prinsip mudharabah. 4. Melakukan Penyaluran dana melalui : a. sala.68 c. Menerima pembayaran tagihan atas surat berharga yang diterbitkan dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga berdasarkan prinsip wakalah. mudharabah. Memindahkan uang untuk kepentingan sendiri dan/atau nasabah berdasarkan prinsip wakalah. 2. . b. Transaksi jual beli berdasarkan prinsip murabahah. c. murabahah. Melakukan kegiatan jual beli valuta asing berdasarkan prinsip sharf. dan bagi hasil lainnya. Membeli surat-surat berharga pemerintah dan/atau Bank Indonesia yang diterbitkan atas dasar prinsip syari’ah. 3. Melakukan kegiatan lain seperti : a. Memberikan jasa-jasa : a. dan jual beli lainnya. Deposito berjangka berdasarkan prinsip mudharabah. musyarakah. istishna. dan wadi’ah serta memberikan fasilitas garansi bank berdasarkan prinsip kafalah. b. Memberikan fasilitas Letter of credit (L/C) berdasarkan prinsip wakalah. b. c. musyarakah.

dan/atau yang diberikan oleh bank kepada nasabah. 55 Muhammad. persentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan. infaq. 55 Bagi hasil menurut terminologi asing (inggris) dikenal dengan profit sharing. waqaf. Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan pada jumlah keuntungan yang diperoleh. Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpa pertimbangan apakah proyek yang dijalankan oleh pihak nasabah untung atau rugi. Bagi hasil bergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan. d. Secara defenitif. 18. b. Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah BAGI HASIL Penentuan besarnya rasio/nisbah bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi. 5. Op. Bila usaha merugi. 2004.69 c. Hal inilah yang menyebabkan terdapatnya istilah bunga dan bagi hasil. Hal. profit sharing diartikan “distribusi beberapa bagian dari laba pada para pegawai disebuah perusahaan. Cit. Bank dapat bertindak sebagai lembaga baitul mal yaitu menerima dana yang berasal dari zakat. atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada yang berhak dalam bentuk santunan dan/atau pinjaman kebajikan (Qardhul Hasan). shadaqah. Dalam kamus ekonomi diartikan dengan pembagian laba. kerugian ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. Tabel 1. Besarnya c. hiah. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan bank sepanjang disetujui oleh Dewan Syari’ah nasional. Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah a. . Perbedaan Antara Bunga dan Bagi Hasil BUNGA Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung. Hal mendasar yang membedakan bank konvensional dengan bank syari’ah adalah terletak pada pengembalian dan pembagian keuntungan yang diberikan oleh nasabah kepada bank.

Dalam beberapa hal.56 Muhammad Syafi’i Antonio. bank konvensional dan bank syari’ah memiliki persamaan. Gema Insani Press. 61. Secara syari’ah. sistem jual beli. Hal. prinsip bagi hasil dilaksanakan berdasarkan pada asas mudharabah yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk investasi. 56 . sewa menyewa. Inti mekanisme bagi hasil pada dasarnya terletak pada kerjasama antara pemilik dana (shahibul maal) dengan pengelola dana (mudharib). NPWP. mekanisme transfer. teknologi komputer yang digunakan. Gema Insani Press. bank syari’ah juga memperoleh dana melalui sistem perkongsian. proposal. Meskipun demikian. struktur organisasi. Tidak ada yang meragukan keabsahan bagi hasil. usaha yang dibiayai dan lingkungan kerja. Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh semua agama. 2001. Hal. Jakarta.70 e. ”Bank Syari’ah dari Teori ke Praktek”. pendapatan. “Bank Syari’ah dari Teori ke Praktek”. Akan tetapi sesuai dengan jenis dan nature usahanya. Perbedaan itu menyangkut aspek legal. Akan tetapi. syarat-syarat umum memperoleh pembiayaan seperti KTP. terutama dalam sisi teknis penerimaan uang. 2001. Sumber : Muhammad Syafi’i Antonio. laporan keuangan. Jakarta. 29. dalam perkembangannya bank syari’ah tidak hanya membatasi dirinya pada akad mudharabah saja. dan lain-lain. terdapat banyak perbedaan mendasar di antara keduanya. dan sebagainya. termasuk Islam. keuntungan berlipat atau keadaan ekonomi sedang “booming”.

Kemitraan. sewa. Profit oriented. Kencana. Badan Nasional (BAN). Jakarta. Sumber : Gemala Dewi. Perangkat bunga. Hal. Ada Dewan Syari’ah Nasional (DPS) dan Dewan Pengawas Syari’ah (DPS).71 Tabel 2. . Profit dan Falah oriented. BANK KONVENSIONAL Hukum Positif. sekarang sedang diupayakan pembentukan penggantinya yaitu Badan Arbitrase Syari’ah Nasional (BASYARNAS). “Aspek-Aspek Hukum Dalam Perbankan dan Pengasuransian Syari’ah di Indonesia. 2006. Halal dan haram. BANK SYARI’AH Akad & Aspek Legalitas Lembaga Penyelesaian Sengketa Hukum Islam dan Hukum Positif. Arbitrase Indonesia Struktur Organisasi Investasi Prinsip Organisasi Tujuan Hubungan Nasabah Tidak ada DSN dan DPS. Debitor-Kreditur. Perbandingan Antara Bank Syari’ah dan Konvensional. Halal. jual beli. Badan Arbitrase Muamalat Indonesia (BAMUI). 98. Bagi hasil.

Krisis tersebut telah mengakibatkan perbankan Indonesia yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami kesulitan yang sangat parah. Mahkota Prestasi berupaya keluar dari krisis 1997-1998 dengan 57 Www. .10 tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. Keadaan tersebut menyebabkan pemerintah Indonesia terpaksa mengambil tindakan untuk merestrukturisasi dan merekapitulasi sebagian bank-bank di Indonesia. pada bulan November 1998 telah memberi peluang yang sangat baik bagi tumbuhnya bank-bank syari’ah di Indonesia.7 tahun 1992 tentang Perbankan. Bank Susila Bakti (PT. Sejarah57 Krisis moneter dan ekonomi sejak Juli 1997. yang disusul dengan krisis politik nasional telah membawa dampak besar dalam perekonomian nasional.id. Gambaran Umum PT. Undang-Undang tersebut memungkinkan bank beroperasi sepenuhnya secara syari’ah atau membuka cabang khusus syari’ah.Syariahmandiri. Bank Syari’ah mandiri 1. PT.72 BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN A.co.Bank Susila Bakti Tbk) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP). Bank Dagang Negara. PT. dan PT. Lahirnya Undang-Undang No.

S. Bank Susila Bakti. SH nama PT. Selanjutnya dengan Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. Langkah awal dengan merubah Anggaran Dasar tentang nama PT. Bank Syari’ah Mandiri. machrani M. Bank . Bank Susila Bakti menjadi bank syari’ah. Pada tanggal 25 Oktober 1999.BI/1999 telah memberikan izin perubahan kegiatan usaha konvensional menjadi kegiatan usaha berdasarkan prinsip syari’ah kepada PT. Bank Mandiri (persero) untuk membentuk unit syari’ah. akhirnya memilih konversi menjadi bank syari’ah dengan suntikan modal dari pemilik Dengan terjadinya merger 4(empat) bank (Bank Dagang Negara.73 berbagai cara. SH. Bank Susila Bakti menjadi PT. Bank Indonesia melalui Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. Mulai dari langkah-langkah menuju merger sampai pada.1/24/KEP.1/1/KEP.DGS/1999 tanggal 25 Oktober 1999. Bank Mandiri (persero) pada tanggal 31 Juli 1999 rencana perubahan PT. Bank Mandiri (persero). Bank Bumi Daya. PT. Kemudian melalui Akta Nomor 23 tanggal 8 September 1999 dengan Notaris : Sutjipto. Bank mandiri (persero) selaku pemilik baru mendukung sepenuhnya dan melanjutkan rencana perubahan PT. Sejalan dengan keinginan PT. Bank Susila Bakti diambil alih oleh PT. Nomor 29 pada tanggal 19 Mei 1999. Bank Syari’ah Sakinah Mandiriberdasarkan Akta Notaris : Ny. Bank Exim. dan Bapindo) kedalam PT. Bank Syari’ah Sakinah Mandiri diubah menjadi PT.

Bank Syari’ah Mandiri merupakan buah usaha bersama dari para perintis bank syari’ah di PT. Visi dan Misi PT. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan PT. Bank Mandiri yang memandang pentingnya kehadiran bank syari’ah dilingkungan PT. Kelahiran PT. Bank Mandiri (persero). 2. Untuk mencapai visi tersebut. . Visi dari bank ini adalah ” Menjadi Bank Syari’ah Terpercaya Pilihan Mitra Usaha”. Bank Susila Bakti. Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999 merupakan hari pertama beroperasinya PT. Bank Syari’ah Mandiri.74 Indonsia telah menyetujui perubahan nama PT. dan manajemen PT. bank ini menetapkan misi sebagai berikut : a. Bank Syari’ah Mandiri hadir sebagai bank yang mengkombinasikan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani yang melandasi operasinya. PT. Menciptakan suasana pasar perbankan syari’ah agar dapat berkembang dengan mendorong terciptanya syarikat dagang yang terkoordinasi dengan baik. Bank Susila Bakti menjadi PT. Bank Syari’ah Mandiri sebagai alternatif jasa perbankan di Indonesia. Bank Syari’ah Mandiri. Bank Syari’ah Mandiri sebagai lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan usaha yang berdasarkan prinsip syari’ah memiliki visi dan misi.

Secara garis besar. Struktur Organisasi PT. serta mendorong terwujudnya manajemen zakat.75 b. Bank Syari’ah Mandiri terdiri dari divisi-divisi atau unit kerja yang beragam tetapi saling terkait dan terkoordinasi. keterbukaan. Menunjukkan komitmen terhadap standar kinerja operasional perbankan dengan pemanfaatan teknologi mutakhir. dan kehatihatian. Divisi-divisi dalam bank ini menunjukkan garis-garis komando dan pendelegasian tegas yang jelas mulai dari atasan hingga bawahan. memperbesar portofolio pembiayaan untuk skala menengah kecil. Memeperkerjakan pegawai yang profesional dan sepenuhnya mengerti operasional perbankan syari’ah. c. e. Mengutamakan mobilisasi pendanaan dari golongan masyarakat menengah dan ritel. Mencapai pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan melalui sinergi dengan mitra strategis agar menjadi bank syari’ah terkemuka di Indonesia yang mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dan memberi kemaslahatan bagi masyarakat luas. infaq. Bank Syari’ah Mandiri terdiri dari Dewan Komisaris. serta memegang teguh prinsip keadilan. 3. d. struktur organisasi PT. . dan shadaqah yang lebih efektif sebagai cerminan kepedulian sosial.

dan mengawasi kegiatan bank guna menjamin bahwa bank tersebut telah beroperasi sesuai dengan aturan dan prinsip-prinsip syari’ah Islam. Unit Kerja Kantor Pusat. Dalam struktur organisasi tersebut. Bank Mandiri (persero) selaku pemegang saham telah menunjuk 2 (dua) komisaris. Divisi. Struktur Organisasi PT. Bank Syari’ah Mandiri. Direktur Bidang Kepatuhan dan Manajemen Resiko. dan Prof. Direksi terdiri dari Presiden Direktur dan Direktur Bidang Pemasaran Korporasi. memeriksa. Gambar 1. Dewan Pengawas Syari’ah. Treasury International& Jaringan Sumber : www. dan Kantor Kas.id . Sesuai dengan keputusan Bapepam No. Sofyan Syafri Harahap sebagai Komisaris Independen.1. Sofyan Syafri Harahap yang ditunjuk sebagai Ketua Komite Audit PT. Kepatuhan& Manajemen Srie Sulistyowati SEVP Bid. Dr. Dr.76 Direksi.Syariahmandiri. PT. Bank Syari’ah Mandiri Yuslan Fauzi (Direktur Utama) Ibnoe Mangku Subroto SEVP Bid Pembiayaan Muhamad Haryoko Direksi SDI& Support Hanawijaya Dir.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit Per tanggal 22 Desember 2004. Direktur Bidang Treasury dan Internasional.co.IX. terdapat pula Dewan Pengawas Syari’ah yang bertugas mengarahkan. Prof. yakni Zainul Arifin. dan Direktur Bidang Human Resource dan Teknologi Informasi. Staf Khusus Direksi dan Kantor Cabang. Cabang Pembantu.

77

4. Produk-Produk PT. Bank Syari’ah Mandiri sebagai bank umum syari’ah memiliki beragam produk dan jasa yang ditawarkan kepada para nasabahnya. Produk-produk yang dikeluarkan oleh bank ini adalah: a. Produk Penghimpunan Dana Produk penghimpunan dana pada bank ini meliputi : 1. Tabungan Tabungan dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antaralain : a). Tabungan Berencana BSM Merupakan tabungan berjangka yang memberikan nisbah bagi hasil berjenjang serta kepastian bagi penabung maupun ahli waris untuk memperoleh dananya sesuai target pada waktu yang diinginkan. b). Tabungan BSM Investa Cendekia Merupakan tabungan yang digunakan untuk mempersiapkan dana pendidikan sedini mungkin dan juga memberikan perlindungan asuransi sehingga kelangsungan biaya pendidikan lebih terjamin. c). Tabungan Mabrur BSM Merupakan simpanan investasi yang bertujuan membantu masyarakat untuk merencanakan ibadah haji dan umrah. d). Tabungan BSM

78

Merupakan simpanan yang penarikannya berdasarkan syaratsyarat tertentu yang disepakati. e). Tabungan Kurban BSM Merupakan simpanan investasi yang bertujuan membantu masyarakat untuk merencanakan ibadah kurban dan aqiqah. f). Tabungan BSM Dollar Merupakan simpanan dalam mata uang dollar yang penarikan dan setorannya dapat dilakukan setiap saat atau sesuai ketentuan BSM dengan menggunakan slip penarikan. g). Tabungan Simpatik BSM Merupakan simpanan dalam mata uang rupiah berdasarkan prinsip wadi’ah, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat tertentu yang disepakati. 2. Deposito Deposito dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu : a). Deposito BSM Merupakan produk investasi berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan. b). Deposito BSM Valas Merupakan produk investasi berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan valuta asing.

79

3. Giro Giro dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antaralain : a). Giro BSM Merupakan simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, atau alat perintah bayar lainnya dengan prinsip wadi’ah yad adhdhamamah. b). Giro BSM Valas Merupakan simpanan dalam mata uang dollar amerika yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, atau alat perintah bayar lainnya dengan prinsip wadi’ah yad adh-dhamamah. c). Giro BSM Singapore Dollar Merupakan simpanan dalam mata uang dollar singapore yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, atau alat perintah bayar lainnya dengan prinsip wadi’ah yad adh-dhamamah. d). Giro BSM Euro Merupakan sarana penyimpanan dana dalam mata uang euro yang disediakan bagi nasabah perorangan atau

perusahaan/badan hukum dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadi’ah yad dhamamah. Dengan prinsip ini dana giro nasabah diperlakukan sebagai titipan yang dijaga keamanan

80 dan ketersediaannya setiap saat guna membantu kelancaran transaksi usaha. Obligasi BSM (Mudharabah) Merupakan surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syari’ah yang mewajibkan Emiten (Bank Syari’ah Mandiri) untuk membayar Pendapatan Bagi Hasil/Kupon dan membayar kembali Dana Obligasi Syari’ah pada saat jatuh tempo. Pembiayaan Talangan Haji BSM Merupakan pinjaman dana talangan dari bank kepada nasabah khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh kursi/seat haji dan pada saat pelunasan BPIH. 3. Produk Penyaluran Dana Produk penyaluran dana pada bank ini meliputi : 1. 2. 4. Pembiayaan Gadai Emas BSM Merupakan produk pembiayaan atas dasar jaminan berupa emas sebagai salah satu alternatif memperoleh uang tunai dengan cepat. Pembiayaan Mudharabah BSM . BSM Implan Merupakan pembiayaan konsumer dalam valuta rupiah yang diberikan oleh bank kepada karyawan tetap perusahaan/kopkar yang pengajuannya dilakukan secara massal (kelompok). b. 4.

6. Bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati. dimana dana dari bank merupakan bagian dari modal usaha nasabah dan keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati.81 Merupakan pembiayaan dimana seluruh modal kerja yang dibutuhkan nasabah ditanggung oleh bank. Pembiayaan Edukasi BSM Merupakan pembiayaan jangka pendek dan menengah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan uang masuk sekolah/perguruan tinggi/lembaga pendidikan lainnya atau uang . 7. 8. 5. Pembiayaan Musyarakah BSM Merupakan pembiayaan khusus untuk modal kerja. Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati. Pembiayaan Resi Gudang Merupakan pembiayaan transaksi komersial dari suatu komoditas/produk yang diperdagangkan secara luas dengan jaminan utama berupa komoditas/produk yang dibiayai dan berada dalam suatu gudang atau tempat yang terkontrol secara independen (independenty controlled warehouse). Pembiayaan Murabahah BSM Merupakan pembiayaan berdasarkan akad jual beli antara bank dan nasabah.

PKPA Pembiayaan kepada koperasi karyawan untuk Para Anggotanya (PKPA) merupakan penyaluran pembiayaan melalui koperasi karyawan untuk pemenuhan kebutuhan konsumer para anggotanya (kolektif) yang mengajukan pembiayaan kepada koperasi karyawan. c. BSM Card . b). 10. Jasa produk Jasa produk terdiri atas : a). Layanan Jasa Layanan jasa pada bank ini meliputi : 1.82 pendidikan pada saat pendaftaran tahun ajaran/semester baru berikutnya dengan akad ijarah. 9. Sentra Bayar BSM Merupakan layanan bank dalam menerima pembayaran tagihan pelanggan. Pembiayaan Dana Berputar Merupakan fasilitas pembiayaan modal kerja dengan prinsip musyarakah yang penarikan dananya dapat dilakukan sewaktuwaktu berdasarkan kebutuhan riil nasabah. Pola penyaluran yang digunakan adalah executing (kopkar sebagai nasabah) sedangkan proses pembiayaan dari kopkar kepada anggotanya dilakukan dan menjadi tanggungjawab penuh kopkar.

atau menegosiasikan wesel-wesel yang ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen. dan pemindahbukuan dana pada ATMBSM. aman. e). dan fleksibel. d).83 Merupakan sarana untuk melakukan transaksi penarikan. maupun ATMBank card. Jual Beli Valas BSM Merupakan pertukaran mata uang rupiah dengan mata uang asing lainnya yang dilakukan oleh BSM dengan nasabah. atau memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima. BSM Letter of Credit Merupakan janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis nasabah (applicant) yang mengikat Bank Syari’ah Mandiri sebagai bank pembuka untuk membayar kepada penerima atau ordernya atau menerima dan membayar wesel pada saat jatuh tempo yang ditarik penerima. BSM Electronic Payroll Merupakan pembayaran gaji karyawan institusi melalui teknologi terkini BSM secara mudah. c). BSM SUCH (Saudi Umrah dan Haj Card) . pembayaran. ATMandiri. f). ATMBersama. Selain itu juga berfungsi sebagai kartu Debit yang dapat digunakan untuk transaksi belanja dimerchant-merchant yang tersedia EDC Mandiri yang berlogokan “gunakan BSM card Anda disini”.

Inkaso BSM . Jasa operasional Jasa operasional terdiri atas : a). BSM sms Banking Merupakan produk layanan perbankan baru berbasis teknologi seluler yang memberikan kemudahan melakukan berbagai transaksi perbankan.84 Merupakan kartu prabayar dalam mata uang Saudi Arabiyan Riyal. atau perusahaan/badan/lembaga dalam bentuk surat jaminan. i). g). atau memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima atau untuk menegosiasikan wesel-wesel yang ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen (untuk saat ini khusus BSM dengan BSM). SKBDN BSM Merupakan janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis nasabah (applicant) yang mengikat Bank Syari’ah Mandiri sebagai bank pembuka untuk membayar kepada penerima atau order-nya atau menerima dan membayar wesel pada saat jatuh tempo yang ditarik penerima. 2. h). Bank Garansi BSM Merupakan jaminan pembayaran yang diberikan oleh BSM kepada nasabah baik perorangan.

Layanan Kiriman Uang Domestik dan Luar Negeri Merupakan jasa pengiriman uang/penerimaan uang secara cepat (real time on line) yang dilakukan lintas negara atau dalam satu negara (domestik). hasilnya penagihan akan dikredit kerekening nasabah.85 Merupakan penagihan warkat bank lain dimana bank tertariknya berbeda wilayah kliring atau berada diluar negeri. d). Pajak Import BSM Merupakan jasa yang memberikan kemudahan kepada importir untuk membayar pajak barang dalam rangka import secara online sebagai syarat untuk mengeluarkan barangnya dari gudang kantor bea dan cukai. Intercity Clearing Merupakan jasa penagihan warkat (cek/bilyet giro) bank diluar negeri wilayah kliring dengan cepat sehingga nasabah dapat menerima dana hasil tagihan cek atau bilyet giro tersebut pada keesokan harinya. Referensi Bank BSM . Pajak online BSM Merupakan jasa yang memberikan kemudahan kepada wajib pajak untuk membayar kewajiban pajak (bukan dalam rangka pembayaran pajak import) secara otomatis dengan mendebet rekening secara tunai. b). e). c). f).

Dalam pelaksanaannya nasabah memberikan instruksi ke bank hanya satu kali saja.86 Merupakan surat keterangan yang diterbitkan oleh BSM atas dasar permintaan dari nasabah untuk tujuan tertentu. BSM Standing Order Merupakan fasilitas kemudahan yang diberikan BSM kepada nasabah yang dalam transaksi finansialnya harus memindahkan dari suatu rekening ke rekening lainnya secara berulang-ulang. g). . Transfer Valas BSM Merupakan pengiriman valas dari nasabah BSM ke nasabah bank lain baik dalam maupun luar negeri (transfer ke luar). j). BSM RTGS (Real Time Gross Settlement) Merupakan jasa transfer uang valuta rupiah antar bank baik dalam satu kota maupun dalam kota yang berbeda secara real time. i). hasil transfer efektif dalam hitungan menit. h). atau pengiriman valas dari nasabah bank lain baik dalam maupun luar negeri ke nasabah BSM (transfer masuk). Kliring BSM Merupakan penagihan warkat bank lain dimana lokasi bank tertariknya berada dalam satu wilayah kliring. Transfer Dalam Kota (LLG) Merupakan Jasa pemindahan dana antar bank dalam satu wilayah. k).

Kinerja Keuangan Laporan keuangan Bank Syari’ah Mandiri dapat memberikan informasi mengenai posisi keuangan. pasar obligasi. 447.87 3. Jasa investasi Jasa investasi yang disediakan oleh Bank Syari’ah Mandiri adalah Reksa Dana BSM Investasi Berimbang. 5. dan didistribusikan (dijual) oleh sinergi 3 (tiga) kekuatan besar. 589.864 milyar. BSM Investa Berimbang juga dikelola. Bank Syari’ah Mandiri memiliki total aset sebesar Rp. disimpan. diadministrasikan. 933. dan pasar saham dengan ketentuan investasi sesuai Syari’ah. yaitu Mudrir Investasi (sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar di Inonesia). Total aset yang dimilikinya meningkat menjadi Rp. Gambaran kondisi keuangan Bank Syari’ah Mandiri selama periode 1999-2001 akan disampaikan sebagai berikut : Pada awal pendiriannya.951 milyar pada tahun 2000 yang kemudian pada tahun 2001 mencapai Rp.985 milyar. kinerja atau hasil usaha bank serta informasi keuangan lainnya kepada berbagai pihak yang berkepentingan dengan perkembangan usaha bank. Aset likuid pada tahun 1999 sebesar . Deutsche Bank (sebagai bank kustodi reksa dana konvensional maupun syari’ah) dan BSM (sebagai agen penjual yang merupakan bank syari’ah terbesar di Indonesia). Reksadana ini merupakan reksadana campuran (mix fund/balanced fund) berbasis instrument pasar uang.

280 milyar.331 milyar pada tahun 2000. 26.724 milyar mengalami penurunan menjadi Rp. .88 Rp. Kemampuan Bank Syari’ah Mandiri dalam menghimpun dana dari masyarakat terlihat dalam Total deposit yang juga mengalami peningkatan.373 milyar. 358.508 milyar yang meningkat menjadi Rp. dan kemudian menjadi Rp. Pada tahun 1999 total deposit yang sebesar Rp. 39.324 milyar meningkat menjadi Rp.728 milyar pada tahun 2000 yang kemudian pada tahun 2001 mencapai Rp.id. B. namun pada tahun 2001 meningkat hingga mencapai Rp.704 milyar. Usaha perolehan laba pada Bank ini juga mengalami peningkatan sebesar Rp. selanjutnya pada tahun 2000 dan 2001. Bank Rakyat Indonesia 1.599 milyar pada tahun 2001. 15. Pembiayaan yang disalurkan oleh Bank Syari’ah Mandiri ke masyarakat juga meningkat dengan pesat. 172 juta pada tahun 1999. 315.134 milyar. 474. 18. Bank Syari’ah Mandiri memiliki modal disetor sebesar Rp.192 milyar pada tahun 2000.Bri.646 milyar pada tahun 2000. 239. dan pada tahun 2001 mencapai Rp. modal disetor mencapai Rp.520 milyar. Pada awal pendiriannya. 54. Gambaran Umum PT. 178. Hal ini tercermin pada perkembangan total loan pada tahun 1999 sebesar Rp. 653.co. 547. Sejarah58 Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto. Jawa Tengah oleh Raden Aria Wirjaatadja dengan nama 58 Www. kemudian menjadi Rp. 16.

89

Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi yang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Pendiri Bank Rakyat Indonesia Raden Aria Wiraatmadja Pada periode setelah kemerdekaan Republik Indonesia, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1949 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Adanya situasi perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuk Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (PenPres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan kedalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan nelayan. Setelah berjalan selama sebulan keluarlah PenPres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia (BNI). Dalam ketentuan baru ini Bank Indonesia Urusan Tani dan Nelayan (BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia

90

Unit II Bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia Unit II bidang Ekspor Impor (Exim). Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang undangundang pokok perbankan dan Undang-Undang No. 13 tahun 1968 tentang undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai bank sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II bidang Rural dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia, selanjutnya berdasarkan Undang-Undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok Bank Rakyat Indonesia sebagai Bank Umum. Berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 21 tahun 1992 status Bank Rakyat Indonesia (persero) yang kepemilikannya 100 % ditangan pemerintah sejak 1 agustus 1992. PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) yang berdiri sejak tahun 1895 yang didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang masih tetap konsisten, fokus dengan pemberian fasilitas kredit kepada pengusaha kecil. Hal ini tercermin pada perkembangan penyaluran dana KUK (Kredit Usaha Kecil) pada tahun 1994 sebesar Rp. 6.419,8 milyar yang meningkat menjadi Rp. 8.231,1 milyar pada tahun 1995 kemudian pada tahun 1999 sampai dengan bulan September mencapai Rp. 20.466 milyar. Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang semakin pesat maka pada saat ini BRI mempunyai Unit Kerja yang berjumlah

91

4.447 buah, yang terdiri dari 1 Kantor Pusat BRI, 12 Kantor Wilayah, 12 Kantor Inspeksi/SPI, 170 Kantor Cabang (Dalam Negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu, 1 Kantor Cabang Khusus, 1 New York Agency, 1 Caymand Island Agency, 1 Kantor Perwakilan Hongkong, 40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil Bank, 193 P.Point, 3.705 BRI UNIT dan 357 Pos Pelayanan Desa. 2. Visi dan Misi PT. Bank Rakyat Indonesia memiliki visi untuk menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah. Untuk mencapai visi tersebut, PT. Bank Rakyat Indonesia menetapkan misi-misi sebagai berikut : a. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. b. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh Sumber Daya Manusia yang profesional dengan melaksanakan praktek good corporate governance. c. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihakpihak yang berkepentingan. 3. Struktur Organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia, sebagai bank konvensional memiliki struktur organisasi yang berbeda dengan PT. Bank Syari’ah Mandiri. Struktur organisasi PT. Bank Rakyat indonesia terdiri dari RUPS, Dewan

Kantor Kas Bayar. Dewan Direksi.co. 4. Sudaryanto Sudaryo 3. struktur organisasi PT. Mulia P. Kantor Wilayah. Abdul Salam Sumber : Www. Bank Rakyat Indonesia menawarkan berbagai macam produk simpanan . Secara umum. Sulaiman A.bri. Toni Soetirto 2. Bambang Soepomo 7. Sunarsip 3. Unit Kerja Kantor Pusat. Kantor Kas Mobil Bank. serta Pos Pelayanan Desa.92 Komisaris. Sarwono Sudarto 4. Bank Rakyat Indonesia RUPS KOMISARIS UTAMA Bunasor Sanim DIREKTUR UTAMA Sofyan Basir KOMISARIS 1. Divisi. Struktur Organisasi PT. Alviliani 4. Kantor Cabang Dalam Negeri. Kantor Cabang Luar Negeri. Bandjussalam 5. A.Nasution DIREKTUR 1. Produk-produk Sebagai sebuah bank yang memiliki visi untuk menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah. Agus Pakpahan 6. Bank Rakyat Indonesia sebagai berikut : Gambar 2. Kantor Inspeksi.Arianto 5.id. PT. Kantor Cabang Pembantu. Lenny Sugihat 6. B.S Kusmuljono 2. Kantor Cabang Khusus.

93 maupun kredit. Simpedes Merupakan simpanan masyarakat pedesaan di BRI unit yang termasuk dalam kelompok tabungan. c). yang pengambilan maupun penyetorannya tidak dibatasi dalam jumlah maupun frekuensinya sepanjang saldonya mencukupi. b). Bank Rakyat Indonesia tidak jauh berbeda dengan produk bank konvensional yang ada di Indonesia pada saat ini. Produk simpanan dana Produk simpanan dana yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia adalah : 1. Tabungan Tabungan terdiri atas : a). termasuk kedalam kelompok tabungan yang pengambilan maupun penyetorannya tidak dibatasi dalam jumlah maupun frekuensi sepanjang saldonya mencukupi. Secara umum. Simaskot Merupakan simapanan masyarakat di BRI unit pelaksana simaskot. produk-produk yang disediakan meliputi : a. Layanan tabungan . BritAma Merupakan tabungan yang banyak memberikan manfaat lebih besar dari sekedar tabungan biasa. Secara umum produk-produk yang disediakan oleh PT.

3. Fasilitas ini dapat digunakan . misalnya mesin-mesin. dan lain-lain. 2. b. dengan tidak dibatasi oleh jumlah maupun frekuensi sepanjang dananya mencukupi. Produk penyaluran dana Produk penyaluran dana yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia antara lain : 1. yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Giro Merupakan simpanan dari masyarakat kepada bank yang penyetoran maupun penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Kredit Modal Kerja (KMK) Merupakan fasilitas kredit untuk keperluan menambah modal kerja usaha perorangan/badan hukum. Kredit Investasi (KI) Merupakan fasilitas kredit untuk keperluan pembelian aktiva tetap usaha perorangan/badan hukum. Deposito berjangka Merupakan simpanan dari masyarakat kepada bank. sesuai yang telah diperjanjikan antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan. 2. kendaraan.94 terhubung secara online diseluruh Kantor Cabang BRI di wilayah Indonesia.

dan lain-lain. 3. Kretap Merupakan fasilitas kredit untuk karyawan yang mempunyai penghasilan tetap (PNS. BUMN. POLRI. Kredit Modal Kerja Impor (KMKI) Merupakan fasilitas kredit untuk pembiayaan kegiatan impor. 3. pembelian persediaan barang dagangan. Transfer Merupakan jasa pengiriman uang lewat bank baik dalam kota. 4. c. Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) Merupakan fasilitas kredit untuk pembiayaan kegiatan ekspor. 2. 6. Produk jasa Produk jasa yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia adalah : 1. . Pelayanan Pembayaran PBB 4. Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMKK) Merupakan fasilitas kredit untuk pembiayaan kegiatan pembangunan gedung. 5. luar kota atau keluar negeri. Swasta Bonafide). biaya operasional.95 untuk pembelian bahan baku. dan infra struktur lainnya. BUMD. Money Changer Merupakan pertukaran mata uang rupiah dengan mata uang asing lainnya yang dilakukan oleh BRI dan nasabah. jalan. Pelayanan PLN. jembatan.

64. Perkembangan Dana Pihak Ketiga pada tahun 1999 sebesar Rp.772 milyar dan mencapai Rp.625 milyar. Kemampuan Bank Rakyat Indonesia dalam menyalurkan dana ke masyarakat dapat dilihat dari total loan sebesar Rp.081 milyar pada tahun 2000.842. 32. dan pada tahun 2001 mencapai Rp.441 milyar.132. 28.063. .367. Kinerja Keuangan Bank Rakyat Indonesia (persero) yang berdiri sejak tahun 1895 yang didasarkan pelayanan pada masyarakat kecil sampai sekarang masih tetap konsisten.716.674. Hal ini tercermin pada tahun 1999.081 pada tahun 2001. 26.357. dimana Bank Rakyat Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp. Sedangkan modal disetor adalah sebesar Rp.171 milyar pada tahun 2000. dan Rp.510.460 milyar. 1.177. 1. 26.367.728. 27. kemudian pada tahun 2000 dan 2001 masing-masing meningkat mencapai Rp.132.625 milyar. 32.96 5.344 milyar meningkat menjadi Rp. 26. yakni sebesar Rp. kemudian pada tahun 2000 meningkat menjadi Rp. 30. Pada tahun 1999 total aset yang dimiliki Bank Rakyat Indonesia adalah sebesar Rp.344 milyar pada tahun 1999. 26. Kemampuan Bank Rakyat Indonesia dalam memperoleh laba mengalami penurunan dari kemampuan usaha tahun sebelumnya.171 milyar dan Rp. Usaha perolehan laba ini kembali mengalami peningkatan pada tahun 2001.357.000 milyar.891 milyar. 75.

728 589.252 16.545 37.000 373.599 653. Deskripsi Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder mengenai laporan keuangan dari 2 (dua) perusahaan perbankan milik pemerintah.134 933.557 358. Data Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 (Dalam Jutaan Rupiah) Periode 2000 18.184 71. Tabel 3.724 54. solvabilitas.192 315.875 51. Dengan demikian terdapat 2 (dua) perusahaan perbankan yang dianalisis mengenai kinerja keuangannya.985 322. yaitu Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001.704 .951 248.324 39.280 474.331 Keterangan Cash Assets (kas) Total Deposit (total deposito) Total Loans (Total Kredit) Total Assets (Total Aktiva) Securities (Surat Berharga) Equity Capital (Modal Sendiri) Fixed Assets (Aktiva Tetap) Laba Tahun Berjalan 1999 26.580 15. Data keuangan dari kedua perusahaan perbankan yang digunakan untuk menghitung dan menganalisis kinerja keuangan melalui rasio likuiditas.781 172 2001 239.508 447. Dalam penelitian ini analisis kinerja hanya dibatasi pada aspek kuantitatif yakni mengenai rasio keuangannya saja. rentabilitas dan efisiensi selama periode 1999-2001 dapat disajikan pada Tabel 3 dan 4.97 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A.646 178.864 0 408.

954 (Pendapatan Operasional) Operating Expenses (Biaya 10.046 Equity Capital (Modal (26.675.997 158 6 48.571 26.535 Keterangan 2001 11.331. yaitu Bank Syari’ah Mandiri (BSM) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) bertujuan untuk mengetahui perkembangan kinerja keuangan dari masing-masing bank.225 1999 Cash Assets (kas) 4.224.625 75. Tabel 4.183.402.441 Securities (Surat Berharga) 1.772 1.018 1.631.418 65.897 Biaya Non Operasional 20.128 Sumber : Direktori Perbankan Indonesia.842. rentabilitas dan efisiensi. Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio keuangan yang dilakukan terhadap dua bank umum milik pemerintah.063.704 1.344 Total Assets (Total Aktiva) 30.081 1.357.286.403.964 deposito) Total Loans (Total Kredit) 26.238.460) Operating Income 9.040 1.274 4.683.674. 2001 dan 2003.690.948.891 12.910 32.081) 8.367.171 64.635.562 57.252 3. 2001 dan 2003.445 51 Sumber : Direktori Perbankan Indonesia.963 8.141 100.256 (27.095 26.632 16.892 Laba Tahun Berjalan (28.716.154.018.510. solvabilitas.577.516 9.199 10.813.98 Operating Income (Pendapatan Operasional) Operating Expenses (Biaya Operasional) Pendapatan Non Operasional Biaya Non Operasional 848 32.936.115.376 49.843) Sendiri) Fixed Assets (Aktiva Tetap) 1. Data Keuangan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 (Dalam Jutaan Rupiah) Periode 2000 5.177. B.215 5. Rasio keuangan .079 1 124.292 Operasional) Pendapatan Non Operasional 73.132.563 3.958.022 1. Kinerja keuangan tersebut ditunjukkan dengan rasio-rasio likuiditas.255.016 Total Deposit (total 40.

Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loan to Assets Ratio Sumber : Data sekunder diolah 1999 49.. Hasil perhitungan rasio-rasio likuiditas mencakup quick ratio.93 % Rasio-rasio likuiditas yang mencakup quick ratio.46 % 177.-.46 %.19 % 72. solvabilitas.. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. banking ratio dan loan to assets ratio pada bank syari’ah ini dapat ditunjukkan pada Tabel 5. Likuiditas Berdasarkan data laporan keuangan neraca dan laporan rugi laba dapat dihitung rasio-rasio likuiditas Bank Syari’ah Mandiri untuk periode 1999-2001. 1. 1.19 % menggambarkan bahwa setiap Rp. 1. banking ratio.72 % 8. Tabel 5.41 % 137. dan loan to assets ratio pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Quick ratio pada tahun 1999 sebesar 49.61 % 69.81 % Periode 2000 10. rentabilitas dan efisiensi selama periode 1999-2001 dapat ditunjukkan dan dianalisis sebagai berikut : a).1 % 53.99 masing-masing bank tersebut selama periode 1999-2001 dapat dianalisis seperti berikut.dari .51 % 2001 50. Bank Syari’ah Mandiri (BSM) Hasil perhitungan rasio-rasio keuangan Bank Syari’ah Mandiri meliputi likuiditas.49.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. 0. Pada tahun 2000 quick ratio mengalami penurunan menjadi 10.

Hal ini memperlihatkan bahwa bank syari’ah ini kurang mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pada tahun 2000.727.dari pembiayaan yang diberikan. quick ratio mengalami peningkatan. 1.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. 1. Meskipun quick ratio mengalami peningkatan.5.dari deposit dijamin oleh Rp. banking ratio meningkat menjadi 177. 0.dari pembiayaan yang diberikan..dari deposit dijamin oleh Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.-.41 %. Penurunan quick ratio pada tahun 2000 memperlihatkan bahwa bank kurang mampu meningkatkan kualitas kas atau asetnya. Sedangkan pada tahun 2001.77. Sedangkan pada tahun 2001 quick ratio kembali meningkat menjadi 50.1 %.10.. Rasio ini tidak mencapai atau mendekati 100 % sebagai rule of thumb-nya.. 1.100 deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. 2) Banking ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 72. namun masih tergolong rendah. Semakin rendah quick ratio maka semakin rendah pula tingkat likuiditas bank karena bank kurang dapat menjamin pengembalian deposito baik dalam bentuk tabungan maupun deposito berjangka kepada para nasabah penyimpan dana. Oleh sebab itu tingkat likuiditas bank syari’ah ini dilihat dari quick ratio tergolong kurang baik.-.72 %. Sedangkan banking ratio pada tahun . hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp.. 1. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.. 0. 0.

hal ini berarti setiap Rp. Berdasarkan tabel 5 diatas terlihat bahwa pada tahun 2000 nilai banking ratio adalah paling tinggi..dari aset yang tersedia mampu memenuhi pembiayaan yang diberikan sebesar Rp. Oleh karena itu tingkat likuiditas bank syari’ah ini dilihat dari banking ratio tergolong masih rendah. 1. 1.-.. namun nilai rasio ini masih tergolong tinggi.81 %. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Hal ini mencerminkan bahwa pada tahun tersebut tingkat likuiditas bank paling rendah karena bank membutuhkan jumlah dana yang lebih besar untuk membiayai pembiayaannya. Pada tahun 2000 assets to loan ratio mengalami peningkatan menjadi 53.08.53.101 2001 mengalami penurunan menjadi 137.37. Semakin rendah nilai banking ratio maka tingkat likuiditas bank akan semakin tinggi.51 %. 1. 3) Assets to loan ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 8. 0. Meskipun banking ratio mengalami penurunan pada tahun 2001. Sedangkan pada tahun 2001 assets to loan ratio sebesar .dari deposit dijamin oleh Rp.. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Banking ratio yang semakin rendah menandakan bahwa bank syari’ah ini tidak membutuhkan jumlah dana yang besar untuk membiayai pembiayaan yang diberikannya..-. 0.dari pembiayaan yang diberikan.61 %. 1.dari aset mampu memenuhi pembiayaan yang diberikan sebesar Rp. Hal ini karena bank dapat menjamin dalam memberikan pembiayaan kepada nasabah peminjam dengan menggunakan depositonya.

banking ratio. Pertumbuhan rasio likuiditas Bank Syari’ah Mandiri dapat ditunjukkan pada tabel 6.93 %. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. nilai rasio yang semakin tinggi menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi permintaan kredit atau pembiayaan dari nasabah rendah. Ini disebabkan karena total kredit atau pembiayaan yang diminta nasabah mendekati atau bahkan lebih besar dibanding dengan total aset yang dimiliki bank tersebut. kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri ini mengalami kenaikan dan penurunan pada rasio likuiditasnya. Pertumbuhan positif quick ratio pada tahun 2001 .68 % Sumber : Data Sekunder Diolah. 0. Pertumbuhan Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loan to assets ratio 1999 Periode 2000 -78. Hasil pertumbuhan rasio likuiditas yang mencakup quick ratio.5 % 507.. Ditinjau dari loan to assets ratio.102 69.3 % 30.9 % -22. Hal ini ditunjukkan dengan nilai loan to assets ratio yang semakin meningkat setiap tahunnya. Tabel 6. tingkat likuiditas bank ini masih rendah. Ditinjau dari pertumbuhannya.3 % 2001 381. dan loan to assets ratio menunjukkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif dan negatif pada tiap tahunnya. 1.7 % 143.699.dari aset yang tersedia mampu memenuhi pembiayaan yang diberikan sebesar Rp.-.

b). Hal ini karena bank kurang mampu menurunkan nilai perbandingan antara total pembiayaan dengan total asetnya. . Solvabilitas Hasil perhitungan rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). Sementara itu. Pertumbuhan negatif banking ratio pada tahun 2001 juga mencerminkan bahwa kinerja keuangannya pada tahun tersebut baik karena bank mampu menurunkan nilai perbandingan antara total pembiayaan dengan total depositonya. Hal ini mencerminkan bahwa bank kurang mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya sehingga tergolong dalam bank yang tidak liquid. Berdasarkan analisis rasio-rasio likuiditas tersebut dapat diketahui bahwa tingkat likuiditas Bank Syari’ah Mandiri masih rendah. pertumbuhan positif pada loan to assets ratio menandakan bahwa kinerja keuangan pada bank tersebut masih kurang baik meskipun terjadi penurunan pada tahun 2001.103 memperlihatkan bahwa pada tahun tersebut bank cukup mampu meningkatkan kinerja keuangannya setelah sebelumnya mempunyai pertumbuhan negatif. primary ratio dan capital ratio pada bank syari’ah ini dapat ditunjukkan pada Tabel 7.

17 % 63.-.58 %.51. 0. Semakin tinggi nilai CAR maka solvabilitas semakin baik. Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio CAR Primary Ratio Capital Ratio Sumber : Data sekunder diolah 1999 88.17 %. CAR yang semakin tinggi mencerminkan bahwa permodalannya semakin baik karena modal dapat digunakan untuk menjamin pemberian pembiayaan. Nilai CAR dikatakan rendah apabila kurang dari nilai CAR yang ditentukan . dan capital ratio dapat dijelaskan sebagai berikut.5 % Periode 2000 57.dari pembiayaan dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.-..dari pembiayaan dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 0..-.58 % 43. 0. 1.59 %.49 % Rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR).37 % 118.104 Tabel 7. 1. Oleh karena itu meskipun rasio ini mengalami penurunan setiap tahunnya namun nilai CAR pada bank syari’ah ini masih tergolong cukup baik.57. Sedangkan pada tahun 2000 CAR mengalami penurunan menjadi 57.dari pembiayaan dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.41 % 2001 51..8859. (1) CAR pada tahun 1999 adalah sebesar 88. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.59 % 80. primary ratio. Pada tahun 2001 CAR kembali menurun menjadi 51. 1.70 % 62.03 % 907.

1.-.5 % menunjukkan bahwa setiap Rp.80.105 oleh Bank Indonesia yakni sebesar 8 %.-. 0. kinerja keuangan bank syari’ah ini dari tahun ketahun mengalami penurunan pada rasio . (3) Capital ratio pada tahun 1999 sebesar 907. Sedangkan capital ratio pada tahun 2001 menunjukkan angka 62. 1. Sedangkan primary ratio pada tahun 2000 yang menunjukkan angka 63. Meskipun demikian. 1.62. 0. Pada tahun 2001 primary ratio mengalami penurunan menjadi 43. 1. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.18. Ditinjau dari pertumbuhan solvabilitasnya.37 % menggambarkan bahwa setiap Rp..-.dari pembiayaan dijamin oleh equity capital sebesar Rp.70 %. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp. Hal ini menunjukkan bahwa bank tersebut memiliki permodalan yang baik sehingga dapat menutup kredit atau pembiayaan usaha yang dilakukan oleh bank.49 %. 1. Pada tahun 2000 terlihat bahwa capital ratio mengalami penurunan menjadi 118. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp....07.dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp.41 %. selama periode 1999-2001 nilai rasio ini masih tergolong tinggi sehingga pada tahun tersebut tingkat solvabilitasnya cukup baik.-.-.dari pembiayaan dijamin oleh equity capital sebesar Rp.. 0.63.. 9.dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp.dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp.03 %.-. Dari tabel diatas terlihat bahwa capital ratio mengalami penurunan tiap tahunnya.dari pembiayaan dijamin oleh equity capital sebesar Rp. (2) Primary ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 80. 0. CAR yang rendah mencerminkan bahwa permodalan dalam bank kurang baik sehingga bank kurang mampu menutup kemungkinan terjadinya kegagalan dalam pembiayaan dan perdagangan securities. 1. 1.43.

dan capital ratio memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan negatif setiap tahunnya. primary ratio. Hal ini menunjukkan adanya penurunan nilai pada masing-masing rasio tersebut. Bank kurang mampu memperbaiki permodalannya sehingga rasio-rasio solvabilitasnya terus mengalami penurunan setiap tahunnya. .106 solvabilitasnya.03 % -86. Analisis terhadap rasio-rasio likuiditas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). primary ratio.46 % -9.7 % -20. Pertumbuhan rasio solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri dapat ditunjukkan pada tabel 8. dan capital ratio pada Bank Syari’ah Mandiri terlihat mengalami penurunan setiap tahunnya. nilai rasio-rasio solvabilitas pada bank ini masih cukup tinggi. Hal ini mencerminkan bahwa bank tersebut cukup mampu memenuhi kewajiban jangka panjangnya sehingga tergolong sebagai bank umum yang solvabel.2 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil pertumbuhan rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR).81 % -31. Pertumbuhan Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio CAR Primary Ratio Capital Ratio 1999 Periode 2000 2001 -35. Tabel 8. Pertumbuhan negatif pada rasio-rasio solvabilitas ini mencerminkan bahwa kinerja keuangan bank syari’ah ini dari tahun ketahun kurang baik.9 % -47. Meskipun demikian.

hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp.78 % 4..-. Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio ROA ROE GPM Sumber : Data sekunder diolah 1999 0.59 % menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari menggunakan asetnya cukup baik.047 % (3791.59 % yang berarti bahwa setiap Rp.0383 %.0383 % 0.43 % Rasio-rasio rentabilitas yang mencakup return on assets (ROA). Sedangkan ROA pada tahun 2000 mengalami peningkatan menjadi 2.00038.dari aset mampu menghasilkan laba sebesar Rp.0178.09 % 19.0259.-. Rentabilitas Hasil perhitungan rasio-rasio rentabilitas yang mencakup return on assets (ROA). Return en equity (ROE). Kenaikan ROA pada tahun 2000 menjadi 2.107 c).59 % 4. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp..dari aset menghasilkan laba sebesar Rp 0. Pada tahun 2001 ROA menurun menjadi 1. 0. Tabel 9.10 % 93. 1.-. 0. 1. .15%) Periode 2000 2. 1.dari aset mampu menghasilkan laba sebesar Rp. return on equity (ROE) dan gross profit margin (GPM) pada bank syari’ah ini dapat ditunjukkan pada Tabel 9..78 %. (1) ROA pada tahun 1999 menunjukkan angka 0.33 % 2001 1. dan Gross profit Margin (GPM) dapat dijelaskan seperti berikut.

.-.dari modal mampu menghasilkan laba sebesar Rp. 0. 0. 1. 1.047 % menggambarkan bahwa setiap Rp.33 %. (2) ROE pada tahun 1999 sebesar 0.09% menunjukkan bahwa setiap Rp.-.041.dari modal dapat menghasilkan laba sebesar Rp.194.-. 1. 0. Peningkatan .10 % yang berarti bahwa setiap Rp. 0. (3) GPM pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif.dari biaya operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan mampu menghasilkan operating income sebesar Rp..43 % yang berarti bahwa setiap Rp.-. Sedangkan pada tahun 2001 terlihat GPM mengalami penurunan menjadi 19..933. Peningkatan yang terjadi tiap tahunnya terhadap rasio ini mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dengan menggunakan modalnya sudah cukup baik. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.dari modal dapat menghasilkan laba perusahaan sebesar Rp. akan tetapi nilai ROA pada bank ini tergolong cukup baik.0409. yakni sebesar 3791.00047.78 %.-.. Sedangkan pada tahun 2001 ROE sebesar 4.15 %. Pada tahun 2000 ROE meningkat menjadi 4. 0.dari biaya operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan hanya mampu menghasilkan operating income sebesar Rp. hal ini menggambarkan bahwa biaya operasi yang dikeluarkan oleh perusahaan belum mampu menghasilkan operating income karena perusahaan baru didirikan. 1. Pada tahun 2000 GPM menunjukkan angka 93.. 1.108 Meskipun pada tahun 2001 ROA mengalami penurunan menjadi 1.

kinerja keuangan bank syari’ah ini mengalami kenaikan dan penurunan pada rasio rentabilitasnya. Pertumbuhan Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio ROA ROE GPM 1999 Periode 2000 2001 6662.33 % mencerminkan bahwa pada tahun tersebut kemampuan bank dalam memperoleh laba dari operasional usahanya sudah cukup tinggi.109 nilai GPM pada tahun 2000 menjadi 93. ROE. Penurunan . Sedangkan pertumbuhan negatif pada rasio-rasio ini mencerminkan bahwa kinerja keuangan bank syari’ah ini kurang baik.18 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil perhitungan pertumbuhan rasio rentabilitas yang mencakup ROA.4 % -31.27 % 8623. Pertumbuhan rasio rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri dapat ditunjukkan pada tabel 10. dan GPM memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif dan negatif setiap tahunnya.4 % -0. Sedangkan pada tahun 2001 GPM mengalami penurunan menjadi 19.46 % -79. Pertumbuhan positif pada rasio-rasio rentabilitas ini mencerminkan bahwa kinerja keuangan bank syari’ah ini sudah cukup baik. Ditinjau dari pertumbuhannya.43 %.24 % 102. Meskipun nilai GPM mengalami kenaikan dan penurunan naik namun bank tersebut terlihat cukup mampu menghasilkan laba melalui operasional usahanya. Tabel 10.

Berdasarkan analisis rasio-rasio rentabilitas tersebut dapat diketahui bahwa Bank Syari’ah Mandiri pada tahun 1999 mempunyai tingkat rentabilitas yang masih rendah.79 % 9. Pada tahun . d).03 % 6. Efisiensi Hasil perhitungan rasio-rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio. asset utillization ratio (AUR).224 % 3891.9 % 0.110 terhadap pertumbuhan rasio-rasio rentabilitas ini menunjukkan bahwa bank kurang mampu mempertahankan kinerja keuangannya. maupun operasional usahanya sehingga tergolong bank yang cukup profitabel.66 % 2001 228.78 % 13.44 % 80. dan operating ratio dapat dijelaskan seperti berikut. Tabel 11.9 %.60 % Rasio-rasio efesiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR). (1) LMR pada tahun 1999 menunjukkan angka 124. modal. Sedangkan pada tahun 20002001 Bank Syari’ah Mandiri sudah cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. asset utillization ratio dan operating ratio pada bank syari’ah ini dapat ditunjukkan pada Tabel 11. Rasio Efisiensi Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio Leverage Multipler Ratio AUR Operating Ratio Sumber : Data sekunder diolah 1999 124.86 % Periode 2000 157. hal ini menunjukkan bahwa manajemen mampu mengelola equity capital menjadi aset sebesar 124 kali dalam setahun.

0903. dari aset menghasilkan income sebesar Rp. Sedangkan pada tahun 2000 operating ratio mengalami penurunan menjadi 6. 1. Hal ini mencerminkan bahwa bank cukup mampu mengelola aset yang dikuasainya dengan baik.66 %. 1. Nilai LMR yang tinggi menunjukkan bahwa total aset bank jauh lebih besar dibandingkan dengan modal yang dimilikinya.. Pada tahun 2000 terlihat AUR meningkat menjadi 9.-. 0.03 % yang berarti setiap Rp. 1. (2) AUR pada tahun 1999 menunjukkan angka 0.. Pada pada tahun 2001 AUR kembali mengalami peningkatan sebesar 13. 1. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.44 % yang menunjukkan bahwa setiap Rp.134. 38.86 %.-. Peningkatan nilai AUR pada tiap tahunnya mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam memanfaatkan asetnya untuk meningkatkan pendapatan sudah cukup baik setiap tahunnya.-.dari pendapatan yang diterima memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.-. dan kembali mengalami peningkatan menjadi 228. 0.111 2000 nilai LMR meningkat menjadi 157.78 % pada tahun 2001.dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp..dari pendapatan yang .224 %.-. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1.00224. (3) Operating ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 3891.9. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 0.79 %..dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp.

operating ratio mengalami kenaikan menjadi 80. Naik turunnya nilai operating rasio pada bank syari’ah ini mencerminkan bahwa bank kurang mampu mempertahankan kinerja keuangannya.2 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil perhitungan rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR).8 % 1110.dari pendapatan yang diterima memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.066. Tabel 12.9 % 3931.-. kinerja keuangan bank syari’ah ini memiliki kecendrungan pertumbuhan yang berbeda pada rasiorasio efisiensinya. Pada tahun 1999 operating ratio memiliki nilai tertinggi. 1. asset utillization ratio (AUR). Pertumbuhan Rasio Efisiensi Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 Rasio LMR AUR Operating Ratio 1999 Periode 2000 2001 26. 0.-. Pertumbuhan rasio efesiensi Bank Syari’ah Mandiri dapat ditunjukkan pada tabel 12.60 %. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 0.2 % 48. Pada tahun 2001.8 % -99..112 diterima hanya memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.8. dan operating ratio . Semakin tinggi operating ratio maka tingkat efesiensi bank tersebut semakin rendah karena biaya operasional dan operasional yang dikeluarkan bank lebih besar dari pendapatan yang diterima. Ditinjau dari pertumbuhannya.3 % 44.

Berdasarkan analisis rasio-rasio efisiensi tersebut dapat diketahui bahwa Bank Sayari’ah Mandiri pada tahun 1999 tingkat efisiensinya masih kurang baik. solvabilitas. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hasil perhitungan rasio-rasio keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) meliputi likuiditas. . rentabilitas dan efisiensi selama periode 1999-2001 dapat ditunjukkan dan dianalisis sebagai berikut : a). namun pertumbuhan positif pada LMR dan AUR mencerminkan bahwa bank memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengelola dan memanfaatkan asetnya. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun tersebut bank cukup mampu mengelola dan memanfaatkan asetnya sehingga tergolong bank yang cukup efesien. Meskipun pertumbuhan operating ratio menurun.113 memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya. 2. Hasil perhitungan rasio-rasio mencakup quick ratio. Sementara pada tahun 2000-2001 tingkat efisiensi bank ini sudah tergolong cukup baik. Likuiditas Berdasarkan data laporan neraca dan laporan laba rugi dapat dilihat rasio-rasio likuiditas Bank Rakyat Indonesia untuk periode 1999-2001. ini menunjukkan adanya peningkatan nilai pada masing-masing rasio tersebut.

23 %.29 % 85. 1) Quick ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 11.0106. 0. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Rasio Likuiditas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loan to Assets Ratio Sumber : Data Sekunder diolah. Pada tahun 2000 quick ratio mengalami penurunan menjadi 10.114 banking ratio dan loan to assets ratio pada bank konvensional ini dapat ditunjukkan pada Tabel 13.2023.-.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp..08 % 42.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. Sedangkan tahun 2001 quick ratio terlihat meningkat menjadi 20. dan loan to assets ratio seperti yang terlihat pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut.1158. Penurunan quick ratio pada tahun 2000 memperlihatkan bahwa bank kurang mampu meningkatkan kualitas kas atau asetnya. Tabel 13. 0..65 % 53.73 % Rasio-rasio likuiditas yang mencakup quick ratio. 1.65 % Periode 2000 10. banking ratio.76 % 2001 20. Semakin rendah quick ratio maka semakin rendah pula tingkat likuiditas bank karena bank kurang dapat menjamin pengembalian deposito baik dalam .58 % 65.dari deposit dijamin oleh cash assets sebesar Rp. 1999 11.-.23 % 56.44 % 40. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.-. 1. 0. 1.65 % yang berarti bahwa setiap Rp.58 %..

. Sedangkan pada tahun 2000 banking ratio menurun menjadi 53.5608.dari kredit yang diberikan. 0..dari kredit yang diberikan. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1.6529. Sedangkan pada tahun 2001. Semakin rendah nilai banking ratio maka tingkat likuiditas bank akan semakin tinggi. 0.44 %. 1.dari kredit yang diberikan. Hal ini mencerminkan bahwa tingkat likuiditas bank ini dilihat dari banking ratio cukup baik..5344. Berdasarkan tabel 13 diatas terlihat bahwa nilai rasio ini mengalami penurunan pada setiap tahunnya. Meskipun quick ratio mengalami peningkatan.dari deposit dijamin oleh Rp..dari deposit dijamin oleh Rp. quick ratio mengalami peningkatan. Hal ini memperlihatkan bahwa bank konvensional ini kurang mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp. 2) Banking ratio pada tahun 1999 adalah sebesar 65.. Oleh sebab itu tingkat likuiditas bank konvensional ini dilihat dari quick ratio tergolong kurang baik.dari deposit dijamin oleh Rp. namun masih tergolong rendah.29 %. 1. Nilai banking ratio yang lebih kecil dari 100 % menunjukkan bahwa bank .08 % yang berarti setiap Rp.. 0. Rasio ini tidak mencapai atau mendekati 100 % sebagai rule of thumb-nya. Pada tahun 2001 terlihat banking ratio meningkat menjadi 56.115 bentuk tabungan maupun deposito berjangka kepada para nasabah penyimpan dana.

65 %. 1. nilai rasio yang semakin rendah menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi permintaan kredit atau pembiayaan dari nasabah cukup tinggi.76 % yang berarti di setiap Rp.. 1. 0. 0.dari aset yang tersedia mampu memenuhi kredit yang diberikan sebesar Rp. dibandingkan dengan total aset yang . dan 2001 menunjukkan bahwa dalam tahun tersebut tingkat likuiditasnya cukup baik.73 %. Berdasarkan pada tabel 13 diatas maka dapat dilihat bahwa pada tahun 1999 nilai loan to assets ratio adalah paling tinggi. 0.-. Sedangkan penurunan nilai rasio yang terjadi pada tahun 2000. Sedangkan pada tahun 2001 loan to assets ratio meningkat menjadi 42. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.8565.-..dari aset yang tersedia hanya mampu memenuhi kredit yang diberikan sebesar Rp.4273. 1. 3) Loan to assets ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 85.dari aset yang tersedia mampu memenuhi kredit yang diberikan sebesar Rp. Ini disebabkan karena total kredit yang diminta nasabah cenderung lebih kecil dimiliki bank tersebut.116 konvensional ini dapat memberikan kredit kepada kreditor dengan menggunakan depositonya sehingga bank tidak membutuhkan jumlah dana yang besar untuk membiayai kreditnya. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.-..4076. Pada tahun 2000 terlihat bahwa loan to assets ratio mengalami penurunan menjadi 40.

14 % -52. Sementara itu.4 % 2001 89.03 % -18. pertumbuhan positif pada loan to assets ratio pada tahun 2001 menandakan bahwa kinerja keuangan pada bank tersebut masih kurang baik dibandingkan tahun 2000. dan loan to assets ratio menunjukkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif dan negatif pada tiap tahunnya. Hal ini karena bank kurang mampu menurunkan nilai perbandingan antara total kredit dengan total asetnya. banking ratio.8 % Sumber : Data Sekunder Diolah.9 % 4.117 Ditinjau dari pertumbuhannya. Pertumbuhan rasio likuiditas Bank Rakyat Indonesia dapat ditunjukkan pada tabel 14. Tabel 14. Hasil pertumbuhan rasio likuiditas yang mencakup quick ratio. Pertumbuhan Rasio Likuiditas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio Quick Ratio Banking Ratio Loan to assets ratio 1999 Periode 2000 -8.9 % 4. Bank Rakyat Indonesia ini mengalami kenaikan pada rasio likuiditasnya. Pertumbuhan positif quick ratio pada tahun 2001 memperlihatkan bahwa pada tahun tersebut bank cukup mampu meningkatkan kinerja keuangannya setelah sebelumnya mempunyai pertumbuhan negatif. Pertumbuhan positif banking ratio pada tahun 2001 juga mencerminkan bahwa kinerja keuangannya pada tahun tersebut kurang baik karena bank kurang mampu menurunkan nilai perbandingan antara total kredit dengan total depositonya. .

34 % 6. primary ratio.47 % 4.118 Berdasarkan analisis rasio-rasio likuiditas tersebut dapat diketahui bahwa tingkat likuiditas Bank Rakyat Indonesia masih cukup baik. Solvabilitas Hasil perhitungan rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR). primary ratio dan capital ratio pada bank konvensional ini dapat ditunjukkan pada Tabel 15. dan capital ratio seperti yang terlihat pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut.15 %) (100. Tabel 15. Hal ini mencerminkan bahwa bank mampu dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya sehingga tergolong dalam bank yang liquid.36 % 14.28 %) (86. Rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR).59 %.07 % 2001 9.92 % 12. Sedangkan pada tahun 2000 CAR mengalami peningkatan menjadi 6. (1) CAR pada tahun 1999 menunjukkan angka yang negatif sebesar 88.47 %. hal ini menunjukkan bahwa bank kurang mampu menutup kemungkinan terjadinya kegagalan dalam perkreditan dan perdagangan surat berharga.59 %) Periode 2000 6.87 % Sumber : Data Sekunder diolah. Rasio Solvabilitas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio CAR Primary Ratio Capital Ratio 1999 (99. hal ini menunjukkan . b).

1.. (2) Primary ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif. Meskipun rasio ini mengalami peningkatan pada tahun 2000 namun nilai CAR pada bank konvensional ini masih kurang baik.119 bahwa setiap Rp. 0. CAR yang rendah mencerminkan bahwa permodalan dalam bank kurang baik sehingga bank kurang mampu menutup kemungkinan terjadinya kegagalan dalam kredit dan perdagangan securities.dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp.. 0. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.647. hal ini .-.934..34 %.357 %. Pada tahun 2000 primary ratio mengalami peningkatan menjadi 4. Nilai CAR dikatakan rendah apabila kurang dari nilai CAR yang ditentukan oleh Bank Indonesia yakni sebesar 8 %. Sementara pada tahun 2001 nilai CAR bank ini terlihat sudah cukup baik. CAR yang semakin tinggi mencerminkan bahwa permodalannya semakin baik karena modal dapat digunakan untuk menjamin pemberian kredit. hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak mampu menjamin asset dengan equity capital yang dimilikinya.-.dari kredit dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.0492.-. 1. Semakin tinggi nilai CAR maka solvabilitas semakin baik. yakni sebesar 86.15 %. 1. Pada tahun 2001 CAR kembali meningkat menjadi 9. Pada tahun 2001 primary ratio kembali mengalami peningkatan menjadi 6. 0.92 % yang berarti bahwa setiap Rp.dari kredit dan securities dijamin oleh modal sebesar Rp.

120

menunjukkan bahwa setiap Rp. 1,- dari aset dijamin oleh equity capital sebesar Rp. 0,06357,. Berdasarkan tabel 14 terlihat bahwa rasio ini mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan rasio ini memperlihatkan bahwa bank konvensional ini cukup mampu memperbaiki kinerja keuangannya. Meskipun mengalami kenaikan, namun nilai rasio-rasio ini tergolong masih rendah. Primary ratio yang rendah menunjukkan bahwa modal yang dimiliki bank lebih kecil dari total aset. (3) Capital ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif sebesar 100,59 %, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak dapat menjamin kredit dengan equity capital yang dimilikinya. Capital ratio mengalami kenaikan menjadi 12,07 % pada tahun 2000, hal ini berarti bahwa di setiap Rp. 1,- dari kredit dijamin oleh equity capital sebesar Rp. 0,1207,-. Pada tahun 2001 capital ratio kembali meningkat menjadi 14,87 %, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1,- dari kredit dijamin oleh equity capital sebesar Rp. 0,1487,-.Dari tabel diatas terlihat bahwa capital ratio mengalami peningkatan tiap tahunnya. Meskipun demikian nilai rasio-rasio ini tergolong masih rendah. Capital rasio yang rendah menunjukkan bahwa bank memiliki permodalan yang kurang baik sehingga kemampuan untuk dapat menutup kredit atau pembiayaan usaha yang dilakukan oleh bank masih kurang.

121

Ditinjau

dari

pertumbuhannya,

kinerja

keuangan

bank

konvensional ini mengalami pertumbuhan yang positif pada rasio solvabilitasnya. Pertumbuhan rasio solvabilitas Bank Rakyat Indonesia dapat ditunjukkan pada tabel 16.
Tabel 16. Pertumbuhan Rasio Solvabilitas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio CAR Primary Ratio Capital Ratio 1999 Periode 2000 106,5 % 105,7 % 111,9 % 2001 44,3 % 29,2 % 23,1 %

Sumber : Data Sekunder Diolah.

Hasil pertumbuhan rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR), primary ratio, dan capital ratio

memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan nilai pada masing-masing rasio tersebut. Pertumbuhan positif pada rasiorasio solvabilitas ini mencerminkan bahwa bank cukup mampu memperbaiki permodalannya sehingga rasio-rasio solvabilitasnya terus mengalami peningkatan pada tiap tahunnya. Analisis terhadap rasio-rasio solvabilitas yang mencakup capital adequacy ratio (CAR), primary ratio, dan capital ratio selama periode 1999-2001 pada Bank Rakyat Indonesia memperlihatkan bahwa nilai rasio-rasio solvabilitasnya masih rendah. Meskipun pertumbuhan rasio solvabilitas pada bank ini setiap tahunnya menunjukkan pertumbuhan yang positif akan tetapi nilai rasio rasio-

122

rasio solvabilitas yang dimiliki bank tersebut tergolong masih rendah. Hal ini mencerminkan bahwa bank tersebut masih kurang mampu memenuhi kewajiban jangka panjangnya sehingga tergolong sebagai bank umum yang kurang solvabel. c). Rentabilitas Hasil perhitungan rasio-rasio rentabilitas yang mencakup return on assets (ROA), return on equity (ROE) dan gross profit margin (GPM) pada bank konvensional ini dapat ditunjukkan pada Tabel 17.
Tabel 17. Rasio Rentabilitas Bank Rakyat Indonesia periode 1999-2001

Rasio 1999 ROA (92,35 %) ROE (107,19 %) GPM (18,37 %) Sumber: Data Sekunder diolah.

Periode 2000 (43,04 %) (874,7 %) 3,65 %

2001 1,405 % 22,10 % 27,38 %

Rasio-rasio rentabilitas yang mencakup return on asset (ROA), return on equity (ROE), dan gross profit margin (GPM) seperti yang terlihat pada tabel tersebut diatas dapat dijelaskan seperti berikut. (1) Pada tahun 1999 dan 2000 terlihat bahwa perusahaan mengalami kerugian. Hal tersebut dapat dilihat dalam ROA yang menunjukkan angka negatif yakni masing-masing sebesar 92,35 % dan 43,04 %. Hal ini menggambarkan bahwa perusahaan kurang mampu memanfaatkan aset yang dimilikinya untuk memperoleh laba atau keuntungan. Sedangkan ROA pada tahun 2001 mengalami

01405.221. 1. 0.37 %. (3) GPM pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif sebesar 18. 0.dari modal mampu menghasilkan laba atau keuntungan sebesar Rp.38 %. Peningkatan nilai ROE pada tahun 2001 mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dengan menggunakan modalnya dalam tahun tersebut sudah cukup baik. Pada tahun 2001 terlihat GPM kembali mengalami peningkatan menjadi 27. hal ini menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu memperoleh laba dan efesiensi secara keseluruhan melalui penggunaan modal.10 %. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.65 %.. hal ini menggambarkan bahwa setiap Rp.-. hal ini menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu menghasilkan operating income dari biaya operasional yang dikeluarkannya. hal ini mencerminkan bahwa setiap . 1.405 %.405 % menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari menggunakan asetnya pada tahun tersebut cukup baik.7 %.0365.dari aset dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp. (2) Pada tahun 1999 dan 2000 terlihat bahwa ROE menunjukkan angka negatif yaitu sebesar 107. 1.-.19 % dan 874. 0.123 peningkatan sebesar 1..dari biaya operasional mampu menghasilkan operating income sebesar Rp. Pada tahun 2001 ROE mulai mengalami peningkatan menjadi 22.-. Sedangkan GPM pada tahun 2000 meningkat menjadi 3. Kenaikan ROA pada tahun 2001 menjadi 1.. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.

Pertumbuhan positif pada rasio-rasio rentabilitas ini pada setiap tahunnya mencerminkan bahwa bank tersebut mempunyai kemampuan untuk memperbaiki kinerja keuangannya sehingga mengalami peningkatan.124 Rp.3 % -716. kinerja keuangan bank konvensional ini mengalami peningkatan dan penurunan pada rasio rentabilitasnya. Pertumbuhan rasio rentabilitas Bank Rakyat Indonesia dapat ditunjukkan pada tabel 18. Pertumbuhan Rasio Rentabilitas Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio ROA ROE GPM 1999 Periode 2000 53. . 0. 1.2738. dan GPM memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut secara umum mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya. Tabel 18. ROE.86 % 2001 103..02 % 119.-.13 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil perhitungan pertumbuhan rasio rentabilitas yang mencakup ROA. Nilai GPM yang semakin meningkat memperlihatkan bahwa bank tersebut mampu meningkatkan kinerja keuangannya.5 % 650. Ditinjau dari pertumbuhannya.2 % 102.dari biaya operasional perusahaan mampu menghasilkan operating income sebesar Rp. Peningkatan nilai GPM setiap tahunnya mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam memperoleh laba dari operasional usahanya cukup baik.

59 % 13. modal. Efisiensi Hasil perhitungan rasio-rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio. asset utillization ratio (AUR) dan operating ratio pada bank konvensional ini dapat ditunjukkan pada Tabel 19. meskipun mengalami pertumbuhan yang positif pada tiap tahunnya.92 % 30.06 %) Periode 2000 2031. Rasio Efisiensi Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio Leverage Multipler Ratio AUR Operating Ratio 1999 (116.85 % 2001 1572. Hal ini mencerminkan bahwa pada tahun tersebut bank cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. d).73 % Sumber : Data Sekunder diolah.18 % 72. Hal ini terlihat pada masih rendahnya nilai rasio-rasio rentabilitas yang dimilikinya pada tahun tersebut.52 % 118. Tabel 19. maupun dari operasional usahanya sehingga tergolong dalam bank yang cukup profitabel.89 % 96. Sedangkan pada tahun 2001 nilai rasio-rasio rentabilitas pada bank ini sudah terlihat cukup tinggi. dan modalnya sehingga tergolong bank yang kurang profitabel.45 % 17. .125 Berdasarkan analisis rasio-rasio rentabilitas tersebut dapat diketahui bahwa Bank Rakyat Indonesia pada tahun 1999 dan 2000 belum cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset.

-.. 0.18 %. 1. Meskipun rasio ini mengalami penurunan pada tahun 2000. Naik turunnya nilai AUR pada tiap tahunnya . Sedangkan pada tahun 2000 AUR terlihat mengalami penurunan menjadi 13. (1) LMR pada tahun 1999 menunjukkan angka negatif sebesar 116. 0.dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp.dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp. hal ini menunjukkan bahwa manajemen tidak mampu mengelola equity capital menjadi aset.126 Rasio-rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR). asset utillization ratio (AUR).08 %. namun pada tahun 2001 kembali meningkat.1389.. (2) AUR pada tahun 1999 menunjukkan angka 30. 0..-. Nilai LMR yang tinggi menunjukkan bahwa total aset bank jauh lebih besar dibandingkan dengan modal yang dimilikinya. 1. namun nilai LMR pada bank konvensional ini tergolong cukup tinggi.1718.89 % yang berarti bahwa disetiap Rp.92 % pada tahun 2001. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.dari aset dapat menghasilkan income sebesar Rp. Meskipun mengalami penurunan pada tahun 2001. dan operating ratio seperti yang terlihat pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut. dan mengalami penurunan menjadi 1572.-. AUR pada tahun 2001 meningkat menjadi 17. Hal ini mencerminkan bahwa bank cukup mampu mengelola aset yang dikuasainya dengan baik. 1.52 %. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Pada tahun 2000 nilai LMR meningkat menjadi 2031.85 %.3052.

18.45 %. Operating ratio mengalami penurunan pada tahun 2000 dan 2001. kinerja keuangan bank konvensional ini memiliki kecendrungan pertumbuhan yang berbeda .59 %.dari pendapatan yang diterima hanya memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.127 mencerminkan bahwa kemampuan bank dalam memanfaatkan asetnya untuk meningkatkan pendapatan belum terlalu baik. Sedangkan pada tahun 2000 operating ratio mengalami penurunan menjadi 96.73 %. sehingga dilihat dari operating ratio tingkat efesiensi bank ini cukup baik..dari pendapatan yang diterima memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.. Sedangkan nilai operating rasio yang semakin rendah mencerminkan bahwa bank tersebut mampu mempertahankan kinerja keuangannya. 1. operating ratio mengalami kenaikan menjadi 72. (3) Operating ratio pada tahun 1999 menunjukkan angka 118. Pada tahun 1999 operating ratio memiliki nilai tertinggi.96. 0. 0. Ditinjau dari pertumbuhannya. 1.dari pendapatan yang diterima memerlukan biaya operasional dan non operasional sebesar Rp. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. Semakin tinggi operating ratio maka tingkat efesiensi bank tersebut semakin rendah karena biaya operasional dan operasional yang dikeluarkan bank lebih besar dari pendapatan yang diterima. Pada tahun 2001..-.-. 1.72. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp.-. hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1.

asset utillization ratio (AUR).5 % 23. dan Operating ratio memperlihatkan bank tersebut kurang mampu mempertahankan kinerja keuangannya. Sedangkan AUR mengalami pertumbuhan yang positif.6 % -54. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2000. dan 2001 menunjukkan bahwa bank konvensional ini .6 % -24.128 pada rasio-rasio efisiensinya. Pertumbuhan negatif LMR.5 % Sumber : Data Sekunder Diolah Hasil perhitungan rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR). dan operating ratio memperlihatkan bahwa rasio-rasio tersebut mengalami pertumbuhan positif dan negatif.4 % -18. Rasio yang mencerminkan efisiensi operasionalisasi bank ini hanya ada 1. Berdasarkan analisis rasio-rasio efisiensi tersebut memperlihatkan bahwa kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 1999 belum sepenuhnya efisien. Tabel 20.6 % 2001 -22. Pertumbuhan Rasio Efisiensi Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 Rasio LMR AUR Operating Ratio 1999 Periode 2000 1850. yaitu asset utillization ratio (AUR). Pertumbuhan rasio efisiensi Bank konvensional dapat ditunjukkan pada tabel 20. hal ini mencerminkan bahwa bank konvensional ini mempunyai kemampuan dalam memanfaatkan aset yang tersedia sehingga mampu meningkatkan kinerja keuangannya.

41 % 20.1 % 2001 50. Perbandingan Rasio Likuiditas Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Quick Ratio . rentabilitas dan efisiensi.65 % 177.BSM . Perbandingan kinerja keuangan pada kedua bank tersebut ditinjau dari rasio-rasio keuangannya yang mencakup likuiditas.6 % 2 .58 % 72.BRI Banking Ratio . C. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Analisis perbandingan kinerja keuangan ini dimaksudkan untuk membandingkan kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia secara eksternal. solvabilitas.23 % 137.BSM 49. Likuiditas Perbandingan rasio-rasio likuiditas Bank Syari’ah mandiri dan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 dapat ditunjukkan pada Tabel 21.19 % 11.46 % 10. Analisis perbandingan kinerja pada kedua bank tersebut tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Tabel 21.72 % Periode 2000 10.129 cukup mampu meningkatkan efisiensi dalam menjalankan aktivitas perbankannya sehingga tergolong dalam bank yang cukup efesien. Analisis perbandingan kinerja keuangan ini bertujuan untuk mengetahui bank mana yang memiliki kinerja keuangan lebih baik antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia.

Oleh sebab itu Bank Rakyat Indonesia tergolong lebih liquid sehingga lebih mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri.93 % 42. Hal ini mencerminkan bahwa bank tersebut mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi.BSM .51 % 40.73 % Sumber : Hasil Penelitian.44 % 53. Hal ini ditunjukkan baik pada nilai banking ratio. maupun loan to assets ratio. Selama periode 1999-2001 nilai banking ratio.BRI 65. . Sementara itu nilai loan to assets ratio yang semakin rendah menunjukkan bahwa kemampuan bank ini untuk memenuhi permintaan kredit atau pembiayaan usaha dari nasabah tinggi.BRI Loan to Assets Ratio . 2. dan loan to assets ratio Bank Rakyat Indonesia lebih rendah dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri.65 % 53.130 3 .08 % 69.76 % 56.29 % 8. Solvabilitas Perbandingan rasio-rasio solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 dapat ditunjukkan pada tabel 22. Berdasarkan data pada tabel 21 diatas maka dapat diketahui bahwa rasiorasio likuiditas pada Bank Rakyat Indonesia menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan Bank Syari’ah Mandiri.81 % 85. Banking ratio yang semakin rendah menandakan bahwa bank ini mempunyai kemampuan yang cukup baik untuk membayar kembali kewajiban kepada nasabah yang telah menanamkan dananya dengan menggunakan depositonya.

87 % 2 3 Sumber : Hasil penelitian.17 % 6.BSM .28 %) 80. primary ratio. dan capital ratio selama periode 19992001 dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia.37 % 4.BSM .BRI 88.BRI Capital Ratio .5 % (100.41 % 12.BSM . Perbandingan Rasio Solvabilitas Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 CAR .03 % (86. Hal tersebut menandakan bahwa kemampuan Bank Syari’ah Mandiri dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya lebih baik bila dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia sehingga tergolong bank yang cukup solvabel. Hal ini ditunjukkan dengan lebih tingginya nilai CAR.70 % 6.49 % 14. 3.131 Tabel 22.BRI Primary Ratio .47 % 63.58 % 9. Berdasarkan pada tabel 22 diatas maka dapat diketahui bahwa rasio-rasio solvabilitas pada Bank Syari’ah Mandiri terlihat lebih baik dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia. Rentabilitas Perbandingan rasio-rasio rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri (BSM) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) selama periode 1999-2001 dapat dilihat pada tabel 23.07 % 2001 51.59 %) Periode 2000 57.15 %) 907. .35 % 62.34 % 43.92 % 118.5 % (99.

dan GPM maka tingkat rentabilitas kedua bank tersebut masih kurang baik sehingga tergolong sebagai bank yang kurang profitabel.10 % (874.1 % 19.59 % (43.047 % (107.37 %) Periode 2000 2.46 % 3.38 % 2 3 Sumber : Hasil Penelitian.09 % 22. Sementara pada tahun 2000.15%) (18.19 %) (3791.43 % 27.132 Tabel 23.78 % 1.35 %) 0. Meskipun demikian dilihat dari rendahnya nilai ROA.04 %) 4. Berdasarkan pada tabel 23 diatas terlihat bahwa rasio-rasio rentabilitas pada Bank Syari’ah Mandiri pada tahun 1999 lebih tinggi dibandingkan pada Bank Rakyat Indonesia.405 % 4. . ROE.7 %) 102.65 % 2001 1.0383 % (92. nilai rasio-rasio rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri terlihat lebih tingi sehingga tergolong sebagai bank yang cukup profitabel dibandingkan Bank Rakyat Indonesia Sedangkan pada tahun 2001 terlihat bahwa tingkat rentabilitas Bank Rakyat Indonesia lebih tinggi dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri sehingga kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun tersebut lebih baik daripada Bank Syari’ah Mandiri. Perbandingan Rasio Rentabilitas Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 ROA ROE GPM - Rasio 1999 BSM BRI BSM BRI BSM BRI 0. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun tersebut kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri lebih baik karena kemampuan menghasilkan labanya lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia.

Berdasarkan pada tabel 24 dapat diketahui bahwa Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 1999 belum terlihat efisien. Efisiensi Perbandingan rasio-rasio efisiensi Bank Syari’ah Mandiri (BSM) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) selama periode 1999-2001 dapat dilihat pada Tabel 24. Hal ini terlihat dari rasio-rasio efisiensi yang mencakup leverage multipler ratio (LMR). Selain itu penurunan operating ratio pada setiap periode tersebut menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menekan biaya operasional dan non operasional untuk memperoleh laba lebih baik dari tahun sebelumnya.66 % 96.BRI Periode 2000 2001 124.44 % 17.BSM .18 % 2 3 3891.52 % 157.06 %) 0.73 % Sumber : Hasil Penelitian.03 % 13.BRI AUR .224 % 30. Sementara pada tahun 2000-2001 tingkat efisiensi kedua bank tersebut sudah cukup baik.45 % 80. dan asset utillization ratio (AUR) yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tabel 24.89 % 228.86 % 118.BSM .79 % 2031.9 % (116.60 % 72.59 % 6. Perbandingan Rasio Efisiensi Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Leverage Multipler Ratio .BSM .BRI Operating Ratio .133 4.92 % 13.85 % 9. Meskipun demikian terlihat bahwa .78 % 1572.

Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan bank memenuhi kewajiban jangka panjang. Analisis rasio keuangan pada perbankan dibedakan menjadi empat yaitu likuiditas. Sementara selama tahun 2000-2001 Bank Syari’ah Mandiri tergolong sebagai bank yang kurang likuid. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil . Rasio rentabilitas menunjukkan kemampuan bank menghasilkan laba. kurang profitabel dan kurang efisien. solvabilitas. rasio efisiensi mencerminkan kemampuan bank menjalankan operasionalisasi usahanya secara efisien. Pembahasan Analisis rasio keuangan berperan penting sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan. solvabel. Rasio keuangan menunjukkan kondisi keuangan perusahaan dalam periode tertentu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Bank Syari’ah Mandiri selama tahun 1999 tergolong sebagai bank umum syari’ah yang solvabel. Hal ini ditunjukkan dengan lebih tingginya nilai LMR dan AUR bila dibandingkan dengan Bank Syari’ah Mandiri sehingga kemampuan Bank Rakyat Indonesia dalam mengelola dan memanfaatkan asetnya pada tahun tersebut lebih baik dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri. profitabel dan efisien.134 kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2000 dan 2001 lebih baik dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri. Rasio likuiditas mencerminkan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. akan tetapi kurang likuid. D. rentabilitas dan efisiensi. Sementara.

70 % 62.59 % b.44 % 80. Capital Ratio 907.9 % b. AUR 0.78 % 13.79 % 9.17 % 63.51 % 57.46 % 2001 50. Rasio ini tidak mencapai atau mendekati 100 % sebagai rule of thumb-nya.46 % 177.09 % 19. Loan to Assets Ratio 8.047 % (3791. GPM Efesiensi a.86 % Periode 2000 10. namun masih tergolong rendah.37 % 118.224 % c.10 % 102. Quick Ratio 49. Banking Ratio c.66 % 228.15%) c. Leverage Multipler Ratio 124. Rekapitulasi Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Likuiditas a.78 % 4. Tabel 25.135 rekapitulasi rasio keuangan Bank Syari’ah Mandiri seperti yang ditunjukkan pada Tabel 25.43 % 2 3 4 157.93 % 51. Sementara banking ratio mengalami penurunan.0383 % b.41 % 2.58 % 43.1 % 53.59 % 4. tetapi masih tergolong cukup tinggi.72 % b. ROE 0. Meskipun quick ratio mengalami peningkatan. Operating Ratio 3891. CAR 88.49 % 1.81 % Solvabilitas a. ROA 0.41 % 137.19 % 72. Primary Ratio 80.03 % 6.03 % c. Banking ratio yang tinggi menandakan bahwa bank syari’ah ini membutuhkan jumlah dana yang lebih besar untuk .61 % 69.5 % Rentabilitas a.60 % Sumber : Hasil Penelitian Berdasarkan pada tabel 25 diatas terlihat bahwa kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri selama periode 1999-2001 dari rasio likuiditasnya tergolong masih kurang baik.

Nilai rasio yang semakin tinggi menandakan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi permintaan kredit atau pembiayaan dari nasabah masih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai loan to assets ratio yang semakin meningkat setiap tahunnya.136 membiayai pembiayaannya. dilihat dari loan to assets ratio. Meskipun nilai rasio ini mengalami penurunan pada tahun 2001. modal. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri selama periode 1999 dilihat dari rasio rentabilitasnya terlihat belum cukup baik. Hal tersebut ditunjukkan oleh rendahnya nilai rasio-rasio rentabilitas yang dimilikinya pada tahun tersebut. Meskipun primary ratio mengalami penurunan. Selain itu. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri selama periode 1999-2001 dilihat dari rasio solvabilitasnya tergolong cukup baik. maupun operasional usahanya sehingga tergolong bank yang cukup profitabel. . akan tetapi bank syari’ah ini dapat dikatakan sudah cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. Oleh karena itu semakin besar nilai rasio ini berarti bank syari’ah semakin tidak liquid karena total deposito yang semakin besar maka tuntutan terhadap bank tersebut dalam memenuhi kewajibannya kepada para nasabah juga semakin besar. Sementara pada tahun 2000-2001 dilihat dari rasio rentabilitasnya terlihat cukup baik. kinerja keuangan bank syari’ah ini juga masih kurang liquid. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun tersebut permodalan dalam bank cukup baik sehingga bank mampu menutup kemungkinan terjadinya kegagalan dalam pembiayaannya. akan tetapi nilai CAR dan capital ratio pada bank syari’ah ini tergolong cukup tinggi.

137 Kinerja keuangan Bank syari’ah Mandiri pada tahun 1999 dilihat dari rasio-rasio efisiensinya masih tergolong kurang baik. Banking Ratio 11.44 % 2001 20. Rekapitulasi Rasio Keuangan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Likuiditas a. akan tetapi cukup efisien. Sedangkan pada tahun 2001 Bank Rakyat Indonesia tergolong sebagai bank umum yang liquid. akan tetapi cukup profitabel dan efisien. Sementara Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum konvensional yang liquid. serta kurang efisien. Pada tahun 2000 Bank Rakyat Indonesia tergolong sebagai bank yang likuid. kurang solvabel dan profitabel. kurang solvabel dan profitabel.23 % 56.29 % Periode 2000 10. Kondisi keuangan bank ini dapat dilihat dari hasil rekapitulasi rasio keuangan yang terdapat pada Tabel 26.58 % 65. Sementara pada tahun 2000-2001 dilihat kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri dilihat dari rasio efisiensinya sudah terlihat cukup baik. kurang solvabel. Tabel 26. Hal ini ditunjukkan oleh rendahnya nilai AUR dan tingginya nilai operating ratio yang dimiliki oleh bank pada tahun tersebut.65 % 53.08 % . Quick Ratio b. akan tetapi peningkatan terhadap nilai leverage multipler ratio dan assets utillization ratio pada tiap tahunnya menunjukkan bahwa bank syari’ah ini sudah cukup mampu mengelola dan memanfaatkan asetnya sehingga tergolong sebagai bank yang cukup efisien. Meskipun 2001 nilai operating ratio pada bank syari’ah ini tergolong cukup tinggi.

07 % (43.89 % 96. 2 3 4 Loan to Ratio Solvabilitas a. Semakin rendah banking ratio dan loan to assets ratio maka tingkat likuiditasnya semakin tinggi.19 %) (18.18 % 72. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi permintaan kredit dari nasabah dengan menggunakan depositonya cukup tinggi sehingga bank tidak memerlukan jumlah dana yang lebih besar untuk membiayai kreditnya.59 % 2031. ROA b.73 % Sumber : Hasil Penelitian Berdasarkan pada tabel 26 diatas terlihat bahwa kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 dari rasio likuiditasnya tergolong cukup baik.65 % 42.28 %) (86.04 %) (874.37 %) 40. Meskipun quick ratio rendah.357 % 14.52 % 118. Capital Ratio Rentabilitas a.65 % (99. Primary Ratio c.138 c.35 %) (107.76 % 6. Kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 dilihat dari rasio solvabilitasnya tergolong masih kurang baik.06 %) 30.47 % 4.7 %) 3. Operating Ratio Assets 85.59 %) (92. ROE c. CAR b. akan tetapi penurunan terhadap banking ratio dan loan to assets ratio pada tiap tahunnya menunjukkan bahwa bank konvensional ini mempunyai tingkat likuiditas yang cukup baik. GPM Efisiensi a.405 % 22.73 % 9. Leverage Multipler Ratio b.45 % 1572.92 % 12.10 27.34 % 6. Hal ini . AUR c.85 % 13. Hal ini terlihat pada nilai rasio-rasio solvabilitasnya yang tergolong rendah.87 % 1.38 % (116.92 % 17.15 %) (100.

maupun operasional usahanya sehingga tergolong bank yang cukup profitabel. modal. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rasio-rasio rentabilitas yang rendah. sehingga kemampuan bank dalam menghasilkan laba masih rendah. dan 2001 menunjukkan bahwa bank konvensional ini cukup mampu meningkatkan efesiensi dalam menjalankan aktivitas perbankannya sehingga tergolong dalam bank yang cukup efisien. Hal ini ditunjukkan dengan nilai ROA. dan GPM yang meningkat dari tahun sebelumnya sehingga pada tahun tersebut bank konvensional ini dapat dikatakan sudah cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset.139 menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya masih rendah sehingga tergolong bank yang kurang solvabel. Rasio yang mencerminkan efisiensi operasionalisasi bank ini hanya ada 1. Analisis perbandingan kinerja keuangan yang dilakukan secara eksternal antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dimaksudkan untuk mengetahui bank mana yang memiliki kinerja keuangan yang lebih baik. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2000. solvabilitas. yaitu asset utillization ratio (AUR). Kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2000 dilihat dari rasio rentabilitasnya terlihat masih kurang baik. Kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia pada tahun 1999 dilihat dari rasio efisiensinya belum terlihat cukup baik. . ROE. Perbandingan kinerja keuangan terhadap kedua bank tersebut ditinjau dari rasio-rasio keuangan yang mencakup likuiditas. Pada tahun 2001 tingkat rentabilitas bank ini tergolong cukup tinggi.

5 % (99. Capital Ratio . Quick Ratio .72 % 65.65 % 53.17 % 6.47 % 63.58 % 72.58 % 9.43 % 27.15%) (18.81 % 85.46 % 3.34 % 43.70 % 6.BRI Rentabilitas a.35 % 62.BSM .78 % 1.19 %) (3791.BSM .BSM .08 % 8.BRI b.6 % 56.7 %) 102.59 % (43.1 % 53.BRI c.51 % 40.28 %) 80.46 % 10.BSM .140 rentabilitas.73 % 2 88.BRI b.BRI Periode 2000 2001 49.10 % (874.93 % 42.03 % (86. ROA .BSM .BSM .37 % 4.59 %) 57. Hasil analisis perbandingan kinerja keuangan antara Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dapat ditunjukkan dengan hasil rekapitulasi rasio keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia seperti yang ditunjukkan pada tabel 27.19 % 11.41 % 12.44 % 50.405 % 4.65 % 177.49 % 14.0383 % (92. CAR .04 %) 4.65 % 1.BRI c. Rekapitulasi Perbandingan Rasio Keuangan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia Periode 1999-2001 No 1 Rasio 1999 Likuiditas a.5 % (100.38 % . Tabel 27.1 % 19.07 % 51.BRI b.047 % (107.BRI c.76 % 69.92 % 118.29 % 10. Loan to Assets Ratio .35 %) 0. GPM .BSM .BSM .37 %) 2. Banking Ratio .41 % 20.09 % 22.87 % 3 0.23 % 137. dan efisiensi.BSM . ROE .15 %) 907. Primary Ratio .BRI Solvabilitas a.

59 % 9.9 % 157.03 % 13. dan 50.72 % pada tahun 1999. 10.85 % 1572.06 %) 2031.58 % pada tahun 1999. yakni 53. maka terlihat bahwa : 1.44 % .46 % pada tahun 2000.BSM .141 4 Efisiensi a. dan 69. Leverage Multipler Ratio .29 % pada tahun 1999.86 % 118.BSM .93 % pada tahun 2001. Operating Ratio . Sementara banking ratio terus mengalami peningkatan menjadi 72. dan 20.224 % 30.BRI c.79 % 228.18 % 80.66 % 96. Meskipun quick ratio masih tergolong rendah.23 % pada tahun 2001 akan tetapi penurunan dan rendahnya banking ratio serta loan to assets ratio mencerminkan bahwa tingkat likuiditas bank konvensional ini cukup baik. dan 137.44 % 17. 177.65 % pada tahun 2000.BRI b. 53.41 % pada tahun 2001.19 % pada tahun 1999. Nilai loan to assets ratio juga meningkat. Hal ini terlihat pada nilai banking ratio yang mengalami penurunan yakni sebesar 65. Hal ini terlihat pada nilai quick ratio yang masih tergolong rendah yakni 49.BRI 124.78 % (116. AUR .89 % 6.92 % 0. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas selama periode 1999-2001 cukup baik sehingga tergolong bank yang liquid.73 % Berdasarkan pada tabel 27 diatas. yaitu sebesar 11.60 % 72.61 % pada tahun 2001. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas selama periode 1999-2001 tergolong masih kurang baik sehingga tergolong bank yang kurang liquid.45 % 13.52 % 3891.1 % pada tahun 2000.BSM .51 % pada tahun 2000. 10.

Hal ini terlihat pada nilai ROA sebesar 0. dan 62. 6. 2.28 % pada tahun 1999.08 % pada tahun 2001.07 % pada tahun 2000.76 % pada tahun 2000. Selain itu capital ratio juga tergolong tinggi yakni sebesar 907.17 % pada tahun 2000. Sementara capital ratio juga menunjukkan angka negatif sebesar 100. dan 51.59 % pada .5 % pada tahun 1999. Nilai CAR pada bank ini menunjukkan angka negatif sebesar 99.59 % pada tahun 1999. Hal ini terlihat pada nilai CAR yang cukup tinggi pada bank ini yaitu sebesar 88.34 % pada tahun 2001. dan 14. maupun operasional usahanya. modal. 57.87 % pada tahun 2001.49 % pada tahun 2001.73 pada tahun 2001.142 pada tahun 2000.58 % pada tahun 2001. akan tetapi bank syari’ah ini cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. 12.0383 % pada tahun 1999.47 % pada tahun 2000. 118. dan 56.41 % pada tahun 2000. Selain itu loan to assets ratio juga tergolong rendah yakni sebesar 40. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio solvabilitas masih tergolong kurang baik sehingga termasuk bank yang kurang solvabel. Hal ini terlihat pada nilai rasio-rasio solvabilitasnya yang rendah. 3. dan 9. 2.59 % pada tahun 1999. Meskipun nilai rasio ini mengalami penurunan pada tahun 2001. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio solvabilitas selama periode 1999-2001 terlihat cukup baik. dan 42. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio rentabilitas pada tahun 1999 terlihat belum cukup baik sehingga termasuk bank yang kurang profitabel.

10 %. dan 1.35 % dan 43. sementara nilai ROE sebesar 0. Sedangkan pada tahun 2001.37 % pada tahun 1999. 4. Sementara selama periode 2000-2001 tingkat efisiensi bank ini terlihat cukup baik sehingga tergolong bank yang cukup efisien. Selain itu nilai operating . 4. Hal ini tercermin pada nilai ROA sebesar 1.79 % pada tahun 2000.143 tahun 2000. Sementara nilai GPM juga menunjukkan angka negatif sebesar 18. ROE sebesar 22.7 %.78 % pada tahun 2001. dan 4. Sementara nilai AUR juga mengalami peningkatan sebesar 9.224 %.78 % pada tahun 2001. Hal ini terlihat pada nilai ROA yang menunjukkan angka negatif pada tahun 1999 dan 2000. Nilai ROE juga menunjukkan angka negatif pada tahun 1999 dan 2000 yakni sebesar 107.86 % pada tahun tersebut.1 % pada tahun 2000.405 %.047 % pada tahun 1999. dan 228.43 % pada tahun 2001. yaitu sebesar 92. tingkat rentabilitas bank ini tergolong cukup baik. dan GPM sebesar 27. Selain itu nilai GPM sebesar 102. dan meningkat menjadi 3.44 % pada tahun 2001. Hal tersebut ditunjukkan oleh rendahnya nilai AUR yaitu sebesar 0. dan 13. Kinerja keuangan Bank Syari’ah Mandiri dilihat dari rasio efisiensi pada tahun 1999 terlihat masih kurang baik.46 % pada tahun 2000.19 % dan 874.09 % pada tahun 2001. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai LMR sebesar 157. dan tingginya operating ratio yaitu sebesar 3891.04 %.03 % pada tahun 2000. dan 19.65 % pada tahun 2000.38 %. Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio rentabilitas selama periode 1999-2000 tergolong masih kurang baik sehingga termasuk bank yang kurang profitabel.

dan 72.66 % pada tahun 2000. yakni sebesar 2031. . Sedangkan kinerja keuangan Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio efisiensi selama tahun 1999 juga tergolong masih kurang baik. AUR sebesar 30. dan 17. Hal ini tercermin dari rendahnya nilai LMR yaitu menunjukkan angka negatif sebesar 116. Hal ini ditunjukkan dengan nilai LMR yang tergolong tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat pula diketahui tingkat kesehatan kedua bank tersebut.92 % pada tahun 2001.06 %. solvabilitas.52 %. yakni 13.144 ratio juga menurun menjadi 6. dan 1572.73 % pada tahun 2001. Tingkat efisiensi bank ini tergolong cukup baik pada tahun 2000 dan 2001.89 % pada tahun 2000. yakni sebesar 118.45 % pada tahun 2000.18 % pada tahun 2001 akan tetapi peningkatan pada nilai AUR dan rendahnya menurunkan nilai operating ratio mencerminkan bahwa tingkat efisiensi pada tahun tersebut cukup baik. dan efisiensi yang dibandingkan dengan nilai standar tingkat kesehatan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.85 % pada tahun 2000. dan tingginya nilai operating ratio. Selain itu. rentabilitas.60 % pada tahun 2001. Tingkat kesehatan Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dapat dilihat dari rasio-rasio likuiditas.59 %. operating ratio juga mengalami penurunan sebesar 96. dan 80. Meskipun nilai AUR tergolong rendah.

Semakin besar quick ratio maka semakin tinggi pula tingkat likuiditas bank tersebut karena bank dapat menjamin pengembalian dana pihak ketiganya. Nilai banking ratio yang lebih besar dari standar BI menunjukkan bahwa bank tersebut membutuhkan jumlah dana yang lebih besar untuk membiayai kredit yang diberikannya sehingga tingkat likuiditas bank tersebut tergolong rendah. Tingkat kesehatan bank juga dapat dilihat dari rasio-rasio solvabilitas.145 Tabel 28. Dilihat dari CAR. Nilai Standar Tingkat Kesehatan Bank Indonesia Rasio Likuiditas . Bank Rakyat Indonesia terlihat lebih sehat dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri karena nilai banking ratio yang dimiliki bank tersebut belum melewati dari standar yang ditetapkan yaitu 75 % − 85 % dan 85 % − 100 %.Primary Ratio . Dilihat dari banking ratio.ROA . Bank Syari’ah Mandiri pada tahun 1999 dan 2001 tergolong cukup sehat bila dibandingkan Bank Rakyat Indonesia.Capital Ratio Rentabilitas .Banking Ratio Solvabilitas . dan 85 % − 100 % 8% 3%−6% 10 % − 20 % 0.5 % − 1.Quick Ratio .CAR .ROE Efisiensi .25 % 5 % − 12 % 94 % − 96 % Dilihat dari quick ratio. Hal ini ditunjukkan dengan quick ratio yang lebih tinggi dari ketentuan Bank Indonesia yaitu berkisar antara 15 % − 20 %.Operating Ratio Nilai Standar BI 15 % − 20 % 75 % − 85 %. Bank Syari’ah Mandiri tergolong lebih sehat dibandingkan .

Sementara dilihat dari capital ratio. Hal ini ditunjukkan dengan ROA yang .146 Bank Rakyat Indonesia selama periode 1999-2001 karena nilai CARnya lebih dari standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu sebesar 8 %. Nilai primary ratio yang tinggi menunjukkan bahwa bank tersebut cukup mampu menutup setiap penurunan total aset yang dimilikinya dengan modal yang tersedia sehingga tingkat solvabilitasnya tergolong cukup baik. Semakin tinggi capital ratio maka tingkat solvabilitas bank tersebut semakin baik. Nilai ROA yang rendah menunjukkan bahwa bank tersebut kurang mampu menghasilkan laba dengan menggunakan aset yang dimilikinya. Bank Syari’ah Mandiri lebih sehat dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia karena nilai rasio ini lebih besar dari standar yang ditetapkan yaitu antara 3 % − 6 %. Bank Syari’ah Mandiri dilihat dari ROA tergolong cukup sehat dibandingkan Bank Rakyat Indonesia. Sedangkan pada tahun 2000-2001. Bank Syari’ah Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio rentabilitasnya pada tahun 1999 tergolong kurang sehat karena nilai ROA lebih rendah dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa permodalan bank tersebut cukup baik sehingga dapat menutup kredit atau pembiayaan usaha yang diberikan oleh bank. Semakin tinggi nilai CAR maka tingkat solvabilitas bank tersebut semakin baik. Hal ini mencerminkan bahwa permodalannya semakin baik karena dapat digunakan untuk menjamin pemberian kredit atau pembiayaan. Dilihat dari primary ratio. Bank Syari’ah Mandiri lebih sehat dibandingkan Bank Rakyat Indonesia karena rasionya lebih tinggi dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu 10 % − 20 %.

Sedangkan pada tahun 2000. Sementara dilihat dari ROE. selama tahun 1999 kondisi kedua bank tergolong kurang sehat. Bank Syari’ah Mandiri tergolong sehat dibandingkan Bank Rakyat Indonesia karena rasionya lebih kecil dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Semakin tinggi nilai operating ratio maka tingkat efisiensi yang dimiliki bank tersebut semakin rendah. Meskipun demikian. solvabilitas. Berdasarkan nilai operating rationya. Sementara pada tahun 2001. Sedangkan pada tahun 2001 Bank Rakyat Indonesia tergolong sehat dibandingkan Bank Syari’ah Mandiri karena ROE lebih besar dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Standar ROA yang ditetapkan Bank Indonesia berkisar antara 0. Selain dari rasio likuiditas. Hal terjadi karena biaya operasi dan biaya non operasional yang dikeluarkan oleh bank tersebut lebih besar dari pendapatan yang diterima.25 %. kedua bank ini tergolong cukup sehat. dan rentabilitas tingkat kesehatan bank juga dapat dilihat dari rasio efisiensi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai operating ratio yang melewati dari standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu sebesar 94 % − 96 %.147 melebihi standar Bank Indonesia. Nilai ROE yang rendah menunjukkan bahwa bank tersebut masih kurang mampu menghasilkan laba dengan menggunakan modal yang dimilikinya. kedua bank ini pada tahun 1999-2000 tergolong kurang sehat karena nilai rasionya lebih rendah dari standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu berkisar antara 5 % − 12 %. Bank Rakyat Indonesia lebih sehat karena nilai operating rationya lebih kecil dibanding dengan Bank Syari’ah Mandiri.5 % − 1. .

dan efisien. Kinerja keuangan PT. Sementara kinerja keuangan PT. rentabilitas. rentabilitas. Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas. solvabilitas. unsolvable. Sedangkan pada tahun 2001. solvabilitas. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. dan efisien. Sementara kinerja keuangan PT. Bank Syari’ah Mandiri ditinjau dari rasio likuiditas. profitabel. kurang solvabel dan profitabel. 2. dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid. rentabilitas. tetapi cukup solvabel. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. kurang profitabel. kinerja keuangan PT. solvabilitas. solvabel. rentabilitas. solvabilitas.148 BAB V PENUTUP A. unsolvable. dan efisiensi selama periode 2000-2001 tergolong sebagai bank umum yang kurang likuid. dan efisiensi pada tahun 2000 tergolong sebagai bank umum likuid. Bank Rakyat Indonesia ditinjau dari rasio likuiditas. dan efisiensi pada tahun 1999 tergolong sebagai bank umum likuid. dan efisiensi tergolong sebagai bank umum likuid. dan kurang efisien. solvabilitas. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan data dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain : 1. Kinerja keuangan PT. kurang profitabel dan kurang efisien. profitabel. tetapi cukup efisien. rentabilitas. .

Bank Syari’ah Mandiri. serta menutup kredit atau pembiayaan usaha yang diberikannya. Bank Syari’ah Mandiri dan PT.149 3. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Bank Syari’ah Mandiri. total deposit. Perbandingan kinerja keuangan secara eksternal antara PT. Hal ini karena equity capital atau modal sendiri yang dimiliki PT. serta kemampuan dalam mengelola likuiditasnya lebih baik dibandingkan PT. Perbandingan kinerja keuangan secara eksternal antara PT. 4. Selama periode 1999-2000 PT. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio rentabilitasnya . Bank Syari’ah Mandiri sehingga total assets. menutup setiap penurunan total aset yang dimilikinya. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio solvabilitasnya memperlihatkan bahwa PT. Bank Rakyat Indonesia selama periode 19992001 memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT. 5. Bank Rakyat Indonesia untuk menjalankan operasionalisasinya pada periode tersebut belum cukup mampu digunakan untuk menjamin pemberian kredit. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio likuiditasnya memperlihatkan bahwa PT. Hal ini dapat dipahami karena PT. Perbandingan kinerja keuangan secara eksternal antara PT. Bank Syari’ah Mandiri selama periode 19992001 memiliki kinerja keuangan yang lebih dibandingkan PT. Bank Rakyat Indonesia. Bank Rakyat Indonesia mengalami negative spread sehingga ikut pula mempengaruhi permodalan yang dimilikinya. Bank Rakyat Indonesia telah lama menjalankan kegiatan operasionalnya dibandingkan PT. Bank Syari’ah Mandiri dan PT.

Sementara PT. Perbandingan kinerja keuangan secara eksternal antara PT. Bank Rakyat Indonesia. modal. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio efisiensinya memperlihatkan bahwa pada tahun 1999 kedua bank tersebut sama-sama . Bank Syari’ah Mandiri memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT. Bank Rakyat Indonesia memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT. dilihat dari rasio rentabilitasnya tergolong cukup profitabel. PT. Bank Syari’ah Mandiri juga cukup mampu menghasilkan keuntungan. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Bank Rakyat Indonesia. Sedangkan pada tahun 2001. Sementara pada tahun 2000 PT. Bank Rakyat Indonesia mengalami negative spread atau keuntungan minus akibat bunga yang dibayar lebih tinggi daripada bunga yang diperolehnya. dilihat dari rasio rentabilitasnya memperlihatkan bahwa PT. Bank Rakyat Indonesia yang telah puluhan tahun beroperasi. Hal tersebut terjadi karena selama tahun 1999-2000. PT. Bank Rakyat Indonesia mengalami keuntungan yang besar melalui pendapatan bunga. maupun operasional usahanya. Bank Syari’ah Mandiri. akan tetapi kemampuannya dalam memperoleh laba melalui penggunaan modal.150 memperlihatkan bahwa kedua bank tersebut pada tahun 1999 belum cukup profitabel. Pada tahun ini. dan operasional usahanya masih belum sebesar PT. Sementara PT. Bank Syari’ah Mandiri yang menggunakan prinsip bagi hasil dalam kegiatan operasionalnya cukup mampu menghasilkan laba baik dari pemanfaatan aset. 6. Hal ini karena total aset dan total equity yang dimilikinya belum sebesar PT.

. PT. Bank Syari’ah Mandiri baru saja berdiri sehingga kemampuannya dalam mengelola dan memanfaatkan asetnya masih belum baik. PT. Bank Rakyat Indonesia pada tahun tersebut tingkat efisiensinya juga masih kurang baik karena dampak dari negative spread yang mempengaruhi equity capital yang dimilikinya.151 masih kurang baik. Bank Rakyat Indonesia dilihat dari rasio efisiensinya memiliki kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT. maupun penempatan pada bank lain sesuai dengan peningkatan total deposito yang diterima dari pemilik dana agar dapat mencapai keseimbangan posisi likuiditas sehingga mampu memenuhi kewajiban kepada para pemilik dana baik pada saat penarikan tunai maupun jatuh tempo pengembalian. Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut : 1. Bank Syari’ah Mandiri. giro. Bank Syari’ah Mandiri. Bank Syari’ah Mandiri perlu meningkatkan aset likuidnya baik dalam bentuk kas. Bank Syari’ah Mandiri yang belum lama beroperasi sehingga kemampuannya dalam mengelola dan memanfaatkan aset untuk memperoleh keuntungan lebih baik dibandingkan PT. surat berharga. Bank Rakyat Indonesia telah lama beroperasi dibandingkan PT. Sedangkan PT. Sementara selama periode 2000-2001 PT. Hal ini dapat pahami karena PT. Pada tahun tersebut. B.

PT. Bank Rakyat Indonesia perlu meningkatkan rentabilitasnya baik dalam bentuk return on assets (ROA).152 2. Bank Rakyat Indonesia perlu meningkatkan kemampuannya dalam mengelola aset dan meminimalkan biaya operasional dan non operasional sehingga aktivitas atau operasionalisasi usaha perbankan yang dijalankan dapat mencapai efisien. 4. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. Bank Rakyat Indonesia perlu membenahi sistem permodalannya dengan melakukan peningkatan modal untuk setiap peningkatan aset sehingga modal yang tersedia dalam perusahaan dapat digunakan untuk menjamin pemenuhan kewajiban dalam jangka panjang. PT. Bank Syari’ah Mandiri dan PT. . return on equity (ROE) maupun gross profit margin (GPM) karena baik atau tidaknya bank dalam memperoleh laba mempengaruhi jumlah investor yang akan menanamkan modalnya. 3. PT.

Program Studi Manajemen. . ”Manajemen Perbankan Untuk Akuntansi dan Manajemen”. Jakarta. Faisal. . UMM Press. 2003. ”Analisis Data Penelitian Dengan Statistik”. Ikatan Akuntansi Indonesia. Universitas Negeri Yogyakarta. ”Manajemen Perbankan”. 1996. Yogyakarta. http ://www. 2005. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. Kasmir. et al. 2002. Yogyakarta. Tbk”. Senayan Abadi Publishing. Jurusan Akuntansi.id. Desty Damayanti. ”Dasar-Dasar Manajemen Keuangan”. Yogyakarta. Jakarta. RajaGrafindo Persada. Hanafi. Yogyakarta. 2005. Iman Hilman. Fakultas Ekonomi. BI. 1993. ”Analisis Kinerja Kinerja Keuangan Bank Dengan Metode CAMEL : Studi Kasus Pada Bank Global Internasional. Ekonisia. Universitas Janabadra. Martono.153 DAFTAR PUSTAKA Abdullah. Yogyakarta. Yogyakarta. 1997. ”Analisis Kinerja Keuangan dan Tingkat Kepailitan Perusahaan Perbankan di Indonesia Sebelum dan Sesudah Divestasi”. Mamduh dan Abdul Halim. Andi Offset.. 2003. AMP-YKPN.go. Bumi Aksara. M. 2002. BPFE. Alwi Syafarudin. Bank Indonesia. 2003. Yogyakarta. ”Analisa Laporan Keuangan Perbankan”. Skripsi Program Sarjana. ”Alat-Alat Analisis Dalam Pembelanjaan Perusahaan”. ”Standar Akuntansi Keuangan”. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”. Fitri Dian Anggraini. ”Analisis Laporan Keuangan”. BI. Skripsi Program Sarjana. Yogyakarta. UMM Press. Jakarta.bi. 2006. ”Perbankan Syari’ah Masa Depan”. Nur dan Bambang Supomo. Fakultas Ilmu Sosial. Indrianto. Iqbal Hasan. Jakarta. PT. Malang. Salemba Empat.

PT. Sutriyani. Bandung. 1992. Warkum Sumitro. Muh.co. ”Bank Syari’ah dari Teori ke Praktek”. 2005. Ekonisia. Jakarta. ”Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syari’ah”. Yogyakarta. ”Bank Budgeting. Jakarta.154 Muhammad. Yogyakarta. ”Bank dan Lembaga Keuangan Lain”. 2001. Muljono. 2000. Muhammad Syafi’i Antonio. Skripsi Sarjana. Alvabeta. 2004.Syariahmandiri. Produk. Dawam Raharjo. Jakarta. . Sartono. 1996. ”Analisa Komparasi Kinerja Keuangan Antara Perbankan Konvensional dan Perbankan Syari’ah”. 2002. Grasindo. Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta-SEM Institute. Lembaga Studi Agama dan Filsafat. 2004. ”Azaz-Azaz Perbankan Islam dan Lembaga-Lembaga Terkait”. Mizan. Www.id. Salemba Empat. Agus. Yogyakarta. Yogyakarta. Jakarta. ”Analisa Laporan Keuangan”. Djambatan. 2007. 1999. Gema Insani Press. 1999. Grafindo Persada. ”Teknik Perhitungan Bagi Hasil dan Profit Margin Pada Bank Syari’ah”. Widodo. dan Implementasi Operasional Bank Syari’ah”. Sigit Triandaru. 1999. Djambatan. Liberty. ”Manajemen Dana Bank Syari’ah”. ”Metode Penelitian Bisnis”. Wiroso. Munawir. 1996.Bri. Jakarta. ”Analisa Laporan Keuangan Untuk Perbankan”. UII Press. Tim Pengembangan Perbankan Syari’ah IBI. Hernanto. Bandung. 2001. 2005.id. Www. . ”Panduan Akuntansi Syari’ah”. Yogyakarta.co. . ”Manajemen Keuangan”. Sri Susilo. ”Konsep. BPFE. BPFE. Totok Budi Santoso. Sugiyono. Yogyakarta. Teguh Pudjo. PT. Profit Planning & Control. ”Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi”. Jakarta. Yogyakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->