P. 1
Makalah Perancangan Penelitian Alih Fungsi Lahan

Makalah Perancangan Penelitian Alih Fungsi Lahan

|Views: 972|Likes:

More info:

Published by: Alditsa Septiann Youzswa on Oct 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

MAKALAH PERANCANGAN PENELITIAN

Produksi Pangan NTB Terancam Konversi Lahan

Disusun Oleh : SEPTIANA YUSWA K. H0708043 AGROTEKNOLOGI A

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2009

Perubahan pertanian ke spesifik dari bagi penggunaan nonpertanian untuk yang pemanfaatan kemudian dikenal dengan istilah alih fungsi (konversi) lahan.I. kian waktu kian meningkat. lahan difungsikan sebagai tempat manusia beraktivitas untuk mempertahankan eksistensi. PENDAHULUAN Latar Belakang Sejak manusia pertama kali menempati bumi. alih fungsi lahan yang tidak terkendali dapat mengancam pertanian kapasitas penyediaan pangan. Keterusikan ini akhirnya menimbulkan kompleksitas permasalahan akibat pertambahan jumlah penduduk. Konversi pertanian produktif di Jawa. Seiring pertumbuhan populasi dan perkembangan peradaban manusia. khususnya lahan sawah menjadi lahan non pertanian sedikit demi . penguasaan dan penggunaan lahan mulai terusik. fenomena ini tentunya dapat mendatangkan permasalahan yang serius di kemudian hari. Implikasinya. penemuan dan pemanfaatan teknologi. dan bahkan dalam jangka panjang dapat menimbulkan kerugian sosial. berangsurangsur berubah menjadi multifungsi pemanfaatan. serta dinamika pembangunan. Konkritnya. Aktivitas yang pertama kali dilakukan adalah pemanfaatan lahan untuk bercocok tanam (pertanian). Lahan yang semula berfungsi sebagai media bercocok tanam (pertanian). jika tidak diantisipasi secara serius dari sekarang. Khusus untuk Indonesia. lahan sudah menjadi salah satu unsur utama dalam menunjang kelangsungan kehidupan.

Rumusan Masalah a. Tujuan Membiasakan ilmiah. Kekurangan bahan pangan yang ditandai dengan mengalirnya impor pangan. pengembangan industri. Penurunan produksi padi di Jawa yang menyediakan 60% produksi beras nasional terjadi akibat penurunan lahan sawah karena alih fungsi lahan dan pelandaian tingkat produktivitas di daerah intensifikasi (Hikmatullah dkk. dan sebagainya (Irawan. Hal ini adalah akibat dari pesatnya laju pembangunan. bencana alam. Jika tidak segera di tanggulangi tentunya akan mengancam keberlangsungan produksi pangan. dan jasa. Lahan-lahan telah banyak yang beralih fungsinya dari lahan pertanian menjadi berbagai penggunaan non pertanian seperti pemukiman. mengancam ketahanan pangan. 2005). seringkali masih terjadi khususnya jika terjadi gangguan produksi pangan akibat berbagai faktor seperti kondisi iklim yang buruk. Apa yang menyebabkan keberlangsungan produksi pangan di NTB terancam? Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut agar tidak mengancam keberlangsungan produksi pangan NTB? mahasiswa dalam memanfaatkan karangan berbagai sumber pustaka untuk menyusun . b.sedikit telah berlangsung dan sulit dihindari. 2002). konversi lahan pertanian. peningkatan serangan hama dan penyakit. Sebagian lagi dari lahan tersebut terkonversi menjadi lahan kering..

II. Selain lahan pertanian yang beralih fungsi. dan meningkatnya lahan kritis di NTB. juga terjadi masalah lain seperti beralih fungsinya lahan hutan menjadi lahan pertanian musiman. perkantoran. karena lahan untuk pertanian berkurang dan akan menurunkan sumberdaya air di NTB. Laju pertumbuhan penduduk yang meningkat pesat akan meningkatkan kebutuhan pemukiman. lingkungan mata air dijadikan tempat penampungan batu apung. dan akhirnya berimbas pada terkonversinya lahan pertanian menjadi kompleks pemukiman penduduk. Akar dari masalah ini adalah karena tidak adanya perhatian terhadap permasalahan alih fungsi lahan pertanian sehingga keberlangsungan produksi pangan menjadi ancaman dan merembet pada alih fungsi yang lain seperti alih fungsi hutan dan lingkungan mata air. Berkurangnya produksi padi akibat konversi lahan sawah adalah bersifat permanen. Sekali lahan sawah berubah fungsi. dan fasilitas umum. Selain itu tidak adanya solusi pengendalian yang tepat guna mengatasi permasalahan ini. ANALISIS KASUS Lahan-lahan pertanian di Nusa Tenggara Barat (NTB) sedikit demi sedikit telah beralih fungsinya menjadi lahan non pertanian seperti permukiman. Hal ini sangat berbeda dengan . berarti lahan tersebut tidak dapat lagi menjadi sawah kembali. Kondisi ini mengancam keberlangsungan produksi pangan. fasilitas umum dan perkantoran.

PEMBAHASAN KASUS A. c. . penyakit. sehingga air hujan yang jatuh di atas permukaan tanah tidak lagi mampu mengisi cadangan a. Pemilihan jenis tanaman pangan (tanaman berumur pendek tahan kekeringan merupakan pilihan yang tepat untuk dilakukan pada wilayah yang beriklim kering). pemupukan dan penambahan bahan organik.penurunan produksi yang disebabkan oleh serangan hama. kekeringan ataupun banjir yang akan tetap menjadi lahan sawah di musim berikutnya. diantaranya: 1. Lahan kering menjadi alternatif pilihan karena mempunyai luasan terbesar dibanding lahan sawah. Pengelolaan kesuburan tanah (pengapuran/pemberian kapur. salah satunya adalah lahan kering. Beberapa tindakan untuk pengelolaan lahan kering yang umum dilakukan meliputi : Tindakan konservasi tanah dan air secara fisik dan mekanik. b. Ketersediaan air pada lahan kering sering kali menjadi faktor pembatas sebagai akibat rusaknya daerah aliran sungai. Perluasan lahan pertanian dengan memanfaatan lahan kritis seperti lahan kering. meningkatkan produktivitas lahan kering yang belum diusahakan secara optimal. Solusi Permasalahan Dari analisis kasus di atas. III. Lahan kritis ada banyak jenis dan macamnya. terdapat beberapa solusi untuk memecahkan masalah tersebut.

maka varietas unggul dan hibrida dapat memberikan hasil penenan yang tinggi (Reinjtjes et al. dan pengendalian hama yang memadai. 2004).. 1999). Untuk mengurangi aliran air limpasan permukaan (run off) yang besar dan memperbesar kapasitas infiltrasi tanah dalam meresapkan air. Varietas unggul merupakan varietas dengan respon tinggi. sungai-sungai meluap saat hujan besar. 1993). seperti pemukinan dan fasilitas umum lainnya. Memperbaiki berbagai peraturan perundangan mengenai alih fungsi lahan pertanian. 2. pemanfaatan bioteknologi dan rekayasa genetika baik itu secara konvensional maupun modern untuk menghasilkan varietas unggul yang mampu menghasilkan hasil produksi pertanian yang lebih tinggi. Peningkatan produksi tanaman pangan melalui berbagai pemuliaan tanaman seperti hibridisasi (persilangan). Berbagai peraturan telah dikeluarkan pemerintah untuk membatasi alih fungsi lahan sawah. Pengelolaan kesuburan tanah di lahan kering asam dengan pengapuran/pemberian kapur harus diikuti dengan jenis pupuk lain.air dalam tanah. Peningkatan produktivitas tanaman pangan. baik berupa pupuk organik dan anorganik untuk meningkatkann kesuburan tanah (Kuswandi. dan kekurangan air/kekeringan pada musim kemarau. Jika disebar pada lahan dengan kandungan unsur hara yang baik. 3. Penggunaan benih unggul seperti hibrida mampu meningkatkan produktivitas tanaman sebesar 15% sampai 20%. Mudahnya untuk merubah kondisi fisik lahan sawah menjadi berbagai bentuk penggunaan non pertanian. . namun upaya ini tidak banyak hasilnya disebabkan karena: a. air yang mencukupi. diperlukan penerapan teknik konservasi tanah dan air secara tepat terpadu dalam sistem pengelolaan DAS (Kurnia.

Adanya berbagai alasan yang mendorong aparat cenderung mendukung proses konversi lahan. harus ada interaksi dan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat dalam upaya mewujudkan PERPU yang telah ada. Dengan adanya sebab-sebab diatas. akses pangan (food accessibility). maka PERPU sangat perlu untuk diperbaiki. Perbaikan PERPU bertujuan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi perkembangan perekonomian. 2008). Bagi pertanian yang bersifat land base agricultural. menyangkut terjaminnya ketersediaan pangan (food availability). ketahanan pangan (food security). contohnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 4. Para petani perlu diberi penyuluhan dan arahan berkenaan dengan alih fungsi lahan agar mereka tahu dan sadar bahwa konversi lahan pertanian ke bentuk non pertanian dapat mengakibatkan berkurangnya hasil produksi pangan dan dapat mengancam ketahanan pangan dan keamanan pangan (food safety). ketersediaan lahan merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan peran sektor pertanian berkelanjutan. terutama dalam mewujudkan kebijakan pangan nasional. kualitas pangan (food quality) dan keamanan pangan (food safety) (Sudirja. . Selain perbaikan PERPU. Peraturan perundangan yang bertujuan untuk mengendalikan konversi lahan secara umum hanya bersifat himbauan dan tidak dilengkapi sanksi yang jelas dan tegas. Pemerintah memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai alih fungsi lahan.b. c. konversi lahan pada para petani.

Solusi pengendalian yang tepat guna mengatasi permasalahan ini diantaranya: a. Memperbaiki berbagai peraturan perundangan mengenai alih fungsi lahan pertanian. konversi lahan pada para petani. d. b. c. . PENUTUP Berdasarkan dari pembahasan kasus diatas. Perluasan lahan pertanian dengan memanfaatan lahan kritis seperti lahan kering. Alih fungsi lahan pertanian yang tidak terkendali dapat mengancam kapasitas penyediaan pangan dan dapat merembet pada alih fungsi yang lain seperti alih fungsi hutan dan lingkungan mata air. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Peningkatan produktivitas tanaman pangan. Pemerintah memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai alih fungsi lahan.IV. 2.

1993. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 2005. 1992. Irawan. 2002. Sudirja. Kanisius. Prospek Pengairan Pertanian Tanaman Semusim Lahan Kering. Pengapuran Tanah Pertanian. Reijntjes. Pertanian Masa Depan (Pengantar Untuk Pertanian Berkelanjutan dengan Input Luar Rendah).com/. 4 Hal 130-138. Yogyakarta. Bambang. Potensi dan Kendala Pengembangan Sumber Daya Lahan Untuk Pencetakan Sawah Irigasi di Luar Jawa.wordpress. Rija. Santoso. Kuswandi. Makalah Seminar Regional Musyawarah Kerja Badan Eksekutif Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia Wilayah II. dan Faktor Determinan. Kanisius. Mewujudkan Kedaulatan Pangan Melalui Kebijakan Pengelolaan Lahan Pertanian Pangan. 4 Hal 115-123. Yogyakarta. Volume 23 No. Jurnal Litbang Pertanian Volume 23 No. 2009. 2004. Pengelolaan Agroekosistem Lahan Kering. dkk. 2008. Pola Pemanfaatannya. http://uwityangyoyo. Jurnal Litbang Pertanian Volume 21 No. 1 Hal : 1 – 18. Undang. Konversi Lahan Sawah: Potensi Dampak. . Diakses tanggal 17 Desember 2009. Coen et al. Urip. Kurnia.DAFTAR PUSTAKA Hikmatullah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->