P. 1
Pengertian Tabungan, Giro, Deposito

Pengertian Tabungan, Giro, Deposito

|Views: 2,422|Likes:
Published by KIZALIDEY

More info:

Published by: KIZALIDEY on Oct 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

1.

Pengertian Tabungan Tabungan adalah sebagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjkan disimpan sebagai cadangan guna berjaga – jaga dalam jangka pendek. Tabung dapat mengacu kepada beberapa hal berikut: Tabung (geometri) - salah satu bangun geometri.  Tabungan/ menabung - uang simpanan / tindakan menyimpan uang untuk masa yang akan datang. Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Tujuan Menabung dibank adalah : 1. Penyisihan sebagian hasil pendapatan nasabah untuk dikumpulkan sebagai cadangan hari depan 2. Sebagai alat untuk melakukan transaksi bisnis atau usaha individu / kelompok Sarana Penarikan Tabungan : 1. 2. 3. 4. Buku Tabungan Slip penarikan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) Sarana lainnya (Formulir Transfer, Internet Banking, Mobile Banking, dll)

Perhitungan Bunga Tabungan : a. Metode Saldo Terendah Besarnya bunga tabungan dihitung dari jumlah saldo terendah pada bulan laporan dikalikan dengan suku bunga per tahun kemudian dikalikan dengan jumlah hari pada bulan laporan dan dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun. Misalnya untuk menghitung bunga pada bulan Mei, maka besarnya bunga dihitung : Bunga tabungan = .... % * 31/365 * saldo terendah pada bulan Mei

b. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Rata-rata Pada metode ini, bunga dalam satu bulan dihitung berdasarkan saldo rata-rata dalam bulan berjalan. Saldo rata-rata dihitung berdasarkan jumlah saldo akhir tabungan setiap hari dalam bulan berjalan, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut. c. Metode Perhitungan Bunga Berdasarkan Saldo Harian Pada metode ini bunga dihitung dari saldo harian. Bunga tabungan dalam bulan berjalan dihitung dengan menjumlahkan hasil perhitungan bunga setiap harinya. Faktor-faktor tingkat Tabungan 1. Tinggi rendahnya pendapatan masyarakat 2. Tinggi rendahnya suku bunga bank 3. adanya tingkat kepercayaan terhadap bank Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. Sebelum Anda menabung, tanyakan metode perhitungan bunga yang diberlakukan oleh bank tersebut. 2. Suku bunga tabungan dapat berubah sewaktuwaktu,karena itu suku bunga ini disebut suku bunga mengambang atau floating rate. 3. Beberapa bank menetapkan suku bunga tabungan tetap untuk jangka waktu tertentu (fixed rate). 4. Atas bunga tabungan yang diperoleh akan dikenakan pajak sesuai ketentuan berlaku. 2. Pengertian Giro Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir merupakan kebalikan dari sistem cek. Suatu cek diberikan kepada pihak penerima pembayaran (payee) yang menyimpannya di bank mereka, sedangkan giro diberikan oleh pihak pembayar (payer) ke banknya, yang selanjutnya akan mentransfer dana kepada bank pihak penerima, langsung ke akun mereka. Perbedaan tersebut termasuk jenis perbedaan sistem 'dorong dan tarik' (push and pull). Suatu cek adalah transaksi 'tarik': menunjukkan cek akan menyebabkan bank penerima pembayaran mencari dana ke bank sang pembayar yang jika tersedia akan menarik uang tersebut. Jika tidak tersedia, cek akan "terpental" dan dikembalikan dengan pesan bahwa dana tak mencukupi. Sebaliknya, giro adalah transaksi 'dorong': pembayar memerintahkan banknya untuk mengambil dana dari akun yang ada dan mengirimkannya ke bank penerima pembayaran sehingga penerima pembayaran dapat mengambil uang tersebut. Karenanya, suatu giro tidak

dapat "terpental", karena bank hanya akan memproses perintah jika pihak pembayar memiliki daya yang cukup untuk melakukan pembayaran tersebut. Namun ini juga berarti pihak pembayar tidak mendapatkan keuntungan dari "float".

Alat Pembayaran Giro BILYET GIRO yaitu surat perintah pemindahbukuan dari penarik (nasabah) kepada bank untuk memindah bukukan sejumlah dana tertentu kepada pihak yang identitasnya tercantum di warkat pada bank tertentu atas beban rekening penarik. Syarat Formal Bilyet Giro 1. Ada nama „Bilyet Giro‟ pada formulir BG 2. Ada nomor seri Bilyet Giro 3. Ada kata perintah yang jelas tanpa syarat untuk memindahbukukan sejumlah dana atas saldo penarik 4. Ada nama bank tertarik 5. Ada lokasi atau tempat penarikan dilakukan 6. Ada nama pihak yang menerima pembidahbukuan 7. Ada jumlah dana yang dipindahbukukan baik dalam angka maupun huruf 8. Ada tanda tangan penarik 9. Ada tanggal penarikan/tanggal efektif berlakunya perintah dalam BG Sifat Bilyet Giro 1. BG tidak dapat dibayar tunai dan hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan 2. Pembayaran dapat dilakukan pada saat BG jatuh tempo 3. Masa berlaku warkat adalah 70 hari dari tanggal pembukaan. Bila tidak dicantumkan tanggal pembukaan, maka tanggal efektif dapat dijadikan sebagai dasar perhitungannya 4. BG dapat dibatalkan oleh penarik secara sepihak dengan catatan saldo mencukupi. Pada saat BG jatuh tempo, BG tidak dapat dibatalkan apabila saldo tidak cukup untuk menutupi nilai yang tercantum pada BG.

Pembatalan BG harus disertai alasan pembatalan. Alat Pembayaran Giro CEK yaitu surat perintah pembayaran tidak bersyarat dari penarik kepada bank untuk membayarkan sejumlah dana tertentu kepada pembawa atau pihak yang identitasnya tercantum pada warkat, pada saat warkat ditunjukkan atas beban rekening penarik. Syarat Formal Cek 1. Ada kata “cheque” atau cek, chek 2. Ada kata perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu 3. Ada nama bank tertarik 4. Ada tempat di mana pembayaran dilakukan 5. Ada tanggal dan tempat di mana cek dikeluarkan 6. Ada tanda tangan si penarik Sifat Cek 1. Cek dapat dibayar tunai 2. Dapat dibayar setiap saat ditunjukkan 3. Masa berlaku cek adalah 70 hari sejak tanggal pembukaan 4. Cek tidak dapat dibatalkan oleh penarik kecuali disertai surat dari Kepolisisan yang menyatakan cek tersebut hilang Alat Pembayaran Giro ALAT PERINTAH PEMBAYARAN LAINNYA Alat perintah pembayaran lain seperti Surat Kuasa dan Surat Perintah Pemindahbukuan Transaksi Giro Dapat dilakukan dari peristiwa setoran nasabah baik tunai maupun kliring, setoran dari transfer, pemindahbukuan karena kliring atau transfer, penarikan tunai atau kliring penambahan karena jasa giro dan bunga dsb. Jasa Giro Dasar Perhitungan Jasa Giro - Saldo Terendah

- Saldo Rata-rata - Saldo Harian - Saldo Mengambang

3. Pengertian Deposito Deposito atau yang sering juga disebut sebagai deposito berjangka, merupakan produk bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan kepada masyarakat. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu. Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan. Bila deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo, maka akan kena penalti. Deposito juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over). Deposito akan diperpanjang otomatis setelah jatuh tempo, sampai pemiliknya mencairkan depositonya. Bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa. Bunga dapat diambil setelah tanggal jatuh tempo atau dimasukkan lagi ke pokok deposito untuk didepositokan lagi pada periode berikutnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->