Zakat Hasil Bumi Atas Tanah Yang Disewakan

PENDAHULUAN Zakat adalah ibadah maliyah ijtima‟iyah (ibadah yang berkaitan dengan ekonomi keuangan dan masyarakat) dan merupakan salah satu dari lima rukun islam yang mempunyai status dan fungsi yang penting dalam syari‟at islam, sehingga al-Qur‟an menegaskan kewajiban zakat bersama dengan kewajiban sholat di 82 tempat (ayat). Dan Allah telah menetapkan hukum wajibnya, baik dengan kitab-Nya maupun dengan sunnah rasul-Nya serta ijma‟ dari umatnya. Sebagaimana kita ketahui zakat hasil bumi berupa tanam-tanaman dan buah-buahan wajib dikeluarkan setiap panen yang sudah mencapai nisabnya (750 kg) yang mana tanaman dan buahbuahan itu ditanam di tanah miliknya sendiri, maka dia wajib mengeluarkan zakat dari hasil tanaman-tanamannya dan buah-buahannya, akan tetapi jika hasil bumi itu ditanam di atas tanah sewaan, maka siapakah yang wajib menzakati hasil bumi yang disewakan tersebut, pemilik tanah atau penyewa tanah? Dan berapakah zakat yang harus dikeluarkan? Dan masalah inilah yang akan kami bahas dalam makalah kami ini.

PEMBAHASAN Para ulama‟ telah sepakat mewajibkan zakat atas hasil bumi berupa tanam-tanaman dan buahbuahan yang sudah mencapai nisabnya (750 kg) pada setiap panen, berdasarkan Al-Qur‟an surat Al-An‟am ayat 141: “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun, delima yang serupa dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berubah, dan tunaikanlah haknya (zakat) pada hari memetik hasilnya” Dan surat Al-Baqarah ayat 267: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah(di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu” Presentasi zakatnya adalah 10% bagi tanah yang tadah hujan, tanpa alat memetik atau tanpa biaya dan 5% bagi tanah yang yang mendapat air dengan alat memetik atau dengan biaya, berdasarkan hadist nabi (dari Ibnu Umar r.a bahwa Nabi saw. Bersabda: “Tanam-tanaman yang dialiri oleh hujan dan mata air atau air yang datang sendiri, zakatnya sepersepuluh, dan yang dialiri dengan alat penyiram seperduapuluh.”(Hadist riwayat Bukhari dan lain-lain) Kedu ayat diatas dari surat Al-Baqarah dan Al-An‟am menunjukan bahwa semua hasil bumi wajib dizakati tanpa ada terkecuali termasuk pula hasil yang terkena pajak, tanaman keras seperti cengkeh, tanaman hias seperti bunga anggrek, semua jenis buah-buahan dan sayur-sayuran. Dan zakat bumi ini berkaitan dengan masa panennya bukan setahun sekali tetapi bisa lebih dari sekali, jika bisa panen lebih dari sekali setahun dan sebaliknya bisa lebih dari setahun sekali zakatnya, jika tanaman itu panennya lebih dari setahun. Ulama‟ hanya mewajibkan zakat atas empat macam hasil tanam-tanaman dan buah-buahan yang ditetapkan berdasarkan nas itu tidak berarti bahwa selain empat macam hasil bumi tersebut bebas zakat sama sekali. Sebab apabila selain empat macam hasil bumi yang ditetapkan zakatnya berdasarkan nas hadist itu ditanam untuk dijadikan komoditi perdagangan, maka sudah tentu

Maka dari itu Ibnu Qudamah memandang pendapat jumhur lebih kuat. Kewajiban mengeluarkan zakat dibebankan kepada penyewa atau orang yang meminjam tanah itu. Jumhur (kebanyakan) ulama‟ berpendapat. tanah. akan tetapi kita harus meminta fatwa imam untuk melaksanakannya karena begitulah makna lahiriyah riwayat yang ada.”sebab pertikaian mereka adalah. dan mengeluarkan tanaman hasil tanah kepunyaan sendiri. Al-An‟am : 141) Adalah tidak adil bila kewajiban zakat diberikan kepada pemilik tanah sebab zakat dikenakan atas tanamannya. dengan demikian dia berkewajiban mengeluarkan zakat karena menanami tanahnya. maka hasil atas tanah itu dikenakan zakat. namun kuncinya sangat tergantung kepada kesadaran kedua belah pihak.wajib dizakati atas nama perdagangan (2. mereka mengatakan. ialah berupa hasil tanaman itu. kewajiban itu mesti dilaksanakan karena memang begitulah fatwa ulama‟ mutaakhirin. sehingga zakatnya itu sebagai pernyataan syukur yang bersangkutan atas hasil tanaman yang baik. 2. Mungkin si pemilik tanah yang lebih besar atau sebaliknya atas kesepakatan bersama pada saat di buat perjanjian sewamenyewa. demikian juga penyewa tanah mengeluarkan zakat dari hasil tanah yang dikelolanya. sedangkan Abu Hanifah melihat kepada harta benda yang menjadi asal mula timbulnya kewajiban zakat yaitu tanah”. dapat juga dengan cara bahwa pemilik tanah mengeluarkan zakat dari hasil sewanya bila telah mencapai nisab. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT “dan tunaikanlah haknya di hari memetiknya”. seperti menzakatkan uang sebagai harga dari barang dagangan. jika ada orang yang menyewa sebidang tanah lalu ditanaminya atau dia meminjam tanah kemudian menanaminya dengan tanaman yang berbuah. Berkata Ibnu Rusyd. selamat dari musibah banjir. hama wereng dan sebagainya. yakni tanah dan hasilnya. sebab tanah itulah asal mula timbulnya kewajiban zakat. dan tanamannnya. Abu Hanifah berpendapat. ataukah kedua-duanya. Jalan yang baik dan aman dalam pandangan agama adalah zakat dikeluarkan oleh pemilik tanah dan penyewa walaupun jumlah yang dikeluarkan tidak sama besarnya. Bila kewajiban zakat atas penyewa itu akan membawa manfaat yang lebih bagi fakir miskin. . Begitu pula dengan harta yang diperoleh pemilik tanah (sewanya) dan penyewa (hasil tanah yang diolah) telah bersih dari hak orang lain didalamnya. maka terpikullah atas si pemilik tanaman itu. Maka dari itu. Mahmud Syaltut memperkuat pendapat jumhur dengan alasan bahwa beban zakat berkaitan dengan hasil tanamannya. tiada tanah tiada pulahasil tanaman.”kewajiban zakat tanah sewaan dibebankan kepada pihak penyewa karena tanah yang menghasilkan diwajibkan zakatnya sebesar sepersepuluh dan yang menikmati hasil tanah itu adalah pinak penyewa. katanya.5% setahun) bukan zakat hasil pertanian/perkebunan. Nampaknya Jumhur melihat kepada harta benda yang wajib dizakati. apabila hasil bumi berupa tanam-tanaman dan buah-buahan ditanam diatas tanah sewaan. Dengan cara ini tidak ada helah atau upaya dari masing-masing pemilik dan penyewa membebaskan diri dari kewajiban zakat. Oleh karena itu pihak penyewa dibebani untuk membayar zakat sebesar sepersepuluh dan dia dianggap sebagai peminjam. misalnya cengkeh. siapakah yang wajib menzakati hasil tanah yang disewakan. bukan kepada pemilik tanah karena sesungguhnya zakat itu diwajibkan atas tanaman. Madzab Maliki dan Syafi‟i tidak sepakat dengan Abu Hanifah. Begitulah keterkaitan antara zakat. apakah zakat itu kewajiban tanah atau kewajiban tanaman. tebu dan kopi. (QS. dengan jalan ini baik pemilik tanah maupun penyewanya telah bersih jiwanya atau dirinya. pemilik tanahkah atau penyewa tanah yang mengeluarkan zakathasil tanahnya? Dalam hal ini ada beberapa pendapat sebagai berikut: 1.”zakat itu wajib pada tanaman. pemilik tanah yang berkewajiban mengeluarkan zakatnya.

2002 Zuhdi. sesuai dengan apa yang telah ditetapkan/disepakati para ulama‟ berdasarkan hadist Nabi. Fiqih madzhab syafi‟I buku 1 ibadah. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra. 1994 Hasbi. T. Pedoman Zakat. 1994 . DAFTAR PUSTAKA Mas‟ud. ats-Tsauri Ibnu‟i-mubarak. Ash Shiddiqy.Akan tetapi dari pendapat-pendapat dan pandangan-pandangan di atas bahwa yang berhak mengeluarkan zakatnya adalah penyewa tanah atau yang memiliki tanaman tersebut yang mana sesuai dengan pendapat jumhur yang lebih kuat yang dikemukakan oleh Ibnu Qudamah dan juga pendapat yang dikemukakan oleh Imam Malik. Abu Tsaur dan golongan fuqaha‟ lainnya. Sedangkan zakatnya yang harus dikeluarkan sebesar 10% (sepersepuluh) apabila diairi tanpa mmenggunakan alat atau tanpa biaya dan 5% (seperduapuluh)apabila diairi dengan menggunakan alat atau dengan air yang dibeli. karena zakat itu akan membawa manfaat yang lebih bagi fakir miskin dan kewajiban itu harus dilaksanakan atau zakatnya dikeluarkan oleh pemilik tanah dan penyewa sesuai atas kesepakatan bersama pada saat dibuat perjanjian sewa-menyewa. Imam Syafi‟I. Zaenal.M. Sulaiman. Abidin. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Masjfuk. KESIMPULAN Maka dari itu kami menyimpulkan zakat hasil bumi (tanah) berupa tanam-tanaman ataupun buah-buahan apabila ditanam diatas tanah sewaan yang wajib megeluarkan zakatnya adalah penyewa tanah bukan pemilik tanah sesuai dengan isi dari pembahasan makalah kami dan diperkuat dengan pendapat-pendapat ulama‟. Sedangkan zakat yang harus dikeluarkan darinya ialah 10% atau 5% tergantung dari tanahnya apa diairi dengan alat mekanik (dengan biaya) atau tidak. Malang: Toko Gunung agung. Ibnu. Fiqih Islam. 2005 Rasjid. Masail Fiqhiyah. Bandung: Pustaka Seta.

Karena sector ekonomi yang mendominasi masyarakat zaman klasik adalah sector peternakan. artis. perkebunan.( ZAKAT KASB AL-’AMAL WA AL-MIHAN AL-HURRAH ) (Link Sponsor) : ُ‫ياأيٖا اىزيِ آٍْ٘ا أّفق٘ا ٍِ طيباث ٍا مضبخٌ ٍَٗا أخشخْا ىنٌ ٍِ األسض ٗالحيََ٘ا اىخبيث ٍْٔ حْفقُ٘ ٗىضخٌ بآخزئ إال أ‬ 762 ‫حغَض٘ا فئ ٗاػيَ٘ا أُ هللا غْٚ حَيذ-اىبقشة‬ “Hai orang-orang yang beriman. kurma dan anggur sebanyak 5 wasaq. pengacara. terutama yang berhubungan dengan masalah zakat. 2:267) A. atau memiliki unta 5 ekor. jagung. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu lalu kamu infaqkan dari padanya padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya kecuali dengan memicingkan mata terhadapnya. belum menyentuh pada masalah-masalah social yang berkembang sekarang ini. konsultan. Ulama kontemporer seperti Muhammad Abu Zahrah. pertanian. seniman. Tampaknya struktur masyarakat kaya dan miskin saat ini mengalami perubahan mendasar. dokter. notaries. atau memiliki emas 20 dinar/misqal atau perak murni sebanyak 200 dirham. Syari‟at ini selain mempunyai dimensi kesalehan kepada Allah (habl min Allah) juga mempunyai dimensi social (habl min al-naas). sekaligus untuk membersihkan harta dari berbagai syubhat dan mensucikan jiwa dari bermacam-macam sifat tercela. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS Al-Baqarah. Dengan demikian orang kaya adalah orang yang banyak memiliki binatang ternak. Dengan demikian Ulama Salaf tidak banyak mempersoalkan masalah-masalah yang berhubungan dengan profesi dan hasil kerja tersebut. infaqkanlah sebahagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebahagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Lain halnya dengan bentuk-bentuk kasab tradisional seperti pertanian. peternakan dan perniagaan yang sudah popular di masyarakat zaman itu. Tujuan disyari‟atkannya untuk menciptakan kesejahteraan umat secara merata. Sekarang orang kaya bukan hanya orang yang memiliki ternak banyak . notaries dan sebagainya belum dikenal di zaman klasik sebagai suatu sumber penghidupan yang menjanjikan kesejahteraan.Islam). Hasil profesi atau hasil kerja seperti pegawai negeri dan swasta. perkebunan dan perniagaan yang menggunakan standar emas dan perak. maka bidang-bidang ini telah mendapat perhatian para Ulama sehingga mendapat porsi pembahasan lebih luas yang dituangkan dalam kitab-kitab mereka. pegawai negeri atau swasta dan sebagainya dan mengaitkannya dengan kewajiban zakat. konsultan. atau memiliki gandum. beras. Yusuf Qardhawi dan Wahbah Zuhaili melakukan pembahasan terhadap bentuk-bentuk kasab di bidang jasa seperti dokter. Kebanyakan kaum muslimin dalam memahami masalah zakat masih terfokus pada pembahasan fiqh yang memandangnya sebagai masalah ritual semata (ibadah mahdhah) dan statis. Pendahuluan Zakat adalah salah satu syari‟at yang menjadi sendi tegaknya Islam (min arkan al. Kategori orang kaya adalah orang-orang yang memiliki sapi 30 ekor. atau memiliki kambing 40 ekor. pengacara. Kata “amwal” atau “harta” dipahami oleh orang Arab zaman klasik adalah binatang ternak.

Sedangkan kata profesi berasal dari bahasa Inggris “profession” yang artinya pekerjaan (John M. Kemudian kata zakat dipergunakan untuk menyebut nama hak Allah yang harus dikeluarkan oleh orang kaya dan disalurkan kepada fakir miskin dengan harapan agar memperoleh keberkahan dan kebersihan jiwa serta dapat menunbuhkan kebaikan-kebaikan yang banyak (Fiqh al-Sunnah. Kamus Inggris Indonesia. pemimpin perusahaan. al-nama‟ (tumbuh. berkembang).atau memiliki lahan ratusan hektar. Dalam kehidupan modern kasab model ini lebih menjanjikan kesejahteraan. Contohnya seperti dokter yang melakukan praktek umum. Semua makna tersebut telah dipergunakan baik di dalam Al-Qur‟an maupun di dalam Al-Hadits (Lisan al-Arab. dan sebagainya. Patutkah zakat dibebankan kepada orang-orang ini sementara orang-orang yang mempunyai pendapatan lebih besar tidak dibebani? B. Yang pertama adalah orang-orang yang bekerja memberikan pelayanan atau jasa tanpa terikat dengan suatu kontrak atau perjanjian dengan pihak lain. 1997:449). 1:276). tetapi para pejabat tinggi negara. Masing-masing memperoleh upah atau imbalan yang cukup besar dari jasa dan pelayanan yang mereka kerjakan pada setiap hari atau setiap minggu atau setiap praktek dan setiap tampil. Dalam prakteknya pekerjaan yang diserap di lapangan jasa (bukan produksi) dapat dibagi menjadi dua bagian. pemimpin partai politik dan pekerja-pekerja profesonal yang memperoleh harta yang banyak. Echols. ternak dan nelayan terkesan sebagai kesederhanaan. pengacara. Pengertian Zakat Profesi Kata zakat semula bermakna: al-thaharah (bersih). dinas ketentaraan. atau menjadi pekerja pada perorangan seperti TKI dan TKW yang memperoleh gaji secara rutin pada setiap bulan (Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuh. pegawai pabrik. pengacara dan sebagainya. pegawai perusahaan. C. dokter. Dengan demikian yang dimaksud “zakat profesi” dalam tulisan ini ialah zakat hasil kerja dari pekerja-pekerja yang bergerak di bidang jasa seperti pegawai negeri. notaries. Adapun yang kedua yaitu orang-orang yang melaksanakan pekerjaannya melalui sebuah kontrak atau perjanjian dengan pihak lain. pertama pekerjaan yang tidak terikat dengan pihak lain (al-mihan al-hurrah) dan kedua pekerjaan yang terikat dengan pihak lain atau dikenal sebagai kerja profesi (kasb al‟amal). pegawai perusahaan. polisi. artis.2:43) . 6:65). sementara kasab model tani. konsultan (termasuk mediator atau calo). misalnya seperti pegawai negeri. Dasar Hukum Zakat Dasar hukum kewajiban zakat secara umum diseebutkan baik dalam Al-Qur‟an maupun AlHadits yang antara lain sebagai berikut : 34 ‫ٗأقيَ٘ا اىصالة ٗآح٘ا اىزماة-اىبقشة‬ “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat…” (QS Al-Baqarah. seniman. al-barakah (anugerah yang lestari). al-madh (terpuji) dan al-shalah (kesalehan). 2:865-866).

فئُ ٌٕ أطاػ٘ك ىزىل فؤػيٌَٖ أُ هللا افخشض ػييٌٖ خَش‬ . tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya.ٌٖ‫صي٘اث فٚ مو يً٘ ٗىييت. dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (QS At-Taubah. apabila mereka telah taat kepadamu mengenai hal itu. maka ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah. pohon korma. zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya).304 ‫خز ٍِ أٍ٘اىٌٖ صذقت حطٖشٌٕ ٗحزميٌٖ بٖا -اىخ٘بت‬ “Ambillah zakat dari sebahagian harta mereka. mendirikan shalat. yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.6:141) ‫ػِ ابِ ػباس سضٚ هللا ػْٔ قاه:أُ اىْبٚ صيٚ هللا ػيئ ٗصيٌ ىَا بؼث ٍؼارا اىٚ اىيَِ قاه: إّل حؤحٚ قٍ٘ا ٍِ إٔو‬ ‫اىنخاب.2:267) ‫ٕٗ٘اىزٙ أّشؤ خْج ٍؼشٗشج ٗغيش ٍؼشٗشج ٗاىْخو ٗاىزسع ٍخخيفا أمئ ٗاىزيخُ٘ ٗاىشٍاُ ٍخشابٖا ٗغيش ٍخشابٔ مي٘ا‬ 333 ً‫ٍِ ثَشٓ إرا أثَش ٗآح٘ا حقٔ يً٘ حصادٓ-األّؼا‬ “Dan Dia-lah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung.ٗاحق دػ٘ة اىَظيً٘ فئّٔ ىيش بيْٖا ٗبيِ هللا حداب -سٗآ اىدَاػت‬ “Dari Ibnu Abbas RA berkata: bahwa ketika Nabi SAW mengutus Mu‟adz ke negeri Yaman beliau memberikan amanat (kepadanya): Sesungguhnya engkau akan menghadapi masyarakat Ahli Kitab. maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan shalat lima kali sehari semalam.9:103) ‫قاه سص٘ه هللا صيٚ هللا ػيئ ٗصيٌ بْٚ االصالً ػيٚ خَش:شٖادة أُ ال اىٔ إال هللا ٗأُ ٍحَذا سص٘ه هللا ٗإقاً اىصالة‬ ٔ‫ٗإيخاء اىزماة ٗحح اىبيج ٗصً٘ سٍضاُ-ٍخفق ػيي‬ “Rasulullah SAW bersabda: Agama Islam didirikan di atas lima pilar. menunaikan zakat. apabila . Makanlah dari buahnya (yang bermacammacam itu) apabila ia berbuah dan tunaikanlah haknya pada hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)…” (QS Al-An‟am. dan berpuasa di bulan Ramadhan” (HR Bukhari Muslim) Dan dasar hukum zakat profesi dapat diambil dari mafhum ayat dan hadits sebagai berikut : 762 ‫يا أيٖا اىزيِ أٍْ٘ا أّفق٘ا ٍِ طيباث ٍا مضبخٌ ٍَٗا أخشخْا ىنٌ ٍِ االسض-اىبقشة‬ “Hai orang-orang yang beriman. infaqkanlah sebahagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebahagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu …” (QS AlBaqarah. فادػٌٖ اىٚ شٖادة أُ الاىٔ اال هللا ٗأّٚ سص٘ه هللا. فئُ أطاػ٘ك ىزىل فؤػيٌَٖ أُ هللا افخشض ػييٌٖ صذقت حؤخز ٍِ أغْيائٌٖ فخشد ػيٚ فقشائ‬ ‫فئُ ٌٕ أطاػ٘ك ىزىل فئياك ٗمشائٌ أٍ٘اىٌٖ. pergi haji ke Baitullah.

maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan shadaqah (zakat) kepada mereka.II:732-733) antara lain : . Seorang suku Tamim diberi harta yang melimpah dan mempunyai tanggungan keluarga yang banyak. Dalam garis besarnya obyek zakat meliputi keseluruhan hasil usaha (min thayyibati ma kasabtum) dan keseluruhan komoditas yang mencakup flora dan fauna (min ma akhrajna lakum min al-ardli). Fungsi dan manfaat zakat yang lain disebutkan oleh Wahbah (1989. Tujuan dan Manfaat Zakat Seperti diisyaratkan dalam ayat 103 dari surat At-Taubat di atas. dan hindarilah doa orang-orang yang teraniaya. ٗ‫ػِ أّش سضٚ هللا ػْٔ قاه:أحٚ سخو ٍِ حَيٌ سص٘ه هللا صيٚ هللا ػيئ ٗصيٌ فقاه يا سص٘ه هللا إّٚ رٗ ٍاه مثيش ٗر‬ ‫إٔو ٍٗاه ٗحاضشة. Allah memberikan rizki kepada hambanya berbeda-beda. sedangkan harta yang dikeluarkan untuk kelompok fakir miskin berfungsi sebagai tali kasih yang memperkokoh persaudaraan dan kekeluargaan. karena antara doanya dengan Allah tidak ada hijab” (HR Sejumlah besar Ahli Hadits) Beberapa ayat dan hadits tersebut menunjukkan kewajiban zakat dan tujuan serta teknis penarikannya. baik tujuan teologis maupun tujuan sosialnya. maka kamu hendaklah berhati hati. Di samping itu banyak pula orang-orang yang datang kepadanya untuk meminta bantuan. bahwa secara teologis kewajiban zakat diberlakukan untuk membersihkan harta dari berbagai syubhat dan sekali gus membersihkan jiwa pemiliknya dari berbagai kotoran rohani. yang diambil dari orang-orang kaya dan disalurkan kepada orang-orang miskin dari kalangan mereka. jangan mengambil yang baikbaiknya saja dari harta mereka. Dan pada prinsipnya sistem zakat adalah sistem pemerataan kesejahteraan masyarakat yang diatur melalui penarikan harta dari orang-orang kaya dan disalurkan kepada orang-orang miskin. maka berikanlah aku petunjuk bagaimana sebaiknya aku beramal dan berinfaq? Maka Rasulullah memberikan petunjuk: Keluarkanlah zakatnya dari hartamu itu. ada yang diberi kemudahan-kemudahan dan ada yang diberi kesulitan dan kesukaran. dan kamu dapat mempererat tali kekeluargaanmu. hak-hak tetangga dan hak-hak orang yang meminta-minta” (HR Ahmad) Hadits ini memberikan petunjuk singkat mengenai tujuan dan manfaat zakat harta. tujuannya agar saling membutuhkan (QS AzZukhruf. D. Yang demikian sudah menjadi sunnatullah. فؤخبشّٚ ميف أصْغ ٗميف أّفق؟ فقاه سص٘ه هللا صيٚ هللا ػيئ ٗصيٌ: حخشج اىزماة ٍِ ٍاىل فئّٖا‬ ‫طٖشة حطٖشك ٗحصو أقشبائل ٗحؼشف حق اىَضنيِ ٗاىداس ٗاىضائو-سٗآ أحَذ‬ “Dari Anas RA berkata: Seorang dari Suku Tamim menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: Hai Rasulullah aku mempunyai harta yang banyak dan mempunyai keluarga yang banyak pula serta banyak tamu-tamu yang datang. karena dengan mengeluarkan zakatnya kamu dapat membersihkan (harta dan jiwamu). Apabila mereka telah taat kepadamu mengenai hal itu. serta kamu mengerti hak-hak fakir miskin.mereka telah taat kepadamu mengenai hal itu.43:32). Dan secara social menunjukkan rasa solidaritas dan kesetiakawanan orang-orang kaya kepada orang-orang miskin sehingga terjalin persaudaraan yang kokoh di masyarakat yang saling menolong dan saling menyayangi. Rasulullah SAW memberikan petunjuk agar dikeluarkan zakatnya sehingga secara proporsional harta yang digunakan untuk keperluan keluarga adalah harta yang sudah bersih.

Bukankah banyak orang yang telah bekerja keras dan membanting tulang tetapi rizkinya pas-pasan.1. karena orang mu‟min yang telah membiasakan membayar zakat akan menjadi orang dermawan. pengacara. Membersihkan muzakki dari sifat-sifat yang tidak terpuji dan tidak peduli kepada orang lain. Apabila mereka mempunyai keterampilan. Sistem ekonomi bergeser dari pola ekonomi tradisional di pedesaan menuju masyarakat industri yang maju dan modern. maka uang bantuan itu dapat dipergunakan sebagi modal usaha kecil. Memberi bantuan langsung kepada fakir miskin. VI:83). 3. karena kecemburuan sosial bisa menimbulkan kerawanan di masyarakat. . 2. Kewajiban Zakat Profesi Perubahan masyarakat saat ini dari masyarakat agraris primitif dan tradisional menuju masyarakat maju dan modern berjalan begitu cepat. Orang-orang mencari nafkah bukan lagi bertani dan berternak. tetapi bergerak di bidang jasa dan pelayanan. Orang-orang yang bekerja di bidang jasa dan pelayanan banyak yang memperoleh penghasilan (income) lebih baik dari pada usaha pertanian dan usaha lain yang hasilnya belum menentu. B. pegawai perusahaan. Atau seorang pegawai professional yang memberikan pelayanan tanpa terikat oleh kontrak dan waktu seperti dokter praktek. Menghindari kecemburuan social sehingga harta menjadi aman. angkutan umum. penerbangan. telkom dan sebagainya. pimpinan partai politik. kontraktor. Sebagai pernyataan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia dan memberikan kemudahan-kemudahan mencari rizki. dan apabila tidak mempunyai kerampilan. Inilah yang menimbulkan pertanyaan apakah mereka tidak diwajibkan membayar zakat? Sementara para petani tradisional yang pengahasilannya relatif kecil dibebani kewajiban zakat? Ada beberapa pandangan Ulama dalam masalah ini baik dari kalangan shahabat maupun tabi‟in sebagai berikut: F. perbankan. konsultan. Ibnu Hazm menjelaskan bahwa telah sah riwayat dari Ibnu Abbas bahwa beliau mewajibkan zakat pada setiap harta yang wajib dizakati pada waktu dimiliki oleh seorang muslim (Al-Muhalla. Misalnya seperti pejabat tinggi negara. maka akan dipergunakan sebagai bantuan yang dapat meringankan beban hidupnya. pegawai negeri. 4. seniman dan sebagainya yang memperoleh bayaran atau imbalan jasa yang besar pada setiap kegiatan. mereka memperoleh penghasilan secara rutin yang cukup besar pada setiap bulannya. Semua usaha ini umumnya lebih menjanjikan kesejahteraan dibandingkan dengan kerja-kerja tradisional yang sekarang sudah mulai tidak diminati orang. transportasi. Ulama yang mewajibkan zakat profesi : 1.

Seandainya sebuah rumah dikontrakkan selama 4 tahun dengan uang sewa sebanyak 160 dinar. (Al-Mughni. tanpa menunggu haul (Fqh al-Zakat. tahun kedua menjadi 80 dinar. Secara teknis An-Nawawie menjelaskan sebagai berikut: 1. Makhul dan Al-Auza‟ie Madzhab Ahlul Bait seperti An-Nashir. Demikian ini jika uang zakat dibayar dari dana lain. tahun ketiga uang sewanya menjadi 120 dinar. Dibayar sesuai dengan jumlah uang sewa pertahun. Alasannya karena uang sewa tersebut telah menjadi milik penuh pihak yang menyewakan sama halnya dengan uang mahar bagi seorang wanita. tetapi karena sudah dibayar 9 dinar. maka membayar zakatnya pada tahun pertama 4 dinar. Dalam riwayat Abu Ubaid bahwa Mu‟awiyah apabila menyerahkan gaji pegawainya diambil zakatnya. tetapi karena sudah dibayar 1 dinar. setiap tahun 40 dinar. maka membayarnya hanya 7 dinar (Al-Thab‟ah al-Kamilah min Kitab Al-Majmu. maka harus dikeluarkan zakatnya saat itu. II:638) Asy-Syirazie dari kalangan Syafi‟iyah mengatakan bahwa orang yang memperoleh uang sewa dari sebuah rumah dan telah mencapai haul maka zakatnya wajib dikeluarkan walaupun pihak penyewa belum memanfaatkan sampai habis masa kontraknya. zakatnya 2 tahun X 2 dinar = 4 dinar. tetapi apabila dibayar dari dana hasil sewaan rumah tersebut. Demikian pula apabila membagi-bagikan harta terlantar yang dikuasai oleh negara (radd al-madzalim) kepada masyarakat dipungut zakatnya juga.I:502-503) Dari Imam Ahmad ada riwayat bahwa barang siapa yang menyewakan rumah atau tanah („iqar) dan harganya mencapai nisab. Bahkan sampai kepada honor dan hadiah yang diberikan kepada delegasi sebagai imbalan jasa atau suatu prestasi dipungut zakatnya. tahun keempat atau tahun terakhir uang sewanya menjadi 160 dinar. zakatnya 1 dinar. maka zakatnya 4 tahun X 4 dinar = 16 dinar. karena sebelumnya Abnu Mas‟ud sudah melakukan hal itu. Ulama Tabi‟in yang lain yang memandang wajib mengeluarkan zakat dari gaji dan pendapatan lainnya (al-mal al-mustafad) ialah Az-Zuhri. I:500) 3. Al-Hasan. 2. maka membayarnya 3 dinar. maka membayarnya 5 dinar. tahun pertama 40 dinar. tetapi karena sudah dibayar sebanyak 4 dinar. Ini mungkin maksudnya orang pertama dari kalangan Khalifah yang memungut zakat dari gaji pegawai. begitu pula tahun-tahun berikutnya harus membayar zakatnya sebanyak 4 dinar pertahun. I:207). maka tinggal dikurangi dengan jumlah pengeluaran tersebut. maka zakatnya 3 tahun X 3 dinar = 9 dinar. Ash-Shadiq dan Al-Baqir sependapat dengan Daud AdhDhahiri bahwa orang yang menerima gaji mencapai nisab harus mengeluarkan zakatnya seketika. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz (Khalifah al-Rasyidin ke lima) selalu mengeluarkan zakat dari gaji (al-‟atha) dan honorarium (al-ja‟izah).2. Abu Ubaid meriwayatkan dari Hubairah bin Yarim bahwa Abdullah Ibnu Mas‟ud memungut zakat gaji prajurit (al-‟atha) yang terjadi dalam beberapa peperangan kecil (Fiqh alZakat. 5:508-509) . Imam Malik meriwayatkan dari Ibnu Syihab bahwa orang yang pertama memungut zakat dari gaji (al-a‟thiyah) adalah Mu‟awiyah bin Abi Sufyan (Al-Muwatha.

karena kedua-duanya sama-sama menawarkan jasa dan pelayanan. Ulama yang tidak mewajibkan zakat profesi: 1. Abdullah bin Umar mengatakan bahwa harta tidak wajib dikeluarkan zakatnya kecuali apabila mencapai haul (Al-Muwatha. Abdul Wahab Khalaf. maka beliau menyerahkan gajinya tanpa dipungut apapun. d. I:206-207) c. maka gajinya diserahkan kepadaku. Wahbah Az-Zuhaili dan Yusuf Qardhawi telah mengadakan penelitian dan memunaqasahkan argumen-argumen (adillah) yang dikemukakan oleh kedua belah pihak. dan apabila menjawab tidak mempunyai. maka orang itu wajib mengeluarkan zakatnya karena secara keseluruhan pada awal dan akhir tahun harta tersebut mencapai nisab. Imam Malik menegaskan bahwa harta hasil profesi tidak wajib dikeluarkan zakatnya kecuali apabila mencapai haul. maka wajib dibayar zakatnya. Ibnu Hazm menjelaskan bahwa Imam Abu Hanifah tidak mewajibkan zakat hasil profesi (al-maal al-mustafad) kecuali jika mencapai haul. G. Hal ini bisa dianalogkan dengan pendapatan hasil profesi. maka zakatnya dipungut langsung dari harta itu. dari Aisyah binti Qudamah. VI:84) H. pihak Ulama yang mewajibkan zakat profesi dan pihak Ulama yang tidak mewajibkan. b. apakah harus membayar zakatnya? Qasim menjawab bahwa Abu Bakar al-Shiddiq tidak memungut zakat dari harta kecuali jika mencapai haul. apabila aku menjawab ya. maka beliau langsung memungut zakat harta itu. apabila mereka menjawab punya. dari bapaknya bahwa bapaknya (Qudamah) menerangkan: apabila aku datang menghadap Utsman bin Affan untuk mengambil gaji beliau bertanya kepadaku: apakah kamu mempunyai harta yang lain yang wajib dizakati. Dalam kesimpulannya mereka memilih pendapat yang mewajibkan zakat hasil profesi dengan alasan : . yakni bahwa setiap pendapatan (income) yang diterima oleh seorang muslim. Imam Malik meriwayatkan dari Umar bin Husain. tetapi apabila aku menjawab tidak. Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa apabila seseorang mempunyai harta sebanyak 200 dirham pada awal tahun kemudian uang itu digunakan sampai habis hingga tinggal satu dirham saja tetapi sesudah itu kira-kira sesaat sebelum akhir tahun orang itu usaha lagi hingga memperoleh hasil 199 dirham. a. Qasim memberikan penjelasan bahwa Abu Bakar apabila membayar gaji pegawai bertanya kepada mereka apakah mereka mempunyai harta yang lain yang wajib dizakati. Demikian pula pendapat Imam Asy-Syafi‟I (Al-Muhalla. Muhammad Abu Zahrah. Imam Malik meriwayatkan dari Muhammad bin Uqbah bahwa dia bertanya kepada Qasim bin Muhammad tentang seorang budak yang membebaskan diri dengan membayar sejumlah besar uang. Pendapat Ulama Kontemporer Ulama kontemporer seperti Abdurrahman Hasan. baik yang bersangkutan mempunyai harta lain yang sejenis yang wajib dizakati atau tidak.Ada yang menarik untuk dikaji dari pandangan Ulama Syafi‟iyah ini. baik berupa uang hasil sewaan rumah atau uang mahar apabila mencapai nisab dan haul.

Jika terjadi demikian maka tidak ada pendapat yang satu lebih utama dari yang lain sehingga tidak ada yang mengharuskan berpegang pada salah satunya sehingga permasalahannya dikembalikan kepada otoritas nash : “Apabila kamu berselisih maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur‟an) dan Rasul-Nya (al-Hadits)” 3. Ulama shahabat dan tabi‟in telah berbeda pendapat mengenai zakat hasil profesi (almaal al-mustafad). karena modalnya berupa lahan relatif utuh. Mensyaratkan adanya haul pada zakat profesi akan membebaskan kewajiban zakat kepada sebahagian besar pegawai tinggi dan para profeonal yang mendapatkan income sangat besar.20 kwintal beras bernilai sekitar Rp 1800. Kalangan Ulama yang tidak mensyaratkan haul adalah lebih dekat kepada pengertian umum nash dan kemutlakkannya. Karena seorang petani yang bekerja menggarap sawahnya berbulan-bulan ketika memperoleh hasil sebanyak 5 wasaq (lebih kurang 12 kwintal gabah atau 7. 4. tidak memperhitungkan modal. Beliau menyamakan jasa profesi dengan pertanian dan perkebunan dengan alasan karena kedua-duanyanya hanya memperhitungkan keuntungan (miqdar al-dakhl). yaitu modal uang tunai (al-nuqud) dan modal barang-barang dagangan. 6. Kedua harta kekayaan yang relatif tetap yang hanya memperhitungkan keuntungan yang masuk. Pertama harta kekayaan yang menggunakan modal yang mungkin bertambah dan mungkin berkurang. Pendapat yang mensyaratkan adanya haul pada zakat profesi berimplikasi pada ketidak adilan dalam pembebanan zakat. Nisab Zakat Profesi dan Kadar Kakatnya Muhammad Al-Ghazali menggunakan pendekatan analogis (al-qiyas) dalam menentukan nisab dan kadar zakat profesi.-) dikenakan beban zakat 5-10 persen. I:505-509) I. Jasa profesi disamakan dengan jasa tanah-tanah pertanian dan lahan perkebunan dengan alasan karena kedua-duanya tidak menghitung modal (sawah dan ladang). tetapi hanya menghitung hasilnya saja. Apabila nash-nash yang menunjuk pada kewajiban zakat berlaku secara umum dan mutlak. Karena bisa saja hasilnya habis digunakan untuk membiayai hidup mewah dan berfoyafoya. maka hasil profesi termasuk di dalamnya.1. sebahagian mereka mensyaratkan adanya haul dan sebahagian lagi tidak mensyaratkannya. 5. 2. tetapi langsung dikeluarkan zakatnya pada saat diperolehnya.000. dalam hal . seperti tanah-tanah pertanian dan lahan-lahan perkebunan. sementara para pejabat tinggi dan pemimpin perusahaan atau pekerja-pekerja professional yamng mendapatkan uang (income) sangat besar tidak dikenakan zakat (Fiqh al-Zakat. Jalan pikiran Muhammad Al-Ghazali ini berakar dari masalah pembebanan kewajiban zakat. karena nash-nash yang menunjuk pada kewajiban zakat berlaku umum dan mutlak. Berbeda dengan modal uang atau barang-barang dagangan. Dengan demikian beban zakat hanya ditanggung oleh pekerja-pekerja menengah ke bawah yang hemat dan rajin untuk menabung. Mensyaratkan haul dalam segala jenis harta termasuk hasil profesi (al-maal almustafad) tidak didukung oleh nash yang shahih atau hasan yang dapat dijadikan landasan untuk mentakhshish dalil „am atau mentaqyidi yang muthlaq. Menurut beliau obyek zakat secara garis besarnya dapat dibagi dua.

angkutan.ini modal dan keuntungannya dihitung dan dijumlahkan.. I:483 & 510) Yusuf Qardhawi mempunyai pendapat lain.500. kontraktor..20 kwintal beras X Rp 2500. Selanjutnya beliau menawarkan gagasan yang dianggapnya lebih tepat.= Rp 1.5% yaitu 2. lihat Ensiklopedi Hukum Islam. garmen dan sebagainya.(dengan perkiraan harga Rp 90.20 kwintal beras dan kadar zakatnya 5-10% (Fiqh al-Zakat. maka 20 misqal/dinar = 90 gram.. Karena kaum tani yang memperoleh penghasilan 12 kwintal permusim (lebih kurang selama 4 bulan) adalah rendah. apa lagi dengan membebankan kadar zakat yang cukup tinggi. Dengan demikian zakat hanya dibebankan kepada . Pemikiran Muhammad Al-Ghazali yang demikian ini diterapkan dalam berbagai sector perusahaan seperti perhotelan. Nisab dihitung sesuai dengan gaji atau jasa profesi yang diterimanya. yaitu 10%.sedangkan kadar zakatnya 10% yaitu 120 kg gabah atau 72 kg beras = Rp 180..dengan kadar zakat sebesar Rp 180. yaitu bahwa hasil profesi disamakan dengan uang mas (al-nuqud).100.800.000. Maka menyamakan hasil profesi dengan hasil usaha yang baik-baik adalah lebih dekat jika dibandingkan dengan menyamakannya dengan hasil eksploitasi kekayaan alam. pertama pendapatan yang diperoleh dari hasil usaha yang baik-baik (min thayyibati ma kasabtum). bukan dengan pertanian (al-zuru‟).. J. misalnya seperti pengacara.= Rp 1..atau Rp 90.(1 misqal/dinar = 4.atau paling sedikit 5% yaitu 60 kg gabah atau 36 kg beras = Rp 90.. 6:1991) Pendapat Yusuf Qardhawi ini lebih mendekati jiwa nash (mafhum) yang membagi sumber pendapatan (income) menjadi dua bagian besar.25 gram atau Rp 202.atau 7..800.800. Hal ini bertentangan dengan prinsip zakat.000.000. garmen dan sebagainya yang mendapatkan keuntungan dari jasa atau pelayanan semata-mata. dan apabila jumlahnya tidak mencapai nisab...000.. Apabila jumlahnya mencapai satu nisab. kedua pendapatan yang diperoleh dari hasil eksploitasi kekayaan alam (min ma akhrajna lakum min al-ardhi).000.(dengan perhitungan 5 wasaq X 60 sha‟ X 4 mud X 0. Alasannya karena gaji pegawai atau imbalan jasa profesi selalu dibayar dengan uang tunai.adalah memberatkan. Alasan berikutnya bahwa menentukan batasan nisab dengan sector pertanian sebesar Rp 1.-/gram) dan kadar zakatnya 2.000. Dengan demikian nisabnya 90 gram emas atau Rp 8. mediator.000. pabrik beras/huller .5 gram. Untuk menghitung nisabnya ada dua cara: 1. konsultan. maka zakatnya tidak wajib dibayar. yaitu diambil dari orang kaya dan disalurkan kepada orang-orang miskin. Cara Menghitung Nisab Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa ada kalanya pegawai memperoleh gajinya secara rutin pada setiap bulan atau setiap minggu atau setiap dua minggu dan ada kalanya tidak menentu. mungkin masih belum termasuk kategori orang kaya.000. yaitu nisabnya 12 kwintal gabah X Rp 150.6 kg dan setiap 1 kwintal gabah menghasilkan 60 kg beras). maka wajib bayar zakat. beliau mengakui betapa rendahnya nisab sector pertanian dan betapa beratnya kadar zakat yang diwajibkan. Nisabnya 12 kwintal gabah atau 7. Yusup Qardhawi memberikan komentar barang kali Pembuat syari‟at menghendaki demikian karena hasil pertanian menjadi bahan makanan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.000.000. mereka memperoleh penghasilan menunggu klien atau order yang masuk untuk dikerjakan.

L.. Ulama Hanabilan berpendapat bahwa hasil-hasil pertanian yang satu digabungkan dengan yang lain dalam satu tahun walaupun berbeda jenis dan lokasinya untuk menggenapkan nisab.= Rp 45. Adapun mengenai landasan hukumnya ialah seperti yang ditetapkan oleh Ahli Fiqih dalam nisab harta ma‟din.. alasannya untuk memberikan kemaslahatan kepada mustahik.000. I:514-515) K. tidak dibebankan kepada pegawi kecil yang menerima gaji atau hasil profesi pas-pasan.-).000. yaitu menganalogkan nisab dengan zakat pengahsilan bumi (Rp 1. Karena dalam prakteknya amat sedikit jumlah pegawai atau pekerja profesional yang menerima gaji atau memperoleh imbalan jasa sebesar satu nisab (apabila diukur dengan nisab usaha perdagangan.500. Menganalogkan zakat profesi dengan zakat emas atau perdagangan secara mutlak.5% X 1. dan menganalogkan kadar zakat dengan zakat emas atau perdagangan (2..000.800.pegawai tinggi dan para professional kelas menengah ke atas.000.. 3.dan zakatnya Rp 202.100. Maka nisabnya Rp 8. bukan kepada materinya (al-‟ain).dikeluarkan pada saat menerima gaji atau jasa profesi tersebut (wa‟tu haqqahu yauma hashadih).000. Dengan demikian sebahagian besar dari pegawai dan para professional terlepas dari kewajiban zakat.000. Maka nisabnya senilai Rp 1. jumlah perolehan yang satu digabungkan dengan perolehan yang lain dalam rangka menggenapkan nisab. Ada pendapat lain yang mempertimbangkan kemaslahatan. alasanya untuk memberikan kemaslahatan kepada muzakki. Penutup . mengingat karena kedua-duanya berbentuk usaha (kasab al-‟amal). Ketentuan ini mempunyai landasan yang kuat sebagaimana telah dijelaskan oleh atsar Shahabat dan Tabi‟in di atas.800.000.000. Menganalogkan zakat profesi dengan zakat penghasilan bumi baik nisab maupun kadarnya karena kedua-duanya sama-sama hasil jasa. Cara Mengeluarkan Zakatnya Sebagaimana telah disebutkan di atas tentang cara penghitungan nisab. Dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (income) baik dari gaji maupun dari jasa profesi yang diterima berturut-turut dalam waktu yang berdekatan.800.atau Rp 90.tetapi apabila diukur dengan nisab pertanian hanya berkisar Rp 1800.-).I:519-520).. Dengan landasan ini bahwa satu tahun merupakan satu kesatuan hukum yang utuh tak terpisahkan sebagaimana dalam ketentuan adanya haul. 2. maka cara mengeluarkan zakatnya ada dua obsih : 1. Maka penggabungan jumlah gaji dan honor-honor yang diterima dalam satu tahun dapat ditetapkan dalam rangka menghitung nisab walaupun kenyataannya dibayar secara bertahap pada setiap bulan atau setiap transaksi (Fiqh al-Zakat.dan zakatnya Rp 180.-).000..dengan memandang bahwa tahun adalah satu kesatuan hukum yang utuh tak terpisahkan (haul) dan seluruh pendapatan dalam tahun itu dijumlahkan dengan asumsi bahwa zakat adalah kewajiban yang dibebankan kepada nilai (al-qimah). 2.. Pembayarannya dapat dilaksanakan pada akhir tahun (haul) atau dicicil pada setiap menerima gaji atau hasil profesi (Fiqh al-Zakat. Ulama Ahli Fiqh memang berselisih mengenai hukumnya menggabungkan hasil-hasil pertanian dalam satu tahun. yaitu Rp 8100.

kesehatan. PAM dan lain-lainnya hingga sulit dihitung jumlahnya. kulkas. dan banyak pula orang-orang yang mempunyai kridit mobil. karena dasarnya dari petunjuk Rasulullah SAW : ‫ال صذقت إال ػِ ظٖش غْٚ-سٗآ أحَذ‬ “Tidak ada kewajiban zakat kecuali dari kalangan orang kaya” (HR Ahmad) Akan tetapi persoalannya adalah bagaimana mengukur kebutuhan-kebutuhan keluarga? Dalam teks-teks fikih kewajiban memberi nafkah kepada keluarga yang kaya (al-musir) hanya 2 mud dan keluarga miskin (al-mu‟sir) 1 mud. papan.Masih banyak persoalan yang perlu dikaji dalam membahas “zakat profesi” ini. sehingga rizkinya semakin bertambah dan amalnya semakin bertambah pula. rumah mewah dan fasilitas lain yang serba lux yang harus dibayar dalam jumlah yang sangat besar dan diangsur bertahun-tahun lamanya. juga masalah-masalah yang berhubungan dengan kebutuhan biaya operasional. pada zaman klasik kasus utang umumnya untuk menutupi kebutuhan primair yang sangat mendesak (dlaruriyat). sandang. Sekarang sudah ada syarat tambahan. Persyaratan-persyaratan ini adalah logic. terutama yang menyangkut masalah teknis. terlepas dari jeratan utang dan macam-macam kridit serta merupakan kelebihan dari kebutuhan hidup keluarganya. Amin Mari Beramal Dengan Menyebarkan Artikel Ini : . kemudian marilah kita beramal shaleh dan beramal shadaqah. Belum lagi mengkaji masalah utang-piutang. kebutuhan keluarga dan pembayaran utang piutang makin sulit didefinisikan. mudah-mudahan Allah akan memberikan keberkahan-keberkahan kepada kita. minimalnya 2. berapa nilainya? Sementara kebutuhan keluarga sekarang sudah tak terukur. telephon. meliputi kebutuhan pangan. Tidak wajib zakatkah mereka? Marilah kita merenung. Para Ulama mensyaratkan harta yang wajib dizakati adalah harta milik penuh. Banyak perusahaan yang memiliki pinjaman lebih besar dari pada jumlah saham. dan marilah kita mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita.5% dari rizki yang telah kita terima. Dari asumsi ini ketentuan membayar fidyah atas pelanggaran norma tertentu hanya disuruh memberi makan orang-orang miskin untuk masingmasingnya hanya 1 mud. Di samping kontroversi masalah haul. listrik. yaitu harus merupakan penghasilan bersih setelah dikurangi biaya-biaya operasional. masalah penggabungan (aldhamm) dan pembebanan wajib zakat apakah pada benda (wujub „ala al-‟ain) ataukah pada nilai (wujub „ala al-qimah). pendidikan. tetapi sekarang menyentuh kebutuhan sekunder (hajiyat) bahkan kebutuhan tersier (tahsiniyat).

Jadikalau ditilik pula zakat menurut istilah agama islam adalah: kadar harta yang tertentu diberikan kepada yang behak menerimanya denganbeberapa syarat tertentu.hadist tersebut berlaku bagi semua kekayaan termasuk harta hasil usaha.ZAKAT GAJI DAN JASA PROFESI Diposkan oleh KOmunikASI PENYIaRAN ISlaM Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook kata zakat asal bahasanya adalah "zakaah" kata zakat adalah isim masdhar. Berlaku jugakah kententuan setahun penuh bagi zakat kekayan hasil kerja ini? Ataukah di gabungkan dengan zakat dengan harta yang sejenis dan ketentuan waktunya mengikuti waktu setahun harta lainnya yang sejenis itu? Atau wajib zakat terhitung saat harta tersebut di peroleh dan sudah terpenuhi syarat-syarat zakat yang berlaku seperti cukup nisabnya. tetapi karena penyebab bebas seperti upah kerja. yang menurut ulama – ulama fiqih. tidak biasa di jadikan landasan hukum. meskipun tidak cukup di pertengahan tahun tetapi cukup pada akhir tahun ia wajib mengeluarakan zakat sesuai dengan nisab yang berumur setahun C. 1. harta benda perolehan maupun bukan. tetapi cukup tecapai penuh antara dua ujung tahun tanpa kurang di tengah . yaitu ali. B. ibnu umar. annas dan aisyah r. Hal itu sesuai dengan apa yang telah kita tegasakan . baik dari sejenis dengan dengan kekayan lainnya yang ada padanya atau tidak. MENCARI PENDAPAT YANG LEBIH KUAT TENTANG ZAKAT PROFESI Yang kita bicarakan disini adalah tentang "harta penghasilan" yang berkembang bukan dari kekayaan lain. investasi modal. tetapi hadis – hadis itu lemah. Hadist dari aisyah ‫سم عت ر سول هلل صل هلل ع ل يه و س لم ي قول….a. pemberian dan semacamnya. Kelemahan Hadist Tentang Ketentuan Setahun Ketentuan setahun itu di tetapkan berdasarkan hadis-hadis dari empat sahabat. ال زك اة ف ي مال حت ي حول‬ . bersih dari hutang dan lebih dari kebutuhan – kebutuhan pokok? Yang jelas ketiga pendapat tersebut diatas adalah pendapat ulama fiqih meskipun yang terkenal banyak di kalangan para ulama fiqih itu adalah bahwa masa setahun merupakan syarat mutlak tiap harta benda wajib zakat. Hal itu berdasarkan hadis – hadis mengenai ketentuan setahun tersebut dan penilaiyan bahwa hadist. serta membersihkan dan penjagaan bagi orang yang memiliki kekayaan tadi dari bahaya dan kecurigaan yang menimpanya. dan Muhammad bahwa nisab tidak perlu harus tercapai sepanjang tahun. Syekh husseinin Muhammad makluf mengemukakan: harta benda yang diberikan kepada orang – orang fakir itu dinamakan zakat yang artinya perkembangan dan pembersihan. oleh karena mengeluarkan harta benda iyu menyebabkan bertambah berkembang dan mempernesar berkat kekayaan mereka. ada artinya perkembangan dan ada artinya pembersihan. karena terdapat menetapkan hasil pencarian sumber zakat karena terdapat nya illat (penyebab). PANDANGAN FIQIH TENTANG PENCARIAN DAN PROFESI Pencarian dan profesi dapat di ambil zakatnya bila sudah setahun dan cukup nisabnya. jika kita berpegang kepada pendapat abu Hanifah.. yang merupakan landasan wajib zakat. Pengertian zakat menurut istilah ialah : memberikan sebagian arta tertentu kepada orang yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat. abu Yusuf.tengah kita dapat menyimpulkan bahwa dengan penafsiran tersebut memungkinkan untuk wajib zakat atas hasil pencarian sebagai sumber zakat. dan nisab. bahwa jarang seorang pekerja yang menghasilkan tidak mencapai nisab seperti yang telah kita tetapkan.

ialah upah yang dibayar di waktu yang tetap dan di Indonesia gaji dibayar tiap bulan. honorarium. ialah profesi modern yang tampakya dengan mudah mendatangkan penghasilan yang besar.‫ع ل يه احول‬ " tidak ada zakat ada suatu harta sampai lewat setahun. bahwa semua macam penghasilan (gaji.baqoroh 276) Kata ‫ ما‬mengandung pengertian umum. pendapatan dokter. " diriwayatkan oleh abu Husein bin Basyran dari usman bin simak dari ibnu munadi. (maka saya berpendapat) hasil usaha seperti gaji pegawai. Pendapat Yang Lebih Kuat Tentang Pengeluaran Zakat Penghasilan Pada Waktu Diterima Berhubungan dengan dengan status zakat dalam berbagai macam." (al. notaries. yang artinya apa saja jadi ‫ "ما ك م‬artinya baik maka jelaslah. D. ada pula penghasilan yang jumlahnya relativ besar dan bisanya melebhi dari gaji resmi seorang pegaiwai negri yang golongan IV c. yang perlu dikaji dengan seksama menurut pandangan hukum syari'ah dengan memperhatikan hikamah zakat dan dalil-dalil syar'i yang berkaitan dengan masalah zakat. Di samping gaji yang merupakan penghasilan tetap tiap bulan. Dalam masalah ini banyak pendapat para ahli yang beralasan dengan dalilnya sendiri – sendiri yang memperkaya wawasan dalam ilmu fiqih. Selain dari gaji dan honorarium yang biasa di terima oleh seorang pegawai karyawan negeri atau swasta. selanjutnya kita akan melihat bagai mana didalam buku prof. Hadis dari aistah diriwayatkan oleh ibnu majah. Bagaimana cara menzakati harta dari penghasilan yang tetap (gaji resmi) penghasilan yang tidak tetap (honorarium) dan penghasilan yang semi tetap dari profesi-profesi modern. diperhatikan hikmah yang dan maksud pembuatan syari'at tentang mewajibkan zakat.. dokter spesalis. serta uqaili dalam adzdzu'afa' di dalam sanatnya terdapat harisha bin abur rijal yang lemah Dengan penjelasan ini jelas bagi kita bahwa mengenai persyaratan waktu setahun (haul) tidak berdasar hadis yang kuat dan berasal dari nabi saw apalagi mengenai "harta penghasilan" seperti yang dikatakan oleh Baihaqi. konsultan. Baihaqi. dan diperhatikan pula kebutuhan umat islam pada masa sekarang ini. yang biasanya dilakukan bukan sebagai pengawai negri atau swasta. Bila berasal dari nabi saw maka hal itu. apa saja menghandung pengertian umum . Yang biasanya disebut white collar. Berdasarkan surat al-baqoroh ayat 276 ‫. daruquthni. Zakat penghasilan tersebut termasuk masalah ijtihadi. seperti pengacara. tentulah mengenai kekayaan yang bukan "harta penghasilan " berdasarkan jalan tengah dan dalil tersebut ini biasa di terima 2.masjfuk zuhdi permasalahan ini akan dibahas. insinyur mengerjakan provesi tetentu wajib terkena zakat persyaratan pertahun dan di keluarkan pada waktu diterima. ZAKAT GAJI Yang disebut dengan gaji. H. dan lain-lainnya ) terkena wajib zakat berdasarka surat al-baqarah ayat 267 tersebut telah melebihi kebutuhan pokok hidupnya dan keluarganya yang berupa sandang. melainkan sebagai praktisi mandiri. Misalnya seorang dosen ptn mengajar beberapa fakultas yang melebihi tugas pokok mengajarnya ia berhak menerima honorarium atas kelebihan jam mengajarnya. seorang pegawai karyawan terkadang menerima honorium sebagai balas jasa terhapad sesuatu pekerjaan yang dilakukn di luar tugas pokoknya. .…يا ي ا ا ي ام وا قوا م ي ا ما ك م‬ " hai orang – orang beriman nafkahkanlah ( di jalan allah ) sebagian dari hasil usahamu yang baik – baik.

dan lainlainnya. Baik yang berat dan kasar yang memberikan penghasilan yang besar .000 • Honorium lain-lain 50.00 plus bunga deposito) = Sisa perbulan : 3000.000 * 12 = 3000. keterampilan.6 gram emas dan telah genab setahun.00 Pengeluaran tiap bulan: • Keperluan hidup pokok keluarga 300.000 Sisa : 250. konsultan. papan beserta alat-alat rumah tangga.000 Pengeluaran : 450. maka disarankan agar mereka mengeluarkan zakatnya secara ta'jil artinya mengeluarkan sebelum waktunya dengan cara memotong 2. dan keluarganya terdiri dari suami istri dan 3 anak penghasilan tiapa bulan : • Gaji resmi dari PTN 400. dan lain – lain ialah: 1) Ibrahim adalah seorang dosen PTN golongan IV/b dengan masa kerja 20 tahun. Kemudian harta sisa harta masih mencapai satu nisab yakni senilai 93.000 • Honorium dari beberapa PTS 225.pangan. honorarium.000 • Dan lain-lain 75. Ta'jil zakat (mengeluarkan zakat sebelum waktunya) mereka yang mempunyai penghasilan besar untuk memudahkan perhitungan zakat. Maka wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak 2. untuk meringankan perasaan si muzakki agar tidak ada rasa berat jika orang mengeluarkan zakat sekaligus pada akhir tahun (haulnya).5% dengan niat zakatnya. Dengan demikian singkatnya islam memerintahkan kepada pemeluknya agar bekerja keras mencari rezki yang halal guna mencukupi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya.000 Jumlah Rp 700.5% *( 3000. atau mereka yang mempunyai profesi modern atau jabatan yang basah. yang telah menyelesaikan proyek besar hendaknya sekaligus mengeluarkan 2. misalnya seorang kontraktor. baik kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani islam memberikan kebebasan kepada setiap individu muslim memilih usaha/pekerjaan dan profesi yang sesuai dengan bakat.000 Jumlah : 3540.000 Jumlah: Rp 450.000.000 Penerimaan : 700.000.5% dari seluruh penghasilan yang masih ada pada akir tahun (haulnya ) Contoh menghitung zakat penghasilan dari gaji.500 bagi mereka yang mempunyai penghasilan yang cukup besar.000 Bunga bank : 540. dan keahlian masing-masing.000 2. lalat-alat kerja usaha dan kendaraan.00 setiap bulan : setahun Rp 250.000 • Angsuran kredit rumah perumnas 75.000 dan sisa tersebut setiap bulan di tabanaskan / didepositokan di koperasi atau bank dengan bunga kuntungan 18% setahun maka perhitungan zakatnya ialah : 2.5% dari 3540.5% (sebagai zakat ) atas take home pay nya (gaji remi yang dibawa pulang) atau setiap seorang menerima rizki yang cukup melimpah.000 • Honorium PTN 25.000 adalah = Rp 88. baik terhadap allah seperti nazar haji yang belum di tunaikan maupun terhapap manusia.000. bebas dari beban utang.

seperti notaris. 3. 2. KESIMPULAN 1. oleh karena itu maka persoalannya di kembalikan pada kaedah – kaedah yang lebih umum. para ulama memang berbeda pendapat dalam zakat penghasilan: sebagian mempersaratkan adanya masa satu tahun. yang penting penghasilan itu di peroleh secara sah dan halal. perbedaan mereka itu tidak berarti bahwa salah satu lebih baik dari pada yang lain. Hal itu berdasarkan ketegasan para ulama hadis dan pendapat sebagian para sahabat yang diakui kebenarannya. dan tidak membahayakan dirinya dan masarakat BAB III PENUTUP A. maka kembalikanlah kepada allah dan rasul (AN-Nisa') . paksaan menggunakan kesempatan dalam kesempitan. misalnya firman allah swt " bila kalian berbeda pendapat tentang sesuatu. sedangkan sebagian yang lain tidak mempersyaratkan satu tahun itu sebagai sebagai syarat wajib zakat tetapi wajib pada waktu harta penghasilan tersebut diterima oleh seorang muslim. bersih dari unsur pemerasan eksploitasi. Persyaratan satu tahun dalam seluruh harta termasuk penghasilan tidak berdasar nash yang mencapai tingkat sahih atau hasan yang darinya biasa siambil ketentuan hukum syara' yang berlaku umum bagi umat. kecurangan.

9/.3 .3/02./03.3.9.7/ .7 5079.8:8..3./-0-. 203039: 28.3.3283   . 7:935.5.2 .9.8-.9./.9.8.5.3.3 47..203039:.-.3 20/...3..3.3/...9.574108...3.//:...8.9..9.-/03.-9:2 0/:.9:8:1".3 -.9 /./..3.-/-.703/.8 08549.5.3-.9:  .202-07.3.5/:.8:.980-08.3.380-08. ..3.:223.9..3./..2.9/./.3..-3.2.039:38./:.7203/.. 2:332.747.0-/0.809.7#5  /03.3/03.2 .3.3....808549.380.203..3 . .9/.9..--.3-.7.5-:.-.2.8:2-07 503/.7.3.8.947 .380-.5072:82 0-:7.7.338.:809..-..:29..938450/::28.3  &39:2039:338.. -.7.-.5.:#5 . 438:9..3/50740/.8 :8..3/9072.503/..47.3.9:/.7/./3.3202-.20250740.:809.3/50740/.3.30-203/0.3..-/9:3808:.3.9:38.7 03.8 -0:29072.9.339..8 2.9.7.2.703.9 ...203..305.  2070..8.80.20250740503./03./-.523:.:47/07.1:2 .7#5  .92.8./.3.5.3/03. 5.357385.9.3202-0-.7.3-07:93.. 239.2.8 574108/03..:7./.33..:.9475079...80.5.2   !03/.3.50./02:./..420 203.80.9.3.:2.2.2-/.9./...305. -.8.../03..93.-./.9..904747.7.3.8..3 203.3.3..-:.3.3.  8.::5 93 .3.3-08./.32.3..8::39:/07.. .947 4397.7 7..3. 38.3 /8.805079503./.3.320250740 503..90. :2.3 3.203..3-079039.2 232..5.7.3..2.503/.- $0-.23:/.3203:3:03..380.3/3.5.7.7../.3...

:20250740 2-.9. 8.8.574108 90780-:9 .38.-.-:3.3.3.9     /..3.3 /02./0.50.3/. ..34347 4347.3:2.809.:..9.: .90705.8 .809.9.3.- 03.7/.3 05..3 ..: /..   !03:9:5 .9.9.3-:2-. $0-..-..5.79..-3.#5   /03.9.2.3.7.-079..9     .8..9/03.9:9.38.3.38. ./.-079:7:9 9:7:9/.3../.8.-3..38.3 ..-2./.3/. .3.9203072..8.79.7..2.8574108 6.3-07503/.8./.:3207:5...7.5 -:../.28.../.27.4.9.:39:202-07...2030:.2.8..902.380-.3 :.3-08. 503.3/.803.3.703.7..- .85741085.9:9.3.7$.9/.9.3.:5007.3.9/.3 3.9  /.4.9503.3-.90.3.-5079..9./.305.9. /..4..89039..2.302.3.574108843.750..2.7 .9:.8.597..3:9:9.3.2..9:#5  909.3 .338.3/.-:3.9..:3..3/.350740.9.-:3.50... .-078.9:38../.8/..305.3.338...3.3. . .574108843./-0-..703.28.9.5.:39:202-07.3.9.3./..9-.8.:2.8.3 ./.9/909.9:.5.8.93.57410843..55.::23.:3 .3.3.4-8  03..380..3.. /:.#5  /. 9:.3.0.203:2..2..305.8 .:507/..902././80-:9..:5:3 .2...3     #5 ..8.338.:3..3-:2 #5  ...3-0780820303.8:28-./.50.38..9:.3::23.980/9:2.3.3.5.3.3/.2.3.3/909.2./::7/03..5.2039:338.8.3/.257.4.030:.338.2:89.8.8.-:8.3203072.: /...:5:3/..980-.8.238.8.85079..3 !02-...3.9.5203072.-.5.9.0/:.38.7. /:.9073.3 /.3 ./-.50740.7.380:7:503/.3.9:08.7./.93/.340.66.302..5.90758.8 9/.9.3./. .8.320250792-..8.98. .28.8.90758.820303.-07-039::8.3.7.3..3202.703.34.3406/..903.3...9503.8   03.3.2.9:9.- &.9.8.3/9072.5..-.302.3.3.27. /3 :2.9:203.5039:3.3. :39:20303./.:./.3.3../:.0.:3/.93.0./.7.5:320303.- /03.8.3/03...0/:.9574108/03.3:9:9.: ..3-07/0.9.3/.. .:.574108.38.5./   03..503/..85079..038/.  2033..3.3 ::2.3203072.3 .7../.9.8.7.2.507/.7#5 03./.:507/.3 09039:.380-.33.90.93.9:08..8 6.209039:.:#5 /0:.3203..- 3/.3.:.3/9072.5.3...8.8..7.7.2.3 .83.3/-0-.3.3/.9574108/03..35.35.:809.332025:3.. 62.9.#5 .8.780.78..29.:5:303.73.3 .8 5.338. 0.380:7:503/.5.203./.-.35.33. 20303...9.93.-:3..5.5.-...3.5..-.-.2.3.8.35. .3..33./.7.6202.2:.3.2:9.3.:39:/:2.9:9.3 /03.9:/.3.3.33-..338./...805079.3%./::7/03.:3 &.3 05.70.9.#5   /.3.9.:5:3-07-0/. -:.9:/.- .3/03.3 ::2..420 -..80-08.

3-079.5:..9.3 8.2:/ -07.9.3 203.. /.8.9.2 908 90810.:3 9.3/:50:.30-:9:.-.3:92.3.../.3283:39:2..4507.3-.6.7:8207:5..3030-.4.9.7./.3.3 :9./. .7.5. 2:87 .7.3 20253.8 .7.2.-:3.3../...../.2./.37903        .0:.3-07:-:3. %/.7.32.843.:39: 203:9:50-:9:.3 47. -.550784./.7 7../.3202-073.30-07.7:7.2:2.3203039: 0-:9:.3.3.../-07.:2.2.3202-07.7.3.5.3-.33..38:9//0138.3202-.8.22 /.3.9 .9:...9.8.7 509:3:#.380:3/07 .47.79.-./8:7:202-072.38.3909.7.3 5..9.3.3907807 9././.3.30:. /.2.3572.3.3 .$   &     %/.3./.3-079.3.3/.9. ..7/..3.33472.3.390..9574108 3 907:9.8:28309039:.. 02:/.1.0782.:. 232.0. 2: 87 2:/ .3503./..30-:9:./.3..9.7.347...3.2-.703..-. /:7.3..9.2.2:/ /.8  900543 !/.9-08.9. 803.3.3 ..843.3/03.3.2038.2503: 90705.8:8:9.7.3.833.-.802.7/924- 7:2. 0-:9:.5.7.8/.35:9..7/.0-:9:..2202-.-.3 .3 !.30:. 2. /....390.32.3 0-07.: 2./.8 50..7 /.3..73.9.-03/..3 05.30:.:.5:.3 080.300-.38:7-079.50784.7:8/-.3.9203/08..8:9/9:3:2.8.2.7.5.33.3.3..30:.2 2.9072..3507:/.3/.32.9 -.38:/.802..3.9./.. 23 .207:5./.3-0788090..3-.3 503//.3 5:9.3.8.-/.70-:9:.  0:2.38.33.3502-0-.3502-.3.3..3 5.7..3:2:23.20.:3..7..8..:.7.30--08. 2:/.  #2.707.8./.3807-.0/.2-.7.3.3/.707..8::..9.3-07.7.89.8.7..80.347.. ::- . &.203.99./.2038::732.:9.2.38:/.9 909.. .3.79. :.2. !078.03.31.05././.3.203::70-:9:.73.2.3...580.8.7.83./  . 2070.20703:3 /.3.-07.. 907::7 205:90-:9:.2-.3 2025:3...7. 2:/.3 05.9.9.71/.2.2.3 .503.3.3.7. .5.8-..507:8.8.9079039:.8. 62..9.$%.90..7.3 897 :.3 47.3..7....8..283 .3/.$02039.2.8.3.9.32.8. 4507.27/98079.7.7.2 /.  $0..3 0-:9:.9.83 2.25343974.35.75...3 5078.9038 8. ::- .3:9.

203:9....3.-. 502-07..16  /.-2030:..79../..32020..70-:9:.9.22.90..:7.79.92.8:.3-:.32070. 9...9.3. 9/...502-078.8/.390.8 503..:5:3-:../820303. 202-078..309039:.38:2-07.8.. -./03.5.7.-.3/.920309.9:..3.503/./. 72.9:.9/..3::2  .907503:8...7.503.503/.39.3. 8079..3/03..3 203.3 40.-:3.::590.79.::5/ 507903.3.-..09039:.793.39079039:/-07.5030-./.8:2-07.3.3-.:3503:-.3574108/.3.9 .3-0.:390780-:9/...320325.3..309039:.-::8:1 /.38:/./.-.38.8.9203:7:989.3502-078./89 .3-07/..3 909./2./03.  07.5.5.9..3./-.8. 903. 50702-.32.703.-.-03/.990780-:9/./03.203072.-.338.5.3 /. -3: :2.23.7.824/. 3...3202507308.390780-:9202:33.3-07:2:7809.9.9.380-.0-44 ...7 ..31./.920325:./89:02./8  .39.3/-07.305.3 :39:..3.3809.98.503:.3809.8:/.-.:3207:5./.:3 909.9 .3.3 /903./.8..-9/..50740..793.3.9:3.9.%$!# $ 548.203072.203.9 .7.5.-3.:3 09039:.822.2..3/.3.330..3/03.3/.3/.7.:1 20302:.3.3.8.:3  #!!%&%%%%!# $ .793.390.5.3503.   002.3503.3/. .39.47../...3 $0:88033:. :.7:8907./8 .3 -07....3.3.5.3.907/.807..35007.703.9203:7:989.3809. -0750.79.5.-.::538.9..8/../..3..9039.3800389:9.169:.:805079.9:-07/.305.7.8.3/./.7.3/.8.5.2.809..3 .2..9..3 2085:39/.-03/./..::.9.3. 909..38.3503.//.3 0-:9:.2030:.79.7...9.: -.33.3./.-0702-./.2.-.79.8.::39.2.4%807-.3 38.39./.8:8.9....8.340 2:3$!./89/.9.3-0-07.5..7..7-07..99079039:   !"%%!#!# $ !03.7..390703.9..2-.5.93.--0-.93.9.3 -.7 0.3.30.5.305..3..47.7025.7 ./8990780-:9-07.802:.3.3..3.2.3-.2.50702-.33.8503.-./8/.#$.39././03.79.33.039039:..703...8.805.8.../.35.9808:..380038/.7.3203:7:9:....7..3 802.3 47...5..380-.-..7-.8.79.9.39072.3..7.-03/.9  .90.909./:.3-.79:/3..:....:7.79...0%990707-.3.089.3544 .7./8 .907/. .7.3$09.39.07.0.202-07.../.5.3.3.3./.-03/.9 5030-.3/..7.9.79..7:9.:.79./.47.503/.38..9079039:05.9:808:.3-0702-.2.35.-805079.8..92:9.30.8805079:5.38047.9/03.162085:3.9 .:3/.3. -078/.3.8.5./.3.:39..5./89%039./.30-/....5..703.  !03079.809.3207:5.5.:39:/909.5.. 8.187.8.0.:9/..3.780038/03.22.3 0.7.90780-:9/50740 /..-:.-.809. /03.3.507: .99079:38.:...3.3:.79..:3.5.      &    &        % %            .8.3.9 8.:3909.3/.7.39/.:/95:.::55.9: 809.-3..5.9./.2-.: 2030-./ .90.8.5.3./.3/83.3-07. -..7 .31.:3.::538.3-0-07.9 .3-079.3.

390780-:99072./03./03..3507:/.  !03/. /.3/.389.805079../.9!03.32.253.3.9..503.33.3.9. 503.2.-. 03.3909.9.8:/502-:.7.3202507.. /.80.7:2.-90703.3-08.380-.8.. 805079503.7./.93../.3/7    .95078..3 5079..8.3 ./..7 ..3  . -.3/./9072.30-:.7:2.7082 503.:3/ :. 80-.9503.302.3.7:2 /.3-07/.3.9.3/4907 383:720307.9./.3.33..3:2:2 .5.0..7 .79./..  $0..9:5007.350.:6.9 /.8.8.57.9.7503.3-:.33./.3200- 9:..9.3802909.7.:3 /7.0.3/03.203072.85443.9:8.3  8./8/. 90703.7-3:2:3.8.1. 349.9. 8.-07.907/.8..3.8.-::803-3 .73.2503.2 -::5741  2.2../8.3544/:53..3909.503..38:7.3.7/.6 8079..3-8./.3.8.8.340-3:2./  .28. -07/.7.9.9-07/.1.. &    9/..408047.330.47.203.3-.3/03.3207:5.3 /4907 8508.8.3!030:.203.3/03...7/.5/.3:2:2 .8./.3/./808:.9.8.7./ /: .8:7.3443.2.2.7574108 57410824/073 .33007.802:.  503/.320.7.0. -.3 .-8...7./.8./.8.9:9072.7.87.3..3:93.8047./9072.9:/9072.7 ..9:809.8... .9./.-08.3/-... 4347.35030..:9.3-382.3../7.:...3 -.8:.9.3..5/..7.5.8.2..8.340.3 2.7.9.6474..5.7.-07503/.982..7:2 /.2 /507.70...9/.5:.5.3.7..9/.503/.3.:3 .-..8.350.3/.9..-07./.7-0-07.25.3 907.3202507. -.3/3/4308..73.8.8   % ..22.2.8.3/.708 438:9..3.-...8./.3-.3/:3503079.73.3.20303.57410824/073.9:..9.9: 9039:.  ..8:8.8.3..79.8..30:..-.200-/.3'.3 -07.3:2. /-.89.3503.3/0:.9 07/.5-:...3/03.7.8 .7082 8047.3. 07:-:3.5.8.. 20.  .8.7 .9 8.50.3.8.8.79..8. /.:5.4347.3::28..8.8.8...9 90780-:990.81::/5072.5.3909..3-.3503.3203072..39...79.5 .793...307.3/-.9.95.../  & .3:2.:8..: 9/.5.9.7.340.-3.4347:280-.7:6:93 .3-07.2.38..9.3.3/.3903.3.0-:9:...3.5.5..3.3808.800-.9.-8.....203:7:9 5..9   &  & & & &   && &     "       "  ./03.7./.9809.3/.200-0-:9:...3-:../ .&203.307.. -.9%039..89.7:82...3.3503.39/.3-072..25.6  ..9:.: 8.3.4.5. .6.-.9.803/7 803/7 ..3 8047.8544203. -.3   ..7.7.8:2.79:.907.08909039:.3/.9..793.3/507.2.3:.7.8:8.90780-:93-..380-.99039.//.3574.3/.3/.32...3.3805079 .2.8.8-.25.8.8. 203/.5 4347.3/4803593203.78.3/:3503079...8.8.9. 909.59.3.89.2.2:.1.320.3!...8.22:16 80.:3/.3..32:/..3.35:.3/.9.7  .3.-:77.73.35..3/..350.9.3/80-:9/03.3-07:5.2203..3-07.3.3.6474  .5078./80-:990.503.33  2....8.9/.3-.5-:.9-. /.20303.20303.3.79.34347.9 .3 47.7. //.8..2-07-..9.7...9..

.03.80-.8.79.:3.97:2.3 -.:3 .9./.79.3-08079. /.9503..3 5.5.  -7.390.3 /.7.7.  43942039:3.3.-809./.93.7..:5:3907.-/0:..8/..3 .3:9..3/4803!%443.. 4347.3'.5.79.8203.2...3.88.52.3 2.8./.7. -0-...8047. 02:/.3:8.9:38.3-0:2/9:3.3/.8..3.5.-.33.7-0-..5.3.7:2 /..5.202.8.907.3803.303/.9 ..5...7 80:7:503.8/../.3.3 .8050793..32.:8.907.3.3./.3..  7.3. .2.9 .:3 .

388.39.90780-:9809.3 W0507:.3.7.07.3.5 -:.#5   !03072.3/9.7!%  W4347:2!%  W4347:2/.7.3 W.3.3809.3.370/97:2.3 .2897/.5-:.5. 9.8.8.  W38:7.8.3  !030:.78:.3/:55440:.3  :2.3.3.507:23.!%$  W4347:2.5.5-:.3 .7.3 0:. 809.503.7.#5     !030:.3  $8.:3 /.-/03.3  :2.8  W.907/7/.:3#5   /.7082/..32.-.-:.39.7-0-07.

.93.3 .-07..3.22020739.7 ./.7 :39:202:/.702.3.7.7-007.305.9 2030:.:.38.382:.32025:3.32030:.3 5740-08.8.. 2070...:3 .3.5:.:39:3.32025:3.93.   /.72070.507-:.7./8.3.8. 28.3. 0-:9:.305.3..7 .3.793.3-08..703/.32025:3...34397.3/03..:3.3..8.9:3..374.2070.8047..3.9 .980-0:2. -. 57410824/073.3../03.::52025.203.8.380-0:2.9.9... 80... . 2.35079:3.7.33..7.30:.2202-07.770.:85.  03./.2024943  80-.30-0-.8...9.07.58047.2030:.3809.82.9.3.947 438:9.:3 2.3/4507.89.3/-.980.9.203008.//054894.3/02.9 :39:2073.390.47.7.04205./.:3..3 /03.3.-..3 .3/./: 2:82202:8.3-.79.:-.7 .7.3.8 203.8.9:3..7.3.7..9.5079:3.3  :3.3.:82030:.8.93.7. 7.3.9.3.503.383.93..8.30-:9:...53/.3507.:809..3203072.  %.::50-:9:.::5-08.   5:8-:3.503.-./054894  $8./.:2070.3... .79/.80.3  :2.3.3/:5/73. ..3-:3.9.#5    -.5020:3.9./.2030:../.809...

.83 2..32.5007./03.3574108.3-08.3..3.3 0.3-.25.3 /.3202-07.3-07.9 0907..9/.3/.3808:.8.7.8.7 .83 .3503.

33.2.3.5..9909./02-..3 5.380-.3-07-0/.7.39/.7.0/.2-09039:.9  !&%&!  $!&  !078.8.3/.503/.9:-07/..38.3 .8.9072.8.3 40. .9:.9:9.99039.9.5. 9:2.8.7.9/.503/.7:38:7 50207.5..3::28.390780-:9/9072.980-. 408047.2.3 -07.9..8...8.3 7.9.8.:2../.2.3 5..8:  8.7..7.3203:3.9:9/.8.280:7:..-.8.8 0./.38.35.3.33.89-./8/.3-07-0/.3/.503.98.:3/.35.3/73..   ..3.7.9:0--./..-..79-.8.172.:39: 80-.7.75.:.3503/.9 ..9:9.-07..78 .0/.5.3.80-.73...3.32025078.93.2080259.7.79...5..8:503.7.2025078.32.8. .9.3.8.3 9/.3808:.7.8.380-..9.3../.703.805079349...50784..8.350393503.::2:2-.30-:2:2 28.79./.9.8.9:9.3.8.9503..... -078/../.308549.9.39/..02-./.8.3 .3/.3090.9: 2.202.202-.3 203./../.-07/.05.:.39:/5074080.8..308025..8.8.3.3.-5..-.7.:0-03..8.7.2.:.   5.3 /.:3 80/.32070.:7..32:82   507-0/.73.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful