Peraturan Ketenagakerjaan

>>:

UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN PERENCANAAN TENAGA KERJA DAN INFORMASI KETENAGAKERJAAN

I 1 II 1 2

PELATIHAN KERJA PP No 23 Tahun 2004 - Badan Nasional Sertifikasi Profesi Perpres No 50 Tahun 2005 tentang Lembaga Produktivitas Nasional [ Pelaksanaan Psl 30 (3) UU No 13 Tahun 2003 ] PENEMPATAN TENAGA KERJA UU No 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri

III 1

IV PERLUASAN KESEMPATAN KERJA V 1 PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING Keputusan Presiden Nomor 75 Tahun 1995 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP172/MEN/2000 tentang Penunjukan Pejabat Pemberi Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang untuk Pekerjaan yang Bersifat Sementara atau Mendesak Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP-228/MEN/2003 tentang Tata Cara Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP-20/MEN/III/2004 tentang Tata Cara Memperoleh Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing

2

3

4

VI HUBUNGAN KERJA VII PERLINDUNGAN, PENGUPAHAN, DAN KESEJAHTERAAN VIII HUBUNGAN INDUSTRIAL

I/2005 tentang Tata Cara Pendaftaran. Pemberian dan Pencabutan Sanksi Bagi Arbiter Hubungan Industrial > Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.02/MEN. Pengujian.KEP15A/MEN/1994 tentang Petunjuk Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan Pemutusan Hubungan Kerja Di Tingkat Perusahaan dan Pemerantaraan .1 PP No 46 Tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga Atas PP No 8 Tahun 2005 tentang Tata Kerja dan Susunan Organisasi Lembaga Kerja Sama Tripartit [ Pelaksanaan Psl 107 (4) UU No 13 Tahun 2003 ] Keputusan Menakertrans No:KEP-201/MEN/2001 tentang Keterwakilan dalam Kelembagaan Hubungan Industrial Keputusan Menakertrans No:KEP48/MEN/MEN/IV/2004 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan serta Pembuatan dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama 2 3 IX PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA 1 2 UU No 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial PP No 41 Tahun 2004 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Hakim Ad-Hoc Pengadilan Hubungan Industrial dan Hakim Ad-Hoc Pada Mahkamah Agung > Peraturan Menakertrans No:Per.

dalam hal ini saya coba fokuskan usaha pemerintah dalam mengatasai permasalahan tenaga kerja di Indonesia dengan mengeluarkan UU No 13 Tahun 2003 Mengenai Ketenagakerjaan. Tenaga Kerja dan Permasalahannya Masalah kontemporer ketenagakerjaan Indonesia saat ini menurut analisis saya berangkat dari beberapa faktor.Si..PERMASALAHAN KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA Ramadhan Pancasilawan.*) *) Dosen Luar Biasa Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad Staf Laboratorium Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad Salah satu Anggota Penyusun Buku No Nganggur No Cry Ketika Negara tetangga kita sedang menikmati keberhasilan sistem ketenagakerjaannya.. Sudah berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah tenaga kerja. Sampai-sampai banyak sekali demo dimanamana untuk menuntut hak tenaga kerja. kemudian tenaga kerja di luar negeri yang ternyata sampai sekarang masih terdapat kasus-kasus yang sangat memiriskan hati kita. karena memeras keringat sendiri tapi untuk keuntungan orang/Negara lain…yah begitulah kira-kiranya dilematis yang dihadapi Negara kita. Permasalahan yang dilmatis bagi Indonesia apabila sangat berpihak ke pekerja maka ada kemungkinan pengusaha ngambek dan parahnya (mungkin) investor kabur semua. seperti buruh pabrik yang masih saja belum mendapatkan haknya. yah terutama para buruh yang selalu dikatakan menjadi sapi perah bagi para pengusaha. mungkin sila Pancasila yang ke-2 Kemanusiaan yang adil dan beradab akan berubah menjadi Kemanusiaan yang tidak adil dan tidak beradab. S. yaitu.nah kali terlalu berpihak ke pengusaha. kita masih terkutat dengan permasalahan gimana caranya agar tenaga kerja di Indonesia menjadi sejahtera dan pengusahapun mengalami yang sama. . M.Sos..

(Data: Olahan dari BPS dan dai berbagai sumber) Sementara jumlah penduduk yang bekerja mencapai 102.39 juta. terutama angka kemiskinan).2% dan berusaha sendiri 20.4%.1.77 juta atau 21.18 juta atau 27. Upah kurang layak 6. 4.62 juta dibanding Agustus 2007. Kemudian angka pengangguran di Indonesia pada Agustus 2008 mencapai 9.5%. 3. berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 21. Tidak memiliki kreativitas dan inovasi-inovasi Dari berbagai faktor tersebut mungkin kita akan mengatakan bahwa tenaga kerja justu menjadi masalah bagi bangsa ini.36 juta namun lapangan kerja sektor pertanian tetap yang terbesar 41. pertukangan baik tukang kayu dan tukang batu dan jasa cleaning services yang naiak 1. Sehingga total jumlah angkatan kerja yang bekerja maupun pengangguran pada Agustus 2008 mencapai 111.93 orang kemudian pada tahun 2007 (bulan Agustus) sebesar 10.55 juta orang bertambah 503 ribu dibanding Februari 2008.01 juta.95 juta orang.08 juta orang. External factor (sepeti krisis global yang menurut beberapa ahli krisis ini masih terus terjadi hingga 2010) 7. Sedangkan .92 juta atau 20. Lapangan pekerjaan semakin sedikit 2.01 juta orang dibanding Agustus 2007. bertambah 470 ribu orang dibanding Februari 2008 atau bertambah 2. jika anda melihat dari sumber lain mungkin angka pengangguran di Indonesia justru mengalami kenikan. Minimnya perlindungan hukum 5. (Data: Olahan dari BPS dan dai berbagai sumber) Setelah melihat data tersebut angka pengangguran mengalami penurunan dari tahun ke tahun (saya percaya angka ini mungkin turun. Rendahnya tingkat pendidikan. Di sisi lain dibanding Februari 2008 sektor pertanian mengalami penurunan tenaga kerja sebanyak 1. Tingginya jumlah penggangguran massal.33 juta orang atau 40. Sektor yang mengalami peningkatan lapangan kerja pada Agustus 2008 dibanding Agustus 2007 adalah jasa kemasyarakatan yang terdiri dari pembantu rumah tangga.33%. atau bertambah 2. Jika melihat data pengangguran di Indonesia pada Agustus tahun 2006 sebesar 10. Pada Agustus 2008 penduduk yang bekerja sebagai buruh atau karyawan sebanyak 28. Apakah kita akan selalau berpikir seperti itu? Mungkin negaa ini akan tersu terkutat dengan masalah tersebut.

karena lebih condong ke arah sub contracting pekerjaan dibandingkan dengan tenaga kerja. Namun ingat dilema pemerintah adalah antara tenaga kerja atau kepada pengusaha (si pemiliki lapangan pekerjaan).39 juta pada tahun 2008 mungkin angka ini sama dengan jumlah beberapa kota/kabupaten di Indonesia mungkin angka ini lebih besar dari beberapa daerah tersebut.08 juta orang.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagai dasar hukum diberlakukannya outsourcing (Alih Daya) di Indonesia. dan pasal 66 (terdiri dari 4 ayat). Berdasarka UU No. akan diuraikan terlebih dahulu secara garis besar pengaturan outsourcing (Alih Daya) dalam UU No. Dalam UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan outsourcing (Alih Daya) mengenai pemborongan pekerjaan dihapuskan. Saya sakin anda sebagai mahasiswa tidak mau masuk ke lapangan pekejaan in.” . pasal 65 (terdiri dari 9 ayat). Pada perkembangannya dalam draft revisi Undang-Undang No.berdasarkan data tersebut justru yang meningkat adalah jasa kemasyarakatan yang terdiri dari pembantu rumah tangga. Pasal 64 adalah dasar dibolehkannya outsourcing. yaitu: pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa pekerja/buruh. pertukangan baik tukang kayu dan tukang batu dan jasa cleaning services yang naiak 1. kemudian pada salah satu pasalnya yaitu 64.13 tahun 2003. Salah satu upayanya adalah dikeluarkan undang-undang No 12 Tahun 2003 tentang Ketenaga kerjaan. yang menyangkut outsourcing (Alih Daya) adalah pasal 64. membagi outsourcing (Alih Daya) menjadi dua bagian. Outsourcing: Apakah Pemecahan Masalah? Pemerintah sudah berupaya untuk mengurangi angka pengangguran dan juga meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja di Indonesia. Dalam pasal 64 dinyatakan bahwa: Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis. Kemudian melihat angka yang masih sampai 9. 65 dan pasal 66 memungkinkan perusahaan melakukan outsourcing.13/2003. Untuk mengkaji hubungan hukum antara karyawan outsourcing (Alih Daya) dengan perusahaan pemberi pekerjaan.

Pasal 65 memuat beberapa ketentuan diantaranya adalah:  penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain dilaksanakan melalui perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis (ayat 1). maka hubungan kerja antara pekerja/buruh dengan perusahaan penyedia .  perubahan  keputusan  hubungan atau penambahan syarat-syarat tersebut diatas diatur lebih lanjut dalam menteri (ayat 5). (ayat 2)  perusahaan lain (yang diserahkan pekerjaan) harus berbentuk badan hukum (ayat 3). seperti yang dimaksud dalam ayat (1) harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :  dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama.  merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan.  pekerjaan yang diserahkan pada pihak lain. antara lain.  bila beberapa syarat tidak terpenuhi.  dilakukan dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan. perlindungan kerja dan syarat-syarat kerja pada perusahaan lain sama dengan perlindungan kerja dan syarat-syarat kerja pada perusahaan pemberi pekerjaan atau sesuai dengan peraturan perundangan (ayat 4). dan syarat yang menentukan bahwa perusahaan lain itu harus berbadan hukum. syarat-syarat mengenai pekerjaan yang diserahkan pada pihak lain. kerja dalam pelaksanaan pekerjaan diatur dalam perjanjian tertulis antara perusahaan lain dan pekerja yang dipekerjakannya (ayat 6)  hubungan kerja antara perusahaan lain dengan pekerja/buruh dapat didasarkan pada perjanjian kerja waktu tertentu atau perjanjian kerja waktu tidak tertentu (ayat 7).  tidak menghambat proses produksi secara langsung.

Di negara-negara maju seperti Amerika & Eropa. Outsourcing berasal dari bahasa Inggris yang berarti “alih daya”. Pasal 66 UU Nomor 13 tahun 2003 mengatur bahwa pekerja/buruh dari perusahaan penyedia jasa tenaga kerja tidak boleh digunakan oleh pemberi kerja untuk melaksanakan kegiatan pokok atau kegiatan yang berhubungan langsung dengan proses produksi. syarat-syarat kerja serta perselisihan yang timbul menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh.jasa tenaga kerja beralih menjadi hubungan kerja antara pekerja/buruh dengan perusahaan pemberi pekerjaan (ayat 8).  perlindungan upah. Hal ini biasanya dilakukan untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan perhatian kepada hal lain. . kecuali untuk kegiatan jasa penunjang yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. dan akses kepada sumber daya (resources) yang tidak dimiliki oleh perusahaan. Outsourcing mempunyai nama lain yaitu “contracting out” merupakan sebuah pemindahan operasi dari satu perusahaan ke tempat lain. seperti penghematan biaya (cost saving). perjanjian kerja yang berlaku antara pekerja dan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja adalah perjanjian kerja untuk waktu tertentu atau tidak tertentu yang dibuat secara tertulis dan ditandatangani kedua belah pihak. pemanfaatan Outsourcing sudah sedemikian mengglobal sehingga menjadi sarana perusahaan untuk lebih berkonsentrasi pada core businessnya sehingga lebih fokus pada keunggulan produk servicenya.  perjanjian antara perusahaan pengguna jasa pekerja/buruh dan perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dibuat secara tertulis. Pemanfaatan outsourcing sudah tidak dapat dihindari lagi oleh perusahaan di Indonesia. antara lain:   adanya hubungan kerja antara pekerja dengan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja. perusahaan bisa memfokuskan kepada kegiatan utamanya (core business). Berbagai manfaat dapat dipetik dari melakukan outsourcing. kesejahteraan. Perusahaan penyedia jasa untuk tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi juga harus memenuhi beberapa persyaratan.

dimana hubungan hukumnya diwujudkan dalam suatu perjanjian kerjasama yang memuat antara lain tentang jangka waktu perjanjian serta bidang-bidang apa saja yang merupakan bentuk kerjasama outsourcing. Umumnya tenaga kerja di outsource untuk menekan biaya yang harus dikeluarkan karena perusahaan tidak berkewajiban menanggung kesejahteraan mereka. Posisi outsourcing selain rawan secara sosial (kecemburuan antar rekan) juga rawan secara pragmatis (kepastian kerja. yang memperkerjakan tenaga outsourcing untuk bagian penjualan tiket. jaminan pensiun). benefit dkk). dengan alas an efesiensi dan efektifitas pekerjaan. Kemudian banyak perusahaan lainnya yang melakukan pelanggaran seperti ini. administrasi dan penjaga pintu masuk. Bahkan di beberapa perusahaan justru memberikan pekerjaan inti kepada karyawan dari outsourcing seperti PT KAI. Karyawan outsourcing menandatangani perjanjian kerja dengan perusahaan outsourcing untuk ditempatkan di perusahaan pengguna outsourcing. Outsourcing pada umumnya menutup kesempatan karyawan menjadi permanen. porter. Namun dalam perkembangannya Outsourcing seringkali mengurangi hak-hak karyawan yang seharusnya dia dapatkan bila menjadi karyawan permanen (kesehatan. Pemecahan Masalah: Kewirausahaan Sosial . outsourching ini dilakukan. Dalam melakukan outsourcing perusahaan pengguna jasa outsourcing bekerjasama dengan perusahaan outsourcing. dimana outsourcing hanya dianggap sebagai suatu upaya bagi perusahaan untuk melepaskan tanggungjawabnya kepada kayawan. seperti cleaning services atau satpam. Inilah yang menjadi pemikiran bagi para karyawan. Maka dalam outsourcing (Alih daya) sebagai suatu penyediaan tenaga kerja oleh pihak lain dilakukan dengan terlebih dahulu memisahkan antara pekerjaan utama (core business) dengan pekerjaan penunjang perusahaan (non core business) dalam suatu dokumen tertulis yang disusun oleh manajemen perusahaan. kelanjutan kontrak. Tenaga outsource juga tidak harus diangkat sebagai karyawan tetap sehingga beban perusahaan berkurang.Disinlah mulai ada pergeseran mengenai fungsi outsourcing. yang seharusnya hanya diberikan untuk pekerjaan-pekerjaan bukan inti. Padahal pekerjaanpekerjaan tersebut terkait langsung dengan jasa angkutan kereta api.

Maka diperlukan spirit kewirausahaan sosial pada para agen perubahan tersebut. dibutuhkan upaya-upaya untuk memadukan berbagai inisiatif. Karena baik Muh. Bagaimana agar kinerja wirausaha itu semakin memiliki dampak sosial yang besar. karena itulah mahasiswa sering disebut sebagai agent of change. David Bornstein memaparkan bagaimana para wirausahawan sosial dari berbagai belahan dunia yang hampir tak terliput oleh media namun telah mengubah aras sejarah dunia dengan . Namun di indonesia sendiri kegiatan ini masih belum mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari pemerintah dan para tokoh masyarakat karena memang belum ada keberhasilan yang menonjol secara nasional. pendiri Grameen Bank di Bangladesh mendapatkan hadiah Nobel untuk perdamaian tahun 2006. Maka upaya untuk memasyarakatkan Social Entrepreneurship harus mendapatkan dukungan semua pihak yang mendambakan terwujudnya kesejahteraan rakyat yang merata. dan diharapkan tidak hanya berhenti dalam seminar ini saja tetapi dilanjutkan dengan rencana aksi yang nyata sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Yunus maupun tokoh-tokoh wirausaha sosial tak kan mengingkari. karena CSR yang dikeluarkan lebih ditujukan untuk mengamankan perusahaan bukan memberdayakan masyarakat sekitarnya. Maka diperlukan banyak terobosan. seperti masalah pengangguran tadi.Terlepas dari berbagai permasalahan pengangguan dan masalah lainnya yang terkait dengan tenaga kerja. Bahkan dari pihak swasta (perusahaan) melalui coorporate social responsibility (CSR) belum bisa menumbuhkan entrepeneur. Muhammad Yunus.entrepeneur muda. Tentu dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan sosial di Indonesia. bahwa kesuksesan mereka lahir dari pergumulan yang demikian intens dengan kemiskinan. Sudah sepatutnya kita harus menjadi anak bangsa yang memiliki kreatifitas dan inovasi-inovasi (ini adalah satu permasalahan ketenaga kerjaan –kurang kreatifi dan inovatif). Dengan jiwa social entrepreneurship tersebut akan mendorong masyarakat untuk membangun dan mengembangkan inovasi-inovasi baik yang diadopsi dari luar maupun dari lokal dan tentunya tanpa harus menanggalkan jati diri bangsa. Terutama mahasiswa yang memiliki jiwa ingin tahu dan ingin maju seta ingin memecahkan permasalahn-permasalahan sosial yang terjadi di sekitarnya. Oleh karena itu persoalan kita lebih pada bagaimana menemukan spirit daripadanya. Social Entrepreneurship akhir-akhir ini menjadi makin populer terutama setelah salah satu tokohnya Dr.

pemerintah dapat memberikan dukungan penuh dengan mengeluarkan regulasi yang memberikan iklim kondusif bagi pertumbuhan kewiausahaan sosial di Indonesia. puluhan kisah wirausahawan sosial lain. Beberapa Media Cetak seperti Kompas dan Sinar Harapan . Jeroo Billimoria (India) yang bekerja keras membangun jaringan perlindungan anak-anak telantar. Bekasi: CLA Publishing. Dengan segala keterbatasaanya wirausahaan sosial dapat memberikan peluang-peluang di masyarakat untuk maju bersama. memutus sekat-sekat birokrasi. seperti Fabio Rosa (Brasil) yang menciptakan sistem listrik tenaga surya yang mampu menjangkau puluhan ribu orang miskin di pedesaan. Selain buah kerja brilian Muhammad Yunus. 1999. 2004). Buchari. 2006. kewirausahaan sosial merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan solusi baru pada masalah-masalah sosial. Chandra dan Hendro. Be A Smart And Good Entrepeneur. Bandung: Alfabeta. Para wirausahawan sosial (social entrepreneur) dengan komitmen kerja dan moral yang tinggi.terobosan berupa gagasan-gagasan inovatif. Kewirausahaan. Bahan Bacaan Alma. mengusung komitmen moral yang tinggi dan kepedulian (How to Change the World. Dengan demikian. merupakan kesegaran di tengahtengah pembangunan yang terasa mengimpit. dan banyak lagi tokoh yang buah tangannya telah terasa langsung manfaatnya oleh masyarakat. Kemudian dengan pentingnya posisi wirausahaan sosial yang dapat bersinegi dalam pencapaian MDGs. Veronika Khosa (Afrika Selatan) yang membangun model perawatan yang berbasis rumah (home-based care model) untuk para penderita AIDS yang telah mengubah kebijakan pemerintah tentang kesehatan di negara tersebut.

kriminalitas dan masalah-masalah sosial politik yang juga semakin meningkat. arus migrasi yang terus mengalir. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya ledakan pengangguran yakni pelonjakan angka pengangguran dalam waktu yang relatif singkat. Ketika terjadi krisis moneter yang hebat melanda Asia khususnya Asia Tenggara mendorong terciptanya likuiditas ketat sebagai reaksi terhadap gejolak moneter di Indonesia. kebijakan likuidasi atas 16 bank akhir November 1997 saja sudah bisa membuat sekitar 8000 . Rosyid dan Ketua Departemen Ekonomi Syariah Universitas Airlangga Sri Kusreni yang menyatakan pengangguran di Indonesia pada tahun 2008 ini sudah mencapai 12 juta jiwa.Go!   Home about Cimon. Hal ini akibat dari krisis finansial yang memporak-porandakan perkonomian nasional. Awal ledakan pengangguran sebenarnya bisa diketahui sejak sekitar tahun 1997 akhir atau 1998 awal. Fenomena itulah yang menjadi keprihatinan Pakar Pendidikan Jatim Daniel M.Latar Belakang Salah satu masalah pokok yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia adalah masalah pengangguran. banyak para pengusaha yang bangkrut karena dililit hutang bank atau hutang ke rekan bisnis. Begitu banyak pekerja atau buruh pabrik yang terpaksa di-PHK oleh perusahaan di mana tempat ia bekerja dalam rangka pengurangan besarnya biaya yang dipakai untuk membayar gaji para pekerjanya. Pengangguran yang tinggi berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kemiskinan. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Dengan jumlah angkatan kerja yang cukup besar. (Jawa Pos:27/03/2008). Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. membuat permasalahan tenaga kerja menjadi sangat besar dan kompleks.Ce Strategi dan Kebijakan Pemerintah dalam Menanggulangi Pengangguran 18 September 2008 Oleh : Wahyu Dwi Prasetyo 1120040009 A. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. serta dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini.

5 sampai 4%. Pendidikan seringkali disampaikan dalam bentuk yang monoton sehingga membuat para siswa menjadi bosan. Total pengangguran jadinya akan melampaui 10 juta orang. Saat ini pendidikan kita terlalu menekankan pada segi teori dan bukannya praktek. Jakarta. Indikator masalah sosial bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang mulai turun ke jalan. (http:// www. Fenomena inilah yang sedang dihadapi oleh bangsa kita di mana para tenaga kerja yang terdidik banyak yang menganggur walaupun mereka sebenarnya menyandang gelar. Mereka menjadi pengamen. Dan dalam selang waktu yang tidak relatif lama. Dari latar belakang diatas maka bisa dijadikan rumusan masalah sebagai berikut. pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. “Bagaimanakah strategi dan kebijakan pemerintah dalam menanggulangi masalah pengangguran?”.karyawannya menganggur.indopubs. melainkan juga menimpa orangtua yang kehilangan pekerjaan karena kantor dan pabriknya tutup. Rendahnya kualitas tenaga kerja terdidik kita juga adalah karena kita terlalu melihat pada gelar tanpa secara serius membenahi kualitas dari kemampuan di bidang yang kita tekuni. B.4 juta pengangguran terbuka baru akan terjadi. Salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar-benar dapat memupuk profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja. yang terjadi tidak saja menimpa para pencari kerja yang baru lulus sekolah.com/andreas_limongan@hotmail. Dengan perekonomian yang hanya tumbuh sekitar 3.3 juta orang dari tambahan ngkatan kerja sekitar 2. seharusnya pertumbuhan ekonomi yang ideal bagi negara berkembang macam Indonesia adalah di atas 6%. mereka kelabakan dan tidak bisa berusaha untuk menciptakan pekerjaan sendiri di sektor informal. Pengangguran intelektual ini tidak terlepas dari persoalan dunia pendidikan yang tidak mampu menghasilkan tenaga kerja berkualitas sesuai tuntutan pasar kerja sehingga seringkali tenaga kerja terdidik kita kalah bersaing dengan tenaga kerja asing. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik. maka tenaga kerja yang bisa diserap sekitar 1. di mana sekitar 1. Berdasarkan pengalaman.5 sampai 4% belumlah memadai.7 juta orang. jika kita mengacu pada data-data pada tahun 1996 maka pertumbuhan ekonomi sebesar 3. Ledakan pengangguranpun berlanjut di tahun 1998.196 pekerja dari 10 perusahaan sudah di PHK dari pabrik-pabrik mereka di Jawa Barat. Sisanya menjadi tambahan pengangguran terbuka tadi. 7.com) Jika masalah pengangguran yang demikian pelik dibiarkan berlarut-larut maka sangat besar kemungkinannya untuk mendorong suatu krisis sosial.PERSPEKTIF . Salah satu faktor yang mengakibatkan tingginya angka pengangguran dinegara kita adalah terlampau banyak tenaga kerja yang diarahkan ke sektor formal sehingga ketika mereka kehilangan pekerjaan di sektor formal. dan Sumatera Selatan berdasarkan data pada akhir Desember 1997.. Kita hanya pandai dalam teori tetapi gagal dalam praktek dan dalam profesionalisme pekerjaan tersebut. Yogyakarta.

d)Mengkoordinasikan program-program manajemen personalia dengan kegiatan-kegiatan unit lainnya.Definisi kebijaksanaan (Policy) Kebijaksanaan (Policy) diberi arti yang bermacam-macam.Identifikasi dari tujuan yang ingin dicapai. 4.Taktik atau strategi dari berbagai langkah untuk mencapai tujuan yang diinginkan.Definisi Strategi Strategi berasal dari kata Yunani Strategeia (stratos = militer. c)Mengembangkan sistem informasi managemen personalia untuk membantu kegiatan unit-unit organisasi lain. Lasswell dan Abraham Kaplan (1970 : hal. Pengertian berikutnya menurut James E.Definisi Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang . yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi seseorang jenderal. Perencanaan SDM merupakan serangkaian kegiatan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan kebutuhan tenaga kerja yang tepat.Perencanaan SDM Perencanaan SDM esensial bagi penarikan. b)Memadukan kegiatan-kegiatan personalia dan tujuan organisasi secara efisien. kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dengan menunjukkan hambatan-hambatan dan kesempatan-kesempatan terhadap pelaksanaan usulan kebijaksanaan tersebut dalam rangka mencapai tujuan tertentu”). menurut Harold D.5) mengemukakan kebijaksanaan sebagai suatu taktik dan strategi yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan.Penyediaan berbagai input untuk memungkinkan pelaksanaan secara nyata dari taktik atau strategi. 3. 2. Friedrick (1963 : hal. seleksi. Strategi bisa juga diartikan sebagai suatu rencana untuk pembagian dan penggunaan kekuatan militer dan material pada daerah-daerah tertentu untuk mencapai tujuan tertantu. Bagian kepegawaian harus mengestimasi secara sistematik permintaan dan suplai tenaga kerja organisasi untuk jangka pendek. Anderson (1979 : hal. 3. nilai-nilai dan praktek-praktek yang terarah.71) arti kebijaksanaan sebagai suatu program pencapaian tujuan.79) mendefinisikan kebijaksanaan sebagai “…serangkaian tindakan yang diusulkan seseorang. dan ag = memimpin). (Fandy Tjiptono : 2002) 2. Sedangkan tujuan SDM adalah : a)Memperbaiki penggunaan SDM. diklat dan pengembangan serta kegiatankegiatan personalia lainnya dalam organisasi.1.3) bahwa kebijaksanaan itu adalah : (“serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertantu yang diikuti dan dilaksanakan oleh seorang pelaku atau kelompok pelaku guna memecahkan suatu masalah tertentu”). e)Pengendalian karyawan baru secara ekonomis. oleh karena itu suatu kebijaksanaan memuat 3 elemen yaitu : 1. menengah dan panjang. Menurut Carl J. Menurut Amara Raksasataya (1976 : hal.

Pemerintah memberikan bantuan wawasan. pakaian. tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. yaitu mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain. (http://www. pembangunan dan pengembangan kawasan-kawasan. siswa sekolan SMP. BUMS dan pihak lainnya.datastatistik-indonesia. minyak.mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Setengah Penganggur Sukarela. sumber daya manusia.PEMBAHASAN Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan. khususnya daerah yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi.org) Setengah Pengangguran adalah bagian dari angkatan kerja yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu). listrik. untuk itu diperlukan kebijakan yaitu : 1. SMA. Selain itu. Seperti PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) Dengan membangun lembaga itu.organisasi. misalnya tenaga ahli yang gajinya sangat besar. pengetahuan dan kemampuan jiwa kewirausahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berupa bimbingan teknis dan manajemen memberikan bantuan modal lunak jangka panjang. BUMD. apa pun alasan dan bagaimanapun kondisi Indonesia saat ini masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan sesuai dengan UUD 45 pasal 27 ayat 2. 3.com). Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. mahasiswa perguruan tinggi. pengangguran juga merupakan pemborosan yang luar biasa. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam. C. politik dan kemiskinan.Segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama dan lingkungan usaha yang menunjang dan mendorong terwujudnya pengusaha kecil dan menengah yang mampu mengembangkan usaha. Oleh karena itu.Segera melakukan pembenahan. 2. perluasan pasar. Sebagai solusi pengangguran berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh. Serta pemberian fasilitas khusus agar dapat tumbuh secara mandiri dan andal bersaing di bidangnya. Setiap orang harus mengkonsumsi beras. air bersih dan sebagainya setiap hari. (http://www. menguasai teknologi dan informasi pasar dan peningkatan pola kemitraan UKM dengan BUMN. yaitu mereka yang bekerja dibawah jam kerja normal dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga. gula. setiap . Setengah pengangguran dibagi menjadi dua kelompok : Setengah Penganggur Terpaksa.

PAL Indonsia untuk memasok kebutuhan bahan baku berupa pelat baja. Secara teknis dan rinci. Contoh. 6. Perlu seleksi secara ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri.Dengan memperlambat laju pertumbuhan penduduk (meminimalisirkan menikah pada usia dini) yang diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan sisi angkatan kerja baru atau melancarkan sistem transmigrasi dengan mengalokasikan penduduk padat ke daerah yang jarang penduduk dengan difasilitasi sektor pertanian. .Segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). 8.Mengembangkan sektor pariwisata dan kebudayaan Indonesia (khususnya daerah-daerah yang belum tergali potensinya) dengan melakukan promosi-promosi keberbagai negara untuk menarik para wisatawan asing. 9.penganggur di Indonesia akan terdata dengan baik dan mendapat perhatian khusus.Segera mengembangkan potensi kelautan dan pertanian. Dengan sinergi tersebut maka kegiatan proses produksi akan menjadi lebih efisien dan murah karena pengadaan bahan baku bisa dilakukan secara bersama-sama. 5. perkebunan atau peternakan oleh pemerintah.Melakukan program sinergi antar BUMN atau BUMS yang memiliki keterkaitan usaha atau hasil produksi akan saling mengisi kebutuhan. 10.Menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri.Segera menyederhanakan perizinan dan peningkatan keamanan karena terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri. tetapi juga rendahnya kualitas SDM (sumber daya manusia) yang kita punyai. Karena sebagian besar para penganggur adalah para lulusan perguruan tinggi yang tidak siap menghadapi dunia kerja. Karena Indonesia mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim dan agraris. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil. PT Krakatau Steel dapat bersinergi dengan PT.KESIMPULAN Pengangguran adalah problem yang terus menumpuk. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. 4. Potensi kelautan dan pertanian Indonesia perlu dikelola secara baik dan profesional supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif D. Hal itu perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan iklim investasi yang kondusif untuk menciptakan lapangan kerja. Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan yang berorientasi kompetensi. Persoalan pengangguran bukan sekedar bertumpu pada makin menyempitnya dunia kerja. 7. mengundang para investor untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan yang nantinya akan banyak menyerap tenaga kerja daerah setempat. Bertambah dari tahun ke tahun.

Butuh Sinergi. Semua permasalahan hal diatas tampaknya sudah dipahami oleh pembuat kebijakan (Decision Maker). Tjokroamidjojo. 1970. Carl. Namun hal yang tampaknya kurang dipahami adalah bahwa masalah ketenagakerjaan atau pengangguran bersifat multidimensi. pasar global dan berbagai perilaku birokrasi yang kurang kondusif atau cenderung mempersulit bagi pengembangan usaha. M. http://www. DAFTAR PUSTAKA Tjipto. Drs. Beberapa masalah lain yang juga berpengaruh terhadap ketenagakerjaan adalah masih rendahnya arus masuk modal asing (investasi).Beberapa masalah lain yang juga berpengaruh terhadap ketenagakerjaan adalah masih rendahnya arus masuk modal asing. Hlm. pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik juga sangat berpengaruh terhadap ketenagakerjaan di Indonesia. Majalah Administrator.datastatistik-indonesia. Kamis 27 Maret. MPA. Disamping masalah-masalah tersebut diatas. 1963. Jawa Pos.79 Anderson. 2.Pemerintah harus bisa mengeluarkan kebijakan yang bisa terciptanya lapangan pekerjaan.A. 2ndec. Rinehart and Winston.com http://www. Drs. E. stabilitas keamanan. Bintoro. faktor-faktor seperti kemiskinan. Islamy. M. 2008.2002. ketidakmerataan pendapatan karyawan. Bina Aksara. Fandy. Lasswell. D. 1988. New Heaven : Yale Univercity Press. J.REKOMENDASI 1. Strategi Pemasaran. sehingga juga memerlukan cara pemecahan yang multidimensi pula. 1976. Hlm. harga minyak dunia naik. 71. Power and Society. Hlm. perilaku proteksionis sejumlah negara-negara maju dalam menerima ekspor komoditi.org . Abraham.organisasi. perilaku proteksionis (travel warning) sejumlah Negara-negara barat terhadap Indonesia. Yogyakarta : andi. Irfan. Analisa Kebijaksanaan Dalam Proses Perencanaan Pembangunan Nasional.9. Hlm. serta menjalankan kebijakan yang konsisten tersebut dengan sungguh-sungguh sampai terlihat hasil yang maksimal. 3. pembinaan dan pelatihan kerja kepada masyarakat untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya masingmasing untuk mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan. Prinsip-Prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara. New York : Mc Graw Hill. Friedrik. produktifitas dan kesejahteraan. Public Policy Making. serta tekanan kenaikan upah buruh ditengah dunia usaha yang masih lesu. New York : Holt.Atasi pengangguran. Jakarta : PT. Man and His Government.Pemerintah memberikan penyuluhan. 1979. Harold dan Kaplan. James. E. perubahan iklim yang menyebabkan pemanasan global yang menjadikan krisis pangan didunia.