P. 1
Belajar Bhs Arab

Belajar Bhs Arab

|Views: 82|Likes:
Published by cici212

More info:

Published by: cici212 on Nov 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2011

pdf

text

original

Bentuk-bentuk Huruf Arab yan Berbeda

Dalam bahasa Arab, setiap kata ditulis dalam bentuk yang bersambung (artinya, huruf - huruf dalam sebuah kata digabung menjadi satu. Tidak ada bentuk kapital pada tulisan bahasa Arab. Oleh sebab itu, huruf-huruf ditulis dalam empat bentuk yang berbeda, tergantung pada posisinya pada suatu kata. Berikut ini adalah tabel yang menunjukan semua bentuk tulisan untuk setiap huruf Arab. (ingat bahwa bahasa Arab ditulis dari sisi kanan ke sisi kiri Anda):

. Huruf berikutnya adalah A yaitu Alif dalam bahasa Arab.. huruf "Sin" dalam bentuk akhirnya. maka huruf-huruf tersebut tidak dapat digabung dengan huruf yang ada setelahnya). Ra (R). yaitu huruf-huruf yang ditandai dengan warna merah pada tabel sebelumnya. maka huruf yang kedua ditulis dalam bentuk terpisahnya. apabila huruf-huruf tersebut berada di tengah atau awal kata. kita akan memiliki beberapa contoh tentang bagaimana huruf-huruf tersebut digabungkan untuk membentuk sebuah kata: Contoh 1 Mari kita mulai dengan kata yang sederhana: Kata "Syam" (yang artinya matahari). baiklah.Catatan: Perhatikan bahwa enam huruf berikut: Alif (A). Mari kita menulisnya: Kata tersebut dimulai dengan huruf F . terdiri atas huruf-huruf berikut: Huruf "Syin". Dal (D). Nama saya adalah Fadi (saya pikir nama tersebut seharusnya ditulis sebagai Fady dalam bahasa Indonesia. . Kita mulai dengan huruf "Syin" dalam bentuk awalnya Kemudian. Zai (Z). kemudian "Mim" dan akhirnya "Sin". memiliki bentuk tengah dan akhir yang sama (ini berarti. maka keduanya ditulis dalam bentuk yang berbeda dengan yang di atas.. huruf "Mim" dalam bentuk tengahnya Akhirnya. Kemudian huruf D. Hal ini berlaku baik saat Alif berada di tengah atau akhir kata. Ingat.. Apabila salah satu huruf dari enam huruf yang disebutkan di atas berada setelah huruf lain yang sekelompok dengannya. menulislah dari kanan ke kiri` Contoh 2 Jika Anda belum tahu nama saya hingga saat ini. yang setara dengan huruf "Fa" dalam bahasa Arab. Waw (W). Dzal (Dz). yaitu "Dal" Akhirnya huruf "I" atau "Y" yaitu huruf "Ya" dalam bahasa Arab (lebih banyak tentang hal ini ada di pelajaran berikutnya).. Bentuknya (dibaca: "La") adalah sebagai berikut Menulis dalam Bahasa Arab Dalam pelajaran ini. Anda akan mengetahui alasannya di akhir pelajaran!!!).. (Bingung? Contoh untuk hal ini ada pada pelajaran berikutnya!! Ketika huruf Alif ada setelah huruf "Lam".

terdapat tiga jenis vokal: 1. dan akan dijelaskan pada pelajaran ini. (huruf "Dal" ada tepat setelah huruf "Alif". terdapat pada pelajaran sebelumnya!!). dan huruf "Ya" ada tepat setelah huruf "Dal"). Tiga huruf vokal. (tanda ini juga dikenal sebagai harakat. huruf "Dal" dan "Ya" ditulis dalam bentuk terpisahnya. Note: Untuk membedakan vokal ..Kata tersebut akan terbentuk sebagai berikut: Catatan: Ingat bahwa huruf "Alif" dan "Dal". apabila huruf "Alif" dan "Dal" tersebut berada di tengah atau di akhir suatu kata. 2. "Hamza" yang akan dijelaskan pada. Tashkiil (Harakat) Dalam bahasa Arab. (kedua aturan yang menjelaskan hal ini. maka tulisan Arab menggunakan tanda vokal. Waw. coba baca dua kata berikut yang merupakan kata dalam bahasa Indonesia yang ditulis menggunakan huruf Arab (satu kiat: biarkan pointer mouse diam sesaat pada tiap huruf). Karena aturan tersebut. Mari kita menulis huruf "Siin" dengan menggunakan empat tanda vokal yang berbeda.vokal pendek dengan vokal yang panjang. Hal ini diimplimentasikan dengan menuliskan tanda vokal tersebut di atas atau di bawah huruf.. yaitu (Alif. Hanya nama lain dari beberapa referensi). Tanda-tanda ini dalam bahasa Arab disebut "Tashkiil". Tanda-tanda vokal yang digunakan untuk vokal-vokal yang pendek. 3. dan Ya) digunakan untuk vokal-vokal yang panjang (Anda harus akrab dengannya sejak saat ini). keduanya berasal dari enam huruf yang tidak dapat digabungkan dengan huruf lain yang datang setelahnya. Sekarang. .

ini dapat membantu Anda memahami bagaimana "Tashkiil" bekerja. 3. kata . Anda membuka mulut dengan lebar saat mengucapkan suara Fat-ha (yaitu "A"). Saya ingin Anda mengetahui hal ini. Tanda ini diletakkan di atas suatu huruf apabila tidak ada suara yang harus diucapkan setelah huruf tersebut. “Fat-ha” adalah tanda untuk penekanan (garis miring pendek di atas huruf). • Sukuun artinya "diam". "Kasra" adalah sebuah garis miring pendek di bawah huruf.kata (Fat-ha. karena menurut saya. Tanda ini diletakkan di bawah suatu huruf apabila hendak menyuarakan "I" yang pendek setelah huruf yang bersangkutan. Tanda ini diletakkan di atas suatu huruf apabila menginginkan suara "A" pendek.Mari kita memahami bagaimana "Tashkiil" diterapkan pada huruf: 1. dan Sukuun) sesungguhnya memiliki arti sebagai berikut: • Fat-ha artinya "pembukaan". Catatan:  Dalam bahasa Arab. Dhomma. dan diam saat mengucapkan suatu huruf yang memiliki Sukuun di atasnya. 2. • Dhomma artinya "penutupan". Sebagai contoh. 4. "Sukuun" adalah sebuah lingkaran kecil di atas suatu huruf.  Penggunaan Tashkil bukanlah suatu keharusan dalam menulis bahasa Arab. Arti kata-kata ini menunjuk kepada bentuk mulut saat pelafalannya. dan menutup mulut saat mengucapkan suara "Dhomma" (yaitu U). . • Kasra artinya "pemutusan". Kasra. tetapi hal ini cukup membantu untuk beberapa kasus (kata-kata dapat diucapkan dengan tepat tanpa menuliskan Tashkiil dilakukan melalui pengubahan serta berdasarkan konteks kalimat tersebut). Dhommah" adalah huruf "Waw" kecil di atas huruf. Tanda ini diletakan di atas suatu huruf apabila hendak menyuarakan "U" yang pendek setelah huruf yang bersangkutan.

tetapi huruf tersebut sebenarnya merupakan bentuk lain dari huruf "Ta" bentuk itu disebut sebagai "Ta' Marbuutoh". maka huruf "Ta" ditulis dalam bentuknya yang asli. Perhatikan beberapa contoh berikut:  Tanda vokal memegang peranan yang penting dalam tata bahasa dalam bahasa Arab (oh! Saya lupa tentang tata bahasa!! Mungkin nanti!!!!)..  Tentang "nama saya" dari pelajaran sebelumnya. (lupakanlah!!!) Ada dua tanda lain yang digunakan dalam tulisan Arab yang mewakili huruf tambahan. perhatikan tanda "Shadda" di atas huruf "shod": Catatan:  Saat tanda Shadda beserta tanda "Tashkiil" diaplikasikan pada suatu huruf. saya memikirkannya saat pertama kali menulis nama dalam huruf non Arab yaitu dalam bahasa Perancis.. Tanda vokal sangat penting dalam bahasa Arab. (kata di atas diucapkan "qishshah"). Huruf tersebut nampak seperti "Ha". Mari kita lihat kata "qishshatuna" (yang berarti "kisah kami") setelah penambahan huruf "Na" . maka dalam bahasa akan ditulis sebagai "Fadi" dengan diakhiri dengan huruf "I" (yang kita bicarakan di sini adalah perbedaan pelafalan huruf Ya" dengan tanda "Kasra". kata tersebut berakhir dengan huruf "ya". Huruf ini nampak seperti "ha" karena secara umum huruf ini diucapkan sama dengan "Ha". tetapi saat ditambahkan akhiran pada ujung kata tersebut. bukan di atas atau di bawah huruf tersebut. serta untuk huruf "Waw" dan tanda "Dhomma"). yaitu huruf "Y" dalam bahasa Indonesia. tetapi jika nama tersebut ditulis dalam bahasa Arab dan diakhiri dengan "Kasra" sebagai ganti huruf "Ya". Sebagai contoh: Berikut ini adalah kata "qishshoh" (yang berarti "kisah"). Ya. saya pikir seharusnya ditulis (Fady) dalam bahasa Indonesia sebab dalam bahasa Arab.. tanda tersebut adalah: 1 .. Arti suatu kata dapat menjadi sangat berbeda apabila tanda vokal yang digunakan pada suatu huruf diubah. (karena aturan tata bahasa). yang berarti "Ta yang terikat". dari bentuknya yang terikat). dan perbedaan ini juga berlaku untuk huruf "Alif" dan tanda "Fat-ha"..Shadda: "Shadda" mewakili huruf yang ganda yang beruntun dan tanda Ini berbentuk seperti huruf "Siin" kecil dan diletakkan di atas huruf. maka tanda Tashkiil diletakkan di atas atau di bawah tanda Shadda .  Perhatikan dua titik di atas huruf terakhir pada ujung kata "qishshoh" di atas.

Saya tahu hal ini membingungkan. Anda pasti bertanya-tanya mengenai huruf Hamza yang merupakan huruf terakhir pada tabel di dalam pelajaran 1. Tabel berikut menunjukkan "tanwiin" pada huruf "Alif". 2 . Saya akan mencoba memberikan dasar tentang Hamza semudah mungkin. Hamza Nah.Tanwiin : Tanwiin melafalkan huruf "Nun" pada akhir suatu kata.pada ujung kata tersebut.. huruf "Na" pada kata tersebut merupakan suatu kata ganti pemilik (pronoun). ayo kita mulai: Pertama. Tanwiin memiliki tiga bentuk yang serupa "Tashkiil". "Ba" dan "Ta". baiklah.. Mari kita lihat contoh berikut: klik untuk mendengar pengucapan kata ini: . (ini juga tata bahasa. Hamza adalah pelafalan "A" seperti pada "Akh" (kata ini adalah kata yang sesuai yang pertama kali muncul di benak saya) kapan pun Hamza digunakan pada suatu kata. Baiklah. jadi saat ini Anda hanya memiliki gambaran umum saja). tetapi saya ingin memberikan gambaran awal mengenai "Ta marbuutho" agar Anda memahami konsepnya. tetapi tanwiin hanya diletakkan di atas atau di bawah huruf terakhir kata.. Pelajaran ini membahas semua tentang Hamza: Hamza merupakan salah satu dari tiga jenis vokal dalam Bahasa Arab (tanda vokal dijelaskan pada pelajaran sebelumnya). Saya pikir Hamza memerlukan tutorial tersendiri (bahkan beberapa pengguna bahasa Arab asli terkadang salah dalam menggunakannya pada beberapa kasus). maka pengucapan kata tersebut harus dipotong pada Hamza dan suara "A" harus dilafalkan di manapun ia muncul. Hamza mungkin merupakan pokok bahasan yang paling rumit dalam tulisan Arab.

Ada empat bentuk Hamzah yang penggunaannya ditentukan berdasarkan Tashkiil milik Hamzah itu sendiri dan "Tashkiil" dari huruf yang ada tepat sebelum "Hamza". Anda harus melafalkan bagian sebelum Hamzah dan melafalkan bagian berikutnya sebagai sebuah kata baru. hal ini dapat kita temukan dalam pengucapan kata "Jum'at"). ia selalu ditulis di atas "Alif" atau di bawahnya.Kata ini dilafalkan "Sa-al"(yang berarti "bertanya"). apabila "Tashkiil"-nya "Fat-ha". Jika Anda ingin mempelajari aturan tentang bagaimana menulis Hamza. (dalam bahasa indonesia. Tabel berikut memiliki contoh untuk setiap empat bentuk Hamza: Catatan: Ketika Hamza terletak pada awal kata. maka bertanyalah dan saya akan mengirimkan jawabannya melalui email Beberapa sumber menganggap Hamza tidak termasuk dalam golongan huruf atau pun tanda vokal. (entah Tashkiil tersebut "Fat-ha". atau "Dhamma" maka Hamza ditulis di atas "Alif". "Dhomma". Ini berarti Anda harus memotong kata tersebut menjadi dua bagian. Hamza mugkin termasuk kategori tersendiri!!!! . Berikut adalah kata "ana" (berarti "saya") yang ditulis seperti ini: Kata "iman" ditulis sebagai berikut: klik untuk mendengar pelafalannya: Anda harus memperhatikan tabel di atas. inilah yang harus Anda ketahui terlebih dahulu sebagai permulaaan. Apabila "Tashkiil"-nya adalah "Kasra" maka "Hamza" ditulis di bawah "Alif". tergantung "Tashkiil" Hamza itu sendiri. Saya pikir. dan Tashkiil huruf sebelumnya. bahwa Hamza ditulis dalam empat bentuk yang berbeda tergantung pada "Tashkiil" Hamza sendiri. "Kasra" atau "Sukuun").

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->