BAB III

PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUKSI PRODUK RUSAK, DAN PRODUK CACAD

A. PRODUK HILANG DALAM PROSES
Dalam suatu proses produksi selalu ditemukan adanya partikel yang hilang. Partikel yang hilang tersebut hilang bukan karena faktor kesengajaan, tetapi karena secara alami reaksi kimia dalam teknik pengolahan tersebut menghendaki adanya partikel yang lepas dan hilang secara wajar. Dengan demikian dalam suatu proses input suatu produk akan lebih besar dari outputnya. Sebagai contoh, dalam industri gula, terdapat partikel yang lepas selama reaksi pemanasan dan pengkristalan bahan cair menjadi gula kristal. Partikel yang lepas tersebut hilang menguap dan tentunya tidak dapat ditelusuri ke mana jejaknya. Contoh yang sederhanadan sering dijumpai, kala ibu-ibu sedang menanaknasi. Campurkan beras dan air masing-masing dengan berat 1liter, artinya bahan-bahan yang masuk dalam proses seberat 2 kg. Setelah dirnasak (dengan melalui proses pemanasan) kedua bahan tersebut bereaksi dan menghasilkan nasi dengan berat 1,5 kg. Ini berarti ada partikel yang hilang dalam proses berupa air (H20) yang menguap bersamaan dengan 'proses produksi' tersebut seberat 0,5 kg. Dari contoh tersebut di atas dapat diketahui adanya input yanghilang secara wajar (normal). Hal ini disebut produk hilang dalam proses secara normal. Hilang dalam proses secara normal, disebabkan alasan alami. Dengan demikian produk yang hilang tersebut tidak dapat dihindarkan terjadinya. Di samping adanya produk yang hilang secara normal, ada pula produk yang hilang karena alasan yang tidak dapat terduga (unpredicted), bahkan mungkin adanya faktor kesengajaan. Sehingga terdapat produk yang hilang tidak secaranormal. Tentunya sesuatu yang hilang secara normal dan tidak normal tersebut akan sangat berbeda perlakuannya dalam penentuan kos produk. Produk yang hilang karena alasan yang tidak normal tentunya akan diperlakukan sebagai kerugian bagi perusahaan. Dalam penentuan kos produk adanya produk yang hilang dalam proses menjadi perhatian, mengingat komponen biaya sebagai akibat hilangnya produk tersebut bisa terpengaruh. Apabilanilai yang hilang tidakmaterial mungkin dapatdiabaikan. Tetapi bila

47

Apabila proses produksi diteliti/ditelusuri jejaknya satu persatu. terdapat produk yang hilang dan terjadi pada awal proses produksi di departemen tersebut. bahwa semua produk yang hilang dalam proses secara normal tersebut dianggap telah ikut rnenyerap biaya-biaya yang terjadi dalarn satu periode. Anggapan ini digunakan apabila dalam suatu departernen produksi. dengan bahan pernbantu "Ypallet". Jadi berapa nilai yang hilang dalam suatu proses hams diperhitungkan pengaruhnya terhadap penentuan kos produk. Dalam periode tersebut tidak ditemukan adanya produk dalam proses awal. Anggapan ini membawakonsekuensi. Produk X diolah dari bahan departernen "X drops". Perusahaan ini rnernproduksi produk X melalui tiga departemen produksi. Produk bilang dalam proses dianggap terjadi di awal proses. A 550 kg Dept. rnaka produksi di bulan Januari tersebut adalah periode produksi pertamakali dalam tahun 1980. Informasi biaya dan produksi pada bulan Januari 1980 disajikan pada halaman berikut: Keterangan Produk Produk Produk Produk yang yang yang yang ditransfer ke ditransfer ke ditransfer ke masih dalarn B C gudang proses: Dept. rnaka akan sulit diketahui di rnanakah dan kapankah sesuatu partikel lepas dalam suatu reaksi kirnia.nilai yang hilang terse but dipandang cukup materiil. Anggapan ini digunakan apabila dalarn suatu departemen produksi. sulit dideteksi. Anggapan ini rnembawa konsekuensi bahwa sernua produk yang hilang dalam proses secara normal tersebut dianggap belurn ikut menyerap biaya-biaya yang terjadi dalam satu periode. Mengingat rnesin-rnesin bam saja direparasi besar (overhaul). kesemuanya rnasuk dalam departernen A. terdapat produk yang hilang dan terjadi di akhir proses produksi di departemen tersebut. B 400 kg 300 kg 250 kg Jookg 75 kg 48 . Dianggap tidak ada produk dalam proses awal. Produk hilang dalam proses dianggap terjadi di akhir proses. tentunya hal tersebut tidak dapat diabaikan. b. Mengingat kenyataan tersebut produk hilang dalam proses secara normal digunakan anggapan sebagai berikut: a. Untuk rnenggambarkan adanya produk yang hilang dalam proses berikut ini disajikan kasus PT RADITY A. Bahan baku yang dibutuhkan adalah X dan bahan pembantu Y d. Dengan kata lain kapan sesuatu produk hilang secara normal dalam suatu _proses produksi. PT RADITY A memproduksi produk melalui 3 departernen produksi.

575 Total biaya produksi Rp65. B 550 kg 400 kg 100 kg 50kg 550 kg Dept. 2.925 Rp 16. C 400 kg 300 kg 75 kg 25 kg 400 kg 49 .000 19.625 12. Perlakuan unit yang hilang dalam proses di awal periode dalam departemen A (initial departement).250 15. dalam departemen B 3. A Masuk dalam proses Produk selesai bulan ini PDP akhir periode Hilang dalam proses Total output 950 kg 550 kg 250 kg 150kg 950 kg Dept. Perlakuan terhadap unit yang hilang dalam proses di akhir periode dalam departemen C. diminta menghitung kos produksi dan menyusun laporan produksi bulan Januari 1980 untuk ketiga departemen produksi tersebut.468 Rp30.l75 Rp29.525 17. Kasus di atas menggambarkan hal-hal sebagai berikut: 1.100· Dari informasi di atas.093 Rp48.bahan baku & penolong biaya konversi 'unit hilang di awal proses unit hilang di akhir proses 100% 60% 150kg 75 % 50kg 60% 26 kg Komponen biaya produksi: Biaya Biaya Biaya Biaya bahan baku bahan pembantu tenaga kerja overhead pabrik Rp 20.000 10. Jawaban: Komposisi produk yang dihasilkan dalam ketiga departemen tersebut adalah sebagai berikut: Dept. Perlakuan unit yang hilang dalam proses di awal periode (departemen berikutnya).

x 60% x Rp 22.412. A Kos per unit yang disesuaikan Rp 87.50 BOP. A harus disesuaikan (adjusment) sebesar 50 kg sebagai berikut: Kos per unit dari Dept.50 2.262. Dengan demikian produk yang diserahkan dari Dept. Perhitungan kos produksi di departemen B harus memperhatikan adanya produk yang hilang di awal proses di departemen B. Total Biaya Unit yang hilang di awal proses awal dari Departemen A tidak diperhitungkan dalam unit ekuivalen.00 15.750 50 .1.00 3.<kg) iRlll 25. Produk yang diserahkan dari departemen B adalah 400 kg produkjadi dan 100 kg produk dalam proses (output sebesar 500 kg). = A adalah Rp 48.00 19. 250 kg x 100% x Rp 12. Perhitungan Kos Produk per unit di Departemen Unit A: Total Kos{RI11 20.000.50 + Rp 87.50 27.50 BTKL.75 Produk dalam proses di Departemen sebagai berikut: Bahan baku.125.00 12.75 87.925.00 4.75 + 250 = + 250 (60%).125. 250 kg x 100% x Rp 25. hal ini dianggap bahwa produk yang hilang tersebut belum ikut menyerap biaya yang terjadi di departemen tersebut. 550 eku.250. 250 kg x 60% x Rp 27.00 10. A RI1.000. Perhitungan 550 kg kos yang ditransfer ke Departemen B.175. 800 800 700 700 Biaya Bahan Pembantu Biaya Tenaga Kerja 550 Biaya Overhead Pabrik.50 Kos Produk Dalam Proses Dept.00 Kos/Unit Jenis Biaya Biaya bahan.75 = = = = Rp 6.50 Bahan pembantu.912.00 3.250. 250 kg.00 65. 16.50 22.

625.25 61. 100 kg (75%) x 35 Biaya Overhead Pabrik.25 ekuivalen Total Biaya (Rl!l KosI Unit (Rl!l Kos per unit produk yang ditransfer ke Departemen C adalah: Rp 61.75 = Rp 63.652.525 Biaya Tenaga Kerja.262.50 2.h. Berbeda dengan perlakuan produk yang hilang di awal proses justru diperhitungkan dalam unit ekuivalennya secara penuh.093.25 3.525 Jumlah Kos yang disesuaikan Rp 8.110.25 Total Kos Produk dalam Proses Departemen B = = = = Rp 9.75 35.50 : 500 kg = 96.775 Jadi.00 1.25 + Rp 96.468. Dengan demikian komponen unit ekuivalen terdiri dari: produk yang telah diselesaikan produk yang masih dalam proses produk yang hilang dalam proses (300kg) (75kg) (25 kg) 51 . 100 kg x Rp 96. kos produk yang ditransfer ke Departemen C: 400 kg x Rp 157. Dari Departemen A.00 26.246. departemen III).00 12.775 Perhitungan Kos Produk dalam Proses (akhir).00 RI! 14. Produk yang hilang dalam proses dianggap telah menyerap biaya yang terjadi pada suatu periode dalam departemen tertentu (d. B: Rp 48.75 29.di Dept.525 = Rp 157.625. 100 kg (75%) x 26.775 Perhitungan kos per unit yang ditambahkan di departemen B adalah sebagai berikut: Unit Jenis Biaya Biaya Tenaga Kerja: 400 + 100 (75%)= Biaya Overhead Pabrik: Total Biaya 475 475 16.968.

37 Total biaya yang dibebankan pada produk Rp 93.683.500 = = Total kos produk dalam proses di dept C. 300 kg x (Rp 130 + Rp 157. 25 kg x (Rp130 + Rp 157. Rp 17.50 := Rp 11.525 17.50 ekv'(kg) BiayaCRp) unitCrp) Total Total Biaya 48.125 3.775 Biaya Tenaga Kerja: 75kg (60%) x Rp 82.500 2.526.125 52 .50 47.833.194.712.875: 300 kg Rp 311.137.100 130.575 82.775) = Rp 86.75625 dibulatkan ke atas := Rp 311. biaya yang dibebankan untuk produk selesai adalah sebagai berikut: Kos Produk Selesai.00 Jadi. Rp 93.Perhitungan harga produk per unit adalah sebagai berikut: Unit Kos Jenis Biaya Biaya Tng.76 Kos Produk dalam proses di departemen C: Oari Oepartemen B: 75kg x Rp 157.775) = 7. Kerja 300 + 75 (60%) + 25 = Biaya Overhead Pabrik 370 370 30.526.50 Kos Produk yang Hilang dalam proses.50 Biaya Overhead Pabrik: 75kg (60%) x Rp 47.87 Kos per unit produk yang diselesaikan.332.

00 15.75 - Biaya produk yang masih dalam proses: B.50 27. 250 kg (60%) x 12..175.925.50 22.00 53 = = Total biaya produk dalam proses: Total Biaya Produksi di Departemen A .000.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN A A.B.75 87.75 = = Rp 6.B.250. Perhitungan biaya di departemen Rp di departemen Biaya/unit Rp 20.00 Rn Rp 25.00 65.75 A: Total biaya A: = Rp 48.50 Rn 65.T.kg 550 kg 250 kg 150 kg 950 kg B.50 B.K.00 4.00 3.125.50 Biaya produk yang ditransfer ke departemen B: 550 kg x Rp 87.00 3. Unit yang diproduksi: Unit yang masuk dalam proses Unit yang diselesaikan di Dept. Biaya produksi yang dibebankan Jenis Biaya Biaya Bahan Baku Biaya Bahan Pembantu Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Total Biaya C. 250 kg (60%) x 27. A Unit yang masih dalam proses Unit yang hilang dalam proses (awal) 25Q.250.50 B.00 12.B.912. 250 kg (100%) x Rp 25 B.P.00 19.00 10.O.000.125.175. 250 kg (60%) x 22.412.B.262.50 Rn 16.

875 Biaya produk dalam proses di Oepartemen C: Kos dari dept. Pengertian produk cacad adalah produk yang tidak sempumadalam proses produksinya yang masih dapat diperbaiki dengan melalui proses penyempumaan produk. Hal ini disebabkan dalam setiap penyetelan (fiting) mesin-mesin belum tentu dapat menciptakan kerjasama yang sempuma.683. Total Biaya Produksi di Departemen C Rp 111.76 = = Rp 11. Pengertian produkrusak adalah produk yang tidak sempumadalam proses produksinya dan secara ekonomis tidak akan dapat diperbaiki kembali.50 Total biaya produk dalam proses. Adanya ketidaksempumaan dalam s~lah satu komponen tentunya akan mengganggu mekanisme kerja mesin lainnya.526. Dengan adanya penyempumaan ini produk yang dihasilkan mempunyai kualitas sarna dengan produk yang tidak cacad. dalam bidang percetakan akan ditemukan beberapa lembar hasil cetakan yang tidak sempuma.50 = = 3.: 75 kg x Rp 157. Oengan adanya berbagai kemungkinan tersebutmengakibatkan adanya produk yang tidak sempuma dalam proses produksinya.L.125 Rp93.210.137.: 75 kg (60%) x Rp 82.C. Meskipun kesemuanya itu tanpa adanya unsur kesengajaan. Sehingga produk tersebut harus dibuang atau dilebur kembali sebagai bahan baku.712. secara ekonomis masih dapat dipertanggungjawabkan. PRODUK RUSAK Dalam setiap proses produksi kemungkinan timbulnya produk rusak ataupun cacad produksi akan selalu ada. Selain unsur hardware adanya produk rusak dan cacad dapat pula disebabkan oleh faktor bahan bakunya yang di bawah standard atau dapat pula disebabkan ketelitian kerja para karyawan rendah.775 Biaya T. 56 . Di samping itu daya tahan dan unjuk kerja berbagai komponen mesin akanberbeda-beda.125 Biaya overhead: 75 kg x 60% x Rp 47.K. adanya human error tidak dapat dihindarkan. Perhitungan biaya di Departemen C: Biaya produk selesai yang ditransfer ke gudang: 300 kg x Rp 311. Sebagai contoh.00 B.500 2.833. dapat pula disebabkan oleh mesin-mesin yang tidak sempuma. Cetakan yang rusak atau cacad tersebut bisa dipengaruhi oleh bahan kertas terlalu lembab. Jadi. A.500 17.

A Rp 25 30 20 Rp 25 10 Rp 20 15 Dept. Produk rusak dalam proses 4.80) x Rp 25 = = Rp 600.400 unit (0.000 (0.000 + 6.T. B Dept.8.15) + 72.600 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 908.8) = 82.K.000 + 6.000 Kos yang diterima dari departemen A = 82. SALINDRI memprodusir satu produk melalui tiga departemen produksi. 8. Dalam bulan Maret 1986 mengirim ke departemen C sebesar 80. Pada bulan Februari 1986 komponen biaya produksi per unit adalah sebagai berikut: Jenis biaya Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Dept.000 (0.000 160.000 unit dengan tingkat penyelesaian untuk BTKL 80% dan untuk BOP 90%.600. Untuk menggambarkan kasus ini disajikan kasus berikut.000 unit dengan tingkat penyelesaian BTKL 80% dan BOP 85%.000 unit.600 unit Rp 6.977 .000 (0. Langsung.2) + (80. Informasi yang diperoleh dari departemen B adalah sebagai berikut.000 x 74 Kos produk dalam proses awal di departemen B. Biaya tenaga kerja langsung Rp 1.000) + 4.000 57 . Kos di dept A. Berdasarkan informasi tersebut buatlah laporan kos produksi menutut FIFO dan rata-rata. P. Produk yang masih dalam proses di akhir bulan sebesar 6. Penyelesaiannya sebagai berikut: Unit ekuivalen dengan metode FIFO: BTKL = 8. produk rusak tersebut hams dibuang atau dilebur kembali sebagai bahan baku.000 82.000 + 4. Departemen A bertugas mencampur adonan plastik. 8. Produk rusak tidak laku dijual Apabila produk rusak dalam suatu industri tidak laku dijual.000 .9) = = BOP = 8.1. Perlakuan akuntansi terhadap produk rusak tersebut tidak ada bedanya dengan perlakuan terhadap produk yang hilang di akhir proses. Departemen B bertugas mencetak produk dan departemen C • bertugas menyempurnakan produk dan melakukan pengepakannya. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8. sebesar Rp 74 per unit.000 (0.068.000 x Rp 75 Biaya T.000 unit. C Komposisi biaya di departemen B dalam bulan ini adalah sebagai berikut: Biaya yang diterima dari departemen A.

000 + 6.0) + 4.000 (0.Biaya Overhead Pabrik.800 unit 89.782.000 + 6. sebagai berikut: Rp 9.000 (0.200: 80.000 Jumlah kos PDP awal = Rp 828.000 (0.000 unit = Rp 114.720: 80.53.85) + 4.162. maka unit ekuivalen produksinya adalah sebagai berikut: BTKL BBB = 82. dapat diketahui kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C.000 BOP = 82.000 = = = 88. Berdasarkan laporan kos produksi tersebut. dapat diketahui kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C. 8.000 unit = Rp 114.8) + 4. 58 .54 Apabila perhitungan unit ekuivalen menggunakan metode rata-rata.100 unit 90.000 = 80.000 unit Berdasarkan perhitungan unit ekuivalen terse hut dapat disusun laporan kos produksi yang disajikan pada halaman 60. Berdasarkan laporan kos produksi tersebut.000 Berdasarkan perhitungan di atas dapat disusunIaporan kos produksi yang disajikan pada halaman 59. sebagai berikut: Rp 9.000 + 600 (0.85) x 10 = 68.

72.400 Total kos PDP akhir 618.000 80.600 879.000 x Rp log Kos produk rusak: 4.15) x II = Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan bulan ini.200 C.600 7. 82.000 82.200 59.000 x 0.000 6.000 4.000 unit B.200 109 Total kos yang dibebankan pada prod uk Rp 9.000 115. Rp 2.000 (0.000 1.000 x Rp 109 = Rp Rp 38.600 Total kos produk yang dibebankan bulan ini Peraga4.000 6.20) x Rp 24 = BOP: 8.200 Total kos bulan ini Rp 8.000 Total Kos produk yang ditransfer ke dept.886. Perhitungan kos per unit produk: Jenis biaya PDP awal Kos dari departemen A: Kos yang ditambahkan di departemen B: Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Eqvl.000 x 0.000 436. Rp 9.000 (0.848.9 x Rp 11 = Rp 9.600 908.600 Total biaya Rp 828. Produk rusak PDP akhir 82.400 13. C.400 82.8 x Rp 24 = BOP: 6.782.200 59 . Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDPawal Produk yang diserahkan ke dept.163.782.PTSALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN A.068.600 Kos/unit Rp74 24 II Rp35 Total Kos yang ditambahkan di departemen B.977.000 unit unit unit unit unit 90.200 Rp 828.000 51.000 8.954.600 Rp444.000 x Rp 74 = BTKL: 6. C Kos produk dalam proses akhir: Kos dari dept A 6. Perhitungan kos yang dibebankan pada produk: Kos produk selesai yang ditransfer ke departemen C: Kos produk dalam proses awal Tambahan biaya penyelesaian PDP awal: BTKL: 8.000 unit B 90.

536 58.720 Rp 444.000 Kos bin ini 6.000 unit B.954.977.08 BTKL -----~--- BOP Jumlah 89.137.000 x (0. 74. Nilai jual produk rusak mengurangi biaya produksi Seandainya dalam kasus PT SALINDRI. 90.000 68.600 908.200 koa/unit Biaya dari A .000 x Rp 109.764 2.800 ----_.000 unit x Rp 109.09 BTKL.000 unit 8. Maka nilai jual produk rusak tersebut harus mengurangi komponen biaya produksi yang terjadi pada bulan Maret tersebut.000 unit 6.000 unit 4.000).12 Kos produk rusak.000 160.162.600 9.782. di atas produk rusak dijual dengan harga Rp 55 per unit (Rp 220. Pada umumnya 60 .000 8.000 828.044 Total Kos yang dibebankan Rp9.968 Total produk dalam proses akhir Rp 619. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departemen C: 80. 6.320 9.92 Rp 8.600 976.000 88.8) x 24. Perhitungan Jcnis biaya kos per unit produk: untck.400 36.09 -24.000 2.000 unit 90. PDP awal 600. 6.068.92 109.726.000 1.78 1.100 -- C..PTSALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A.668. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDPawal Prod uk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.9) x 10. Kos produk yang masih dalam proses: Dari dept A..07 10.000 x (0. 4.000 unit 80. 6.200 Total kos 6.5408 115.08 Total Kos yang ditransfer ke dept C.07 BOP.000 unit 90.000 x Rp 74.

977. Biaya overhead p.002 886.734.928 220.73 34.14 106.886.272 8.815.600 908.002 Total kos 5.09 10.929. produksi sebagai berikut: 61 . Kos ditambahkan Total Kos dibebankan Total 6.600 2.200 8.954.330 70. sehingga tidak dapat diketahui berapakomponen masing-masing biaya.598 22.24 100.1 Alokasi 149.77 22.906 1. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Jenis Biaya Kos dari dept A Biaya Tenaga k.270 2.178 kos/unt 72.918.068.penjualan produk rusak dilakukan secara borongan. Oleh karenanyaharus dilakukan alokasi nilai jual produk rusak kepada masing-masing komponen biaya sebagai pengurang kos yang dibebankan bulan terse but. Alokasi dilakukan dengan harga relatip komponen biaya yang dikeluarkan pada bulan Maret tersebut.l.41 10.000 1.15 32.200 %kos 67.32 Dari perhitungan di atas selanjutnya dapat disusun laporan kos.18 23.094 48.

600 908.456 12.094 48.000 8. 6.000 unit unit unit unit unit 90.954.876 Rp 50.332 7.270 2.710 62 .2) x Rp 23. 8.598 22.24 100.18 23Al 10.:130 70.32 -67. Biaya overhead p.09 10..PTSALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN A.080 112.OO() Rp 37.000 (0.000 (0.390 Rp 9.18 Biaya TK Langsung.280 Rp 8.000 5.8) x 23. total kos ditamhahkan Total Kos dibebankan Total kos 828.000 .41 Biaya overhead pabrik.886.1 149.040 425.068.200 8. A Biaya Tenaga k. Jenis Biaya KDPawal Kos dari dept.000 x Rp 106.15) x Rp 10.14 106.928 220.32 Kos produk rusak Kos produk yang ditransfer ke dept.000 80.942 603.332 878. Kos produk yang masih dalam proses akhir: Kos dari dept A: 6. Biaya untuk penyelesaian PDP awal: Biaya Tenaga Kerja Langs.652 Rp433.000 unit B.368 57.77 22.15 32.002 C.000 (0. C.815.200 %kos Alokasi .000 (0.73 Total kos produk dalam proses akhir Total biaya dibebankan di departemen B Peraga 3.73 Total kos PDP awal Kos produk yang diselesaikan di dcpartcmen B: Bulan ini: 82. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Produk dalam proses awal.000 x 72. Kuantitas yang diproduksi Masuk dalam proses PDPawal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir Perhitungan bulan Maret: 82.906 1..000 1.002 886. kos per unit prod uk: Total 828.l.600 2. 6.655.000 .41 Biaya overhead Pb.272 8. 6. Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata Rp 82il.958.929.9) x 10.561.000 6. 8.734.000 unit B 90.73 34.918.4.178 kos/unt _72.977.

000 2. 90.000 unit x Rp 106. 6. A Biaya T.620 9.K.71 Total kos produk dalam proses akhir Total Kos yang dibebankan Peraga 3.477 63 .518.100 -- Total kos Rp 6.980 220.037 Rp 9.000 x Rp 106.85 9..000 unit 4.53 10.600 9.800 89.000 unit Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 80.896 55. Perhitungan kos per unit produk: Jenis Biaya Biaya dari dept.000 x Rp 72. Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata Rp 8.PTSALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A.800 426.200 % 68.520 112.000 (0.000 88.16 21.137. 6.002 Total Rp 6. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departemen C: 8. langsung Biaya overhead Total ekvl.532.959.562.668.440 434.66 Total kos yang ditransfer ke departemen C: Kos produk yang masih dalam proses: Dari dept A.621 Rp 603.046 2.000 unit 6. 6.42 BTKL.8) x 23.000 unit 8.42 23.85) x 10.66 C.640 Rp 8.089.71 106.000 unit 90.66 Kos produk rusak: 4.782.000 unit B.562.98 100 Alokasi Rp 149. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDPawal 82.198 kos/unt Rp72.600 976.952 48.52 Biaya overhead Pb.530 954.000 unit 90.070 21.000 (0.

produk rusak tersebut lebih baik dianggap sebagai produk rusak dan diproses ulang atau dijuallangsung sebagai produk rusak. XYZ. Di samping itu menggunakan peralatan khusus dan tenaga kerja yang secara khusus bertugas untuk memperbaiki produk eaead tersebut. Pada bulan Februari 1986 komponen biaya produksi per unit adalah sebagai berikut: Jenis Biaya Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Dept A Rp 25 30 20 DeptB DeptC 25 10 Rp20 15 64 . Produk eaead dalam proses 4.T. PERLAKUAN PRODUK CACAD Produk eaead diperbaiki dengan menambah sedikit bahan dalam departemen yang bersangkutan. dan untuk BOP 90%. karena proses yang normal. Demikian halnya bila hasil penjualan produk rusak tersebut akan diper-lakukan sebagai pendapatan lain-lain.000 unit.000 unit dengan tingkat penyelesaian untuk BTKL 80%. berikut ini disajikan kasus P. Suatu produk dianggap cacad kalau biaya yang dikeluarkan untuk memperbaikinya secara ekonomis masih dimungkinkan. Mengingat adanya tambahan biaya dalam memproses produk eaead tersebut. Departemen A bertugas meneampur adonan plastik. rnaka semua biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki produk cacad tersebut dibebankan pula pada produk yang tidak mengalami eaead produksi. Departemen B bertugas mencetak produk dan departemen C bertugas menyempurnakan produk dan melakukan pengepakannya.000 unit. C. disebabkan produk tersebut tidak disebabkan oleh faktor kesengajaan.000 unit dengan tingkat penyelesaian BTKL 80% dan BOP 85%. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8. Prod uk yang masih dalam proses di akhir bulan sebesar 6. maka total nilai jual produk rusak langsung dikurangkan dalam laporan rugi-laba yang disajikan di akhir bulan Maret 1985 tersebut. Informasi yang diperoleh dari departemen B adalah sebagai berikut. Untuk menggambarkan perlakuan akuntansi terhadap produk cacad tersebut.000 unit. Apabila tidak.3. Produk tersebut cacad. Nilaijual produk rusak mengurangi kos penjualan Apabila nilai jual diperlakukan sebagai pengurangan kos pen jualan. Perusahaan ini mempunyai tiga departernen produksi. Alasan kenapa tidak dibebankan kepada produk rusak itu sendiri. Dalam bulan Maret 1986 mengirim ke departemen C sebesar 80. Maka dalam laporan rugi-laba nilaijual produk rusak tersebut lang sung disajikan dalam laporan rugi-laba sebagai pendapatan di luar usaha. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8.

000 unit x Rp 6 Biaya overhead pabrik.000 2. 4.068.000.088.954.400 82.977.000 Total Kos ~p 6.48 35. Biaya Total Total langsung Total Kos Rp 6.000 Rp 84.000 Rincian perhitungan kos per unit adalah sebagai berikut: Jenis biaya Kos dari dept A Biaya T.000 64.ooo 24.600 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 908.000 82.977. 82.000 40.01 overhead Pb.200 9.24 24.77 110. Biaya tenaga kerja lang sung Rp 6 per unit dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 10 per unit.001.600 948.950. Berdasarkan informasi tersebut buatlah laporan kos produksi menurut metode FIFO dan rata-rata.2 11. Dari perhitungan di atas dapat disusun laporan kos produk berdasarkan metode ratarata sebagai berikut: 65 .200 un.600 2. 4.000 24. 4.886.200 Tambahan Rp20.200 8.Komposisi biaya dalam bulan ini adalah sebagai berikut: Biaya bahan tenaga kerja lang sung Rp 1.000 84.K.000 unit x Rp 5 Biaya tenaga kerja langsung.EqI. Pemecahan masalah: Perhitungan tambahan biaya terhadap produk cacad: Biaya bahan.600 2.600 908.000 x Rp 10 Jumlah biaya perbaikan produk cacad = = = = Rp 20.000 1. Biaya untuk memperbaiki produk cacad tersebut adalah penambahan bahan Rp 5 per unit.038.600 --- Kos/unt Rp 74.000 40.

000 40.200 9.52 Apabila laporan menggunakan metode rata-rata.P. 72.24 24. Biaya untuk penyclesaian PDP awal: BTKL.000 x 74.400 82.48 Total penyelesaian PDP awal.200 9.0 I Kos produk yang ditransfer ke gudang Kos produk yang masih dalam proses akhir: Kos dari dept A.8) x 24.000 82.241.992 Rp 624.000 6.040 Rp 9.954.424 Catatan: kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C: adalah. 8. Perhitungan Jenis biaya PDP awal kos per unit: Total 828.200 82.29 11. Kos produk yang diselesaikan di departemen 13: Bulan ini.000 6.15) x Rp 11.068.950. BTKL. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: PDP awal.000 24.600 74.XYZ LAPORAN KOS PRODlJKSI DEPARTEMEN B A.000 1.24 BTKL.440 116.OOO unit 90.200 8.038.400 Rp 445.200 Tambah 20.720 440.000 38.000 x Rp 110.000 J!!.48 Total kos prod uk dalam proses akhir Total biaya dibebankan di departemen B Rp 828.600 948.024 Rp 9. Kuantitas yang diprodusir Masuk dalam proses PDPawal Prod uk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir bulan Maret: 82.886.864 13. 6.000 unit 80.000 (0.088.241.000 unit D.000 84.000 Total 828.P .865.9) x 11.640 7. 6.. Kos/unt H.600 908.640 880.000 unit 4. BOP.600· 2.000 x Rp 110. 66 . Total Total C.200 9.000 2.000 64.dari dept A.000 (0.000 unit B.000 = Rp 115.592 61. 8.400: 80.600 2.29 BOP.77 110m Eql. 6.782. Rp 9.920.977.2) x Rp 24.000 unit 8.li1 90.000 (0.29 BOP.01 Kos produk cacad.866.000 (0.001.776 52. 4.T.48 35.

804.Laporankos produksi yang disusun denganmetoderata-rata.000 unit 6.668.832 9. Perhitungan biaya per unit: Jenis Biaya Unit Eql.34 11. A Biaya T. 6.140 Rp 620.000 9.31 Biaya T.244.000 x Rp 74.865.. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departemen C: 8.782.000 6.161. tidakperlumemperhatikan berapa komponen biaya yang berasal dari proses produksi bulan lalu yang tercermin dalarn produk dalarn proses di awal bulan.05 C. Total kos Kos/unit Biaya dari dept.668.100 Total Kos kos 6. Kos produk yang masih dalam proses: Dari dept A.000 unit 80.000 2.K.000 84.31 24.600 9. 90.000 40. C.866. 4.016.200 Rl! 9.000 x Rp 110. langsung. Kuantitas yang diprodusir bulan Maret: Masuk dalam proses PDPawal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.200 Rp 445.000 24.000 unit 90. 20.600 976.000 (0.137.800 89. 6. Hal ini mengingat komponen biaya yang membentuk kos produk relatif sarna antara periode yang lalu dan periode sekarang.K.000 (0.200 tamb.5 Kos produk rusak.600 1.032 Rl! 67 .40 Total kos yang dibebankan Rp 8.832 58.000 unit x Rp 110.000 440. 6.langsung Biaya Total overhead Pb.000 unit 4.40 110.000 unit 8.34 Biaya overhead Pb.200 74.860 116.8) x 24.000 88.85) x 11.5 Total kos yang ditransfer ke dept. PTXYZ LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN A.000 2.000 unit B B.000 unit 90.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful