P. 1
Contoh Kasus Pajak

Contoh Kasus Pajak

|Views: 11,616|Likes:
Published by susanawiyah

More info:

Published by: susanawiyah on Nov 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2015

pdf

text

original

Contoh Kasus Pajak

Dari sekian kasus yang membelit negeri ini, kasus pajak menduduki peringkat kedua setelah kasus korupsi yang sedang mewabah di semua kalangan saat ini. Dari sejak dahulu, Departemen yang satu ini memang terkenal sarat dengan permainan antara para pegawai yang terkait dengan para wajib pajak sehingga menyebabkan berkurangnya rasa percaya masyarakat terhadap departemen ini atau bahkan sudah menjalar ke rasa tidak percaya kepada pemerintah. Hal ini membuat masyarakat enggan untuk taat membayar pajak walaupun itu merupakan kewajiban sebagai warga negara yang baik.

Berikut ini adalah contoh beberapa kasus pajak yang sering terjadi di sekitar kita: # Kasus 1

Harus diakui bahwa banyak orang asing yang mempunyai properti di Bali. Baik itu berupa hotel, home stay, villa, dll. Untuk menghindari besarnya pajak yang harus mereka bayar, tidak sedikit para pemilik yang warga negara asing tersebut melakukan transaksi di luar negeri untuk para tamu yang akan menginap. Jadi setelah terjadi kesepakatan rates kamar, para calon tamu akan melakukan pembayaran berupa transfer ke rekening bank di luar negeri milik owner dari tempat mereka akan menginap, Jadi pada saat mereka sampai di Bali tidak terjadi lagi transaksi pembayaran sehingga para pemilik tidak mempunyai bukti transaksi untuk diperlihatkan kepada petugas pajak. Hal ini bisa mengurangi jumlah pajak pendapatan yang harus mereka bayar kepada pemerintah.

# Kasus 2 Bagi para pengusaha eksport barang berbahan dasar kayu. pembuatan laporan keuangan ganda sudah merupakan hal yang biasa terutama pada perusahaan dagang. Laporan keuangan yang sesungguhnya disimpan oleh pemilik untuk kepentingan pribadi dan laporan keuangan yang fiktif disiapkan sedemikian rupa untuk laporan pajak. Selain digunakan untuk memvalidasi jumlah kayu yang digunakan juga digunakan sebagai salah satu syarat dokumen eksport sehingga pemerintah bisa memantau berapa jumlah eksport yang dilakukan untuk mengetahui besarnya pajak yang harus dibayar para pengusaha. pegawai bagian accounting / keuangan dituntut untuk membuat laporan keuangan ganda yang bertujuan untuk menghindari atau memperkecil besarnya nilai pajak yang harus dibayar. Hal ini tidak bisa dibenarkan karena telah menyalahi fungsi dari sunset policy itu sendiri # Kasus 4 Bila kita pernah bekerja di perusahaan perseorangan yang dikelola dengan manajemen yang kurang baik. Biasanya para pemilik akan kelabakan bila petugas pajak melakukan verifikasi / pengecekan di lapangan. tidak sedikit pengusaha yang menyewa kedua dokumen tersebut (bahkan dokumen eksport yang lain) untuk menghindari membayar pajak kepada pemerintah. Seperti kasus Gayus. Tidak sedikit pengusaha yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan pengampunan dari pemerintah. Dengan menyewa dokumen dari perusahaan lain (bahkan disinyalir ada perusahaan yang khusus menyewakan dokumen-dokumen eksport). Jadi. Bagi perusahaan besar dengan asset yang besar pula tentu mempunyai kewajiban membayar pajak yang tidak bisa dibilang sedikit. wajib pajak bekerjasama dengan pegawai pajak untuk membuat laporan fiktif atas besarnya pajak yang belum dibayar. Pengampunan itu bisa berupa penghapusan sanksi administrasi yang berupa bunga dan sanksi administrasi atas pajak yang kurang atau tidak dibayar. Hal ini berlaku juga untuk semua data penjualan yang berada di komputer kantor. pemerintah Indonesia telah mewajibkan untuk memiliki sertifikat BRIK dan ETPIK yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan. Hal seperti ini sangatlah tidak terpuji mengingat slogan pemerintah "orang bijak taat pajak" Video Kasus Mafia Pajak Dalam video ini menunjukkan pers release dari pihak kepolisian atas kasus mafia pajak yang pernah terjadi di Indonesia .Sunset Policy bisa dibilang sebagai pengampunan dari pemerintah terhadap para wajib pajak yang dianggap kurang taat. Sehingga besarnya "pengampunan" yang mereka terima dari pemerintah juga jumlahnya besar. semua transaksi eksport tidak bisa dipantau oleh pemerintah sehingga para pengusaha bisa terlepas dari kewajiban membayar pajak. # Kasus 3 Pada tahun 2008 yang lalu pemerintah mempunyai program sunset policy bagi para wajib pajak. Namun.

Kasus wajib pajak bagi perusahaan. Kasus kasus pajak di indonesia. Contoh pajak. Contoh laporan admin pajak. Laporan keuangan perusahaan ganda. Contoh kasus mafia pajak. Contoh kasus manajemen produksi yang pernah terjadi di indonesia. Makalah tentang masalah perpajakan di indonesia. Download makalah maslah yang terjadi di indonesia. Contoh kasus. Contoh kasus tentang orang yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan. Kasus kasus pajak yang berada di indonesia. Contoh kasus korupsi pajak terbesar di indonesia. Laporan yang harus dibuat oleh karyawan bagian akunting pajak. Pajak. Contoh management villa. Contoh laporan keuangan perusahaan perseorangan. Cntoh kasus perpajakan. Artikel kasus pajak di indonesia. Kasus kasus pajak. Contoh kasus yang tidak. Contoh perusahaan yang sering korupsi. Contoh tindakan korupsi yang ada. Masalah perusahaan yang sering terjadi. Kasus yang sering terjadi di hotel. Contoh kasus orang yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan. Masalah yang terdapat dalam departemen perpajakan di indonesia. Contoh korupsi yang terjadi di indonesia. Bagiamana peranan pemerintah melakukan pajak terhadap perusahaan. Cara membuat pengumumuman tamu wajib lapor. Contoh kasus korupsi yang terjadi di indonesia. Contoh laporan keuangan pajak. Kumpulan masalah yang pernah terjadi di indonesia. Contoh kasus pajak di indonesia. Kasus pajak ter. Contoh kasus perpajakan dalam perusahaan. Cntoh kasus pajak. Contoh kasus korupsi pajak. Contoh kasus paling hot yang terjadi di perusahaan sekarang ini. Contoh laporan keuangan perusahaan dagang. Pajak yang di bayar warga negara di gunakan apa oleh negara. Definisi kasus pajak. Penjelasan kasus npwp. Contoh kasus keuangan perusahaan. Contoh contoh korupsi pajak. Artikel masalah perpajakan. Contoh perpajakan dalam . Contoh perusahaan yang terkait dengan kasus wajib pajak. Artikel masalah pajak. Kasus perpajakan di indonesia. Kasus hotel mengenai bisnis yang sering terjadi. Contoh laporan keuangan wajib pajak. Contoh kasus dalam perusahaan perseorangan. Kumpulan kasus korupsi pemerintah. Contoh perusahaan yang terkait wajib pajak. Kasus kasus perusahaan. Kasus kasus keuangan. Contoh kasus perpajakan. Kasus korupsi ketaatan. Cara agar orang mau membayar pajak. Kasus perusahaan dagang perusahaan baru dan lama. Contoh kasus agensi yang terjadi saat ini#sclient=psy ab. Kliping tentang kasus pajak di indonesia. Kasus kasus yang terjadi di indonesia.(indahf/Carapedia) Pencarian Terbaru (91) Contoh kasus pajak. Kasus yang terjadi di perusahaan dagang. Contoh kasus paraa.

Kasus pajak. Masalah pajak yang terjadi di indonesia. Faktor masyarakat enggan bayar pajak. Contoh contoh kasus. Contoh artikel kasus perpajakan dan pasal nya. 31/3). Seputar Gayus Tambunan. Arti ketaatan masyarakat membayar pajak. Ismed Hasan Putro. Contoh artikel kasus perpajakan di indonesia dan pasal nya. Ketaatan masyarakat membayar pbb. sesaat lalu (Kamis. Contoh maslah keuangan. Contoh kasus perpajakan untuk karyawan di indonesia. Berikut ini artikel terbaik yang kami sajikan buat anda. Oleh karena itu.. Contoh kasus sosial yang terjadi di dalam perusahaan. Contoh contoh kasus korupsi yang terjadi. Presiden SBY harus melakukan penguatan instrumen hukum yang ada. Contoh kasus keuangan bisnis. SBY Jangan Mau Kalah JAKARTA — Kasus Gayus Tambunan adalah pintu masuk untuk serius tangani pemberantasan korupsi. Laporan perusahaan fiktif. Ditjen Pajak Berani Tegas. Contoh kasus tentang keuangan bisnis. Kasus pajak yang ada di indonesia. Itu bisa dengan pemberhentian Kapolri atau Jaksa Agung kalau tidak bisa selesaikan kasus-kasus korupsi pajak lain. kepada media Online. Presiden jangan sekedar ultimatum. Contoh contoh pajak.perusahaan. Kasus kasus tentang keuangan bisnis. Makalah skripsi pajak penghasilan perusahaan dagang. “Kepolsian dan kejaksaan harus dibenahi.Satgas Mafia Hukum. Apalagi saat Susno Djuaji berbicara berani mengungkap adanya dugaan mafia hukum di tubuh POLRI khususnya masalah pajak yang di promotori oleh Gayus tambunan? Siapa Sebenarnya Dia? Apa Benar Bahwa GAyus dibelakang itu semua? Saya Pribadi nggak yakin kalo model seorang gayus bisa selihai itu. Contoh pajk wajib pajak. Artikel tentang laporan keuangan ganda. Contoh kasus sunset policy. .” jelas Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM). Kasus departemen yg ada di indonesia. Contoh kasus transaksi perusahaan dagang. terbentuklah Satgas Mafia Hukum.Tikus Korupsi Kolusi Perpajakan Gayus Tambunan Sejak mencuatnya kasus mafia hukum dan makelar kasus.

Seperti diberitakan kemarin. lanjut Ismed. Gayus mengaku punya gaji Rp 300 juta per bulan padahal cuma Rp 12 juta.” katanya. bahkan sempat disafari oleh tim bentukan presiden itu. Cipinang. Namun. ia tidak semata menjadi komodifikasi politik murahan atau semacam alat meningkatkan posisi tawar pemerintah kepada partai koalisi di pansus Century. Lapas Narkotika. harus diselidiki. KPK kan tidak di bawah Presiden. Praktek beternak wajib pajak. Dalam artian. mereka menyatakan bahwa para pengemplang pajak itu memang harus digertak. Mereka masuk dari dugaan praktik mafia hukum di balik sejumlah kejanggalan penjatuhan vonis terhadap Vincent. Seperti diungkapkan Dijen Pajak Mochammad Tjiptardjo. harus diberantas. Dugaan penggelapan pajak Asian Agri. Prestasi itu sesuai tanggungjawab diberikan. Sri Mulyani mengatakan Kementerian Keuangan akan segera melakukan pembenahan agar ke depan kecenderungan yang menang perkara adalah Ditjen Pajak. hal itu berhubungan dengan posisi Vincent sebagai whistle blower. Selasa (30/3). satgas membantah. misalnya. Terutama karena kasus itu sudah diajukan penyidik . kecuali bagian adminisratif Ditjen Pajak. Ismed juga menandaskan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) wajib turun ke Ditjen Pajak. hanya sebatas ''gertak sambal''? Pertanyaan dan syak wasangka tersebut mudah ditepis jika satgas berhasil mendorong penuntasan skandal pajak hingga ke jalur hukum. di tingkatan aparat hukum belum ada. tempat Vincentius Amin menjalani hukuman atas tuduhan pencucian uang PT Asian Agri. “Kami sudah minta Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisial Yudisial (YK) untuk membenahi Pengadilan Pajak. Seriuskah mereka? Atau. “Nah. jangan semua dipukul rata. sudah ada keberanian untuk menonaktifkan pegawai yang berada di bagian Keberatan dan Banding Ditjen Pajak. 10 orang pimpinan Gayus dinonaktifkan untuk proses pemeriksaan.Di dalam Ditjen Pajak. Tidak cukup Sri Mulyani hanya undang MK dan KY. Jakarta Pusat. Semua tingkatan yang sensitf. “Wajib. “Remunerasi itu berlaku pada mereka yang punya indeks prestasi kerja yang baik. Tapi tak bisa abaikan harus ada pembuktian terbalik dari Ditjen Pajak untuk membuktikan kekayaan para pegawai Ditjen Pajak. itu adalah serangan balik terhadap manuver panitia khusus Pansus Angket Bank Century yang bergerak cepat dan nyaris mengancam eksistensi pemerintahan SBY. SATUAN Tugas Pemberantasan Mafia Hukum (Satgas) terlihat bergerak masuk ke sektor mafioso pajak. Bahkan.3 triliun. proses remunerasi harus dievaluasi ulang.” terangnya. KPK ikut tangani masalah ini.” tegasnya. Begitu pula.” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantornya. Banyak pihak menilai. Ditenggarai. kudu. Sejumlah dokumen yang sempat dibuka mengarah ke dugaan penggelapan pajak hingga Rp 1.

Khusus polemik perpajakan di Asian Agri bermula dari informasi yang diberikan ke KPK oleh Vincentius. Indonesia sangat dirugikan karena pajak yang seharusnya diterima negara dilarikan ke negara-negara tax haven. Kerah Putih Kejahatan pajak merupakan salah satu varian di antara kejahatan ''kerah putih'' (white-collar crimes). hampir tiga tahun berselang informasi penanganan skandal pajak itu nyaris tenggelam. kejaksaan menuntaskan tugasnya menyeret pelaku ke tingkat penuntutan di pengadilan. menyita dokumen. pendekan konvensional yang hanya menggunakan regulasi perpajakan. mafia peradilan di balik penanganan kasus kasus Asian Agri jauh lebih penting. tanpa melapisi dengan undang-undang tindak pidana korupsi. sumber daya yang digunakan. hingga akhirnya menetapkan 12 tersangka. Ia memiliki kerumitan tersendiri. Kemudian. Padahal. Hingga. dan bahkan sarana dan prasarana yang digunakan berasal dari uang rakyat Indonesia. Dirjen pajak sebenarnya sudah memeriksa. Harapannya. Pertama. Dan. Dengan logika bahwa pajak merupakan sumber penerimaan negara.Dirjen Pajak kepada Kejaksaan Agung April 2008 dengan tuduhan penggelapan pajak. padahal perusahaan sebenarnya dimiliki atau dikuasasi orang yang sama. transfer pricing. Mafia pajak biasanya bermain di manipulasi data/pembukan agar tidak menyetorkan sejumlah biaya pajak kepada negara. Konstruksi Hukum Kacamata paling sederhana yang perlu digunakan adalah pasal 39 ayat (1) butif (d) dan (f) UndangUndang Nomor 16 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum Perpajakan (UU KUP). Karena itulah. Pemindahan tersebut dilakukan dengan cara penjualan perusahaan lintas negara. Karena itulah. diperkirakan tidak akan berhasil. Ada lima modus utama yang bisa digunakan untuk membaca kasus tersebut. Pengertian yang sederhana adalah upaya mengalihkan penghasilan kena pajak dari suatu negara dengan tarif pajak tinggi (Indonesia) ke negara lain dengan tarif pajak rendah atau negara Tax Haven (Misalnya: Singapura. itu muncul kembali melalui sidak Satgas ke lapas Vincent. Tim Pajak menyerahkan setumpuk alat bukti kepada Kejaksaan Agung. akan lebih baik jika satgas juga berani mendorong penggunaan delik korupsi untuk memerangi mafia pajak. Dalam modus tersebut. sampah yang dibuang. Sayang. Mungkin. pada pertengahan 2008 (25/4). Poin yang perlu dibuktikan adalah surat pemberitahuan Asian Agri tidak benar dan ada upaya pemalsuan dokumen. . Hongkong. Satgas seharusnya tidak hanya berbicara tentang praktik mafia hukum dalam proses peradilan Vincent. dan Swiss). tetapi juga masuk lebih dalam ke jantung persoalan. Perusahaan yang berada di bawah payung Grup Raja Garuda Mas (RGM) itu diduga melakukan pidana pajak pada 2002-2006. manipulasi data surat pemberitahuan akan merugikan negara.

Sangat memungkinkan sebuah kasus pidana pajak dialihkan ke sekadar pertanggungjawaban administratif dan perdata. dan menguntungkan pihak lain diduga sangat mungkin terpenuhi dalam kasus Asian Agri tersebut. Satgas bukan sekadar ''dayang-dayang'' dan ''pentungan politik'' kekuasaan untuk membungkam kekuatan yang kritis terhadap pemerintah. Setidaknya.(*) Oleh : Joko Susanto Penyelesaian kasus pajak yang belum tuntas memancing respon orang nomor satu di negeri ini. Itulah indikator apakah Satgas patut dipercayai. Tujuan yang sederha. transaksi hedging fiktif.Kedua. Setidaknya untuk membuktikan kepada publik bahwa Satgas tidak main-main. Karenanya. tiga modus lain adalah dugaan management fees yang fiktif. maka ia bisa dijerat dengan delik korupsi. Delik Korupsi Adanya kerugian negara seperti disebutkan di atas menjadi dasar kasus manipulasi pajak dapat dijerat dengan korupsi. Pesan khusus itu disampaikan Presiden SBY saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan di Istana Negara beberapa waktu lalu. perusahaan tercatat rugi sehingga tidak ada kewajiban membayar pajak. mark up pembelian aset. pernyataan kepala negara menyiratkan makna bahwa eksistensi dan kontribusi pajak sebagai pilar keuangan negara tidak diragukan lagi. Tujuan dari tiga modus terakhir. Gol akhirnya yaitu agar keuangan negara bisa diselamatkan. yang menyatakan bahwa sepanjang sebuah kejahatan atau bahkan pelanggaran administrasi memenuhi unsur UU Korupsi. Penegak hukum dapat menggunakan hasil rakernas Mahkamah Agung pada 2007 di Makasar. mengawal dan memastikan penggelapan pajak atau korupsi pajak diajukan ke persidangan. Kemudian. Hal itu bertujuan nanti pelaku tidak dibebaskan di pengadilan karena berlindung di balik sejumlah kelemahan Undang-Undang Perpajakan. ICW menyarankan penggunaan UU Tindak Pidana Korupsi (UU 31/1999 jo 20/2001) untuk menjerat pihak yang diduga mafia pajak secara berlapis. atau sebaliknya disimpan di dalam laci. melawan hukum. Secara kasat mata. Sumbangan pajak pada instrumen pendapatan negara cukup dominan karena mencapai sekitar 75%. Baik untuk kasus Asian Agri maupun perkara lain yang merugikan keuangan negara secara signifikan. Konsekuensi logis sederhana dari ini bahwa jumlah pajak yang harus dibayarkan berkurang drastis. agar seolah-olah perusahaan mengeluarkan sejumlah biaya sehingga keuntungan/penghasilan menurun jauh. Satgas sepatutnya secara serius menempatkan analisis hukum tindak pidana korupsi untuk membongkar skandal pajak. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Kejaksaan Agung untuk segera mengusut tuntas kasus kejahatan pajak. Penyiasatan seperti itulah yang dapat dibidik oleh tim pajak dan kejaksaan dimulai dari indikasi adanya upaya penipuan data keuangan. Sama halnya dengan poin kedua. kondisi "atmosfer" . unsur kerugian keuangan negara. Karena itulah. dan tambahan biaya fiktif lainnya.

Namun kita perlu menilai secara adil. Oleh karenanya. Karena rasa penasaran hebat itulah. Sangat disayangkan bila dibiarkan terkatung-katung dan tak kunjung tuntas. kali ini aparat penegak hukum harus membuktikan keseriusannya dan membuktikan bahwa munculnya kasus ini bukan sebagai alat tawar menawar politik. wajar bila para wajib pajak geram dengan fenomena itu. pajak atas warteg adalah salahsatu pajak daerah yang dikelola Dinas Pendapatan Daerah atau sejenisnya. mereka meminta kasus ini segera diusut tuntas.John Foster . jelas tidak ada korelasinya. Bukan di Ditjen Pajak. Kementerian Keuangan mendukung penuh penegakan hukum pajak agar tak hanya sistem yang berjalan dengan baik dan jelas. Padahal. seharusnya. Sesuatu yang harusnya tidak terjadi di negara hukum. Hasilnya menunjukkan bahwa bagi kalangan usaha. pada 2011 ini tantangan Ditjen pajak untuk mewujudkan target penerimaannya tidak kalah hebat. Padahal. Memang. Efek buruk lain yang terjadi adalah sebagaimana rilis dari Transparency International Indonesia (TII) yang melansir Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2010. kasus heboh tersebut hampir-hampir menyebabkan demotivasi jajaran pajak.STKIP Pelita Bangsa Drs. Bahkan. melainkan juga prinsip sebagai negara hukum. Sebenarnya. Terakhir. Bahkan beberapa pihak khawatir unsur politik turut mencampurinya. jauhari sebelumnya Direktur Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumberdaya Aparatur (KITSDA) Ditjen Pajak. tidak sedikit komentar di berbagai situs internet yang „asal bunyi‟ dan mengaitkannya secara langsung dengan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan. kepolisian. Namun. dan pengadilan. Ditjen Pajak tahun sebelumnya berada pada posisi atas hanya dikalahkan dengan LPPOM dan MUI. bukan terus mengedepankan tendensi. ending story-nya hingga kini seakan masih misteri. penegak hukum harus benar-benar serius dalam mengusut kasus pajak. Serupa dengan pajak restoran atau pajak kendaraan bermotor yang masuk dalam APBD. tidak boleh ada kendala (penyidikan) dalam kasus pajak.000 orang itu sama saja. Hal tersebut memberikan kesan bahwa kasus pajak ditangani setengah hati. Diakui atau tidak. Menurut penelusuran penulis. Pernyataan itu disampaikannya usai memaparkan makalah "Upaya Pemberantasan Korupsi melalui mekanisme Whistle Blower" dalam rangkaian Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi. Ditjen Pajak kembali menjadi sasaran pelampiasan emosi. ketika pemerintah DKI Jakarta berencana memajaki Warteg yang melewati omset tertentu. jajaran Ditjen Pajak pun mengaku heran mengapa Gayus Tambunan bisa memiliki duit puluhan miliar. Bola panas kasus itu memang telah berbulan-bulan berada di tangan penegak hukum. meski tidak turut terlibat pun. bila melibatkan orang dalam pun harus ditindak. Kalau benar demikian rasanya amat memprihatinkan. Demi kepastian hukum. di Jakarta. Menurutnya. publik tanpa ampun langsung menuduhnya bahwa mereka semua yang berjumlah lebih dari 32. Kemarahan Publik Kemarahan publik pun seakan makin menjadi-jadi. Akan tetapi. Menkeu Agus Martowardojo pun ingin segera ada kejelasan kasus pajak. Wahyu Karya Tumakaka meminta kasus Gayus segera diusut tuntas. seharusnya memang demikian agar ada kepastian hukum dan menopang masa depan reformasi perpajakan. 27 Desember lalu. pajak. Artinya. Apalagi. Betapa tidak.STT.pajak yang belum pulih benar akibat digoyang kasus oleh oknumnya pantas bila dikhawatirkan. berjudul : "Mengejar Realisasi Pajak dengan mendahulukan Realisasi Pembangunan" Ketua STIE. Sidang telah berkali-kali dilakukan bahkan diikuti dengan gelar perkara meski menimbulkan kritikan. serta kejaksaan merupakan lembaga yang perlu diprioritaskan dalam pemberantasan korupsi. Pada rubrik Opini harian ini. tak hanya masyarakat awam. Menurutnya.

Sepengetahuan penulis memang belum pernah ada seorang pun yang mengatakan bahwa Ditjen Pajak sejak berdiri mempunyai track record masa lalu yang sangat bersih dan 100% bebas dari unsur korupsi. pajak itu benar-benar menyentuh pembangunan dan membawa masyarakat keluar dari kemiskinan. Pemerintah tidak saatnya lagi alergi terhadap kritikan atau masukan yang membangun demi kesejahteraan bangsa. Pengakuan itu harus dijadikan modal untuk perbaikan ke depan. korupsi masih terjadi. Berangkat dari ketulusan itu. Opini Analisa Daily 7 Januari 2011        Blog Redaksi Donatur Profil Penerbit Cara Kirim Artikel Kemitraan Pembaca Menulis « Gugatan Publik untuk Koruptor SJSN Pro Rakyat Bukan lewat Asuransi » Solusi UU Pajak di Tengah Ironi Korupsi Diterbitkan Agustus 30. Justru. Wallahu a‟lam. Gabon. berbagai pembenahan internal dilakukan. Kolombia. masyarakat semuanya bangga menjadi wajib pajak.*** Penulis adalah kontributor Buku "Berkah Modernisasi Pajak" Ditjen Pajak Jakarta. Pun. sesama ASEAN. dengan terpaksa atau dipaksa. Harapan demikian tentu sangatlah mulia. Maka. Sangat riskan akibatnya. Singapura dan Malaysia. Negara serumpun. agar Ditjen Pajak tidak terus menjadi bulan-bulanan yang kadang kurang proporsional. mereka bertekad meriah mimpi mewujudkan hari ini lebih baik dari kemarin. UU Pajak Oleh Arles Ompusunggu Posisi Indonesia yang masih berada dalam kelompok negara-negara terkorup di dunia. DJP sadar bahwa institusi penopang keuangan negara ini tidak mungkin dibiarkan terus-menerus dalam kondisi sakit. korupsi. Munculnya kasus pajak yang terus menjadi berita empuk sepuluh bulan terakhir ini tentunya melukai perasaan para wajib pajak. Guatemala. Perasaan itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.Marpaung MA yang mengomentari tulisan saya di rubrik yang sama beberapa hari sebelumnya berharap agar alangkah baiknya kita belajar kepada semua negara maju. Brunei Darusalam dan Thailand telah jauh meninggalkan Indonesia. yang mengemuka adalah pengakuan tulus sebagaimana tertuang dalam buku "Berkah Modernisasi Pajak" bahwa beberapa tahun lalu sebelum reformasi pajak. sungguh mengenaskan. sekaligus peringkatnya di bawah Tunisia. Pihak terkait harus mengambil tindakan tegas untuk memulihkan kepercayaan wajib pajak. 2010 Artikel Pengamat Ditutup Tag:Arles Ompusunggu. Sesuai Indeks Persepsi Korupsi atau Corruption Perception . Ghana. tetapi terletak pada kenyataan bahwa kita selalu berhasil bangkit setiap kali kita jatuh". Karena seperti diungkapkan seorang filosof dunia : "Kemuliaan kita yang terbesar bukanlah terletak pada kenyataan bahwa kita tidak pernah jatuh. Akibatnya.

Permasalahan utama adalah bagaimana menerapkan ketentuan UU Perpajakan supaya uang hasil korupsi tersebut dapat menjadi sumber penerimaan negara? Melalui koordinasi yang baik di antara aparat penegak hukum baik KPK. Sehingga tujuan utama pemberantasan korupsi untuk menyelamatkan aset negara yang hilang tidak berhasil dilakukan melalui pengungkapan kasus pidana korupsi oleh aparat hukum. Sesuai dengan salah satu tugas penyelidikan. sehingga masih belum mampu mengangkat Indonesia dari julukan negara terkorup di dunia. Dibutuhkan suatu terobosan aturan dan undang-undang yang mampu mendorong sistem pengungkapan kasus korupsi yang mengutamakan upaya penggantian kerugian negara yang hilang. sehubungan dengan jabatan. sejak penyidikan sampai dengan pemberkasan. Di sinilah Undang-Undang Perpajakan dapat memberi kontribusi untuk kepentingan penyelamatan kerugian negara. Peran UU Pajak Pelanggaran pidana korupsi dapat ditinjau sebagai pelanggaran UU Perpajakan dengan menggunakan UU Pajak Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (UU PPh) dan UU Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP). hingga penuntutan dan vonis dijatuhkan. korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang atau imbalan. UU PPh tidak membedakan apakah suatu jenis penghasilan diperoleh secara halal atau tidak. Polri dengan Ditjen Pajak. diatur UU KUP. penyidikan dan penuntutan dari KPK berdasarkan UU No 20 Tahun 2001 di antaranya adalah meminta data kekayaan dan data perpajakan tersangka kepada instansi terkait. sehingga lebih mudah untuk langkah penyelamatan kerugian negara. Penentuan apakah suatu jenis penghasilan merupakan objek pajak diatur UU PPh. Pelaku korupsi dapat dijerat dengan Undang-Undang Pajak sebagai pelaku pidana pajak. Sepanjang memenuhi kriteria Pasal 4 Ayat (1) Undang-Undang Pajak Penghasilan. sedangkan ketentuan yang mengatur tentang prosedur pemenuhan kewajiban perpajakan beserta sanksinya.Index (CPI) yang dikeluarkan oleh Transparency International tahun 2009. dari sudut pandang peraturan perundang-undangan perpajakan. masih dibutuhkan waktu sampai keluar keputusan tertinggi yang mempunyai ke. sehingga pengungkapan kasus korupsi belum mampu menimbulkan efek jera bagi pelaku dan calon pelaku. tanpa ada catatan administrasinya sebagai bukti transaksi. Perilaku korupsi telah menjadi penyakit kronis masyarakat di segala aspek kehidupan bangsa ini. dapat dicapai suatu mekanisme penanganan kasus pidana korupsi yang . Ditambah lagi masa persidangan yang dapat berlarut-larut dan jika tuntutan jaksa menang dalam perkara. Proses pengungkapan kasus korupsi hingga peradilan membutuhkan waktu yang cukup panjang. yang dapat dijadikan alat untuk meneliti ketaatan pemenuhan pajak. Indonesia menempati posisi 111 dari 180 negara yang disurvei.kuatan tetap. maka pada dasarnya. orang yang korupsi dapat dijerat melalui pembuktian bahwa yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana fiskal. Kejaksaan. Dalam praktiknya. Penerimaan negara yang berhasil diselamatkan relatif kecil.

Namun. Begitu kasus korupsi yang menyangkut subjek pajak baik orang pribadi maupun badan mencuat maka segera diteliti pemenuhan kewajiban perpajakan oleh subjek pajak bersangkutan. sehingga pemerintah dapat mempercepat upaya penyelamatan keuangan negara yang diperoleh dari kasus pidana pajak. Terlebih dahulu Ditjen Pajak meneliti status terdaftar sebagai wajib pajak sehingga mempunyai hak dan kewajiban dari sisi perpajakan. dengan alasan kepentingan penerimaan negara maka kasus penyidikan pidana pajak dapat dihentikan dan dilanjutkan dengan penerbitan surat ketetapan pajak sebagai indikasi jumlah kerugian negara. Pilihan apakah melakukan penyidikan terhadap indikasi ketidakbenaran SPT yang dilaporkan oleh terdakwa korupsi yang selanjutnya diarahkan dan disidik dengan ancaman pidana penjara dan mengganti kerugian Negara sesuai Pasal 38 dan 39 UU KUP. Proses penanganan kasus pidana pajak dapat dilaksanakan secara simultan tanpa menghentikan penanganan kasus pidana korupsi. Apabila wajib pajak misalnya Mr X (perorangan) yang tersangkut kasus pidana korupsi ternyata dari sisi UU Perpajakan terbukti tidak memenuhi kewajiban.bernuansa pidana pajak. segera bisa menjerat ke dalam kasus pidana pajak tanpa menunggu proses penyelesaian kasus pidana korupsi yang ditangani KPK. tidak mengisi SPT atau mengisi SPT tetapi isinya tidak benar maka dengan segera DJP melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil selaku Penyidik Pajak. Sehingga disinyalir akan memperpanjang kerumitan penanganan pidana korupsi yang dibidik. Para ahli hukum dan pihak yang berperkara akan mempertahankan penanganan proses peradilan koruptor hingga selesai dalam proses Criminal Justice System. namun di sisi lain upaya menagih hasil korupsi yang ditempuh dari penerbitan SKP atas penghasilan koruptor akan lebih mudah untuk diapklikasikan. sekaligus dengan pengenaan penagihan pajak dengan undangundang perpajakan. UU Tindak Pidana Korupsi sendiri sebagaimana diatur dalam UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 mengharuskan kepada terpidana korupsi untuk membayar ganti rugi di samping menjalankan hukuman pidana penjara. di antaranya tidak mendaftarkan diri. . Sebaliknya. upaya menjerat pelaku korupsi ke dalam ranah perpajakan tidak mudah dilaksanakan. mulai peradilan tingkat pertama (PN) hingga proses Peninjauan Kembali (PK) yang memakan waktu lama. Walaupun penyelesaian kasus korupsi memakan waktu lama. Aparat pajak dapat membidik sumber uang para koruptor dan menempatkannya sebagai sumber penghasilan yang menjadi objek pajak penghasilan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 Ayat (1) dan Ayat (3) UU PPh tanpa melihat apakah sumber penghasilan tersebut halal atau hasil korupsi. Otoritas Perpajakan dapat segera menelusuri ketidaksinkronan antara Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dengan sinyalemen kepemilikan dana hasil korupsi yang ditemukan oleh penyidik KPK dan Kejaksaan. Pasal 38 dan 39 UU No 28 Tahun 2007 tentang KUP telah memberi ruang yang cukup untuk menjerat kasus pidana pajak dengan ancaman penjara maksimal enam tahun dan denda paling tinggi empat kali jumlah pajak yang terutang.

Kasus-kasus korupsi yang sudah putuskan oleh pengadilan. jumlah dana yang dikorup kemungkinan kecil akan kembali. 18 Juli 2005 Cari Artikel Pajak Kirim Komentar Beritahu Teman Cetak A A A Akhir-akhir ini. (Sumber: Suara Pembaruan. Melalui penerapan mekanisme UU Perpajakan yaitu UU KUP dan UU PPh dalam mekanisme sistem perpajakan berdasarkan self assessment sudah cukup untuk menjerat pelaku korupsi ke dalam proses penagihan utang pajak yang belum dilaporkan. seringkali tidak disertai kewajiban tertuduh untuk mengembalikan uang hasil korupsi. Jangka waktu tersebut masih harus ditambah lagi masa persidangan yang dapat berlarut-larut.Persoalannya. Peraturan perundang-undangan perpajakan dapat dijadikan sarana untuk keperluan tersebut terutama dalam rangka menyelamatkan uang negara. Disinilah peraturan perundangan perpajakan dapat memberikan kontribusi untuk kepentingan mengamankan penerimaan negara. media masa sering memberitakan upaya pemerintah mengungkap kasus-kasus korupsi. penerimaan negara yang bertumpu kepada penerimaan pajak dalam jangka pendek. misalnya di Komisi Pemilihan Umum dan beberapa pejabat di daerah. 25 Agustus 2010) Peran UU Perpajakan dalam memberantas korupsi (1 & 2) Senin. Di sisi lain. Seperti diketahui. maka aparat pajak dapat menetapkan secara jabatan apabila ditemukan adanya sumber penghasilan yang telah jumlahnya lebih besar dari Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Ayat (1) Undang-undang PPh. Kasus pidana korupsi sebaiknya tidak diarahkan menjadi kasus pidana pajak karena akan mengalami jalan buntu dalam penyelesaiannya yang bertele-tele dan melelahkan. . proses pengungkapan kasus korupsi perlu waktu cukup panjang sejak dimulainya penyidikan sampai dengan pemberkasan. Walaupun si terdakwa pidana korupsi belum terdaftar sebagai wajib pajak. Dari sudut pandang kerugian negara. perlu dilakukan terobosan untuk memenuhi target APBN. siapa yang didahulukan untuk tujuan mulia memberantas pidana korupsi dan upaya mendapatkan penerimaan negara lebih cepat masuk ke kas Negara dari hasil korupsi yang dilakukan oleh pelaku korupsi. Seandainya jaksa penuntut umum dalam kasus tersebut menang dalam perkara masih dibutuhkan waktu lagi sampai keputusan yang tertinggi mempunyai kekuatan yang tetap.

dividen. Penentuan apakah suatu jenis penghasilan merupakan objek pajak diatur UU PPh. royalti.Pada dasarnya.." Definisi tersebut kemudian memberi contoh jenis-jenis penghasilan yang menjadi objek pajak. termasuk:. keuntungan dari penjualan atau pengalihan harta. Sepanjang memenuhi kriteria Pasal 4 Undang-undang Pajak Penghasilan yang mengatur tentang definisi "penghasilan". uang pensiun dan imbalan dalam bentuk lainnya.. honorarium. Objek pajak penghasilan UU PPh tidak membedakan apakah suatu jenis penghasilan diperoleh secara halal atau tidak. komisi. dengan nama dan dalam bentuk apapun dan pembagian laba sisa hasil usaha. orang yang korupsi dapat dijerat melalui pembuktian bahwa yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana fiskal. hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan dan penghargaan. . keuntungan karena pembebasan utang.setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak.. dari sudut pandang peraturan perundang-undangan perpajakan. antara lain: imbalan yang berkaitan dengan pekerjaan seperti gaji upah tunjangan.. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. laba usaha. gratifikasi. dengan nama dan dalam bentuk apapun.. selisih lebih karena penilaian kembali aktiva. Landasan hukum yang dijadikan dasar untuk menangani masalah korupsi adalah Undang-undang Pajak Penghasilan (UU PPh) dan Undang-undang Tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (UU KUP). sedangkan ketentuan yang mengatur tentang prosedur pemenuhan kewajiban perpajakan beserta sanksinya diatur UU KUP. bonus. yaitu: ". penerimaan atau perolehan pembayaran berkala. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan.

tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenai pajak. bunga obligasi yang diterima atau diperoleh perusahaan reksadana. perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham. harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah. Dengan demikian uang hasil korupsi. pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi. warisan. adalah objek pajak penghasilan. termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat. imbalan dalam bentuk natura. Berbeda dengan ketentuan yang menyangkut "objek pajak". sepanjang memenuhi syarat-syarat yang diatur di Pasal 4 ayat (3) huruf k. semua penghasilan adalah objek pajak. Jenis-jenis penghasilan sebagaimana disebutkan diatas. penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura. penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun dalam bidang-bidang tertentu. maka suatu jenis penghasilan adalah objek pajak. yaitu: bantuan sumbangan. sepanjang memenuhi syarat tertentu. Pasal 4 ayat (3) mengatur tentang penghasilan yang bukan objek pajak. Jadi di luar jenis penghasilan tersebut. sepanjang memenuhi syarat tertentu. bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari persekutuan. Jadi sepanjang tidak masuk dalam salah satu jenis penghasilan dalam Pasal 4 ayat (3). sepanjang tidak disebut di dalam Pasal 4 ayat (3).premi asuransi. . dividen yang diterima oleh perseroan terbatas. pengecualian sebagai objek pajak bersifat limitatif. komisi. yang diatur di dalam Pasal 4 ayat (1) Undang-undang PPh. harta sebagai penyertaan modal. sepanjang tidak ada hubungan usaha atau pekerjaan. apapun namanya (tanda terima kasih. iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang disetujui oleh Menteri Keuangan. uang lelah dsb) adalah penghasilan yang merupakan objek pajak penghasilan. tidak bersifat limitatif sebab rincian tersebut didahului dengan kata "termasuk". Jadi tanpa melihat apakah suatu jenis penghasilan halal atau tidak.

seperti misalnya Komisi Pemberantasan Korupsi atau Kejaksaan Agung. sehingga tersangka pelaku didakwa dengan dakwaan berlapis. Hal ini merupakan langkah untuk mengantisipasi seandainya pengadilan memberi putusan bebas kepada terdakwa. Untuk mencapai tujuan itu. Langkah selanjutnya adalah pengumpulan data dalam kasus tindak pidana fiskal. Sebagai wajib pajak. perlu ditempuh langkah persiapan. Sumber data itu diperoleh dari beberapa sumber antara lain dari berkas yang disusun oleh penyidik dalam . menyampaikan Surat Pemberitahuan yang isinya tidak benar.Masalah selanjutnya adalah menerapkan ketentuan yang berlaku sehingga uang hasil korupsi tersebut menjadi penerimaan pajak. yaitu melakukan tindak pidana fiskal sebagaimana diatur dalam Pasal 39 UU KUP. yang menangani masalah korupsi. perlu pendekatan tingkat atas agar tujuan dapat dicapai. statusnya sudah ditingkatkan menjadi tersangka. Ketentuan itu mengatur wajib pajak melanggar kewajiban perpajakan. tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT). maka wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak. Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (2) dan (3). yang salah satunya adalah menjajaki kemungkinan ini dengan instansi terkait. seseorang punya hak dan kewajiban. antara lain: tidak mendaftarkan diri. Tujuan dari langkah Ditjen Pajak ikut menangani hal ini adalah semata-mata untuk mengamankan penerimaan negara dari pajak dan untuk memberikan bahan tambahan kepada penyidik. perlu koordinasi dengan instansi lain yang menangani masalah ini. U KUP. Keputusan ini mungkin saja benar dan dalam hal demikian masih ada satu dakwaan lagi berupa tindak pidana fiskal yang kemungkinan besar tidak akan lolos. Apabila tidak mendaftarkan diri. pada tahapan inilah Ditjen Pajak dapat mulai melakukan penelitian dan pengumpulan data yang menyangkut orang tersebut. Dalam hal seseorang yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. Seorang subjek pajak dalam negeri akan menjadi wajib pajak apabila memperoleh penghasilan melebihi penghasilan-tidak-kenapajak (PTKP) sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-undang PPh. UU KUP memberi sanksi yang diatur dalam Pasal 39 ayat (1). setiap orang pribadi yang tinggal di Indonesia adalah subjek pajak (orang pribadi) dalam negeri. dsb. Saat seseorang sudah memenuhi syarat sebagai wajib pajak. Langkah-langkah untuk menjerat tersangka korupsi dari sudut pandang pidana fiskal. dan menolak dilakukan pemeriksaan. Jika wajib pajak melanggar kewajibannya dan hal itu menimbulkan kerugian negara. maka yang bersangkutan akan dipidana paling lama 6 tahun penjara dan denda paling tinggi 4 kali jumlah pajak yang terutang. Ini tidak mudah karena masuknya Ditjen Pajak dapat dianggap merecoki kerjanya. Untuk itu.

kenaikan dan biaya penagihan pajak. apabila semata-mata tujuannya adalah untuk mengamankan penerimaan. denda. Penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan sebagaimana dimaksud di ayat (1). yaitu lima kali pajak yang terutang (empat kali jumlah pajak yang kurang dibayar.? Ketentuan tersebut merupakan dasar hukum untuk menutupi kerugian keuangan negara karena tindak pidana di bidang perpajakan. hanya dilakukan setelah Wajib Pajak melunasi utang pajak yang tidak atau kurang dibayar atau yang seharusnya dikembalikan. Sebelum proses penyidikan terhadap tindak pidana fiskal dimulai Ditjen Pajak dapat melakukan penetapan pajak terhadap para tersangka kasus korupsi. Seperti diketahui Ditjen Pajak telah lama menyiapkan tenaga-tenaga penyidik sehingga pembentukan tim ini tidak akan menjadi masalah. Dari sisi Ditjen Pajak. sanksi administrasi berupa bunga. atas permintaan Menteri Keuangan. Itulah sebabnya ketentuan tersebut menekankan ?untuk kepentingan negara? sebagai pertimbangan melepaskan pengenaan sanksi penjara. Penghentian penyidikan UU KUP juga mengatur tentang kemungkinan penghentian penyidikan tindak pidana fiskal. yang berbunyi: ?(1) Untuk kepentingan penerimaan negara. perlu dibentuk tim khusus menangani kasus-kasus korupsi. misalnya dengan memberikan pelatihan kepada para penuntut umum dan para hakim. Ketentuan tersebut merupakan dasar hukum kuat dalam mengamankan penerimaan negara dari sektor pajak. ditambah dengan jumlah pajak yag belum dibayar). Jaksa Agung dapat menghentikan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. Jumlah tersebut lebih besar daripada jumlah uang yang digelapkan karena tindak korupsi.menyiapkan bukti-bukti. perlu dipersiapkan penuntut umum yang menguasai perundang-undangan tersebut. Tidak berlebihan apabila tuntutan tindak pidana fiskal erat berhubungan dengan perundangan di bidang perpajakan. Besar denda administrasi.? . atau yang tidak seharusnya dikembalikan. sebagaimana diatur dalam pasal 44B. Langkah ini sangat efisien karena berdasarkan ketentuan perundang-undangan Ditjen Pajak punya hak mendahului penagihannya sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (1) dan (2) UU KUP: ?(1) Negara mempunyai hak mendahulu untuk tagihan pajak atas barang-barang milik penanggung pajak. meliputi pokok pajak. Oleh karena itu. ditambah sanksi administrasi berupa denda sebesar empat kali jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar. Ketentuan tentang hak mendahulu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Hal ini bisa terkendala karena penyidik tidak bersedia membagi informasi.

Oleh Rachmanto Surahmat Tax Partner Prasetio. maka penetapan pajak akan dapat dilakukan berdasarkan data yang tersedia. Yang perlu ditempuh adalah memberikan pengertian kepada aparat penyidik bahwa melalui jalur pajak. Sarwoko & Sandjaja Consult Bisnis Indonesia / Senin. Dengan proses penagihan yang kuat dan bantuan dari instansi lain.Hal ini dapat dijadikan dasar untuk menerbitkan ketetapan pajak apabila upaya penyidikan pajak dirasa akan sulit. 11 & 18 Juli 2005 . Kesimpulan Penyidikan atas tindak pidana fiskal yang dilakukan dengan cara bergabung dengan aparat yang menangani tindak pidana korupsi sangat efektif untuk mengamankan uang negara yang dikorup. uang hasil korupsi akan lebih mudah diperoleh kembali. Hal ini perlu dipertimbangkan dengan serius karena keputusan pengadilan atas tindak pidana korupsi seringkali tidak disertai dengan keharusan mengembalikan uang negara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->